Docstoc

Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan

Document Sample
Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan Powered By Docstoc
					Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan

        Pada bahasan sebelumnya, saya sudah mencoba menjelaskan tentang angka
kemiskinan. Dalam bahasan kali ini saya mencoba menjelaskan ukuran kemiskinan lainnya,
yaitu Poverty gap dan Squared poverty gap.
        Jumlah penduduk miskin biasanya dinyatakan sebagai persentase dari jumlah
penduduk. Ukuran ini disebut juga Head Count Index (HCI). Penghitungan kemiskinan
menggunakan formula yang di sarankan oleh Foster-Greer-Thorbecke (1984) sebagai berikut:
                                                   
                          1         q
                                        z  y 
             P      
                          n
                                    z i 
                                   i 1       
                                                       ……………………………….(1)


dimana:          = 0, 1, 2
        z         = garis kemiskinan
        yi        = rata-rata pengeluaran perkapita sebulan penduduk yang berada
                    dibawah garis kemiskinan ( i=1, 2, 3, …, q), yi < q
        q         = banyaknya penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan
        n         = jumlah penduduk


Jika =0 maka diperoleh Head Count Index (P0); =1 adalah Poverty Gap Index (P1); dan
=2 merupakan ukuran Poverty Severity Index (P2).
        Head count index (HCI) adalah ukuran kemiskinan jika pada formula Foster-Greer-
Thorbecke nilai  kita ganti dengan nol, sehingga:

                    q
      P0                           …………………………………………………...(2)
                    n

        Ini adalah ukuran proporsi dari populasi yang berada di bawah garis kemiskinan,
yang didefinisikan sebagai persentase jumlah penduduk miskin terhadap total penduduk.
Ukuran ini yang paling sering digunakan, meski memiliki kekurangan yaitu tidak bisa
menggambarkan kedalaman kemiskinan dan keparahan kemiskinan.
        Poverty gap atau kedalaman/jurang kemiskinan adalah ukuran kemiskinan, jika pada
formula Foster-Greer-Thorbecke nilai  kita ganti dengan satu, sehingga:

                    1         q
                                   z  yi 
      P1     
                    n
                         
                          
                          i 1        z   
                                                   …………………………………….(3)
          Poverty gap atau indeks kedalaman kemiskinan (jurang kemiskinan) adalah ukuran
kemiskinan yang berguna untuk mengetahui seberapa banyak sumber daya (uang) yang
dibutuhkan untuk mengentaskan kemiskinan melalui transfer uang (cash transfer) yang
ditujukan kepada orang miskin dengan sempurna. Ukuran ini biasanya disebut P1. Misalkan
poverty gap = 0,2 maka cash transfer yang diperlukan untuk menghapus kemiskinan adalah
sebesar 20 persen dari garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks ini semakin besar rata-
rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan atau dengan kata
lain semakin tinggi nilai indeks menunjukkan kehidupan ekonomi penduduk miskin semakin
terpuruk.
          Sebagai ilustrasi, misalkan pada tahun 2010, jumlah penduduk miskin 51,7 ribu
jiwa, kedalaman kemiskinan (P1) sebesar 1,48, dan GK Rp 250.267 . Ini berarti transfer uang
(cash transfer) yang diperlukan untuk menghapus kemiskinan adalah sebanyak Rp 19 milyar
tiap bulan (148 persen X Rp 250.267 X 51.700 = Rp 19.149.429.772). Dengan asumsi,
seluruh transfer uang tersebut didistribusikan secara sempurna kepada semua penduduk
miskin.
          Squared poverty gap      atau poverty severity index       adalah ukuran     yang
menggambarkan keparahan kemiskinan. Jika pada formula Foster-Greer-Thorbecke nilai 
kita ganti dengan dua, sehingga:

                           z  y 
                       q              2
                  1
      P2     
                  n
                       z i 
                      i 1       
                                          ……………………………………(4)


Indeks ini menggambarkan ketimpangan diantara orang miskin. Sampai batas tertentu
squared poverty gap dapat memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran
diantara penduduk miskin, dan dapat juga digunakan untuk mengetahui intensitas
kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks (P2), semakin tinggi ketimpangan pengeluaran
diantara penduduk miskin.
          Squared poverty gap atau poverty severity index adalah ukuran yang
menggambarkan keparahan kemiskinan. Ukuran ini biasanya disebut P2. Indeks ini
menggambarkan ketimpangan diantara orang miskin. Sampai batas tertentu squared poverty
gap dapat memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk
miskin, dan dapat juga digunakan untuk mengetahui intensitas kemiskinan. Semakin tinggi
nilai indeks (P2), semakin tinggi ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:51
posted:2/1/2013
language:
pages:2
Description: Penjelasan tentang indeks kedalaman (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2)