Docstoc

PENENTUAN UMUR BERBUAH TANAMAN CABE MERAH (Capsicum.PDF

Document Sample
PENENTUAN UMUR BERBUAH  TANAMAN CABE  MERAH (Capsicum.PDF Powered By Docstoc
					                                                                                                 -


    PENENTUAN UMUR BERBUAH TANAMAN CABE MERAH (Capsicum
      anuum var.longum Sendt) PADA TlGA TlNGGl TEMPAT YANG
         BERBEDAMENGGUNAKANMETODESATUANPANAS




Polii, M.G.M. 2003. Determination of Red Chili's (Capsicum anuum) F ~ i - bearing
                                                                           t
      Age in Three Elevation Levels Using Heat Unit Method. Eugenia 9 (2) :104-108.

       The research aimed to study the Red ChilWs growlh and to determine its frul -bearing age in three
elevalan kvek using heat u n l method. Experimental pbls were set up in t h m bcatbn namely. Badan
Meteombgi dan %of&ika Slasiun Kayuwztu experimenlal garden. Warembungan and Tomohon at an
elevatbn of 67,575 and 770 rn ahwe sea kvel, repdvev. Campktetj Randomize K g n was used in this
research. The d?ily temperature was analysed using heat unil method with m d n factor (SPB) and without
mrredan fador (SPo). Further analysis was carrid out using a regression analysis model. The amount of heat
m m u l a t e d in t h aops was relaliely similar in all ekvafon kvek, time tsken by aops to armmubte heat in
                       ~
each bcalan was mnsiderabty different from one and another. For example. gmwing period of aops cuniiated
in Tomohon took bnger time than in Uayuwatu and Warembungan due b the avenge daily temperature
difference, in the ncWell, Tomohon has a laver %erqs dally tenpenture than that of in other two places. It is
important to mention that each growing phase has is bask temperature as a sourcs of energy to start ils growth
                                                      t
and devebpment processes. K ils energy requirement cannot be fulfilled, then the plant wili stop growing. Red
Chili w h a t e d in Tomhon at an ekvatwn of 770 m started germinating.fbwring and bearing frua after
amJmUlating heat amount of 69.0 i     Z.ffi%. 1166.9 _c 116.77% and 1426.4 i39.48% days Frut bearing age
of red chilli in a celain kcatan can be estima:ed using Y = 1404.3 + 0.03 X.

      Keywords :fruit-bearing age, red chilli, and heat unit method

               PENDAHULUAN                              dl pasaran, dan pengaruhnya ini sangat dii
                                                        rasakan, terutama pada hari-hari raya
      Cabe merah (Capsiwm anuum var.                     (besar). Fluktuasi harga cabe yang cukup
longum Sendt) temyata merupakan salah                   tajam ini disebabkan oleh faktor lingkungan
satu komoditi sayuran buah semusim, yang                yang kurang menguntungkar! bagi kontinuC
diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat,             tas produksi c a k , sehingga penyebaran
karena menrpakan salah satu rempah pe-                  produksinya tidak rnerata sepanjang tahun.
nyedap masakan dan penghangat badan.                           Faktor lingkungan yang sangat poten-
Kehadiran cabe pada suatu masakan mem-                  sial mempengaruhi perkembangan dan h a
krikan keinrlahan, tasa dhn daya tank ter-              sil tacanan cabe rneran, antara lain : suhu.
sendiri.                                                Perubahan suhu lingkungan, menurut
      Bagi pengamat situasi pasar tanaman               Sutcliffe (1977) dapat menyebabkan p e w
cabe merah. pasti akan sulii menyatakan                 bahan suhu tanaman, dan perubahan ini
harga patokan tanaman cabe yang m e w                   akan mempenganhi a k t f ~     metabolism
sepa~jangtahun, karena adanya ketidak-                  tanaman.
seimbangan hasil dan perminataan tanzm-                        Umumnya deskripsi varietas suatu b
an c a k dalarn k m n waktu tertentu. Hal ini           naman di Indonesia, menetapkan saat ber-
rnempengaruhi s t a b i l i i harg~hargacabe            kecambah, berbunga, berbuah sampai saat

 Juusan Budldaya Peltanan. Fak-         Peltarran UNSRAT Mamdo. 95115
Polii. M.G.M. : Penenluan Urnurn Berbuah . . .


panen berdasarkan satuan hari (waktu).               diberi kompos dengan perbandinpan 2 :
Senng d~sebut,  saat berkecambah tanaman              1, lalu dicangrtul supaya pupuk dan ta-
cabe 6-14 hari, berbunga 7@90 hari, dan              nah bercampur rata, dimasukkan ke d*
buahnya dapat dipanen pada umur 98-138               lam polibag dan diangkut ke ketiga lo-
hsri sesudah tanam. Dalam praktek, pene               kasi untuk penyemaianbenih.
tapan ini kurang tepat dan sulit dijadikan       2. Peniapan penanaman. Setelah benih
pegangan, karena di lapang, umur suatu               bertumbuh, tanah yang akan dijadikan
genotype akan berbeda sehubungan de-                 areal penanaman diolah, dicangkul ha-
ngan tempat penanaman dan faktor lingku-              lus merata. Tapah tersebut dicampur
ngan (Gilmorre and Roger 1958). Selain itu           dengan 5 kg kompos, 3.5 gr urea, 3.5 gr
Oldeman (1977) menyatakan bahwa makin                 TSP dan 3 gr KC1 untuk setiap polibag.
tinggi tempat atau lokasi penanaman akan             Polibag-polibag tersebut diangkut ke k e
makin panjang umur suatu tanaman, kare-              tiga lokasi penelitian, dan tanaman yang
na tanaman tersebut membutuhkan sejum-               telah siap dikebunkan dipindahkan ke
lah satuan panas untuk mencapai ttngkat              dalam polibag. Polibag-polibag tersebut
perkembangan tertentu hingga panen. Jum-             diatur dalam jarak tanam 60 X 40 cm2.
:ah satuan panas yang diakurnulasi tanam-        3. Pemeliharaan tanaman. Pemeliharaan
an selana pertumbuhannya dikenal dengan              tanaman meliputi : penyiangan, pem-
Themal time (Monteith 1977; Leong and                bumbunan serta pengendalian hama
Ong 1983). Degree days (Cms and Zuber                dan penyakit sesuai kebutuhan
1983; Wtm, Tellow, Himc, Antill, Hand            4. Pemupukan. Pemupukan dilakukan s e
1992); E eg Cmp Gmwfh (Coelho and
         nr y                                        Sap 20 - 30 hari sekali bempa urea 3.5
Dale 1980); Growing Degree days (Baker,              gr/tan.,TSP 3.5 gran, dan KC1 3 gr/tan
Sharrat, Chiang, Zandlo and Ruschy 1984);        5. Pengamatan.
Heat unit (Ney and Turc 1993)                               Pengamatan lingkungan tumbuh
                                                            yaitu suhu (OC) dengan mengamati
         METODE PENELlTlAN                                  suhu harian dengan menggunakan
                                                            themmeter maksimum dan mini-
Tempat Penelitian                                           mum, serta themmeter bola ba-
      Penelitian ini dilaksanakan pada tiga                 sah-bola kering (dalam sangkar
lokasi yang berbeda letak ketinggiannya                     CU~).
dari atas muka laut, dan merupakan faktor                   Pengamatan biologis tanaman be
perlakuan yaitu : Kebun Percohaan Badan                     rupa lamanya benih Sertumbuh di
Meteomlogi dan Geofisika Stasiun Kayuwa-                    atas permukaan tanah, saat tana-
tu dengan ketinggian 67 meter dari permu-                   man berbunga 50 46 dan saat ta-
kaan laut, Warembungan dengan ketinggi-                     naman berbuah 50 %.
an 375 n!eter dan permuitaan laut, ban                  !=&a percobaa;~ ini uduk mengiiitung
Tomohon dengan ketinggian 770 meter dari         lamanya benih muncul ke permukaan trt
permukaan laut.                                  nah, saat tanaman berbunga 50 % dan saat
                                                 tanaman berbuah 50 % menggunakan for-
Prosedur penelitian                              mula 1 (SPO)yaitu menghitung juniah satu-
    Penelitian ini menggunakan Rancang-          an panas pada saat tanaman berada dalam
an Acak Lengkap (RAL) yang diulang               p e M e perkembangan yang bimaksud, dan
sebanyak empat kali dengan prosedur :            menggunakan formula 2 (Spa) yaitu sama
1. Persiapan penanaman - tanah yang              dengan formula 1 tetapi apabila suhu udara
   akan dijadikan areal pesemaian diolah,
Eugeob 9 ( 2 ) April 2003


maksimum melebihi 2YC. Formula tersebut          massa udara yang lebih rapat, bertekanan
adalah :                                         tinggi d m mengandung lebih banyak uap
                                                 air, partikel dan debu, bergerak naik dari la-
                                                 pisan bawah ke lapisan udara di atasnya
                                                 yang bertekanan rendah. AkibaEya tekan-
                                                 an daiam parsil udara tersebut menjadi le
Jika :                                           bih besar dibandingkan sekelilingnya, se-
SPo= Satuan panas                                hingga parsil parsil udam tersebut cende
i = hari mulai tanaman sampai pericde            rung untuk mengembang. Seiring dengan
      perkembangan tertentu                      pengembangan parsil udara teLrsebut,maka
r: = hari sesudah tanam                          energi panas yang ada dalam parsil terse-
T = suhl: rata-rata harian                       but berkurang, karena proses pengembang-
Tb = suhu dasar fisiologis                       an parsil udara tersebut membutuhkan
                                                 energi. Dengan demikian, naiknya parsil
                                                 udara tersebut menyebabkan suhunya
                                                 turun.

                                                 Suhu Dasar
       HASlL DAN PEMBAHASAN                             Keterkaitan suhu dengan lingkungan-
                                                 nya akan makin jelas tedihat jika tanaman
Suhu Rata-rata Harian                            ditumbuhkan diatas suhu dasar, karena ta-
     Suhu rata-rata harian pada tiga ped*        naman yang ditumbuhkan di bawah suhu
kuan tinggi tempat selama pertumbuhan            dasar mempunyai laju perkembangan yang
tanaman cabe merah bedangsung, tersaji           sama dengan nol. Berdasarkan hasil pefii-
dalam Tabel 1.                                   tungan dengan cara mengekstrapolasi hu-
                                                 bungan antara suhu rata rata harian selama
Tabel 1. Suhu Ratwata Harian (T) pada 3          pertumbuhan (T) dengan laju perkembang-
         (tiga) Tinggi Tempat yang               annya (In) temyata setiap taraf pe7umbuh-
         B e m a Selama Pertumbuhan              an mempunyai suhu dasamya sendiri, s e
         Tanaman Cabe Merah (Daily               perti yang tersaji dalam Tabel 2.
         Temperature Rate in Three
         Locations Along Growfh Period           Tabel   2.   Suhu Dasar Pertumbuhan
         of Red Chilil                                         Tumbuhan Cabe Merah Da-
                                                               lam Berbagai Tahap Pertum-
   Tinggi Tempat        1   Suhu Rata rata   /                buhan (Base Temperature of
                                                               Growing Red Chili In Several
                                                               G,-owth Paims)

                                                        Tahap           I   SuhuDasar(Tb)     I
                                                     Pertumbuhan                 (C)
     Tempat yang makin tinggi mempunyai               kecambah                   11.8
suhu rata rata harian yang makin rendah
Penurunan suhu rata rata harian pada se-
tiap 1 m t i a k sama antara ke tiga tinggi
      N
ternpat Penurunan suhu udara pada tern                 Dari tabel diatas, terbaca bahwa se-
pat yang makin tinggi disebabkan karena          tiap tahap pertumbuhan membutuhkan se
 Eugen69 ( 2 ) April 2003


tap lamban dalam proses pertlrmbuh2n         Cross H. Z., and M. S. Zuber. 1972.
maka Tomohon tetap membutuhkan .waktu              Predicting of Flowering Dates in
yang lebih panjang untuk mengakumulasi             Maize Based on Different Methods
satuan panas pada tahap yang sama diban-           of Estimating Thermal Units.
dingkan dengan Kayuwatu dan Warembu-              Agonomy journal 64 : 351 - 355.
ngan. Untuk menggambarkan hubungan
antara tingi tempat danjum!ah satuan panas   Gilmore C. Jr and J. S. Roger. 1958. Heat
yang dapat diakumulasi tanaman pada saat           Units as a Method of Measuring
berbuah dapat diunakan persamaan Y=                Maturity in Com. Agronomy Joumal
1404,3+0,03X pada r = 0,97           .             50 : 611 - 615

                                             Leong, S. K. and Ong, C. K.1983. The
                                                   Influence of The Temperature and
1. Suhu rata rata hanan yang berbeda               Soil Water Deficit on Development
    mempengaruhi pertumbuhan pertma-               and Morphology of Groundnut
   man cabe merah dalam ha1 waktu ke-              (Amchis hypogaea L.) Joumal of
   cambah, waktu beiburga, dan waktu               Exp. &any vol. 34 No. 148 pp.
   berbuah                                         1551-15560. Univ. of Nottingham.
2. Tomohon yang mempunyai ketinggian               School of Agricultural Sulton
   770 meter di atas permukaan laut                Bonington.
   mempunyaijmlah satuan panas untuk
   saat berkecambah, saat berbunga dan Monteith, J. L. 1977. Climate in P. Alvim
   saat berbuah berturt$tun~! adalah 69.0      and T. T. Kozlowki (ed). Ewphysio-
          C                 +
   +2,86 O hari, 1166,9 116,770C hari          logy of Tropical Crop. Academic
                  +
   dan 1426,4 39,48 O hari.
                        C                      Press, New York. p 1- 27.
3. Saat berbuah tanaman Caba merah
   pada ke tiga tiqgi tempat dapat diduga Ney dan Turc. 1993. Heat Unit Based
   dengan persamaan Y = 1404,3 + 0,03          Description of The Reproductive
   X pada r = 0,97.                            Development of Pea. Cmp scie.33
                                               May - June pp. 510 - 514.
            DAFTAR PUSTAKA
                                         Oldemann, L.R.1977. Climate of Indonesia.
Baker.   Sharrat, Chiang. Zandlo and           Proceeding of The Sixii Asian
      Ruschy.1984. Base Temperature             Pasik Weed Science Society
      Selection for the Predicting of          Conference APWSS vol.1: 14 - 30.
      European Corn B r , instars Bu the
                       oe<
      Growing Degree Days Method. Suttclie. 1977. Plant and Temperature
      ~gricultural Forest ~eteorolog~,
                  and                          Edward Arnold London.
      32 : 5560
                                         Wurr, Tellow, Himn. Antill and Hard. 1992.
Coelho and Dale. 1980. An Energy Crop          Crop Continuity and Prediction of
      Growth Var?abk and Temprafure            Maturity in The Crisp Lettuce Variety
      Function for Predicting Com Growth       Salzdin.     Journal      Agricultural
      and Development. Planting to             Cambridge (1988) 481 - 486.
      silking. Agronomy Joumal vol. 72
      May-June pp 503 - 510

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags: SCIENCE
Stats:
views:24
posted:1/31/2013
language:
pages:5