Docstoc

Contoh Laporan Kerja Praktek (KP)

Document Sample
Contoh Laporan Kerja Praktek (KP) Powered By Docstoc
					        LAPORAN KERJA PRAKTEK
INSTALASI HARDWARE Wi-MAX MENGGUNAKAN
                ARTICONET
       PT. APLIKANUSA LINTASARTA




             DISUSUN OLEH :
               INAN ISNAENI
             09/285906/NT/13315




   PROGRAM DIPLOMA TEKNIK ELEKTRO
          SEKOLAH VOKASI
      UNIVERSITAS GADJAH MADA
            YOGYAKARTA
                2012
           LEMBAR PENGESAHAAN
INSTALASI HARDWARE Wi-MAX MENGGUNAKAN
                ARTICONET
       PT. APLIKANUSA LINTASARTA




                         DISUSUN OLEH :
                         INAN ISNAENI
                       09/285906/NT/13315

                          Menyetujui,
                    Pembimbing Kerja Praktek



                      Agustinus Hamonangan




                            Mengetahui,
 Ketua Program Diploma                      Telah diperiksa dan di setujui
 Teknik Elektro SV UGM                           Dosen Pembimbing



 Ma’un Budiyanto, ST, MT.                 Unan Yusmaniar Oktiawati, M.Sc.
 NIP 197007071999031002
                                ABSTRAK


        Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT Yang Maha Kuasa atas
segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga pelaksanaan dan penyusunan
laporan Kerja Praktek ( KP ) ini berjalan dengan lancar. Kerja Praktek ( KP ) ini
merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan pada jenjang
Diploma Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada

        Laporan Kerja Praktek ( KP ) ini disusun berdasarkan kegiatan kerja
praktek yang dilaksanakan di PT Aplikanusa Lintasarta Jakarta Pusat yang telah
kami laksanakan selama 2 bulan mulai tanggal 27 Juni 2011 sampai 19 Agustus
2011. Laporan ini berisi tentang pengetahuan mengenai “Instalasi Hardware
WiMAX menggunakan Articonet”

        Dalam pelaksanaan Kerja Praktek ( KP ) di PT Aplikanusa Lintasarta,
kami mencoba mengaplikasikan ilmu yang didapat selama berada di bangku
perkuliahan. Pada saat yang bersamaan, kami berusaha menambah wawasan dan
pengalaman tentang dunia industri.

        Dalam menyelesaikan laporan ini, kami mendapatkan banyak bantuan,
bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun
tidak langsung. Oleh karena itu, kami ingin menyampaikan rasa hormat dan
terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

        1. Bapak Alfi Asman, selaku General Manager PT Aplikanusa
           Lintasarta Divisi Pengembangan Infrastruktur.
        2. Bapak    Avi     Yunawan,   selaku   Manager     Divisi   Perencanaan
           Infrastruktur.
       3. Bapak Ma’un Budiyanto, ST, MT selaku Kepala Jurusan Program
           Diploma Teknik Elektro
        4. Bapak Alif Soebardono selaku Ketua Program Keahlian Teknik
           Komputer dan Jaringan.
        5. Bapak Agustinus Hamonangan, selaku pembimbing yang selalu
           membimbing kami dengan sabar dan penuh keikhlasan.


                                                                                i
        6. Bu Unan Yusmaniar selaku Pembimbing Kerja Praktek ( KP ) dari
           pihak Universitas yang membimbing secara langsung tentang laporan
           ini.
        7. Seluruh staff Hubungan Industri Program Diploma Teknik Elektro
        8. Ibunda dan Ayahanda tercinta serta saudara-saudara yang senantiasa
           mendoakan kami dan memberikan bantuan baik secara moril maupun
           materil dengan penuh keikhlasan.
        9. Teman-teman seperjuangan di kelas Teknik Jaringan angkatan 2009
           yang selalu memberikan semangat dan dukungan.
        10. Seluruh staff Divisi Pengembangan Infrastruktur dan seluruh staff
           PT Aplikanusa Lintasarta yang tidak dapat disebutkan namanya satu-
           persatu.
        11. Semua pihak yang telah membantu menyelesaikan laporan kerja
           praktek ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.



        Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini tentunya masih
banyak kekurangan, dikarenakan keterbatasan ilmu yang kami miliki dan
keterbatasan bahan yang diperoleh. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun sebagai bahan masukan dimasa yang akan datang.
        Akhir kata, kami mengharapkan karya tulis ini dapat bermanfaat bagi diri
sendiri khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.




                                                           Jakarta, Agustus 2011




                                                              Hormat Kami,




                                                                               ii
                                 DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN
ABSTRAK                                            i
DAFTAR ISI                                         iii
DAFTAR GAMBAR                                      iv

BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang                               1
B.    Batasan Masalah                              2
C.    Maksud dan Tujuan                            2
D.    Manfaat Kerja Praktik                        2
E.    Metode Pengumpulan Data                      2

BAB II PROFIL PERUSAHAAN
A.    Sejarah Perkembangan dan Profil Perusahaan   4
B.    Sejarah Perusahaan                           4
C.    Wilayah Kerja                                8
D.    Visi, Misi dan Tujuan                        10
E.    Nilai-nilai Perusahaan                       10
F.    Motto Kerja                                  11
G.    Struktur Perusahaan                          11
H.    Disisplin Kerja                              13
I.    Jadwal Kerja                                 13
J.    Tugas dan Tanggung Jawab Karyawan            14
K.    Layanan Kerja                                15
L.    Pemegang Saham                               21

BAB III PERALATAN PENYUSUN WIMAX
A.    Hardware                                     22
B.    Software                                     29
C.    Articonnect                                  33

BAB IV PROSES INSTALASI WIMAX
A.    Deskripsi Produk                             40
B.    System Arsitektur                            40
C.    Micro BTS                                    41
D.    Interface Micro BTS                          41
E.    Komponen BTS                                 42
F.    Instalasi BTS                                45

BAB V PENUTUP
A.   Kesimpulan                                    52
B.   Saran                                         53

DAFTAR PUSTAKA                                     55
LAMPIRAN                                           56



                                                         iii
                            DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1    Logo Lintasarta                           4
Gambar 3.1    Power Over Ethernet BWA 3                 22
Gambar 3.2    Antenna Ariconet                          24
Gambar 3.3    Kabel tipe Stright                        25
Gambar 3.4    Tool Set                                  26
Gambar 3.5    Teropong Jauh                             27
Gambar 3.6    Tower pada gedung Depok Mall              28
Gambar 3.7    Micro BTS                                 34
Gambar 3.8    CPE ( Customers Premises Equipment )      34
Gambar 3.9    Konfigurasi Management System             35
Gambar 3.10   BWA Specification                         36
Gambar 3.11   Arsitektur Radio Frekuensi                37
Gambar 3.12   Spesifikasi Antena                        38
Gambar 3.13   Access Unit Outdoor WMX 3300              38
Gambar 3.14   Spesifikasi Articonet                     38
Gambar 3.15   Mounting Bracket                          39
Gambar 4.1    Arsitektur Instalasi                      40
Gambar 4.2    Micro BTS                                 41
Gambar 4.3    Interface Micro BTS                       41
Gambar 4.4    Access Unit Outdoor                       42
Gambar 4.5    Antenna                                   42
Gambar 4.6    RF Cable                                  43
Gambar 4.7    GPS Adapter                               43
Gambar 4.8    GPS Antenna                               44
Gambar 4.9    Proses Instalasi BTS                      45
Gambar 4.10   Instalasi Access Unit Outdoor             45
Gambar 4.11   Instalasi Grounding Access Unit Outdoor   46
Gambar 4.12   Instalasi Antenna                         47
Gambar 4.13   Instalasi Grounding dengan Aresstor       48
Gambar 4.14   Sealing IF Cable                          48
Gambar 4.15   Instalasi GPS Antenna                     49
Gambar 4.16   Koneksi GPS Antenna dengan Adapter        49
Gambar 4.17   Pengkoneksian Micro BTS                   50
Gambar 4.18   Instalasi GPS Adapter                     50
Gambar 4.19   Instalasi Daisy-Chaining Cable            51
Gambar 4.20   Pengkabelan                               51




                                                             iv
                                     BAB I

                              PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

    Kebutuhan akan layanan koneksi internet mengalami perubahan yang cepat

seiring dengan perubahan tingkat sosial masyarakat yang semakin meningkat.

Masyarakat membutuhkan koneksi internet yang berkualitas dan murah. Pada

sistem komunikasi wireless, kebutuhan akan kapasitas yang besar dan kualitas

layanan yang lebih baik meningkat tajam selama beberapa tahun belakangan ini.

Adapun faktor pendukung yang menyebabkan hal tersebut adalah fleksibilitas dan

mobilitas yang ditawarkan oleh sistem komunikasi wireless. BWA (Broadband

Wireless Access) merupakan perkembangan standar wireless terbaru untuk

memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan standar IEEE 108.16 yang merupakan

pengembangan dari WLAN, BWA (Broadband Wireless Access) hadir untuk

mengatasi masalah keterbatasan jumlah pengguna, coverage area dan dengan

kecepatan tinggi sehingga akan sangat memberikan kemudahan dalam teknologi

komunikasi wireless.


    WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) oleh WiMAX

Forum didefinisikan sebagai standar teknologi yang memungkinkan akses

wireless broadband last mile sebagai alternatif broadband kabel dan DSL.

WiMAX menyediakan fixed dan mobile wireless tanpa harus berada dalam LOS

(line of sight) dengan base station, dengan menggunakan Articonet.




                                                                            1
B. Batasan Masalah

    Laporan Kerja Praktik di PT. Aplikanusa Lintasarta ini memiliki batas

masalah sebagai berikut :

1. Gambaran Umum WiMax

2. Gambaran Umum BTS ( Base Transceiver Station )

3. Gambaran Articonet



C. Maksud dan Tujuan

    Maksud dan tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan kerja praktek ini

memiliki tujuan :

1. Mengetahui konsep WiMax

2. Memahami konsep Base Transceiver Station

3. Mengetahui cara kerja alat Base Transceiver Station dengan Articonect



D. Manfaat Kerja Praktek

    Pelaksanaan Kerja Praktek di PT Aplikanusa Lintasarta memberikan manfaat

antara lain :

1. Mahasiswa mengerti WiMax

2. Mahasiswa memahami Wireless Network

3. Mahasiswa memahami Base Transceiver Station



E. Metode Pengumpulan Data

    Metode yang digunakan dalam penyusunan dari laporan kerja praktek ini

adalah :



                                                                           2
1. Metode Job Trainning

     Pembimbing memberikan pengenalan dan pengetahuan tentang perangkat

yang akan dioperasikan, kemudian dilanjutkan dengan melakukan praktek secara

langsung.




2. Metode Library Reseacrh

     Melakukan pengambilan data-data dari pengetahuan pustaka yang bersifat

dokumenter yang berhubungan dengan kerja praktek ini baik dokumen cetak atau

elektronik.



3.   Metode Field Reseacrh

     Metode pengesahan laporan kerja praktek ini dilakukan dengan cara

mengamati dan melihat objek yang diselidiki



4.   Metode Wawancara

     Penulis melakukan tanya jawab dengan pembimbing dan karyawan lainnya

untuk memperoleh penjelasan tentang materi yang dipelajari



Pengumpulan data diperoleh dengan cara :

a. Observasi, yaitu melakukan pengamatan dan penelitian objek secara

     langsung.

b. Wawancara, yaitu tanya jawab dengan pembimbing kerja praktik untuk

     mendapakan penjelasan secara mendasar tentang objek yang diamati.

c. Kepustakaan, yaitu memperoleh data dari referensi.



                                                                          3
                                     BAB II

                 PROFIL PT APLIKANUSA LINTASARTA



A. Sejarah Perkembangan dan Profil Perusahaan

    PT Aplikanusa Lintasarta selaku salah satu provider untuk layanan

komunikasi data terbesar di Indonesia, memiliki sebuah catatan sejarah yang

cukup panjang, dimulai dari pertama kali berdiri hingga saat ini.



B. Sejarah PT Aplikanusa Lintasarta




                   Gambar 2.1 Logo PT Aplikanusa Lintasarta



       PT Aplikanusa Lintasarta berdiri pada tanggal 4 April 1988. Cikal bakal

berdirinya PT Aplikanusa Lintasarta dimulai dari kesepakatan bersama antara

Bank Indonesia, PT Indosat dan Perumtel (sekarang Telkom), untuk membentuk

suatu perusahaan yang dapat mengelola pelayanan sistem jaringan aplikasi

perbankan Nasional Indonesia.

    Berdasarkan kesepakatan ketiga perusahaan tersebut beserta dengan seluruh

Bank Umum Nasional dan Bank Swasta Nasional yang pada saat itu diwakili




                                                                            4
Perbanas, melalui Akte Notaris MS Tadjeodin No. 26 tanggal 24 April 1988,

maka didirikan PT Aplikanusa Lintasarta.

    Tahun 1989

    1. Implementasi Sistem Laporan bulanan Bank (LBB).

    2. Implementasi Sistem Informasi Kredit (SIK).

    3. Implementasi Sistem Autorisasi Kartu Visa dan Master.

    Tahun 1990

    Pada tanggal 4 September 1990, PT Telkom memberikan kepercayaan kepada

PT Aplikanusa Lintasarta untuk mengelola Sistem Jaringan Komunikasi Data

(SKJD), yaitu Sirkit Langganan dan Sambungan Komunikasi Data Paket. Dengan

ditandatanganinya perjanjian tersebut, PT Aplikanusa Lintasarta berkembang

menjadi perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang penyelenggara jasa

komunikasi data dan aplikasi jaringan. Selanjutnya untuk memenuhi dunia usaha,

PT Aplikanusa Lintasarta selalu berusahaa untuk mengembangkan jasanya. Hal

ini terlihat dari beragamnya jasa komunikasi data yang diselenggarakan oleh PT

Aplikanusa Lintasarta.

   1. Peluncuran Jaringan ATM gabungan yang pertama yaitu ATM-Bersama.

   2. Implementasi Layanan BPP Telekomunikasi.

   3. Penandatangan Perjanjian Kerjasama dengan PT. Telkom untuk layanan

       komunikasi data.

   4. Peluncuran Sambungan Data Langsung (SDL), layanan Digital leased line

       dengan menggunakan teknologi Data Over Voice (DOV).




                                                                            5
  Tahun 1991

1. Implementasi Laporan Mingguan Bank (LMB).

2. Penandatanganan perjanjian antara PT Indosat dengan SWIFT.



  Tahun 1992

1. Peluncuran layanan Very Small Apperture Terminal (VSAT).

2. Pengoperasian Sistem Informasi Elektronik (SIE).



  Tahun 1993

1. Peluncuran Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU).



  Tahun 1994

1. Implementasi Lintasarta Wide Area Network (WAN).



  Tahun 1995

1. Perolehan Lisensi operasional No. KM.24/PB.103.MPPT-95 untuk

  Layanan Dasar Telekomunikasi dan No. KM.25/PB.103/MPPT-95 untuk

  Layanan non- basic Telekomunikasi dari Kementrian Telekomunikasi, Pos

  dan Turis.

2. Peluncuran layanan Internet Indonesia On-Line Access (IdOLA).

3. Peluncuran JITU (Jaringan Informasi & Transaksi Keuangan) yang

  merupakan layanan untuk Bank dan Asuransi.




                                                                     6
       Tahun 2006

    1. Peluncuran layanan baru VPN Ezy, Managed Service dan Managed

       Security.

    2. Penyediaan layanan broadband internet di lebih dari 100 High Rise

       Buildings di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia.



       Tahun 2007

    1. Mengembangkan infrastruktur “Fiber Optic” (serat optik) di 12 kota besar

       di Indonesia.

    2. Mengembangkan layanan mobile connectivity; seperti CDMA, GPRS, 3G,

       HSDPA.



       Tahun 2008

    1. Meluncurkan layanan Value Added Services (VPN Ezy HSDPA, IdOLA

       interaXI HSDPA, Mobile Extension, E-learning, Video Conference,

       Corporate Mailers, Disaster Recovery Centre.

       Tantangan demi tantangan semakin kuat, dan kompetisi akan terus

berjalan. Oleh karena itu mutu pelayanan harus terus ditingkatkan. Seluruh jajaran

PT Aplikanusa Lintasarta bekerja keras untuk memberikan pelayanan yang

optimal. Inovasi demi inovasi dilakukan guna meningkatkan pelayanan bagi

pelanggan PT Aplikanusa Lintasarta. Hal ini dapat dilihat dari kesigapan dalam

memberikan jawaban pemecahan masalah bagi pelanggan. PT Aplikanusa

Lintasarta pun dalam usaha meningkatkan pelayananya juga melakukan seminar-

seminar demi memberi wawasan yang luas bagi pelangganya, ikut serta dalam



                                                                                7
pameran, serta melakukan evaluasi jasa-jasa PT Aplikanusa Lintasarta dengan

cara menyebarkan angket.

    Keberhasilan pencapaian prestasi merupakan suatu bagian yang menjadi

tugas bagi segenap jajaran PT Aplikanusa Lintasarta. Konsistensi, Loyalitas dan

Komitmen jajaran tersebut, akhirnya berhasil melahirkan prestasi ke prestasi, guna

menjawab tantangan iklim kompetisi dunia usaha. Kerja keras seluruh jajaran PT

Aplikanusa Lintasarta membuahkan hasil yang patut dibanggakan. Serangkaian

data memperlihatkan perubahan yang terus meningkat dari tahun ke tahun baik

secara kualitas maupun kuantitas.

    Selain memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelangganya PT Aplikanusa

Lintasarta juga memberikan yang terbaik bagi pegawainya. Hal ini terlihat dari

disediakannya “Local Area Network” (LAN) untuk membuat komunikasi di

antara ketiga wilayah usaha kerja PT Aplikanusa Lintasarta, sehingga berjalan

cepat, tepat, dan akurat. Selain memberikan kemudahan berkomunikasi bagi

seluruh pegawainya yang berbeda lokasi tersebut, PT Aplikanusa Lintasarta juga

mengoptimalkan kinerja perusahaan demi meningkatkan pelayanan dan

percepatan penyampaian informasi yang meliputi : accounting, electronic-mail

(E-mail), perpustakaan, sistem informasi manajemen, data teknik jaringan, sumber

daya manusia, pelayanan dan lain-lain.



C. Wilayah Kerja

    Dalam operasional perusahaannya, PT Aplikanusa Lintasarta membagi

Indonesia dalam tiga wilayah usaha yaitu wilayah usaha Barat dengan pusat di

Medan, wilayah usaha Tengah berpusat di Bandung dan wilayah usaha Timur



                                                                                8
dengan berpusat di Surabaya. Dari ketiga wilayah usaha tersebut, kemudian masih

dibagi lagi dalam beberapa area operasi yang selanjutnya disebut dengan Area

Regional Representative untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

    Cakupan area kerja yang ditangani PT Aplikanusa Lintasarta terhitung telah

cukup luas karena untuk cakupan nasional, hampir seluruh kota di Indonesia

sudah dapat dilayani, sedangkan untuk jaringan internasional, PT Aplikanusa

Lintasarta bekerjasama dengan Equant yang membuat aplikasi-aplikasi yang

disediakan PT Aplikanusa Lintasarta yang juga dapat diakses dari berbagai negara

di dunia. Adapun cakupan area PT Aplikanusa Lintasarta adalah sebagai berikut :

1. Wilayah Nasional

    Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cirebon, Tasikmalaya,

    Sukabumi, Semarang, Purwokerto, Tegal, Solo, Yogyakarta, Surabaya,

    Jember, Kediri, Malang, Depok, Cikampek, Cilegon, Purwakarta, Cikarang,

    Serang, Sidoarjo, Aceh, Medan, Padang, Jambi, Pekanbaru, Batam,

    Palembang, Lampung, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda,

    Denpasar, Kupang, Mataram, Ujung Pandang, Manado, Ambon, Jayapura.




2. Wilayah Internasional

    China, Hongkong, India, Jepang, Malaysia, Singapura, Australia, Fuji,

    Kaledonia Baru, Selandia Baru, Jerman, Perancis, Denmark, Italia, Belanda,

    Inggris, Yugoslavia, Angola, Bostwana, Mesir, Maroko, Argentina, Brazil,

    Ekuador, Peru, Kolombia, Meksiko, Amerika Serikat, Venezuela, dan lain-

    lain.



                                                                              9
         D. Visi, Misi, dan Tujuan




    Adapun tujuan awal didirikannya PT Aplikanusa Lintasarta adalah

memberikan pelayanan jasa yaitu sebagai pengelola layanan aplikasi perbankan di

Indonesia. Dengan demikian, PT Aplikanusa Lintasarta menjadikan jaringan

perbankan nasional sebagai inti layanan jasanya.



E. Nilai-Nilai Perusahaan

Partnership … Cooperation, Collaboration, Teamwork ( Kolaborasi dan Kerja

Sama )

Respect … Appreciation of others for their work and themselves ( Saling

menghormati )

Integrity ... Trust and honesty in all our dealings ( Kepercayaan dan Kejujuran )


                                                                                10
Dedication … Commitment. ( Komitmen )

Empathy … Care, Involvement. ( Perhatian )

Together they spell PRIDE …

    Pride in our achievements, pride in the contribution we make to business and

the community, pride in our heritage, and pride in the quality of our service and

our people.



F. Motto Kerja

    Dalam usaha mengembangkan perusahaan yang baik menyangkut kegiatan

keluar yang menempatkan diri sebagai pengelola pelayanan jasa-jasa aplikasi

jaringan perbankkan maupun kegiatan di dalam perusahaan sendiri guna

mendukung pencapaian sasaran perusahaan, maka motto perusahaan yang dipakai

adalah :



              “ Innovative Information Communications Solutions “




G. Struktur Organisasi Perusahaan

    Organisasi secara umum dapat didefinisikan sebagai sekelompok orang

(Individu) yang secara bersama-sama dalam suatu kerja sama yang sistematis,

yang efektif dalam mencapai suatu tujuan atau menyelesaikan suatu tugas yang

telah ditetapkan. Begitu pula PT Aplikanusa Lintasarta sebagai suatu organisasi

yang terdiri dari sekelompok individu yang bekerja sama untuk mencapai tujuan

yang telah ditetapkan.



                                                                                11
    Agar tujuan yang telah ditetapkan tercapai, maka diperlukan adanya suatu

hubungan yang harmonis antara orang-orang tersebut guna mencapai tujuan

organisasi berdasarkan tugas serta keahlian masing-masing. Agar hubungan yang

harmonis tersebut dapat tercapai, diperlukan suatu strkutur atau bagan yang

mengatur hubungan dalam suatu organisasi atau lebih dikenal dengan “Struktur

Organisasi”.



    Adapun yang dimaksud struktur adalah pengaturan dan hubungan timbal

balik dari bagian-bagian dan posisi pada suatu perusahaan yang menggambarkan

hubungan wewenang dan tanggung jawab dengan jelas dan terperinci dalam setiap

bagian dan posisi di dalam organisasi tersebut



    Setiap organisasi mempunyai struktur organisasi yang berbeda satu sama

lainnya, tergantung       pada tujuan organisasi masing-masing. LINTASARTA

mempunyai      struktur    organisasi   yang   sifatnya   dinamis   sesuai   dengan

perkembangan perusahaan tersebut. Sejalan dengan perkembangannya maka

LINTASARTA mengalami             beberapa perubahan       struktur organisasi   dan

penyempurnaan. Hal ini disebabkan oleh semakin besar dan kompleknya bisnis

perusahaan. Dibawah ini dapat dilihat struktur organisasi PT Aplikanusa

Lintasarta:




                                                                                12
                                     DIREKSI




                                     DIVISION


      OPERATING &                 MARKETING &                    FINANCE &
      ENGINERING                    BUSINESS                    ADMINISTRAT
                                  DEVELOPMENT                       ION


     COMMUNICATION
       OPERATION                                                     HRD
                                   MARKETING



      APPLICATION                                               ACCOUNTING
     DEVELOPMENT
                                   CUSTOMER &
                                     QUALITY
                                     SERVICE                      TREASURY

      INFORMATION
         SYSTEM
       OPERATION
                                    BUSSINES                      GENERAL
                                    PLANING &                     AFFAIRS &
      ENGINERING                  DEVELOPMENT                    PROCUREME
                                                                     NT



                    Gambar 2.2 Struktur Organisasi Perusahaan

H. Disiplin Kerja

     Setiap karyawan PT Aplikanusa Lintasarta diwajibkan untuk mengikuti tata

tertib yang berlaku pada perusahaan ini dan memiliki tanggung jawab untuk

melaksanakannya.



I.   Jadwal Kerja

        PT Aplikanusa Lintasarta memiliki jadwal kerja sebagai berikut :

     Hari kerja : Senin – Jumat

     Jam Kerja : 08.00 – 17.00

     Istirahat : 12.00 – 13.00




                                                                              13
          Apabila pada bulan Ramadhan, hari kerja tetap dari Senin hingga Jumat,

namun jam kerja dimulai dari pukul 07.30 – 15.30 tanpa waktu istirahat.




J.    Tugas dan Tanggun Jawab Karyawan

      Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang komunikasi data, karyawan PT

Aplikanusa Lintasarta memiliki tugas dan tanggung jawab, diantaranya:

     1.   Berorientasi ke pelanggan (customer oriented)

          PT Aplikanusa Lintasarta dalam pelayanannya selalu menekankan pada

          kepentingan pelanggan. Segala kebijakan-kebijakan dan aktivitas yang

          dibuat   diberikan    untuk      kepentingan-kepentingan   pelanggan.   PT

          Aplikanusa Lintasarta berorientasi untuk memenuhi, mengantisipasi, dan

          membuktikan tentang cara penyelesaian masalah bagi pelanggan pada

          prioritas yang paling penting.

     2.   Kualitas (quality)

          Kualitas adalah kunci utama bagi kepuasan pelanggan. Dengan

          memberikan kualitas yang terbaik terhadap pelayanan bagi pelanggan PT

          Aplikanusa Lintasarta berkomitmen untuk terus menerus memajukan

          kualitas pelayanannya.

     3.   Kerja tim (teamwork)

          Kerja tim adalah faktor yang penting untuk meraih kesuksesan, tidak

          hanya antara karyawan, karyawan dengan manajemen, tetapi juga antara

          PT Aplikanusa Lintasarta dengan pelanggan.

     4.   Bertanggung jawab (to be responsive)



                                                                                  14
         Pada PT Aplikanusa Lintasarta para karyawan selalu berusaha untuk

         bertanggung jawab kepada permasalahan dan tantangan yang ada.

         Kemampuan untuk merespon permintaan pelanggan akan berakibat pada

         kepuasan pelanggan.

    5.   Rencana jangka panjang (long-term planning)

         Setiap karyawan-karyawan pada PT Aplikanusa Lintasarta selalu

         berorientasi untuk rencana jangka panjang. Oleh karena itu, semua

         program perusahaan secara terus menerus ditunjukkan untuk jangka

         panjang. Dengan demikian, setiap kemungkinan yang ada untuk masa

         depan harus selalu diantisipasi.

    6.   Mengembangkan kemampuan dan pengetahuan (knowledge and abilities)

         Setiap karyawan selalu berusaha untuk mengembangkan pengetahuan dan

         kemampuan dalam memberikan kemajuan pada kualitas pelayanannya.

         Setiap karyawan akan selalu bekerja secara profesional, dan selalu

         meningkatkan kemampuan teknik mereka dan pengetahuan dalam lingkup

         kerja masing-masing individu.



K. Layanan Kerja

     PT Aplikanusa Lintasarta memiliki dua jenis layanan kerja yang berbeda,

yaitu bidang perbankan dan bidang komunikasi data.



•    Bidang Perbankan

          Sesuai dengan tujuan awalnya, maka aplikasi jaringan perbankan yang

     dikelola PT Aplikanusa Lintasarta meliputi:



                                                                          15
1.   Laporan Perbankan

     Sistem ini diciptakan untuk mempermudah bank-bank yang ada di seluruh

     Indonesia dalam rangka melaporkan status keuangan kepada Bank Indonesia.

     Sistem pelaporan ini terdiri dari Laporan Bulanan Bank-bank Umum dan

     Laporan Mingguan Bank-bank Umum. Dengan menggunakan sistem

     pelaporan ini, laporan keuangan dapat langsung dikirim ke Bank Indonesia

     melalui komputer suiting PT Aplikanusa Lintasarta yang terhubung langsung

     ke Bank Indonesia.

     Selain kedua sistem tersebut, PT Aplikanusa Lintasarta juga menyediakan

     Sistem Informasi Kredit (SIK) yang digunakan Bank-bank di seluruh

     Indonesia untuk melaporkan status para kreditur maupun para debitur dan

     riwayat perkreditannya. Pada sistem ini terdapat data induk yang tersebar di

     semua bank pelopor, yaitu Bank Indonesia pusat dan cabang.

2.   Otorisasi Kartu Kredit (POS/CAT)

     Bekerjasama dengan Visa dan Master Card Internasional, PT Aplikanusa

     Lintasarta menyediakan sarana untuk melakukan orientasi pemakaian kartu

     kredit Visa dan Master Card di Indonesia.

3.   Automated Teller Machine (ATM)

     PT Aplikanusa Lintasarta menyediakan layanan jaringan ATM bersama yang

     memungkinkan mesin ATM yang dimiliki suatu bank digunakan oleh

     pelanggan bank lain. Hal ini merupakan solusi dari tingginya biaya investasi

     dan operasional yang harus dikeluarkan suatu bank untuk mengoperasikan

     mesin-mesin ATM.

4.   SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication)



                                                                              16
     Berkat kerjasama PT Aplikanusa Lintasarta dengan SWIFT, pengiriman uang

     secara elektronik telah dapat dilakukan dari Indonesia ke luar negeri.

5.   Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU).

     Informasi yang up-to date tentang pasar uang antar bank, suku bunga,

     deposito, suku bunga dasar kredit, lelang SBI/SBPU, pasar sekunder

     SBI/SBPU, informasi kliring maupun commercial paper merupakan hal yang

     diidam-idamkan bagi bank-bank di manapun. Untuk memenuhi kebutuhan

     tersebut, maka Bank Indonesia bersama PT Aplikanusa Lintasarta

     menciptakan sistem di mana para anggota maupun para pelanggan dapat

     memiliki akses on-line guna mendapatkan informasi yang diinginkan.



•    Bidang Komunikasi Data

         Selain layanan di bidang perbankan, seiring perkembangannya PT

     Aplikanusa Lintasarta juga menyediakan layanan-layanan komunikasi data

     seperti:

1.   Sirkit Langganan (SL)

     Sistem     komunikasi   data   yang   dikelola   PT    Aplikanusa    Lintasarta

     memungkinkan pengiriman data dari satu komputer ke komputer yang

     lainnya yang berbeda lokasi bahkan berbeda kota. Salah satu sistem tersebut

     adalah Sirkit Langganan. Sistem sambungan ini menggunakan teknologi

     analog, dan disewa oleh pelanggan untuk hubungan ‘Point to Point’.

2.   Sambungan Data Langsung (SDL)

     Sistem sambungan ini menggunakan teknologi digital yang mempunyai

     kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Sirkit Langganan. Dengan



                                                                                 17
     menggunakan teknologi ini, memungkinkan pengguna saluran telepon yang

     sudah ada yang biasanya dipakai untuk komunikasi suara, dipakai untuk

     pengiriman data.

3.   Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP)

     Pada sistem ini digunakan teknologi “Packet Switchin” untuk pengiriman data,

     baik domestik maupun internasional. Di dalam pengoperasiannya sistem ini

     dapat diakses dengan menggunakan metode “Dial-up” atau “Dedicated-line”.

     Di samping itu fasilitas seperti “Frame Relay” dan “Virtual Private Network”

     dimanfaatkan antara lain untuk hubungan LAN-to-LAN maupun aplikasi

     lainnya secara ekonomis.

4.   Very Small Apperture Terminal (VSAT)

     Letak geografis Indonesia ternyata menjadi perhatian besar PT Aplikanusa

     Lintasarta dalam memberikan jasa pelayanannya. Dengan memanfaatkan

     satelit PALAPA, PT Aplikanusa Lintasarta menciptakan kemudahan lain

     dalam menyediakan sarana komunikasi data. Dengan menggunakan antenna

     kecil yang dapat digunakan di setiap tempat, maka VSAT PT Aplikanusa

     Lintasarta mampu menghubungkan semua lokasi yang ingin dicapai.



5.   Sistem Informasi Elektronik (SIE)

     Selain sistem-sistem yang disebutkan diatas, PT Aplikanusa Lintasarta juga

     mengoperasikan Sistem Informasi Elektronik. Fasilitas ini menyediakan

     kemudahan bagi pelanggan dalam kegiatan mengirim maupun menerima

     informasi secara elektronik dengan pengoperasian yang mudah dan

     sederhana. Fasilitas yang ada di sistem ini adalah surat elektronik domestik



                                                                              18
      dan internasional, akses jaringan data dan faksimile maupun penyedia basis

      data yang beraneka ragam.

      Seiring dengan perkembangan PT Aplikanusa Lintasarta juga menyediakan

layanan-layanan komunikasi data yang semakin beragam seperti :

         1.   Layanan Terestrial

         a.      Frame Relay

         b.      Sambungan Data Langsung

         c.      Sambungan Komunikasi Data Paket

         d.      VPN Multiservice



         2.   Layanan Satelit

         a.      VSAT-NET

         b.      VSAT-LINK

         c.      VSAT-IP



     Beberapa sistem komunikasi yang digunakan di PT.Aplikanusa Lintasarta:



1.    Data Over Voice

      Merupakan sistem telekomunikasi yang memanfaatkan teknologi ADSL.

      Pada sistem ini, data dilewatkan bersama voice dalam satu saluran telepon

      PSTN.

2.    Leased Circuit

      Pada sistem ini data dilewatkan melalui saluran yang memang dirancang

      untuk transmisi data dari pelanggan ke sentral.



                                                                              19
3.   Wireless Local Loop

     Merupakan sistem transmisi data dan suara dengan memanfaatkan gelombang

     radio. Pengiriman dan penerimaan data pada WLL ini memanfaatkan teknik

     CDMA dengan jarak maksimal pelanggan sentral 15 km dimana antenna

     pelanggan dan sentral harus line of sight.



4.   Very Small Apperture Terminal

     Merupakan sistem komunikasi wireless yang menggunakan stasiun bumi

     mikro dengan antenna yang berukuran kecil atau sedang serta memanfaatkan

     satelit sebagai ‘repeater’ antar stasiun bumi.

         Lintasarta menggunakan satelit dari PT. Indosat dan PT. Telkom untuk

     mencakup seluruh

     Indonesia. Area satelit yang saat ini digunakan :

a. PALAPA B4 (longitude 118.0’E)

b. PALAPA C2 (longitude 113.0’E)

c. Telkom 1 (longitude 108.0’E)



5.   Broadband Wireless Access

     Merupakan sistem transmisi data dan suara dengan memanfaatkan gelombang

     radio. BWA memakai sistem pita lebar (broadband) yang memungkinkan

     koneksi internet dengan kecepatan tinggi. Berbeda dengan WLL, BWA

     biasanya menggunakan FDM dan TDD dalam aksesnya dengan jarak LOS

     dengan pelanggan maksimal 20 km.




                                                                          20
   Dalam perkembangannya, PT Aplikanusa Lintasarta juga memberikan

    beberapa layanan tambahan seperti :

1. Aplikasi Bayar On-line

2. Idola-net (Indonesia On-line Access)

3. Layanan aplikasi jaringan (Network Application Service)

4. Consulation Service



L. Pemegang Saham

1. PT (Persero) INDOSAT Tbk. (www.indosat.com) sebesar 72,36 %

2. Beberapa institusi (yayasan, dana pensiun dan koperasi) sebesar 27,64%

3. Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia

4. Yayasan PERBANAS

5. Dana Pensiun Bank Rakyat Indonesia

6. Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Tabungan Negara

7. Dana Pensiun Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta

8. Koperasi PT TELKOM Tbk. (KOPTEL)

9. Koperasi Pegawai PT INDOSAT Tbk. (KOPINDOSAT)

10. Koperasi Karyawan Lintasarta (KOPKARLA)

11. Koperasi Pegawai Kantor Pusat PT TELKOM Tbk.( KOPEGTEL)




                                                                            21
                                    BAB III

                    PERANGKAT PENYUSUN Wi-MAX

A. Hardware

 •   PoE

     Dalam proses instalasi perangkat broadband wireless access 3 (WiMAX),

PoE ini dibutuhkan untuk memberikan supply tegangan pada perangkat outdoor

unit (ODU), selain juga akan membawa transimisi data baik dari sisi server

maupun dari sisi client. Power over Ethernet (PoE) menjelaskan sebuah sistem

untuk melewatkan daya listrik yang bersamaan dengan data pada kabel ethernet

dengan aman. PoE membutuhkan kategori kabel UTP 5 atau yang lebih tinggi

untuk tingkat daya tinggi, tapi juga dapat beroperasi dengan kategori kabel UTP 3

untuk tingkat daya yang rendah.




              Gambar 3.1 Power Over Ethernet BWA 3 Articonet




                                                                              22
       Teknologi ini sangat berguna untuk memberikan power supply pada

perangkat ODU, karena untuk memberikan supply tegangan menggunakan

adaptor tidak memungkinkan untuk digunakan. Akan sangat tidak efektif ketika

sumber tegangan AC dibawa ke atas tower dekat perangkat ODU untuk

memberikan sumber tegangan pada perangkat tersebut. PoE secara langsung di

implementasikan ketika USB tidak cocok atau ketika AC Power sangat sulit,

mahal, atau tidak layak untuk digunakan.

       Pada PoE yang akan digunakan pada instalasi WiMAX di Gedung Depok

Mall seperti yang terlihat pada gambar 3.1, memiliki 3 lampu indikator. Lampu

indikator power akan menyala menandakan sumber tegangan AC telah masuk ke

dalam perangkat PoE. Untuk lampu indikator ethernet akan menyala ketika kabel

data pada port ethernet PoE telah terkoneksi dengan baik ke perangkat PC atau

hub/switch di sisi client (Gedung Depok Mall). Sedangkan untuk lampu indikator

wireless akan menyala menandakan antena ODU telah terkoneksi dengan base

station broadband wireless access (BWA) Articonet pada sentral Lintasarta.

Dengan adanya lampu indikator tersebut, tentu akan mempermudah analisa ketika

proses instalasi mengalami masalah

          •   Antena

      Antena yang digunakan pada instalasi WiMAX di Gedung Depok Mall

merupakan model antena panel dan menggunakan produk Articonet.

       Antena adalah bagian yang paling penting ada setiap wireless WAN.

Penggunaan antena adalah untuk memfokuskan power transmit dan mengurangi

interferensi dengan perangkat lain.




                                                                           23
                          Gambar 3.2 Antena Articonet

          Penempatan antena ODU Articonet disesuaikan dengan kondisi pada

pelanggan, apakah akan diletakkan di atas tower atau cukup hanya menggunakan

monopole. Untuk pemasangan antena ODU Articonet pada Gedung Depok Mall

akan dijelaskan pada bab selanjutnya.




 •    Kabel Data

     Pada proses instalasi WiMAX, akan banyak mengunakan kebel data. Kabel

data yang biasa digunakan adalah kabel UTP (unshielded twistd pair). Adapun

penggunaan kabel data pada proses instalasi WiMAX di Gedung Depok Mall

yaitu :

     • Menghubungkan antara perangkat antena ODU dan PoE sebagai IDU.

     • Menghubungkan antara PoE dengan PC atau hub/switch Gedung Depok

           Mall.

     Kabel data yang digunakan diusahakan sependek mungkin dan dengan

memperhatikan kerapian dalam pemasangannya. Kabel yang digunakan juga

harus memiliki tingkat loss power yang rendah.




                                                                         24
 •   Pengkabelan Twisted Pair

       Terdapat dua jenis pengkabelan twisted pair yaitu tipe straight dan tipe

crossover, akan tetapi yang digunakan dalam instalasi WiMAX di Gedung Depok




Mall menggunakan tipe straight.

                           Gambar 3.3 Tipe Straight

 •   Isolation Transformer

      Isolation Transformer pada instalasi WiMAX, tidak selalu harus

digunakan. Alat ini digunakan ketika kondisi grounding pada pelanggan buruk

karena Isolation Transformer adalah alat yang berfungsi untuk memperbaiki

kualitas tegangan pada Netral-Ground (Grounding). Perangkat antena ODU dan

IDU Articonet sangat sensitif terhadap kualitas sumber daya listrik yang menjadi

supply powernya. Isolation transformer mempunyai kemampuan untuk meredam

noise termasuk juga Transient yang timbul dalam sumber daya listrik sehingga

perangkat ODU dan IDU Articonet akan aman dan tidak cepat rusak walaupun

kondisi groundingnya buruk. Dalam instalasi dengan kondisi grounding

pelanggan yang buruk, adanya isolation transformer ini memungkinkan untuk

membuat dedicated ground system.




                                                                             25
 •   Tools Set

      Tool set ini berisi semua perlengkapan yang dibutuhkan dalam proses

instalasi BWA 3 ini khususnya perangkat ODU. Didalamnya terdiri dari berbagai

macam obeng, kunci, dan beberapa peralatan yang bisaa digunakan untuk

mempermudah dalam pemasangan wireless outdoor.




                             Gambar 3.4 Tool Set

      Dalam proses survey lokasi pelanggan, perlu juga membawa peralatan

seperti multimeter untuk mengukur tegangan dan grounding listrik pada lokasi

pelanggan. Pada saat proses instalasi perangkat broadband wireless access, tool

set sangat dibutuhkan misalnya untuk memasang perangkat ODU pada tower atau

monopole, membuat kabel utp, mengkonfigurasi posisi pengkabelan dalam

gedung pelanggan, dan lain sebagainya.



 •   Kompas / GPS / Teropong

      Pada saat instalasi perangkat WiMAX, penting untuk menempatkan arah

antena BWA 3 agar tepat menuju base station dari perangkat BWA 3 atau yang

lebih sering disebut pointing. Jika posisi tower base station dekat dari lokasi

pelanggan dan masih terlihat, maka cukup menggunakan teropong untuk



                                                                            26
melakukan pointing. Jika posisi tower base station jauh dan sulit terlihat apalagi

jika terdapat penghalang (gedung / pohon) diantara base station BWA 3 dan

lokasi pelanggan, maka disini dibutuhkan GPS (Global Positioning System) dan

kompas. GPS berfungsi untuk mengetahui koordinat dari lokasi pelanggan.

Dengan mengetahui koordinat base station dan koordinat lokasi pelanggan maka

dapat ditentukan berapa derajad yang dibutuhkan agar posisi base station dan

antena BWA 3 tepat dengan menggunakan kompas untuk menunjukkan arahnya.

Dengan demikian posisi antena BWA 3 pada Gedung Depok Mall harus

diarahkan sesuai hasil elevasi yang didapatkan menggunakan kompas.




                          Gambar 3.5 Teropong Jauh



 •    PC / Notebook

       PC / notebook pada proses instalasi perangkat WiMAX digunakan untuk

mengkonsol WiMAX agar parameter – parameter untuk setingan perangkat dapat

dimasukkan. Parameter yang harus dimasukkan yaitu frekuensi pada perangkat

WiMAX agar dapat disesuaikan dengan frekuensi yang digunakan pada base

station.




                                                                               27
 •   Tower

       Pada instalasi perangkat WiMAX di Gedung Depok Mall, posisi gedung

dan base station Lintasarta mempunyai ketinggian yang berbeda. Ketinggian

antara antena BWA 3 pada sisi pelanggan sebisa mungkin dibuat setara dengan

base station agar nilai azimuthnya tidak terlalu besar. Ada beberapa jenis tower

yang dapat digunakan, akan tetapi dalam instalasi pada Gedung Depok Mall

menggunakan tower triangle.




                     Gambar 3.6 Tower pada Gedung Depok Mall



       Tower triangle ini berfungsi sebagai penopang antena        karena pada

gedung Depok Mall tidak terlalu tinggi dan agar antena bisa lebih mudah

mendapatkan posisi dari BS ( Base Station) Lintasarta.




                                                                             28
B.   Software

 • Web Browser

       Saat ini, telah banyak developer Web Browser yang beredar di masyarakat

seperti Internet Explorer dari microsoft, Opera browser, Modzilla Firefox, dll.

Fungsi dari Web Browser pada instalasi broadband wireless access 3 ini adalah

untuk mengkonfigurasi settingan WiMAX berbasiskan web (secara GUI)

sehingga akan memudahkan teknisi dalam melakukan setting konfigurasi pada

perangkat. Dapat juga disetting dengan menggunakan command prompt yaitu

dengan menggunakan telnet dan masuk pada perangkat WiMAX.



 •   BWA Network Management System (NMS)

       BWA NMS digunakan untuk provisioning perangkat WiMAX pada saat

melakukan instalasi. Selain itu, software ini dapat digunakan untuk memonitoring

performa semua perangkat BWA 3 yang terhubung pada base station.

BM KONFIGURA

       Konsep BWA Standar IEEE 802.16




                                                                                  29
 •

 •   Trafik yang dihasilkan disebut Service Flow (SF)

 •   Service Flow adalah aliran paket data dimana tingkat QoS dijamin.

 •   Service Flow dan terkait QoS parameter didefinisikan sebelum operasi

     dalam jaringan, tetapi juga dapat dimodifikasi, ditambahkan atau dihapus

     selama operasi.

 •   Paket diidentifikasi sebagai Service Flow khusus berdasarkan Connection

     Identifier (CID)

 •   CID digunakan oleh Subscriber Stations (SS) untuk meminta uplink

     bandwidth dari Base Station (BS)



Keunggulan Teknologi



 Dengan menggunakan versi 802.16d, WMX 3300 menjawab tantangan

 WIMAX untuk pembangunan layanan baik fixed, nomadic, portable maupun

 mobile, untuk pengguna perumahan ataupun para pebisnis yang berlokasi di

 area pedesaan, pinggiran kota dan perkotaan. Beroperasi di 3.3GHz, WMX

 3300 menjawab semua parameter industri operator untuk carrier-grade, cost

 effective dari sistem Broadband Wireless Access (BWA). Dengan berbasis

 TDD, sangat ideal bagi para operator untuk membangun bandwidth yang

 besar, IP-based voice, data dan multimedia service, untuk menyediakan

 layanan broadband di masa datang.




                                                                            30
Arsitektur WIMAX – sesuai dengan hasil forum WIMAX, standar IEEE

802.16d dan ETSI HiperMan, mengenai spesifikasi untuk akses nirkabel

dalam jaringan area metropolitan



Satu infrastruktur – memberikan layanan nomadic dan fixed untuk sekarang

dan masa depan.



Frekuensi – Articonet WMX 3300 beroperasi di frekuensi 3.3GHz.



Plug and Play Solution – mudah dan sederhana, yang memungkinkan para

pengguna CPE di rumah dengan mudah menginstal perangkat untuk

mendapatkan akses broadband



Konfigurasi di base station – konfigurasi yang lengkap dari mikro base

station, sangat ideal untuk berbagai scenario.



Sistem radio diversity yang memiliki daya tinggi – memiliki fitur dengan

2nd atau 4th order diversity yang dapat meningkatkan link budget sehingga

jangkauannya lebih luas.



Memperkuat        proses   signal   untuk    meningkatkan   konektifitas    –

menggunakan Space Time Coding (STC) dan Maximum Ratio Combining

(MRC) untuk mempengaruhi berbagai macam system radio diversity untuk

memaksimalkan link budget.



                                                                           31
Biaya murah – dengan instalasi yang sangat mudah dan berdasarkan

permintaan pasar, “pay-as-you-grow” memudahkan para operator untuk

masuk ke pasar baru dengan cepat, sementara meminimalisasi CAPEX.



Pelayanan carrier class – memenuhi kebutuhan yang paling diminta oleh

para operator dengan throughput yang tinggi dan ketersediaannya, redudansi

komponen dan sistem manajemen jaringan (NMS) yang fleksible.



Kapasitas dan throughput yang tinggi – sangat efisien dengan berbasis

protocol 802.16d, menyediakan koneksi broadband tinggi dengan 10Mbps per

pelanggan.



Cakupan dengan NLOS – Advanced Orthogonal Frequency Division

Multiplexing (OFDM) meningkatkan performa kondisi Non-line-Of-Sight

(NLOS) untuk meyakinkan ketahanan jaringan dari segala interference dan

multi-path conflict yang banyak terjadi di daerah yang padat populasi (area

perkotaan).



End-to-end Qos – Kemampuan Advanced QoS dalam 802.16d MAC,

802.1PE dan klasifikasi DSCP dan fungsi prioritas untuk memastikan QoS

end-to-end dan mendukung data, suara dan layanan video yang berkualitas

tinggi.




                                                                        32
     Teknologi adaptive modulasi – Memaksimalkan bandwidth throughput dari

     sistem melalui jarak yang luas dengan menyesuaikan modulasi secara

     otomatis untuk menanggapi berbagai macam kualitas signal.



     Sistem Manajemen Articonet – Carrier-class Network Management System

     yang menyederhanakan pembangunan jaringan dan memungkinkan ekspansi

     dengan cepat dari penyedia layanan pelanggan dengan fault management yang

     efektif untuk menyelesaikan masalah dengan cepat.



C.       Articonnect

 •       Desain Arsitektur

         Articonet merupakan solusi yang flexible dan scalable serta cost effective

kepada Total E&P Indonesie untuk memenuhi regulasi yang ada di Indonesia :



     •    Teknologi OFDM,OFDMA

     •    Cakupan area yang luas

     •    Sesuai dengan regulasi pemerintah dengan menggunakan channel

          Bandwith 3,5 Mhz



 •       Base Station Articonet WMX 3300

         Articonet WMX 3300 Base Station memiliki 4 port modem yang dapat

digunakan untuk teknologi 2nd dan 4th order diversity, channel bandwith 3,5 atau 5

Mhz. outdoor Unit yang memiliki high power, multi carrier radio unit dan




                                                                                      33
terkoneksi dengan antenna sektoral. Beroperasi pada system TDD full duflex dan

bekerja pada frekuensi 3,3 Ghz.




                            Gambar 3.7 Micro BTS



  •   CPE Articonet WMX 33100

      ARTICONET WMX 3310 adalah outdoor Customer Premises Equipment

yang terdiri dari indoor unit (IDU) dan outdoor unit (ODU) yang berisi modem,

radio dan data processing dan komponen management. Juga Berisi integral high-

gain flat antenna dengan polarisasi vertical dan horizontal, yang memungkinkan

para pengguna CPE dapat dengan mudah menginstall perangkat untuk

mendapatkan akses broadband internet via kabel Ethernet cat5. Kemudahan

dalam menginstall CPE ini disebut dengan 'plug and play solution'




               Gambar 3.8 CPE ( Customer Premises Equipment )

                                                                           34
 •    Management – Articonet

      Network Management System yang menyederhanakan pembangunan

jaringan dan memungkinkan ekspansi dengan cepat dari penyedia layanan

pelanggan dengan fault management yang efektif untuk menyelesaikan masalah

dengan cepat.

     Rincian Network Management System Articonet terlampir dalam lampiran




                 Gambar 3.9 Konfigurasi Management System


                                                                            35
•   BWA System Specification




           Gambar 3.10 Bandwith Wireless Access Spesification



                                                                36
•   RF Blok Sistem Arsitektur




                Gambar 3.11 Radio Frekuency Arsitektur

•   Antena



    • Jenis Antenna Sectoral ( 60º , 90º dan 120º )

    • Support Gain 14.5 dBi minimum untuk sectoral 90º

    • Bekerja pada frekuensi : 3.3 – 3.8 GHz

    • Polarisasi Vertical

    • Konektor type N impedansi 50 Ohm




                                                         37
                Gambar 3.12 Antena dan Spesifikasinya



•   Outdoor Unit ( ODU )




             3.13 Gambar Access Unit Outdoor WMX 3300




                  Gambar 3.14 Specifikation Articonet




                                                        38
•   Mounting Antena




                      Gambar 3.15 Mounting Bracket




                                                     39
                                  BAB IV

            INSTALASI Wi-MAX DENGAN ARTICONET



A. Deskripsi Produk



   Standard WIMAX 802.16d (fixed WIMAX)

   Memenuhi persyaratan TKDN

   Teknologi OFDM

   Operation Mode TDD (Time Division Duplex)

   Frequency Kerja (3300 – 3400 MHz) dibagi Band A & B

   Point to Multi Point System

   1 μBST support s/d 4 CH ( 4 Sector)



B. System Arsitektur




                       Gambar 4.1 Arsitektur Instalasi




                                                         40
C. Micro BTS




                   Gambar 4.2 Micro BTS



D. Interface Micro BTS




               Gambar 4.3 Interface Micro BTS




                                                41
E. Komponen BTS

   AU-ODU-HP




                     Gambar 4.4 Access Unit Outdoor

       •   Dibagi menjadi Band A & Band B ( Band A : 3300 – 3355 MHz &

           Band B : 3345 MHz – 3400 MHz)

       •   Maximum Output Power 32 dBm ( 22 – 32 dBm)

       •   Support LED Display : Power, Ethernet dan Alarm

       •   Transmisi Power bisa diatur dari Micro BTS

       •   Di disain untuk menyediakan high system gain, high transmite

           power dan low noise figure

       •   Single Sector



   Anntena

   •   Jenis Antenna Sectoral ( 60º , 90º dan 120º )

   •   Support Gain 14.5 dBi minimum untuk sectoral 90º

   •   Bekerja pada frekuensi : 3.3 – 3.8 GHz

   •   Polarisasi Vertical

   •   Konektor type N impedansi 50 Ohm                 Gambar 4.5 Antenna



                                                                          42
IF Cable

      •    Interkoneksi antara Micro BTS dengan AU-ODU

      •    Supply IF frequency dan DC power.

      •    Konektor TNC ( made in Times Microwave)

      •    Articonet Standard :




           •   Dalam project ini kita menggunakan type Belden 7808A

               yang mempunyai spesifikasi mendekati LMR-240




                           Gambar 4.6 RF Cable



     GPS Adapter




                           Gambar 4.7 GPS Adapter




                                                                      43
      •   Membutuhkan power 12 VDC yang disupply oleh Micro BTS

      •   Menyediakan interface untuk external atau Internal GPS

      •   Support Daisy Chainsyncronization dimana ada 1 Micro BTS

          sebagai Master dan 4 Micro BTS sebagai slave.

      •   Minimum 4 Satellite signal yang dibutuhkan



GPS Antena




                    Gambar 4.8 GPS Antenna



      •   Membutuhkan 12 VDC yang disupply dari GPS Adapter

      •   Sebagai Receiver Satellite Signal

      •   Interface RS-422 dan STP Cable yang support sampai dengan

          maximal 100 meter



CPE Outdoor & Indoor



      •   Mampu berjalan dalam dual polarisasi vertical dan horizontal

      •   Interface RJ-45 menggunakan kabel STP untuk supply power

          dan data dari CPE IDU



                                                                         44
          •   Interface 10/100 Base T

          •   Support Auto Scanning Frequency

          •   CPE Indoor sebagai PoE dan interface ke pelanggan



F. Instalasi BTS

   Proses Instalasi




                       Gambar 4.9 Proses Instalasi BTS

   Instalasi AU-ODU




                Gambar 4.10 Instalasi Access Unit Outdoor


                                                                  45
       •   Jenis pool yang digunakan, pasang mounting bracket ODU

       •   AU-ODU harus terground dengan grounding khusus perangkat

           yang telah disediakan

       •   Terdapat 2 (dua) Surge Protector untuk RF dan IF

       •   Perhatikan koneksi IF cable dengan AU-ODU sudah benar-

           benar dikasih rubber tape begitu pula untuk RF cable ke antenna

       •   Space jarak ODU ke Antenna 1 Meter dengan posisi tolak

           belakang




Grounding AU-ODU



AU-ODU harus benar – benar tergrounding perhatikan gambar dibawah




    Gambar 4.11 Instalasi Grounding pada Access Unit Outdoor




                                                                        46
Instalasi Antena




                   Gambar 4.12 Instalasi Antenna




       •   Perhatikan direction dari antenna disesuaikan dengan sector

           planning

       •   Perhatikan elevasi antenna

       •   Jarak MINIMAL antar antenna yg satu ke antenna yang lain 1

           meter

       •   Posisi Antenna SELALU diatas ODU

       •   Perhatikan interkoneksi RF cable dari ODU sudah di rubber

           tape.




                                                                         47
Pemasangan Surge Protector

       •   RF SP type N Male to Female

       •   IF SP type TNC Male to Female

       •   Kedua SP harus saling terground (ada port untuk koneksi kabel

           grounding)




            Gambar 4.13 Instalasi Grounding dengan Aresstor

Sealing IF Cable

Perhatikan panduan untuk pembungkusan kable menggunakan rubber tape

konektor




                        Gambar 4.14 Sealing IF Cable



                                                                       48
Instalasi GPS Antena




               Gambar 4.15 Instalasi GPS Antenna

Pengkoneksian GPS Kabel ke Antena

Perhatikan tanda untuk menyambungkan GPS jumper cable ke GPS cable

dari arah GPS Adapter




        Gambar 4.16 Keneksi GPS Antena dengan Adapter




                                                                     49
Instalasi Micro BTS

      • Tempatkan Micro BTS pada rak standar 19 inch

      • Micro BTS harus tergrounding (perhatikan port grounding

       yangtersedia)

      • Perhatikan DC kabel bawaan




             Gambar 4.17 Pengkoneksian Micro BTS

Instalasi GPS Adapter




               Gambar 4.18 Instalasi GPS Adapter



                                                                  50
Daisy-Chaining untuk Sinkronisasi GPS



        • Jika dalam satu BTS terdapat lebih dari satu Micro BTS maka

          dibutuhkan Daisy Chaining cable yang menghubungkan antara

          MASTER BTS ke SLAVE BTS

        • Koneksi dari SYNC-OUT MASTER ke SYNC-IN SLAVE




                Gambar 4.19 Instalasi Daisy-Chaining Cable

Intsalasi CPE



    •   Gunakan STP atau UTP cat 5 Cable Outdoor untuk interkoneksi

        antara IDU ke Antenna

    •   Menggunakan kabel Stright

    •   Standard urutan warna :




                     Gambar 4.20 Pengkabelan


                                                                        51
                                    BAB V

                                  PENUTUP



 A. Kesimpulan

     Bab ini berisikan kesimpulan dari pembahasan mengenai Base Transceiver

Station ( BTS ) Selama Melakukan Kerja Praktek di PT Aplikanusa Lintasarta



       1. BTS adalah kependekan dari Base Transceiver Station. Terminologi

          ini termasuk baru dan mulai populer di era booming Wi-Max saat ini.

          BTS berfungsi menjembatani perangkat komunikasi pengguna dengan

          jaringan menuju jaringan lain. Satu cakupan pancaran BTS dapat

          disebut Cell.

       2. Terdapat beberapa komponen dalam penyusunan Base Transceiver

          Station terdiri dari Indoor Unit ( IDU ) dan Outdoor Unit ( ODU )

          yang pada kesempatan ini telah dikenalkan pada produk dari Articonet

       3. Fungsi daripada Base Transceiver Station ( BTS ) Antara lain :

          •   Meng-asign channel ke CPE / SS pada saat akan melakukan

              pembangunan hubungan

          •   Menerima dan mengirimkan sinyal dari dan ke CPE / SS, juga

              mengirimkan/menerima sinyal dengan frekwensi yang berbeda-

              beda dengan hanya menggunakan satu antena yang sama

          •   Mengontrol power yang di transmisikan ke CPE / SS




                                                                             52
 B. Saran

      Setelah kami melaksanankan Kerja Praktek selama kurang lebih 2 (dua)

bulan lamanya, telah banyak pengalaman dan pengetahuan yang kami peroleh.

Pada kesempatan ini kami ingin memberikan sedikit saran kepada pihak kampus

maupun pihak industri dengan harapan segala sesuatunya menjadi lebih baik di

masa yang akan datang, juga demi kemajuan Program Diploma Teknik Elektro

UGM. Kami mengharapkan agar saran-saran yang akan dipaparkan agar lebih

diperhatikan oleh pihak kampus maupun pihak industri ini.



  • Saran Untuk Pihak Kampus

  1. Pihak kampus agar tetap menjaga hubungan baik dengan pihak industri

      sehingga akan memudahkan proses penyaluran mahasiswanya ke industri.

  2. Mengajarkan para mahasiswa untuk lebih bisa kreatif, inovatif, kooperatif

      dan percaya diri.

  3. Kegiatan Pembinaan Fisik dan Mental sangat bermanfaat bagi mahasiswa

      yang akan melaksanakan KP. Agar kampus meningkatkan kualitas sehingga

      dapat menelurkan mahasiswa yang memiliki fisik dan mental yang kuat

      serta persiapan ke dunia kerja yang lebih matang.



  •   Saran Untuk Pihak Industri/ Perusahaan

  1. Untuk menjaga hubungan yang baik dengan pihak sekolah, diharapkan

      pihak perusahaan dapat menerima kembali siswa-siswa untuk melakukan

      Prakerin di masa yang akan dating. Hal ini sangat berpengaruh bagi dunia

      pendidikan kejuruan yang membutuhkan ilmu dari dunia industri.



                                                                             53
2. Berikan kepercayaan kepada siswa yang sedang melaksanakan Kerja

   Praktek untuk turun langsung menangani pekerjaan di tempat kerja dengan

   tetap diawasi dan diberikan bimbingan agar siswa paham dan dapat

   menerapkan apa yang telah di dapat di sekolah dalam dunia industri/ dunia

   usaha.




                                                                         54
                       DAFTAR PUSTAKA

Hamonagan, Agustinus. 2010. “Instalasi Wi-MAX Articonet”. Proposal

Pengadaan, 17 Juli 2010

Wikipedia (2010). Worldwide Interoperability for Microwave Access. From

http://id.wikipedia.org/wiki/WiMAX, 20 Agustus 2010




                                                                          55

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:205
posted:1/30/2013
language:
pages:65
Description: Download Contoh Laporan Kerja Praktek (KP) Full