Docstoc

analisa hasil survey

Document Sample
analisa hasil survey Powered By Docstoc
					            LAPORAN
ANALISA HASIL SURVEY PENDAHULUAN

         PLTMH
DESA NAMO SIRO
       KAB. TANAH KARO




                                   1
                                   KATA PENGANTAR


           Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, semoga segala pekerjaan dan
perbuatan kita ini merupakan amal ibadah selama hidup di dunia fana.
           Dengan melihat keterbatasan sumber daya energi tak terbarukan maka perlu
kiranya seluruh pihak melakukan pengkajian dan penggalian penggunaan sumber daya energi
yang terbarukan seperti air, udara dan panas.
           Semakin meningkatnya kesadaran pemerintah dan perusahaan-perusahaan besar
dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyisihkan sedikit
keuntungan perusahaan untuk membuat dan memberikan dana CSR bagi peningkatan
kesejahteraan untuk itu perlu dilakukan kerja sama antara penerima dana CSR dan pihak-
pihak yang terkait sehingga program tersebut dapat berjalan dengan baik, berhasil guna dan
berdaya guna.
           Adanya keterbatasan PLN dalam menjangkau daerah pedesaan, sehingga ada
sebagian kecamatan maupun desa belum menikmati sumber listrik maka perlu kiranya
dilakukan pembangunan sumber listrik pedesaan          memanfaatkan sumber daya alam
terbarukan yang ada disekitar lokasi kecamatan atau desa tersebut, dengan memanfaatkan
sungai dgn karakteristik topografi curam dan panas matahari yang cukup direncanakan akan
membangun PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro)
           Oleh karena hal tersebut diatas, sebagai mitra kerja, kami merasa perlu
melakukan survey pendahuluan untuk mendata kebutuhan real penerima manfaat serta akan
dilanjutkan dengan survey lanjutan untuk proses dasar pengambilan kebijakan sehingga perlu
kiranya menerbitkan laporan survey pendahuluan beserta hasil analisa survey tersebut.
           Dalam laporan analisa survey pendahuluan PLTMH Desa Namo Siro ini akan
memunculkan kebutuhan masyarakat calon penerima manfaat serta biaya kasar yang
dibutuhkan.
Demikianlah kata pengantar dari team survey dan analisa pendahuluan PLTMH Desa Namo
Siro, semoga bermanfaat dengan baik. Atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan
terima kasih.
Hormat kami,
Team



                                                                                        2
                                          DAFTAR ISI
                                                                  Hal
Kata Pengantar
Daftar isi
Bab 1 PENDAHULUAN
     1.1 Tinjauan umum
     1.2 Latar belakang
Bab 2 GAMBARAN UMUM WILAYAH KABUPATEN TANAH KARO
     2.1 Informasi Umum
Bab 3 IDENTIFIKASI LOKASI PLTMH
     3.1     Gambaran Lokasi
     3.1.1 Sungai Namo Siro
     3.2     Aksebilitas
     3.3     Kondisi Topografi
     3.4     Kondisi Sosio – Ekonomi
     3.4.1 Kependudukan
     3.4.2 Potensi sumber daya alam pendukung
     3.5     Kondisi Elektrifikasi
Bab 4 POTENSI AIR
    4.1      Data Potensi
    4.2      Analisa Data Potensi
    4.3      Penentuan Debit Aliran Sungai Dengan Rumus Empiris
    4.4      Koefisien Pengaliran
    4.5      Daerah Aliran Sungai (DAS)
     4.6     Debit Rencana Optimum
Bab 5      ANALISA PERENCANAAN PLTMH DESA NAMO SIRO
    5.1      Sketsa System Lay Out
    5.1.1 Perencanaan sistem lay out PLTMH NAMO SIRO
    5.2      Desain Konstruksi Dan Perhitungan Sipil
    5.2.1 Bendungan
    5.2.2 Intake



                                                                   3
   5.2.3 Penstok
   5.2.4 Rumah pembangkit
   5.3   Desain Konstruksi Dan Perhitungan Mekanik
   5.3.1 Pemilihan jenis turbin
   5.3.2 Kecepatan putaran spesifik dan kecepatan putaran turbin
   5.4 Desain Kontruksi Dan Perhitungan Elektrik
   5.4.1 Perhitungan Generator
   5.4.2 Perhitungan Jaringan Distribusi
Bab 6    PERKIRAAN BIAYA
   6.1   Perkiraan Biaya Untuk Tahap Awal Perencanaan
   6.2   Perkiraan Biaya Tahap Detail Desain
KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN DATA SURVEY




                                                                   4
                                          BAB 1
                                    PENDAHULUAN
1.1. Tinjauan Umum
    Indonesia dulunya dikenal sebagai negara pengekspor bahan bakar minyak, telah
berubah menjadi Negara pengimpor bahan bakar minyak .
    Untuk mengatasi krisis energi yang terjadi di negara ini maka tidak ada pilihan selain
meningkatkan pemanfaatan energi alternatif antara lain peningkatan pemanfaatan energi
yang terbarukan.
    Energi yang terbarukan adalah energi non fosil yang berasal dari alam dan dapat
diperbaharui secara berkesinambungan dan bila dikelola dengan baik, energi ini tidak akan
habis, seperti energi surya, energi biomassa atau biogas, energi bioetanol, energi biodisel,
energi panas bumi, dan energi samudra.
Pemanfaatan energi terbarukan dapat digolongkan dalam tiga kategori:
   1. Energi yang sudah dikembangkan secara komersil seperti energi biomassa atau
       biogas, energi panas bumi dan energi air.
   2. Energi yang sudah dikembangkan tetapi masih terbatas pemanfaatannya seperti
       energi surya dan energi angina.
   3. energi yang sudah dikembangkan tetapi baru sampai tahap penelitian seperti energi
       samudra.
Emisi CO2 dari sektor energi di Indonesia dari tahun ke tahun juga terus meningkat.Laju
pemakaian energi yang tinggi akan mengakibatkan laju emisi CO2 yang tinggi pula.Bahkan
laju emisi CO2 lebih besar dibanding laju pemakaian energi, karena semakinbanyaknya porsi
pemakaian energi fosil dalam energy mix nasional. Diperkirakan pada sepuluh tahun
mendatang, laju emisi CO2 masih tetap lebih besar daripada laju permintaan energi. Seperti
terlihat pada Gambar 1, laju emisi CO2 pada Skenario Dasar tumbuh sebesar rata-rata 6,5%
per tahun selama tahun 2000-2010. Sementara, laju pemakaian energi pada kurun waktu yang
sama tumbuh rata-rata 5,5% per tahun, dengan pertumbuhan PDB yang diasumsikan tumbuh
5% per tahun




                                                                                          5
1.2. Latar Belakang
    Pedesaan umumnya merupakan daerah yang lebih tertinggal dibandingkan perkotaan dan
memiliki banyak keterbatasan prasarana pendukung seperti jalan, fasilitas, kesehatan, air
bersih, listrik, aksesibilitas terhadap pasar dan informasi, dan lain-lain.Keterpencilan lokasi
menyebabkan penyediaan prasarana-prasarana tersebut memerlukan biaya yang sangat
tinggi. Hal ini mendorong munculnya pendekatan yang bersifat desentralistik yaitu
mengandalkan kemampuan sumber daya alam maupun sumber daya manusia setempat untuk
menghemat biaya penyediaan.
    Dalam hal penyediaan listrik, perluasan jaringan sampai ke daerah-daerah terpencil pada
umumnya tidak ekonomis. Begitu juga dengan penggunaan pembangkit berbahan bakar fosil
yang pada umumnya generator diesel,        untuk daerah terpencil biasanya tidak ekonomis
karena skala pembangkitan yang terlalu kecil dan tingginya biaya bahan bakar. Meskipun
demikian, penyediaan listrik tetap harus dilakukan karena merupakan investasi sosial yang
tak terhindarkan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, selain
kemungkinan memperoleh listrik dari perluasan jaringan listrik PLN (Perusahaan Listrik
Negara) terdapat alternatif lain yang perlu dipertimbangkan yaitu pembangkitan listrik
menggunakan sumber daya alam setempat seperti halnya Pembangkit Listrik Tenaga
Mikrohidro (PLTMH). Kondisi melimpahnya potensi sumber daya energi terbarukan
khususnya tenaga air merupakan peluang besar dan sekaligus tantangan untuk
mengembangkan pembangkit-pembangkit listrik skala kecil bagi masyarakat pedesaan.
    Dengan melihat kondisi geografis pada daerah Sumatera Utara khususnya Kabupaten
Tanah Karo dengan jumlah sungai pegunungan yang banyak tersebar di beberapa kecamatan.
maka dapat disimpulkan bahwa energi air dapat dimanfaatkan sebagai energi pembangkit
tenaga listrik.




                                                                                             6
                                                     BAB 2

                                  GAMBARAN UMUM WILAYAH
                                   KABUPATEN TANAH KARO


2.1. Informasi Umum

Berdasar peta topografi maka Kabupaten Tanah Karo memiliki kondisi kontur tanah yang
berbukit-bukit, banyak memiliki sungai yang belum termanfaatkan seluruhnya. Jika melihat
peta Rencana Tata Ruang Wilayah maka letak Kabupaten Tanah Karo berbatasan dengan :
      a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten ................................
      b. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten ...............................
      c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten ..............................
      d. Sebelah Barat Berbatasan dengan Kabupaten .................................
Luas Kabupaten Tanah Karo adalah .......km2, dengan ketinggian dari permukaan laut rata-
rata ....... mdpl, dan terletak antara ................................... LS dan ............................ yang
terbagi dalam beberapa kecamatan yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 1. Kecamatan di Kabupaten Merangin
 No              Nama                     Kota                    Jlh               Luas         Ketinggian
              Kecamatan                Kecamatan           Desa         KK        ((km2 )           (mdpl)
 1
 2
 3
 4
 5
 6
 7
 8
 9
 10
 11
 12



                                                                                                                 7
 No             Nama                   Kota         Jumlah         Luas          Ketinggian
             Kecamatan              Kecamatan   Desa     Kk       ((km2 )         (mdpl)

 13
 14
 15
 16
 17
 18
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten
Setelah dilakukan study literature terhadap kabupaten Tanah karo sangat jelas terlihat bahwa
sanya PLN belum mampu menyalurkan energi listrik keseluruh desa yang ada, hal ini perlu
dilakukan pengkajian secara mendalam sebab kebutuhan akan energi listrik sangatlah besar
ditingkat masyarakat saat ini dan perlu diketahui bahwa salah satu penyebab penghambat laju
pertumbuhan ekonomi adalah krisis energi listrik.
Oleh karena hal tersebut diatas maka seluruh komponen masyarakat tidak lagi semestinya
selalu bergantung kepada pemerintah untuk mengatasi hal ini sebab dengan tingginya tingkat
kemandirian sebuah daerah akan mempercepat terjadinya perubahan kea rah yang lebih maju
pada daerah tersebut.
Kabupaten Tanah Karo dengan sector pertaniannya sudah saatnya dapat meningkatkan
hasilnya dengan cara mekanisasi pertanian, agar produk yang dijual bukan lagi material baku
tetapi sudah dalam bentuk barang jadi sehingga nilai ekonomisnya lebih tinggi.




                                                                                              8
                                           BAB 3
                            IDENTIFIKASI LOKASI PLTMH


3.1. Gambaran Lokasi
Data lokasi yang akan dituju untuk dilakukan survey dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 2. Data lokasi survey PLTMH di Desa Namo Suro

 Propinsi :                                         Lokasi
 SUMATERA                  1                   2                  3                 4
 UTARA
 Kabupaten                                      TANAH KARO
 Kecamatan             JUHAR                   -                            -
 Desa               NAMO SIRO                  -                   -                 -
 Dusun              NAMO SIRO                  -                   -                 -
 Sungai             NAMO SIRO                  -                   -                 -
 Air terjun                -                   -                   -                 -
 Jumlah KK                40                   -                   -                 -
                                               -                   -                 -
 Luas                   925 Ha

Daerah Kajian potensi air terjun sebagai pembangkit tenaga listrik mikro/mini hidro di
Kabupaten Tanah Karo yang dipilih berdasarkan factor geografis yang memungkinkan,
tinggi air jatuh (head) dapat pula dengan membendung aliran air sehingga permukaan air
semakin tinggi adapun abstraksi tentang daerah tujuan survey tersebut adalah sebagai
berikut:


3.1.1. Sungai Namo Siro
Sungai Namo Siro terletak di Desa Namo Siro, Kecamatan Juhar, dengan jarak dari kota
kecamatan 20 km dan dari desa Namo Siro 50 m, akses jalan bergelombang dan masih tanah,
memiliki kontur dengan ketinggian 660 mdpl dan dengan melakukan pengukuran pada peta
topografi diperoleh panjang sungai ± ...... km dan bermuara di Sungai ......, memiliki DAS ±
......... km2, kondisi sisi sungai adalah tanah gembur sedikit berpasir dan relatif landai,
dengan vegetasi hutan dan perkebunan kemiri, coklat, padi dan palawija, tidak memiliki air
terjun sehingga kemungkinan hanya mampu menghasilkan daya yang sangat kecil,



                                                                                            9
dibandingkan dengan jumlah kebutuhan jika tiap rumah tangga 450 watt maka kebutuhan
daya yang harus disediakan adalah 55 kk x 450 watt = 25 kw.




                                  Gbr. .1. Sungai Namo Siro



3.2. Aksesibilitas
        Lokasi survey perhitungan potensi PLTMH yang diatas dapat ditempuh dengan
menggunakan kendaraan mobil maupun sepeda motor. Jika rute perjalanan dimulai dari kota
Propinsi Sumatera Utara menuju Kabupaten Tanah Karo dengan ibukotanya Kabanjahe
terlebih dahulu melewati Kota Brastagi dengan waktu tempuh ± 2 jam kemudian perjalanan
dilanjutkan menuju Kecamatan Juhar ( Desa Namo Siro ± 20 km dari kota Kecamatan)
Tabel 3. Aksesibilitas Lokasi Rencana PLTMH Namo Siro
              Rute               Jarak     Waktu                Moda          Kondisi
                                  km                                           Jalan
Medan – Kaban Jahe                                    Mobil, angkutan umum   Aspal
Kabanjahe – Tiga Panah                                Mobil, angkutan umum   Aspal
Tiga Panah – Desa kidupen                             Mobil ,angkutan umum   Aspal
Desa Kidupen- Desa Pasar Baru                         Mobil, angkutan umum   Aspal
Desa Pasar baru-Desa Namo Siro                        Mobil, sepeda motor    Tanah,
                                                                             Pengerasaan
3.3 Kondisi Topografi
Air yang akan digunakan untuk rencana PLTMH berasal dari Sungai pegunungan yang
merupakan salah satu anak sungai pada DAS ............ Berdasarkan pengamatan lapangan,
kondisi kemiringan tanah di sepanjang Sungai di mana PLTMH akan dibangun relatif terjal
pada ke dua sisi sungai. Aliran sungai berada pada daerah lembah sempit dengan keadaan
geologi sepanjang sungai didominasi oleh batuan lepas dan tanah gembur



                                                                                       10
3.4. Kondisi Sosio-Ekonomi
3.4.1. Kependudukan
Penduduk Desa sebagian besar adalah petani. Hasil pertanian yang utama adalah padi ladang,
palawija, jagung, coklat. Hasil panen padi digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari.
Untuk pekerjaan pembangunan pekerja local dapat diberdayakan.(data terlampir)


3.4.2. Potensi sumber daya alam pendukung
Potensi bahan bangunan lokal, khususnya di sekitar lokasi identifikasi rencana PLTMH
cukup memadai. Bahan bangunan seperti batu dan pasir banyak terdapat di sekitar Sungai .
Kebutuhan kayu bangunan secara selektif dapat diperoleh dari hutan disekitar wilayah desa. Bahan
bangunan lainnya seperti semen, besi, bata harus dibeli di kota kecamatan


3.5. Kondisi Elektrifikasi
Wilayah yang dilakukan penelitian tersebut diatas sampai saat ini belum terjangkau oleh
Jaringan Listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Jarak terdekat ke jaringan PLN dari namo
Siro adalah 10 km dari Pasar Baru .Dalam jangka waktu yang lama PLN belum berencana
memperluas jaringan listrik ke Desa –desa tersebut. Kebutuhan energi untuk penerangan
rumah saat ini menggunakan PLTS yang telah terpasang, sebagian menggunakan generator
diesel pribadi. Perencanaan penyediaan listrik masyarakat Desa berdasarkan potensi sumber
daya PLTMH yang dapat disediakan oleh daya yang dibangkitkan dari sungai tersebut.
persambungan rumah (220V, 0.5A). Alokasi utama penggunaan listrik masyarakat perdesaan
umumnya adalah untuk penerangan, sebagaimana terlihat pada rincian Tabel . Penggunaan
listrik perdesaan. Konsumsi daya rata-rata setiap sambungan rumah direncanakan sebesar
300 W,mengingat potensi daya tenaga air yang tersedia sangat terbatas dengan jumlah
assumsi rumah 55 kk, maka total kebutuhan adalah 16,5 kw.
Table . Penggunaan listrik pedesaan
 Keterangan              Jumlah                    Daya                     Jumlah
 Penerangan lampu        5 titik                   25 w                     125 w
 Televisi warna s/d 17   1 unit                    45 w                      45 w
 inc
 Kebutuhan minimum catu daya per rumah                                      170 w
Dengan membandingkan kebutuhan dan perencanaan maka daya sisa 9,35 Kw.




                                                                                             11
                                                     BAB 4
                                               POTENSI AIR
4.1. Data Potensi
Setelah dilakukan survey ke lokasi dan dilakukan pemilihan penempatan bagian – bagian dari
rancangan pembangunan pembangkit listrik mikrohidro serta pengukuran terhadap debit, titik
bak penampung, bendungan dan lokasi turbin maka diperoleh data sebagai berikut:
1. Desa Namo Siro
- Elevasi rata-rata         :± 2             m
- Debit Air minimum         : ± 0.0413       m3/s
- Lebar Sungai rata-rata    : ± 5,64         m
- Kedalaman Sungai          : ± 0,244        m
- kecepatan air rata-rata   : ± 0,02998 m/s
4.2. Analisa Data Potensi Air Sungai
Dengan melihat data, maka dapat dilakukan perhitungan estimasi daya listrik yang mungkin
dibangkitkan oleh air sungai tersebut yaitu :
                            P = γ.Q.H .................................................................(1)
dimana,
                            γ = Berat jenis air (N/m3)
                            Q= Debit air (m3/s)
                            H= Ketinggian Air terjun (m)
Tabel . Estimasi daya listrik yang dihasilkan.
   No      Nama Sungai           ηt           Q           H           g            ρ                 P
                                               3                                       3
                                           (m /s)        (m)       (m/s)       (kg/m )             (w)
    1       Namo Siro          0,87        0,0413          2        9,81         1000            704,96
Daya yang terdapat pada tabel diatas masih dapat dilakukan peningkatan secara optimal
dengan memanfaatkan tinggi optimum sungai dengan merencanakan bendungan yang
direncanakan elevasi menjadi 4 mtr maka daya terpasang menjadi: 14.000 watt atau 14 kw.
Jika perencanaan kebutuhan masyarakat 300 watt/kk maka daya terpasang tidak mencukupi,
tetapi dengan kebutuhan real masyarakat hanya 9,35 kw maka daya terpasang cukup baik.




                                                                                                             12
                                         BAB 5
                         ANALISA PERENCANAAN PLTMH
                                     DESA NAMO SIRO
5.1. Sketsa System Lay Out
5.1.1. Perencanaan Sistem Lay Out PLTMH Tiaro




                           Gbr. Rencana Lay Out PLTMH Namo Siro


5.2. Bendungan
                        Untuk meningkatkan nilai optimum dari elevasi maka perlu dibuat
bendungan sehingga daya listrik terpasang dapat meningkat.

                                Table Dimensi Bendungan

                               Dimensi             Lokasi
                                                 Namo Siro
                             Tinggi    (m)           5
                             Panjang (m)             15
                             Tebal     (m)          0.65
                             Type      (m)         Prisma


5.3. Bak Penenang
Bak penenang (forebay) terletak dekat bangunan reservo. Struktur bak penenang berupa
pasangan batu kali (1:2) terdiri dari bak pengendap (settling basin), saluran pelimpah



                                                                                    13
(spillway), trashrack, dan bak penenang sendiri. Bangunan ini sering kali dikenal dengan
istilah head tank, sebagai reservoir air yang terletak pada sisi atas untuk dialirkan ke unit
turbin yang terletak di bagian bawah

                           Table Dimensi ukuran Bak Penenang

                                Dimensi                  Lokasi
                                                    Namo Siro
                           Tinggi      (m)                 5
                           Panjang (m)                     3
                           Tebal       (m)                0.65
                           Type        (m)       Persegi panjang


5.3. Penstok




                                          Gbr. Penstok

Proses konversi energi dari energi potensial hidrolik menjadi energi kinetik yang akan
dirubah menjadi energi mekanik oleh unit turbin terjadi melalui pemanfaatan potensi air yang
berkumpul di bak penenang (head tank). Air dari bak penenang mengalir melalui penstock
(pipa pesat) menuju turbin yang terdapat di dalam rumah pembangkit.
Penstock yang diperlukan pada perencanaan PLTMH menggunakan pipa besi. Panjang
Penstock bervariasi sesuai besaran debit pada tiap titik yang akan dibangun PLTMH,
diperkuat struktur pondasi (anchor block) pada belokan pipa, berupa coran beton tumbuk.



                                                                                          14
Pada bagian ujung penstock dilengkapi expansion joint. Sebagai finishing, permukaan luar
penstock dicat untuk melindungi terhadap karat. Penstock ditempatkan pada jarak 4 x D
(diameter pipa pesat) dari muka air untuk menjamin tidak terjadinya turbulensi dan pusaran
yang memungkinkan masuknya udara bersama aliran air didalam pipa pesat. Untuk
menghitung ukuran pipa penstock (pipa pesat) digunakan rumus sebagai berikut:
Table 15. Ukuran Pipa Penstok
     Lokasi       Debit    Panjang      Head      Velocity     Diameter    Tebal pipa
                  (m3/s)   penstock     total    optimum       penstock          (cm)
                             (m)        (m)        (m/s)          (m)
 Namo Siro        0,041      150            8       0,03          0,9           0,3-0,5


5.4. Rumah Pembangkit
Rumah pembangkit merupakan tempat peralatan elektrikal-mekanik terpasang.Unit turbin
beserta sistem transmisi mekanik, generator, panel kontrol, dan ballast load terpasang di
dalam bangunan ini. Ukuran bangunan sesuai dengan kebutuhan dan besaran dari turbin
karena berhubungan dengan pondasi turbin, saluran buang dan besar dimensi generator,
maka untuk PLTMH besar rumah pembangkit antara (3 x 4 )
Table 20. Rencana Ukuran Rumah Turbin
 No Lokasi                      Ukuran (m2)                     Keterangan
 1    Namo Siro                       3x4                      Bata permanen




                                                                                          15
                                          BAB 6
                                 PERKIRAAN BIAYA
6.1. Perkiraan Biaya Perencanaan Kasar

                                                              Jumlah
              No                 Deskripsi
                                                               (Rp)

              1    Pekerjaan Persiapan                     38,666,213.-
              2    Pekerjaan Sipil
                   1   Fasilitas Intek ( Dam beton)        123,750,000.-
                   2   Bak Penenang                         9,673,463.-
                   3   Pipa Pesat
                       Pekerjaan sipil                        735,300.-
                       welding                             114,114,468.-
                   4   Pondasi Rumah Pembangkit            18,296,704.-
                   5   Bangunan Rumah Pembangkit           54,790,000.-
              3    Pekerjaan Elektro –Mekanikal             6,508,548.-
              4    Pekerjaan Distribusi                     3,353,647.0
              5    Sambungan Pelanggan                     55,440,000.-
              6    Comissioning and trainning              19,333,106.-
              7    Total                                  444,661,449.-
              Grand Total (dibulatkan) Rp 444,661,500.-


6.2 . Perkiraan Biaya Tahap Detail Desain
Mengingat keterbatasan biaya maka Untuk membuat perkiraan biaya detail desain perlu
dilakukan kajian yang lebih mendalam sehingga perencanaan pekerjaan yang nantinya
dilakukan dapat lebih effektif, effisien dan ekonomis, walau parameter yang telah
dimunculkan sudah cukup lengkap.




                                                                                16
                                          BAB 7
                             KESIMPULAN DAN SARAN


7.1. Kesimpulan
       Berdasarkan topografi daerah Tanah Karo yang pada umumnya berada dijajaran bukit
barisan, banyak daerah mempunyai air terjun dan sungai yang berarus deras yang dapat
dimanfaat kan sebagai pembangkit listrik tenaga arus sungai dan mikro/minihidro.
Dengan melihat peta topografi jumlah sungai pegunungan yang ada begitu banyak maka
tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan pemanfaatan terhadap sungai sungai tersebut
untuk dijadikan sumber pembangkit listrik sehingga dapat memperbesar daya listrik
7.2. Saran
Selain memanfaatkan air terjun yang ada di Kabupaten Tanah Karo, perlu juga
memanfaatkan tenaga arus air yang ada.
Pada daerah yang telah dilakukan penelitian sebaiknya dilakukan perhitungan secara
menyeluruh potensi yang ada jika ingin dilakukan peningkatan pasokan listrik tenaga
mikro/minihidro, sebab masih banyak potensi yang belum tergali. Dalam hal ini perlu
kiranya pemerintah Kabupaten meminta masukan dari Kecamatan untuk pendataan potensi
tersebut.
Disarankan pada beberapa titik yang telah disurvey tersebut untuk dilakukan optimalisasi
pemanfaatan perbedaan ketinggian pada satu jalur air terjun sehingga dapat dilakukan
pemanfaatan energi secara berulang.




                                                                                     17

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:52
posted:1/30/2013
language:Unknown
pages:17
Description: hasil analisa survey air sungai sebagai pembangkit tenaga listrik untuk kebutuhan desa Namo Siro yang terletak di Sumatera Utara dengan 55 KK yang direncanakan sebagai penerima manfaat.
khairul fadli khairul fadli KONTRUKSI TRAILER http://
About professional design mechanical industri for small bussines, dosen teknik mesin, konsultan management small industri,small industrial advisor.direktur cv.bonk adha, suplier alat-alat industri dan teknologi tepat guna.