makalah hukum perburuhan by andimasaid

VIEWS: 16,277 PAGES: 5

									KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah, rahmat, dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan kliping mata kuliah Hukum Perburuhan. Maksud dan tujuan pembuatan kliping ini adalah guna memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Hukum Perburuah. Namun demikian, tugas kliping ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritikan dan saran demi penyempurnaan makalah ini.

Purwokerto, 15 April 2007

Komentar mengenai artikel BURUH MIGRAN dan ETOS KERJA

Mayoritas masyarakat Pulau Jawa dan mungkin minoritas masyarakat Pulau lainnya, mencari pekerjaan di luar negeri dengan menjadi tenaga kerja. Biasanya mereka adalah orang yang merasa kesluitan mendapatkan pekerjaan di dalam negeri sendiri. Memang diakui betapa sulitnya mencari pekerjaan di negeri sendiri tanpa berbekal pengetahuan dan wawasan yang cukup serta title dalam peraihan pendidikan tertentu. Mereka ke luar negeri karena hanya mendengar cerita-cerita kesuksesan teman atau mungkin seseorang yang ia kenal yang mungkin pernah menjadi tenaga kerja di luar negeri. Namun di samping itu mereka menghiraukan mengenai cerita-cerita pahit dalam kegiatan ketenagakerjaan di luar negeri. Kebanyakan dari masyarakat yang pergi merantau ke luar negeri dengan tujuan tersebut, biasanya beranggapan bahwa mungkin dengan bekerja di luar negeri akan merubah nasib mereka menjadi lebih baik. Pada kenyataannya memang benar, bahwa UMR di luar negeri lebih besar bahkan mungkin sampai 3 (tiga) kali lipat UMR di negeri sendiri. Hal inilah yang menjadikan hidup mereka lebih baik. Walaupun di luar negeri mereka berstatus sebagai pembantu, buruh bangunan atau pekerjaan kasar lainnya. Namun mereka mampu menghidupi keluarganya bahkan kelebihannya bisa digunakan untuk modal usaha. Memang mereka ahli dalam bidang tersebut (ketenagakerjaan) namun dalam bidang ekonomi yaitu pengelolaan uang mereka belum sanggup untuk mengatasinya. Mungkin uang hasil kerja mereka digunakan untuk membeli sesuatu yang kiranya kurang

menjadi momok dalam kehidupannya, dan bahkan mereka hanya menyisakan sedikit uangnya untuk melunasi hutang dan tagihan lainnya. Hal inilah yang menjadikan para tenaga kerja menjadi kehilangan kontrol dalam keuangan. Dan masalah tersebut harus di selesaikan dengan pemberian penyuluhan dan pendidikan kepada para tenaga kerja agar dapat menggunakan uang yang diperolehnya selama menjadi tenaga kerja di luar negeri secara optimal.

Komentar dari artikel NASIB TKW BANYUMAS

Banyak masyakarat Indonesia terutama masyarakat desa yang menjadi tenaga kerja negara asing. Hal ini dilakukan semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya dalam hal ekonomi. Walaupun disana hanya menjadi seorang pembantu rumah tangga, kadang buruh bangunan dan buruh pabrik tetap akan dilakukan dan sambil berharap merubah kehidupan ekonominya agar menjadi lebih baik. Mereka meninggalkan anak, istri atau suami, saudara yang dicintai sdrta kampung halamannya dengan berharap dengan perginya orang itu keluar negeri dapat membahagiakan mereka yaitu dengan terpenuhinya kebutuhan hidup mereka dari hasil kerja di luar negeri. Mereka tidak belajar dari pengalaman teman atau mungkin saudara dekatnya yang mengalami nasib naas saat bekerja di luar negeri. Kadang ada yang pulang dengan tubuh penuh luka, dan bahkan hanya jenazahnya saja yang dipulangkan. Dari masalah ini mereka tidak terlalu ambil pusing. Yang mereka pikirkan hanyalah sebuah pekerjaan dengan gaji yang besar dan dengan tujuan agar dengan gaji tersebut mereka dapat memperbaiki kehidupan mereka kelak. Dalam hal ini bisa dikatakan mereka terlalu berambisi untuk mengikuti program tenaga kerja luar negeri ini. Dalam arti mereka selalu berpikir positif dan sama sekali tidak memikirkan akibat apa yang akan dialami di sana dan seperti apa kondisi setelah kerja nantinya. Hal ini terjadi pada sebagian tenaga kesrja dari Kabupaten Banyumas. Mereka mengalami penyiksaan, perkosaan bahkan sebagian dari mereka dijadikan sebagai pekerja seks dan yang lebih mengharukan lagi hanya jenazah mereka yang

dipulangkan. Hal ini sangat memprihatinkan dimana tenaga kerja ini memberikan pemasukan yang cukup besar tetapi perlindungan terhadap tenaga kerja ini kurang begitu diperhatikan oleh pemerintah setempat. Hal ini seharusnya menjadi catatan pemerintah agar nasib mereka untuk kelanjutannya harus benar-benar diperhatikan yaitu dengan melakukan kegiatan rutin mengontrol PJTKI yang mencari tenaga kerja, saling tukar informasi tentang keberadaan tenaga kerja dan menindak tegas para PJTKI yang bertanggung jawab. Dan penting pula semua aparat pemerintah untuk sudah saatnya memperhatikan nasib mereka. Dan bagaimana perlindungan terhadap hak-hak mereka setelah sesampainya di luar negeri. Hal-hal seperti inilah yang perlu lebih diperjelas kembali .


								
To top