Docstoc

Ulwan-1

Document Sample
Ulwan-1 Powered By Docstoc
					                                         BAB I
                                  PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
              Dalam ajaran Islam anak merupakan anugerah dan amanat dari Allah
    SWT yang harus dididik dan dibina, orang tua mempunyai tanggung jawab
    besar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya, sebagaimana
    firman Allah SWT dalam surat An-Nisa’ : 9




    Artinya : “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya
              meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang
              mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka, oleh sebab itu
              hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka
              mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.S. An-Nisa’ : 9).1)

              Setiap anak dilahirkan kedunia dalam keadaan fitrah, sebagaimana
    disebutkan dalam hadits Nabi SAW :




    2)


    Artinya :” Dari Abu Hurairah, sesungguhnya dia berkata bahwa Rasullah
               SAW telah bersabda : setiap kelahiran (anak yang lahir) berada
               dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanya yang
               mempengaruhi anak itu menjadi Yahudi, Nasrani dan Majusi
               (HR. Muslim).




         1)
          Prof. R.H.A. Soenarjo, SH., Alqur’an dan Terjemahnya, Proyek Pengadaan Kitab Suci
Al-Qur’an Depag RI, Jakarta, 1983, hlm. 116
         2)
          Imam Abu Husain Muslim bin Hajjaj, Shahih Muslim, Juz IV, Isa Al-Babi Al-Halabi,
Mesir, 1980, hlm. 2047


                                            1
                                                                                          2




                  Anak yang dilahirkan dalam keadaan fitrah dapat saja berubah ke arah
    yang tidak diharapkan, adalah orang tua yang memikul tanggung jawab agar
    hidup anak itu tidak menyimpang dari garis yang lurus ini.3)

                  Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW, bahwa manusia
    dilahirkan dengan dasar fitrah yang bersih untuk menanamkan keimanan dan
    aqidah yang kuat tergantung dari diri kita, yakni keluarga terutama orang tua,
    mau dibawa kemana mereka. Kita sebagai orang tua untuk memperhatikan
    anak-anak sejak dini, menanam keimanan dan aqidah yang kuat, dalam hal ini
    perlu latihan-latihan dengan kesabaran agar terbiasa melakukan dan berbekas
    pada jiwanya.4)

                  Kesucian seorang anak akan dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya,
    terutama lingkungan dekatnya, yakni bapak dan ibu serta keluarganya. Oleh
    sebab itu orang tua seharusnya memperhatikan dengan seksama tentang
    pribadi anak, perkembangan jasmani dan rohani serta akal pikirannya.5)

                  Sesungguhnya anak yang dilahirkan kedua orang tua yang muslim,
    lagi menjalankan hidayah Ilahi dan Sunnah Nabi SAW, maka ia akan tumbuh
    sesuai dengan fitrah yang dijadikan Allah SWT. Untuk dirinya yaitu ia akan
    menjadi manusia yang sempurna di dalam kecenderungan dan tabiatnya, dan
    ia akan menjadi contoh bagi kesempurnaan manusia (manusia seutuhnya)
    baik sebagai anak, pemuda, laki-laki, suami, kepala rumah tangga atau
    sebagai penanggung jawab.6)

                  Secara umum dapat dikatakan, bahwa bagaimana pengaruh orang tua
    terhadap perkembangan perilaku dan kepribadian anaknya, ditentukan oleh
    sikap, perilaku dan kepribadian orang tua. Perilaku orang tua terhadap

          3)
          Muhammad Ali Quthb, Sang anak Dalam Naungan Pendidikan Islam, CV.
Diponegoro, Bandung, 1993, hlm. 12
          4)
           DR. Abdullah Nashih Ulwan, Peranan Ayah dalam Mengarahkan Anak Putrinya,
Studia Press, Jakarta, 1994, hlm. 17
          5)
               Dr. Abdul Razak Husein, Hak Anak dalam Islam, Fikahati Aneska, Jakarta, 1992,
hlm. 76
          6)
               Muhammad ‘Ali Quthb, Op. Cit., hlm. 50
                                                                                       3




    anaknya ditentukan oleh sikapnya terhadap mengasuh anak yang juga
    merupakan aspek dari struktur kepribadiannaya. Kepribadian orang tua akan
    mempunyai dampak terhadap suasana psikologi dalam suatu keluarga dan
    terhadap perkembangan kepribadian anak, perasaan orang tua terhadap anak
    sering lebih menentukan dari pada apa yang dilakukan orang tua.7)

              Dalam         membicarakan     kepribadian,     banyak     orang     yang
    menganggapnya sebagai pengaruh yang ditimbulkan seseorang atas diri orang
    lain, atau sebagai kesan utama yang ditinggalkan seseorang pada orang lain,
    misalnya mereka mengatakan tentang seseorang sebagai berpribadi agresif
    atau pribadi pendamai, sementara para ahli jiwa memandang kepribadian
    sebagai      struktur    dan   proses-proses   kejiwaan    tetap   yang mengatur
    pengalaman-pengalaman seseorang dan membentuk tindakan-tindakan dan
    responnya terhadap lingkungannya, dalam cara yang membedakannya dari
    orang lain.

              Dalam Al-Qur’an terdapat uraian tentang kepribadian manusia dan
    berbagai karakteristik umum yang membedakan manusia dari makhluk-
    makhuk Allah SWT yang lain.8)


B. Alasan Pemilihan Judul
             Dewasa ini di negara Indonesia dan di negara Barat menghadapi
   permasalahan besar, yaitu antara lain masalah kenakalan anak/remaja dan
   penyalahgunaan obat, sebagian besar anak yang terlibat dalam kenakalan dan
   penyalahgunaan obat tersebut mengalami gangguan kepribadian (personality
   disorder), salah satu di antaranya adalah bentuk psikopatik. Anak dengan
   kepribadian psikopatik bila kelak telah dewasa akan memperlihatkan berbagai
   perilaku anti sosial, antara lain tindak kejahatan atau kriminal yang pada
   gilirannya akan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

       7)
           Drs. Lubis Salam, Menuju Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah, Terbit Terang,
Surabaya, t.th., hlm. 80
       8)
            Dr. Muhammad ‘Utsman Najati, Al-Qur’an dan Ilmu Jiwa, Pustaka, Bandung, 1985,
hlm. 240
                                                                                          4




                  Agama Islam sangat menjunjung tinggi masalah kepribadian anak
      sesuai dengan atau sebagaimana terungkap dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits,
      oleh karena itu orang tua sangat menginginkan apabila anak-anaknya
      menjadi anak yang baik, dalam artian mempunyai kepribadian yang sesuai
      dengan ajaran agama Islam, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat
      Ali-Imran ayat 38.




      Artinya : “Ya Tuhanku berilah aku dari sisi engkau seorang anak yang baik.
                 Sesugguhnya Engkau Maha Pendengar do’a”. (QS. Ali Imran :
                 38)9)

                  Perkembangan dan pembentukan kepribadian anak tidaklah terjadi
      dengan begitu saja, melainkan merupakan perpaduan (interaksi) antara
      faktor-faktor konstitusi biologi, psikoedukatif, psikososial, serta peran orang
      tua sangat penting juga. Anak akan tumbuh kembang dengan baik dan
      memiliki kepribadian yang yang matang apabila ia diasuh dan dibesarkan
      dalam lingkungan keluarga yang sehat dan bahagia.10)
                  Anak adalah karunia Allah SWT dan amanah-Nya yang harus dijaga
      dan dibina, tidak boleh di sia-siakan. Dalam upaya untuk menjadikannya
      sebagai manusia yang berkualitas dan mampu mengelola bumi ini dengan
      baik dan benar, maka mereka perlu mendapatkan pendidikan dan pengajaran
      yang sesuai dengan tuntutan Islam. Melalui celah-celah dalam Al-Qur'an
      dan Al-Hadits itulah DR. Abdullah Nashih Ulwan sebagai seorang sarjana
      spesialis ahli pendidikan mengupas arti pentingnya kepribadian anak yang
      meliputi berbagai tanggung jawab terbesar bagi para pendidik, diantara
      tanggung jawab yang dipikulkan Islam di atas pundak para pendidik,
      termasuk ayah, ibu, dan para pengajar serta masyarakat adalah tanggung



        9)
             Prof. R.H.A. Soenarjo, S.H., Op. Cit., hlm. 81
        10)
           Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater, Al-Qur’an dan Ilmu Kedokteran Jiwa dan
Kesehatan Jiwa, PT. Dana Bhakti Prima Yasa, Yogyakarta, 1999, hlm. 214
                                                                                        5




      jawab pendidikan fisik atau jasmani, tanggung jawab pendidikan rasio atau
      intelektual, dan tanggung jawab pendidikan kejiwaaan atau rohani.11)
              Dari situlah penulis bermaksud mengkaji usaha-usaha beliau dengan
      menampilkan pemikiran-pemikirannya dibidang pendidikan khususnya di
      dalam pengembangan kepribadian anak.


   C. Penegasan Istilah
              Formulasi judul “Pemikiran DR. Abdullah Nashih Ulwan tentang
      Pengembangan Kepribadian Anak (Kajian Kitab Tarbiyah Al-Aulad fi Al-
      Islam)” masih merupakan konsep abstrak yang perlu dijabarkan dalam
      definisi opresional sehingga dapat dihindari bias pengertian dan perbedaan
      interpretasi yang dapat merusak konsistensi topik.

      - Pemikiran DR. Abdullah Nashih Ulwan

          Pemikiran secara etimologi berasal dari kata pikir, yang berarti cara atau
          hasil berpikir. Berpikir berarti menggunakan akal budi (untuk
          mempeetimbangkan, memutuskan sesuatu) menimbang-nimbang dalam
          ingatan. 12)

          Adapun yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemahaman atau
          ikhtiar buah pena serta pikiran DR. Abdullah Nashih Ulwan. Adapun
          tentang siapa DR. Abdullah Nashih Ulwan itu akan disajikan dalam bab
          III tentang biografi singkat dan karya-karyanya.

      - Pengembangan Kepribadian Anak

          Pengembangan berasal dari kata “kembang” mendapat imbuhan “pe” dan
          akhiran “an”, maksudnya yaitu suatu proses perubahan secara bertahap
          ke arah tingkat yang berkecenderungan lebih tinggi dan meluas serta
          mendalam       yang     secara     menyeluruh       dapat     tercipta    suatu

        11)
           Dr. Abdullah Nashih Ulwan, Pendidikan Anak dalam Islam Juz. I, terj. Drs.
Jamaluddin Miri, Lc., Pustaka Amani, Jakarta, 1999, hlm. 245.
        12)
           W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, PN. Balai Pustaka, Jakarta,
1985, hlm. 753
                                                                                          6




          kesempurnaan atau kematangan.13) Sedangkan kepribadian anak di sini
          menurut Prof. Dr. Soegarda Poerbakawatja yaitu bahwa kepribadian anak
          merupakan keseluruhan dari sifat-sifat subyektif, emosional serta mental
          yang mencirikan watak seorang anak terhadap lingkungannya dan
          keseluruhan dari reaksi-reaksi itu yang sifatnya psikologis dan sosial.14)

          Sedangkan DR. Abdullah Nashih Ulwan mendefinisikan tentang
          pengembangan kepribadian anak yaitu bahwa beliau menjelaskan
          berbagai tanggung jawab yang dipikulkan Islam di atas pundak para
          pendidik termasuk ayah, ibu, para pengajar atau guru dan masyarakat
          adalah pendidikan fisik atau jasmani, hal ini dimaksudkan agar anak-
          anak tumbuh dewasa dengan kondisi fisik yang kuat, sehat, bergairah,
          dan bersemangat. Tanggung jawab pendidikan rasio atau akal yaitu
          membentuk (pola) pikir anak dengan segala sesuatu yang bermanfaat,
          seperti ilmu-ilmu agama, berkebudayaan dan peradaban. Tanggung
          jawab pendidikan kejiwaan atau rohani bagi anak dimaksudkan untuk
          mendidik anak semenjak mulai mengerti supaya bersikap berani terbuka,
          mandiri suka menolong, bisa mengendalikan amarah dan senang kepada
          seluruh bentuk keutamaan jiwa dan moral secara mutlak. Ketiga
          tanggung jawab ini saling berkaitan erat dalam proses pembentukan dan
          pengembangan kepribadian anak secara integral dan sempurna, agar
          menjadi manusia yang konsisten dan melaksanakan kewajiban, risalah
          dan tanggung jawab.15)

      - Kajian Kitab Tarbiyah Al-Aulad fi Al-Islam

          Yang dimaksud disini adalah sebuah penyelidikan yang tertuju pada kitab
          Tarbiyah Al-Aulad fi Al-Islam, salah satu karya atau buah pena DR.
          Abdullah Nashih Ulwan yang khusus menerangkan pendidikan anak

        13)
             Drs. H.M. Arifin M.Ed., Kapita Selekta Pendidikan Islam, CV. Thoha Putra,
Semarang, t.th., hlm. 77
        14)
            Prof. Dr. Soegarda Poerbakawatja H.A.H. Harahap, Ensiklopedia Pendidikan, Gunung
Agung, Jakarta, 1981, hlm. 173
        15)
              DR. Abdullah Nashih Ulwan, Op. Cit., hlm. 363
                                                                                          7




          yang menurut sejumlah tokoh, diantaranya Syeikh Wahabi Sulaiman Al-
          Ghawajji Al-Bary mengatakan bahwa kitab Tarbiyah Al-Aulad fi Al-
          Islam adalah sebuah karya terlengkap dalam bidang pendidikan anak
          yang dilengkapi dengan berbagai argumentasi baik secara aqli maupun
          naqli.16)

          Buku/Kitab Tarbiyah Al-Aulad fi Al-Islam itu terdiri dari dua jilid. Jilid
          pertama mengetengahkan tentang seorang anak yang shaleh diantaranya
          dengan perkawinan yang Islami, lalu setelah anak itu lahir perlu diadzani
          dan diiqomati, diberi nama yang baik menurut syara’ diaqiqahi dan di
          khitankan. Juga sejak kecil perlu diperkenalkan masalah-masalah yang
          fundamental     seperti    masalah     keimanan,      akhlak     yang     terpuji,
          pembentukan fisik yang kuat dan sehat, pengasahan otaknya, jiwanya dan
          tidak ketinggalan pula adanya pendidikan seks dan sosial. Sedangkan
          jilid keduanya memperkenalkan metoda-metoda yang berpengaruh dalam
          mendidik anak, dasar-dasar dalam mendidik anak, dan diakhiri saran-
          saran paedagogis.


   D. Rumusan Masalah

               Bertolak dari alasan pemilihan judul tersebut di atas, maka ada
      beberapa permasalahan yang hendak dijawab melalui penelitian ini,
      permasalahan itu adalah :
      1. Apa yang dimaksud dengan mengembangkan kepribadian anak ?
      2. Bagaimana riwayat hidup DR. Abdullah Nashih Ulwan ?
      3. Bagaimanakah pemikiran DR. Abdullah Nashih Ulwan tentang
          pengembangan kepribadian anak ?


   E. Tujuan Penelitian
               Aktivitas penelitian ini bertujuan untuk memahami pemikiran
      tentang pengembangan kepribadian anak yang sangat penting untuk

        16)
              DR. Abdullah Nashih Ulwan, Tarbiyah Al-Aulad fi Al-Islam, (Juz I), Darussalam,
Beirut, t.th., hlm. 20
                                                                                             8




      ditanamkan pada anak didik. Tujuan tersebut dapat dikhususnyakan lagi
      dalam formulasi :
      1. Memberikan gambaran tentang pemikiran pengembangan kepribadian
            anak dalam konsep DR. Abdullah Nashih Ulwan.
      2. Menganalisis tentang pengembangan kepribadian anak menurut Nashih
            Ulwan dan relevansinya dalam perspektif masa sekarang.


   F. Metode Penulisan

                   Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode
      penelitian kualitatif atau kajian literatur murni atau disebut juga penelitian
      pustaka (library research). Penelitian ini diambil dari sumber data sebagai
      berikut :
      1. Sumber Primer
            Sumber primer merupakan sumber                 pokok yang digunakan dalam
            penulisan ini yang relevan dengan pembahasan, sumber ini yaitu kitab
            Tarbiyah al-Aulad fi al-Islam, karya DR. Abdullah Nashih Ulwan.
      2. Sumber Sekunder
            Sumber sekunder merupakan penunjang yang dijadikan alat bantu dalam
            menganalisa terhadap permasalahan yang muncul, sumber ini yaitu buku-
            buku karya tokoh-tokoh pendidikan Islam kenamaan dan non Islam, serta
            tokoh psikologi yang mendukung pembahasan ini.
                   Adapun tahapannya sebagai berikut :
            a. Metode Pengumpulan Data
                      Dalam pengumpulan data penulis menggunakan :
                 1) Metode Historis
                     Metode ini digunakan untuk membuat rekonstruksi masa lampau
                     secara sistematis dan obyektif, dengan cara mengumpulkan
                     mengevaluasi dan mensintetis bukti-bukti untuk menegakkan fakta
                     dan memperoleh kesimpulan yang kuat.17) Metode ini digunakan

          17)
                Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1998,
hlm. 16
                                                                                                  9




                 untuk mengungkap biografi dan pemikiran Dr. Abdullah Nashih
                 Ulwan.

              2) Metode Diskriptif
                 Metode ini digunakan untuk membuat pencandraan secara
                 sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat
                                                        18)
                 populasi atau daerah tertentu.               Dalam hal ini digunakan untuk
                 memaparkan pemikiran Dr. Abdullah Nashih Ulwan tentang
                 pengembangan kepribadian anak.

          b. Metode Analisis Data
                     Sedangkan dalam menganalisis data selanjutnya menggunakan :
              1) Metode Induktif
                 Metode induktif adalah cara berfikir dari fakta-fakta yang khusus-
                 khusus, peristiwa-peristiwa yang kongkrit, kemudian khusus dari
                 fakta-fakta atau generalisasi yang mempunyai sifat umum. 19)
              2) Metode Deduktif
                 Metode deduktif adalah cara penyajian yang berangkat dari hal-hal
                 yang umum untuk ditarik kesimpulan yang lebih khusus atau apa
                 saja yang dipandang benar pada suatu peristiwa dalam suatu kelas
                 atau jenis, berlaku juga sebagai hal yang benar pada semua
                 peristiwa termasuk dalam kasus atau jenis itu. 20)
              3) Metode Komparatif
                 Metode ini menurut Dra. Arwani Sudjud menjelaskan yaitu
                 membandingkan kesamaan pandangan dan perubahan pandangan
                 orang, group atau negara terhadap kasus, terhadap orang, peristiwa
                 atau     ide-ide.21)     Metode        ini     digunakan      dalam       rangka
                 mengkomparasikan pendapat atau pemikiran Dr. Abdullah Nashih

        18)
             Ibid., hlm. 18
        19)
             Prof. Drs. Sutrisno Hadi, M.A., Metodologi Research, Jilid I, Andi Offset, Yogyakarta,
1997, hlm. 42
         20)
             Ibid., hlm. 36
         21)
             Dr. Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta,
Jakarta, 1993, hlm. 21
                                                                              10




           Ulwan       dengan   tokoh    lain   dalam   pemikirannya     tentang
           pengembangan kepribadian anak.


G. Sistematika Penulisan Skripsi
         Sistematika di sini dimaksudkan sebagai gambaran umum yang akan
  menjadi pembahasan dalam skripsi. Pembahasan tentang “Pemikiran DR.
  Abdullah Nashih Ulwan tentang pengembangan kepribadian anak (Kajian
  kitab Tarbiyah Al-Aulad fi Al-Islam)” ini diawali dengan bab pendahuluan
  yang berisi :
  1. Bagian Muka
            Pada bagian ini memuat halaman-halaman : halaman sampul,
     halaman      judul,   halaman    pengesahan,   halaman   motto,     halaman
     persembahan, halaman kata pengantar dan halaman daftar isi.
  2. Bagian Isi
     Pada bagian ini terdiri dari :
     Bab I : PENDAHULUAN
                  Bab ini memuat : Latar belakang masalah, Alasan pemilihan
                  judul, Penegasan istilah, Rumusan masalah, Tujuan penelitian,
                  Metode penulisan, dan Sistematika penulisan skripsi.

     Bab II : PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN ANAK
                  Bab ini memuat : pengertian Pengembangan kepribadian anak,
                  faktor-faktor pembentuk kepribadian anak dan beberapa
                  metode untuk mengembangkan kepribadian anak.

     Bab III : BIOGRAFI DR. ABDULLAH NASHIH ULWAN DAN
                  HASIL PEMIKIRANNYA
                  Bab ini memuat : Asal-usul dan latar belakang pendidikan,
                  karya-karyanya, gambaran umum kitab Tarbiyah al-Aulad fi
                  al-Islam, pemikiran DR. Abdullah Nashih Ulwan tentang
                  pendidikan, dan pemikiran DR. Abdullah Nashih Ulwan
                  tentang pengembangan kepribadian anak.
                                                                  11




  Bab IV : ANALISIS
            Bab ini memuat : Pemikiran DR. Abdullah Nashih Ulwan
            tentang pengembangan kepribadian anak dan relevansinya
            dalam perspektif masa sekarang.

  Bab V : PENUTUP
            Bab ini memuat : Kesimpulan dan saran-saran

3. Bagian akhir
         Pada bagaian ini memuat tentang : daftar pustaka, riwayat
  pendidikan penulis, lampiran-lampiran.
         Demkian gambaran sekilas tentang sistematika penulisan yang
  akan penulis bahas.
                                                                                     12




                                 DAFTAR PUSTAKA


Arifin, HM. Drs., M.Ed., Kapita Selekta Pendidikan, CV. Thoha Putra, Semarang,
            t.th.
Abdul Razak Husein, Dr., Hak Anak dalam Islam, Fikahati Aneska, Jakarta, 1992.
Abdullah Nashih Ulwan, DR., Pendidikan Anak dalam Islam I, terj. Pustaka
           Amani, Jakarta, 1999.
---------------------, Peranan Ayah dalam Mengarahkan Anak Putrinya, Studia
                Press, Jakarta, 1994.
---------------------, Tarbiyah Al-Aulad fi Al-Islam, (Juz I), Darussalam, Beirut,t.th.
Dadang Hawari, Dr., dr., Prof., H., Psikiater, Al-Qur’an dan Ilmu Kedokteran
          Jiwa dan Kesehatan Jiwa,            PT. Dana Bhakti Prima Yasa,
          Yogyakarta, 1999.
Imam Abu Husain Muslim bin Hajjaj, Shahih Muslim IV, Isa Al-Babi Al-Halabi,
          Mesir, 1980.
Lubis Salam, Drs. Menuju Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah, Terbit
           Terang, Surabaya.
Muhamamd Ali Quthb, Sang anak Dalam Naungan Pendidikan Islam, CV.
         Diponegoro, Bandung, 1993.
Muhammad ‘Utsman Najati, Dr., Al-Qur’an dan Ilmu Jiwa, Pustaka, Bandung,
         1985.
Poerwadarminta, W.J.S., Kamus Umum Bahasa Indonesia, PN. Balai Pustaka,
           Jakarta, 1985.
Soegarda Poerbakawatja H.A.H. Harahap, Dr., Prof., Ensiklopedia Pendidikan,
           Gunung Agung, Jakarta, 1981.
Soenarjo, R.H.A., SH., Prof. Al-Qur’an dan Terjemahnya, Proyek Pengadaan
            Kitab Suci Al-Qur’an Depag RI, Jakarta, 1983.
Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1998.

Suharsimi Arikunto, Dr., Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka
         Cipta, Jakarta, 1993.
Sutrisno Hadi, Prof., Drs., M.A., Metodologi Research, Jilid I, Andi Offset,
         Yogyakarta, 1997.
                                                                    13




                 RENCANA KERANGKA SKRIPSI

      PEMIKIRAN DR. ABDULLAH NASHIH ULWAN TENTANG
                MENGEMBANGKAN KEPRIBADIAN ANAK
        (KAJIAN KITAB TARBIYAH AL-AULAD FI AL-ISLAM).



Halaman Judul
Halaman Nota Pembimbing
Halaman Pengesahan
Halaman Motto dan Persembahan
Halaman Kata Pengantar
Halaman Daftar Isi
Bab I : PENDAHULUAN
         A. Latar Belakang Masalah
         B. Alasan Pemilihan Judul
         C. Penegasan Istilah
         D. Rumusan Masalah
         E. Tujuan Penelitian
         F. Metode Penulisan
         G. Sistematika Penulisan Skripsi.

Bab II : PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN ANAK
         A. Pengertian Pengembangan Kepribadian Anak
         B. Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian Anak
         C. Beberapa Metode untuk Mengembangkan Kepribadian Anak.

Bab III : BIOGRAFI DR. ABDULLAH NASHIH ULWAN DAN HASIL
         PEMIKIRANNYA
         A. Asal-usul dan Latar Belakang Pendidikan
         B. Karya-karyanya
         C. Gambaran Umum Kitab Tarbiyah al-Aulad fi al-Islam
                                                                        14




        D. Pemikiran DR. Abdullah Nashih Ulwan Tentang Pendidikan
        E. Pemikiran DR. Abdullah Nashih Ulwan Tentang Pengembangan
           Kepribadian Anak.

Bab IV : ANALISIS
        A. Pemikiran DR. Abdullah Nashih Ulwan Tentang Pengembangan
           Kepribadian Anak
        B. Relevansi     Pengembangan   Kepribadian   Anak   Menurut   DR.
           Abdullah Nashih Ulwan dalam Perspektif Masa Sekarang.

Bab V : PENUTUP
        A. Kesimpulan
        B. Saran-saran
        C. Kata Penutup


DAFTAR PUSTAKA
RIWAYAT PENDIDIKAN PENULIS
LAMPIRAN-LAMPIRAN
                                                      15




DAPATKAN SKRIPSI LENGKAP DENGAN SMS KE
08970465065
KIRIM JUDUL DAN ALAMAT EMAIL SERTA
KESIAPAN ANDA UNTUK MEMBANTU
OPRASIONAL KAMI
GANTI OPRASIONAL KAMI 50rb SETELAH FILE
TERKIRIM
SITUS: http://www.lib4online.com/p/bentuk-file.html

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:9
posted:1/27/2013
language:
pages:15