Docstoc

Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Fisiologis Trimester III

Document Sample
Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Fisiologis Trimester III Powered By Docstoc
					                                      BAB I
                               PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
           Setelah perang dunia kedua, pemeriksaan dan pengawasan terhadap
   ibu hamil mengalami kemajuan dengan pesat. PBB melalui WHO dan
   UNICEFnya membantu perkembangan BKIA (MCH), di seluruh dunia
   dengan uang, obat-obatan, tenaga terampil, dan peralatan, terutama untuk
   negara-negara yang berkembang. BKIA merupakan pusat pengawasan ibu
   dan bayi jelas menurun.
           Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah
   masalah besar di Negara berkembang. Di Negara miskin, sekitar 25-50 %
   kehamilan wanita usia subur disebabkan hal berkaitan dengan kehamilan.
   Tahun 1996 WHO memperkirakan lebih dari 585.000 ibu pertahunnya
   meninggal saat hamilatau bersalin (Saifuddin,2002)


          Wiknjosastro       (2002)   berpendapat   dalam   menurunkan   angka
      mortalitas dan morbiditas ibu dan bayi diadakan pengwasan wanita hamil
      secara teratur,makin tua kehamilannya makin cepat pemeriksaan harus
      diulang.Sedapat mungkin wanita tersebut diberi pengarahan sedikit
      tentang kehamilan yang sedang di kandungnya. Kualitas pemeriksaan oleh
      tenaga kesehatan (bidan) yang baik diharapkan setiap ibu hamil dapat
      melewati masa kehamilan yang normal tampa komplikasi.
           Berdasarkan kohort ibu hamil 2009 di BPS Ratmini, Kasilib,
      kecamatan Wanadadi, Kabupaten banjarnegara terdapat 30 ibu hamil.
      Salah satu dari ibu hamil itu ada Ny.S hamil fisiologi tanpa keluhan .
      Selama dilakukan pengkajian klien terlihat begitu nyaman dan antusias
      menerima semua asuhan dan klien juga terlihat percaya kepada petugas.
      Maka dari itu, penulis tertarik untuk mengmbil judul asuhan kebidanan
      pada ibu hamil fisiologi trimester 111 Ny. S umur 29 tahun GIP0A0 hamil
      35 minggu 2 hari di BPS Ratmini, Kasilib, kecamatan Wonodadi,
      Kabupaten Banjarnegara dengan harapan penulis dapat berperan secara
     aktif mengelola kehamilan sesuai standart dan prosedur sehingga dapat
     memberikan kontribusi untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi
     khususnya di Indonesia.




B. Tujuan
   1. Tujuan Umum
            Untuk memberikan gambaran penerapan teori dan ketrampilan
      yang telah dipelajari dalam mempelajari asuhan kebidanan pada ibu hamil
      di lahan   praktek dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan
      varney.
   2. Tujuan Khusus
      a. Mampu melakukan pengkajian pada kasus hamil untuk menilai
         keadaan klien secara menyeluruh khususnya pada Ny. S.
      b. Mampu menginterpretasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa /
         masalah pada ibu bersalin khususnya.
      c. Mampu mengidentifikasi diagnosa potensial pada Ny. S.
      d. Mampu mengidentifikasi tindakan segera, konsultasi, kolaborasi
         dengan tenaga kesehatan lain serta berdasarkan kondisi pada Ny. S.
      e. Mampu menentukan intervensi dengan menyusun rencana asuhan
         kebidanan secara menyeluruh pada Ny. S.
      f. Mampu melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan perencanaan
         pada Ny. S.
      g. Mampu mengevaluasi hasil asuhan yang diberikan.
      h. Mampu menentukan kesenjangan asuhan kebidanan pada ibu hamil
         fisiologis secara teori dengan asuhan kebidanan yang telah dilakukan
         pada Ny. S di BPS Ratmini.


  C. Pembatasan dan Perumusan Masalah


     1. Pembatasan Masalah
               Dalam pengkajian penulis membatasi pembahasan kasus yaitu
       membahas pada asuhan ibu hamil fisiologis yang diberikan pada Ny.S
       29 tahun G1P0A0 hamil 35 minggu 2hari di Ratmini, Kasilib, pada
       tanggal 01 Agustus 2009.


  2.    Perumusan Masalah
                Perumusan masalah yang dapat diambil adalah “ Bagaimana
       Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Fisiologis Trimester III Ny.S umur 29
       tahun hamil 35 minggu 2 hari di BPS Ratmini, Kasilib, Wonodadi,
       Banjarnegara?”




D. Manfaat penulisan


  1.        Manfaat Praktis


       a.   Bagi Bidan


            Studi kasus ini dapat menjadi pedoman dalam melakukan asuhan
       kebidanan pada ibu hamil khususnya trimester III.


        b. Bagi profesi kebidanan


            Studi kasus ini dapat digunakan sebagai wahana instrofeksi diri
       seberapa penting bidan dalam melakukan pengawasan kehamilan dan
       penanganan persalinan bidan sebagai profesional.


        c. Bagi institusi


            Studi kasus ini bisa dijadikan sebagai bahan pustaka tambahan bagi
       STIKES Muhammadiyah Gombong khususnya program studi DIII
     Kebidanan dengan menitikberatkan pada pentingnya kesejahteraan ibu
     dan anak (safe motherhood).


      d. Bagi masyarakat


         Memberikan informasi sehinga masyarakat dapat mengetahui
     mengenai arti penting dalam pemeriksaan selama kehamilan untuk
     mencegah terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan.




2.       Manfaat Teoritis


      a. Bagi Penulis


         Studi kasus ini dapat dipakai untuk memberikan wawasan dan
         pengetahuan yang mendalam mengenai kehamilan khususnya
         trimester III.


      b. Bagi ilmu pengetahuan


         Studi kasus ini dapat dipakai untuk memberikan gambaran tentang
         pengawasan dan perawatan intensif ibu hamil trimester III.




D.       Metode Penulisan


       Dalam penulisan laporan ini penulis menggunakan metode deskriptis
     dengan pendekatan studi kasus. Metode deskriptis dengan pendekatan
     studi kasus yaitu metode untuk menemukan masalah atau pengetahuan
      sebanyak-banyaknya tentang objek yang diteliti pada waktu tertentu
      dan membandingkan dengan konsep teori.


    F. Sistematika Penulisan


        Untuk mengetahui secara menyeluruh isi laporan ini,penulis akan
      menguraikan tentang sistematika penulisan. Dalam laporan ini penulis
      membagi menjadi lima bab yang satu dan lainnya saling terkait.
         Bab pertama pendahuluan. Dalam bab pendahuluan penulis
      menguraikan tentang latar belakang, tujuan penulisan, pembatasan dan
      perumusan masalah, manfaat penulisan dan sistematika penulisan.
         Bab kedua yaitu tinjauan teori. Dalam tinjauan teori penulis
      memaparkan tentang konsep dasar asuhan kebidanan pada pasien hamil
      fisiologis dan teori-teori yang mendukung.
          Bab ketiga adalah tinjaauan kasus. Bab ini berisi tentang uraian
      asuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologigis Ny.S umur 29 tahun
      G1P0A0 hamil 35 minggu 2 hari.
          Bab keempat adalah pembahasan. Dalam bab ini penulis
      menngemukakan dan memaparrkan kesenjangan yang terjadi pada bab
      kedua dan bab ketiga.
          Bab kelima adalah penutup. Dalam bab ini memuat tentang
      kesimpulan dan saran.




.
                                 BAB II
                             TINJAUAN TEORI


A. TINJAUAN TEORI MEDIS
1. Definisi Kehamilan Normal
      Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya
hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari
hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu triwulan
pertama dimulai dari konsepsi 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat
sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan.
(Prawirohardjo, 2006: 89).
      Menurut (Manuaba, 1998: 123-125) Lama kehamilan berlangsung
sampai persalinan aterm sekitar 280 sampai 300 hari dengan perhitungan
sebagai berikut:
1. Kehamilan sampai 28 minggu dengan berat janin 1000 g bila berakhir
   disebut keguguran.
2. Kehamilan 29 sampai 36 minggu bila terjadi persalinan disebut premature.
3. Kehamilan berumur 37 sampai 42 disebut atern.
4. Kehamilan melebihi 42 minggu disebut kehamilan lewat waktu atau
   postdatism (serotinus).


2. Tujuan Asuhan Antenatal
      Menurut (Prawirohardjo, 2006). Tujuan Asuhan Antenatal yaitu:
1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan
     tumbuh kembang anak.
2. Meningkatkan dan mempertahankan fisik, mental, dan sosial ibu dan bayi.
3. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang
     mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum,
     kebidanan dan pembedahan.
4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu
     maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian asi
     eksklusif.
6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi
     agar dapat tumbuh kembang secara normal.




3.Perubahan Fisiologi dan Psikologi Wanita Hamil
I.     Perubahan pada Trakus Genetalia
       1) Uterus / Rahim
                   Menurut Farrer (2001), pada akhir kehamilan, uterus yang
          biasanya beratnya 50 gram menjadi 100 gram dan ukuran dari yang
          biasanya panjang 80 cm, lebar 5 cm, tebal 3 cm menjadi panjangnya
          30 cm, lebar 22 cm, tebal 20 cm). Bila pertumbuhan janin normal
          maka TFU pada kehamilan 28 minggu sekurang-kurangnya 25 cm,
          pada 32 minggu 27 cm, pada 36 minggu 30 cm, dan pada kehamilan
          40 minggu fundus uteri turun kembali dan terletak kira-kira 3 jari
          bawah processus xipoideus. Hal ini disebabkan kepala janin yang
          ada pada primi gravida turun dan masuk kedalam rongga panggul.
          Pada trimester III akhir istmus lebih menjadi bagian korpus uteri dan
          berkembang menjadi segmen bawah rahim.
                   Pada kehamilan 28 minggu fundus uteri terletak 3 jari di
          atas pusat atau 1/3 jarak antara pusat ke processus xipoideus. Pada
          kehamilan 32 minggu fundus uteri terletak pertengahan pusat dan
   processus xipoideis. Pada kehamilan 36 minggu fundus uteri terletak
   kira-kira 1 jari dibawah processus xipideus Wiknjosastro, 2002).


2) Indung Telur (Ovarium)
              Dengan     terjadinya     kehamilan,     indung   telur    yang
   mengandung korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya
   sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur 16 minggu
   yaitu mengeluarkan estrogen dan progesteron (Mochtar, 1998).
3) Segmen Bawah Rahim
              Farrer (2001), mengatarakan uterus akan membentuk dua
   buah segmen selama kehamilan, segmen bawah uterus berkembang
   dari bagian atas kanalis servikalis setinggi osteum interna bersama-
   sama isthmus uteri. Segmen bawah lebih tipis dari segmen atas dan
   menjadi lunak serta berdilatasi selama minggu-minggu terakhir
   sehingga memungkinkan segmen tersebut menempung presenting
   bagian janin.    Servik bagian bawah baru menipis dan meregang
   setelah persalinan.


4) Serviks
              Serviks mengalami perubahan karena hormon estrogen.
   Jika korpus uteri mengandung lebih banyak jaringan otot, maka
   servik lebih banyak mengandung jaringan ikat yang mengandung
   kolagen.        Akibat    kadar     estrogen    meningkat    dan     adanya
   hipervaskularisasi       maka     konsistensi   serviks   menjadi     lunak
   (Wiknjosastro, 2002).


5) Vagina (liang senggama )dan Vulva
              Vagina dan vulva tampak lebih merah agak kebiru-biruan,
   akibat hipervaskularisasi yang disebabkan oleh hormon estrogen.
   Warna livid pada vagina dan serviks disebut tanda chadwick
   (Wiknjosastro, 2002).
 II.   Payudara
            Perubahan    pada    payudara   yang     membawa    fungsi   laktasi
       disebabkan oleh peningkatan hormon estrogen, progesteron, laktogen,
       plasenta dan prolaktin.    Cairan jernih ditemukan dalam payudara 4
       minggu, dan kolostrum dapat dikeluarkan pada usia 16 minggu.
       Payudara terus tumbuh sepanjang kehamilan, ukuran beratnya hingga
       mencapai 500 gram untuk masing-masing payudara. Areola menjadi
       lebih gelap dan dikelilingi kelenjar sebasea menonjol (tuberkel
       Montgomery) terlihat kehamilan 12 minggu (Farrer, 2001).            Pada
       kehamilan trimester III, payudara semakin penuh dan terdapat nyeri
       tekan (Pusdiknakes, 2003).


III.   Perubahan Pada Peredaran Darah
            Sirkulasi darah ibu pada kehamilan dipengaruhi oleh adanya
       sirkulasi ke plasenta, Uterus yang terus membesar dengan pembuluh
       darah yang lain yang memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan.
       Volume darah ibu dalam kehamilan bertambah secara fisiologi dengan
       adanya pencairan darah yang disebut hidremia. Peningkatan eritrosit
       yang lebih rendah dari pada penambahan volume plasma menyebabkan
       konsentrasi   hemoglobin     dalam    darah    menjadi    lebih   rendah
       (Wiknjosastro, 2002).
            Cardiac output maternal meningkat sekitar 30-50% dan mencapai
       kadar maksimum selama kehamilan trimester I dan II dan tetap tinggi
       sampai persalinan. Pada akhir kehamilan dapat terjadi hambatan pada
       vena kava saat ibu terlentang sehingga dapat mengakibatkan sindrom
       hipotensi dan penurunan tekanan darah serta gejala-gejala seperti pusing,
       mual, dan rasa ingin pingsan (Pusdiknakes, 2003).




IV.    Perubahan Pada Sistem Pernapasan
            Uterus yang membesar akan mendorong diafragma ke atas
       sehingga mengubah bentuk thoraks.           Respirasi meningkat untuk
       mendapatkan lebih banyak oksigen yang diperlukan, keadaan ini akan
       menimbulkan sedikit hiperventilasi (Wiknjosastro, 2002).


 V.    Perubahan Pada Sistem Pencernaan
            Konstipasi sering terjadi yang disebabkan oleh penurunan motilitas
       usus sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk menyerap cairan.
       Heartburn biasanya hanya terjadi pada satu atau dua bulan dalam
       esopagus bagian bawah. Progesteron menyebabkan relaksasi sfingter
       kardiak pada lambung dan mengurangi motilitas lambung dan
       pengosongan lambung. Demikian pula, tekanan mekanis yang timbul
       dari bawah akibat uterus yang membesar akan menggeser lambung ke
       atas (Farrer, 2001).


VI.    Perubahan Kulit
            Kelenjar hipofise anterior yang dirangsang oleh kadar estrogen
       yangn tinggi akan meningkatkan sekresi hormon MSH (Melanophone
       Stimulating Hormone). Akibat yang ditimbulkan oleh peningkatan kadar
       MSH bervariasi menurut warna kulit wanita (Farrer, 2001).


VII.   Perbuhana kerja hormon menurut Farrer (2001) adalah sebagai berikut :
       1) Estrogen
          Merupakan faktor       yang mempengaruhi pertumbuhan uterus,
          pertumbuhan payudara, retensi air dan natrium, pelepasan hormon
          hipofisis (Farrer, 2001).
       2) Progesteron
          Mempengaruhi tubuh ibu melalui relaksasi otot polos, relaksasi
          jaringan ikat, kenaikan suhu, pengembangan ductus lactifeerus dan
          alveoli, perubahan sekretori dalam payudara (Farrer, 2001).
       3) Hormon-hormon plasenta lainnya
          Hormon        lactogenik    plasenta   meningkatkan      pertumbuhan
          menstimulasi perkembangan payudara dan mempunyai peranan yang
           sangat penting dalam metabolisme lemak. Relaksin memberikan
           efek relaksan khususnya pada jaringan ikat (Farrer, 2001).


VIII.   Perubahan Metabolisme
             Basal Metabolisme Rate (BMR) pada wanita hamil meningkat
        hingga 15-20% yang umumnya ditemukan pada trimester III.           Pada
        trimester terakhir janin membutuhkan 30-40 gram kalsium untuk
        membentuk tulang-tulangnya.     Diperkirakan 0,2 – 0,7 gram kalsium
        tertahan dalam badan untuk keperluan semasa kehamilan, ini kiranya
        telah cukup untuk pertumbuhan janin, tanpa menggaggu kalsium ibu.
        Pada kehamilan 14 sampai 38 minggu ditemukan banyak sekali enzim
        pitonase dalam darah ibu yang membuat oksitosin tidak aktif.
        Sedangkan berat badan wanita hamil akan naik-kira-kira antara 6,5 –
        16,5 kg rata-rata 12,5 kg.
             Kenaikan berat badan itu terjadi terutama dalam kehamilan 20
        minggu terakhir, sehingga berat badan hanya naik 2 kg tiap bulan,
        sesudah kehamilan 20 minggu. Protein juga diperlukan sekali dalam
        kehamilan untuk perkembangan badan, alat kandungan, mammae, dan
        untuk janin. Diperkirakan 1 gram protein setiap kilogram berat badan
        dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari (Wiknjosastro, 2002).


 IX.    Perubahan Psikologis Pada Ibu Hamil Trimester III
             Kehamilan berarti mulainya kehidupan berdua dimana ibu
        mempunyai tugas penting untuk memelihara janinnya sampai cukup
        bulan dan menghadapi persalinan (Manuaba, 1999).
             Trimester III sering disebut juga sebagai periode menunggu dan
        waspada sebab pada saat ini, ibu tidak sabar menunggu kelahiran
        bayinya dan merasa khawatir bila bayinya akan lahir sewaktu-waktu
        sehingga ibu meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda dan gejala
        persalinan. Saat ini juga merupakan saat persiapan aktif untuk kelahiran
        bayinya dan menjadi orang tua. Beberapa ibu mungkin mulai merasa
        takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul saat persalinan dan
    mulai merasa sedih karena akan berpisah dari bayinya sehingga ibu akan
    kehilangan perhatian yang diterimanya selama kehamilan.               Pada
    trimester inilah ibu memerlukan dukungan dari suami, keluarga dan
    bidan (Pusdiknas, 2003).


4.Tanda dan Gejala Hamil
      a. Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa atau diraba, juga
         bagian-bagian janin.
      b. Denyut jantung janin menurut Mochtar (1998)
    1) Didengar dengan stetoskop-monoral lanec.
    2) Dicatat dan didengar dengan doppler
    3) Dicatat dengan feto-elektrokardiogram
    4) Dilihat pada USG
5.Diagnosa Banding Kehamilan
         Suatu kehamilan kadang kala harus dibedakan dengan keadaan
 atau penyakit yang dalam pemeriksaan meragukan.
      a. Hamil palsu (Pseudocyesis = Kehamilan spuria)
         Gejala dapat sama dengan kehamilan seperti amenorea, perut
    membesar, mual, muntah, air susu keluar dan wanita ini merasakan
    gerakan janin, namun dalam pemeriksaan uterus tidak membesar, tanda-
    tanda kehamilan lain dan reaksi kehamilan negatf.
      b. Myoma Uteri
         Perut dan rahim membesar, namun ada perototan, rahim terasa
    padat, kadang kala berbenjol-benjol. Tanda kehamilan negatif dan tidak
    dijumpai tanda-tanda kehamilan lainnya.
      c. Kista Ovari
         Perut membesar bahkan makin bertambah besar namun pada
    pemeriksaan dalam, rahim terasa sebesar biasa, reaksi kehamilan negatif,
    tanda-tanda kehamilan negatif.
      d. Kandung kemih penuh dan terjadi reaksi retensi urine pada
         pemasangan kafeter kelar banyak air kencing.
      e. Hematometra
         Uterus membesar karena terisi darah yang disebabkan himen
    inforferata, stenosis vagina atau serviks (Mochtar, 1998).




6.Komplikasi Pada Kehamilan Trimester III menurut Manuaba (1998)
   adalah sebagai berikut :
        a. Persalinan prematuritas
         Persalinan prematuritas yaitu persalinan yang terjadi diantara umur
    kehamilan 28-36 minggu dengan berat badan kurang dari 2500 gram.
    Sebab persalinan prematuritas :
    1. Hamil dengan perdarahan, kehamilan ganda.
    2. Kehamilan disertai komplikasi (Pre-Eklamsia, Eklamsia).
    3. Kehamilan disertai komplikasi penyakit ibu (hipertensi, penyakit
        ginjal, penyakit jantung, kurang gizi) (Manuaba, 1999).


        b. Kehamilan ganda
         Kehamilan ganda dapat terjadi apabila seorang hamil mempunyai
    faktor keturunan kembar dalam keluarga, perut terasa cepat membesar,
    keluhan hamil muda lebih berat dan gerakannya dirasa lebih banyak
    (Manuaba, 1999)


        c. Kehamilan dengan perdarahan
    5) Plasenta Previa
        Plasenta Previa adalah keadaan dimana implantasi plasenta
        sedemikian rupa sehingga menutupi sebagian atau seluruh mulut
        rahim (Manuaba, 1999).
    6) Salutio Plasenta
        Salutio Plasenta adalah lepasnya plasenta dari implantasi yang
        normal (fundus uteri) sehingga menunjukkan rasa sakit dan
        gangguan nutrisi pada janin (Manuaba, 1999)
7) Perdarahan vasa previa
   Perdarahan vasa previa adalah penyilangan pembuluh darah pada
   mulut rahim yang berasal dari insersio felamentosa plasenta
   (Manuaba, 1999)


   d. Kehamilan dengan ketuban pecah dini
     Kehamilan dengan ketuban pecah dini yaitu pecahnya ketuban
sebelum impartu yaitu bila pembukaan pada primi kurang dari 3 dan
pada multi kurang dari 5 cm (Mochtar, 1998).


   e. Kehamilan dengan kematian janin dalam rahim
     Gerakan janin merupakan tanda bahwa janin hidup sehat.
Berkurang atau menghilangnya gerakan janin dapat dirasakan oleh ibu
yang merupakan tanda janin mengalami kematian janin dalam rahim
(Manuaba, 1999).


   f. Kehamilam Lewat Waktu
     Kehamilan lewat waktu yaitu kehamilan yang melewati 294 hari
atau lebih dari 42 minggu (Wiknjosastro, 2002).


   g. Kehamilan dengan Pre-Eklampsia dan Eklampsia
     Kehamilan dengan pre-eklampsia dan eklampsia kumpulan gejala
yang terdiri dari trias HPE (Hipertensi, Protein Uria dan Oedem) dan
klasifikasi sebagai berikut :
8) Pre-eklamsia ringan
             Dengan tanda dan gejala antara lain : tekanan darah 140/90
   mmHg atau kenaikan tekanan darah sistolik 30 mmHg dan diastolik
   15 mmHg. Pengeluaran protein urine 0,3 gr/liter atau kualitatif +1
   sampai +2, edema (bengkak pada kaki, tangan dan lainnya), dan
   kenaikan berat badan lebih dari 1 kg/minggu.
9) Pre-eklamsia berat
                   Pre-kelampsia berat merupakan kelanjutan dari pre-
          eklampsia ringan dengan tanda dan gejala antara lain : tekanan darah
          160/110 mmHg atau lebih, kadar protein ulebih dari 5 gr/24 jam,
          terjadi penurunan produksi urine kurang dari 400 cc/24 jam, oedem
          paru-paru dan sianosis dan teraa sesak nafas, serta nyeri daerah perut
          atas (Manuaba,1999)


7.Fisiologi Pertumbuhan Janin
 Fisiologi pertumbuhan janin adalah sebagai berikut :
       Umur kehamilan 23 minggu
           Panjang fetus 35 cm, kulit warna merah ditutupi verniks kaseosa,
    bila lahir dapat bernafas, menangis pelan dan lemah. Bayi immature
    dengan perkiraan berat janin kurang dari 1000 gram.
       Umur kehamilan 28 minggu
           Panjang fetus 40-43 cm, kulit merah dan keriput. Nila lahir seperti
    orang tua kecil (little old man). Dengan perkiraan berat janin kurang
    dari 1800 gram.
       Umur kehamilan 36 minggu
           Panjang fetus 46 cm, muka berisi tidak keriput, bayi prematur.
    Perkiraan berat janin kurang dari 2500 gram.
       Umur kehamilan 40 minggu
           Panjang fetus 50-55 cm, berat janin kurang lebih 300 gram, bayi
    cukup bulan kulit licin, verniks kaseosa banyak, rambut kepala tumbuh
    dengan baik. Pada pria testis sudah berada pada skrotum, sedang pada
    wanita labia mayora berkembang baik, tulang-tulang kepala menulang
    (Mochtar, 1998).
8.Penatalaksanaan Ibu Hamil Semester III
          Pengawasan wanita hamil
       Pengertian
                   Menyiapkan     fisik   dan   mental   sebaik-baiknya    serta
          menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan, persalinan dan masa
     nifas sehingga pada masa tersebut keadaan ibu dan anak sehat dan
     normal baik secara fisik maupun mental (Wiknjosastro, 2002)
  Tujuan
       Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin
      dalam kehamilan, persalinan dan nifas.
            1) Mengenali     dan    mengobati    penyulit-penyulit   yang
               mungkin diderita sedini mungkin.
            2) Menurunkan angka mortalitas ibu dan anak
            3) Memberikan nasihat-nasihat tentang cara hidup sehari-
               hari dan keluarga berencana, kehamilan, persalinan, nifas,
               dan laktasi (Mochtar, 1998).


     Kebijakan program pelayanan / asuhan antenatal yaitu pelayanan
      antenatal dengan standar 7T, yang terdiri dari :
         Timbang berat badan
         Ukur tekanan darah
         Ukur tinggi fundus uteri
         Pemberian imunisasi TT (Tetanus Toksoid) lengkap
         Pemberian tablet besi, minimum 90 tablet selama kehamilan
         Tes terhadap penyakit menular
         Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan




     Jadwal pemeriksaan di trimester III
      Pada periode ini pemeriksanaan dilakukan setiap 2 minggu jika
klien tidak mengalami keluhan yang memerlukan tindakan segera atau
setiap minggu jika klien mengalami keluhan yang membahayakan
dirinya dan atau kandungannya sehingga membutuhkan tindakan segea.
Rancangan pemeriksaan meliputi anamnesa terhadap keadaan normal
dan keluhan ibu hamil trimester III, pemeriksaan fisik (umum, khusus
dan tambahan pada bulan ke-9 dilakukan pemeriksaan setiap minggu).
Kelahiran dapat terjadi setiap waktu oleh karena ini perlu diberikan
petunjuk kapan harus datang ke rumah sakit (Manuaba, 1999). Menurut
Wiknjosastro (2002), jadwal kunjungan ulang selama hamil trimester III
adalah setiap dua minggu dan sesudah 36 minggu tiap seminggu.


     Tujuan pemeriksaan di Trimester III dilakukan untuk :
Kunjungan II (24-28 minggu) dan kunjungan III (32 minggu) dilakukan
untuk :
  Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya.
  Penapisan pre eklampsia, gemeli, infeksi alat reproduksi dan saluran
      perkemihan.
  Mengulangn perencanaan persalinan.
Kunjungan IV (36 minggu-akhir kehamilan) :
(1) Sama seperti kunjungan II dan III
(2) Mengenali adanya kelainan letak
(3) Memantapkan rencana persalinan
(4) Mengenali tanda-tanda persalinan
     (Saifuddin, 2002)
     Promosi Kesehatan
  Imunisasi TT
              Vaksin tetanus antenatal dapat menurunkan kematian bayi
     dan ibu karena tetanus. Jadwal pemberian suntikan tetanus adalah
     sebagai berikut : Menurut WHO ibu hamil harus mendapat vaksin
     sedikitnya 2 kali injeksi TT, diberikan pertama dan kedua kali pada 4
     minggu kemudian.      Jika ada waktu untuk dosis yang ketiganya
     diberikan 2 minggu sebelum kelahiran (Pusdiknakes, 2003).


  Zat Besi
              Zat besi penting untuk mengkompensasi peningkatan
     volume darah yang terjadi selama kehamilan dan untuk memastikan
     pertumbuhan dan perkembangan janin yang adekuat. Selama hamil
     ibu memerlukan paling sedikit 90 tablet atau 800 mg zat besi (30-50
     mg sehari) yang diminum secara teratur dan dengan memastikan
 kecukupan serta keseimbangan makanan yang mengandung zat besi
 seperti misalnya daging terutama hati dan jeroan, telor, kacang tanah,
 kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau (Pusdiknakes, 2003).
 Teh, kopi, susu, suplemen kalsium dan telor akan mengurangi
 penyerapan zat besi apabila diminum bersamaan. Sedangkan ikan
 dan minuman seperti jus jeruk akan membantu penyerapan zat besi
 (Jordan, 2002).




 Persiapan Persalinan
 Rencana persalinan adlaah rencana tindakan yang dibuat oleh ibu,
 anggota keluarga dan bidan. Rencana ini biasanya tidak tertulis,
 namun lebih hanya sekedar diskusi untuk memastikan bahwa ibu
 dapat menerima asuhan yang diperlukan. Lima komponen rencana
 persalinan yaitu :
      i.   Membuat rencana persalinan meliputi tempat persalinan,
           memilih tenaga kesehatan terlatih, bagaimana menghubungi
           tenaga kesehatan tersebut, bagaimana transportasi ke
           tempat persalinan, berapa banyak biaya yang dibutuhkan
           dan bagaimana cara mengumpulkan biaya tersebut, siapa
           yang akan menjaga keluarganya jika ibu tidak ada.
     ii.   Membuat rencana pengambilan keputusan jika terjadi
           kegawatdaruratan pada saat pengambilan keputusan utama
           tidak ada.
    iii.   Mempersiapkan       sistem    transportasi   jika    terjadi
           kegawatdaruratan.
    iv.    Membuat rencana / pola menabung
     v.    Mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan untuk
           persalinan.
     (Pusdiknakes, 2003)
 Tanda-tanda yang harus dilaporkan menurut Farrer (2001)
           Pasien diinformasikan agar segera memberitahu dokter atau
 rumah sakit jika menemukan tanda-tanda berikut ini pada setiap
 stadium selama kehamilan :
 a) perdarahan dari vagina
 b. Pengeluaran cairan yang baunya berbeda dengan bau urine dari
     vagina
 c. Setiap rasa nyeri yang hebat
 d. Gerakan janin yang berlebihan atau cepat dan abnormal
 e. Setiap nyeri perut yang nyata atau nyeri mau haid
 f. Tidak ada gerakan janin. Bayi harus bergerak paling sedikit 3
     kali dalam periode 3 jam (Pusdiknakes, 2003)
 g. Suhu tubuh yang tinggi, menggigil
 h. Vomitus yang berlebihan
 i. Sakit kepala yang hebat di daerah frontalis
 j. Penglihatan kabur
 k. Urine yang keluar sedikit (selama beberapa jam)
 l. Kesulitan atau rasa sakit ketika buang air kecil.
 m. Pembengkakan pada kaki, tangan atau muka
           Menurut Pusdiknakes (2003), ada 6 tanda-tanda bahaya
 selama periode antenatal yaitu perdarahan pervaginam, sakit kepala
 yang hebat, menetap dan tidak hilang, perubahan visual secara tiba-
 tiba (pandangan kabur), nyeri abdomrn yang hebat, bengkak pada
 muka atau tangan, dan bayi kurang bergerak seperti biasa.


 Pemeriksaan Ulang
 Beberapa hal yang dilakukan pada pemeriksaan ulang kehamilan
 antara lain :
  a. Anamnesa yang berkaitan dengan keluhan yang dirasakan ibu
      hamil fisiologi saat ini atau kemungkinan adanya keluhan hamil
      yang mengarah pada keadaan patologis.
 b. Pemeriksaan fisik baik keadaan umum maupun pemeriksaan
     obstertri, bila perlu lakukan periksa dalam dan pemeriksaan
     USG.
 c. Pengkajian keadaan psikologi ibu
 d. Pemeriksaan laboratorium baik rutin maupun khusus yang
     dianggap perlu.
 e. Menegakkan diagnosis akhir apakah kehamilan berjalan normal,
     terhadap penyakit kehamilan, terjadi komplikasi kehamilan, atau
     kehamilan tergolong risiko tinggi terhadap diagnosa yang telah
     ditegakkan.
         Pada kehamilan normal, menentukan jadwal pemeriksaan
ulang, melanjutkan vaksinasi, memberikan tambahan obat yang
menunjang, vitamin, memerlukan pemeriksanaan laboratorium ulang
dan memberikan nasihat yang dipandang perlu (Manuaba, 1998).
Elemen-elemen ulang antenatal antara lain adalah :
a)   Riwayat kehamilan sekarang, dimana hal-hal yang perlu dikaji
     yaitu gerakan janin (penyulit), setiap masalah atau tanda bahaya
     yang timbul, keluhan-keluhan lazim dalam kehamilan dan
     kekhawatiran-kekhawatiran lain.
b)   Pada pemeriksaan fisik kunjungan ulang trimester III, dilakukan
     pengukuran berat badan, tekanan darah, pengukuran tinggi
     fundus uteri menggunakan pita ukur, palpasi abdomen untuk
     mendeteksi    kehamilan    ganda,    manuver      Leopold    untuk
     mendeteksi    kelainan    letak   (setelah   36   minggu),    dan
     pemeriksaan denyut jantung janin.
C. Tinjauan Teori Asuhan Kebidanan
             Asuhan kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan
   sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan
   teori ilmu, ilmiah, penemuan-penemuan, ketrampilan dalam rangkaian atau
   tahapan yang logis untuk pengambilan keputusan yang terfokus pada klien
   (Varney, 1997). Proses penatalaksanaan kebidanan terdiri dari tujuh langkah
   yaitu pengkajian, interpretasi data, identifikasi, diagnosa / masalah potensial,
   antisipasi tindakan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi (Pusdiknakes,
   2003). Manajemen kebidanan pada ibu hamil trimester III yaitu :
   1. Pengkajian
          Merupakan komponen penting bagi bidan dalam memberikan asuhan
          kebidanan pada ibu hamil.
     I.      Data Subyektif
             1) Biodata
                 a. Umur
                             Usia kurang dari 19 tahun atau lebih dari 35 tahun
                    adalah resiko tinggi untuk hamil (Manuaba, 1998).
                 b. Pekerjaan
                             Keletihan akibat pekerjaan dapat memperberat gejala,
                    atau     kemungkinan    adanya   kesengajaan    hamil    untuk
                    menghilangkan stigma pengangguran dapat terjadi (Farrer,
                    2001).
             2) Keluhan utama
          Keluhan pasien dikaji berdasarkan gejala yang dirasakan
   pasien pada trimester III. Menyangkut di dalamnya masalah-
   masalah yang dialami pada ibu hamil trimester III yaitu antara lain
   edema dependent, striae gravidarum, haemoroid, keputihan,
   keringat bertambah, konstipasi, kram pada kaki, sesak nafas dan
   varises pada kaki maupun vulva (Pusdiknakes, 2003).
          Sebagian     besar   nyeri       pinggang    disebabkan     karena
   perubahan sikap badan dan pada kehamilan yang lanjut, karena
   titik berat badan pindah ke depan disebabkan perut yang
   membesar. Ini diimbangi dengan lordose yang berlebih dan sikap
   ini dapat menimbulkan spasmus dari otot-otot pinggang. Dan
   semua itu fisiologis apabila tidak mengganggu aktivitas (Bagian
   Obstetri dan Ginekologi FK UNPAD).
3) Riwayat Kesehatan Ibu
          Riwayat      kesehatan   termasuk       penyakit-penyakit    yang
   diderita dahulu dan sekarang yang dapat mempengaruhi kehamilan
   baik   dari   ibu    maupun     janin     seperti   :   masalah-masalah,
   kardiovaskular dan hipertensi dapat menyebabkan lahir prematur,
   malaria menyebabkan anemi pada ibu, diabetes menyebabkan
   makrosomia, PMS atau HIV/AIDS, hambatan tumbuh kembang
   janin dalam rahim, pengaruh TBC paru terhadap kehamilan sedikit
   banyak ada. Hal ini perlu dikaji agar dapat mengidentifikasi
   kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi kehamilan atau bayi
   baru lahir (Pusdiknakes, 2003).
4) Riwayat Kesehatan Keluarga
          Hal yang perlu dikaji khususnya penyakit diabetes mellitus,
   jantung, hipertensi dan riwayat kelainan obstetrik yang bermakna
   mencakup riwayat kehamilan kembar, kelainan kongenital dan
   herediter baik dalam keluarga ibu maupun ayah (Fairer, 2001).
5) Riwayat Perkawinan
          Dikaji status perkawinan jika menikah, apakah pernikahan
   ini yang pertama. Dukungan pasangan (suami) yang dianggap
   sudah    ada    (keculi   pada   kasus-kasus   yang   meragukan),
   kemungkinan adanya masalah sikap terhadap kehamilan (Farrer,
   2001).
6) Riwayat Obstetri
   a. Riwayat Haid
               Dikaji untuk menentukan usia kehamilan dengan tepat
      serta sebagai dasar untuk perhitungan tanggal persalinan karena
      dari hari pertama haid terakhir dapat diperkirakan usia
      kehamilan dengan tepat (Pusdiknakes, 2003). Bila hari pertama
      haid terakhir tidak diingat lagi, maka sebagai pegangan dapat
      dipakai antara lain gerakan-gerakan janin. Dapat pula sebagai
      pegangun dipakai perasaan nause yang biasanya hilang pada
      kehamilan 12-14 minggu (Wiknjosastro, 2002). Wanita hamil
      harus mngetahui tanggal hari pertama haid terakhir (HPHT)
      supaya dapat ditaksir umur kehamilan dan taksiran tanggal
      persalinan (TTP) yang dihitung dengan menggunakan rumus
      dari Neagle yaitu:
      TTP = (hari pertama HT +7) dan (bulan HT -3) (Mochtar,
      1998).
               Selain HPHT ditanya pula menarche, lamanya haid,
      banyaknya darah haid, keluhan-keluhan yang dirasakan selama
      haid. Untuk mengetahui gambaran mengenai fungsi alat
      reproduksi (Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Padjajaran
      Bandung,1983).
   b. Riwayat Kehamilan Sekarang
               Perlu dikaji untuk mengetahui masalah atau tanda-tanda
      bahaya dan keluhan-keluhan yang lazim pada kehamilan untuk
      dapat memberikan konseling serta dapat mendeteksi adanya
      komplikasi dengan lebih baik (Pusdiknakes, 2003). Dikaji
      mengenai pemeriksaan antenatal yang dilakukan minimal 4 x
      dari trimester I, II, III serta masalah-masalah atau keluhan-
      keluhan yang dialami, konseling yang sudah diberikan serta
   obat-obatan yaitu Fe 90 tablet dan vitamin (Saifuddin, 2002).
   Dikaji pula seberapa sering gerakan janin yang dirasakn oleh
   ibu, janin harus bergerak paling sedikit 3x dalam periode 3 jam.
   Gerakan janin akan lebih mudah terasa ketika ibu berbaring
   atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik
   (Pusdiknakes, 2003).
c. Pola Kebiasaan Sehari-hari
   (1) Nutrisi
                 Pada kehamilan trimester III janin mengalami
       pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat.
       Umumnya nafsu makan ibu sangat baik. Jenis makanan
       yang mengandung lebih banyak zat pembangun dan zat
       pengatur karena untuk pertumbuhan janin yang pesat dan
       untuk persiapan persalman. (Manuaba, 1999).
   (2) Pola Eliminasi
                 Sering buang air kecil kembali terjadi pada trimester
       III (Pusdiknkes, 2003). Perubahan hormonal mempengaruhi
       aktivitas usus halus dan besar sehingga buang air besar
       mengalami obstipasi (sembelit), untuk mengatasi sembelit
       dianjurkan banyak makan makanan yang berserat (sayuran)
       dan meningkatkan gerak atau aktifitas jasmani (Manuaba,
       1999).
   (3) Pola Tidur dan Istirahat
                 Pola tidur berubah, tidur nyenyak meningkat mulai
       minggu ke-25 berpuncak pada minggu ke-33 sampai ke-36
       kemudian meniirun ke tingkat sebelum hamil pada saat
       cukup       bulan    (aterm).   Bangun      ditengah    malam
       mengkibatkan ketidaknyamanan karena uterus hamil,
       dyspnoe, kongesti hidung, sakit otot, stress, dan cemas.
       Pengkajian pola tidur normal berkenaan dengan kehamilan
       sehingga ibu dapat mengidentifikasi kebutuhnnya akan
       istirahat dan tidur (Pusdiknakes, 2000).
   (4) Personal Hygiene
              Keringat     bertambah      karena    aktivitas    kelenjar
      apocrine       meningkat     akibat     perubahan         hormonal
      (Pusdiknakes, 2002). Mandi 2-3 kali sehari membersihkan
      badan dan mengurangi infeksi. Pakaian sebaiknya yang
      menyerap keringat (Manuaba, 1999).
   (5) Pola Kehidupan Seksual
              Walaupun      kehamilan       bukan    halangan      untuk
      melakukan hubungan seksual, namun persepsi pasangan
      terhadap hal tersebut perlu dikaji karena pada trimester III
      sering terjadi penurunan minat pada aktivitas seksual akibat
      perubahan/ketidaknyamanan fisiologis yang dirasakan ibu
      hamil (Manuaba, 1999).
   (6) Aktivitas Bekerja
              Wanita hamil boleh bekerja seperti biasa, cukup
      istirahat, makan teratur dan pemeriksaan kehamilan teratur
      (Mochtar, 1998). Namun demikian perlu dikaji apabila
      terdapat keluhan letih pada ibu sehingga nantinya akan
      dapat mendorong ibu dan keluarga untuk menyusun
      komitmen dalam aktivitas rumah tangga (Deenges,2001).
   (7) Perilaku Ibu yang Merugikan Kesehatan
              Ketiga kebiasaan buruk yaitu merokok, minum
      alkohol, dan kecanduan narkotika secara langsung dapat
      mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin serta
      menimbulkan kelahiran dengan berat badan rendah bahkan
      dapat    menimbnikan        cacat     bawaan     atau     kelainan
      pertumbuhan dan perkembangan mental (Manuaba, 1999).
      Pemakaian obat-obatan dikaji untuk menghilangkan semua
      bahaya yang mengancam perkembangan janin karena
      sebagian   obat      akan   melintasi    plasenta    dan     dapat
      membahayakan janin (Farrer, 2001)
d. Data Psikologis
         Kehamilan berarti mulainya kehidupan berdua dimana
   ibu mempunyai tugas penting untuk memelihara janinnya
   saropai cukup bulan dan menghadapi proses persalinan.
   Banyak studi menunjukkan bahwa wanita yang memperoleh
   dukungan sosial dan psikologis selama kehamilan lebih sedikit
   mengalami perasaan negatif tentang kehamilan dan persalinan
   yang akan datang dibanding dengan wanita yang tidak
   mendapatkannya (Manuaba, 1999). Trimester ni sering disebut
   juga sebagai periode menungggu dan waspada sebab pada saat
   ini ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya dan merasa
   khawatir bila bayinya akan lahir sewaktu-waktu sehingga
   ibu meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda dan gejala
   persalinan. Saat ini juga merupakan saat persiapan aktif untuk
   kelahiran bayi dan menjadi orang tua. Beberapa ibu mungkin
   mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yng timbul
   saat persalinan dan mulai merasa sedih karena akan berpisah
   dari bayinya sehingga ibu akan kehilangan perhatian yang
   diterimanya selama kehamilan. Pada trimester inilah ibu
   memerlukan dukungan dari suami, keluarga, dan bidan
   (Pusdiknakes, 2003).
e. Sosial Ekonomi
         Mambantu mengetahui sistem dukungan terhadap ibu
   dan mengambil keputusan dalam keluarga sehingga dapat me-
   mbantu   ibu     merencanakan   persalinannya   dengan   baik
   (Pusdiknakes, 2003). Dikaji respon ibu dan keluarga terhadap
   kehamilan, jumlah keluarga di rumah yang membantu,
   pangambilan keputusan dalam keluarga dan kebiasaan dalam
   keluarga (Saifuddin, 2002).
f. Data Pengetahuan
         Pada trimester III ini merupakan kelanjutan program
   belajar atau menggunakan pembelajaran yang diberikan pada
   trimester I dan atau memberikan informasi baru terutama
            menyangkut      persiapan   pasangan   secara   fisiologis   dan
            psikologis terhadap persalinan dan masalah perawatan bayi
            (Doenges, 2001).


II.   DataObyektif
      1) Pemeriksaan Umum
               Kesadaran ibu hamil trimester III yang fisiologis adalah
         composmentis (Manuaba, 1998). Tanda-tanda vital :
         a. Tekanan darah normal adalah 100/70 mmHg-140/90 mmHg
            (Syahlan, 1996).
         b. Denyut nadi normal adalah 60-100 kali/menit, nilai rata-ratanya
            84 kali/menit (Syahlan, 1996).
         c. Suhu normal adalah 36-37 °C (Syahlan, 1996).
         d. Pernafasan normal adalah 20-24 kaU/menit (Syahlan, 1996).
         e. Mengukur tinggi dan berat badan
                     Tinggi badan kurang dari 145 cm ada kemungkinan
            dapat mempengaruhi proses persalinan CPD (Cephalo Pelvic
            Disproportion). Berat badan kurang dari 45 kg pada trimester
            III atau dibawah kurva pada KMS ibu hamil dinyatakan kurus,
            kemungkinan ibu akan melahirkan bayi berat badan lahir
            rendah (Syahlan, 1996).
                     Berat badan wanita hamil akan naik kira-kira diantara
            6,5-16,5 kg rata-rata 12,5 kg. Kenaikan berat badan ini terjadi
            terutama dalam kehamilan 20 minggu terakhir (Wiknjosastro,
            2002).
         f. Lingkar lengan atas
                     Menurut Depkes Rl (1994) pengukuran LILA pada
            kelompok wanita usia subur (WUS) adalah salah satu cara
            deteksi dini yang mudah untuk dilaksanakan untuk mengetahui
            kelompok berisiko kekurangan energi kronis (KEK). Batas
            ambang LILA wanita usia subur dengan risiko kurang energi
            kronis di Indonesia adalah 23,5 cm. Apabila ukuran LILA
      kurang dari 23,5 cm atau dibagian merah pita LILA, artinya
      wanita tersebut mempunyai risiko KEK dan diperkirakan akan
      melahirkan BBLR (Supariasa, 2002).
2) Pemeriksaan Fisik
   a. Kepala
               Dilihat adanya muka yang tampak pucat, bengkak
      ataupun sianosis. Adanya edema pada palpebra mungkin
      menunjukkan gejala edema atau gejala pre ekiampsia (Syahlan,
      1996). Untuk mendeteksi adanya kemungkinan anemia pada
      ibu hamil, bisa dilihat kelopak mata/konjungtiva jika alat
      pemeriksaan kadar Hb tidak tersedia (Depkes RI, 2002).
   b. Leher
               Dikaji pembesaran thyroid, kelenjar limfe dan vena
      jugularis karena saat kehamilan terjadi hiperfungsi pada
      kelenjar tersebut (Mochtar, 1998).
   c. Dada
               Jika bentuk dada abnormal atau asimetris kemungkinan
      ada kelainan paru (Syahlan, 1996). Bila sesak kemungkinan
      adanya kelainan jantung yang dapat menimbulkan risiko baik
      bagi ibu maupun bayi (Syahlan, 1996).
   d. Ekstremitas
               Memeriksa adanya edema pada tungkai bawah atau
      tulang     kering   yang   merupakan    tanda   pre   ekiampsia.
      Pembengkakan jari dan pergelangn kaki bersifat fisiologis,
      terutama karena cuaca panas atau karena berjalan atau berdiri
      lama (Depkes, 2002).
3) Pemeriksaan Obstetrik
   a. Inspeksi
      (1) Mammae
                  Payudara membesar, puting membesar dan lebih
          gelap, areola menjadi lebih gelap dan dikelilingi kelenjar
          sebasea yang menonjol. Diperiksa pula penampakan puting
      apakah normal, rata, dan masuk ke dalam (inversi) atau
      menonjol keluar (Farrer, 2001).
   (2) Abdomen
               Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan
      menyebabkan robeknya selaput elastik di bawah kulit,
      sehingga tumbuh striae gravidarum, Bila terjadi peregangan
      yang hebat, misalnya pada hidramnion dan kehamilan
      ganda, dapat terjadi diastasis rektil bahkan hernia. Kulit
      perut pada linea alba bertambah pigmentasinya yang
      disebut linsa nigra (Mochtar, 1998).
   (3) Genetalia
               Diperiksa   adanya      inflamasi,   varises,    benjolan
      abnormalitas lainnya dan tanda-tanda kelahiran ganda
      (Farrer,2001).
b. Palpasi
   (1) Mammae
               Kolosturum keluar setelah kehainllan 16 minggu
      (Farrer, 2001).            .
   (2) Abdomen
      (a) Leopold I
                   Menentukan        tinggi   fundus   uteri.   Dengan
             demikian, tua kehamilan ini disesuikan hari pertma haid
             terakhir (Wiknjosastro, 2002). Pada letak kepala teraba
             bokong pada fundus tidak keras, tidak melenting, dan
             tidak bulat (Manuaba, 1998).
                   Mengukur TFU pada umur kehamilan akhir
             bulan ke-7 TFU 2 jari di atas pusat, akhir bulan ke-8
             TFU pertengahan antara prosessus xipoidens dan pusat,
             akhir bulan ke-9 TFU 3 jari di bawah prosessus
             xipoideus dan pada akhir bulan ke-10 sama dengan
             kehamilan 8 bulan tetapi melebar kesamping (Mochtar,
             1998). Bila pertumbuhan janin normal maka TFU pada
   kehamilan 28 minggu sekurang-kurangnya 25 cm, pada
   32 minggu 27 cm, pada 36 minggu 30 cm, dan pada
   kehamilan 40 minggu fundus uteri turun kembali dan
   terletak kira-kira 3 jari di bawah prosessus xipoideus
   (Wiknjosastro, 2002).
          Pada Saifuddin (2002) disebutkan, pada usia
   kehamilan 28 minggu tinggi fundus 28 cm (± 2 cm)
   atau pada pertengahan umbillikus dan prosessus
   xipoideus. Kehamilan 29-35 minggu tinggi fundus sama
   dengan usia kehamilan (+: 2 cm) dengan menggunakan
   petunjuk badan TFU sama dengan usia kehamilan 28
   minggu, dan usia kehamilan 36 minggu TFU 36 cm (±
   2 cm) atau pada prosessus xipoideus.
(b) Leopold II
          Menentukan       batas   samping     uterus   dan
   menentukan punggung janin yang membujur dari atas
   ke bawah menghubungkan bokong             dengan kepala
   (Wiknjosastro, 2002). Pada letak membujur dapat
   ditetapkan punggung anak, yang teraba rata dengan
   tulang iga seperti papancuci (Manuaba, 1998).
(c) Leopold III
          Menentukan bagian terbawah janin, apakah
   bagian terbawah sudah masuk atau masih bisa
   digoyang. Bila bagian bawah kepala maka akan teraba
   bagian yang bulat, keras, indenting (Jika belum masuk
   panggul) dan dapat digoyangkan (Mochtar, 1998)
(d) Leopold IV
          Menentukan bagian terbawah janin. Apa dan
   berapa jauh sudah masuk pintu atas panggul. Pada
   primigravida kepala akan masuk setelah 36 minggu,
   sedang pada multigravida kepala turun menjelang
   persalinan (Mochtar, 1998). Menurut Saiiuddin (2002)
   jika kepala masih berada pada pintu atas panggul, akan
   mudah      digerakkan     dan    pada     pemeriksaan   luar
   didapatkan kepala 5/5 bagian di atas sympisis. Apabila
   kepala sulit digerakkan, dan bagian terbesar kepala
   belum masuk panggul, maka kepala akan teraba 4/5
   bagian di atas sympisis dan pada pemeriksaan dalam
   kepala berada. di Hodge I-II. Bila bagian terbesar
   kepala belum masuk panggul dan pada pemeriksaan
   luar teraba 3/5 bagian diatas sympisis, maka pada
   pemeriksaan dalam akan didapatkan kepala teraba di
   Hodge II-III, sedangkan bila kepala teraba 2/5 bagian di
   atas sympisis maka berarti bagian terbesar kepala sudah
   masuk panggul dan pada pemeriksaan dalam kepala
   teraba di Hodge III+.
            Kontraksi Braxton Hicks yang meningkat pada
   trimester III perlu dikaji karena dapat menimbulkan
   ketidaknyamanan pada multigravida pada trimester
   kedua maupun ketiga. Primigravida biasanya tidak
   mengalami ketidaknyamanan ini sampai trimester akhir,
   saat efek perlindungan progesteron pada aktivitas uterus
   menurun dan kadar oksitosin meningkat (Pusdiknakes,
   2003).
(e) TBJ (Taksiran berat Janin)
            TBJ dikaji untuk memperoleh hasil pemeriksaan
   yang     sebenarnya     bisa    terjadi   penambahan    atau
   pengurangan.      Menurut        rumus      Johnson-Tausak,
   berdasarakan atas ukuran Mc Donald yaitu jarak antara
   asympisis pubiss dan batas antara fundus uteri melalui
   konveksi abdomen. Rumus yang dipakai adalah :
   BBJ         = (TFU - 13) x 155 gram
   BBJ         = (TFU - 12) x l55 gram
   BBJ         = (TFU - 11) x 155 gram
                Keterangan :
                BBJ       : Berat Badan Janin
                TFU       : Tinggi Fundus Uteri
                (Mochtar, 1998).
   c. Auskultasi
               DJJ sudah bisa didengar dengan jelas dan teratur, DJJ
      normal 120-160 kali/menit, terdengar di punctum maksimum di
      bagian kiri atau kanan (Saifuddin, 2002). Digunakan stetoskop
      monoral (steloskop obstetrik) untuk mendengarkan DJJ
      (Mochtar, 1998). Setelah punggung janin ditetapkan, diikuti
      dengan pemeriksaan DJJ sebagi berikut :
      (1) Punctum maksimum DJJ ditetapkan disekitar scapulla.
      (2) DJJ dihitung dengan cara dihitung 1 menit penuh.
   d. Perkusi
               Pada keadaan ibu hamil pre eklampsia berat terdapat
      hiperaktivitas (3+ sampai 4+) reflek tendon dalam (Doenges,
      2001).
4) Pemeriksaan Penunjang
            Digunakan    untuk     mendeteksi     komplikasi-komplikasi
   kehamilan, pemeriksaan laboratorium urine untuk mengetahui
   kadar protein dan glukosa, pemeriksaan darah untuk mengetahui
   rhesus, golongan darah, Hb, dan rubella (Pusdiknakes. 2003).
   Pemeriksaan protein dalam urine dilakukan pada setiap kali
   kunjungan bila ditemukan hipertensi pada kehamilan (Depkes,
   2001).
            Memeriksa kadar Hb semua ibu hamil pada kunjungan
   pertama dan minggu ke-28. Hb di bawah 11 gr% pada kehamilan
   termasuk anemia, di bawah 8 gr% adalah anemia berat (Depkes,
   2000). Dilakukan secara rutin pada kunjungan pertama, pada
   kehamilan 32 minggu dan jika diperlukan. Hal ini dilakukan untuk
   menyingkirkan kemungkinan anemia (Farrer, 2001).
                       Anemia dalam kehamilan adalah kondisi dimana kadar Hb
              di bawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kurang dari 10,5 gr%
              pada trimester II (Sarwono, 2002). Keluhan lemah, pucat mudah
              pingsan sementara tensi masih dalam batas normal, perlu dicurigai
              anemia defisiensi, secara klinik dapat dilihat tubuh yang malnutrisi,
              dan pucat (Sarwono, 2002).
                       Pemeriksaan   Ultrasonografi   (USG)     dilakukan    untuk
              membuktikan kehamilan, usia kehamilan dan ukuran serta lokasi
              plasenta. Digunakan pula untuk menyingkirkan kemungkinan
              kehamilan kembar serta beberapa abnormalitas (Farrer, 2001).
              Pada akhir trimester ini bagian terendah janin mulai memasuki
              pintu atas panggul sehingga letak dan presentasi janin biasanya
              tidak berubah lagi (Wiknjosastro, 2002). Pada hamil fisiologis,
              pada layar dapat dilihat bagian yang berada di fundus
              menunjukkan bokong dan bagian terendah kepala (Wiknjosastro,
              2002).


2. Interpretasi data
             Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa yang
       akurat atas data-data yang telah dikumpulkan (Pusdiknakes, 2003).
  I.      Diagnosa Kebidanan
                 Diagnosa kebidanan adalah diagnosa yang ditegakkan bidan
          dalam lingkup praktek kebidanan dan memenuhi standart nomenklatur
          diagnosa kebidanan (Pusdiknakes, 2003). Diagnosa yang dapat
          ditegakkan adalah diagnosa yang berkaitan dengan gravida, para,
          abortus, umur kehamilan, janin tunggal, hidup, intrauterine, presentasi.
          Datadasar :
          1) Data Subjektif
              a. Pernyataan klien tentang umumya
              b. Pernyataan     klien   tentang   pernah    tidaknya   mengalami
                 kehamilan, keguguran dan melahirkan.
              c. Pernyataan klien tentang kepastian HPHT nya.
         d. Gerakan anak yang dirasakan.
         e. Pernyataan hal-hal tentang keluhan klien di trimester III.
      2) Data Ojektif
         a. Dihitung dari HPHT menunjukkan usia kehamilan aatara 29-42
            minggu (kehamilan trimester 113).
         b. Adanya      pembesaran      perut/ukuran     uterus   sesuai     umur
            kehamilan (Saifuddin, 2002).
         c. Hasil pemeriksaan palpasi Leopold I-IV, auskultasi, perkusi
            dan pemeriksaan penunjang.
II.   Masalah
      1) Permasalahan yang berhubungan dengan keluhan-keluhan yang
         sering terjadi pada masa kehamilan trimester III, yaitu : edema
         dependen, striae gravidarum, haemoroid, keputihan, keringat
         bertambah, konstipasi, kram pada kaki, nafas sesak, nyeri
         ligamentum rotundum (bokong), sakit punggung atas dan bawah,
         varises pada kaki dan vulva.
      2) Permasalahan yang berhubungan dengan psikologis klien seperti
         rasa gelisah bahwa bayi akan lahir setiap saat sementara ia
         mengawasi dan menunggu tanda dan gejala persalinan, perasaan
         takut   akan   kehidupannya       sendiri     dan   bayinya,      ataupun
         ketidaknyamanan fisik yang meningkat sehingga klien merasa
         canggung dan perlu dukungan.
III.      Kebutuhan
          Kebutuhan diberikan sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh klien.


3. Diagnosa/Masalah Potensial
             Pada langkah ini mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa
       potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah diidentifikasi.
       Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan
       pencegahan (Pusdiknakes, 2003). Pada kasus ibu hamil fisiologis diagnosa
       atau masalah potensial tidak muncul.


4. Antisipasi
             Dengan tidak munculnya diagnose masalah atau masalah potensial
       maka antisipasi tindakan segera, konsultasi, dan kolaborasi tidak perlu
       dilakukan.


5. Rencana Tindakan
             Pada    langkah     im   direncanakan       asuhan    yang   menyeluruh
       menyangkut biopsikososio dan spiritual seperti ditemukan pada langkah-
       langkah sebelumnya. Merujuk pada penanganan kehamilan normal
       menurut Saifuddin (2002) dan nasihat-nasihat yang perlu diberikan pada
       ibu hamil menurut Mochtar (1998) dan Farrrer (2001), maka rencana yang
       diberikan :
  I.      Rencana tindakan terhadap masalah yang mungkin timbul pada ibu
          hamil trimester III.
 II.      Memberikan KDS rencana persalinan. Mengenai hal-hal yang perlu
          diketahui oleh wanita hamil trimester III pada khususnya antara lain :
          makanan, hygiene, hubungan seksual, senam hamil, perawata payudara
          dan persiapan laktasi, tanda bahaya haniil trimester III, tanda-tanda
          persalinan dan penetapan.
III.      Memberikan suplemen zat best.
IV.       Memberikan      imunisasi    TT     0,5   cc    jika    sebelumnya   belum
          mendapatkan.
 V.       Menjadwalkan kunjungan ulang berikutnya.


6. Implementasi/ Pelaksanaan
             Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah
       diuraikan pada langkah ke-5 dilaksanakan secara eflsien dan aman
       (Pusdiknakes, 2003) Yaitu :
  I.      Tindakan terhadap masalah yang timbul pada hamil trimester III
          dengan memberikan          informasi   mengenai   penyebab   dan   cara
          mengatasinya sehingga klien diharapkan dapat beradaptasi dengan
          keadaannya. Memberikan informasi tentang perubahan fisiologis yang
          biasa terjadi pada trimester III juga dapat meningkatkan pemahaman
          klien terhadap keadaannya sehingga menurunkan kecemasan dan
          membantu penyesuaian aktivitas perawatan dirinya (Doenges, 2001).
          Masalah yang mungkin muncul pada wanita hamil trimester III antara
          lain : edema, striae gravidarum, nocturia, haemoroid, keringat
          bertambah, keputihan, konstipasi, hiperventilasi, kram pada kaki, nyeri
          ligamantum rotundum, pingsan, sakit punggung atas dan bawah,
          varises pada kaki dan vulva, susah tidur, meningkatnya kontraksi
          braxton hicks.
 II.      Memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi.
          1) Makanan ibu hamil
          2) Hygiene selama kehamilan
          3) Hubungan seksual
          4) Aktivitas dan istirahat
          5) Senam hamil
          6) Perawatan payudara dan persiapan laktasi
          7) Tanda dan gejala persalinan
          8) Persiapan persalinan
          9) Menasehati ibu untuk mencari pertolongan segera jika ibu
              mendapati tanda-tanda bahaya (Saifaddin, 2002). Tanda-tanda
              bahaya dalam kehamilan trimester III menurut Pusdiknakes (2003)
              antara lain :
   a. Perdarahan pervaginam.
   b. Sakit kepala yang hebat, menetap dan tidak hilang.
   c. Pandangan kabur.
   d. Nyeri abdomen yang hebat.
   e. Bengkak pada muka dan tangan.
   f. Bayi kurang bergerak seperti biasa. Bayi harus bergerak paling
       sedikit 3 kali dalam periode 3 jam (Pusdiknakes, 2003).
10) Memberikan tablet tambah darah.
          Untuk meningkatkan persediaan zat best selama kehamilan,
   semua ibu hamil harus minum tablet tambah darah paling sedikit
   90 tablet selama kehamilan. Ibu harus meminum satu tablet tambah
   darah setiap harinya. Standart suplemen ini adalah 320 mg FeS04
   (60 mg elemental iron) dengan 500 mcg folic acid (Pusdiknakes,
   2003). Teh, kopi, susu, suplemen kalsium dan telur akan
   mengurangi penyerapan zat besi apabila diminum/dimakan secara
   bersamaan. Sedangkan ikan dan minuman seperti jus jeruk akan
   membantu penyerapan zat besi (Jordan, 2002).
11) Memberikan imunisasi TT.
          Memberikan imunisasi TT 0,5 cc jika sebelumnya belum
   mendapatkan. Jadwal pemberian suntikan tetanus adalah sebagai
   berikut : Menurut WHO ibu hamil harus mendapatkan vaksin
   sedikitnya 2 kali injeksi TT, diberikan pertama dan kedua kali pada
   4 minggu kemudian. Jika ada waktu untuk dosis yang ketiganya 2
   minggu sebelum kelahiran (Pusdiknakes, 2003).
      12) Menjadwalkan kunjungan berikutnya.
                Jadwal kunjungan ulang selama hamil trimester III adalah
          setiap dua minggu dan sesudah 36 minggu tiap minggu
          (Wiknjosastro, 2002).
      13) Mendokumentasikan kunjungan tersebut
                Hasil pemeriksaan      kehamilan   perlu    dicatat   agar
          pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu dan anak dapat memantau
          setiap ibu hamil dengan baik. Dokumentasi yang dimaksud yaitu
          pada register kohort ibu, kartu menuju sehat ibu hamil/buku KIA
          dan pada kartu ibu (Depkes, 2002).


7. Evaluasi
         Pada langkab ini dilakukan evaluasi kefektifan dari asuhan yang
   sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah telah
   benar-benar terpenuhi sesuai kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi
   di dalam diagnosa dan masalah rencana tersebut dapat dianggap efektif
   jika memang benar efektif dalam pelaksanaannya (Pusdiknakes, 2003).

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:432
posted:1/26/2013
language:Malay
pages:39