contoh resensi cerpen by nita.astutik

VIEWS: 47 PAGES: 10

									Senior High School 1 Gresik



TUGAS BAHASA INDONESIA
Resensi Kumpulan Cerpen
Nama Kelompok:

Alisia Anisa    (03)

M. Nizam        (18)

Nita Astutik    (20)

Yulinda N.A.    (31)




                              2012
Identitas Buku
•    Judul                : Rangkaian Hujan
•    Penulis              : Nurhayati Pujiastuti
•    Penerbit             : DARI Mizan
•    Cetakan              : pertama
•    Jumlah halaman       : 128 hlm
•    Kota                 : Bandung
•    Tahun terbit         : 2006
•    Sinopsis             :
        Cinta tumbuh dimana-mana… bahkan cinta pula yang membuat riak kehidupan
kian merona. Dalam rintik hujan, ada cinta yang bermekaran. Dalam mendung, ada hati
yang terbelah… bahkan patah!
“Aku memang menyukai Mendung… , aku bahkan bisa patah hati kalau Mendung tidak
punya perasaan yang sama denganku,” ucap Rein kepada Martha, sahabatnya.
Ketika rintik hujan melambai diembus angin, ada cinta di mata Reno, “Angin di sini
menyenangkan…, dia cantik. Kalau saja sejak dulu dia datang… “ aku Reno pada Rinjani,
adiknya.
Saat gerimis kian menderas, ada yang hilang dari hati Lulu. Gerimis telah membawa pergi
cintanya…
Masih banyak rona cinta yang terhimpun dalam Rangkaian Hujan ini…


Kepengarangan
•   bahasa/gaya bahasa : sedikit mudah untuk dimengerti,
•   Sudut pandang pengerang : orang ketiga
•   Karakter pengarang :
    1. Semua cerpen bertema tentang percintaan, romatis, dan juga dramatis.
    2. Dan memberi nama pada tokoh utamanya dengan nama yang berhubungan
       dengan rangkaian hujan.
    3. Pengarang hampir memberikan latar suasana pada saat hujan, mendung, gerimis,
       dan lain-lain
    4. Akhir cerita cerpen tidak bisa ditebak oleh pembacanya. Dapat mengecoh para
       pembaca


Kelebihan
1. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembacanya.
2. Ceritanya mengecoh, susah ditebak, membuat pembaca semakin penasaran
3. Agak unik, mempunyai ciri khas
    Kekurangan
    1. Apabila tidak memahami arti setiap kalimat, maka tidak mendapat maksud atau arti dari
       cerpen tersebut.
    2. Ada beberapa yang tidak disebutkan latar kejadian, membuat sedikit binggung


   Rangkuman Cerpen
   Mendung
1. Penokohan
   a. Mendung         : tenang, suka bercanda
   b. Rien            : mudah jatuh cinta, berbohong
   c. Martha          : ingin tau, sombong, mudah marah
2. Latar
   a. Tempat          : kantin, dekat tempat parkir
   b. Waktu           : siang
   c. Suasana         : tegang, kecewa
3. Alur               : maju
4. Sudut pandang      : orang ketiga
5. Rangkuman          :
          Rien bercerita pada Martha, kalau dia pulang bersama Mendung, anak botak yang
   sederhana. Dan dia berkata bahwa dia jatuh cinta pada Mendung. Martha pun tidak
   percaya.
          Di kantin Martha memaksa Mendung untuk bercerita tentang hubungannya dengan Rien.
   Karena tidak mau ada kerusuhan, akhirnya Mendung pindah ke dekat parkiran dan Martha
   mengikutinya. Kalimat pedas keluar dari mulut Martha, tetapi Mendung menanggapinya santai.
   Rien menolak Dod, kakak dari Martha yang tampan dan lebih memilaih mendung.
          Tetapi dalam kenyataanya Rien hanya jatuh cinta pada teman Mendung, Roy. Mendung
   hanya bisa tersenyum kecut.


   Angin
1. Penokohan
   a. Angin            : cantik, egois, nakal
   b. Reno             : mudah jatuh cinta, puitis, suka merayu
   c. Rinjani          : perhatian, ingin tahu, peduli
2. Latar
   a. Tempat           : teras rumah
   b. Waktu            : pagi hari
   c. Suasana          : bahagia, tegang, sedih
3. Alur                : maju
4. Sudut pandang       : orang ketiga
5. Rangkuman           :
          Di teras rumah, Rinjani heran, tidak seperti biasanya kakaknya Reno jarang pulang
  ke rumah dari kampusnya. Reno bercerita pada Rinjani bahwa dia telah jatuh cinta pada
  seseorang yang tinggal di sekitar tempat tinggalnya.
          Pagi hari Reno bertemu dengan Angin, sang pujaan hatinya. Reno suka merayu-
  rayu Angin. Reno bertahan tinggal untuk bertemu dengan Angin, tetapi Rnjani tidak suka
  dengan hubungan Reno.
          Rinjani menemui Angin, bertanya hubungan dia dengan kakaknya. Tetapi Angin
  mengacuhkan pertanyaan dari Rinjani, karena dia hanya ingin merasakan kebahagiaan.
          Reno diantar olehRinjani ke stasiun kereta untuk kembali ke kampus. Reno sudah
  mengetahui, latar belakang Angin yang sesungguhnya. Angin telah memiliki bayi laki-laki
  dengan bapaknya yang telah pergi meninggalkannya. Dan melampiaskan pada semua
  laki-laki yang tertarik pada kecantikannya. Rinjani berusaha menghibur hati kakaknya
  yang patah hati.

  Gerimis
 1. Penokohan
    a. Gerimis         : tenang, sombong, angkuh
    b. Lulu            : mudah jatuh cinta, penasaran
    c. Virna           : suka bercanda, ingin tahu,cerewet, ceplas-ceplos
    d. Nadia           : penyelidik, suka bergosip
 2. Latar
    a. Tempat          : kantin sekolah, halte, mal
    b. Waktu           : siang
    c. Suasana         : hujan, tegang
 3. Alur               : maju
 4. Sudut pandang : orang ketiga
 5. Rangkuman          :
            Lulu jatuh cinta dengan Mendung, yang kebetulan tetangga dari Virna. Gerimis
  diberitahu oleh Virna bahwa Lulu menyukainya, tetapi reaksi Gerimis hanya biasa-biasa
  saja dan sifatnya berubah menjadi angkuh dan sombong.
            Lulu semakin jatuh cinta, dan menitip salam kepada Gerimis, tetapi Gerimis
  menolaknya. Nadia bercerita kepada Lulu, dia mendengar kabar kalau Gerimis tidak suka
  dengan lawan jenisnya atau homo, tetapi Lulu tidah percaya. Lulu tidak sengaja bertemu
  dengan Gerimis di mal dengan seorang ibu, tetapi bergandeng dengan mesra. Kemudian
  Lulu kehilangan jejak Gerimis.
            Lulu bercerita kepada Virna. Ternyata Gerimis yang bergandeng mesra dengan
  seorang ibu, dan ibu itu adalah mama Lulu. Lulu kecewa dengan Gerimis. Kini dia
  membuat hati Lulu Gerimis.

   Ketikia Gerimis Menari
1. Penokohan
   a. Serenity       : baik, sabar, rela berkorban, suka memendam perasaan, tegar.
   b. Mahendra       : baik, pintar melukis, tidak peka
   c. Vien           : baik, jujur
     d. Murni          : cantik, kalem
2.   Latar
     a. Tempat         : dapur, studio lukis, kamar Serenity
     b. Waktu          : pagi-pagi sekali
     c. Suasana        : gerimis, tegang
3.   Alur              : maju
4.   Sudut pandang     : orang ketiga
5.   Rangkuman         :

               Mahendra melukis seorang wanita yang cantik di temani oleh Serenity yang
     berbeda jauh dengan wajah di dalam lukisan itu. Memang lukisan yang cantik menurut
     Serenity. Dalam hatinya, Serenity cemburu dan terbayang wajah pada lukisan yang baru
     di selesaikan oleh Mahendra. Besoknya, Serenity bercerita kepada sahabatnya, Vien, dan
     menunjukkan foto yang menjadi contoh pada lukisan yang di selesaikan Mahendra
     kemarin. Vien mengatakan hal yang sama menurut Serenity, benar-benar lukisan yang
     cantik. Sikap Serenity yang pura-pura tidak terjadi apa-apa di hadapan Mahendra padahal
     ia menyukainya membuat Vien kesal. Ia tahu kalau Serenity menyukai Mahendra sejak
     dulu.
               Pada akhirnya, Serenity bertemu dengan gadis yang ada di dalam lukisan
     Mahendra kemarin. Jauh lebih cantik aslinya daripada yang ada di lukisan. Keduanya
     berkenalan hingga akhirnya kedatangan Mahendra memecah susasana dan langsung
     mengajak Murni, gadis yang ada dalam lukisan, tenggelam dalam percakapan sehingga
     melupakan Serenity. Akhirnya Serenity meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan.
     Beberapa hari kemudian Mahendra menelepon Serenity untuk memberikan ide-ide
     dalam lukisannya, namun Serenity menolak karena hatinya sudah terluka. Sebuah tarian
     luka. Luka yang kecil yang sudah di sadarinya sejak dulu. Seperti sebuah gerimis

     Ada Apa Dengan Hujan
1. Penokohan
   a. Lini/Kimi       : baik, kalem, murah senyum
   b. Zaenal/Jane     : suka menggoda, kelihatan seeperti anak baik-baik
   c. Tania           : baik, suka bercanda
2. Latar
   a. Tempat          : di halte bus
   b. Waktu           : siang hari
   c. Suasana         : hujan deras
3. Alur               : maju
4. Sudut pandang      : orang ketiga
5. Rangkuman          :
           Lini bertemu dengan cowok SMA yang sepantaran dengan dirinya. Cowok itu,
   yang mengaku sebagai Zaenal kepada Lini mengajaknya banyak bicara seolah ingin
   berkenalan dengan Lini. Untuk kedua kalinya, mereka bertemu kembali di halte bus yang
   sama di temani oleh Tania, teman Lini. Zaenal menanyakan nama Lini tetapi Tania
   menjawab bahwa nama Lini adalah Kimi ( nama samaran ). Zaenal mencoba merayu Kimi
   namun Tania langsung mengajak Lini untuk segera pergi dan naik bus.
          Esoknya, Kimi di beritahu anak SMP bahwa Zaenal naksir sama Kimi dan meminta
  besok menemuinya di halte seperti biasanya. Besok sepulang sekolah, Zaenal bertemu
  dengan Kimi dan mengajaknya makan bakso di halte bus. Mereka bercanda tawa sampai
  akhirnya Zaenal menanyakan apakah Kimi mempunyai pacar atau belum. Dan pada saat
  itu juga mereka memutuskan untuk menjalain hubungan.
          Seperti biasanya, Kimi menunggu di halte bus untuk pulang ke rumah. Dan sudah
  tiga kali juga hujan deras ia tidak bertemu dengan Zaenal. Tukang rokok yang ada di
  sebelahnya mengatakan bahwa Zaenal sudah di pergi karena dia suka iseng. Kimi
  bingung. Sebenarnya Zaenal adalah sseorang cewek yang di tinggalkan cowoknya karena
  berpacaran dengan cowok lain. Karena kesal, ia memilih untuk berdandan seperti cowok
  dan menjalin hubungan dengan cewek lain. Dan dia sudah sering masuk rumah sakit jiwa.
   Jangan Biarkan Hujan Datang
1. Penokohan
   a. Niken           : suka membantah orang tua, menyukai orang yang lebih tua.
   b. Bapak           : tegas, pemarah.
   c. Ibu             : lemah lembut, suka memecahkan masalah dengan kepala dingin.
   d. Mbak Tiwi       : dewasa
2. Latar
   a. Tempat          : rumah
   b. Waktu           :-
   c. Suasana         : tegang
3. Alur               : maju
4. Sudut pandang      : orang ketiga
5. Rangkuman          :
            Niken menjalin hubungan dengan seseorang yang di panggilnya sebagai “Kakak”.
     Namun bapaknya menolak mentah-mentah sehingga ketika si Kakak bertamu ke rumah
     Niken, si bapak mengusirnya dengan tidak sopan.
            Mbak Tiwi, memperingatkan Niken bahwa sebaiknya ia putus dengan kakaknya
     dan mencari seseorang yang lain. Ibu menjelaskan semuanya kepada Niken tentang
     mengapa ia tidak boleh menjalin hubungan dengan Kakak karena dulu ia adalah seorang
     yang sangat mencintai ibunya meskipun ibunya telah menikah dengan bapaknya.
     Bagaimanapun juga, Niken harus menghormati Kakak sebagai gurunya yang akan di
     temuinya setiap hari di sekolah.

  Tak ada tempat untuk angin
1. Penokohan
   a. Angin          : cantik, baik hati
   b. Tom            : baik, pendiam
   c. Desy           : pencemburu, baik
2. Latar
   a. Tempat         : universitas
   b. Waktu          : siang
   c. Suasana        : kecewa, haru
3. Alur              : maju
4. Sudut pandang      : orang ketiga
5. Rangkuman          :
           Cewek bernama angin, seorang yang mempunyai rambut bergelombang, serta
   senyum menarik . Tom seorang lelaki yang mempunyai pacar desy yang duduk dikursi
   roda. Itu karena tom menabraknya hingga ia lumpuh. Seorang anak benama angin
   menyukai tom. Ia mengejar-ngejar tom namun tom hanya diam dan cuek. Desy pacar
   tom sangat khawatir bahwa tom akan tertarik pada angin. Teman desy menyuruh untuk
   membeli sepasang cincin namun desy menolaknya. Ia berfikir ikatan dikursi roda ini
   sudah mampu untuk mengikat hubungannya dengan tom. Namun tingkah angin yang
   sangat mencintai tom membuat desy cemburu. Akhirnya tom mengatakan bahwa ia tidak
   akan berpaling kepada angin.

  Payung ungu
1. Penokohan
   a. Tata             : pembenci, egois
   b. Ibu tata         : baik hati, sabar
   c. Ayah tata         : baik, perhatian
2. Latar
   a. Tempat           : rumah ibu tata
   b. Waktu            : malam
   c. Suasana          : haru, tegang
3. Alur                : maju
4. Sudut pandang       : orang ketiga
5. Rangkuman           :
           Tata tinggal bersama dengan bundanya. Suatu ketika bunda tata mengatakan
   bahwa ayahmu akan menginap disini malam ini. Tata terlihat kesal dengan sikap
   bundanya yang selalu lemah kekika ayah datang. Dia menyiapkan kamar kosong, handuk
   ungu, serta berbagai persiapan demi kedatangan ayah tata. Ayahnya pun datang
   bersama wanita. Kemudian tata pun berbicara dengan ayahnya dan berkata sangat
   membenci ayah dan tak akan memafkannya. Dan saat ayahnya pulang, bunda pun
   berkata pada tata bahwa ayahnya menitipkan sebuah payung ungu untuknya agar
   dipakai saat turun hujan.

  Engkau badai dan aku embun
1. Penokohan
   a. Lariska       : pembenci, egois
   b. Badai         : baik hati, sabar
2. Latar
   a. Tempat        : di angkot, perkampungan
   b. Waktu         : sians
   c. Suasana       : tegang, haru
3. Alur             : maju
4. Sudut pandang    : orang ketiga
5. Rangkuman        :
          Saat itu lariskarcopet sedang naik angkot. Namun tiba-tiba ada yang
  menodongnya dengan pisau dan berkata minta uang buat beli rokok. Namun ternyta
  orang yang menodongnya tersebut berniat menolongnya agar ia tidak tercopet saat ia
  tidur. Akhirnya dari situ badai nama cowok itu bertemu kembali dengan lariska dan
  mengobrol nyaman tentang puisi-puisi yang saling diketahui oleh mereka. Lariska merasa
  tertarik dengan lelaki yang berwajah agak garang tersebut. Ada penjual di warung sate
  yang kemudian berkata bahwa ia dicari mas badai. Lariska pun berusaha mengorek
  banyak keterangan tentang kehidupan cowok itu. Suatu ketika lariska kaget melihat
  berita dikoran tentang badai. Dan mendengar badai telah meninggal.kemudian ia
  menemukan satu bait puisi terselip di halaman buku yang belum sempat ia kembalikan
  pada badai. Bait tersebut membuat lariska meneteskan air mata



  Badai
1. Penokohan
   a. Badai            : penurut, pengertian
   b. Nunik            : pengertian, periang, penyayang, suka mengalah
   c. Eyang            : egois, pendendam
   d. Arnetta          : Penyayang, lemah lembut
2. Latar
   a. Tempat           : rumah
   b. Waktu            : siang
   c. Suasana          : sepi, tenang
3. Alur                : maju-mundur
4. Sudut pandang       : orang ketiga
5. Rangkuman           :
           Arnetta adalah satu daritiga cucu eyang. Dia menderita gangguan jiwa karena
    kecelakaan beberapa tahun lalu yang menewaskan orang tua dan kekasihnya, Badai.
    Kemudian, datang Yogi, tetangga eyang yang kemudian diakui Arnetta sebagai “Badai”.
                Desy dan Nunik adalah cucu eyang lainnya. Namun Desy telah meninggal
    karena kecelakaan settelah diputuskan Yogi. Karena itulah, Eyang ingin membalas
    dendam kepada Yogi. Beliau menddatangi rumah orang tua Yogi dan meminta Yogi
    untuk mau menjadi “Badai” bagi Arnetta, demi kesembuhan Arnetta. Dengan terpaksa,
    Yogi menyetujui perintah Eyang.
                Nunik yang mengetahui semua kebenaran itu, berusaha mengingatkan
    Eyang bahwa sikap Eyang salah untuk membalaskan dendam cucunya pada Yogi. Nunik
    juga berusaha menyadarkan Arnetta untuk menerima kenyataan bahwa Badai sudah
    meninggal. Namun, mental Arnetta terlalu lemah untuk menerima kenyataan itu. Nunik
    pun membiarkan sandiwara yang dibuat Eyang ini berjalan dan membiarkan hatinya
    terluka karena telah memendam cinta yang begitu besar kepada Yogi sekian lama.

  Ada Cahaya
1. Penokohan
   a. Boy           : egois, pendendam
     b. Cahaya           : genit, jalang
     c. Luki             : jalang
2.   Latar
     a. Tempat           : kafe
     b. Waktu            : malam
     c. Suasana : ramai
3.   Alur                : maju
4.   Sudut pandang       : orang pertama pelaku utama
5.   Rangkuman           :
             Cahaya adalah cewek yang sering nongkrong di kafe. Keperawanannya telah
     direnggut oleh seorang lelaki hidung belang ketika ia masih remaja. Dia pumya seratus
     nama untuk seratus lelaki yang berbeda. Namun, hanya untuk lelaki yang benar-benar
     baiklah, nama Cahaya ia berikan.
             Suatu hari, Boy dan Luki, dua orang lelaki hidung belang dating ke kafe dan
     melihat sosok cewek berambut panjang disudut ruangan. Luki dan Boy membuat taruhan
     untuk mendapatkan cewek itu.
             Hari berikutnya, Boy mendekati cewek yang ternyata bernama Cahaya itu dengan
     berpura-pura menjadi cowok baik-baik. Dengan kemampuan sandiwaranya yang ia
     dapatkan dari les teater, Boy pun berhasil mengambil hati Cahaya dan membuatnya jatuh
     cinta. Cahay pun akhirnya mau menjadi kekasih Boy dan berjanji akan berubah menjadi
     cewek baik-baik.
             Cahaya tidak menyadari bahwa Boy hanay berpura-pura menyukainya dan sebuah
     fakta bahwa Boy adalah anak dari calon suaminya yang gagal ia nikahi.


     Pergilah Pelangi
1. Penokohan
   a. Roy             : baik, pelupa
   b. Adi             : jalang
   c. Pelangi         : pendendam
2. Latar
   a. Tempat          : kos-kosan
   b. Waktu           : pagi
   c. Suasana         : sepi
3. Alur               : maju
4. Sudut pandang      : orang ketiga
5. Rangkuman          :
          Suatu hari, Roy bertemu dengan deorang cewek yang cantik, tinggi, dan kurus di
   kos-kosannya. Mereka baru pertama kali bertemu. Anehnya cewek itu bertanaya apakah
   Roy punya tembakan untuk menembak seseorang. Dengan wajah hera, Roy menggeleng.
         Hari berikutnya, di tempat dan waktu yang bebeda, Roy bertemu dengan cewek
itu lagi. Dia masih menanyakan pertanyaan yang sama. Roy pun menjawab dengan
jawaban yang sama juga.
         Esoknya, pagi-pagi sekali, Roy bertemu cewk itu lagi dengan terburu-buru dan
membawa ransel yang penuh isi. Kali ini, ia tidak melontarkan pertanyaan yang sama
seperti hari-hari sebelumnya. Dia hanya bilang, dia tidak butuh pistol lagi, karena
tugasnya sudah selesai.
         Roy pun tersadar. Gadis itu adalah Pelangi. Mantan kekasih Adi, teman sekamar
Roy, yang baru diputuskan dua hari yang lalu karena mengaku hamil. Dialah yang
menembak Adi hingga tidak bernyawa lagi. Selebihnya Roy tidak mengerti.

								
To top