Konsep Tanda Bahaya Kehamilan by z41n

VIEWS: 277 PAGES: 8

									                              Konsep Tanda Bahaya Kehamilan

2.1.1 Pengertian Tanda Bahaya Kehamilan

             Tanda bahaya kehamilan adalah tanda-tanda yang mengindikasikan adanya

      bahaya yang dapat terjadi selama masa kehamilan atau periode antenatal, yang apabila

      tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi secara dini bisa menyebabkan kematian ibu dan

      bayi (Masdanang, 2003)

2.1.2 Faktor penyebab tanda bahaya kehamilan

      Ada beberapa faktor penyebab terjadinya tanda bahaya kehamilan, seperti:

      a. Status gizi atau nutrisi ibu.

                 Apa yang terjadi bila ibu hamil kurang mengkonsumsi nutrisi dan vitamin, ibu

          akan mengalami masalah pada kesehatan dalam kehamilan ibu dan janin yang

          dikandungnya. Seperti ibu kerang mengkonsumsi makanan yang mengandung zat

          besi kebanyakan ibu akan mengalami anemia yang akan mengakibatkan perdarahan

          dan jika tidak segera ditangani akan menimbulkan keguguran yang berbahaya bagi

          kahamilan ibu


      b. Perilaku ibu terhadap keteraturan pemeriksaan kehamilan.

          Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan secara berkala dan teratur. Bila kehamilan

          normal, jumlah kunjungan cukup 4 kali :

          1. satu kali pada trimester pertama

          2. satu kali pada trimester kedua

          3. dua kali pada trimester ketiga
         Hal ini dapat memberikan peluang yang lebih besar bagi petugas kesehatan untuk

         mengenali secara dini sebagai penyulit atau gangguan kesehatan yang terjadi pada ibu

         hamil (Prawirohardjo, 2008 : 284).

      c. Pengetahuan ibu.

         Penting untuk ibu tahu dan faham tentang tanda bahaya kehamilan, seharusnya setiap

         ibu melakukan kunjungan antenatal tenaga kesehatan harus mengajarkan pada ibu

         bagaimana mengenali tanda bahaya pada kehamilan sehingga ibu dapat segera

         memberitahukan atau melaporkan pada tenaga kesehatan jika terdapat tanda bahaya

         kehamilan pada dirinya (Kusmiyati, 2009).

      d. Sosial ekonomi.

         Sosial ekonomi yang kurang akan berpengaruh terhadap keteraturan ibu dalam

         memeriksakan kehamilanya, sehingga jika terjadi tanda bahaya kehamilan tidak dapat

         terdeteksi secara dini oleh petugas.

2.1.3 Macam-Macam Tanda Bahaya Kehamilan

      a. Perdarahan Pervaginam

         Perdarahan vagina dalam kehamilan adalah jarang yang normal. Pada masa awal

         kehamilan ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang sedikit atau spotting,

         perdarahan ini adalah perdarahan implantasi dan ini normal terjadi. Pada waktu yang

         lain dalam kehamilan perdarahan ringan mungkin terjadi dari servik yang rapuh,

         perdarahan ini mungkin suatu tanda adanya infeksi. Pada awal kehamilan perdarahan

         yang tidak normal adalah yang merah, perdarahan yang banyak, atau perdarahan

         dengan nyeri, perdarahan ini dapat berarti abortus, kehamilan mola atau kehamilan

         ektopik. Pada kehamilan lanjut perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak,
   kadang-kadang/tidak selalu dan disertai dengan rasa nyeri, perdarahan semacam ini

   bisa berarti plasenta previa atau abrupsio plasenta (Anonimous, 2010)

b. Sakit Kepala Yang Hebat

   Sakit   kepala   bisa   terjadi   selama   kehamilan,   dan   seringkali   merupakan

   ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan

   suatu masalah yang serius adalah sakit kepala yang menetap dan tidak hilang dengan

   istirahat. Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut ibu mungkin

   menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur dan berbayang. Sakit kepala yang

   hebat dalam kehamilan adalah gejala dari pre-eklampsia (Anonimous, 2010).

   Hipertensi dalam kehamilan dapat diibagi menjadi dalam 2 macam yaitu: hipertensi

   karena kehamilan jika hipertensi terjadi pertama kali sesudah kehamilan 20 minggu,

   selama kehamilan dan dalam 48 jam pascapersalinan sedang disebut hipertensi kronik

   jika hipertensi terjadi sebelum kehamilan 20 minggu (Saifuddin, 2006).

   Tanda dan gejala yang timbul:

   1. Tekanan darah diastolik merupakan indikator dalam penanganan hipertensi dalam

      kehamilan, karena tekanan diastolik mengukur tekanan perifer dan tidak

      tergantung pada emosional pasien.

   2. Diagnosis hipertensi dibuat jika tekanan darah diastolik > 90 mmHg pada 2

      pengukuran yang berjarak 1 jam atau lebih.

   Penanganan yang dilakukan jika terjadi sakit kepala yang hebat:

   1. Segera lakukan rawat inap

   2. Lakukan penilaian klinik terhadap keadaan umum pasien, sambil mencari riwayat

      penyakit sekarang, dahulu dan keluarga pasien.
   3. Jika pasien tidak bernafas berikan oksigen dengan masker atau inkbasi jika perlu.

   4. Jika pasien syok segera lakukan penanganan syok

   5. Jika pasien kejang, baringkan pasien pada satu sisi tempat tidur, sedikit tinggikan

      kepala pasien untuk mencegah aspirasi sekret, muntahan atau darah yang keluar,

      pasang spatel lidah untuk menghindari tergigitnya lidah pasien (Saifuddin, 2006).

c. Mual Muntah Yang Berlebihan

   Mual muntah dalam masa kehamilan adalah suatu yang normal dan berlangsung

   hanya pada trimester pertama, namun terkadang timbul mual muntah yang sangat

   parah yang disebut ”Hiperemesis Gravidarum”. Penyebabnya tidak diketahui dengan

   jelas, mungkin diakibatkan oleh perubahan hormon, mungkin karena faktor

   psikologis, refleksi kebahagiaan, atau penolakan terhadap kehamilan (Ratna, 2010).

   1. Tanda-tanda sebagai berikut:

      a) Berat badan turun 2,5 sampai 5 kg atau lebih selama trimester pertama.

      b) Tidak dapat menelan makanan atau minuman apapun selama 24 jam terakhir.

      c) Air kencing berwarna kuning sangat gelap atau tidak kencing selama 8 jam

          terakhir.

      d) Muntah sangat sering kadang bisa setiap jam atau lebih.

      e) Mual sangat hebat sehingga selalu muntah saat makan.




   2. Cara Mencegah Mual Muntah
   a) Menghindari makanan berbau tajam, asap rokok atatu parfum yang berbau

        menyengat yang dapat menjadi pemicu mual muntah.

   b) Beberapa suplemen makanan dapat membantu mengurangi mual muntah

        seperti minuman jahe atau vitamin B6.

   c) Makanlah makanan yang diinginkan ketika tubuh mampu menerimannya.

   d) Jangan segera berbaring setelah makan, sebaiknya duduk tegak selama

        beberapa saat agar tidak kembung atau mual.

   e) Hindari banyak minum saat makan, tunggulan 30 menit setelah makan baru

        minum, namun diluar waktu makan anda diharapkan untuk minum lebih

        banyak.

   f) Makanlah dengan porsi yang sedikit tapi sering (tiap 2-3 jam) untuk

        menghindari mual tanpa beresiko kekurangan gizi.

   g) Pola makan yang lengkap dan seimbang.

   h) Istirahat yang cukup.

   i)   Konsultasi ke dokter kandungan jika mual muntah masih berlanjut (Ratih,

        2008)

3. Penatalaksanaan

   a) Rawat inap

   b) Penderita diisolasi dalam kamar yang tenang dan cerah dengan pertukaran

        udara yang baik

   c) Stop makanan dan minuman dalam 24 jam pertama

   d) Kalori diberikan secara parenteral dengan glukosa 5% dalam cairan fisiologis

        sebanyak 2-3 lt/hr
       e) Kontrol diuresis untuk menjaga keseimbangan cairan

       f) Berikan vitamin B1 dan B6 untuk tambahan

       g) Pada keadaan lebih berat berikan antimetik (metoklopramid, disiklomin,

           hidroklorida, atau klorpromazin)

       h) Berikan terapi psikologis untuk meyakinkan pasien bahwa penyakit dapat

           disembuhkan serta menghilangkan rasa takut hamil.

       i) Bila dalam 24 jam pasien tidak muntah atau keadaan sudah membaik, berikan

           makanan dan minuman yang sedikit demi sedikit ditambah.

       j) Bila masih tetap atau bahkan memburuk, tetap stop makanan dan minuman

           dalam 24 jam kedua dan pertimbangkan rujukan.

       (Anonimous, 2010)

d. Nyeri Abdomen Yang Hebat

   Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah tidak

   normal, nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam

   keselamatan jiwa adalah yang hebat, menetap dan tidak hilang setelah istirahat. Hal

   ini bisa berarti apendisitis, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit radang panggul,

   persalinan preterm, gastritis, penyakit kantung empedu, uterus yang iritable, abrupsio

   plasenta, infeksi lain.



e. Gerak Janin Berkurang atau Tidak Ada Gerak janin

   Normalnya ibu mulai merasakan gerakan janin pada bulan ke-5 atau ke-6, tapi

   beberapa ibu juga dapat merasakan gerakan janinnya lebih awal, jika bayi sedang
   tidur gerakan bayi akan melemah. Gerakan bayi akan lebih mudah terasa pada saat

   ibu berbaring atau istirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik.

f. Bengkak Pada Muka dan Tangan

   Bengkak bisa menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada muka dan

   tangan, tidak hilang setelah beristirahat, dan disertai dengan keluhan fisik yang lain.

   Hal ini bisa merupakan pertanda anemia, gagal ginjal, atau pre-eklampsia.

g. Ketuban Pecah Dini

   Keluarnya cairan berupa air-air vagina pada trimester 3. Ketuban dinyatakan pecah

   dini jika terjadi sebelum proses persalinan berlangsung yang disebabkan karena

   berkurangnya    kekuatan    membran     atau   meningkatnya     tekanan   intra   uteri,

   berkurangnya kekuatan membran disebabkan oleh adanya infeksi yang dapat berasal

   dari vagina dan serviks. pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan

   preterm (sebelum kehamilan 37 minggu) maupun pada kehamilan aterm. Normalnya

   selaput ketuban pecah pada akhir kala 1 atau awal kala 2 (Kusmiyati, 2009).

   1. Penilaian Klinik

      a) Pecahnya selaput ketuban dapat ditentukan dengan adanya cairan ketuban

          divagina, jika tidak ada dapat dicoba dengan gerakan sedikit bagian terbawah

          janin atau meminta pasien untuk batuk atau mengedan. Penentuan cairan

          ketuban dapat dilakukan dengan tes lakmus jika benar cairan ketuban maka

          kertas lakmus yang merah akan berubah menjadi biru.

      b) Menentukan usia kehamilan, jika perlu lakukan USG

      c) Menentukan ada tidaknya infeksi dengan melihat tanda-tanda infeksi : suhu >

          38ºC, melihat air ketuban keruh atau berbau.
   d) Melihat adanya tanda-tanda inpartu : adanya kontraksi yang teratur, lakukan

      pemeriksaan dalam.

2. Penanganan

   Pada ketuban pecah dini memerlukan pertimbangan usia kehamilan apakan ada

   infeksi pada komplikasi ibu dan janin atau adanya tanda-tanda persalinan.

   Lakukan perawatan dirumah sakit, berikan antibiotik (ampisilin dan metronidazol

   selama 7 hari), jika umur kehamilan < 32-34 minggu ibu dirawat selama air

   ketuban keluar atau sampai air ketuban tidak keluar lagi, berika steroid untuk

   memacu kematangan paru janin dan jika memungkinkan lakukan pemeriksaan

   kadar lesitin setiap minggu, jika pada umur kehamilan 32-37 minggu belum

   inpartu dan tidak ada infeksi berikan deksametason, observasi tanda infeksi dan

   keadaan janin, jika kehamilan umur 32-37 minggu sudah inpartu dan tidak ada

   infeksi berikan tokolitik (salbutamol), deksametason, dan induksi sesudah 24 jam,

   namun bila pada umur kahamilan 32-37 minggu terdapat infeksi berikan

   antibiotik dan lakukan induksi (Saifuddin, 2006).

								
To top