KONSEP SIKAP by z41n

VIEWS: 94 PAGES: 4

									                                       Konsep Sikap

2.3.1 Pengertian Sikap

      Sikap adalah merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu

      objek (Notoatmodjo, 2003:130).

      Sikap ini dapat bersikap positif dan dapat bersikap negatif. Dalam sikap positif

      kecenderungan tindakan adalah mendekati, menyenangi, mengharapkan objek tertentu.

      Sedangkan sikap negatif terdapat kecenderungan untuk menjauhi, menghindari,

      membenci, tidak menyukai objek tertentu (Azwar, 2011: 5).

2.3.2 Komponen Sikap

      Menurut Alport (1954) dalam Notoatmodjo (2003) menjelaskan bahwa sikap itu

      mempunyai 3 komponen pokok, yaitu :

      a.   Kepercayaan (keyakinan), ide dan konsep terhadap suatu objek.

      b. Kehidupan emosional atau evaluasi emosional suatu objek.

      c. Kecenderungan untuk bertindak (trend to behave).

      Ketiga komponen tersebut secara bersama – sama membentuk sikap yang utuh (total

      attitude).

2.3.3 Tingkatan Sikap

      Menurut Notoadmojo (2003) sikap mempunyai 4 tingkatan :

      a.   Menerima (Receiving)

           Menerima diartikan bahwa orang (subjek) mau dan memperhatikan stimulus yang

           diperhatikan (objek).

      b.   Merespon (Responding)
           Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang

           diberikan adalah suatu indikasi dari sikap.Karena dengan suatu usaha menjawab

           pertanyaan atau menjawab tugas yang diberikan lepas pekerjaan itu benar atau salah

           adalah berarti orang menerima ide tersebut.

      c.   Menghargai (Value)

           Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau diskusi dengan orang lain terhadap

           suatu masalah adalah suatu indikasi dari sikap tingkat tiga.

      d.   Bertanggung Jawab (Responsible)

           Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko

           tanggung jawab merupakan tingkat yang paling tinggi.

2.3.4 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Sikap

      a.   Pengalaman pribadi

             Apa yang telah dan sedang kita alami akan ikut membentuk dan mempengaruhi

           penghayatan kita terhadap stimulus social. Tanggapan akan menjadi salah satu dasar

           terbentuknya sikap. Untuk dapat mempunyai tanggapan dan penghayatan, seseorang

           harus mempunyai pengalaman yang berkaitan dengan objek psikologis.

             Pembentukan kesan atau tanggapan terhadap objek merupakan proses kompleks

           dalam diri individu yang melibatkan individu yang bersangkutan, situasi dimana

           tanggapan itu terbentuk, dan atribut atau ciri-ciri objektif yang dimiliki oleh

           stimulus. Untuk dapat menjadi dasar pembentukan sikap, pengalaman oribadi

           haruslah meninggalkan kesan yang kuat. Karena itu, sikap akan lebih mudah

           terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut terjadi dalam situasi yang melibatkan

           factor emosional.
b.   Pengaruh orang lain yang diambil penting

       Orang lain disekitar kita merupakan salah satu diantara komponen sosial yang

     ikut mempengaruhi sikap kita. Seseorang yang kita anggap penting, seseorang yang

     kita harapkan persetujuanya bagi setiap gerak tingkah dan pendapat kita, seseorang

     yang tidak ingin kita kecewakan, atau seseorang yang berarti khusus bagi kita

     (significant others), akan banyak mempengaruhi pembentukan sikap kita terhadap

     sesuatu. Diantara orang yang biasanya dianggap penting bagi individu adalah orang

     tua, orang yang status sosialnya yang lebih tinggi, teman sebaya, teman dekat, guru,

     teman kerja, istri atau suami, dan lain-lain

c.   Pengaruh kebudayaan

       Kebudayaan dimana kita hidup dan dibesarkan mempunyai pengaruh besar

     terhadap pembentukan sikap kita. Apabila kita hidup dalam budaya yang

     mempunyai norma longgar bagi pergaulan heteroseksual, sangat mungkin kita akan

     mempunyai sikap yang mendukung terhadap masalah kebebasan pergaulan

     heteroseksual. Apabila kita hidup dalam budaya sosial yang sangat mengutamakan

     kehidupan berkelompok, maka sangat mungkin kita akan mempunyai sikap negatif

     terhadap kehidupan individualisme yang mengutamakan kepentingan perorangan.

d.   Media massa

       Media massa sebagai sarana komunikasi, berbagai bentuk seperti televisi, radio,

     surat kabar, majalah, dan lain-lain. Mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan

     opini dan kepercayaan orang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal

     memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut.

     Pesan-pesan sugestif yang dibawa oleh informasi tersebut, apabila cukup kuat kan
     member dasar afektif dalam menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah arah sikap

     tertentu.

e.   Lembaga pendidikan dan lembaga agama

        Sebagai suatu system mempunyai pengaruh dalam pementukan sikap dikarenakan

     keduanya meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu.

     Pemahaman akan baik dan buruk, garis pemisah antara sesuatu yang boleh dan yang

     tidak boleh dilakukan, diperoleh dari pendidikan dan dari pusat keagamaan serta

     ajaran-ajaranya. Dikarenakan konsep moral dan ajaran agama sangat menentukan

     system kepercayaan dalam menentukan sikap individu terhadap sesuatu hal.

f.   Pengaruh faktor emosional

        Suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari emosi yang berfungsi

     sebagai semacam penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan

     ego. Sikap demikian dapat merupakan sikap yang sementara dan segera berlalu

     begitu frustasi telah hilang akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang lebih

     persisten dan bertahan lama.

								
To top