Dijelaskan oleh Deni Andriana bahwa peneliti menggunakan triangulasi sebagai teknik untuk mengecek keabsahan data

Document Sample
Dijelaskan oleh Deni Andriana bahwa peneliti menggunakan triangulasi sebagai teknik untuk mengecek keabsahan data Powered By Docstoc
					     Dijelaskan oleh Deni Andriana bahwa peneliti menggunakan triangulasi sebagai teknik untuk mengecek
     keabsahan data. Dimana dalam pengertiannya triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data
     yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara terhadap objek
     penelitian (Moloeng, 2004:330)
     Triangulasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik yang berbeda (Nasution, 2003:115) yaitu
     wawancara, observasi dan dokumen. Triangulasi ini selain digunakan untuk mengecek kebenaran data
     juga dilakukan untuk memperkaya data. Menurut Nasution, selain itu triangulasi juga dapat berguna
     untuk menyelidiki validitas tafsiran peneliti terhadap data, karena itu triangulasi bersifat reflektif.
     Denzin (dalam Moloeng, 2004), membedakan empat macam triangulasi diantaranya dengan
     memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik dan teori. Pada penelitian ini, dari keempat
     macam triangulasi tersebut, peneliti hanya menggunakan teknik pemeriksaan dengan memanfaatkan
     sumber.
     Triangulasi dengan sumber artinya membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu
     informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif
     (Patton,1987:331). Adapun untuk mencapai kepercayaan itu, maka ditempuh langkah sebagai berikut :

1.   Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara
2.   Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.
3.   Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya
     sepanjang waktu.
4.   Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan masyarakat dari
     berbagai kelas.
5.   Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.


     Sementara itu, dalam catatan Tedi Cahyono dilengkapi bahwa dalam riset kualitatif triangulasi
     merupakan proses yang harus dilalui oleh seorang peneliti disamping proses lainnya, dimana proses
     ini menentukan aspek validitas informasi yang diperoleh untuk kemudian disusun dalam suatu
     penelitian. teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data
     itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Teknik triangulasi yang
     paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lain. Model triangulasi diajukan untuk
     menghilangkan dikotomi antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif sehingga benar-benar
     ditemukan teori yang tepat.
     Murti B., 2006 menyatakan bahwa tujuan umum dilakukan triangulasi adalah untuk meningkatkan
     kekuatan teoritis, metodologis, maupun interpretatif dari sebuah riset. Dengan demikian triangulasi
     memiliki arti penting dalam menjembatani dikotomi riset kualitatif dan kuantitatif, sedangkan menurut
     Yin R.K, 2003 menyatakan bahwa pengumpulan data triangulasi (triangulation) melibatkan
     observasi, wawancara dan dokumentasi. Apa yang dapat saya katakan disini bahwa implementasi
     riset kesehatan saat ini banyak dikembangkan kemitraan riset kualitatif dan kuantitatif (mix methods)
     atau dengan ungkapan saya“Bridging disparities evidence based mixed methods approaches
     in healthcare organizations”.
     Sumber Pustaka :

    Moloeng, lexy J. 2004. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Rosda.
    Nasution, Prof. Dr. S. 2003. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung : Tarsito.
    http://goyangkarawang.com/2010/02/triangulasi-dan-keabsahan-data-dalam-penelitian/
    http://library-teguh.blogspot.com/2009/12/metode-triangulasi-penculikan-sampel.html

Tulisan ini didasarkan pada buku Burhan Bungin, yang berjudul Analisis Data Penelitian
Kualitatif: Pemahaman Filosofis dan Metodologis kearah Penguasaan Model Aplikasi,
diterbitkan PT. Rajagrafindo Persada, Jakarta pada tahun 2003 dan buku DR. Lexy. J. Moleong
yang berjudul Metode Penelitian kualitatif. Dalam tulisan ini akan dijelaskan mengenai
triangulasi sebagai suatu tehnik penelitian perpaduan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif
dan sebagai salah satu tehnik atau cara dalam pemeriksaan keabsahan data. Tulisan ini juga akan
menjelaskan manfaat dan proses kerja dari tehnik triangulasi.

Triangulasi adalah istilah yang diperkenalkan oleh N.K.Denzin (1978) dengan meminjam
peristilahan dari dunia navigasi dan militer, yang merujuk pada penggabungan berbagai metode
dalam suatu kajian tentang satu gejala tertentu. Keandalan dan kesahihan data dijamin dengan
membandingkan data yang diperoleh dari satu sumber atau metode tertentu dengan data yang di
dapat dari sumber atau metode lain. Konsep ini dilandasi asumsi bahwa setiap bias yang inheren
dalam sumber data, peneliti, atau metode tertentu, akan dinetralkan oleh sumber data, peneliti
atau metode lainnya. Istilah triangulasi yang dikemukakan oleh Denzin dikenal sebagai
penggabungan antara metode kualitatif dan metode kuantitatif yang digunakan secara bersama-
sama dalam suatu penelitian.

Metode penelitian dengan tehnik triangulasi digunakan dengan adanya dua asumsi yaitu yang
pertama, pada level pendekatan, tehnik triangulasi digunakan karena adanya keinginan
melakukan penelitian dengan menggunakan dua metode sekaligus yakni, metode penelitian
kualitatif dan metode penelitian kuantitatif. Hal ini didasarkan karena, masing-masing metode
memiliki kelemahan dan kelebihan tertentu, dan memiliki pendapat dan anggapan yang berbeda
dalam memandang dan menanggapi suatu permasalahan. Suatu masalah jika dilihat dengan
menggunakan suatu metode akan berbeda jika dilihat dengan menggunakan metode yang lain.
Oleh karena itu akan sangat bermanfaat apabila kedua sudut pandang yang berbeda tersebut
digunakan secara bersama-samaa dalam menanggapi suatu permasalahan sehingga diharapkan
dapat memperoleh hasil yang lebih lengkap dan sempurna. Pada level pendekatan penelitian,
penggabungan metode kuantitaif dan kualitatif dalam sebuah kegiatan penelitian ditujukan untuk
menemukan sesuatu yang lebih utuh dari objek penelitian. Asumsi kedua yang mendasari
penggunaan tehnik triangulasi yakni, pada level pengumpulan dan analisis data. Pengumpulan
dan analisis data membutuhkan sebuah prosedur untuk menguji hasil analisis data.

Dalam penelitian dengan mengunakan metode triangulasi, peneliti dapat menekankan pada
metode kualitaitif, metode kuantitaif atau dapat juga dengan menekankan pada kedua metode.
Apabila peneliti menekankan pada metode kualitatif, maka metode kuantitatif dapat digunakan
sebagai fasilitator dalam membantu melancarkan kegiatan peneliatian, dan sebaliknya jika
menekankan metode kuantitatif. Namun. apabila peneliti memberi tekanan yang sama terhadap
kedua metode penelitian ( kuantitatif-kualitaatif) ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan
harus dilakukan yakni : yang pertama memahami masing-masing metode dan pentingnya metode
teersebut dalam suatu penelitian yang akan dilakukan; kedua, memahami permasalahan dan
tujuan penelitian yang akan dilakukan sehingga penggunaan metode kualitatif dan metode
kuantitatif ini disesuaikan dengan masalah dan tujuan dari penelitian yang ingin dicapai; ketiga,
kedua metode yang digunakan juga dapat dilakukan dengan mempertimbangkan prioritas
kepentingan, dimana kedua metode dapat digunakan dalam desain secara bersama-sama namun
pada laporan penelitian hanya diperhitungkan salah satunya saja; dan yang ketiga, kedua metode
juga digunakan berdasarkan pertimbangan keterampilan peneliti, yang terlibat dalam satu
kegiatan penelitian secaara simultan apabila ada hubungan dengan masalah dan tujuan penelitian.

Menggunakan metode triangulasi yakni penggabungan dua metode dalam satu penelitian
diharapkan mendapatkan hasil yang lebih baik apabila dibandingkan dengan menggunakan satu
metode saja dalam suatu penelitian. Sebelum melakukan penelitian dengan menggunakan
metode triangulasi, peneliti harus terlebih dahulu menghitung dan memperkirakan apakah hasil
yang akan diperoleh nantinya dalam peneltian tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan
menggunakan satu metode saja. Selain itu juga diperhitungkan waktu, tenaga dan dana yang
dihabiskan dalam penelitian, apakah akan menghasilkan atau memperoleh hasil yang
memuaskan.

Metode triangulasi banyak menggunakan metode alam level mikro, yakni bagaimana
menggunakan beberapa metode pengumpulan data dan analisis data sekaligus dalam suatu
penelitian, termasuk menggunakan informan sebagai alat uji keabsahan dan analisis hasil
penelitian. Hal ini didasarkan karena informasi atau data yang diperoleh melalui pengamatan
akan lebih akurat apabila juga digunakan wawancara atau menggunakan bahan dokumentasi
untuk memeriksa keabsahan informasi yang telah diperoleh dengan menggunakan kedua metode
tersebut. Teknik triangulasi lebih mengutamakan efektivitas proses dan hasil yang diinginkan.
Triangulasi dapat dilakukan dengan menguji apakah proses dan hasil metode yang digunakan
sudah berjalan dengan baik.

Sebagai contoh proses kerja triangulasi yakni, dalam suatu penelitian dengan menggunakan
wawancara mendalam dan observasi partisipasi untuk pengumpulan data, perlu dipastikan
terhimpunnya catatan harian setiap harinya dari wawancara dan observasi tersebut. Kemudian
dilakukan uji silang terhadap materi catatan-catatan harian tersebut untuk memastikan tidak ada
informasi yang bertentangan antara catatan harian wawancara dan observasi. Setelah itu, hasil
yang telah diperoleh perlu diuji lagi dengan informan-informan sebelumnnya. Apabila terdapat
perbedaan, peneliti harus menelusuri perbedaan ytersebut sampai peneliti memperoleh sumber
perbedaan dan materi perbedaannya , kemudian dilakukan konfirmasi dengan informan dan
sumber-sumber lain. Proses ini dilakukan terus-menerus sepanjang proses mengumpulkan data
dan analisis data, sampai peneliti yakin bahwa tidak ada lagi perbedaan-perbedaan dan tidak ada
lagi yang perlu dikonfirmasikan kepada informan.

Triangulasi juga dapat dilakukan dengan menguji pemahaman peneliti dengan pemahaman
informan tentang hal-hal yang diinformasikan informan kepada peneliti. Hal ini dilakukan
karena, dalam suatu penelitian dapat terjadi pemahaman yang berbeda antara peneliti dengan
informan mengenai suatu objek yang diteliti. Oleh karena itu, untuk menghindarkan adanya
pemahaman yang berbeda tersebut, digunakan triangulasi yakni dengan cara peneliti langsung
melakukan uji pemahaman kepada informan. Cara ini dapat dilakukan setelah wawancara atau
observasi. Uji pemahaaman dapat dilakukan diakhir penelitian ketika semua informasi telah
dipresentasikan dalam draft laporan. Uji keabsahan melalui triangulasi dilakukan karena dalam
penelitian kualitatif, untuk menguji keabsahan informasi tidak dapat dilakukan dengan alat-alat
uji statistic.
Triangulasi sebagai tehnik pemeriksaan keabsahan data memanfatkan sesuatu yang lain diluar
data tersebut untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Adapun
tehnik triangulasi yang banyak digunakan dalam pemeriksaan keabsahan data adalah
pemeriksaan melalui sumber lainnya. Dalam buku Lexy.J. Moleong, Metode Penelitian
Kualitatif, Denzin membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang
memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik dan teori. Triangulasi dengan sumber
berrarti membnadingkan dan mengecek balik derajad kepercayaan suatu informasi yang
diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. Dalam triangulasi
dengan sumber yang terpenting adalah mengetahui adanya alasan-alasan terjadinya perbedaan-
perbedan tersebut.

Sedangkan triangulasi dengan metode terdapat dua strategi yakni, pengecekan derajad
kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data dan pengecekan
derajaad kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama. Triangulasi dengan
memanfatkan penggunaan penyidik atau pengamat yang lainnya membantu mengurangi
penyimpangan dalam pengumpulan data. Sedangkan triangulasi dengan teori, menurut Lincoln
dan Guba dalam buku Lexy. J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif adalah berdasarkan
anggapan bahwa fakta tertentu tidak dapat diperiksa derajad kepercayaannya dengan satu atau
lebih teori. Dalam mengecek keabsahan atau validitas data menggunakan teknik triangulasi. data
atau informasi dari satu pihak harus dichek kebenarannya dengan cara memperoleh data itu dari
sumber lain, misalnya dari pihak kedua, ketiga dan seterusnya dengan menggunakan metode
yang berbeda-beda. Tujuannya ialah membandingkan informasi tentang hal yang sama yang
diperoleh dari berbagai pihak, agar ada jaminan tentang tingkat kepercayaan data. Cara ini juga
mencegah bahaya-bahaya subyektif.

Penelitian dengan menggunakan metode triangulasi dilakukan dengan menggabungkan metode
kualitatif dan metode kuantitaatif dalaam suatu penelitian. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk
memperoleh data yang benar-benar lengkap dan komprehensif, walaupun dengan metode ini
akan lebih banyak menghabiskan waktu, tenaga dan dana dalam penelitian. Triangulasi sebagai
salah satu tehnik pemeriksaan data secara sederhana dapat disimpulkan sebagai upaya untuk
mengecek data dalam suatu penelitian, dimana peneliti tidak hanya menggunakan satu sumber
data, satu metode pengumpulan data atau hanya menggunakan pemahaman pribadi peneliti saja
tanpa melakukan pengecekan kembali dengan penelitian lain. Triangulasi ini merupakan teknik
yang didasari pola pikir fenomenologi yang bersifat multiperspektif. Artinya untuk menarik
kesimpulan yang mantap, diperlukan tidak hanya satu cara pandang. Dari beberapa cara pandang
tersebut akan bisa dipertimbangkan beragam fenomena yang muncul, dan selanjutnya dapat
ditarik kesimpulan yang lebih mantap dan lebih bisa diterima kebenarannya. Hasil pengumpulan
data yang diperoleh seorang peneliti juga diperiksa oleh kelompok peneliti lain untuk
mendapatkan pengertian yang tepat atau menemukan kekurangan-kekurangan yang mungkin ada
untuk diperbaiki. Cara ini disebut dengan member check.

Referensi
Bungin, Burhan. Analisis Data Penelitian Kualitatif: Pemahaman Filosofis dan Metodologis
keArah Penguasaan Model Aplikasi. Jakarta: Rajagrafindo Persada. 2003.
Moleong, Lexy. J. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1989.
                                           About these ads
A.   Pendahuluan

Salah satu pertanyaan penting dan sering muncul dari para peneliti dan mahasiswa yang sedang
melakukan penelitian adalah masalah triangulasi. Hal tersebut didasarkan karena banyak yang
masih belum memahami makna dan tujuan tiangulasi dalam penelitian. Karena kurangnya
pemahaman itu, sering kali muncul persoalan tidak saja antara mahasiswa dan dosen dalam
proses pembimbingan, tetapi juga antar dosen pada saat menguji skripsi, tesis, dan disertasi. Hal
ini tidak akan terjadi jika masing-masing memiliki pemahaman yang cukup mengenai
triangulasi.

Istilah triangulasi dalam kegiatan penelitian secara umum banyak dipahami oleh sebagian
kalangan hanya dapat di jumpai dalam penelitian kualitatif sebagai salah satu teknik validasi
sebuah penelitian. Akan tetapi, pemahamannya tidak sesederhana yang dipahami oleh sebagian
kalangan tersebut. Triangulasi akan sangat tepat penggunaannya dalam sebuah penelitian apabila
kita paham konsep dari triangulasi itu sendiri, dan batasan-batasannya jika akan di
implementasikan dalam sebuah penelitian.

Selain itu, istilah triangulasi juga tidak hanya dipahami sebagai salah satu teknik analisis data
dan teknik validasi data kualitatif, akan tetapi triangulasi dapat juga dipahami sebagai suatu
teknik penelitian perpaduan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif.

Triangulasi pada hakikatnya merupakan pendekatan multimetode yang dilakukan peneliti pada
saat melakukan penelitian, mengumpulkan dan menganalisis data. Ide dasarnya adalah bahwa
fenomena yang diteliti dapat dipahami dengan baik sehingga diperoleh kebenaran tingkat tinggi
jika didekati dari berbagai sudut pandang. Memotret fenomena tunggal dari sudut pandang yang
berbeda-beda akan memungkinkan diperoleh tingkat kebenaran yang handal. Agar kita bisa
memahami apa itu triangulasi di bawah ini pemakalah akan menyajikan penjelasan apa itu
triangulasi.

B.   Pengertian Triangulasi

Triangulasi adalah istilah yang diperkenalkan oleh N.K.Denzin dengan meminjam peristilahan
dari dunia navigasi dan militer, yang merujuk pada penggabungan berbagai metode dalam suatu
kajian tentang satu gejala tertentu. Keandalan dan kesahihan data dijamin dengan
membandingkan data yang diperoleh dari satu sumber atau metode tertentu dengan data yang di
dapat dari sumber atau metode lain. Kepopuleran penggabungan metode ini telah tumbuh selama
40 sampai 50 tahun yang lalu, yaitu pada sekitar tahun 1950-an dan 1960-an. Metode tringulasi
tersebut mulai dipakai dalam penelitian kualitatif sebagai cara untuk meningkatkan pengukuran
validitas dan memperkuat kredibilitas temuan penelitian dengan cara membandingkannya
dengan berbagai pendekatan yang berbeda.

Ide tentang triangulasi bersumber dari ide tentang multiple operationism yang mengesankan
bahwa kesahihan temuan-temuan dan tingkat konfidensinya akan dipertinggi oleh pemakaian
lebih dari satu pendekatan untuk pengumpulan data.
Seperti halnya dengan penelitian-penelitian yang lain, pencampuran metode penelitian ini tidak
tanpa kontroversi, di sana terdapat banyak keprihatinan yang terlihat tentang waktu dan
kepentingan kebutuhan untuk mengkombinasikan penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam satu
penyelidikan. Selain itu juga pada kalangan penelitian kualitatif, karena menggunakan
terminologi dan cara yang mirip dengan model paradigma positivistik (kuantitatif), seperti
pengukuran dan validitas, triangulasi mengundang perdebatan cukup panjang di antara para ahli
penelitian kualitatif sendiri. Alasannya, selain mirip dengan cara dan metode penelitian
kuantitatif, metode yang berbeda-beda memang dapat dipakai untuk mengukur aspek-aspek yang
berbeda, tetapi juga akan menghasilkan data yang berbeda-beda pula. Kendati terjadi perdebatan
sengit, tetapi seiring dengan perjalanan waktu, metode triangulasi semakin lazim dipakai dalam
penelitian kualitatif karena terbukti mampu mengurangi bias dan meningkatkan kredibilitas
penelitian.

Konsep ini dilandasi asumsi bahwa setiap bias yang inheren dalam sumber data, peneliti, atau
metode tertentu, akan dinetralkan oleh sumber data, peneliti atau metode lainnya. Istilah
triangulasi yang dikemukakan oleh Denzin dikenal sebagai penggabungan antara metode
kualitatif dan metode kuantitatif yang digunakan secara bersama-sama dalam suatu penelitian.

Metode penelitian dengan tehnik triangulasi digunakan dengan adanya dua asumsi. Yaitu,
pertama, pada level pendekatan, tehnik triangulasi digunakan karena adanya keinginan
melakukan penelitian dengan menggunakan dua metode sekaligus yakni, metode penelitian
kualitatif dan metode penelitian kuantitatif. Hal ini didasarkan karena, masing-masing metode
memiliki kelemahan dan kelebihan tertentu, dan memiliki pendapat dan anggapan yang berbeda
dalam memandang dan menanggapi suatu permasalahan. Suatu masalah jika dilihat dengan
menggunakan suatu metode akan berbeda jika dilihat dengan menggunakan metode yang lain.
Oleh karena itu akan sangat bermanfaat apabila kedua sudut pandang yang berbeda tersebut
digunakan secara bersama-sama dalam menanggapi suatu permasalahan sehingga diharapkan
dapat memperoleh hasil yang lebih lengkap dan sempurna. Pada level pendekatan penelitian,
penggabungan metode kuantitaif dan kualitatif dalam sebuah kegiatan penelitian ditujukan untuk
menemukan sesuatu yang lebih utuh dari objek penelitian.

Asumsi kedua yang mendasari penggunaan tehnik triangulasi yakni, pada level pengumpulan dan
analisis data. Pengumpulan dan analisis data membutuhkan sebuah prosedur untuk menguji hasil
analisis data.

Dalam penelitian dengan mengunakan metode triangulasi, peneliti dapat menekankan pada
metode kualitaitif, metode kuantitaif atau dapat juga dengan menekankan pada kedua metode.
Apabila peneliti menekankan pada metode kualitatif, maka metode kuantitatif dapat digunakan
sebagai fasilitator dalam membantu melancarkan kegiatan peneliatian, dan sebaliknya jika
menekankan metode kuantitatif. Namun. apabila peneliti memberi tekanan yang sama terhadap
kedua metode penelitian (kuantitatif-kualitatif) ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan
harus dilakukan yakni :

   1. Dapat digunakan bersama untuk meneliti pada obyek yang sama, tetapi tujuan yang
      berbeda. Metode kualitatif digunakan untuk menemukan hipotesis, sedangkan metode
      kuantitatif digunakan untuk menguji hiptesis.
   2. Digunakan secara bergantian. Pada tahap pertama menggunakan metode kualitaif,
      sehingga ditemukan hipotesis. Selanjutnya hipotesis tersebut diuji dengan metode
      kuantitatif.
   3. Metode penelitian tidak dapat di gabungkan karena paradigmanya berbeda. Tetapi dalam
      penelitian kuantitatif dapat menggabungkan penggunaan teknik pengumpulan data
      (bukan metodenya), sepertinya penggunaan triangulasi dalam kualitatif. Dalam penelitian
      kuantitatif misalnya, teknik pengumpulan data yang utama menggunakan kuesioner, data
      yang diperoleh adalah data kuantitatif. Selanjutnya, untuk memperkuat dan mengecek
      validitas data hasil kuesioner tersebut, maka dapat dilengkapi dengan observasi atau
      wawancara kepada responden yang telah memberikan angket tersebut, atau orang lain
      yang memahami terhadap masalah yang diteliti.
   4. Memahami masing-masing metode dan pentingnya metode tersebut dalam suatu
      penelitian yang akan dilakukan;
   5. Memahami permasalahan dan tujuan penelitian yang akan dilakukan sehingga
      penggunaan metode kualitatif dan metode kuantitatif ini disesuaikan dengan masalah dan
      tujuan dari penelitian yang ingin dicapai;
   6. Kedua metode yang digunakan juga dapat dilakukan dengan mempertimbangkan prioritas
      kepentingan, dimana kedua metode dapat digunakan dalam desain secara bersama-sama
      namun pada laporan penelitian hanya diperhitungkan salah satunya saja;
   7. Kedua metode juga digunakan berdasarkan pertimbangan keterampilan peneliti, yang
      terlibat dalam satu kegiatan penelitian secara simultan apabila ada hubungan dengan
      masalah dan tujuan penelitian.
      C. Tujuan dalam menggunakan metode triangulasi

Tujuan menggunakan metode triangulasi, pertama adalah menggabungkan dua metode dalam
satu penelitian untuk mendapatkan hasil yang lebih baik apabila dibandingkan dengan
menggunakan satu metode saja dalam suatu penelitian. Triangulasi lebih banyak menggunakan
metode alam level mikro, seperti bagaimana menggunakan beberapa metode pengumpulan data
dan analisis data sekaligus dalam sebuah penelitian, termasuk menggunakan informan sebagai
alat uji keabsahan dan analisis hasil penelitian. Asumsinya abahwa informasi yang diperoleh
peneliti melaui pengamatan akan lebih akurat apabila juga digunakan interview atau
menggunakan bahan dokumentasi untuk mengoreksi keabsahan informasi yang telah diperoleh
dengan kedua metode tersebut.

Kedua, tujuannya ialah membandingkan informasi tentang hal yang sama yang diperoleh dari
berbagai pihak, agar ada jaminan tentang tingkat kepercayaan data. Cara ini juga mencegah
bahaya-bahaya subyektif. Teknik ini adalah sebagai upaya untuk menghilangkan perbedaan-
perbedaan konstruksi kenyataan yang ada dalam konteks pengumpulan data tentang berbagai
kejadian dan hubungan dari berbagai pandangan, dengan kata lain bahwa pihak peneliti dapat
melakukan ‘check and rechek’ temuan-temuannya dengan cara membandingkan,

Sebelum melakukan penelitian dengan menggunakan metode triangulasi, peneliti harus terlebih
dahulu menghitung dan memperkirakan apakah hasil yang akan diperoleh nantinya dalam
peneltian tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan menggunakan satu metode saja. Selain itu
juga diperhitungkan waktu, tenaga dan dana yang dihabiskan dalam penelitian, apakah akan
menghasilkan atau memperoleh hasil yang memuaskan. Hal ini di dasarkan adanya kekuatan dan
kelemahan pada strategi pengumpulan data secara tunggal, sehingga dengan menggunakan dua
pendekatan metode ini diharapkan bisa mendapatkan akurasi data dan kebenaran hasil yang di
inginkan.[1] Hal ini di dasarkan atas pernyataan Denzin yang dikutip oleh Patton, ia
menyebutkan logika triagulasi ini berdasar bahwa: “ tidak ada metode tunggal yang secara
keseluruhan bisa mencukupi dan memecahkan masalah, karena setiap metode menyatakanaspek
yang berbeda atasrealita empiris, metode ganda atas pengamatan haruslah dipakai. Hal inilah
yang disebut dengan triangulasi. Saya sekarang menawarkan sebagai aturan prinsip metodologis
final bahwa metode ganda haruslah digunakan pada setiap penyelidikan”.

Teknik triangulasi lebih mengutamakan efektivitas proses dan hasil yang diinginkan. Proses
triangulasi tersebut dilakukan terus menerus sepanjang proses mengumpulkan data dan analisis
data, sampai suatu saat peneliti yakin bahwa sudah tidak ada lagi perbedaan-perbedaan, dan tidak
ada lagi yang perlu dikonfirmasikan kepada informan.

D.    Teknik pengecekan ke absahan data.

Dalam mengecek keabsahan atau validitas data menggunakan teknik triangulasi, S. Nasution
mengungkapkan bahwa data atau informasi dari satu pihak harus dichek kebenarannya dengan
cara memperoleh data itu dari sumber lain, misalnya dari pihak kedua, ketiga dan seterusnya
dengan menggunakan metode yang berbeda-beda.

Sedangkan menurut Lexy Moleong, triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang
memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai
pembanding terhadap data itu.

Dari beberapa pendapat diatas, dapat diketahui bahwa tidak ada perbedaan yang mencolok dalam
mendefenisikan triangulasi sebagai teknik pengecekan keabsahan data. Oleh karena itu,
Triangulasi sebagai salah satu tehnik pemeriksaan data secara sederhana dapat disimpulkan
sebagai upaya untuk mengecek data dalam suatu penelitian, dimana peneliti tidak hanya
menggunakan satu sumber data, satu metode pengumpulan data atau hanya menggunakan
pemahaman pribadi peneliti saja tanpa melakukan pengecekan kembali dengan penelitian lain.

Denzin yang di kutip oleh Patton telah menyebutkan empat tipe dasar triangulasi: (1) triangulasi
data, adalah penggunaan beragam sumber data dalam suatu kajian; (2) triangulasi investigator,
adalah penggunaan beberapa evaluator atau ilmuwan social yang berbeda; (3) triangulasi teori,
adalah penggunaan sudut pandang ganda dalam menafsirkan seperangkat tunggal data; (4)
triangulasi metodologis, penggunaan metode ganda untuk mengkaji masalah atau program
tunggal, seperti wawancara, pengamatan dan dokumen.

Dari empat teknik dasar triangulasi di atas dan tidak jauh berbeda, beberapa tokoh
mengembangkan penjelasannya, diantaranya adalah Lexy Moleong, dia menjelaskan bahwa
teknik tersebut adalah:

     1. Teknik triangulasi dengan sumber yang berarti membandingkan dan pengecekan balik
        derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda
        melalui:
a)    Perbandingan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara.

b) Perbandingan apa yang dikatakan seseorang di depan umum dengan apa yang diucapkan
secara pribadi.

c) Perbandingan apa yang dikatakan tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan
sepanjang waktu.

d) Perbandingan keadaan dan perspektif seseorang berpendapat sebagai rakyat biasa, dengan
yang berpendidikan dan pejabat pemerintah.

e) Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. Hasil dari
perbandingan yang diharapkan adalah berupa kesamaan atau alasan-alasan terjadinya perbedaan.

Selanjtnya, Burhan Bungin menambahkan bahwa triangulasi sumber data juga memeberi
kesempatan untuk dilakukannya hal-hal sebagai berikut: (1) penilaian hasil penelitian dilakukan
oleh responden, (2) mengoreksi kekeliruan oleh sumber data, (3) menyediakan tambahan
informasi secara sukarela, (4) memasukkan informan dalam kancah penelitian, menciptakan
kesempatan untuk megikhtisarkan sebagai langkah awal analisis data, (5) menilai kecukupan
menyeluruh data yang dikumpulkan.

     1. Teknik triangulasi penyidik, dengan memanfaatkan penelitian atau pengamat lainnya
        untuk pengecekan kembali derajat kepercayaan data. Cara lain adalah membandingkan
        hasil pekerjaan seorang analisis dengan yang lainnya, dan pemanfaatan teknik untuk
        mengurangi pelencengan dalam pengumpulan suatu data hasil penelitian.
     2. Teknik triangulasi teori, berdasarkan anggapan bahwa fakta tidak dapat diperiksa derajat
        kepercayaannya dengan satu teori atau lebih, dan dapat dilaksanakan dengan penjelasan
        banding (rival explanation).
     3. Teknik triangulasi dengan metode, yaitu terdapat dua strategi, yaitu:

a) Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian melalui beberapa teknik
pengumpulan data,

b)     Pengecekan derajat kepercayaan beberapa data dengan sumber yang sama.

Dari beberapa penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa triangulasi ini merupakan teknik yang
didasari pola pikir fenomenologi yang bersifat multiperspektif. Artinya untuk menarik
kesimpulan yang mantap, diperlukan tidak hanya satu cara pandang. Dari beberapa cara pandang
tersebut akan bisa dipertimbangkan beragam fenomena yang muncul, dan selanjutnya dapat
ditarik kesimpulan yang lebih mantap dan lebih bisa diterima kebenarannya.

Hasil pengumpulan data yang diperoleh seorang peneliti juga diperiksa oleh kelompok peneliti
lain untuk mendapatkan pengertian yang tepat atau menemukan kekurangan-kekurangan yang
mungkin ada untuk diperbaiki. Selanjutnya, penulis ingin menyatakan bahwa triangulasi bisa
dianggap penting dalam penelitian, kendati pasti menambah waktu dan biaya serta tenaga. Tetapi
harus diakui bahwa triangulasi dapat meningkatkan kedalaman pemahaman peneliti baik
mengenai fenomena yang diteliti maupun konteks di mana fenomena itu muncul. Bagaimana
pun, pemahaman yang mendalam (deep understanding) atas fenomena yang diteliti merupakan
nilai yang harus diperjuangkan oleh setiap peneliti.

Untuk memperoleh derajat keabsahan yang tinggi, maka jalan penting lainnya adalah dengan
meningkatkan ketekunan dalam pengamatan dilapangan. Pengamatan bukanlah suatu teknik
pengumpulan data yang hanya mengandalkan kemampuan pancaindra, namun juga
menggunakan semua pancaindra termasuk adalah pendengaran, perasaan dan insting peneliti.
Dengan meningkatkan ketekunan pengamatan dilapangan maka, derajat keabsahan data telah
ditingkatkan pula.

E.    Kesimpulan

     1.
          1. Triangulasi adalah istilah yang diperkenalkan oleh N.K.Denzin dengan meminjam
             peristilahan dari dunia navigasi dan militer, yang merujuk pada penggabungan
             berbagai metode dalam suatu kajian tentang satu gejala tertentu.
          2. Metode penelitian dengan tehnik triangulasi digunakan dengan adanya dua
             asumsi. Yaitu, pertama, pada level pendekatan, tehnik triangulasi digunakan
             karena adanya keinginan melakukan penelitian dengan menggunakan dua metode
             sekaligus yakni, metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif.
             Asumsi kedua yang mendasari penggunaan tehnik triangulasi yakni, pada level
             pengumpulan dan analisis data.
          3. Tujuan menggunakan metode triangulasi, adalah untuk mendapatkan hasil yang
             lebih baik apabila dibandingkan dengan menggunakan satu metode saja dalam
             suatu penelitian. Kelebihannya adalah bisa mendapatkan akurasi data dan
             kebenaran hasil yang di inginkan, dapat meningkatkan kedalaman pemahaman
             peneliti baik mengenai fenomena yang diteliti maupun konteks di mana fenomena
             itu muncul. Kekuranganya, adalah perlu adanya tambahan waktu, biaya serta
             tnaga yang dibutuhkan dalam pelaksanaanya.
          4. Sebagai teknik pengecekan keabsahan data triangulasi secara sederhana dapat
             disimpulkan sebagai upaya untuk mengecek data dalam suatu penelitian, dimana
             peneliti tidak hanya menggunakan satu sumber data, satu metode pengumpulan
             data atau hanya menggunakan pemahaman pribadi peneliti saja tanpa melakukan
             pengecekan kembali dengan penelitian lain.
          5. empat tipe dasar triangulasi, antara lain: (1) triangulasi data; (2) triangulasi
             investigator; (3) triangulasi teori; (4) triangulasi metodologis.

                                       Daftar Pustaka

Ary, Donald, Lucy Cheser Jacobs, dan Christine K. Sorensen, Introduction to Research in
Education, Eight Edition, USA: Wadsworth Cengage Learning. 2010.

Bodgan, Robert C. dan Sari Knopp Biklen, Qualitative Research for Education: an Introduction
to Theories and Methods, Fifth Edition, USA: Pearson. 2006.
Bungin, Burhan, Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial
Lainnya, Jakarta: Kencana. 2010.

Moleong, Lexy J Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006.

Patton, Michael Quinn Metode Evaluasi Kualitatif , Terjemah: Budi Puspo Priyadi, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar. 1991.

Raharjo, Mudjia, Triangulasi dalam Penelitian Kualitatif, dari http://mudjiaraharjo.com/ Met.
Penelitian Pendidikan/penting/270-triangulasi-dalam-penelitian-kualitatif.html (Jum’at , 15
Oktober 2010).

Ruslan, Rosady Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi, Jakarta: Raja Grafindo
Persada, 2006.

S. Nasution, Metode Penelitian Naturalistik-Kwalitatif, Bandung: Tarsito. 1992.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitaif, Kulitatif R & D, Bandung: Alfabeta. 2009.




Triangulasi adalah suatu pendekatan analisa data yang mensintesa data dari berbagai sumber.
Triangulasi mencari dengan cepat pengujian data yang sudah ada dalam memperkuat tafsir dan
meningkatkan kebijakan serta program yang berbasis pada bukti yang tersedia. Metode ini
menguji informasi dengan cara mengumpulkan data melalui metode yang berbeda oleh
kelompok berbeda dan dalam populasi yang berbeda pula. Triangulasi memperlihatkan bukti
penetapan lintas data yang akan mengurangi dampak dari penyimpangan potensial yang bisa
terjadi dalam satu penelitian tunggal. Triangulasi menyatukan informasi dari penelitian
kuantitatif dan kualitatif, menyertakan pencegahan serta kepedulian memprogram data dan
membuat penggunaan pertimbangan pakar. Macam-macam metode triangulasi antara lain :

a. Triangulasi sumber

Triangulasi sumber berarti membandingkan dengan cara mengecek ulang derajat kepercayaan
suatu informasi yang diperoleh melalui sumber yang berbeda. Misalnya membandingkan hasil
pengamatan dengan wawancara; membandingkan antara apa yang dikatakan umum dengan yang
dikatakan secara pribadi, membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada.



b. Triangulasi waktu

Triangulasi waktu digunakan untuk validitas data yang berkaitan dengan pengecekan data dari
berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Perubahan suatu proses dan perilaku
manusia mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Untuk mendapatkan data yang sahih
melalui observasi peneliti perlu diadakan pengamatan tidak hanya satu kali pengamatan saja.



c. Triangulasi teori

Triangulasi teori adalah memanfaatkan dua teori atau lebih untuk diadu atau dipadu. Untuk itu
diperlukan rancangan penelitian pengumpulan data dan analisis data yang lebih lengkap. Dengan
demikian akan dapat memberikan hasil yang lebih komprehensif

d. Triangulasi peneliti

Triangulasi peneliti adalah menggunakan lebih dari satu peneliti dalam mengadakan observasi
atau wawancara. Karena masing-masing peneliti mempunyai gaya, sikap dan persepsi yang
berbeda dalam mengamati suatu fenomena yang mana hasil pengamatan dapat berbeda dalam
mengamati fenomena yang sama. Pengamatan dan wawancara dengan menggunakan dua atau
lebih pengamat/pewawancara akan dapat memperoleh data yang lebih absah.



e. Triangulasi metode

Triangulasi metode adalah usaha mencek keabsahan data, atau mencek keabsahan temuan
penelitian. Triangulasi metode dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu teknik
pengumpulan data untuk mendapatkan data yang sama. Pelaksanaannya dapat juga dengan cara
cek dan recek.



Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/statistics/2306710-macam-macam-metode-
triangulasi/#ixzz2DcbQ799t




Perbedaan penelitian kuanti dan kuali

Berdasarkan jenis data dan cara pengolahannya, secara umum, penelitian dapat dibedakan atas
penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Berikut dipaparkan perbedaan penelitian kualitatif
dan penelitian kuantitatif. Tulisan ini diringkas dari Bab I buku Bogdan, Robert C. dan Biklen,
Knopp S. 1998. Qualitative Research in Education: An Introduction to Theory and Methods.
Boston: Allyn and Bacon, Inc. Semoga bermanfaat.
Penelitian kualitatif digunakan sebagai istilah payung strategi penelitian dengan karakteristik
berikut.

      Data penelitian merupakan data lunak (soft data), yakni data yang kaya akan deskripsi
       orang, benda, tempat, dan percakapan atau tuturan.
      Masalah penelitian dirumuskan dalam wujud fokus penelitian yang menggambarkan
       kompleksitas masalah penelitian sesuai dengan konteksnya (bukan dalam wujud variabel,
       pertanyaan, atau hipotesis).
      Data dikumpulkan dari dan dalam latar alamiah, yakni latar nyata dan sebagaimana
       adanya.

Teknik penelitian yang populer digunakan dalam penelitian kualitatif adalah:

      observasi partisipatif, yakni peneliti sebagai pengamat sekaligus sebagai partisipan
       penelitian; dan
      wawancara mendalam, yakni peneliti menggali informasi secara utuh, menyeluruh, dan
       mendalam untuk memperoleh pandangan, pemikiran, dan keyakinan subjek, responden,
       atau informan serta untuk memperoleh sistem yang berlaku dalam pranata suatu
       komunitas yang diteliti.

Nama lain penelitian kualitatif adalah (1) penelitian lapangan atau field work (dalam bidang
antropologi); (2) penelitian naturalistik atau alamiah (dalam bidang pendidikan); dan penelitian
etnografi (dalam bidang antropologi).

Karakteristik penelitian kualitatif dapat dikemukakan berikut ini.

      Penelitian kualitatif bersifat alamiah (naturalistic), yakni latar langsung sebagai sumber
       data dan peneliti sebagai instrumen kunci (key instrument).
      Data penelitian kualitatif bersifat deskriptif, yakni data berupa kata-kata dan gambar
       yang diperoleh dari transkripsi wawancara, catatan lapangan, foto, videotape, dokumen
       pribadi, dokumen resmi, memo, dan dokumen-dokumen lainnya.
      Di samping hasil, penelitian kualitatif menekankan proses, yakni proses yang terjadi dan
       berlangsung pada sumber data (subjek/informan, objek, dan responden) beserta
       keseluruhan konteks yang melingkupinya, di samping data yang dihasilnyannya.
      Analisis data penelitian kualitatif cenderung secara induktif untuk memperoleh abstraksi
       dari keseluruhan data yang diperoleh.
      Penelitian kualitatif menggali makna kehidupan berdasarkan perspektif partisipan, yakni
       berdasarkan proses subjek mengkonstruk atau menyusun makna dan berdasarkan proses
       mendeskrispsikan makna yang disusn subjek.

Sebagai catatan tambahan, sumber data penelitian kualitatif dapat dibedakan atas (1) subjek
penelitian, yakni sumber data, misalnya orang, yang aktif sebagai penghasil data (siswa, guru,
pegawai kantor pos, camat, buruh pabrik, misalnya); (2) objek penelitian, yakni sumber data,
misalnya benda, yang berisi data (candi, novel, kumpulan puisi, surat pribadi, otobiografi,
misalnya); dan (3) responden, yakni orang yang merespon atau menjawab kuesioner atau angket
yang diberikan peneliti saat mengumpulkan data. Dalam bidang linguistik struktural, sumber
data ini lazim disebut sebagai informan, yakni penutur atau pemakai bahasa sebagai sumber
korpus data bahasa.

Sepuluh pertanyaan umum tentang penelitian kualitatif dipaparkan berikut ini.

1. Apakah temuan-temuan penelitian kualitatif dapat digeneralisasikan?

Penelitian kualitatif tidak dimaksudkan untuk menggeneralisakan temuannya pada populasi
karena penelitian kualitit tidak bertitik tolak dari sampel. Dalam penelitian kualitatif digunakan
terma transferabilitas, yakni hasil penelitian kualitatif dapat ditransfer ke latar lain atau subyek
lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan karakteristik.

2. Bagaimanakah dengan pendapat, prasangka, dan sifat-sifat memihak (bias) lain dari peneliti
dan pengaruhnya terhadap data?

Penelitian kualitatif meneliti secara objektif pernyataan subjektif para subjeknya. Tujuan
penelitian kualitatif untuk memperoleh pengetahuan yang terungkap dari persepktif dalam para
pelakunya, bukan menilai subjek & latarnya dengan kriteria dari luar diri pelaku. Peneliti
dipandu dengan catatan lapangan dan refleksi objektif dan subjektif peneliti saat mengumpulkan
data.

3. Apakah hadirnya peneliti tidak akan mengubah perilaku orang-orang yang ditelitinya?

Penelitian dilakukan secara alamiah, tidak boleh ada intervensi atau perlakuan tertentu pada
subjek dari peneliti.

4. Apakah dua orang peneliti yang sendiri-sendiri mempelajari latar atau subjek yang sama akan
menghasilkan temuan yang sama?

Reliabilitas penelitian kualitatif diukur berdasarkan (a) keakuratan dan kekomprehensifan data
(b) kecocokan rekaman data dengan kenyataan yang diteliti.

5. Apakah perbedaan penelitian kualitatif dibandingkan dengan apa yang dikerjakan oleh guru,
wartawan, atau seniman?

Penelitian kualitatif bertujuan meneliti tentang sesuatu, menggunakan prosedur ilmiah;, dan
menghasilkan temuan penelitian. Pada umumnya, tugas pokok guru adalah mendidik, mengajar,
dan mentransfer pengetahuan dan tugas pokok wartawan adalah melaporkan perisitwa
sebagaimana adanya.

6. Dapatkah pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif digunakan secara berbarengan?

Bisa, sesuai dengan fungsi, porsi, proporsi masing-masing, misalnya, masalah pertama dengan
jenis data data lunak (soft data) digunakan pendekatan kualitatif; sedangkan masalah kedua
dengan jenis data keras (hard data) digunakan penelitian kuantitatif.
7. Benar-benar ilmiahkah penelitian kualitatif itu?

Penelitian kualitatif disebut ilmiah berdasarkan kriteria bahwa penelitian kualitatif merupakan
penyelidikan empiris yang ketat dan sistematis berlandaskan data (bukan didasarkan kriteria
peneltian ilmiah adalah penelitian dengan pola kerjad eduktif dan menguji hipotesis).

8. Apakah tujuan penelitian kualitatif?

Tujuan penelitian kualitatif adalah menghasilkan atau mengkonstruk teori dasar; merumuskan
konsep; menggambarkan perilaku.

9. Manakah yang lebih baik, penelitian kualitatif atau kuantitatif?

Semuanya baik. Yang penting adalah ketepatan terapannya sesuai dengan karakteristik penelitian
kualitatif atau kuantitatif.

10. Apakah perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif?

CIRI-CIRI PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
KUALITATIF                                  KUANTITATIF
Frase yang berkaitan dengan pendekatan
etnografis                                  eksperimen
dokumentasi                                 data keras
penelitian lapangan                         perpektif luar
data lunak                                  empiris
interaksi simbolis                          positivis
perspektif dalam                            fakta sosial
naturalistik                                statistik
etnometodologis                             metode ilmiah
Deskriptif
pengamatan pelibatan
fenomenologis
aliran Chicago
riwayat hidup
studi kasus
ekologis
naratif
interpretatif
Konsep penting yang berkaitan dengan pendekatan
makna                                       variabel
pemahaman akal sehat                        opersional
penggolongan                                reliabilitas
definisi situasi                            hipotessis
kehidupan sehari-hari                         validitas
tatanan negosiasi                             signifan secara statistik
proses                                        replikasi
pemahaman                                     prediksi
tujuan praktis
konstruksi sosial
teori dasar
Nama yang berkaitan dengan pendekatann
Max Weber                                     Emile Durkheim
Charles Horton Cooley                         Fred Kerlinger
Harold Garfinkel                              Edward Thorndike
Margaret Mead                                 Robert Bales
W.I Thomas                                    Donald Chambell
Everelt Hughes
Ervng Golfman
Herbert Blumer
Afiliasi Teoritis
interaksi simbolis                            fungsionalisme struktural
etnometodologi                                realisme, positivisme
fenomenologi                                  behaviorisme
kebudayaan                                    empirisme logis
idealisme                                     teori sistem
Afiliasi akademis
sosiologi                                     psikologis
sejarah                                       ilmu ekonomi
antropologi                                   sosiologi
                                              ilmu politik
Tujuan
mengembangkan konsep                          menguji teori
memerikan realitas ganda                      menstabilkan fakta
teori dasar (grounded theory)                 deskripsi statistik
mengembangkan pemahaman                       menunjukkan hubungan antar variabel
                                              memprediksi
Rancangan
berkembang, lentur, umum                      terstruktur, ditentukan di awal, formal, khusus
rancangan sebagai panduan proses penelitian   rencana kerja operasional
Usulan penelitian
singkat                                       panjang lebar
spekulatif                                    fokus rinci dan khusus
menunjukkan bidang yang relevan diteliti      prosedur rinci dan khusus
sering ditulis setelah ada data terkumpul     melalui tinjauan pustaka yang substantif
kajian pustaka yang substantif singkat        ditulis sebelum ada datanya
ancangan disebut secara umum          hipotesa dinyatakan
Data
deskriptif                            kuantitatif
dokumen pribadi                       kode kuantitatif
catatan lapangan                      bilangan, ukuran
foto                                  variabel operasional
kata-kata pelaku sendiri              statistik
dokumen resmi dan artefak
Sampel
kecil                                 besar
tidak mewakili                        berstratifikasi
sampel teoritis                       kelompok kontrol
sampel bola salju                     tepat, cermat
bertujuan                             dipilih acak
                                      kendali kontrol untuk variabel luar
Taktik atau Metode
observasi                             eksperimen
observasi partisipasi                 observasi terstruktur
tinjauan atas berbagai dokumen        eksperimen semu
wawancara terbuka/berkembang          wawancara terstruktur
penjelasan sumber pertama             survei
Hubungan dengan subyek
empati                                ada pembatasan
menekankan kepercayaan                jangka pendek
kesetaraan                            ada jarak
subyek sebagai sahabat                subyek-peneliti
hubungan dekat                        musiman
Instrumen dan alat
tape recorder                         inventori, kuesioner
alat penyalin tulisan                 komputer
komputer                              indeks, skala, skor tes
Analisa dataa
berkelanjutan                         deduktif
model, tema, konsep                   dikerjakan selesai pengumpulan data
induktif                              statistik
induksi analitis
metode komparatif
Masalah dalam penggunaan pendekatan
prosedur tidak baku                   mengendalikan variabel-variabel lain
memakan waktu                         mengontorol variabel lain
sulit mereduksi data                  reifikasi
reliabilitas                          obtrusiveness
prosedur tidak baku                                validitas
sulit meneliti populasi besar

sumber : um.ac.id

Menurut Strauss dan Corbin (1997: 11-13), yang dimaksud dengan penelitian kualitatif
adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai
(diperoleh) dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara-cara lain dari
kuantifikasi (pengukuran).
Penelitian kualitatif secara umum dapat digunakan untuk penelitian tentang kehidupan
masyarakat, sejarah, tingkah laku, fungsionalisasi organisasi, aktivitas sosial, dan lain-lain. Salah
satu alasan menggunakan pendekatan kualitatif adalah pengalaman para peneliti dimana metode
ini dapat digunakan untuk menemukan dan memahami apa yang tersembunyi dibalik fenomena
yang kadangkala merupakan sesuatu yang sulit untuk dipahami secara memuaskan.
Bogdan dan Taylor (1992: 21-22) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalahsalah satu
prosedur penelitian yng menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku
orang-orang yang diamati. Pendekatan kualitatif diharapkan mampu menghasil kan uraian yang
mendalam tentang ucapan, tulisan, dan atau perilaku yang dapat diamati dari suatu individu,
kelompok, masyarakat, dan atau organisasi tertentu dalam suatu setting konteks tertentu yang
dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif, dan holistik.
Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang sifatnya umum terhadap
kenyataan sosial dari perpektif partisipan. Pemahaman tersebut tidak ditentukan terlebih dahulu,
tetapi didapat setelah melakukan analisis terhadap kenyataan sosial yang menjadi fokus
penelitian.
Berdasarkan analisis tersebut kemudian ditarik kesimpulan berupa pemahaman umum yang
sifatnya abstrak tentang kenyataan-kenyataan (Hadjar, 1996 dalam Basrowi dan Sukidin, 2002:
2)
Konsep dan Ragam Penelitian Kualitatif
Istilah penelitian kualitatif menurut Kirk dan Miler (1986: 9) pada mulanya bersumber pada
pengamatan kualitatif yang dipertentangkan dengan pengamatan kuantitatif. Pengamatan
kuantitatif melibatkan pengukuran tingkatan suatu ciri tertentu. Untuk menemukan sesuatu
dalam pengamatan, pengamat harus mengetahui apa yang menjadi ciri sesuatu itu.
Untuk itu pengamat pengamat mulai mencatat atau menghitung dari satu, dua, tiga dan
seterusnya. Berdasarkan pertimbangan dangkal demikian, kemudian peneliti menyatakan bahwa
penelitian kuantitatif mencakup setiap penelitian yang didasarkan atas perhitungan persentase,
rata-rata dan perhitungan statistik lainnya. Dengan kata lain, penelitian kuantitatif melibatkan
diri pada perhitungan atau angka atau kuantitas.
Di pihak lain kualitas menunjuk pada segi alamiah yang dipertentangkan dengan kuantum atau
jumlah tersebut. Atas dasar pertimbangan itulah maka kemudian penelitian kualitatif tampaknya
diartikan sebagai penelitian yang tidakmengadakan perhitungan. Pemahaman yang demikian
tidak selamanya benar, karena dalam perkembangannya ada juga penelitian kualitatif yang
memerlukan bantuan angka-angka seperti untuk mendeskripsikan suatu fenomena maupun gejala
yang diteliti.
Dalam perkembangan lebih lanjut ada sejumlah nama yang digunakan para ahli tentang
metodologi penelitian kualitatif (Noeng Muhadjir. 2000: 17) seperti : interpretif grounded
research, ethnometodologi, paradigma naturalistik, interaksi simbolik, semiotik, heuristik,
hermeneutik, atau holistik, yang kesemuanya itu tercakup dalam klasifikasi metodologi
penelitian postpositivisme phenomenologik interpretif.
Berdasarkan beragam istilah maupun makna kualitatif, dalam dunia penelitian istilah penelitian
kualitatif setidak-tidaknya memiliki dua makna, yakni makna aspek filosofi penelitian dan
makna dari aspek desain penelitian.
Pengertian penelitian kualitatif lainnya:
“Qualitative research is a loosely defined category of research designs or models, all of which
elicit verbal, visual, tactile, olfactory, and gustatory data in the form of descriptive narratives
like field notes, recordings, or other transcriptions from audio- and videotapes and other written
records and pictures or films.” –Judith Preissle
Penelitian kualitatif juga disebut dengan: interpretive research, naturalistic research,
phenomenological research (meskipun ini disebut sebagai jenis dari penelitian kualitaif yang
dipakai penelitian deskriptif).
Perbedaan Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif
Penelitian untuk membuktikan atau menemukan sebuah kebenaran dapat menggunakan dua
pendekatan, yaitu kantitatif maupun kualitatif. Kebenaran yang di peroleh dari dua pendekatan
tersebut memiliki ukuran dan sifat yang berbeda.
Pendekatan kuantitatif lebih menitik beratkan pada frekwensi tinggi sedangkan pada pendekatan
kualitatif lebih menekankan pada esensi dari fenomena yang diteliti. Kebenaran dari hasil
analisis penelitian kuantitatif bersifat nomothetik dan dapat digeneralisasi sedangkan hasil
analisis penelitian kualitatif lebih bersifat ideographik, tidak dapat digeneralisasi.
Hasil analisis penelitian kualitatif naturalistik lebih bersifat membangun, mengembangkan
maupun menemukan terori-teori sosial sedangkan hasil analisis kuantitatif cenderung
membuktikan maupun memperkuat teori-teori yang sudah ada.
Perbedaan klasik antara kualitatif dan kuantitatif
Qualitative Research Quantitative Research
• phenomenological
• inductive
• holistic
• subjective/insider centered
• process oriented
• anthropological worldview
• relative lack of control
• goal: understand actor’s view
• dynamic reality assumed; “slice of life”
• discovery oriented
• explanatory
• positivistic
• hypothetico/deductive
• particularistic
• objective/outsider centered
• outcome oriented
• natural science worldview
• attempt to control variables
• goal: find facts & causes
• static reality assumed; relative constancy in life
• verification oriented
• confirmatory
Diadaptasi dari Cook and Reichardt (1979)
Tetapi kesimpulan di sini masih terdapat dikotomi karena tidak menerangkan karakter khusus
dari masing-masing jenis penelitian.
Metode Kuantitatif menggunakan angka-angka dan data staistik, seperti: experiments,
correlational studies using surveys & standardized observational protocols, simulations,
supportive materials for case study. Yang biasanya ditandai dengan: 1. Observe events, 2.
Tabulate, 3. Summarize data, 4. Analyze, 5. Draw conclusions Sedangkan kualitatif
menggunakan deskripsi dan kategori dalam wujud kata-kata, seperti: open-ended interviews,
naturalistic observation (common in anthropology), document analysis, case studies/life
histories, descriptive dan self-reflective supplements to experiments serta correlational studies.
Dengan ciri-ciri umum:
1. Observe events (ask questions with open-ended answers)
2. Record/log what is said and/or done
3. Interpret (personal reactions, hypotheses, monitor methods)
4. Return to observe
5. Formal theorizing (speculations and hypotheses)
6. Draw conclusions
Tiga proses yang dipakai
1. Detail tapi open-ended interviews
2. Observasi langsung
3. Menulis dokumen (dengan kata bukan angka)
Ditinjau dari sisi kemudahan
• kuantitatif, cukup dengan menggunakan software statistik tertentu lewat media komputer
(meski harus tetap mengetahui proses statistik).
• Kualitatif, menganalisis konsep-konsep (bukan hanya satu prosedur)
• Kualitatif menggunakan banyak buku sebagai sumber analisa.
• Kuantitatif, cukup dengan mempelajari 2-3 artikel.
Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bersifat ilmiah dan juga sistematis sebagaimana
penelitian kuantitatif sekalipun dalam pemilihan sample tidak seketat dan serumit penelitian
kuantitatif.
Dalam memilih sample penelitian kualitatif menggunakan teknik non probabilitas, yaitu suatu
teknik pengambilan sample yang tidak didasarkan pada rumusan statistik tetapi lebih pada
pertimbangan subyektif peneliti dengan didasarkan pada jangkauan dan kedalaman masalah yang
ditelitinya.
Lebih lanjut pada penelitian kualitatif tidak ditujukan untuk menarik kesimpulan suatu populasi
melainkan untuk mempelajari karakteristik yang diteliti, baik itu orang ataupun kelompok
sehingga keberlakukan hasil penelitian tersebut hanya untuk orang atau kelompok yang sedang
diteliti tersebut.
Kebutuhan pemahaman yang benar dalam menggunakan pendekatan, metode ataupun teknik
untuk melakukan penelitian merupakan hal yang penting agar dapat dicapai hasil yang akurat
dan sesuai dengan tujuan penelitian yang sudah ditentukan sebelumnya. PErbedaan pendekatan
kualitatif dan kuantitatif yaitu:
1. Konsep yang berhubungan dengan pendekatan
Pendekatan kualitatif menekankan pada makna, penalaran, definisi suatu situasi tertentu (dalam
konteks tertentu), lebih banyak meneliti hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.
Pendekatan kualitatif, lebih lanjut, mementingkan pada proses dibandingkan dengan hasil akhir;
oleh karena itu urut-urutan kegiatan dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi dan banyaknya
gejala-gejala yang ditemukan. Tujuan penelitian biasanya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat
praktis.
Pendekatan kuantitatif mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian dan
variabel-variabel tersebut harus didefenisikan dalam bentuk operasionalisasi variable masing-
masing. Reliabilitas dan validitas merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam
menggunakan pendekatan ini karena kedua elemen tersebut akan menentukan kualitas hasil
penelitian dan kemampuan replikasi serta generalisasi penggunaan model penelitian sejenis.
Selanjutnya, penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesa dan pengujiannya yang
kemudian akan menentukan tahapan-tahapan berikutnya, seperti penentuan teknik analisa dan
formula statistik yang akan digunakan. Juga, pendekatan ini lebih memberikan makna dalam
hubungannya dengan penafsiran angka statistik bukan makna secara kebahasaan dan kulturalnya.
2. Dasar Teori
Jika kita menggunakan pendekatan kualitatif, maka dasar teori sebagai pijakan ialah adanya
interaksi simbolik dari suatu gejala dengan gejala lain yang ditafsir berdasarkan pada budaya
yang bersangkutan dengan cara mencari makna semantis universal dari gejala yang sedang
diteliti. Pada mulanya teori-teori kualitatif muncul dari penelitian-penelitian antropologi ,
etnologi, serta aliran fenomenologi dan aliran idealisme. Karena teori-teori ini bersifat umum dan
terbuka maka ilmu social lainnya mengadopsi sebagai sarana penelitiannya.
Lain halnya dengan pendekatan kuantitatif, pendekatan ini berpijak pada apa yang disebut
dengan fungsionalisme struktural, realisme, positivisme, behaviourisme dan empirisme yang
intinya menekankan pada hal-hal yang bersifat kongkrit, uji empiris dan fakta-fakta yang nyata.
3. Tujuan
Tujuan utama penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif ialah mengembangkan
pengertian, konsep-konsep, yang pada akhirnya menjadi teori, tahap ini dikenal sebagai
“grounded theory research”.
Sebaliknya pendekatan kuantitatif bertujuan untuk menguji teori, membangun fakta,
menunjukkan hubungan antar variable, memberikan deskripsi statistik, menaksir dan
meramalkan hasilnya.
4. Desain
Melihat sifatnya, pendekatan kualitatif desainnya bersifat umum, dan berubah-ubah /
berkembang sesuai dengan situasi di lapangan. Kesimpulannya, desain hanya digunakan sebagai
asumsi untuk melakukan penelitan, oleh karena itu desain harus bersifat fleksibel dan terbuka.
Lain halnya dengan desain penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, desainnya
harus terstruktur, baku, formal dan dirancang sematang mungkin sebelumnya. Desainnya bersifat
spesifik dan detil karena desain merupakan suatu rancangan penelitian yang akan dilaksanakan
sebenarnya. Oleh karena itu, jika desainnya salah, hasilnya akan menyesatkan. Contoh desain
kuantitatif: ex post facto dan desain experimental yang mencakup diantaranya one short case
study, one group pretest, posttest design, Solomon four group design dll.nya.
5. Data
Pada pendekatan kualitatif, data bersifat deskriptif, maksudnya data dapat berupa gejala-gejala
yang dikategorikan ataupun dalam bentuk lainnya, seperti foto, dokumen, artefak dan catatan-
catatan lapangan pada jsaat penelitian dilakukan.
Sebaliknya penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif datanya bersifat kuantitatif /
angka-angka statistik ataupun koding-koding yang dapat dikuantifikasi. Data tersebut berbentuk
variable-variajbel dan operasionalisasinya dengan skala ukuran tertentu, misalnya skala nominal,
ordinal, interval dan ratio.
6. Sampel
Sampel kecil merupakan ciri pendekatan kualitatif karena pada pendekatan kualitatif penekanan
pemilihan sample didasarkan pada kualitasnya bukan jumlahnya. Oleh karena itu, ketepatan
dalam memilih sample merupakan salah satu kunci keberhasilan utama untuk menghasilkan
penelitian yang baik. Sampel juga dipandang sebagai sample teoritis dan tidak representatif
Sedang pada pendekatan kuantitatif, jumlah sample besar, karena aturan statistik mengatakan
bahwa semakin sample besar akan semakin merepresentasikan kondisi riil. Karena pada
umumnya pendekatan kuantitatif membutuhkan sample yang besar, maka stratafikasi sample
diperlukan . Sampel biasanya diseleksi secara random. Dalam melakukan penelitian, bila perlu
diadakan kelompok pengontrol untuk pembanding sample yang sedang diteliti. Ciri lain ialah
penentuan jenis variable yang akan diteliti, contoh, penentuan variable yang mana yang
ditentukan sebagai variable bebas, variable tergantung, varaibel moderat, variable antara, dan
varaibel kontrol. Hal ini dilakukan agar peneliti dapat melakukan pengontrolan terhadap variable
pengganggu.
7. Teknik
Jika peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, maka yang bersangkutan kan menggunakan
teknik observasi terlibat langsung atau riset partisipatori, seperti yang dilakukan oleh para
peneliti bidang antropologi dan etnologi sehingga peneliti terlibat langsung atau berbaur dengan
yang diteliti. Dalam praktiknya, peneliti akan melakukan review terhadap berbagai dokumen,
foto-foto dan artefak yang ada. Interview yang digunakan ialah interview terbuka, terstruktur
atau tidak terstruktur dan tertutup terstruktur atau tidak terstruktur.
Jika pendekatan kuantitatif digunakan maka teknik yang dipakai akan berbentuk observasi
terstruktur, survei dengan menggunakan kuesioner, eksperimen dan eksperimen semu. Dalam
mencari data, biasanya peneliti menggunakan kuesioner tertulis atau dibacakan. Teknik mengacu
pada tujuan penelitian dan jenis data yang diperlukan apakah itu data primer atau sekunder.
8. Hubungan dengan yang diteliti
Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti tidak mengambil jarak
dengan yang diteliti. Hubungan yang dibangun didasarkan pada saling kepercayaan. Dalam
praktiknya, peneliti melakukan hubungan dengan yang diteliti secara intensif. Apabila sample itu
manusia, maka yang menjadi responden diperlakukan sebagai partner bukan obyek penelitian.
Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif peneliti mengambil jarak dengan
yang diteliti. Hubungan ini seperti hubungan antara subyek dan obyek. Hal ini dilakukan untuk
mendapatkan tingkat objektivitas yang tinggi. Pada umumnya penelitiannya berjangka waktu
pendek.
9. Analisa Data
Analisa data dalam penelitian kualitatif bersifat induktif dan berkelanjutan yang tujuan akhirnya
menghasilkan pengertian-pengertian, konsep-konsep dan pembangunan suatu teori baru, contoh
dari model analisa kualitatif ialah analisa domain, analisa taksonomi, analisa komponensial,
analisa tema kultural, dan analisa komparasi konstan (grounded theory research).
Analisa dalam penelitian kuantitatif bersifat deduktif, uji empiris teori yang dipakai dan
dilakukan setelah selesai pengumpulan data secara tuntas dengan menggunakan sarana statistik,
seperti korelasi, uji t, analisa varian dan covarian, analisa faktor, regresi linear dll.nya.
Kesimpulan
Kedua pendekatan tersebut masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan. Pendekatan
kualitatif banyak memakan waktu, reliabiltasnya dipertanyakan, prosedurnya tidak baku,
desainnya tidak terstruktur dan tidak dapat dipakai untuk penelitian yang berskala besar dan pada
akhirnya hasil penelitian dapat terkontaminasi dengan subyektifitas peneliti.
Pendekatan kuantitatif memunculkan kesulitan dalam mengontrol variable-variabel lain yang
dapat berpengaruh terhadap proses penelitian baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Untuk menciptakan validitas yang tinggi juga diperlukan kecermatan dalam proses penentuan
sample, pengambilan data dan penentuan alat analisanya.

DAFTAR PUSTAKA
___________________, . Pengertian Penelitian Kualitatif . Diakses pada 22 Nopember 2008;
00:56. dari http://www.bkn.go.id/sample/BabIIIEVA.html.
___________________. Mengkaji Skripsi Kualitatif dan Kuantitatif. Diakses pada 22 Nopember
2008; 01:00. dari http://www.infoskripsi.com/Resource/Mengkaji-Skripsi-Kualitatif-dan-
Kuantitatif.html
___________________ .Pendekatan Kwalitatif. Diakses pada 22 Nopember 2008; 01:00. dari
http://www.geocities.com/new_palakat/artikel/024.htm
___________________ . Penelitian / Riset. Diakses pada 22 Nopember 2008; 00:34. dari
http://skripsimahasiswa.blogspot.com/2008/10/metode-ilmiah.html.
Aditya, Teguh. [2008]. Metoda Penelitian Sosial. Diakses pada 21 Nopember 2008, 23:28 dari
http://blogs.unpad.ac.id/teguhaditya/script.php/read/pengertian-penelitian/
Hamid, Abdul . Jenis-jenis Penelitian Ilmiah. Diakses pada 21 Nopember 2008, 23:37 dari
http://www.infoskripsi.com/Resource/Jenis-jenis-Penelitian-Ilmiah.html
Kadiman, Kusmayanto. [2007] . Riset Dasar: Masih Bermanfaat atau Tidak?. Diakses pada 22
Nopember 2008; 00:49. dari http://netsains.com/2007/09/riset-dasar-masih-bermanfaat-atau-
tidak/
Widoyoko, S. Eko Putro, Analisis Kualitatif Dalam Penelitian Sosial. Diakses pada 22
Nopember 2008; 00:55. dari http://www.um-pwr.ac.id/publikasi/13/analisis-kualitatif-dalam-
penelitian-sosial




Open ended

MENJELASKAN PENGERTIAN PERTANYAAN

MENJELASKAN PENGERTIAN PERTANYAAN

2.1 Definisi Pertanyaan

Menurut para ahli:
Anthony Robbins
Pertanyaan adalah suatu proses berpikir dan proses berpikir itu adalah suatu proses bertanya dan
menjawab, dan orang-orang yang sukses adalah mereka yang selalu bertanya pada dirinya
sendiri.
Cullins,Aukai
Pertanyaan adalah sebuah kspresi keingintahuan seseorang akan sebuah informasi yang
dituangkan dalam sebuah kalimat Tanya, pertanyaan biasanya diakhiri dengan sebuah tanda
Tanya.

Kesimpulan:
Pertanyaan adalah sebuah ilmu dan ditujukan kepada orang lain serta mengharapkan untuk
dijawab. Dalam proses bertanya maka disanalah akan terjadi proses berpikir. Atau dengan kata
lain Pertanyaan adalah pernyataan seseorang yang ditujukan kepada orang lain serta
mengharapkan untuk dijawab.
Kompetensi professional seorang guru perlu dilengkapi dengan keterampilan bertanya karena
proses belajar mengajar merupakan interaksi induktif yang didalamnya perlu adanya dialog atau
komunikasi antara guru dan siswa. Sedangkan dalam proses berkomunikasi diperlukan adanya
keterlibatan intelektual siswa yang dikembangkan dengan berbagai pertanyaan yang diajukan
guru.

2.2 Jenis-jenis Pertanyaan.
Ada 5 tipe pertanyaan yaitu:
Apa, untuk menanyakan segala sesuatu yang berkaitan dengan isi atau pembahasan.
Siapa. Untuk menanyakan orang-orang atau pihak yang terlibat
Mengapa. Untuk menanyakan sebab atau alas an terjadinya sesuatu.
Kapan. Untuk menanyakan waktu terjadinya sebuah peristiwa.
Dimana. Untuk menanyakan tempat berlangsungnya sesuatu peristiwa
Bagaimana. Untuk menanyakan cara atau proses pengajaran sesuatu.
Jenis-jenis kalimat Tanya:
Kalimat Tanya kaarifikasi dan konfirmasi.
Klarifikasi (penegasan) dan konfirmasi adalah kalimat Tanya yang disampaikan kepada orang
lain untuk tujuan mengukuhkan dan memperjelas persoalan yang sebelumnya telah diketahui
oleh penanya.
Kalimat Tanya retoris
Adalah kalimat Tanya yang tidak memerlukan jwaban atau tanggapan langsung. Kalimat ini
biasanya digunakan dalam pidato, khotbah, atau orasi.
Kalimat Tanya tersamar
Yaitu kalimat yang mengacu pada berbagai maksud
Kalimat Tanya biasa
Kalimat yang bersifat informasi biasanya menggunakan 5W +1H yaitu :
What (apa)
Menanyakan sesuatu yang berkaitan denngan isi atau pembahasan.
Who (siapa)
Menanyakan orang-orang atauu pihak yang terlibat.
Why (mengapa)
Menanyakan sebab atau alasan terjadinya sesuatu.
When (kapan)
Menanyakan waktu terjadinya sebuah peristiwa.
Where (dimana)
Menannyakan tempat berlangsungnya suatu peristiwa.
How (bagaimana)
Menanyakan cara atau sebuah proses.

2.3 Mengklasifikasikan Pertanyaan pada Bidang Kognitif
Alasan kognitifnya adalah untuk merangsang ingatan memperdalam pengertian,
mengembangkan informasi dan menggalakkan penyelesaian masalah.
Secara umum isi pertanyaan-pertanyaan dapat dikategorikan sebagai konseptual, empiris dan
terkait niai.
Pertanyaan konseptual adalah pertanyaan yang berkenaan dengan gagasan, definisi dan
penalaran
Pertanyaan Empiris adalah pertanyaan yang menuntut jawaban yang didasarkan pada fakta atau
pada temuan eksperimental.
Pertanyaan Nilai adalah pertanyaan yang berkenaan dengan manfaat dan kebaikan yang
dikaitkan dengn isu moral dan lingkungan.
Adapun hal yang harus diperhatikan oleh guru dalam bertanya adalah:
Kahangatan dan keantusiasan
Baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun menerima jawaban siswa,sikap, gaya,suara,
ekspresi wajah dan sebagainya menampilkan ada tidaknya kehangatan
Klasifikasi pertanyaan:
Ada beberapa jenis pertanyaan yaitu:
Pertanyaan permintaan ( compliance question)
Yaitu pertanyaan yang diharapkan agar siswa mematuhi perintah yang diucapkan dalam bentuk
pertanyaan.

Contoh : Sebutkan hukum-hukum aljabar himpunan dan masing-masing berikan contoh sebagai
pembuktian ?

Pertanyaan Retoris (Rhetorial Question)
Yaitu pertanyaan yang tidak mengkehendaki jawaban, tetapi dijawab oleh guru sendiri. Hal ini
merupakan teknik penyampaian informasi.

Contoh : Apakah benar bahwa bernafas merupakan cirri-ciri dari makhluk hidup ? jelas benar,
bahwa setiap makhluk yang dikatakan hidup pasti bernafas.

Pertanyaan Mengarah atau menuntun
Yaitu pertanyaan yang diajukan untuk member arah pada siswa dalam proses berpikirnya. Hal ini
dilakukan apabila guru menghendaki agar siswa memperhatikan dengan seksama bagian tertentu
atau inti pelajaran yang dianggap penting. Disisi lain ketika siswa tidak dapat menjawab atau
salah menjawab, guru mengajukan pertanyaan lanjutan yang akan mengarahkan dan menuntun
proses belajar siswa sehingga pada akhirnya siswa dapat menemukan jawaban bagi pertanyaan
pertama tadi.
Contoh : jika diketahui z = cos (xy) dan fx (x,y) = cos (xy) = - sin (xy) . y = - y sin (xy),
bagaimana dengan fx (x,y) dari z = cos 〖(x〗^2+ xy) ?

Pertanyaan Menggali
Yaitu pertanyaan lanjutan yang akan mendorong siswa untuk lebih mendalami jawabanya
terhadap pertanyaan pertama. Dengan pertanyyan menggali ini siswa didorang untuk
meningkatkan kuantitas jawaban yang diberikan pada pertanyaan sebelumnya.

Contoh : jika sebuah batu dimasukkan kedalam air apa yang akan terjadi? Mengapa?


Pertanyaan menurut taxonomi Bloom

Pertanyaan Pengetahuan (knowledge question)
Tujuan pertanyaan ini adalah untuk mengungkapkan pengetahuan siswa tentang fakta, kejadian,
definisi dan sebagainya.
Pertanyaan ini tidak menuntut siswa berpikir secara mendalam pertanyaan yang meminta
jawaban ya atau tidak.
Pertanyaan yang meminta jawaban yang memproduksi satu kata, istilah, kalimat dan sebagainya.
Pertanyaan pemahaman, tujuan pertanyaan ini adalah menuntut siswa untuk mendemonstrasikan
bahwa ia telah mengerti dan atau mempunyai pemahaman mengenai suatu hal. Siswa diharapkan
dapat menyusun kembali apa yang telah dipelajarinya dengan mempergunakan kata-kata sendiri.

Ada 3 jenis pertanyaan pemahaman yaitu:
Memberikan penjelasan dengan kata-kata sendiri
Menyatakan ide pokok tentang sesuatu dengan kata-kata sendiri
Membandingkan atau membedakan
Contoh: apa yang dimaksud dengan metamorphosis?

Pertanyaan Penerapan
Tujuanya adalah untuk menuntun jawaban siswa dengan menggunakan informasi yang telah
dipelajari. Menempatkan siswa dengan situasi pemecahan masalah yang menggunakan
pengetahuan yang telah dipelajari.

Contoh: jadi berdasarkan contoh sebelumnya bisa kita ambil kesimpulan bahwa definisi dari
metamorphosis adalah?



Pertanyaan Analisis
Tuuanya adalah menuntun siswa untuk berpikir kritis dan mendalam. Pertanyaan ini tidak
mempunyai satu jawaban yang benar tetapi mempunyai banyak alternative jawaban. Pertanyaan
ini menuntut siswa terlibat dalam tiga pro kognitif yaitu:
Mengenal motif, alasan, atau sebab dari kejadian tertentu
Mempertimbangkan dan menganalisa informasi yang tersedia agar terdapat suatu kesimpulan
berdasarkan informasi tadi.
Menganalisis kesimpulan untuk mencari atau menemukan bukti yang
menunjang/menangkalkesimpulan.
Kata-kata yang sering digunakan dalam pertanyaan analisis adalah
Tunjukan motif/sebeb……
Berikanlah bukti-bukti bahwa……….
Analisislah…………

Contoh: analisislah apa yang akan terjadi jika air laut dimasukkan kedalam sel makhluk hidup?

Pertanyaan Sintesis
Tujun pertanyaan ini adalah mengharuskan siswa berpikir orisinil dan kreatif dalam memberikan
jawabannya dan dapat mengembangkan daya kreatif siswa serta meningkatkan daya penalaran.
Ada 3 tipe pertanyaan ini yaitu:
Meminta siswa untuk membuat ramalan atau prediksi
Meminta siswa untuk mengungkapkan idea tau bayangan pikiran
Meminta siswa untuk memecahkan masalah.
Beberapa kata yang sering kita jumpai dalam pertanyaan ini adalah:
Bagaimana kita dapat…………
Apakah yang akan terjadi bila………….
Contoh: Apakah yang terjadi bila penipisan ozon berlangsung secara terus menerus?


Pertanyaan Evaluasi
Pertanyaan ini merupakan proses berpikir yang paling tinggi sebab menilai hnya mungkin bila
fungsi-fungsi kognitif.
Pertanyaan ini terdiri atas 4 kategori yaitu:
Meminta siswa memberikan pendapat.
Meminta siswa memberikan pertimbangan menetapkan penilaian suatu ide.
Meminta siswa untuk menetapkan suatu ketetapan dari berbagai pemecahan masalah
meminta siswa untuk menetapkan karya seni
kata-kata yang sering dipakai dalam pertanyaan ini adalah:
berikanlah pendapat anda…………
mana yang baik………….
Apakah anda setuju………….
Apakah hal itu lebih baik……………….

Contoh: Berikanlah pendapat anda mengenai dampak positif dan negative dari perkembangan
alat teknologi pada saat ini?

Kebiasaan yang harus dihindari dalam bertanya yaitu:
Mengulangi pertanyaan sendiri
Sebelum siswa dapat berpikir maksimal terhadap pertanyaan, guru mengulangi pertanyaan
kembali akibatnya siswa tidak dapat berkosentrasi.
Mengulangi jawaban siswa
Menyebabkan waktu terbuang, siswa tidak mendengar jawaban dari temannya yang lain karena
guru akan menjelaskannya.
Menjawab pertanyaan sendiri
Pertanyaan dijawab guru seblum siswa mendapat kesempatan cukup untuk memikirkan
jawabanya sehingga anak beranggapan tidak perlu meemikirkan jawaban karena guru kan
jawaban memikirkan jawabannya.
Pertanyaan yang sering memancing jawaban serentak
Contohnya apa ibu kota RI?
Akibatnya guru tidak dapat mengetahui dengan pasti siapa yang benar dan menuntut
kemungkinan terjadi interaksi selanjutnya.
Pertanyaan Ganda
Contoh: siapa pemimpin orang Belanda yang pertama datang ke Indonesia, megapa mereka
datang, dan apa akibat mereka itu bagi bangsa Indonesia?
Hal ini akan mematahkan semangat siswaa yang hanya sanggup menyelesaikansatu dari semua
tugas itu.
Menentukan siswa tertentu untuk menjawabnya akibatnya anak yang ditunjuk tidak memikirkan
jawabannya.

Ciri-ciri pertanyaan yang baik.
Kalimatnya singkat dan jelas
Tujuannya jelas
Setiappertanyaan hanya satu masalah
Mendorong anak untuk berpikir kritis
Jawaban yang diharapkan bukan sekedar ya atau tidak
Bahasa dalam pertanyaan dikenal baik oleh siswa
Tidak menimbulkan tafsiran ganda
Pentingnya bertanya dalam belajar mengajar:
Menurut pendapat Bloom bahwa kedudukan dari bertanya adalah
Jantung strategi belajar yang efektif terletak pada pertanyaan yang diajukan guru
Dari sekian banyak metode pengajaran, yang paling banyak dipakai adalah bertanya.
Bertanya adalah salah satu teknik yang palinh tua dan paling baik
Mengajar adalah bertanya
Pertanyaan adalah unsure utama dalam strategi pengajaran, merupakan kunci permainan bahasa
dalam pengajaran

2.4 Tujuan atau Fungsi dari Pengajaran
Tujuan utama atau fungsi pertanyaan adalah:
Meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar
Meningkatkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadapmasalah yang ingin dibahas
Meminta siswa berfikir dan mengembangkan pola fikirnya.
Membimbing dan menuntunproses berpikir siswa
Memusatkan perhatian siswa terhadap konsep yang sedang dibicarakan
Tujuan khusus atau fungsi khusus dari pertanyaan adalah:
Memulai pelajaran
Menciptakan kondisi belajar
Memberikan motivasi
Mengarahkan pengajaran
Mendiagnosa
Melihat proses
Mengundang siswa untuk bertanya
Menilai guru
Mengevaluasi siswa
Memulai siswa untuk berdiskusi
Menegur siswa yang mengganggu kegiatan belajar mengajar



MENJELASKAN MACAM – MACAM BENTUK PERTANYAAN
1. Pengertian Pertanyaan
Pertanyaan adalah sebuah ekspresi keingin tahuan seseorang akan sebuah informasi yang
dituangkan dalam sebuah kalimat tanya.Pertanyaan biasanya akan diakhiri dengan sebuah tanda
tanya.
2. Menyebutkan macam – macam pertanyaan
Bentuk-bentuk Pertanyaan :
Ditinjau dari segi luas sempitnya alternatif jawaban benar, maka bentuk pertanyaan dapat
dibedakan menjadi dua jenis, yakni bentuk pertanyaan tertutup( convergen ) dan bentuk
pertanyaan terbuka (divergen).
a. Bentuk Pertanyaan Tertutup (close-ended question)
Pengertian Pertanyaan Tertutup.
Menurut ( Heimemann , 2008 ) pada soal tertutup prosedur yang digunakan untuk
menyelesikannya sudah tertentu, dan soal ini hanya memiliki satu jawaban yang benar.
Sedangkan menurut Yenni Dian Anggraini, S.Pd. M.Pd mengatakan bahwa jenis soal close-
ended question atau soal dengan jawaban tunggal sering diberikan oleh guru dalam proses
pembelajaran dan soal jenis ini juga banyak terdapat didalam buku-buku paket. Pada materi
statistik paa tingkat sekolah menengah misalnya, siswa hanya diminta mencari rata-rata, median
atau modus suatu data.
Jadi , pertanyaan tertutup hanya memerlukan satu atau beberapa jawaban terbatas atau tertentu
dan biasanya langsung tertuju pada suatu kesimpulan.

Kelebihan Petanyaan Terutup :
1. Memudahkan guru dalam penilaian, karena hanya satu jawaban yang benar.
2. Membutuhkan waktu yang lebih singkat dalam memberikan jawaban.
3. Pertanyaan tertutup akan lebih menyenangkan dan menarik dalam menyelesaikannya.


Kelemahan Pertanyaan Tertutup :
1. Siswa menjadi pasif dalam proses pembelajaran.
2. Ide-ide yang terpendam dari diri siswa tidak dapat disalurkan.
3. Siswa menjadi kurang kreatif.

b. Bentuk pertanyaan terbuka (open-ended question)
Pengertian pertanyaan Terbuka
Menurut Becker dan Shigeru (Inprashita, 2008), pendekatan open-ended pada
awalnya dikembangkan di Jepang pada tahun 1970-an. Antara tahun 1971 dan 1976,
peneliti-peneliti Jepang melakukan proyek penelitian pengembangan metode evaluasi
keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pendidikan matematika dengan
menggunakan pertanyaan atau masalah terbuka (open-ended) sebagai tema. Meskipun pada
mulanya pengembangan soal terbuka dimaksudkan untuk mengevaluasi keterampilan berpikir
tingkat tinggi, tetapi selanjutnya disadari bahwa pembelajaran matematika yang menggunakan
soal terbuka mempunyai potensi yang kaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Menurut Takahashi (2006), soal terbuka (open-ended problem) adalah soal
yang mempunyai banyak solusi atau strategi penyelesaian. Sedangkan menurut
Syaban (2008), dipandang dari strategi bagaimana materi pelajaran disampaikan,
pada prinsipnya pembelajaran dengan memanfaatkan soal terbuka dapat dipandang
sebagai pembelajaran berbasis masalah, yaitu suatu pembelajaran yang dalam prosesnya dimulai
dengan memberi suatu masalah kepada siswa.
pengertian pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang mempunyai banyak solusi atau strategi
penyelesain sehingga mempunyai potensi yang kaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
pada siswa.
Jadi, pertanyaan terbuka memerlukan sejumlah jawaban atau beberapa kemungkinan jawaban
benar yang lebih luas dan tidak terbatas seperti pada pertanyaan tertutup.Pertanyaan terbuka
memerlukan pemikiran yang lebih kritis dan kreatif. Bentuk pertanyaan dilihat dari cara
pengajuan pertanyaan yang sesuai dengan kondisi siswa dapat dibedakan menjadi dua jenis,
yakni pertanyaan rederecting dan pertanyaan Probing.

a) Bentuk pertanyaan Redirecting
Bentuk pertanyaan ini sifatnya mengajak seluruh siswa untuk memikirkan jawaban atas suatu
pertanyaan yang dilontarkan dikelas.

b) Bentuk pertanyaan Divergen
Dalam pertanyaan probing. Beberapa pertanyaan diberikan secara beruntun kepada seorang
siswa dengan tujuan memperjelas arah jawaban yang diharapkan.Dalam mengembangkan
keterampilan proses mental selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, sering melibatkan
keterampilan bertanya. Ditinjau dari aspek keterampilan proses tersebut dapat dibedakan tujuh
bentuk pertanyaan, yakni pertanyaan mengamati, pertanyaan mengklasifikasi, pertanyaan
mengkomunikasikan, pertanyaan menyimpulkan, pertanyaan hipotesis, pertanyaan
eksperimental, dan pertanyaanpengukuran.
Aspek keterbukaan dalam pertanyaan terbuka dapat diklasifikasikan ke dalam tiga tipe, yaitu:
1) Terbuka proses penyelesaiannya, yakni soal itu memiliki beragam cara
Penyelesaian.
2) Terbuka hasil akhirnya, yakni soal itu memiliki banyak jawab yang benar.
3) Terbuka pengembangan lanjutannya, yakni ketika siswa telah menyelesaikan suatu,
selanjutnya mereka dapat mengembangkan soal baru dengan mengubah syarat atau kondisi pada
soal yang telah diselesaikan.
Kelebihan Pertanyaan Terbuka :
1. Guru bertugas sebagai fasilisator dalam menyelesaikan soal.
2. Siswa akan menjadi lebih aktif dalam mencari alternatif jawaban.
3. Mempunyai potensi yang kaya untuk meningkatkan kualitas siswa.
4. Siswa mempunyaikesempatan yang lebih untuk mengembangkan kemampuan penalaran pada
siswa.
Kelemahan Pertanyaan Terbuka :
1. Guru kesulitan dalam proses penilaian terhadap jawaban siswa yang tidak tunggal, karena
banyaknya jawaban siswa yang muncul.
2. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengoreksi hasil evaluasi siswa.
3. Soal sulit untuk dihafalkan dan membosankan.
Berikut diberikan ilustrasi dua pertanyaan untuk membedakan antara pertanyaan tertutup dan
pertanyaan terbuka.
1) Gedung bioskop Plaza 27 mencatat penjualan tiket film Laskar Pelangi selama tiga hari
berturut-turut adalah 457 lembar, 446 lembar, dan 475 lembar. Hitung banyak tiket yang terjual
selama tiga hari tersebut.
2) Susunlah sebuah data yang rata-ratanya lebih dari mediannya dan jangkauannya adalah 7.
Keterangan Soal :
1) Merupakan pertanyaan tertutup dan bukan masalah terbuka karena prosedur yang digunakan
untuk menentukan penyelesaiannya sudah tertentu yakni hanya menjumlahkan ketiga bilangan
yang terdapat pada soal. Soal ini juga hanya memiliki satu jawaban yang benar. Sedangkan
pertanyaan
2) Merupakan pertanyaan terbuka (open-endedproblem). Soal ini juga dikategorikan sebagai soal
non-rutin. Keterbukaan soal ini meliputi keterbukaan proses, keterbuka hasil akhir, dan
keterbukaan pengembangan lanjutan. Soal ini dikategorikan sebagai soal non-rutin karena tidak
memiliki prosedur tertentu untuk menjawabnya.

3. Memberi Contoh Pertanyaan Tertutup Pada Pembelajaran Matematika

• Dari bilangan -bilangan berikut, manakah yang merupakan bilangan prima?
7, 57, 67, 117
• Tentukan tiga suku berikutnya pada barisan berikut 1, 4, 7, 10, 13, ..., ..., …
• Tentukan KPK dari 18 dan 24...........
Pendapatan suatu toko asesoris pakaian dalam satu minggu adalah sebagai berikutHari Senin Rp.
5.575.000,-, hari Selasa Rp. 3.050.000,-, hari Rabu Rp. 4.500.000,-, hari Kamis Rp. 2.775.000,-,
hari Jum’at Rp. 5.600.000,-, hari Sabtu 6.500.000,- dan hari Minggu Rp. 7.775.000,

Pertanyaan:
a) berapakah pendapatan terendah dan tertinggi dalam satu minggu?
b) berapakah rata-rata pendapatan toko tersebut selama satu minggu?

4. Memberi contoh pertanyaan terbuka pada pembelajaran matematika
• Apa tujuan – tujuan terenting departemen anda?
• Gambarkan proses monitoring yang tersedia secara online?
• Menurut Fred 57 dan 67 adalah bilangan prima karena keduanya mempunyai satuan 7,yang
merupakan bilangan prima. Dick tidak setuju dengan Fred. Siapakah yang benar? Mengapa?
• Perhatikan barisan berikut.
1, 4, 7, 10, 13, ..., ..., …
Apakah 100 merupakan suku barisan
itu? Jelaskan jawabanmu
Pendapatan suatu toko asesoris pakaian dalam satu minggu adalah sebagai berikut:
Hari Senin Rp. 5.575.000,-, hari Selasa Rp. 3.050.000,-, hari Rabu Rp. 4.500.000,-, hari Kamis
Rp. 2.775.000,-, hari Jum’at Rp. 5.600.000,-, hari Sabtu 6.500.000,- dan hari Minggu Rp.
7.775.000,-.s
Pertanyaan :
a) pada hari apa pendapatan di toko tersebut paling rendah? dan pada hari apa pendapatannya
paling tinggi?
b) berdasarkan jawaban pada soal (a) menurut Anda apa yang menjadi penyebabnya?
c) menurut Anda bagaimana cara menyajikan data yang baik dan benar agar pemilik toko dapat
membaca serta menganalisis pendapatannya dalam satu minggu tersebut dengan mudah?
Berikanlah penjelasan pada semua jawaban Anda.


Memodifikasi Soal Tertutup
Soal Tetutup Soal Terbuka
• Berikan contoh pecahan-pecahan yang hasilnya 2/3 • Apakah 12/18 senilai dengan 2/3?
Mengapa?
• Mengapa 9/12 tidak senilai dengan 2/3?

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:34
posted:1/22/2013
language:
pages:32