Docstoc

fatwa MUI palsu tentang syiah

Document Sample
fatwa MUI palsu tentang syiah Powered By Docstoc
					2 Votes




                                             BEKASI– Di lokasi pengajian, preman bayaran
menyebarkan brosur Fatwa MUI yang menyatakan Syi’ah sebagai mazhab Islam yang tidak
sesat. Padahal fatwa MUI yang asli dan sah menyatakan ada lima kesesatan utama Syi’ah dalam
hal akidah.
Empat orang preman bayaran tertangkap basah menyebarkan fatwa MUI palsu kepada jamaah
tabligh akbar “Membongkar Kekufuran Syi’ah” diMasjid Jami’ Amar Ma’ruf Bulak Kapal,
Bekasi Timur, Ahad (22/5/2011).
Selebaran bertajuk “Fatwa Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia): Syi’ah Sah Sebagai
Mazhab Islam.” Brosur yang dicetak di atas kertas HVS putih dengan tinta hitam ini dibagikan
kepada jamaah bersamaan dengan dipasangnya spanduk sponsor Majelis Ukhuwah Sunni-
Syi’ah (MUHSIN) di seberang masjid.
Dalam uraiannya, selebaran yang mengatasnamakan MUI Pusat ini menyebutkan bahwa MUI
Pusat memfatwakan Sunni dan Syi’ah itu bersaudara sesama Muslim. Selebaran ini juga
menyebut orang yang membeda-bedakan Sunni dan Syi’ah sebagai perbuatan yang menentang
Allah. “Sunni-Syi’ah bersaudara, sama-sama umat Islam. Jika ada yang memperselisihkan dan
menabrakkan keduanya, mereka adalah penghasut & pemecah-belah umat. Mereka berhadapan
dengan Allah SWT yang menghendaki umat ini bersatu,” tulis selebaran itu.
Inilah kutipan lengkap fatwa palsu yang mengatasnamakan MUI Pusat itu:
            Fatwa Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia)
                  Syi’ah Sah Sebagai Mazhab Islam
Sunni-Syi’ah bersaudara, sama-sama umat Islam. Itulah prinsip yang
dipegang oleh MUI. Jika ada yang memperselisihkan dan menabrakkan
keduanya, mereka adalah penghasut & pemecah-belah umat. Mereka
berhadapan dengan Allah SWT yang menghendaki umat ini bersatu.
Di tengah gencarnya isu yang menyudutkan Syi’ah sebagai mazhab sesat
dan dinilai bukan dari islam, ketua majelis ulama indonesia menyatakan
Syi’ah sebagai mazhab yang sah dan benar dalam islam.
Selengkapnya baca di http://www.tin####.com/3kzb2
Mohon informasi ini disebarluaskan agar umat islam tidak termakan
oleh isu-isu yang dirancang Zionis, Amerika Serikat dan para
propaganda yang menghendaki perpecahan umat islam. Semoga
informasi ini bermanfaat.
Prof KH Umar Shihab MA
Ketua MUI
***
Fatwa dalam selebaran yang mengatasnamakan MUI Pusat ini sangat aneh dan kurang layak
disebut sebagai fatwa. Biasanya, setiap fatwa MUI diawali dengan basmalah dan disertai logo
MUI, lalu di akhiri dengan tanda tangan dan stempel resmi MUI. Selain itu, tidak
mencantumkannnya tanggal dan alamat menambah daftar kepalsuan fatwa yang menjustifikasi
keabsahan Syiah itu.
Di samping itu, secara defacto maupun dejure, fatwa pendukung Syi’ah yang dinisbatkan kepada
MUI itu bertentangan dengan Fatwa MUI yang resmi dikeluarkan pada tahun 1984.
Inilah fatwa asli dan resmi MUI Pusat yang menyatakan kesesatan Syi’ah:
                       FATWA MUI TENTANG SYI’AH
                                                 ‫ه‬
                                  ‫بسم ّللا الرحمن الرحيم‬
Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil
Akhir 1404 H/Maret 1984 M merekomendasikan tentang faham
Syi’ah sebagai berikut:
Faham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia
Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni
(Ahlus Sunnah Wal Jama’ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia.
Perbedaan itu di antaranya :
1. Syi’ah menolak hadits yang tidak diriwayatkan oleh Ahlul Bait,
sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak membeda-bedakan asalkan
hadits itu memenuhi syarat ilmu musthalah hadits.
2. Syi’ah memandang “Imam” itu ma ‘sum (orang suci), sedangkan Ahlus
Sunnah wal Jama’ah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak
luput dari kekhilafan (kesalahan).
3. Syi’ah tidak mengakui Ijma’ tanpa adanya “Imam”, sedangkan Ahlus
Sunnah wal Jama’ ah mengakui Ijma’ tanpa mensyaratkan ikut sertanya
“Imam”.
4. Syi’ah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/pemerintahan
(imamah) adalah termasuk rukun agama, sedangkan Sunni (Ahlus
Sunnah wal Jama’ah) memandang dari segi kemaslahatan umum
dengan tujuan keimamahan adalah untuk menjamin dan melindungi
dakwah dan kepentingan umat.
5.Syi’ah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar As-
Shiddiq, Umar Ibnul Khatthab, dan Usman bin Affan, sedangkan Ahlus
Sunnah wal Jama’ah mengakui keempat Khulafa’ Rasyidin (Abu Bakar,
Umar, Usman dan Ali bin Abi Thalib).
Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah
wal Jama’ah seperti tersebut di atas, terutama mengenai perbedaan
tentang “Imamah” (pemerintahan)”, Majelis Ulama Indonesia
mengimbau kepada umat Islam Indonesia yang berfaham Ahlus Sunnah
wal Jama’ah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan
masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syi’ah.
Ditetapkan: Jakarta, 7 Maret 1984 M (4 Jumadil Akhir 1404 H)
KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA
Prof. K.H. Ibrahim Hosen, LML
Ketua
H. Musytari Yusuf, LA
Sekretaris
***
Sejak dirilis tahun 1984 hingga saat ini, Fatwa MUI tentang kesesatan Syi’ah itu belum pernah
diamandemen apalagi dicabut. Tiba-tiba bulan Mei tahun 2011 muncul selebaran fatwa palsu
yang substansinya menghapus fatwa resmi. Mungkinkah fatwa palsu menghapus (menasakh)
fatwa yang asli dan legal? Hanya orang kurang waras yang menyatakan mungkin! [taz]
Sumber: voaislam.com, Senin, 23 May 2011
Artikel:

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:11
posted:1/21/2013
language:
pages:4
About pemuda iindonesia berpenghasilan dollar