Docstoc

Uji Kualitatif dan Kuantitatif Pemanis Sintetis

Document Sample
Uji Kualitatif dan Kuantitatif Pemanis Sintetis Powered By Docstoc
					                         LAPORAN PRAKTIKUM

                       KIMIA BAHAN MAKANAN
                                       PERCOBAAN 2



   “UJI KUALITATIF DAN KUANTITATIF PEMANIS SINTETIS”




                         Nama                : Ririn Isnawati

                         NIM                 : 083711033

                         Kelompok            : IV

                         Dosen Pengampu : Arizal Firmansyah, M. Si

                         Tanggal Praktikum : 19 Oktober 2011



                               LABORATORIUM TADRIS KIMIA

                          JURUSAN TADRIS FAKULTAS TARBIYAH

                                   IAIN WALISONGO SEMARANG

                                            2011



                                                                     Percobaan 2


http://yi2ncokiyute.blogspot.com                                            0
           UJI KUALITATIF DAN KUANTITATIF PEMANIS SINTETIS
 I.   TUJUAN
      Untuk mengetahui adanya pemanis sintetis dan konsentrasinya dalam bahan makanan atau
      minuman.

II.   DASAR TEORI
         Seiring dengan meningkatnya industri makanan di indonesia dan juga industri minuman
      tentunya, telah terjadi peningkatan produksi minuman ringan yang beredar di masyarakat. Pada
      minuman ringan sering ditambahkan pewarna sintetis dan pengawet yang kadarnya perlu
      diperhatikan, karena apabila konsumsinya berlebih dapat membahayakan kesehatan.
         Dalam buku “The Additives Guide”, Dr. Christopher Hughes mengartikan bahwa pemanis
      adalah bumbu-bumbu pangan yang dapat memberikan rasa manis pada makanan. Menurut SNI
      pemanis buatan adalah bahan tambahan pangan yang dapat menyebabkan terutama rasa
      manis pada produk pangan yang tidak atau sedikit mempunyai nilai gizi atau kalori. Zat pemanis
      buatan merupakan zat yang dapat menimbulkan rasa manis atau dapat membantu penerimaan
      terhadap rasa manis tersebut, sedangkan kalori yang dihasilkannya jauh lebih rendah dari pada
      gula.
      Ada beberapa pemanis buatan yang umum digunakan oleh masyarakat, yaitu:
       a. Sakarin
                  Sakarin ditemukan secara tidak sengaja oleh Fahbelrg dan Ramsen pada tahun 1987.
           Ketika pertama kali ditemukan, sakarin digunakan sebagai pengawet, tetapi sejak tahun
           1900 digunakan sebagai pemanis.
                  Sakarin memiliki tingkat kemanisan 200-700 kali sukrosa 10%. Nilai kalori 0 kkal/g
           atau setara dengan 0 kj/g dengan ADI; 5 mg/kg berat badan. Penggunaan sakarin biasanya
           dicampur dengan bahan pemanis lain seperti siklamat atau aspartam. Hal ini dimaksudkan
           untuk meutnupi rasa tidak eneak dari sakarin dan memperkuat rasa manisnya. Sebagai
           contoh sakarin dan siklamat dengan perbandingan 1:3 merupakan campuran yang paling
           baik sebagai pemanis yang menyerupai gula dalam minuman.
       b. Siklamat
                  Setelah sakarin, siklamat merupakan pemanis non-nutritif lainnya. Tingkat
           kemanisan siklamat adalah 30 kali lebih manis dari pada gula. Siklamat tidak memberikan
           after taste seperti halnya sakarin. Siklamat diperjual belikan dalam bentuk garam Na atau
           Ca nya. Siklamata dilarang penggunaannya di USA, Kananada dan Inggris sejak 1970-an
           karena produk degradasinya (sikloheksil amina) bersifat karsinogenik. Meskipun demikian,
           penelitian yang mendasari pelarangan penggunaan siklamat banyak mendapat kritik
           karena siklamat digunakan pada tingkat yaang sangat tinggi dan tidak mungkin terjasi
           dalam praktek sehari-hari. Oleh karena itu FAO/WHO masih memasukkan siklamat sebagai
           BTM yang diperbolehkan.
       c. Aspartam
           Aspartam atau metil ester dari L-aspartil L-Fenilalanin merupakan pemanis baru yang
           penggunaannya diijinkan pada tahun 1980-an. Aspartam memiliki nilai kalori karena pada
           dasrnya asprtam aspartam merupakan peptida. Meskipun demikian, kemanisannya yang
           tinggi (200 kali kemanisan sukrosa) maka ditambahkan dalam jumlah yang sangat kecil
           sehingga nilai kalorinya dapat diabaikan.


 http://yi2ncokiyute.blogspot.com                                                               1
III.   ALAT DAN BAHAN
        A. Alat
             Corong Pisah                                        Bunsen/spirtus, kaki tiga
             Pipet ukur                                          Gelas ukur
             Pipet tetes                                         Erlenmeyer
             Gelas beker                                         Labu takar
             Sendok pengaduk                                     Corong gelas
             Penangas air
        B. Bahan
             Larutan HCl pekat                                   NaNO2
             Larutan dietil eter                                 CH3COOH
             Larutan H2SO4                                       Metanol
             Larutan NaOH 10%                                    KI
             Aquadest                                            KI-Amilum
             Reagen Nessler                                      Marimas
             Larutan NH4Cl                                       Kertas Saring
             BaCl2

IV.    CARA KERJA

V.     DATA PENGAMATAN

       a. Uji Kualitatif Sakarin
           No                     Perlakuan                                  Hasil
          1       100 mg marimas rasa strawberry dilarutkan   Larutan berwarna merah muda keruh
                  pada 5 ml NaOH
          2       Larutan dipanaskan hingga tersisa           Selama pemanasan terjadi beberapa
                  residu(kering)                              perubahan warna, mulai dari:
                                                              Kuning orange
                                                              Coklat
                                                              Coklat kehitaman
          3       Residu + 2 ml HCl 10%                       Berwarna coklat muda.
                                                              Residu larut dalam HCl
          4       Residu di tetesi dengan FeCl3 1 N           Tidak terbentuk warna violet.
                                                              (Uji Negatif) karena larutan yang
                                                              dihasilkan berwarna coklat
                                                              kehitaman

       b. Uji Kualitatif Siklamat
           No                       Perlakuan                                Hasil
          1       100 ml Larutan marimass + 2 g BaCl2 +       Larutan berwarna merah muda keruh
                  diaduk + didiamkan
          2       Larutan disaring dengan kertas saring       Filtrat berwarna merah muda
          3       Filtrat + 10 ml HCl pekat + 2 g NaNO2,      Larutan berwarna merah mudakeruh
                  kemudian didiamkan                          dan setelah + 20 menit didiamkan
                                                              terdapat sedikit endapan putih


  http://yi2ncokiyute.blogspot.com                                                             2
                                                                 (Uji Positif)

      c. Uji Kuantitaif Sakarin
          No                      Perlakuan                                       Hasil
         1      4 g sampel + 1 g sakarin + 2ml HCl
         2      Diekstraksi dengan dietil eter sebanyak 3 kali   Ekstraksi dengan 3,3 ml dietil eter,
                                                                 3,2 ml dan 3,2 ml
         3        Disaring dietil eternya
                  Diuapkan filtranya
                  Ditambah 6 ml HCl10% dan 5 ml aquadest
         4        Diuapkan sampai diperoleh 1 ml larutan         Erupa larutan keruh
         5        Diencerkan dengan 50 ml aquadest               Bening
         6        Diambil 2 ml, dimasukkan dalam labu 25 ml      Merah kecoklatan
         7        Ditambah 1 ml larutan Nessler                  Kuning kecoklatan
         8        Diencerkan dengan aquadest hngga tanda
                  batas
         9        Diukur absorbansinya dengan                    Didapatkan absorbansi sebesar 0,
                  spektrofotometer pada  425 nm                 205 (kurang dari kurva standar yang
                                                                 telah dibuat)

VI.   PEMBAHASAN
       A. Uji Kualitatif Sakarin
                  Uji kualitatif ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pemanis sintetis
          (sakarin) dalam suatu sampel bahan makanan. Sampel yang akan diuji adalah marimas rasa
          strawberry yang diperkirakan mengandung skarin. Sakarin merupakan pemanis buatan
          yang sangat manis, sakarin 60 mg setara dengan kurang lebih 30 g sukrosa, sehingga
          kadarnya dalam makanan atau minuman biasanya sangat kecil.
                  Analisis kualitatif sakarin dapat dilakukan dengan beberapa cara, slah satunya yaitu
          Uji Jorissen. Dimana pada uji ini prinsipnya adlah sakarin akan memberikan warna violet
          jika direaksikan dengan NaOH dan FeCl3 yang berlebihan.
          Tahap pertama yang dilakukan yaitu 100 mg sampel dilarutkan pada 5 ml NaOH dan
          dipanaskan pada penangsa air untuk memperoleh residu. Residu yang didapat diasamkan
          dengan menambahkan 2 ml HCl encer 13 %. Fungsi pengasaman tersebut adalah agar
          sakarin yang terdapat dlam sampel mengalami hidrolisa menjadi Asam-O-Sulfanol Benzoat
          atau dalam suasan asam menjadi asam ammonium-O-Sulfo Benzoat.



                                     O
                             H3N                  O
                                         N              + HCl => Asam Sulfo-o-benzoat
                                         H
                            O
                                              O

                                O
             Ketika residu dilarutkan dalam HCl diperoleh larutan berwarna coklat muda dan residu
             larut dalam HCl. Kemudian sampel ditetesi dengan FeCl3 tetes demi tetes. Penambahan
             FeCl3 adalah untuk mengetahui adanya sakarin dalm sampel yang ditandai dengan
             terbentuknya warna violet. Tetapi setelah diberi FeCl3 secara berlebih sampel tidak


  http://yi2ncokiyute.blogspot.com                                                                  1
         berwarna violaet, tetapi justru dari coklat muda muda berubah warna menjadi coklat
         kehitaman.
         Hal ini berarti bahwa uji yang dilakukan adalah negatif, karena tidak terbentuk warna
         violet. Jadi dalam sampel yang di analisis (marimas) tidak menggunakan pemanis sintetis
         sakarin. Hal ini sesuai dengan pembuktian yang telah dilakukan yaitu pengecekan
         ingredients/komposisis dari sachet(bungkus) marimas rasa strwaberrysecara langsung dan
         didapatkan bahwa pemanis sintetis yang digunakan adlah Natrium Siklamat dan Aspartam.

     B. Uji Kuantitatif Sakarin
              Dalam Uji kuantitatif sakarin, terlebih dahulu dibuat larutan standard sebanyak 0,5
        ml; 1 ml; 2 ml; 3 ml; 5 ml, masing-masing dimasukkan ke dalam labu takar 25 ml dan
        ditambah 1 ml reagen nessler dan diencerkan sampai tanda batas. Kemudian dilakukan
        pengukuran absorbansinya pada panjang gelombang 425 nm.
        Blanko yang digunakan adalah aquadest karena blanko harus sesuai dengan pelarut larutan
        standart yang digunakan, dalam hal ini 1 mg sakarain dlam 1 L aquadest berfungsi sebagai
        pelarut.
              Uji Kuantitatif asakarin yang dilakukan bertujuan untuk menentukan kadar suatu
        sampel melalui perhitungan absorbansi yang diperoleh berdasarkan percobaan. Langkah
        yang dilakukan adalah sampel ditambah dengan 1 g sakarin ditambah dengan 2 ml HCl agar
        suasana menjadi asam. Kemudian diekstrak dengan dietil eter sebanyak 3 kali.
        Ekstraksi merupakan proses perlakuan satu atau sejumlah penyusun atau campura ke dlam
        pelarut sehingga penyusun-penyususn tersebut terpisah dari pelarut lain yang tidak larut.
        Larutan yang diekstraksi adalah larutan sakarin dengan pelarut dietileter yaitu salah satu
        pelarut organik yang tidak larut dalam air.
        Pada saat ekstraksi sakarain, sakarin terletak dibawah sedangkan dietil eter terletak diatas.
        Karena sakarin memiliki berat jenis lebih besarr. Ekstraksi dilakukan sebanyak 3 klai agar
        semua sakarin dapat terekstrak.
              Ekstrak yang dipeoleh kemudian dicuci dengan aquadest dan diuakan sehingga eter
        yang ada pada sampel menguap (hilang) yang ditandai dengan hilangnya bau yang
        menyengat. Eter akan mudah menguap dan hilang karena eter memiliki titik didih yang
        sangat rendah.
              Dari filtrat yang ada diambil 1 ml dan diencerkan dengan 50 ml aquadest dan
        dipeoleh larutan bening. Kemudian diambil 2 ml dan ditambah dengan 1 ml reagen nessler
        dan diencerkan sampai 25 ml pada labu takar dihasilkan larutan berwarna kuning
        kecoklatan. Kemudian diukur absorbansinya pada spektrofotometer dan diperoleh 0,025.
        Pada percobaan kali ini absorbansi yang didapatkan lebih kecil dari kurva, seharusnya
        dibuat larutan standart baru lagi dengan konsentrasi dimulai dari yang lebih rendah dari
        konsentrasi larutan standart sebelumnya.
              Dari absorbansi tersebut kita hitung dengan cara mensubstitusikan absorbansinya
        sebagai y dan konsentrasi sebagai x, melalui persamaan y= 0,017x+0,256.
        Dari perhitungan yang telah dilakukan didapatkan konsentrasi sakarin adalah 12,75 ppm.

     C. Uji Siklamat
               Analisis kualitatif siklamat dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya ada
        uji pengendapan dan uji KLT. Namun pada percobaan yang telah dilakukan, hanya


http://yi2ncokiyute.blogspot.com                                                                 2
             dilakukan uji pengendapan saja. Prinsip yang mendasarinya adalah terbentuknya endapan
             putih dari reaksi antara BaCl2 dengan Na2SO4 (Berasal dari reaksi antara siklamat dengan
             NaNO2 dalam susasana asam kuat).
                   Tahap pertama yang dilakukan adalah mereaksikan 100 ml sampel dengan 2 g BaCl2
             didiamkan selama 5 menit kemudian disaring. Filtrat yang dipeoleh ditambah dengan 10 ml
             HCl pekat dan NaNO2 0,2 g, penambahan HCl berfungsi untuk membuat suasana menjadi
             asam.
             Reaksi anatara siklamat dnegan HCl terurai menghasilkan amin alifatis primer. Metode ini
             berdasarkan sifat bahwa siklamat oleh HCl akan terrai menjadi asam sulfat dan jumlahnya
             setara dengan siklamat yang ada. Adanya siklamat ditunjukkan dengan endapan putih.
             Endapan putih tersebut adalah endapan Barium Sulfat. Reaksi yang terjadi pada penetapan
             adanya siklamat adalah:
                                      O          O-Na
                                                         HCl
                                             s
                                      NH         O
                                                         H2O                  NH2   + H2SO4 + NaCl

                          Natrium Siklamat




                           H2SO4      +      BaCl2   ==> BaSO4      +   HCl
                                                        Endapan Putih

             Uji pada sampel terdapat endapan putih, hal ini menunjukkan bahwa dalam sampel
             (marimas) terdapat siklamat.

VII.    KESIMPULAN
          Analisis kualitatif sakarin daapt dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya yaitu Uji
            Joorrisen. Dimana prinsipnya sakarin akan mmeberikan warna violet ketika direaksikan
            dengan NaOH dan FeCl3.
          Analisis kualitatif siklamat melalui uji pengendapan berdasarkan pada prinsip terbentuknya
            endapan putih dari reaksi BaCl2 dengan Na2SO4 (berasal dari reaksi antara siklamat dengan
            NaNO2 dalam suasana asam kuat)
          Dalam uji kualitatifsakarin pada sampel (marimas) dipeoleh uji negatif/ tidak terbukti
            adanya sakrin dalam sampel karena tidak terbentuk warna violet.
          Pada uji kuantyitatif sakarin, sampel dengan absorbansi 0,205 memiliki kadar 27,1176.
          Dalam uji siklamat reaksi antara siklamat dan HCl terurai menghasilkan amin alifatis primer.
            Metode ini berdasr pada sifat bahwa siklamat oleh HCl akan terurai menjadi asam sulfat
            dan jumlahnya setara dengan siklamat yang ada.

VIII.   DAFTAR KEPUSTAKAAN
         Firmansyah, Arizal, 2010, Petunjuk Praktikum Kimia Bahan makanan, Semarang:
          Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo
         Sumantri dan Abdul Rohman, 2007, Analisis Makanan, Yogyakarta: Universitas
          Gadjah Mada
         Meyers, RA, 2000, Ensiklopedia Kimia Analitik, Volume 5, Newyork: John Willey and
          Sons Ltd


    http://yi2ncokiyute.blogspot.com                                                                 3
    http://wikipedia.org
    http://www.library.usu.ac.id/
    Htttp://www.depkes.go.id/index.php



                                          Semarang, 01 November 2011

       Mengetahui,

       Dosen Praktikum                    Praktikan




       Arizal Firmansyah, M. Si           Ririn Isnawati




http://yi2ncokiyute.blogspot.com                                   4

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:386
posted:1/21/2013
language:
pages:7