Docstoc

JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X-8 SMA NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 201

Document Sample
JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN  KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X-8 SMA NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 201 Powered By Docstoc
					             JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI


 PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE
     BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN
KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X-8 SMA NEGERI 1
        SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2010/ 2011




                        OLEH :
                 DWI UNTARI NINGSIH
                       X4306007




       FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
             UNIVERSITAS SEBELAS MARET
                     SURAKARTA
                         2012




                          1
                                  ABSTRAK


Dwi      Untari    Ningsih      X    4306007.     PENERAPAN         STRATEGI
PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BERBASIS KONTEKSTUAL
UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA
DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X-8 SMA NEGERI 1
SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2010/2011. Skripsi, Surakarta:
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret
Surakarta, Januari 2012.
        Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan proses
sains siswa dalam pembelajaran biologi melalui penerapan strategi pembelajaran
Think Talk Write Berbasis Kontekstual siswa kelas X-8 SMA Negeri 1 Sukoharjo
tahun pelajaran 2010/2011.
        Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action
research). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri atas
perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian
adalah siswa kelas X-8 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2010/2011.
Sumber data berasal dari informasi guru dan siswa, tempat dan peristiwa
berlangsungnya aktivitas pembelajaran, dan dokumentasi. Teknik dan alat
pengumpulan data adalah dengan angket, observasi, dan wawancara. Teknik
analisis data adalah dengan teknik analisis deskriptif. Validasi data dengan
menggunakan teknik triangulasi sumber data.
         Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan pelaksanaan tindakan kelas
melalui penggunaan strategi pembelajaran Think Talk Write Berbasis Kontekstual
dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa dalam pembelajaran biologi
di kelasX-8 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2010/2011. Hal ini
didasarkan pada hasil angket, observasi dan wawancara. Persentase rata-rata
capaian setiap indikator berdasarkan lembar observasi keterampilan proses sains
siswa prasiklus sebesar 62,25%, siklus 1 sebesar 77,08% dan siklus 2 sebesar
82,25%. Hasil perhitungan berdasarkan angket keterampilan proses sains siswa
prasiklus sebesar 65,02%, siklus 1 sebesar 70,69%, dan siklus 2 sebesar 77,55%.
Kesimpulannya bahwa penerapan strategi pembelajaran Think Talk Write Berbasis
Kontekstual dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa.

Kata kunci: Strategi pembelajaran Think Talk Write, pembelajaran kontekstual,
            keterampilan proses sains siswa.




                                       2
                                  ABSTRACT


Dwi Untari Ningsih X 4306007. IMPLEMENTATION OF THINK TALK
WRITE STRATEGY BASED ON CONTEXTUAL LEARNING TO
IMPROVE BIOLOGI’S SCIENCE SKILL PROCESS TOWARDS
STUDENTS OF CLASS X-8 SMA SMA NEGERI 1 SUKOHARJO
ACADEMIC YEAR 2010 / 2011.
       This research aims to improve biologi’s science skill process towards
students in grade of X-8 of SMA Negeri 1 Sukoharjo by implementation of Think
Talk Write strategy based on contextual learning.
       This research belongs to Classroom Action Research. Qualitative research
paradigm is used as an approach to view all the obtained data. This Classroom
Action Research is performed and consist of 3 cycles. Each cycles consist of four
stages namely planning, implementation, observation, and reflection. Data for
each cycle were gathered by using 3 kinds of data collection procedures,
questionnaires, observations, and interviews. All the obtained data then were
analyses descriptively to ascertain whether the applications of Classroom Action
Research is considered as effective or otherwise.
       From the results, it can be concluded that the implementation of Think
Talk Write strategy based on contextual learning towards students of class X-8
SMA Negeri 1 Sukoharjo academic year 2010/2011 has given a good effect.
According to the observation of student activities indicators is rise from 62,25%
to the 77,08% during the 1st Cycle and rise up to 82,25% during the last Cycle.
As compare to the previous observation the result of the questionnaire upon the
same indicators is rise from 65,02% to the 70,69% during the 1st Cycle and ended
with 77,55 % during the last Cycle. Yet it can be concluded that the application
of Think Talk Write strategy based on contextual learning could improve the
science skill process.


Key words: Think Talk Write, Contextual, Science Skill Process.




                                       3
A. PENDAHULUAN                                       mengajar.       Pembelajaran           sains
          Pendidikan merupakan faktor                terutama biologi masih didominasi
yang paling esensial yang dapat                      dengan penggunaan metode ceramah
berpengaruh          terhadap         kualitas       dan kegiatan berpusat pada guru
pembelajaran disekolah, oleh karena                  (teacher           centered).          Guru
itu     pengembangan          pembelajaran           menjelaskan materi hanya sebatas
terus     dikembangkan         yang     salah        produk dan sedikit proses.
satunya      adalah     melalui       inovasi                  Berdasarkan observasi yang
pembelajaran          kontekstual        yang        telah dilaksanakan terhadap proses
ditujukan untuk meningkatkan dan                     pembelajaran mata pelajaran biologi
memperbaiki           mutu      pendidikan           kelas X-8 SMA Negeri 1 Sukoharjo
disekolah.      Kajian IPA terutama                  tahun        pelajaran          2010/2011
biologi       bukan          hanya       pada        menunjukkan bahwa keterampilan
penguasaan          berupa      fakta-fakta,         proses sains siswa masih rendah. Hal
konsep-konsep atau prinsip-prinsip                   ini     diindikasikan     dengan       tidak
saja tetapi juga merupakan suatu                     adanya siswa yang bertanya hal-hal
proses penemuan. Tantangan bagi                      yang belum jelas kepada teman saat
guru          untuk            menciptakan           diskusi, terdapat 15 siswa yang
pembelajaran         yang      memberikan            belum mengoptimalkan lingkungan
banyak pengalaman belajar secara                     sebagai     sumber      belajar,     hampir
langsung      dan     berorientasi       pada        semua siswa masih terpaku pada
pemecahan masalah. Belajar akan                      buku paket, tidak ada siswa yang
lebih      bermakna           jika      siswa        mengajukan         pertanyaan      berkaitan
mengalami yang dipelajari, bukan                     dengan materi yang disampaikan,
sekedar mengetahui.                                  ada 25 siswa yang tidak mencatat
          Belajar     merupakan         suatu        penjelasan atau kesimpulan              dari
kegiatan yang dapat menghasilkan                     guru,     serta rendahnya kemampuan
perubahan      tingkah       laku.    Belajar        siswa      untuk     melakukan        suatu
memerlukan kegiatan berpikir dan                     praktikum. Akar masalahnya adalah
berbuat        untuk          mewujudkan             pembelajaran lebih didominasi oleh
interakasi dalam kegiatan belajar                    guru      sehingga      siswa      berperan
                                                 4
sebagai        objek         pembelajaran.            meningkatkan keterampilan proses
Akibatnya       kurang         memberikan             sains.
pengalaman kepada siswa untuk                                   Sriyono          (1992:        36)
mengembangkan                  keterampilan           menyatakan            bahwa       pendekatan
proses.                                               keterampilan        proses     dilaksanakan
           Berdasarkan hasil observasi                dengan menekankan pada bagaimana
awal tersebut, masalah pada kelas X-                  siswa      belajar,    bagaimana       siswa
8 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun                        mengelola perolehannya sehingga
pelajaran 2010/2011 yang paling                       menjadi         miliknya,          dipahami,
penting      dan       harus        dicarikan         dimengerti, dan dapat diterapkan
solusinya          adalah        rendahnya            sebagai bekal dalam kehidupan di
keterampilan proses sains siswa.                      masyarakat.           Siswa       mengelola
Belum semua aspek keterampilan                        perolehannya yang berasal dari hasil
proses sains dilatihkan oleh guru                     belajar       siswa        baik       berupa
secara maksimal. Hal ini dikarenakan                  pengalaman         maupun      pengamatan
metode         pembelajaran              yang         terhadap lingkungan yang diolah
diterapkan      oleh         guru       belum         menjadi suatu konsep yang dapat
memberikan           kesempatan         secara        dipahami dan dimengerti dengan
bebas kepada siswa untuk dapat                        sendirinya.
mengembangkan                  keterampilan                     Karsli dan Sahin (2009: 3)
proses       sains      mereka          secara        menyatakan         bahwa       keterampilan
maksimal.                                             proses     sains      memastikan      bahwa
           Berdasarkan       permasalahan             siswa memiliki pengalaman belajar
di atas, dilakukan perbaikan terhadap                 yang bermakna selain itu memiliki
kualitas      proses         pembelajaran,            pengaruh besar pada pendidikan ilmu
khususnya dalam hal pengembangan                      pengetahuan karena membantu siswa
keterampilan       proses      sains    siswa         untuk mengembangkan kemampuan
dengan          penerapan              strategi       mental yang lebih tinggi, seperti
pembelajaran         Think     Talk     Write         berpikir      kritis     dan       keputusan
Berbasis        Kontekstual             untuk         pemecahan masalah.


                                                  5
          Think      Talk     Write      (TTW)        dengan      cara     menghubungkannya
adalah        salah         satu       strategi       dengan konteks kehidupan mereka
pembelajaran                yang         dapat        sendiri dalam lingkungan sosial dan
meningkatkan aktivitas bertanya dan                   budaya masyarakat. Pembelajaran
komunikasi diantara siswa. Strategi                   kontekstual        memusatkan            pada
yang diperkenalkan oleh Huinker dan                   bagaimana peserta didik mengerti
Laughlin ini pada dasarnya dibangun                   makna dari apa yang mereka pelajari,
melalui      berpikir,       berbicara     dan        apa manfaatnya, dalam status apa
menulis. Alur kemajuan strategi TTW                   mereka, bagaimana mencapainya dan
dimulai dari keterlibatan siswa dalam                 bagaimana                            mereka
berpikir     atau      berdialog        dengan        mendemonstrasikan apa yang telah
dirinya      sendiri        setelah      proses       dipelajari. Pembelajaran kontekstual
membaca, selanjutnya berbicara dan                    merupakan          pembelajaran       aktif.
membagi       ide      dengan         temannya        Pembelajaran        ini   berpusat       pada
sebelum menulis. Strategi ini lebih                   keaktifan     peserta     didik.     Belajar
efektif      jika      dilakukan         dalam        merupakan          aktivitas      penerapan
kelompok heterogen dengan 7-8                         pengetahuan,        bukan        menghafal.
siswa.     Siswa      diminta      membaca,           Pembelajaran         kontekstual         juga
membuat catatan kecil, menjelaskan,                   merupakan          pembelajaran          yang
mendengar,          dan      membagi        ide       memusatkan pada proses dan hasil,
bersama teman dalam kelompok                          sehingga assesmen           dan     evaluasi
kemudian               mengungkapkannya               memegang       peran      penting     untuk
melalui tulisan (Yamin dan Ansari,                    mengetahui         pencapaian        standar
2009: 84).                                            akademik dan standar kinerja.
          Menurut Suprijono             (2009)                 Menurut       Azal     (2009:     2)
pembelajaran           kontekstual         atau       pembelajaran kontekstual memberi
Contextual Teaching And Learning                      kesempatan         seluas-luasnya        pada
merupakan           prosedur       pendidikan         siswa         untuk            bereksplorasi
yang bertujuan mambantu peserta                       pengetahuan         sebanyak-banyaknya
didik      memahami          makna       bahan        dengan        menemukan              sendiri
pelajaran     yang        mereka       pelajari       pengetahuan          yang       diperlukan.
                                                  6
Pembelajaran           sains      hendaknya         B. METODOLOGI PENELITIAN
memberikan             kesempatan       yang                   Penelitian ini dilaksanakan
sebesar-besarnya kepada siswa untuk                 di   kelas     X-8     SMA           Negeri    1
terlibat     aktif     di     dalam    proses       Sukoharjo Tahun Pelajaran 2010/
pembelajaran. Hal ini berarti siswa                 2011 yang beralamat di Jl. Pemuda
harus       diarahkan          agar    dapat        38 Sukoharjo. Bentuk penelitian ini
berinteraksi secara langsung dengan                 adalah Penelitian Tindakan Kelas
lingkunga belajarnya.                               (PTK)      atau      Classroom           Action
           Anitah           (2009:       49)        Research (CAR) yang bertujuan
menyatakan           bahwa     pembelajaran         untuk memecahkan masalah yang
kontekstual          adalah    pembelajaran         timbul        dalam           kelas           dan
yang memungkinkan peserta didik                     meningkatkan kualitas proses dan
memperkuat,            memperluas,       dan        hasil pembe-lajaran di kelas.
menerapkan             pengetahuan       dan                   Prosedur          dan      langkah-
keterampilan         akademiknya       dalam        langkah        dalam          melaksanakan
berbagai lingkungan baik didalam                    tindakan      penelitian       terdiri     atas
maupun         diluar         kelas    untuk        rencana      (plan),        tindakan      (act),
memecahkan masalah-masalah yang                     pengamatan (observe), dan refleksi
disimulasikan maupun yang terjadi                   (reflect). Setelah refleksi akan diikuti
didunia nyata. Sanjaya (2010: 255)                  dengan perencanaan kembali yang
mengemukakan CTL adalah suatu                       merupakan            dasar         pemecahan
strategi        pembelajaran            yang        masalah berikutnya.
menekankan              kepada         proses
                                                               Permasalahan yang diangkat
keterlibatan        siswa     secara   penuh
                                                    dalam        penelitian        ini       adalah
untuk dapat menemukan materi yang
                                                    keterampilan proses sains siswa.
dipelajari dan menghubungkannya
                                                    Untuk        mengatasi         permasalahan
dengan       situasi     kehidupan     nyata
                                                    tersebut dilakukan tindakan berupa
sehingga mendorong siswa untuk
                                                    penggunaan strategi pembelajaran
dapat        menerapkannya             dalam
                                                    Think        Talk      Write          Berbasis
kehidupan mereka.
                                                    Kontekstual         untuk     meningkatkan

                                                7
keterampilan proses sains siswa pada                  reduksi data, penyajian data, dan
pokok        bahasan           Pengelolaan            penarikan kesimpulan.
Lingkungan.                                                    Penelitian ini dilaksanakan
           Teknik validitas data meng-                dalam dua siklus, penerapan tahap
gunakan teknik triangulasi metode                     pembelajaran pada siklus I sama
data      (Sutopo,     2002:81).         Jenis        dengan siklus II hanya saja pada
triangulasi metode data dilakukan                     siklus      II     dilakukan      tindakan
dengan mengumpulkan data sejenis                      perbaikan sesuai permasalahan yang
tetapi dengan menggunakan teknik                      dikemukakan pada refleksi tindakan
atau metode pengumpulan data yang                     pada siklus I. Tindak lanjut pada
berbeda, dan bahkan lebih jelas                       Siklus II dilakukan agar proses
untuk diusahakan mengarah pada                        pembelajaran           berlangsung      lebih
sumber      data     yang     sama      untuk         maksimal.
menguji      kebenaran       informasinya.
                                                      C. HASIL PENELITIAN DAN
Metode pengumpulan data yang
                                                      PEMBAHASAN
digunakan berupa observasi, angket,
                                                               Berdasarkan analisis selu-
dan wawancara.
                                                      ruh hasil penelitian yang diperoleh
           Teknik analisis yang dilaku-
                                                      melalui tiga metode yaitu angket,
kan      dalam       penelitian        adalah
                                                      observasi        dan    wawancara       yang
deskriptif kualitatif. Teknik tersebut
                                                      dilakukan        terhadap    keterampilan
dilakukan karena sebagian besar data
                                                      proses sains siswa kelas X-8 SMA
yang dikumpulkan dalam penelitian
                                                      Negeri 1 Sukoharjo dapat diketahui
berupa     uraian     deskriptif       tentang
                                                      bahwa capaian keterampilan proses
perkembangan proses, yakni pening-
                                                      sains siswa pada prasiklus, siklus I
katan     kemampuan          afektif    siswa
                                                      dan siklus        II jika     dilihat    dari
melalui       penggunaan               strategi
                                                      indikator keterampilan proses sains
pembelajaran         Think     Talk      Write
                                                      siswa dapat dilihat pada Tabel 1.
Berbasis       Kontekstual.            Teknik
analisis mengacu pada model analisis
Miles dan Huberman (1992: 16-19)
yang dilakukan dalam 3 komponen:
                                                  8
     Tabel 1. Perbandingan Persentase                                 Presentase nilai ratsa-rata
              Indikator    Berdasarkan
                                                            keterampilan     proses     sains   siswa
              Lembar         Observasi
              Keterampilan      Proses                      selama      prasiklus    yang   teramati
              Sains     Siswa     pada
                                                            sebesar 62,25%. Melalui penerapan
              Prasiklus, Siklus I, dan
              Siklus II                                     strategi pembelajaran Think Talk
                                                            Write Berbasis Kontekstual terjadi
                                  Presentase (%)
N
          Indikator         Pra-     Siklus    Siklus       peningkatan sebesar 77,08% pada
o
                           siklus       I        II
                                                            akhir siklus I. Keterampilan proses
1.   Menggunakan           61,67    71,67      86,67
     sebanyak mungkin                                       sains siswa pada akhir siklus II
     alat indera.
2.   Bertanya untuk        61,67    74,17      78,33        meningkat sebesar 82,25%. Indikator
     meminta
     penjelasan.                                            tertinggi adalah keterampilan proses
3.   Mengajukan            60,83    75,00      76,67
                                                            menggunakan       sebanyak      mungkin
     pertanyaan yang
     berlatar belakang                                      alat   indera    yaitu     86,67%     dan
     hipotesis.
4.   Mencari persamaan     61,67    75,83      82,50        indikator        terendah           adalah
     dan perbedaan.
5.   Membandingkan.        62,50    76,67      81,67        keterampilan      proses    mengajukan

6.   Mengetahui bahwa
                                                            pertanyaan yaitu 60,83%. Secara
                           61,67    77,50      82,50
     ada lebih dari 1                                       umum keterampilan proses sains
     kemungkinan
     penjelasan dari 1                                      siswa pada siklus II ini mengalami
     kejadian.
7.   Menyimpulkan.         62,50    77,50      83,33        peningkatan       jika     dibandingkan

8.  Menyusun dan           61,67    79,17      81,67
                                                            dengan capaian keterampilan proses
    menyampaikan                                            sains siswa pada kegiatan prasiklus
    laporan secara
    sistematis                                              dan siklus I.
9. Menjelaskan hasil       62,50    80,00      80,83
    percobaan.                                                       Berdasarkan Tabel 1. dapat
10. Mendiskusikan          65,83    83,33      88,33
    hasil kegiatan suatu
                                                            dilihat tingkat kenaikan nilai setiap
    masalah.                                                indikator keterampilan proses sains
     Jumlah Total          280,20   622,25     770,83       siswa berdasarkan hasil observasi
       Rata-rata           35,02    62,25      77,08        secara langsung yang dapat disajikan
                                                            pada Gambar 1.




                                                        9
Gambar 1. Presentase tiap indikator              materi      pembelajaran. Siswa tidak
           keterampilan      proses
                                                 hanya membaca dan mendengarkan
           sains      siswa  dalam
           pembelajaran Biologi                  penjelasan guru saja, namun siswa
           prasiklus, siklus I dan
                                                 dituntut untuk berperan aktif dalam
           siklus II.
                                                 menyelesaikan tugas-tugas mengenai
                                                 materi pembelajaran. Hal ini sesuai
                                                 dengan        pendapat           Zulkarnaini
                                                 (2011:149) yang menyatakan bahwa
                                                 strategi pembelajaran Think Talk
                                                 Write      beranggotakan         3-5    orang
                                                 secara heterogen dalam kemampuan
                                                 dengan melibatkan siswa berpikir
                                                 atau      berdiskusi    dengan         dirinya
                                                 sendiri             setelah       membaca,
                                                 selanjutnya berbicara dan membagi
                                                 ide (sharing) dengan temannya serta
Gambar        1. Presentase Setiap
             Indikator       Berdasarkan         menulis           kesimpulan           secara
             Lembar             Observasi
                                                 individual di akhir pembelajaran.
             Keterampilan Proses Sains
             Siswa pada Prasiklus,                         Hasil     wawancara          dengan
             Siklus I, Siklus II
                                                 guru Biologi kelas X-8 SMA Negeri
           Penerapan strategi pembela-           1   Sukoharjo menyatakan bahwa
jaran Think Talk Write Berbasis                  penyebab rendahnya keterampilan
Kontekstual mendorong siswa untuk                proses       sains       siswa         adalah
melakukan       pembelajaran     dengan          pembelajaran lebih didominasi oleh
mengembangkan              keterampilan          guru      sehingga      siswa      berperan
proses sains        yang dimiliki siswa          sebagai objek. Akibatnya kurang
secara maksimal. Selain itu, siswa               memberikan         pengalaman          kepada
juga dapat berlatih diskusi dan                  siswa       untuk       mengembangkan
bekerja sama secara kelompok dalam               keterampilan           proses.         Proses
hal penyelesaian masalah-masalah                 pembelajaran masih menggunakan
tertentu     yang    berkaitan   dengan          metode ceramah dan kadang-kadang
                                            10
disertai    dengan         metode      diskusi.        menemukan konsep sendiri melalui
Dalam kegiatan pembelajaran guru                       kegiatan praktikum. Dalam kegiatan
lebih banyak menerangkan pada saat                     praktikum      siswa     belum        begitu
menyampaikan materi kepada siswa.                      memahami apa yang harus diamati,
Selain itu, tidak adanya siswa yang                    apa yang harus siswa dicatat, dan
bertanya hal-hal yang belum jelas                      bagaimana menganalisis data hasil
kepada teman saat diskusi, siswa                       pengamatan, menyajikan data dan
belum mengoptimalkan lingkungan                        mempresentasikan/mengkomunikasi
sebagai      sumber        belajar,     hampir         kan data pengamatan yang diperoleh.
semua siswa masih terpaku pada                                 Penerapan        strategi      TTW
buku paket, tidak ada siswa yang                       diharapkan      dapat     meningkatkan
mengajukan          pertanyaan        berkaitan        keterampilan proses sains siswa yang
dengan materi yang disampaikan,                        dapat        ditunjukkan             dengan
ada siswa yang tidak mencatat                          mendorong siswa untuk berfikir,
penjelasan atau kesimpulan                 dari        aktif          berpartisipasi         dalam
guru,      serta rendahnya kemampuan                   pembelajaran, berkomunikasi dengan
siswa       untuk      melakukan         suatu         baik,        siap        mengemukakan
praktikum.         Jadi,     dapat      ditarik        pendapatnya, menghargai orang lain
kesimpulan bahwa masalah di kelas                      dan melatih siswa untuk menuliskan
tersebut           adalah         rendahnya            hasil diskusinya ke dalam bentuk
keterampilan        proses     sains     siswa         tulisan secara sistematis.
dalam pembelajaran Biologi.                                    Melalui penerapan strategi
           Hasil     wawancara          dengan         Think     Talk         Write        Berbasis
siswa, diketahui bahwa keterampilan                    Kontekstual      dalam     pembelajaran
proses sains siswa masih rendah.                       Biologi, siswa diajak untuk berpikir
Siswa menyatakan bahwa proses                          melalui bahan bacaan berupa buku
pembelajaran masih berpusat pada                       referensi secara individual kemudian
guru, proses pembelajaran Biologi                      membuat catatan kecil mengenai
dirasa kurang menarik karena cara                      materi yang telah dibaca. Hasil
belajar mereka cenderung menghafal,                    bacaan dikomunikasikan dengan talk
guru jarang mengajak siswa untuk                       yaitu diskusi kelompok yang dapat
                                                  11
meningkatkan aktivitas lisan siswa.               tersebut     dalam      kehidupan           nyata
Diskusi    merupakan       proses    tatap        mereka.
muka      interaktif     dimana     siswa                  Leksono (2010) melakukan
menukar ide tentang persoalan dalam               penelitian     dengan          menggunakan
rangka         pemecahan          masalah,        metode pembelajaran Contekstual
menjawab pertanyaan, meningkatkan                 Teaching and Learning (CTL) dalam
pengetahuan dan pemahaman atau                    proses      belajar     mengajar.           Hasil
membuat keputusan. Tahap terakhir                 penelitian      menunjukkan                terjadi
dalam strategi ini adalah write yaitu             peningkatan        hasil      belajar      siswa.
mengkonstruksi pengetahuan hasil                  Siswa      lebih      mudah         memahami
dari think dan talk secara individual             konsep materi yang dipelajari.
yang dapat meningkatkan aktivitas                          Berdasarkan          analisis      yang
menulis siswa (Yamin dan Ansari,                  dilakukan      terhadap         keterampilan
2009).                                            proses sains siswa dapat diketahui
         Pembelajaran          berdasarkan        bahwa capaian keterampilan proses
kontekstual,           siswa         dapat        sains siswa pada siklus II sudah
mempraktekkan pengetahuan pada                    sepenuhnya            dapat          mencapai
kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai             prosentase capaian target yang telah
dengan pendapat Shamsid, et al                    ditentukan.        Dengan            demikian,
(2006) menyatakan bahwa belajar                   tindakan dalam rangka meningkatkan
secara kontekstual sangat membantu                keterampilan       proses       sains      siswa
dalam     mencapai        tujuan     yang         melalui        penggunaan                 strategi
diinginkan.            Siswa         dapat        pembelajaran          Think        Talk     Write
mengaplikasikan apa yang mereka                   Berbasis Kontekstual telah mencapai
pelajari dengan kehidupan sehari-                 target yang telah ditentukan, oleh
hari.       Pembelajaran            secara        karena itu penelitian ini tidak perlu
kontekstual menjadikan siswa lebih                dilanjutkan ke siklus berikutnya.
aktif     dan     termotivasi       untuk                    Kesesuaian              peningkatan
menyelesaikan             permasalahan-           presentase yang terjadi pada setiap
permasalahan dalam belajar dengan                 siklusnya      dari        hasil      observasi
menghubungkan              permasalahan           menunjukkan bahwa tindakan yang
                                             12
dilakukan       dalam     rangka   untuk        Azal, A. Q. 2009. Pembelajaran
meningkatkan keterampilan proses                      Kontekstual dengan Strategi
                                                      Belajar Kooperatif TGT
sains siswa melalui          penggunaan
                                                      untuk         Meningkatkan
strategi pembelajaran Think Talk                      Keterampilan Proses Sains
Write Berbasis Kontekstual sudah                      dan Hasil Belajar. FMIPA
                                                      Universitas Negeri Malang.
berhasil dan mendapat respon yang
                                                      Jurnal Pendidikan Biologi.
baik dari siswa. Hal ini sejalan                      Volume 1, Nomor 1 (1-14).
dengan hasil wawancara baik dari
                                                Karsli,       F     dan     Sahin,     C.
siswa       maupun         guru     yang
                                                          2009.Developing Worksheet
menunjukkan bahwa tindakan yang                           Based on Science Process
dilakukan        berupa      penggunaan                   Skills. Volume 10, Issue 1,
strategi pembelajaran Think Talk                          Article 15, p.1 (Jun., 2009)

Write Berbasis Kontekstual dapat                Leksono, A. B. 2010. Model
meningkatkan keterampilan proses                      Pembelajaran      Contextual
sains siswa.                                          Teaching     and     Learning
                                                      (CTL) Dalam Proses Belajar
                                                      Mengajar Mata Pelajaran
D. KESIMPULAN                                         Sosiologi Kelas X Pada
         Berdasarkan hasil penelitian                 Pokok Bahasan Nilai dan
                                                      Norma Sosial di SMA Negeri
ini     dapat    disimpulkan       bahwa
                                                      1 Tanjung Kabupaten Brebes
keterampilan proses sains siswa kelas                 Tahun Ajaran 2010/2011
X-8 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun                      (Skripsi). Semarang. Unes
pelajaran 2010/ 2011 pada dapat                 Miles, M. B dan A. M.Huberman.
ditingkatkan      dengan     penggunaan                 1992.      Analisis    Data
strategi pembelajaran Think Talk                        Kualitatif: Buku Sumber
                                                        Tentang      Metode-Metode
Write Berbasis Kontekstual.                             Baru (JudulAsli: Qualitative
                                                        Data                Analysis,
E. DAFTAR PUSTAKA                                       Diterjemahkan oleh Tjetjep
                                                        Rohandi Rohidi ). Jakarta:
Anitah, S. 2009. Teknologi
                                                        UI Press.
         Pembelajaran. Surakarta:
         Yuma Pustaka.                          Sanjaya,   W.     2010. Strategi
                                                       Pembelajaran Berorientasi

                                           13
       Standar Proses Pendidikan.           Sriyono.   1992.   Teknik      Belajar
       Jakarta: Kencana.                          Mengajar     Dalam       CBSA.
Shamsid, I.,Deen.,and Smith, B. P.                Jakarta: Rineka Cipta.
      2006.Contextual     Teaching
      and Learning Practices in The         Yamin, M dan Ansari, B. I. 2009.
      Family      and    Consumer                 Taktik      Mengembangkan
      Sciences Curriculum. Journal                Kemampuan          Individual
      of Family and Consumer                      Siswa.    Jakarta:    Gaung
      Sciences Education, Vol. 24,                Persada Press.
      No. 1: 14-25.
                                            Zulkarnaini. 2011. Model Kooperatif
Suprijono, A. 2009.Cooperative                     Think Talk Write Untuk
       Learning.        Yogyakarta:                Meningkatkan Kemampuan
       Pustaka Belajar.                            Menulis Karangan Deskripsi
                                                   dan Berpikir Kritis. Edisi
Sutopo, H. B. 2002. Metodologi
                                                   no.2: 149.
       Penelitian        Kualitatif.
       Surakarta: UNS Press.




                                       14

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:157
posted:1/21/2013
language:Unknown
pages:14
Description: jurnal tentang JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X-8 SMA NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2010/ 2011