MATERI SUNTIKAN KOMBINASI

Document Sample
MATERI SUNTIKAN KOMBINASI Powered By Docstoc
					                                               Nomor      BD. 308
     SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN             Revisi     01
        MUHAMMADIYAH GOMBONG                   Tanggal    29/3/2011
                                               Halaman




KONTRASEPSI SUNTIKAN KOMBINASI
                    ( 1 BULAN )

     Nama Dosen         : Riska Pramita Hapsari, S.ST

     Program Studi      : DIII Kebidanan

     Kode mata kuliah   : BD. 308

     Mata kuliah        : Keluarga Berencana

     Bahan kajian       : Kontrasepsi Suntikan Kombinasi (1 Bulan )

     Beban studi        : 3 SKS

     Kelas/ Semester    : II/ IV (Empat)

     Pertemuan          :I

     Alokasi Waktu      : 100 menit
I.       Standar Kompetensi
Mahasiswa dapat menguraikan kontrasepsi suntikan kombinasi



II.      Kompetensi dasar
Menjelaskan kontrasepsi suntikan kombinasi



III.     Indikator
Setelah mengikuti perkuliahan, diharapkan mahasiswa dapat:
1. Menjelaskan Pengertian Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
2. Menjelaskan Jenis Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
3. Menjelaskan Cara Kerja Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
4. Menjelaskan Efektivitas Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
5. Menjelaskan Keuntungan Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
6. Menjelaskan Keuntungan Kontrasepsi Suntikan Kombinasi (Kontrasepsi)
7. Menjelaskan Kekurangan Kontrasepsi Suntikan Kombinasi (Non-Kontrasepsi)
8. Menjelaskan Indikasi Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
9. Menjelaskan Kontra Indikasi Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
10. Menjelaskan Cara Penggunaan Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
11. Menjelaskan Keadaan Yang Memerlukan Perhatian Khusus Pada Suntikan
       Kombinasi.
12. Menjelaskan         Efek   Samping   Kontrasepsi   Suntikan     Kombinasi   dan
       Penanganannya.
13. Menjelaskan Hal-Hal Yang Perlu Diwaspadai Pada Penggunaan Suntikan
       Kombinasi


IV.      Materi ajar
      1. Pengertian Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
      2. Jenis Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
      3. Cara Kerja Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
      4. Efektivitas Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
      5. Keuntungan Kontrasepsi Suntikan Kombinasi (Kontrasepsi).
      6. Keuntungan Kontrasepsi Suntikan Kombinasi (Non-Kontrasepsi).
      7. Kekurangan Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
      8. Indikasi Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
      9. Kontra Indikasi Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
      10. Cara Penggunaan Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
   11. Menjelaskan Keadaan Yang Memerlukan Perhatian Khusus Pada Suntikan
      Kombinasi.
   12. Menjelaskan     Efek   Samping   Kontrasepsi   Suntikan   Kombinasi   dan
      Penanganannya.
   13. Menjelaskan Hal-Hal Yang Perlu Diwaspadai Pada Penggunaan Suntikan
      Kombinasi.


V. Metode/ Strategi Pembelajaran
  Brain storming, ceramah, pemutaran video dan tanya jawab


VI. Alat/ Bahan/ Sumber Belajar
A. Alat/ Media
  LCD, Laptop, Whiteboard, Video
B. Bahan/ Sumber Belajar
  1. Saifudin. 2006. Buku Pandun Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta :
     YBPSP
  2. Glaiser, A. 2006. Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta :
     EGC
  3. Handayani, S. 2010. Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta :
     Pustaka Rihama
  4. Wijoyo, Y. 2010. Alat Kontrasepsi Pengetahuan Praktis. Yogyakarta : USD
   KONTRASEPSI suntikan kombinasi
                              ( 1 bulan )

1. Pengertian Kontrasepsi Suntikan Kombinasi
   Merupakan kontrasepsi suntik yang mengandung hormon sintetis progesteron
   dan estrogen


2. Jenis Kontrasepsi Suntikan Kombinasi
   a. 25 mg depo medroksiprogesteron asetat dan 5 mg estradiol valerat
   b. 50 mg noretindron enantat dan 5 mg estradiol valerat


3. Cara Kerja Kontrasepsi Suntikan Kombinasi
   a. Mencegah implantasi
   b. Menekan ovulasi.
   c. Mengentalkan lendir serviks.
   d. Menghambat transportasi gamet oleh tuba.


4. Efektivitas Kontrasepsi Suntikan Kombinasi
   Suntikan   kombinasi    memiliki   efektivitas   0,1-0,4   kehamilan   per   100
   perempuan dalam tahun pertama pemakaian


5. Keuntungan Kontrasepsi Suntikan Kombinasi ( Kontraseptif )
   a. Tidak mengganggu hubungan seksual
   b. Tidak memerlukan pemeriksaan dalam
   c. Dapat digunakan sebagai metode jangka panjang
   d. Efek samping sangat kecil
   e. Klien tidak perlu menyimpan obat suntik


6. Keuntungan Kontrasepsi Suntikan Kombinasi ( Non-Kontraseptif )
   a. Mengurangi jumlah perdarahan
   b. Mengurangi nyeri haid
   c. Mencegah anemia
   d. Mencegah kanker ovarium dan kanker endometrium
   e. Mengurangi penyakit payudara jinak dan kista ovarium
   f. Mencegah kehamilan ektopik
   g. Mencegah penyakit radang panggul
   h. Pada   keadaan     tertentu,   dapat   diberikan   pada    perempuan    usia
     perimenopause


7. Kekurangan Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
   a. Perubahan   pola   haid   (tidak   teratur,   perdarahan   bercak/spotting,
     perdarahan sela sampai 10 hari)
   b. Mual, pusing, nyeri payudara (keluhan ini akan hilang setelah suntikan ke-2
     atau ke-3)
   c. Ketergantungan klien terhadap pelayanan kesehatan (klien harus kembali
     setiap 30 hari untuk mendapatkan suntikan)
   d. Efektivitasnya akan berkurang bila digunakan bersamaan dengan obat-obat
     epilepsi (fenitoin dan barbiturat) atau obat tuberculosis (rifampisin)
   e. Dapat terjadi efek samping seperti serangan jantung, stoke, bekuan darah
     pada paru atau otak, dan kemungkinan timbulnya tumor hati
   f. Penambahan berat badan
   g. Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian
     pemakaian
   h. Tidak melindungi diri dari PMS atau HIV/AIDS


8. Indikasi Kontrasepsi Suntikan Kombinasi
   a. Usia reproduksi
   b. Telah memiliki anak/belum
   c. Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektivitas yang tinggi
   d. Menyusui ASI pascapersalinan > 6 bulan
   e. Setelah melahirkan anak dan tidak menyusui
   f. Anemia
   g. Nyeri haid hebat
   h. Haid teratur
   i. Riwayat kehamilan ektopik
   j. Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi


9. Kontra Indikasi Kontrasepsi Suntikan Kombinasi.
   a. Hamil/diduga hamil
   b. Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
   c. Menyusui di bawah 6 minggu pasca persalinan
   d. Penyakit hati akut
   e. Perokok dengan usia >35 tahun
   f. Riwayat penyakit jantung, stroke, atau tekanan darah >180/110mmHg
   g. Riwayat troboemboli/kencing manis >20 th
   h. Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit atau migrain
   i. Keganasan payudara


10. Cara Penggunaan Kontrasepsi Suntikan Kombinasi
   a. Waktu Mulai Menggunakan Suntikan Kombinasi
     1) Mulai suntikan pertama pada hari 1-7 siklus haid (tidak memerlukan
        kontrasepsi tambahan)
     2) Bila pertama menggunakannya setelah hari ke-7 siklus haid. Jangan
        melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan metode
        kontrasepsi lain untuk 7 hari
     3) Bila klien tidak haid (amenhorea), suntikan dapat digunakan setiap saat,
        asal diyakini tidak hamil. Jangan melakukan hubungan seksual selama 7
        hari atau menggunakan metode kontrasepsi lain untuk 7 hari saja
     4) Bila klien pasca persalinan 6 bulan, menyusui serta belum haid, suntikan
        pertama dapat diberikan, asal saja dipastikan tidak hamil
     5) Bila klien pasca persalinan >6 bulan, menyusui serta telah mendapat
        haid, suntikan pertama dapat diberikan pada hari ke 1-7 siklus haid (
        tanpa kontrasepsi tambahan)
     6) Bila klien pasca persalinan <6 bulan dan menyusui, jangan diberi suntikan
        kombinasi
     7) Bila klien pasca persalinan 3 minggu dan tidak menyusui, suntikan
        kombinasi dapat segera diberikan
     8) Pasca keguguran, suntikan kombinasi dapat segera diberikan
     9) Bila   klien   menggunakan      kontrasepsi   hormonal   lain   dan   ingin
        menggantinya dengan suntikan kombinasi. Suntikan kombinasi dapat
        segera diberikan, bila kontrasepsi sebelumnya digunakan dengan benar
        atau ibu tersebut sedang tidak hamil. Bila ragu-ragu, perlu dilakukan tes
        kehamilan (Gunakan metode kontrasepsi lain untuk 7 hari)
    10) Bila kontrasepsi sebelumnya adalah kontrasepsi suntikan hormonal,
       suntikan dapat diberikan sesuai jadwal suntikan sebelumnya (Tidak
       diperlukan metode kontrasepsi tambahan)
    11) Bila    klien   menggunakan   kontrasepsi    nonhormonal     dan   ingin
       menggantinya dengan suntikan kombinasi. Suntikan kombinasi dapat
       segera diberikan, bila kontrasepsi sebelumnya digunakan dengan benar
       atau ibu tersebut sedang tidak hamil. Bila suntikan kombinasi diberikan
       pada hari ke 1-7 siklus haid (tidak memerlukan metode kontrasepsi
       lain).
  b. Cara Penggunaan
    1) Suntikan kombinasi diberikan setiap bulandengan suntikan intramuskular
       dalam (IM)
    2) Klien diminta datang setiap 4 minggu
    3) Suntikan ulang dapat diberikan 7 hari lebih awal, dengan kemungkinan
       terjadi gangguan perdarahan
    4) Dapat juga diberikan setelah 7 hari dari jadwal yang telah ditentukan,
       asal diyakini tidak hamil (Jangan melakukan hubungan seksual selama 7
       hari atau menggunakan metode kontrasepsi lain untuk 7 hari)
  c. Instruksi Pada Klien
    1) Klien harus kembali ke dokter/klinik untuk mendapatkan suntikan
       kembali setiap 4 minggu
    2) Bila tidak haid lebih dari 2 bulan, klien harus kembali ke dokter/klinik
       untuk memastikan hamil/tidak
    3) Jelaskan efek samping tersering yang didapat pada penyuntikan dan apa
       yang harus dilakukan bila hal tersebut terjadi. Bila klien mengeluh mual,
       sakit kepala, atau nyeri payudara, serta perdarahan, informasikan kalau
       keluhan tersebut sering ditemukan, dan biasanya akan hilang pada
       suntikan ke-2 atau ke-3
    4) Apabila klien menggunakan obat-obatan tuberculosis atau obat epilepsi,
       maka efektifitas suntikan kombinasi akan terganggu


11. Keadaan Yang Memerlukan Perhatian Khusus
              Keadaan                        Anjuran
  Tekanan Darah Tinggi                   <180/110 mmHg dapat diberikan,
                                         tetapi perlu pengawasan
  Kencing manis                          Dapat diberikan pda kasus tanpa
                                         komplikasi dan kencing manisnya
                                      terjadi <20 tahun. Perlu Pengawasan
   Migrain                            Bila tidak ada gejala neurologik yang
                                      berhubungan dengan sakit kepala,
                                      boleh diberikan
   Menggunakan obat TBC/obat epilepsi Berikan pil kontrasepsi kombinasi
                                      dengan dosis 50µg estinilestradiol
                                      atau mencari metode kontrasepsi
                                      yang lain
   Mempunyai penyakit anemia bulan Sebaiknya jangan menggunakan
   sabit                              suntikan kombinasi

12. Efek Samping Kontrasepsi Suntikan Kombinasi dan Penanganannya
   a. Amenorhea
      Pastikan hamil/tidak
      Bila hamil, hentikan suntikan
      Bila tidak hamil, tidak perlu tindakan khusus, berikan konseling
      Jelaskan bahwa darah haid tidak terkumpul dalam rahim
      Anjurkan klien untuk kembali ke klinik bila datangnya haid masih
       menjadi masalah
   b. Perdarahan tidak teratur/spotting
      Tes kehamilan, bila hamil hentikan penggunaan suntikan
      Bila tidak hamil, cari penyebab perdarahan
      Jelaskan bahwa perdarahan yang terjadi merupakan hal biasa
      Bila perdarahan berlanjut dan mengkhawatirkan klien, anjurkan klien
       untuk menggantinya dengan metode kotrasepsi yang lain
   c. Pusing, mual, muntah
      Tes kehamilan, bila hamil hentikan penggunaan suntikan
      Bila tidak hamil, informasikan bahwa hal ini biasa dan akan hilang dengan
       sendirinya
13. Hal- Hal Yang Perlu Diwaspadai Pada Penggunaan Suntikan
    Kombinasi
   a. Nyeri dada hebat atau napas pendek (kemungkinan adanya bekuan darah
      di paru atau serangan jantung)
   b. Sakit kepala hebat atau gangguan penglihatan (kemungkinan terjadi
      stroke, hipertensi, atau migrain)
   c. Nyeri tungkai hebat (kemungkinan telah terjadi sumbatan pembuluh
      darah pada tungkai)
d. Tidak terjadi perdarahan atau spotting selama 7 hari sebelum suntikan
   berikutnya (kemungkinan terjadi kehamilan)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:48
posted:1/19/2013
language:
pages:9