Docstoc

MAKALAH IMUNISASI CAMPAK

Document Sample
MAKALAH IMUNISASI CAMPAK Powered By Docstoc
					                        MAKALAH

                 IMUNISASI CAMPAK

      Makalah Ini Disusun sebagai Tugas Asuhan Neonatus




                        Disusun Oleh :

         1. Ageng Riski K                (B0900412)
         2. Eka Wahyu W                  (B0900425)
         3. Erna Widiyanti               (B0900428)
         4. Ferida Eka W                 (B0900430)
         5. Ika Sulistiowati             (B0900432)
         6. Novi Kurniasih               (B0900441)
         7. Tanti Mareta A               (B0900459)


               PRODI DIII KEBIDANAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH

                        GOMBONG

                               2010
                              KATA PENGANTAR

     Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas
rahmat, taufik dan hidayah-Nya penyusun dapat menyelesaikan Makalah Asuhan
Neonatus tentang Imunisasi Campak. Dalam penyusunan makalah ini, penyusun
mengalami banyak hambatan tetapi dengan bantuan dan bimbingan dari berbagai
pihak akhirnya laporan ini dapat terselesaikan. Untuk itu pada kesempatan kali ini
penyusun ingin mengucapkan terima kasih kepada :

   1. H.M.Basirun Al Ummah, M.Kes selaku kepala STIKES Muhammadiyah
       Gombong;
   2. Hastin Ika Indriastuti,S,SiT. selaku dosen mata kuliah Asuhan Neonatus yang
       telah memberikan materi, arahan dan bimbingan sehingga makalah ini dapat
       terselesaikan;
   3. Orang tua kami yang telah memberikan dukungan materil maupun moril
       selama penyusunan makalah ini;
   4. Teman-teman kelas II C DIII Kebidanan Stikes Muhammadiyah Gombong
       yang telah memberikan inspirasi selama penyusunan makalah ini;
   5. Pihak-pihak lain yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini,
       yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu.

     Penyusun menyadari laporan ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan
saran sangat penyusun harapkan demi sempurnanya laporan ini. Semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat baik bagi penyusun maupun pembaca. Amin.

                                                  Gombong,    Oktober 2010




                                                         Penyusun
                                        BAB I

                                 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

      Imunisasi merupakan bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam
menurunkan Angka Kematian Bayi dan Balita. Dengan imunisasi, berbagai penyakit
dapat dicegah seperti TBC, Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, Poliomyelitis, dan
Campak.

      Masih banyak orang tua yang belum sadar pentingnya imunisasi campak untuk
bayi. Dari data WHO dan UNICEF menyebutkan, Indonesia berada di posisi ke-4
sebagai negara dengan banyak anak yang tidak diimunisasi, atau diimunisasi tetapi
tidak lengkap. Padahal, penyakit campak itu berbahaya. Penyakit campak bersifat
endemic di seluruh dunia, namun terjadinya epidemic cenderung tidak beraturan.
Pada umumnya terjadi pada permulaan musim hujan, mungkin disebabkan karena
meningkatnya kelangsungan hidup virus pada keadaan kelembaban yang relative
rendah. Pada awal tahun 1980 waktu angka cakupan imunisasi campak global hanya
20% terjadi lebih dari 90 juta kasus. Pada pertengahan tahun 1990 angka cakupan
80% dan menurun tajam sampai 20 juta kasus.

      WHO dengan programnya telah mencanangkan target global untuk mereduksi
insidens campak sampai 90,5% mortalitas sampai 95,5% pada tahun 1995. Beberapa
Negara berhasil hampir mendekati fase eliminasi. Beberapa macam jadwal imunisasi
dan strategi telah digunakan, tetapi ada beberapa negara yang tidak berhasil. Prioritas
utama untuk penanggulangan penyakit campak adalah melaksanakan program
imunisasi lebih efektif.
B. Tujuan

      Adapun tujuan dari disusunnya makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai tugas kelompok dari Mata Kuliah Asuhan Neonatus.

  2. Sebagai bahan diskusi mengenai pentingnya Imunisasi Campak

  3. Mempelajari tentang hal-hal yang berkaitan dengan Imunisasi Campak

  4. Mempelajari tentang dosis, cara dan kapan Imunisasi Campak diberikan
                                       BAB II

                                         ISI

A. Definisi

      Imunisasi berasal dari kata imun, kebal atau resisten. Seorang anak yang
diimunisasi, berarti diberikan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu. Anak kebal
atau resisten terhadap suatu penyakit tetapi belum tentu kebal terhadap penyakit yang
lain. Karena itu Imunisasi harus diberikan secara lengkap. Imunisasi secara harfiah
adalah suatu pemindahan atau transfer antibody secara pasif.

      Imunisasi Campak adalah antibodi tambahan yang diberikan melalui pemberian
vaksin campak. Program imunisasi ini bertujuan untuk mencegah penyakit campak
(Measles) selain itu untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian dari penyakit
campak yang dapat dicegah dengan imunisasi

      Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin
yang diberikan ini adalah vaksin dari virus campak yang dilemahkan. Apabila virus
yang dimasukkan ke dalam tubuh bayi ini mati, maka imunisasi yang dilakukan
otomatis gagal. Oleh karena itu, virus yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia
harus dijaga jangan sampai kena sinar matahari dan disimpan dalam suhu 2-8 derajat
celcius.

      Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus rubella atau virus
campak. Virus campak termasuk didalam family paramyxovirus. Virus campak
sangat sensitive terhadap panas. Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung,
mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease) sejak awal masa
prodromal, yaitu kurang lebih 4 hari pertama sejak munculnya ruam.
     Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan
kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung
selama 1 tahun). Beberapa yang rentan terhadap campak adalah :

      - bayi berumur lebih dari 1 tahun

      - bayi yang tidak mendapatkan imunisasi

     - remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.

     Bahaya penyulit penyakit campak di kemudian hari adalah kurang gizi sebagai
akibat diare berulang dan berkepanjangan pasca campak , sindrom subakut
panensifilitis (SSPE). Pada anak > 10 tahun , Munculnya gejala penyakit tuberculosis
paru yang lebih parah pasca mengidap penyakit campak yang berat yang disertai
pneumonia.

     Strategi untuk eliminasi penyakit campak adalah :

  1. Melakukan imunisasi massal pada anak umur 9 bulan sampai 12 tahun
  2. Meningkatkan cakupan imunisasi rutin pada bayi umur 9 bulan
  3. Melakukan surveilens secara intensif
  4. Follow up imunisasi missal ( Cutts, 1999 )


B. Jenis Imunisasi Campak

     Pada tahun 1963,telah dibuat dua jenis vaksin campak

  1. Vaksin yang berasal dari virus campak yang hidup dan dilemahkan (tipe
     Edmonston B)
  2. Vaksin yang berasal dari virus campak yang dimatikan (virus campak yang
     berada dalam larutan formalin yang dicampur dengan garam aluminium)
C. Dosis Pemberian Imunisasi Campak


  1. Dosis baku minimal untuk pemberian vaksin campak yang dilemahkan adalah
    1000 TCID 50 atau sebanyak 0,5 ml
  2. Untuk vaksin hidup, pemberian dengan 20 TCID 50 mungkin sudah dapat
    memberikan hasil yang baik
  3. Pemberian diberikan pada umur 9 bulan, secara subkutan juga dapat diberikan
    secara intramuscular
  4. Daya proteksi vaksin campak diukur dengan berbagai macam cara. Salah satu
    indikator pengaruh vaksin terhadap proteksi adalah penurunan angka kejadian
    kasus campak sesudah pelaksanaan program imunisasi
  5. Imunisasi campak diberikan lagi pada saat masuk sekolah SD ( BIAS )


D. Tempat Pemberian Pelayanan Imunisasi Campak


  1. Puskesmas
  2. Puskesma pembantu
  3. Rumah sakit
  4. Rumah bersalin
  5. Polindes
  6. Posyandu
  7. Rumah sakit swasta
  8. Dokter praktik swasta
  9. Bidan praktik swasta (Depkes RI, 2004).


    Tempat-tempat pelayanan milik pemerintah imunisasi diberikan dengan gratis.
E. Efek Samping Imunisasi Campak

     Biasanya 5-12 hari setelah mendapat imunisasi campak beberapa anak akan
mengalami gejala persis yang dialami ketika virus ini mulai menyerang seperti :

      1. Demam tinggi, biasanya demam berlangsung seminggu,
      2. Timbul bintik merah halus di kulit, reaksi ini sangat normal dan akan
          hilang dengan sendirinya.
      3. Ruam dan bercak-bercak merah selama 3 hari dan
      4. Diare, namun kasusnya sangat kecil.


F. Gejala Timbulnya Penyakit Campak

     Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa:

  1. Demam tinggi ( suhu bisa mencapai 40°C pada waktu ruam )
  2. Nyeri tenggorokan
  3. Batuk pilek
  4. Bercak Koplik ( merupakan tanda pathognomonis dari penyakit campak yang
     dapat dideteksi yaitu suatu bintik berbentuk tidak teratur dan kecil berwarna
     merah terang, pada pertengahannya didapatkan noda berwarna putih keabuan
     biasanya muncul 2-4 hari )
  5. Rasa gatal pada kulit
  6. konjungtivitis ( peradangan pada selaput ikat mata)
  7. Ruam kulit ( kemerahan dikulit yang biasanya mulai muncul 3-5 hari )
  8. Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit.
G. Komplikasi Penyakit Campak

       Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius.
Beberapa komplikasi yang bisa menyertai campak :

   1. Infeksi bakteri : Pneumonia dan Infeksi telinga tengah
   2. Kadang terjadi trombositopenia ( penurunan jumlah trombosit ), sehingga
      pendeita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan
   3. Ensefalitis ( infeksi otak ) terjadi pada 1 dari 1.000 - 2.000 kasus.


H. Pengobatan Penyakit Campak


       Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Namun sebaiknya anak
mendapatkan imunisasi campak sebelum umur 1 tahun dilanjutkan dengan imunisasi
(MMR) pada usia 12 bulan sampai 4 tahun.
       Selain itu penderita disarankan untuk istirahat yang cukup dan hindari udara
luar. Apabila terjadi demam, diberikan asetaminofen atau ibuprofen. Jika terjadi
infeksi bakteri, diberikan antibiotik.


I. Waktu Inkubasi


       Waktu inkubasi kira-kira terjadi antara 10 sampai 14 hari. Gejala pertama
timbul pada hari 10 - 12, sampai hilang dengan sendirinya pada hari ke14.
                                          BAB III
                                        PENUTUP


A. Kesimpulan

     Pada dasarnya, imunisasi adalah proses merangsang sistem kekebalan tubuh
dengan cara memasukkan (baik itu melalui suntik atau minum) suatu virus atau
bakteri. Sebelum diberikan, virus atau bakteri tersebut telah dilemahkan atau dibunuh,
bagian tubuh dari bakteri atau virus itu juga sudah dimodifikasi sehingga tubuh kita
tidak kaget dan siap untuk melawan bila bakteri atau virus sungguhan menyerang.

     Imunisasi Campak adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya
pencegahan terhadap penyakit campak. Imunisasi bisa optimal jika diberikan tepat
waktu sesuai jadwal.

B. Saran

  1. Pada dasarnya imunisasi aman untuk diberikan, namun ada beberapa kondisi
     dimana imunisasi campak sebaiknya tidak diberikan atau ditunda pemberiannya
     pada penderita :
     a. Sakit demam tinggi atau akut berat.
     b. Anak menderita gangguan kekebalan tubuh. Misalnya pada orang yang
        minum obat yang penurun daya tahan tubuh dalam waktu lama contoh
        prednisone.
     c. Kanker darah
     d. Infeksi HIV/AIDS
  2. Sebaiknya para orang tua memperhatikan pemberian imunisasi campak anaknya
     sebelum umur 1 tahun.
  3. Diharapkan untuk para tenaga kesehatan agar memberikan penyuluhan tentang
     pentingnya imunisasi campak bagi anak usia 1 tahun.
4. Ada baiknya program imunisasi campak diberikan perhatian khusus agar
  pencegahan penyakit campak pemberiannya tepat pada sasaran
                                  DAFTAR PUSTAKA



Satgas Imunisasi IDAI. Pedoman Imunisasi di Indonesia. Sari Pediatri. Edisi ke-3
     cetakan pertama 2008.

Would Health Organization 2005a. global Measles and rubella laboratory network -
     update.Wkly Epidemiol Rec 80:384-388

BKKBN., 2005. Kartu Informasi KHIBA (Kelangsungan Hidup Ibu Bayi, dan Anak
     Balita).

Depkes RI., 2005. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:
     1059/MENKES/SK/IX/2004 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi

http://www.surabaya-ehealth.org/e-team/berita/imunisasi-pada-bayi-dan-balita

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:56
posted:1/19/2013
language:
pages:12