Docstoc

perubahan sistem perkemihan pada masa nifas

Document Sample
perubahan sistem perkemihan pada masa nifas Powered By Docstoc
					                              MAKALAH

PERUBAHAN FISIOLOGI SISTEM PERKEMIHAN PADA MASA NIFAS

   Makalah Ini Disusun sebagai Tugas Asuhan Kebidanan III (Nifas)




                             Disusun Oleh :

           1   Eka Wahyu Wijayanti            (B0900425)
           2   Erna Widiyanti                 (B0900428)
           3   Ferida Eka W.                  (B0900430)
           4   Ika Irawati                    (B0900431)
           5   Ika Sulistiowati               (B0900432)
           6   Retno Widiastuti               (B0900451)



                     PRODI DIII KEBIDANAN

   SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH

                             GOMBONG

                                  2010
                               KATA PENGANTAR

     Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas
rahmat, taufik dan hidayah-Nya penyusun dapat menyelesaikan Makalah Asuhan
Kebidanan III (Nifas) tentang Perubahan Fisiologis Sistem Perkemihan Pada Masa
Nifas. Dalam penyusunan makalah ini, penyusun mengalami banyak hambatan
tetapi dengan bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak akhirnya laporan ini dapat
terselesaikan. Untuk itu pada kesempatan kali ini penyusun ingin mengucapkan
terima kasih kepada :

   1. H.M.Basirun Al Ummah, M.Kes selaku kepala STIKES Muhammadiyah
       Gombong;
   2. Kusumastuti, S.SiT selaku dosen mata kuliah Asuhan Kebidanan III (Nifas)
       yang telah memberikan materi, arahan dan bimbingan sehingga makalah ini
       dapat terselesaikan;
   3. Orang tua kami yang telah memberikan dukungan materil maupun moril
       selama penyusunan makalah ini;
   4. Teman-teman kelas II C DIII Kebidanan Stikes Muhammadiyah Gombong
       yang telah memberikan inspirasi selama penyusunan makalah ini;
   5. Pihak-pihak lain yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini,
       yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu.

     Penyusun menyadari laporan ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan
saran sangat penyusun harapkan demi sempurnanya laporan ini. Semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat baik bagi penyusun maupun pembaca. Amin.

                                                 Gombong,      November 2010

                                                            Penyusun
                                     BAB I

                               PENDAHULUAN




A. Latar Belakang
        Kehilangan cairan melalui keringat dan peningkatan jumlah urin
  menyebabkan penurunan berat badan sekitar 2,5 kg selama masa pasca partum.
  Pengeluaran kelebihan cairan yang tertimbun selama hamil kadang-kadang disebut
  kebalikan metabolisme air pada masa hamil (reversal of the water metabolisme of
  pregnancy).
        Rortveit dkk (2003) menyatakan bahwa resiko inkontinensia urine pada
  pasien dengan persalinan pervaginam sekitar 70% lebih tinggi dibandingkan resiko
  serupa pada persalinan dengan Sectio Caesar. Sepuluh persen pasien pasca
  persalinan menderita inkontinensia (biasanya stres inkontinensia) yang kadang-
  kadang menetap sampai beberapa minggu pasca persalinan. Untuk mempercepat
  penyembuhan keadaan ini dapat dilakukan latihan pada otot dasar panggul.


B. Tujuan
        Adapun tujuan dari disusunnya makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai tugas kelompok dari mata kuliah Asuhan Kebidanan III (Nifas)
  2. Sebagai bahan diskusi mengenai perubahan fisiologis system perkemihan pada
      masa nifas
  3. Mempelajari tentang hal-hal yang berkaitan dengan system perkemihan pada
      masa nifas
  4. Mengetahui tentang berbagai perubahan system perkemihan pada masa nifas
                                         BAB II

                                  TINJAUAN TEORI



A. Definisi
        Masa nifas (puerperium) adalah masa setelah plasenta lahir dan berakhir
  ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas
  berlangsung kira-kira 6 minggu (Abdul Bari. S, dkk, 2002)
        Adapun tahapan masa nifas (post partum / puer perium) adalah :
  1 Puer perium dini
              Adalah masa kepulihan, yakni saat-saat ibu dibolehkan berdiri dan
     berjalan-jalan.
  2 Puer perium intermedial
              Adalah masa kepulihan menyeluruh dari organ-organ genital, kira-kira 6-
     8 minggu.
  3 Remot puerperium
              Adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama
     apabila ibu selama hamil atau persalinan mempunyai komplikasi.

        Sedangkan Sistem perkemihan merupakan suatu sistem dimana terjdinya
  proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang yang tidak
  dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh
  tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan lagi oleh tubuh larut dlam air dan
  dikeluarkan berupa urin (air kemih).
B. Hal-hal yang berkaitan dengan fungsi system perkemihan antara lain :


  1. Hemostatis internal
           Tubuh, terdiri dari air dan unsur-unsur yang larut di dalamnya, dan 70%
     dari cairan tubuh terletak di dalam sel-sel, yang disebut dengan cairan
     intraselular, kandungan air sisanya disebut cairan ekstraselular.        Cairan
     ekstraselular terbagi dalam plasma darah, dan langsung diberikan untuk sel-sel
     yang disebut cairan interstisial. (Cambridge, 1991 : 2)
           Beberapa hal yang berkaitan dengan cairan tubuh antara lain :
     a. Edema
              Edema adalah tertimbunnya cairan dalam jaringan akibat gangguan
        keseimbangan cairan dalam tubuh.


     b. Dehidrasi
              Dehidrasi adalah kekurangan cairan atau volume air yang terjadi pada
        tubuh karena pengeluaran berlebihan dan tidak diganti.


  2. Keseimbangan asam basa tubuh.
           Keasaman dalam tubuh disebut PH. Batas normal PH cairan tubuh adalah
     7,35-7,40. Bila PH >7,4 disebut alkalosis dan jika PH < 7,35 disebut asidosis.


  3. Pengeluaran sisa metabolisme
           Mengeluarkan sisa metabolisme, racun dan zat toksin                 ginjal
     mengekskresi hasil akhir metabolisme protein yang mengandung nitrogen
     terutama : urea, asam urat, dan kreatinin.
           Zat toksin ginjal mengekskresi hasil akhir dari metabolisme protein yang
     mengandung nitrogen terutama urea, asam urat dan kreatinin. Jadi ibu post
     partum harus sering buang air kecil untuk mengeluarka zat-zat toksin yang telah
     diekresikan oleh ginjal.
C. Perubahan system perkemihan pada masa nifas


  1 Sistem Urinarius
           Perubahan hormonal pada masa hamil (kadar steroid yang tinggi) turut
     menyebabkan peningkatan fungsi ginjal, sedangkan penurunan kadar sterorid
     setelah wanita melahirkan sebagian menjelaskan sebab penurunan funngsi
     ginjal selama masa pasca partum. Fungsi ginjal kembali normal dalam waktu
     satu bulan setelah wanita melahirkan. diperlukan kira-kira dua sampai 8 minggu
     supaya hipotonia pada kehamilan dan dilatasi ureter serta pelvis ginjal kembali
     ke keadaan sebelum hamil (Cunningham, dkk ; 1993). Pada sebagian kecil
     wanita, dilaktasi traktus urinarius bisa menetap selama tiga bulan.


  2 Komponen Urine
           Glikosuria ginjal diinduksikan oleh kehamilan menghilang. Laktosuria
     positif pada ibu meyusui merupakan hal yang normal. BUN (blood urea
     nitrogen), yang meningkat selama pasca partum, merupakan akibat otolisis
     uterus yang berinvolusi, Pemecahan kelebihan protein di dalam sel otot uterus
     juga menyebabkan proteinuria ringan (+1) selama satu sampai dua hari setelah
     wanita melahirkan. Hal ini terjadi pada sekitar 50% wanita. Asetonuria bisa
     terjadi pada wanita yang tidak mengalami komplikasi persalinan atau setelah
     suatu persalinan yang lama dan disertai dehidrasi.


  3 Diuresis Postpartum
           Dalam 12 jam pasca melahirkan, ibu mulai membuang kelebihan cairan
     yang tertimbun di jaringan selama ia hamil. salah satu mekanisme untuk
     mengurangi cairan yang teretensi selama masa hamil ialah diaforesis luas,
     terutama pada malam hari, selama dua sapai tiga hari pertema setelah
     melahirkan. Diuresis pascapartum, yang disebabkan oleh penurunan kadar
  estrogen, hilangnya peningkatan tekanan vena pada tingkat bawah, dan
  hilangnya peningkatan volume darah akibat kehamilan, merupakan mekanisme
  tubuh untuk mengatasi kelebihan cairan. Kehilangan cairan melalui keringat
  dan peningkatan jumlah urine menyebabkan penurunan berat badan sekitar 2,5
  kg selama masa pasca partum. Pengeluaran kelebihan cairan yang tertimbun
  selama hamil kadang-kadang disebut kebalikan metabilisme air pada masa
  hamil (reversal of the water metabolisme of pregnancy).


4 Uretra dan Kandung Kemih
       Trauma bila terjadi pada uretra dan kandung kemih selama proses
  melahirkan, yakni sewaktu bayi melewati jalan lahir. Dinding kandung kemih
  dapat mengalami edema, seringkali disertai di daerah-daerah kecil hemoragi.
  Kandung kemih yang oedema, terisi penuh dan hipotonik dapat mengakibatkan
  overdistensi, pengosongan yang tak sempurna dan urine residual kecuali jika
  dilakukan asuhan untuk mendorong terjadinya pengosongan kandung kemih
  bahkan saat tidak merasa untuk berkemih. Pengambilan urine dengan cara
  bersih atau melalui kateter sering menunjukkan adanya trauma pada kandung
  kemih. Uretra dan meatus urinarius bisa juga mengalami edema.
       Kombinasi trauma akibat kelahiran, peningkatan kapasitas kandung
  kemih setelah bayi lahir, dan efek konduksi anestesi menyebabkan keinginan
  untuk berkemih menurun. Selain itu, rasa nyeri pada panggul yang timbul
  akibat dorongan saat melahirkan, leserasi vagina, atau episiotomi menurunkan
  atau mengubah refleks berkemih. Penurunan berkemih, seiring diuresis
  pascapartum, bisa menyebabkan distensi kandung kemih. Distensi kandung
  kemih yang muncul segera setelah wanita melahirkan dapat menyebabkan
  perdarahan berlebih karena keadaan ini bisa menghambat uterus berkontraksi
  dengan baik. pada masa pascapartum tahap lanjut, distensi yang berlebihan ini
  dapat menyebabkan kandung kemih lebih peka terhadap infeksi sehingga
  mengganggu proses berkemih normal (Cinningham, dkk, 1993). Apabila terjadi
distensi berlebih pada kandung kemih dalam mengalami kerusakan lebih lanjut
(atoni). Dengan mengosongkan kandung kemih secara adekuat, tonus kandung
kemih biasanya akan pulih kembali dalam lima sampai tujuh hari setelah bayi
lahir.
                                           BAB III
                                          PENUTUP


A. Kesimpulan
           Perubahan system perkemihan pada masa nifas merupakan hal yang
  fisiologis yang meliputi perubahan di berbagai tempat dalam sistem organ
  perkemihan misalnya : ginjal, ureter, kandung kemih, uretra.
           Namun demikian, pasca melahirkan ibu merasa sulit buang air kecil.
  Hal yang menyebabkan kesulitan buang air kecil pada ibu post partum, antara lain:
  a. Adanya odema trigonium yang menimbulkan obstruksi sehingga terjadi retensi
     urin.
  b. Diaforesis yaitu mekanisme tubuh untuk mengurangi cairan yang teretansi
     dalam tubuh, terjadi selama 2 hari setelah melahirkan.
  c. Depresi dari sfingter uretra oleh karena penekanan kepala janin dan spasme
     oleh iritasi muskulus sfingter ani selama persalinan, sehingga menyebabkan
     miksi.


B. Saran

  1. Ibu post partum dianjurkan segera buang air kecil, agar tidak mengganggu
     proses involusi uteri dan ibu merasa nyaman
  2. Ibu post partum dianjurkan untuk banyak minum agar mencegah terjadinya
     dehidrasi
  3. Ibu postpartum dianjurkan untuk istirahat cukup supaya mempercepat pulihnya
     fungsi organ – organ tubuh seperti sebelum hamil
                              DAFTAR PUSTAKA




http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-perkemihan/

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 81)
Dessy, T., dkk. 2009. Perubahan Fisiologi Masa Nifas. Akademi Kebidanan
Mamba’ul ‘Ulum Surakarta.

Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika (hlm:
59).
Suherni, 2007. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya. (hlm: 80-82).
Widjanarko, B. 2009. Masa Nifas. obfkumj.blogspot.com/ diunduh 9 Feb 2010, 04:07
PM.
Zietraelmart. 2008. Perubahan Fisiologi Masa Nifas.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:21
posted:1/19/2013
language:
pages:10