Docstoc

MODUL PENDINGIN XI TKR

Document Sample
MODUL PENDINGIN XI TKR Powered By Docstoc
					               MODUL KOMPETENSI KEJURUAN

     MELAKUKAN OVERHAUL SISTEM PENDINGIN

             DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA




Disusun Sebagai Bahan Pembelajaran Pendukung Dalam Pelaksanaan Praktek Industri




                                     Oleh
                          ALMUBARAK HADI, S.Pd
                          NIP. 19820322 201001 1 005




    KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN
             PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK OTOMOTIF
        BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI DAN REKAYASA
      SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 SAMPIT

                               TAHUN 2012

                                       1
                             HALAMAN PENGESAHAN



                         MODUL KOMPETENSI KEJURUAN

                  MELAKUKAN OVERHAUL SISTEM PENDINGIN

                        DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA




                                    Disusun oleh :
                              ALMUBARAK HADI, S.Pd
                              NIP. 19820322 201001 1 005




                                Disahkan pada tanggal :

                               Sampit, 3 September 2012



Mengesahkan,

Kepala SMK N 2 Sampit                                 Guru Penyusun




Drs. INO                                              ALMUBARAK HADI, S.Pd
NIP. 19620603 200003 1 004                            NIP. 19820322 201001 1 005




                                           2
                                  KATA PENGANTAR


       Modul ini diterbitkan untuk menjadi bahan pembelajaran pendukung dalam pelaksanaan
Praktik Industri pada Program Keahlian Teknik Otomotif khususnya Kompetensi Keahlian
Teknik Kendaraan Ringan agar siswa SMK Negeri 2 Sampit lebih mudah mencapai standar
kompetensi yang sudah ditetapkan walaupun tidak ada pembelajaran disekolah. Modul ini
disusun sesuai dengan kurikulum KTSP Spektrum 2009 dan disesuaikan dengan tuntutan
keahlian bidang Otomotif di dunia usaha / industri.

       Modul ini berisi tentang materi Kompetensi Kejuruan pada Kompetensi Keahlian Teknik
Kendaraan Ringan yaitu mencakup Standar Kompetensi “Melakukan Overhoul Sistem Pendingin
dan Komponen-komponennya”. Dengan adanya modul ini diharapkan para siswa SMK Negeri 2
Sampit dapat mengoptimalkan pemakaian modul ini untuk mencapai kompetensi yang sudah
ditetapkan.

       Penyusun menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah
berperan dalam penyusunan modul ini. Penyusun menyadari masih banyak kekurangan dalam
modul ini, oleh karena itu kritik dan saran sangat diharapkan untuk perbaikan ke depan.



                                                           Sampit, 31 Agustus 2012

                                                           Guru Penyusun




                                                           ALMUBARAK HADI, S.Pd
                                                           NIP. 19820322 201001 1 005




                                                3
                                          DAFTAR ISI


Sampul Modul ……………………………………………………………………………........ 1
Halaman Pengesahan ……………………………………………………………………...… 2
Kata Pengantar ………………………………………………………………………….......... 3
Daftar Isi ……………………………………………………………………………………..…. 4
Kegiatan Belajar 1 Sistem Pendingin Air dan Udara ..………………………………….… 5
Kegiatan Belajar 2 Pompa Air dan Radiator ..………………………………………….… 14
Kegiatan Belajar 3 Termostat ..………………………………………………………….… 23
Kegiatan Belajar 4 Sistem Ventilator ..………………………………………………….… 28
Kegiatan Belajar 5 Penggantian Pompa Air ..………………………………………….… 35
Kegiatan Belajar 6 Pembersihan Sistem Pendingin ..…………………………………… 38
Kegiatan Belajar 7 Pemeriksaan/Penggantian Termostat ..……………………….… 43
Kegiatan Belajar 8 Pemeriksaan Sistem Pendinginan ..………………………………… 48
Kegiatan Belajar 9 Pemeriksaan Sistem Kipas Listrik ..………………………………… 54
Daftar Pustaka   ...................................................................................................... 57




                                                     4
                               KEGIATAN BELAJAR 1

                      SISTEM PENDINGIN AIR DAN UDARA


1. Tujuan Pembelajaran

     Peserta dapat
      Membedakan sistem pendingin air dan udara
      Menjelaskan keuntungan dan kerugian sistem pendingin air dan udara.
      Memberi nama bagian pada sistem pendingin sirkuit pompa
      Menerangkan fungsi bagian-bagian sistem pendingin
      Menjelaskan peredaran air saat air masih dingin
      Menjelaskan peredaran air saat air menjadi panas.


2. Uraian materi
                     PENDAHULUAN SISTEM PENDINGINAN

     Motor bakar berfungsi mengubah energi panas yang terkandung dalam bahan
bakar menjadi tenaga gerak.

     Dari panas yang dihasilkan ini, kira-kira 25% digunakan sebagai tenaga
penggerak, kira-kira 45% hilang terbawa gas buang dan hilang akibat gesekan –
gesekan , sedangkan sisanya kira-kira 30% diserap oleh bagian-bagian motor itu
sendiri. Panas yang diserap ini harus segera dibuang untuk menghindari panas yang
berlebihan (over heating) yang dapat mengakibatkan mesin menjadi rusak.

     Jadi sistem pendinginan diperlukan untuk mengatasi hal tersebut yaitu untuk
mengurangi   panas   yang     diserap   oleh   bagian-bagian   motor   sehingga   tidak
mengakibatkan kerusakan pada motor.

     Selain itu sistem pendinginan mempunyai fungsi untuk mengatur/menstabilkan
temperatur kerja motor supaya tetap, sebab motor yang terlalu dingin akan
mengakibatkan pemakaian bahan bakar menjadi boros.

Adapun untuk memperoleh pendinginan dengan cara:
a) Pendingin dalam




                                           Pendinginan melalui penguapan bahan
                                           bakar didalam silinder.



                                           5
b). Pendinginan luar
   Pendinginan luar ada 2 macam
                                           1. Dengan radiasi (Pendinginan udara)


                                              Panas motor yang dipindahkan ke udara
                                              luar secara langsung

                                           2. Dengan hantaran (Pendinginan air)
                                              Pendinginan tidak berhubungan langsung
                                              dengan udara luar atau pemindahan panas
                                              melalui cairan




1. Pendinginan udara
    Pada motor yang menggunakan sistem pendinginan udara, panas motor diambil
langsung oleh udara melalui sirip-sirip pendingin. Sirip-sirip ini dipasangkan di sekeliling
silinder dan kepala silinder




Pada pendinginan udara ini, hembusan udara terjadi pada saat kendaraan berjalan atau
dilakukan oleh sebuah kipas.


Konstruksi motor dengan pendinginan udara dibanding pendinginan air mempunyai
keuntungan antara lain:

-   Konstruksi lebih sederhana
-   Harga relatif lebih murah
-   Perawatan relatif tidak ada
Namun demikian juga mempunyai kerugian antara lain:

-   Pendinginan tidak merata
-   Suara motor keras karena getaran sirip-sirip
Pendinginan ini banyak digunakan pada sepeda motor

Untuk mengefektifkan pendinginan udara banyak dijumpai dengan menambah suatu
kipas yang digerakkan langsung oleh poros engkol

                                             6
Jika motor dihidupkan , maka kipas akan ikut berputar, sehingga udara dialirkan menuju
sudu-sudu hantar ke sirip-sirip kepala silinder dan blok silinder. Dengan menggunakan
kipas ini maka pendinginan akan lebih merata dibanding yang tidak memakai kipas,
cara ini digunakan pada sepeda motor.
Contoh: Vespa, Suzuki Jet Cooled (RC), Yamaha Force 1, dan mobil, contoh: VW lama
(Safari, Combi, Kodok).


2. Pendinginan air

     Di dalam pendinginan air ini terdapat kantong air (water jacket) yang menyelubungi
silinder, masuk ke kepala silinder .

Kantong air berhubungan dengan radiator. Air yang telah panas dalam mantel dialirkan
ke radiator untuk didinginkan.
Pendinginan air ini dilakukan oleh udara yang mengatur melalui kisi-kisi radiator,
sedangkan tarikan udara dilakukan oleh kipas yang digerakkan oleh motor.

Dibanding pendinginan udara, maka pengontrolan suhu pendinginan pada sistem ini
lebih mudah, selain itu dapat diperoleh hasil pendinginan yang merata.




Sistem pendinginan air dapat dibedakan dua cara, yaitu:

a.      Sirkulasi alam
b.      Sirkulasi pompa
                                           7
     a.     Sistem pendinginan air sirkulasi alam
            Berat jenis air akan turun bila suhunya bertambah dan apabila suhunya turun
     berat jenis akan naik, sirkulasi alam bekerja atas dasar adanya perbedaan berat jenis.
     Air yang telah panas di dalam mesin akan naik ke bagian atas radiator dan setelah
     suhunya turun akan mengalir ke bagian bawah radiator untuk seterusnya masuk
     kembali ke motor.

                                                       Slang atas



                                                                Kepala silinder
Radiator




                                                                Blok motor

                                                  Slang bawah

     Cara kerja
     Motor dihidupkan maka :

          Air dalam mesin menjadi panas
          Volume air mengembang
          Berat jenis air mengecil
          Air panas naik ke radiator
     Dalam radiator air panas didinginkan maka :

          Volume air menyusut
          Berat jenis air membesar
          Air turun ke motor, dan seterusnya.
     b. Sistem pendingin air sirkuit pompa
           Peredaran air dalam sistem ini pada dasarnya sama dengan yang terjadi pada
     sirkulasi alam, tetapi untuk memperbesar jumlah panas yang dapat diambil tiap satuan
     waktu maka peredarannya menggunakan pompa.

                     Kepala silinder    Rumah termostat




                                                                             Kipas


                                                                             Radiator

                                                                    Pompa air
                                         Blok silinder

                                                   8
Air mengalir dari motor diteruskan menuju radiator dan setelah didinginkan melalui
radiator air ini kembali masuk ke motor
Kondisi pendinginan menurut sistem ini lebih baik daripada sistem sirkulasi alam oleh
karena itu dewasa ini banyak digunakan

Keuntungan

   Pendingin dapat merata
   Radiator dapat diperkecil, karen aliran air lebih lancar.
Kerugian

   Konstruksi rumit
   Harga mahal
   Sering terjadi kebocoran-kebocoran
Digunakan pada

Kebanyakan mobil, truk dan motor stationer besar.

Temperatur kerja : 700-1000 C

Nama-nama bagian pendinginan air sirkulasi pompa


                            1
                                       5
                                             7
                                                     2
                                                             8




                                                                     9


                        6                                        4
                                      3



       1. Kantong air                        6. Pompa air
       2. Slang radiator bagian atas         7. Ventilator
       3. Slang radiator bagian bawah        8. Tutup radiator
       4. Radiator                           9. Reservoir air
       5. Termostat




                                                 9
Kantong air



Sebagai tempat peredaran air di dalam
motor,    akan     dialirkan   ke    tempat    yang
memerlukan pendinginan (blok motor dan
kepala silinder)




Slang-slang air

Untuk memindahkan air panas dari kantong
air ke radiator dan sebaliknya




Radiator

Untuk mendinginkan air pendingin dengan
memindahkan panas ke udara luar (radiasi)




Reservoir

Sebagai     persediaan         air    dan     untuk
menyeimbangkan         perbedaan      volume    air
pendingin akibat panas




  10
Tutup radiator



Untuk menaikkan dan menstabilkan
tekanan air dalam sistem pendinginan
(mengatur tekanan air)




Ventilator (kipas)



Untuk      mengalirkan    udara    melalui
radiator    supaya   pendinginan       tidak
tergantung         pada       kecepatan
kendaraan.




Pompa air



Untuk mempercepat peredaran air
pada sistem pendinginan




Termostat

    Untuk mempercepat temperatur
     kerja air pendingin, saat motor
     masih dingin (baru hidup)
    Mengatur peredaran/sirkulasi air
     pendingin.




    11
Peredaran air saat temperatur kerja motor belum tercapai.




Temperatur air di bawah temperatur buka termostat, air mengalir dari kepala silinder
melalui saluran by pass masuk blok motor (peredaran dalam motor).

Tujuannya

Agar semua bagian motor akan dipanaskan merata (agar temperatur kerja motor dapat
tercapai)

Peredaran air saat temperatur kerja motor sudah tercapai




Temperatur air mencapai temperatur buka termostat, air mengalir dari kepala silinder ke
radiator melalui slang atas, air dingin dipindahkan dari radiator ke blok motor melalui
slang bawah.

Edaran air diatur oleh katup termostat supaya temperatur air mencapai temperatur
kerja.
Temperatur kerja motor 700-1000C

Tujuannya agar air pendingin motor dalam keadaan temperatur kerja.

                                           12
EVALUASI I

1. Mengapa pada motor selalu terdapat sistem pendinginan?

2. Apa fungsi sistem pendinginan?

3. Apa keuntungan dan kerugian dari sistem pendinginan udara?

4. Sebutkan komponen-komponen yang termasuk sistem pendinginan air!

5. Jelaskan bagaimana peredaran air saat motor masih dingin! Dan gambarkan secara
   sederhana!


                (Tugas ditulis tangan dan dikerjakan di selembar kertas !)




                                           13
                                  KEGIATAN BELAJAR 2
                                POMPA AIR DAN RADIATOR


Tujuan Pembelajaran

      Menjelaskan fungsi pompa air

      Menyebutkan data-data pompa air

      Menjelaskan prinsip kerja pompa air

      Menunjukkan nama-nama bagian pompa air

      Menjelaskan konstruksi dan cara kerja sil pompa air

      Menjelaskan fungsi lubang pelepas

      Menjelaskan fungsi radiator

      Menyebutkan nama-nama bagian radiator

      Membedakan macam-macam konstruksi radiator

      Menjelaskan fungsi tutup radiator

      Menjelaskan fungsi katup pelepas dan katup hisap

      Menjelaskan rangkaian tutup radiator dengan reservoir air.

2. Uraian Materi
                                 POMPA AIR DAN RADIATOR

   Fungsi pompa air

   Untuk melancarkan peredaran air yang melalui motor dan radiator supaya pendingin
   merata dan efesien. Untuk itu biasanya digunakan pompa sentrifugal yang dipasang
   di bagian depan blok silinder. Gerak putar pompa diperoleh dari putaran poros
   engkol melalui tali kipas.




                                                               Impeler




                                           14
Prinsip kerja pompa air sentrifugal

Sewaktu impeler berputar, air pada pusat terisap dan terlempar ke arah luar oleh
gaya sentrifugal pada keliling impeler. Air disalurkan ke saluran buang.yang menuju
kantong air pada sekeliling silinder pada blok silinder.

Data-data pompa air

Hasil pemompaan 100-300 l/menit

Tekanan pemompaan  5 kpa (0,05 bar)

Bagian-bagian pompa air




                                                                         5




                                                                     3




1. Poros pompa air
2. Unit gelinding dengan perapat dan pengisian vet permanen
3. Impeler
4. Saluran masuk (dari bagian bawah radiator)
5. Saluran buang (ke blok motor)
6. Sil pompa air
7. Lubang pelepas
8. Flens puli penggerak


                                         15
Sil pompa air

                                        Untuk menahan air supaya tidak
                                        masuk ke dalam bantalan dan poros
                                        pompa air.

                                        Sil arang berfungsi mengurangi
                                        gesekan pada karet perapat.

                                        Pegas berfungsi untuk menekan sil
                                        arang terhadap impeler

Fungsi lubang pelepas

                                        Untuk    mengeluarkan     air   sewaktu
                                        cincin arang bocor agar air tidak
                                        masuk ke dalam bantalan dan pompa
                                        air yang bisa menyebabkan terjadi
                                        karat.




Fungsi radiator

Untuk mendinginkan air pendingin dengan jalan memindahkan panas ke udara luar.
Radiator terdiri dari 2 buah tabung air yang terletak di bagian atas dan bawah, kedua
tabung ini dihubungkan oleh kisi-kisi pendingin. Konstruksi radiator dapat dilihat pada
gambar dibawah ini.




                                          16
1. Tabung air atas                     5. Kisi-kisi
2. Tabung air bawah                    6. Sirip-sirip
3. Sambungan slang atas                7. Tutup radiator
4. Sambungan slang bawah               8. Kran pembuang


Konstruksi radiator

Konvensional                           Modern




   Tabung dan kisi-kisi dari              Tabung terbuat dari plastik dan unit
    kuningan/tembaga dihubungkan            kisi-kisi dari aluminium,
    dengan penyolderan                      dihubungkan dengan rangka cakar
   Sirip-sirip terbuat dari tembaga       Ringan
   Berat                                  Reparasi memerlukan alat khusus.


Rangkaian kisi

Susunan biasa                          Susunan tergeser




   Konstruksi sederhana                   Pendinginan lebih efisien tetapi
   Pembersihan sirip-sirip mudah           sirip-sirip cepat tersumbat kotoran.




                                           17
Arah aliran air

Vertikal




Pendinginan relatif kurang efisien karena waktunya relatif singkat.

Horisontal




Pendinginan lebih efesien karena waktu air mengalir dalam kisi-kisi lebih lama.



Tutup radiator dan reservoir air

Fungsi :

   Menutup radiator
   Mengatur dan menaikkan tekanan dalam sistem pendingin
Alasan untuk menaikkan tekanan pada sistem pendinginan

   Temperatur didih air tergantung pada tekanan
   Tekanan semakin naik, temperatur didih semakin tinggi  sistem pendingin lebih
    aman.
    Contoh : Dengan kelebihan tekanan 100 Kpa (1 bar) temperatur didih naik sebesar
    250 C
                                           18
                   Rangka

                                                           Cincin perapat




      Leher
      radiator

       Pegas                                                           Saluran
       katup                                                            buang
       pelepas




                 Katup
                                         Katup isap
                 pelepas




Fungsi katup pelepas


Untuk membatasi tekanan yang ditimbulkan panas air antara 80-120 kpa (0,8 – 1,2 bar)




Fungsi katup isap
Untuk menyeimbangkan tekanan pada saat motor menjadi dingin, sehingga tidak terjadi
vakum dalam sistem.




                                         19
Rangkaian tutup radiator dengan reservoir air

Pengatur tekanan pada tutup radiator

Pada saat motor panas, katup pelepas/tekan membuka.




Pada saat motor dingin, katup isap/vakum membuka




Keuntungan                                    Kerugian

   Tidak perlu sering menambah air              Jika paking tutup pada ujung leher
    pendingin                                     radiator tidak rapat, pengisapan air ke
   Kebocoran pada reservoir dan                  sistem pendinginan tidak dapat terjadi.
    perlengkapannya tidak mempengaruhi
    temperatur air pendingin




                                         20
Pengatur tekanan pada tutup reservoir

Pada saat motor menjadi panas




Pada saat motor menjadi dingin




Keuntungan                                         Kerugian

   Tidak perlu sering menambah air                   Kebocoran pada reservoir
    pendingin                                          mengakibatkan kelebihan temperatur
   Radiator selalu penuh dengan air (letak            dalam waktu yang singkat (air
    reservoir sedikit lebih tinggi dari                pendingin dapat keluar dari radiator)
    radiator)




                                              21
EVALUASI II

1. Apa fungsi dari pompa air?

2. Apa fungsi lubang pelepas pada pompa air?

3. Jelaskan fungsi dari tutup radiator!

4. Apa yang dimaksud dengan angka 0,9 pada tutup radiator?

5. Jelaskan fungsi katup isap/vakum pada tutup radiator!

                     (Tugas ditulis tangan dan dikerjakan di selembar kertas !)




                                                22
                             KEGIATAN BELAJAR 3

                                   TERMOSTAT


1 Tujuan Pembelajaran
   Peserta dapat

      Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja termostat

      Membedakan termostat jenis lilin dan bimetal

      Menjelaskan fungsi dan cara kerja termostat dengan pengatur by pass

      Menjelaskan pemasangan termostat pada bagian atas dan bagian bawah

2. Uraian Materi

  Suhu kerja motor yang baik kira-kira pada temperatur 800 – 900C. Suhu tersebut
  harus dapat dicapai dengan cepat segera setelah mesin hidup selain itu dalam
  keadaan cuaca dingin, motor harus tetap dalam kondisi suhu kerja

  Fungsi :

  Untuk mempercepat temperatur kerja air pendingin pada saat motor masih dingin,
  serta mengatur peredaran air pendingin menuju ke radiator pada saat motor panas,
  maka pada sistem pendinginan diperlukan termostat

  Termostat jenis bimetal

             Motor dingin                     Motor panas




  Pembukaan berdasarkan pegas bimetal (pembengkokan bimetal sesuai temperatur)

  Termostat jenis lilin

                                       Pembukaan berdasarkan
                                       pengembangan lilin, pengembangan
                                       lilin sesuai dengan temperatur air
                                       pendingin.




                                         23
  Susunan elemen lilin




Cara kerja termostat jenis lilin

                                   Motor dingin

                                   Termostat tertutup bila temperatur
                                   pendingin rendah sehingga aliran air
                                   menuju radiator terputus.




                                   Motor pada temperatur kerja

                                   Termostat mulai membeku bila
                                   temperatur air pendingin antara 75-
                                   900 C air pendingin mulai mengalir
                                   menuju radiator.




                                   Motor panas



                                   Termostat terbuka penuh bila air
                                   pendingin panas sekali (90-1000 C)




                                    24
  Termostat dengan katup pengatur by pass

  Untuk menutup saluran by pass pada saat termostat terbuka penuh, supaya semua
  air mengalir menuju radiator  pendingin lebih efesien.

  Cara kerja

                        Katup pengatur
                                          Motor dingin
                        by pass


    radiator                              Termostat tertutup, katup pengatur
                                          by pass terbuka dan air mengalir
                                          melalui saluran by pass


                           Ke pompa air




                                          Temperatur kerja tercapai

                                          Termostat mulai terbuka, sebagian
                                          air mengalir menuju radiator dan
                                          sebagian mengalir melalui saluran by
                                          pass.


                                          Motor panas

                                          Termostat   terbuka     penuh,   katup
                                          pengatur by pass menutup saluran
                                          by pass dan semua air mengalir
                                          menuju ke radiator.


Letak pemasangan termostat

a. Pada bagian atas
                                                      Termostat




  Temperatur air yang keluar dari motor adalah juga sesuai dengan temperatur pembukaan
  termostat.
                                           25
b.     Pada bagian bawah




                                                                  I
                                                           Termostat



     Temperatur air yang masuk ke dalam motor 50 – 100 lebih rendah dari temperatur
     buka termostat yang dipasang pada bagian atas.




     Gangguan-gangguan pada termostat

     a. Motor tidak mencapai temperatur kerja 750 – 900 C



Suhu air
pendingin                                       Alasan :



                                                   Tanpa termostat
Keausan
silinder per                                       Termostat macet (keadaan
100 km                                              terbuka)
                                                   Membuka terlalu awal

Pemakaian
bahan bakar
per 100 km

                                                Akibat



                                                   Temperatur air pendingin
                                                    terlalu rendah
                                                   Keausan pada silinder
                                                   Bahan bakar boros




                                           26
   b. Kelebihan panas, air pendingin mendidih


                                            Alasan :



                                                Termostat tidak membuka
                                                Termostat membuka terlambat
                                                Pemasangan terbalik




                                            Akibat



                                                Air pendingin mendidih dan
                                                 keluar
                                                Kepala silinder
                                                 retak/melengkung
                                                Torak macet.




EVALUASI III

1. Jelaskan fungsi dari termostat!

2. Jelaskan cara kerja termostat!

3. Jelaskan mengapa motor tidak bisa mencapai temperatur kerja!

4. Apa akibatnya jika termostat tidak membuka?


                 (Tugas ditulis tangan dan dikerjakan di selembar kertas !)




                                            27
                                 KEGIATAN BELAJAR 4
                                  SISTEM VENTILATOR

1 Tujuan Pembelajaran

     Peserta belajar dapat

         Menerangkan fungsi dan tuntutan ventilator

         Menggolongkan macam-macam sistem penggerak ventilator

         Menjelaskan cara kerja dan sifat-sifat ventilator tetap (rigid)

         Menjelaskan cara kerja dan keuntungan ventilator kopling fluida

         Menjelaskan cara kerja dan sifat kopling fluida dengan pengartur bimetal

         Menjelaskan rangkaian, cara kerja dan sifat-sifat sistem ventilator listrik.



2.    Uraian Materi

                                                  Kegunaan ventilator

                                                  Pada kendaraan yangberjalan
                                                  dengan        cepat   tidak   perlu
                                                  ventilator, karena ventilasi udara
                                                  baik sekali

                                                  Jika kendaraan berjalan pelan
                                                  (mendaki, lalu lintas macet
                                                  dikota, dsb). Air pendingin
                                                  menjadi panas




                                                  Untuk mencegah kelebihan
                                                  panas pada saat kendaraan
                                                  berjalan pelan, radiator harus
                                                  dilengkapi dengan ventilator.




                                             28
Macam-macam konstruksi ventilator

a   Ventilator dengan penggerak rigid (penggerak kaku)


                                        Kipas digerakkan dengan sabuk
                                         penggerak
                                        Hasil ventilasi tergantung pada
                                         putaran motor
                                        Pada kecepatan tinggi ventilator
                                         tetap bekerja, walaupun tidak
                                         perlu
                                        Pada putaran tinggi, daya
                                         penggeraknya dapat melebihi 5%
                                         dari daya motor.


                                    Alasan untuk memasang rumah kipas




                                        Jika kipas tidak dekat dengan
                                         radiator, kipas akan mengisap
                                         udara dari ruang mesin daripada
                                         dari radiator akibatnya efisiensi
                                         pendinginan berkurang.




                                        29
b Ventilator dengan kopling fluida

                                      Puli Penggerak


                                                             kopling fluida dipasang diantara puli
                             Kopling Fluida
                                                              penggerak dan kipas.
                                                             Kipas direncanakan supaya dengan
                                                              putaran motor yang lambat terjadi
                                                              ventilasi yang baik
                                                             Pada putaran yang tinggi, kopling fluida
                                                              agak selip, maka putaran ventilator
                                 Fanbelt                      tidak tidak bertambah lagi.
                         Kipas                               Pada sistem ini daya penggerak dan
                                                              suara kipas lebih kecil daripada
                                                              sambungan kipas yang rigid.
         Putaran Kipas




                                              Putaran Puli Motor

Kopling fluida dengan pengatur bimetal




    Pegas bimetal
    ( spiraal )
                                                           Pegas bimetal (
                                                           strip )




                                                         30
Pada kopling fluida ini diatur oleh katup bimetal, yang bekerja berdasarkan temperatur
udara yang lewat radiator.

Temperatur rendah kipas hampir lepas. Temperatur tinggi kipas bekerja hampir seperti
yang rigid.


                                                                               Kipas rigid




                                                                                Motor panas
          Putaran Kipas




                                                                               Motor dingin
                                                                                                Kipas dengan
                                                                                                kopling fluida




                                                 Putaran Puly Motor



Cara kerja kopling fluida dengan pengatur bimetal
                                                                   Rumah kopling




                          Daun katup
                                                                                    Flens
                          pengatur
                                                                                    Piring penggerak

     Strip bimetal
                                                                                    Bantalan dengan sil
                                                                                    perapat
        Pasak




 Ruang persediaan

       (oli silikon)

   Saluran isap



                                                                      Ruang kerja
                                 Saluran buang             Sirip



                                                   31
Motor dingin (temperatur udara setelah radiator dingin)

    Daun katup menutup saluran-saluran isap pada ruang kerja
    Akibat putaran piring penggerak, oli silikon di dalam ruang kerja akan terlempar ke
     arah luar dan masuk reservoir melalui saluran-saluran buang.
    Karena sirip-sirip pada rumah kopling tidak lagi dialiri oleh oli silikon, kopling fluida
     terlepas, maka kipas tidak bekerja.
                                           b) Motor pada temperatur kerja


                                                     Akibat udara radiator yang panas,
                                                      pegas bimetal menjadi bengkok dan
                                                      menekan daun katup pengatur,
                                                      maka saluran isap ruang kerja akan
                                                      dibuka.
                                                     Oli akan diisap dan dilemparkan
                                                      kembali ke reservoir
                                                     Aliran oli yang terlempar terhadap
                                                      sirip rumah kopling menggerakkan
                                                      bagian tersebut, maka kipas mulai
                                                      bekerja, tetapi putarannya jauh lebih
                                                      lambat daripada putaran piring
                                                      penggerak.
                                           c) Motor menjadi panas


                                                     Makin panas radiator, semakin
                                                      bengkok pegas bimetal, semakin
                                                      terbuka saluran-saluran isap, maka
                                                      semakin besar aliran oli yang terisap
                                                      ke ruang kerja dan dipompakan
                                                      kembali ke reservoir.
                                                     Pada saat daun katup pengatur
                                                      terbuka penuh, perbedaan putaran
                                                      antara piring penggerak dan naf
                                                      kipas menjadi kecil : 500 – 700 rpm.




                                             32
                                                 Kipas ini dihidupkan dan dimatikan atas
C. Kipas listrik
                                                  perintah saklar temperatur yang terletak
                                                  pada bagian rumah radiator.
                                             Keuntungan

                                                 Kipas ini hanya bekerja kalau betul-betul
                                                  perlu
                                                 Pendingin lebih efesien.
                        Motor Listrik




Rangkaian kipas listrik (contoh : Toyota, Mazda)


                              Kunci Kontak



                   Baterai
                                                      Relay                Motor (Kipas)



                                                       Saklar Temperatur




Pembukaan dan penutupan saklar temperatur tergantung pada konstruksi mobil yang
bersangkutan

Contoh pada konstruksi gambar ini, jika temperatur dingin saklar temperatur
berhubungan, relai bekrja memutuskan kontak sehingga kipas tidak bekerja.

Jika temperatur air pendingin panas, saklar temperatur terputus, maka relai tidak
bekerja dan mengembalikan kontak sehingga kontak pada relai berhubungan akibatnya
motor kipas bekerja




                                                 33
EVALUASI IV

1.   Apa fungsi dari ventilator/kipas?

2.   Sebutkan macam – macam konstruksi ventilator!

3.   Sebutkan keuntungan ventilator yang menggunakan kopling fluida

4.   Lengkapi gambar rangkaian sistem kipas listrik di bawah ini!

            Baterai



                                                   Relai




                                                                    Saklar temperatur



                                             M

                                                   Motor kipas


                   (Tugas ditulis tangan dan dikerjakan di selembar kertas !)




                                              34
                                 KEGIATAN BELAJAR 5
                                PENGGANTIAN POMPA AIR

1 Tujuan Pembelajaran
   Peserta belajar dapat
      Membongkar pompa air
      Membersihkan dudukan pompa air
      Memasang pompa air


2. Alat Bantu Mengajar
   Alat                                 Bahan
      Kotak alat                           Engine stand/mobil
      Skrup                                Kain lap
      Pengungkit                           Vet
      Ember                                Kertas gosok
      Lampu kerja                          Air/anti karat.
      Alat pengetes kebocoran
      Pistol udara



3. Keterangan
    Instruksi        : 1 jam
    Latihan          : 1 jam


4. Keselamatan kerja
  Pada saat motor panas, didalam sistem pendinginan bertekanan. Janganlah
  membuka tutup radiator dengan cepat karena air pendingin yang bertekanan dapat
  menyembur ke luar.

  Untuk mencegah hal ini, buka tutup radiator dengan hati-hati, dengan cara :

  a. Tekan tutup radiator, putar ¼ putaran, dengan begitu tekanan sistem pendingin
       berkurang. Jika motor sangat panas, pakai kain lap sebagai pelindung tangan.
  c. Tunggu sampai tidak ada uap yang keluar
  d. Tekan tutup radiator dan lepaskan dengan pelan-pelan.


5. Informasi
  Pembongkaran




                                            35
       Buka tutup radiator sesuai dengan petunjuk keselamatan kerja, buang air
        pendingin dari radiator dan mesin dengan jalan membuka kran pembuangan air,
        tampung di dalam ember.




       Lepaskan selang-selang air pada radiator dan pompa air
       Lepas tali kipas dengan jalan mengendorkan baut pemegang alternator.
                                                 Kendorkan




                                                 Kendorkan




       Lepas selubung kipas dan radiator
       Lepas kipas, puli kipas dan pompa air




   Lepas baut-baut pengikat pompa air, kemudian lepaskan pompa air dari blok motor.
    Jika pompa air sukar dilepaskan karena paking dilem, pakai pengungkit !
   Bersihkan dudukan pompa air pada blok motor menggunakan skrap/amplas.




                                            36
Merakit




   Sebelum memasang pompa baru, buat paking pompa air dan beri sedikit vet
   Pasang pompa air baru pada blok motor, keraskan baut pengikat dengan momen
    putar.
   Rakit bagian lain yang telah dilepas dengan cara kebalikan dari pembongkaran
   Mengisi air pendingin dengan anti korosi ke radiator
   Membuang udara pada sistem pendingin.


Kontrol akhir

   Pemeriksaan kebocoran




                                           37
                                KEGIATAN BELAJAR 6
                       PEMBERSIHAN SISTEM PENDINGIN

1 Tujuan Pembelajaran
   Peserta belajar dapat
         Membongkar dan memasang radiator
         Membersihkan kotoran-kotoran pada sirip-sirip radiator
         Memperbaiki kerusakan pada sirip-sirip radiator
         Membilas sistem pendinginan
         Membuang udara pada sistem pendinginan


2. Alat Bantu Mengajar
   Alat                                   Bahan

      Kotak alat dan isinya                  Engine stand/mobil
      Pengetes kebocoran                     Anti karat
      Pistol udara                           Air
      Kayu pipih                             Kertas paking
      Skrup                                  Vet
      Bak air
      Slang air


3 Keterangan
      Instruksi      : 1 jam

      Latihan        : 2 jam
4. Keselamatan kerja
  Pada waktu masih panas, perhatikan waktu membuka tutup radiator

5. Informasi
  Membongkar radiator

      Keluarkan air pendingin dari radiator dengan membuka kran bawah dan tampung
       air dalam bak/ember.




                                              38
   Jika tidak terpasang kran pembuang, lepaskan slang radiator bawah.
   Lepas slang radiator atas
   Lepas baut-baut pengikat rumah kipas, jika radiator terpasang rumah kipas
   Lepas baut-baut pengikat radiator pada rangka
   Keluarkan radiator.



Pembersihan radiator

A. Bagian luar
       Bersihkan kotoran-kotoran yang menempel pada sirip-sirip radiator dengan
        jalan menyemprotkan udara/air panas dari samping bagian dalam menuju
        keluar.




       Bersihkan bagian luar pipa saluran atas/bawah dengan skrap dan ampelas
       Perbaiki sirip-sirip yang rusak/bengkok dengan menggunakan kayu dengan
        ujung yang dibentuk pipih.




        Perhatikan !

        Jangan memperbaiki sirip-sirip dengan obeng/ logam , dapat merusak kisi-
        kisi.

B. Bagian dalam
    Membersihkan kotoran-kotoran dalam radiator dengan jalan :

       Sumbat saluran penghubung atas/bawah radiator dengan karet/plastik
                                       39
     Isikan air kedalam radiator ½ dari kapasitas radiator
     Tutup leher pengisi dan kocak-kocak berulang kali, buang air bilasan
      tersebut.
     Kerjakan pembilasan berulang kali sampai air bersih


C. Pembilasan motor
     Lepas tutup rumah termostat
     Keluarkan termostat




     Bersihkan permukaan rumah dan tutup termostat
     Pasang kembali tutup rumah termostat dengan paking baru
     Lepas slang by-pass
     Sumbat saluran by-pass
     Pasang slangb perpanjangan pada tutup rumah termostat
     Pasangkan radiator
     Pasang slang bawah




                                                         Air pembilasan


                                                         Air kran




                                       40
          Isikan air ke dalam radiator dengan menggunakan sambungan slang air yang
           dihubungkan dengna kran air.
          Hidupkan motor putaran motor dalam keadaan ideal
          Kerjakan sampai air yang keluar dalam keadaan bersih.


       Perakitan

          Pasang kembali termostat
          Perhatikan pemasangan termostat jangan terbalik




          Pasang slang atas
          Perhatikan kedudukan klem




                    Salah                                   Benar




Pengisian air

   Isikan air yang dicampur anti karat ke dalam radiator


Pembuangan udara

Cara sederhana

   Hidupkan motor, tunggu sampai termostat terbuka, saat tsb. Kelihatan gelembung-
    gelembung udara.
   Tambahkan air pada radiator
   Kerjakan pekerjaan tsb. sampai gelembung udara tidak ada lagi




                                            41
Pada sistem baut pembuang

   Pada umumnya sistem ini dilengkapi dengan reservoir
   Isikan air radiator melalui reservoir sehingga air pada reservoir pada batas
    maksimum
   Hidupkan motor dan angkat reservoir sedikit di atas permukaan radiator
   Buka sistem baut pembuang udara satu persatu mulai dari bawah sampai ke atas
   Baut sistem pembuangan udara biasanya dipasang pada bagian : rumah termostat,
    kepala silinder dan sistem pemanas
   Kerjakan pekerjaan tersebut sampai gelembung udara tidak ada lagi pada sistem
    pendinginan
   Perhatikan air dalam reservoir jangan sampai kosong.


Kontrol akhir

   Pemeriksaan kebocoran
   Perhatikan temperatur air pendingin
   Pasangkan termometer pada mulut radiator
   Hidupkan motor sampai terjadi peredaran air dari radiator dan baca termometer.



Evaluasi VI
1. Jelaskan prosedur pembongkaran dan perakitan radiator!
2. Jelaskan prosedur pembersihan radiator!




                                             42
                                 KEGIATAN BELAJAR 7
                       PEMERIKSAAN/PENGGANTIAN TERMOSTAT


1 Tujuan Pembelajaran
    Peserta belajar dapat
          Memeriksa fungsi termostat yang terlepas
          Memeriksa fungsi termostat saat terpasang
          Membuang udara pada sistem pendinginan


2. Alat Bantu Mengajar
    Alat                                      Bahan
        Kotak alat dan kelengkapanya                  Engine stand/mobil
        Set kunci kotak                               Paking rumah termostat
        Termometer                                    Vet
        Alat Pengetes kebocoran
        Kompor gas/listrik
        Bak air
        Panci
        Skrap
3   Keterangan
     Instruksi        : 1 jam
     Latihan          : 2 jam
4. Keselamatan kerja
    Pada saat motor panas, perhatikan sewaktu membuka tutup radiator. Jika panas air
    pendingin diatas 1000 C, maka air pendingin mulai mendidih dengan segera sewaktu tutup
    radiator mulai dibuka. Akibatnya, air pendingin menyembur keluar. Untuk mencegah hal ini,
    bbuka tutup radiator dengan hati-hati, dengan cara :

    a)     Tekan tutup radiator, putar ¼ putaran. Dengan begitu tekanan sistem pendinginan
           berkurang. Jika motor sangat panas, pakai kain lap sebagai pelindung tangan
    b)     Tunggu sampai tidak ada uap yang keluar
    c)     Tekan tutup radiator dan lepaskan dengan pelan-pelan
5. Informasi


        Keluarkan air pendingin ke dalam bak air. Untuk ini, lepas kran pembuang pada radiator,
         atau slang radiator bawah
        Lepaskan termostat. Rumah termostat biasanya diletakkan pada sambungan slang
         radiator atas. Juga ada motor dengan termostat di dalam sambungan slang radiator
         bawah




                                               43
   Periksa termostat di dalam panci air, dengan menggunakan pemanas dan termometer.
    Catatlah temperatur termostat mulai membuka, kemudian langkah buka pada saat air
    mendidih.




                           Termostat     Kawat        Termometer
                                   penggantung




                                    Air     Kompor gas




   Bersihkan dudukan paking pada rumah termostat dengan skrap atau pisau. Dudukan
    paking yang cekung dapat diratakan dengan kikir



   Pasang termostat. Perhatikan: Jangan memasang termostat arah terbalik. Silinder
    elemen pengatur harus ke arah motor. Beri vet pada paking rumah termostat



   Setelah mengisi air pada radiator, hidupkan motor, buang udara pada sistem
    pendinginan, kemudian tambah air radiator kembali



   Periksa kebocoran pada sistem pendinginan dengan alat pengetes.



   Kebocoran pada sistem pendinginan juga dapat diperiksa tanpa pengetes. Untuk ini,
    periksa kebocoran pada saat motor panas. Tutup radiator harus terpasang, maka ada
    tekanan dalam sistem pendinginan.



   Pemeriksaan fungsi termostat saat terpasang
   Biasanya, termostat mulai terbuka pada 75-850C, termostat terbuka penuh pada 90-
    1000C. kalau termostat mulai terbuka pada temperatur dii bawah 70 0C, atau termostat
    tidak terpasang, hal-hal ini bisa merugikan pemakaian bahan bakar dan umur motor.
    Kalau termostat mulai terbuka pada temperatur di atas 900C, atau panjang langkah
    kurang dari kira-kira 5mm, air pendingin dapat mendidih saat daya motor tinggi.


                                           44
   Pada sistem pendinginan yang baru diisi dengan air, masih ada udara di dalam yang
    harus dibuang. Biasanya motor dapat membuang udara sendiri, pada saat termostat
    mulai membuka.



    Sesudah pembuangan, air pendingin harus ditambah lagi.

    Kekecualian : mobil dengan sistem pendingin yang rumit, kadang-kadang dilengkapi
    dengan sekrup pembuang yang terletak pada bagian-bagian paling atas, umpamanya
    pada rumah termostat, kepala silinder atau radiator pemanas mobil. Pada saat motor
    hidup, sekrup-sekrup tersebut harus terbuka sampai air keluar. Saat termostat terbuka,
    pembuangan udara harus diulangi lagi.




                                            45
EVALUASI VII

1. Masukkan termostat ke dalam panci air kemudian panaskan kemudian isilah hasil
     pengamatan anda
-   Temperatur termostat mulai membuka
-   Panjang langkah buka pada temperatur air mendidih

                           A
                                          2. (Lihat gambar) Bagian A terletak pada :

                                               Arah radiator
                                               Arah motor




                                          3. (Lihat gambar) Apakah arti dari angka 880C




                     880



4. Bagaimana cara membuang udara dalam sistem pendinginan ?

    a)   Sistem pendinginan sederhana :




                                               46
b)   Sistem pendinginan dengan sekrup-sekrup pembuang




               (Tugas ditulis tangan dan dikerjakan di selembar kertas !)




                                          47
                                     KEGIATAN BELAJAR 8

                           PEMERIKSAAN SISTEM PENDINGINAN

1 Tujuan Pembelajaran
   Peserta belajar dapat
           Memeriksa kebocoran sistem pendinginan dengan pengetes
           Memeriksa fungsi tutup radiator dengan pengetes
           Memeriksa fungsi termostat, saat dipasang pada motor
           Menambah air pendingin


2. Alat Bantu Mengajar


   Alat                                     Bahan
          Kotak alat dan kelengkapanya         Mobil/motor hidup (engine stand)
          Termometer
          Pengetes kebocoran


3 Keterangan
      Instruksi        : 1 jam
      Latihan          : 1 jam


4. Keselamatan kerja
   Pada saat motor panas, di dalam sistem pendinginan bertekanan. Janganlah membuka
   tutup radiator dengan cepat karena air pendingin yang bertekanan dapat ke luar

5. Informasi
   Pemeriksaan kebocoran

      Sebelum memasang pengetes pada radiator, lihat kedalaman leher pengisi




                                                48
   Jika kedalaman kecil, gunakan karet pada pengetes seperti gambar berikut. Jika
    kedalaman leher besar, karet pada pengetes harus dipasang terbalik.




   Pasang pengetes dan beri tekanan sesuai dengan yang tertulis pada tutup radiator.
   Dilarang memberi tekanan yang melebihi dari yang tertulis pada tutup radiator.




      0,9 bar                                                   90 kpa


   Periksa kebocoran pada radiator, slang-slang dan paking-paking pada pompa, kepala
    silinder dan rumah termostat



   Periksa kebocoran sil pompa air pada saat mesin hidup. Jika pompa bocor, air
    pendingin keluar melalui lubang pelepas.




                                           49
       Slang yang retak harus diganti. Pemasangan klem dan slang juga harus diperiksa.




Pemeriksaan fungsi tutup radiator

   Periksa kondisi bagian-bagian tutup radiator


                                            Katup-katup




                           Pengunci



       Cuci tutup radiator yang kotor dengan air.




                                                50
   Pasang pengetes pada tutup radiator. Pilih leher pipa adaptor yang kedalamannya sesuai
    dengan tutup radiator




   Beri tekanan pada tutup sampai katup pelepas mulai membuka. Bandingkan tekanan
    dengan yang tertulis pada tutup. Tunggu beberapa detik, tekanan tidak boleh turun cepat.


Pemeriksaan fungsi termostat

Pemeriksaan ini harus dimulai pada saat masih dingin.


   Pasang termometer pada leher pengisi radiator
   Hidupkan motor. Pada saat awal, air pendingin tidak boleh menjadii panas. Air yang cepat
    menjadi panas saat mesin mulai hidup menunjukkan bahwa termostat terus terbuka atau
    tidak dipasang. Sampai termostat mulai terbuka, biasanya kita harus menunggu beberapa
    menit. Pada saat itu, temperatur di dalam air pendiingin harus cepat naik sampai 70-850C.


Penambahan air dingin

   Jika tidak ada reservoir khusus, tambah air pendingin sesuai dengan gambar




                                              51
   Jika ada reservoir, perhatikan tanda pengisiannya




Petunjuk

Jika air pendingin kurang, motor menjadi panas, sehingga paking kepala silinder dapat
bocor dan kepala silinder dapat menjadi retak.


Termostat

Cara kerja

Bila suhu air pendingin rendah, aliran air ke radiator terputus. Jika suhu air pendingin mencapai
 800C, termostat terbuka  aliran air melalui radiator.

    Saat termostat tertutup                   Saat termostat terbuka




Gangguan-gangguan dan akibatnya

Jika termostat tidak terpasang, motor tidak dapat mencapai temperatur kerja. Hal ini
dapat merugikan umur motor, juga pemakaian bahan bakar menjadi boros. Termostat
yang rusak harus diganti baru karena tidak dapat diperbaiki.



Tutup radiator

Tutup radiator mengatur tekanan di dalam sistem pendinginan. Pada temperatur kerja, sistem
pendinginan bertekanan 80-120kpa (0,8-1.2bar). dengan begitu, titik didih air pendingin
mencapai  1200C, maka sistem pendinginan menjadi lebih aman.
                                                52
Motor menjadi panas, maka tekanan
sistem pendinginan naik  katup pelepas
membuka (80 – 120kpa)




Motor menjadi dingin, maka tekanan
sistem pendinginan turun  katup vakum
membuka




Gangguan-gangguan

Bila katup pelepas tidak rapat, tekanan sistem pendinginan kurang  temperatur didih rendah
 air dapat mendidih,

Bila katup pelepas tak membuka, tekanan sistem pendinginan terlalu tinggi  slang air
mengembang/meledak.

Bila katup vakum tak membuka timbul vakum pada saat motor menjadi dingin  slang-slang air
mengempis.



Evaluasi VIII

1, Jelaskan prosedur pemeriksaan kebocoran pada system pendingin!

2. Jelaskan prosedur pemeriksaan fungsi tutup radiator!

3. Jelaskan prosedur pemeriksaan fungsi thermostat !




                                              53
                                  KEGIATAN BELAJAR 9
                            PEMERIKSAAN SISTEM KIPAS LISTRIK

1 Tujuan Pembelajaran
   Peserta belajar dapat
            Memeriksa sistem kipas listrik pada temperatur rendah
            Memeriksa sistem kipas listrik pada temperatur tinggi


2. Alat Bantu Mengajar


   Alat                                          Bahan
          Multimeter                                Engine stand/mobil
          Termometer


3 Keterangan
      Instruksi        : 1 jam
      Latihan          : 30 menit


4. Informasi
   1. Memeriksa sistem kipas listrik pada temperatur rendah (< 350 C)
            Putar kunci kontak pada posisi ON/hidup (untuk rangkaian dengan arus pengendali
             lewat kunci kontak)
            Periksa kipas berputar atau tidak
              Jika tidak berputar  baik
              Jika berputar, periksa sakelar temperatur air
   2. Hidupkan motor sampai mencapai temperatur kerja
       Dengan melihat temperatur air pada dashboard atau dengan termometer:

            Periksa saat kipas mulai berputar
              Jika berputar pada temperatur yang sesuai dengan spesifikasi  baik
              Jika tidak berputar, periksa sakelar temperatur air , relay kipas, motor kipas,
                 sekering dan hubungan kabel-kabel.
             
   3. Pemeriksaan konponen-komponen
      b. Saklar temperatur air
                                                 Saklar temperatur air ada 2 macam :




                                                     Dengan 2 kaki, gunakan pada radiator plastik
                                                     Dengan 1 kaki, gunakan pada radiator
                                                      tembaga/kuningan.


                                                     54
           Lepas kabel saklar temperatur air, kemudian putar kunci kontak “ON”


           Hubungkan : * Kedua kabel (pada sakelar 2 kaki)
                             * Kabel sakelar dengan massa (pada sakelar 1 kaki)

           Periksa kerja motor kipas listrik
            * Jika berputar  rangkaian sistem kipas listrik baik, memeriksa sakelar dengan
                 ohm meter

            * Jika tidak berputar  periksa komponen-komponen lain.




                                                Periksa hubungan sakelar temperatur air dengan
Slang pendingin                                 Ohmmeter

                                                    Saat dingin tidak boleh berhubungan antara
                                                     kaki dan kaki ke minus
                                                    Saat panas harus ada hubungan (temperatur
     Swit suhu
                                                     kerja saklar temperatur air, (lihat buku
                                                     manual)



b. Relai motor kipas listrik                        Lepas relai dari dudukan
                                                    Beri arus pada terminal 86, minus pada
                                                     terminal 85
                                                    Periksa dengan Ohmmeter, hubungan antara
                                                     terminal 87 dan 30
                                                        Jika ada hubungan  baik
                                                        Jika tidak ada hubungan  rusak.




c.   Motor kipas listrik
                                                    Hubungkan baterai dan ampermeter dengan
                                                     terminal motor kipas listrik (lihat gambar)
                                                    Periksa kerja motor
                                                        Jika berputar berarti baik, besar arus 4 – 6
                                                         A
                                                        Jika tidak berputar, perbaiki atau ganti
                                                         motor kipas listrik



        Kabel sambungan

           Periksa sekering, kabel dan sambungan-sambungan kabel.

                                                    55
Petunjuk

Macam-macam rangkaian sistem kipas listrik


                  Baterai




                                                            Motor kipas




                      Baterai       Kunci kontak




                                                                 relai




                                                                                Saklar temperatur

                                                          Motor kipas listrik




EVALUASI IX

1. Jelaskan prosedur pemeriksaan system kipas listrik !

2. Gambarkan rangkaian system kipas listrik !




                                                56
                                DAFTAR PUSTAKA


   H. Gerschler, Fachkunde Kraftfahrzengtechnik, Edisi 23, Stuttgart, Europa Lehrmittel, 1988
   Toyota, Dasar-dasar automobil, Jakarta, PT. Toyota Astra Motor
   Toyota, Toyota Step 1 engine group, Jakarta, PT. Toyota Astra Motor
   Toyota, Pedoman reparasi mesin seri K, Jakarta, PT. Toyota Astra Motor, 1981
   VEDC, Sistem Pendinginan, Malang, 1987




                                              57

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3
posted:1/19/2013
language:Malay
pages:57