Siapa itu J.K.Rowling

W
Shared by: cherylrenatagesanti
-
Stats
views:
22
posted:
1/18/2013
language:
Unknown
pages:
5
Document Sample
scope of work template
							Nama Joanne Kathleen Rowling atau J.K. Rowling berkibar di kancah kesusastraan
internasional setelah novel fantasi karyanya, Harry Potter, meledak di pasaran. Tujuh seri
novel Harry Potter karyanya masuk dalam jajaran buku terlaris di dunia sepanjang masa.


Kepopuleran Rowling bermula pada Juni 1997, saat perusahaan penerbitan di Inggris,
Bloomsbury, bersedia mempublikasikan seri pertama kisah rekaannya yaitu Harry Potter
and the Philosopher's Stone. Tak disangka, dalam hitungan bulan, buku itu berhasil menjadi
buku terlaris di Britania Raya. Kesuksesan buku yang mengisahkan kehidupan Sekolah Sihir
Hogward itu membuat Rowling semakin bersemangat menyelesaikan seri lanjutannya. Pada
Juli 1998, ia meluncurkan buku seri keduanya yaitu Harry Potter and the Chamber of
Secrets. Hanya dalam waktu sebulan buku seri kedua itu bertengger di peringkat satu buku
terlaris di Inggris.




J. K. Rowling dengan seri terakhirnya Harry Potter and the Deathly Hallows




Di puncak kesuksesan dua bukunya, Rowling meluncurkan seri ketiga berjudul Harry Potter
and the Prisoner of Azkaban pada Juli 1999. Seri ketiga inipun langsung bertengger pada
peringkat buku terlaris di Inggris hanya dalam tempo empat minggu. Daya pikat buku itu
semakin kentara saat sebuah perusahaan penerbitan di Amerika Serikat, Scholastic, turut
mempublikasikan buru seri pertama Rowling dengan judul Harry Potter and the Sorcerer's
Stone pada September 1998, seri kedua pada Juni 1999, dan seri ketiga pada September 1999.




J. K. Rowling dengan para pemain film Harry Potter



Di Amerika, kisah Harry Potter mendulang sukses serupa. Pada 1999, tiga seri pertama Harry
Potter bahkan sukses mengambil alih tiga tempat teratas dalam daftar ‘New York Times best-
seller'. Kepopuleran buku Harry Potter pun menarik perhatian sejumlah perusahaan
penerbitan di dunia. Buku itu diterjemahkan ke dalam 67 bahasa dan didistribusikan di lebih
200 negara.

Pada tahun 2000, perusahaan penerbitan di Indonesia, Gramedia Pustaka Utama, pun mulai
mempublikasikan terjemahan dua seri pertama Harry Potter secara berurutan yaitu Harry
Potter dan Batu Bertuah serta Harry Potter dan Kamar Rahasia. Terjemahan itu juga
mendulang sukses di Indonesia. Dan, berlanjut dengan empat seri lainnya yaitu Harry Potter
dan Tawanan Azkaban (2001), Harry Potter dan Piala Api (2001) , Harry Potter dan Orde
Phoenix (2004), Harry Potter dan Pangeran Berdarah (2006), serta Harry Potter dan Relikui
Kematian (2008).

Kisah Harry Potter menjadi perbincangan masyarakat dunia. Setiap seri lanjutannya selalu
dinanti dengan cemas. Buku seri keempat Harry Potter and the Goblet of Fire dan buku
seri kelima Harry Potter and the Order of The Phoenix bahkan dinobatkan sebagai buku
paling laris sepanjang sejarah , memecahkan seluruh rekor penjualan buku di dunia.
Kesuksesan serial Harry Potter kian tak terbendung. Buku seri keenam Harry Potter and the
Half-Blood Prince yang dipublikasikan Juli 2005, dan buku seri penutup Harry Potter and
the Deathly Hallows yang dipublikasikan Juli 2007 juga meraih prestasi penjualan yang
spektakuler. Buku seri penutup menjadi buku dengan proses penjualan tercepat dengan angka
lebih dari 375 juta kopi di seluruh dunia.

Kisah Harry Potter bagai sihir di seluruh dunia. Kesuksesan penjualan novel fantasi Rowling
itu juga dibarengi dengan kesuksesan enam film yang diadaptasi dari setiap seri Harry Potter.
Hanya seri terakhir Harry Potter and the Deathly Hallows yang belum dirilis. Film penutup
Harry Potter itu dijadwalkan rilis tahun 2010.

Kesuksesan enam film yang selalu bertengger di box office itu tentunya juga mengibarkan
nama para pemainnya seperti Daniel Radcliffe, Rupert Grint, dan Emma Watson, ke jajaran
selebriti papan atas dunia. Sukses film ini juga erat terkait dengan larisnya novelnya.



Belajar dari Kemiskinan

Imajinasi mengenai kisah Harry Potter muncul tanpa sengaja di benak Rowling sekitar tahun
1990, saat melakukan perjalanan dengan kereta dari Manchester ke London. Dari imajinasi
awal itu, Rowling terus mengembangkannya dalam rangkaian cerita yang ditulis manual
dengan tangan. Imajinasi wanita lulusan Sastra Prancis Universitas Exeter itu terus mengalir
di tengah kesibukannya sebagai guru Bahasa Inggris di Portugal. Ketika pada 1992 Rowling
menikah dengan seorang wartawan Portugis dan memiliki anak perempuan, Jessica yang lahir
pada 1993.

Semangat menyelesaikan kisah Harry Potter justru tumbuh subur setelah Rowling mengalami
perceraian, sesaat setelah putri sulungnya lahir. Dalam kondisi perekonomian yang sangat
buruk, Rowling mengajak putrinya menetap di Edinburgh. Mereka hidup dalam keterbatasan
dengan subsidi dari pemerintah. Semangat Rowling untuk menyelesaikan kisah Harry Potter
terpacu demi mempertahankan hidup bersama putrinya. Hampir setiap hari ia mengajak
putrinya yang masih berusia beberapa bulan ke cafe untuk menulis. Kebetulan pemilik café
itu cukup berbaik hati membiarkan Rowling duduk berjam-jam mencari inspirasi di
tempatnya hanya dengan memesan satu cangkir minuman.
Dan, akhirnya pada 1995 kisah Harry Potter seri pertama rampung. Rowling pun segera
membuat salinan kisah itu dengan mesin ketik tua. Kondisi perekonomiannya yang buruk
membuat Rowling tak sanggup membayar biaya fotokopi. Selanjutnya, ia berkeliling
menawarkannya kepada sejumlah penerbit buku anak-anak. Baru pada 1996, perusahaan
penerbitan Bloomsbury menyatakan kesediaannya membeli kisah Harry Potter, setelah
sembilan perusahaan penerbitan lainnya menolak kisah itu. Namun, Bloomsburry
mengingatkan Rowling agar tak berharap banyak dengan penjualan buku kisah untuk anak-
anak. Paling-paling hanya cukup untuk membiaya kebutuhan rumah tangga. Apalagi masih
banyak pembaca yang sentimen dengan penulis perempuan.

Pernyataan Bloomsburry pun sempat membuat Rowling merasa tak percaya diri. Dia pun
meminta agar penerbit menyingkat nama depannya untuk menyamarkan identitasnya sebagai
penulis wanita. Jadilah nama J.K. Rowling dalam bukunya, setelah ia menambahkan nama
ibunya, Kathleen, sebagai nama tengah. Menjumpai penerbit yang bersedia mempublikasikan
kisahnya sudah membuat Rowling bahagia. Sebab sejak awal, Rowling tak memiliki
ekspektasi berlebih atas penjualan kisahnya. Tujuannya menulis buku hanya satu yaitu
bertahan hidup bersama putrinya.

Namun kenyataan berkata lain. Kisah Harry Potter menjadi komoditas luar biasa di seluruh
dunia. Kisah itu mendatangkan kekayaan yang luar biasa bagi Rowling. Kisah itu membuat
Rowling bangkit dari keterpurukan. Di penghujung 2001, Rowling pun menikah kembali
dengan Dr Neil Murray, dan melahirkan David Gordon Rowling Murray pada 2003, dan
Mackenzie Jean Rowling Murray pada 2005.

Di tengah kesibukannya bersama Harry Potter, Rowling juga aktif di sejumlah kegiatan
sosial. Sebagian penghasilannya di sumbangkan kepada sejumlah yayasan amal seperti UK
Comic Relief Charity dan lembaga penelitian yang terlibat dalam penanganan penyakit
multiple scerosis, penyakit yang merenggut nyawa ibunya pada 1990. Kini Rowling merasa
menjadi wanita yang luar biasa beruntung karena bisa melakukan hal positif dari
kecintaannya menulis. Setelah menuntaskan serial Harry Potter, ia berjanji akan tetap
menulis. Bagi Rowling, tak ada yang lebih berharga daripada melihat antusiasme pembaca
atas                                                                          karyanya.


Lahir di Chipping Sodbury, Inggris, 31 Juli 1965, Rowling memang tumbuh sebagai wanita
yang memiliki cita-cita kuat sebagai penulis. Sejak kecil, ia terbiasa menuangkan
imajinasinya dalam bentuk tulisan. Bahkan, sebelum bekerja sebagai guru bahasa di Portugal,
Rowling pernah dipecat dari pekerjaanya sebagai sekretaris gara-gara sibuk mengarang cerita
saat sedang rapat. Harry Potter telah menyihir Rowling sebagai penulis paling kaya di
Inggris, bahkan mungkin di dunia. Harry Potter juga sukses mendatangkan banyak
penghargaan kelas internasional untuknya. Kisah Harry Potter sungguh mengubah hidup
Rowling.


Dengan hasil kerja kerasnya, J.K Rowling dan Harry Potternya memperoleh berbagai
penghagaan diantara lain adalah:

1. British Children’s Book award pada novel Harry Potter and the Sorcerer’s Stone tahun
1998.

2. Penghargaan serupa pada tahun 1999 untuk Harry Potter and the Chamber’s of the secret

3. Author Of The Years tahun 2000

4. Whitbread Children’s Books of the Years tahun 2000

5. W. H Smith children’s book of the Years pada January 2001

6. United kingdom excellence award pada 23 Augustus 2001

7. Walpole Medal of Excellence tahun 2002

8. Dan berbagai penghargaan lainnya. Baik dalam akademik maupun non akademik.

						
Related docs
Other docs by cherylrenatagesanti
Ke Arab diperkosa jiwa raga
Views: 20  |  Downloads: 0
Hukuman Mati bagi Koruptor
Views: 28  |  Downloads: 0
HITLER
Views: 7  |  Downloads: 0
Bahaya Penggunaan Styrofoam
Views: 16  |  Downloads: 0
Kisah Kakek Tua Yang Mengharukan
Views: 42  |  Downloads: 0
Antioksidan
Views: 14  |  Downloads: 0
Alfred Nobel
Views: 16  |  Downloads: 0
Asal ususl Garam di Laut
Views: 39  |  Downloads: 0
PSK
Views: 76  |  Downloads: 0
Bahayanya jajanan anak
Views: 24  |  Downloads: 0