Docstoc

interior-kedai-kopi

Document Sample
interior-kedai-kopi Powered By Docstoc
					                                                         Majalah Ilmiah UNIKOM   Vol.9, No. 2


   DAFTAR ISI




          Desain Interior Kedai Kopi dan Gaya Hidup Masyarakat di Indonesia
          (Studi Komparatif Gaya Hidup antara Konsumen Kedai Kopi Tradisional dan
125-132   Kedai Kopi Modern)
          Ryanty Derwentyana dan Cherry Dharmawan
          Manajemen Kebutuhan Perangkat Lunak
133-138   Adam Mukharil Bachtiar
          The Use of Adjective Clause in English Sentences
139-146   Asih Prihandini
          Memahami “Urban” Vernacular Architecture
147-154   Wanita Subadra Abioso
          Prefix Re in Several Words Beginning with Re
155-162   Tatan Tawami
          Evaluasi Penyelenggaraan Peraturan Daerah tentang Ketertiban, Kebersihan
163-177   dan Keindahan (K3)
          Profirio Fernandes Xavier, Lia Warlina dan Teguh Widodo
          Pengaruh Kegiatan Perguruan Tinggi terhadap Tingkat Pelayanan Jalan
179-186   (Studi Kasus: Kawasan Pendidikan Tinggi Jatinangor)
          Eva Nursawitri, Romeiza Syafriharti dan Lasti Yossi Hastini
          Penerapan Margin Pembiayaan Murabahah pada BMT As-Salam Pacet
187-198   Cianjur
          Sri Dewi Anggadini
          Estimasi Biaya Pemeliharaan Bangunan Gedung
199-206   Yatna Supriyatna
          PID Control of Three-Degrees-of-Freedom Model Helicopter
207-214   Muhammad Aria
          Analisis Perputaran Aktiva Tetap dan Perputaran Piutang kaitannya terhadap
215-230   Return on Assets pada PT Pos Indonesia (Persero) Bandung
          Ari Bramasto
          Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Perdagangan Eceran untuk
231-244   Pemberdayaan Usaha Kecil
          Alam Santosa




                                                                        H a l a ma n   123
 Majalah Ilmiah UNIKOM   Vol.9, No. 2




H a l a m a n   124
                                                             Majalah Ilmiah UNIKOM   Vol.9, No. 2

        bidang
       DESANI


  DESAIN INTERIOR KEDAI KOPI DAN GAYA HIDUP MASYARAKAT DI INDONESIA
(STUDI KOMPARATIF GAYA HIDUP ANTARA KONSUMEN KEDAI KOPI TRADISIONAL DAN
                                KEDAI KOPI MODERN)

                             RYANTY DERWENTYANA, S.DS
                             CHERRY DHARMAWAN, M.SN
                             Program Studi Desain Interior
                               Fakultas Desain UNIKOM




   Tulisan ini memaparkan tentang aktivitas, fasilitas, dan desain interior pada tiga
   buah sarana kedai kopi yang dikaitkan dengan gaya hidup dari tiga tingkat kelas
   sosial. Dari hasil studi komparasi Desain berfungsi sebagai sarana untuk
   memfasilitasi masing-masing lifestyle tiap kelompok sosial, dan memberikan
   diferensiasi kelas sosial penggunanya. Khusus desain interior, pembedaan gaya
   hidup dapat dilihat dari fasilitas sarana tersebut dan pencitraan ruang masing-
   masing tempat tersebut.

   Kata Kunci : Desain Interior, Gaya Hidup



PENDAHULUAN                                   sarana untuk minum, makan, dan
                                              kumpul para kaum lelaki orang
Kedai kopi di Indonesia sebelumnya            kebanyakan, berubah menjadi sarana
identik dengan warung kecil sederhana,        untuk mewadahi aktualisasi diri dan
dengan menu khas kopi tubruk dengan           sosialisasi masyarakat perkotaan kelas
sajian pendamping gorengan atau roti          sosial tingkat atas. Keekslusivan
bakar. Kedai kopi di Indonesia juga           Starbucks juga memberikan inspirasi
memiliki kekhasan yaitu menjadi               bagi beberapa pengusaha kuliner di
tempat kaum lelaki dan bapak-bapak            Bandung untuk membuat kedai kopi
untuk     minum-minum,      berkumpul,        yang dengan menggunakan konsep
berbincang, dan bersenda gurau.               fasilitas yang hampir sama, namun
Sekitar tahun 1998, sebuah frenchise          dapat terjangkau oleh masyarakat
kedai kopi bertaraf internasional dan         kebanyakan/kelas sosial menengah,
memilki jaringan terbesar, di dunia,          seperti kedai kopi Ngopi Doeloe atau
bernama     Starbucks,    masuk     ke        Sarang Kopi.
Indonesia dan langsung membuka 11
cabangnya di kota-kota besar di
Indonesia. Kedai kopi ini memberikan          Penelitian ini      membahas tentang
pengaruh besar terhadap gaya hidup            pengaruh desain ruang dan fasilitas
masyarakat di kota-kota besar. Kedai          kedai kopi yang ada di Indonesia
kopi yang sebelumnya identik dengan           terhadap pembentukan gaya hidup dan
                                              diferensiasi kelas sosial yang terbentuk,
                                                                            H a l a ma n   125
 Majalah Ilmiah UNIKOM   Vol.9, No. 2                                     Ryanty D & Cherry D



  dengan membandingkan tiga buah
  objek kajian yang mewakili masing-
  masing kelas sosial.

  OBJEK KAJIAN

  Berikut ini akan dipaparkan 3 buah
  objek kajian kedai kopi yang mewakili
  masing-masing          kelas        sosial
  penggunanya. Masing-masing objek
  akan dikaji mengenai perbedaan
  pengguna        beserta     aktivitasnya,
  fasilitas, dan desainnya.
                                                  Gambar 1 : Suasana warung kopi tradisional
  1. Kedai Kopi Tradisional (Warung
     Kopi)                                     c. Menu
                                               Untuk meracik kopi, mereka tidak
  a. Pengguna dan Aktivitas                    menggunakan seorang barista atau
  Masyarakat yang menjadi pengguna             ahli minuman, terkadang hanya kopi
  warung kopi tradisional ini umumnya          hitam yang diseduh dengan air panas
  adalah         masyarakat-masyarakat         dan gula, terkadang juga disajikan
  kebanyakan di Indonesia, seperti             dengan susu. Tidak banyak macam
  kaum lelaki, supir, tukang becak, dll.       pilihan di kedai kopi tradisional seperti
  Aktivitas yang mereka lakukan di kedai       ini. Menu-menu pilihan lain seperti
  kopi tersebut biasanya menghabiskan          cappuccino atau ekspresso “instant”
  waktu dengan minum kopi, berbincang          dalam sachet bahkan tidak terlalu
  -bincang, dan kumpul-kumpul. Hal             diminati disini. Menu pendamping
  menarik disini, wanita/ibu-ibu jarang        yang biasa ada untuk menemani
  terlibat dalam kumpul-kumpul di sini,        minum kopi di sini biasanya adalah
  dan warung kopi memang identik               gorengan, roti bakar, dan cemilan
  dengan tempat “hang out”nya para             sederhana lainnya.
  bapak-bapak dan kaum lelaki.
                                               d. Desain Kemasan Saji
  b. Fasilitas                                 Dalam menyajikan kopinya, biasanya
  Pada umumnya fasilitas kedai kopi            mereka menggunakan gelas kecil dan
  tradisional di Indonesia sangat              piring kecil (pisin) untuk alasnya, dan
  sederhana, hanya terdiri bangku dan          terkadang juga menggunakan tutup
  meja bambu (jongko), dengan atap             gelas dari bahan stainless atau
  terpal atau asbes, dan sekelilingnya         melamin, yang tidak cocok warna
  ditutup dengan kain bekas spanduk            maupun bentuknya satu sama lainnya.
  atau spanduk bekas promosi produk
  tertentu yang terkadang tidak ada
  hubungannya dengan produk kopi,
  dan dilengkapi dengan pencahayaan
  ala kadarnya/remang-remang.
H a l a m a n   126
Ryanty D & Cherry D                                                Majalah Ilmiah UNIKOM   Vol.9, No. 2


                                                      Selain itu sudah menjadi standar
                                                      fasilitas Starbucks      menyediakan
                                                      fasilitas       Internet         Wifi
                                                      (www.starbucks.com).




  Gambar 2 : Kemasan sajian warung kopi tradisional


 e. Harga

 Harga yang mereka tawarkan untuk
 satu gelas kopi, biasanya tidak mahal
 sekitar Rp 1000 sampai Rp 1500,
 tergantung harga satu sachet kopi
                                                       Gambar 3 : suasana Ruang Kedai Kopi Starbucks
 yang dipilih ditambah ongkos seduh
 air dan gula.
                                                      Dari penggunaan fasilitas sofa empuk,
 2. Kedai Kopi : Starbucks (sebagai                   warna dominan, dan pencahayan, apa-
    wakil kedai kopi kelas Atas)                      bila ditinjau dari prinsip desain Inte-
                                                      rior, penggunaan elemen-elemen ru-
 a. Pengguna dan Aktivitas                            ang tersebut dapat menciptakan sua-
 Oleh karena harga yang ditawarkan                    sana nyaman dan cozy. Dari elemen-
 untuk satu cangkir/gelas kopi cukup                  elemen ini, dapat dipastikan bahwa
 mahal, maka tidak sembarang orang                    citra yang ingin ditampilkan pada ru-
 yang bersedia menukarkan sejumlah                    ang kedai Starbucks adalah ruang
 uang cukup besar untuk satu cangkir/                 tersebut dapat digunakan dengan nya-
 gelas kopinya. Hal ini yang membuat                  man oleh konsumen dan dapat dinik-
 kedai     kopi    Starbucks   menjadi                mati dengan waktu yang cukup lama
 ekslusive,     karena       pengguna/                (berlawanan dengan konsep ruang
 konsumennya biasanya dikategorikan                   Fast Food)
 sebagai masyarakat dengan kelas
 sosial atas.                                         c.Menu
                                                      Menu kopi yang ditawarkan cukup ber-
 b. Fasilitas/Desain Ruang                            agam, seperi jenis hot coffee dan cold
 Konsep ruang yang biasa ditawarkan                   coffee     (www.starbucks.com)    dan
 adalah konsep lounge café, dengan                    desain penyajiannya sangat menarik
 menempatkan sofa-sofa empuk di                       dan menggugah selera. Mereka sudah
 dalam ruangan atau konsep meja dan                   menggunakan standar rasa dan meng-
 kursi taman untuk bagian outdoornya.                 gunakan jasa barista yang cukup han-
 Pencahayaan ruang yang ditampilkan                   dal. Selain menawarkan beragam jenis
 lebih ke arah putih ke warm, dan                     ramuan kopi, mereka juga menawar-
 warna ruang biasanya didominasi                      kan beberapa jenis makanan pen-
 dengan warna hijau muda dan putih.                   damping, seperti roti dan pastry.

                                                                                  H a l a ma n   127
 Majalah Ilmiah UNIKOM   Vol.9, No. 2                                     Ryanty D & Cherry D



  Kopi yang mereka gunakan sebagai                   e. Harga Produk
  sajian merupakan kopi-kopi dengan                  Harga yang ditawarkan untuk satu ge-
  kualitas terbaik, sehingga berpenga-               las kopi starbuck dapat dinilai
  ruh terhadap rasa dan harganya.                    “sangat” mahal untuk orang kebanya-
                                                     kan masyarakat Indonesia. Rata-rata
                                                     harga yang ditawarkan kurang lebih
  d. Desain Kemasan saji                             Rp 40.000-Rp 50.000 satu gelasnya.
  Starbuck sudah memiliki desain stan-               Untuk sekedar satu gelas atau cangkir
  dar untuk kemasan sajinya yang ber-                kopi, harga ini tentu saja tidak dapat
  laku di semua franchise Starbucks di               dikatakan murah.
  seluruh dunia.
                                                     3. Kedai Kopi : Ngopi Doeloe (sebagai
                                                     wakil kedai kopi untuk kelas
                                                     menengah)

                                                     Kedai kopi “Ngopi Doeloe”, dapat
                                                     dikategorikan sebagai wakil kedai kopi
                                                     untuk         kelas        menengah.
                                                     Keberadaannya membuat masyarakat
                                                     dengan kelas sosial menengah dapat
   Gambar 4 : Contoh desain kemasan saji Starbucks   menikmati racikan kopi dan suasana
                                                     “ala Starbucks” dengan harga yang
                                                     masih terjangkau.

                                                     a. Pengguna dan Aktivitas
                                                     Pada awalnya Ngopi doeloe ditujukan
                                                     untuk kalangan eksekutif, namun
                                                     sering perjalanannya, konsumennya
                                                     terdiri   dari  berbagai  kalangan
                                                     masyarakat, dari mahasiswa sampai
                                                     eksekutif, dari muda sampai tua.
                                                     (www.ngopidoeloe.com).

                                                     Aktivitas yang biasa dilakukan disana,
                                                     ada yang hanya sekedar makan dan
                Gambar 5: Logo Starbucks
                                                     minum saja, namun juga berkembang
                                                     menjadi tempat kumpul-kumpul
  Selain itu, mereka sudah                           kawula muda, tempat mengadakan
  membubuhkan logo Starbucks,                        meeting informal, tempat belajar
  sebagai tanda atau ciri khas                       kelompok, dan juga tempat bekerja.
  perangkat minum ataupun makannya,
  maupun digunakan juga sebagai
  identitas di dalam ruangan.



H a l a m a n   128
Ryanty D & Cherry D                                               Majalah Ilmiah UNIKOM   Vol.9, No. 2



                                                    beragam jenis ramuan kopi, mereka
                                                    juga menawarkan beberapa jenis
                                                    makanan pendamping, baik makan
                                                    berat maupun ringan.

                                                    d. Desain Kemasan saji
                                                    Untuk kemasan sajian, mereka
                                                    menawarkan        kopi-kopi     dengan
                                                    penampilan “ala Starbuck” ataupun
 Gambar 6 : Aktivitas kumpul-kumpul & menggunakan
                                                    ala restoran-restoran mewah. Namun
                        internet                    belum memakai identitas tertentu
                                                    pada     perangkat      minum      dan
 b. Fasilitas                                                                   makannya,
 Konsep ruang yang biasa ditawarkan                 seperti                     logo.
 juga adalah konsep lounge café yang
 memiliki     gaya    pop,     dengan
 menempatkan sofa-sofa empuk di
 dalam ruangan atau konsep meja dan
 kursi taman untuk bagian outdoornya.




                                                      Gambar 8 : Contoh penyajian minuman kopi ala
                                                                      Ngopi Doeloe




      Gambar 7: Suasana Ruang Ngopi Doeloe
                 Jl. Teuku Umar
 Pencahayaan ruang yang ditampilkan
                                                             Gambar 9 : Logo Ngopi Doeloe
 lebih ke arah ke warm, dan warna
 ruang biasanya didominasi dengan
 warna-warni. Selain itu sudah menjadi
 standar       fasilitas     Starbucks
 menyediakan fasilitas Internet Wifi.

 c.Menu
 Menu yang tawarkan di Ngopi Doeloe
 cukup beragam, termasuk hot coffee,
 cold coffee,dan minuman lainnya
 seperti jus. Selain menawarkan


                                                                                 H a l a ma n   129
 Majalah Ilmiah UNIKOM   Vol.9, No. 2                            Ryanty D & Cherry D



e. Harga Produk                           Hal ini terlihat jelas setelah kita
Harga     produk     minuman     yang     melakukan beberapa perbandingan
ditawarkan cukup beragam, namun           dengan fungsi yang sama yaitu
masih pada range yang masih               sebagai kedai kopi, namun dengan
terjangkau. Satu gelas kopinya sekitar    adanya perbedaan desain ruang,
Rp 12.000-Rp 18.000.                      fasilitas, kreativitas dalam desain
                                          penyajian, memberikan diferensiasi
PEMBAHASAN                                secara jelas, antara kelas sosial
                                          bawah dan kelas sosial atas.
Chaney mengutarakan pada bukunya
Lifestyle bahwa cara hidup pada bentuk
-bentuk      sosio-stuktural    seperti
pekerjaan, gender, lokalitas, etnisitas
dan umur pun bisa masuk dalam
kategori ini dan faktor-faktor tadi
membentuk identifikasi baru gaya hidup
atau cara-cara berperilaku yang
berkaitan dengan ekspektasi-ekspektasi
konvensional       yang      kemudian
membentuk pola-pola baru pilihan
melalui cara-cara pola cita rasa yang
membentuk dan menyokong hierarki
hak-hak istimewa dan status.                  Gambar 10 : Piramida Social difference

Budaya tubuh atau budaya cita rasa        David Chaney dalam bukunya yang
yang merupakan ciri gaya hidup            berjudul „Life Style‟ menerangkan
posmodern dapat diamati dari sudut        gaya    hidup    adalah     pola-pola
pandang penampakan luar (surfaces).       tindakan yang membedakan antara
Warna dan gaya rambut, cara               satu orang dengan orang lain.
berpakaian, kendaraan yang dipakai        Penggunaan fasilitas secara fisik
atau makanan yang dikonsumsi dapat        berbeda ini memberikan efek,
mengidentifikasikan seseorang dengan      pengguna Starbucks dan pengguna
suatu ikon budaya cita rasa tertentu.     kedai    kopi   tradisional    dapat
Starbuck merupakan produk yang dapat      dibedakan      dari     surfacesnya
dinikmati hanya oleh sebagian orang,      terutama        perilaku         dan
dan sebagian orang tersebut dapat         penampilannya.
diidentifikasikan sebagai kelompok
sosial atas. Keberadaan Starbucks di      Di Indonesia jumlah masyarakat
Indonesia        beserta    perangkat     kelas     sosial menengah, dan
fasilitasnya, baik desain ruang dan       menengah ke bawah jauh lebih
desain perangkat makan minumnya,          banyak jumlahnya daripada kelas
memfasilitasi gaya hidup kelas sosial     sosial atas.
tertentu di masyarakat terutama
masyarakat kelas atas.



H a l a m a n   130
Ryanty D & Cherry D                                  Majalah Ilmiah UNIKOM   Vol.9, No. 2


Hal ini menyebabkan kedai kopi         Pengaruh Starbucks yang menjadi
“Ngopi Doeloe” yang notabene           simbol kedai kopi kelas sosial atas,
menawarkan harga yang masih            cukup besar di masyarakat terutama
terjangkau cukup banyak diminati,      bagi beberapa kedai kopi di Indonesia.
terutama bagi masyarakat yang ingin    Mereka masih mencoba mengambil
menikmati     minuman     kopi  ala    citra “trend” Starbucks pada identitas
Starbucks dengan harga yang lebih      mereka. Sebagai contoh :
terjangkau. Pengaruh Starbuck masuk    Logo Ngopi Doeloe dan Logo
ke      Indonesia,     mempengaruhi    Starbucks memiliki kemiripan pada
beberapa pengusaha kuliner untuk       bentuk dasar dan bordernya. (lihat
membuka bisnis baru di bidang          gambar 5 dan gambar 9 )
minuman kopi yang disajikan ala        Terdapat     beberapa    kedai   kopi
Starbucks dengan harga terjangkau,     tradisional maupun kaki lima yang
seperti yang diutarakan Sudarmawan.    menggunakan “plesetan” nama dan
Juwono bahwa gaya hidup muncul         logo Starbucks.(lihat gambar 11-12)
dalam berbagai bentuk produksi
manusia serta mempengaruhi pola
ekonomi, membentuk bisnis baru.

Selain permasalahan harga, inspirasi
ruang Starbucks dengan konsep
lounge café yang saat ini masih
digunakan oleh Ngopi Doeloe, yaitu
dengan        sofa-sofa      empuk,
pencahayaan dan elemen warna
interior yang nyaman, menimbulkan
gaya hidup baru pada konsumennya.             Gambar 11 : Kedai kopi tradisional
                                                      “Setarbak Kopi”
Kedai tesebut tidak hanya digunakan
sebagai sarana makan dan minum,
namun juga mengalami perubahan
fungsi sebagai tempat hang out para
kawula muda, tempat bekerja, tempat
informal meeting, kelompok belajar,
internetan, dll, yang menyebabkan
penggunaan fasilitas kedai tersebut
dalam jangka waktu yang cukup lama,
bahkan untuk beberapa kelompok
orang yang dapat menghabiskan
waktu berjam-jam “nongkrong” di
sana.
                                         Gambar 12 : Kedai kopi kaki lima “Starblacks”




                                                                    H a l a ma n   131
 Majalah Ilmiah UNIKOM   Vol.9, No. 2                           Ryanty D & Cherry D



 KESIMPULAN                              DAFTAR PUSTAKA
                                         Baudrillard, Jean P. 2004. diterjemahkan
 Makanan dan minuman yang                  oleh Wahyunto. Masyarakat Konsumsi.
 dikonsumsi,      tempat hiburan,          Yogyakarta: Kreasi Wacana.
 berbagai merek pakaian, assesoris,
 dan lain-lain sebenarnya hanyalah       Chaney, David. 2003. Life Styles. Sebuah
 simbol dari status sosial tertentu.       Pengantar Komprehensif. Penerjemah :
 Begitu juga dengan pola pergaulan.        Nurnaeni. Yogyakarta : Penerbit Jalasu-
 Bagaimana, dengan siapa dan               tra.
 dimana seseorang bergaul juga
 menjadi simbol bahwa dirinya            Pile, John. F, Interior Design, Hary N
 adalah bagian dari kelompok sosial          Abrams, Inc., Publishers, New York,
 tertentu.                                   1995.
                                         Piliang, Yasraf Amir. 2010. Diktat
 Desain Interior kedai kopi pada             Perkuliahan Desain dan Gaya Hidup.
 dasarnya mewadahi aktivitas dan             Bandung : ITB
 fasilitas      yang    sama,     yang
 membedakannya adalah pola-pola          Suptandar, J. Pamudji, Disain Interior, Pen-
 tindakan yang terjadi antara satu         gantarMerencana untuk Mahasiswa
 orang dengan orang lain dikaitkan         Disain Interior dan Arsutektur, Penerbit
 dengan gaya hidup. Terutama               Djambatan, Jakarta, 1999.
 penggunaan fasilitas secara fisik
 yang      terlihat dari perilaku dan    Widagdo, Teori Desain dan Pendidikan
 penampilannya.                             Desain Di Indonesia, Kumpulan Tuli-
                                            san, Fakultas Seni Rupa dan Desain,
                                            1995
 Desain berfungsi sebagai sarana
 untuk memfasilitasi masing-masing       Wiyancoko,Dudy, Dimensi Kebudayaan
 lifestyle tiap kelompok sosial, dan        Dalam Desain, Orasi Ilmiah pada Acara
 memberikan       diferensiasi  kelas       PMB ITB, Agustus 2000.
 sosial penggunanya. Khusus desain
 interior, pembedaan gaya hidup          www.starbucks.com
 dapat dilihat dari fasilitas sarana     www.ngopidoeloe.com
 tersebut dan pencitraan ruang
 masing-masing tempat tersebut.




H a l a m a n   132

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:20
posted:1/18/2013
language:Malay
pages:10