penerapan e-learning dalam pembelajaran di program pasca sarjana iain walisongo semarang
penerapan e-learning dalam pembelajaran di program pasca sarjana iain walisongo semarang Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2) Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama Jepara Jl. Taman Siswa (Pekeng) Tahunan Jepara 59427 goeng_nugroho@yahoo.co.id ABSTRAK: E-Learning adalah aplikasi yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi untuk mengirimkan informasi untuk pelajaran dan pelatihan. Dengan laju perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, e-learning menjadi sebuah paradigma pendidikan modern salah satunya di perguruan tinggi. Sebagai sebuah inovasi e-learning juga menimbulkan pro dan kontra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan elearning dan respon atau tanggapan mahasiswa terhadap penerapan e-learning dalam pembelajaran di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari wawancara kepada dosen yang mengajar di semester IV tahun 2012 dan mahasiswa semester IV angkatan 2010 konsentrasi Islamic Studies dan tenaga teknis di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang. Selain itu data diperoleh juga dari observasi dan studi literatur. Proses analisa data dalam penelitian ini menggunakan interaktif model dari Miles Huberman yakni terdiri dari reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Berdasarkan analisis data hasil lapangan, maka ditemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan e-learning dalam pembelajaran di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang adalah terbatasnya sumber daya manusia di bidang teknologi informasi, fasilitas dan infrastruktur yang kurang memadahi serta rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap teknologi informasi. Sedangkan respon atau tanggapan mahasiswa terhadap penerapan e-learning dalam pembelajaran di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang ada yang merespon positif di

Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)
PENERAPAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN
DI PROGRAM PASCA SARJANA IAIN WALISONGO SEMARANG
Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2)
Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama Jepara
Jl. Taman Siswa (Pekeng) Tahunan Jepara 59427
goeng_nugroho@yahoo.co.id
ABSTRAK: E-Learning adalah aplikasi yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi untuk
mengirimkan informasi untuk pelajaran dan pelatihan. Dengan laju perkembangan teknologi informasi
dan komunikasi, e-learning menjadi sebuah paradigma pendidikan modern salah satunya di
perguruan tinggi. Sebagai sebuah inovasi e-learning juga menimbulkan pro dan kontra.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan e-
learning dan respon atau tanggapan mahasiswa terhadap penerapan e-learning dalam pembelajaran
di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari wawancara kepada dosen yang mengajar di semester IV
tahun 2012 dan mahasiswa semester IV angkatan 2010 konsentrasi Islamic Studies dan tenaga teknis
di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang. Selain itu data diperoleh juga dari observasi
dan studi literatur. Proses analisa data dalam penelitian ini menggunakan interaktif model dari Miles
Huberman yakni terdiri dari reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Sedangkan untuk
keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data.
Berdasarkan analisis data hasil lapangan, maka ditemukan bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi penerapan e-learning dalam pembelajaran di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo
Semarang adalah terbatasnya sumber daya manusia di bidang teknologi informasi, fasilitas dan
infrastruktur yang kurang memadahi serta rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap teknologi
informasi. Sedangkan respon atau tanggapan mahasiswa terhadap penerapan e-learning dalam
pembelajaran di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang ada yang merespon positif
dikarenakan (a) e-learning memberikan kemudahan dalam berkomunikasi antara mahasiswa dengan
dosen, (b) mengikuti perkembangan teknologi, (c) sumber informasi bagi mahasiswa. Sedangkan
disatu sisi mahasiswa merespon negatif dikarenakan (a) biaya operasional mahal, (b) pembelajaran e-
learning kurang efektif karena antara mahasiswa dengan dosen tidak dapat bertatap muka langsung
dan berdiskusi, (c) adanya e-learning memunculkan sifat individualis antar mahasiswa.
KATA KUNCI: E-Learning dan Pembelajaran
1.1. Latar Belakang perkembangan ilmu pengetahuan yang
Perkembangan teknologi informasi saat didukung perkembangan teknologi informasi
ini semakin pesat, hingga merambah pada dan komunikasi dengan kemampuan sumber
semua aspek kehidupan, tidak terkecuali pada daya manusia yang ada. Oleh karena itu, dalam
bidang pendidikan dan pelatihan. Meskipun dunia pendidikan baik perguruan tinggi maupun
awalnya dari ilmu dan teknologi komunikasi, sekolah-sekolah formal sudah menggunakan
namun dengan berkembangnya teknologi internet sebagai media pembelajaran. Hal ini
komputer baik software maupun kemampuan dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber
hardware-nya, terjadilah pergeseran paradigma daya manusia atau mencetak lulusan yang
yang berkembang pada tatanan masyarakat di handal dan mampu bersaing.
mana terbentuk suatu tatanan masyarakat Pada beberapa studi tentang tujuan
informasi, yang menjadikan informasi sebagai pemanfaatan teknologi informasi dibeberapa
salah satu aspek dan pilar terpenting dalam perguruan tinggi terkemuka di Amerika, Alavi
kehidupan mereka. dan Gallupe (2003) dalam Fathul Wahid (2007)
Dengan adanya perkembangan teknologi menemukan beberapa tujuan pemanfaatan
informasi ini membawa dampak yang besar bagi teknologi informasi yaitu (1) competitive
pola hubungan antar individu, antar komunitas, positioning; (2) meningkatan brand image; (3)
bahkan antar negara atau bangsa. meningkatkan kualitas pembelajaran dan
Perkembangan teknologi informasi dan pengajaran; (4) meningkatkan kepuasan
komunikasi ini telah mengubah pemikiran baru mahasiswa; (5) meningkatkan pendapatan; (6)
di masyarakat, peran ilmu pengetahuan sangat memperluas basis mahasiswa; (7) meningkat-
menonjol, di mana menuntut sumber daya kan kualitas pelayanan; (8) mengurangi biaya
manusia harus memiliki kemampuan dan operasi; (9) mengembangkan produk dan
keterampilan yang tinggi dan dapat mengikuti layanan baru.
perkembangan teknologi dan informasi. Seiring dengan perkembangan teknologi
Sehingga tidak terjadi ketimpangan antara informasi yang semakin pesat, kebutuhan akan
Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2) 502
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)
suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar Semarang (IAIN) yang merupakan perguruan
(pendidikan) berbasis teknologi informasi tinggi negeri berbasis Islam. Di mana dalam
menjadi sangat diperlukan. Konsep yang pembelajarannya juga memanfaatkan internet
kemudian terkenal dengan sebutan e-learning untuk pendidikan dan tidak hanya untuk
ini membawa pengaruh terjadinya proses pendidikan jarak jauh, akan tetapi juga
transformasi pendidikan konvensional ke dalam dikembangkan dalam sistem pendidikan
bentuk digital, puas secara isi (content) dan konvensional, selain itu juga terus melakukan
sistemnya. Saat ini konsep e-learning sudah pembenahan dan pengembangan model
banyak diterima oleh masyarakat dunia, terbukti pembelajaran berbasis internet dalam
dengan maraknya implementasi e-learning di mendukung sistem pendidikan konvensional.
lembaga pendidikan (sekolah, training dan E-learning sebagai suatu inovasi ternyata
universitas) maupun industri. dalam penerapannya di IAIN Walisongo
Hakekat e-learning adalah bentuk Semarang selalu saja menimbulkan pro dan
pembelajaran konvensional yang dituangkan kontra. Yang pro dengan berbagai dalih
dalam format digital melalui teknologi internet. meyakinkan akan manfaat kecanggihan
Sistem ini dapat digunakan dalam pendidikan teknologi ini seperti: memudahkan komunikasi,
jarak jauh atau pendidikan konvensional. Oleh sumber informasi dunia, memudahkan
karena itu mengembangkan model ini tidak kerjasama, hiburan, berbelanja, dan kemudahan
sekedar menyajikan materi pelajaran ke dalam aktivitas lainnya. Sebaliknya yang kontra
internet tetapi perlu dipertimbangkan secara menunjukkan sisi negatifnya, antara lain: biaya
logis dan memegang prinsip pembelajaran. relatif besar dan mudahnya pengaruh budaya
Begitu pula desain pengembangan yang asing. Begitu juga dengan mahasiswanya, juga
sederhana, personal, dan cepat. memiliki pandangan masing-masing baik itu
Berbagai pengertian tentang e-learning positif maupun negatif terhadap penerapan e-
saat ini sebagian besar mengacu pada learning dalam pembelajaran di IAIN Walisongo
pembeajaran yang menggunakan teknologi Semarang.
internet. Seperti pengertian dari Rosenberg Internet sebagai media baru ini juga
menekankan bahwa e-learning merujuk pada belum begitu familier dengan masyarakat,
penggunaan teknologi internet untuk termasuk personil lembaga pendidikan. Oleh
mengirimkan serangkaian solusi yang dapat karena itu perlu dilakukan kajian, penelitian, dan
meningkatkan solusi yang dapat meningkatkan pengembangan model e-learning. Sehingga
pengetahuan dan keterampilan. Hal ini senada dalam penelitian ini, penulis mencoba
dengan Cambell dan Kamarga (2002) yang menganalisa dan menjelaskan faktor-faktor
intinya menggunakan media internet dalam yang mempengaruhi penerapan e-learning dan
pendidikan sebagai hakikat e-learning. Bahkan respon atau tanggapan mahasiswa terhadap
Onno W. Purbo (2002) menjelaskan bahwa penerapan e-learning dalam pembelajaran di
istilah “e” atau singkatan dari elektronik dalam IAIN Walisongo Semarang.
e-learning digunakan sebagai istilah untuk
segala teknologi yang digunakan untuk 1.2. Batasan Masalah
mendukung usaha-usaha pengajaran lewat Penelitian ini perlu pembatasan masalah agar
teknologi internet. pembahasannya tidak melebar dan rumusan
Penggunaan e-learning dalam masalah tidak terlalu luas. Adapun batasan
pembelajaran dipertegas dengan adanya masalahnya adalah sebagai berikut:
Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 1) Subjek penelitian adalah mahasiswa, tenaga
107/U/2001 tentang penyelenggaraan Program pengajar (dosen) dan tenaga teknis di IAIN
Pendidikan Tinggi Jarak Jauh. Dengan adanya Walisongo Semarang, namun untuk subjek
Keputusan Menteri Pendidikan tersebut dan ini dibatasi hanya pada Program Pasca
melihat perkembangan teknologi yang semakin Sarjana IAIN Walisongo Semarang dengan
cepat, maka hal ini menuntut perguruan tinggi rincian: mahasiswa semester IV angkatan
baik negeri maupun swasta ataupun perguruan tahun 2010 konsentrasi Islamic Studies,
tinggi Islam dan umum untuk lebih memajukan tenaga pengajar (dosen) yang mengajar
pendidikan dan pembelajarannya dengan semester IV tahun 2012 dan tenaga teknis di
memanejemen dan mengelola sumber daya Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo
manusia di bidang teknologi informasi serta Semarang.
memfasilitasi baik mahasiswa maupun 2) Objek dalam penelitian ini adalah faktor-
dosennya untuk lebih aktif dan kreatif faktor yang mempengaruhi penerapan e-
menggunakan teknologi. learning di Program Pasca Sarjana IAIN
Sama halnya di perguruan tinggi Islam, Walisongo Semarang dan respon atau
salah satunya yang ada di Kota Semarang yakni tanggapan mahasiswa terhadap penerapan
Institut Agama Islam Negeri Walisongo
Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2) 503
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)
e-learning di Program Pasca Sarjana IAIN sentral dari pengertian dan pemaknaan yang
Walisongo Semarang. dibuat mengenai masalah itu.
Data yang hendak dikumpulkan adalah
1.3. Rumusan Masalah mengenai faktor yang mempengaruhi dan
E-learning sebagai suatu inovasi di respon mahasiswa terhadap penerapan e-
bidang pendidikan yang digunakan sebagai learning dalam pembelajaran di Program Pasca
media pembelajaran di Program Pasca Sarjana Sarjana IAIN Walisongo Semarang.
IAIN Walisongo Semarang juga mengalami pro Sumber data terdiri dari data primer dan
dan kontra dalam penerapannya. Di sisi lain data sekunder. Sumber data primer dalam
banyak yang memandang positif dan disatu sisi penelitian ini berasal dari observasi dan
menganggap sebagai suatu pemborosan wawancara terhadap semua mahasiswa
karena biaya operasionalnya yang mahal. Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo
Melihat kondisi seperti ini, maka penulis tertarik Semarang konsentrasi Islamic Studies semester
untuk mengadakan penelitian mengenai IV angkatan tahun 2010. Tenaga pengajar
penerapan e-learning dalam pembelajaran di (dosen) yang mengajar di semester IV tahun
Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo 2012 dan tenaga teknis di Program Pasca
Semarang. Oleh karena itu, rumusan masalah Sarjana IAIN Walisongo Semarang. Data
dalam penelitian ini adalah: sekunder berasal dari penelitian terhadap karya-
1) Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi karya literatur yang terkait dengan judul
penerapan e-learning dalam pembelajaran di penelitian. Data sekunder ini juga berupa data
Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo tertulis yang terdiri dari literatur ilmu pendidikan
Semarang? dan pembelajaran, internet dan aplikasinya
2) Bagaimana respon atau tanggapan serta media pembelajaran.
mahasiswa terhadap penerapan e-learning Jenis data yang akan dicari adalah segala
dalam pembelajaran di Program Pasca pernyataan subyek dan obyek penelitian yang
Sarjana IAIN Walisongo Semarang? merupakan jawaban atas pertanyaan yang
diajukan peneliti. Jenis data yang dimaksud
adalah semua data yang berkaitan dengan
1.4. Tujuan Penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi dan respon
Tujuan dari penelitian ini adalah: mahasiswa terhadap penerapan e-learning
1) Ingin mendeskripsikan faktor-faktor yang dalam pembelajaran di Program Pasca Sarjana
mempengaruhi penerapan e-learning IAIN Walisongo Semarang.
dalam pembelajaran di Program Pasca Jumlah informan ditetapkan dengan
Sarjana IAIN Walisongo Semarang. menggunakan teknik snow-ball, yakni
2) Ingin mendeskripsikan respon atau penggalian data melalui wawancara-mendalam
tanggapan mahasiswa terhadap penerapan dari satu informan ke informan lainnya dan
e-learning dalam pembelajaran di Program seterusnya sampai peneliti tidak menemukan
Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang. informasi baru lagi, jenuh, informasi “tidak
berkualitas” lagi.
1.5. Manfaat Penelitian Analisis data yang digunakan oleh peneliti
Adapun manfaat penelitian ini adalah: menggunakan Analisis Interaktf Miles dan
1) Bagi perguruan tinggi Huberman. Miles dan Huberman (dalam Pawito,
Dengan diketahuinya faktor-faktor yang 2007: 104) yaitu: analisis menggunakan
mempengaruhi penerapan e-learning Interaktive Model. Teknik analisis ini pada
dalam pembelajaran, maka pihak dasarnya terdiri dari 3 komponen yaitu: reduksi
perguruan tinggi dapat menetapkan dan data, penyajian data dan penarikan serta
memberikan kebijakan untuk menunjang pengujian kesimpulan.
peningkatan faktor-faktor yang dinyatakan Sedangkan untuk pemeriksaan
masih belum berjalan maksimal atau keabsahan data dalam penelitian ini melalui
mengalami kendala. teknik triangulasi, yakni teknik pemeriksaan
2) Bagi penulis keabsahan data yang lain diluar data yang telah
Penelitian ini sebagai makalah pendamping diperoleh untuk keperluan pengecekan atau
dalam Seminar Riset Unggulan Nasional sebagai pembanding data yang telah diperoleh.
Informatika 2012 di Universitas Surakarta. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini
adalah triangulasi data (triangulasi sumber)
1.6. Metode Penelitian yaitu pada upaya peneliti untuk mengakses
Penelitian ini menggunakan pendekatan sumber-sumber yang lebih bervariasi untuk
kualitatif. Penelitian kualitatif dapat didefinisikan memperoleh data yang berkenaan dengan
sebagai suatu penelitian interpretatif terhadap persoalan yang sama. Hal ini berarti peneliti
suatu masalah, di mana peneliti merupakan bermaksud menguji data yang diperoleh dari
Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2) 504
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)
satu sumber (untuk dibandingkan) dengan data keterampilan. Menurut Khoe Yao Tung (2000)
dari sumber lain. Dari sini peneliti akan sampai mengatakan bahwa setelah kehadiran guru
pada salah satu kemungkinan data yang dalam arti sebenarnya, internet akan menjadi
diperoleh ternyata konsisten, tidak konsisten suplemen dan komplemen dalam menjadikan
atau berlawanan. Dengan cara begini peneliti wakil guru yang mewakili sumber belajar yang
kemudian dapat mengungkapkan gambaran penting di dunia.
yang lebih memadahi (beragam perspektif) Berdasarkan dari beberapa pengertian di
mengenai permasalahan yang diteliti. (Pawito, atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
2007: 99). berbasis e-learning di perguruan tinggi adalah
pemanfaatan teknologi informasi dan
2.1. Pengertian Pembelajaran Berbasis E- komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar,
Learning dengan tujuan memudahkan mahasiswa dan
Pembelajaran adalah setiap perubahan dosen dalam menggapai tujuan belajar.
perilaku yang relatif permanen, terjadi sebagai Teknologi informasi dan komunikasi yang
hasil dari pengalaman (Robbins, 2007: 69). digunakan adalah aplikasi dari program
Sebagai bagian dari sistem, sasaran dikomputer yang tersambung secara jaringan,
pembelajaran adalah merubah masukan berupa baik secara intranet maupun internet.
siswa yang belum terdidik menjadi manusia
yang terdidik (proses transformasi), tujuannya 2.2. Karakteristik Pembelajaran E-Learning
adalah membantu orang atau siswa untuk Model pembelajaran berbasis e-learning
belajar. termasuk dalam model pembelajaran yang
Adapun pengertian e-learning menurut masih relatif baru. Karakteristik pembelajaran
(Soekartawi, 2007) adalah e-learning is a berbasis e-learning pun sangat bervariasi
generic term for all technologically supported tergantung pada implementasinya dalam dunia
learning using an array of teaching and learning pendidikan.
tools as phone bridging, audio and videotapes, Menurut Surjono (2007) implementasi
teleconferencing, satellite transmissions, and dari pembelajaran berbasis e-learning
the more recognized web-based training or setidaknya ada dua, yaitu: pertama,
computer aided instruction also commonly pembelajaran berbasis e-learning yang
referred to as online courses. diselenggarakan secara sederhana, sekedar
Dikatakan oleh Darin E. Hartley bahwa: e- kumpulan bahan pembelajaran yang dimuat
learning merupakan suatu jenis belajar dalam web server dengan tambahan forum
mengajar yang memungkinkan tersampaikan- komunikasi lewat e-mail atau milist. Kedua,
nya bahan ajar ke mahasiswa dengan terpadu melalui portal e-learning yang berisi
menggunakan media internet, intranet atau berbagai obyek pembelajaran yang diperkaya
media jaringan komputer lain. Nugraha (2007) dengan multimedia serta dipadukan dengan
mengutip dari LearnFrame.Com dalam Glossary sistem informasi akademik, evaluasi,
of e-learning Terms (Glossary, 2001) komunikasi, diskusi dan berbagai education
menyatakan suatu definisi yang lebih luas tools lainnya. Implementasi pembelajaran
bahwa: e-learning adalah sistem pendidikan berbasis e-learning bisa masuk ke dalam
yang menggunakan aplikasi elektronik untuk kategori tersebut, yakni bisa terletak diantara
mendukung belajar mengajar dengan media keduanya, atau bahkan bisa merupakan
internet, jaringan komputer maupun komputer gabungan beberapa komponen dari dua sisi
stand alone. tersebut.
Pengertian e-learning yang sederhana Meskipun implementasi sistem e-learning
dikatakan oleh Maryati dalam Nugraha (2007), yang ada sekarang ini sangat bervariasi, namun
e-learning terdiri dari dua bagian yaitu e- yang semua didasarkan atas suatu prinsip atau
merupakan singkatan dari elektronika dan konsep bahwa e-learning dimaksudkan sebagai
learning yang berarti pembelajaran. Jadi e- upaya pendistribusian materi pembelajaran
learning berarti pembelajaran dengan melalui media elektronik atau internet sehingga
menggunakan jasa bantuan perangkat peserta didik dapat mengaksesnya kapan saja
elektronika, khususnya perangkat komputer. dari seluruh penjuru dunia. Ciri pembelajaran
Definisi lain menurut beberapa pakar berbasis e-learning adalah terciptanya
teknologi informasi, seperti yang terdapat dalam lingkungan belajar yang flexible dan distributed.
artikel IPTEK yang disusun oleh Asep Herman Mahasiswa menjadi sangat flexible dalam
Suyanto (2005) adalah sebagai berikut: menurut memilih waktu dan tempat belajar karena
Rosenberg menekankan bahwa e-learning mereka tidak harus datang di suatu tempat pada
merujuk pada penggunaan teknologi internet waktu tertentu. Pihak pengajar dapat
untuk mengirimkan serangkaian solusi yang memperbaharui materi pembelajaran kapan
dapat meningkatkan pengetahuan dan saja dan di mana saja. Berdasarkan segi isi,
Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2) 505
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)
materi pembelajaran pun dapat dibuat sangat dalam proses mengajar menggunakan e-
flexible mulai dari bahan kuliah yang berbasis learning, dari dulunya hanya mendidik dan
teks sampai materi pembelajaran yang sarat mengajar tentang materi kuliah, sekarang
dengan komponen multimedia. Distributted bertambah membimbing mahasiswa dalam
learning menunjuk pada pembelajaran di mana pengoperasian e-learning.
pengajar, mahasiswa dan materi pembelajaran
terletak di lokasi yang berbeda, sehingga
mahasiswa dapat belajar kapan saja dan dari 2.3. Fungsi Pembelajaran Berbasis E-
mana saja. Learning
Sistem e-learning dapat Menurut Siahaan (2001) menyebutkan
diimplementasikan dalam bentuk asynchronous, ada 3 (tiga) fungsi pembelajaran elektronik
synchronous atau campuran dari keduanya. terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas
Contoh e-learning asynchrounous banyak (classroom instruction), yaitu sebagai suplemen
dijumpai di internet baik sederhana maupun yang sifatnya pilihan (opsional), pelengkap
terpadu melalui portal e-learning, sedangkan (komplemen), atau pengganti (substitusi).
dalam e-learning synchrounous, dosen atau 1) Suplemen, dikatakan berfungsi sebagai
pengajar dan mahasiswa harus berada di depan supplemen (tambahan) apabila mahasiswa
komputer secara bersama–sama karena proses mempunyai kebebasan memilih, apakah
pembelajaran dilaksanakan secara live, baik akan memanfaatkan materi perkuliahan
melalui video maupun audio converence. elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada
Pemakaian asynchronous, synchronous secara kewajiban atau keharusan bagi mahasiswa
bersamaan biasa disebut Blended learning, untuk mengakses materi perkuliahan
yakni pembelajaran yang menggabungkan elektronik. Sekalipun sifatnya opsional,
semua bentuk pembelajaran misalnya on-line, mahasiswa yang memanfaatkannya tentu
live, maupun tatap muka (Surjono, 2007). akan memiliki tambahan pengetahuan atau
Berdasarkan definisi dan implementasi wawasan.
pembelajaran berbasis e-learning di atas, dapat 2) Komplemen (pelengkap), dikatakan
diketahui karakteristik pembelajaran berbasis e- berfungsi sebagai komplemen (pelengkap)
learning sebagai berikut: pertama, apabila materi perkuliahan elektronik
memanfaatkan komputer sebagai media diprogramkan untuk melengkapi materi
pembelajaran. Proses pembelajaran dalam perkuliahan yang diterima mahasiswa di
kelas maupun luar kelas melibatkan teknologi dalam ruang kuliah. Sebagai komplemen
elektronik, komputer sebagai salah satu hasil berarti materi perkuliahan elektronik
karya dari kemajuan teknologi dapat digunakan diprogramkan untuk menjadi materi
menggantikan media yang masih bersifat reinforcement (pengayaan) atau remedial
konvensional. bagi mahasiswa di dalam mengikuti kegiatan
Kedua, memanfaatkan teknologi jaringan pembelajaran konvensional. Materi
komputer, computer didesain agar dosen dan pembelajaran (perkuliahan) elektronik
mahasiswa dapat berinteraksi, diharapkan dikatakan sebagai enrichment, apabila
dapat terjadi proses belajar mengajar seperti mahasiswa dapat dengan cepat
proses belajar mengajar dalam kelas. Proses menguasai/memahami materi perkuliahan
interaksi dalam sebuah komputer yang telah yang disampaikan dosen secara tatap muka
didesain jaringan, juga masih berlaku walaupun (fast learners) dan diberikan kesempatan
proses belajar terjadi dalam kelas, mengingat untuk mengakses materi pembelajaran
kegiatan proses belajar mengajar dalam kelas elektronik yang memang secara khusus
pasti membutuhkan komunikasi dua arah antara dikembangkan untuk mahasiswa. Tujuannya
dosen dan mahasiswa. agar semakin memantapkan tingkat
Ketiga adalah menggunakan bahan ajar penguasaan mahasiswa terhadap materi
bersifat mandiri (self learning materials) kuliah yang disajikan dosen di dalam kelas.
disimpan di komputer sehingga dapat diakses Dikatakan sebagai program remedial,
oleh dosen dan mahasiswa kapan saja dan di apabila mahasiswa yang mengalami
mana saja bila yang bersangkutan kesulitan memahami materi kuliah yang
memerlukannya. disampaikan dosen secara tatap muka di
Keempat, membutuhkan pembimbing, e- kelas (slow learners), setelah itu diberikan
learning tetap membutuhkan dosen, bukan kesempatan untuk memanfaatkan materi
menghilangkan dosen ataupun menggantikan pembelajaran elektronik yang memang
peran dosen dalam proses belajar mengajar. secara khusus dirancang untuk mahasiswa.
Kehadiran e-Learning hanya sebagai media Tujuannya agar mahasiswa semakin lebih
belajar, tidak kurang dan tidak lebih. mudah memahami materi pelajaran yang
Penambahan materi ajar dosen bertambah disampaikan dosen di kelas.
Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2) 506
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)
3) Substitusi (pengganti), beberapa perguruan 3) Menjangkau mahasiswa dalam cakupan
tinggi di negara maju memberikan beberapa yang luas (potential to reach a global
alternatif model kegiatan pembelajaran/ audience). Jumlah mahasiswa yang dapat
perkuliahan kepada para mahasiswanya. dijangkau melalui kegiatan pembelajaran
Tujuannya agar mahasiswa dapat fleksibel elektronik semakin lebih banyak atau
mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai meluas. Ruang dan tempat serta waktu tidak
dengan waktu dan aktivitas mahasiswa. lagi menjadi hambatan. Siapa saja, di mana
saja, dan kapan saja, seseorang dapat
belajar. Interaksi dengan sumber belajar
2.4. Manfaat Pembelajaran Berbasis E- dilakukan melalui internet. Kesempatan
Learning belajar benar-benar terbuka lebar bagi yang
Manfaat pembelajaran berbasis e- membutuhkan.
learning, menurut A. W. Bates (dalam 4) Mempermudah penyempurnaan dan
Nasirulloh, 2007) adalah: penyimpanan materi pembelajaran (easy
1) Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran updating of content as well as archivable
antara mahasiswa dengan dosen atau capabilities). Fasilitas yang tersedia dalam
instruktur (enhance interactivity). Apabila teknologi internet dan berbagai perangkat
dirancang secara cermat, pembelajaran lunak yang terus berkembang turut
elektronik dapat meningkatkan kadar membantu mempermudah pengembangan
interaksi pembelajaran, baik antara bahan belajar elektronik. Penyempurnaan
mahasiswa dengan dosen/instruktur, antara atau pemutakhiran bahan belajar sesuai
sesama mahasiswa, maupun antara dengan tuntutan perkembangan materi
mahasiswa dengan bahan belajar (enhance keilmuannya dapat dilakukan secara periodik
interactivity). Berbeda halnya dengan dan mudah. Penyempurnaan metode
pembelajaran yang bersifat konvensional. penyajian materi perkuliahan dapat
Tidak semua mahasiswa dalam kegiatan dilakukan, baik yang didasarkan atas umpan
pembelajaran konvensional berani atau balik dari mahasiswa maupun atas hasil
mempunyai kesempatan untuk mengajukan penilaian dosen selaku penanggung-jawab
pertanyaan ataupun menyampaikan atau pembina materi perkuliahan.
pendapatnya di dalam diskusi. Hal tersebut
di atas disebabkan, karena pada 2.5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi E-
pembelajaran yang bersifat konvensional, Learning
kesempatan yang ada atau yang disediakan Ada beberapa faktor yang dapat dijadikan
dosen/instruktur untuk berdiskusi atau tolak ukur keberhasilan e-learning, diantara
bertanya jawab sangat terbatas. Biasanya faktor tersebut adalah operation management,
kesempatan yang terbatas cenderung trainee management, contents management, IT
didominasi oleh beberapa mahasiswa yang management dan culture management (Jia,
cepat tanggap dan berani. Keadaan yang Wang, Ran, Yang, Liao, & Chiu, 2011: 38).
demikian ini tidak akan terjadi pada Pendapat lain mengemukakan bahwa ada
pembelajaran berbasis e-learning. beberapa faktor penting yang mempengaruhi
Mahasiswa yang malu maupun yang ragu- keberhasilan e-learning, menurut Selim (2007:
ragu atau kurang berani mempunyai peluang 49) kesuksesan e-learning ditentukan oleh
yang luas untuk mengajukan pertanyaan empat hal yakni dosen (tenaga pengajar),
maupun menyampaikan mahasiswa, teknologi dan pendukung. Dosen
pernyataan/pendapat tanpa merasa diawasi harus memiliki kemampuan dalam mengajar
atau mendapat tekanan dari teman sekelas. dengan memanfaatkan e-learning. Dengan kata
2) Memungkinkan terjadinya interaksi lain, dosen harus menguasai tiga hal yaitu:
pembelajaran dari mana dan kapan saja sikap yang baik, kemampuan mengajar yang
(time and place flexibility). Mengingat menarik, dan kemampuan menggunakan
sumber belajar yang sudah dikemas secara teknologi. Motivasi mahasiswa dan kemampuan
elektronik dan tersedia untuk diakses oleh mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi juga
mahasiswa melalui internet, sehingga sangat mempengaruhi keberhasilan e-learning.
mahasiswa dapat melakukan interaksi Kemudahan akses internet di kampus,
dengan sumber belajar ini kapan saja dan kemudahan membuka web e-learning dan
dari mana saja. Demikian juga dengan reliabilitas infrastruktur jaringan komputer
tugas-tugas kuliah, dapat diserahkan kepada kampus adalah faktor penunjang keberhasilan
dosen begitu selesai dikerjakan. Tidak perlu e-learning ditinjau dari sisi teknologi. Sedangkan
menunggu sampai ada janji untuk bertemu yang dimaksud dengan faktor pendukung
dengan dosen. adalah adanya akses ke web perpustakaan
pusat dan mencari materi kuliah, adanya
Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2) 507
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)
technical support yang selalu siap membantu konsentrasi Islamic Studies serta tenaga teknis
saat dibutuhkan dan kemudahan dalam di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo
mencetak tugas dan materi kuliah. Semarang, menjelaskan bahwa penerapan e-
Suatu institusi (perguruan tinggi atau learning dalam proses perkuliahan di Program
perusahaan) yang belum siap menggunakan e- Pasca Sarjana IAIN Walisongo belum dapat
learning tidak dapat dipaksa untuk berjalan maksimal (dengan baik) dikarenakan
menggunakan e-learning. Jika tetap dipaksakan beberapa faktor yaitu:
maka hasil yang diberikan juga tidak akan 1) Terbatasnya sumber daya manusia di bidang
maksimal. Untuk mencapai keberhasilan teknologi informasi
diperlukan kesiapan sebelum penerapan e- Tenaga teknis di bidang teknologi informasi
learning. Beberapa penelitian telah dan komputerisasi di Program Pasca
merumuskan faktor-faktor kesiapan yang Sarjana IAIN Walisongo Semarang masih
mempengaruhi keberhasilan e-learning (Darab sangat terbatas. Untuk saat ini tahun 2012
& Montazer, 2011: 56). Ada dua pendapat yang saja baru ada 2 orang untuk tenaga teknis
diberikan para peneliti mengenai faktor bagian informasi dan komputerisasi. Dengan
kesiapan e-learning. Pendapat pertama, terbatasnya sumber daya manusia di bidang
keberhasilan e-learning dipengaruhi oleh teknologi informasi ini sangat mempengaruhi
kebijakan institusi dan ketersediaan TIK. berhasil tidaknya proses pembelajaran
Pendapat kedua, adalah evaluasi tentang dengan e-learning. Selain itu dengan
faktor-faktor yang mempengaruhi outcome e- kurangnya tenaga teknis yang ada, maka
learning secara langsung (Keramati, Afshari- ketika dosen dan mahasiswa mengalami
Mofrad & Kamrani, 2011: 57). kesulitan dengan penggunaan e-learning,
Dengan melihat beberapa hasil penelitian tenaga teknis tersebut terkadang belum
di atas dan teori-teori mengenai e-learning, dapat membantu, dikarenakan jumlah dosen
maka penelitian ini difokuskan pada faktor-faktor dan mahasiswa lebih banyak dibanding
yang mempengaruhi keberhasilan penerapan e- dengan tenaga teknis.
learning dalam perkuliahan di Program Pasca 2) Kurangnya fasilitas dan infrastruktur yang
IAIN Walisongo Semarang. memadahi
Jaringan internet di kampus yang terkadang
3.1. Kerangka Pemikiran bermasalah sehingga sering terjadi not
connection, lambatnya jaringan internet
ketika mengakses web dan kurangnya
Perkembangan Tuntutan dalam fasilitas seperti laboratorium komputer juga
Teknologi Perkuliahan merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi terhadap pembelajaran
menggunakan e-learning di Program Pasca
Sarjana IAIN Walisongo Semarang. Hai
inilah yang terkadang membuat mahasiswa
Penerapan tidak memaksimalkan pembelajaran
E-Learning menggunakan e-learning, begitu pula
dengan dosen. Dengan kurangnya fasilitas
dan infrastruktur yang ada, membuat proses
perkuliahan di Program Pasca Sarjana IAIN
Faktor Keberhasilan Respon/Tanggapan Walisongo Semarang kembali ke model
E-Learning Mahasiswa konvensional, yaitu dengan datang dan
bertatap muka langsung antara mahasiswa
dengan dosen serta adanya absensi setiap
mata kuliah.
3) Rendahnya tingkat pemahaman mahasiswa
Positif Negatif
terhadap teknologi informasi
(Pro) (Kontra)
Mahasiswa semester IV konsentrasi Islamic
Gambar 3.1. Kerangka Pemikiran Studies di Program Pasca Sarjana IAIN
Walisongo Semarang mayoritas sudah
3.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi berusia 30 – 50 tahun dan mereka kurang
Penerapan E-Learning dalam memahami teknologi komputer, sehingga
Pembelajaran di Program Pasca Sarjana mahasiswa-mahasiswa yang berusia tua
IAIN Walisongo Semarang lebih banyak dibantu oleh mahasiswa-
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data mahasiswa yang lebih muda. Rendahnya
dari subjek penelitian yaitu para dosen yang tingkat pemahaman mahasiswa terhadap
mengajar dan mahasiswa semester IV teknologi informasi dan komputer,
Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2) 508
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)
khususnya pada pembelajaran e-learning 1) Respon Positif
adalah karena (1) faktor usia yang sudah Mahasiswa menganggap bahwa e-learning
tua, (2) tingkat pemahaman, daya ingat dan sangat bermanfaat sebagai media
daya serap terhadap informasi (ilmu pembelajaran, karena memberikan
pengetahuan) mengalami penurunan. kemudahan dalam berkomunikasi antara
Dengan beberapa permasalahan inilah mahasiswa dengan dosen. Selain itu,
penerapan e-learning dalam pembelajaran di dengan adanya e-learning mahasiswa dapat
Program Pasca IAIN Walisongo Semarang mengikuti perkembangan teknologi, terutama
belum dapat berjalan secara maksimal dan mahasiswa yang berusia tua, mau tidak mau
belum memberikan hasil yang optimal. mereka harus belajar teknologi. Hal inilah
yang dinilai positif karena memberikan
Beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan baru dan melatih mahasiswa
penerapan e-learning dalam pembelajaran di untuk berkembang. E-learning juga menjadi
Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo sebuah sumber informasi bagi mahasiswa
Semarang yaitu terbatasnya sumber daya dalam mengakses materi-materi perkuliahan
manusia di bidang teknologi informasi, fasilitas serta memberikan kemudahan mahasiswa
dan infrastruktur yang kurang memadahi serta untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah.
kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap 2) Respon Negatif
teknologi informasi, sesuai dengan teori dan Dalam menanggapi masalah e-learning
hasil penelitian yang ada sebelumnya yaitu hasil mahasiswa Program Pasca Sarjana IAIN
penelitian Darab & Montazer, (2011: 56) yang Walisongo Semarang memang mengalami
menjelaskan bahwa keberhasilan e-learning perbedaan sudut pandang dan penilaian
dipengaruhi oleh kebijakan institusi dan terhadap penerapan e-learning. Sebagian
ketersediaan TIK. mahasiswa merespon negatif dengan
Selain itu hasil penelitian ini juga sesuai adanya e-learning dikarenakan biaya
dengan teori yang dijelaskan Selim (2007: 49) operasional untuk e-learning terlalu mahal
bahwa kesuksesan e-learning ditentukan oleh dan tidak sebanding dengan hasil yang
empat hal yakni dosen (tenaga pengajar), didapat. Hal ini dikarenakan pembelajaran
mahasiswa, teknologi dan pendukung. Dosen menggunakan e-learning belum dapat
harus memiliki kemampuan dalam berjalan dengan baik di Program Pasca
memanfaatkan e-learning. Mahasiswa juga Sarjana IAIN Walisongo Semarang. Selain
harus mampu memanfaatkan teknologi. itu, pembelajaran menggunakan e-learning
Kemudahan akses internet di kampus, dirasa kurang efektif karena antara
kemudahan membuka web e-learning dan mahasiswa dengan dosen tidak dapat
reliabilitas infrastruktur jaringan komputer bertatap muka langsung, sehingga
kampus. Serta adanya technical support yang permasalahan atau tugas kuliah tidak dapat
selalu siap membantu saat dibutuhkan. didiskusikan bersama dengan dosen atau
Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil mahasiswa lain dalam sebuah forum ilmiah.
penelitian ini mengenai faktor-faktor yang Beberapa mahasiswa lain juga berpendapat
mempengaruhi dikat penerapan e-learning bahwa dengan adanya e-learning
dalam pembelajaran di Program Pasca Sarjana memunculkan sifat individualis antar
IAIN Walisongo Semarang sesuai dengan teori. mahasiswa.
Jadi dapat dikatakan bahwa antara teori dengan
hasil lapangan (fakta) sesuai dan saling 4. PENUTUP
mendukung. Penerapan e-learning dalam
pembelajaran di perguruan tinggi merupakan
3.3. Respon atau Tanggapan Mahasiswa salah satu bentuk perkembangan teknologi di
terhadap Penerapan E-Learning dalam bidang pendidikan. Setiap perkembangan
Pembelajaran di Program Pasca Sarjana teknologi tentunya membawa manfaat dan
IAIN Walisongo Semarang dampak. Berdasarkan analisa dan hasil
Respon atau tanggapan dari mahasisawa pembahasan yang telah dilakukan dikaitkan
semester IV konsentrasi Islamic Studies di dengan rumusan masalah dan tujuan yang telah
Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo ditetapkan, maka dapat diambil kesimpulan
terhadap penerapan e-learning dalam sebagai berikut:
pembelajaran, sangat bervariasi. Ada dua 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi
respon yang muncul, yakni ada yang penerapan e-learning dalam pembelajaran di
memandang negatif ada pula yang merespon Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo
positif terhadap penerapan e-learning dalam Semarang adalah terbatasnya sumber daya
pembelajaran di Program Pasca Sarjana IAIN manusia di bidang teknologi informasi,
Walisongo Semarang. fasilitas dan infrastruktur yang kurang
Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2) 509
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)
memadahi serta rendahnya tingkat 7) Nasirulloh, Muhammad, Manfaat e-Learning
pemahaman mahasiswa terhadap teknologi untuk pendidikan, Makalah diterbitkan,
informasi. Hal inilah yang menghambat dan http://media.diknas.go.id, 2007.
mempengaruhi keberhasilan penerapan e-
learning di Program Pasca Sarjana IAIN 8) Pawito, Penelitian Komunikasi Kualitatif, PT.
Walisongo Semarang. LKiS Pelangi Aksara, Yogyakarta, 2007.
2) Respon atau tanggapan mahasiswa
terhadap penerapan e-learning dalam 9) Purbo, Onno W, Mengenal E-commerce, PT.
pembelajaran di Program Pasca Sarjana Elex Media Komputindo, Jakarta, 2000.
IAIN Walisongo Semarang sangat bervariasi.
Di satu sisi mahasiswa merespon positif 10) Robbins, Stephen P., Organizational
th
dikarenakan (a) e-learning memberikan Behavior 12 , Prentice Hall, New Jersey,
kemudahan dalam berkomunikasi antara 2007.
mahasiswa dengan dosen, (b) mahasiswa
dapat mengikuti perkembangan teknologi, (c) 11) Siahaan, S, E-Learning (Pembelajaran
menjadi sumber informasi bagi mahasiswa Elektronik) Sebagai Salah Satu Alternatif
untuk mengakses materi perkuliahan dan Kegiatan Pembelajaran, Balitbang
tugas kuliah. Sedangkan disatu sisi lain Depdiknas, Jakarta, 2001.
mahasiswa merespon negatif dengan
adanya e-learning dikarenakan (a) biaya 12) Selim, H. M, Critical Success Factors for E-
operasional mahal dan tidak sebanding Learning Acceptance: Confirmatory Factor
dengan hasil yang didapat, (b) pembelajaran Models, Computer & Education, 2007
e-learning kurang efektif karena antara
mahasiswa dengan dosen tidak dapat 13) Soekartawi, Merancang dan
bertatap muka langsung dan berdiskusi, (c) menyelenggarakan e-Learning, Ardana
adanya e-learning memunculkan sifat Media, Yogyakarta, 2007.
individualis antar mahasiswa.
14) Surjono, Dwi, Herman, Pengantar E-
Learning dan Penyiapan Materi, Makalah
DAFTAR PUSTAKA diklat dosen FT UNY,
http:herman//.elearning-jogja.org, 2008.
1) Darab, B., & Montazer, G.A, An Eclectric
Model for assessing e-learning readiness in 15) Suyanto, Herman, Asep, Mengenal e-
the Iranian Universities, 2011. Learning, Makalah diterbitkan di
http://www.asep-hs.web. ugm.ac.id, 2005.
2) Glossary, Glossary of e-Learning Terms,
LearnFrame.Com, 2001. 16) Tung, Khoe You., Teknologi Jaringan
Intranet, Andi, Yogyakarta, 2000.
3) Jia, H., Wang, M., Ran, W., Yang, S.J, Liao,
J & Chiu, D. K, Design of Performance- 17) Wahid, Fathul, 2007, Teknologi Informasi di
Oriented Workplace E-Learning System Perguruan Tinggi Peluang dan Tantangan
Using Ontology, 2011. (online), (www.geocities.com diakses tanggal
18 Juni 2009).
4) Kamarga, Hanny., Belajar Sejarah melalui e-
learning; Alternatif Mengakses Sumber
Informasi Kesejarahan, Inti Media, Jakarta,
2002.
5) Keramati, A., Afshari-Mofrad, M., & Kamrani,
A. The Role of Readiness Factors in E-
Learning Outcomes: An Empirical Study,
2011.
6) Nugraha, Warto Adi, 2009, E-learning VS I-
learning (online), http://ilmukomputer.org/wp-
content/uploads/2007/11/warto-e-
learning.doc, diakses tanggal 22 Juni 2009.
Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2) 510
Get documents about "