Docstoc

penerapan e-learning dalam pembelajaran di program pasca sarjana iain walisongo semarang

Document Sample
penerapan e-learning dalam pembelajaran di program pasca sarjana iain walisongo semarang Powered By Docstoc
					Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1                              ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)




        PENERAPAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN
   DI PROGRAM PASCA SARJANA IAIN WALISONGO SEMARANG
                         Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2)
          Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama Jepara
                        Jl. Taman Siswa (Pekeng) Tahunan Jepara 59427
                                  goeng_nugroho@yahoo.co.id

ABSTRAK: E-Learning adalah aplikasi yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi untuk
mengirimkan informasi untuk pelajaran dan pelatihan. Dengan laju perkembangan teknologi informasi
dan komunikasi, e-learning menjadi sebuah paradigma pendidikan modern salah satunya di
perguruan tinggi. Sebagai sebuah inovasi e-learning juga menimbulkan pro dan kontra.
       Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan e-
learning dan respon atau tanggapan mahasiswa terhadap penerapan e-learning dalam pembelajaran
di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari wawancara kepada dosen yang mengajar di semester IV
tahun 2012 dan mahasiswa semester IV angkatan 2010 konsentrasi Islamic Studies dan tenaga teknis
di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang. Selain itu data diperoleh juga dari observasi
dan studi literatur. Proses analisa data dalam penelitian ini menggunakan interaktif model dari Miles
Huberman yakni terdiri dari reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Sedangkan untuk
keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data.
       Berdasarkan analisis data hasil lapangan, maka ditemukan bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi penerapan e-learning dalam pembelajaran di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo
Semarang adalah terbatasnya sumber daya manusia di bidang teknologi informasi, fasilitas dan
infrastruktur yang kurang memadahi serta rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap teknologi
informasi. Sedangkan respon atau tanggapan mahasiswa terhadap penerapan e-learning dalam
pembelajaran di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang ada yang merespon positif
dikarenakan (a) e-learning memberikan kemudahan dalam berkomunikasi antara mahasiswa dengan
dosen, (b) mengikuti perkembangan teknologi, (c) sumber informasi bagi mahasiswa. Sedangkan
disatu sisi mahasiswa merespon negatif dikarenakan (a) biaya operasional mahal, (b) pembelajaran e-
learning kurang efektif karena antara mahasiswa dengan dosen tidak dapat bertatap muka langsung
dan berdiskusi, (c) adanya e-learning memunculkan sifat individualis antar mahasiswa.
  KATA KUNCI: E-Learning dan Pembelajaran

1.1. Latar Belakang                                  perkembangan      ilmu   pengetahuan     yang
       Perkembangan teknologi informasi saat         didukung perkembangan teknologi informasi
ini semakin pesat, hingga merambah pada              dan komunikasi dengan kemampuan sumber
semua aspek kehidupan, tidak terkecuali pada         daya manusia yang ada. Oleh karena itu, dalam
bidang pendidikan dan pelatihan. Meskipun            dunia pendidikan baik perguruan tinggi maupun
awalnya dari ilmu dan teknologi komunikasi,          sekolah-sekolah formal sudah menggunakan
namun dengan berkembangnya teknologi                 internet sebagai media pembelajaran. Hal ini
komputer baik software maupun kemampuan              dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber
hardware-nya, terjadilah pergeseran paradigma        daya manusia atau mencetak lulusan yang
yang berkembang pada tatanan masyarakat di           handal dan mampu bersaing.
mana terbentuk suatu tatanan masyarakat                     Pada beberapa studi tentang tujuan
informasi, yang menjadikan informasi sebagai         pemanfaatan teknologi informasi dibeberapa
salah satu aspek dan pilar terpenting dalam          perguruan tinggi terkemuka di Amerika, Alavi
kehidupan mereka.                                    dan Gallupe (2003) dalam Fathul Wahid (2007)
       Dengan adanya perkembangan teknologi          menemukan beberapa tujuan pemanfaatan
informasi ini membawa dampak yang besar bagi         teknologi informasi yaitu (1) competitive
pola hubungan antar individu, antar komunitas,       positioning; (2) meningkatan brand image; (3)
bahkan      antar     negara   atau    bangsa.       meningkatkan kualitas pembelajaran dan
Perkembangan        teknologi  informasi   dan       pengajaran; (4) meningkatkan kepuasan
komunikasi ini telah mengubah pemikiran baru         mahasiswa; (5) meningkatkan pendapatan; (6)
di masyarakat, peran ilmu pengetahuan sangat         memperluas basis mahasiswa; (7) meningkat-
menonjol, di mana menuntut sumber daya               kan kualitas pelayanan; (8) mengurangi biaya
manusia harus memiliki kemampuan dan                 operasi; (9) mengembangkan produk dan
keterampilan yang tinggi dan dapat mengikuti         layanan baru.
perkembangan       teknologi  dan    informasi.             Seiring dengan perkembangan teknologi
Sehingga tidak terjadi ketimpangan antara            informasi yang semakin pesat, kebutuhan akan

Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2)                                                 502
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1                              ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)




suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar         Semarang (IAIN) yang merupakan perguruan
(pendidikan) berbasis teknologi informasi           tinggi negeri berbasis Islam. Di mana dalam
menjadi sangat diperlukan. Konsep yang              pembelajarannya juga memanfaatkan internet
kemudian terkenal dengan sebutan e-learning         untuk pendidikan dan tidak hanya untuk
ini membawa pengaruh terjadinya proses              pendidikan jarak jauh, akan tetapi juga
transformasi pendidikan konvensional ke dalam       dikembangkan        dalam sistem pendidikan
bentuk digital, puas secara isi (content) dan       konvensional, selain itu juga terus melakukan
sistemnya. Saat ini konsep e-learning sudah         pembenahan dan pengembangan model
banyak diterima oleh masyarakat dunia, terbukti     pembelajaran        berbasis    internet    dalam
dengan maraknya implementasi e-learning di          mendukung sistem pendidikan konvensional.
lembaga pendidikan (sekolah, training dan                   E-learning sebagai suatu inovasi ternyata
universitas) maupun industri.                       dalam penerapannya di IAIN Walisongo
        Hakekat e-learning adalah bentuk            Semarang selalu saja menimbulkan pro dan
pembelajaran konvensional yang dituangkan           kontra. Yang pro dengan berbagai dalih
dalam format digital melalui teknologi internet.    meyakinkan        akan   manfaat      kecanggihan
Sistem ini dapat digunakan dalam pendidikan         teknologi ini seperti: memudahkan komunikasi,
jarak jauh atau pendidikan konvensional. Oleh       sumber       informasi    dunia,     memudahkan
karena itu mengembangkan model ini tidak            kerjasama, hiburan, berbelanja, dan kemudahan
sekedar menyajikan materi pelajaran ke dalam        aktivitas lainnya. Sebaliknya yang kontra
internet tetapi perlu dipertimbangkan secara        menunjukkan sisi negatifnya, antara lain: biaya
logis dan memegang prinsip pembelajaran.            relatif besar dan mudahnya pengaruh budaya
Begitu pula desain pengembangan yang                asing. Begitu juga dengan mahasiswanya, juga
sederhana, personal, dan cepat.                     memiliki pandangan masing-masing baik itu
        Berbagai pengertian tentang e-learning      positif maupun negatif terhadap penerapan e-
saat ini sebagian besar mengacu pada                learning dalam pembelajaran di IAIN Walisongo
pembeajaran yang menggunakan teknologi              Semarang.
internet. Seperti pengertian dari Rosenberg                 Internet sebagai media baru ini juga
menekankan bahwa e-learning merujuk pada            belum begitu familier dengan masyarakat,
penggunaan        teknologi    internet     untuk   termasuk personil lembaga pendidikan. Oleh
mengirimkan serangkaian solusi yang dapat           karena itu perlu dilakukan kajian, penelitian, dan
meningkatkan solusi yang dapat meningkatkan         pengembangan model e-learning. Sehingga
pengetahuan dan keterampilan. Hal ini senada        dalam penelitian ini, penulis mencoba
dengan Cambell dan Kamarga (2002) yang              menganalisa dan menjelaskan faktor-faktor
intinya menggunakan media internet dalam            yang mempengaruhi penerapan e-learning dan
pendidikan sebagai hakikat e-learning. Bahkan       respon atau tanggapan mahasiswa terhadap
Onno W. Purbo (2002) menjelaskan bahwa              penerapan e-learning dalam pembelajaran di
istilah “e” atau singkatan dari elektronik dalam    IAIN Walisongo Semarang.
e-learning digunakan sebagai istilah untuk
segala teknologi yang digunakan untuk               1.2. Batasan Masalah
mendukung usaha-usaha pengajaran lewat              Penelitian ini perlu pembatasan masalah agar
teknologi internet.                                 pembahasannya tidak melebar dan rumusan
        Penggunaan        e-learning       dalam    masalah tidak terlalu luas. Adapun batasan
pembelajaran dipertegas dengan adanya               masalahnya adalah sebagai berikut:
Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor         1) Subjek penelitian adalah mahasiswa, tenaga
107/U/2001 tentang penyelenggaraan Program             pengajar (dosen) dan tenaga teknis di IAIN
Pendidikan Tinggi Jarak Jauh. Dengan adanya            Walisongo Semarang, namun untuk subjek
Keputusan Menteri Pendidikan tersebut dan              ini dibatasi hanya pada Program Pasca
melihat perkembangan teknologi yang semakin            Sarjana IAIN Walisongo Semarang dengan
cepat, maka hal ini menuntut perguruan tinggi          rincian: mahasiswa semester IV angkatan
baik negeri maupun swasta ataupun perguruan            tahun 2010 konsentrasi Islamic Studies,
tinggi Islam dan umum untuk lebih memajukan            tenaga pengajar (dosen) yang mengajar
pendidikan dan pembelajarannya dengan                  semester IV tahun 2012 dan tenaga teknis di
memanejemen dan mengelola sumber daya                  Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo
manusia di bidang teknologi informasi serta            Semarang.
memfasilitasi     baik   mahasiswa       maupun     2) Objek dalam penelitian ini adalah faktor-
dosennya untuk lebih aktif dan kreatif                 faktor yang mempengaruhi penerapan e-
menggunakan teknologi.                                 learning di Program Pasca Sarjana IAIN
        Sama halnya di perguruan tinggi Islam,         Walisongo Semarang dan respon atau
salah satunya yang ada di Kota Semarang yakni          tanggapan mahasiswa terhadap penerapan
Institut Agama Islam Negeri Walisongo


Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2)                                                 503
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1                                  ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)




   e-learning di Program Pasca Sarjana IAIN             sentral dari pengertian dan pemaknaan yang
   Walisongo Semarang.                                  dibuat mengenai masalah itu.
                                                                Data yang hendak dikumpulkan adalah
1.3. Rumusan Masalah                                    mengenai faktor yang mempengaruhi dan
       E-learning sebagai suatu inovasi di              respon mahasiswa terhadap penerapan e-
bidang pendidikan yang digunakan sebagai                learning dalam pembelajaran di Program Pasca
media pembelajaran di Program Pasca Sarjana             Sarjana IAIN Walisongo Semarang.
IAIN Walisongo Semarang juga mengalami pro                      Sumber data terdiri dari data primer dan
dan kontra dalam penerapannya. Di sisi lain             data sekunder. Sumber data primer dalam
banyak yang memandang positif dan disatu sisi           penelitian ini berasal dari observasi dan
menganggap sebagai suatu pemborosan                     wawancara terhadap semua mahasiswa
karena biaya operasionalnya yang mahal.                 Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo
Melihat kondisi seperti ini, maka penulis tertarik      Semarang konsentrasi Islamic Studies semester
untuk     mengadakan      penelitian  mengenai          IV angkatan tahun 2010. Tenaga pengajar
penerapan e-learning dalam pembelajaran di              (dosen) yang mengajar di semester IV tahun
Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo                    2012 dan tenaga teknis di Program Pasca
Semarang. Oleh karena itu, rumusan masalah              Sarjana IAIN Walisongo Semarang. Data
dalam penelitian ini adalah:                            sekunder berasal dari penelitian terhadap karya-
1) Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi               karya literatur yang terkait dengan judul
   penerapan e-learning dalam pembelajaran di           penelitian. Data sekunder ini juga berupa data
   Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo                 tertulis yang terdiri dari literatur ilmu pendidikan
   Semarang?                                            dan pembelajaran, internet dan aplikasinya
2) Bagaimana       respon     atau   tanggapan          serta media pembelajaran.
   mahasiswa terhadap penerapan e-learning                      Jenis data yang akan dicari adalah segala
   dalam pembelajaran di Program Pasca                  pernyataan subyek dan obyek penelitian yang
   Sarjana IAIN Walisongo Semarang?                     merupakan jawaban atas pertanyaan yang
                                                        diajukan peneliti. Jenis data yang dimaksud
                                                        adalah semua data yang berkaitan dengan
1.4. Tujuan Penelitian                                  faktor-faktor yang mempengaruhi dan respon
        Tujuan dari penelitian ini adalah:              mahasiswa terhadap penerapan e-learning
  1) Ingin mendeskripsikan faktor-faktor yang           dalam pembelajaran di Program Pasca Sarjana
      mempengaruhi       penerapan       e-learning     IAIN Walisongo Semarang.
      dalam pembelajaran di Program Pasca                       Jumlah informan ditetapkan dengan
      Sarjana IAIN Walisongo Semarang.                  menggunakan         teknik       snow-ball,    yakni
  2) Ingin     mendeskripsikan       respon    atau     penggalian data melalui wawancara-mendalam
      tanggapan mahasiswa terhadap penerapan            dari satu informan ke informan lainnya dan
      e-learning dalam pembelajaran di Program          seterusnya sampai peneliti tidak menemukan
      Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang.            informasi baru lagi, jenuh, informasi “tidak
                                                        berkualitas” lagi.
1.5. Manfaat Penelitian                                         Analisis data yang digunakan oleh peneliti
       Adapun manfaat penelitian ini adalah:            menggunakan Analisis Interaktf Miles dan
  1) Bagi perguruan tinggi                              Huberman. Miles dan Huberman (dalam Pawito,
     Dengan diketahuinya faktor-faktor yang             2007: 104) yaitu: analisis menggunakan
     mempengaruhi       penerapan     e-learning        Interaktive Model. Teknik analisis ini pada
     dalam      pembelajaran,     maka     pihak        dasarnya terdiri dari 3 komponen yaitu: reduksi
     perguruan tinggi dapat menetapkan dan              data, penyajian data dan penarikan serta
     memberikan kebijakan untuk menunjang               pengujian kesimpulan.
     peningkatan faktor-faktor yang dinyatakan                  Sedangkan          untuk        pemeriksaan
     masih belum berjalan maksimal atau                 keabsahan data dalam penelitian ini melalui
     mengalami kendala.                                 teknik triangulasi, yakni teknik pemeriksaan
  2) Bagi penulis                                       keabsahan data yang lain diluar data yang telah
     Penelitian ini sebagai makalah pendamping          diperoleh untuk keperluan pengecekan atau
     dalam Seminar Riset Unggulan Nasional              sebagai pembanding data yang telah diperoleh.
     Informatika 2012 di Universitas Surakarta.         Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini
                                                        adalah triangulasi data (triangulasi sumber)
1.6. Metode Penelitian                                  yaitu pada upaya peneliti untuk mengakses
       Penelitian ini menggunakan pendekatan            sumber-sumber yang lebih bervariasi untuk
kualitatif. Penelitian kualitatif dapat didefinisikan   memperoleh data yang berkenaan dengan
sebagai suatu penelitian interpretatif terhadap         persoalan yang sama. Hal ini berarti peneliti
suatu masalah, di mana peneliti merupakan               bermaksud menguji data yang diperoleh dari


Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2)                                                      504
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1                               ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)




satu sumber (untuk dibandingkan) dengan data         keterampilan. Menurut Khoe Yao Tung (2000)
dari sumber lain. Dari sini peneliti akan sampai     mengatakan bahwa setelah kehadiran guru
pada salah satu kemungkinan data yang                dalam arti sebenarnya, internet akan menjadi
diperoleh ternyata konsisten, tidak konsisten        suplemen dan komplemen dalam menjadikan
atau berlawanan. Dengan cara begini peneliti         wakil guru yang mewakili sumber belajar yang
kemudian dapat mengungkapkan gambaran                penting di dunia.
yang lebih memadahi (beragam perspektif)                   Berdasarkan dari beberapa pengertian di
mengenai permasalahan yang diteliti. (Pawito,        atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
2007: 99).                                           berbasis e-learning di perguruan tinggi adalah
                                                     pemanfaatan       teknologi   informasi   dan
2.1. Pengertian Pembelajaran Berbasis E-             komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar,
     Learning                                        dengan tujuan memudahkan mahasiswa dan
       Pembelajaran adalah setiap perubahan          dosen dalam menggapai tujuan belajar.
perilaku yang relatif permanen, terjadi sebagai      Teknologi informasi dan komunikasi yang
hasil dari pengalaman (Robbins, 2007: 69).           digunakan adalah aplikasi dari program
Sebagai      bagian      dari    sistem,   sasaran   dikomputer yang tersambung secara jaringan,
pembelajaran adalah merubah masukan berupa           baik secara intranet maupun internet.
siswa yang belum terdidik menjadi manusia
yang terdidik (proses transformasi), tujuannya       2.2. Karakteristik Pembelajaran E-Learning
adalah membantu orang atau siswa untuk                      Model pembelajaran berbasis e-learning
belajar.                                             termasuk dalam model pembelajaran yang
       Adapun pengertian e-learning menurut          masih relatif baru. Karakteristik pembelajaran
(Soekartawi, 2007) adalah e-learning is a            berbasis e-learning pun sangat bervariasi
generic term for all technologically supported       tergantung pada implementasinya dalam dunia
learning using an array of teaching and learning     pendidikan.
tools as phone bridging, audio and videotapes,              Menurut Surjono (2007) implementasi
teleconferencing, satellite transmissions, and       dari    pembelajaran       berbasis      e-learning
the more recognized web-based training or            setidaknya      ada     dua,    yaitu:    pertama,
computer aided instruction also commonly             pembelajaran       berbasis     e-learning     yang
referred to as online courses.                       diselenggarakan secara sederhana, sekedar
       Dikatakan oleh Darin E. Hartley bahwa: e-     kumpulan bahan pembelajaran yang dimuat
learning merupakan suatu jenis belajar               dalam web server dengan tambahan forum
mengajar yang memungkinkan tersampaikan-             komunikasi lewat e-mail atau milist. Kedua,
nya bahan ajar ke mahasiswa dengan                   terpadu melalui portal e-learning yang berisi
menggunakan media internet, intranet atau            berbagai obyek pembelajaran yang diperkaya
media jaringan komputer lain. Nugraha (2007)         dengan multimedia serta dipadukan dengan
mengutip dari LearnFrame.Com dalam Glossary          sistem      informasi     akademik,       evaluasi,
of    e-learning      Terms     (Glossary,   2001)   komunikasi, diskusi dan berbagai education
menyatakan suatu definisi yang lebih luas            tools lainnya. Implementasi pembelajaran
bahwa: e-learning adalah sistem pendidikan           berbasis e-learning bisa masuk ke dalam
yang menggunakan aplikasi elektronik untuk           kategori tersebut, yakni bisa terletak diantara
mendukung belajar mengajar dengan media              keduanya, atau bahkan bisa merupakan
internet, jaringan komputer maupun komputer          gabungan beberapa komponen dari dua sisi
stand alone.                                         tersebut.
       Pengertian e-learning yang sederhana                 Meskipun implementasi sistem e-learning
dikatakan oleh Maryati dalam Nugraha (2007),         yang ada sekarang ini sangat bervariasi, namun
e-learning terdiri dari dua bagian yaitu e- yang     semua didasarkan atas suatu prinsip atau
merupakan singkatan dari elektronika dan             konsep bahwa e-learning dimaksudkan sebagai
learning yang berarti pembelajaran. Jadi e-          upaya pendistribusian materi pembelajaran
learning      berarti     pembelajaran     dengan    melalui media elektronik atau internet sehingga
menggunakan         jasa      bantuan    perangkat   peserta didik dapat mengaksesnya kapan saja
elektronika, khususnya perangkat komputer.           dari seluruh penjuru dunia. Ciri pembelajaran
       Definisi lain menurut beberapa pakar          berbasis      e-learning     adalah     terciptanya
teknologi informasi, seperti yang terdapat dalam     lingkungan belajar yang flexible dan distributed.
artikel IPTEK yang disusun oleh Asep Herman          Mahasiswa menjadi sangat flexible dalam
Suyanto (2005) adalah sebagai berikut: menurut       memilih waktu dan tempat belajar karena
Rosenberg menekankan bahwa e-learning                mereka tidak harus datang di suatu tempat pada
merujuk pada penggunaan teknologi internet           waktu     tertentu.    Pihak     pengajar     dapat
untuk mengirimkan serangkaian solusi yang            memperbaharui materi pembelajaran kapan
dapat     meningkatkan         pengetahuan     dan   saja dan di mana saja. Berdasarkan segi isi,


Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2)                                                  505
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1                              ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)




materi pembelajaran pun dapat dibuat sangat         dalam proses mengajar menggunakan e-
flexible mulai dari bahan kuliah yang berbasis      learning, dari dulunya hanya mendidik dan
teks sampai materi pembelajaran yang sarat          mengajar tentang materi kuliah, sekarang
dengan komponen multimedia. Distributted            bertambah membimbing mahasiswa dalam
learning menunjuk pada pembelajaran di mana         pengoperasian e-learning.
pengajar, mahasiswa dan materi pembelajaran
terletak di lokasi yang berbeda, sehingga
mahasiswa dapat belajar kapan saja dan dari         2.3. Fungsi     Pembelajaran         Berbasis     E-
mana saja.                                               Learning
       Sistem           e-learning          dapat           Menurut Siahaan (2001) menyebutkan
diimplementasikan dalam bentuk asynchronous,        ada 3 (tiga) fungsi pembelajaran elektronik
synchronous atau campuran dari keduanya.            terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas
Contoh e-learning asynchrounous banyak              (classroom instruction), yaitu sebagai suplemen
dijumpai di internet baik sederhana maupun          yang sifatnya pilihan (opsional), pelengkap
terpadu melalui portal e-learning, sedangkan        (komplemen), atau pengganti (substitusi).
dalam e-learning synchrounous, dosen atau           1) Suplemen, dikatakan berfungsi sebagai
pengajar dan mahasiswa harus berada di depan            supplemen (tambahan) apabila mahasiswa
komputer secara bersama–sama karena proses              mempunyai kebebasan memilih, apakah
pembelajaran dilaksanakan secara live, baik             akan memanfaatkan materi perkuliahan
melalui video maupun audio converence.                  elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada
Pemakaian asynchronous, synchronous secara              kewajiban atau keharusan bagi mahasiswa
bersamaan biasa disebut Blended learning,               untuk     mengakses       materi    perkuliahan
yakni pembelajaran yang menggabungkan                   elektronik. Sekalipun sifatnya opsional,
semua bentuk pembelajaran misalnya on-line,             mahasiswa yang memanfaatkannya tentu
live, maupun tatap muka (Surjono, 2007).                akan memiliki tambahan pengetahuan atau
       Berdasarkan definisi dan implementasi            wawasan.
pembelajaran berbasis e-learning di atas, dapat     2) Komplemen           (pelengkap),       dikatakan
diketahui karakteristik pembelajaran berbasis e-        berfungsi sebagai komplemen (pelengkap)
learning      sebagai       berikut:     pertama,       apabila    materi      perkuliahan    elektronik
memanfaatkan komputer sebagai media                     diprogramkan untuk melengkapi materi
pembelajaran. Proses pembelajaran dalam                 perkuliahan yang diterima mahasiswa di
kelas maupun luar kelas melibatkan teknologi            dalam ruang kuliah. Sebagai komplemen
elektronik, komputer sebagai salah satu hasil           berarti    materi      perkuliahan    elektronik
karya dari kemajuan teknologi dapat digunakan           diprogramkan       untuk      menjadi     materi
menggantikan media yang masih bersifat                  reinforcement (pengayaan) atau remedial
konvensional.                                           bagi mahasiswa di dalam mengikuti kegiatan
       Kedua, memanfaatkan teknologi jaringan           pembelajaran          konvensional.       Materi
komputer, computer didesain agar dosen dan              pembelajaran        (perkuliahan)     elektronik
mahasiswa dapat berinteraksi, diharapkan                dikatakan sebagai enrichment, apabila
dapat terjadi proses belajar mengajar seperti           mahasiswa         dapat       dengan       cepat
proses belajar mengajar dalam kelas. Proses             menguasai/memahami materi perkuliahan
interaksi dalam sebuah komputer yang telah              yang disampaikan dosen secara tatap muka
didesain jaringan, juga masih berlaku walaupun          (fast learners) dan diberikan kesempatan
proses belajar terjadi dalam kelas, mengingat           untuk mengakses materi pembelajaran
kegiatan proses belajar mengajar dalam kelas            elektronik yang memang secara khusus
pasti membutuhkan komunikasi dua arah antara            dikembangkan untuk mahasiswa. Tujuannya
dosen dan mahasiswa.                                    agar     semakin       memantapkan       tingkat
       Ketiga adalah menggunakan bahan ajar             penguasaan mahasiswa terhadap materi
bersifat mandiri (self learning materials)              kuliah yang disajikan dosen di dalam kelas.
disimpan di komputer sehingga dapat diakses             Dikatakan sebagai program remedial,
oleh dosen dan mahasiswa kapan saja dan di              apabila    mahasiswa        yang     mengalami
mana      saja    bila     yang      bersangkutan       kesulitan memahami materi kuliah yang
memerlukannya.                                          disampaikan dosen secara tatap muka di
       Keempat, membutuhkan pembimbing, e-              kelas (slow learners), setelah itu diberikan
learning tetap membutuhkan dosen, bukan                 kesempatan untuk memanfaatkan materi
menghilangkan dosen ataupun menggantikan                pembelajaran elektronik yang memang
peran dosen dalam proses belajar mengajar.              secara khusus dirancang untuk mahasiswa.
Kehadiran e-Learning hanya sebagai media                Tujuannya agar mahasiswa semakin lebih
belajar, tidak kurang dan tidak lebih.                  mudah memahami materi pelajaran yang
Penambahan materi ajar dosen bertambah                  disampaikan dosen di kelas.


Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2)                                                  506
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1                                ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)




3) Substitusi (pengganti), beberapa perguruan         3) Menjangkau mahasiswa dalam cakupan
   tinggi di negara maju memberikan beberapa             yang luas (potential to reach a global
   alternatif model kegiatan pembelajaran/               audience). Jumlah mahasiswa yang dapat
   perkuliahan kepada para mahasiswanya.                 dijangkau melalui kegiatan pembelajaran
   Tujuannya agar mahasiswa dapat fleksibel              elektronik semakin lebih banyak atau
   mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai              meluas. Ruang dan tempat serta waktu tidak
   dengan waktu dan aktivitas mahasiswa.                 lagi menjadi hambatan. Siapa saja, di mana
                                                         saja, dan kapan saja, seseorang dapat
                                                         belajar. Interaksi dengan sumber belajar
2.4. Manfaat Pembelajaran Berbasis E-                    dilakukan melalui internet. Kesempatan
     Learning                                            belajar benar-benar terbuka lebar bagi yang
       Manfaat pembelajaran berbasis e-                  membutuhkan.
learning, menurut A. W. Bates (dalam                  4) Mempermudah           penyempurnaan      dan
Nasirulloh, 2007) adalah:                                penyimpanan materi pembelajaran (easy
1) Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran             updating of content as well as archivable
   antara mahasiswa dengan dosen atau                    capabilities). Fasilitas yang tersedia dalam
   instruktur (enhance interactivity). Apabila           teknologi internet dan berbagai perangkat
   dirancang secara cermat, pembelajaran                 lunak yang terus berkembang turut
   elektronik      dapat   meningkatkan kadar            membantu mempermudah pengembangan
   interaksi      pembelajaran,     baik    antara       bahan belajar elektronik. Penyempurnaan
   mahasiswa dengan dosen/instruktur, antara             atau pemutakhiran bahan belajar sesuai
   sesama       mahasiswa,       maupun     antara       dengan tuntutan perkembangan materi
   mahasiswa dengan bahan belajar (enhance               keilmuannya dapat dilakukan secara periodik
   interactivity). Berbeda halnya dengan                 dan mudah. Penyempurnaan metode
   pembelajaran yang bersifat konvensional.              penyajian      materi    perkuliahan   dapat
   Tidak semua mahasiswa dalam kegiatan                  dilakukan, baik yang didasarkan atas umpan
   pembelajaran konvensional berani atau                 balik dari mahasiswa maupun atas hasil
   mempunyai kesempatan untuk mengajukan                 penilaian dosen selaku penanggung-jawab
   pertanyaan         ataupun      menyampaikan          atau pembina materi perkuliahan.
   pendapatnya di dalam diskusi. Hal tersebut
   di    atas      disebabkan,     karena     pada    2.5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi E-
   pembelajaran yang bersifat konvensional,                Learning
   kesempatan yang ada atau yang disediakan                   Ada beberapa faktor yang dapat dijadikan
   dosen/instruktur untuk berdiskusi atau             tolak ukur keberhasilan e-learning, diantara
   bertanya jawab sangat terbatas. Biasanya           faktor tersebut adalah operation management,
   kesempatan yang terbatas cenderung                 trainee management, contents management, IT
   didominasi oleh beberapa mahasiswa yang            management dan culture management (Jia,
   cepat tanggap dan berani. Keadaan yang             Wang, Ran, Yang, Liao, & Chiu, 2011: 38).
   demikian ini tidak akan terjadi pada               Pendapat lain mengemukakan bahwa ada
   pembelajaran          berbasis       e-learning.   beberapa faktor penting yang mempengaruhi
   Mahasiswa yang malu maupun yang ragu-              keberhasilan e-learning, menurut Selim (2007:
   ragu atau kurang berani mempunyai peluang          49) kesuksesan e-learning ditentukan oleh
   yang luas untuk mengajukan pertanyaan              empat hal yakni dosen (tenaga pengajar),
   maupun                          menyampaikan       mahasiswa, teknologi dan pendukung. Dosen
   pernyataan/pendapat tanpa merasa diawasi           harus memiliki kemampuan dalam mengajar
   atau mendapat tekanan dari teman sekelas.          dengan memanfaatkan e-learning. Dengan kata
2) Memungkinkan           terjadinya      interaksi   lain, dosen harus menguasai tiga hal yaitu:
   pembelajaran dari mana dan kapan saja              sikap yang baik, kemampuan mengajar yang
   (time and place flexibility). Mengingat            menarik, dan kemampuan menggunakan
   sumber belajar yang sudah dikemas secara           teknologi. Motivasi mahasiswa dan kemampuan
   elektronik dan tersedia untuk diakses oleh         mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi juga
   mahasiswa melalui internet, sehingga               sangat mempengaruhi keberhasilan e-learning.
   mahasiswa dapat melakukan interaksi                Kemudahan akses internet di kampus,
   dengan sumber belajar ini kapan saja dan           kemudahan membuka web e-learning dan
   dari mana saja. Demikian juga dengan               reliabilitas infrastruktur jaringan komputer
   tugas-tugas kuliah, dapat diserahkan kepada        kampus adalah faktor penunjang keberhasilan
   dosen begitu selesai dikerjakan. Tidak perlu       e-learning ditinjau dari sisi teknologi. Sedangkan
   menunggu sampai ada janji untuk bertemu            yang dimaksud dengan faktor pendukung
   dengan dosen.                                      adalah adanya akses ke web perpustakaan
                                                      pusat dan mencari materi kuliah, adanya


Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2)                                                   507
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1                                         ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)




technical support yang selalu siap membantu                     konsentrasi Islamic Studies serta tenaga teknis
saat dibutuhkan dan kemudahan dalam                             di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo
mencetak tugas dan materi kuliah.                               Semarang, menjelaskan bahwa penerapan e-
       Suatu institusi (perguruan tinggi atau                   learning dalam proses perkuliahan di Program
perusahaan) yang belum siap menggunakan e-                      Pasca Sarjana IAIN Walisongo belum dapat
learning     tidak    dapat    dipaksa     untuk                berjalan maksimal (dengan baik) dikarenakan
menggunakan e-learning. Jika tetap dipaksakan                   beberapa faktor yaitu:
maka hasil yang diberikan juga tidak akan                       1) Terbatasnya sumber daya manusia di bidang
maksimal. Untuk mencapai keberhasilan                              teknologi informasi
diperlukan kesiapan sebelum penerapan e-                           Tenaga teknis di bidang teknologi informasi
learning.      Beberapa      penelitian     telah                  dan komputerisasi di Program Pasca
merumuskan faktor-faktor kesiapan yang                             Sarjana IAIN Walisongo Semarang masih
mempengaruhi keberhasilan e-learning (Darab                        sangat terbatas. Untuk saat ini tahun 2012
& Montazer, 2011: 56). Ada dua pendapat yang                       saja baru ada 2 orang untuk tenaga teknis
diberikan para peneliti mengenai faktor                            bagian informasi dan komputerisasi. Dengan
kesiapan     e-learning. Pendapat pertama,                         terbatasnya sumber daya manusia di bidang
keberhasilan e-learning dipengaruhi oleh                           teknologi informasi ini sangat mempengaruhi
kebijakan institusi dan ketersediaan TIK.                          berhasil tidaknya proses pembelajaran
Pendapat kedua, adalah evaluasi tentang                            dengan e-learning. Selain itu dengan
faktor-faktor yang mempengaruhi outcome e-                         kurangnya tenaga teknis yang ada, maka
learning secara langsung (Keramati, Afshari-                       ketika dosen dan mahasiswa mengalami
Mofrad & Kamrani, 2011: 57).                                       kesulitan dengan penggunaan e-learning,
       Dengan melihat beberapa hasil penelitian                    tenaga teknis tersebut terkadang belum
di atas dan teori-teori mengenai e-learning,                       dapat membantu, dikarenakan jumlah dosen
maka penelitian ini difokuskan pada faktor-faktor                  dan mahasiswa lebih banyak dibanding
yang mempengaruhi keberhasilan penerapan e-                        dengan tenaga teknis.
learning dalam perkuliahan di Program Pasca                     2) Kurangnya fasilitas dan infrastruktur yang
IAIN Walisongo Semarang.                                           memadahi
                                                                   Jaringan internet di kampus yang terkadang
3.1. Kerangka Pemikiran                                            bermasalah sehingga sering terjadi not
                                                                   connection, lambatnya jaringan internet
                                                                   ketika mengakses web dan kurangnya
  Perkembangan                      Tuntutan dalam                 fasilitas seperti laboratorium komputer juga
  Teknologi                         Perkuliahan                    merupakan       salah    satu    faktor  yang
                                                                   mempengaruhi        terhadap      pembelajaran
                                                                   menggunakan e-learning di Program Pasca
                                                                   Sarjana IAIN Walisongo Semarang. Hai
                                                                   inilah yang terkadang membuat mahasiswa
                                      Penerapan                    tidak      memaksimalkan         pembelajaran
                                      E-Learning                   menggunakan e-learning, begitu pula
                                                                   dengan dosen. Dengan kurangnya fasilitas
                                                                   dan infrastruktur yang ada, membuat proses
                                                                   perkuliahan di Program Pasca Sarjana IAIN
    Faktor Keberhasilan                Respon/Tanggapan            Walisongo Semarang kembali ke model
    E-Learning                         Mahasiswa                   konvensional, yaitu dengan datang dan
                                                                   bertatap muka langsung antara mahasiswa
                                                                   dengan dosen serta adanya absensi setiap
                                                                   mata kuliah.
                                                                3) Rendahnya tingkat pemahaman mahasiswa
                          Positif                     Negatif
                                                                   terhadap teknologi informasi
                          (Pro)                      (Kontra)
                                                                   Mahasiswa semester IV konsentrasi Islamic
        Gambar 3.1. Kerangka Pemikiran                             Studies di Program Pasca Sarjana IAIN
                                                                   Walisongo Semarang mayoritas sudah
3.2. Faktor-faktor    yang     Mempengaruhi                        berusia 30 – 50 tahun dan mereka kurang
     Penerapan        E-Learning        dalam                      memahami teknologi komputer, sehingga
     Pembelajaran di Program Pasca Sarjana                         mahasiswa-mahasiswa yang berusia tua
     IAIN Walisongo Semarang                                       lebih banyak dibantu oleh mahasiswa-
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data                     mahasiswa yang lebih muda. Rendahnya
dari subjek penelitian yaitu para dosen yang                       tingkat pemahaman mahasiswa terhadap
mengajar dan mahasiswa semester IV                                 teknologi     informasi      dan     komputer,


Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2)                                                            508
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1                                 ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)




   khususnya pada pembelajaran e-learning              1) Respon Positif
   adalah karena (1) faktor usia yang sudah               Mahasiswa menganggap bahwa e-learning
   tua, (2) tingkat pemahaman, daya ingat dan             sangat     bermanfaat        sebagai      media
   daya serap terhadap informasi (ilmu                    pembelajaran,       karena         memberikan
   pengetahuan)       mengalami   penurunan.              kemudahan dalam berkomunikasi antara
   Dengan beberapa permasalahan inilah                    mahasiswa dengan dosen. Selain itu,
   penerapan e-learning dalam pembelajaran di             dengan adanya e-learning mahasiswa dapat
   Program Pasca IAIN Walisongo Semarang                  mengikuti perkembangan teknologi, terutama
   belum dapat berjalan secara maksimal dan               mahasiswa yang berusia tua, mau tidak mau
   belum memberikan hasil yang optimal.                   mereka harus belajar teknologi. Hal inilah
                                                          yang dinilai positif karena memberikan
Beberapa        faktor    yang      mempengaruhi          pengetahuan baru dan melatih mahasiswa
penerapan e-learning dalam pembelajaran di                untuk berkembang. E-learning juga menjadi
Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo                      sebuah sumber informasi bagi mahasiswa
Semarang yaitu terbatasnya sumber daya                    dalam mengakses materi-materi perkuliahan
manusia di bidang teknologi informasi, fasilitas          serta memberikan kemudahan mahasiswa
dan infrastruktur yang kurang memadahi serta              untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah.
kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap                 2) Respon Negatif
teknologi informasi, sesuai dengan teori dan              Dalam menanggapi masalah e-learning
hasil penelitian yang ada sebelumnya yaitu hasil          mahasiswa Program Pasca Sarjana IAIN
penelitian Darab & Montazer, (2011: 56) yang              Walisongo Semarang memang mengalami
menjelaskan bahwa keberhasilan e-learning                 perbedaan sudut pandang dan penilaian
dipengaruhi oleh kebijakan institusi dan                  terhadap penerapan e-learning. Sebagian
ketersediaan TIK.                                         mahasiswa merespon negatif dengan
        Selain itu hasil penelitian ini juga sesuai       adanya e-learning dikarenakan biaya
dengan teori yang dijelaskan Selim (2007: 49)             operasional untuk e-learning terlalu mahal
bahwa kesuksesan e-learning ditentukan oleh               dan tidak sebanding dengan hasil yang
empat hal yakni dosen (tenaga pengajar),                  didapat. Hal ini dikarenakan pembelajaran
mahasiswa, teknologi dan pendukung. Dosen                 menggunakan e-learning belum dapat
harus       memiliki      kemampuan          dalam        berjalan dengan baik di Program Pasca
memanfaatkan e-learning. Mahasiswa juga                   Sarjana IAIN Walisongo Semarang. Selain
harus      mampu       memanfaatkan       teknologi.      itu, pembelajaran menggunakan e-learning
Kemudahan akses internet di kampus,                       dirasa kurang efektif karena antara
kemudahan membuka web e-learning dan                      mahasiswa dengan dosen tidak dapat
reliabilitas infrastruktur jaringan komputer              bertatap    muka       langsung,       sehingga
kampus. Serta adanya technical support yang               permasalahan atau tugas kuliah tidak dapat
selalu siap membantu saat dibutuhkan.                     didiskusikan bersama dengan dosen atau
        Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil                mahasiswa lain dalam sebuah forum ilmiah.
penelitian ini mengenai faktor-faktor yang                Beberapa mahasiswa lain juga berpendapat
mempengaruhi dikat penerapan e-learning                   bahwa      dengan        adanya       e-learning
dalam pembelajaran di Program Pasca Sarjana               memunculkan      sifat     individualis    antar
IAIN Walisongo Semarang sesuai dengan teori.              mahasiswa.
Jadi dapat dikatakan bahwa antara teori dengan
hasil lapangan (fakta) sesuai dan saling               4. PENUTUP
mendukung.                                                    Penerapan        e-learning      dalam
                                                       pembelajaran di perguruan tinggi merupakan
3.3. Respon atau Tanggapan Mahasiswa                   salah satu bentuk perkembangan teknologi di
     terhadap Penerapan E-Learning dalam               bidang pendidikan. Setiap perkembangan
     Pembelajaran di Program Pasca Sarjana             teknologi tentunya membawa manfaat dan
     IAIN Walisongo Semarang                           dampak. Berdasarkan analisa dan hasil
       Respon atau tanggapan dari mahasisawa           pembahasan yang telah dilakukan dikaitkan
semester IV konsentrasi Islamic Studies di             dengan rumusan masalah dan tujuan yang telah
Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo                   ditetapkan, maka dapat diambil kesimpulan
terhadap     penerapan    e-learning   dalam           sebagai berikut:
pembelajaran, sangat bervariasi. Ada dua               1) Faktor-faktor      yang       mempengaruhi
respon yang muncul, yakni ada yang                         penerapan e-learning dalam pembelajaran di
memandang negatif ada pula yang merespon                   Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo
positif terhadap penerapan e-learning dalam                Semarang adalah terbatasnya sumber daya
pembelajaran di Program Pasca Sarjana IAIN                 manusia di bidang teknologi informasi,
Walisongo Semarang.                                        fasilitas dan infrastruktur yang kurang


Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2)                                                    509
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1                               ISSN: 2302-1136 (Print) - 2088-0154 (Online)




   memadahi        serta    rendahnya   tingkat      7) Nasirulloh, Muhammad, Manfaat e-Learning
   pemahaman mahasiswa terhadap teknologi               untuk pendidikan, Makalah diterbitkan,
   informasi. Hal inilah yang menghambat dan            http://media.diknas.go.id, 2007.
   mempengaruhi keberhasilan penerapan e-
   learning di Program Pasca Sarjana IAIN            8) Pawito, Penelitian Komunikasi Kualitatif, PT.
   Walisongo Semarang.                                  LKiS Pelangi Aksara, Yogyakarta, 2007.
2) Respon       atau    tanggapan    mahasiswa
   terhadap penerapan e-learning dalam               9) Purbo, Onno W, Mengenal E-commerce, PT.
   pembelajaran di Program Pasca Sarjana                Elex Media Komputindo, Jakarta, 2000.
   IAIN Walisongo Semarang sangat bervariasi.
   Di satu sisi mahasiswa merespon positif          10) Robbins,   Stephen    P.,   Organizational
                                                                   th
   dikarenakan (a) e-learning memberikan                Behavior 12 , Prentice Hall, New Jersey,
   kemudahan dalam berkomunikasi antara                 2007.
   mahasiswa dengan dosen, (b) mahasiswa
   dapat mengikuti perkembangan teknologi, (c)      11) Siahaan, S, E-Learning (Pembelajaran
   menjadi sumber informasi bagi mahasiswa              Elektronik) Sebagai Salah Satu Alternatif
   untuk mengakses materi perkuliahan dan               Kegiatan      Pembelajaran,    Balitbang
   tugas kuliah. Sedangkan disatu sisi lain             Depdiknas, Jakarta, 2001.
   mahasiswa merespon negatif dengan
   adanya e-learning dikarenakan (a) biaya          12) Selim, H. M, Critical Success Factors for E-
   operasional mahal dan tidak sebanding                Learning Acceptance: Confirmatory Factor
   dengan hasil yang didapat, (b) pembelajaran          Models, Computer & Education, 2007
   e-learning kurang efektif karena antara
   mahasiswa dengan dosen tidak dapat               13) Soekartawi,         Merancang              dan
   bertatap muka langsung dan berdiskusi, (c)           menyelenggarakan     e-Learning,        Ardana
   adanya e-learning memunculkan sifat                  Media, Yogyakarta, 2007.
   individualis antar mahasiswa.
                                                    14) Surjono, Dwi, Herman, Pengantar E-
                                                        Learning dan Penyiapan Materi, Makalah
DAFTAR PUSTAKA                                          diklat        dosen          FT          UNY,
                                                        http:herman//.elearning-jogja.org, 2008.
1) Darab, B., & Montazer, G.A, An Eclectric
   Model for assessing e-learning readiness in      15) Suyanto, Herman, Asep, Mengenal e-
   the Iranian Universities, 2011.                      Learning,     Makalah     diterbitkan    di
                                                        http://www.asep-hs.web. ugm.ac.id, 2005.
2) Glossary, Glossary of e-Learning Terms,
   LearnFrame.Com, 2001.                            16) Tung, Khoe You., Teknologi            Jaringan
                                                        Intranet, Andi, Yogyakarta, 2000.
3) Jia, H., Wang, M., Ran, W., Yang, S.J, Liao,
   J & Chiu, D. K, Design of Performance-           17) Wahid, Fathul, 2007, Teknologi Informasi di
   Oriented Workplace E-Learning System                 Perguruan Tinggi Peluang dan Tantangan
   Using Ontology, 2011.                                (online), (www.geocities.com diakses tanggal
                                                        18 Juni 2009).
4) Kamarga, Hanny., Belajar Sejarah melalui e-
   learning; Alternatif Mengakses Sumber
   Informasi Kesejarahan, Inti Media, Jakarta,
   2002.

5) Keramati, A., Afshari-Mofrad, M., & Kamrani,
   A. The Role of Readiness Factors in E-
   Learning Outcomes: An Empirical Study,
   2011.

6) Nugraha, Warto Adi, 2009, E-learning VS I-
   learning (online), http://ilmukomputer.org/wp-
   content/uploads/2007/11/warto-e-
   learning.doc, diakses tanggal 22 Juni 2009.




Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2)                                                  510

				
DOCUMENT INFO
Description: penerapan e-learning dalam pembelajaran di program pasca sarjana iain walisongo semarang Dwi Agung Nugroho Arianto 1), Mahfudlah Fajrie 2) Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama Jepara Jl. Taman Siswa (Pekeng) Tahunan Jepara 59427 goeng_nugroho@yahoo.co.id ABSTRAK: E-Learning adalah aplikasi yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi untuk mengirimkan informasi untuk pelajaran dan pelatihan. Dengan laju perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, e-learning menjadi sebuah paradigma pendidikan modern salah satunya di perguruan tinggi. Sebagai sebuah inovasi e-learning juga menimbulkan pro dan kontra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan elearning dan respon atau tanggapan mahasiswa terhadap penerapan e-learning dalam pembelajaran di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari wawancara kepada dosen yang mengajar di semester IV tahun 2012 dan mahasiswa semester IV angkatan 2010 konsentrasi Islamic Studies dan tenaga teknis di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang. Selain itu data diperoleh juga dari observasi dan studi literatur. Proses analisa data dalam penelitian ini menggunakan interaktif model dari Miles Huberman yakni terdiri dari reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Berdasarkan analisis data hasil lapangan, maka ditemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan e-learning dalam pembelajaran di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang adalah terbatasnya sumber daya manusia di bidang teknologi informasi, fasilitas dan infrastruktur yang kurang memadahi serta rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap teknologi informasi. Sedangkan respon atau tanggapan mahasiswa terhadap penerapan e-learning dalam pembelajaran di Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang ada yang merespon positif di