manfaat dan efektifitas penerapan e-commerce pada bisnis perusahaan (Studi Kasus pada Perusahaan di Kabupaten Jepara)
manfaat dan efektifitas penerapan e-commerce pada bisnis perusahaan (Studi Kasus pada Perusahaan di Kabupaten Jepara) Dwi Agung Nugroho Arianto Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama Jepara Jl. Taman Siswa (Pekeng) Tahunan Jepara 59427 E-mail: goeng_nugroho@yahoo.co.id ABSTRAK: Kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat menjadikan media elektronik menjadi media yang praktis dalam melakukan komunikasi bisnis. Globalisasi serta tingginya intensitas persaingan bisnis menuntut perusahaan untuk bisa memperhatikan dan memenuhi dinamika kebutuhan pelanggan dengan cara yang efektif dengan mengimplementasikan teknologi dalam perusahaan. Salah satunya dengan menerapkan e-commerce. Dalam penelitian ini akan dikaji mengenai manfaat yang dirasakan perusahaan di Kabupaten Jepara dalam mengimplementasikan e-commerce sebagai media pemasaran serta tantangan atau kendala yang dihadapi perusahaan di Kabupaten Jepara dalam mengimplementasikan e-commerce serta dikaji sejauh mana efektifitas penerapan e-commerce dalam perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada 10 perusahaan di Kabupaten Jepara terdiri dari 5 perusahaan manufaktur dan 5 perusahaan jasa, di mana perusahaan-perusahaan tersebut telah mengaplikasikan teknologi ke dalam perusahaannya diantaranya dengan menerapkan e-commerce. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Proses analisa data pada penelitian ini menggunakan model interaktif dari teori Miles dan Hubermen yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan serta verifikasi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dan tantangan/kendala dalam penerapan e-commerce serta tingkat efektifitas e-commerce pada perusahaan di Kabupaten Jepara. Berdasarkan analisis yang ada diperoleh bahwa manfaat yang dirasakan perusahaan di Kabupaten Jepara dalam menerapkan e-commerce yaitu, perusahaan bisa memperluas market place hingga pasar internasional, akses informasi lebih cepat serta dapat melayani konsumen tanpa batas waktu, mendatangkan pelangg

Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136
MANFAAT DAN EFEKTIFITAS PENERAPAN E-COMMERCE
PADA BISNIS PERUSAHAAN
(Studi Kasus pada Perusahaan di Kabupaten Jepara)
Dwi Agung Nugroho Arianto
Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama Jepara
Jl. Taman Siswa (Pekeng) Tahunan Jepara 59427
E-mail: goeng_nugroho@yahoo.co.id
ABSTRAK: Kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat menjadikan media elektronik menjadi media yang
praktis dalam melakukan komunikasi bisnis. Globalisasi serta tingginya intensitas persaingan bisnis menuntut
perusahaan untuk bisa memperhatikan dan memenuhi dinamika kebutuhan pelanggan dengan cara yang efektif
dengan mengimplementasikan teknologi dalam perusahaan. Salah satunya dengan menerapkan e-commerce.
Dalam penelitian ini akan dikaji mengenai manfaat yang dirasakan perusahaan di Kabupaten Jepara
dalam mengimplementasikan e-commerce sebagai media pemasaran serta tantangan atau kendala yang
dihadapi perusahaan di Kabupaten Jepara dalam mengimplementasikan e-commerce serta dikaji sejauh mana
efektifitas penerapan e-commerce dalam perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada 10 perusahaan di Kabupaten
Jepara terdiri dari 5 perusahaan manufaktur dan 5 perusahaan jasa, di mana perusahaan-perusahaan tersebut
telah mengaplikasikan teknologi ke dalam perusahaannya diantaranya dengan menerapkan e-commerce.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Proses analisa data pada penelitian ini menggunakan model
interaktif dari teori Miles dan Hubermen yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan serta verifikasi. Hal ini
bertujuan untuk mengetahui manfaat dan tantangan/kendala dalam penerapan e-commerce serta tingkat
efektifitas e-commerce pada perusahaan di Kabupaten Jepara.
Berdasarkan analisis yang ada diperoleh bahwa manfaat yang dirasakan perusahaan di Kabupaten
Jepara dalam menerapkan e-commerce yaitu, perusahaan bisa memperluas market place hingga pasar
internasional, akses informasi lebih cepat serta dapat melayani konsumen tanpa batas waktu, mendatangkan
pelanggan baru, serta dapat melakukan pemupukan hubungan dengan konsumen. Sedangkan kendala atau
tantangan dalam menerapkan e-commerce di perusahaan-perusahaan Kabupaten Jepara yaitu sulitnya
penyediaan sumber daya manusia yang ahli dalam bidang IT, mahalnya infrastruktur, serta masih terbatasnya
ruang pasar e-commerce. Pada penerapan e-commerce, kendala yang dihadapi dengan biaya yang cukup besar
belum bisa mendapatkan timbal balik yang berarti bagi pihak manajemen. Sehingga e-commerce pada
perusahaan-perusahaan di Kabupaten Jepara masih belum efektif untuk diterapkan.
Kata Kunci: Manfaat, Efektifitas, E-Commerce dan Perusahaan
1. PENDAHULUAN menyebabkan munculnya penggunaan internet di
A. Latar Belakang bidang bisnis terutama pada perusahaan skala besar
Perkembangan ilmu pengetahuan dan maupun kecil. Sejak berkembangnya teknologi
teknologi saat ini menyebabkan terjadinya internet tersebut pada tahun 1990-an
perubahan kultur masyarakat sehari-hari, dengan penggunaannya meluas karena dipandang
terciptanya sebuah keterbukaan dan transparansi memberikan manfaat yang sangat besar bagi
diberbagai bidang, terutama di bidang teknologi kelancaran proses-proses bisnis.
informasi. Informasi yang cepat dan akurat Penggunaan web telah secara radikal
merupakan bentuk informasi yang sangat dibutuhkan mengubah harapan konsumen tentang kenyamanan,
oleh masyarakat, termasuk di dalamnya dunia kecepatan, harga, service, dan kemampuan
komunikasi dan bisnis. membandingkan. Proses penyampaian (delivery)
Situasi pasar bisnis yang sangat dinamis di produk secara digital melalui internet diperkirakan
tahun 2012 ini, pendayagunaan teknologi akan semakin marak dalam berbagai sektor bisnis,
memegang peranan penting dalam menjamin terutama untuk program perangkat lunak, surat
kelancaran dan optimalisasi layanan serta kabar, CD musik, tiket pesawat, sekuritas, jasa
meningkatkan kinerja suatu perusahaan konsultasi, hiburan, perbankan, asuransi,
(Kementerian Negara Riset dan Teknologi). Dan pendidikan, dan kesehatan (Anderson dan Vince,
makin besarnya peluang yang dimiliki setiap 2000: 23).
perusahaan tentu membuat tantangannya semakin Dampak dari perkembangan teknologi
berat. Oleh sebab itu, perusahaan membutuhkan informasi dalam dunia bisnis adalah meningkatnya
model bisnis yang tepat dan solusi manajemen persaingan bisnis. Perusahaan tidak hanya bersaing
teknologi yang bisa mendayagunakan semua aset dengan pesaing lokal tetapi juga dengan pesaing
teknologi secara baik dan membantu perusahaan global, karena hanya dengan satu atau dua klik saja
secara cepat dalam menjawab kebutuhan bisnis dan konsumen dapat berpindah ke pesaing lain. Kondisi
pasar yang terus berkembang. ini bahkan mengarah pada tingkat persaingan yang
Teknologi informasi berkembang cukup pesat hyper competitive (Kotler, 2002: 6).
di Indonesia. Fenomena ini dapat dilihat dengan Peningkatan intensitas kompetisi tersebut
meningkatnya penggunaan internet masyarakat menuntut setiap pelaku bisnis perusahaan untuk
Indonesia dari tahun ke tahun. Menurut versi kantor selalu memperhatikan dinamika kebutuhan,
Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun keinginan, preferensi konsumen serta berusaha
2012 Indonesia menduduki urutan kedua pengguna memenuhinya dengan cara yang lebih efektif dan
Internet di dunia. China berada di peringkat pertama efisien dibandingkan dengan para pesaingnya.
(360 juta) dan Indonesia (45 juta). Berkembangnya Penggunaan teknologi diharapkan dapat
penggunaan Internet dan teknologi World Wide Web, memberikan manfaat yang besar terhadap dunia
Dwi Agung Nugroho Arianto 91
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136
bisnis yang kompetitif tersebut. Perusahaan yang komunikasi lebih cepat dengan pelanggan sebesar
mampu bersaing dalam kompetisi tersebut adalah 63% dan memuaskan pelanggan sebesar 56%
perusahaan yang mampu mengimplementasikan kemudian dari 27 perusahaan yang telah
teknologi ke dalam perusahaannya. Salah satu jenis menerapkan e-commerce bahwasannya 30%
implementasi teknologi dalam hal meningkatkan diantaranya merasakan manfaat meningkatnya
persaingan bisnis dan penjualan produk adalah omzet penjualan. 25% merasakan manfaat
dengan menggunakan electronic commerce (e- peningkatan jumlah pelanggan, 16% perluasan
commerce) untuk memasarkan berbagai macam jangkauan bisnis dan sarana promosi, 5%
produk atau jasa. mendapatkan peluang terbukanya bisnis baru dan
E-commerce (perniagaan elektronik) kepuasan pelanggan, serta 2% merasakan
merupakan bagian dari electronic bussines (bisnis kemudahan hubungan relasi.
yang menggunakan electronic tranmission). Secara Kenyataan ini membuktikan bahwa e-
umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai commerce memiliki peran penting dalam membantu
bentuk transaksi perdagangan barang atau jasa meningkatkan omzet penjualan, efisiensi pada
dengan menggunakan media elektronik. Media tenaga kerja dan seluruh biaya operasional yang
elektronik yang dibicarakan di sini hanya difokuskan perlu dikeluarkan untuk pembuatan produk dan
dalam hal penggunaan media internet. pemasarannya. Semakin ketatnya persaingan,
Pertumbuhan e-commerce nampaknya akan mengharuskan dunia usaha Indonesia secara terus
berkembang terus seiring dengan memasyarakatnya menerus melakukan efisiensi, meningkatkan kualitas
jaringan global internet, bahkan beberapa pakar produk, pelayanan serta inovasi baru.
teknologi informasi memprediksi bahwa internet Efisiensi dilakukan secara total mulai dari
akan menjadi bagian sehari-hari masyarakat modern perencanaan, proses produksi, pemasaran dan
pada masa mendatang. Ini artinya masyarakat akan pendistribusian dengan menggunakan internet bisa
berhubungan dengan internet dalam segala hal mengurangi biaya staf infrastruktur dan biaya lainnya
termasuk membeli atau menjual barang dan jasa. yang biasanya harus dibayar oleh perusahaan
Begitu pula perusahaan-perusahaan akan tradisional. Bila perusahaan di Indonesia tidak
mengupayakan pelebaran pangsa pasarnya melalui mengubah cara bisnisnya maka sulit untuk bisa
jaringan internet sebagai strategi baru yang sangat bersaing dengan perusahaan lain yang mampu
global. Dengan kata lain e-commerce akan menjadi menawarkan barang dan jasa yang sama dengan
infrastruktur bisnis alternatif yang mumpuni pada era harga yang lebih murah.
informasi kini dan mendatang. E-commerce adalah Telah dikatakan bahwa berbisnis di internet
lahan baru untuk membangkitkan dan telah berpengaruh besar dalam berbagai jenis
mengeksploitasi bisnis yang mengutamakan perusahaan. Begitu juga dengan perusahaan
efektifitas dalam pelaksanaannya. manufaktur dan jasa yang berkembang secara
E-commerce menyelenggarakan transaksi dramatis dengan semakin banyaknya konsumen
bisnis melalui jaringan elektronik dengan sejumlah yang berbelanja melalui internet. Karena kemudahan
perbaikan terhadap kinerja bisnis tradisional. serta keuntungan besar yang ditawarkan cara bisnis
Sehingga akan tercipta wajah bisnis baru dengan baru ini, banyak perusahaan yang membawa
menunjukkan kerja lebih baik: kualitas interaksi, bisnisnya kearah online. Salah satunya terjadi pada
kepuasan konsumen dan efektifitas pembuatan perusahaan-perusahaan di Kabupaten Jepara.
keputusan. Di Kabupaten Jepara tidak sedikit
Salah satu perusahaan yang telah sukses perusahaan baik manufaktur ataupun jasa yang
dengan menerapkan e-commerce adalah PT. telah membawa bisnisnya ke era e-commerce.
Matahari Putra Prima tbk. Lewat implementasi dan Menawarkan dan menjual produk dan jasanya
peningkatan e-commerce B2B (Business to melalui internet. Bahkan dengan internet informasi
Business) yang sudah berhubungan secara mengenai ketersediaan barang dan jasa dapat
elektronis dengan pemasok besarnya seperti Martha diakses para konsumen di belahan dunia.
Tilaar, Mustika Ratu, dan Nestle. Saat ini, dengan Dalam persaingan yang ketat seperti saat ini,
bergabung kepada gateway indosatcom, para memang menuntut perusahaan-perusahaan
pemasok PT. Matahari Putra Prima dapat manufaktur dan jasa untuk memperbaharui bentuk
mengurangi biaya administrasi pengadaan barang pemasarannya. Para pemasar dituntut untuk
sebesar 50%. Angka ini berasal dari berkurangnya mengembangkan dan memasarkan produknya tidak
biaya pengiriman faks, pengarsipan, dan entri data. hanya pada masyarakat lokal tetapi juga masyarakat
Jelasnya jika sebelumnya biaya administrasi per global. Oleh karena itu, apabila e-commerce
dokumen mencapai Rp. 5964, maka sesudah e- didayagunakan secara optimal, maka sangat
commerce B2B diterapkan, ongkosnya hanya Rp. potensial untuk mendongkrak keuntungan
2854 per dokumen (www.warta ekonomi.com). perusahaan-perusahaan di Kabupaten Jepara yang
Kemudian dalam sebuah penelitian yang terkenal dengan seni ukir dan mebelnya (furniture).
dilakukan oleh Luciana Spica pada 27 perusahaan di Dengan melihat kenyataan persaingan bisnis
Indonesia yang telah menerapkan e-commerce yang ketat, maka penerapan teknologi e-commerce
dengan meneliti motif dan manfaat yang dirasakan merupakan salah satu faktor penting untuk
perusahaan dikatakan bahwa motif yang menunjang keberhasilan suatu produk dari sebuah
melatarbelakangi perusahaan menggunakan e- perusahaan, dengan mempercepat dan
commerce yaitu mengakses pasar global sebesar meningkatkan penjualan.
56%, mem- promosikan produk sebesar 63%, Berdasarkan latar belakang masalah, maka
membangun merk sebesar 56%, mendekatkan penelitian ini penulis fokuskan pada kajian tentang
dengan pelanggan sebesar 74%, membantu manfaat yang dirasakan oleh perusahaan yang telah
Dwi Agung Nugroho Arianto 92
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136
menerapkan e-commerce dalam kepentingan bisnis diberikan mampu memenuhi tuntutan
serta tantangan yang dihadapi perusahaan- perkembangan dunia perekonomian dan
perusahaan di Kabupaten Jepara dalam pemasaran global pada saat ini.
menerapkan e-commerce. 3. Bagi peneliti: penelitian ini sebagai makalah
Melalui penelitian ini diharapkan dapat pendamping dalam Seminar Riset Unggulan
diperoleh gambaran yang jelas tentang manfaat dan Nasional Informatika 2012 di Universitas
tantangan dari penerapan e-commerce yang Surakarta.
dirasakan perusahaan-perusahaan di Kabupaten
Jepara. Temuan ini dapat memberikan informasi dan F. Metode Penelitian
menjadi dasar pertimbangan dalam menggunakan e- Metode yang digunakan dalam penelitian ini
commerce serta memanfaatkannya sebagai sarana adalah deskriptif kualitatif. Maksudnya, dalam
keunggulan bersaing. penelitian ini peneliti bermaksud menafsirkan data
dan menjelaskan fenomena yang ada pada
B. Rumusan Masalah perusahaan-perusahaan di Kabupaten Jepara
Penerapan e-commerce dipandang sebagai dengan mengembangkan konsep serta menghimpun
salah satu faktor untuk menunjang keberhasilan fakta yang ada di perusahaan-perusahaan
produk dan jasa dari sebuah perusahaan, oleh Kabupaten Jepara. Dengan objek penelitian 10
karena itu penulis merasa tertarik mengkaji lebih perusahaan di Kabupaten Jepara, dengan rincian 5
jelas mengenai manfaat penerapan e-commerce dan perusahaan manufaktur dan 5 perusahaan jasa.
efektifitasnya bagi perusahaan-perusahaan di Untuk data nama-nama perusahaan yang menjadi
Kabupaten Jepara. Adapun pertanyaan penelitian objek penelitian terlampir.
yang muncul adalah: Data dan sumber data dalam penelitian ini
1. Apa sajakah manfaat yang diperoleh perusahaan meliputi: (1) data primer: data yang diperoleh
di Kabupaten Jepara dengan menerapkan e- langsung dari sumbernya. Dalam hal ini peneliti
commerce? mencari informasi dan data tentang kendala-kendala
2. Apa sajakah tantangan yang dihadapi yang dihadapi perusahaan-perusahaan di
perusahaan di Kabupaten Jepara dalam Kabupaten Jepara dalam menerapkan e-commerce,
menerapkan e-commerce? kemudian informasi mengenai manfaat yang
3. Apakah e-commerce sudah efektif diterapkan dirasakan perusahaan-perusahaan di Kabupaten
pada perusahaan di Kabupaten Jepara? Jepara dalam menerapkan e-commerce serta tingkat
efektifitasnya. Adapun sumber informasi ini berasal
C. Batasan Masalah dari general manager, marketing manager, senior
1. Penelitian ini difokuskan pada pemanfaatan dan sales executive dan beberapa karyawan di
mengkaji tantangan dari perusahaan setelah departemen pemasaran perusahaan Kabupaten
menggunakan e-commerce serta efektifitas Jepara. (2) Data sekunder: data yang diperoleh dari
penerapan e-commerce dalam perusahaan sumbernya secara tidak langsung melainkan sudah
bisnis mulai tahun 2010-2012. dikumpulkan oleh pihak lain dan sudah diolah. Data
2. Objek penelitian adalah perusahaan-perusahaan sekunder dalam penelitian ini berupa informasi dari
manufaktur dan jasa di Kabupaten Jepara yang buku, jurnal-jurnal penelitian tentang e-commerce
sudah menggunakan teknologi e-commerce seperti: jurnal usahawan, Novieman.Com,
dalam bisnis perusahaannya. Objek dalam Corbis.com, dan artikel-artikel lain yang membahas
penelitian ini ditentukan hanya 10 perusahaan di tentang e-commerce.
Kabupaten Jepara dengan rincian 5 perusahaan Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
manufaktur dan 5 perusahaan jasa. menggunakan studi kepustakaan dan wawancara
dengan subjek penelitian yaitu general manager,
D. Tujuan Penelitian marketing manager, senior sales executive,
Tujuan dari penelitian ini adalah: departemen pemasaran dan beberapa karyawan di
1. Untuk mengetahui manfaat yang diperoleh departemen pemasaran perusahaan Kabupaten
perusahaan di Kabupaten Jepara dengan Jepara.
menerapkan e-commerce. Sedangkan metode analisis data dalam
2. Untuk mengetahui tantangan yang dihadapi penelitian ini menggunakan analisis Interaktif Miles
perusahaan di Kabupaten Jepara dalam dan Huberman, yaitu: analisis menggunakan
menerapkan e-commerce. Interaktive Model. Teknik analisis ini pada dasarnya
3. Untuk mengetahui efektifitas e-commerce terdiri dari tiga komponen yaitu: reduksi data,
yang sudah diterapkan pada perusahaan di penyajian data dan penarikan serta pengujian
Kabupaten Jepara. kesimpulan (Pawito, 2007: 104).
Reduksi data yaitu dengan peneliti
E. Manfaat Penelitian menganalisis data dan menyusun rancangan
1. Bagi perusahan: dengan penelitian ini konsep-konsep sesuai tema, setelah itu penyajian
diharapkan dapat memberikan informasi yang data dengan mengorganisasikan atau menyalin data
berguna untuk menyusun kebijakan dan pada tahap akhir membuat kesimpulan dari data
perusahaan yang bersangkutan. yang diperoleh tersebut.
2. Bagi perguruan tinggi: penelitian ini
diharapkan dapat menambah khasanah 2. DASAR TEORI
keilmuan dan sebagai masukan bagi A. Pengertian E-Commerce
perguruan tinggi di Indonesia untuk Elektronic commerce (disingkat e-commerce)
mengevaluasi sejauh mana kurikulum yang sebagai sarana berbisnis menggunakan jaringan
Dwi Agung Nugroho Arianto 93
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136
komputer, sebenarnya sudah dikenal sejak 20 tahun Kemudian ada hal-hal yang perlu
lalu yaitu sejak akhir tahun 70-an dan awal tahun 80- diperhatikan dalam mencapai kesuksesan e-
an. E-commerce (perniagaan elektronik) sebagai commerce antara lain:
bagian dari electronic bussines (bisnis yang 1) Teknis organisasional
menggunakan electronic tranmission). Secara umum Untuk menjadi perusahaan e-commerce yang
e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala sukses dan bertahan menghadapi berbagai
bentuk transaksi perdagangan barang atau jasa tantangan bisnis perusahaan tidak hanya
dengan menggunakan media elektronik (Kotler dan bergantung dari produk yang dijual saja, melainkan
Amstrong, 2001: 318). Media elektronik yang juga diperlukan struktur organisasi serta desain web
dibicarakan di sini hanya difokuskan dalam hal yang baik dan aman. Beberapa hal yang
penggunaan media internet. mempengaruhi keberhasilan teknis organisasional
E-commerce adalah kegiatan bisnis yang antara lain:
menyangkut konsumen, manufaktur, service provider a. Menyediakan kemudahan dan keamanan
dan pedagang perantara dengan menggunakan bagi konsumen. Seperti memberikan layanan
jaringan-jaringan komputer yaitu internet. credit card sebagai alat bayar. Oleh karena
itu perusahaan e-commerce harus menjamin
B. Karakteristik E-Commerce keamanan pengiriman nomor kartu kredit.
Berbeda dengan transaksi perdagangan b. Menentukan fokus binis. Dalam menentukan
biasa, transaksi e-commerce memiliki beberapa arah bisnis perusahaan e-commerce harus
karakteristik yang sangat khusus yaitu (Sakti, 2001: menentukan arah atau haluan bisnis mereka
35): dengan jelas dan berkonsentrasi dengan
1) Transaksi tanpa batas pilihannya tersebut.
Saat ini dengan internet pengusaha kecil dan c. Beroperasi dengan mempergunakan
menengah dapat memasarkan produknya secara teknologi yang mutakhir. Perusahaan harus
internasional cukup dengan membuat situs web dan selalu memperhatikan perkembangan
memasang iklan di situs-situs internet tanpa batas teknologi dan selalu mempergunakan
waktu 24 jam, dan tentu saja konsumen dari seluruh teknologi terbaru.
dunia dapat mengakses situs tersebut dan d. Membentuk suatu perusahaan yang selalu
melakukan transaksi secara online. siap dan mempunyai daya tanggap cepat
2) Transaksi anonim dalam menghadapi perubahan, baik
Para penjual dan pembeli melakukan transaksi perubahan ekonomi, sosial, dan lingkungan
melalui internet tidak harus bertemu atau bertatap fisik.
muka satu sama lainnya. Penjual tidak memerlukan e. Membuat website yang menarik. Penggunaan
nama dari pembeli, selama masalah pembayarannya komposisi warna, gambar, foto, animasi, serta
telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran bentuk huruf yang menarik tentunya akan
yang ditentukan. mundukung keberhasilan suatu website e-
3) Produk digital dan non digital commerce.
Produk-produk digital seperti software komputer, f. Melakukan pelatihan karyawan dan
musik, dan produk lain yang bersifat digital dapat pemberian insentif pada karyawan. Pelatihan
dipasarkan melalui internet dengan cara download dan pemberian insentif akan
secara elektronik. Dalam perkembangannya objek mempertahankan semangat kerja karyawan
yang ditawarkan melalui internet juga meliputi dan meningkatkan kinerja dari karyawan.
barang-barang kebutuhan hidup lainya. 2) Berorientasi pada pelanggan
4) Produk barang tidak berwujud Untuk berhasilnya perusahaan e-commerce harus
Banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang e- memberikan kenyamanan dan menjamin kepuasan
commerce dengan menawarkan barang tidak pada konsumennya. Beberapa hal yang dapat
berwujud seperti data, software dan ide-ide yang mendukung kepuasan konsumen antara lain:
dijual melaui internet. a. Memberi nilai pada konsumen. Hal ini dapat
Dari karakteristik di atas kita ketahui dipenuhi dengan memberi harga yang
bahwasanya e-commerce merupakan jual beli dalam bersaing, menyediakan pelayanan yang
dunia internet. Oleh karena itu, kejujuran dalam memuaskan dan handal, menawarkan
bisnis ini merupakan sebuah nilai yang terpenting. pengoperasian yang mudah dan tanggap.
b. Memberi bonus pada pembeli ketika
C. Keberhasilan dan Harapan Baik E-Commerce melakukan pembelian dan ketika melakukan
Pemasaran online menawarkan harapan pembelian ulang.
besar di masa mendatang, oleh karena itu, c. Memberi layanan sebagai bagian dari
pemasaran online masih butuh waktu bertahun- komunitas. Seperti chat room, forum diskusi,
tahun lagi untuk memperoleh potensi puncaknya. dan menerima saran dari konsumen akan
Keberhasilan penggunaan dan diterimanya e- membentuk konsumen yang loyal.
commerce merupakan isu yang paling banyak diteliti d. Memberi perhatian yang personal.
oleh peneliti. Banyak peneliti memberikan suatu e. Melakukan riset pasar, seperti yang dilakukan
dimensi keberhasilan suatu sistem. DeLone dan perusahaan non e-commerce.
McLean (2003) mengusulkan dimensi keberhasilan
suatu sistem pada tujuh dimensi yaitu kualitas D. Masalah dan Tantangan pada E-Commerce
pelayanan, kualitas sistem, kualitas informasi, Menurut Rahardjo (2000: 13) penerapan e-
penggunaan, kepuasan pengguna dan manfaat commerce di Indonesia juga tidak terlepas dari
bersih yang diterima. berbagai masalah diantaranya:
Dwi Agung Nugroho Arianto 94
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136
1) Ketidak tepatan jenis produk Di Indonesia prospek jangka pendek bisnis
Pemilihan jenis produk yang tidak sesuai dapat online seperti di Amerika Serikat yang
mempengaruhi keberhasilan sebuah perusahaan mengandalkan penjualan retail ke konsumen (B2C)
e-commerce. Produk yang mempunyai dan bisnis portal yang mengandalkan iklan relatif
pertimbangan bau, rasa, dan sentuhan, atau tidak menjanjikan. Ada dua hambatan utama dari
produk yang mengharuskan untuk dicoba terlebih model transaksi retail ke konsumen ini.
dahulu (misalnya pakaian) menjadi penyebab Pertama, ketergantungan pada fasilitas
gagalnya sebuah perusahaan e-commerce. pembayaran online yang efisien. Jangankan di
2) Masalah teknis dan organisasional Indonesia, di negara maju seperti Jermanpun hal ini
a. Kegagalan untuk memahami permintaan, masih menjadi masalah besar karena rendahnya
harapan dan motivasi konsumen untuk kepercayaan orang Jerman pada kartu kredit.
membeli. Masalahnya akan bertambah parah dengan
b. Kegagalan dalam menghadapi persaingan. ketiadaan fasilitas clearing house untuk transaksi
c. Tidak mampu memperkirakan reaksi online yang efisien di Indonesia.
lingkungan. Masalah kedua adalah kualitas infrastruktur
d. Gagal dalam mengkoordinir organisasinya, akses internet yang belum memadai. Kualitas akses
untuk menjadi suatu perusahaan e-commerce di Indonesia memadai untuk aplikasi email, tapi
yang sukses. masih terlalu lambat untuk penelusuran web dan
e. Gagal untuk mempertahankan komitmen transaksi online. Jadi bila target konsumennya
manajemen. pengguna internet lokal, hambatan ini merupakan
f. Meremehkan perencanaan waktu yang hambatan yang serius.
dibutuhkan untuk bisnis e-commerce.
g. Kegagalan dalam menjalankan rencana. E. Manfaat E-Commerce
h. Menjadi korban dari kejahatan internet, E-commerce mempunyai beberapa manfaat
seperti virus, spamming, dan hacking. baik bagi organisasi, masyarakat dan konsumen.
3) Penerimaan masyarakat akan e-commerce 1) Manfaat bagi organisasi
Seperti teknologi-teknologi baru lainnya Manfaat yang diperoleh dari e-commerce bagi
masyarakat belum tentu dengan mudah organisasi menurut M. Suyanto (2003: 11) adalah:
menerimanya, begitu pula dengan e-commerce. a. Memperluas market place hingga ke pasar
Penyebabnya antara lain: nasional dan internasiaonal.
a. Masyarakat masih khawatir pada sistem b. Menurunkan biaya pembuatan, pemrosesan,
pengamanan internet, terutama dalam hal pendistribusian, penyimpanan dan pencarian
pembayaran melalui kartu kredit. informasi yang menggunakan kertas.
b. Belum adanya keyakinan atau kepercayaan c. Memungkinkan pengurangan inventory dan
kepada perusahaan e-commerce. overhead dengan menyederhanakan supplay
c. Kesulitan akses e-commerce. chain dan manajemen tipe “pull”.
d. Masyarakat masih sulit untuk meninggalkan d. Mengurangi waktu antara outlay modal dan
berbagai kebiasaan ketika berbelanja, seperti penerimaan produk dan jasa.
tawar-menawar, komunikasi. Hal ini tidak e. Memperkecil biaya telekomunikasi.
dapat dilakukan melalui e-commerce. f. Akses informasi lebih cepat.
Kemudian tantangan yang dihadapi pemasar 2) Manfaat bagi masyarakat
online menurut Kotler Amstrong (2001: 271) adalah Menurut M. Suyanto (2003: 12) selain manfaat
sebagai berikut: terhadap organisasi, konsumen e-commerce juga
a. Pemasaran dan pembelian konsumen yang mempunyai manfaat bagi masyarakat, antara lain:
terbatas. Di samping itu, pengguna web lebih a. Memungkinkan orang untuk bekerja di dalam
banyak hanya ingin melihat-lihat saja daripada rumah dan tidak harus keluar rumah untuk
membeli. berbelanja. Ini berakibat menurunkan
b. Demografik dan psikografik pengguna. Pengguna kepadatan lalu lintas di jalan serta
online cenderung berupa populasi yang kaya dan mengurangi polusi udara.
berorientasi teknik daripada populasi pada b. Memungkinkan sejumlah barang dagangan
umumnya. Hal ini akan membuat pemasaran dijual dengan harga lebih rendah.
online ideal untuk memasarkan perangkat keras c. Memungkinkan orang di negara-negara lain
dan perangkat lunak. untuk menikmati aneka produk atau jasa
c. Internet menawarkan jutaan situs web dan yang hanya didapatkan dengan e-commerce.
informasi. Oleh karena itu, mencari sesuatu di 3) Manfaat bagi konsumen
internet itu terkadang membingungkan, dan Menurut M. Suyanto (2003: 12) e-commerce juga
membutuhkan banyak waktu untuk konsumen. mempunyai manfaat bagi konsumen yaitu:
d. Perusahaan melakukan bisnis online takut bahwa a. Memungkinkan konsumen untuk berbelanja
orang lain akan menggunakan internet untuk atau melakukan transaksi lain selama 24 jam
masuk ke sistem komputer mereka untuk sehari sepanjang tahun dari setiap lokasi.
keperluan spionase industri dan bahkan b. Memberikan lebih banyak pilihan kepada
sabotase. konsumen.
e. Pemasar secara mudah dapat menelusuri c. Pengiriman menjadi sangat cepat.
pengunjung situs web, dan banyak berperan d. Konsumen bisa menerima informasi yang
serta dikegiatan situs web dengan memberikan relevan secara detail dalam hitungan detik,
informasi pribadi. bukan lagi hari atau minggu.
Dwi Agung Nugroho Arianto 95
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136
e. Memberi tempat bagi para konsumen lain di c. Menurunkan biaya operasional (operting
electronic community untuk bertukar pikiran cost).
dan pengalaman. d.Melebarkan jangkauan global (global
f. Memudahkan persaingan yang ada dengan reach).
menghasilkan diskon secara substansial. e.Meningkatkan customer loyality.
4) Manfaat e-commerce dalam bisnis f. Meningkatkan supplier management.
Manfaat e-commerce yang dirasakan perusahaan g.Memperpendek waktu produksi.
khususnya untuk kepentingan konsumen h.Meningkatkan mata rantai pendapatan
diantaranya: (value chain).
a. Mendapatkan konsumen baru. Digunakannya 2) Dampak negatif e-commerce
e-commerce memungkinkan perusahaan a.Kehilangan segi financial secara langsung
tersebut mendapatkan konsumen baru yang karena kecurangan.
berasal dari pasar domestik maupun pasar b.Pencurian informasi rahasia yang berharga.
luar negeri. c. Kehilangan kesempatan bisnis karena
b. Menarik konsumen untuk tetap bertahan. gangguan pelayanan. Kesalahan ini
c. Meningkatkan mutu layanan. Dengan adanya bersifat non-teknis seperti aliran listrik
e-commerce memungkinkan perusahaaan tiba-tiba padam.
untuk dapat meningkatkan layanan dengan d.Penggunaan akses ke sumber oleh pihak
melakukan interaksi lebih personal sehingga yang tidak berhak. Misalkan seorang
dapat memberikan informasi sesuai dengan hacker yang berhasil membobol sebuah
keinginan konsumen. sistem perbankan. Setelah itu dia
d. Melayani konsumen tanpa batas waktu. memindahkan sejumlah rekening orang
Konsumen dapat melakukan transaksi dan lain ke rekeningnya sendiri.
memanfaatkan layanan suatu perusahaan e.Kehilangan kepercayaan dari para
tanpa harus terikat dengan waktu tutup konsumen. Seperti jatuhnya reputasi
ataupun buka dari perusahaan tersebut. perusahaan karena pihak lain.
Adapun Phillip Kotler menjelaskan bahwa (2003: f. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan
318) pemasaran online memiliki tiga manfaat utama oleh praktek bisnis yang tidak benar,
bagi pembeli potensial diantaranya: kesalahan faktor manusia atau kesalahan
a. Kemudahan: konsumen dapat memesan sistem elektronik.
produk 24 jam di manapun mereka berada.
b. Informasi: konsumen dapat memperoleh G. Kerangka Masalah
informasi yang komparatif tetang perusahaan,
produk, dan pesaing tanpa meninggalkan Perkembangan Globalisasi dan Tuntutan
kantor atau rumah mereka. teknologi persaingan penggunaan
informasi di ketat dalam teknologi informasi
c. Dengan layanan online konsumen tidak perlu dunia bisnis dalam bisnis
menghadapi atau melayani bujukan dan
faktor-faktor emosional.
Sedangkan manfaat layanan online bagi pemasar
yaitu:
a. Penyesuaian yang cepat terhadap kodisi
pasar: perusahaan dapat dengan cepat IMPLEMENTASI
menambahkan produk pada penawaran E-COMMERCE
mereka serta mengubah harga dan deskripsi.
b. Biaya yang lebih rendah: pemasar online
mencegah biaya pengelolaan toko dan biaya Kendala Manfaat
(secara teoritis) (secara teoritis)
sewa, asuransi, dan prasarana yang
menyertainya. Mereka dapat membuat
katalog digital dengan biaya yang lebih jauh
rendah daripada biaya percetakan dan
1. Pemaparan dan pembelian
pengiriman katalog kertas. pelanggan yang terbatas
c. Menjalin hubungan: pemasar online dapat 2. Demografik dan psikografik
berbicara langsung dengan konsumen dan 3. Kekacauan dan keruwetan
belajar lebih banyak dari mereka. 4. Keamanan
d. Pemasar dapat mengetahui berapa banyak
orang yang mengunjungi situs online mereka.
Informasi ini dapat membantu pemasar
meningkatkan penawaran dan iklan mereka. Kendala dan manfaat
secara empiris di
perusahaan
F. Dampak Postifit dan Negatif E-Commerce
Gambar 01:
1) Dampak positif e-commerce
Kerangka Berfikir
a.Revenue stream (aliran pendapatan) baru
yang mungkin lebih menjanjikan yang
tidak bisa ditemui di sistem transaksi Efektif
tradisional.
b.Dapat meningkatkan pangsa pasar (market Belum efektif
exprosure).
Dwi Agung Nugroho Arianto 96
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136
3. ANALISIS HASIL PENELITIAN cocok dalam dunia bisnis, dengan melihat prospek
A. Manfaat E-Commerce bagi Perusahaan di konsumen di seluruh Indonesia bahkan di seluruh
Kabupaten Jepara dunia.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data Bagi perusahaan terutama yang bergerak
dari 10 perusahaan di Kabupaten Jepara yang dalam bidang manufaktur termasuk perusahaan
menjadi objek dalam penelitian ini, menjelaskan furniture (mebel) yang mempunyai ekspansi pasar
bahwa e-commerce dapat memperluas market cukup luas dan ingin meningkatkan mutu layanan
place ke pasar nasional maupun internasional. kepada konsumen, maka salah satu strategi yang
Dengan e-commerce perusahaan di Kabupaten dapat digunakan adalah dengan menerapkan e-
Jepara dapat memperkenalkan berbagai fasilitas commerce.
dan produknya keseluruh penjuru dunia.
Sebelum era internet, batas-batas geografi Perusahaan di Kabupaten Jepara dengan
menjadi penghalang suatu perusahaan yang ingin menerapkan e-commerce juga memperoleh manfaat
go-international, sehingga hanya perusahaan yaitu mudah untuk melakukan akses informasi
dengan modal besar yang dapat memasarkan mengenai konsumen serta dapat melayani
produknya. Sedangkan, saat ini dengan internet konsumen tanpa batas waktu.
siapapun dapat memasarkan produknya secara Melalui e-commerce pihak manajemen bisa
internasional cukup dengan membuat situs web di melayani konsumen dalam waktu 24 jam. Di sini
internet tanpa batas waktu (24 jam) dan konsumen pihak manajemen dapat memberikan kemudahan
dari seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut kepada konsumen yang tidak bisa memesan produk
dan melakukan transaksi secara online. atau jasa secara manual karena waktu yang
Selain karena karakteristrik e-commerce yang mendesak atau jarak yang jauh. Dengan layanan e-
memungkinkan perusahaan untuk memperluas commerce berarti pihak manajemen bisa
market place, sistem yang ada di dalam e-commerce memberikan kebebasan sepuas-puasnya kepada
juga mendukung perusahaan untuk memperluas konsumen dalam melakukan transaksi untuk
market place. Karena di dalam sistem e-commerce memesan produk atau jasa melalui internet tanpa
terdapat tiga sistem aplikasi diantaanya: Electronic terikat oleh waktu dan tempat.
Markets (EMs), Electronic Data Interchange (EDI), Dengan hadirnya e-commerce pihak
serta internet commerce. manajemen juga dapat memperoleh berbagai
Electronic Market (EMs) merupakan sebuah informasi mengenai konsumen dengan cepat karena
sarana yang menggunakan teknologi informasi dan adanya fasilitas yang mendukung di dalam e-
komunikasi untuk melakukan atau menyajikan commerce. Selain itu melalui e-commerce
penawaran dalam sebuah segmen pasar sehingga perusahaan juga dapat mendatang- kan konsumen
pembeli dapat membandingkan berbagai macam atau pelanggan baru baik dari pasar domestik
harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs maupun luar negeri. Hal sesuai dengan teori
adalah sebuah sistem informasi antar organisasi Suryanto (2003: 11) mengenai manfaat e-commerce
yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para yaitu dengan adanya e-commerce dalam dunia
penjual dan pembeli untuk bertukar informasi bisnis dapat memperluas market place, memberikan
tentang harga dan produk yang ditawarkan. kemudahan kepada konsumen selam 24 jam dan
Keuntungan fasilitas EMs bagi konsumen adalah dapat mendatangkan konsumen baru.
terlihat lebih nyata dan efisien dalam waktu. Manfaat lain yang dirasakan perusahaan di
Sedangkan bagi penjual yaitu dapat Kabupaten Jepara dengan e-commerce adalah
mendistribusikan informasi mengenai produk dan karyawan bagian pemasaran (marketing) dapat
jasa yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga menjalin hubungan atau komunikasi dengan
dapat menarik konsumen lebih banyak. Jadi melalui konsumen. Karena sistemnya satu lawan satu dan
EMs kegiatan untuk memperluas market place ke interaktif. Jadi pemasaran online (e-commerce)
pasar domestik maupun manca negara bisa merupakan alat yang baik untuk membangun
dilakukan. hubungan dengan konsumen. Hubungan ini
Sedangkan internet commerce adalah membuat konsumen dengan perusahaan lebih
penggunaan internet yang berbasis teknologi akrab. Perusahaan dapat berinteraksi dengan
informasi dan komunikasi untuk perdagangan. konsumen dan belajar memahami kebutuhan dan
Kegiatan komersial ini seperti iklan dalam penjualan keinginan konsumen, dan untuk membangun pusat
produk dan jasa. Transaksi yang dilakukan diinternet data konsumen. Sebaliknya konsumen online dapat
antara lain pemesanan atau pembelian barang dan mengajukan pertanyaan dan umpan balik yang
jasa dengan transfer uang ke rekening penjual. cepat. Berdasarkan interaksi yang berjalan dalam
Penggunaan internet dalam menerapkan e- proses e-commerce, maka perusahaan dapat
commerce sebagai media pemasaran dan saluran meningkatkan nilai kepuasan konsumen melalui
terbukti mempunyai keuntungan antara lain untuk perbaikan produk dan jasa (Kotler, 2003: 262).
beberapa produk tertentu lebih sesuai ditawarkan Bisnis apapun bentuknya, membutuhkan
melalui e-commerce. Jadi melalui internet commerce penjualan agar tetap survive. Untuk itu diharapkan
kegiatan untuk memperluas market place ke pasar proses bisnis menggunakan teknologi informasi dan
domestik maupun manca negara dapat dilakukan. komunikasi dapat membuat perubahan dan
Pemanfaatan internet di perusahaan- pertumbuhan bagi perusahaan. Salah satunya
perusahaan Kabupaten Jepara sangat membantu dengan e-commerce untuk menjalin komunikasi
manajemen perusahaan. Sedangkan e-commerce dengan dengan konsumen secara maksimal.
dapat menjadi media promosi yang sangat efektif
dan merupakan alat bantu pemasaran yang sangat
Dwi Agung Nugroho Arianto 97
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136
B. Tantangan Perusahaan di Kabupaten Jepara
dalam Menerapkan E-Commerce
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data
bahwa tantangan atau kendala yang dihadapi
perusahaan-perusahaan di Kabupaten Jepara dalam
menerapkan e-commerce adalah masalah sumber
daya manusia (SDM). Dalam penerapannya, e-
commerce memerlukan tenaga ahli yang
mengetahui dan memahami tentang infrastruktur
dengan berbagai persoalannya, serta membutuhkan
tenaga ahli dalam bidang teknologi untuk
menerapkan e-commerce.
Penempatan karyawan yang ahli dalam Gambar 03:
bidang teknologi untuk penerapan e-commerce Skema Alur Transaksi E-Commerce 2
memang sangat penting mengingat sulitnya kontrak
dan mekanisme transaksi elektronik melalui e-
commerce.
Menurut Julian Ding sebagaimana dikutip
oleh Darus Badrulzaman menentukan bahwa: “A
contract is a struck when two or more persons agree
to a certain course of conduct”. Maksudnya, kontrak
adalah pertemuan antara dua atau lebih pihak yang
setuju untuk melakukan tindakan tertentu, sehingga
pada saat itulah kesepakatan tercapai.
Berdasarkan pendapat di atas maka secara
umum mekanisme transaksi elektronik (e-commerce)
dapat digambarkan yaitu: e-customer dan e-
merchant bertemu dalam dunia maya melalui server,
Gambar 04:
yang disewa dari internet server provider. Transaksi
Model Bisnis E-Commerce
e-commerce disertai term of use, dan sales term
condition atau klausa standar, yaitu pada umumnya
Jadi dalam menerapkan e-commerce harus
e-merchant telah melakukan klausa kesepakatan
disiapkan tenaga-tenaga terampil dalam bidang
pada website-nya, sedangkan e-consumer jika
teknologi informasi yang mengerti e-commerce
berminat tinggal memilih tombol accept atau
dengan segala persoalannya, termasuk internet,
menerima. Setelah tercapai kesepakatan antara
intranet, web, database, pengamanan sistem dan
kedua belah pihak kemudian diikuti dengan proses
masalah-masalah hukum yang terkait e-commerce.
pembayaran yang melibatkan dua bank perantara
Karena rumitnya mekanisme transaksi elektronik
dari masing-masing pihak yaitu Acquiring Merchant
melalui e-commerce, maka penempatan sumber
Bank dan Issuing Customer Bank. Prosedurnya e-
daya manusia yang salah akan berakibat buruk bagi
customer memerintahkan kepada Issuing Customer
pihak manajemen perusahaan maupun bagi
Bank atas nama e-customer untuk melakukan
konsumen. Oleh karena itu, pihak perusahaan harus
sejumlah pembayaran atas harga barang atau jasa
melakukan training terhadap karyawan lama dan
kepada Accuiring Merchant Bank yang ditujukan
melakukan seleksi yang ketat terhadap penerimaan
kepada e-merchant. Setelah proses pembayaran
karyawan baru untuk mengatasi masalah tenaga
selesai, kemudian diikuti dengan proses pemenuhan
kerja yang tidak mampu mengoperasikan internet.
prestasi oleh pihak e-merchant berupa hak-hak dari
Kendala lain yang dihadapi perusahaan-
e-customer.
perusahaan di Kabupaten Jepara yaitu masalah
Mekanisme transaksi e-commerce pada
penyediaan infrastruktur untuk menerapkan e-
perusahaan-perusahaan di Kabupaten Jepara pada
commerce dan dalam penerapannya e-commerce
dasarnya sama, untuk lebih jelasnya dapat dilihat
juga membutuhkan sebuah software.
pada gambar di bawah ini:
Untuk menjalankan e-commerce memang
diperlukan beberapa service atau infrastruktur yang
mendukung pelaksanaan e-commerce. diantaranya,
directory service, public key infrastructure,
certification authotity (www.corbis.com: mengenal e-
commerce). Directory service menyediakan
informasi tentang pelaku bisnis. Ada beberapa
standar yang digunakan untuk menyediakan
directory service. Salah satu standar yang cukup
popular adalah LDAP (Lightweight Directory Access
Protocol) yang kemudian menimbulkan open LDAP
(www.openLDAP.org).
Gambar 02:
Kemudian infrastruktur kunci publik
Skema Alur Transaksi E-Commerce 1
dibutuhkan untuk menjalankan e-commerce guna
menjaga keamanan. Salah satu cara untuk
meningkatkan keamanan adalah dengan
menggunakan teknologi kriptografi yaitu antara lain
Dwi Agung Nugroho Arianto 98
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136
dengan menggunakan enkripsi untuk mengacak
data. Infrastruktur ketiga adalah certification
authority, merupakan sebuah body/entity yang
memberikan dan mengelola sertifikat digital untuk
kebutuhan dalam transaksi elektronik.
Untuk memperoleh semua infrastruktur di
atas dibutuhkan biaya pembelian dan perawatan
yang besar. Maka dari itu modal yang besar perlu
disiapkan oleh pihak perusahaan agar tidak
mengganggu kegiatan operasional perusahaan
dalam menerapkan e-commerce. Masalah lain yang
muncul ketika menerapkan e-commerce yaitu
masalah ruang pasar e-commerce. Hasil analisa ini
sesuai dengan teori Kotler Amstrong (2001: 271) Gambar 05:
yang berpendapat bahwa pemasaran dan pembeli Website Perusahaan Furniture Jepara
dalam e-commerce masih terbatas.
E-commerce mampu menembus batasan C. Efektifitas E-Commerce pada Perusahaan di
geografi antar negara sehingga dunia sepertinya Kabupaten Jepara
sangat sempit. Perusahaan-perusahaan di Departemen pemasaran merupakan salah
Kabupaten Jepara dapat mempromosikan produk- satu fungsi yang sangat penting dari perusahaan
produknya ke seluruh dunia dalam waktu dan menjadi tangan manajemen dalam usaha
bersamaan, singkat dan dengan biaya yang sangat mengenalkan produk dan jasa perusahaan kepada
hemat. Akan tetapi perusahaan-perusahaan di masyarakat. E-commerce merupakan tugas dari
Kabupaten Jepara dalam penerapan e- departemen pemasaran yang diharapkan dapat
commercenya untuk mencapai pasar internasional menjadi media promosi yang efektif sehingga bisa
belum maksimal hasilnya. meningkatkan keuntungan perusahaan.
E-commerce ini tujuannya untuk membantu Donosepoetro (2001: 1) menyatakan bahwa
konsumen, siapapun, di manapun untuk dapat efektifitas adalah doing the right thing, artinya
menghemat waktu dan uang dengan memberikan melakukan pekerjaan yang benar. Maksud dari
pelayanan terbaik. Namun hal ini masih dianggap efektifitas adalah usaha untuk memberikan hasil
masyarakat sebagai hal elite dan eksklusif. Karena optimal.
kebiasaan dan budaya masyarakat dalam membeli Penerapan e-commerce pada perusahaan-
produk selalu terjadi tawar menawar dan pilih perusahaan di Kabupaten Jepara memang efektif
memilih yang dilakukan dalam kurun waktu yang dalam hal memberikan pelayanan yang cepat dan
lama. Maka, apabila ingin mulai membudayakan e- segera terhadap konsumen. Akan tetapi dalam
commerce hendaknya diimbangi pula dengan ukuran kinerja, perusahaan harus memikirkan kinerja
menanamkan pemahaman yang menyeluruh tentang e-commerce dalam empat dimensi yang secara
e-commerce guna membentuk budaya baru (Savira: kolektif mengkombinasi ukuran saluran tradisional
2000). dengan indikator-indikator kinerja e-commerce baru
Justru pada saat anggapan dan prediksi diantaranya; volume situs e-commerce, meraih
masyarakat terhadap internet terutama e-commerce pendapatan dan pelanggan e-commerce, biaya e-
masih kurang baik, maka seharusnya para commerce, dan keuntungan e-commerce (sumber:
dotcomers, pemikir IT, dan cyber bisa memberikan Oxford Associates dalam buku The Channel
konstribusi yang berarti untuk mempengaruhi Adventage).
perubahan dimasyarakat mengenai internet, dengan Meraih konsumen dan pendapatan dapat
kata lain sebagai katalisnya. dilihat dari keberhasilan situs dalam meraih
Sedangkan untuk pasar di Indonesia, konsumen dan penjualannya. Biaya dapat dilihat dari
sebenarnya konsumen tidak harus memiliki akses investasi dan biaya operasional yang berhubungan
sendiri karena sekarang sudah banyak kantor, dengan situs. Keuntungan dapat dilihat dari hasil
kampus, dan sekolah-sekolah yang memiliki akses yang diukur dari tingkat pengembalian investasi dan
internet atau wireless. Jika melihat perkembangan kepuasan konsumen (Lawrence dan Thimoti, 1999:
internet di Indonesia, maka seharusnya pemerintah 211).
perlu turun tangan untuk memberikan insentif bagi Dilihat dari jumlah pengunjung yang
pengembangan e-commerce di Indonesia. memesan secara online pada perusahaan
manufaktur dan jasa di Kabupaten Jepara masih
sedikit hasilnya dibandingkan dengan cara-cara
manual. Ini berarti keberhasilan situs e-commerce
dalam meraih konsumen dan penjualannya pada
perusahaan-perusahaan di Kabupaten Jepara masih
belum maksimal.
Kemudian dilihat dari biaya, untuk
menerapkan e-commerce perlu disediakan
infrastruktur yang membutuhkan modal besar guna
mendapatkan infrastruktur atau software yang
terjaga kualitasnya serta sumber daya manusia yang
ahli dalam bidang teknologi informasi, juga
membutuhkan biaya yang besar pula. Dilihat dari
Dwi Agung Nugroho Arianto 99
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136
keuntungan yaitu hasil yang diukur dari tingkat penjualan dan pembayaran yang mudah sehingga
pengembalian investasi dan kepuasan konsumen. memudahkan konsumen untuk mengakses.
Maka jika respon masyarakat dengan hadirnya e- Pihak manajemen perusahaan-perusahaan di
commerce pada perusahaan-perusahaan di Kabupaten Jepara hendaknya menyiapkan tenaga
Kabupaten Jepara masih sedikit dibandingkan pemasaran yang mampu memberikan ide untuk
dengan cara-cara manual, maka penerapan e- merubah budaya dan asumsi masyarakat mengenai
commerce belum bisa mendatangkan keuntungan e-commerce.
yang lebih besar daripada cara-cara manual.
Kembali pada pengertian efektifitas menurut
Donosepoetro, di mana efektifitas menyangkut hasil
yang optimal, ini artinya e-commerce masih belum
efektif diterapkan pada perusahaan-perusahaan di DAFTAR PUSTAKA
Kabupaten Jepara. Semua tanggung jawab bagian
pemasaran telah dilakukan pihak manajemen
pemasaran. Akan tetapi, dalam penerapan e- Agung, I Gusti Ngurah, Metode Penelitian Sosial,
commerce masih ditemukan kendala-kendala, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1992.
sehingga menyebabkan e-commerce belum efektif
diterapkan pada perusahaan di Kabupaten Jepara. Almilia, Luciana Spica dan Robahi, Lidia, Penerapan
E-Commerce sebagai Upaya Meningkatkan
4. PENUTUP Persaingan Bisnis Perusahaan, STIE
Implementasi e-commerce pada sebuah Perbanas Surabaya.
bisnis termasuk pada perusahaan manufaktur dan
jasa sangat penting dilakukan mengingat telah Anderson, Strategic Marketing Management,
disebutkan bahwa dengan e-commerce perusahaan Houghton Mifflin: Boston, USA, 2000.
akan diuntungkan karena tingkat efektifitas dan
effisiensi yang dijanjikannya. Akan tetapi penerapan Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu
e-commerce bukanlah suatu hal yang mudah. Pendekatan dan Praktek, Rineka Cipta,
Meskipun keuntungan yang ditawarkan pada Jakarta, 1997.
berbagai bisnis begitu besar dan cukup menjanjikan,
namun kendala yang harus dihadapi dalam Diana, Anastasa, Mengenal E-Business, Edisi
penerapannya sangat besar pula. Dari hasil Pertama, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2001.
penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan
pada bab sebelumnya, maka temuan ini dapat Donosepoetro, M, Profesionalisme Tenaga
disimpulkan sebagai berikut: Kependidikan, Yayasan Karya Sarjana
1. Melalui e-commerce perusahaan di Kabupaten Mandiri, Bandung, 2001.
Jepara dapat memperluas market place,
mendatangkan konsumen baru, dapat Ellswort, Jill H& Matthew, Marketing on The Internet,
memberikan pelayanan tanpa batas waktu PT. Grassindo Bahana Ilmu Popular (BIP),
kepada konsumennya, akses informasi yang Jakarta, 1997.
cepat, serta dapat melakukan pemupukan
hubungan kepada konsumen. Indrajit, Richardus Eko, Manajemen Sistem
2. Pada pelaksanaannya e-commerce Informasi dan Teknologi Informasi, Penerbit
membutuhkan tenaga kerja (sumber daya Elex Media Komputindo, Jakarta, 2001.
manusia) yang cukup ahli dalam bidang teknologi
informasi yang menguasai e-commerce dengan Kienan, Brenda, Small Business Solution E-
berbagai perangkat serta persoalannya. Selain commerce, PT. Elex Media Komputindo,
itu dalam menerapkan e-commerce juga Jakarta, 2001.
dibutuhkan infrastruktur berkualitas yang
membutuhkan modal cukup besar untuk Kartajaya, Syakir Sula, Syariah Marketing, PT. Mizan
mendapatkannya. Akan tetapi pada aplikasinya Pustaka, Bandung, 2006.
e-commerce masih mencapai ruang pasar yang
terbatas dibandingkan pembelian dengan cara Kotler dan Amstrong, Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid
tradisional. 2, Airlangga, Jakarta, 2001.
3. E-commerce masih kurang efektif diterapkan
pada perusahaan di Kabupaten Jepara. Kotler, Phillip, Marketing from A to Z (80 Konsep
Berdasarkan hasil temuan dan analisa yang harus dipahami oleh Manager),
pembahasan dalam penelitian ini, maka hendaknya Airlangga, Jakarta, 2003.
pihak manajemen menyiapkan tenaga-tenaga
terampil dibidang teknologi dan informasi guna Kotler, Phillip, dan Dipak, Suvit, Marketing Moves: A
memperlancar aplikasi e-commerce pada New Approach to Profit, Growth, and
perusahaan-perusahaan di Kabupaten Jepara. Serta Reneval, Harvard Business School Press,
memberikan training kepada karyawan lama dan Boston, 2002.
seleksi yang ketat pada karyawan baru.
Pihak manajemen hendaknya dapat Lawrence dan Thimothy, The Channel Advantage,
membuat website penjualan sendiri semenarik Airlangga, Jakarta, 1999.
mungkin, cepat diakses, serta mempunyai proses
Dwi Agung Nugroho Arianto 100
Seruni FTI UNSA 2012 Volume 1 ISSN: 2302-1136
Suyanto M, Strategi Periklanan pada E-Commerce Lampiran 01:
Perusahaan Top Dunia, Penerbit Andi, Tabel Data Perusahaan
Yogyakarta, 2003.
Pawito, Penelitian Komunikasi Kualitatif, PT. LKiS Nama Alamat Alamat Website
Pelangi Aksara, Yogyakarta, 2007. Perusahaan
Jati Jepara Jl. Raya Jepara- www.jatijepara.com
Home Bangsri km.06
Nuryani, E-commerce dalam berita pajak Interior and Pakis Aji, Jepara
No.1438/Tahun XXXIII/1 Maret 2001. Furniture
Trans Mebel Jl. Soekarno Hatta trans-
Purbo, Onno W, Mengenal E-commerce, PT. Elex No.10 Tahunan mebel.indonetwork.co.id
Media Komputindo, Jakarta, 2000. Jepara 59427
Jeparadise Rau km. 3 Jepara www.jeparadisemebeland.co
Rahardjo, Budi, Perkembangan E-Commerce Mebeland 59643 m
Peluang dan Permasalahan, PPAU
Mikroelektronika Institut Teknologi Bandung, Max RT. 19 RW. 03 www.maxhevelaarfurniture.c
Havelaar Dusun Bantenan, om
2000. Furniture Desa Bawu
Jepara
Rangkuti, Freddy, Analisis SWOT Teknik Membedah Gabe Bazar Jl. Raya Lebak www.gabebazar.com
Kasus Bisnis Reorientasi Konsep Bulungan No. 148
Perencanaan Strategis untuk Menghadapi Jepara
Abad 21, PT. Gramedia Pustaka Utama, Modatama Jl. utama Tahunan www.modatamacargo.com
Jakarta, 2005. Cargo km. 06 Desa
Langon RT. 01
Sakti, Nufransa Wira, Perpajakan dalam E- RW. 01 Tahunan
Jepara 59427
commerce, Belajar dari Jepang, dalam Berita
Gapeksindo Jl. gapeksindojepara.blogspot.c
Pajak No. 1443/ tahun XXXIII/15 Mei 2001. Jepara Hoscokroaminoto om
(Gedung Wanita)
Sanusi, Arsyad, E-commerce, Hukum dan Solusinya, Jepara
Penerbit PT. Mizan Grafika Sarana, Jakarta, PO. Trans Tahunan RT. 01 transmebel.indonetwork.co.i
2002. Mebel RW. 03 No. 10 d
Jepara
Savira, Sekilas Dunia E-Dagang Indonesia dan Afitzone Jl. Pasar Sore No. www.afitzone.com
Keabua-abuan di sekelilingnya, 2000. 50 RT. 07 RW. 02
Demangan-
Tahunan Jepara
Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif, 59422
Alfabeta, Bandung, 2006. PO. Bejeu Jl. Kopral Sapari www.bejeu.com
No. 27 Pengkol
Jepara 59415
Dwi Agung Nugroho Arianto 101
Get documents about "