Docstoc

Pengenalan Media

Document Sample
Pengenalan Media Powered By Docstoc
					                              PENGENALAN MEDIA




1. Pengertian Media

    Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat ciri utama yakni adanya hubungan

diantara anggotanya. Hubungan itu berlangsung sedemikian rupa, sehingga terjadi

proses saling mempengaruhi. Dengan kata lain antara anggota kelompok terdapat

hubungan yang disebut komunikasi interaksi. Melalui berbagai bentuk komunikasi

maka kelompok-kelompok masyarakat melakukan banyak kegiatan atau tingkah laku

sosial sehingga tercapai tujuan-tujuan bersama.

    Bentuk komunikasi itu berlaku di dalam semua bentuk hubungan sosial, baik di

sekolah maupun di dalam pergaulan masyarakat yang lebih luas dan di dalam

bentuk-bentuk   masyarakat    dengan   struktur   dan   fungsinya   masing-masing.

Di sekolah berlangsung hubungan komunikasi interaksi antara para siswa dan guru.

    Untuk mencapai maksud dan tujuannya, bentuk-bentuk organisasi masyarakat

itu, perlu peningkatan efisiensi dan efektivitasnya. Peningkatan efisiensi dan

efektivitas tersebut sebagian bergantung kepada faktor penunjang, yakni sarana dan

prasarana. Dengan perkataan lain, hubungan komunikasi interaksi itu akan berjalan

dengan lancar dan mendapat hasil yang maksimal. Apabila organisasi itu berjalan

dan menggunakan alat bantu, alat bantu itulah yang disebut dengan media.

    Bertitik tolak dari alat bantu (media) itu dapat dipahami bahwa, media dalam

hubungannya dengan komunikasi interaksi suatu organisasi sangat menentukan.

Namun yang masih perlu kejelasan adalah, apa yang dimaksud dengan media.

    Menurut Arsyad, (2011: 3) Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan

bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau
pengantar. Jadi dapat dipahami bahwa media adalah perantara atau pengantar dari

pengirim ke penerima pesan.

    Selanjutnya akan diuraikan pengertian media menurut istilah. Para ahli di

dalam memberikan batasan media berbeda-beda pendapat, tetapi arah dan

tujuannya sama, yang tidak lepas dari kata medium.

    Menurut    Hamidjojo dalam     Achsin   (2002), media adalah    semua bentuk

perantara yang dipakai orang menyebar ide, sehingga ide atau gagasan itu sampai

pada penerima.

    Sedangkan Assosiasi Teknologi dan Komunikasi (Association of Education and

Communication Technology/ AECT) di Amerika memberi batasan yaitu: Media

sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan

pesan/ informasi. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis

komponen      dalam   lingkungan siswa yang    dapat   merangsang     untuk belajar.

Sementara Bringgs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang

dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar buku, film, kaset

adalah contoh-contohnya.

    Selanjutnya Luhan dalam Sadiman (2005) berpendapat bahwa media adalah

sarana yang juga disebut channel, karena pada hakekatnya media memperluas atau

memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengarkan, dan

melihat dalam batas-batas jarak, ruang, dan waktu yang hampir tak terbatas lagi.

    Dalam kaitannya dengan komunikasi interaksi dalam bentuk organisasi Hamalik

(2007) berpendapat bahwa media komunikasi adalah suatu media atau alat bantu

yang digunakan oleh suatu organisasi untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kerja

dengan hasil yang maksimal.
     Dalam dunia pendidikan kita mengenal peragaan atau keperagaan. Ada yang

lebih senang menggunakan istilah peragaan. Tetapi ada pula yang senang yang

menggunakan istilah komunikasi peragaan. Dewasa ini telah mulai dipopulerkan

istilah baru yakni “Mediapendidikan”.



2. Ciri-Ciri Media Pendidikan

     Ada tiga ciri yang merupakan petunjuk mengapa mdia digunakan dan apa-apa

saja yang dapat dilakukan oleh media yang mungkin pengajar tidak mampu (kurang

efisien) melakukannya.

a.   Fiksatif (fixative property)

Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan,

dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. Dengan ciri fiksatif, media

memungkinkan suatu rekaman kejadian atau objek yang terjadi pada satu waktu

tertentu ditransportasikan tanpa mengenal waktu.

b.   Manipulatif (manipulatif property)

Transformasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena media memiliki ciri

manipulatif. Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada

siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar

timelapse recording. Suatu kejadian dapat dipercepat dan dapat juga diperlambat

pada saat menayangkan kembali hasil suatu rekaman video.

c.   Distributif (distributive property)

Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransformasikan

melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah

besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu.
3. Pengenalan Beberapa Media

      Dalam perkembangan media pendidikan mengikuti perkembangan teknologi.

Teknologi     yang   paling   tua yang digunakan dalam proses        belajar   mengajar

adalah      percetakan yang bekerja      atas   dasar   prinsip mekanis. Kemudian lahir

teknologi     audio visual    yang   menggabungkan        penemuan    mekanis dengan

elektronis untuk tujuan pendidikan. Teknologi yang muncul adalah kegiatan

interaktif. Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, media pendidikan dapat

dikelompokkan dalam empat kelompok, yaitu :

1. Media hasil teknologi cetak,

2. Media hasil teknologi audio visual,

3. Media hasil teknologi yang berdasarkan komputer,

4. Media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer.

      Teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi,

seperti buku dan materi visual statis terutama melalui proses percetakan mekanis

atau fotografis. Kelompok media hasil teknologi meliputi teks, grafik, foto atau

representasi fotografik dan reproduksi. Materi cetak dan visual merupakan dasar

perkembangan dan penggunaan kebanyakan materi pengajaran lainnya. Teknologi

ini menghasilkan materi dalam bentuk salinan tercetak. Dua komponen pokok

teknologi ini adalah materi teks verbal dan materi visual yang dikembangkan

berdasarkan teori yang berkaitan dengan persepsi visual, membaca, memproses

informasi.

    Teknologi cetak memiliki ciri-ciri berikut :

a. Teks dibaca secara linear, sedangkan visual diamati berdasarkan ruang,

b. Baik teks maupun visual menampilkan komunikasi satu arah dan reseptip,

c. Teks dan visual ditampilkan secara statis (diam),
d. Pengembangannya sangat tergantung kepada prinsip-prinsip kebahasaan dan

  persepsi visual,

e. Baik teks maupun visual berorientasi (berpusat) pada pemakai,

f. Informasi dapat diatur kembali atau ditata ulang oleh pemakai.

    Teknologi audio visual adalah cara menghasilkan atau menyampaikan materi

dengan menggunakan mesin-mesin dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan

audio visual. Pengajaran melalui audio visual jelas bercirikan pemakaian perangkat

keras selama proses belajar, seperti mesin proyektor film, tape recorder dan

proyektor visual yang lebar. Jadi pengajaran melalui audio visual adalah produksi

dan penggunaan materi yang penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran

serta tidak seluruhnya tergantung kepada pemahaman kata atau simbol-simbol yang

serupa. Ciri-ciri teknologi audio visual adalah sebagai berikut :



a. Biasanya bersifat linear,

b. Biasanya menyajikan visual yang dinamis,

c. Digunakan dengan cara yang telah ditetapkan sebelumnya oleh

  perancang/pembuatnya,

d. Merupakan representasi fisik dari gagasan real atau gagasan abstrak,

e. Dikembangkan menurut prinsip behaviourisme dan kognitif,

f. Umumnya berorientasi kepada pengajar dengan tingkat pelibatan interaktif pelajar

  yang rendah.

    Teknologi     berbasis     komputer    merupakan      cara      menghasilkan   atau

menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis

microprosesor. Perbedaan antara media yang dihasilkan oleh teknologi berbasis

komputer dengan yang dihasilkan dari dua teknologi lainnya adalah karena
informasi/materi disimpan dalam bentuk digital, bukan dalam bentuk cetakan atau

visual. Pada dasarnya teknologi berbasis komputer menggunakan layar kaca untuk

menyajikan informasi kepada pemakai. Berbagai jenis aplikasi teknologi berbasis

komputer dalam pengajaran umumnya dikenal sebagai computer assisted instruction

(pengajaran dengan bantuan komputer). Aplikasi tersebut apabila dilihat dari cara

penyajian dan tujuan yang ingin dicapai meliputi tutorial (penyajian materi pelajaran

secara bertahap), drills and practice (latihan dan membantu menguasai materi yang

telah dipelajari sebelumnya), permainan dan simulasi (latihan mengaplikasikan

pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari), dan basis data (sumber yang

dapat membantu manambah informasi dan pengetahuan sesuai dengan keinginan).

Beberapa ciri media yang dihasilkan teknologi berbasis komputer (baik perangkat

keras maupun perangkat lunak) adalah sebagai berikut :

a. Dapat digunakan secara acak, non-sekuensial, atau secara linear,

b.Dapat digunakan berdasarkan keinginan pemakai atau berdasarkan keinginan

  perancang/pengembang sebagaimana direncanakan.

c. Biasanya gagasan disajikan dalam gaya abstrak dengan kata, simbol dan grafik,

d. Prinsip-prinsip ilmu kognitif untuk mengembangkan media ini,

e.Pembelajaran dapat berorientasi pemakai dan melibatkan interaktivitas pemakai

  yang tinggi.

    Teknologi gabungan adalah cara untuk menghasilkan dan menyampaikan

materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan

oleh komputer yang disebut dengan Multimedia. Perpaduan berbagai jenis teknologi

ini dianggap teknik yang paling canggih apabila dikendalikan oleh komputer yang

memiliki kemampuan yang hebat seperti jumlah Random Access Memory yang

besar, harddisk yang besar dan monitor yang beresolusi tinggi ditambah dengan
peripheral seperti video disc player, perangkat keras untuk bergabung dalam suatu

jaringan dan sistem audio. Beberapa ciri utama teknologi berbasis komputer adalah

sebagai berikut:

a. Dapat digunakan secara acak, sekuensial dan secara linear,

b. Dapat digunakan sesuai dengan keinginan pemakai, bukan hanya sesuai dengan

  rencana dan keinginan perancangannya,

c. Gagasan-gagasan sering disajikan secara realistik dalam konteks pengalaman

  pemakai, menurut apa yang relevan dengan pemakai, dan dibawah pengendalian

  pemakai,

d. Prinsip ilmu kognitif dan konstruktivisme diterapkan dalam pengembangan dan

  penggunaan pelajaran,

e. Pembelajaran ditata dan terpusat pada lingkup kognitif sehingga pengetahuan

  dikuasai jika pelajaran itu digunakan,

f. Bahan-bahan pelajaran melibatkan banyak interaktivitas pemakai,

g. Bahan-bahan pelajaran memadukan kata dan visual dari berbagai sumber.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:21
posted:1/16/2013
language:
pages:7