PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP PRESTASI KERJA GURU DI SMK YKTB 2 BOGOR

Document Sample
PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP PRESTASI KERJA GURU  DI SMK YKTB 2  BOGOR Powered By Docstoc
					                                      BAB I

                              PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

          Prestasi kerja pengajar dari suatu lembaga pendidikan, selalu menekankan

   pelaksanaan tugas pengajar, sedangkan       tugas-tugas yang harus dilaksanakan

   adalah bagian dari pekerjaan atau posisi dalam lembaga pendidikan.

          Para pimpinan lembaga pendidikan secara rutin menilai keefektifan

   individu melalui proses evaluasi prestasi kerja, evaluasi prestasi kerja ini menjadi

   dasar untuk kenaikan gaji, promosi, insentif, kompensasi dan jenis imbalan lain

   yang diberikan lembaga bimbingan belajar itu.

          Menurut situasi yang lazim setiap individu bekerja dalam kelompok unit

   kerja, dalam beberapa hal keefektifan kelompok adalah jumlah sumbangan dari

   seluruh anggautanya, dalam hal lain keefektifan kelompok unit kerja melebihi

   jumlah sumbangan individual. Karena organisasi terdiri dari individu dan

   kelompok unit kerja, keefektifan organisasi adalah fungsi dari keefektifan

   individu dan kelompok unit kerja, walaupun demikian keefektifan organisasi

   melebihi jumlah keefektifan individu dan kelompok unit kerja.

          Lembaga pendidikan dapat memperoleh tingkat prestasi kerja yang lebih

   tinggi dibandingkan dengan jumlah prestasi kerja masing-masing bagian individu

   dan kelompok unit kerja. Lembaga bimbingan belajar sebagai alat untuk




                                          1
                                                                                2




mengerjakan pekerjaan dapat menyelesaikan pekerjaan lebih baik dari usaha

individu manapun.

          Prestasi kerja suatu lembaga pendidikan menunjukkan bahwa keefektifan

kelompok unit kerja tergantung pada keefektifan individu dan keefektifan

organisasi tergantung pada keefektifan kelompok unit kerja. Hubungan yang pasti

antara ketiga perspektif itu bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti

macam organisasi lembaga pendidikan, pekerjaan yang dilakukan dan

penggunaan teknologi dalam melakukan pekerjaan tersebut.

          Prestasi kerja individu menjadi bagian dari prestasi kerja kelompok unit

kerja, yang pada gilirannya menjadi bagian dari prestasi kerja organisasi lembaga

pendidikan. Di dalam lembaga pendidikan yang efektif, manajemen membantu

prestasi kerja secara keseluruhan, yaitu suatu keseluruhan yang lebih besar dari

sekedar penjumlahan kelompok-kelompok unit kerja. Tidak ada suatu ukuran atau

kriteria yang memadai, yang dapat mencerminkan prestasi kerja lembaga

pendidikan.

          Prestasi kerja lembaga pendidikan harus dilihat dalam hubungan ukuran

berganda di dalam suatu kerangka. Tetapi ketidak efektifan prestasi kerja sesuatu

tingkatan organisasi lembaga pendidikan merupakan pertanda bagi manajemen

untuk mengambil tindakan korektif. Semua tindakan korektif manajemen akan

berpusat pada elemen perilaku organisasi lembaga pendidikan, struktur, dan

proses.
                                                                              3




       Jadi keefektifan kelompok unit kerja lebih besar dibandingkan dengan

jumlah keefektifan individual karena perolehan terwujud melalui usaha gabungan

individual dan kelompok unit kerja. Tugas manajemen adalah mengindentifikasi

sebab-sebab keefektifan organisasi lembaga pendidikan, kelompok unit kerja dan

individu.

       Prestasi kerja organisasi lembaga pendidikan mencerminkan kemampuan

organisasi untuk menghasilkan jumlah dan kualitas keluaran yang dibutuhkan

lingkungan. Ukuran prestasi kerja organisasi lembaga pendidikan berhubungan

secara langsung dengan keluaran yang diterima oleh organisasi bersangkutan.

       Salah satu dorongan seseorang mengejar prestasi kerja pada suatu

organisasi lembaga pendidikan adalah adanya kompensasi, sudah menjadi sifat

dasar dari manusia pada umumnya untuk menjadi lebih baik, lebih maju dari

posisi yang dipunyai pada saat ini. Para pengajar juga mulai memikirkan bahwa

kerja bukanlah hanya sekedar untuk memperoleh pendapatan, tetapi juga

memikirkan untuk menyatakan dirinya (Self Actualization), karena itulah mereka

menginginkan suatu dorong an dalam hidupnya.

       Dengan meningkatnya kemajuan teknologi mengakibatkan semakin

berkembangnya pemahaman manusia tentang pentingnya aspek sumber daya

manusia dalam suatu organisasi lembaga pendidikan. Bagaimanapun tingginya

teknologi tanpa didukung oleh manusia sebagai pelaksana operasionalnya, tidak

akan mampu menghasilkan suatu output yang sesuai dengan tingkat efisiensi yang

tinggi. Betapapun modernnya mesin-mesin yang digunakan, unsur manusia masih
                                                                                  4




  akan tetap memegang peranan yang sangat menentukan. Oleh karena itu

  pemahaman dan pengembangan sumber daya manusia didalam suatu organisasi

  lembaga pendidikan menjadi sangat penting.

         Dalam kehidupan modern dewasa ini, faktor manusia sangatlah

  diutamakan dengan menitikberatkan secara mendasar pada pengukuran hasil

  nyata yang mampu dicapai oleh seorang tenaga kerja yang terlibat dalam proses

  penentuan sasaran.

         Prestasi kerja didalam organisasi lembaga pendidikan diukur dari mampu

  tidaknya mewujudkan sasaran yang telah diterapkan sebelumnya dan bila mampu

  jauh hasil nyatanya dibandingkan dengan sasaran tersebut. Ketidak jelasan dalam

  menetapkan sasaran, akan mengakibatkan tenaga kerja tidak dapat mengevaluasi

  dan tidak mengetahui sampai sejauh mana prestasi kerja yang telah dicapainya.

         Sejalan dengan uraian tersebut diatas maka penulis mengangkat judul

  "PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP PRESTASI KERJA

  GURU DI SMK YKTB 2 BOGOR".



B. Perumusan Masalah

         Adapun dalam kesempatan ini, penulis mengklasifikasikan beberapa

  masalah yang ada kaitannya dengan judul skripsi antara lain :

  1. Bagaimana pemberian kompensasi di SMK YKTB 2 Bogor?

  2. Bagaimana prestasi kerja guru di SMK YKTB 2 Bogor?
                                                                           5




   3. Bagaimana pengaruh pemberian kompensasi terhadap prestasi kerja guru di

        SMK YKTB 2 Bogor?



C. Tujuan Penulisan Skripsi

            Adapun tujuan penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :

   1. Untuk mengetahui pemberian kompensasi di SMK YKTB 2 Bogor.

   2. Untuk mengetahui prestasi kerja guru di SMK YKTB 2 Bogor.

   3. Untuk mengetahui pengaruh pemberian kompensasi terhadap prestasi kerja

        guru di SMK YKTB 2 Bogor.



D. Hipotesis

            Penulis mengemukakan hipotesis bahwa jika pemberian kompensasi

   dilaksanakan dengan baik akan mempunyai hubungan positif dengan prestasi

   kerja guru di SMK YKTB 2 Bogor.

   Uji hipotesisnya adalah sebagai berikut :

        r n2
   t
           1 r2

   Keterangan :

   t    : Distribusi student (t student)

   n    : Jumlah sampel

   r    : Kekuatan Korelasi

   Dengan derajat bebas sebesar n-2
                                                                              6




   Adapun rumus korelasi adalah sebagai berikut :

                      n xy    x  y 
                                      .
   r
         n x   2
                         x 
                               2
                                    * n y   2
                                                       y 
                                                             2
                                                                 
   x =Variabel bebas (independent)

   y = Variabel tidak bebas (dependent)



E. Metodologi Penulisan Skripsi

   1. Lokasi Penelitian

             Lokasi penelitian adalah pada Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2

      di Jl. Dr. Sumeru No. 42 Bogor. Adapun proses penelitian dilaksanakan dari

      bulan Mei 2007 sampai dengan Juli 2007.

   2. Metode Pengumpulan Data

             Adapun metode pengumpulan data yang penulis lakukan adalah

      sebagai berikut :

      a. Riset Kepustakaan (Library Research)

                 Riset kepustakaan adalah pengumpulan data dengan membaca

          literatur-literatur kepustakaan yang ada kaitannya dengan masalah yang

          dibahas.

      b. Riset Lapangan (Field Research)

                 Riset lapangan dilakukan dengan cara mengadakan penelitian di

          lapangan dengan cara sebagai berikut :
                                                                              7




      1) Observasi, dimana penulis mengadakan pengamatan langsung pada

          Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2.

      2) Wawancara, dimana penulis melakukan kegiatan tanya jawab kepada

          pihak-pihak yang berkepentingan dengan pengumpulan data tersebut.

      3) Angket, dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan

          untuk dibagikan atau disebarkan kepada guru secara langsung.

3. Jenis Data

          Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer

   diperoleh dari wawancara, observasi, dan angket. Sementara data sekunder

   yaitu data yang diperoleh dengan melakukan riset kepustakaan dengan cara

   mencari dan mengumpulkan berbagai buku dan literatur yang mempunyai

   hubungan baik secara langsung maupun tidak langsung.

4. Teknik Analisa Data

   Teknik analisa data dilakukan dengan cara sebagai berikut :

   a. Analisis Kuantitatif

                Analisis kuantitatif adalah analisis yang mempergunakan alat

      analisis berupa angka-angka, dengan menggunakan metode-metode

      statistik. Di dalam penelitian ini analisis statistik dengan menggunakan

      program SPSS (Statistical Product And Service Solutions) Versi 11.00 for

      Windows. Dari penggunaan program SPSS ini akan didapat suatu

      informasi diantaranya adalah Mean, Standard Deviation, Correlations,

      Model Summary, F test, t test, dan persamaan regresi.
                                                                                      8




      b. Analisis Kualitatif

                  Tahap analisis data merupakan tahap akhir dari metodologi

          statistik, sebelum penarikan kesimpulan. Pada tahap itu, diinterprestasikan

          hasil dari tahap-tahap sebelumnya. Setelah itu, dibuat kesimpulan yang

          merupakan titik akhir suatu permasalahan, berupa keputusan atau rencana

          yang menjadi jawaban terbaik dari permasalahan tersebut.



F. Sistematika Penulisan Skripsi

   BAB I PENDAHULUAN

          Bab ini menguraikan latar belakang, perumusan masalah, tujuan penulisan

   skripsi, hipotesis, metodologi penulisan skripsi, dan sistematika penulisan skripsi.

   BAB II LANDASAN TEORI

          Pada bab ini membahas mengenai pengertian kompensasi, tujuan

   pemberian kompensasi, metode pemberian kompensasi, pengertian tunjangan,

   jenis-jenis tunjangan, pengertian prestasi kerja, penilaian prestasi kerja, faktor-

   faktor yang mempenaruh prestasi kerja, dan hubungan pemberian kompensai

   terhadap prestasi kerja.

   BAB III GAMBARAN UMUM SMK YKTB 2 BOGOR

          Pada bab ini membahas tentang sejarah singkat SMK YKTB 2 Bogor,

   analisis SWOT SMK YKTB 2 Bogor, struktur organisasi, visi, misi dan tujuan

   SMK YKTB 2 Bogor, dan aspek sumber daya manusia,
                                                                             9




BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

        Bab ini menguraikan penyajian data penelitian, dan analisis dan

interpretasi data.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

        Pada bab ini berisi mengenai kesimpulan dan saran-saran yang bermanfaat

bagi SMK YKTB 2 Bogor.
                                    B A B II

                              LANDASAN TEORI



A. Pengertian Kompensasi

          Kompensasi ini dirumuskan sebagai balas jasa yang memadai dan layak

   kepada karyawan untuk sumbangan mereka kepada tujuan organisasi.

          Kompensasi (compensation) menurut Ishak Arep dan Hendri Tanjung

   (2002:197), adalah : segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas

   jasa atas upaya-upaya yang telah diberikan kepada perusahaan.

          Ini penting dilakukan karena merupakan faktor yang mendorong

   partisipasi karyawan pada perusahaan dan disamping itu merupakan hak

   karyawan karena telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya demi kemajuan

   dan perkembangan perusahaan. Dalam hal ini kompensasi diberikan harus

   bijaksana sesuai dengan tugas dan tanggung jawab karyawan yang bersangkutan.

          Walapun beberapa penelitian tentang moral yang dilakukan akhir-akhir ini

   cenderung mengurangi pentingnya arti penghasilan dalam bentuk uang bagi

   karyawan, namun kita tetap berpendapat bahwa kompensasi adalah salah satu

   fungsi manajemen sumberdaya manusia yang sangat penting.

          Sedangkan metoda-metoda kempensasi yang dapat digunakan untuk

   meningkatkan prestasi kerja dibagi dalam empat kategori yaitu :

   1. Perbaikan-perbaikan produk dan proses.

   2. Perbaikan-perbaikan pekerjaan.



                                        10
                                                                             11




  3. Motivasi karyawan.

  4. Perubahan Organisasional.



B. Tujuan Pemberian Kompensasi

         Salah satu tujuan seseorang menjadi karyawan adalah karena adanya

  kompensasi. Dengan kompensasi yang diterimanya ini karyawan berharap dapat

  memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu setiap perusahaan dalam menetapkan

  besarnya kompensasi kepada para karyawannya harus diusahakan sedemikian

  rupa sehingga kompensasi kepada para karyawannya harus diusahakan

  sedemikian rupa sehingga kompensasi terendah yang diberikan dapat memenuhi

  kebutuhan mereka secara minimal.

         Berikut ini penulis akan mengemukakan pendapat dari Malayu S.P.

  Hasibuan (1994:137), mengenai tujuan pemberian kompensasi, antara lain :

  1. Ikatan Kerja sama

            Dengan pemberian kompensasi maka terjalinlah ikatan kerjasama

     formal antara majikan dengan karyawannya, dimana karyawan harus

     mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik, sedangan majikan wajib membayar

     kompensasi itu sesuai dengan perjanjian yang disepakati.

  2. Kepuasan kerja

            Dengan balas jasa karyawan akan dapat memenuhi kebutuhan-

     kebutuhan fisik, status, sosial dan egoistiknya, sehingga ia memperoleh

     kepuasan kerja dari jabatannya itu.
                                                                          12




3. Pengadaan efektif

           Jika program kompensasi ditetapkan cukup besar, maka pengadaan

   karyawan yang qualified untuk perusahaan itu akan lebih mudah.

4. Motivasi

           Jika balas jasa yang diberikan cukup besar, manajer akan cukup

   mudah memotivasi bawahannya.

5. Stabilitas karyawan

           Dengan kompensasi atas prinsip adil dan layak serta eksternal

   konsistensi yang kompetitif maka stabilitas karyawan lebih terjamin karena

   turn over relatif kecil.

6. Disiplin

           Dengan pemberian balas jasa yang cukup besar maka disiplin

   karyawan semakin baik. Mereka akan menyadari dan mentaati peraturan-

   peraturan yang berlaku.

7. Pengaruh Serikat Buruh

           Dengan program kompensasi yang baik pengaruh serikat buruh dapat

   dihindarkan dan karyawan akan berkonsentrasi pada pekerjaannya.

8. Pengaruh pemerintah

           Jika program kompensasi itu sesuai dengan undang- undang

   perburuhan yang berlaku (seperti batas upah minimum) maka intervensi

   pemerintah dapat dihindarkan.
                                                                             13




       Tujuan pemberian kompensasi (balas jasa) ini hendaknya dapat

memberikan kepuasan kepada semua pihak, karyawan dapat memenuhi

kebutuhannya, pengusaha mendapat laba, peraturan pemerintah harus ditaati, dan

konsumen mendapat barang yang baik dan harga yang pantas.

       Banyaknya faktor yang mempengaruhi dalam penentuan besarnya

kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawannya, penulis mencoba

mengetengahkan pendapat beberapa ahli.

       Flippo dengan alih bahasa Mas'ud (1994:4), mengemukakan faktor-faktor

penting yang mempengaruhi kabijakan kompensasi antara lain :

1. Permintaan dan penawaran

          Hukum permintaan dan penawaran ini pada prakteknya terutama akan

   menghasilkan tingkat upah yang sedang berlaku. Jika ada sesuatu yang

   mengakibatkan pening katan permintaan majikan akan tenaga kerja, akan

   terdapat kecenderungan untuk meningkatkan kompensasi, kebalikannya dari

   situasi semacam itu mungkin akan mengakibatkan penurunan kompensasi

   karyawan. Jika faktor-faktor lain seperti yang dibicarakan di bawah ini tidak

   menghalanginya.

2. Serikat-serikat buruh

          Peningkatan kekuatan serikat-serika buruh sebagian disebabkan oleh

   kenyataan bahwa kepentingan-kepentinga para karyawan belum mendapat

   perhatian yang sama dengan yang diberikan kepada komponen-komponen lain

   dari perusahaan.
                                                                            14




3. Kemampuan untuk membayar

           Jika perusahaan secara umum makmur dan mampu membayar, maka

   ada kecenderungan untuk menawarkan harga yang lebih tinggi kepada tenaga

   kerja secara keseluruhan.

4. Produktivitas

           Penggunaan indeks produktivitas yang telah tersebar luas sebagai

   pemecahan utama dalam kompensasi.

5. Biaya hidup

           Penyesuaian kompensasi dengan biaya hidup bukan merupakan

   penyelesaian    fundamental    bagi   kompensasi    karyawan   yang   wajar.

   Penggunaan bersifat sementara pada saat-saat inflasi dimana buruh terpaksa

   mengikuti kenaikan harga.

6. Pemerintah

           Pemerintah menetapkan undang-undang standa perburuhan yang

   menentukan upah minimum dan hasil kerja standar bagi semua perusahaan.

       Dari uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa suatu sistem imbalan

yang baik tidak bisa dilihat hanya dari satu sudut kepentingan saja, misalnya

kepentingan perusahaan atau organisasi pemakai tenaga kerja saja atau

kepentingan karyawan saja, akan tetapi kepentingan dari berbagai pihak yang

turut terlibat, baik langsung maupun tidak langsung.
                                                                                15




C. Metode Pemberian Kompensasi

         Biaya tenaga kerja merupakan sumbangan tenaga manusia pada produksi

  dan merupakan faktor biaya penting yang perlu diukur, dikendalikan dan

  dianalisis secara terus-menerus. Biaya tenaga kerja terdiri dari gaji pokok dan

  tunjangan-tunjangan.

  1. Tarif Dasar

            Gaji pokok untuk suatu pekerjaan yang dilaksanakan disebut tarif

     dasar. Tarif dasar harus ditetapkan untuk setiap operasi dalam suatu pabrik

     dan dikelompokkan menurut tingkatan operasi. Tarif upah yang adil

     memerlukan analisis, uraian, dan evaluasi atas setiap pekerjaan dalam pabrik.

            Nilai dari suatu pekerjaan harus dikaitkan dengan upah yang

     dibayarkan untuk pekerjaan yang serupa dalam masyarakat dan dalam industri

     atau dunia usaha sebagai suatu keseluruhan, dan menjaga tingkat upah yang

     bersaing akan mempermudah untuk mendapatkan dan mempertahankan

     karyawan yang bermutu.

  2. Tunjangan-tunjangan

            Tunjangan-tunjangan juga merupakan unsur yang penting dari biaya

     tenaga kerja. Tunjangan-tunjangan seperti tunjangan hari raya, tunjangan cuti,

     upah lembur, dana pensiun, dan tunjangan kenaikan harga harus ditambahkan

     pada tarif dasar untuk memperoleh biaya tenaga kerja yang bulat.
                                                                               16




3. Upah Insentif

          Tujuan utama dari upah insentif adalah untuk mendorong pekerja

   menghasilkan lebih banyak, memperoleh upah yang lebih tinggi, dan

   sekaligus mengurangi biaya-biaya per unit. Metoda upah ini berusaha untuk

   menjamin adanya output yang lebih besar, memperkokoh pengendalian atas

   biaya tenaga kerja dengan menetapkan biaya- biaya per unit yang lebih

   seragam, dan mengubah dasar penggajian dari jam kerja yang dipakai menjadi

   pekerjaan yang diselesaikan.

          Sudah tentu dengan memproduksi jumlah yang lebih besar dalam

   suatu periode maka bayaran pekerja akan naik pula. Dengan adanya jumlah

   unit produksi yang lebih besar maka ini juga akan menghasilkan biaya per

   unit yang lebih rendah untuk biaya tenaga kerja.

4. Bonus Perorangan

          Bonus perorangan adalah salah satu metoda upah insentif yang paling

   sederhana, yang membayar upah tambahan di atas tarif dasar untuk produksi

   di atas angka standar. Standar produksi itu dihitung dalam menit per unit,

   yang lantas dijabarkan menjadi nilai uang per unit. Kendati tarif unit

   mencerminkan suatu kaitan sebab-akibat yang jelas antara output dan upah,

   namun insentifnya hanya akan efektif bila para pekerja dapat mengendalikan

   tarif output mereka sendiri. Jadi tarif unit tidak akan efektif jika outputnya

   diatur oleh mesin. Lagipula, modifikasi standar produksi dan tarif tenaga kerja
                                                                                 17




      perlu dilakukan bilamana kenaikan output merupakan akibat dari pemasangan

      mesin yang baru dan lebih sempurna.

   5. Bonus Kelompok

             Bonus kelompok ini, seperti yang dirancang untuk bonus perorangan,

      dimaksudkan untuk mendorong produksi di atas suatu standar minimum.

      Setiap pekerja dalam kelompok tersebut menerima tarif upah per jam untuk

      produksi sampai taraf standar output. Unit-unit yang dihasilkan di atas jumlah

      standar itu dianggap sebagai penghematan waktu bagi seluruh kelompok, jadi

      masing- masing pekerja menerima pembayaran bonus untuk waktu itu di

      samping menerima bayaran upah untuk jam kerja. Biasanya, pembayaran

      bonus yang menjadi hak kelompok, akan dibagi di antara anggota kelompok

      itu sesuai dengan jumlah upah pokoknya masing-masing.



D. Pengertian Tunjangan

         Menurut Flippo (1994:110), bahwa salah satu bentuk kompensasi

   tambahan adalah berupa tunjangan yang bertujuan untuk membuat karyawan

   "mengabdikan hidupnya" pada organisasi dalam jangka panjang.

         Susilo Martoyo (1987:118), mengatakan : kompensasi pelengkap (fringe

   Benefit) merupakan salah satu bentuk pemberian kompensasi berupa penyediaan

   paket "benefit" dan program-program pelayanan karyawan, dengan maksud

   pokok untuk mempertahankan keberadaan karyawan sebagai anggota organisasi

   dalam jangka panjang.
                                                                           18




       Moh. Agus Tulus (1993:151), mengatakan tunjangan (benefit) adalah :

unsur-unsur kompensasi dimana nilai rupiah langsung bagi karayawan individual

dapat dengan mudah diketahui secara pasti. Sedangkan menurut George Strauss

dan Leonard R. Sayles (1984:596) : “Fringe benefit are compensation other than

wages or salaries”.

       Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005

Tentang Guru dan Dosen (2005:13), tunjangan adalah :

1. Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berhak :

   a. Memperoleh penghasilan       di   atas    kebutuhan hidup   minimum dan

       jaminan kesejahteraan sosial.

   b. Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi

       kerja.

   c. Memperoleh perlindungan dalam            melaksanakan tugas dan hak atas

       kekayaan intelektual.

   d. Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompe tensi.

   e. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran

       untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.

   f. Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi.

   g. Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan

       tugas.

   h. Memiliki kebebasan untuk berperan dalam penentuan kebijakan

       pendidikan.
                                                                             19




   i. Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan

       pendidikan.

   j. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan

       kualifikasi akademik dan kompetensi; dan/atau

   k. Memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.

2. Penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum sebagaimana dimaksud

   meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lain

   berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan

   maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru yang

   ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar profesi.

       Dari pengertian di atas, dapat dikemukakan bahwa tunjangan adalah

kompensasi tambahan yang diberikan berdasarkan kebijaksanaan perusahaan

terhadap semua karyawan dalam usaha untuk meningkatkan dan mempertahankan

keberadaan karyawan dalam jangka panjang.

       Meskipun tunjangan tidak secara langsung berkaitan dengan usaha-usaha

produktif karyawan, seringkali manajemen berpendapat bahwa program ini akan

dapat membantu program perekrutan karyawan, menaikkan semangat kerja

karyawan, loyalitas karyawan terhadap perusahaan, mengurangi tingkat

perputaran tenaga kerja dan absensi dan secara umum dapat meningkatkan citra

positif di mata masyarakat umum.
                                                                               20




E. Jenis-Jenis Tunjangan

          Bentuk-bentuk kompensasi tambahan mempunyai bermacam-macam

   nama. Beberapa orang menyebutnya sebagai program pelayanan atau pembayaran

   bukan upah atau tunjangan karyawan dan ada juga yang menyebutnya sebagai

   daftar upah yang tersembunyi. Biasanya kompensasi-kompensasi tambahan ini

   paling sering disebut tunjangan (fringe benefit).

          Dalam pengertian yang paling luas, "tunjangan- tunjangan" semacam ini

   dapat ditafsirkan sehingga meliputi semua pengeluaran yang dirancang untuk

   kepentingan para karyawan selain upah dasar yang biasa dan kompensasi variabel

   langsung yang dihubungkan dengan keluaran.

          Flippo dengan alih bahasa Mas'ud (1994:56), mengemukakan jenis-jenis

   tunjangan menurut kategori utama meliputi hal-hal berikut :

   1. Pembayaran untuk waktu tidak bekerja

              Contoh-contoh dalam bidang ini akan mencakup periode istirahat yang

      dibayar, cuti, hari-hari libur, dll.

   2. Perlindungan terhadap bahaya

              Ada bahaya tertentu yang pada umumnya harus dihadapi oleh semua

      orang, misalnya ketidak mampuan bekerja secara tetap, usia lanjut, kematian,

      dll. Dalam menghadapi keadaan semacam ini karyawan harus tetap mendapat

      penghasilan karena itu perlu tunjangan khusus untuk itu.
                                                                                21




   3. Pelayanan karyawan

             Semua     orang    harus   diberikan    pelayanan    tertentu   secara

      berkesinambungan. Kecenderungan organisasi untuk menyediakan pelayanan-

      pelayanan menjadi nyata dengan adanya program-program tunjangan.

   4. Pembayaran yang dituntut oleh hukum

             Masyarakat kita, melalui pemerintahnya telah memu tuskan bahwa

      sejumlah tertentu dari pengeluaran perusahaan akan ditujukan untuk

      melindungi karyawan terhadap bahaya-bahaya hidup yang utama.

          Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa untuk memotivasi

   karyawan agar bekerja lebih baik yang pada akhirnya akan meningkatkan

   produktivitas kerja perlu kiranya mempertimbangkan jenis-jenis tunjangan di atas

   untuk dilaksanakan oleh perusahaan dengan sebaik- baiknya.



F. Pengertian Prestasi Kerja

          Salah satu tujuan pengelolaan tenaga kerja adalah meningkatkan prestasi

   kerja pada suatu organisasi. Faktor prestasi kerja tersebut merupakan hal yang

   akan menentukan kelangsungan hidup suatu organisasi atau perusahaan. Dengan

   tingkat prestasi kerja yang tinggi, tentunya perusahaan akan memperoleh laba

   yang cukup tinggi juga.

          Program prestasi kerja merupakan suatu progam yang harus dilaksanakan

   oleh setiap organisasi perusahaan ataupun instansi pemerintah. Untuk

   mendapatkan karyawan perlu diadakannya program prestasi kerja yang
                                                                               22




   diharapkan nantinya dapat meningkatkan kompensasi bagi pegawai yang

   bersangkutan.

            Untuk lebih jelasnya maka penulis akan memberikan pengertian prestasi

   kerja menurut Malayu S.P. Hasibuan (1990:105) prestasi kerja adalah suatu hasil

   kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan

   kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta

   waktu.

            Sedangkan Kustartini (1977:22) dalam bukunya yang berjudul Pokok-

   pokok Pikiran tentang Penilaian dan Pembakuan Hasil Kerja, memberikan

   pengertian prestasi kerja merupakan : kesanggupan melaksanakan pekerjaan

   sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, bermutu dan tepat mengenai sasaran

   dengan tujuan yang telah ditetapkan.

            Dari pengertian diatas penulis dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa

   yang dimaksud dengan prestasi kerja adalah kemampuan suatu organisasi atau

   perusahaan untuk meningkatkan hasil kerja yang telah dicapai sebelumnya

   dengan menggunakan sumberdaya yang tersedia.



G. Penilaian Prestasi Kerja

            Untuk meningkatkan prestasi kerja, penilaian yang dilakukan oleh

   perusahaan atau organisasi harus didasarkan atas tujuan yang ditetapkan oleh

   perusahaan atau organisasi. Kemudian perusahaan atau organisasi itu sendiri

   mengadakan penilaian dari kemampuan dan minat seorang karyawan,
                                                                              23




kemampuan dan penerimaan atas penjelasan delegasi tugas dan peran, serta

tingkat motivasi seorang karyawan.

       Dari hasil penilaian prestasi kerja dapat diketahui berapa besar potensi

karyawan dalam bekerja serta mengetahui kelebihan dan kekurangan para

karyawan yang dinilai. Hasil dari penilaian tersebut dapat menentukan

kebijaksanaan dalam menetapkan tindakan dan keputusan yang dilakukan oleh

pimpinan perusahaan atau organisasi.

       Pada dasarnya prestasi kerja merupakan suatu sikap dan falsafah hidup

dimana seseorang memandang bahwa kehidupan hari ini lebih baik dari hari-hari

kemarin, dan kehidupan besok harus lebih baik dari hari ini. Dengan falsafah

hidup seperti ini, seseorang akan terdorong untuk tidak cepat merasa puas

terhadap hasil- hasil yang telah dicapai, sehingga ia akan terus berusaha untuk

meningkatkan kemauan dan kemampuan kerjanya.

       Di bawah ini mengungkapkan pengertian mengenai prestasi kerja menurut

Bedjo Siswanto (1987:195) dalam bukunya Manajemen Tenaga Kerja Ancaman

dalam Pendayagunaan dan Pengembangan Unsur Tenaga Kerja, mengemukakan

pendapatnya bahwa prestasi kerja adalah : hasil kerja yang dicapai oleh seseorang

tenaga kerja dalam melaksanakan pekerjaannya yang dibebankan kepadanya.

       Sedangkan     menurut    Susilo   Martoyo    (1982:160),   mengemukakan

pendapatnya bahwa penilaian prestasi kerja yaitu : suatu proses melalui mana

organisasi-organisasi menilai prestasi kerja karyawan.
                                                                                   24




          Maka dapat dimengerti bahwa prestasi seseorang akan timbul sebagai

   akibat dari pekerjaan yang dilakukannya dengan baik dan sesuai dengan rencana

   yang ditentukan.

          Dari pengertian di atas maka dapat diambil suatu kesimpulan yaitu :

   1. Dalam penilaian prestasi harus seefektif mungkin.

   2. Prestasi kerja dalam penilaiannya dapat meningkatkan pelayanan terhadap

      pasien.

   3. Dalam peningkatan prestasi kerja perlu adanya motivasi dari karyawan yang

      bersangkutan.



H. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Kerja

          Di atas telah dikemukakan bahwa prestasi kerja adalah hasil kerja yang

   dicapai oleh seseorang tenaga kerja dalam melaksanakan pekerjaannya dengan

   baik. Dengan demikian, tingkat prestasi suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh

   faktor-faktor sumber daya yang dipergunakannya dalam meningkatkan pelayanan.

   Salah satu dari faktor-faktor tersebut adalah berupa alat- alat kesehatan yang pada

   hakekatnya merupakan hasil karya manusia sendiri. Maka oleh karena itu, dalam

   meningkatkan prestasi ini, sumber daya manusia memiliki peranan yang sangat

   penting dan strategis, karena faktor-faktor lainnya sangat tergantung pada

   pemanfaatan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri.

          Menurut Payman J. Simanjuntak (1985:30), prestasi kerja karyawan

   perusahaan akan dipengaruhi oleh ketiga faktor berikut :
                                                                              25




1. Kualitas dan kemampuan kerja karyawan

          Kualitas dan kemampuan fisik karyawan sangat dipengaruhi oleh

   tingkat pelatihan, pendidikan, etos kerja, motivasi kerja, sikap mental dan

   kemampuan fisik karyawan yang bersangkutan.

          Pendidikan memberikan pengetahuan bagi karyawan bukan saja yang

   langsung dengan tugas, akan tetapi juga landasan untuk mengembangkan diri

   serta kemampuan memanfaatkan semua sarana yang ada disekitarnya untuk

   kelancaran tugas. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka akan semakin

   tinggi pula tingkat prestasi/produktivitas kerjanya.   Sementara itu pelatihan

   kerja dapat melengkapi karyawan dengan keterampilan dan cara-cara yang

   tepat untuk menggunakan peralatan kerja. Faktor lainnya adalah motivasi, etos

   kerja dan sikap mental karyawan. Pemupukan motivawsi, etos dan sikap kerja

   yang berorientasi kepada prestasi/produktivitas membutuhkan waktu yang

   lama dan memerlukan teknik- teknik tertentu, antara lain dengan menciptakan

   iklim dan lingkungan kerja yang menyenangkan serta hubungan sosial yang

   harmonis.

2. Sarana Pendukung

          Sarana pendukung bagi peningkatan prestasi/produktivita kerja

   karyawan ini dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan yaitu :

   a. Menyangkut lingkungan kerja, temasuk teknologi dan pelayanan, sarana

      dan peralatan yang digunakan, tingkat kesehatan kerja, serta suasana

      dalam lingkungan kerja itu sendiri.
                                                                              26




   b. Menyangkut kesejahteraan karyawan, yang tercermin dalam sistem

       pengupahan dan jaminan sosial, serta jaminan bagi kelangsungan kerja

       karyawan.

          Perbaikan-perbaikan di lingkungan kerja dapat menumbuhkan

   kegairahan, semangat kerja dan kecepatan kerja. Begitu pula perbaikan-

   perbaikan   dalam   kebijakan     pengupahan   dan    jaminan   sosial   dapat

   menumbuhkan motivasi kerja serta kemampuan fisik karyawan. Sedangkan

   dengan adanya kepastian atas kelangsungan pekerjaan dan penghasilan yang

   akan diperoleh karyawan dapat menjadi pendorong yang kuat untuk

   peningkatkan prestasi/produktivitas kerja karyawan.

3. Supra Sarana

          Aktivitas perusahaan tidak bisa terlepas dari pengaruh yang terjadi di

   luarnya, seperti sumber-sumber alat yang digunakan, prospek pemasaran,

   lingkungan hidup dan lain-lain.

       Hubungan antara pimpinan dengan karyawan pun dapat mempengaruhi

kegiatan yang dilakukan sehari-hari, bagaimana pandangan pimpinan terhadap

karyawan, sejauh mana hak-hak karyawan mendapat perhatian pimpinan, dan

sejauh mana karyawan diikutsertakan dalam penentuan kebijaksanaan organisasi

merupakan faktor yang mempengaruhi partisipasi karyawan dalam keseluruhan

proses pelayanan.
                                                                               27




I. Hubungan Pemberian Kompensasi Terhadap Prestasi Kerja

          Salah satu tujuan pengelolaan tenaga kerja adalah meningkatkan prestasi

   kerja pada suatu organisasi. Faktor prestasi kerja tersebut merupakan hal yang

   akan menentukan kelangsungan hidup suatu organisasi atau perusahaan. Dengan

   tingkat prestasi kerja yang tinggi, tentunya perusahaan akan memperoleh laba

   yang cukup tinggi juga.

          Program prestasi kerja merupakan suatu progam yang harus dilaksanakan

   oleh setiap organisasi swasta ataupun instansi pemerintah. Untuk mendapatkan

   karyawan perlu diadakannya program prestasi kerja yang diharapkan nantinya

   dapat meningkatkan kompensasi bagi pegawai yang bersangkutan.

          Untuk meningkatkan prestasi kerja, penilaian yang dilakukan oleh

   organisasi harus didasarkan atas tujuan yang ditetapkan oleh organisasi.

   Kemudian organisasi itu sendiri mengadakan penilaian dari kemampuan dan

   minat seorang karyawan, kemampuan dan penerimaan atas penjelasan delegasi

   tugas dan peran, serta tingkat motivasi seorang karyawan.

          Dari hasil penilaian prestasi kerja dapat diketahui berapa besar potensi

   karyawan dalam bekerja serta mengetahui kelebihan dan kekurangan para

   karyawan yang dinilai. Hasil dari penilaian tersebut dapat menentukan

   kebijaksanaan dalam menetapkan tindakan dan keputusan yang dilakukan oleh

   pimpinan organisasi.

          Metoda kompensasi sangat penting bagi organisasi perusahaan dalam

   menentukan tingkat prestasi kerja, karena perusahaan sebesar apapun tanpa
                                                                            28




didukung oleh sumber daya manusia yang potensial tidak akan berkembang.

Dengan adanya metoda kompensasi, maka moral karyawan akan merasa terangkat

dimana akhirnya kepedu lian terhadap perusahaan akan menjadi lebih meningkat.

Hal tersebut akan meningkatkan prestasi kerja perusahaan.

       Kompensasi dan prestasi kerja dinilai secara kualitatif keuntungan dan

tingkat kerugian yang dialami oleh suatu perusahaan. Jika kompensasi karyawan

menurun secara otomatis tingkat prestasi kerja juga akan menurun. Dan

sebaliknya, jika kompensasi karyawan meningkat secara otomatis tingkat prestasi

kerjapun akan meningkat.
                                 B A B III

               GAMBARAN UMUM SMK YKTB 2 BOGOR



A. Sejarah Singkat SMK YKTB 2 Bogor

        Perkembangan Sekolah Menengah Kejuruan semakin hari semakin eksis

  di dunia pendidikan seiring dengan pelaksanaan kebijakan otonomi daerah dan

  persaingan global pasar bebas tingkat AFTA dan APEC akan membawa dampak

  persaingan yang semakin ketat dan di sisi lain membuka peluang kerjasama,

  peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mutlak diperlukan dalam rangka

  meningkatkan pemberdayaan potensi daerah untuk memasuki persaingan global

  guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan masalah ketenagakerjaan.

        Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor didirikan berdasarkan akte

  Notaris Ny. Masnah Sari SH. Dengan Nomor 18 tanggal 30 September 1986

  dengan nama Yayasan Kejuruan Tehnologi Baru. Tujuan didirikannya sekolah

  kejuruan adalah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terampil dalam

  bidang perkantoran dan perdagangan yang pada saat itu sangat dibutuhkan oleh

  pemerintah dan masyarakat khususnya di Kota Bogor.

        Status Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor Terakreditasi A untuk

  semua program keahlian, sedangkan lokasi Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2

  Bogor berada di Jalan Dr. Semeru No. 42 RT 0l/RW 02 Kelurahan Menteng,

  Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Searah dengan perkembangan dan tuntutan




                                     29
                                                                          30




kebutuhan pemerintah dan masyarakat pada waktu itu jurusan yang dibuka adalah

Jurusan Bisnis dan Manajemen.

       Dengan prestasi atau keberhasilan lainnya yang tidak bisa disebutkan,

keberadaan Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor semakin berkembang

dan diakui keberadaannya oleh Dunia Usaha/Industri pada khususnya, pemerintah

dan masyarakat pada umumnya, sehingga setiap tahun animo siswa yang

mendaftar pada Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor selalu mengalami

peningkatan.

       Berdasarkan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Tahun 1999 dan

blue print Kurikulum edisi 2004, maka tujuan SMK YKTB 2 Bogor adalah :

1. Memasuki Lapangan kerja serta dapat mengembangkan sikap profesional

   dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen.

2. Mampu memilih karir, mampu berkompetisi dan mampu mengembangkan

   diri dalam lingkup keahlian Bisnis dan Manajemen.

3. Menjadi tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha

   dan industri pada saat ini maupun masa yang akan datang dalam lingkup

   keahlian Bisnis dan Manajemen.

4. Menjadi warga negara yang produktif, adaptif, dan kreatif.

       Kegiatan utama SMK YKTB 2 Bogor meliputi :

1. Pendidikan dan Pelatihan Bisnis dan Manajemen yang mencakup program

   keahlian Akuntansi, Kesekretarisan, Perpajakan dan Penjualan.
                                                                                 31




  2. Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Inggris, Komputer dan Internet, Akuntansi,

     Pengembangan Bahan Ajar, Manajemen Sekolah, Tehnik komputer dan

     jaringan, serta multimedia.

  3. Konsultasi,   baik   manajemen    pendidikan    maupun    Sistem    Informasi

     Manajemen.

  4. Pengembangan Unit Produksi, mencakup Pertokoan, Kantin, Simpan Pinjam,

     Sewa-menyewa.



B. Analisis SWOT SMK YKTB 2 Bogor

  1. Lingkungan Internal SMK YKTB 2 Bogor

     a. Kekuatan (Strengths)

                SMK YKTB 2 Bogor memiliki beberapa kekuatan, yaitu :

         1) Sebagian besar tenaga guru (edukatif) berpendidikan S1.

         2) 15% tenaga pendidik sedang mengikuti pendidikan S2.

         3) Sebagian guru bidang keahlian pernah mengikuti Diklat di tingkat

            nasional dan memiliki sertifikat di bidang keahlian masing-masing.

         4) Sebagian guru normatif/adaptif telah memiliki sertifikat Akta IV.

         5) Kemampuan staf administrasi relatif baik.

         6) Teamwork cukup solid dan komunikasi internal cukup baik.

         7) Fasilitas fisik gedung memadai dengan lingkungan sekolah cukup

            nyaman.

         8) Fasilitas praktik untuk setiap program keahlian cukup memadai.
                                                                              32




   9) Jaringan internet telah berfungsi sehingga mudah mengakses berbagai

      informasi.

   10) Lokasi cukup strategis, berada di pusat kota dan dekat dengan kantor-

      kantor pemerintah.

   11) Sebagai satu-satunya SMK Swasta di Kecamatan Bogor Barat.

   12) Misi SMK YKTB 2 Bogor cukup peduli dengan peningkatan mutu

      sekolah.

   13) Kerjasama telah terjalin baik dengan beberapa institusi/DU&DI.

   14) Adanya unit produksi yang berialan dengan cukup baik.

   15) Telah beberapa kali menjuarai berbagai event tingkat propinsi Jabar.

b. Kelemahan (Weaknesses)

   1) Rasio antara guru dan siswa, kelas belum berimbang (jumlah guru

      terbatas, hanya ada 59 orang guru, sementara jumlah kelas cukup

      banyak).

   2) Guru bahasa Inggris terbatas (hanya ada 2 orang) dan belum mengikuti

      pelatihan manajemen ETC, sehingga belum memenuhi syarat sebagai

      ETC.

   3) Guru bahasa Jepang dan Arab masih outsourcing, bahasa Perancis,

      Mandarin, dan bahasa asing lain belum ada.

   4) Sebagian guru belum dapat berkomunikasi dalam bahasa inggris,

      bahasa asing lain, dan belum memanfaatkan komputer, dan akses

      internet.
                                                                            33




      5) Kompetensi dan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan relatif

         beragam.

      6) Bantuan dana dari pemerintah tidak memadai.

      7) Alokasi dana operasional pendidikan terbatas, dan penggalangan dana

         dari orang tua/wali siswa terbatas.

      8) Kemampuan staf administrasi pada umumnya masih belum sesuai

         yang diharapkan.

      9) Pengelolaan perpustakaan belum optimal, jumlah buku belum

         mencukupi sesuai dengan kebutuhan, kondisi fisik perpustakan kurang

         memadai.

      10) Fasilitas praktik sebagian besar sudah usang dan tidak sesuai dengan

         tuntutan perkembangan industri.

      11) Pengembangan diri belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

2. Lingkungan Eksternal SMK YKTB 2 Bogor

   a. Peluang (Opportunities)

      1) Kondisi sosial politik dan keamanan relatif stabil.

      2) Ada peluang kerjasama dengan dunia usaha/dunia industri dan instansi

         lain yang relevan untuk peningkatan kualitas SDM.

      3) Adanya dukungan dari instansi lain (PPG Kejuruan) terutama dalam

         pengembangan dan peningkatan mutu sekolah.

      4) Adanya perkembangan teknologi informasi yang dapat diakses dengan

         mudah dan relatif murah.
                                                                          34




   5) Beberapa orang guru sering diundang sebagai instruktur, fasilitas, nara

      sumber pada berbagai kegiatan di instansi lain.

   6) Hubungan dengan instansi vertikal di tingkat kota cukup baik.

   7) Kebijakan Yayasan dalam meningkatkan alokasi anggaran pendidikan.

   8) Adanya beberapa instansi yang menjadi pelanggan untuk bermacam

      kegiatan, seperti kursus bahasa Inggris, komputer, internet, dan

      sebagainya.

   9) Adanya peluang untuk mengajukan proposal kegiatan dengan alokasi

      dana yang cukup memadai.

b. Tantangan (Threats)

   1) Selera pasar yang berfluktuasi dan mudah berubah terhadap produk

      dari berbagai bidang/program keahlian.

   2) Kompetisi bursa kerja yang relatif selektif.

   3) Dengan adanya otonomi daerah dana bantuan operasional sekolah

      terbatas.

   4) Bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi global.

   5) Pemberian sertifikasi dari industri yang belum seragam.

   6) Belum ada konsensus nasional tentang mutu pendidikan di Indonesia.
                                                                                 35




C. Struktur Organisasi

          Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor mempunyai struktur

   organisasi garis dan, staf dengan tata hubungan kerja berdasarkan tugas dan garis

   komando antara pimpinan dan bawahan di dalam menjalankan organisasi.

          Dengan struktur organisasi berbentuk sistem organisasi garis dan staf

   dimana setiap hubungan garis mempunyai kekuasaan dan tanggung jawab pada

   setiap pimpinan dari yang teratas sampai ke bawah.

          Tiap atasan mempunyai sejumlah karyawan tertentu yang masing-masing

   memberikan pertanggungjawaban akan pelaksanaan tugasnya pada atasannya itu.

          Dengan adanya tugas-tugas yang diberikan terhadap bawahannya, maka

   dengan demikian akan ada hubungan kerja di antara bidang-bidang tersebut,

   seperti yang terlihat dari struktur organisasi Sekolah Menengah Kejuruan YKTB

   2 Bogor sebagai berikut :
                                       36




             GAMBAR 1

STRUKTUR ORGANISASI SMK YKTB 2 BOGOR
                                                                            37




       Adapun job description atau tugas dan tanggung jawab serta

pendelegasian wewenang pada Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor

dapat dijelaskan antara lain sebagai berikut :

1. Kepala Sekolah

           Sebagai pimpinan tertinggi, memegang kekuasan tertinggi dalam

   menjalankan aktivitas sehari-hari dan bertanggung jawab sepenuhnya atas

   kelangsungan hidup organisasi. menjalankan fungsi sebagai pengawas

   sekolah, melakukan koordinasi dan integrasi atas semua pengelolaan proses

   belajar mengajar, mewakili sekolah dalam hubungan keluar.

           Diantara kegiatan-kegiatan pengelolaan proses belajar mengajar, yang

   terpenting ialah menciptakan kondisi dan situasi sebaik-baiknya, sehingga

   para siswa belajar secara baik.

           Selain itu, kondisi dan situasi tersebut perlu diciptakan sedemikian

   rupa agar proses komunikasi baik dua arah maupun multi arah antara guru dan

   siswa dalam proses belajar mengaiar dapat berjalan secara demokratis.

2. Wakasek Sarana dengan tugas :

   a. Merencanakan kebutuhan sarana prasarana untuk menuniang proses

       belajar mengajar.

   b. Merencanakan program pengadaan.

   c. Mengatur pemanfaatan sarana prasarana.

   d. Mengelola perawatan, perbaikan, dan pengisian.

   e. Mengatur pembukuannya.
                                                                            38




   f. Menyusun laporan.

3. Wakasek Hubungan Masyarakat/DU.DI dengan tugas :

   a. Mengatur dan mengembangkan hubungan dengan masyarakat, dan dengan

      pihak-pihak lain.

   b. Menyelenggarakan bakti sosial, Karya Wisata, dll.

   c. Menyelenggarakan Pameran hasil Pendidikan di Gebyar Pendidikan.

   d. Menyusun Laporan.

4. Wakasek Kurikulum dengan tugas :

   a. Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan.

   b. Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran.

   c. Mengatur penyusunan program pembelajaran, dan persiapan semester,

      program satuan pelajaran, dan persiapan pengajaran, penjabaran dan

      penyesuaian kurikulum.

   d. Mengatur pelaksanaan kegiatasn kurikulum:

   e. Mengatur program penilaian, kriteria penilaian,. kenaikan kelas, kriteria

      kelulusan dan laporan kemajuan siswa, serta pembagian Raport dan

      STTB.

   f. Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengajaran.

   g. Mengatur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.

   h. Mengatur pengembangan guru mata pelaiaran dan koordinator mata

      pelajaran.

   i. Mengatur supervisi administrasi akademis.
                                                                            39




   j. Mencari informasi paradigma pendidikan terkini.

   k. Mencari informasi tentang paradigma pendidikan terkini.

   l. Melaksanakan studi kelayakan tentang pembaruan sistem pembelajaran

      yang akan diprogramkan.

   m. Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan sistem pembelajaran secara

      berkelanjutan.

   n. Melakukan telaah kurikulum yang dilaksanakan.

   o. Mengadakan pengembangan kurikulum sesuai dengan situasi dan kondisi

      yang ada.

   p. Mengatur dan mengkoordinir petugas laboratorium secara keseluruhan.

5. Wakasek Kesiswaan dengan tugas :

   a. Mengatur program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling.

   b. Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanana 6 K (Keamanan,

      Keindahan, Ketertiban, Kebersihan, Kekeluargaan, dan Kerindangan).

   c. Mengatur dan membina program kegiatan OSIS meliputi : Kepramukaan,

      Palang Merah Remaja (PMR), Kelompok Ilmiah Remaha (KIR), Usaha

      Kesehatan Sekolah (UKS), Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Paskibraka.

   d. Mengatur program pesantren kilat.

   e. Menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa teladan madrasah.

   f. Menyelenggarakan cerdas cermat Olah Raga Prestasi

   g. Menyeleksi calon untuk diusulkan mendapatkan beasiswa.
                                                                              40




6. Guru bimbingan dah penyuluhan

          Bertugas membantu murid-murid untuk memahami dirinya sendiri dan

   lingkungan, dalam arti memberikan pertolongan dalam menghadapi dan

   mengatasi tantangan serta kesulitan yang timbul dalam kehidupan murid,

   seperti yang dilakukan oleh seorang profesional di bidang psikiatri, psikologi

   dan konseling.

7. Kepala Subbag Tata Usaha

          Kepala Subbag Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan

   ketatausahaan sekolah, dan bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam

   kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

   a. Penyusunan program Kerja Tata Usaha sekolah.

   b. Pengelolaan Keuangan sekolah.

   c. Pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha sekolah.

   d. Pengurusan administrasi ketenagaan dan siswa.

   e. Penyusunan administrasi perlengkapan sekolah.

   f. Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah.

   g. Mengkoordinasikan dan melaksanakan 6 K.

   h. Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan

      secara berkala.

8. Penanggung Jawab/Instruktur Laboratorium

   a. Merencanakan pengadaan alat dan bahan-bahan laboratorium.
                                                                            41




   b. Menjadwalkan      pelaksanaan     kegiatan-kegiatan   di    masing-masing

      laboratorium (IPA, Komputer, Bahasa).

   c. Mengatur penyimpangan dan daftar alat-alat laboratorium.

   d. Menginventarisasikan alat-alat laboratorium.

   e. Menyusun laporan pelaksanaan laboratorium.

9. Guru Kelas

          Guru kelas bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dan

   mempunyai tugas melaksanakan kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM)

   secara efektif dan efisien. Tugas dan tanggung jawab guru kelas :

   a. Membuat perangkat pembelajaran.

      1) Amp

      2) Prota/Prosem

      3) PSP (Program Satuan Pelajaran)

      4) Program mingguan

      5) LKS

   b. Melaksanakan kegiatan pembelajaran.

   c. Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar ulangan harian, ulangan

      umum, ujian akhir.

   d. Melaksanakan analisis hasil ulangan harian.

   e. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan.

   f. Mengisi daftar nilai siswa.
                                                                       42




g. Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan kepada

   guru lain dalam kegiatan PBM).

h. Membuat alat pelajaran/alat peraga.

i. Menumbuhkembangkan sikap menghargai karya seni.

j. Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum.

k. Melaksanakan tugas tertentu di sekolah.

l. Mengadakan pengembangan program pengajaran yang menjadi tanggung

   jawabnya.

m. Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar siswa.

n. Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pembelajaran.

o. Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum.

p. Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya

   (bagi PNS).

       Untuk merealisasikan fungsi tersebut, maka setiap guru memerlukan

pengetahuan yang memadai dan rancangan tersebut sekurang-kurangnya

meliputi hal-hal sebagai berikut :

a. Memilih dan menentukan bahan pelaiaran.

b. Merumuskan tujuan penyajian bahan pelajaran.

c. Memilih metode penyajian bahan pelaiaran yang tepat.

d. Menyelenggarakan kegiatan evaluasi prestasi belajar.

e. Senantiasa mengikuti perkembangan taraf kemajuan prestasi belajar siswa

   dalam setiap kurun waktu pembelajaran.
                                                                               43




D. Visi, Misi dan Tujuan SMK YKTB 2 Bogor

             Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor, melaksanakan kegiatan di

   bidang pendidikan untuk mendukung upaya meningkatkan sumber daya manusia

   dengan melakukan pengajaran pengarahan dan pelatihan khususnya di bidang

   bisnis.

             Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor, mempunyai visi, misi dan

   tujuan sebagai berikut :

   1. Visi

                Menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Nasional bertaraf internasional

       yang mandiri dan unggul dalam program keahlian di bidang bisnis dan

       terapannya.

   2. Misi

                Meningkatkan kualitas pembelajaran berdasarkan standar Nasional

       dan Internasional untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional

       dan berkualitas pada program keahlian di bidang bisnis berdaya saing tinggi

       dan berjiwa kewirausahaan.

   3. Tujuan

                Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor, membantu Pemerintah

       dalam menyediakan sumber daya manusia pada sektor industri dan sektor

       perdagangan untuk mengisi lapangan kerja dalam bidang keahlian Akuntansi,

       Kesekretarisan, Perpajakan dan Penjualan.
                                                                            44




            Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor, juga memberikan bekal

     kemampuan kepada siswa guna mengembangkan dirinya baik untuk

     memasuki lapangan kerja atau berwirausaha maupun untuk melanjutkan

     pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.



E. Aspek Sumber Daya Manusia

  1. Status Pegawai

            Adapun status pegawai di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMK)

     2 YKTB Kota Bogor, dibagi menjadi dua jenis yaitu :

     a. Tenaga Edukatif terdiri dari :

        1) Tenaga, guru tetap dengan status pegawai negeri sipil.

        2) Tenaga guru tetap dengan status pegawai Yayasan.

        3) Tenaga guru bantu dengan sudah mempunyai nomor induk guru bantu.

        4) Tenaga guru tidak tetap dengan status pegawai negeri sipil.

        5) Tenaga guru bantu.

     b. Tenaga Administrasi terdiri dari :

        1) Tenaga administrasi tetap dengan status pegawai Yayasan.

        2) Tenaga administrasi tidak tetap dengan status honorer.

  2. Pendidikan Staf Pengajar

            Kalau kita lihat keadaan staff pengajar dari tingkat pendidikannya,

     maka dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
                                                                                   45




                                      TABEL 1

             KEADAAN STAFF PENGAJAR SMK YKTB 2 BOGOR

NO.       TINGKAT PENDIDIKAN                JUMLAH STAFF             PROSENTASE

 1         SARJANA STRATA 1                         50                    86,44

 2         SARJANA MUDA/D3                           6                    10,18

 3              DIPLOMA 2                            1                     1,69

 4              DIPLOMA 1                            1                     1,69

              JUMLAH                                58                   100,00

        SUMBER : SMK YKTB 2 BOGOR TH. 2007

               Melihat keadaan pegawai menurut tingkat pendidikan tersebut di atas

        maka terlihat bahwa mayoritas pegawai di lingkungan Sekolah Menengah

        Kejuruan 2 YKTB Bogor, adalah tenaga edukatif yang tingkat pendidikannya

        Sarjana Strata I adalah 50 orang (86,44%), pendidikannya Sarjana

        Muda/Diploma 3 (10,17%)v Diploma 2 (1,69%) dan Diploma 1 (1,69%).

     3. Pendidikan dan Jabatan Staf Pengajar

               Kalau kita lihat keadaan tenaga edukatif secara terperinci berdasarkan

        tingkat pendidikan dan jabatannya, maka dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
                                                                                            46




                                     TABEL 2

     DAFTAR TENAGA EDUKATIF SMK YKTB 2 BOGOR
NO                 NAMA               PENDIDIKAN                   JABATAN
1    DRS. ENDANG EFENDI               Sarjana Strata 2   Kepala Sekolah
2    SUWANDI SE                       Sarjana Strata 1   Waka Bidang Kurikulum
3    DRS. AHMAD SADELI                Sarjana Strata 1   Waka. Bid. Kurikulum
4    TONO SUMARSONO                   S.L.T.A            Ketua. Prog. Keahlian Sekretaris
5    Tb. BABAN BAHAUDIN SE            Sarjana Strata 1   Waka Bidang Kesiswaan
6    H. Tb. DEDEN ISKANDAR            S.L.T.A
7    DRS. SUNARNO SARWONO             Sarjana Strata 1   Pembina Kesiswaan (Org.OSIS)
8    ARIEF RUDIANA S.KOM              Sarjana Strata 1   Waka Bidang Humas/Dudi
9    KUSNADI SE, SPd                  Sarjana Strata 1   Koordinator Pembina BP/BK
10   ASEP KAMAL A. S.Ag               Sarjana Strata 1   Pembina Kesiswaan (Unit PKS)
11   DRS. AGUS AHMAD S.               Sarjana Strata 1   Pembina Kesiswaan (BP/BK)
12   Tb. MOCH CHAERUL SPd             Sarjana Strata 1
13   DRS.HILMAN INGKADJAYA            Sarjana Strata 1
14   HJ. SITI HASANAH BSc             Sarjana Muda
15   ROHAETI IRIANI                   Sarjana Muda
16   DRA.MIEN AMINAH                  Sarjana Strata 1
17   DRS.ACEP MIFTAHUDAWAN            Sarjana Strata 1
18   DRS.ABDUL AZIS                   Sarjana Strata 1
19   H. Tb. EDDY DARMAWAN             Sarjana Muda
20   DRS. HERIYANTO                   Sarjana Strata 1
21   DRA. NGAISAH                     Sarjana Strata 1   Ketua Prog Keahlian Akuntansi
22   DRA. SRI PRIYATNI                Sarjana Strata 1   Pembina Kesiswaan
23   SENAN HADIWiNATA                 Sarjana Muda
24   DRA. ENDANG PADMIN               Sarjana Strata 1
25   HARTINI SE                       Sarjana Strata 1
26   DRS. KERRY CAHYONO               Sarjana Strata 1
27   DRS. KURNADI                     Sarjana Strata 1
28   ADE SUPRIYADI SE                 Sarjana Strata 1   Ketua Prog.Keahlian Perorangan
29   H.Tb.AGUS DARMAWAN SH            Sarjana Strata 1   Pem .Kesiswaan/Unit Paskibra
30   SUROYO RA                        Sarjana Muda       Ketua Prog. Keahlian Sekertaris
31   LILIK SUBAGIO                    Sarjana Strata 1   Pembinaan Kesiswaan
32   WINARNO BASUKI SE                Sarjana Strata 1
33   SUPARDI SPd                      Sarjana Strata 1   Pemb . Kesiswaan/Olahraga /Seni
34   TINTIN LUSIAWATI SS              Sarjana Strata 1
35   MASTOBAH SPd                     Sarjana Strata 1   Pemb .Kesiswaan
36   ANTON AVIANTO AMD                Sarjana Muda       Waka Bidang Kesiswaan
37   DRA Hj. YANI HAERANI             Sarjana Strata 1
38   Th. SOPIAN HADI SE               Sarjana Strata 1   Waka Bidang Sarana/Prasarana
39   MUSADARMA S.Kom                  Sarjana Strata 1   Kepala Lab Komputer
40   YUYUS PUSLI AMD                  Sarjana Muda       Kepala Lab Komputer
41   Tb. TAUFK K RAHMAN SH            Sarjana Strata 1
42   IRA NURANDI SPd                  Sarjana Strata 1
43   MENIIK MURTINATUN SE             Sarjana Strata 1
44   H.MUHOLIS RIDWAN SPd             Sarjana Strata 1
45   DRS. BUDI GUNAWAN                Sarjana Strata 1
46   DRA. ITA HANIYATI NURYANAI SE    Sarjana Strata 1
47   MUSTAID SE                       Sarjana Strata 1
48   CECEP SUHERMAN S.Sos             Sarjana Strata 1   Pembina Kesiswaan
49   DEDI SUPRIYADI S.Si              Sarjana Strata 1
50   YUSNIAR SPd                      Sarjana Strata 1
51   HERU HERMAWAN AMd                Sarjana Strata 1
52   KRISNAWATI PARDEDE Si            Sarjana Muda
53   YUDI APRIADI AMd                 Sarjana Strata 1
54   SITI CHOERIYAH SPd               Sarjana Muda
55   IIS HERAWATIi SPd                Sarjana Strata 1
56   NANA MULYANA                     Sarjana Strata 1
57   EMAN SULAEMAN                    Sarjana Strata 1
58   HALIMATUL SSADIAH SE             Diploma 2
SUMBER : SMK 2 YKTB KOTA BOGOR
                                     BAB IV

                        ANALISIS DAN PEMBAHASAN



A. Penyajian Data Penelitian

          Didalam membahas mengenai hubungan pemberian kompensasi terhadap

   prestasi kerja guru pada Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 di Bogor, maka

   diperlukan suatu analisis terhadap data yang telah diperoleh dari penelitian yang

   dilakukan.

          Dalam memperoleh data yang diperlukan, penulis melaksanakan metode

   pemberian angket mengenai pegawai sebanyak 40 responden yaitu sebagian dari

   58 orang staf pengajar yang ada di unit kerja di Sekolah Menengah Kejuruan 2

   YKTB Bogor.

          Penulis mengajukan beberapa pertanyaan kepada responden mengenai

   pemberian kompensasi sebagai berikut :

   1. Apakah Saudara mengetahui tentang pengaruh besarnya kompensasi yang

      diterima staf pengajar terhadap prestasi kerja pegawai?

   2. Mengertikah Saudara apa manfaat besarnya kompensasi yang diterima bagi

      staf pengajar itu sendiri?

   3. Apakah Saudara menyetujui adanya kesempatan untuk mendapatkan

      kompensasi yang diterima staf pengajar yang lebih tinggi?

   4. Apakah Saudara setuju dengan adanya besarnya kompensasi yang diterima

      staf pengajar berpengaruh terhadap peningkatan pengembangan karier?



                                        47
                                                                           48




5. Apakah hubungan besarnya kompensasi yang diterima karyawan          dengan

   penempatan staf pengajar disuatu jabatan di Sekolah Menengah Kejuruan

   YKTB 2 Bogor, telah berjalan dengan baik?

6. Apakah Saudara setuju dengan tingkat pendidikan dan pelatihan staf pengajar

   di Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor berpengaruh pada

   kesejahteraan atau perbaikan ekonomi keluarga pada saat ini?

7. Apakah anda puas dengan kesempatan yang diberikan oleh atasan anda untuk

   mengikuti pendidikan yang lebih tinggi?

8. Apakah hubungan pemberian kompensasi untuk staff pengajar dengan

   penempatan guru disuatu bagian telah berjalan dengan baik?

9. Apakah Saudara merasa termotivasi dengan pemberian kompensasi untuk

   staff pengajar di Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor?

10. Apakah Saudara merasa termotivasi dengan adanya pemberian kompensasi,

   berdasarkan prestasi kerja guru?

       Pada kesempatan ini penulis mengajukan beberapa pertanyaan kepada

responden mengenai prestasi kerja guru sebagai berikut :

1. Apakah Saudara mengetahui tentang adanya prestasi kerja Guru yang

   dilaksanakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor?

2. Mengertikah Saudara apa manfaat prestasi kerja Guru itu sendiri?

3. Apakah Saudara mengetahui cara/metode penilaian prestasi kerja Guru yang

   diadakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor?
                                                                            49




4. Apakah Saudara setuju dengan cara pelaksanaan motivasi pegawai terhadap

   peningkatan prestasi kerja?

5. Apakah hubungan prestasi kerja Guru dengan penempatan karyawan disuatu

   bagian telah berjalan dengan baik?

6. Apakah Saudara merasa termotivasi dengan program prestasi kerja Guru di

   Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor?

7. Guna peningkatan kinerja organisasi, dan pemberian kompensasi dapat

   memberi dorongan bagi Anda untuk bekerja keras.

8. Guna peningkatan kinerja organisasi, pendidikan dan pemberian kompensasi

   dapat meningkatkan semangat kerja setiap karyawan.

9. Untuk meningkatkan prestasi kerja Guru bagi saya adalah sesuatu yang :

10. Untuk meningkatkan prestasi kerja Guru biasanya saya :
                                                           50




                         TABEL 3

 JAWABAN RESPONDEN MENGENAI PEMBERIAN KOMPENSASI

RESPONDEN                PERNYATAAN                JML SKOR
            1   2   3   4   5  6  7   8   9   10
   1        4   3   4   3   4  3  5   4   4   4       38
   2        3   4   3   4   3  4  3   4   4   4       36
   3        5   3   4   3   4  4  4   3   4   4       38
   4        3   4   4   3   4  4  3   4   4   3       36
   5        4   3   5   4   3  3  4   4   3   4       37
   6        3   4   3   3   5  4  3   3   3   5       36
   7        4   3   4   4   4  4  3   3   3   4       36
   8        3   4   3   3   3  3  4   4   4   3       34
   9        4   3   4   4   3  4  3   3   3   3       34
   10       3   4   3   3   4  3  4   3   3   3       33
   11       3   3   4   4   3  4  3   4   3   3       33
   12       4   4   3   3   4  3  4   3   3   3       34
   13       3   3   4   4   3  4  3   3   4   3       34
   14       4   4   3   3   4  3  3   3   3   3       33
   15       3   3   4   4   3  4  3   3   3   3       33
   16       3   3   3   3   4  3  4   4   3   3       33
   17       4   3   3   3   3  3  3   3   3   4       32
   18       3   4   3   3   3  3  3   3   4   3       32
   19       3   3   4   4   3  3  3   3   3   3       32
   20       3   3   3   3   4  3  3   3   3   3       31
   21       4   3   3   3   3  3  3   3   3   3       31
   22       3   3   3   3   3  3  3   3   3   3       30
   23       3   2   3   3   3  3  3   3   3   3       29
   24       3   3   3   2   3  3  3   3   3   3       29
   25       5   4   4   3   3  4  3   4   4   3       37
   26       4   3   3   4   4  3  4   4   3   4       36
   27       3   3   4   3   3  4  3   4   4   5       36
   28       3   4   3   4   4  3  4   3   3   3       34
   29       3   3   4   3   3  4  3   4   4   3       34
   30       3   4   3   4   4  3  3   3   3   3       33
   31       4   3   4   3   3  4  3   3   3   3       33
   32       3   4   3   4   4  3  4   3   3   3       34
   33       3   3   4   3   3  4  3   4   4   3       34
   34       3   3   3   4   4  3  4   3   3   3       33
   35       4   3   3   3   3  4  3   4   3   3       33
   36       3   4   3   3   4  3  3   3   3   4       33
   37       3   3   4   3   3  4  3   3   3   3       32
   38       3   4   3   3   4  3  3   3   3   3       32
   39       3   3   3   4   3  4  3   3   3   3       32
   40       3   3   3   3   4  3  3   3   3   3       31
                                                           51




                         TABEL 4

  JAWABAN RESPONDEN MENGENAI PRESTASI KERJA GURU

RESPONDEN                PERNYATAAN                JML SKOR
            1   2   3   4   5  6  7   8   9   10
   1        4   3   4   4   3  4  3   4   4    5      38
   2        3   4   3   3   5  3  4   3   4    5      37
   3        5   3   4   3   4  3  4   4   3    4      37
   4        4   3   3   4   3  4  3   4   4    4      36
   5        3   5   5   3   4  3  4   3   3    4      37
   6        4   3   4   4   3  4  3   4   4    3      36
   7        3   4   4   3   4  3  4   4   4    4      37
   8        3   3   4   4   4  3  4   4   3    3      35
   9        3   4   3   4   4  4  3   3   3    4      35
   10       3   3   4   4   4  4  3   3   3    3      34
   11       3   4   3   4   3  3  3   4   4    3      34
   12       3   3   4   4   4  3  3   4   3    4      35
   13       3   4   3   3   3  4  4   3   4    3      34
   14       3   3   4   4   3  3  3   4   3    3      33
   15       3   4   3   3   4  3  4   3   3    3      33
   16       3   3   4   3   3  4  3   4   3    3      33
   17       3   4   3   3   3  3  3   3   3    4      32
   18       4   3   3   3   3  4  3   3   3    3      32
   19       3   4   3   3   4  3  3   3   3    3      32
   20       3   3   4   3   3  3  3   3   3    3      31
   21       4   3   3   3   3  3  3   3   3    3      31
   22       3   3   3   3   3  3  3   3   3    3      30
   23       3   3   3   3   3  3  3   3   3    2      29
   24       2   3   3   3   3  3  3   3   3    3      29
   25       4   4   3   4   4  3  4   4   3    4      37
   26       3   3   4   3   4  4  3   4   4    4      36
   27       4   3   3   4   4  4  4   4   3    3      36
   28       3   4   4   3   3  3  3   3   4    4      34
   29       3   3   3   4   4  4  4   3   3    3      34
   30       3   4   3   4   3  3  4   3   3    3      33
   31       3   3   4   3   4  3  3   3   3    4      33
   32       3   4   3   3   3  4  3   4   4    3      34
   33       4   3   3   4   3  3  4   3   3    4      34
   34       3   4   3   3   4  3  3   4   3    3      33
   35       3   3   4   3   3  4  3   3   4    3      33
   36       3   3   3   4   3  3  4   3   3    4      33
   37       3   3   3   3   4  3  3   3   3    4      32
   38       3   3   3   3   3  4  3   3   4    3      32
   39       3   3   3   3   4  3  3   3   3    4      32
   40       3   3   3   4   3  3  3   3   3    3      31
                                                         52




                         TABEL 5

PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP PRESTASI KERJA GURU

    RESPONDEN PEMBERIAN KOMPENSASI PRESTASI KERJA GURU
                       X                    Y
         1             38                   38
         2             36                   37
         3             38                   37
         4             36                   36
         5             37                   37
         6             36                   36
         7             36                   37
         8             34                   35
         9             34                   35
        10             33                   34
        11             33                   34
        12             34                   35
        13             34                   34
        14             33                   33
        15             33                   33
        16             33                   33
        17             32                   32
        18             32                   32
        19             32                   32
        20             31                   31
        21             31                   31
        22             30                   30
        23             29                   29
        24             29                   29
        25             37                   37
        26             36                   36
        27             36                   36
        28             34                   34
        29             34                   34
        30             33                   33
        31             33                   33
        32             34                   34
        33             34                   34
        34             33                   33
        35             33                   33
        36             33                   33
        37             32                   32
        38             32                   32
        39             32                   32
        40             31                   31
                                                                                 53




B. Analisis Dan Interpretasi Data

          Setelah mengetahui masing-masing skor hasil penelitian maka penulis

   akan mengadakan analisis statistik, untuk mengetahui tingkat hubungan antara

   pendidikan dan kompetensi (X) dengan profesionalisme guru (Y).

          Bila variabel x dan y dikorelasikan, titik-titik koordinat yang terdapat

   dalam diagram pencar akan bertendensi        membentuk suatu      garis   linier,

   lihat hasil   tabel-tabel aplikasi statistik dengan SPSS 11.00 for windows di

   bawah ini.

                                    TABEL 6

                         DESCRIPTIVE STATISTICS

                 VARIABLE                      MEAN        STD. DEVIASI         N

PEMBERIAN KOMPENSASI                          33,5250          2,01977          40

PRESTASI KERJA GURU                           34,1500          2,21866          40



          Tabel 6 memperlihatkan deskripsi semua variabel yang diregresikan.

   yakni variabel Y (PRESTASI KERJA GURU) sebagai variabel "dependent" dan

   variabel X (PEMBERIAN KOMPENSASI) sebagai "independent".

          Isi deskripsi tersebut adalah ; jumlah kasus (n), rata-rata (means), dan

   standar deviasi. Pada tabel 6, variabel PEMBERIAN KOMPENSASI memiliki

   nilai rata-rata (mean) 33,5250, standard deviasi 2,01977 dan jumlah kasus ada
                                                                            54




    40. Variabel PRESTASI KERJA GURU memiliki nilai rata-rata (mean) 34,1500,

    standard deviasi 2,21866 dan jumlah kasus ada 40.

                                    TABEL 7

                                CORRELATIONS

             VARIABLE                     PRESTASI KERJA       PEMBERIAN

                                                GURU          KOMPENSASI

                                                  Y                  X

PEARSON CORRELATION

-PRESTASI KERJA GURU (Y)                        1,000              0,972

-PEMBERIAN KOMPENSASI (X)                       0,972              1,000

SIG (2-TAILED)

-PRESTASI KERJA GURU (Y)                           ,               0,000

-PEMBERIAN KOMPENSASI (X)                       0,000                ,

N

-PRESTASI KERJA GURU (Y)                          40                40

-PEMBERIAN KOMPENSASI (X)                         40                40



           Tabel 7 menunjukkan hasil koefisien korelasi untuk semua variabel.

    Kita dapat membaca hasil korelasi tersebut baik dari samping (baris) maupun

    dari atas (kolom). Koefisien korelasi antara PEMBERIAN KOMPENSASI (X)

    terhadap PRESTASI KERJA GURU (Y) = 0,972 dengan tingkat signifikansi =
                                                                                  55




   0,000. Jika memperhatikan angka r yakni 0,972 dan tingkat signifikansi 0,000,

   maka keadaan ini menunjukkan adanya korelasi positif sangat kuat dan sangat

   signifikans.

             Tingkat signifikan koefisien korelasi satu sisi dari output (diukur dari

   probabilitas) menghasilkan angka jauh di bawah 0,05, maka korelasi antara

   variabel PRESTASI KERJA GURU dengan PEMBERIAN KOMPENSASI

   sangat nyata.

                                       TABEL 8

                                MODEL SUMMARY

              DEPENDENT VARIABLE: PRESTASI KERJA GURU

MODEL              R       R SQUARE         ADJUSTED             STD. ERROR

                                            R SQUARE          OF THE ESTIMATE

    1          0,972 a)        0,945           0,943                0,48191

a) Predictors: (Constant), PEMBERIAN KOMPENSASI

             Pada bagian ini ditampilkan nilai R, R Square, Adjusted R Square dan

   Std. Error. Dimana nilai R Square yang menunjukkan variabel             bebas X

   (PEMBERIAN KOMPENSASI) terhadap Y (PRESTASI KERJA GURU) adalah

   sebesar     0,945. R Square     yang digunakan di sini adalah R Square yang

   disesuaikan     (Adjusted   R Square) yang merupakan indeks       determinasi (%

   pengaruh).
                                                                                           56




            Pada    model diatas, dimana variabel            bebas     X (PEMBERIAN

   KOMPENSASI) dimasukkan, maka didapat adjusted r square sebesar 0,943. Hal

   ini menunjukkan     bahwa       variabel   PRESTASI KERJA GURU dipengaruhi

   variabel PEMBERIAN KOMPENSASI sebesar                     94,3    %, sisanya     5,7    %

   dipengaruhi oleh faktor lain.

                                       TABEL 9

                     ANALYSIS OF VARIANCE (ANOVA)

             DEPENDENT VARIABLE: PRESTASI KERJA GURU

      MODEL          SUM OF SQUARES           df   MEAN SQUARE           F          Sig.

  1 REGRESSION 150,275                        1    150,275            647,068 0,000 a)

   RESIDUAL           8,825                   38    0,232

   TOTAL             159,100                  39

a) Predictors: (Constant), PEMBERIAN KOMPENSASI

            Pada hasil anova di atas ditunjukkan hasil f test model tersebut. Pada

   model diatas, didapat harga f sebesar 647,068 dengan tingkat                   signifikasi

   0,000. arti nilai f tersebut dapat dijelaskan bahwa nilai f sebesar 647,068

   dengan     tingkat signifikasi 0,000 menunjukkan bahwa memang                    terdapat

   pengaruh variabel PEMBERIAN KOMPENSASI (X) terhadap PRESTASI

   KERJA GURU (Y) dengan sangat nyata.
                                                                              57




                                     TABEL 10

                                 COEFFICIENTS

           DEPENDENT VARIABLE: PRESTASI KERJA GURU

      MODEL                 UNSTANDARDIZED              STANDA       t      Sig.

                              COEFFICIENTS              RDIIZED

                                                        COEFFI

                                                        CIENTS

                             B        STD. ERROR         Beta

1 (CONSTANT)                 4,489              1,169               3,841   0,000

 PEMBERIAN

 KOMPENSASI                  0,885              0,035      0,972   25,438   0,000



         Pada bagian ini dikemukakan nilai koefisien a dan b serta harga t-hitung

  serta tingkat signifikan. Persamaan model diatas :

  Y = 4,489 + 0,885 X

  Pengertian persamaan model diatas :

  Y = PRESTASI KERJA GURU

  X = PEMBERIAN KOMPENSASI

         Nilai 4,489 merupakan nilai konstanta (a) yang menunjukkan bahwa

  jika tidak ada PEMBERIAN KOMPENSASI, maka tingkat PRESTASI KERJA

  GURU akan mencapai 4,489.
                                                                             58




       Sedangkan nilai X merupakan koefisien regresi, yang menunjukkan

bahwa setiap adanya upaya penambahan PEMBERIAN KOMPENSASI sebesar

1 maka akan ada kenaikan PRESTASI KERJA GURU sebesar 0,885. Angka

0,972 pada standardized coeficients (beta) menunjukkan tingkat korelasi antara

PEMBERIAN KOMPENSASI dan PRESTASI KERJA GURU.

       Sedang nilai t merupakan nilai yang berguna untuk pengujian, apakah

pengaruh PEMBERIAN KOMPENSASI (X) terhadap                       PRESTASI KERJA

GURU (Y) benar-benar signifikans atau tidak.

       Proses pengujian t adalah sebagai berikut :

1. Hipotesis :

   Ho : koefisien regresi tidak signifikan

   Ha : koefisien regresi adalah signifikan

2. Ketentuan : (berdasarkan nilai t)

   Jika t hitung > t tabel 0,05 (dk = n-2), maka ho : ditolak.

   Jika t hitung < t tabel 0,05 (dk = n-2), maka ha : diterima.

3. Kesimpulan :

           Dari tabel di atas didapat harga t hitung sebesar 25,438. sedang

   harga t tabel dengan dk (40 - 2 = 38) adalah 3,182. jadi t hitung 25,438 >

   t tabel 0,05 (dk 3) = 3,182. dengan demikian ho : ditolak dan ha : diterima.

   Dapat ditarik kesimpulan bahwa memang terdapat pengaruh yang signifikan

   antara PEMBERIAN KOMPENSASI (X) dengan PRESTASI KERJA GURU

   (Y).
                                                                            59




       Untuk pengujian ini dapat pula dilihat melalui nilai signifikasi, dimana

kita lihat bahwa nilai signifikasi adalah 0,000. Mengingat 0,000 adalah < 0,05,

maka dapat disimpulkan bahwa tingkat signifikasi sangat tinggi bahkan masih

di bawah 0,01 (tingkat kepercayaan 99%).
                                    BAB V

                        KESIMPULAN DAN SARAN



A. Kesimpulan

         Berdasarkan hasil dan pembahasan mengenai analisa pengaruh pemberian

  kompensasi terhadap prestasi kerja guru SMK YKTB 2 Bogor, maka dapat

  diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Persamaan regresi adalah Y = 4,489 + 0,885 X berarti :

     a. Konstanta sebesar 4,489 menyatakan bahwa jika tidak ada pemberian

         kompensasi, maka prestasi kerja guru SMK YKTB 2 Bogor adalah

         4,489.

     b. Koefisien regresi X sebesar 0,885 menyatakan bahwa setiap usaha

         peningkatan pemberian kompensasi sebesar 1, maka prestasi kerja guru

         SMK YKTB 2 Bogor akan naik sebesar 0,885.

  2. Besar hubungan antar variabel pemberian kompensasi dengan variabel

     prestasi kerja guru SMK YKTB          2 Bogor sebesar r = 0,972. Hal ini

     menunjukkan variabel pemberian kompensasi mempunyai korelasi yang kuat

     terhadap peningkatan prestasi kerja guru SMK YKTB 2 Bogor.

  3. Adjusted r square sebesar 0,943. Hal ini menunjukkan     bahwa    variabel

     prestasi kerja guru dipengaruhi variabel pemberian kompensasi sebesar 94,3

     %, sisanya 5,7 % dipengaruhi oleh faktor lain.




                                      60
                                                                                61




B. Saran-Saran

          Saran-saran tersebut adalah :

   1. Evaluasi prestasi kerja harus mencakup keseluruhan periode pelaksana kerja,

      bukan hanya prestasi kerja yang ditunjukkan pada waktu akan dilakukan

      penilaian.

   2. Evaluasi prestasi kerja hendaknya dilakukan secara rasional sehingga hasilnya

      dapat diterima oleh manajemen, atasan dan staf pengajar.
                          DAFTAR KEPUSTAKAAN


...., Pedoman Penulisan Skripsi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gotong Royong,
          Jakarta, 2007.

Flippo, Edwin B, Manajemen Personalia, Jilid I, Edisi ke tujuh, Alih Bahasa Moh.
         Masud, Penerbit Airlangga, Jakarta, 1994.

Hamalik, Oemar, Pendidikan Guru : Konsep Kurikulum, Strategi, Pustaka
        Martianana, Bandung, 1995.

Ibrahim, Rusli, Pengembangan Inovasi Kerikulum, Depdikbud, Jakarta, 2000.

Kumorotomo, Wahyudi, Etika Administrasi Negara, PT. Raja Grafindo Persada,
       Jakarta, 1992.

Manullang, M., Manajemen Personalia, Cetakan kesebelas, Penerbit Ghalia
        Indonesia, Jakarta, 1985.

Martoyo, Susilo, Manajemen Sumber Daya Manusia, Penerbit BPFE, Yogjakarta,
        1987.

Moekijat, Manajemen Kepegawaian, Penerbit Alumni, Bandung, 1989.

Proctor, John H. dan William Thorton, Manajemen Kepegawaian, terjemahan
         Moekijat Penerbit Alumni, Bandung, 1989.

Purwadarminta, WJS., Kamus Umum Bahasa Indonesia, Penerbit Balai Pustaka,
        Jakarta, 1992.

Ranupandojo, Heidjrachman dan Suad Husnan, Manajemen Personalia, Edisi
       Keempat, Penerbit BPFE, Yogyakarta, 1992.

Siswanto, Bedjo, Manajemen Tenaga Kerja Ancaman dalam Pendayagunaan dan
        Pengembangan Unsur Tenaga Kerja, Penerbit Airlangga, Jakarta, 1987.

Sudjana, Nana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Sinar Baru, Bandung 1988.

Suryadi, Ace, Membuat Siswa Aktif Belajar, Bina Cipta, Bandung, 1993.

Tim   penyusun, Profesionalisasi Jabatan Guru, Direktorat Jenderal Pendidikan
        Tinggi Jakarta, 1983.



                                       62
PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP
 PRESTASI KERJA GURU DI SMK YKTB 2 BOGOR




                       SKRIPSI



     Dibuat sebagai salah satu syarat untuk mencapai
                 gelar Sarjana Ekonomi




                    Diajukan Oleh :




                   AGUSTAMA
                 NPM : 200434201144




        SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
              GOTONG ROYONG
                  JAKARTA
                    2008
                SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
                      GOTONG ROYONG

                            TANDA PERSETUJUAN


NAMA            : AGUSTAMA

NPM             : 200434201144

Program Studi   : STRATA SATU (S1)

Jurusan         : MANAJEMEN

Konsentrasi     : MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Judul           : PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP
                  PRESTASI KERJA GURU DI SMK YKTB 2 BOGOR

Penguji I       : …………………………..                 _______________________

Penguji II      : …………………………..                 _______________________

Penguji III     : …………………………..                 _______________________


                               KETUA STIE-GR




                           DR. Mirzan T. Razzak. APU

Pembimbing Materi                                      Pembimbing Teknis




Suparni, SE., MM., M.Si.                               Solihin, SE., Ak., MM.
                                   ABSTRAK



       AGUSTAMA. 200434201144. Manajemen Sumber Daya Manusia. Pengaruh

Pemberian Kompensasi Terhadap Prestasi Kerja Guru Di SMK YKTB 2 Bogor.

       Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompensasi

terhadap prestasi kerja guru di SMK YKTB 2 Bogor. Teknik analisis data dengan

menggunakan metode statistik, sebelum penarikan kesimpulan. Di dalam penelitian

ini analisis statistik dengan menggunakan program SPSS Versi 11.00 for Windows.

Pada tahap itu, diinterprestasikan hasil dari tahap-tahap sebelumnya. Setelah itu,

dibuat kesimpulan yang merupakan titik akhir suatu permasalahan, berupa keputusan

atau rencana yang menjadi jawaban terbaik dari permasalahan tersebut. Kesimpulan

penelitian ini adalah bahwa adanya pengaruh positif yang erat antara kompensasi

dengan prestasi kerja guru SMK YKTB 2 Bogor.



Kata Kunci : Kompensasi, Prestasi Kerja




                                          i
                                 KATA PENGANTAR



       Dengan memanjatkan puji syukur atas berkat dan karunia Allah SWT yang

maha pengasih dan penyayang, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini

dengan judul "PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP PRESTASI

KERJA GURU DI SMK YKTB 2 BOGOR ".

       Penulisan skripsi ini, selain dimaksudkan sebagai salah satu syarat untuk

menempuh ujian Sarjana Ekonomi program S1, jurusan manajemen pada SEKOLAH

TINGGI ILMU EKONOMI GOTONG ROYONG Jakarta, juga dimaksudkan untuk

mengetahui    sampai    sejauh    mana   kemampuan       penulis   menganalisa    dan

mengekspresikan pengetahuan yang diperoleh selama ini.

       Kebenaran dan kesempurnaan mutlak datangnya dari Allah SWT, sedangkan

kesalahan hanya terdapat pada diri manusia, untuk itu penulis menyadari, bahwa

skripsi ini jauh dari sempurna, hal ini disebabkan keterbatasan- keterbatasan yang ada

pada penulis, walaupun demikian penulis berusaha semaksimal mungkin agar skripsi

ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

       Teriring doa yang tulus dan iklas penulis menyampaikan rasa hormat dan

terima kasih yang tiada terhingga kepada :

1. Bapak Dr. Mirzan T. Razzak, APU selaku Ketua SEKOLAH TINGGI ILMU

   EKONOMI GOTONG ROYONG Jakarta.

2. Bapak Solihin, SE., MM selaku Dosen Pembimbing Teknis dan Bapak Suparni,

   SE., MSi selaku Dosen Pembimbing Materi.



                                             ii
3. Bapak Drs. Tjuk Danardjo, MM dan Bapak M. Taufiq, SE., MM yang banyak

   memberikan dorongan hingga tersusunnya skripsi ini.

4. Seluruh Dosen dan karyawan SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI GOTONG

   ROYONG Jakarta.

5. Buat orang tuaku, istri dan anak-anakku tercinta dan juga saudara-saudaraku yang

   sangat banyak memberi dukungan moril maupun materiil dalam menyelesaikan

   skripsi ini.

6. SMK YKTB 2 Bogor yang telah memberikan kesempatan kepada penulis sebagai

   tempat penelitian dan menyusun skripsi.

       Wabillahi   Taufiq    Wallhidayah      Wassalamualaikum     Warohmatullohi

Wabarokatuh, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahmat dan Karunianya

bagi kita semua. Amien.



                                                  Jakarta, Januari 2008

                                                  Penyusun,



                                                  AGUSTAMA




                                        iii
                                              DAFTAR ISI



                                                                                                           Halaman

ABSTRAK

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

DAFTAR GAMBAR

BAB I PENDAHULUAN

     A. Latar Belakang ........................................................................................... 1

     B. Perumusan Masalah ................................................................................... 4

     C. Tujuan Penulisan Skripsi ........................................................................... 5

     D. Hipotesis..................................................................................................... 5

     E. Metodologi Penulisan Skripsi .................................................................... 6

          1. Lokasi Penelitian .................................................................................. 6

          2. Metode Pengumpulan Data .................................................................. 6

          3. Jenis Data ............................................................................................. 7

          4. Teknik Analisa Data ............................................................................. 7

     F. Sistematika Penulisan ................................................................................ 8

BAB II LANDASAN TEORI

     A. Pengertian Kompensasi ............................................................................ 10

     B. Tujuan Pemberian Kompensasi................................................................ 11



                                                       iv
     C. Metode Pemberian Kompensasi ............................................................... 15

     D. Pengertian Tunjangan............................................................................... 17

     E. Jenis-Jenis Tunjangan .............................................................................. 20

     F. Pengertian Prestasi Kerja ......................................................................... 21

     G. Penilaian Prestasi Kerja............................................................................ 22

     H. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Kerja .................................. 24

     I. Hubungan Pemberian Kompensasi Terhadap Prestasi Kerja ................... 27

BAB III GAMBARAN SMK YKTB 2 BOGOR

     A. Sejarah Singkat SMK YKTB 2 Bogor ..................................................... 29

     B. Analisis SWOT SMK YKTB 2 Bogor ..................................................... 31

     C. Struktur Organisasi .................................................................................. 35

     D. Visi, Misi dan Tujuan SMK YKTB 2 Bogor ........................................... 43

     E. Aspek Sumber Daya Manusia .................................................................. 44

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

     A. Penyajian Data Penelitian ........................................................................ 47

     B. Analisis Dan Interpretasi Data ................................................................. 53

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

     A. Kesimpulan .............................................................................................. 60

     B. Saran-Saran .............................................................................................. 61

DAFTAR KEPUSTAKAAN

DAFTAR RIWAYAT HIDUP




                                                       v
                                                 DAFTAR TABEL



Tabel                                                                                                          Halaman

1. Keadaan Staf Pengajar SMK YKTB 2 Bogor ...................................................... 45

2. Daftar Tenaga Edukatif SMK YKTB 2 Bogor .................................................... 46

3. Jawaban Responden Mengenai Pemberian Kompensasi ..................................... 50

4. Jawaban Responden Mengenai Prestasi Kerja Guru ............................................ 51

5. Pengaruh Pemberian Kompensasi Terhadap Prestasi Kerja Guru ....................... 52

6. Descriptive Statistics ............................................................................................ 53

7. Correlations .......................................................................................................... 54

8. Model Summary ................................................................................................... 55

9. Anova ................................................................................................................... 56

10. Coefficients .......................................................................................................... 57




                                                              vi
                                    DAFTAR GAMBAR



Gambar                                                                               Halaman

1. Struktur Organisasi SMK YKTB 2 BOGOR ....................................................... 36




                                               vii
                                            KUESIONER

Nama                 :..................................
Umur                 : .................................
Jenis kelamin        : .................................
Pendidikan           : .................................
Jabatan Fungsional   : .................................
Masa Kerja           : .................................

Pilihlah jawaban dengan melingkari sesuai pilihan yang paling cocok :
A. Pemberian kompensasi
    1. Apakah Saudara mengetahui tentang pengaruh besarnya kompensasi yang
        diterima staf pengajar terhadap prestasi kerja pegawai?
        a. Sangat mengetahui
        b. Mengetahui
        c. Cukup mengetahui
        d. Kurang mengetahui
        e. Tidak mengetahui
    2. Mengertikah Saudara apa manfaat besarnya kompensasi yang diterima bagi
        staf pengajar itu sendiri?
        a. Sangat mengerti
        b. Mengerti
        c. Cukup mengerti
        d. Kurang mengerti
        e. Tidak mengerti
    3. Apakah Saudara menyetujui adanya kesempatan untuk mendapatkan
        kompensasi yang diterima staf pengajar yang lebih tinggi?
        a. Sangat setuju
        b. Setuju
        c. Cukup setuju
        d. Kurang setuju
        e. Tidak setuju
    4. Apakah Saudara setuju dengan adanya besarnya kompensasi yang diterima
        staf pengajar berpengaruh terhadap peningkatan pengembangan karier?
        a. Sangat setuju
        b. Setuju
        c. Cukup setuju
        d. Kurang setuju
        e. Tidak setuju
    5. Apakah hubungan besarnya kompensasi yang diterima karyawan dengan
        penempatan staf pengajar disuatu jabatan di Sekolah Menengah Kejuruan
        YKTB 2 Bogor, telah berjalan dengan baik?
    a. Sangat baik
    b. Baik
    c. Cukup baik
    d. Kurang baik
    e. Tidak baik
6. Apakah Saudara setuju dengan tingkat pendidikan dan pelatihan staf pengajar
    di Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor berpengaruh pada
    kesejahteraan atau perbaikan ekonomi keluarga pada saat ini?
    a. Sangat setuju
    b. Setuju
    c. Cukup setuju
    d. Kurang setuju
    e. Tidak setuju
7. Apakah anda puas dengan kesempatan yang diberikan oleh atasan anda untuk
    mengikuti pendidikan yang lebih tinggi?
    a. Sangat puas
    b. Puas
    c. Cukup puas
    d. Kurang puas
    e. Tidak puas
8. Apakah hubungan pemberian kompensasi untuk staff pengajar dengan
    penempatan guru disuatu bagian telah berjalan dengan baik?
    a. Sangat baik
    b. Baik
    c. Cukup baik
    d. Kurang baik
    e. Tidak baik
9. Apakah Saudara merasa termotivasi dengan pemberian kompensasi untuk
    staff pengajar di Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor?
    a. Sangat termotivasi
    b. Termotivasi
    c. Cukup termotivasi
    d. Kurang termotivasi
    e. Tidak termotivasi
10. Apakah Saudara merasa termotivasi dengan adanya pemberian kompensasi,
    berdasarkan prestasi kerja guru?
    a. Sangat termotivasi.
    b. Termotivasi.
    c. Sedang.
    d. Rendah.
    e. Sangat rendah.
B. Prestasi Kerja Guru
   1. Apakah Saudara mengetahui tentang adanya prestasi kerja Guru yang
      dilaksanakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor?
      a. Sangat mengetahui
      b. Mengetahui
      c. Cukup mengetahui
      d. Kurang mengetahui
      e. Tidak mengetahui
   2. Mengertikah Saudara apa manfaat prestasi kerja Guru itu sendiri?
      a. Sangat mengerti
      b. Mengerti
      c. Cukup mengerti
      d. Kurang mengerti
      e. Tidak mengerti
   3. Apakah Saudara mengetahui cara/metode penilaian prestasi kerja Guru yang
      diadakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor?
      a. Sangat mengetahui
      b. Mengetahui
      c. Cukup mengetahui
      d. Kurang mengetahui
      e. Tidak mengetahui
   4. Apakah Saudara setuju dengan cara pelaksanaan motivasi pegawai terhadap
      peningkatan prestasi kerja?
      a. Sangat setuju
      b. Setuju
      c. Cukup setuju
      d. Kurang setuju
      e. Tidak setuju
   5. Apakah hubungan prestasi kerja Guru dengan penempatan karyawan disuatu
      bagian telah berjalan dengan baik?
      a. Sangat baik
      b. Baik
      c. Cukup baik
      d. Kurang baik
      e. Tidak baik
   6. Apakah Saudara merasa termotivasi dengan program prestasi kerja Guru di
      Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor?
      a. Sangat termotivasi
      b. Termotivasi
      c. Cukup termotivasi
      d. Kurang termotivasi
      e. Tidak termotivasi
7. Guna peningkatan kinerja organisasi, dan pemberian kompensasi dapat
    memberi dorongan bagi Anda untuk bekerja keras.
    a. Sangat mendorong
    b. Mendorong
    c. Cukup mendorong
    d. Kurang mendorong
    e. Tidak mendorong
8. Guna peningkatan kinerja organisasi, pendidikan dan pemberian kompensasi
    dapat meningkatkan semangat kerja setiap karyawan.
    a. Sangat setuju
    b. Setuju
    c. Cukup setuju
    d. Kurang setuju
    e. Tidak setuju
9. Untuk meningkatkan prestasi kerja Guru bagi saya adalah sesuatu yang :
    a. Benar-benar saya senangi.
    b. Senang saya lakukan.
    c. Kadang-kadang saya lakukan.
    d. Benar-benar tidak ingin saya lakukan.
    e. Tidak ingin saya lakukan.
10. Untuk meningkatkan prestasi kerja Guru biasanya saya :
    a. Berorientasi pada masa depan dengan sangat baik.
    b. Berorientasi pada masa depan dengan kuat.
    c. Amat berorientasi pada masa depan.
    d. Kadang-kadang berorientasi pada masa depan.
    e. Sama sekali tidak berorientasi pada masa depan.
             HASIL PERHITUNGAN STATISTIK DENGAN
              MENGGUNAKAN PROGRAM SPSS 11.00



                      DESCRIPTIVE STATISTICS

             VARIABLE                MEAN      STD. DEVIASI      N

PEMBERIAN KOMPENSASI                 33,5250      2,01977        40

PRESTASI KERJA GURU                  34,1500      2,21866        40




                           CORRELATIONS

           VARIABLE              PRESTASI KERJA     PEMBERIAN

                                     GURU          KOMPENSASI

                                       Y                    X

PEARSON CORRELATION

-PRESTASI KERJA GURU (Y)              1,000            0,972

-PEMBERIAN KOMPENSASI (X)             0,972            1,000

SIG (2-TAILED)

-PRESTASI KERJA GURU (Y)                ,              0,000

-PEMBERIAN KOMPENSASI (X)             0,000                 ,

N

-PRESTASI KERJA GURU (Y)               40                   40

-PEMBERIAN KOMPENSASI (X)              40                   40
                              MODEL SUMMARY

           DEPENDENT VARIABLE: PRESTASI KERJA GURU

MODEL          R        R SQUARE         ADJUSTED        STD. ERROR

                                         R SQUARE    OF THE ESTIMATE

   1       0,972 a)          0,945         0,943           0,48191

a) Predictors: (Constant), PEMBERIAN KOMPENSASI



                   ANALYSIS OF VARIANCE (ANOVA)

           DEPENDENT VARIABLE: PRESTASI KERJA GURU

       MODEL       SUM OF SQUARES    df    MEAN SQUARE     F         Sig.

  1 REGRESSION 150,275               1     150,275       647,068 0,000 a)

   RESIDUAL         8,825            38     0,232

   TOTAL           159,100           39

a) Predictors: (Constant), PEMBERIAN KOMPENSASI
                         COEFFICIENTS

         DEPENDENT VARIABLE: PRESTASI KERJA GURU

      MODEL        UNSTANDARDIZED         STANDA       t      Sig.

                     COEFFICIENTS         RDIIZED

                                          COEFFI

                                          CIENTS

                     B      STD. ERROR     Beta

1 (CONSTANT)        4,489         1,169               3,841   0,000

 PEMBERIAN

 KOMPENSASI         0,885         0,035      0,972   25,438   0,000

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:161
posted:1/12/2013
language:Indonesian
pages:78