skripsi ANALISIS PERBEDAAN RETURN DAN VOLUME PERDAGANGAN SAHAM SEPUTAR PENGUMUMAN DIVIDEN PADA SAHAM

Document Sample
skripsi ANALISIS PERBEDAAN RETURN DAN VOLUME PERDAGANGAN SAHAM SEPUTAR PENGUMUMAN DIVIDEN PADA SAHAM Powered By Docstoc
					  ANALISIS PERBEDAAN RETURN DAN VOLUME
PERDAGANGAN SAHAM SEPUTAR PENGUMUMAN
 DIVIDEN PADA SAHAM LQ-45 PERIODE 2008-2009


                  SKRIPSI


                   Oleh:
              AGUS NAWAWI
               NIM : 06610070




          JURUSAN MANAJEMEN
           FAKULTAS EKONOMI
        UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
        MAULANA MALIK IBRAHIM
                MALANG
                  2010
  ANALISIS PERBEDAAN RETURN DAN VOLUME
PERDAGANGAN SAHAM SEPUTAR PENGUMUMAN
 DIVIDEN PADA SAHAM LQ-45 PERIODE 2008-2009

                          SKRIPSI

                        Diajukan Kepada :
     Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
         Untuk memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam
            Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (SE)



                          Oleh
                    AGUS NAWAWI
                     NIM : 06610070




            JURUSAN MANAJEMEN
             FAKULTAS EKONOMI
          UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
          MAULANA MALIK IBRAHIM
                  MALANG
                    2010
            LEMBAR PERSETUJUAN

  ANALISIS PERBEDAAN RETURN DAN VOLUME
PERDAGANGAN SAHAM SEPUTAR PENGUMUMAN
 DIVIDEN PADA SAHAM LQ-45 PERIODE 2008-2009


                     SKRIPSI


                        Oleh




                 AGUS NAWAWI
                  NIM : 06610070


            Telah Disetujui 26 Maret 2010
                 Dosen Pembimbing,




             Drs. Agus Sucipto, MM
            NIP 19670816 200312 1 001




                    Mengetahui:
                     D e k a n,




          Drs. HA. MUHTADI RIDWAN, MA
            NIP 19550302 198703 1 004
                    LEMBAR PENGESAHAN

   ANALISIS PERBEDAAN RETURN DAN VOLUME
 PERDAGANGAN SAHAM SEPUTAR PENGUMUMAN
  DIVIDEN PADA SAHAM LQ-45 PERIODE 2008-2009


                             SKRIPSI

                                Oleh


                         AGUS NAWAWI
                          NIM : 06610070

            Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji
       Dan Dinyatakan Diterima Sebagai Salah Satu Persyaratan
           Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (SE)
                         Pada 3 April 2010

      Susunan Dewan Penguji                       Tanda Tangan
1. Ketua
   Hj. Umrotul Khasanah, S.Ag., M.Si      :
   NIP. 19670227 199803 2 001                 (                  )

2. Sekretaris/ Pembimbing
   Drs. Agus Sucipto, MM                  :
   NIP. 19670816 200312 1 001                 (                  )
3. Penguji Utama
   Indah Yuliana, SE., MM                 :
   NIP 19740918 200312 2 004                  (                  )

                           Mengetahui :
                             Dekan,




               Drs. HA. MUHTADI RIDWAN, MA
                   NIP. 19550302 198703 1 004
                           SURAT PERNYATAAN


Yang bertanda Tangan di bawah ini saya:


       Nama      : AGUS NAWAWI
       NIM       : 06610070
       Alamat    : Jalan Utara Balai Desa RT: 02 RW:02 No.33 Plinggisan Kec.
                  Kraton Kab. Pasuruan 67151.


Menyatakan bahwa “Skripsi” yang saya buat untuk memenuhi persyaratan
kelulusan pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri
(UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan judul:


ANALISIS PERBEDAAN RETURN DAN VOLUME PERDAGANGAN
SAHAM SEPUTAR PENGUMUMAN DIVIDEN PADA SAHAM LQ-45
PERIODE 2008-2009.


Adalah hasil karya sendiri, bukan “Dupikasi” dari karya orang lain.


Selanjutnya apabila di kemudian hari ada “Klaim” dari pihak lain, bukan menjadi
tanggungjawab Dosen Pembimbing dan atau pihak Fakultas Ekonomi, tetapi
menjadi tanggungjawab saya sendiri.


Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan tanpa paksaan
dari siapapun.
                                                   Malang, 10 April 2010
                                                   Hormat saya,




                                                   AGUS NAWAWI
                                                   NIM : 06610070
                              PERSEMBAHAN


            Karya yang sederhana ini penulis persembahkan kepada:

    kedua orang tua tercinta Abah Karnam dan Ibu Supami. Terimakasih atas

 bimbingan dan kasih sayang serta iringan doa yang dengan ikhlas beliau berdua

panjatkan. Semoga jasa dan pengorbanan beliau tidak sia-sia, dicatat dengan amal

 kebaikan oleh Allah SWT, dan semoga apa yang kita kerjakan selalu mendapat

                            ridlo Allah SWT. Amin.
                                  MOTTO



       
                
         
                


” Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan

tentangnya. Sesungguhnya pendengaranmu, penglihatanmu, dan mata hatimu

semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra’: 36)
                               KATA PENGANTAR
    
     Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa atas
limpahan taufik dan rahmat serta hidayah-Nya, dalam bentuk kesehatan, kekuatan,
kesabaran dan ketabahan, sehingga kami (penulis) dapat menyelesaikan skripsi
dengan judul ”Analisis Perbedaan Return dan Volume Perdagangan Saham
seputar Pengumuman Dividen pada Saham LQ-45 periode 2008-2009”.
     Shalawat dan Salam senantiasa penulis limpahkan kehadirat junjungan kita
Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah memberikan pelajaran, tuntutan dan
suritauladan kepada kita semua, sehingga dibimbingnya kita menuju jalan Islam
yang lurus dengan diterangi cahaya iman yang terang benderang.
     Penulis menyadari bahwa ada semboyan yang mengatakan “No Body’s
Perfect”, maka seperti halnya dengan karya ini adalah salah satu bukti bahwa
seorang manusia tidak ada yang sempurna. Karena itu dengan penuh ketulusan
dan kesadaran, penulis memohon “maaf” bila dalam karya ini masih terdapat
banyak kekurangan dengan harapan agar pada satu masa dalam hidup penulis,
penulis dapat memperbaiki dan berbenah diri sebagai wujud terima kasih penulis
kepada semua pihak yang telah membantu penulis selama menempuh bangku
kuliah di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini, dan
khususnya pada pihak-pihak yang selama penyusunan karya ilmiah ini telah
memberikan sumbangsih pemikiran dan materi sehingga penulisan karya ini dapat
terselesaikan. Oleh karena itu dengan ketulusan hati penulis ingin menyampaikan
ucapan terima kasih kepada :
1. Ayah dan Ibunda tercinta (Karnam dan Supami) dengan ikhlas dan penuh

     kesabaran, merawat, mendidik, serta membantu baik materiil maupun

     spirituil, sehingga ananda dapat menyelesaikan S1 dengan lancar. Terima

     kasih atas semuanya, mudah-mudahan ananda dapat membalasnya.

2.   Bapak Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, selaku Rektor Universitas Islam Negeri
     Maulana Malik Ibrahim Malang.
3.   Bapak Drs. HA. Muhtadi Ridwan, MA selaku Dekan Fakultas Ekonomi
     Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
4.   Bapak Drs. Agus Sucipto, MM selaku dosen pembimbing yang telah sabar
     dan selalu memberikan motivasi dan arahan dalam penyelesaian skripsi.
5.   Seluruh dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi, yang telah memberikan ilmu
     dan pelayanan selama kuliah.
6.   Orang tua dan segenap keluarga yang telah memberikan semua curahan kasih
     sayang, motivasi, dukungan moril, materiil dan do'anya kepada penulis.
7.   Dan semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini, yang
     tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu. Semoga amal mereka diterima
     oleh-Nya.
     Kesalahan dan kekurangan-kekurangan, baik penulisan maupun yang lainnya
yang memerlukan saran dan pengarahan yang lebih baik. Oleh karena itu dengan
segala kerendahan hati, penulis mengharap saran, masukan dan kritik positif yang
bersifat membangun dalam perbaikan dan kesempurnaan skripsi ini.
     Akhir kata, penulis berharap semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat
bagi penulis khususnya dan bagi semua pihak yang memerlukan pada umumnya.


                                                         Malang, 26 Maret 2010




                                                                   Penulis




                                    DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ............................................................................................ ii
LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................................iii
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................. iv
SURAT PERNYATAAN ..................................................................................... v
HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... vi
MOTTO ............................................................................................................... vii
KATA PENGANTAR ........................................................................................ viii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... x
DAFTAR TABEL ............................................................................................... xii
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xiv
ABSTRAK (3 BAHASA) .................................................................................... xv

BAB I           : PENDAHULUAN
                   1. 1. Latar Belakang .......................................................................... 1
                   1. 2. Rumusan Masalah ..................................................................... 6
                   1. 3. Tujuan Penelitian ...................................................................... 6
                   1. 4. Batasan Penelitian ..................................................................... 6
                   1. 5. Manfaat Penelitian .................................................................... 7


BAB II          : KAJIAN PUSTAKA
                  2. 1. Hasil Penelitian Terdahulu ....................................................... 8
                  2. 2. Kajian Teoritis
                           2. 2. 1. Pasar Modal ................................................................. 13
                           2. 2. 2. Event Study .................................................................. 15
                           2. 2. 3. Saham ......................................................................... 17
                           2. 2. 4. Efisiensi Pasar ............................................................. 19
                           2. 2. 5. Return ......................................................................... 21
                           2. 2. 6. Volume Perdagangan Saham ...................................... 21
                           2. 2. 7. Dividen ........................................................................ 21
                           2. 2. 8. Indeks Saham LQ-45................................................... 26
                           2. 2. 9. Kajian Teori Dalam Islam ........................................... 27
                  2. 3. Kerangka Berfikir ...................................................................... 38
                  2. 4. Hipotesis .................................................................................... 40
BAB III       : METODE PENELITIAN
                 3. 1. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian .................................. 41
                 3. 2. Jenis dan Pendekatan Penelitian............................................... 41
                 3. 3. Populasi dan Sampel
                         3. 3. 1. Populasi ....................................................................... 42
                         3. 3. 2. Sampel ......................................................................... 45
                 3. 4. Teknik Pengambilan Sampel.................................................... 45
                 3. 5. Data dan Jenis Data .................................................................. 47
                 3. 6. Teknik Pengumpulan Data ....................................................... 47
                 3. 7. Definisi Operasional Variabel .................................................. 48
                 3. 8. Model Analisis Data ................................................................. 49
                 3. 9. Pengujian Statistik.................................................................... 51


BAB IV        : PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
                 4. 1. Paparan Data Hasil Penelitian .................................................. 53
                       4. 1. 1. Gambaran Umum Indeks LQ-45 ................................. 53
                       4. 1. 2. Pengumuman Dividen ................................................. 54
                       4. 1. 3. Analisis Event Study.................................................... 55
                 4. 2. Deskripsi Hasil Penelitian ........................................................ 68
                       4. 2. 1. Pengujian Statistik dengan menggunakan paired
                                     Sampel T-Test ............................................................ 68


BAB V         : PENUTUP
                 5. 1. Kesimpulan .............................................................................. 77
                 5. 2. Saran ......................................................................................... 78


DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 79




                                            DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 : Penelitian Terdahulu ........................................................................ 10
Tabel 2. 2 : Persamaan dan Perbedaan Peneliti dengan Penelitian Terdahulu.... 12
Tabel 2. 3 : Jenis-jenis Transaksi Saham yang di haramkan dalam Islam .......... 31
Tabel 2. 4 : Jenis-jenis Saham dalam Islam ......................................................... 33
Tabel 3. 1 : Populasi Indeks Saham LQ-45 periode Feb 2008-Jan 2010 ............ 43
Tabel 3. 2 : Sampel Indeks Saham LQ-45 periode Feb 2008-Jan 2010.............. 45
Tabel 3. 3 : Sampel Indeks Saham LQ-45 periode Feb 2008-Jan 2010.............. 47
Tabel 3. 4 : Matriks Analisis ............................................................................... 50
Tabel 4. 1 : Cum Dividend Date Saham LQ-45 .................................................. 54
Tabel 4. 2 : Return Saham Individual Tahun 2008 ............................................. 55
Tabel 4. 3 : Return Saham Individual Tahun 2009 ............................................. 56
Tabel 4. 4 : Rata-rata Return Saham Individual Tahun 2008-2009 .................... 57
Tabel 4. 5 : Rata-rata Return Seluruh Saham ...................................................... 57
Tabel 4. 6 : Rata-rata Return Seluruh Saham tahun 2008-2009 ......................... 58
Tabel 4. 7 : Volume Perdagangan Saham Individual Tahun 2008 ..................... 62
Tabel 4. 8 : Volume Perdagangan Saham Individual Tahun 2009 ..................... 63
Tabel 4. 9 : Rata-rata Volume Perdagangan Saham Individual Tahun 2008 ....... 64
Tabel 4. 10 : Rata-rata Volume Perdagangan Saham Individual Tahun 2009 ...... 64
Tabel 4. 11 : Rata-rata Volume Perdagangan Saham tahun 2008-2009 .............. 64
Tabel 4. 12 : Rata-rata Volume Perdagangan seluruh Saham tahun 2008-2009 . 66
Tabel 4. 13 : Paired Sampel T Test rata-rata return 2008 .................................... 68
Tabel 4. 14 : Paired Sampel T Test rata-rata return 2009 .................................... 69
Tabel 4. 15 : Paired Sampel T Test rata-rata volume perdagangan 2008 ............ 70
Tabel 4. 16 : Paired Sampel T Test rata-rata volume perdagangan 2009 ............ 70




                                        DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. 1 : Kerangka Berpikir ......................................................................... 39
Gambar 4. 1 : Rata-rata Return Seluruh Saham tahun 2008-2009 ....................... 60
Gambar 4. 2 : Rata-rata Volume Perdagangan Seluruh Saham tahun
                    2008-2009 ..................................................................................... 67




                                       DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Daftar Perusahaan LQ-45 periode Februari 2008-Januari
             2010………………………………………………….……….. 81
Lampiran 2 : Laporan Dividen Perusahaan……………………………...…... 89
Lampiran 3 : Data Closing Price Dan Volume Perdagangan Saham……....... 97
Lampiran 4 : Input Data SPSS………………………………………….......... 102
Lampiran 5 : Output data SPSS………………………………………..…….. 103
Lampiran 6 : Bukti Penelitian……………………………………………....... 107
Lampiran 7 : Bukti Konsultasi………………………………………...……... 108
Lampiran 8 : Biodata Peneliti…………………………………………........... 109




                                ABSTRAK
Agus Nawawi, 2010 SKRIPSI. Judul: Analisis Perbedaan Return dan Volume
       Perdagangan Saham Seputar Pengumuman Dividen pada Saham LQ-45
       periode 2008-2009.
Pembimbing: Drs. Agus Sucipto, MM

Kata Kunci: Return, Aktivitas Volume Perdagangan Saham, Dividen.

        Dividen merupakan salah satu bentuk informasi publik dalam pasar modal
yang dianggap sebagai suatu signal dari perusahaan untuk menunjukkan kinerja
dan prospek perusahaan di masa depan karena dividen merupakan salah satu
informasi yang dapat mempengaruhi harga saham. Di Indonesia sejumlah
perusahaan yang telah go public pembayaran dividen, merupakan cara klasik
memberikan imbalan dalam bentuk pemberian aset keuangan (financial asset)
perusahaan kepada para pemegang saham. Seperti halnya pengumuman dividen
pada tahun 2008 dan 2009 yang dilakukan oleh emiten yang tergabung dalam
LQ-45. Dari pengumuman dividen tersebut melatar belakangi penelitian ini untuk
menguji kandungan informasi dari pengumuman dividen.
        Adapun fokus penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan yang
signifikan pada return saham sebelum dan sesudah pengumuman dividen. Untuk
mengetahui perbedaan yang signifikan pada volume perdagangan saham sebelum
dan sesudah pengumuman dividen. Dengan menggunakan metode purposive
sampling dalam pengambilan sampel, dan menggunakan indikator Return dan
Volume Perdagangan Saham, serta melalui uji paired sample T-test yang dibantu
sistem komputerisasi program SPSS Versi 11.5 for windows.
        Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan yang
signifikan pada return dan aktivitas volume perdagangan saham sebelum dan
sesudah pengumuman dividen. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
pengumuman dividen tidak mempunyai kandungan informasi yang
mengakibatkan pasar tidak bereaksi terhadap pengumuman dividen tersebut.




                                ABSTRACT
Agus Nawawi, 2010 SKRIPSI. Title: Analysis of Return Difference and Stock
      Trading Volume Around Dividend Announcements on Share LQ-45 from
      2008 to 2009.
Advisors: Drs. Agus Sucipto, MM

Keywords: Return, Trading Volume Activity Shares, Dividend.

        Dividend is one form of public information in capital markets that are
considered as a signal from company of its performance and future prospects.
Dividend is one of information that can affect stock prices. In Indonesia a number
of publicly listed companies that pay dividend is a classical way of providing
benefits in the form of financial assets (financial assets) to the shareholders of the
company. As the dividend announcement in year 2008 and 2009 made by issuers
incorporated in the LQ-45. This announcement of dividends is a precedent for this
study as it is to examine the information content of dividend announcements.
        The focus of this research is to find a significant difference in stock returns
before and after the dividend announcement and to find significant differences in
the volume of stock trading before and after the dividend announcement. The
research uses a purposive sampling method and uses indicators of Stock Return
and Trading by Volume, and the paired samples T-test is analysis through a
computerized system aided program SPSS version 11.5 for windows.
        The research show that there is no significant difference on the return and
trading volume activity before and after the dividend announcement. In this study
we can conclude that dividend announcements do not have information which
resulted in the market which does generally not react to the announcement of
such dividends.




                                      ‫املستخلس‬
      ‫نووى، اغوس. 2020 البحث اجلامعى املووو : حتليل الفروق لالرباح وكحية التجارة‬
         ‫لألسهم قبل وبعد اعالن نتائج األرباح ىف أسهم 45 - ‪ LQ‬دورة 2220-2220‬
                                         ‫الشرف: الدكتورندوس أغوس سوتشيفتو احلاجتري‬
                       ‫كلمات البحث : العودة ، حجم النشاط جتارة األسهم وأرباح األسهم‬

‫الربح هو منوذج واحد للمعلومات العامة يف أسواق رأس املا ال ي تعت ر ااارة م الشركة ألدا‬
‫الشركة والتوقعات املستقبلية لألرباح هو واحد م املعلومات ال ي ميك أن تؤثر على أسعار‬
‫األسهم .يف اندونيسيا عددا م الشركات املسجلة يف البورصة ال ي تدفع أرباح األسهم ، هو‬
‫وسيلة تقليدية لتقدمي فوائد يف اكل أصو مالية (األصو املالية) ملسامهي الشركة .مثل اعالن‬
‫أرباح يف العام 8002و 2220 ال ي قدمتها الشركات املصدرة املدرجة يف .54 - ‪ LQ‬وكان‬
‫م اإلعالن ع أرباح األسهم هي اخللفية هلذه الدراسة للنظر يف حمتوى املعلومات م عائد‬
                                                                          ‫اإلعالنات .‬
‫ويركز هذا البحث هو العثور عل ى اختالف كبري يف عائدات األوراق املالية قبل وبعد االعالن‬
‫ع توزيع أرباح .العثور على اختالفات كبرية يف حجم التداو قبل وبعد االعالن ع توزيع‬
‫أرباح .باستخدام أسلوب أخذ العينات هادف يف أخذ العينات ، واستخدام املؤارات العودة‬
‫وحجم التداو يف األسهم ، وكذلك م خال إقران عينات اختبار يت نظام حموسب ساعد‬
                                    ‫اإلصدار 5.11اإلحصائي للعلوم االجتماعية ويندوز .‬
 ‫البحث يثبت ان ليس هناك فرق كبري على عودة النشاط التجاري وحجم قبل وبعد االعالن ع‬
‫توزيع أرباح .يف هذه الدراسة ميكننا أن نستنتج أن إعالنات أرباح مل يك لديك حمتوى‬
              ‫املعلومات ال ي أسفرت ع السوق ال رد فعل على اعالن أرباح م هذا القبيل .‬



                                       ‫‪BAB I‬‬
                              PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

       Pasar modal merupakan tempat di mana para investor menanamkan

dananya dalam berbagai bentuk investasi. Pasar modal sebagai salah satu

alternatif sumber pendanaan jangka panjang yang telah mengalami perkembangan

sangat cepat. Maraknya perkembangan pasar modal saat ini tidak terlepas dari

peran dari para investor dalam melakukan transaksi di pasar modal.

       Sebagai instrumen ekonomi, pasar modal tidak terlepas dari berbagai

pengaruh ekonomi. Adanya pengaruh tersebut akan mempengaruhi perubahan

harga saham dari suatu emiten yang ada di pasar modal, seperti: kinerja

perusahaan, perubahan strategi perusahaan, pengumuman laporan keuangan,

laporan deviden perusahaan, dan pengumuman pendanaan yang berhubungan

dengan pemecahan saham, pembelian saham, dan pengumuman joint venture

(Jogiyanto, 2003: 373).

       Perkembangan aktivitas pasar modal yang pesat ini membawa perubahan

besar terhadap tuntunan kualitas informasi. Informasi ini sangat diperlukan oleh

investor untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Dengan

adanya informasi yang relevan dan yang dipublikasikan, maka hal ini dapat

mempengaruhi harga-harga sekuritas yang ada di pasar modal. Pengujian terhadap

kandungan informasi dimaksudkan untuk melihat reaksi pasar dari saat

pengumuman jika pengumuman mengandung informasi maka diharapkan pasar

akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima pasar.
        Salah satu informasi yang dapat mempengaruhi harga dari sekuritas yaitu

adanya pengumuman dividen. Pada perusahaan yang telah go public pembayaran

dividen, merupakan cara klasik memberikan imbalan dalam bentuk pemberian

aset keuangan (financial asset) perusahaan kepada para pemegang saham. Dividen

adalah bagian laba atau pendapatan perusahaan yang ditetapkan oleh direksi (dan

disahkan oleh rapat pemegang saham) untuk dibagikan kepada pemegang saham

(Halim, 2005: 21). Pembayarannya diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku

pada jenis saham yang ada. Dividen merupakan salah satu bentuk informasi

publik dalam pasar modal yang dianggap sebagai suatu signal dari perusahaan

untuk menunjukkan kinerja dan prospek perusahaan di masa depan. Apabila

perusahaan meningkatkan pembayaran dividen, hal ini dapat ditafsirkan sebagai

harapan manajemen akan membaiknya kinerja perusahaan di masa yang akan

datang. Lebih jauh lagi, perusahaan membayar dividen untuk mendorong investor

lain untuk membeli saham baru dengan harga yang lebih tinggi (Sawitri, 2007:

248).

        Beberapa kemungkinan dapat digunakan untuk mendeteksi apakah pasar

secara individu merespon pengumuman dividen sebagai informasi untuk membuat

keputusan investasi. Return saham merupakan ekspektasi yang diharapkan oleh

investor (Jogiyanto, 2003: 433). Dimana dalam berinvestasi, ada kalanya seorang

investor berharap adanya return saham yang besar. Sedangkan volume

perdagangan merupakan suatu penjumlahan dari setiap transaksi yang terjadi di

bursa saham pada waktu tertentu dan saham tertentu. Volume Perdagangan Saham

merupakan merupakan salah satu faktor yang juga memberi pengaruh terhadap
pergerakan saham. Zamroni (2003: 32) menyatakan bahwa “volume perdagangan

merupakan unsur kunci dalam melakukan prediksi terhadap pergerakan harga

saham”.

       Return dan Volume perdagangan saham sebagai variabel indikator

transaksi perdagangan efek di bursa efek yang dapat diamati dan diteliti untuk

melihat reaksi pasar modal terhadap pengumuman dividen yang dilakukan oleh

perusahaan yang sudah go public terutama pada indeks saham LQ-45 . Indeks

saham LQ-45 merupakan indeks yang hanya terdiri dari 45 saham yang telah

dipilih melalui beberapa kriteria pemilihan sehingga akan terdiri dari saham-

saham yang liquiditas (liquid) tinggi dan juga mempertimbangkan kapitalisasi

pasar saham tersebut. (Fakhruddin, 2001 : 204)

       Hal ini dapat dilihat dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan

terdahulu. Seperti halnya penelitian yang telah dilakukan oleh Sularso (2003)

yang meneliti tentang pengaruh pengumuman dividen terhadap perubahan harga

saham (return) sebelum dan sesudah ex-dividend date di bursa efek jakarta (BEJ).

Dimana ada pengaruh yang signifikan dari pengumuman dividen yang dilakukan

oleh emiten yang listing di bursa efek jakarta. Akan tetapi ada yang berpengaruh

positif dan negatif. Ketika harga saham pada emiten tersebut berpengaruh positif

maka abnormal returnnya semakin besar. Dan sebaliknya, jika berpengaruh

negatif, maka akan memperoleh abnormal return yang negatif juga.

       Dalam penelitian Jaenuri (2006) dengan judul “Analisis Return, Abnormal

Return dan Aktivitas Volume Perdagangan Saham atas Pengumuman Dividen

pada Saham LQ 45 yang Tercatat di BEJ Tahun 2005”. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara return, aktivitas

volume perdagangan saham perusahaan dan abnormal return saham perusahaan

sebelum dan sesudah pengumuman dividen 2005. Hal ini terjadi karena nilai

signifikan t masing-masing emiten lebih besar dari tarif signifikan 0,05 sehingga

Ho diterima dan Ha ditolak.

       Dalam penelitian Basyori (2007) dengan judul “Analisis pengaruh

pengumuman dividen Terhadap return saham” memperoleh hasil bahwa ada

pengaruh yang signifikan ketika suatu emiten mengumumkan dividen. Dimana

jika berpengaruh positif berarti kinerja perusahaan dari emiten tersebut baik untuk

sekarang dan masa yang akan datang. Tapi, jika sebaliknya yakni berpengaruh

negative terhadap emiten tersebut maka kinerja dari perusahaan tersebut masih

dipertanyakan atau kurang baik kinerjanya.

       Penelitian yang dilakukan oleh Ilmasari (2007) mengenai publikasi

Corporate Governance Perception Index (CGPI) yang dikaitkan dengan abnormal

return, volume perdagangan saham dan kinerja perusahaan yang menunjukkan

bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan abnormal return antara sebelum

dan sesudah publikasi CGPI. Hal ini juga berlaku pada volume perdagangan

saham dan kinerja perusahaan yang tidak menunjukkan adanya perbedaan yang

signifikan antara sebelum dan sesudah publikasi CGPI.

       Penelitian yang dilakukan Sawitri (2007) dengan judul “Studi Empiris

Reaksi Pasar terhadap Publikasi Pembayaran Dividen”. Penelitian ini dilakukan

pada perusahaan yang terdaftar di BEJ dari 40 hari sebelum publikasi dividen

sampai sehari sesudah publikasi dilihat dari abnormal return perusahaan tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa investor bereaksi positif terhadap publikasi

perusahaan yang memutuskan untuk membayar dividen dan investor bereaksi

negatif terhadap publikasi perusahaan yang memutuskan untuk tidak membayar

dividen.

       Beberapa kemungkinan dapat digunakan untuk mendeteksi apakah pasar

secara individu merespon pengumuman dividen sebagai informasi untuk membuat

keputusan investasi. Return dan Volume perdagangan saham sebagai variabel

indikator transaksi perdagangan efek di bursa efek yang dapat diamati dan diteliti

untuk melihat reaksi pasar modal terhadap pengumuman dividen yang dilakukan

oleh perusahaan yang sudah go public.

       Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu secara umum terletak

pada industri yang diamati yaitu pada indeks saham LQ-45 serta periode

pengamatan pengumuman dividen yaitu pada tahun 2008-2009.

       Dari uraian hasil penelitian yang telah dikemukakan di atas mendorong

peneliti untuk mengamati dampak seputar pengumuman dividen terhadap

beberapa indikator yang biasa digunakan untuk melihat reaksi pasar. Sehingga

mendorong peneliti untuk kembali meneliti dengan judul ” Analisis Perbedaan

Return dan Volume Perdagangan Saham Seputar Pengumuman Dividen

pada Saham LQ-45 Periode 2008-2009”.
1.2. Rumusan Masalah

   1. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada return saham sebelum

       dan sesudah pengumuman dividen?

   2. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada volume perdagangan

       saham sebelum dan sesudah pengumuman dividen?



1.3. Tujuan Penelitian

   1. Untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada return saham sebelum

       dan sesudah pengumuman dividen.

   2. Untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada volume perdagangan

       saham sebelum dan sesudah pengumuman dividen.



1.4. Batasan Penelitian

       Batasan penelitian berguna sebagai batasan terhadap suatu obyek

penelitian agar obyek tidak meluas. Penelitian ini dibatasi pada emiten yang

tercatat pada indeks saham LQ-45 pada periode Februari 2008- Januari 2010 yang

mengumumkan dividen berturut-turut pada tahun 2008 dan 2009 setelah melalui

beberapa kriteria sehingga indeks ini terdiri dari saham-saham yang mempunyai

likuiditas yang tinggi dan juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar dari saham-

saham tersebut. (www.idx.co.id)
1.5. Manfaat Penelitian

   1. Bagi investor

      Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu bahan

      pertimbangan dalam pengambilan keputusan dari Bursa Efek sehingga

      seorang investor dapat memperoleh keuntungan yang berlebihan.

   2. Bagi Emiten

      Bagi penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang

      diharapkan oleh pemegang saham untuk menentukan tingkat return.

   3. Bagi Peneliti

      Untuk mengaplikasikan pengetahuan yang selama diperoleh serta melatih

      dalam menganalisa masalah dengan berfikir secara sistematis dan rasional.

   4. Bagi Lembaga

      Hasil penelitian ini dapat digunakan literature di perpustakaan dan juga

      merupakan syarat peneliti untuk mendapatkan gelar S1 dari Universitas

      Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
                                    BAB II

                             KAJIAN PUSTAKA



2.1. Penelitian Terdahulu

       Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sularso (2003) yang meneliti

tentang pengaruh pengumuman dividen terhadap perubahan harga saham (return)

sebelum dan sesudah ex-dividend date di bursa efek jakarta (BEJ). Dimana ada

pengaruh yang signifikan dari pengumuman dividen yang dilakukan oleh emiten

yang listing di bursa efek jakarta. Akan tetapi ada yang berpengaruh positif dan

negatif. Ketika harga saham pada emiten tersebut berpengaruh positif maka

abnormal returnnya semakin besar. Dan sebaliknya, jika berpengaruh negatif,

maka akan memperoleh abnormal return yang negatif juga.

       Penelitian yang telah dilakukan oleh Jaenuri (2006) dengan judul “Analisis

Return, Abnormal Return dan Aktivitas Volume Perdagangan Saham atas

Pengumuman Dividen pada Saham LQ 45 yang Tercatat di BEJ Tahun 2005”.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan

antara return, aktivitas volume perdagangan saham perusahaan dan abnormal

return saham perusahaan sebelum dan sesudah pengumuman dividen 2005. Hal

ini terjadi karena nilai signifikan t masing-masing emiten lebih besar dari tarif

signifikan 0,05 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak.

       Dalam penelitian Basyori (2007) dengan judul “Analisis pengaruh

pengumuman dividen Terhadap return saham” memperoleh hasil bahwa ada

pengaruh yang signifikan ketika suatu emiten mengumumkan dividen. Dimana
jika berpengaruh positif berarti kinerja perusahaan dari emiten tersebut baik untuk

sekarang dan masa yang akan datang. Tapi, jika sebaliknya yakni berpengaruh

negative terhadap emiten tersebut maka kinerja dari perusahaan tersebut masih

dipertanyakan atau kurang baik kinerjanya.

       Penelitian yang dilakukan oleh Ilmasari (2007) mengenai publikasi

Corporate Governance Perception Index (CGPI) yang dikaitkan dengan abnormal

return, volume perdagangan saham dan kinerja perusahaan yang menunjukkan

bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan abnormal return antara sebelum

dan sesudah publikasi CGPI. Hal ini juga berlaku pada volume perdagangan

saham dan kinerja perusahaan yang tidak menunjukkan adanya perbedaan yang

signifikan antara sebelum dan sesudah publikasi CGPI.

       Penelitian yang dilakukan Sawitri (2007) dengan judul “Studi Empiris

Reaksi Pasar terhadap Publikasi Pembayaran Dividen”. Penelitian ini dilakukan

pada perusahaan yang terdaftar di BEJ dari 40 hari sebelum publikasi dividen

sampai sehari sesudah publikasi dilihat dari abnormal return perusahaan tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa investor bereaksi positif terhadap publikasi

perusahaan yang memutuskan untuk membayar dividen dan investor bereaksi

negatif terhadap publikasi perusahaan yang memutuskan untuk tidak membayar

dividen.

       Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu secara umum terletak

pada industri yang diamati yaitu pada indeks saham LQ-45 serta periode

pengamatan pengumuman dividen yaitu pada tahun 2008-2009 yang disajikan

dalam Tabel 2.1 sebagai berikut:
                                            Tabel 2.1
                                      Penelitian Terdahulu
N   Peneli        Judul         Tujuan Penelitian Metode          Hasil Penelitian Saran-saran
o   ti
1   R.       Pengaruh           Mengetahui ada       Uji T-test   Adanya           Menambah
    Andi     Pengumuman         tidaknya Pengaruh                 pengaruh yang    jumlah variabel
    Sulars   Dividen            Pengumuman                        signifikan dari  yang diteliti agar
    o        Terhadap           Dividen Terhadap                  pengumuman       semakin banyak
    (2003)   perubahan          perubahan Harga                   dividen terhadap referensi untuk
             Harga Saham        Saham (Return)                    perubahan        para pengguna
             (Return)           Sebelum Dan                       Harga Saham      penelitian ini
             Sebelum Dan        sesudah Ex-                       (Return)         khususnya untuk
             sesudah Ex-        Dividend Date Di                  Sebelum Dan      penelitian-
             Dividend Date      Bursa Efek Jakarta                sesudah Ex-      penelitian
             Di Bursa Efek      (BEJ)                             Dividend Date    kedepan dan bagi
             Jakarta (BEJ)                                        Di Bursa Efek    para investor &
                                                                  Jakarta (BEJ)    emiten pada
                                                                                   umumnya.
2   Afif     Analisis Return,   Mengetahui ada       Kolmogro     Adanya           Objek penelitian
    Jaenur   Abnormal           tidaknya Pengaruh    w smirnov    pengaruh yang    pada sektor
    i        Return dan         Pengumuman           test dan     tidak signifikan saham lainnya
    (2006)   Aktivitas          Dividen Terhadap     paired       dari             atau periode
             Volume             Return, Abnormal     sample t-    pengumuman       penelitian
             Perdagangan        Return dan           test         dividen terhadap setelahnya.
             Saham atas         Aktivitas Volume                  Return,
             Pengumuman         Perdagangan                       Abnormal
             Dividen pada       Saham pada Saham                  Return dan
             Saham LQ 45        LQ 45 yang                        Aktivitas
             yang Tercatat di   Tercatat di BEJ                   Volume
             BEJ Tahun          Tahun 2005                        Perdagangan
             2005.                                                Saham pada
                                                                  Saham LQ 45
                                                                  yang Tercatat di
                                                                  BEJ Tahun 2005
3   Kurnia   Analisis           Mengetahui ada       Uji T-test   Adanya           Menggunakan
    Basyor   Pengaruh           tidaknya Pengaruh                 pengaruh yang    Beta Koreksi,
    i        Pengumuman         Pengumuman                        signifikan dari  untuk
    (2007)   Dividen            Dividen Terhadap                  pengumuman       menghindari
             Terhadap           Return Saham                      dividen terhadap Beta yang bias
             Return Saham                                         Return Saham     serta
                                                                                   memperpanjang
                                                                                   periode estimasi
                                                                                   pada nilai Alpha
                                                                                   dan Beta agar
                                                                                   hasil penelitian
                                                                                   lebih baik.
 4    Nurul    Perbedaan        Mengetahui ada       Paired two   Adanya            Menambah
      Ilmasa   Abnormal         tidaknya pengaruh    sample for   pengaruh yang     variabel lainnya
      ri       Return, Volume   Publikasi            means        tidak signifikan  yang
      (2007)   Perdagangan      Corporate            test.        dari              berhubungan
               Saham dan        Governance                        pengumuman        dengan event
               Kinerja          Perception Index                  dividen terhadap  ”Publikasi
               Perusahaan       terhadap Abnormal                 Abnormal          Corporate
               Sebelum dan      Return, Volume                    Return, Volume    Governance
               Sesudah          Perdagangan                       Perdagangan       perception
               Publikasi        Saham dan Kinerja                 Saham dan         Index” atau
               Corporate        Perusahaan                        Kinerja           memakai event
               Governance                                         Perusahaan        lain yang
               Perception                                                           berhubungan
               Index.                                                               dengan variabel
                                                                                    yang diteliti.
 5    Sawitr   Studi Empiris    Menegetahui ada      Uji T-test   Adanya            Menambah
      i        Reaksi Pasar     tidaknya Reaksi                   pengaruh reaksi jumlah variabel
      (2007)   terhadap         Pasar terhadap                    pasar yang        dan memakai
               Publikasi        Publikasi                         signifikan dari   periode yang
               Pembayaran       Pembayaran                        pengumuman        terbaru dari
               Dividen          Dividen                           dividen           penelitian
                                                                                    terdahulu.
 6    Agus     Pengaruh           Untuk mengetahui Uji T-test     Tidak adanya      Menambah
      Nawa     Seputar            perbedaan yang                  perbedaan yang jumlah variabel
      wi       Pengumuman         signifikan pada                 signifikan antara dan memakai
      (2010)   Dividen            return saham dan                return dan        periode yang
               Terhadap           volume                          volume            terbaru dari
               Return Dah         perdagangan saham               perdagangan       penelitian
               Volume             sebelum, saat dan               saham seputar     terdahulu.
               Perdagangan        sesudah                         pengumuman
               Saham pada         pengumuman                      dividen pada
               saham LQ-45        dividen                         saham LQ-45
               periode 2008-                                      periode 2008-
               2009                                               2009
Sumber : Data Diolah Peneliti, 2010

                   Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sularso (2003) ada beberapa

            persamaan dengan peneliti, diantaranya : dalam uji statistik menggunakan uji t-

            test dan variabelnya return dan pengumuman dividen. Perbedaannya terletak pada

            variabelnya. Dalam hal ini peneliti menggunakan variabel volume perdagangan

            sedangkan Sularso menggunakan variabel abnormal return.
       Dalam penelitian yang dilakukan oleh Jaenuri (2006) ada beberapa

persamaan dengan peneliti, diantaranya : dalam uji statistik menggunakan uji t-

test dan variabelnya return, volume perdagangan dan pengumuman dividen.

Perbedaannya terletak pada uji statistik dan variabelnya. Dalam hal ini peneliti

hanya menggunakan uji t-test sebagai uji statistic sedangkan Jaenuri

menggunakan uji t-test dan kolmogrow smirnov testdan uji t-test serta variabel

abnormal return yang tidak digunakan oleh peneliti.

       Dalam penelitian yang dilakukan oleh Basyori (2007) ada beberapa

persamaan dengan peneliti, diantaranya : dalam uji statistik menggunakan uji t-

test dan variabelnya return dan pengumuman dividen. Perbedaannya terletak pada

variabelnya. Dalam hal ini peneliti menggunakan variabel volume perdagangan

sedangkan Basyori menggunakan variabel abnormal return.

       Dalam penelitian yang dilakukan oleh Ilmasari (2007) ada beberapa

persamaan dengan peneliti, diantaranya : dalam metode penelitian menggunakan

event study dan variabelnya volume perdagangan. Perbedaannya terletak pada

event, uji statistik dan variabelnya. Dalam hal ini Ilmasari menggunakan event

Publikasi Corporate Governance Perception Indeks, uji statistiknya menggunakan

paired two sample for mean test dan variabelnya menggunakan abnormal return

dan kinerja perusahaan yang tidak dimiliki oleh peneliti.

       Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sawitri (2007) ada beberapa

persamaan dengan peneliti, diantaranya : dalam uji statistik menggunakan uji t-

test dan variabelnya menggunakan pengumuman dividen. Perbedaannya terletak

pada variabelnya. Dalam hal ini peneliti menggunakan variabel volume
       perdagangan sedangkan Sawitri menggunakan variabel harga saham, abnormal

       return dan cumulative abnormal return.

              Dari uraian diatas, penelitian ini terdapat beberapa persamaan dan

       perbedaan anatara peneliti dengan penelitian terdahulu yang disajikan dalam

       Tabel 2.2 sebagai berikut:

                                        Tabel 2.2
            Persamaan dan Perbedaan Peneliti dengan Penelitian Terdahulu
 No            Peneliti/ Judul                Persamaan              Perbedaan
 1  R. Andi Sularso (2003)                 Uji T-test         Volume perdagangan
    Pengaruh Pengumuman Dividen            Return             Abnormal Return
    Terhadap perubahan Harga Saham         Pengumuman
    (Return) Sebelum Dan sesudah Ex-        Dividen
    Dividend Date Di Bursa Efek Jakarta
    (BEJ)
 2  Afif Jaenuri (2006)                    Uji T-test         Kolmogrow smirnov
    Analisis Return, Abnormal Return  Return                   test
    dan Aktivitas Volume Perdagangan  Volume                  Abnormal Return
    Saham atas Pengumuman Dividen           Perdagangan
    pada Saham LQ 45 yang Tercatat di  Pengumuman
    BEJ Tahun 2005.                         Dividen
 3  Kurnia Basyori (2007)                  Uji t-test         Volume perdagangan
    Analisis Pengaruh Pengumuman           Return             Abnormal Return
    Dividen Terhadap Return Saham          Pengumuman
                                             Dividen

 4    Nurul Ilmasari (2007)                  Volume               abnormal return
      Perbedaan Abnormal Return,              perdagangan          Kinerja Perusahaan
      Volume Perdagangan Saham dan           Metode penelitian    Publikasi Corporate
      Kinerja Perusahaan Sebelum dan          (event study)         Governance
      Sesudah Publikasi Corporate                                   Perception Index
      Governance Perception Index.                                 Paired two sample for
                                                                    means test.
 5    Sawitri (2007)                         Uji t-test           Harga Saham
      Studi Empiris Reaksi Pasar terhadap    Pengumuman           Abnormal Return
      Publikasi Pembayaran Dividen            Dividen              Cumulative Abnormal
                                                                    Return
Sumber : Data Diolah Peneliti, 2010
2.2.   Kajian Teoritis

2.2.1. Pasar Modal

   1. Pengertian Pasar Modal

       Di Indonesia pengertian pasar modal adalah sebagaimana tertuang dalam

keputusan presiden (Kepres) No. 52 Tahun 1976 tentang pasar modal Bab 1 Pasal

1 dimana disebutkan “Pasar Modal adalah Bursa Efek seperti yang dimaksud

dalam Undang- undang No 15 Tahun 1952 (Lembaran Negara, Tahun 1952 No

67)”. Jadi Pasar Modal adalah bursa - bursa perdagangan di Indonesia yang

didirikan untuk perdagangan uang dan efek. Sedangkan bursa adalah gedung atau

ruang yang ditetapkan sebagai kantor dan tempat kegiatan perdagangan efek.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa pengertian efek disini adalah setiap saham,

obligasi, atau bukti lainnya termasuk sertifikat atau surat pengganti surat bukti

sementara dari surat-surat tersebut, opsi, obligasi, bukti penyertaan dalam modal

atau pinjaman lainnya.

       Menurut keputusan Menteri Keuangan RI No. 1548/KMK/90 tentang

peraturan pasar modal, pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan

yang terorganisasi termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua

lembaga perantara dibidang keuangan serta keseluruhan surat-surat yang berharga

yang beredar. (Sunaryah, 2006: 4)

   2. Manfaat Pasar Modal

       Pasar modal memiliki manfaat yang sangat besar, baik dari sisi investor,

emiten, pemerintah, maupun lembaga penunjang (Anoraga dan Pakarti, 2006: 12-

13).
Manfaat pasar modal bagi emiten yaitu:

a. Jumlah dana yang dapat dihimpun bisa berjumlah besar.

b. Dana tersebut dapat diterima sekaligus pada saat pasar perdana selesai

c. Cash flow hasil penjualan saham biasanya lebih besar dari harga nominal

    perusahaan.

Manfaat pasar modal bagi investor yaitu:

a. Nilai investasi berkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi. Peningkatan

    tersebut tercermin pada meningkatnya harga saham yang mencapai capital

    gain.

b. Mempunyai hak suara dalam RUPS bagi pemegang saham, mempunyai hak

    suara dalam RUPO bila diadakan bagi pemegang obligasi.

c. Dapat dengan mudah mengganti instrumen investasi, misalnya dari saham A

    ke saham B sehingga dapat menigkatkan keuntungan atau mengurangi resiko.

d. Dapat sekaligus melakukan investasi dalam beberapa instrumen yang

    mengurangi resiko.

Manfaat pasar modal bagi lembaga penunjang yaitu:

 a. Menuju arah yang profesional di dalam memberikan pelayanannya sesuai

    dengan bidang tugas masing-masing.

 b. Sebagai pembentuk harga dalam bursa pararel.

 c. Semakin memberi variasi pada jenis lembaga penunjang.

 d. Likuiditas efek semakin tinggi.

Sedangkan manfaat pasar modal bagi pemerintah yaitu:

a. Mendorong laju pembangunan serta menciptakan lapangan pekerjaan.
b. Mendorong investasi .

c. Mengurangi beban anggaran bagi BUMN (Badan Usaha Milik Negara).



2.2.2. Event Study

       Dalam melakukan keputusan investasi pada pasar modal, investor dan

analis selalu mengikuti perkembangan peristiwa yang terjadi di penjuru dunia,

yang dalam pandangan mereka mampu membuat kondisi pasar modal menjadi

ramai dalam arti naik ataupun bisa mengalami kemerosotan untuk melakukan

investasi.

       Penelitian dengan menggunakan event study dapat dilakukan untuk

menguji efisiensi suatu pasar modal terhadap suatu peristiwa yang berkaitan

dengan aktivitas ekonomi maupun non ekonomi. Teknik event study merupakan

suatu teknik yang digunakan untuk melihat reaksi suatu keadaan dari adanya

peristiwa atau kejadian tertentu (Fakhruddin, 2001).

       Event study adalah suatu pengamatan mengenai pergerakan harga saham di

pasar modal untuk mengetahui apakah ada abnormal return yang diperoleh

pemegang saham akibat dari suatu peristiwa tertentu. Atau dapat dikatakan untuk

melihat seberapa cepat harga sekuritas benar-benar bereaksi terhadap informasi

yang diumumkan. (William, 2005)

       Event Study bertujuan mengukur hubungan antara suatu peristiwa yang

mempengaruhi surat berharga dan pendapatan (return) dari surat berharga

tersebut. Event study dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi
(information content) dari suatu pengumuman dan dapat juga digunakan untuk

menguji pasar bentuk setengah kuat. (Kritzman, 1994)

       Studi peristiwa (event study) merupakan studi yang mempelajari reaksi

pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai

suatu pengumuman.      Jadi, Event study mempelajari informasi publik yang

diinformasikan oleh emiten, pemerintah dan investor dapat memberikan signal

atau pertanda kepada pasar tentang kecenderungan atau trend di masa yang akan

datang. Event study juga merupakan suatu study tentang pergerakan return saham

yang terjadi sekitar peristiwa yang diduga memberikan informasi baru tentang

suatu perusahaan. (Harijono, 1997)

       Even Study merupakan Studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap

suatu peristiwa (event). suatu pengamatan mengenai pergerakan harga saham di

pasar modal untuk mengetahui apakah ada abnormal return yang diperoleh

pemegang saham akibat dari suatu peristiwa tertentu. (Fakhruddin, 2001)

       Indikasi makin banyaknya penelitian yang berbasis pada event study yang

mengambil kaitan antara perubahan harga saham dengan berbagai perisstiwa atau

informasi yang tidak terkait langsung dengan aktifitas ekonomi menunjukkan

makin terintegrasinya pasar modal bagi kehidupan masyarakat di dunia.

(Suryawijaya dan Setiawan, 1998)

       Maka dapat disimpulkan oleh peneliti bahwa event study merupakan studi

peristiwa (informasi) yang baru terjadi yang dapat mempengaruhi perilaku

investor dalam menanamkan modalnya dan juga mempengaruhi tingkat

keuntungan suatu saham perusahaan di pasar modal.
2.2.3. Saham

   1. Pengertian Saham

       Saham dapat didefinisikan sebagai surat berharga sebagai bukti penyertaan

atau kepemilikan individu maupun institusi dalam suatu perusahaan (Anoraga

dan Pakarti, 2001: 58).

       Suatu perusahaan dapat menjual hak kepemilikannya dalam bentuk saham

(stock) jika perusahaan hanya mengeluarkan satu saham saja, saham ini disebut

dengan saham biasa (common stock). Untuk menarik investor potensial lainnya,

suatu perusahaan mungkin juga mengeluarkan kelas lain dari saham, yaitu yang

disebut dengan saham preferent (preferent stock) (Jogiyanto, 2003: 67)



   2. Jenis Jenis Saham

       Berdasarkan        atas cara peralihan, saham menurut Rusdin (2005: 69)

dibedakan menjadi dua yaitu:

   a. Saham atas unjuk (Bearer Stock), adalah saham yang tidak ditulis nama

       pemiliknya, agar mudah dipindahkan dari satu investor ke investor lain.

   b. Saham atas nama (Registered Stock), adalah saham yang ditulis dengan

       jelas siapa pemiliknya.

       Berdasarkan manfaat yang diperoleh pemegang saham, saham dibedakan

menjadi :

    a. Saham biasa (common stock)

       Saham biasa (common stock) merupakan salah satu jenis efek yang paling

banyak diperdagangkan di pasar modal. Saham biasa ada dua jenis, yaitu saham
atas nama dan saham atas unjuk. Untuk saham atas nama, nama pemilik tertera

diantara saham tersebut, sedangkan saham atas unjuk yaitu nama pemilik saham

tidak tertera diatas saham, tetapi pemilik saham adalah yang memegang saham

tersebut.

    b. Saham preferen (preferred stock)

       Saham preferen merupakan saham yang mempunyai sifat gabungan antara

obligasi dan saham biasa. Dibandingkan dengan saham biasa, saham preferen

mempunyai beberapa hak yaitu hak atas dividen tetap dan hak untuk mendapatkan

terlebih dahulu aktiva perusahaan dibandingkan dengan saham biasa pada terjadi

likuidasi.



2.2.4. Efisiensi Pasar

   1. Bentuk-Bentuk Efisiensi Pasar

        Pasar modal yang efisien didefinisikan pasar modal yang harga-harga

sekuritasnya mencerminkan semua informasi yang relefan (Husnan, 1998: 269).

Pada umumnya situasi pasar modal efisien menunjukkan hubungan antara harga

pasar dan bentuk pasar. Pengertian harga pasar dalam hal ini adalah harga saham

yang ditentukan dan dibentuk oleh mekanisme pasar modal. Efisiensi pasar modal

ditentukan oleh seberapa besar pengaruh informasi yang relefan, yang

dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan investasi (Sunariyah, 2006: 184).

        Bentuk efisiensi pasar dapat ditinjau dari segi ketersediaanya informasi

(informationally efficient market) dan      kecanggihan pelaku pasar dalam
pengambilan keputusan informasi berdasarkan         analisis dari informasi yang

tersedia (decisionally efficient market)



   2. Karakteristik Pasar Efisien

        Menurut kualifikasi pasar modal efisien, efisien pasar menunjukkan suatu

tingkatan. Menurut Sunariyah ( 2006: 189) tingkatan-tingkatan karakteristik suatu

pasar efisien juga akan bervariasi dari suatu pasar modal ke pasar modal yang

lain. Berikut ini adalah karakteristik pasar modal efisien secara umum:

   a. Harga saham akan merefleksikan secara cepat dan akurat terhadap semua

        bentuk informasi baru.

   b.   Harga saham bersifat random, jadi harga tidak mengikuti beberapa

        kecenderungan dan informasi masa lalu dan tidak digunakan untuk

        menentukan kecenderungan harga.

   c. Saham-saham yang menguntungkan (profitable) tidak mudah untuk

        diprediksi. Jadi, para analisis dan investor mempunyai kesiapan informasi

        penting dalam menentukan harga saham.



   3.   Likuiditas Saham

        Likuiditas   saham    menunjukkan     seberapa    mudah     suatu   saham

dikonversikan menjadi kas di pasar. Jika terdapat banyak penjual dan pembeli

dalam aktivitas perdagangan di dalam pasar, maka dapat dikatakan bahwa saham

tersebut memiliki tingkat likuiditas yang cukup tinggi.           Semakin sering

diperdagangkan maka semakin likuid saham tersebut. Dengan demikian kita dapat
dengan mudah melakukan transaksi jual beli saham tersebut. Likuiditas saham di

bursa sangat erat kaitannya dengan volume perdagangan saham.

       Beberapa indikator pasar saham yang likuid menurut Darmadji dan

Fakhrudin (2001: 17) yaitu :

   a. Transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat

   b. Perbedaan harga permintaan dan penawaran sangat tipis.

   c. Transaksi dapat dilakukan dalam jumlah besar tanpa mempengaruhi harga

       secara mendatar.

   d. Kedalaman dan keluasan pasar serta pergerakan harga merupakan reaksi

       yang cepat terhadap informasi.



2.2.5. Return

       Return   saham merupakan ekspektasi      yang diharapkan oleh investor

(Jogiyanto, 2003: 433). Dimana dalam berinvestasi, ada kalanya seorang investor

berharap adanya return saham yang besar. Karena itu merupakan timbal balik

perusahaan terhadap investor tersebut. Dan mereupakan suatu indikator

perusahaan apakah peruahaan tersebut dapat dikatakan laba/rugi.



2.2.6. Volume Perdagangan Saham

        Volume perdagangan merupakan suatu penjumlahan dari setiap transaksi

yang terjadi di bursa saham pada waktu tertentu dan saham tertentu. Volume

Perdagangan Saham merupakan merupakan salah satu faktor yang juga memberi

pengaruh terhadap pergerakan saham. Zamroni (2003: 32) menyatakan bahwa
“volume perdagangan merupakan unsur kunci dalam melakukan prediksi terhadap

pergerakan harga saham”. Ia meyakini bahwa ketika volume perdagangan

cenderung mengalami kenaikan saat harga turun, maka pasar diindikasikan dalam

keadaan bearish. Sedangkan ketika volume perdagangan cenderung meningkat

selama harga naik maka pasar diindikasikan dalam keadaan bullish, dan ketika

volume cenderung mengalami penurunan selama harga mengalami kenaikan maka

pasar dalam keadaan bearish.



2.2.7. Dividen

         Banyak kejadian (event) yang mempengaruhi investor dalam berinvestasi

di pasar modal. Dimana kejadian yang mempengaruhi keputusan investor dalam

berinvestasi di pasar modal merupakan kejadian yang secara umum dapat

mempengaruhi perubahan return dan volume perdagangan saham di pasar modal.

Adapun kejadian-kejadian yang dapat mempengaruhi perubahan return dan

volumen perdagangan saham di pasar modal diantaranya: kinerja perusahaan,

perubahan strategi perusahaan, laporan dividen perusahaan, pengumuman

pendanaan yang      berhubungan dengan pemecahan saham, pembelian saham,

pengumuman joint venture, annual report tahunan perusahaan (emiten), january

effect, right issue (Jogiyanto, 2003: 373). Seperti halnya kejadian-kejadian di atas,

pengumuman dividen juga merupakan suatu kejadian yang dapat mempengaruhi

return dan volumen perdagangan saham di pasar modal.
   1. Pengertian Dividen

       Dividen adalah bagian laba atau pendapatan perusahaan yang ditetapkan

oleh direksi (dan disahkan oleh rapat pemegang saham) untuk dibagikan kepada

pemegang saham (Halim, 2005: 21). Pembayarannya diatur berdasarkan ketentuan

yang berlaku pada jenis saham yang ada.

       Dalam proses pembayaran dividen diperlukan daftar para pemegang

saham yang telah menerima dividen. Daftar pemegang saham ini dapat berubah

karena adanya transaksi jual beli saham. Darmadji dan Fakhruddin (2006: 181)

menjelaskan tentang prosedur pembagian dividen. Berikut ini merupakan

prosedur pembagian dividen :

   a. Tanggal pengumuman (declaration date)

       Tanggal pengumuman adalah tanggal pada saat direksi perusahaan

       mengumumkan rencana pembagian dividen.

   b. Cum-dividend date

       Cum-dividend date merupakan tanggal terakhir perdagangan saham yang

       masih mengandung hak untuk mendapatkan dividen (baik tunai maupun

       saham).

   c. Ex-dividend date

       Ex-dividend date merupakan tanggal dimana perdagangan saham tidak

       mempunyai hak untuk mendapatkan dividen. Apabila membeli pada

       tanggal ini atau sesudahnya, maka saham tersebut sudah tidak     lagi

       memberikan dividen. Sebaliknya jika seseorang ingin menjual saham dan
       masih ingin masih ingin mendapatkan hak dividen, maka ia harus menjual

       pada ex-dividend atau sesudahnya.

   d. Tanggal pencatatan pemegang saham (recording date).

       Tanggal pencatatan pemegang saham adalah hari terakhir untuk

       mendaftarkan diri sebagai pemegang saham agar berhak menerima dividen

       yang akan dibagikan perusahaan.

   e. Tanggal pembayaran dividen (payment date)

       Tanggal pembayaran dividen adalah tanggal pada saat perusahaan

       mengirimkan cek dividen.

   2. Kebijakan Pemberian Dividen

       Kebijakan dividen menyangkut masalah penggunaan laba yang menjadi

hak pemegang saham. Pada dasarnya laba tersebut bisa dibagi sebagai dividen

dan laba ditahan untuk diinvestasikan kembali. Ada beberapa bentuk pemberian

dividen secara tunai atau cash dividend yang diberikan perusahaan kepada

pemegang saham. Sutrisno (2001: 305) menjelaskan bentuk kebijakan dividen

tersebut adalah :

   a. Kebijakan pemberian dividen stabil

   b. Dividen akan diberikan secara tetap per lembarnya untuk jangka waktu

       tertentu walaupun laba yang diperoleh perusahaan mengalami fluktuasi.

       Kebijakan dividen meningkat.

   c. Perusahaan akan memberikan dividen kepada pemegang saham dengan

       jumlah yang selalu meningkat dengan pertumbuhan yang stabil.

   d. Kebijakan dividen dengan rasio konstan.
   e. Kebijakan ini memberikan dividen yang besarnya mengikuti besarnya laba

       yang diperoleh perusahaan. Semakin besar laba yang diperoleh perusahaan

       maka semakin besar pula dividen yang dibayarkan kepada para pemegang

       saham.

   f. Kebijakan pemberian dividen regular yang rendah ditambah ekstra.

   g. Kebijakan pemberian dividen dengan cara ini perusahaan menentukan

       jumlah pembayaran dividen per lembar yang dibagikan kecil, kemudian

       ditambahkan dengan ekstra dividen bila keuntungannya mencapai jumlah

       tertentu.

   3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen

       Dalam melakukan pembayaran dividen diperlukan beberapa pertimbangan

yang harus dilakukan. Pertimbangan-pertimbangan tersebut harus disesuaikan

dengan konsep teori pembayaran dividen dan penilaian perusahaan. Van Horne

dan Machowich (1999: 501) menjelaskan faktor-faktor dalam yang dianalisis

perusahaan dalam memutuskan kebijakan dividen, adalah :

   a. Peraturan Hukum

       Peraturan hukum ini penting dilakukan untuk menetapkan batasan-batasan

       hukum di mana kebijakan dividen perusahaan dapat digunakan. Peraturan

       hukum ini berhubungan dengan penurunan modal, ketidaksolvabilitas, dan

       laba ditahan yang tidak semestinya.

   b. Kebutuhan Pendanaan Perusahaan

       Kebutuhan pendanaan perusahaan meliputi anggaran kas, proyeksi laporan

       sumber dan penggunaan dana, dan proyeksi laporan arus kas. Tujuan
   utamanya adalah menentukan arus kas dan posisi kas perusahaan yang

   mungkin terjadi tanpa adanya perubahan kebijakan dividen.

c. Likuiditas

   Likuiditas perusahaan merupakan pertimbangan utama dalam keputuasan

   dividen. Karena dividen merupakan arus keluar kas, semakin besar posisi

   kas dan likuiditas perusahaan, semakin besar kemampuan perusahaan

   untuk membayar dividen.

d. Kemampuan untuk Meminjam

   Suatu perusahaan yang mampu memperoleh pinjaman dalam waktu

   singkat, perusahaan dapat dikatakan memiliki fleksibilitas keuangan yang

   relatif baik. Fleksibilitas keuangan dapat berasal dari kemampuan

   perusahaan untuk menebus pasar modal dengan menerbitkan obligasi.

   Semakin besar kemampuan meminjam perusahaan, semakin besar

   fleksibilitas keuangan dan semakin besar kemampuan untuk membayar

   dividen.

e. Pengendalian

   Pengendalian dapat dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Jika

   perusahaan ingin diakuisisi oleh perusahaan lain, pembayaran dividen

   yang rendah merupakan keuntungan bagi pihak luar yang ingin memiliki

   kendali atas perusahaan.
2.2.8. Indeks Saham LQ-45

   1. Pengertian Indeks saham LQ-45

       Indeks ini terdiri dari 45 saham yang dipilih setelah melalui beberapa

kriteria sehingga indeks ini terdiri dari saham-saham yang mempunyai likuiditas

yang tinggi dan juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar dari saham-saham

tersebut. Untuk masuk dalam pemilihan tersebut, sebuah saham harus memenuhi

kriteria sebagai berikut :

    a. Masuk dalam top 60 dari total transaksi saham di pasar reguler (rata-rata

        nilai transaksi selama 12 bulan terakhir).

    b. Masuk dalam ranking yang didasarkan pada nilai kapitalisasi pasar (rata-

        rata kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir).

    c. Telah tercatat di BEI sekurang-kurangnya 3 bulan.

    d. Memiliki kondisi keuangan perusahaan, prospek pertumbuhan perusahaan,

        frekuensi dan jumlah transaksi yang baik di pasar reguler. (Fakhruddin,

        2001 : 204)

   2. Review Indeks dan Pergantian Saham

       Bursa Efek Jakarta terus memantau perkembangan komponen saham yang

masuk dalam perhitungan Indeks LQ-45. Setiap tiga bulan sekali akan dilakukan

review pergerakan rangking saham-saham yang akan digunakan dalam

perhitungan Indeks LQ-45. Pergantian saham akan dilakukan dalam enam bulan

sekali, yaitu setiap awal bulan februari dan agustus.
       Apabila terdapat saham yang tidak memenuhi criteria lagi, maka saham

tersebut harus dikeluarkan dari perhitungan indeks dan diganti dengan saham lain

yang memenuhi kriteria. (Fakhruddin, 2001 : 205)

   3. Hari Dasar Indeks LQ-45

       Indeks LQ-45 dihitung mundur hingga tanggal 13 Juli 1994 sebagai hari

dasar, dengan nilai dasar 100, sehingga memiliki data historisyang cukup panjang.

       Untuk seleksi awal digunakan data pasar dari Juli 1993- Juni 1994,

hasilnya terpilih 45 emiten yang meliputi 72% dari total kapitalisasi pasar dan

72,5% nilai transaksi di pasar regular. (Fakhruddin, 2001 : 205)



2.2.9. Kajian Teori dalam Islam

       Secara praktis, instrumen saham belum didapati pada masa Rasulullah

SAW dan para sahabat. Pada masa Rasulullah SAW dan sahabat yang dikenal

hanyalah perdagangan komoditas barang riil seperti layaknya yang terjadi pada

pasar biasa. Pengakuan kepemilikan sebuah perusahaan (syirkah) pada masa itu

belum direpresentasikan dalam bentuk saham seperti layaknya sekarang. Dengan

demikian, pada masa Rasulullah SAW dan para sahabat, bukti kepemilikan dan

atau jual beli atas sebuah aset hanya melalui mekanisme jual beli biasa dan belum

melalui Intial Publik Offering dengan saham sebagai instrumennya. Pada saat itu

yang terbentuk hanyalah pasar riil biasa yang mengadakan pertukaran barang

dengan uang (jualbeli) dan pertukaran barang dengan barang atau barter (Huda

dan Nasution, 2007: 63).
       Dikarenakan belum adanya nash atau teks Al-Quran maupun Al-Hadits

yang menghukumi secara jelas dan pasti tentang keberadaan saham, maka para

ulama dan fuqoha kontemporer berusaha untuk menemukan rumusan kesimpulan

hukum tersendiri untuk saham yaitu dengan jalan melalui ijtihad, yaitu sebuah

usaha untuk mendapatkan dan mengeluarkan hukum syariah yang belum

dikemukakan secara jelas (Al-Qurandan Al-Hadits) dengan mengacu kepada

sandaran dan dasar hukum yang diakui keabsahanya.

       Dari hasil ijtihad yang telah dilakukan oleh para ulama terdapat dua

pendapat yang saling bertentangan tentang hukum saham ini. Menurut Huda dan

Nasution (2007: 64) para fuqaha kontemporer berselisih pendapat dalam

memperlakukan dari aspek hukum (tahkim) khususnya dalam jual beli saham.

Ada sebagian yang tidak membolehkan transaksi jual beli tersebut dan ada juga

yang membolehkannya. Beberapa para fuqaha yang tidak membolehkan transaksi

jual beli saham diantaranya ada beberapa hal, yaitu:

   1. Saham dipahami sebagaimana layaknya obligasi, dimana mereka

       mengatakan bahwa memperjualbelikan saham sama hukumnya dengan

       jual beli utang yang dilarang dalam syariah.

   2. Banyaknya praktek jual beli najasy di Bursa Efek.

   3. Para investor pembeli saham keluar masuk dan tanpa diketahui oleh

       seluruh pemegang saham.

   4. Adanya unsur ketidaktahuan (jahalah) dalam jual beli saham.

       Adapun menurut fuqaha yang membolehkan jual beli saham mengatakan

bahwa saham sesuai dengan terminology yang melekat padanya, maka saham
yang dimiliki oleh seseorang menunjukkan sebuah bukti kepemilikan atas

perusahaan tertentu yang berbentuk asset, sehingga merupakan cerminan

kepemilikan atas asset tertentu. Bagi seorang investor muslim, investasi pada

saham memang sudah menjadi preferensi untuk menggantikan investasi pada

interest yielding bonds atau sertifikat deposito. Dalam fiqih modern menjelasakan

bahwa saham dipandang sebagai penyertaan dalam mudharaba partnership yang

merefleksikan kepemilikan perusahaan, bukan saham partnership pribadi.

Kepemilikan perusahaan ini kemudian disamakan dengan kepemilikan asset pada

perusahaan (http: //www.mui.or.id/mui_in).

       Saham jika ditinjau dari prinsip ekonomi islam merupakan konsep yang

memiliki banyak persamaan dengan syirkah. Syirkah atau al musyarakah adalah

akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu di mana

masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa

keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan

(Sumitro, 2004: 220). Jika ditinjau dari bentuk syirkah, maka saham adalah

bentuk syirkah’inan, di mana masing-masing pihak memasukkan dana sebagai

penyertaan modal dan pemilik yang jumlahnya tidak harus sama (Sumitro, 2004:

220). Muhammad Syaltut dalam bukunya Aqidah Wasyariah menyatakan bahwa

jual beli saham dibolehkan dalam islam sebagai akad mudharaba, yang ikut

menanggung untung dan rugi (Zuhdi dalam Sumitro, 2004: 221).

       Aturan dan norma jual beli saham tetap mengacu kepada pedoman jual

beli barang pada umumnya, yaitu terpenuhinya rukun, syarat, aspek ‘antaradhin,
    serta terhindar dari beberapa unsur, diantaranya (Huda dan Nasution, 2008:24-

    30):Riba, Resiko/ ketidakpastian (Gharar), Judi (maysir), Haram, Syubhat.

           Forward contract adalah suatu kontak anatara investor dengan lembaga

    sekuritas dimana kontrak tersebut akan berlaku pada masa yang akan datang.

    Kontrak forward ini dapat dipakai atau tidak, tergantung dari investor yang

    memlikinya (Kuncoro, 2001:199). Short selling adalah penjualan saham oleh

    seseorang dimana penjual tersebut tidak memiliki sekuritas tersebut atau menjual

    sekuritas yang dipinjam dari pihak lain (Fakhrudin, 2001:332). Option adalah

    alternatif kontrak yang dapat di beli atau di jual oleh spekulan atau perusahaan

    (Kuncoro, 2001:149). Insider trading (perdagangan orang dalam) adalah kegiatan

    investor atau sekumpulan investor yang melakukan serangkaian perdagangan

    karena mengetahui pengumuman-pengumuman yang belum secara legal

    diumumkan oleh emiten kepada masyarakat kebanyakan. Hal ini dapat

    menyebabkan hilangnya integritas pasar (Fakhrudin, 2001:317). “Penggorengan”

    saham adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh investor atau sekumpulan

    investor dimana selalu menjual atau membeli saham dengan jangka waktu yang

    sangat cepat. Hal ini banyak mengandung unsur spekulasi oleh pihak investor

    spekulan (Fakhrudin, 2001:326).

                                    Tabel 2.3
           Jenis-jenis transaksi saham yang diharamkan dalam Islam
No. Jenis Transaksi Hukum          Unsur         Dalil               Keterangan
1   Forward            Haram Riba          QS. Al Baqarah: Transaksi jenis ini tidak
    Contract                               275 dan QS. An  diperbolehkan. Karena
                                           Nisaa: 29       mengandung unsur riba di
                                                           dalamnya dengan memakai
                                                           atau tidak memakai kontrak
                                                           tersebut dengan tujuan
                                                           mendapatkan keuntungan.
  2     Short Selling       Haram      Spekulasi QS. Al-Maidah:        Transaksi jenis ini tidak
                                       / judi    90-91                 diperbolehkan. Karena
                                                                       mengandung unsur spekulasi/
                                                                       judi dengan menjual saham
                                                                       dengan jangka waktu yang
                                                                       sangat singkat agar
                                                                       mendapatkan keuntungan.
  3     Option              Haram      Riba        QS. Al Baqarah:     Transaksi jenis ini tidak
                                                   275 dan QS. An      diperbolehkan. Karena
                                                   Nisaa: 29           mengandung unsur riba di
                                                                       dalamnya dengan menjual
                                                                       belikan kontrak option kepada
                                                                       spekulan dengan tujuan
                                                                       mendapatkan keuntungan.
  4     Insider Trading     Haram      Monopoli Hadist riwayat         Transaksi jenis ini tidak
                                       Pasar    Bukhori Muslim         diperbolehkan. Karena
                                                : 2798.                dianggap memonopoli pasar,
                                                                       sehingga tidak akan terciptanya
                                                                       efisiensi pasar di dalam pasar
                                                                       modal.
  5     “Penggorengan”      Haram      Spekulasi QS. Al-Maidah:        Transaksi jenis ini tidak
        Saham                          / judi    90-91                 diperbolehkan. Karena
                                                                       mengandung unsur spekulasi/
                                                                       judi dengan menjual saham
                                                                       dengan jangka waktu yang
                                                                       sangat singkat agar
                                                                       mendapatkan keuntungan.
Sumber : Data Diolah Peneliti, 2010

              Praktik forward contract, short selling, option, insider trading,

       “Penggorengan” saham merupakan transaksi yang dilarang secara syariah dalam

       dunia pasar modal. Selain hal-hal tersebut, konsep preferent stock atau saham

       istemewa juga cenderung tidak diperbolehkan secara syariah karena dua alasan

       yang dapat diterima secara konsep syariah, dua alasan tersebut adalah:

       1) Adanya keuntungan tetap (predeterminant revenue), yang dikategorikan oleh

           kalangan ulama sebagai riba.

       2) Pemilik saham preferen mendapatkan hak istemewa terutama pada saat

           perusahaan dilikuidasi. Hal tersebutdianggapmengandungunsurketidakadilan.
       Dengan melihat dari segi kinerja dan karakteristik investasinya maka satu-

satunya saham yang dibolehkan hanyalah saham yang berbentuk saham biasa

(common stocks/al-ashum al-‘adiyah). Dari segi kinerja dan karakteristik

investasinya, beberapa saham yang diharamkan adalah:

a) Saham istimewa (al-ashum al-mumtazah/preferred stocks); saham jenis ini

    dilarang   karena    karakteristiknya   yang    menciptakan     kesenjangan

    (ketidakadilan) di antara sesama pemegang saham. Di mana pemegang saham

    jenis ini mendapatkan keistimewaan baik dari segi hak suara di dalam

    perusahaan maupun dari segi penerimaan keuntungan bagi pemegangnya.

b) Saham atas unjuk (al-sahmu lihamilihi/bearer stocks); saham jenis ini

    dilarang karena sesuai karakteristiknya yang menganggap setiap pembawa

    saham adalah sebagai pemiliknya (karena tidak disebutkan secara tegas siapa

    pemiliknya di atas lembar saham). Hal ini mengakibatkan adanya ketidak-

    jelasan siapa pemilik yang sesungguhnya sehingga dapat menciptakan

    penipuan dan pencurian.

c) Saham kompensasi; saham jenis ini dilarang karena karakteristiknya yang

    tetap memberikan keuntungan (return) kepada pemegang saham pertama

    (pendiri) dalam bentuk kompensasi meskipun pada hakikatnya pemegang

    saham tersebut sudah tidak lagi memiliki saham pada perusahaan atau sudah

    terputus hubungannya dengan perusahaan penerbit saham.

d) Saham (apapun jenis dan karakteristik investasinya) yang diterbitkan oleh

    perusahaan yang tujuan usahanya tidak sesuai dengan syari’at, seperti saham

    yang diterbitkan oleh perusahaan yang memproduksi minuman keras, daging
          babi,   dan     perusahaan     lain    yang    bertentangan   dengan    syari’at

          (http://www.msi-uii.net).

              Dari uraian di atas, dapat disimpukan bahwa jenis-jenis saham yang

      diperbolehkan dan tidak diperbolehkan menurut Islam, sebagaimana telah

      disebutkan dalam tabel 2.4 di bawah ini:

                                      Tabel 2.4
      Jenis-jenis saham yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan dalam Islam
No.     Nama        Hukum       Unsur            Dalil                  Keterangan
        Saham
1     Saham             Halal     -       Fatwa Dewan         Saham jenis ini dibolehkan
      Biasa                               Syari’ah            karena dilihat dari segi kinerja
                                          Nasional Nomor      dan     karakteristiknya     yang
                                          : 40/DSN-           menciptakan kompetisi di antara
                                          MUI/X/2003          sesama pemegang saham. Di
                                          tanggal 4           mana pemegang saham jenis ini
                                          Oktober 2003        tidak mendapatkan keistimewaan
                                                              baik dari segi hak suara di dalam
                                                              perusahaan maupun dari segi
                                                              penerimaan keuntungan bagi
                                                              pemegangnya.
2     Saham          Haram      Riba      QS. Al Baqarah: Saham jenis ini dilarang karena
      Preferen                            275 dan QS. An karakteristiknya             yang
                                          Nisaa: 29       menciptakan          kesenjangan
                                                          (ketidakadilan) di antara sesama
                                                          pemegang saham. Di mana
                                                          pemegang saham jenis ini
                                                          mendapatkan keistimewaan baik
                                                          dari segi hak suara di dalam
                                                          perusahaan maupun dari segi
                                                          penerimaan keuntungan bagi
                                                          pemegangnya.
3     Saham Atas     Haram      Gharar    Al-Hadist           Saham jenis ini dilarang karena
      Unjuk                               riwayat Al-         sesuai karakteristiknya yang
                                          Mu’jam Al-          menganggap setiap pembawa
                                          Wasith: 1960.       saham adalah sebagai pemiliknya
                                                              (karena tidak disebutkan secara
                                                              tegas siapa pemiliknya di atas
                                                              lembar     saham).    Hal    ini
                                                              mengakibatkan adanya ketidak-
                                                          jelasan siapa pemilik          yang
                                                          sesungguhnya sehingga          dapat
                                                          menciptakan   penipuan           dan
                                                          pencurian.
  4    Saham Atas     Halal       -     Fatwa Dewan       Saham jenis ini dibolehkan
       Nama                             Syari’ah          karena sesuai karakteristiknya
                                        Nasional Nomor    dimana setiap disebutkan secara
                                        : 40/DSN-         tegas siapa pemiliknya di atas
                                        MUI/X/2003        lembar saham tersebut. Hal ini
                                        tanggal 4         tidak akan mengakibatkan adanya
                                        Oktober 2003      ketidak-jelasan siapa pemilik
                                                          serta tidak dapat menciptakan
                                                          penipuan dan pencurian.
  5    Saham          Haram    Riba     QS. Al Baqarah: Saham jenis ini dilarang karena
       Kompensasi                       275 dan QS. An karakteristiknya     yang     tetap
                                        Nisaa: 29       memberikan keuntungan (return)
                                                        kepada pemegang saham pertama
                                                        (pendiri)      dalam       bentuk
                                                        kompensasi      meskipun     pada
                                                        hakikatnya pemegang saham
                                                        tersebut sudah tidak lagi memiliki
                                                        saham pada perusahaan atau
                                                        sudah terputus hubungannya
                                                        dengan     perusahaan     penerbit
                                                        saham.
  6    Saham          Haram    Haram    Al-Hadist         Saham (apapun jenis dan
       Produk                           riwayat Al-       karakteristik investasinya) yang
       Haram                            Mu’jam Al-        diterbitkan oleh perusahaan yang
                                        Wasith: 1972      tujuan usahanya tidak sesuai
                                        dan Al-Hadist     dengan syari’at, seperti saham
                                        riwayat Imam      yang diterbitkan oleh perusahaan
                                        turmudzi.         yang memproduksi minuman
                                                          keras,     daging    babi,    dan
                                                          perusahaan        lain       yang
                                                          bertentangan dengan syari’at.
Sumber : Data Diolah Peneliti, 2010

              Selain transaksi-transaksi saham yang telah disebutkan di atas, ada pula

       saham yang halal akan menjadi haram ketika tidak disertai dengan analisis

       fundamental maupun analisis teknikal ketika akan melakukan transaksi jual-beli

       saham di pasar modal. Hal ini biasa dilakukan oleh investor atau yang sering
disebut sebagai spekulan karena dinilai sebagai unsur spekulasi dalam melakukan

transaksi tersebut. Dalam islam, hal ini tidak diperbolehkan (haram) karena

termasuk dalam perbuatan judi.

       Terkait dengan perjudian (maysir), orang arab jahiliah mempunyai

kebiasaan menyimpan anak panah di dalam kakbah di balut kertas atau kain yang

bertuliskan: lakukan, jangan lakukan dan satunya kosong. Biasanya sebelum

melakukan perjalanan jauh, mereka menemui jurukunci kakbah dan minta di

ambilkan salah satu anak panah. Bila yang terambil anak panah yang bertuliskan

”lakukan”, mereka akan melakukan perjalanan jauh dan menganggap perjalan

mereka akan mendapat keselamatan. Ini merupakan game of change yang

dilakukan tanpa usaha. Hal ini sama juga dengan melakukan transaksi jual-beli

saham tanpa menggunakan analisis, seperti yang telah dijelaskan di atas. Dari hal

tersebut, Allah menerangkan dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah: 90-91.

             
  
      
   
      
          
   
                  
                   
  
  
   
        

Artinya: ”Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar,
          berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah,
          adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan
          itu agar kamu mendapat keberuntungan”. ”Sesungguhnya syaitan itu
         bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara
         kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi
         kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu
         (dari mengerjakan pekerjaan itu)” (QS. Al-Maidah: 90-91).
       Adanya fatwa ulama kontemporertentang jual beli saham semakin

memperkuat landasan akan bolehnya jual beli saham. Dalam kumpulan Fatwa

Dewan Syariah Nasional Saudi Arabia yang diketuai oleh Syekh Abdul Aziz Ibn

Abdillah Ibn Baz jilid 13 (tiga belas) bab jual beli (JH9) halaman 320-321 fatwa

nomor 4016 dan 5149 tentang hukum jual beli saham yang isinya:“Jika saham

yang diperjualbelikan tidak serupa dengan uang secara utuh apa adanya, akan

tetapi hanya representasi dari sebuah asset seperti tanah, mobil, pabrik, dan yang

sejenisnya, dan hal tersebut merupakan sesuatu yang telah diketahui oleh penjual

dan pembeli, maka diperbolehkan hukumya untuk diperjulbelikan dengan harga

tunai ataupun tangguh, yang dibayarkan secara kontan ataupun beberapa kali

pembayaran, berdasarkan keumuman dalil tentang bolehnya jual beli.”

       Adapun menurut fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor : 40/DSN-

MUI/X/2003        tanggal   4   Oktober     2003   menetapkan     fatwa   tentang

diperbolehkannya jual beli saham di pasar modal dengan kriteria-kriteria sebagai

berikut:

       1.        KetentuantentangPembayaran:

            a. Alat bayar harus diketahui jumlah dan bentuknya, baik berupa uang,

               barang, atau manfaat.

            b. Pembayaran harus dilakukan pada saat kontrak disepakati.

            c. Pembayaran tidak boleh dalam bentuk pembebasan hutang.

       2.        Ketentuantentang Barang:
     a. Harus jelas ciri-cirinya dan dapat diakui sebagai hutang.

     b. Harus dapat dijelaskan spesifikasinya.

     c. Penyerahannya dilakukan kemudian.

     d. Waktu     dan   tempat    penyerahan     barang   harus     ditetapkan

        berdasarkan kesepakatan.

     e. Pembeli tidak boleh menjual barang sebelum menerimanya.

     f. Tidak boleh menukar barang, kecuali dengan barang sejenis sesuai

        kesepakatan.

3.       Ketentuan tentang Salam Paralel

  Dibolehkan melakukan salam paralel dengan syarat:

     a. Akad kedua terpisah dari akad pertama,

     b. Akad kedua dilakukan setelah akad pertama sah.

4.       Penyerahan Barang Sebelum atau pada Waktunya:

     a. Penjual harus menyerahkan barang tepat pada waktunya dengan

        kualitas dan jumlah yang telah disepakati.

     b. Jika penjual menyerahkan barang dengan kualitas yang lebih

        tinggi, penjual tidak boleh meminta tambahan harga.

     c. Jika penjual menyerahkan barang dengan kualitas yang lebih

        rendah, dan pembeli rela menerimanya, maka ia tidak boleh

        menuntut pengurangan harga (diskon).

     d. Penjual dapat menyerahkan barang lebih cepat dari waktu yang

        disepakati dengan syarat kualitas dan jumlah barang sesuai dengan

        kesepakatan, dan ia tidak boleh menuntut tambahan harga.
            e. Jika semua atau sebagian barang tidak tersedia pada waktu

               penyerahan, atau kualitasnya lebih rendah dan pembeli tidak rela

               menerimanya, maka ia memiliki dua pilihan yaitu membatalkan

               kontrak kemudian meminta kembali uangnya dan menunggu

               sampai barang tersedia.

       5.      Pembatalan Kontrak.

         Pada dasarnya pembatalan saham boleh dilakukan, selama tidak

         merugikan kedua belah pihak.

       Adapun dasar dari dikeluarkannya fatwa MUI tersebut yaitu berdasarkan

surat Al Baqarah 275 dan surat An Nisaa ayat 29:

              
   
               
  
   
  
   
            
   
              
   
    
       
              
                  
Artinya : “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri
          melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran
          (tekanan) penyakit gila. keadaan mereka yang demikian itu, adalah
          disebabkan mereka Berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu
          sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan
          mengharamkan riba. orang-orang yang Telah sampai kepadanya
          larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba),
          Maka baginya apa yang Telah diambilnya dahulu (sebelum datang
           larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang
           kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni
           neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Q S Al Baqarah : 275).

                
            
                
   
     
   
     
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan
           harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan
           perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan
           janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah
           Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An Nisaa’: 29)


       Fatwa diatas telah menentukan bagaimana memilih saham-saham yang

sesuai dengan ajaran Islam. Dalam perkembangannya telah banyak negara–negara

yang telah menentukan batasan suatu saham dapat dikategorikan sebagai saham

syariah. Misalnya Malaysia, Amerika serikat melaui Dow Jones Islamic Index.

Sementara itu beberapa institusi keuangan dunia telah membuat pula batasan-

batasan untuk kategori saham syariah antara lain : Citi Asset Management

Group,Wellington Management Company, Islamic.com dan sebagainya.



2.3.   Kerangka Berpikir

       Pasar modal merupakan tempat bagi para investor untuk menanamkan

modalnya. Sebagai instrumen ekonomi, pasar modal tidak terlepas dari berbagai

pengaruh ekonomi. Dimana pengaruhnya berasal dari lingkungan ekonomi mikro

seperti: kinerja perusahaan, perubahan strategi perusahaan, pengumuman laporan
keuangan, laporan dividen perusahaan, dan pengumuman pendanaan yang

berhubungan dengan pemecahan saham, pembelian saham, dan pengumuman

joint venture (Jogiyanto, 2003: 373).

       Pada perusahaan yang telah go public pembayaran dividen, merupakan

cara klasik memberikan imbalan dalam bentuk pemberian aset keuangan

(financial asset) perusahaan kepada para pemegang saham. Dividen merupakan

salah satu bentuk informasi publik dalam pasar modal yang dianggap sebagai

suatu signal dari perusahaan untuk menunjukkan kinerja dan prospek perusahaan

di masa depan. Secara umum invetor sangat memperhatikan adanya laporan

dividen perusahaan ketika akan berinvestasi di pasar modal pada perusaahaan

yang telah go public. Para investor akan berfikir ketika perusahaan laba, maka

return yang diperoleh akan naik dari yang sebelumnya. Dan mengakibatkan

volume perdagangan juga akan naik. Sebaliknya, jika perusahaan mengalami

kerugian maka return yang di peroleh investor akan turun, begitu juga dengan

volume perdagangannya.

                        Gambar 2.1 Kerangka Berpikir
                                Return Saham




                               Pengumuman
   Sebelum Event                 Dividen                    Sesudah Event

                                (event Study)


                             Volume Perdagangan
                                   Saham




       Dari uraian yang telah dikemukakan di atas peneliti dapat menyimpulkan

bahwa adanya perbedaan dari return dan volume perdagangan saham seputar

pengumuman dividen pada saham LQ-45 periode 2008-2009.



2.4. Hipotesis Penelitian

       Dari uraian yang berdasarkan landasan teori di atas maka dapat diketahui

bagaimana pengaruh pasar modal Indonesia terhadap pengumuman dividen,

sehingga hipotesis yang dapat dirumuskan sebagai berikut:

   1. Hipotesis 1

          a. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan

              sesudah pengumuman dividen terhadap return

          b. Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah

              pengumuman dividen terhadap return.

   2. Hipotesis 2
           a. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan

              sesudah pengumuman dividen terhadap volume perdagangan

              saham.

           b. Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan      sesudah

              pengumuman dividen terhadap volume perdagangan saham.




                                    BAB III

                           METODE PENELITIAN



3.1. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian

       Lokasi penelitian dilakukan di Pojok Bursa Efek Indonesia (BEI) Fakultas

ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang Jalan Raya Tlogomas no. 246

Malang. Penelitian ini meneliti indeks saham LQ-45 yang telah umumkan dividen

pada periode tahun 2008-2009. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model

pasar disesuaikan (Market Adjusted Model) yang menganggap bahwa penduga

yang terbaik untuk mengestimasi return suatu sekuritas adalah return indeks pasar
pada saat tersebut. Dengan menggunakan model ini, maka tidak perlu

menggunakan periode estimasi, karena return suatu sekuritas yang diestimasi

adalah sama dengan return indeks pasar (Jogianto, 2003: 445).

        Periode jendela sebagai periode pengamatan merupakan periode yang akan

dihitung abnormal returnnya yaitu 21 hari yang terbagi 10 hari pre event, 1 hari

peristiwa, dan 10 hari pasca event. Periode tersebut dianggap layak karena

menurut Jogiyanto (2003: 435) lama dari periode jendela adalah 3 hari sampai

dengan 121 hari untuk data harian dan 3 bulan sampai dengan 121 bulan untuk

data bulanan.



3.2. Jenis dan Pendekatan Penelitian

        Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian

kuantitatif adalah penelitian yang tidak mementingkan kedalaman data, tidak

terlalu menitik beratkan pada kedalaman data, yang penting dapat merekam data

sebanyak-banyaknya dari populasi yang luas, tetapi dengan mudah dapat di

analisis, baik melalui rumus-rumus statistik maupun komputer (Indriantoro, 2002:

127).

        Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode penelitian

event study yaitu study yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa

(event) yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event

study dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi (information content)

dari suatu pengumuman (Jogiyanto, 2003: 411).
       Pengumuman deviden merupakan salah satu event yang mengandung

sumber informasi yang dapat menyebabkan reaksi pasar kuat dan positif.

Peristiwa yang diuji dalam pengumuman ini adalah pengumuman deviden yang

dilakukan oleh indeks saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode

tahun 2008-2009.



3.3. Populasi dan Sampel

3.3.1. Populasi

       Populasi adalah totalitas dari semua obyek/subyek yang mempunyai

kualitas dan karakteristik tertentu, jelas, lengkap, yang ditetapkan oleh peneliti

untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya (Hasan , 2002: 160).

       Populasi dalam penelitian ini adalah semua saham-saham yang tergolong

dalam indeks saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2008-

2009 sebagai berikut :

                               Tabel 3.1
     Populasi Indeks saham LQ-45 Periode Februari 2008-Januari 2010
           NO.      KODE EFEK                  NAMA EMITEN
            1      AALI           Astra Agro Lestari Tbk.
            2      ADHI           Adhi Karya (Persero)Tbk.
            3      ADRO           Adaro Energy Tbk.
            4      AKRA           AKR Corporindo Tbk.
            5      ANTM           Aneka Tambang (Persero) Tbk.
            6      ASII           Astra International Tbk.
            7      BBCA           Bank Central Asia Tbk.
            8      BBNI           Bank Negara Indonesia Tbk.
            9      BBRI           Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
            10     BDMN           Bank Danamon Indonesia Tbk.
            11     BHIT           Bhakti Investama Tbk.
            12     BISI           Bisi International Tbk.
            13     BKSL           Sentul City Tbk.
            14     BLTA           Berlian laju Tanker Tbk.
            15     BMRI           Bank Mandiri (Persero) Tbk.
16   BMTR   Global Mediacom Tbk.
17   BNBR   Bakrie & Brothers Tbk.
18   BNGA   Bank Niaga Tbk.
19   BNII   Bank International Tbk.
20   BRPT   Barito Pasific Tbk.
21   BTEL   Bakrie Telecom Tbk.
22   BUMI   Bumi Resources Tbk.
23   BYAN   Bayan Resources Tbk.
24   CPIN   Charoen Pokphand Indonesia Tbk.
25   CPRO   Central Proteinaprima Tbk.
26   CTRA   Ciputra Development Tbk.
27   DEWA   Darma Henwa Tbk.
28   ELSA   Elnusa Tbk.
29   ELTY   Bakrieland Development Tbk.
30   ENRG   Energi Mega Persada Tbk.
31   FREN   Mobile-8 Telecom Tbk.
32   GGRM   Gudang Garam Tbk.
33   INCO   International Nikel Indonesia Tbk.
34   INDF   Indofood Sukes Makmur Tbk.
35   INDY   Indika Energy Tbk.
36   INKP   Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.
37   INTP   Indocement Tunggal Prakasa Tbk.
38   ISAT   Indosat Tbk.
39   ITMG   Indo Tambangraya Megah Tbk.
40   JSMR   Jasa Marga Tbk.
41   KIJA   Kawasan Industri Jababeka Tbk.
42   KLBF   Kalbe Farma Tbk.
43   LPKR   Lippo Karawaci Tbk.
44   LSIP   PP London Sumatera Tbk.
45   MEDC   Medco Energi International Tbk.
46   MIRA   Mitra Rajasa Tbk.
47   MNCN   Media Nusantara Citra Tbk.
48   PGAS   Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.
49   PNBN   Bank Pan Indonesia Tbk.
50   PNLF   Panin Life Tbk.
51   PTBA   Tambang Batubara Bukit Asam Tbk.
52   SGRO   Sampoerna Agro Tbk.
53   SMCB   Holcim Indonesia Tbk.
54   SMGR   Semen Gresik Tbk.
55   SULI   Sumalindo Lestari Jaya Tbk.
56   TBLA   Tunas Baru Lampung Tbk.
57   TINS   Timah Tbk.
58   TLKM   Telekomunikasi Indonesia Tbk.
59   TOTL   Total Bangun Persada Tbk.
60   TRUB   Trubal Alam Manunggal Engineering Tbk.
61   UNSP   Bakrie Sumatra Plantations Tbk.
62   UNTR   United Tractors Tbk.
63   UNVR   Unilever Indonesia Tbk.
             64    WIKA             Wijaya Karya Tbk.
           Sumber : Data Diolah Peneliti, 2010

        Indeks ini terdiri dari 45 saham yang dipilih setelah melalui beberapa

kriteria sehingga indeks ini terdiri dari saham-saham yang mempunyai likuiditas

yang tinggi dan juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar dari saham-saham

tersebut. Untuk masuk dalam pemilihan tersebut, sebuah saham harus memenuhi

kriteria sebagai berikut :

    1. Masuk dalam top 60 dari total transaksi saham di pasar reguler (rata-rata

        nilai transaksi selama 12 bulan terakhir).

    2. Masuk dalam ranking yang didasarkan pada nilai kapitalisasi pasar (rata-

        rata kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir).

    3. Telah tercatat di BEI sekurang-kurangnya 3 bulan.

    4. Memiliki kondisi keuangan perusahaan, prospek pertumbuhan perusahaan,

        frekuensi dan jumlah transaksi yang baik di pasar reguler.



      3.3.2. Sampel

       Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2006:

131), atau sampel dapat dikatakan sebagian dari jumlah dan karakteristik yang

dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini semua indeks saham

LQ-45 yang telah mengumumkan deviden pada periode tahun 2008-2009. Dari

proses pemilihan sampel terhadap indeks saham LQ-45 ini, menghasilkan 15

perusahaan sampel yang memenuhi persyaratan data dari 64 perusahaan dalam

indeks saham LQ-45 yang telah mengadakan pengumuman deviden selama

Periode Februari 2008-Januari 2010.
                              Tabel 3.2
      Sampel Indeks saham LQ-45 Periode Februari 2008-Januari 2010

              NO.     KODE EFEK               NAMA EMITEN

               1     AALI           Astra Agro Lestari Tbk.
               2     ANTM           Aneka Tambang (Persero) Tbk.
               3     ASII           Astra International Tbk.
               4     BBCA           Bank Central Asia Tbk.
               5     BBNI           Bank Negara Indonesia Tbk.
               6     BBRI           Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
               7     BDMN           Bank Danamon Indonesia Tbk.
               8     BLTA           Berlian laju Tanker Tbk.
               9     BMRI           Bank Mandiri (Persero) Tbk.
              10     INCO           International Nikel Indonesia Tbk.
              11     INDF           Indofood Sukes Makmur Tbk.
              12     TINS           Timah Tbk.
              13     TLKM           Telekomunikasi Indonesia Tbk.
              14     UNSP           Bakrie Sumatra Plantations Tbk.
              15     UNTR           United Tractors Tbk.
          Sumber : Data Diolah Peneliti, 2010




3.4. Teknik Pengambilan Sampel
       Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara tidak

acak (non random sampling). Metode pemilihan sampel menggunakan metode

purposive sampling. Purposive sampling merupakan pengambilan sampel secara

tidak acak yang informasinya diperoleh dengan pertimbangan tertentu

(Indriantoro dan Supomo, 2002: 131).        Pengambilan elemen – elemen yang

dimasukkan dalam sampel dilakukan dengan sengaja dengan catatan bahwa

sampel tersebut representatif atau mewakili populasi.

       Kriteria pemilihan sampel adalah :
   1. Sampel merupakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

       (BEI).

   2. Sampel merupakan perusahaan yang tergabung dalam Indeks saham LQ-

       45 periode februari 2008-Januari 2010.

   3. Mengumumkan dividen selama periode februari 2008-Januari 2010.

   4. Pada saat pengumuman deviden tidak bertepatan dengan kejadian yang

       mempengaruhi harga dan volume perdagangan saham (right issue,

       pengumuman laba, merger, akuisisi) maka perusahaan tersebut dibatalkan

       menjadi sampel.

   5. Ex-dividend antar perusahaan tidak lebih dari 1,5 bulan atau 45 hari pada

       periode februari 2008-Januari 2010.

       Dari kriteria pemilihan sampel di atas terhadap indeks saham LQ-45 ini,

menghasilkan 7 perusahaan sampel yang memenuhi persyaratan data dari 15

perusahaan dalam indeks saham LQ-45 yang telah mengadakan pengumuman

deviden selama Periode Februari 2008-Januari 2010.

                             Tabel 3.3
     Sampel Indeks saham LQ-45 Periode Februari 2008-Januari 2010
            NO.      KODE EFEK                  NAMA EMITEN


                1   BBCA            Bank Central Asia Tbk.
                2   BBNI            Bank Negara Indonesia Tbk.
                3   BBRI            Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
                4   BLTA            Berlian laju Tanker Tbk.
                5   TINS            Timah Tbk.
                6   TLKM            Telekomunikasi Indonesia Tbk.
                7   UNSP            Bakrie Sumatra Plantations Tbk.
         Sumber : Data Diolah Peneliti, 2010

3.5. Data dan Jenis Data
        Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.

Menurut Indriantoro (2002: 147) data sekunder adalah data yang diperoleh oleh

peneliti secara tidak langsung melalui perantara, diperoleh dan dicatat oleh pihak

lain. Adapun data dalam penelitian ini adalah :

   1. Tanggal pengumuman deviden

   2.   Jumlah saham yang diperdagangkan

        Data diperlukan untuk melihat likuiditas saham dengan menggunakan alat

        analisa volume perdaganan saham

   3. Harga Saham harian (closing prise)

        Harga saham diperlukan untuk menghitung nilai return.



3.6. Teknik Pengumpulan Data

        Metode pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar

untuk memperoleh data yang diperlukan adalah dokumentasi, yang mana data

dokementasi memuat apa dan kapan suatu kejadian atau transaksi, serta siapa

yang terlibat dalam suatu kejadian (Indrianto dan Supomo 1999: 40).

Pengumpulan data untuk penelitian di fokuskan pada harga saham dan volume

perdagangan saham untuk masing-masing saham yang menjadi sampel selama

periode penelitian.



3.7. Definisi Operasional Variabel

        Variabel dikelompokkan dalam variabel independen dan variabel

dependen yang diuraikan sebagai berikut:
   1. Identifikasi Variabel

         Berdasarkan permasalahan dan hipotesis yang diajukan pada bab-bab

sebelumnya, maka variabel yang akan diteliti dikelompokkan dalam dua variabel,

yaitu:

         a. Variabel dependen yaitu: Pengumuman Dividen (Y)

         b. Variabel independen terdiri dari :

                Return (X1)

                Volume Perdagangan (X2)

   2. Definisi Variabel

   a. Variabel dependen

             Deviden adalah bagian laba atau pendapatan perusahaan yang

    ditetapkan oleh direksi (dan disahkan oleh rapat pemegang saham) untuk

    dibagikan kepada pemegang saham (Halim, 2005: 21).

   b. Variabel independen

         Dalam penelitian ini, yang merupakan variabel independent yaitu:

         1) Return saham adalah imbal nilai yang didapat dari saham yang

             dimiliki dalam jangka waktu tertentu.

         2) Volume perdagangan merupakan suatu penjumlahan dari setiap

             transaksi yang terjadi di bursa saham pada waktu tertentu dan saham

             tertentu.

3.8. Model Analisis Data

         Tahapan-tahapan analisis data :

   1. Analisis Return
   a.   Menghitung Return saham indivudual pada hari ke t

                 Pi ,t  Pi ,t 1
        R it =
                     Pi ,t 1

   b. Menghitung rata-rata return saham individual

                                         t       AR sebelum
        AR sebelum                  =   
                                        i 1            t

                                             t   AR sesudah
        AR sesudah                  =   i 1           t

   c. Menghitung rata-rata return seluruh saham

                                         t

                                         AR sebelum
                                        i 1
        AR sebelum                  =
                                                    n

                                         t

                                         ARsesudah
                                        i 1
        AR sesudah                  =
                                                    n

2. Analisis Volume Perdagangan Saham

   a. Menghitung AVP saham individu pada periode t


        AVPi,t          =
                                 SDt

                                 SBt



        Keterangan :

        AVP             = Aktivitas Volume Perdagangan Saham

        SDt             = Saham yang diperdagangkan perusahaan pada periode t

        SBt             = Saham perusahaan yang beredar pada periode t

   b. Menghitung rata-rata AVP saham individu pada periode pengamatan

                                         t
                                                 AVPit sebelum
        AVPi sebelum                =   
                                        i 1            t
                                            t

                                     AVP sesudah
                                        i 1
                                                       it
           AVPi sesudah        =
                                                        t

       c. Menghitung rata-rata AVP semua saham selama periode pengamatan

                                        t
                                                AVPit sesudah
           AVPi sesudah       =    
                                   i 1                n

                                    t

                                   AVP sebelum
                                   i 1
                                                   i
           AVP sebelum        =
                                                   n


                                    Tabel 3.3
                                  Matriks Analisis
                  Tujuan                                          Analisis
  1. Untuk mengetahui perbedaan return
     saham seputar pengumuman dividen                       Paired Samples T-Test
     pada saham LQ-45 periode 2008-
     2009.
  2. Untuk mengetahui perbedaan volume
     perdagangan       saham        seputar                 Paired Samples T-Test
     pengumuman dividen pada saham
     LQ-45 periode 2008-2009.
  Sumber : Data Diolah Peneliti, 2010

3.9. Pengujian Statistik

    1. Paired Samples T-Test ( Uji t )

       Pengujian ini menggunakan Paired samples T-Test yaitu dua populasi

yang diamati secara berpasangan pada setiap pengamatan. Dimana dua populasi

berpasangan ini dimiliki oleh suatu data yang sifatnya sebelum dan sesudah

sehingga setiap obyek yang sama diamati sebelum treatmen dan sesudah

treatmen. Paired Samples T-Test adalah untuk menguji apakah suatu variabel

bebas berpengaruh atau tidak terhadap variabel tidak bebas. Untuk mengetahui

apakah suatu variabel secara parsial berpengaruh nyata atau tidak digunakan Uji t
atau t-student. Untuk melakukan uji-t ada beberapa langkah yang diperlukan,

yaitu:

  a. Menyusun hipotesis

         Variabel bebas berpengaruh tidak nyata apabila nilai koefisiennya sama

dengan nol. Sedangkan variabel bebas akan berpengaruh nyata apabila nilai

koefisien tidak sama dengan nol. Hipotesis selengkapnya adalah sebagai berikut:

                         H0 : B1 = 0           H1 : B1 ≠ 0
                         H0 : B2 = 0           H1 : B2 ≠ 0
  b. Menentukan daerah kritis

         Daerah kritis ditentukan oleh nilai t – table dengan derajat bebas yaitu n –k

dan taraf nyata á (1%, 5%, atau lainnya)

  c.     Menentukan nilai t – hitung dengan rumus:

                         t – hitung =




  d. Menentukan daerah keputusan

         Daerah keputusan untuk menerima H0 atau menolak H0, taraf nyata 5%

untuk uji dua arah adalah sebagai berikut:

  e. sMenentukan keputusan

         Jika koefisien regresi b berada di daerah terima H0. Ini menunjukkan

bahwa koefisien regresi tidak berbeda dengan nol, atau variabel X1 tidak

berpengaruh nyata terhadap Y. dan sebaliknya.
      Untuk mengetahui variabel bebas yang dominan yang mempengaruhi

variabel tidak bebas, maka dicari secara parsial hasil tertinggi dari variabel-

variabel bebas tersebut (Suharyadi: 2004: 523-527).




                                     BAB IV

                   PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN



4.1. Paparan Data Hasil Penelitian

4.1.1. Gambaran Umum Indeks Saham LQ-45
       Indeks saham LQ-45 ini terdiri dari 45 saham yang dipilih setelah melalui

beberapa kriteria sehingga indeks ini terdiri dari saham-saham yang mempunyai

likuiditas yang tinggi dan juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar dari saham-

saham tersebut.

       Untuk masuk dalam pemilihan tersebut, sebuah saham harus memenuhi

kriteria sebagai berikut :

   1. Masuk dalam top 60 dari total transaksi saham di pasar reguler (rata-rata

       nilai transaksi selama 12 bulan terakhir).

   2. Masuk dalam ranking yang didasarkan pada nilai kapitalisasi pasar (rata-

       rata kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir).

   3. Telah tercatat di BEI sekurang-kurangnya 3 bulan.

   4. Memiliki kondisi keuangan perusahaan, prospek pertumbuhan perusahaan,

       frekuensi dan jumlah transaksi yang baik di pasar reguler.

               Indeks saham LQ-45 merupakan indeks saham yang dapat

    menggambarkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia. Dimana indeks

    saham LQ-45 menjadi dasar bagi investor ketika akan berinvestasi di pasar

    modal.



4.1.2. Pengumuman Dividen

         Ada tiga kemungkinan reaksi pasar terhadap pengumuman pembagian

dividen. Pertama, pengumuman pembagian dividen ditanggapi secara positif oleh

investor di pasar modal sehingga berpengaruh positif terhadap harga saham.

Pengaruh positif tersebut ditandai dengan kenaikan harga saham perusahaan,
      khususnya argumentasi tentang signaling bahwa manajer berusaha untuk

      menyediakan clear information mengenai prospek perusahaan dimasa datang

      dengan mengumumkan keputusan mereka untuk membayar dividen. Kedua,

      pengumuman pembagian dividen ditanggapi secara negatif oleh investor dengan

      melakukan penjualan saham sehingga harga saham-saham turun. Ketiga,

      pengumuman pembagian dividen tidak ada reaksi dari investor sehingga tidak ada

      pengaruhnya terhadap harga saham ( Sawitri, 2007: 250). Adapun Cum Dividend

      Date dari saham LQ-45 sebagai berikut :

                                              Tabel 4.1
                              Cum Dividend Date Saham LQ-45
                                                                   2008                   2009
        KODE
NO.                         NAMA EMITEN                    Cash         Cum       Cash        Cum
        EFEK
                                                          Dividen     Dividend   Dividen    Dividend
 1     BBCA      Bank Central Asia Tbk.                    63,5       13-06-08    65,00     09-06-09
 2     BBNI      Bank Negara Indonesia Tbk.                29,40      17-06-08    8,00      18-06-09
 3     BBRI      Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.     196,34      18-06-08   168,82     16-06-09
 4     BLTA      Berlian laju Tanker Tbk.                  50,00      14-07-08    5,00      13-07-09
 5     TINS      Timah Tbk.                               1772,88     18-07-08   133,00     29-06-09
 6     TLKM      Telekomunikasi Indonesia Tbk.            309,42      14-07-08   296,94     27-07-09
 7     UNSP      Bakrie Sumatra Plantations Tbk.           17,00      24-06-08    9,00      17-06-09
      Sumber: Data Diolah Peneliti, 2010




      4.1.3. Analisis Event Study

         1. Return

              Return merupakan tambahan yang diharapkan oleh investor (Jogiyanto,

      2003: 433). Jika terjadi return positif maka pasar menganggap bahwa peristiwa

      pengumuman dividen tersebut sebagai good news namun apabila return tersebut
bernilai negatif maka pasar tidak merespon terhadap informasi tersebut sehingga

pasar dalam keadaan bad news.

       Return dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan model pasar

disesuaikan (Market Adjusted Model ) menganggap bahwa penduga yang terbaik

untuk mengestimasi return suatu sekuritas adalah return indeks pasar pada saat

tersebut. Dengan menggunakan model ini, maka tidak perlu menggunakan periode

estimasi, karena return suatu sekuritas yang diestimasi adalah sama dengan return

indeks pasar (Jogiyanto, 2003: 445).

       Berikut ini disajikan hasil perhitungan statistik terhadap return saham

individual pada hari ke t dapat diperoleh dari para pemegang saham.

                                     Tabel 4.2
                 Return saham individual pada hari ke t Tahun 2008
                                           RETURN 2008
              BBCA      BBNI      BBRI       BLTA      TINS      TLKM      UNSP
        -10   -0.0089   -0.0161   -0.042       0       0.0161      0       -0.0423
        -9    0.009     -0.0164     0          0       -0.0079   0.0342      0
        -8    -0.0268   0.0333    -0.0351    0.0052    -0.0239   0.0132    0.0663
        -7    -0.0183   -0.0161   -0.0273    -0.0259   -0.015    -0.0392   0.0052
        -6    0.0093      0       -0.0467    0.0106    -0.0152     0       0.0052
        -5    0.0093    -0.0328   0.0098       0       0.0028    0.0068    0.0051
        -4    -0.0183   0.0339    0.0097     -0.0053   0.0084    -0.0135   -0.0102
        -3    -0.0093   -0.0164   -0.0096    0.0106    -0.0292   0.0137    0.0103
        -2    -0.0094     0         0        -0.0052   -0.0043   0.0135    0.0102
        -1      0       0.0833    -0.0097      0       -0.0302   0.0267    -0.0101
        0     -0.0095   -0.0308     0          0       -0.0933   -0.0455   0.0102
        1     -0.0192   -0.0317   -0.0392    -0.0105   0.0343    -0.0612   -0.0202
        2     -0.0196     0         0        -0.0106   0.0126    0.0072    -0.0309
        3       0       -0.0082   -0.0357    -0.0054   -0.0234   -0.036    0.0053
        4      -0.01      0       0.0106     -0.027    -0.0256   0.0075    -0.0053
        5       0       0.0165    0.0105       0       -0.0131   0.0519      0
        6     -0.0505   -0.0163   0.0674     -0.0056   0.0316    0.0775    -0.016
        7     -0.0106   0.0165    -0.0194    0.0056    0.0097    0.0065    -0.0649
        8     0.043     -0.0163   0.0099     0.0278    0.0191    0.0195      0
        9       -0.0309     0            0       0.027     0.0047    -0.0127      -0.0058
        10      0.0532    0.0248     0.0377      0.0105    -0.0156    0.0323      -0.0407
     Sumber: Data Diolah Peneliti, 2010


                                       Tabel 4.3
                   Return saham individual pada hari ke t Tahun 2009
                                             RETURN 2009
                BBCA      BBNI       BBRI       BLTA       TINS      TLKM         UNSP
        -10       0       0.0061     0.0469      -0.0116   -0.0326     -0.02      -0.0123
         -9     -0.0072   0.0976     -0.0075       0       -0.0225    0.0068       0.0125
         -8       0       -0.0222        0         0       0.0115      0.027       0.0123
         -7     -0.0217   0.0227     0.0226      0.0118    -0.0682       0        -0.0366
         -6     0.0148    0.0056     -0.0515     -0.0116   0.0366     -0.0263        0
         -5     0.0365    -0.0331    0.0078      0.0941    -0.0588    0.0135       0.0253
         -4     -0.007    -0.0057        0       0.0323    -0.055     0.0533      -0.0123
         -3     0.0142    -0.0057    -0.0231     -0.0521   0.0979      0.038       -0.025
         -2     0.042     -0.0347    -0.0079     -0.0989   0.012      0.0488      -0.0385
         -1     0.0268    0.012      0.0635      -0.0244   0.0238     -0.0174     -0.0133
            0   0.0392    -0.0533    -0.0522      -0.05    0.0116     0.0118         0
            1   -0.0189   0.0125     -0.0236     0.0132    -0.069     -0.0526     -0.0405
            2   -0.0064   -0.0247    -0.0645     0.039       0        -0.0185      0.0141
            3   -0.0065   -0.0063    0.0345      -0.0375   -0.0173    -0.0063     -0.0556
            4     0       0.051      -0.0333     -0.013    -0.0101    0.0127      -0.0588
            5   -0.013    0.0545     -0.0172     0.0395    -0.0457    0.0063       0.0938
            6   -0.0592   -0.0057    0.0702      -0.0127   0.0532     -0.0248      0.0143
            7   -0.014    -0.0058    0.0574        0       -0.0253    0.0191         0
            8     0         0        0.0078      0.0128    -0.0311     0.025      -0.0141
            9   0.0355    0.0116     0.0154      0.0253    -0.0535    -0.0122     -0.0143
         10     -0.0205   -0.023     -0.0455     0.0123    0.0056     0.0185       0.0145
       Sumber: Data Diolah Peneliti, 2010

       Dari tabel di atas, dapat di hitumg rata-rata return saham individual.

Dimana dalam hal ini di jelaskan dalam tabel 4.4 di bawah ini:

                                       Tabel 4.4
                   Rata-rata Return saham individual Tahun 2008-2009
                                    AR 2008                   AR 2009
                            Sebelum      Sesudah       Sebelum       Sesudah
                  BBCA        -0.0063        -0.0045       0.0098       -0.0103
                  BBNI          0.0053       -0.0015       0.0043       0.0064
                  BBRI          -0.0151       0.0042       0.0151       0.0001
                  BLTA           -0.001       0.0012       -0.006       0.0079
                  TINS          -0.0098       0.0034      -0.0055      -0.0193
                  TLKM          0.0055        0.0093       0.0124      -0.0033
                  UNSP           0.004      -0.0179       -0.0088      -0.0047
                 Sumber: Data Diolah Peneliti, 2010

          Dari hasil perhitungan tabel di atas diperoleh nilai rata-rata return saham

individual pada tahun 2008-2009. Dimana dari tabel diatas dapat di dihitung rata-

rata return seluruh saham. Rata-rata return seluruh saham dapat dilihat dalam tabel

4.5 di bawah ini:

                                     Tabel 4.5
                 Rata-rata Return Seluruh Saham tahun 2008-2009
                         Average Return 08             Average Return 09
                        Sebelum     Sesudah            Sebelum   Sesudah
                          -0.0025         -0.0008        0.0016     -0.0033
                       Sumber: Data Diolah Peneliti, 2010

          Dari hasil perhitungan tersebut di atas diperoleh nilai rata-rata return pada

tahun 2008 sebelum pengumuman dividen menunjukkan nilai negatif yaitu

sebesar -0,0025 dan nilai tersebut lebih rendah dibanding sesudah pengumuman

dividen nilai rata-rata return sahamnya kembali mengalami peningkatan yaitu

sebesar     -0,0008.    Nilai     rata-rata    return     sebelum     pengumuman   dividen

menunjukkan angka yang lebih kecil dibandingkan nilai setelah pengumuman

dividen pada tahun 2008 dengan selisih sebesar 0,0017. Hal ini menunjukkan

tidak adanya pengaruh yang signifikan dengan adanya pengumuman dividen

terhadap return saham pada tahun 2008 dan mengindikasikan bahwa pasar tidak

merespon pengumuman dividen karena pengumuman dividen tersebut dianggap

sebagai bad news bagi para investor.
       Sedangkan nilai rata-rata return pada tahun 2009 sebelum pengumuman

dividen menunjukkan nilai positif yaitu sebesar 0,0016 dan nilai tersebut lebih

tinggi dibanding sesudah pengumuman dividen nilai rata-rata return sahamnya

mengalami penurunan      yaitu sebesar -0,0033. Nilai rata-rata return sebelum

pengumuman dividen menunjukkan angka yang lebih besar dibandingkan nilai

sesudah pengumuman dividen pada tahun 2009 dengan selisih sebesar 0,0049.

Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dengan                     adanya

pengumuman     dividen     terhadap   return   saham    pada     tahun    2009   dan

mengindikasikan    bahwa     pasar    merespon   pengumuman          dividen   karena

pengumuman dividen tersebut dianggap sebagai good news bagi para investor.

       Berikut ini rata-rata return saham harian selama dua puluh satu hari.

Karena peristiwanya merupakan peristiwa yang nilai ekonomisnya dapat

ditentukan dengan mudah oleh investor (Jogianto, 2003: 436).

                                  Tabel 4.6
              Rata-rata Return seluruh Saham tahun 2008-2009
               Periode     Average Return 08     Average Return 09
                  -10           -0.0133                0.0102
                  -9            0.0027                 0.0239
                  -8            0.0046                 -0.0025
                  -7            -0.0195                -0.0033
                  -6            -0.0053                -0.0078
                  -5            0.0001                 0.0091
                  -4            0.0007                 -0.0063
                  -3            -0.0043                -0.0099
                  -2            0.0007                 -0.0098
                  -1            0.0086                 0.0223
                  0             -0.0241                -0.0133
                  1             -0.0211                -0.0176
                  2             -0.0059                -0.0204
                  3             -0.0148                -0.0085
                  4             -0.0071                -0.0103
                   5            0.0094                  0.0295
                   6            0.0126                  0.0049
                   7            -0.0081                 0.0094
                   8            0.0147                  -0.0016
                   9            -0.0025                  0.01
                  10            0.0115                  -0.0186
              Sumber: Data Diolah Peneliti, 2010

       Dari tabel tersebut menunjukkan bahwa return tertinggi pada tahun 2008

terjadi pada hari ke delapan setelah terjadinya peristiwa yaitu 0.0147 dan return

terendah terletak pada saat terjadinya peristiwa yaitu sebesar -0,0241. Selama

periode pengamatan sebelum dan sesudah pengumuman dividen terjadi fluktuasi

return yang sangat tajam. Sedangkan return tertinggi pada tahun 2009 terjadi

pada hari ke lima setelah terjadinya peristiwa yaitu 0.0295 dan return terendah

terletak pada hari ke dua setelah terjadinya peristiwa yaitu sebesar -0,0204.

Selama periode pengamatan sebelum dan sesudah pengumuman dividen terjadi

fluktuasi return yang sangat tajam. Hal ini dapat dilihat dalam gambar 4.1 di

bawah ini yang menunjukkan adanya fruktuasi yang sangat tajam antara sebelum,

saat dan sesudah pengumuman dividen saham terhadap return saham pada tahun

2008 maupun tahun 2009.




Gambar 4.1

Grafik Rata-rata Return Seluruh Saham tahun 2008-2009
Sumber: Data Diolah Peneliti, 2010

       Cum dividend date merupakan tanggal terakhir perdagangan saham yang

masih mengandung hak untuk mendapatkan dividen (baik tunai maupun saham).

Apabila investor melakukan pembelian saham melewati cum dividend date maka

investor tidak berhak untuk mendapatkan dividen. Pada saat cum dividend date

transaksi pembelian saham cenderung mengalami kenaikan karena pada tanggal

ini merupakan tanggal terakhir perdagangan saham yang masih mengandung hak

untuk mendapatkan dividen. Pada saat cum dividend date ini harga saham akan

mengalami kenaikan.

       Dari grafik tersebut dapat dilihat bahwa terjadi perbedaan fluktuasi yang

sangat besar antara sebelum dan sesudah pengumuman dividen pada tahun 2008

terhadap nilai return karena para investor tidak banyak untuk melakukan transaksi

pembelian saham dikarenakan investor tidalk terpengaruh secara positif akan

pengumuman dividen pada tahun 2008 untuk mendapatkan dividen sehingga

memperoleh nilai return yang lebih kecil. Keadaan ini berbeda sesudah
pengumuman dividen karena pergerakan rata-rata return relatif kecil dan pasar

tidak lagi tertarik untuk membeli saham melainkan lebih tertarik untuk menjual

saham karena jangka waktu pembagian dividen masih cukup lama. Kondisi

tersebut disebut dengan Ex-dividend date merupakan tanggal dimana perdagangan

saham sudah tidak mengandung hak untuk mendapatkan dividen. Apabila para

investor tetap membeli saham pada tanggal ini maka investor tidak akan

memperoleh pembagian dividen. Pada saat Ex-dividend date harga-harga saham

akan cenderung mengalami penurunan sehingga investor lebih banyak untuk

melakukan pembelian saham.

       Berbeda pada tahun 2009 grafik tersebut dapat dilihat bahwa terjadi

perbedaan fluktuasi yang sangat besar antara sebelum dan sesudah pengumuman

dividen pada tahun 2009 terhadap nilai return karena para investor banyak

melakukan transaksi pembelian saham dikarenakan investor terpengaruh secara

positif akan pengumuman dividen pada tahun 2009 untuk mendapatkan dividen

sehingga memperoleh nilai return yang lebih besar. Keadaan ini berbeda sesudah

pengumuman dividen karena pergerakan rata-rata return relatif kecil dan pasar

tidaj begitu tertarik untuk membeli saham melainkan lebih tertarik untuk menjual

saham karena jangka waktu pembagian dividen masih cukup lama. Kondisi

tersebut disebut dengan Ex-dividend date merupakan tanggal dimana perdagangan

saham sudah tidak mengandung hak untuk mendapatkan dividen. Apabila para

investor tetap membeli saham pada tanggal ini maka investor tidak akan

memperoleh pembagian dividen. Pada saat Ex-dividend date harga-harga saham
akan cenderung mengalami penurunan akan tetapi investor lebih banyak untuk

melakukan penjualan saham.

   2. Aktivitas Volume Perdagangan

         Pengukuran aktivitas volume perdagangan saham merupakan suatu

instrumen yang dapat digunakan untuk melihat reaksi pasar modal terhadap suatu

informasi dengan parameter pergerakan aktivitas volume perdagangan. Atau

dengan kata lain, aktivitas volume perdagangan mengambarkan sentimen pasar

disamping juga menggambarkan fluktuasi harga saham dan bisa mengetahui

kondisi saham semakin likuid atau tidak.

         Secara konseptual suatu aset disebut likuid dilihat dari aktivitas volume

perdagangan saham (indikator sebagai pengukur likuidtias saham), apabila aset

tersebut dapat ditransaksikan dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat.

         Berikut ini disajikan hasil perhitungan statistik terhadap aktivitas volume

perdagangan saham pada periode ke t pada tahun 2008-2009 oleh para pemegang

saham.

                                  Tabel 4.7
          Aktivitas Volume Perdagangan pada periode ke t tahun 2008
                                 VOLUME PERDAGANGAN 2008
                BBCA      BBNI      BBRI      BLTA      TINS      TLKM      UNSP
          -10   -0.6685     0.105   -0.5091   -0.3585    -0.625   -0.4439   -0.1537
           -9   0.1865    -0.6199   5.5924    -0.0912   -0.0079   0.3229    -0.5075
           -8   0.0587     3.1428   0.2203    1.4097    -0.3006   -0.2677   4.8667
           -7   -0.5682   -0.7303   -0.1455   -0.1495   0.6334    0.3639    -0.3153
           -6   1.6307     0.9519   0.7637    -0.1634   0.1656    -0.4691    -0.726
           -5    -0.334    0.1224   -0.3517   -0.0167   -0.0319   -0.1775   0.0204
           -4   -0.3029    0.1189   0.2234    0.3808    -0.1337   0.8354     0.047
           -3   0.6027    -0.7216   -0.5262    0.111     1.019    0.1095    0.0365
           -2   -0.3814    0.0038   -0.2948   -0.3195   -0.3541    -0.143   0.7907
           -1    0.466    25.7866   0.0068    0.1517    2.7717    0.2722    -0.5919
   0    -0.478   0.1053    0.0598    -0.3978    -0.277   -0.3649   0.2577
   1   -0.0938   -0.5681   -0.3747   1.3167    -0.6687   0.4508    -0.2446
   2   0.9254    -0.8866   -0.1339   -0.1812   -0.3945   -0.2346   1.3915
   3   -0.3499   1.1817    1.4624    -0.2216    0.838    0.2312    -0.7108
   4   0.3036    -0.4728   -0.2431   1.9435    0.0658    0.0141    -0.2826
   5   -0.1746   0.5633    0.8426    -0.7504   0.7983    0.2263    1.0456
   6   0.8307    -0.0221   1.0158    0.0868    -0.6229   1.9235    0.3557
   7   0.4604    1.2532    -0.3796   1.0531    -0.6023    -0.511   0.6954
   8   0.3187     -0.748   -0.4666   -0.5487   0.4958    0.1224     -0.227
   9   -0.5907   2.2208    0.5777    0.3194    0.8581    -0.6296   -0.8007
  10   0.1546    -0.0421   1.2909    0.2406    -0.5949   0.7652    2.3555
Sumber: Data Diolah Peneliti, 2010

                         Tabel 4.8
 Aktivitas Volume Perdagangan pada periode ke t tahun 2009
                        VOLUME PERDAGANGAN 2009
       BBCA      BBNI      BBRI      BLTA      TINS      TLKM      UNSP
 -10     -0.59     -0.31   -0.5091   -0.0387   -0.2048    1.1663   -0.6759
  -9   1.5335    2.2664     5.5924   -0.5256    3.7744   -0.4413    0.1561
  -8   -0.3831   -0.6235    0.2203   -0.2751   -0.6539    1.5597   -0.0643
  -7   4.7358    -0.4894   -0.1455    0.7341    0.4533   -0.4594   -0.1061
  -6   -0.3181   -0.3679    0.7637    0.4154   -0.0252    0.3313   -0.3322
  -5   1.0929    0.1455    -0.3517    5.4343   -0.3114    0.2685     0.372
  -4   -0.5395   -0.4169    0.2234    1.3785    1.5537    0.0861   -0.0727
  -3   0.2199    0.3038    -0.5262   -0.4097    0.0684     0.626   -0.0133
  -2   1.4399    0.6098    -0.2948   -0.4866   -0.4314   -0.1828   -0.2805
  -1   -0.3262     -0.61    0.0068   -0.6865   -0.2626   -0.4208    0.3406
  0     0.063    0.2171     0.0598    0.5762    0.5166   -0.0709   -0.6343
  1    -0.1745     0.661   -0.3747   -0.4312   -0.1006     0.925    1.4579
  2    -0.5912   -0.6016   -0.1339    3.2845   -0.5669    0.0873   -0.2282
  3    0.9077    0.3278     1.4624   -0.1746    1.8805   -0.4065   -0.2451
  4    -0.0593   1.3047    -0.2431   -0.2666    -0.412   -0.5309    1.7671
  5    -0.5821     0.986    0.8426    0.5835    0.3299   -0.2228   -0.3142
  6    1.7093    -0.3529    1.0158     -0.53     0.331    0.9173   -0.0285
  7    -0.2208   -0.7846   -0.3796   -0.3691   -0.0869    -0.037   -0.3456
  8    -0.5812   -0.0792   -0.4666    1.4813   -0.3657    0.2596   -0.7108
  9    -0.1239   0.2819     0.5777    1.2909    0.9531   -0.3989    0.0748
  10   0.6229    0.0531     1.2909   -0.5839    -0.041    0.1652    0.4997
Sumber: Data Diolah Peneliti, 2010
         Dari aktivitas volume perdagangan di atas, dapat dihitung rata-rata
aktivitas volume perdagangan saham individu pada periode pengamatan tahun
2008-2009 yang dapat dijelaskan dalam tabel di bawah ini:
                                   Tabel 4.9
       Rata-rata Aktivitas Volume Perdagangan saham individu tahun 2008
                             AVERAGE VOLUME PERDAGANGAN 2008
              BBCA        BBNI      BBRI      BLTA       TINS            TLKM      UNSP
 SEBELUM          0.069     2.816    0.4979     0.0954     0.3137         0.0403     0.3467
 SESUDAH         0.1748    0.2479    0.3258     0.3258     0.0173         0.2358     0.3578
Sumber: Data Diolah Peneliti, 2010

                                   Tabel 4.10
       Rata-rata Aktivitas Volume Perdagangan saham individu tahun 2009
                             AVERAGE VOLUME PERDAGANGAN 2009
              BBCA        BBNI      BBRI      BLTA       TINS       TLKM           UNSP
 SEBELUM        0.6865     0.0508    0.4979     0.554     0.3961         0.2534     -0.0676
 SESUDAH        0.0907     0.1796    0.3592    0.4285     0.1921         0.0758      0.1927
Sumber: Data Diolah Peneliti, 2010

         Dari tabel di atas dapat diperoleh nilai rata-rata aktivitas volume

perdagangan saham individu pada tahun 2008-2009. Dimana dari tabel diatas

dapat di dihitung rata-rata aktivitas volume perdagangan seluruh saham. Rata-rata

aktivitas volume perdagangan seluruh saham dapat dilihat dalam tabel di bawah

ini:

                                Tabel 4.11
  Rata-rata Aktivitas Volume Perdagangan seluruh saham tahun 2008-2009

                        Average VP 08            Average VP 09
                     Sebelum    Sesudah       Sebelum     Sesudah
                          0.597      0.246      0.3387          0.2169
                  Sumber: Data Diolah Peneliti, 2010

          Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa saat pengumuman dividen nilai

aktivitas volume perdagangan pada tahun 2008 sebelum peristiwa pengumuman

dividen menunjukkan nilai 0.597. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan nilai
aktivitas volume perdagangan sesudah pengumuman dividen sebesar 0,226. Nilai

rata-rata volume perdagangan pada sebelum pengumuman dividen menunjukkan

angka yang lebih besar dibandingkan nilai sesudah pengumuman dividen. Hal ini

menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dengan adanya pengumuman

dividen terhadap volume perdagangan saham pada tahun 2008. Adanya penurunan

nilai rata-rata volume perdagangan pada seputar pengumuman dividen

mengindikasikan     bahwa    pasar   merespon   pengumuman     dividen   karena

pengumuman dividen tersebut dianggap sebagai good news bagi para investor.

          Sedangkan nilai aktivitas volume perdagangan pada tahun 2009 sebelum

peristiwa pengumuman dividen menunjukkan nilai 0.3387. Nilai ini lebih tinggi

dibandingkan dengan nilai aktivitas volume perdagangan sesudah pengumuman

dividen sebesar 0,2169. Nilai rata-rata volume perdagangan pada sebelum

pengumuman dividen menunjukkan angka yang lebih besar dibandingkan nilai

sesudah pengumuman dividen. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang

signifikan dengan adanya pengumuman dividen terhadap volume perdagangan

saham pada tahun 2009. Adanya penurunan nilai rata-rata volume perdagangan

pada seputar pengumuman dividen mengindikasikan bahwa pasar merespon

pengumuman dividen karena pengumuman dividen tersebut dianggap sebagai

good news bagi para investor.

          Tingginya nilai aktivitas volume perdagangan sebelum pengumuman

dividen    menunjukkan      bahwa    pengumuman   dividen   saham    mengalami

berpengaruh positif terhadap investor. Sehingga para investor lebih banyak untuk

melakukan pembelian saham di bursa. Berikut ini rata-rata volume perdagangan
saham harian selama dua puluh satu hari. Karena peristiwanya merupakan

peristiwa yang nilai ekonomisnya dapat ditentukan dengan mudah oleh investor

(Jogianto, 2003: 436).

                               Tabel 4.12
  Rata-rata Aktivitas Volume Perdagangan pada periode tahun 2008-2009
                          Periode   AVP 08    AVP 09
                            -10     -0.3791   -0.166
                             -9     0.6965    1.7651
                             -8     1.3043    -0.0314
                             -7     -0.1302   0.6747
                             -6     0.3076    0.0667
                             -5     -0.1099    0.95
                             -4     0.167     0.3161
                             -3     0.0901    0.0384
                             -2     -0.0998   0.0534
                             -1     4.1233    -0.2798
                             0      -0.1564   0.1039
                             1      -0.0261   0.2804
                             2      0.0694    0.1786
                             3      0.3473    0.536
                             4      0.1898    0.2228
                             5      0.3644    0.2318
                             6      0.5096    0.4374
                             7      0.2813    -0.3177
                             8      -0.1505   0.0661
                             9      0.2793     0.38
                            10      0.5957    0.2867
                         Sumber: data Sekunder Diolah, 2010

       Dari tabel tersebut menunjukkan bahwa volume perdagangan tertinggi

pada tahun 2008 terjadi pada hari pertama sebelum terjadinya peristiwa yaitu -

4,1233 dan volume perdagangan terendah terletak pada hari ke sepuluh sebelum

terjadinya peristiwa yaitu sebesar -0,3791. Selama periode pengamatan sebelum

dan sesudah pengumuman dividen terjadi fluktuasi volume perdagangan yang

sangat tajam. Sedangkan volume perdagangan tertinggi pada tahun 2009 terjadi
pada hari ke sembilan sebelum terjadinya peristiwa yaitu 1,7651 dan volume

perdagangan terendah terletak pada hari ke tujuh setelah terjadinya peristiwa yaitu

sebesar -0.3177. Selama periode pengamatan sebelum dan sesudah pengumuman

dividen terjadi fluktuasi volume perdagangan yang sangat tajam. Hal ini dapat

dilihat dalam gambar 4.2 di bawah ini yang menunjukkan adanya fruktuasi yang

sangat tajam antara sebelum, saat dan sesudah pengumuman dividen saham

terhadap volume perdagangan saham pada tahun 2008 maupun tahun 2009.



                                  Gambar 4.2
            Rata-rata Aktivitas Volume Perdagangan Seluruh Saham




             Sumber: Data Diolah Peneliti, 2010

       Dari grafik di atas dapat diketahui bahwa selama periode pengamatan

terjadi fluktuasi aktivitas volume perdagangan yang tajam. Cum dividend date

merupakan tanggal terakhir perdagangan saham yang masih mengandung hak

untuk mendapatkan dividen (baik tunai maupun saham). Pada saat cum dividend

date akan terjadi peningkatan volume perdagangan saham karena apabila pada

saat cum dividend date investor tidak melakukan transaksi pembelian saham maka
     investor tidak berhak untuk mendapatkan dividen. Pada saat cum dividend date ini

     harga saham cenderung mengalami kenaikan karena pada tanggal ini merupakan

     tanggal terakhir perdagangan saham yang masih mengandung hak untuk

     mendapatkan dividen. Maka dari itulah volume perdagangan sahamnya juga

     mengalami peningkatan yang signifikan.



     4.2. Uji Statistik Dengan Menggunakan Paired Sample T-Test

     4.2.1. Return

                      Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji paired

             sample t test dengan menggunakan SPSS for windows versi 11.5

             mengenai tingkat signifikan rata-rata return saham sebelum dan sesudah

             pengumuman dividen tahun 2008-2009 yang menghasilkan perhitungan

             statistik sebagai berikut :

                                         Tabel 4.13
                          Paired sample T test rata-rata return 2008
                                    Paired Samples Test
                                                                                             Sig. (2-
                                      Paired Differences                         t      df   tailed)
                                                           95% Confidence
                                  Std.      Std. Error      Interval of the
                     Mean       Deviation     Mean            Difference

                                                           Lower      Upper
Pair 1   sebelum -
                     -.001657   .0133908    .0050612       -.014042   .010727   -.327    6         .754
         sesudah
     Sumber: Data Diolah Peneliti, 2010

                      Dari hasil pengujian uji paired sample t test dapat diketahui

             bahwa average return pada sebelum dan sesudah pengumuman dividen

             pada tahun 2008 terdapat hasil yang tidak signifikan. Pada saat sebelum

             dan sesudah pengumuman dividen nilai signifikansi sebesar 0.754 (tidak
                signifikan). Hal ini dikarenakan investor tidak merespon adanya

                pengumuman dividen saham pada tahun 2008.

                                           Tabel 4.14
                            Paired sample T test rata-rata return 2009
                                      Paired Samples Test
                                                                                               Sig. (2-
                                        Paired Differences                         t      df   tailed)
                                                             95% Confidence
                                   Std.      Std. Error       Interval of the
                       Mean      Deviation     Mean             Difference

                                                             Lower      Upper
Pair 1     sebelum -
                       .006357   .0128936    .0048733        -.005567   .018282   1.304    6         .240
           sesudah
         Sumber: Data Diolah Peneliti, 2010

                         Dari hasil pengujian uji paired sample t test dapat diketahui

                bahwa average return pada sebelum dan sesudah pengumuman dividen

                pada tahun 2009 terdapat hasil yang tidak signifikan. Pada saat pada saat

                sebelum dan sesudah dividen nilai signifikansi sebesar 0.240 ( tidak

                signifikan). Hal ini dikarenakan investor tidak merespon adanya

                pengumuman dividen saham pada tahun 2009.



         4.2.2. Volume Perdagangan Saham

                         Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji paired

                sample t test dengan menggunakan SPSS for windows versi 11.5

                mengenai tingkat signifikan rata-rata volume perdagangan saham sebelum

                dan sesudah pengumuman dividen tahun 2008-2009 yang menghasilkan

                perhitungan statistik sebagai berikut :
                                         Tabel 4.15
                 Paired sample T test rata-rata volume perdagangan 2008
                                   Paired Samples Test
                                                                                                     Sig. (2-
                                       Paired Differences                             t     df       tailed)
                                                            95% Confidence
                                 Std.      Std. Error        Interval of the
                     Mean      Deviation     Mean              Difference

                                                          Lower         Upper
Pair 1   sebelum -
                     .356257   .9938810    .3756517       -.562929    1.275444       .948        6         .380
         sesudah
    Sumber: Data Diolah Peneliti, 2010


                      Dari hasil pengujian uji paired sample t test dapat diketahui

            bahwa rata-rata volume perdagangan saham pada sebelum dan sesudah

            pengumuman dividen pada tahun 2008 terdapat hasil yang tidak signifikan.

            Pada saat sebelum dan sesudah dividen nilai signifikansi sebesar 0.38 (

            tidak signifikan). Hal ini dikarenakan investor tidak merespon adanya

            pengumuman dividen saham pada tahun 2008.

                                         Tabel 4.16
                 Paired sample T test rata-rata volume perdagangan 2009
                                   Paired Samples Test
                                                                                                     Sig. (2-
                                     Paired Differences                          t          df       tailed)
                                                          95% Confidence
                                 Std.      Std. Error      Interval of the
                     Mean      Deviation     Mean            Difference

                                                        Lower        Upper
Pair 1   sebelum -                                            -
                     .121786   .2719211    .1027765                  .373271    1.185            6         .281
         sesudah                                        .129699
    Sumber: Data Diolah Peneliti, 2010


                      Dari hasil pengujian uji paired sample t test dapat diketahui

            bahwa rata-rata volume perdagangan saham pada sebelum dan sesudah

            pengumuman dividen pada tahun 2009 terdapat hasil yang tidak signifikan.
       Pada saat sebelum dan sesudah dividen nilai signifikansi sebesar 0.281

       (tidak signifikan). Hal ini dikarenakan investor tidak merespon adanya

       pengumuman dividen saham pada tahun 2009.




4.2.3. Implikasi Hasil Penelitian

       Studi peristiwa (event study) merupakan studi yang mempelajari reaksi

pasar terhadap studi peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai

suatu pengumuman. Event study       dapat digunakan untuk menguji kandungan

informasi (information content) dari suatu pengumunan dan dapat juga digunakan

untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat (Jogiyanto, 2003: 410).

       Studi peristiwa yang khususnya pengujian kandungan informasi terhadap

suatu pengumuman untuk melihat reaksi pasar terhadap suatu pengumuman.

Demikian juga dengan studi peristiwa tentang pengumuman dividen, jika

informasi pengumuman dividen tersebut mempunyai kandungan informasi yang

dapat mempengaruhi preferensi investor dalam pengambilan keputusan investor,

maka semestinya terdapat perbedaan dalam hal harga saham dan aktivitas volume

perdagangan saham di seputar pengumuman dividen.

       Dalam hipotesis informasi content (signaling hypotesis) diasumsikan

bahwa dividen sebagai isyarat yang mempunyai kandungan informasi atau sinyal

yang dapat mempengaruhi investor dalam melakukan investasi di pasar modal.

Jika asumsi tersebut benar berarti terdapat perbedaan dalam return dan aktivitas

volume perdagangan. Dengan adanya perbedaan tersebut berarti terdapat asimetris

informasi diantara pelaku pasar terhadap informasi tersebut.
       Kebijakan dividen merupakan sebuah isu yang masih diperdebatkan. Hal

ini ditunjukkan oleh penelitian-penelitian tentang kebijakan dividen dengan hasil

yang berbeda-beda. Hasil studi apakah informasi pengumuman dividen

mengandung informasi yang berguna bagi pasar menghasilkan hasil yang

berbeda-beda. Watts (1973) seperti yang dikutip oleh Jogiyanto (1998) tidak

menemukan bukti bahwa pengumuman dividen mengandung sebuah informasi.

Hasil tersebut berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Asquith dan

Mullins (1996) seperti dikutip oleh Bandi dan Jogiyanto Hartono (1999: 156)

menemukan bukti adanya kandungan informasi disekitar tanggal pengumuman

dividen, sehingga dividen dapat memberikan sinyal bagi para investor.

       Hasil perhitungan statistik diatas, dengan mengamati return menjelaskan

bagaimana return menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara

periode sebelum, saat dan sesudah pengumuman dividen. Kondisi ini memberikan

suatu makna bahwa informasi dari pengumuman dividen menyebabkan pasar

bereaksi negatif, sehingga tidak dapat memberikan sinyal kuat dan positif kepada

investor untuk membuat suatu keputusan dan pengharapan tentang prospek

perusahaan di masa yang akan datang.

       Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Aharony Dan Swary (1980),

seperti dikutip Sujoko dan Jogiyanto (2001) Asquith dan Mullins (1986) seperti

dikutip menyatakan bahwa return dan abnormal return diseputar pengumuman

dividen dapat memberikan informasi positif kepada investor sehingga

mempengaruhi preferensi investor dalam pengambilan keputusan. Adanya
perbedaan tersebut mencerminkan adanya informasi diantara investor terhadap

informasi dividen.

       Perubahan volume perdagangan saham di pasar modal menunjukkan

aktivitas perdagangan saham di bursa dan mencerminkan keputusan investor.

Aktivitas volume perdagangan dipergunakan untuk menguji dan mengukur

apakah para pemodal individu mengetahui informasi yang dikeluarkan perusahaan

dan menggunakannya dalam pembelian dan penjualan saham, sehingga akan

mendapatkan keuntungan yang maksimal.

       Analisis tentang reaksi pasar yang dipengaruhi oleh aktivitas perdagangan

saham mengalami perbedaan yang tidak signifikan pada periode sebelum dan

sesudah pengumuman dividen. Rata-rata perbedaan sebelum dan sesudah

pengumuman dividen menghasilkan analisis bahwa tidak ada perbedaan yang

signifikan. Hal ini berarti bahwa investor telah mengantisipasi informasi tersebut

sehingga tidak mengakibatkan perubahan pada aktivitas volume perdagangan

saham atau tidak mempengaruhi tingkat likuiditas, atau investor kemungkinan

kurang mendapat informasi atau kurang tepat dalam menanggapi informasi yang

telah disyaratkan. Hal ini mengindikasikan bahwa pengumuman dividen tidak

mempunyai pengaruh terhadap tingkat likuiditas saham perusahaan yang menjadi

sampel.

       Hasil analisis diatas sependapat dengan Brooks seperti dikutip Doddy

Setiawan dan Jogiyanto Hartono (2003), yang meneliti pengumuman dividen

terhadap pada tahun 1998 dan menguji perubahan asimetris informasi, relative

spread, dan volume perdagangan saham untuk melihat perubahan antara sebelum
dan sesudah pengumuman dividen. Hasil penelitian Brooks (1996) menemukan

asimetris informasi yang terjadi tidak mengalami perubahan yang signifikan

begitu juga dengan relative spread dan volume perdagangan.

       Hasil analisis penelitian ini berlawanan dengan pendapat dari penelitian

yang dilakukan oleh Mamduh Hanafi (1997) yang meneliti aktivitas volume

perdagangan saham di seputar pengumuman laporan keuangan dan menyatakan

bahwa terdapat perbedaan signifikan pada periode sebelum dan sesudah

pengumuman. Hal ini mengidentifikasikan bahwa kemungkinan adanya

kandungan informasi dari pengumuman yang dapat mempengaruhi pelaku pasar

dalam mengambil keputusan yang tercermin dari adanya perubahan aktivitas

volume perdagangan saham.

       Hasil penelitian ini mendukung teori ketidakrelevanan dividen yang telah

dikemukakan oleh Merton Miller dan Franco Modligami (MM). Mereka

berpendapat bahwa kebijakan dividen perusahaan tidak mempunyai pengaruh baik

terhadap nilai perusahaan maupun biaya modalnya. Dengan kata lain pembagian

dividen tidak mempunyai pengaruh terhadap harga saham karena pembayaran

dividen tidak dapat mempengaruhi kekayaan para pemegang saham. Teori ini juga

mengatakan bahwa nilai perusahaan sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan aktiva

perusahaan dalam menghasilkan laba.

     Berdasarkan    hasil     analisis   penelitian    ini    mengemukakan   bahwa

pengumuman dividen di bursa Efek Indonesia pada sampel saham LQ-45 periode

tahun 2008-2009, tidak cukup memiliki kandungan informasi yang menyebabkan

terjadinya   perbedaan      preferensi   investor     dalam   mengambil   keputusan
investasinya. Kondisi terebut menunjukkan kemungkinan investor menganggap

perusahaan-perusahaan tersebut (emiten) yang digunakan sebagai sampel,

kebanyakan merupakan perusahaan yang tidak bertumbuh atau perusahaan yang

tidak mempunyai prospek learning yang baik dimasa yang akan datang.

       Dari hasil uji statistik, menunjukkan bahwa reaksi pasar yang dicerminkan

dengan indikator return, dan AVP saham, memberikan hasil bahwa tidak terdapat

perubahan atau perbedaan yang signifikan pada ketiga indikator pasar tersebut

selama periode pengamatan. Hal ini mengindikasikan bahwa investor tidak

merespon informasi adanya pengumuman dividen atau kemungkinan mereka

menganggap bahwa       informasi    yang dipublikasikan sehubungan         dengan

pengumuman dividen tidak mempunyai kandungan informasi. Dengan demikian

nampaknya bahwa investor telah mengantisipasi informasi tersebut, sebab

pengumuman dividen merupakan peristiwa yang rutin (corporate action) yang

rutin setiap tahun terjadi. Sehingga pada saat informasi tersebut dipublikasikan

mengakibatkan para pelaku pasar (investor) mengaggap bahwa informasi tersebut

merupakan informasi yang tidak bermanfaat (bermakna ) bagi investor, terutama

sebagai bahan acuan atau pertimbangan dalam pengambilan keputusan

investasinya.

       Secara komulatif dapat disimpulkan bahwa pengumuman dividen

menghasilkan    keputusan   bahwa    pasar   tidak   bereaksi   positif   terhadap

pengumuman dividen. Hal ini dikarenakan BEI tergolong pada bursa yang tipis

(thin market). Pasar modal yang tipis mempunyai ciri dari pasar modal yang

berkembang (emerging market). Dalam pasar modal ini informasi yang ada
sebagian sudah bias, atau harga saham pada saat ini masih mencerminkan harga

saham masa lalu, sehingga investor tidak dapat memanfaatkan harga masa lalu

untuk mendapatkan keuntungan di atas normal.

       Dalam Islam dijelaskan bahwa didalam memperoleh sebuah berita untuk

mengambil sebuah keputusan sebaiknya seseorang tidak melihat dari satu sisi

saja, melainkan mencari informasi dari beberapa sumber yang jelas, hal ini

dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan.
                                     BAB V

                                    PENUTUP



5.1.   KESIMPULAN

       Berdasarkan hasil penelitian dengan melakukan pengujian terhadap

variabel-variabel dan juga dengan melakukan pengujian hipotesis, serta berbagai

pembahasan yang telah dipaparkan dapat diambil kesimpulan bahwa :

    1. Adanya pengumuman deviden tidak mempunyai perbedaan yang

       signifikan terhadap return sebelum dan sesudah pengumuman deviden.

       Dari hasil pengujian statistik menggunakan SPSS for windows versi 11.5

       dengan uji Paired Sample T Test diperoleh hasil bahwa sebelum dan

       sesudah pengumuman dividen tidak terdapat perbedaan yang signifikan.

       Dari hasil tersebut mengindikasikan bahwa pengumuman dividen tidak

       mempunyai kandungan informasi yang mengakibatkan pasar tidak

       bereaksi atas pengumuman tersebut atau dapat diartikan bahwa tidak

       adanya perbedaan yang signifikandengan adanya pengumuman dividen

       tersebut terhadap return saham.

       Adanya pengumuman deviden tidak mempunyai perbedaan yang

       signifikan terhadap volume perdagangan saham sebelum dan sesudah

       pengumuman dividen. Dari hasil pengujian statistik menggunakan SPSS

       for windows versi 11.5 dengan uji Paired Sample T Test diperoleh hasil

       bahwa sebelum dan sesudah pengumuman deviden tidak terdapat

       perbedaan yang signifikan.
       Dari hasil tersebut mengindikasikan bahwa investor mempunyai tingkat

       ekspektasi yang sama     sehingga aktivitas volume perdagangan tidak

       mengalami perubahan yang terlalu tajam. Kondisi ini mengindikasikan

       bahwa pengumuman dividen secara langsung tidak adanya perbedaan

       jumlah pemegang saham yang ditunjukkan dengan tidak adanya perbedaan

       terhadap volume perdagangan saham yang signifikan.



5.2.    SARAN

    1. Bagi investor

       Dari hasil pengujian dan analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa

       pengumuman dividen kurang mempunyai kandungan informsi sehingga

       diharap semua investor atau calon investor mencari atau mendapatkan

       informasi dari perusahaan agar tidak terjadi asimetris informasi dalam

       pengambilan keputusan investasi.

    2. Bagi Emiten

       Dari hasil pengujian dan analisis mengindikasikan bahwa dalam

       pengumuman dividen kurang mempengaruhi preferensi investor atau

       perusahaan (emiten) dalam melakukan pengumuman dividen kurang

       mampu memenuhi tujuan dividen yaitu meningkatkan likuiditas saham.

       Sehingga diharapkan juga dapat memberikan informasi tentang prospek

       yang baik dan bertumbuh agar informasi yang disampaikan direspon

       positif oleh investor.
                             DAFTAR PUSTAKA


Anoraga, Pandji dan Piji Pakarti, 2006. Pengantar Pasar Modal. Edisi Revisi,
         Cetakan Kelima, Penerbit PT. Rineka Cipta, Semarang.

Arikunto, S. 1998. Prosedur Penelitian (Edisi Revisi IV). Jakarta: PT. Rineka
         Cipta.

Darmaji, Tjipto dan Hendy M. Fakhrudin, 2001. Pasar Modal Di Indonesia
         (Pendekatan Tanya Jawab). Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Dewan Syariah Nasional, 2004. Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan
        Prinsip       Syariah      di       Bidang       Pasar      Modal,
        http://www.mui.or.id/mui_in/product_2/fatwa.php?id=48&pg=2.    12
        Januari 2010.

Fakhruddin dan Hadianto, Sopian, 2001. Perangkat Dan Model Analisis Investasi
         Di Pasar Modal. Penerbit PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Halim, Abdul, 2005. Analisis Investasi. Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Hasan, M. Iqbal. 2002. Pokok-pokok Materi Penelitian dan Aplikasinya. Penerbit
         Ghalia Indonesia, Jakarta.

Huda, Nurul dan Mustafa Edwin Nasution, 2007. Investasi pada Pasar Modal
        Syariah. Penerbit Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

Husnan, Suad, 1998. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Edisi
         Ketiga, Cetakan Kedua, Penerbit UPP-AMP YKPN, Yogyakarta.

Indiantoro, Nur dan Bambang Supomo, 2002. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk
          Akuntansi dan Manajemen, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Jaenuri, Afif, 2006. Analisis Return, Abnormal Return dan Aktivitas Volume
          Perdagangan Saham Atas Pengumuman Deviden Pada Saham LQ 45
          Yang Tercatat Di BEJ Tahun 2005. Skripsi Tidak di
          Publikasikan.Universitas Muhammadiyah Malang.

Jogiyanto, 2003. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Ketiga, Penerbit
          BPFE, Yogyakarta.

Kuncoro, Mudrajad, 2001. Manajemen Keuangan Internasional. Edisi kedua,
         Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Rusdin, 2006. Pasar Modal. Penerbit Alfabeta, Bandung.
Sawitri, 2007. Studi Empiris Reaksi Pasar Terhadap Publikasi Pembayaran
          Deviden. Jurnal Keuangan dan Perbankan, Tahun XI (2): 248-259

Sumitro, Warkum,2004. Asaa-Asas Perbankan Islam & Lembaga-Lembaga
         Terkait. Edisi Keempat, Penerbit   PT RajaGrafindo Persada,
         Jakarta.

Sunaryah, 2003. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Edisi Ketiga, Penerbit
         UPP-AMP YKPN, Yogyakarta.

Sutrisno, 2001. Manajemen Keuangan Teori, Konsep, dan Aplikasi. Penerbit
          Ekonisia, Yogyakarta.

Van Horne, James C dan , John M Machowich. 1999. Prinsip – prinsip
        Manajemen Keuangan. Alih Bahasa Oleh Tim Penerjemah Salemba
        Empat, Jakarta.

Zamroni, Ahmad. 2003. Analisis Reaksi Pasar Modal Indonesia Terhadap
         Peristiwa Peledakan BOM Bali 12 Oktober 2002 (Pengamatan
         terhadap Return, Abnormal Return, Trading Volume Activity, dan
         Security Return Variability Saham). Skripsi tidak diterbitkan. Malang:
         Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang.

http://www.idx.co.id

http://www.jsx.com.

http://www.msi-uii.net.

http: //www.mui.or.id/mui_in
 DATA CLOSING PRICE DAN VOLUME PERDAGANGAN
                    SAHAM

                         BBCA 2008                                   BBCA 2009
PERIODE
             DATE       closing prise        VP          DATE       closing prise       VP
  -10     30-05-2008            2,775    12,036,000   25-05-2009            3,475    2,780,500
   -9        2/6/2008           2,800    14,280,500   27-05-2009            3,450    7,044,500
   -8        3/6/2008           2,725    29,399,500   28-05-2009            3,450    4,346,000
   -7        4/6/2008           2,675    12,695,500   29-05-2009            3,375   24,928,000
   -6        5/6/2008           2,700    33,397,500     1/6/2009            3,425   16,999,000
   -5        6/6/2008           2,725    22,242,500     2/6/2009            3,550   35,577,000
   -4        9/6/2008           2,675    15,504,500     3/6/2009            3,525   16,383,000
   -3      10/6/2008            2,650    24,848,500     4/6/2009            3,575   19,986,000
   -2      11/6/2008            2,625    15,371,000     5/6/2009            3,725   48,763,000
   -1      12/6/2008            2,625    22,534,500     8/6/2009            3,825   32,855,000
    0     13-06-2008            2,600    11,762,500     9/6/2009            3,975   34,923,500
    1     16-06-2008            2,550    10,659,500    10/6/2009            3,900   28,830,000
    2     17-06-2008            2,500    20,524,000    11/6/2009            3,875   11,784,500
    3     18-06-2008            2,500    13,342,500    12/6/2009            3,850   22,481,000
    4     19-06-2008            2,475    17,393,500   15-06-2009            3,850   21,147,500
    5     20-06-2008            2,475    14,356,500   16-06-2009            3,800    8,837,000
    6     23-06-2008            2,350    26,283,000   17-06-2009            3,575   23,942,500
    7     24-06-2008            2,325    38,383,000   18-06-2009            3,525   18,656,500
    8     26-06-2008            2,425    50,614,500   19-06-2009            3,525    7,814,000
    9     27-06-2008            2,350    20,716,000   22-06-2009            3,650    6,845,500
   10     30-06-2008            2,475    23,919,500   23-06-2009            3,575   11,109,500

                          BBNI 2008                                   BBNI 2009
PERIODE
             DATE       closing prise       VP           DATE        closing prise     VP
  -10       3/6/2008            1,220    12,772,000      4/6/2009            1,640 55,193,000
   -9       4/6/2008            1,200     4,855,000      5/6/2009            1,800 180,284,500
   -8       5/6/2008            1,240    20,113,500      8/6/2009            1,760 67,881,500
   -7       6/6/2008            1,220     5,425,500      9/6/2009            1,800 34,660,500
   -6       9/6/2008            1,220    10,590,000     10/6/2009            1,810 21,908,500
   -5      10/6/2008            1,180    11,886,000     11/6/2009            1,750 25,096,000
   -4      11/6/2008            1,220    13,299,500     12/6/2009            1,740 14,633,000
   -3      12/6/2008            1,200     3,702,000   15-06-2009             1,730 19,078,000
   -2     13-06-2008            1,200     3,716,000   16-06-2009             1,670 30,711,000
   -1     16-06-2008            1,300    99,539,000   17-06-2009             1,690 11,976,500
    0     17-06-2008            1,260   110,019,500   18-06-2009             1,600 14,576,500
   1      18-06-2008         1,220     47,521,000   19-06-2009          1,620     24,211,500
   2      19-06-2008         1,220      5,388,000   22-06-2009          1,580      9,645,000
   3      20-06-2008         1,210     11,755,000   23-06-2009          1,570     12,806,500
   4      23-06-2008         1,210      6,197,000   24-06-2009          1,650     29,515,000
   5      24-06-2008         1,230      9,687,500   25-06-2009          1,740     58,615,500
   6      25-06-2008         1,210      9,473,000   26-06-2009          1,730     37,933,000
   7      26-06-2008         1,230     21,344,500   29-06-2009          1,720      8,170,500
   8      27-06-2008         1,210      5,379,000   30-06-2009          1,720      7,523,500
   9      30-06-2008         1,210     17,324,500      1/7/2009         1,740      9,644,000
  10        1/7/2008         1,240     16,595,000      2/7/2009         1,700     10,156,500

                        BBRI 2008                               BBRI 2009
PERIODE
             DATE     closing prise        VP          DATE    closing prise        VP
  -10        4/6/2008         5,700     5,421,000     2/6/2009         6,700    23,028,500
   -9        5/6/2008         5,700    35,737,500     3/6/2009         6,650    17,085,500
   -8        6/6/2008         5,500    43,610,000     4/6/2009         6,650     8,076,500
   -7        9/6/2008         5,350    37,266,500     5/6/2009         6,800    12,937,500
   -6      10/6/2008          5,100    65,727,000     8/6/2009         6,450     7,076,000
   -5      11/6/2008          5,150    42,613,000     9/6/2009         6,500    11,929,500
   -4      12/6/2008          5,200    52,134,500    10/6/2009         6,500     8,058,500
   -3     13-06-2008          5,150    24,703,000    11/6/2009         6,350    21,354,500
   -2     16-06-2008          5,150    17,421,000    12/6/2009         6,300    16,523,500
   -1     17-06-2008          5,100    17,539,500   15-06-2009         6,700    23,926,000
    0     18-06-2008          5,100    18,588,000   16-06-2009         6,350    30,039,000
    1     19-06-2008          4,900    11,623,000   17-06-2009         6,200    16,786,000
    2     20-06-2008          4,900    10,066,500   18-06-2009         5,800    17,431,000
    3     23-06-2008          4,725    24,787,500   19-06-2009         6,000    19,238,500
    4     24-06-2008          4,775    18,760,500   22-06-2009         5,800    13,337,500
    5     25-06-2008          4,825    34,567,500   23-06-2009         5,700    14,832,500
    6     26-06-2008          5,150    69,682,500   24-06-2009         6,100    24,594,500
    7     27-06-2008          5,050    43,229,500   25-06-2009         6,450    21,836,000
    8     30-06-2008          5,100    23,057,000   26-06-2009         6,500    24,723,000
    9        1/7/2008         5,300    36,377,000   29-06-2009         6,600    11,357,500
   10        2/7/2008         5,500    83,335,500   30-06-2009         6,300     4,781,000

                       BLTA 2008                                BLTA 2009
PERIODE
             DATE     closing prise        VP          DATE    closing prise        VP
  -10     30-06-2008           1,920      713,000   26-06-2009          850      7,151,500
   -9        1/7/2008          1,920      648,000   29-06-2009          850      3,393,000
   -8        2/7/2008          1,930    1,561,500   30-06-2009          850      2,459,500
   -7        3/7/2008          1,880    1,328,000     1/7/2009          860      4,265,000
  -6         4/7/2008           1,900    1,111,000     2/7/2009            850     6,036,500
  -5         7/7/2008           1,900    1,092,500     3/7/2009            930    38,840,500
  -4         8/7/2008           1,890    1,508,500     6/7/2009            960    92,382,000
  -3         9/7/2008           1,910    1,676,000     7/7/2009            910    54,531,000
  -2        10/7/2008           1,900    1,140,500     9/7/2009            820    27,995,000
  -1        11/7/2008           1,900    1,313,500    10/7/2009            800     8,775,500
   0      14-07-2008            1,900      791,000   13-07-2009            760    13,832,000
   1      15-07-2008            1,880    1,832,500   14-07-2009            770     7,867,000
   2      16-07-2008            1,860    1,500,500   15-07-2009            800    33,706,500
   3      17-07-2008            1,850    1,168,000   16-07-2009            770    27,821,500
   4      18-07-2008            1,800    3,438,000   17-07-2009            760    20,403,000
   5      21-07-2008            1,800      858,000   21-07-2009            790    32,309,000
   6      22-07-2008            1,790      932,500   22-07-2009            780    15,186,500
   7      23-07-2008            1,800    1,914,500   23-07-2009            780     9,581,500
   8      24-07-2008            1,850      864,000   24-07-2009            790    23,774,500
   9      25-07-2008            1,900      588,000   27-07-2009            810    54,466,000
  10      28-07-2008            1,920      729,500   28-07-2009            820    22,663,000

                         TINS 2008                                 TINS 2009
PERIODE
             DATE       closing prise       VP          DATE      closing prise       VP
  -10        4/7/2008           37,900     570,000   15-06-2009           2,225   17,685,000
   -9        7/7/2008           37,600     565,500   16-06-2009           2,175   84,435,000
   -8        8/7/2008           36,700     395,500   17-06-2009           2,200   29,219,000
   -7        9/7/2008           36,150     646,000   18-06-2009           2,050   42,465,000
   -6       10/7/2008           35,600     753,000   19-06-2009           2,125   41,395,000
   -5       11/7/2008           35,700     729,000   22-06-2009           2,000   28,503,500
   -4     14-07-2008            36,000     631,500   23-06-2009           1,890   72,788,500
   -3     15-07-2008            34,950   1,275,000   24-06-2009           2,075   77,769,500
   -2     16-07-2008            34,800     823,500   25-06-2009           2,100   44,221,000
   -1     17-07-2008            33,750   3,106,000   26-06-2009           2,150   32,608,000
    0     18-07-2008            30,600   2,245,500   29-06-2009           2,175   49,454,500
    1     21-07-2008            31,650     744,000   30-06-2009           2,025   44,478,000
    2     22-07-2008            32,050     450,500     1/7/2009           2,025   19,263,500
    3     23-07-2008            31,300     828,000     2/7/2009           1,990   55,489,000
    4     24-07-2008            30,500     882,500     3/7/2009           1,970   32,629,000
    5     25-07-2008            30,100   1,587,000     6/7/2009           1,880   43,394,500
    6     28-07-2008            31,050     598,500     7/7/2009           1,980   57,759,000
    7     29-07-2008            31,350     238,000     9/7/2009           1,930   52,742,500
    8     31-07-2008            31,950     356,000    10/7/2009           1,870   33,453,000
    9        1/8/2008           32,100     661,500   13-07-2009           1,770   65,335,500
   10        4/8/2008           31,600     268,000   14-07-2009           1,780   62,660,000
                         TLKM 2008                                   TLKM 2009
PERIODE
             DATE       closing prise        VP          DATE       closing prise       VP
  -10     30-06-2008            7,300    21,849,000   23-06-2009            7,350   21,882,000
   -9        1/7/2008           7,550    28,903,000   24-06-2009            7,400   12,224,500
   -8        2/7/2008           7,650    21,166,500   25-06-2009            7,600   31,291,000
   -7        3/7/2008           7,350    28,869,000   26-06-2009            7,600   16,915,500
   -6        4/7/2008           7,350    15,326,500   29-06-2009            7,400   22,520,000
   -5        7/7/2008           7,400    12,605,500   30-06-2009            7,500   28,567,500
   -4        8/7/2008           7,300    23,136,500     1/7/2009            7,900   31,027,500
   -3        9/7/2008           7,400    25,670,000     2/7/2009            8,200   50,451,500
   -2      10/7/2008            7,500    21,998,500     3/7/2009            8,600   41,226,500
   -1      11/7/2008            7,700    27,987,000     6/7/2009            8,450   23,877,000
    0     14-07-2008            7,350    17,774,500     7/7/2009            8,550   22,185,000
    1     15-07-2008            6,900    25,787,500     9/7/2009            8,100   42,706,000
    2     16-07-2008            6,950    19,739,000    10/7/2009            7,950   46,435,000
    3     17-07-2008            6,700    24,302,000   13-07-2009            7,900   27,560,500
    4     18-07-2008            6,750    24,644,500   14-07-2009            8,000   12,928,500
    5     21-07-2008            7,100    30,220,500   15-07-2009            8,050   10,048,500
    6     22-07-2008            7,650    88,349,500   16-07-2009            7,850   19,265,500
    7     23-07-2008            7,700    43,201,500   17-07-2009            8,000   18,553,500
    8     24-07-2008            7,850    48,488,500   21-07-2009            8,200   23,369,500
    9     25-07-2008            7,750    17,959,000   22-07-2009            8,100   14,048,500
   10     28-07-2008            8,000    31,701,000   23-07-2009            8,250   16,369,000

                       UNSP 2008                                      UNSP 2009
PERIODE
             DATE    closing prise          VP           DATE        closing prise     VP
  -10      10/6/2008         1,810       42,726,000      3/6/2009              800 89,843,500
   -9      11/6/2008         1,810       21,042,000      4/6/2009              810 103,871,500
   -8      12/6/2008         1,930      123,446,500      5/6/2009              820 97,192,500
   -7     13-06-2008         1,940       84,526,000      8/6/2009              790 86,880,500
   -6     16-06-2008         1,950       23,160,500      9/6/2009              790 58,019,000
   -5     17-06-2008         1,960       23,633,000     10/6/2009              810 79,601,000
   -4     18-06-2008         1,940       24,744,500     11/6/2009              800 73,812,500
   -3     19-06-2008         1,960       25,648,000     12/6/2009              780 72,828,500
   -2     20-06-2008         1,980       45,928,500   15-06-2009               750 52,402,000
   -1     23-06-2008         1,960       18,742,000   16-06-2009               740 70,249,000
    0     24-06-2008         1,980       23,571,500   17-06-2009               740 25,688,500
    1     25-06-2008         1,940       17,805,500   18-06-2009               710 63,138,500
    2     26-06-2008         1,880       42,581,500   19-06-2009               720 48,733,000
 3     27-06-2008          1,890   12,314,500   22-06-2009    680 36,787,000
 4     30-06-2008          1,880    8,834,500   23-06-2009    640 101,794,000
 5       1/7/2008          1,880   18,072,000   24-06-2009    700 69,810,500
 6       2/7/2008          1,850   24,500,500   25-06-2009    710 67,820,000
 7       3/7/2008          1,730   41,539,000   26-06-2009    710 44,381,000
 8       4/7/2008          1,730   32,108,500   29-06-2009    700 12,833,000
 9       7/7/2008          1,720    6,400,000   30-06-2009    690 13,792,500
10       8/7/2008          1,650   21,475,000      1/7/2009   700 20,684,500


                            INPUT SPSS



            DATA RATA-RATA RETURN 2008-2009

                           AR 2008            AR 2009
                    SEBELUM SESUDAH SEBELUM SESUDAH
          BBCA       -0.0063    -0.0045  0.0098    -0.0103
          BBNI        0.0053    -0.0015  0.0043     0.0064
          BBRI       -0.0151     0.0042  0.0151     0.0001
          BLTA        -0.001     0.0012  -0.006     0.0079
          TINS       -0.0098     0.0034 -0.0055    -0.0193
          TLKM        0.0055     0.0093  0.0124    -0.0033
          UNSP         0.004    -0.0179 -0.0088    -0.0047


     DATA RATA-RATA VOLUME PERDAGANGAN 2008-2009

                          AVP 2008          AVP 2009
                    SEBELUM SESUDAH SEBELUM SESUDAH
          BBCA        0.069     0.1748  0.6865    0.0907
          BBNI        2.816     0.2479  0.0508    0.1796
          BBRI       0.4979     0.3258  0.4979    0.3592
          BLTA       0.0954     0.3258  0.554     0.4285
          TINS       0.3137     0.0173  0.3961    0.1921
          TLKM       0.0403     0.2358  0.2534    0.0758
          UNSP       0.3467     0.3578 -0.0676    0.1927
                                         OUTPUT SPSS
  1. RATA-RATA RETURN TAHUN 2008



                                                   T-Test
                                     Paired Samples Statis tics

                                                                                                     Std. Error
                                       Mean                 N              Std. Deviation              Mean
           Pair       sebelum        -.002486                     7            .0081223              .0030699
           1          sesudah        -.000829                     7            .0087105              .0032923

                                   Paired Samples Corre lations

                                                             N              Correlation               Sig.
             Pair 1      sebelum & sesudah                         7             -.265                  .566

                                                      Paired Sam ples Te st

                                                   Paired Dif f erences
                                                                              95% Conf idence
                                                                               Interval of the
                                                          Std. Error             Dif f erence
                                Mean     Std. Deviation     Mean            Low er         Upper         t        df            Sig. (2-tailed)
Pair 1   sebelum - ses udah   -.001657       .0133908     .0050612         -.014042        .010727       -.327          6                 .754




  2. RATA-RATA RETURN TAHUN 2009

                                                   T-Test
                                     Paired Samples Statis tics

                                                                                                     Std. Error
                                       Mean                 N              Std. Deviation              Mean
           Pair       sebelum         .003043                     7            .0097910              .0037006
           1          sesudah        -.003314                     7            .0094697              .0035792

                                   Paired Samples Corre lations

                                                             N              Correlation               Sig.
             Pair 1      sebelum & sesudah                         7              .104                  .824

                                                      Paired Sam ples Te st

                                                    Paired Dif f erences
                                                                               95% Conf idence
                                                                                Interval of the
                                                          Std. Error              Dif f erence
                                Mean     Std. Deviation     Mean             Low er         Upper         t        df            Sig. (2-tailed)
Pair 1   sebelum - ses udah    .006357       .0128936     .0048733          -.005567        .018282       1.304             6              .240
   3. RATA-RATA VOLUME PERDAGANGAN TAHUN 2008


                                                    T-Test
                                        Paired Samples Statis tics

                                                                                                      Std. Error
                                         Mean                N              Std. Deviation              Mean
           Pair        sebelum          .597000                    7            .9930586              .3753409
           1           sesudah          .240743                    7            .1172765              .0443263

                                   Paired Samples Corre lations

                                                             N               Correlation               Sig.
              Pair 1     sebelum & sesudah                             7           .052                  .912

                                                      Paired Sam ples Te st

                                                   Paired Dif f erences
                                                                              95% Conf idence
                                                                               Interval of the
                                                          Std. Error             Dif f erence
                               Mean      Std. Deviation     Mean            Low er         Upper         t           df            Sig. (2-tailed)
Pair 1   sebelum - ses udah   .356257        .9938810     .3756517         -.562929       1.275444           .948          6                 .380




   4. RATA-RATA VOLUME PERDAGANGAN TAHUN 2009

                                                    T-Test
                                        Paired Samples Statis tics

                                                                                                      Std. Error
                                         Mean                N              Std. Deviation              Mean
           Pair        sebelum          .338729                    7            .2742263              .1036478
           1           sesudah          .216943                    7            .1313085              .0496299

                                   Paired Samples Corre lations

                                                             N               Correlation               Sig.
              Pair 1     sebelum & sesudah                             7           .257                  .578

                                                      Paired Sam ples Te st

                                                    Paired Dif f erences
                                                                               95% Conf idence
                                                                                Interval of the
                                                          Std. Error              Dif f erence
                               Mean      Std. Deviation     Mean             Low er         Upper            t        df            Sig. (2-tailed)
Pair 1   sebelum - ses udah   .121786        .2719211     .1027765          -.129699        .373271          1.185             6              .281
                                KEMENTERIAN AGAMA
   UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
                            FAKULTAS EKONOMI
         Terakreditasi ”A” SK BAN-PT Depdiknas Nomor : 005/BAN-PT/ AkX/S1/II/2010
           Jalan Gajayana 50 65144 Malang, Telepon/Faksimile: ekonomi (0341) 558881
            http://www.ekonomi.uin-malang.ac.id; e-mail: ekonomi@uin-malang.ac.id



                                 BUKTI KONSULTASI

Nama            : Agus Nawawi
NIM/Jurusan     : 06610070/ Manajemen
Pembimbing      : Drs. Agus Sucipto, MM
Judul Skripsi   : Analisis Perbedaan Return Dan Volume Perdagangan Saham Seputar
                  Pengumuman Dividen Pada Saham LQ-45 Periode 2008-2009

 No.            Tanggal                  Materi Konsultasi               Tandatangan
                                                                         Pembimbing
  1.        31 Januari 2010                  Proposal                         1.
  2.        3 Februari 2010               Revisi Proposal                         2.
  3.        8 Februari 2010               Revisi Proposal                     3.
  4.       10 Februari 2010               Revisi Proposal                         4.
  5.       16 Februari 2010                 Acc Proposal                      5.
  6.          3 Maret 2010                    Seminar                             6.
  7.         17 Maret 2010                  BAB I, II, III                    7.
  8.         19 Maret 2010               Acc BAB I, II, III                       8.
  9.         23 Maret 2010            Revisi BAB I, II, III, IV               9.
 10.         24 Maret 2010           Revisi BAB I, II, III, IV, V                10.
 11          25 Maret 2010           Revisi BAB I, II, III, IV, V            11.
 12          26 Maret 2010               Acc Keseluruhan                         12.


                                               Malang, 26 Maret 2010
                                               Mengetahui
                                               Dekan,




                                               Drs. HA. MUHTADI RIDWAN, MA
                                               NIP 19550302 198703 1 004
                           BIODATA PENELITI

A. Data Pribadi

   1. Nama                         : AGUS NAWAWI
   2. Tempat & Tanggal Lahir       : Pasuruan, 11 Januari 1988
   3. Jenis Kelamin                : Laki-laki
   4. Alamat Asal                  : Jalan Utara Balai Desa RT: 02 RW:02
                                    No.33 Plinggisan Kec. Kraton Kab.
                                   Pasuruan 67151
   5. Telepon                      : 085646655556
   6. E-mail                       : agusnawawi_88@yahoo.com

B. Riwayat Pendidikan Formal
   1. TK. Plinggisan (1992-1994)
   2. SDN Plinggisan 02 (1994-2000)
   3. SMPN 1 Pasuruan (2000-2003)
   4. SMAN 1 Pasuruan (2003-2006)

C. Riwayat Pendidikan Non Formal
   1. Pelatihan SPSS 11.5 For Windows di UIN Malang (2008)
   2. Pelatihan Investasi Saham Syariah di UIN Malang (2009)
   3. Pelatihan Pasar Modal di BEI Surabaya (2009)

D. Pengalaman Organisasi
   1. Team Work Divisi Studio UKM KOMMUST UIN Malang (2008-2009)
   2. Koordinator Divisi Studio UKM KOMMUST UIN Malang (2009-2010)

      Demikian Daftar Riwayat Hidup Ini Di Buat Dengan Benar Dan Dapat
Dipertanggungjawabkan.

                                                     Malang, 26 Maret 2010




                                                     AGUS NAWAWI

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3
posted:1/12/2013
language:Unknown
pages:109