skripsi ANALISIS PEMBIAYAAN MUDHARABAH MUSYARAKAH DAN MURABAHAH HUBUNGANNYA DENGAN PROFITABILITAS BANK UMUM SYARIAH PERIODE 2003-2007

Document Sample
skripsi ANALISIS PEMBIAYAAN MUDHARABAH MUSYARAKAH DAN MURABAHAH HUBUNGANNYA DENGAN PROFITABILITAS BANK UMUM SYARIAH PERIODE 2003-2007 Powered By Docstoc
					   ANALISIS PEMBIAYAAN MUDHARABAH,
     MUSYARAKAH, DAN MURABAHAH
HUBUNGANNYA DENGAN PROFITABILITAS BANK
     UMUM SYARIAH PERIODE 2003-2007




                 SKRIPSI




                   Oleh

          PUSPA PESONA PUTRI MAYA
                 NIM: 04610069




           JURUSAN MANAJEMEN
            FAKULTAS EKONOMI
  UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG
                   2009
   ANALISIS PEMBIAYAAN MUDHARABAH,
     MUSYARAKAH, DAN MURABAHAH
HUBUNGANNYA DENGAN PROFITABILITAS BANK
     UMUM SYARIAH PERIODE 2003-2007



                   Diajukan Kepada:
        Universitas Islam Negeri (UIN) Malang
     Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam
        Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (SE)




                       Oleh

           PUSPA PESONA PUTRI MAYA
                  NIM: 04610069




           JURUSAN MANAJEMEN
            FAKULTAS EKONOMI
  UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG
                   2009
           LEMBAR PERSETUJUAN



   ANALISIS PEMBIAYAAN MUDHARABAH,
     MUSYARAKAH, DAN MURABAHAH
HUBUNGANNYA DENGAN PROFITABILITAS BANK
     UMUM SYARIAH PERIODE 2003-2007




                     Oleh

         PUSPA PESONA PUTRI MAYA
                NIM: 04610069




          Telah Disetujui 11 April 2009
              Dosen Pembimbing,




         Drs. Abdul Kadir Usry, MM.,Ak




                  Mengetahui,
                   D e k a n,




        Drs. HA. MUHTADI RIDWAN, MA
                  NIP 150231828
                     LEMBAR PENGESAHAN

   Analisis Pembiayaan Mudharabah, Musyarakah, dan
                       Murabahah
  Hubungannya dengan Profitabilitas Bank Umum Syariah
                    Periode 2003-2007

                           SKRIPSI


                              Oleh

                  PUSPA PESONA PUTRI MAYA
                         NIM: 04610069


    Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji dan Dinyatakan
            Diterima sebagai Salah Satu Persyaratan untuk
              Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (SE)
                     Pada Tanggal 3 April 2009


Susunan Dewan Penguji                          Tanda Tangan
Ketua
Prof. Dr. H. Muhammad. Djakfar, Sh.,M.Ag
NIP 150203742                 :            (                  )


Sekretaris/Pembimbing
Drs. Abdul Kadir Usry, MM.,Ak :            (                  )

Penguji Utama
Drs. Agus Sucipto, MM
NIP 150327243                 :            (                  )

                           Mengetahui,
                            D e k a n,




                Drs. HA. MUHTADI RIDWAN, MA
                          NIP 150231828
                         SURAT PERNYATAAN



Yang bertanda tangan dibawah ini saya:

        Nama                : PUSPA PESONA PUTRI MAYA
        NIM                 : 04610069
        Alamat              : Jl. Dorowati Barat Lawang

Menyatakan bahw a        Skrip si yang saya bu at u ntu k m em enu hi
p ersyaratan kelu lu san p ad a Ju ru san Manajem en Faku ltas Ekonom i
Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, dengan judul:

AN ALISIS PEMBIAYAAN MUD HARABAH, MUSYARAKAH D AN
MURABAHAH: HUBUN GAN N YA D EN GAN PROFITABILITAS
BANK UMUM SYARIAH PERIODE 2003-2007
Adalah hasil karya saya sendiri, bukan duplikasi dari karya orang lain.

Selanju tnya ap abila d ikem u d ian hari ad a klaim d ari p ihak lain, bu kan
m enjad i tanggu ng jaw ab Dosen Pem bim bing d an atau Pihak Faku ltas
Ekonom i Universitas Islam N egeri (UIN ) Malang, tetap i m enjad i
tanggung jawab saya sendiri.

Dem ikian su rat p ernyataan ini saya bu at d engan sebenarnya d an tanp a
paksaan dari siapapun.



                                           Malang, 10 April 2009
                                           Hormat Saya,




                                           PUSPA PESONA PUTRI MAYA
                                           NIM: 04610069
                        MOTTO




Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki
         kesukaran bagimu (QS. Al-Baqorah: 185)
                    PERSEMBAHAN




                                    Karya ilmiah ini kutujukan kepada
                                        Mama, Papa, Kakak dan adikku
                 Kolega seperjuangan di FE UIN Malang angkatan 2004
Serta tidak lupa teman sejawat honorer di SDN Purwodadi III Pasuruan
                                   Kata Pengantar




       Syu ku r Alham d u lillah p enu lis p anjatkan kehad irat Allah SWT
yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat
m enyelesaikan karya tu lis ilm iah yang terkem as d alam skrip si tanp a
m enghad ap i d an m engalam i ham batan yang berarti. Dan sem oga hasil
karya tu lis ilm iah ini d ap at m enam bah w aw asan d an p engetahu an yang
sangat berarti bagi penulis.
       Pengalam an p enting bagi p enu lis ad alah d ap at m engam bil intisari
p engetahu an d an p engalam an hasil d ari kom binasi antara skill yang
d im iliki d engan p end id ikan yang d ip eroleh d ari lingku ngan form al
sehingga d ap at m engem as ked alam bentu k p enu lisan kertas kerja ilm iah.
Karya tu lis ilm iah d engan ju d u l     Analisis Pembiayaan Mudharabah,
Musyarakah dan Murabahah: Hubungannya dengan Profitabilitas Bank
Umum Syariah Periode 2003-2007               d ap at terselesaikan d engan baik
setelah p enu lis m enyelesaikan p rogram p enelitian d i Universitas Islam
N egeri (UIN ) Malang sebagai p ersyaratan d alam m em enu hi p rogram
p ersyaratan u ntu k m enem p u h jenjang Sarjana Ekonom i p ad a Ju ru san
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.
       Pad a kesem p atan ini p enu lis sam p aikan terim a kasih d an
p enghargaan    yang     tu lu s   atas   bantu an,   arahan,   inform asi   serta
bimbingannya kepada :
1.   Bap ak Prof. Dr. H . Im am Su p rayogo selaku Rektor d i Universitas
     Islam Negeri (UIN) Malang.
2.   Bap ak Drs. H A. Mu htad i Rid w an, MA selaku Dekan d i Faku ltas
     Ekonomi Jurusan Manajeman UIN Malang.
3.   Bap ak Drs. Abd u l Kad ir Usry, MM.,Ak selaku Dosen Pem bim bing
     yang telah m engarahkan, m em berikan saran d an inform asi yang
     berharga, m em acu sem angat serta tetap bersed ia m elu angkan
     waktunya untuk bimbingan secara intensif.
4.   Sem u a p ihak yang telah su d i m em berikan arahan, bim bingan d an
     informasi sehingga dapat terselesaikannya kertas kerja ilmiah ini.
     Penu lis sad ar d alam p enyu su nan hasil p enelitian yang terkem as
d alam p enu lisan karya ilm iah ini m asih banyak keku rangan d an
kejanggalan, u ntu k itu p enu lis m engharap kan kritik beserta saran yang
bersifat   m end id ik   d an   m em bangu n    sebagai    m otivasi   d alam
mempersembahkan karya tulis ilmiah selanjutnya.
     Sem oga Allah SWT senantiasa m elim pahkan rahm ad N ya serta
m em balas am al baik yang telah d ilaku kan oleh p enu lis d an sem oga hasil
p enelitian yang terkem as d alam karya tu lis ilm iah ini d ap at berm anfaat
bagi penulis khususnya dan para pembaca pada umumnya.


                                                 Malang, 23 maret 2009



                                                          Penulis
                                                 DAFTAR ISI

COVER ..................................................................................................................i
LEMBAR PERSETUJUAN...............................................................................iii
                                                 .                              .
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................. iv
                                               .                              .
SURAT PERNYATAAN...................................................................................v
                                     .                              .                              .
MOTTO ............................................................................................................vi
                                        ................................
PERSEMBAHAN................................                                                     vii
                                                                     ..............................
                                              ................................
KATA PENGANTAR ................................                              .....................viii
                                          .                              .                              .
DAFTAR ISI .....................................................................................................x
                                             .                               .
DAFTAR GRAFIK ................................ ............................... ..........................xii
DAFTAR TABEL .............................................................................................xiii
                                            .                              .
DAFTAR GAMBAR......................................................................................xiv
                                       .                              .                              .
ABSTRAK ........................................................................................................xv
BAB I PENDAHULUAN
                                                ................................
A. Latar Belakang ................................                                                          1
                                                                              ................................
                                                ................................
B. Rumusan Masalah ................................                                                  6
                                                                             ..........................
                                                  ................................
C. Tujuan Penelitian ................................                                                   7
                                                                               ...........................
                                                   ................................
D. Manfaat Penelitian ................................                                                 7
                                                                                .........................
                                                ................................
E. Batasan Masalah ................................                                                     8
                                                                             .............................


BAB II KAJIAN PUSTAKA
                                                          ................................
A. Hasil Penelitian Terdahulu ................................                                  9
                                                                                      ...........
                                                 ................................
B. Kajian Teoritis ................................                                                         12
                                                                               ...............................
     1.............................................................................................................. P
          engertian Bank ................................                                  ........................
                                                              ................................                   12
     2.............................................................................................................. P
          embiayaan ................................                                  ..............................
                                                         ................................                        18
     3.............................................................................................................. A
          l Musyarakah ................................                                   ..........................
                                                             ................................                     21
     4.............................................................................................................. A
          l Mudharabah ................................                                   .........................
                                                             ................................                    27
     5.............................................................................................................. A
          l Murabahah................................                                   ............................
                                                           ................................                      34
     6.............................................................................................................. P
          rofitabilitas ................................                              ..............................
                                                         ................................                         39
                                          ................................
C. Hipotesis ................................                                                       ........43
                                                                       ................................
BAB III METODE PENELITIAN
                                                 ................................
A. Lokasi Penelitian................................                                                   44
                                                                              ...........................
                                                      ................................
B. Pendekatan Penelitian ................................                                          4
                                                                                   ................. 4
                                                    ................................
C. Data dan Sumber Data................................                                          4
                                                                                 ................. 5
                                                       ................................
D. Teknik Pengumpulan Data ................................                        .........45
                                                             ................................
E. Definisi Operasional Variabel................................                          .....46
                                                   ................................
F. Model Analisis Data................................                                              4
                                                                                ..................... 7


BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
                                                     ................................
A. Profil Bank Syariah ................................                                                  4
                                                                                   ....................... 9
    1............................................................................................................... B
         ank Syariah Mandiri ................................                                      ............... 9
                                                                      ................................           4
    2............................................................................................................... B
         ank Muamalat Indonesia ................................                                           .......52
                                                                              ................................
    3............................................................................................................... B
         NI Syariah................................                                ................................
                                                      ................................                          . 56
                                                                     ............... 1
B. Perkembangan Pembiayaan Bank Syariah ................................           6
                                                         ................................
    1. Bank Syariah Mandiri ................................                                     6
                                                                                      ............ 1
                                                            ................................
    2. Bank Muamalat Indonesia ................................                          ....63
                                                ................................
    3. BNI Syariah................................                                                         64
                                                                              ..............................
                                                                        ............... 6
C. Perkembangan Profitabilitas Bank Syariah................................           6
                                                         ................................
    1. Bank Syariah Mandiri ................................                          ............66
                                                            ................................
    2. Bank Muamalat Indonesia ................................                          ....67
                                                ................................
    3. BNI Syariah................................                                                         68
                                                                              ..............................
                                                                 ...........................
D. Realisasi Pembiayaan Bank Syariah................................                      69
                                                                      ..........................
E. Intepretasi Hasil Pengujian Statistik ................................                     72
                                                           ................................
F. Pembahasan Hasil Penelitian................................                          ......74
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
                                          ................................
A. Kesimpulan................................                                                       ...79
                                                                       ................................
                                      ................................
B. Saran ................................                                                       .............. 0
                                                                   ................................          8


                                             .                              .
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................81


                                         DAFTAR GRAFIK


                                                                          6
Grafik 4.1 Perkembangan Pembiayaan Bank Syariah Mandiri ................... 1

Grafik 4.2 Perkembangan Pembiayaan Bank Muamalat Indonesia............63

                                                                            .....64
Grafik 4.3 Perkembangan Pembiayaan BNI Syariah................................

                                                                             6
Grafik 4.4 Perkembangan Profitabilitas Bank Syariah Mandiri .................. 6

Grafik 4.5 Perkembangan Profitabilitas Bank Muamalat Indonesia...........67

                                                                               ....68
Grafik 4.6 Perkembangan Profitabilitas BNI Syariah................................

Grafik 4.7 Realisasi Pembiayaan Mudharabah BSM, BMI dan
                                                         ................................
                BNI Syariah................................                                                  6
                                                                                       ....................... 9
Grafik 4.8 Realisasi Pembiayaan Musyarakah BSM, BMI dan
                                                         ................................
                BNI Syariah................................                                                  7
                                                                                       ....................... 0
Grafik 4.9 Realisasi Pembiayaan Murabahah BSM, BMI dan BNI Syariah . 71
                                      DAFTAR TABEL


                                                                   ..........................
Tabel 2.1 Maping Penelitian Terdahulu ................................                     10
Tabel 2.2 Perbandingan antara Bank Syariah dengan Bank
                                                      ................................
            Konvensional ................................                                              15
                                                                                   .....................
Tabel 2.3 Yang Membedakan Bank Syariah dengan Bank Konvensional . 18
Tabel 4.1 Pembiayaan (Mudharabah, Musyarakah Dan Murabahah)
                                                                          ..................72
            dengan Gross Profit Margin (GPM)................................
Tabel 4.2 Pembiayaan (Mudharabah, Musyarakah Dan Murabahah)
                                                                               ..........72
            dengan Operating Profit Margin (OPM) ................................
Tabel 4.3 Pembiayaan (Mudharabah, Musyarakah Dan Murabahah)
                                                                        ..................... 3
            dengan Net Profit Margin (NPM)................................                  7
Tabel 4.5 Pembiayaan (Mudharabah, Musyarakah Dan Murabahah)
                                                                         .
            dengan Return on Equity (ROE) ................................ ......................74
                                    DAFTAR GAMBAR


Gambar 2.1 Skema Al-Musyarakah ................................................................... 26
Gambar 2.1 Skema Al- Mudharabah.................................................................. 33
Gambar 2.1 Skema Al-Murabahah..................................................................... 38
                                 ABSTRAK

Pu sp a Pesona Pu tri Maya, 2009. A nalisis Pembiayaan M udharabah,
M usyarakah, dan M urabahah Hubungannya dengan Profitabilitas Bank Umum
Syariah Periode 2003-2007. Pembimbing: Drs. Abdul Kadir Usry, MM., Ak

Kata Kunci : Mudharabah, Musyarkah, Murabahah, Profitabilitas

        Bank ad alah bad an u saha yang m enghim p u n d ana d ari m asyarakat
d alam bentu k sim p anan d an m enyalu rkannya kep ad a m asyarakat d alam
bentu k kred it d an atau bentu k-bentu k lainnya d alam rangka
m eningkatkan taraf hid u p orang banyak. Jasa-jasa p erbankan Islam yang
terkait d engan jasa p em biayaan yang d itaw arkan oleh bank syariah
terkem as d alam p rod u k-p rod u k yang ad a d alam bank syariah, salah
satu nya yang m enjad i ciri khas bank syariah ad alah p em biayaan berbasis
bagi hasil yaitu mudharabah d an musyarakah ad a ju ga pem biayaan d engan
cara ju al beli atau d isebu t murabahah. Penelitian ini bertu ju an u ntu k
m engetahu i hu bu ngan p elaksanaan p em biayaan mudharabah, musyarakah
dan murabahah terhad ap tingkat p rofitabilitas p ad a bank u m u m syariah
serta m engetahu i arah hu bu ngannya. Dari beberap a bank u m u m syariah
yang terid entifikasi m em enu hi kriteria tu ju an p enelitian d alam hal ini
m erelisasikan p em biayaan mudharabah, musyarakah d an murabahah
terd ap at tiga bank yaitu Bank Syariah Mand iri, Bank Mu am alat Ind onesia
dan BNI Syariah.
        Penelitian ini m enggu nakan obyek bank u m u m syariah p ad a
p eriod e 2003-2007 yang m erealisasikan p em biayaan (murabahah,
musyarakah dan mudharabah) d engan m enggu nakan m etod e analsis
korelasi u ntu k m engetahu i hu bu ngan antara p em biayaan d engan
profitabilitas dan melihat arah hubungannya.
        H asil p enelitian m enu nju kkan p elaksanaan p em biayaan yang
m elip u ti realisasi mudharabah, musyarakah dan murabahah secara u m um
m em iliki hu bu ngan terhad ap kinerja p rofitabilitas bank u m u m syariah
yang d iu ku r m enggu nakan Gross Profit M argin (GPM), Operating Profit
Margin (OPM), N et Profit M argin (N PM), d an Return on Equity (ROE),
artinya p rofitabilitas sebu ah bank d itentu kan oleh p elaksanaan realisasi
p em biayaan nam u n p ad a p eriod e 2003-2007 realisasi p em biayaan
memiliki hubungan negatif terhadap tingkat profitabilitas NPM dan GPM,
akan tetap i p ad a p os p em biayaan tertentu berhu bu ngan p ositif sep erti
pembiayaan mudharabah p ad a p os OPM, ROE. Tem u an p enting d alam
p enelitian ini yaitu p rofitabilitas bank u m u m syariah p ad a p eriod e 2003-
2007 tid ak hanya d itentu kan oleh realisasi p em biayaan nam u n
p rofitabilitas d ip eroleh m elalu i p os-pos income yang lain, m isalnya
administrasi tabungan, administrasi ATM dan transaksi antar bank.
                                   ABSTRACT

Puspa Pesona Putri Maya,, 2009. A Funding Analysis of Mudharabah,
Musyarakah and Murabahah: Its Correlation with the Profitability of Syariah
Public Bank Period 2003-2007. Advisor: Drs. Abdul Kadir Usry, MM., Ak

Keywords: Mudharabah, Musyarakah, Murabahah, and Profitability

        Bank is a company collecting fund from society in the form of credit and
other forms in order to increase the life level of many people. The Islamic banking
services relating with funding service provided by syariah bank area packed in
products existing in syariah bank, one of them being special characteristic of
syariah bank is the funding based on sharing holder that is mudharabah and
musyarakah, there is also funding through sales or being known as murabahah.
This research objective is to know the correlation of funding applications of
mudharabah, musyarakah, and murabahah on the profitability level at syariah
public bank being identified fulfilling the criteria for this research objective that is
realizing the funding of mudharabah, musyarakah, and murabahah. There are
three banks of it those are Mandiri Syariah Bank, Indonesian Muamalat bank and
BNI Syariah.
        This research use object of General Syariah Bank in 2003-2007 period that
realisation funding (mudharabah, musyarakah and murabahah) with use analize
correlasi analysis method to know the correlation of funding with profitability and
look for correlation.
        The result research shows the application of funding consisting realizing
mudharabah, musyarakah, and murabahah commonly has correlation with
profitability level of syariah public bank being measured using Gross Profit
Margin (GPM), Operating Profit Margin (OPM), Net Profit Margin (NPM), , and
Return on Equity (ROE). It means that all bank profitabilities is determined by the
funding realizing application, but in period 2003-2007, funding realization had
negative correlation with profitability level of NPM dan GPM, but at certain
funding post has positive correlation such as mudharabah funding at post of
OPM, ROE. The important finding in this research is the profitability of syariah
public bank in period 2003-2007 was not only determined by funding realization
but also the profitability was got through other income posts, such as saving
administration, ATM administration and transaction among banks.




                                                      Bank Syariah Mandiri
Bank Muamalat Indonesia    BNI Syariah



                 )                                (
                                 .


                           Gross Profit Margin (GPM)        Operating Profit
    Margin (OPM)     Return on Equity (ROE)


                        NPM      GPM
                                           OPM     ROE



           ATM




                                        BAB I

                                 PENDAHULUAN



A      LATAR BELAKANG

         Salah satu tolak u ku r kem aju an su atu N egara d ap at d ilihat d ari

    kem aju an ekonom inya. Sem entara itu , yang m enjad i tu lang p u nggu ng

    d ari kem aju an ekonom i ad alah d u nia bisnis. Ad ap u n p erm asalahan yang

    sering d ihad ap i oleh p eru sahaan sebagai p elaku bisnis yang bergerak

    dalam bid ang u saha ap ap u n tid ak terlep as d ari kebu tu han akan d ana

    (m od al) u ntu k m em biayai u sahanya. Meskip u n d i Ind onesia terd ap at

    lem baga keu angan non bank, akan tetap i lem baga keu angan bank-lah

    yang p aling banyak m em egang p eranan d alam m em enu hi kebu tu han

    dana (modal) pada dunia usaha.
      Bank ad alah bad an u saha yang m enghim p u n d ana d ari m asyarakat

d alam bentu k sim p anan d an m enyalu rkannya kep ad a m asyarakat d alam

bentu k   kred it   d an   atau   bentu k-bentu k   lainnya    d alam   rangka

m eningkatkan taraf hid u p orang banyak. Bank m eru p akan p eru sahaan

yang bergerak d alam bid ang keu angan, artinya aktivitas p erbankan selalu

berkaitan dalam bidang keuangan (Kasmir, 2005: 23).

      Ad anya krisis yang m eland a d u nia p erbankan Ind onesia telah

m enyad arkan kita bahw a p erbankan d engan sistem konvensional bu kan
                                   1

satu-satu nya sistem yang d ap at d iand alkan. Akan tetap i ad a sistem

p erbankan lain yang lebih tanggu h karena m enaw arkan p rinsip kead ilan

dan keterbukaan yaitu perbankan syariah.

      Perbankan syariah yang d ilaksanakan d iatas p rinsip yang berbed a

dengan p erbankan konvensional ternyata lebih tanggu h d an terbu kti

m am p u bertahan p ad a saat krisis sekalip u n. Bahkan sistem p erbankan

syariah saat ini lebih berkem bang d an m enjad i alternatif m enarik bagi

kalangan p eru sahaan sebagai p elaku bisnis, akad em isi sebagai penyed ia

sumber daya manusia dan masyarakat sebagai pengguna jasa perbankan.

      Bank syariah atau bank Islam ad alah bank yang d alam berop erasi

sesu ai d engan p rinsip -p rinsip syariah Islam . Bank yang berop erasi sesu ai
dengan prinsip-prinsip syariah Islam maksudnya adalah bank yang dalam

op erasinya itu m engiku ti ketentu an-ketentu an syariah Islam , khu su snya

yang m enyangku t tata cara berm u am alah secara Islam (Wibow o, 2005:

33).

       Bank berd asarkan p rinsip syariah atau bank syariah/ bank Islam ,

sep erti halnya konvensional ju ga berfu ngsi sebagai su atu lem baga

interm ed iasi, yaitu m engerahkan d ana d ari m asyarakat d an m enyalu rkan

kem bali d ana-d ana tersebu t kep ad a m asyarakat yang m em bu tu hkan

d alam bentu k p em biayaan. Bed anya hanyalah bank syariah m elaku kan

kegiatan u sahanya tid ak berasarkan bu nga, tetap i berd asarkan p rinsip

syariah yaitu prinsip bagi hasil.

       Sep erti bank konvensional, bank syariah ju ga m em berikan jasa-jasa

p em biayaan. Jasa p em biayaan yang d iberikan bank syariah jau h lebih

beragam d arip ad a jasa-jasa p em biayaan yang d ap at d iberikan oleh bank

konvensional. Jasa-jasa p erbankan Islam yang terkait d engan jasa

p em biayaan yang d itaw arkan oleh bank syariah terkem as d alam p rod u k-

p rod u k yang ad a d alam bank syariah, salah satu nya yang m enjad i ciri

khas bank syariah ad alah p em biayaan berbasis bagi hasil yaitu
mudharabah d an musyarakah. Ad a ju ga p em biayaan d engan cara ju al beli

atau disebut murabahah.

     Seiring d engan m eningkatnya p ertu m bu han ekonom i, p em biayaan

p erbankan syariah ju ga m elonjak tajam . Bahkan, p erbankan syariah m asih

bisa m em p ertahankan rasio kred it terhad ap d ana d i atas 100 p ersen.

Ku alitas p em biayaan p erbankan syariah ju ga sem akin m em baik, d itand ai

dengan terus membesarnya porsi pembiayaan bagi hasil, yaitu mudharabah

dan musyarakah (http//:www.kompascetak/2005.mht).

     Ad a beberap a d am p ak yang tim bu l d ari p em biayaan m elalu i p ola

mudarabah, musyarakah d an murabahah. Pertam a, akan m enggairahkan

sektor riil, investasi akan m eningkat yang d isertai d engan p em bu kaan

lap angan kerja baru . Akibatnya tingkat p enganggu ran akan d ap at

dikurangi dan pendapatan masyarakat akan bertambah.

     H asil em p iris m em bu ktikan bahw a p em biayaan yang d ilaku kan

oleh bank syariah teru tam a realisasi p em biayaan mudharabah d an

musyarakah m em berikan kontribu si laba (Wijayanti, 2007). H al yang sam a

ju ga d ikem u kakan oleh Im am ah (2005), bahw a tingkat p rofitabilitas bank

syariah ju ga d itentu kan oleh p em biayaan yang d ilaku kan oleh bank
tersebu t, tingkat p rofitabilitas yang d igu nakan u ku ran m elip u ti CAR,

ROA, LDR, CRR dan ROE.

      H al tersebu t d iatas ad alah sebu ah kenyataan bahw a p erbankan

syariah sem akin berkem bang d an m enegu hkan eksistensinya d alam

p ercatu ran ekonom i d ew asa ini. Bahkan p erbankan syariah sem akin

menunjukkan performansi yang menggembirakan. Hal ini bisa dilihat dari

beberap a ind ikator, yaitu antara lain m eningkatnya ju m lah nasabah yang

m enitip kan d ananya p ad a bank syariah, bertam bahnya ju m lah kantor

cabang bank syariah yang berd am p ak p ad a p eningkatan d aya serap

tenaga kerja (http://www.pesantrenvirtual.com/listen/pls).

      Meningkatnya ju m lah nasabah yang tertarik terhad ap p rod u k yang

d itaw arkan oleh p erbankan syariah sep erti mudharabah, musyarakah d an

murabahah m em p u nyai hu bu ngan terhad ap p rofitabilitas bank syariah

tersebu t. Karena mudharabah, musyarakah dan murabahah m eru p akan jenis

pembiayaan bank syariah yang nantinya m em p u nyai hu bu ngan terhad ap

p rofitabilitas   bank,   m aka   bank   d alam   m em berikan   p em biayaan

berd asarkan p rinsip syariah haru s m enem p u h cara-cara yang tid ak

merugikan bank sendiri maupun nasabah.
       Pem biayaan p erbankan Islam haru s tersed ia u ntu k m eningkatkan

kesem p atan kerja d an kesejahteraan ekonom i sesu ai d engan nilai-nilai

Islam . Disam p ing itu , p em biayaan yang d isalu rkan ju ga m eru p akan salah

satu   p end ap atan   bank   syariah. Besarnya       laba   atau   p rofit   tentu

berhu bu ngan d engan besarnya p em biayaan yang d isalu rkan serta

m enu nju kkan tingkat keberhasilan bank syariah d alam m elaku kan

kegiatan u sahanya. Dengan d em ikian bank u m u m syariah sebagai

lem baga yang d ap at m em ed iasi p erp u taran m oneter p ad a su atu negara

d ap at m em berikan p elayanan yang terbaik kep ad a nasabah baik nasabah

p em ilik d ana m au p u n nasabah p enggu na d ana (p em biayaan) su p aya

d ap at tercip ta tingkat p rofitabilitas yang baik d an bagi m asyarakat d ap at

m elaku kan    investasi   p ad a   sektor   riil   secara   berkesinam bu ngan,

bermanfaat dan saling menguntungkan.

       Bertu m p u d ari beberap a p ap aran hasil p engam atan m aka p eneliti

tertarik u ntu k m engetahu i hu bu ngan antara pembiayaan mudharabah,

musyarakah d an murabahah d engan tingkat p rofitabilitas p erbankan

syariah.




B   RUMUSAN MASALAH
         Berd asarkan u raian latar belakang d iatas, m aka m asalah yang

    dirumuskan oleh peneliti adalah:

    1. Ap akah    p elaksanaan    p em biayaan   mudharabah,   musyarakah     dan

       murabahah m em iliki hu bu ngan d engan tingkat p rofitabilitas p ad a bank

       umum syariah?

    2. Bagaim ana arah hu bu ngan p elaksanaan p em biayaan mudharabah,

       musyarakah dan murabahah terhad ap tingkat p rofitabilitas p ad a bank

       umum syariah?




C      TUJUAN PENELITIAN

    1. Untu k m engetahu i hu bu ngan p elaksanaan p em biayaan mudharabah,

       musyarakah dan murabahah terhad ap tingkat p rofitabilitas p ad a bank

       umum syariah.

    2. Untuk     m engetahu i    arah   hu bu ngan   p elaksanaan    p em biayaan

       mudharabah, musyarakah dan murabahah terhad ap tingkat p rofitabilitas

       pada bank umum syariah.




D      MANFAAT PENELITIAN
1. Bagi Penulis

    Mem berikan inform asi yang terkait d engan hu bu ngan p elaksanaan

    pembiayaan mudharabah, musyarakah d an murabahah terhad ap tingkat

    profitabilitas pada perbankan syariah.

2. Bagi Kalangan Akademis

    Mem berikan m asu kan d an su m bangan referensi u ntu k kep erlu an

    p enelitian   d an   p em bahasan   selanju tnya    m engenai        hubungan

    p elaksanaan p em biayaan mudharabah,        musyarakah d an murabahah

    terhadap tingkat profitabilitas perbankan syariah.




3. Bagi Perbankan

    Sebagai m asu kan bagi m anajem en d alam p engelolaan u saha teru tam a

    d alam hal p em biayaan yang d ilaksanakan oleh bank u m u m syariah

    sehingga       d ap at    m em aksim alkan         p rofitabilitas      secara

    berkesinambungan.




E   BATASAN MASALAH

1. Pad a p enelitian ini p enu lis hanya foku s pad a p em bahasan realisasi

    p em biayaan d alam hal ini p em biayaan mudharabah, musyarakah d an

    murabahah bukan bentuk pembiayaan lain.
2. Obyek p enelitian hanya foku s p ad a bank u m u m syariah d alam hal ini

   BN I Syariah, Bank Mu am alat Ind onesia d an Bank Syariah Mand iri

   pada periode amatan 2003-2007.

3. Foku s analsis p ad a p enelitian hanya m em bahas analisis korelasi antara

   realisasi pembiayaan yang dihubungkan dengan profitabilitas.




                                      BAB II

                               KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Empiris Hasil Penelitian Terdahulu

     Ad ap u n   yang m enjad i land asan      p enelitian   terd ahu lu   d alam

p enelitian ini ad alah p enelitian yang d ilaku kan oleh Im am ah (2005) yang

m elaku kan p enelitian tentang Analisis Pem biayaan Perbankan Syariah

Pad a Prod u k   Mu rabahah Dalam Rangka Meningkatkan Profitabilitas

Bank d engan tem u an hasil p enelitian d ip eroleh CAR PT. BPRS Al-

Mabru ro d ari tahu n ke tahu n sem akin m enu ru n, sehingga m enu nju kkan

m enu nju kkan kond isi CAR jelek. Kond isi ROA p ad a setiap tahunnya

sem akin m enu ru n (jelek). LDK m asih d alam kisaran norm al. CRR d ari

tahu n ke tahu n sem akin besar, hak ini m enu nju kkan CRR d ari tahu n ke

tahu n sem akin bu ru k. Rasio p enggu na asset bank stabil. Dan ROE

menunjukkan rentabilitas PT. BPRS semakin baik.
     Penelitian Wijayanti (2007) yang menemukan p em biayaan secara

p arsial m au p u n sim u ltan berp engaru h signifikan terhad ap tingkat laba.

Pem biayaan yang berp engaru h p aling signifikan ad alah p em biayaan

mudharabah dan musyarakah (produk bagi hasil). Bank mandiri pembiayaan

musyarakah d an bank m u am alat p em biayaan mudharabah. Dengan hasil

Fhitung > Ftabel sebesar (7.779 > 7.080) d an u ntu k t hitung < 0,05. Secara

skematis rujukan penelitian terdahulu dapat disajikan pada tabel berikut:
                                                                          Tabel 2.1
                                                               Mapping Penelitian terdahulu
No Peneliti (Tahun)                  Judul                        Jenis, Data dan Analisis Data                          Hasil penelitian
1.   Nur Imamah       Analisis Pembiayaan Perbankan         Jenis penelitian kuantitatif diskriptif,     Dari hasil perhitungan di dapat CAR PT.
     (2005)           Syariah Pada Produk Murabahah         variabel yang digunakan pembiayaan           BPRS Al- Mabruro dari tahun ke tahun
                      Dalam Rangka Meningkatkan             perbankan syariah produk murabahah           semakin menurun, sehingga menunjukkan
                      Profitabilitas Bank                   dalam rangka meningkatkan profitabilitas     kondisi CAR jelek.
                                                            bank. Rasio keuangan yang digunakan          Kondisi ROA pada setiap tahunnya semakin
                                                            CAR, ROA, LDR, CRR, Asset Utilization,       menurun (jelek). LDK masih dalam kisaran
                                                            ROE. Data primer berupa laporan              normal. CRR dari tahun ke tahun semakin
                                                            keuangan dengan menggunakan metode           besar, hak ini menunjukkan CRR dari tahun
                                                            dokumentasi. Analisis data menggunakan       ke tahun semakin buruk. Rasio pengguna
                                                            analisis regresi.                            asset bank stabil. Dan ROE menunjukkan
                                                                                                         rentabilitas PT. BPRS semakin baik
2.   Elia Wijayanti   Analisis Pengaruh Pembiayaan          Jenis penelitian kuantitatif. Dimana laba    Dari hasil perhitungan terlihat bahwa
     (2007)           Mudharabah, Musyarakah Dan            bank syariah mandiri (Y1) dan laba bank      pembiayaan secara parsial maupun simultan
                      Murabahah Terhadap Tingkat Laba       muammalat (Y2) sebagai variable terikat      berpengaruh signifikan terhadap tingkat
                      Bank Syariah Mandiri Dan Bank         (dependent) pembiayaan bank syariah          laba. Pembiayaan yang berpengaruh paling
                      Muamalat                              mandiri: mudharabah (X1) musyarakah (X2)     signifikan adalah pembiayaan mudharabah
                                                            murabahah (X3) pembiayaan bank               dan musyarakah (produk bagi hasil). Bank
                                                            muamalat mudharabah (X4) musyarakah          mandiri pembiayaan musyarakah dan bank
                                                            (X5) murabahah (X6). Data primer laporan     muamalat pembiayaan mudharabah. Dengan
                                                            keuangan dengan menggunakan metode           hasil Fhitung > Ftabel sebesar (7.779 > 7.080) dan
                                                            dokumentasi. Analisis data menggunakan       untuk thitung < 0,05
                                                            regresi linear berganda.
3    Puspa Pesona     Analisis Pembiayaan Mudharabah,       Jenis penelitian kuantitatif dengan metode   Profitabilitas bank umum syariah pada
     Putri Maya       Musyarakah, Dan Murabahah             analisis korelasi. Data primer berupa        periode 2003-2007 tidak hanya ditentukan
     (2009)           Hubungannya Dengan Profitabilitas     laporan keuangan Periode 2003-2007           oleh pembiayaan akan tetapi terdapat
                      Bank Umum Syariah Periode 2003-2007   dengan menggunakan metode                    produk lain yang memberikan kontribusi
                                                            dokumentasi.                                 profit.
        Berd asarkan      p ap aran    tabel   2.1   d ip eroleh   ringkasan   hasil

p erband ingan p enelitian terd ahu lu d engan p enelitian sekarang antara

lain:

   1. Metod e p enelitian        d alam    p enelitian   sekarang m enggu nakan

        m etod e analisis korelasi, d an p enelitian terahu lu m enggu nakan

        analisis regresi.

   2. Unit     analisis     yang      d igu nakan    p ad a   p enelitian   sekarang

        m enggu nakan ind u stri p erbankan syariah (Bank Syariah Mand iri,

        Bank Mu am alat Ind onesia d an BN I Syariah), sed angkan p enelitian

        terd ahu lu ru ang lingku p u nit analisisnya m enggu nakan BPR, d an

        penelitian Wijayanti menggunakan unit analisis dua bank syariah.

   3. Peneitian sekarang foku s m enghu bu ngkan antara p em biayaan

        (mudharabah,musyarakah d an murabahah) d engan p rofitabilitas yang

        d im iliki oleh     ketiga    u nit analisis p ad a    p eriod e 2003-2007,

        sed angkan p enelitian terd ahu lu hanya foku s p ad a p em biayaan

        murabahah (Im am ah, 2005), d an Wijayanti (2007) foku s p ad a

        pembiayan mudharabah,musyarakah dan murabahah terhadap laba.
B. Kajian Teoritis

1. Pengertian Bank

   a. Pengertian Bank Secara Umum

     Bank    m eru p akan     lem baga   keu angan   yang      u saha   p okoknya

m em berikan kred it d an jasa-jasa d alam lalu lintas p em bayaran d an

p ered aran u ang. Berd asarkan Und ang-Und ang Perbankan N o. 10 Tahun

1998: Bank ad alah bad an u saha yang m enghim p u n d ana d ari m asyarakat

d alam bentu k sim p anan d an m enyalu rkannya kep ad a m asyarakat d alam

bentu k   kred it   d an    atau   bentu k-bentu k   lainnya     d alam   rangka

m eningkatkan taraf hid u p orang banyak (Kasm ir,2005: 23).

     Bank u m u m ad alah bank yang m elaksanakan kegiatan u saha secara

konvensional atau berd asarkan p rinsisp syariah yang d alam kegiatannya

memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran (Kasmir, 1998: 11).

     Dari p engertian d iatas d ap at d iam bil kesim p u lan bahw a bank

meru p akan lem baga keu angan yang bertind ak sebagai p erantara d ari d u a

p ihak yaitu p ihak yang kelebihan d ana d an p ihak yang m em erlu kan d ana

d engan m enghim p u nnya m elalu i sim p anan serta kem u d ian d isalu rkan

dalam bentuk kredit.



   b. Pengertian Bank Syariah

     Bank syariah atau bank Islam ad alah bank yang berop erasi sesu ai

d engan p rinsip -p rinsip syariah Islam . Bank yang berop erasi sesu ai
dengan prinsip-prinsip syariah Islam maksudnya adalah bank yang dalam

op erasinya itu m engiku ti ketentu an-ketentu an syariah Islam , khu su snya

yang m enyangku t tata cara berm u am alah secara Islam (Wibow o, 2005:

33).

       Bank   syariah   ad alah   bank   yang   berop erasi   d engan   tid ak

m engand alkan p ad a bu nga. Bank Islam atau biasa d isebu t d engan bank

tanp a bu nga ad alah lem baga keu angan atau p erbankan yang op erasional

dan produknya dikembangkan berlandaskan pada Al-Qu r an d an H ad its.

       Atau d engan kata lain, bank Islam ad alah lem baga keu angan yang

u saha p okoknya m em berikan p em biayaan d an jasa-jasa lainnya d alam

lalu lintas p em bayaran serta p ered aran u ang yang p engoperasiannya

disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariat Islam (Muhammad, 2000: 62).

       Bank Islam m enu ru t Ensiklop ed ia Islam ad alah lem baga keu angan

yang u saha p okoknya m em berikan kred it d an jasa-jasa d alam lalu lintas

p em bayaran serta p ered aran u ang yang p engop erasiannya d isesu aikan

dengan prinsip-prinsip syariat Islam (Sumitro, 1997: 5).

       Pada undang-undang No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan UU No.

7 Th. 1992 tentang perbankan pasal (1) disebutkan bahwa:

       Prinsip syariah ad alah atu ran p erjanjian berd asarkan hu ku m Islam

antara bank d an p ihak lain u ntu k m enyim p an d ana d an/            atau

pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai

syariah, antara     lain: p em biayaan   berd asarkan   p rinsip   bagi hasil
(mudharabah),     p em biayaan   berd asarkan   p rinsip   p enyertaan   m od al

(musyarakah), p rinsip ju al beli barang d engan m em p eroleh keu ntu ngan

(murabahah), atau p em biayaan barang m od al berd asarkan p rinsip sew a

m u rni tanp a p ilihan (ijarah), atau d enga ad anya p ilihan p em ind ahan

kep em ilikan atas barang yang d isew a d ari p ihak bank oleh p ihak lain

(ijarah wa iqtina ).

      Dari p em ap aran d iatas d ap at d isim p u lkan bahw a bank syariah

ad alah su atu bentu k p erbankan yang d alam m elaksanakan kegiatan

op erasionalnya baik d alam kegiatan p enghim p u nan d ana m au p u n

penyaluran dana berdasarkan pada prinsip syariah Islam.



    c. Perbedaan Antara Bank Syariah Dan Bank Konvensional

       Dalam beberap a hal, bank konvensional d an bank syariah m em iliki

p ersam aan teru tam a d alam sisi teknis p enerim aan u ang, m ekanism e

transfer, teknologi kom p u ter yang d igu nakan, p ersyaratan u m u m

p em biayaan, d an lain sebagainya. Secara u m u m p erbed aan antara bank

syariah dan bank konvensional adalah:
                                      Tabel 2.2

              Perbandingan Antara Bank Syariah dan Konvensional

                           Bank syariah                   Bank konvensional
Akad & aspek     Hukum Islam dan hukum               Hukum positif
legalitas        positif
Lembaga          Badan Arbitrase Muamalat            Badan Arbritase Nasional
penyelesaian     Indonesia (BAMUI), sekarang         Indonesia (BANI)
sengketa         sedang diupayakan
                 pembentukan penggantinya
                 yaitu Badan Arbritase Syariah
                 Nasional (BASYARNAS)
Struktur         Ada Dewan Syariah Nasional          Tidak ada DNS dan DPS
organisasi       (DSN) dan
                 Dewan Pengawas Syariah
                 (DPS)
Investasi        Halal                               Halal dan Haram
Prinsip          Bagi hasil, jual beli, sewa         Perangkat bunga
operasional
Tujuan           Profit dan falah oriented           Profit oriented
Hubungan         kemitraan                           Debitor-kreditor
nasabah
Sumber : Gemala Dewi (2004)

       Sep intas bila d ilihat secara teknis, m enabu ng d i bank syariah

d engan yang berlaku d i bank konvensional ham p ir tid ak ad a p erbed aan.

H al ini karena, baik d i bank syariah m au p u n bank konvensional

d iharu skan m engiku ti atu ran teknis p erbankan secara u m u m . Akan tetap i
bila d iam ati lebih d alam , terd ap at beberap a p erbed aan m end asar d i

antara keduanya.

       Perbed aan p ertam a terletak p ad a akad nya. Pad a bank syariah,

sem u a transaksi haru s berd asarkan akad yang d ibenarkan oleh syariah.

Dengan demikian, semua transaksi itu harus mengikuti kaidah dan aturan

yang    berlaku    p ad a   akad -akad    m u am alah    syariah.    Pad a   bank

konvensional, transaksi p em bu kaan rekening, baik giro, tabu ngan

m au p u n d ep osito, berd asarkan p erjanjian titip an, nam u n p rinsip titip an

ini tid ak sesu ai d engan atu ran syariah, m isalnya wadi ah, karena d alam

p rod u k giro, tabu ngan m au p u n d ep osito, m enjanjikan im balan d engan

tingkat bunga tetap terhadap uang yang disetor.

       Perbed aan ked u a terd ap at p ad a im balan yang d iberikan. Bank

konvensional menggunakan konsep biaya (cost concept) untuk menghitung

keu ntu ngan. Artinya, bu nga yang d ijanjikan d i m u ka kep ad a nasabah

p enabu ng m eru p akan ongkos atau biaya yang haru s d ibayar oleh bank.

Oleh karena itu bank haru s m enju al kep ad a nasabah lain (p em injam )

d engan biaya bu nga yang lebih tinggi. Perbed aan antara ked u anya

disebut spread yang menandakan apakah perusahaan tersebut untung atau

ru gi. Bila spread-nya p ositif, d i m ana beban bu nga yang d ibebankan

kep ad a p em injam lebih tinggi d ari bu nga yang d iberikan kep ad a

p enabu ng, m aka d ap at d ikatakan bahw a bank m end ap atkan keu ntu ngan.

Sebaliknya juga benar.
       Sed angkan bank syariah m enggu nakan p end ekatan profit sharing,

artinya d ana yang d iterim a bank d isalu rkan kep ad a p embiayaan.

Keu ntu ngan yang d id ap at d ari p em biayaan tersebu t d ibagi d u a, u ntu k

bank d an u ntu k nasabah, berd asarkan p erjanjian p em bagian keu ntu ngan

di muka.

       Perbed aan    ketiga   ad alah   sasaran   kred it/ p em biayaan.   Para

p enabu ng d i bank konvensional tid ak sad ar u ang yang d itabu ng

kem u d ian d ip injam kan u ntu k berbagai bisnis, tanp a m em and ang halal-

haram bisnis tersebu t. Sed angkan d i bank syariah, p enyalu ran d an

sim p anan d ari m asyarakat d ibatasi oleh p rinsip d asar, yaitu p rinsip

syariah. Artinya bahw a p em berian p injam an tid ak boleh ke bisnis yang

haram sep erti, p erju d ian, m inu m an yang d iharam kan, m akanan yang

d iharam kan, p ornografi d an bisnis yang tid ak sesu ai d engan syariah

(http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/index.html).
                                    Tabel 2.3

                Yang Membedakan Bank Syariah dari Bank Konvensional

 No              Bank Syariah                         Bank Konvensional

  1    Berinvestasi pada usaha yang
                                              Bebas Nilai
       halal

  2    Atas dasar bagi hasil, margin          Sistem bunga

       keuntungan dan fee

  3    Besaran bagi hasil beubah-ubah         Besarannya tetap

       tergantung kinerja usaha

  4    Profit dan falah oriented              Profit oriented

  5    Pola hubungan kemitraan                Hubungan debitur-kreditur

  6    Ada Dewan Pengawas Syariah             Tidak ada lembaga sejenis

 Sumber :

 http://www.syariahmandiri.co.id/syariah/pertanyaanumum/pembiaya

 an.php



2. Pembiayaan

  a.   Pengertian Pembiayaan

       Pembiayaan dalam perbankan syariah adalah penanaman dana bank

 syariah d alam ru p iah atau valu ta asing d alam bentu k p em biayaan,

 piutang, Qard, su rat berharga syariah, p enem p atan, p enyertaan m od al,

 p enyertaan m od al sem entara, kom itm en d an kontijensi p ad a rekening
ad m inistratif serta serta sertifikat wadiah Bank Ind onesia (Mu ham m ad ,

2004:183).



 b. Tujuan Pembiayaan

      Pem biayaan m eru p akan su m ber p end ap atan bagi bank syariah.

Tu ju an p em biayaan yang d ilaksanakan p erbankan syariah terkait d engan

stakeholder. Diantara    stakeholder tersebu t ad alah     p em ilik, p egaw ai,

m asyarakat, p em erintah d an lem baga keu angan lainnya (Muhammad,

2004: 185-186).

Tujuan pembiayaan secara umum:

 1) Besarnya kebutuhan fasilitas pembiayaan yang diajukan.

 2) Kegu naan fasilitas p em biayaan yang d iaju kan, u ntu k kebu tu han

      barang investasi atau kebutuhan modal kerja.

 3) Jangka waktu dari fasilitas pembiayaan yang diajukan.

 4) Penjelasan atas ulasan perubahan-perubahan yang ada, nilai terdapat

      perubahan terhadap fasilitas pembiayaan terdahulu.



 c.    Fungsi Pembiayaan

      Ad ap u n   beberap a   fu ngsi   p em biayaan,    d iantaranya   ad alah

(Muhammad, 2004: 184-186):

 1) Meningkatkan daya guna uang.

 2) Meningkatkan daya guna barang.
 3) Meningkatkan peredaran uang.

 4) Menimbulkan kegairahan berusaha.

 5) Stabilitas ekonomi.

 6) Sebagai jembatan untuk meningkatkan pendapatan nasional.

 7) Sebagai alat hubungan ekonomi internasional.


 d. Kode Etik Pembiayaan

     Beberapa hal kod e etik yang haru s d ip erhatikan d alam p em biayaan

antara lain (Muhammad, 2005: 34):

 1) Patu h d an taat p ad a p eratu ran p eru nd ang-u nd angan d an p eratu ran

    pembiayaan yang berlaku, baik ekstern maupun intern.

 2) Melaku kan p encatatan m engenai setiap kegiatan transaksi yang

    terjalin dengan kegiatan yang bersangkutan.

 3) Menghindari diri dari persaingan tidak sehat.

 4) Tidak menyalahgunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi.

 5) Menghind arkan d iri d ari keterlibatan d alam p engam bilan kep u tu san

    hal yang bertentangan dengan kepentingan.

 6) Nasabah, menjaga kerahasiaan.

 7) Mem p erhatikan d am p ak yang m eru gikan d ari setiap kebijakan yang

    telah ditetapkan terhadap ekonomi, sosial dan lingkungan.

 8) Tid ak   m enerim a       had iah   atau   im balan    ap ap u n   yang   d ap at

    m em p erkaya     d iri     p ribad i   m au p u n    kelu arganya    sehingga

    m em p engaru hi p end ap at p rofesionalnya d alam penilaian atau
      keputusan pembiayaan.

  9) Tid ak m elaku kan p erbu atan tercela yang d ap at m eru gikan citra

      profesinya.



3. Al- Musyarakah

  a. Pengertian Al-Musyarakah

      Al-Musyarakah ad alah akad kerja sam a antara d u a p ihak atau lebih

 u ntu k su atu u saha tertentu d im ana m asing-m asing p ihak m em berikan

 kontribu si d ana (atau    am al/ expertise) d engan   kesep akatan   bahw a

 keu ntu ngan   d an   risiko akan   d itanggu ng bersam a sesu ai d engan

 kesepakatan (Antonio, 2001: 90).

 Adapun landasan syariah dari al-Musyarakah:


                                              ..                              ..
 artinya:

      .m aka m ereka berserikat p ad a sep ertiga   . ( QS An-N isaa : 12 )




                                                                .

 artinya:
        Dan sesu nggu hnya kebanyakan d ari orang-orang yang berserikat
 itu sebagian m ereka berbu at zalim kep ad a sebagian yang lain kecu ali
 orang yang berim an d an m engerjakan am al saleh. (QS Shaad : 24)
Hadits HR Abu Dawud




artinya:
      Dari Abu H u rairah , Rasu lu llah SAW. bersabd a, sesu nggu hnya
Allah Azza Wa Jalla berfirm an, Aku p ihak ketiga d ari d u a orang yang
berserikat selam a salah satu nya tid ak m enghianati yang lainnya. (H R
Abu Dawud no.2936)

     Hadits qudsi tersebu t m enu nju kKan kecintaan Allah kep ad a ham ba-

hamba-N ya yang m elaku kan p erkongsian selam a saling m enju nju ng

tinggi amanat kebersamaan dan menjauhi pengkhianatan.



 b. Jenis-Jenis Al-Musyarakah

     Al-Musyarakah ada dua jenis (Antonio, 2004: 91-92):

     1) Musyarakah Pemilikan

     Musyarakah p em ilikan tercip ta karena w arisan, w asiat, atau kond isi

lainnya yang m engakibatkan p em ilikan satu aset oleh d u a orang atau

lebih. Dalam musyarakah ini, kep em ilikan d u a orang atau lebih berbagi

d alam sebu ah aset nyata d an berbagi p u la d ari keu ntu ngan yang

dihasilkan aset tersebut.

     2) Musyarakah Akad (Kontrak)
     Musyarakah akad tercip ta d engan cara kesep akatan d i m ana d u a

orang atau lebih setu ju bahw a tiap orang d ari m ereka m em berikan m od al

musyarakah. Merekapun sepakat berbagi keuntungan dan kerugian.



 c. Manfaat Al-Musyarakah

       Ad ap u n m anfaat d ari p em biayaan al m u syarakah antara lain

   (Antonio, 2004: 93-94):

     1) Bank akan m enikm ati p eningkatan d alam ju m lah tertenu p ad a

        saat keuntungan nasabah meningkat.

     2) Bank tid ak berkew ajiban m em bayar d alam ju m lah tertentu

        kep ad a nasabah p end anaan secara tetap , tetap i d isesu aikan

        dengan pendapatan/hasil usaha bank.

     3) Pengem balian p okok p em biayaan d isesu aikan d engan cash

        flow/ aru s kas u saha nasabah, sehingga tid ak m em beratkan

        nasabah.

     4) Bank akan lebih selektif d an hati-hati (prudent) m encari u saha

        yang benar-benar halal, am an, d an m engu ntu ngkan. H al ini

        karena keu ntu ngan yang riil d an banar-benar terjad i itu lah yang

        akan dibagikan.

     5) Prinsip bagi hasil berbed a d engan p rinsip bu nga tetap d im ana

        bank akan m enagih p enerim a p em biayaan (nasabah) satu ju m lah

        bu nga tetap berap ap u n keu ntu ngan yang d ihasilkan nasabah,
     bahkan sekalipun merugi dan terjadi krisis ekonomi.



d. Fatwa Tentang Pembiayaan Al-Musyarakah

  Ada beberapa ketentuan tentang pembiayaan musyarakah :

          Pertam a, p ernyataan ijab d an qabul haru s d inyatakan oleh

  p ara   p ihak   u ntu k   m enu nju kkan   kehend ak    m ereka      d alam

  mengadakan kontrak (akad), dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  1) Penaw aran d an p enerim aan haru s secara eksp lisit m enu nju kkan

     tujuan kontrak (akad).

  2) Penerimaan dari penawaran dilakukan pada saat kontrak.

  3) Akad d itu angkan secara tertu lis, m elalu i koresp ond ensi, atau

     dengan menggunakan cara-cara komunikasi modern.

          Ked u a, p ihak-p ihak yang berkontrak haru s cakap hu ku m ,

  dan memperhatikan hal-hal berikut:

  1) Kom p eten    d alam    m em berikan     atau   d iberikan     keku asaan

     perwakilan.

  2) Setiap m itra haru s m enyed iakan d ana d an p ekerjaan, d an setiap

     mitra melaksanakan kerja sebagai wakil.

  3) Setiap mitra mem iliki hak u ntu k m engatu r aset musyarakah dalam

     proses bisnis normal.

  4) Setiap m itra m em beri w ew enang kep ad a m itra yang lain u ntu k

     m engelola aset d an m asing-m asing d ianggap               telah d iberi
   w ew enang      u ntu k    m elaku kan    aktifitas     musyarakah    d engan

   m em p erhatikan      kep entingan       m itranya,      tanp a   m elaku kan

   kelalaian dan kesalahan yang disengaja.

5) Seorang     m itra    tid ak    d iizinkan    u ntu k    m encairkan     atau

   menginvestasikan dana untuk kepentingannya sendiri.

       Ketiga, obyek akad (modal, kerja, keuntungan dan kerugian)

1) Mod al yang d iberikan haru s u ang tu nai, em as, p erak atau yang

   nilainya sam a. Mod al d ap at terd iri d ari aset p erd agangan, sep erti

   barang-barang, p rop erty, d an sebagainya. Jika m od al berbentu k

   aset, haru s terlebih d ahu lu d inilai d engan tu nai d an d isep akati

   oleh    p ara    m itra.    Para   p ihak     tid ak     boleh    m em injam ,

   m em injam kan, m enyu m bangkan atau m enghad iahkan m od al

   musyarakah kep ad a p ihak lain, kecu ali atas d asar kesep akatan.

   Pad a p rinsip nya, d alam p em biayaan musyarakah tid ak ad a

   jam inan, nam u n u ntu k m enghind ari terjad inya p enyim p angan,

   LKS dapat meminta jaminan.

2) Kerja, p artisip asi p ara m itra d alam p ekerjaan m eru p akan d asar

   pelaksanaan musyarakah, akan tetap i kesam aan p orsi kerja

   bu kanlah m eru p akan syarat. Seorang m itra boleh m elaksanakan

   kerja lebih banyak d ari yang lainnya, d an d alam hal ini ia boleh

   m enu ntu t bagian keu ntu ngan tam bahan bagi d irinya. Setiap

   m itra m elaksanakan kerja d alam musyarakah atas nam a p ribad i
   d an w akil d ari m itranya. Ked u d u kan m asing-m asing d alam

   organisasi kerja harus dijelaskan dalam kontrak.

3) Keu ntu ngan     haru s    d iku antifikasi   d engan       jelas   u ntu k

   m enghind arkan p erbed aan d an sengketa p ad a w aktu alokasi

   keu ntu ngan atau p enghentian musyarakah. Setiap keu ntu ngan

   m itra haru s d ibagikan secara p rop orsional atas d asar selu ru h

   keu ntu ngan d an tid ak ad a ju m lah yang d itentu kan d i aw al yang

   d itetap kan bagi seorang m itra. Seorang m itra boleh m engu su lkan

   bahw a jika keu ntu ngan m elebihi ju m lah tertentu , kelebihan atau

   p rosentase    itu   d iberikan     kep ad anya.   Sistem     p em bagian

   keuntungan harus tertuang dengan jelas dalam akad.

4) Keru gian haru s d ibagi d i antara p ara m itra secara p rop orsional

   menurut saham masing-masing dalam modal.

       Keempat, biaya operasional dan persengketaan:

1) Biaya operasional dibebankan pada modal bersama.

2) Jika salah satu p ihak tid ak m enu naikan kew ajibannya atau jika

   terjad i p erselisihan d i antara p ara p ihak, m aka p enyelesaiannya

   d ilaku kan m elalu i Bad an Arbitrasi Syari ah setelah tid ak tercap ai

   kesep akatan                      m elalu i                 m u syaw arah

   (http://www.mui.or.id/mui_in/product_2/fatwa.php).
  e. Skema Al-Musyarakah

                                  Gambar 2.1



              Nasabah Parsial:                              Bank Syariah
               Asset Value                               Parsial Pembiayaan


                                      Proyek usaha



                                  KEUNTUNGAN



                            Bagi hasil keuntungan sesuai
                           porsi kontribusi modal (nisbah)


 Sumber : Antonio, 2001: 94



4. Al Mudharabah

  a. Pengertian Al Mudharabah

        Mudharabah berasal d ari kata dharb, berarti m em u ku l atau berjalan.

 Pengertian m em u ku l atau berjalan ini lebih tep atnya ad alah p roses

 seseorang m em u ku kan kakinya d alam m enjalankan u saha (Antonio, 2001:

 95).
      Istilah    mudharabah   m eru p akan istilah yang p aling banyak oleh

bank-bank Islam . Prinsip       ini ju ga d ikenal sebagai      qiradh    atau

 muqaradah .

      Mudharabah ad alah p erjanjian atas satu p erkongsian, d im ana p ihak

pertama (shahibul maal) m enyed iakan d ana d an p ihak ked u a (mudharib)

bertanggung jawab atas pengelolaan usaha (Wiroso, 2005:33).

      Mudharabah ad alah su atu kontrak kem itraan (partnership) yang

berland askan p ad a p rinsip p em bagian hasil d engan cara seseorang

m em berikan m od alnya kep ad a yang lain u ntu k m elaku kan bisnis d an

ked u a belah p ihak m em bagi keu ntu ngan atau m em iku l beban keru gian

berdasarkan isi perjanjian bersama (Rahman,1996: 380).

      Secara teknis, al-mudharabah ad alah akad kerja sam a u saha antara

d u a p ihak d im ana p ihak p ertam a (shahibul maal) m enyed iakan selu ru h

(100%)modal, sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola.

Landasan Syariah

      Secara u m u m , land asan syariah al-mudharabah lebih m encerm inkan

anjuran untuk melakukan usaha.


     .........


artinya:
 Ap abila telah d itu naikan shalat m aka bertebaranlah kam u d i m u ka bu m i
d an carilah karu nia Allah sw t . ( QS Al-Ju m u ah: 10 )
artinya:
  Tid ak ad a d osa (halangan) bagi kam u u ntu k m encari karu nia Tu han
( QS Al-Baqarah: 198 )
       Ked u a ayat tersebu t sam a-sam a m end orong kau m m u slim in u ntu k

melakukan upaya perjalanan usaha.

HR Ibnu Majah no. 2280




artinya:
      Dari Shalih bin Shu haib r.a. bahw a Rasu lu lah SAW bersabd a, tiga
hal yang d id alam nya terd ap at keberkatan: ju al beli secara tanggu h,
muqaradhah (mudharabah), d an m encam p u r gand u m d engan tep u ng u ntu k
kep erlu an ru m ah, bu kan u ntu k d iju al. ( H R Ibnu Majah no. 2280)


 b. Jenis-Jenis Al-Mudharabah

   1) Mudharabah Muthlaqah

             M udharabah muthlaqah ad alah       bentu k   kerjasam a   antara

        shahibul maal dan mudharib yang cakupannya sangat luas dan tidak

        dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha, waktu dan daerah bisnis.

   2) Mudharabah Muqayyadah

             M udharabah muqayyadah atau d isebu t ju ga d engan istilah

        restricted mudharabah/ specified mudharabah ad alah kebalikan d ari

        mudharabah muthlaqah. Si mudharib d ibatasi d engan batasan jenis
       u saha, w aktu d an tem p at u saha. Ad anya p em batasan ini

       seringkali m encerm inkan kecend eru ngan u m u m si shahibul maal

       dalam memasuki jenis dunia usaha (Antonio, 2004: 97).



c.     Manfaat Al-Mudharabah

     1) bank   akan     m enikm ati p eningkatan     bagi hasil p ad a   saat

        keuntungan usaha nasabah meningkat.

     2) bank tid ak berkew ajiban m em bayar bagi hasil kep ad a nasabah

        p end anaan     secara   tetap ,   tetap i    d isesu aikan   d engan

        pendapatan/hasil usaha bank.

     3) p engem balian p okok p em biayaan d isesu aikan d engan cash

        flow/ aru s kas u saha nasabah sehingga tid ak m em beratkan

        nasabah.

     4) bank akan lebih selektif d an hati-hati (prudent) m encari u saha

        yang benar-benar halal, am an, d an m engu ntu ngkan. H al ini

        karena keu ntu ngan yang riil d an banar-benar terjad i itu lah yang

        akan dibagikan.

     5) p rinsip bagi hasil berbed a d engan p rinsip bu nga tetap d im ana

        bank akan m enagih p enerim a p em biayaan (nasabah) satu ju m lah

        bu nga tetap berap ap u n keu ntu ngan yang d ihasilkan nasabah,

        bahkan sekalip u n m eru gi d an terjad i krisis ekonom i (Antonio,

        2004: 97-98).
d. Rukun dan Syarat Pembiayaan Al-Mudharabah:

 1) Penyed ia d ana (sahibul maal) d an p engelola (mudharib) haru s

    cakap hukum.

 2) Pernyataan ijab dan qabul harus dinyatakan oleh para pihak untuk

    m enu nju kkan kehend ak m ereka d alam m engad akan kontrak

    (akad ), d engan m em p erhatikan p enaw aran d an p enerim aan

    haru s secara eksp lisit m enu nju kkan tu ju an kontrak (akad ).

    Penerim aan d ari p enaw aran d ilaku kan p ad a saat kontrak. Akad

    d itu angkan secara tertu lis, m elalu i koresp ond ensi, atau d engan

    m enggunakan cara-cara komunikasi modern.

 3) Mod al ialah seju m lah u ang d an/ atau aset yang d iberikan oleh

    p enyed ia d ana kep ad a mudharib u ntu k tu ju an u saha d engan

    syarat : m od al haru s d iketahu i ju m lah d an jenisnya, m od al d ap at

    berbentu k u ang atau barang yang d inilai. Jika m od al d iberikan

    d alam bentu k aset, m aka aset tersebu t haru s d inilai p ad a w aktu

    akad . Mod al     tid ak   d ap at   berbentu k   p iu tang   d an   haru s

    d ibayarkan kep ad a mudharib, baik secara bertahap m au p u n tid ak,

    sesuai dengan kesepakatan dalam akad.

 4) Keuntungan mudharabah ad alah ju m lah yang d id ap at sebagai

    kelebihan d ari m od al. Syarat keu ntu ngan haru s d ip eru ntu kkan

    bagi ked u a p ihak d an tid ak boleh d isyaratkan hanya u ntu k satu
    p ihak. Bagian keu ntu ngan p rop orsional bagi setiap p ihak haru s

    d iketahu i d an d inyatakan p ad a w aktu kontrak d isep akati d an

    haru s d alam bentu k p rosentasi (nisbah) d ari keu ntu ngan sesu ai

    kesep akatan. Peru bahan nisbah haru s berd asarkan kesep akatan.

    Penyed ia   d ana   m enanggu ng    sem u a   keru gian   akibat d ari

    mudharabah, d an p engelola tid ak boleh m enanggu ng kerugian

    ap ap u n kecu ali d iakibatkan d ari kesalahan d isengaja, kelalaian,

    atau pelanggaran kesepakatan.

 5) Kegiatan u saha oleh p engelola (mudharib), sebagai p erim bangan

    (muqabil) m od al yang d ised iakan oleh p enyed ia d ana. Kegiatan

    u saha ad alah hak eksklu sif mudharib, tanp a cam p u r tangan

    p enyed ia d ana, tetap i ia m em p u nyai hak u ntu k m elaku kan

    p engaw asan. Penyed ia d ana tid ak boleh m em p ersem p it tind akan

    p engelola sed em ikian ru p a yang d ap at m enghalangi tercap ainya

    tujuan mudharabah, yaitu keu ntu ngan. Pengelola tid ak boleh

    m enyalahi hu ku m Syari ah Islam d alam tind akannya yang

    berhubungan dengan mudharabah, dan harus mematuhi kebiasaan

    yang berlaku dalam aktifitas itu.

    (http://www.mui.or.id/mui_in/product_2/fatwa.php).



e. Beberapa Ketentuan Hukum Pembiayaan Al-Mudharabah:

 1) Mudharabah boleh dibatasi pada periode tertentu.
 2) Kontrak tid ak boleh d ikaitkan (mu allaq) d engan sebu ah kejad ian

    di masa depan yang belum tentu terjadi.

 3) Pad a d asarnya, d alam mudharabah tid ak ad a ganti ru gi, karena

    p ad a d asarnya akad ini bersifat am anah (yad al-amanah), kecu ali

    akibat d ari kesalahan d isengaja, kelalaian, atau p elanggaran

    kesepakatan.

 4) Jika salah satu p ihak tid ak m enu naikan kew ajibannya atau jika

    terjad i   p erselisihan   di   antara   ked u a   belah   pihak,   m aka

    p enyelesaiannya d ilaku kan m elalu i Bad an Arbitrasi Syari ah

    setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.



f. Skema Mudharabah

                               Gambar 2.2
 Sumber : Antonio, 2001: 98




5. Al Murabahah

  a. Pengertian Al-Murabahah

      Murabahah ad alah akad ju al beli barang d engan m enyatakan harga

 p erolehan d an keu ntu ngan (margin) yang d isep akati oleh p enju al d an

 pembeli (Karim, 2006: 113).

      Murabahah adalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan

 keu ntu ngan yang d isep akati. Penju al haru s m em beri tahu harga p rod u k

 yang ia beli d an m enentu kan su atu tingkat keu ntu ngan sebagai tam bahan

 (Antonio, 2001: 101).
     Murabahah ad alah su atu p erjanjian yang d isep akati antara bank

syariah d engan nasabah, d im ana bank m enyed iakan p em biayaan u ntu k

p em belian bahan baku atau m od al kerja lainnya yang d ibu tu hkan

nasabah, yang akan d ibayar kem bali oleh nasabah sebesar harga ju al bank

(harga beli bank + m argin keu ntu ngan) p ad a w aktu yang d itetap kan

(H:\ Murabahah\ Pengertian\ Murabahah.php.htm).

     Murabahah adalah perjanjian ju al-beli antara bank d engan nasabah.

Bank syariah m em beli barang yang d ip erlu kan nasabah kem u d ian

m enju alnya kep ad a nasabah yang bersangku tan sebesar harga p erolehan

d itam bah d engan m argin keu ntu ngan yang d isep akati antara bank

syariah dan nasaba (H:\ Murabahah\ Pengertian\ Murabahah.htm).

     Dalam hal ini bai al-murabahah, p enju al haru s m em beri tahu harga

p rod u k yang ia beli d an m enentu kan su atu tingkat keu ntu ngan sebagai

tam bahan. Misalnya, p ed agang eceran m em beli kom p u ter d ari grosir

d engan harga Rp . 10.000.000, kem u d ian ia m enam bahkan keu ntu ngan

sebesar Rp. 750.000, d an ia m enju al kep ad a si p em beli d engan harga Rp .

10.750.000. Pad a u m u m nya p ed agang eceran tid ak akan m em esan d ari

grosir sebelu m ad a p esanan d ari calon p em beli d an m ereka su d ah

m enyep akati tentang lam a p em biayaan, besar keu ntu ngan yang akan

d iam bil p ed agang eceran, serta besarnya angsu ran kalau m em ang akan

dibayar secara angsuran (Antonio, 2004: 101-102).
 b. Syarat Al-Murabahah

     Adapun syarat mudharabah antara lain:

   1) Penjual memberi tahu biaya modal kepada nasabah.

   2) Kontrak pertama harus sah sesuai degan rukun yang ditetapkan.

   3) Kontrak harus bebas dari riba.

   4) Penju al haru s m enjelaskan kep ad a p em beli bila terjad i cacat atas

      barang sesudah pembelian.

   5) Penju al haru s m enyam p aikan sem u a hal yang berkaitan d engan

      pembelian, misalnya bila pembelian dilakukan secara utang.

     Secara p rinsip , jika syarat d alam (a), (d ), atau (e) tid ak d ip enu hi,

pembeli memiliki pilihan:

   6) Melanjutkan pembelian seperi apa adanya.

   7) Kem bali kep ad a p enju al d an m enyatakan ketid aksetu ju an atas

      barang yang dijual.

   8) Membatalkan kontrak (Antonio, 2001: 102).



 c. Manfaat Al-Murabahah

       Sesu ai d engan sifat bisnis (tijarah), transaksi murabahah m em iliki

 beberap a m anfaat, d em ikian ju ga resiko yang haru s d iantisip asi.

 Murabahah m em beri banyak m anfaat kep ad a bank syariah. Salah

 satu nya ad alah ad anya keu ntu ngan yang m u ncu l d ari selisih harga beli

 d ari p enju al d engan harga ju al terhad ap nasabah. Selain itu sistem
murabahah    ju ga   sangat   sed erhana.   H al    tersebu t   m em u d ahkan

penanganan administrasinya di bank syariah.

     Di antara km u ngkinan risiko yang haru s d iantisip asi antara lain

sebagai berikut :

 1) Default atau kelalaian, nasabah sengaja tidak membayar angsuran.

 2) Fluktuasi harga kom p aratif. Ini terjad i bila harga su atu barang d i

     p asar naik setelah bank m em belikannya u ntu k nasabah. Sehingga

     bank tidak bisa mengubah harga jual beli tersebut.

 3) Penolakan nasabah, barang yang d ikirim bisa saja d itolak oleh

     nasabah karena berbagai sebab. Bisa jad i karena ru sak d alam

     p erjalanan sehingga nasabah tid ak m au m enerim anya. Karena itu

     sebaiknya dilindungi dengan asuransi.

 4) Dijual, karena murabahah bersifat ju al beli d engan u tang m aka

     ketika kontrak d itand atangani, barang itu m enjad i m ilik nasabah.

     N asabah bebas m elaku kan ap ap u n terhad ap aset m iliknya tersebu t

     term asu k u ntu k m enju alnya. Jika terjad i d em ikian, risiko u ntu k

     default akan besar (Antonio, 2001: 106-107).



d. Ketentuan Al-Murabahah Kepada Nasabah

 1) N asabah m engaju kan p erm ohonan d an p erjanjian p em belian su atu

     barang atau aset kepada bank.

 2) Jika bank m enerim a p erm ohonan tersebu t, ia haru s m em beli
   terlebih dahulu aset yang dipesannya secara sah dengan pedagang.

3) Bank kem u d ian m enaw arkan aset tersebu t kep ad a nasabah d an

   nasabah haru s m enerim a (m em beli)-nya sesu ai d engan p erjanjian

   yang telah d isep akatinya, karena secara hu ku m p erjanjian tersebu t

   m engikat; kem u d ian ked u a belah p ihak haru s m em bu at kontrak

   jual beli.

4) Dalam ju al beli ini bank d ibolehkan m em inta nasabah u ntu k

   m em bayar u ang m u ka saat m enand atangani kesep akatan aw al

   pemesanan.

5) Jika nasabah kem u d ian m enolak m em beli barang tersebu t, biaya

   riil bank harus dibayar dari uang muka tersebut.

6) Jika nilai u ang m u ka ku rang d ari ku rang d ari keru gian yang haru s

   d itanggu ng   oleh   bank, bank      d ap at m em inta   kem bali sisa

   kerugiannya kepada nasabah.

7) Jika uang muka memakai kontrak urbun sebagai altrnatif dari uang

   m u ka, m aka: Jika nasabah m em u tu skan u ntu k m em beli barang

   tersebu t, ia tinggal m em bayar sisa harga. Jika nasabah batal

   m em beli, u ang m u ka m enjad i m ilik bank m aksim al sebesar

   keru gian yang d itanggu ng oleh bank akibat p em batalan tersebu t;

   d an jika u ang m u ka tid ak m encu ku p i, nasabah w ajib m elu nasi

   keku rangannya (H :\ Murabahah\ Aku & Im ajinasiku Mudharabah,

   Murabahah, Musyarakah.mht).
   e. Skema Al-Murabahah

                                      Gambar 2.3




 Sumber : Antonio, 2001: 107

6. Profitabilitas

     a. Pengertian Profitabilitas

       Profitabilitas ad alah kem am p u an p eru sahaan u ntu k m end apatkan

 laba d ari setiap p enju alan yang d ilaku kan (Um ar, 2001: 114). Profitabilitas

 ad alah kem am p u an su atu p eru sahaan u ntu k m enghasilkan laba. Laba

 m eru p kan kelebihan p enghasilan d iatas biaya selam a satu p eriod e

 aku ntansi atau ju m lah yang berasal d ari p engu rangan harga p okok

 p rod u ksi, biaya lain-lain d an keru gian d ari p enghasilan op erasi (H arahap ,

 1996: 60).
     Profitabilitas d ap at d iartikan kem am p u an su atu p eru sahaan u ntu k

m em p eroleh laba yang berhu bu ngan d engan p enju alan, total aktiva,

maupun hutang jangka panjang (Syamsudin, 2000: 55).

     Jad i d ap at d ikatakan bahw a p rofitabilitas ad alah kem am p u an su atu

p eru sahaan u ntu k m enghasilkan laba berd asarkan besarnya p enju alan,

total aktiva, modal jangka panjang.



   b. Profitabilitas Menurut Pandangan Islam

     Profitabilitas atau laba m u ncu l d ari p roses p erp u taran m od al d alam

aksi-aksi u saha. Dalam bahasa Arab, laba berarti p ertu m bu han d alam

dagang. Sebagaimana firman Allah, dalam surat al-Baqarah ayat 16:




Artinya :
   Mereka itu lah orang yang m em beli kesesatan d engan p etu nju k, m aka
tid aklah beru ntu ng p erniagaannya d an tid aklah m ereka m end ap at
p etu nju k (QS Al-Baqarah:16).


   c. Ukuran Profitabilitas

     Rasio p rofitabilitas ad alah kem am p u an p eru sahaan m em p eroleh

laba d alam hu bu ngannya d engan p enju alan, total aktiva m au p u n m od al
bagi investor jangka p anjang akan sangat berkep entingan d engan analisis

profitabilitas (Munawir, 2000: 89).

      Disebu tkan ju ga, rasio p rofitabilitas ad alah m eru p akan hasil d ari

kebijaksanaan yang d iam bil oleh m anajem en, yang m engu ku r seberap a

besar tingkat keu ntu ngan yang d ap at d ip eroleh oleh p eru sahaan

(Sutrisno, 2000: 253)

      Dap at   d isim p u lakan    bahw a     rasio   p rofitabilitas   m eru p akan

kem am p u an p eru sahaan d alam m enghasilkan laba, yang berhu bu ngan

dengan penjualan, total aktiva maupun modal.

      Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan

laba, antara lain (Sudjaja, 2003: 144):



a) Profit Margin

           Profit   margin     m eru p akan   kem am p u an   p eru sahaan     u ntuk

       m enghasilkan        keu ntu ngan    d engan   p enju alan   yang     d icap ai.

       Sem akin     besar    profit margin sem akin       baik kond isi op erasi

       perusahaan. Rumus yang dapat digunakan antara lain:

       Gross Profit M argin yaitu m eru p akan p rosentase d ari laba kotor

       dibanding dengan penjualan. Rumus yang digunakan:

                                       Gross profit
               Gross Profit Margin =                x 100
                                          sales
        Operating Profit M argin yaitu m eru p akan laba m u rni yang d iterim a

        atas setiap ru p iah d ari p enju alan yang d ilaku kan atau laba op erasi

        dibagi dengan penjualan. Rumus yang digunakan:

                                           operating profit
               Operating Profit Margin =                    x 100%
                                                sales

        N et Profit M argin yaitu m eru p akan rasio antara laba bersih

        dibandingkan dengan penjualan. Rumus yang digunakan:

                                     Earning after tax
               Net Profit Margin =                     x 100%
                                          sales

b) Return On Equity (ROE), sering d isebu t d engan rentabilitas m od al

   sendiri. Rasio ini m eru p akan p erband ingan antara laba bersih setelah

   pajak dengan modal sendiri. Rumus yang digunakan:

                              earning after tax
          Return On Equity = stock holder equity x 100%


       H asil rasio ini d ijad ikan gam baran besarnya kem balian atas m od al

yang    d itanam kan    atau    kem am p u an   d ari   m od al   send iri   u ntu k

m enghasilkan keu ntu ngan bagi p em egang saham p referent d an saham

biasa. Selain itu ju ga d ijad ikan d asar bagi kred itu r d alam m em berikan

p injam an terhad ap p eru sahaan d an sebagai bahan p ertim bangan bagi

p ihak investor d alam m enanam kan m od alnya,. Sem akin besar nilai ROE

su atu p eru sahaan sem akin baik, karena p eru sahaan cu ku p m od al u ntu k

menjalankan aktivitasnya.
   d. Jenis-Jenis Laba Menurut Islam

     1) Ar-Ribh At-Tijari (Laba Dagang)

       Pertam bahan    p ad a   harta   yang   telah   d ikhu su skan   u ntu k

       p erd agangan sebagai hasil d ari p roses barter d an p erjalanan

       bisnis. Laba ini d ap at d ikatakan laba hakiki, karena laba ini

       muncul karena adanya proses jual beli.

     2) Al-Ghallah (Laba Yang Tim bu l Dengan            Send irinya/    Laba

        Insidentil Atau Laba Minor)

       Pertam bahan yang terd ap at p ad a barang d agangan sebelu m

       p enju alan, sep erti w ool atau su su d ari hew an yang akan d iju al,

       atau juga buah kurma yang dibeli untuk dagangan.

     3) Al-Faidah (Laba yang Berasal dari Modal Pokok)

       Pertam bahan p ad a barang m ilik (asal m od al p okok) yang d itand ai

       d engan p erbed aan antara harga, w aktu p em belian d an harga

       p enju alan, yaitu sesu atu yang baru d an berkem bang d ari barang-

       barang m ilik, sep erti su su yang telah d iolah yam g berasal d ari

       hewan ternak.



C. Hipotesis.

      Berd asarkan telaah literatu r d an tinjau an hasil p enelitian m aka

peneliti mengemukakan hipotesis penelitian sebagai berikut:

   1. Realisasi p em biayaan (mudharabah, musyarakah d an murabahah)
   m em iliki hu bu ngan d engan p rofitabilitas d i bank u m u m syariah

   pada periode 2003-2007.

2. Terdapat hubungan positif antara pembiayaan yang dilakukan oleh

   bank    umum      syariah   p ad a   p eriod e   2003-2007   terhad ap

   profitabilitas.
                                   BAB III

                          METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian

      Penelitian ini d ilaku kan d i p ad a p erbankan u m u m syariah yang

m em iliki p em biayaan M udharabah, M usyarakah dan M urababah. Dalam hal

ini p eneliti m engam bil institu si p erbankan yang sesu ai d engan kriteria

d an tu ju an p enelitian yaitu p ad a Bank Syariah Mand iri, Bank Mu amalat

Indonesia dan BNI Syariah periode pelaporan 2003-2007.



B. Pendekatan Penelitian

      Pend ekatan    yang    d ilaku kan   ad alah   p end ekatan   ku antitatif.

Pend ekatan ku antitatif m eru p akan p end ekatan yang m enitikberatkan

p ad a p engu jian hip otesis d engan d ata yang teru ku r sehingga akan

d id ap atkan p aram eter d ari p engaru h p eru bahan su atu variabel terhad ap

variabel yang lain, yang kem u d ian akan d id ap atkan kesim p u lan. Dalam

hal ini, p end ekatan ku antitatif d ilaku kan d engan m enganalisis lap oran

keu angan p ad a p em biayaan mudharabah, musyarakah d an murabahah yang

d ihu bu ngkan d engan tingkat p rofitabilitas p erbankan syariah d alam hal

ini d iu ku r m enggu nakan Gross Profit M argin (GPM), Operating Profit

Margin (OPM), Net Profit Margin (NPM), dan Return on Equity (ROE).




                                     44
C. Data dan Sumber Data

     Jenis data yang diambil yang meliputi dua jenis data:

     1. Data p rim er, m eru pakan d ata yang d iku m p u lkan, d iolah d an

        d isajikan oleh p eneliti d ari su m ber p ertam a. Dalam hal ini, d ata

        d ip eroleh   d ari inform asi lap oran    keu angan    Bank Syariah

        Mand iri, Bank Mu am alat Ind onesia d an BN I Syariah p eriod e

        2003-2007.

     2. Data seku nd er, ad alah d ata p rim er yang telah d iolah lebih lanju t

        dengan baik oleh pihak pengumpul data maupun oleh pihak lain.

        Su m ber d ata seku nd er d alam p enelitian ini yaitu p u blikasi

        inform asi yang beru p a p rofil, p rod u k d an p erkem bangan Bank

        Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia dan BNI Syariah.



D . Teknik Pengumpulan Data

     Untu k m em p eroleh d ata yang d ibu tu hkan d ap at m enggu nakan

beberapa metode

     Metod e d oku m entasi, yaitu m encari d ata m engenai hal-hal atau

variabel yang beru p a catatan, transkip , bu ku , su rat kabar, m ajalah,

p rasasti, notu len, notu len rap at, agend a d an sebagainya. Doku m entasi

m eru p akan teknik p engu m p u lan d ata yang d itu ju kan kep ad a su byek

penelitian (Sukandarrumidi, 2006: 100).
   Metod e p enelitian ini d id u ku ng d engan p engu m p u lan d ata d ari

lap oran keu angan Bank Syariah Mand iri, Bank Mu am alat Ind onesia d an

BNI Syariah yang di publish pada periode 2003-2007.



E. Definisi Operasional Variabel

     Agar tid ak terjad i salah p engertian d an salah p ersep si d alam

m enganalisis ju d u l, beriku t akan d ijelaskan d efinisi op erasional d ari

masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini.

1. Pembiayaan mudharabah

   Meru p akan tingkat u ang yang d isalu rkan kep ad a nasabah d id asarkan

   pada mudharabah. Data dinyatakan dalam satuan rupiah.

2. Pembiayaan musyarakah

   Meru p akan tingkat u ang yang d isalu rkan kep ad a nasabah d id asarkan

   pada mudharabah. Data dinyatakan dalam satuan rupiah.

3. Pembiayaan murabahah

   Meru p akan tingkat u ang yang d isalu rkan kep ad a nasabah d id asarkan

   pada murabahah. Data dinyatakan dalam satuan rupiah.

4. Tingkat Profitabilitas

   Meru p akan ju m lah keu ntu ngan yang d iterim a sebagai su atu p roses

   p eru bahan oleh p erbankan syariah selam a p eriod e tertentu . Dari total

   p end ap atan d iku rangi d engan total biaya atau keu ntu ngan bersih

   setelah pajak. Dinyatakan dalam satuan rupiah dan prosentase.
F. Model Analisis Data

1. Analisis Kuantitatif

        Analisis ku antitatif ad alah analisis nu m erik beru p a angka-angka

d alam bentu k tabu lasi d an p erhitu ngan. Dalam hal ini alat analisisnya

ad alah analisis korelasi. Analisis korelasi d igu nakan u ntu k m enentu kan

suatu besaran yang menyatakan bagaimana kuat hubungan suatu variabel

d engan variabel lain d engan tid ak m em p ersoalkan ap akah su atu variabel

tertentu tergantung kepada variabel lain.

       Analisis korelasi m eru p akan analisis keeratan hu bu ngan linier

antara variabel yang d iam ati tanp a m em p erhatikan variabel d ep end en

m au p u n ind ep end en. N ilai yang d ihasilkan antara 1 sam p ai d engan +1.

Jika nilai d ekat 1 berarti hu bu ngan linier antara variabel sangat tinggi d an

sebaliknya jika nilainya d ekat 0 m aka hu bu ngan linier antara variabel

rendah. Tand a + m enyatakan sifat hu bu ngan searah (+) d an tand a

menyatakan sifat hubungannya berbanding terbalik.

       Uji signifikansi d ari korelasi p op u lasinya m enggu nakan kriteria p-

value d ari sebaran t d i m ana p-value d i d alam SPSS d isebu t d engan sig.

(singkatan d ari significant). Kep u tu san ad a atau tid ak ad anya korelasi

antar variabel menggunakan kriteria sebagai berikut :

Jika sig. >   maka terima H0 artinya tidak ada korelasi antar variabel.

Jika sig.     maka tolak H0 artinya ada korelasi antar variabel.
         Pengu jian korelasi d igu nakan u ntu k m engetahu i arah hu bu ngan

antara variabel yang d ianalisis yaitu antara p em biayaan bank syariah

yang terd iri d ari p em biayaan mudharabah, musyarakah d an murabahah

d engan kinerja p erbankan syariah d itu nju kkan oleh nilai p rofitabilitasnya

yang d iu ku r d engan Gross Profit M argin (GPM), Operating Profit M argin

(OPM), N et Profit M argin (N PM), Return on A sset (ROA) d an Return on

Equity (ROE). Pengu ju an korelasi d iform u lasikan d engan ru m u s beriku t

(Umar, 2002: 180):

               N     XY        X        Y
r xy =
                           2                    2
          N   X2       X       N   Y2       Y

Keterangan :

r xy     = indeks korelasi pearson

n        = banyaknya sampel

X        = skor item pertanyaan

Y        = skor total item pertanyaan
                                  BAB IV

              HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



A.   PROFIL BANK SYARIAH

1. Bank Syariah Mandiri (BSM)

      Lahirnya Und ang-Und ang N o. 10 tahu n 1998, tentang Peru bahan

atas Und ang-Und ang N o. 7 tahu n 1992 tentang Perbankan, p ad a bu lan

N ovem ber 1998 telah m em beri p elu ang yang sangat baik bagi tu m bu hnya

bank-bank     syariah     di    Ind onesia.    Und ang-Und ang      tersebu t

m em u ngkinkan bank berop erasi sep enu hnya secara syariah atau d engan

m em bu ka cabang khu su s syariah. Pad a tanggal 25 Oktober 1999, Bank

Ind onesia m elalu i Su rat Kep u tu san Gu bernu r Bank Ind onesia N o.

1/ 24/ KEP. BI/ 1999 telah m em berikan ijin p eru bahan kegiatan u saha

konvensional m enjad i kegiatan u saha berd asarkan p rinsip syariah kep ad a

PT. Bank Su sila Bakti. Selanju tnya d engan Su rat Kep u tu san Dep u ti

Gu bernu r Senior Bank Ind onesia N o. 1/ 1/ KEP.DGS/ 1999 tanggal 25

Oktober 1999, Bank Ind onesia telah m enyetu ju i p eru bahaan nam a PT.

Bank Susila Bakti menjadi PT. Bank Syariah Mandiri.

      Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 N ovem ber 1999

m eru p akan hari p ertam a berop erasinya PT. Bank Syariah Mand iri.

Kelahiran Bank Syariah Mand iri m eru p akan bu ah u saha bersam a d ari

p ara p erintis bank syariah d i PT. Bank Su sila Bakti d an Manajem en PT.


                                     49
Bank Mand iri yang m em and ang p entingnya kehad iran bank syariah

dilingkungan PT. Bank Mandiri (Persero).

           PT.     Bank       Syariah      Mand iri       had ir      sebagai       bank       yang

m engkom binasikan id ealism e u saha d engan nilai-nilai rohani yang

m eland asi op erasinya. H arm oni antara id ealism e u saha d an nilai-nilai

rohani inilah yang m enjad i salah satu keu nggu lan PT. Bank Syariah

Mandiri sebagai alternatif jasa perbankan di Indonesia. Sedangkan produk

yang dimiliki oleh bank syariah mandiri adalah sebagai berikut :

a. Pembiayaan Resi Gudang

           Pem biayaan Resi Gu d ang ad alah p em biayaan transaksi kom ersial

d ari su atu kom od itas/ p rod u k yang d ip erd agangkan secara lu as d engan

jam inan u tam a beru p a kom od itas/ p rod u k yang d ibiayai d an berad a

d alam su atu gu d ang atau tem p at yang terkontrol secara ind ep end en

(independently controlled warehouse).

b. BSM Implan

           BSM Im p lan ad alah p em biayaan konsu m er d alam valu ta ru p iah

yang d iberikan oleh bank kep ad a karyaw an tetap Peru sahaan/ Kop kar

yang pengajuannya dilakukan secara massal (kelompok).

c. Pembiayaan Dana Berputar

           Pem biayaan Dana Berp u tar ad alah fasilitas p em biayaan m od al kerja d engan p rinsip

musyarakah yang p enarikan d ananya d ap at d ilaku kan sew aktu -w aktu berd asarkan kebu tu han riil

nasabah.
d. Pembiayaan Edukasi BSM

        Pem biayaan Ed u kasi BSM ad alah p em biayaan jangka p end ek d an

m enengah yang d igu nakan u ntu k m em enu hi kebu tu han u ang m asu k

sekolah/ p ergu ru an        tinggi/ lem baga         p end id ikan      lainnya      atau     u ang

pendidikan p ad a saat p end aftaran tahu n ajaran/ sem ester baru beriku tnya

dengan akad ijarah.

e. Gadai Emas BSM

        Gad ai Em as BSM m eru p akan p rod u k p em biayaan atas d asar jam inan beru p a em as

sebagai salah satu alternatif memperoleh uang tunai dengan cepat.

f. Pembiayaan Mudharabah BSM

        Pembiayaan Mudharabah BSM ad alah p em biayaan d im ana selu ru h m od al kerja yang

d ibu tu hkan nasabah d itanggu ng oleh bank. Keu ntu ngan yang d ip eroleh d ibagi sesu ai d engan

nisbah yang disepakati.

g. Pembiayaan Murabahah BSM

        Pembiayaan        Murabahah BSM ad alah pem biayaan berd asarkan akad ju al beli antara

bank d an nasabah. Bank m em beli barang yang d ibu tu hkan d an m enju alnya kep ad a nasabah

sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan margin yang disepakati.

h. Pembiayaan Musyarakah BSM

        Pem biayaan khu su s u ntu k m od al kerja, d im ana d ana d ari bank m eru p akan bagian d ari

modal usaha nasabah dan keuntungan dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati.

i. PKPA

        Pem biayaan kep ad a Kop erasi Karyaw an u ntu k Para Anggotanya

(PKPA) ad alah p enyalu ran p em biayaan m elalu i kop erasi karyaw an u ntu k
p em enu han kebu tu han konsu m er p ara anggotanya (kolektif) yang

mengajukan pembiayaan kepada koperasi karyawan.



2. Bank Muamalat Indonesia (BMI)

       PT. Bank Mu am alat Ind onesia Tbk d id irikan p ad a tahu n 1991,

d ip rakarsai oleh Majelis Ulam a Ind onesia (MUI) d an Pem erintah

Ind onesia, d an m em u lai kegiatan op erasinya p ad a bu lan Mei 1992.

Dengan d u ku ngan nyata d ari eksp onen Ikatan Cend ekiaw an Mu slim se-

Ind onesia (ICMI) d an beberap a p engu saha Mu slim , p end irian Bank

Mu am alat ju ga m enerim a d u ku ngan m asyarakat, terbu kti d ari kom itm en

p em belian   saham    Perseroan     senilai   Rp   84   m iliar   p ad a   saat

p enand atanganan akta p end irian Perseroan. Selanju tnya, p ad a acara

silatu rahm i p eringatan p end irian tersebu t d i Istana Bogor, d ip eroleh

tam bahan kom itm en d ari m asyarakat Jaw a Barat yang tu ru t m enanam

modal senilai Rp 106 miliar.

       Pad a tanggal 27 Oktober 1994, hanya d u a tahu n setelah d id irikan,

Bank Mu am alat berhasil m enyand ang p red ikat sebagai Bank Devisa.

Pengaku an ini sem akin m em perkokoh p osisi Perseroan sebagai bank

syariah p ertam a d an terkem u ka d i Ind onesia d engan beragam jasa

m au p u n p rod u k yang teru s d ikem bangkan. Ad ap u n p rod u k yang

dimiliki oleh bank muamalat antara lain :

a. Tabungan Haji Arofah
       Tabu ngan       H aji   Arafah    m eru p akan      jenis   tabu ngan    yang

d itu ju kan bagi nasabah yang berniat m elaksanakan ibad ah haji secara

terencana    sesu ai    d engan    kem am p u an    d an    jangka    w aktu    yang

dikehendaki oleh nasabah.

b. DPLK Muamalat

       Dana Pensiu n Lem baga Keu angan (DPLK) Mu am alat, m eru p akan

Badan Hukum yang m enyelanggarakan Program Pensiu n, yaitu su atu

p rogram yang m enjanjikan seju m lah u ang yang p em bayarannya secara

berkala dan dikaitkna dengan pencapaian usia tertentu.

c. Deposito Fulinves

       Meru p akan p ilihan investasi d alam m ata u ang ru p iah m au p u n

USD d engan jangka w aktu 6 d an 12 bu lan yang d itu ju kan bagi nasabah

yang ingin berinvestasi secara halal, m u rni sesu ai syariah. Dep osito ini

dilengkapi dengan fasilitas asuransi jiwa."

d. Giro Wadiah

       Giro Wad iah Bank Mu am alat d alam m ata u ang ru p iah m au p u n

valas, p ribad i atau p u n p eru sahaan, d itu ju kan u ntu k m end u ku ng aktivitas

u saha p ara nasabah. Dengan sistem wadiah Bank tid ak berkew ajiban,

namun diperbolehkan, untuk memberikan bonus kepada nasabah.

e. Kartu Shar-E
       Shar-E adalah investasi syariah yang dikemas khusus dalam bentuk

p aket p erd ana seharga Rp . 125.000.- d an d ap at d ip eroleh d i kantor-kantor

pos online di seluruh Indonesia.

f. Tabungan Umat

       Tabu ngan Um m at m eru p akan sara investasi m u rni sesu ai syariah

d alam m ata u ang Ru p iah yang m em u ngkinkan nasabah m elaku kan

penyetoran dan penarikan tunai dengan sangat mudah.

g. Tabungan Umat Junior

       Tabungan Umat Junior adalah tabungan khusus untuk pelajar.

h. Deposito Mudharabah

       Meru p akan p ilihan investasi d alam m ata u ang ru p iah m au p u n

USD d engan jangka w aktu 1, 3, 6 d an 12 bu lan yang d itu ju kan bagi

nasabah yang ingin berinvestasi secara halal, m u rni sesu ai syariah. Dana

p ara nasabah akan d iinvestasikan secara op tim al u ntu k m em biayai

berbagai macam usaha produktif yang berguna bagi kepentingan Ummat.

i. Pembiayaan Musyarakah

       Pembiayaan Musyarakah ad alah kerjasam a p erkongsian yang

dilaku kan antara nasabah d an Bank Mu am alat d alam su atu u saha d im ana

masing-m asing p ihak berd asarkan kesep akatan m em berikan kontribu si

sesu ai d engan kesep akatan bersam a berd asarkan p orsi d ana yang

d itanam kan. Jenis u saha yang d ap at d ibiayai antara lain p erd agangan,

industri/manufacturing, usaha atas dasar kontrak dan lain-lain.
j. Pembiayaan Mudharabah

       Pem biayaan d alam bentu k m od al/ d ana yang d iberikan oleh bank

u ntu k nasabah kelola d alam u saha yang telah d isep akati bersam a.

Selanju tnya d alam p em biayaan ini nasabah d an bank sep akat u ntu k

berbagi hasil atas pendapatan usaha tersebut. Resiko kerugian ditanggung

p enu h oleh p ihak bank kecu ali keru gian yang d iakibatkan oleh kesalahan

p engelolaan, kelalaian      d an   p enyim p angan    p ihak   nasabah    sep erti

penyelewengan, kecurangan dan penyalahgunaan. Jenis usaha yang dapat

d ibiayai antara lain p erd agangan, ind u stri/ manufacturing, u saha atas

dasar kontrak, dan lain-lain berupa modal kerja dan investasi.

k. Piutang Murabahah

       Fasilitas p enyalu ran d ana d engan sistem ju al beli. Bank akan

m em belikan barang-barang halal ap a saja yang nasabah bu tu hkan

kem u d ian m enju alnya kep ad a nasabah u ntu k d iangsu r sesu ai d engan

kem am p u an. Prod u k ini d ap at d igu nakan u ntu k m em enu hi kebu tu han

u saha (m od al kerja d an ivestasi : p engad aan barang m od al sep erti m esin,

p eralatan, d ll) m au p u n p ribad i (m isalnya p em belian kend araan berm otor,

rumah, dll).

l. Piutang Ist ishna

       Fasilitas p enyalu ran d ana u ntu k p engad aan objek /            barang

investasi yang diberikan berdasarkan pesanan nasabah.

m. Rahn (Gadai Syariah)
         Bekerja sam a d engan Peru m Pegad aian m em bentu k Unit Layanan

Gad ai     Syariah   (ULGS).   Rahn   (Gad ai   Syariah)   ad alah   p erjanjian

p enyerahan barang atau harta nasabah sebagai jam inan berd asarkan

hu ku m gad ai beru p a em as/ p erhiasan/ kend araan. N asabah hanya cu ku p

m engisi d an m enand atangani Su rat Bu kti Rahn, serta kem u d ian d ana

segarp u n d ap at segera d iterim a d engan ju m lah m aksim al 90% d ari nilai

taksir terhaap barang yang diserahkan.



3. BNI Syariah

         Selain adanya demand dari masyarakat terhadap perbankan syariah,

u ntu k m ew u ju d kan visinya (yang lam a) m enjad i universal banking , BN I

m em bu ka layanan p erbankan yang sesu ai d engan p rinsip syariah d engan

konsep d u al system banking, yakni m enyed iakan layanan p erbankan

u m u m d an syariah sekaligu s. H al ini sesu ai d engan UU N o. 10 Tahu n

1998 yang m em u ngkinkan bank-bank u m u m u ntu k m em bu ka layanan

syariah.

         Di aw ali d engan p em bentu kan Tim Bank Syariah d i Tahu n 1999,

Bank Ind onesia kem u d ian m engelu arkan ijin p rinsip d an u saha u ntu k

berop erasinya u nit u saha syariah BN I. Ad ap u n p rod u k yang d itaw arkan

oleh BNI syariah antara lain :

a. Deposito Mudharabah
       Deposito Mudharabah m eru p akan investasi nasabah baik secara

ind ivid u m au p u n p eru sahaan d alam bentu k d ep osito yang sesu ai d engan

p rinsip syariah yakni M udharabah M uthlaqah, yang m eru p akan p ilihan

tep at bagi nasabah yang ingin m enginvestasikan d ana selam a jangka

w aktu tertentu . Dana nasabah akan d iinvestasikan p ad a sektor riil yang

m engu ntu ngkan u ntu k m em aju kan ekonom i u m m at, sehingga selain

berinvestasi anda sekaligus juga beribadah.

       M udharabah M uthlaqah m eru pakan sim p anan d ana m asyarakat

(p em ilik d ana / shahibul maal) yang oleh BN I Syariah (mudharib) d ap at

d iop erasikan u ntu k m end ap atkan keu ntu ngan. H asil keu ntu ngan tersebu t

akan d ilaku kan bagi hasil antara p em ilik d ana d an p ihak bank sesu ai

dengan nisbah yang disepakati.

b. Garansi Bank

       Bagi and a yang m em bu tu hkan p enjam inan kep ad a rekanan bisnis

u ntu k kep erlu an tend er p royek, p elaksanaan p royek d an sebagainya,

m anfaatkan jasa yang d ised iakan oleh Bank BN I Syariah, Bank yang am an

dan terpercaya.

c. Giro

       Giro Wadiah m em fasilitasi sim p anan nasabah berbentu k giro

d engan p rinsip    W adiah Y ad Dhamanah, yang p enarikannya d ap at

d ilaku kan setiap saat d engan m enggu nakan m ed iu m cek atau bilyet giro

W adiah Y ad Dhamanah m eru p akan titip an d ana m u rni yang d engan seizin
dari p em ilik d ana d ap at d iop erasikan oleh bank u ntu k m end u ku ng sektor

riil d engan jam inan bahw a d ana d ap at d itarik sew aktu -w aktu oleh

pemilik dana (dengan menggunakan media cek atau bilyet giro).

d. Kiriman Uang

       Dengan teknologi on-line Bank BN I, and a akan m end apatkan

kem u d ahan p engirim an u ang seketika, baik antar sesam a kantor cabang

Bank BN I Syariah atau p u n d engan kantor cabang Bank BN I lain. Bagi

and a p em egang rekening tabu ngan Syariahp lu s, p engirim an u ang ju ga

bisa anda lakukan melalui fasilitas open transfer via ATM Bank BNI.

e. Mudharabah

       Mudharabah m eru p akan jenis p em biayaan atas d asar p rinsip bagi

hasil (M udharabah M uqayadah) sesu ai d engan kesep akatan, d im ana p ihak

Bank selaku p enyed ia m od al (sahibul maal) m enyed iakan d ana 100%.

Sed angkan p ihak nasabah, bertind ak selaku p engelola (mudharib), d engan

keu ntu ngan d ibagi m enu ru t kesep akatan d im u ka d an ap abila ru gi

d itanggu ng oleh sahibul maal. Pem biayaan ini d ap at d isalu rkan u ntu k

berbagai jenis u saha yakni p erd agangan, p erind u strian d an p ertanian

serta jasa.

f. Murabahah

       Pembiyaan Murabahah memakai prinsip jual beli barang pada harga

asal d engan tam bahan keu ntu ngan yang d isep akati, d engan p ihak bank

selaku p enju al d an nasabah selaku p em beli. Karakteristiknya ad alah
p enju al haru s m em beritahu harga p rod u k yang ia beli d an m enentu kan

su atu tingkat keu ntu ngan sebagai tam bahannya. Pem bayaran d ap at

d ilaku kan   secara   angsu ran   sesu ai   d engan   kesep akatan   bersam a.

Pem biayaan ini cocok u ntu k nasabah yang m em bu tu hkan tam bahan asset

namun kekurangan dana untuk melunasinya secara sekaligus.

g. Musyarakah

       Pem biayaan syariah d itu ju kan u ntu k m em enu hi kebu tu han u saha

And a sesu ai d engan p rinsip syariah, yakni bagi hasil, ju al beli d an sew a

beli yang terbebas dari penetapan bunga.

h. Gadai Emas Syariah

       Gad ai Em as Syariah - BN I Syariah atau d isebu t ju ga p em biayaan

Rahn m eru p akan p enyerahan jam inan / hak p engu asaan secara fisik atas

barang berharga beru p a em as (lantakan d an atau p erhiasan beserta

aksesorisnya) kep ad a bank sebagai jam inan atas p em biayaan (qardh) yang

diterima.

i. Ijarah

       Ijarah Bai Ut Takjiri ad alah p em biayaan berd asarkan p rinsip sew a

beli. Pem biayaan ini sesu ai u ntu k nasabah yang m enginginkan tam bahan

asset yang d ip eroleh m elalu i sew a yang p ad a akhirnya bertu ju an u ntu k

pengalihan kepemilikan asset tersebut kepada nasabah.



j. Inkaso
       Bagi and a yang m em bu tu hkan p enagihan w arkat-w arkat yang

berasal d ari kota lain secara cep at d an am an, p ercayakan jasa inkaso

kepada BNI Syariah.

k. Kartu Anggota

       Kartu Anggota Syariah (KTA) ini ad alah p rod u k kerja sam a antara

Bank BN I Syariah d engan berbagai asosiasi/ instansi. Desain d ari kartu

anggota d isesu aikan d engan d esain d ari asosiasi/ instansi. KTA tersebu t

ju ga berfu ngsi sebagai tabu ngan d engan fu ngsi yang sam a d engan

Tabungan Syariahplus.

l. Reksadana Syariah

       Reksa Dana Syariah ad alah w ad ah yang d ip ergu nakan u ntu k

m enghim p u n d ana d ari m asyarakat p em od al sebagai p em ilik harta (

shabib al-mal/rabb al-mal)    u ntu k   selanju tnya   d iinvestasikan   d alam

Portofolio Efek oleh Manajer Investasi sebagai w akil shahib al-mal m enu ru t

ketentuan dan prinsip Syariah islam.

m. Tabungan Syariah Plus

       Tabu ngan Syariah Plu s d engan p rinsip M udharabah M utlhlaqah

m enyim p an d ana nasabah d alam kem u rnian d engan keu ntu ngan bagi

hasil yang ad il. Did u ku ng p elayanan 24 jam d i ribu an ATM d i selu ru h

Indonesia yang makin memudahkan transaksi nasabah.



n. THI Mudharabah
       Menentram kan Perjalanan Ibad ah H aji nasabah. Insya Allah,

d engan m enabu ng secara berkala d i TH I Mudharabah, BN I Syariah d ap at

m ew u ju d kan niat nasabah u ntu k p ergi haji ke tanah su ci d engan lebih

tentram karena dana nasabah dikelola secara aman dan sesuai syariah.



B.   PERKEMBANGAN PEMBIAYAAN BANK SYARIAH

1.   Bank Syariah Mandiri (BSM)

                                       Grafik 4.1

              Perkembangan Pembiayaan Bank Syariah Mandiri

                                   Periode 2003-2007


                PERKEMBANGAN PEMBIAYAAN DI
                          BSM

                60
                50
                40
          %     30                                            Mudharabah
                20                                            Musyarakah
                10                                            Murabahah
                 0
                     2003   2004      2005   2006   2007


                                    tahun



Sumber : Olahan data, 2009

       Berd asarkan grafik 4.1 d ap at d iinform asikan bahw a secara u m u m

p em biayaan d i bank syariah m and iri m engalam i kenaikan. Data m u lai

tahu n 2003-2007 p em biayaan yang m engalam i kenaikan cu ku p p esat
terletak p ad a sektor p em biayaan murabahah, kem u d ian d iiku ti oleh

pembiayaan mudharabah dan selanjutnya pembiayaan musyarakah.

         Dengan d em ikian kontribu si terbesar p em biayaan d i bank syariah

m and iri d irealisasikan m elalu i sektor p em biayaan murabahah atau d alam

hal ini p em biayaan yang d id asarkan m enggu nakan p rinsip ju al beli.

Praktek p em biayaan yang m enggu nakan p rinsip ju al beli atau murabahah

d i bank syariah m and iri d i realisasikan Pembiayaan                      Murabahah BSM ad alah

p em biayaan berd asarkan akad ju al beli antara bank d an nasabah. Bank m em beli barang yang

d ibu tu hkan d an m enju alnya kep ad a nasabah sebesar harga p okok d itam bah d engan keu ntu ngan

margin yang disepakati.




2.    Bank Muamalat Indonesia (BMI)

                                            Grafik 4.2

            Perkembangan Pembiayaan Bank Muamalat Indonesia

                                      Periode 2003-2007
                    Pe rke mbangan Pe mbiayan Bank M uamalat
             35

             30

             25

             20
         %                                                              Mudharabah
             15                                                         Musyarakah

             10                                                         Murabahah


             5

             0
                  2003     2004      2005     2006      2007
                                    tahun




Sumber : Olahan data, 2009

       Dari grafik 4.2 d ap at d iinform asikaan bahw a secara u m u m

p em biayaan d i bank m u am alat m engalam i kenaikan. Data m u lai tahu n

2003-2007 p em biayaan yang m engalm i kenaikan cu ku p p esat terletak

p ad a sektor p em biayaan murabahah, kem u d ian d iiku ti oleh p em biayaan

mudharabah dan selanjutnya pembiayaan musyarakah.

       Kontribusi terbesar p em biayaan d i bank m u am alat d irealisasikan

m elalu i sektor p em biayaan murabahah atau d alam hal ini p em biayaan

yang d id asarkan m enggu nakan p rinsip ju al beli. Fasilitas p enyalu ran

d ana d engan sistem ju al beli. Bank akan m em belikan barang-barang halal

ap a saja yang nasabah bu tu hkan kem u d ian m enju alnya kep ad a nasabah

u ntu k d iangsu r sesu ai d engan kem am p u an. Prod u k ini d ap at d igu nakan

u ntu k m em enu hi kebu tu han u saha (m od al kerja d an ivestasi : p engad aan
barang m od al sep erti m esin, p eralatan, d ll) m au p u n p ribad i (m isalnya

pembelian kendaraan bermotor, rumah, dll).

3.   BNI Syariah

                                    Gambar 4.3

            Perkembangan Pembiayaan BNI Periode 2003-2007


                      Perkembangan Pembiayaan BNI Syariah

                      14
                      12
                      10
                       8
                    %                                              Mudharabah
                       6
                       4                                           Musyarakah
                       2                                           Murabahah
                       0
                           2003   2004   2005    2006   2007
                                         tahun




Sumber : Olahan data, 2009

       Dari grafik 4.3 d ap at d iinform asikaan bahw a secara u m u m

p em biayaan d i bank m u am alat m engalam i kenaikan. Data m u lai tahu n

2003-2007 p em biayaan yang m engalm i kenaikan cu ku p p esat terletak

p ad a sektor p em biayaan murabahah, kem u d ian d iiku ti oleh p em biayaan

mudharabah dan selanjutnya pembiayaan musyarakah.

       Kontribu si terbesar p em biayaan d i bank m u am alat d irealisasikan

m elalu i sektor p em biayaan murabahah atau d alam hal ini p em biayaan

yang d id asarkan m enggu nakan p rinsip ju al beli. Pembiyaan murabahah

m em akai p rinsip ju al beli barang p ad a harga asal d engan tam bahan
keu ntu ngan yang d isep akati, d engan p ihak bank selaku p enju al d an

nasabah   selaku   p em beli.   Karakteristiknya   ad alah   p enju al   haru s

m em beritahu harga p rod u k yang ia beli d an m enentu kan su atu tingkat

keu ntu ngan sebagai tam bahannya. Pem bayaran d ap at d ilaku kan secara

angsu ran sesu ai d engan kesep akatan bersam a. Pem biayaan ini cocok

u ntu k nasabah yang m em bu tu hkan tam bahan asset nam u n keku rangan

dana untuk melunasinya secara sekaligus.




C.   PERKEMBANGAN PROFITABILITAS BANK SYARIAH

1.   Bank Syariah Mandiri (BSM)

                                   Grafik 4.4
                Perkembangan Profitabilitas Bank Syariah Mandiri

                                   Periode 2003-2007


                     PERKEMBANGAN PROFITABILITAS
                               BSM

                    100
                                                                          GPM
                %




                     50
                                                                          OPM
                     0
                                                                          NPM
                          2003     2004    2005      2006    2007
                                                                          ROE
                                          TAHUN



Sumber : Olahan data, 2009

         Berd asarkan Grafik 4.4 d ap at d ip eroleh inform asi secara u m u m

bahw a     tingkat    p rofitabilitas   bank   syariah      m and iri    yang   d iu ku r

menggunakan Gross Profit M argin (GPM), Operating Profit M argin (OPM),

N et   Profit   M argin   (N PM), d an     Return     on    Equity      (ROE) tingkat

p rofitabilitasya bersifat fluktuatif (naik tu ru n). Dalam hal ini p ad a p eriod e

2003-2007 p em biayaan yang terealisir tid ak sep enu hnya m engalam i

peningkatan atau dapat diserap oleh debitur.




2.     Bank Muamalat Indonesia (BMI)

                                        Grafik 4.5

            Perkembangan Profitabilitas Bank Muamalat Indonesia
                                Periode 2003-2007


                       PERKEMBANGAN PROFITABILITAS
                                  BMI
                  80
                  60
              %

                  40                                         GPM
                  20                                         OPM
                   0
                                                             NPM
                        2003   2004    2005   2006   2007
                                                             ROE
                                      TAHUN



Sumber : Olahan data, 2009

       Inform asi yang d ip eroleh d ari Grafik 4.4 secara u m u m bahw a

tingkat p rofitabilitas bank m u am alat yang d iu ku r m enggu nakan Gross

Profit M argin (GPM), Operating Profit M argin (OPM), N et Profit M argin

(N PM), d an Return on Equity (ROE) tingkat p rofitabilitasya ju ga bersifat

naik tu ru n atau tid ak stabil. H al ini m enu nju kkan bahw a p rofitabilitas

sebu ah bank d i tentu kan oleh tingkat p ergerakan sektor riil sebagai p ihak

peminjam dana.




3.   BNI Syariah

                                      Grafik 4.6

                   Perkembangan Profitabilitas BNI Syariah
                                    Periode 2003-2007


                   PERKEMBANGAN PROFITABILITAS
                           BNI SYARIAH
                  80
                  60
                                                                      GPM
                  40
              %




                                                                      OPM
                  20
                                                                      NPM
                  0
                         2003   2004     2005 2006         2007       ROE
                                        TAHUN


Sumber : Olahan data, 2009

       Dari Grafik 4.5 d i d ap at inform asi secara u m u m bahw a tingkat

p rofitabilitas   BN I    syariah    p ad a   p eriod e   2003-2007   yang   d iu ku r

menggunakan Gross Profit M argin (GPM), Operating Profit M argin (OPM),

N et Profit M argin (N PM), d an Return on Equity (ROE) m engalam i

flu ktu atif, akan tetap i p ad a rasio Operating Profit M argin (OPM), N et Profit

Margin (NPM) mengalami penurunan .




D.   REALISASI PEMBIAYAAN BANK SYARIAH

                                        Grafik 4.7
          Realisasi Pembiayaan Mudharabah BSM, BMI Dan BNI


                        PEMBIAYAAN MUDHARABAH

               25

               20
                                                           Mudharabah BSM
               15
           %                                               Mudharabah BMI
               10                                          Mudharabah BNI
                5

                0
                    1     2     3       4        5
                              TAHUN




Sumber : Olahan data, 2009

      Dari grafik 4.7 d ip eroleh kesim p u lan bahw a realisasi p em biayaan

mudharabah bank m u am alat lebih bagu s d iband ingkan d engan bank

syariah m and iri d a BN I. Akan tetap i d alam ku ru n w aktu lim a tahu n

terkhir (2003-2007) bank syariah        m and iri m engalam i p eningkatan

pembiayaan sektor mudharabah sangat signifikan.




                                    Grafik 4.8

          Realisasi Pembiayaan Musyarakah BSM, BMI Dan BNI
                         PEMBIAYAAN MUSYARAKAH

               20

               15                                                     Musyarakah BSM
                                                                      Musyarakah BMI
             % 10
                                                                      Musyarakah BNI

                5

                0
                     1        2      3         4        5
                                   TAHUN



Sumber : Olahan data, 2009

      Berd asarkan grafik 4.8 d ip eroleh kesim p u lan secara m enyelu ru h

pembiayaan musyarakah bank syariah m and iri m engalam i p ertu m bu han

yang sangat baik d iband ing d engan bank m u am alat d an BN I. Sehingga

d ap at d isim p u lkan p ad a ku ru n w aktu tahu n 2003-2007 p em biayaan

musyarakah    bank       syariah   m and iri       m eru p akan   p em biayaan    yang

realisasinya lebih banyak dibanding dengan bank yang lain.




                                         Grafik 4.9

           Realisasi Pembiayaan Murabahah BSM, BMI Dan BNI
                          PEMBIAYAAN MURABAHAH

                 60

                 50

                 40                                      Murabahah BSM
               %30                                       Murabahah BMI
                 20                                      Murabahah BNI

                 10
                  0
                      1     2     3     4     5
                                TAHUN




Sumber : Olahan data, 2009

       Grafik 4.9 m em berikan inform asi p em biayaan murabahah yang d i

realisasikan bank syariah m and iri, bank m u am alat d an BN I syariah secara

umum mengalami peningkatan. Akan tetapi realisasi pembiayaan terbesar

d alam ku ru n w aktu 2003-2007 d i d om inasi oleh realisasi p em biayaan

murabahah bank syariah mandiri.




E.   INTERPRETASI HASIL PENGUJIAN STATISTIK

                                  Tabel 4.1
         Pembiayaan (Mudharabah, Musyarakah Dan Murabahah)

                      dengan Gross Profit Margin (GPM)

   Pembiayaan        r hitung         r tabel    sign       keterangan

   mudh              -0.936           -0.1900 0.230         Signifikan negatif

   musy              -0.673           -0.1900 0.530         Signifikan negatif

   murbh             -0.779           -0.1900 0.432         Signifikan negatif

   Sumber : Olahan data, 2009

       Berd asarkan tabel 4.1 d ip eroleh p enjelasan bahw asannya terd ap at

korelasi negatif antara p em biayaan mudharabah, musyarakah d an murabahah

terhadap p rofitabilitas. H al ini d ibu ktikan karena r hitung > d ari p ad a r tabel

(mudharabah : -0.936 > -0.1900), musyarakah -0.673 > -0.1900, murabahah -

0.779 > -0.1900.

                                     Tabel 4.2

         Pembiayaan (Mudharabah, Musyarakah Dan Murabahah)

                   dengan Operating Profit Margin (OPM)

  Pembiayaan        r hitung           r tabel    sign        Keterangan

  mudh              .463               0.1900     .694        Signifikan positif

  musy              -.654              -0.1900 .546           Signifikan negatif

  murbh             -.530              -0.1900 .645           Signifikan negatif

   Sumber : Olahan data, 2009

       Interp retasi d ari tabel 4.2 d ip eroleh p enjelasan bahw asannya

pembiayaan mudharabah korelasinya positif, dimana rhitung > dari pada rtabel
yaitu 0.463 > 0.1900. Sed angkan p em biayaan musyarakah d an murabahah

korelasinya negatif terhad ap p rofitabilitas. H al ini d ibu ktikan karena

r hitung > d ari p ad a r tabel (musyarakah : -0.654 > -0.1900), murabahah -0.530 > -

0.1900.

                                      Tabel 4.3

           Pembiayaan (Mudharabah, Musyarakah Dan Murabahah)

                        dengan Net Profit Margin (NPM)

  Pembiayaan          r hitung         r tabel    sign       Keterangan

  mudh                -.657            -0.1900 .544          Signifikan negatif

  musy                -.943            -0.1900 .216          Signifikan negatif

  murbh               -.983            -0.1900 .118          Signifikan negatif

   Sumber : Olahan data, 2009

          Dari table 4.3 d ip eroleh p enjelasan bahw asannya terd ap at korelasi

negatif antara p em biayaan mudharabah, musyarakah d an murabahah

terhad ap p rofitabilitas. H al ini d ibu ktikan karena r hitung > d ari p ad a r tabel

(mudharabah : -0.657 > -0.1900), musyarakah -0.943 > -0.1900, murabahah -

0.983 > -0.1900.




                                      Tabel 4.4

           Pembiayaan (Mudharabah, Musyarakah Dan Murabahah)
                         dengan Return on Equity (ROE)

     Pembiayaan      Pearson (rhitung)      r tabel        sign        Keterangan

       mudh                .723            0.1900          .485     Signifikan positif

       musy                -.376          -0.1900          .755     Signifikan negatif

       murbh               -.229          -0.1900          .853     Signifikan negatif

Sumber : Olahan data, 2009

          Interp retasi d ari tabel 4.4 d ip eroleh p enjelasan bahwasannya

pembiayaan mudharabah korelasinya positif, dimana rhitung > dari pada rtabel

yaitu 0.723 > 0.1900, sed angkan p em biayaan musyarakah d an murabahah

korelasinya negatif terhad ap p rofitabilitas. H al ini d ibu ktikan karena

r hitung > d ari p ad a r tabel (musyarakah : -0.376 > -0.1900), murabahah -0.229 > -

0.1900.



F.    PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

          Berd asarkan    p ap aran      hasil        d eskrip si   p em biayaan    d an

p erkem bangan p em biayaan, m aka secara lebih rinci p em bahasannya

adalah sebagai berikut :

1.    Aspek Pembiayaan

          Pada dasarnya p erbankan u m u m syariah yang d igu nakan objek

p enelitian m em iliki tiga jenis p em biayaan yaitu mudharabah, musyarakah

dan murabahah. Data p erkem bangan p em biayaan murabahah pad a Bank
Syariah Mand iri, Bank Mu am alat Ind onesia d an BN I syariah p ad a p eriod e

2003-2007 m engalam i p erkem bangan yang sangat signifikan, hal ini

m enu nju kkan bahw a realisasi p em biayaan d engan p ola murabahah

m eru p akan m od el atau p ola p em biayaan yang m u d ah d irealisasikan d an

digemari oleh bank maupun para debitur.

         Untu k p em biayaan murabahah m eru p akan p em biayaan yang

m end om inasi tingkat p rofitabilitas p ad a bank u m u m syariah. Akan tetap i

p ad a p eriod e p elap oran d ari tahu n 2003-2007 belu m sep enu hnya

m em berikan kontribu si yang signifikan terhad ap p rofitabilitas. Pad a

dasarnya income p erbankan           syariah     d id om inasi oleh    p em biayaan

murabahah.

         Fenom ena p em biayaan mudharabah p eningkatannya cu ku p bagu s,

hal ini d ikarenakan p ad a tahu n 2003-2007 banyak p em biayaan yang d ap at

d irealisasikan oleh sektor bank u m u m syariah. Peningkatan realisasi ini

tid ak   terlep as   d ari kond isi riil p erekonom ian        yang    m end u ku ng

berkem bangnya ind u stri baik p erd agangan d an jasa, sep erti p eningkatan

harga bahan p okok, d an harga bahan bakar m inyak. Akan tetap i

p em biayaan yang m em iliki hu bu ngan negatif yang d ip eroleh p ad a su atu

perbankan syariah, d alam hal ini p ad a kinerja p rofitabilitas (Gross Profit

Margin, N et Profit M argin ). Artinya, jika p em biayaan mudharabah p orsinya

teru s d inaikkan m aka) Gross Profit M argin (GPM) d an N et Profit M argin

(N PM)     akan      sem akin   m enu ru n.    N am u n   d em ikian   p engu ku ran
p rofitabilitas yang m enggu nakan     Operating Profit M argin (OPM), d an

Return on Equity (ROE) berhu bu ngan p ositif. Artinya jika bank u m um

syariah teru s m elaku kan realisasi p em biayaan, m aka p rofitabilitas

(Operating Profit M argin (OPM), d an Return on Equity (ROE)) ju ga akan

m engalam i p eningkatan. H al ini ju ga sesu ai d engan p enelitian yang

d ilaku kan oleh Wijayanti (2007) yang m engem u kakan bahw asannya

asp ek laba d alam hal ini p rofit d ari bank u m u m syariah ju ga d itentu kan

oleh keberhasilan dari pembiayaan mudharabah.

       Mengenai p em biayaan musyarakah p erkem bangannya ju ga cu ku p

signifikan. N am u n ku rang bisa m em berikan kontribu si p rofitabilitas

terhad ap bank u m u m syariah. Dalam hal ini p em biayaan musyarakah yang

d ilaku kan oleh bank u m u m syariah belu m bisa m aksim al m em berikan

p rofit karena p em biayaan musyarakah m em iliki resiko cu ku p besar.

Sehingga p ihak bank u m u m syariah lebih selektif m engelu arkan

pembiayaan tersebut.



2.   Aspek Profitabilitas

       Secara u m u m p rofitabilitas yang d iu ku r d engan Gross Profit M argin

(GPM), N et Profit M argin (N PM), Operating Profit M argin (OPM), d an

Return on Equity (ROE) bank u m u m syariah (Bank Syariah Mand iri, Bank

Muamalat Indonesia dan BNI Syariah) pada periode 2003-2007 mengalami

fluktuatif (naik tu ru n). Akan tetap i ratio Gross Profit M argin (GPM)
m enu nju kkan kond isi yang cu ku p baik d iband ingkan d engan keem p at

ratio yang lain, artinya bank u m u m syariah m am p u u ntu k m enghasilkan

keu ntu ngan d engan p end ap atan yang d ip eroleh d ari hasil p em biayaan

yang disalurkan.

        Profitabilitas yang secara u m u m d alam kond isi naik tu ru n

m enu nju kkan bahw a p rofitabilitas d ari ketiga bank u m u m tersebu t tid ak

hanya    d itentu kan   oleh     p em biayaan   mudharabah,      musyarakah   dan

murabahah. Akan tetap i p rofitabilitas sebu ah bank ju ga d itentu kan oleh

p rod u k lain selain p em biayaan. Sep erti p ad a Bank Syariah Mand iri

terd ap at p rod u k ijarah yang m em berikan kontribu si cu ku p besar terhad ap

p rofitabilitas, p end ap atan   d ari ijarah lebih       besar d arip ad a ketiga

pembiayaan tersebut. Sedangkan pada Bank Muamalat Indonesia terdapat

produk istishna , d an p ad a BN I Syariah terd ap at p rod u k tabu ngan yang

memberikan kontribusi cukup besar terhadap profitabilitas.



3.   Aspek Hubungan antara Pembiayaan dengan Profitabilitas

        Pad a   d asarnya   d ari   hasil   p enelitian    m enu nju kkan   bahw a

p rofitabilitas bank u m u m syariah d itentu kan oleh p em biayaan yang

d irealisasikan oleh bank u m u m syariah (Wijayanti, 2007). N am u n

penelitian dalam ku ru n w aktu 2003-2007 m enem u kan tem u an yang

berbed a, yaitu p em biayaan yang d irealisasikan oleh bank u m u m syariah

ternyata belu m sep enu hnya m em berikan kontribu si p ad a p rofitabilitas.
H al ini terlihat d ari hasil analisis korelasi yang m enu nju kkan hasil

signifikan negatif p ad a ratio Gross Profit M argin (GPM), N et Profit M argin

(NPM), Operating Profit M argin (OPM), d an Return on Equity (ROE).

Artinya sem akin        m eningkatnya p em biayaan          tid ak d iiku ti d engan

peningkatan ratio profitabilitas.

       Dengan     d em ikian       d ap at   d ilihat   bahw asannya   p end ap atan

p em biayaan belu m sep enu hnya m em berikan nilai p rofitabilitas yang

signifikan. Akan tetap i ad a su m ber d ari hasil p end ap atan d ilu ar fu ngsi

p okok bank syariah (m enyalu rkan d ana d ari p em ilik d ana kep ad a p ihak

yang    m em erlu kan     d ana)    yang     m em berikan    kontribu si   terhad ap

profitabilitas.

       Sep erti p ad a Bank Syariah Mand iri terd ap at p rod u k ijarah yang

m em berikan kontribu si cu ku p besar terhad ap p rofitabilitas, p end ap atan

dari ijarah lebih besar d arip ad a ketiga p em biayaan tersebu t. Sed angkan

p ad a Bank Mu am alat Ind onesia terd ap at p rod u k istishna , d an pad a BN I

Syariah terd ap at p rod u k tabu ngan yang m em berikan kontribu si cu kup

besar terhadap profitabilitas.
                                    BAB V

                       KESIMPULAN DAN SARAN



A. KESIMPULAN

       Berdasarkan paparan hasil penelitian maka dapat disimpulkan

sebagai berikut :

1. Pelaksanaan      p em biayaan    yang    m elip u ti    realisasi   mudharabah,

   musyarakah dan murabahah secara u m u m m em iliki hu bu ngan d engan

   kinerja p rofitabilitas bank u m u m syariah yang d iu ku r m enggu nakan

   Gross Profit M argin (GPM), Operating Profit M argin (OPM), N et Profit

   Margin (N PM), d an Return on Equity (ROE), artinya p rofitabilitas

   sebuah bank ditentukan oleh pelaksanaan realisasi pembiayaan.

2. H asil p enelitian d ap at d ikem u kakan bahw a realisasi p em biayaan p ad a

   bank u m u m syariah yang m elip u ti mudharabah, musyarakah dan

   murabahah p ad a p eriod e 2003-2007 m em iliki hu bu ngan               negatif

   terhad ap tingkat p rofitabilitas N PM d an GPM , akan tetap i p ad a p os

   p em biayaan     tertentu   berhu bu ngan    p ositif    sep erti   p em biayaan

   mudharabah p ad a p os OPM, ROE artinya nilai p rofitabilitas p ad a bank

   u m u m syariah belu m sep enu hnya d isu m bang d ari sektor p em biayaan

   tetap i ju ga m asih d isu m bang d ari sektor p end u ku ng yang lain sep erti

   pengenaan biaya administrasi.
B. SARAN

      Sebagai tind ak lanju t d ari hasil kesim p u lan p enelitian, m aka

peneliti merekomendasikan dalam beberapa bentuk saran, antara lain :

1. Tem u an penelitian m enu nju kkan bahw asanya tingkat p em biayaan

   yang d ilaku kan oleh bank u m u m syariah belu m m enu nju kkan kinerja

   keu angan secara p ositif. Bagi m anajem en bank d iharap kan d ap at

   m erealisasikan p em biayaan sesu ai d engan p rinsip transaksi, nam u n

   tetap m em egang p rinsip kehati-hatian sehingga yang d irealisasikan

   oleh bank u m u m syariah m am p u m em berikan kontribu si p ositif

   kepada profitabilitas.

2. H end aknya m anajem en bank u m u m syariah khu su snya yang berad a

   p ad a d ivisi marketing tetap beru saha m engkom u nikasikan p rod u k

   p em biayaan yang d im iliki bank syariah sehingga p rod u k bank u m u m

   syariah d ari sektor p em biayaan benar-benar m am p u m em bantu

   m enggerakkan sektor riil m elalu i p rod u k p em biayaan yang m u d ah

   dan inovatif.

3. Bagi   p eneliti   selanju tnya    sangatlah   p enting   m engem bangkan

   p enelitian ini sebagai p enelitian u tam a gu na m enghasilkan m od el

   p enelitian yang lebih lengkap d an m enyelu ru h d em i kesem pu rnaan

   p enelitian   khu su snya   yang    berhu bu ngan   d engan   p elaksanaan

   pembiayaan dan profitabilitas yang ada di bank umum syariah.
                           DAFTAR PUSTAKA


Al-Qu r an d an Terjem ahannya, Dep ag RI
Antonio, M Syafi i. 2001. Bank Syariah Dari Teori Ke Praktek. Gem a Insani
   Press. Jakarta.

Ariku nto, Su harsim i. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek.
    Rineka Cipta. Jakarta.

Dew i, Gem ala. 2004. Aspek-A spek Hukum Dalam              Perbankan   Dan
   Peransuransian Syariah Indonesia. Kencana. Jakarta.

Ghozali, Im am . 2005. A plikasi A nalisis M ultivariate Dengan Program SPSS.
   Universitas Diponegoro. Semarang.

Hadits Riwayat Abu Dawud no.2936

Hadits Riwayat Ibnu Majah no. 2280

H arahap , Sofyan Syafri. 1997. A nalisis Kritis A tas Laporan Keuangan. PT
    Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Karim , Ad iw am an. A. 2006. Bank Islam A nalisis Fiqih dan Keuangan, edisi
   ketiga. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Kasm ir. 1998. Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya. PT Raja Grafind o
   Persada. Jakarta.

Kasm ir. 2005. Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya edisi keenam. PT Raja
   Grafindo Persada. Jakarta.

Mu ham m ad . 2002.     M amajemen Bank Syariah. UPP AMP YKPN .
   Yogyakarta.

Muhammad. 2004. Manajemen Dana Bank Syariah, Ekonisia, Yogyakarta.

Mu ham m ad . 2005. M anajemen Pembiayaan Bank Syariah., UPP AMP YKPN.
   Yogyakarta.

Munawwir. 2000. Analisa Laporan Keuangan. Liberty. Yogyakarta.
Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis. PT. Alfabeta. Bandung.

Su kand arru m id i. 2006. M etodologi Penelitian Petunjuk Praktis Untuk Peneliti
    Pemula. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Su m itro, Warku m . Asas-asas perbankan Islam dan Lembaga-lembaga terkait
    (BMUI dan Takaful) di Indonesia. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Su nd jaja, Rid w an. S, d an   Berlian, Inge, 2003, M anajemen Keuangan 1,
    PT.Intan Sejati. Klaten.

Sutrisno, 2003, Manajemen Keuangan, Ekonisia. Yogyakarta.

Syam su d d in, Lu km an. 2000. M anajemen Keuangan Perusahaan, edisi baru,
   Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Um ar, H u sein. 2002. M etode Riset Bisnis. Gram ed ia Pu staka Utam a.
   Jakarta.

Wibow o, Ed y, Untu ng H end y Wid od o. 2005.         M engapa M emilih Bank
   Syariah. Ghalia Indonesia. Bogor.

Wiroso. 2005. Penghimpunan Dana Dan Distribusi Hasil Usaha Bank Syariah.
   Grasindo. Jakarta.

http//:www.kompascetak/2005.mht

http://www.pesantrenvirtual.com/listen/pls

http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/index.html

http://www.syariahmandiri.co.id/syariah/pertanyaanumum/pembiaya
    an.php

http://www.mui.or.id/mui_in/product_2/fatwa.php

H:\ Murabahah\ Aku        &     Im ajinasiku     Mu d harabah,     Mu rabahah,
    Musyarakah.mht
Lampiran


Correlations; lending - gpm
                                 Correlations

                                 MUDH           MUSY       MUBH       GPM
  MUDH     Pearson Correlation          1          .368       .507     -.936
           Sig. (2-tailed)               .         .760       .662      .230
           N                            3             3          3         3
  MUSY     Pearson Correlation       .368             1       .988     -.673
           Sig. (2-tailed)           .760              .      .098      .530
           N                            3             3          3         3
  MUBH     Pearson Correlation       .507          .988          1     -.779
           Sig. (2-tailed)           .662          .098           .     .432
           N                            3             3          3         3
  GPM      Pearson Correlation      -.936         -.673      -.779         1
           Sig. (2-tailed)           .230          .530       .432          .
           N                            3             3          3         3




Correlations; lending - opm
                                 Correlations

                                 MUDH           MUSY       MUBH       OPM
  MUDH     Pearson Correlation         1           .368       .507      .463
           Sig. (2-tailed)              .          .760       .662      .694
           N                           3              3          3         3
  MUSY     Pearson Correlation      .368              1       .988     -.654
           Sig. (2-tailed)          .760               .      .098      .546
           N                           3              3          3         3
  MUBH     Pearson Correlation      .507           .988          1     -.530
           Sig. (2-tailed)          .662           .098           .     .645
           N                           3              3          3         3
  OPM      Pearson Correlation      .463          -.654      -.530         1
           Sig. (2-tailed)          .694           .546       .645          .
           N                           3              3          3         3
Correlations ; lending - npm
                               Correlations

                               MUDH           MUSY       MUBH       NPM
  MUDH   Pearson Correlation          1          .368       .507      -.657
         Sig. (2-tailed)               .         .760       .662       .544
         N                            3             3          3          3
  MUSY   Pearson Correlation       .368             1       .988      -.943
         Sig. (2-tailed)           .760              .      .098       .216
         N                            3             3          3          3
  MUBH   Pearson Correlation       .507          .988          1      -.983
         Sig. (2-tailed)           .662          .098           .      .118
         N                            3             3          3          3
  NPM    Pearson Correlation      -.657         -.943      -.983          1
         Sig. (2-tailed)           .544          .216       .118           .
         N                            3             3          3          3




Correlations ; lending - roe
                               Correlations

                               MUDH           MUSY       MUBH       ROE
  MUDH   Pearson Correlation         1           .368       .507      .723
         Sig. (2-tailed)              .          .760       .662      .485
         N                           3              3          3         3
  MUSY   Pearson Correlation      .368              1       .988     -.376
         Sig. (2-tailed)          .760               .      .098      .755
         N                           3              3          3         3
  MUBH   Pearson Correlation      .507           .988          1     -.229
         Sig. (2-tailed)          .662           .098           .     .853
         N                           3              3          3         3
  ROE    Pearson Correlation      .723          -.376      -.229         1
         Sig. (2-tailed)          .485           .755       .853          .
         N                           3              3          3         3
Correlations ; lending - tot_proft
                                       Correlations

                                        MUDH            MUSY          MUBH       PROFT
  MUDH      Pearson Correlation                 1          .368          .507      -.799
            Sig. (2-tailed)                      .         .760          .662       .411
            N                                   3             3             3          3
  MUSY      Pearson Correlation              .368             1          .988      -.853
            Sig. (2-tailed)                  .760              .         .098       .349
            N                                   3             3             3          3
  MUBH      Pearson Correlation              .507          .988             1      -.923
            Sig. (2-tailed)                  .662          .098              .      .251
            N                                   3             3             3          3
  PROFT     Pearson Correlation             -.799         -.853         -.923          1
            Sig. (2-tailed)                  .411          .349          .251           .
            N                                   3             3             3          3




Correlations; lending_bank
                                          Correlations

                                             BSM            BMI            BNI     TOT_PRFT
  BSM           Pearson Correlation                1         -.760           .996      1.000*
                Sig. (2-tailed)                     .         .450           .056       .019
                N                                  3             3              3          3
  BMI           Pearson Correlation            -.760             1          -.700      -.741
                Sig. (2-tailed)                 .450              .          .506       .469
                N                                  3             3              3          3
  BNI           Pearson Correlation             .996         -.700              1       .998*
                Sig. (2-tailed)                 .056          .506               .      .038
                N                                  3             3              3          3
  TOT_PRFT      Pearson Correlation            1.000*        -.741           .998*         1
                Sig. (2-tailed)                 .019          .469           .038           .
                N                                  3             3              3          3
    *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
This document was created with Win2PDF available at http://www.daneprairie.com.
The unregistered version of Win2PDF is for evaluation or non-commercial use only.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:114
posted:1/12/2013
language:Unknown
pages:105