Docstoc

materi PKWN_P3_ _1_

Document Sample
materi PKWN_P3_ _1_ Powered By Docstoc
					                   WAWASAN NUSANTARA
A. Wawasan Nasional Suatu Bangsa
   Secara Universal
   - kebenaran hakiki/ kebenaran mutlak datang dari tuhan, pencipta alam;
   - manusia memiliki kelebihan dari makhluk lain;
   - melalui akal pikiran dan hati nuraninya;
   - penggunaannya terbatas;
   - sehingga manusia yang satu dan lain berbeda tingkat kemampuannya;
   - menimbulkan perbedaan pendapat, kehidupan kepercayaan;
   - dalam hubungannya dengan penciptanya dan melaksanakan hubungan dengan
     sesamanya;
   - dalam cara melihat serta memahami sesuatu;
   - perbedaan perbedaan ini disebut keanekaragaman.

  Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
  - keanekaragaman memerlukan perekat;
  - agar dapat bersatu memelihara keutuhan negara.
Suatu bangsa yang telah bernegara
- dalam menjalankan nkehidupannya tidak terlepas dari pengaruh
   lingkungan;
- timbul dari hubungan timbal balik;
- antara filosofi bangsa, ideologi, aspirasi serta cita cita;
- kondisi masyarakat, busaya tradisi, keadaan alam, wilayah serta
  pengalaman sejarahnya;

- Pemerintah dan rakyat memerlukan :
  - suatu konsepsi wawasan nasional;
  - untuk menyelenggarakan kehidupannya;
  - yang dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup;
  - keutuhan wilayah serta jati diri bangsa;

Kata wawasan berasal dari kata “wawas” yang artinya melihat atau
memandang, sehingga kata wawasan yang harfiah berarti “ cara penglihatan
atau cara tinjau atau cara pandang”.
Kehidupan suatu bangsa dan negara
- swenantiasa dipengaruhi oleh perkembangan lingkungan strtegis;
- wawasan harus mampu memberi inspirasi;
- pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan;
- yang ditimbulkan oleh lingkungan strategis dan dalam mengejar
  kejayaannya

Tiga faktor utama dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan suatu bangsa:
- bumi atau ruang dimana bangsa itu hidup;
- jiwa, tekad dan semangat manusianya atau rakyatnya;
- lingkungan sekitarnya.

Wawasan nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah
menegara tentang diri dan lingkungannya, dalam eksistensinya yang
serba terhubung (melalui interaksi dan interrelasi) dan dalam
pembangunannya dilingkungan nasional (termasuk lokal dan
propinsional, regional, serta global.
B. TEORI TEORI KEKUASAAN
   1. Paham paham Kekuasan
      a. Machiavelli (abad XVII)
          Sebuah negara akan bertahan apabila menerapkan dalil dalil :
          - segala cara dihalalkan dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan;
          - untuk menjaga rezim, politik adu domba adalah sah;
          - dalam dunia politik, yang kuat pasti dapat bertahan dan menang.
       b. Napoleon Bonaparte (abad XVIII)
          Napoleon merupakan tokoh revolusioner dibidang cara pandang, serta
          merupakan penganut yang baik dari Machiavelli, dan berpendapat :
          - kekuasaan politik harus didampingi oleh kekuatan logistik dan ekonomi
            nasional;
          - kekuatan perlu didukung oleh sosial budaya;
          - berupa ilmu pengetahuan dan teknologi;
          - untuk terbentuknya kekuatan HanKam;
          - untuk menduduki dan menjajah negara negara di sekitarnya.
       c. Jenderal Clausewitz (abad XVIII)
          - perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain;
          - untuk mencapai tujuan nasional
 d. Feurbach dan Hegel
   - paham materialisme Feurbach dan teori sintesis Hegel menimbulkan dua
     aliran besar barat, yaitu Kapitalisme dan Komunisme;
  - Paham perdagangan bebas (abad XVII) yang merupakan nenek moyang
     liberalisme yang sedang marak:
  - ukuran keberhasilan ekonomi suatu negara adalah seberapa besar
     surplus ekonominya (diukur dalam bentuk emas)
  - memicu nafsu kolonialisme;
  - mendorong belanda untuk melakukan perdagangan (VOC), yang
    akhirnya mernjajah nusantara selama 3,5 abad;
e. Lenin (abad XIX)
   - perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan;
   - komunisme; perang atau pertumpahan darah atau revolisi diseluruh
     dunia adalah sah;
   - dalam rangka mengkomuniskan dunia.
f. Lucien W Pye dan Sidney
  - ada unsur subjektivitas dan psikologi dalam tatanan dinamika kehidupan
    politik suatu bangsa;
    - kemantapan suatu sistem politik dapat dicapai apabila sistem tersebut
         berakar pada kebudayaan politik bangsa yang bersangkutan;
       - dengan demikian proyeksi eksistensi kebudayaan politik tidak semata
      mata ditentukan oleh kondisi kondisi objektif tetapi juga subjktif dan
      psikologis.

     2. Teori teori geopolitik
        Geopolitik berasal dari kata geo atau bumi dan politik, yang berarti
        kekuatan yang didasarkan pertimbangan dasar dalam menentukan
      kebijakan nasional untuk mewujudkan tujuan nasional.
      Teori teori Geopolitik ini a.l Pandangan ajaran Frederich Ratzel, Rudolf
      Kjellen, Karl Haushofer, Sir Halford Mackinder, Sir Walter Raleigh dan
      Alfred Thyer Mahan, W. Mitchel, A.Saverski, Giulo Douhet dan John
      Frederik Charles Fuller, Nicholas J.Spykman.

C. Ajaran Wawasan Nasional Indonesia
   1. Paham Kekuasaan Bangsa Indonesia
      - Bangsa Indonesia sesuai dengan falsafah dan ideologi Pancasila
        menganut paham tentang perang dan damai :”Bangsa Indonesia cinta
        damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan”.
Wawasan Nasional bangsa Indonesia
   - tidak mengembangkan ajaran tentang kekuasaan dan adu kekuatan;
   - karena mengandung benih benih persengketaan dan ekspansionisme;
   - menyatakan bahwa ideologi digunakan sebagai landasan idiil;
     - dalam menentukan politik nasional;
     - dihadapkan pada kondisi dan konstelasi geografi Indonesia;
     - dengan segala aspek kehidupan nasional :
     - tujuannya adalah agar bangsa Indonesia dapat menjamin kepentingan
       bangsa dan negaranya;
     - ditengan tengan perkembangan dunia.

 2. Geopolitik Indonesia
    - pemahaman tentanag kekuatan dan kekuasaan:
      - didasarkan pada perang dan damai
      - disesuaikan dengan kondisi dan konstelasi geografi Indonesia;
      - Indonesia menganut paham negara kepulauan:
        - dikembangkan dari asas Archipelogi;
        - berbeda dengan pemahaman pada negara barat
       - paham barat, laaut sebagai pemisah;
       - paham Indonesia, laut sebagai penghubung;
        - wilayah negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai tanah air;
        - Negara kesatuan
  3. Dasar pemikiran Wawasan Nasional Indonesia
     a. Aspek Falsafah Pancasila;
     b. Aspek kewilayahan Nusantara ;
     c. Aspek sosial budaya :
     d. Aspek Kesejarahan bangsa Indonesia.

D. Latar Belakang Filosofis Wawasan Nusantara
   1. Pemikiran berdasarkan Pancasila
      - manusia Indonesia, makhluk ciptaan Tuhan;
      - mempunyai naluri, akhlak, daya pikir dan sadar akan keberadaannya;
      - yang terhubung dengan sesamanya, lingkungannya, alam semesta dan
        penciptanya;
      - menumbuhkan cipta, karsa dan karya;
      - unt.uk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidup dari genera
        si kegenerasi.
   Didalam penggalian dan pengembangan wawasan nasional, nilai nilai PS
    tercakup didalamnya.
 Wawasan Nusantara yang dianut dan dikembangkan :
  - pancaran dari PS debagai falsafah hidup;
 - menghewndaki terciptanya persatruan dan kesatuan;
 - tanpa menghilangkan ciri, sifat dan karakter dari kebhinekaan.

2. Pemikiran berdasarkan Aspek Kewilayahan Nusantara
  a. Pada saat Proklamasi 17 Agustus 1945
     - Territoriale Zee EN Maritieme Kringen Ordonantie (TZEMKO) 1939;
      - lebar laut wilayah Indonesia 3 mil laut;
      - tidak menjamin kesatuan wilayah NKRI
   b. Deklarasi Djuanda, 13 Desember 1957
       - lebar laut wilayah Indonesia 12 mil laut;
       - bentiuk geografis Indonesia negara kepulauan;
       - terdiri atas ribuan pulau besar dan kecil;
       - mempunyai sifat dan corak sendiri;
       - pulau pulau serta laut yang ada diantaranya harus dianggap
         sebagai kesatuan yang bulat dan utuh.
c. UU No 4/PRP tahun 1960 tentang Perairan Indonesia
   - luas wilayah berubah dari 2 juta Km2 menjadi 5 juta Km2;
   - 65% wilayah lautan (negara kepulauan/maritim), 35% daratan, terdiri
     dari 17.508 buah pulau, 5 pulau besar;
   - luas daratan 2.028.087 Km2;
   - panjang pantai 81.000 Km;
   - topografi daratan berupa pegunungan dengan gunung gunung berapi
     yang masih aktif maupun tidak aktif;
   - batas batas astronomis
     - utara                                    06 08 LU
     - Selatan                                  11 15 LS
     - Barat                                    94 95 BB
     - Timur                                    141 05 BT
     - Jarak utara – selatan                    1.888 Km
     - jarak barat – timur                      5.110 Km
d. Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1928
   - diratifikasi dengan UU no. 17 Tahun 1985;
   - 60 negara telah meratifikasi, dan telah menjadi hukum positif sejak
     1994;
   - berpengaruh pada upaya pemanfaatan laut bagi kepentingan
     kesejahteraan;
   - bertambah luasnya ZEE dan Landas Kontinen Indonesia;
   - memberi keuntungan bagi pembanagaunan nasional;
   - luas perairan yuridiksi nasional bertambah;
   - bertambahnya kekayaan alam;
   - peluang untuk memanfaatkan laut debagai medium transportasi ter
     buka;
   - menambah besar potensi kerawanan;
   - menegakan kedaulatan diruang udara kedaulatan;
   - memperjuangkan kepentingan RI di wilayah antariksa nasional, terma
     suk Geo Stationary Orbit (GSO).
Kondisi dan Konstelasi Geografi Indonesia
- mengandung beraneka ragam kekayaan alam;
- jumlah penduduk yang besar;
- terdiri dari beberapa suku;
- memiliki budaya, tradisi serta pola kehidupan yang beraneka ragam;
- mengadung keunggulan dan kelemahan/kerawanan;
- dicermati secara utuh menyeluruh dalam perumusan kebijaksanaan
   politik;
 - disebut Geopolitik Indonesia.

Perumusan kebijaksanaan nasional harus memiliki wawasan kewi-
layahan atau ruang hidup bangsa yang diatur oleh politik Ketatane-
garaan, ,arena itu wawasan kebangsaan/wawasan Nasional Indone-
sia mengharuskan tetap terpeliharanya keutuhan dan kekompakan
pakan wilayah, tetap dihargainya dan dijaga ciri, karakter serta ke-
mampuan masing bmasing daerah, danb diupayakan pemanfaatan
nilai lebih darti geografi Indonesia.
3. Pemikiran berdasarkan Aspek Sosial Budaya
   Budaya atau kebudayaan dalam arti etimologis
   - segala sesuatu yang dihasilkan oleh keuatan budi manbusia;
   - manusia tidak hanya bekerja dengan kekuatan budi saja;
   - juga dengan perasaa, imajinasi dan kehendaknya;
   - lebih lengkap diungkapkan sebagai cita, rasa dan karsa.

  Seni Budaya
  - salah satu aspek kehidupan nasional;
  - faktor dinamik masyarakat;
  - terbentuk oleh keseluruhan pola laku lahir bating;
  - memungkinkan berlangsungnya hubungan sosial diantara anggota.

  Masyarakat Indonesia sejak awal terbentuk dengan ciri kebudayaan
  yang beragam :
  - muncul karena pengaruh ruang hidup berupa kepulauan :
    - ciri alamiah tiap pulau berbeda;
    - perbedaan karakter sangat menyolok;
    - perbedaan dalam ras dan etnik.
Faktor Alam membentuk :
- perbedaan khhas kebudayaan di tiap daerah;
- perbedayaan daya tanggap inderawi;
- perbedaan pola kehidupan dalam hubungan vertikal maupun harizontal;

Kebudayaan masyarakat yang heterogen mempunyai unsur unsur pen-
ting :
1. sistem religi dan upacara keagamaan;
2 sistem masyarakat dan organisasi kemasyarakatan :
3. sistem pengetahuan ;
4. bahasa ;
5. keserasian (budaya dalam arti sempit);
6. mata pencaharian ;
7. sistem teknologi dan peralatan.

- timbul perbedaan lahiriah antar satu suku dengan suku yang lain
- penampilan pribadi maupun dalam hubungan berkelompok
Kebudayaan merupakan warisan yang bersifat memaksa :
- setiap generasi yang lahir dari suatu masyarakat serta merta mewarisi
  norma norma budaya dari generasi sebelumnya;
- warisan budaya diterima secara emosional;
- bersifat mengikat secara kuat kedalam ;
- ikatan budaya yang emosional sangat sensistif sifatnya;
- ketersinggungan budaya dapat menimbulkan emosi dan mudah memicu
  konflik;
- warisan budaya juga membentuk ikatan setiap individu/masyarakat
  dengan daerah asal kebudayaan;
- kebudayaan dapat membentuk sentimen kelompok.

Berdasarkan ciri dan sifat kebudayaan serta kondisi dan konstelasi geo-
grafi Indonesia:
 - masyarakaat Indonesia sangat heterogen dan unik;
- masing masing memiliki adat, bahasa daerah, agama dan kepercayaan
  sendiri;
- tata kehidupan nasional menghadapi konflik sangat besar.
      Proses sosial dalam keseluruhan upaya menjaga persatuan nasional
      membutuhkan :
       - kesamaan persepsi;
      - tentang eksitensi budaya yang sangat beragam;
      - memiliki semangat untuk membina kehidupan bersama secara harmo-
         nis.

 “ wawasan kebangsaan adalah wawasan nasional Indonesia diwarnai
   oleh keinginan untuk menumbuh nsuburkan faktor-faktor positif,
   mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, dan mengurangi atau
   kalau dapat menghilangkan pengaruh negatif dari faktor-faktor yang
   menimbulkan disintegrasi bangsa”.

4. Pemikiran berdasarkan Aspek kesejarahan
   - diawali dari kerajaan tradisional (Sriwijaya damn majapahit)’
   - mewujudkan kesatuan wilayah;
   - belum timbul rasa kebangsaan, yang ada semangat bernegara (BUDUT);
   - TZMKO 1939., Deklarasi Djuanda 1957, UU No.4/Prp tahun 1960;
   - UNCLOS 1982.
E. Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Nasional
   Pengertian Wawasan Nusantara (Wasantara)
   a. Wasantara yang merupakan wawasan nasional yang bersumber pada PS
      dan UUD 1945 adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia menge-
      nai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatu-
      an bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan
      bermasyarakat, berbangsa da bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
      (TAP MPR Tahun 1983 dan 1998 tentang GBHN)

  b. Wasantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan ta-
     nah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan
     yang beragam. ( Prof.DR. Wan Usman).

  c. Wawasa Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia
     mengenai diri dan lingkungannya yang serba ragam dan bernilai strategis
     dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan
     wilayah dalam menyelenggaarakan kehidupan bermasyarakat, berbang-
     sa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional (Pokja Wasantara)
F. Ajaran dasar Wawasan Nusantara
   1. Wasantara sebagai wawasan nasional Indonesia;
    2. landasan Idiil : Pancasila;
    3. Landasan Konstitusional : UUD 1945.
G. Unsur unsur konsepsi Wawasan Nusantara
    1. Wadah (Countour)
       - Organisasi kenegaraan
         - struktur politik
       - Kehidupan bermasyarakat
      - infra stuktur politik.
    2. Isi (content)
       - aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat;
       - cita cita serta tujuan nasional;
       - bangsa Indonesia harus mampu menciptakan kesatuan dan persatuan
         dalam kebhinekaan dalam kehidupan nasional.
    3. Tata laki (conduct)
       - hasil interaksi antara wadah dan isi;
       - terdiri dari tata laku batiniah dan lahiriah;
       - mencerminkan identitas jati diri atau kepribadian bangsa Indonesia
       - berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan;
       - memiliki rasa bangga dan cinta kepada bangsa dan tanah air;
       - menimbulkan nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan
        nasional
K. Kedudukan,fungsi, dan tujuan
   1. Kedudkan
      a. Landasan visional dalam menyelenggarakan kehidupan nasional;
      b. dalam paradigma nasional dapat dilihat dari stratifikasinya :
          - PS sebagai filsafah, Ideologi bangsa dan dasar negara yang berke-
            dudukan sebagai landasan idiil;
          - UUD 1945 sebagai landasan konstitusional;
          - Wasantara sebagai landasan visional;
          - Ketahanan Nasional sebagai landasan konsepsional;
          - GBHN sebagai politik dan strategi nasional berkedudukan sebagai
            landasan operasional.
   2. Fungsi
      sebagai pedoman, motifasi, dorongan serta rambu rambu dalam menen-
      tukan sega kebijaksanaan, keputusan, tindakan,dan perbuatan bagi pe-
      nyelengara negara.
   3. Tujuan
      Mewujudkan nasionalisme yang tinggi disegala aspek kehidupan rakyat
      Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada ke-
      pentingan kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah.

                          -
H. Hakikat Wawasan Nusantara
    - Asas wasantara
      - kepentingan yang sama : menghadapi penjajahan secara phisik dari
         bangsa lain (menegakan dan merebut kemerdekaan);
      - tujuan yang sama : tercapai kesejahteraan dan rasa aman yang lebih
        baik dari sebelumnya;
      - keadilan : pembagian yang adil;
      - kejujuran : keberanian berpikir, berkata dan bertindak demi kebenaran
         dan kemajuan bangsa dan negara;
      - Solidarita : rasa setia kawan, mau memberi dan berkorban bagi org lain;
      - kerjasama : koordinasi, saling pengertian yang didasarkan atas kesetara-
        an;
      - Kesetiaan terhadap ikrar atau kesepakatan untuk menjadi bangsa dan
        mendirikan negara.
J. Arah pandang
    1. Kedalam :
        - bertujuan menjamin perwujudan persatuan dan kesatuan;
         - segenap aspek kehidupan nasional, alamih maupun sosial
    2. Keluar
        demi terjaminnya kepentingan nasional
K. Kedudukan,fungsi, dan tujuan
   1. Kedudukan
      a. Landasan visional dalam menyelenggarakan kehidupan nasional;
      b. dalam paradigma nasional dapat dilihat dari stratifikasinya :
          - PS sebagai filsafah, Ideologi bangsa dan dasar negara yang berke-
            dudukan sebagai landasan idiil;
          - UUD 1945 sebagai landasan konstitusional;
          - Wasantara sebagai landasan visional;
          - Ketahanan Nasional sebagai landasan konsepsional;
          - GBHN sebagai politik dan strategi nasional berkedudukan sebagai
            landasan operasional.
   2. Fungsi
      sebagai pedoman, motifasi, dorongan serta rambu rambu dalam menen-
      tukan sega kebijaksanaan, keputusan, tindakan,dan perbuatan bagi pe-
      nyelengara negara.
   3. Tujuan
      Mewujudkan nasionalisme yang tinggi disegala aspek kehidupan rakyat
      Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada ke-
      pentingan kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah.

                          -
L. Sasaran Implementasi Wawasan Nusantara dalam kehidupan Nasional
    Implementasi wasantara senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat
    dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh, Yaitu :
    1. dalam kehidupan politik akan menciptakan iklim penyelenggaraan negara
       yang sehat dan dinamis;
    2. a. dalam kehidupan ekonomi akan meciptakan tatanan ekonomi yang be-
           nar benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan
           kemakmuran rakyat secara adil dan merata.
       b. mencerminkan tanggung jawab pengelolaan SDA yang memperha-
          tikan kebutuhan masyarakat antar daerah.
    3. dalam kehidupan sosial budaya akan menciptakan sikap batiniah dan
       lahiriah yang mengakui, menerima dan menghormati segala bentuk per-
       bedaan atau kebhinekaan sebagai kenyataan hidup, dan juga mencipta-
       kan bangsa yang rukun dan bersatu tanpa membeda bedakan suku, asal
       usul daerah, agama atau kepercayaan serta golongan berdasarkan
       status sosialnya.
    4. Dalam kehidupan Han Kam akan menumbuh kembangkan kesadaran
       cinta tanah air dan bangsa.
M. Pemasyarakatan/sosialisasi Wawasan Nusantara
   1. menurut sifat dan cara penyampaiannya : langsung dan tidak langsung;
   2. menurut metode penyampaian berupa keteladanan, edukasi, komunikasi,
      dan integrasi.

N. Tantangan implementasi Wawasan Nusantara
   1. pemberdayaan masyarakat
      a. Global Paradoz, Jhon Naisbit
         - negara harus memberuikan peranan sebesar besarnya kepada
           rakyatnya;
         - memberikan peran dalam bentuk aktivitas dan partisipasi masyara-
           kat untuk mencapai tujuan nasional;
         - hanya dapat diberikan oleh negara maju yang menjalankan Bottom
           UP Planing;
         - NKRI masih menjalankan program Top Down Planing;
         - keterbatasan SDM
         - NKRI memerlukan Landasan Operasional yaitu GBHN
   b. Kondisi Nasional
       - pembangunan nasional belum merata secara menyeluruh;
       - masih ada beberapa daerah yang tertinggal pembangunannya;
       - menimbulkan keterbelakangan aspek kehidupan ;
       - menimbulkan kemiskinan dan kesenjangan hidup;
       - masyarakat didaerah tertinggal akan berobah pola pikir, pola sikap,
         dan pola tindaknya ;
       - merupakan ancaman bagi tegak dan utuhnya NKRI;
       - perlu adanya prioritas pembangunan daerah tertinggal (UU 22/1999
         teatang Otonomi Daerah).
2. Dunia tanpa batas
   a. Perkembangan IPTEK
       - dibidang teknologi, kominikasi dan transformasi;
       - dunia seakan akan sudah menyaatu menjadi kampung dunia;
       - dunia menjadi transparan tanpa mengenal batas negara ;
       - berdampak pada seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbang-
         sa dan bernegara;
       - dapat mempengaruhio pola pikir, pola sikap dan pola tindak
   b. Kenich Omahe ( Borderless World and The End Of Nationa State)
      - batas wilayah negara dalam arti geogarafi dan politik relatif tetap;
      - kehidupan dalam suatu negara tidak mungkin dapat membatasi
        kekuatan global;
      - berupa informasi, investasi, industri dan konsumen yang ,makin
        indiovidualisme;
      - mengurangi p[eranan pemerintah pusat dan mermberikan peran
        yang lebih besar kepada pemerintah daerah:
3. Era baru kapitalisme
   a. Sloan and Zuiraker (Dictionary of Ekonomic)
      - kapitalisme adalah suatu sistem berdasarkan hak milik swasta atas
        macam macam barang dan kebebasan individu untuk mengadakan
        perjanjian dengan pihak lain, untuk berkecimpung dalam aktivitas
        ekonomi yan g dipilihnya sendiri berdasarkan kepentingan sendiri
        untuk mencari laba bagi dirinya sendiri.
      - kapitalisme baru, sistem ekonomi untuk mendapat keuntungan
        dengan melakukan aktivitas secara luas dan mencakup semua
        aspek kehidupan masyarakat memerlukan strategibaru yaitu
         keseimbangan.
 b. Lester Thurow (The Future of Capitalisme)
     - strategi baru untuk bertahan dalam era kapitalisme baru yaitu kese-
       imbangan antara paham individualis dan sosialis;
     - tidak terlepas dari globalisasi, negara negara maju mempertahankan
       eksistensi dibidang ekonomi dengan menekan negara negara
       berkembang melalui isu globalisasi yang mencakup demokratisasi,
       HAM dan Lingkungan Hidup;
  “Era kapitalisme baru perlu diwaspadai dan merupakan tantangan
   bagi Wawasan Nusantara”.
4. Kesadaran Warga Negara
   a. Hak dan Kewajiban
     - Manusia Indonesia, baik sebagai warga negara maupun warga ma-
       syarakat, mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama,.
       Hak dan kewajiban dapat dibedakan namun tidak dapat dipisahkan
       karena merupakan suatu kesatuan.
       Tiap hak mengandung kewajiban dan sebaliknya. NKRI menempat-
        kan kewajiban dimuka,. Kepentingan umum masyarakat, bangsa
       dan negara harus lebih diutamakan dari pada kepentingan pribadi
       atau golongan.
      b. Kesadaran bela negara
          - kesadaran bela negara yang optimal saat merebut dan memperta-
            hankan kemerdekaan;
          - dalam mengisi kemerdekaan;
          - perjoangan non fisik yang mencakup seluruh aspek kehidupan;
          - memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kesenjangan sosial, KKN;
          - menguasai IPTEK, meningkatkan kualitas SDM;
          - menjaga persatuan dan kesatuan bamgsa.
O. Prospek Inplementasi Wawasan Nusantara
   Prospek wasantara dalam masa mendatang :
   - tetap relevan dengan norma norma global;
   - untuk menghadapi gempuran nilai global, fakta kebhinekaan dalam setiap
     rumusan yang memuat kata persatuan dan kesatuan lebih ditekankan;
   - dalam implementasinya peranan daerah dan rakyat kecil perlu lebih di-
     berdayakan ;
   - dapat diwujudkan apabila dipenuhi faktor faktor dominan mengenai:
     - keteladanan kepemimpinan nasional;
     - pendidikan yang berkualitas dan bermoral kebangsaan;
     - media masa yang memberikan informasi dan kesan positif;
     - keadilan dalam penegakan hukum.
P. Keberhasilan Implementasi Wawasan Nusantara

  Setiap WNI perelu memiliki kesadara untuk L:
  1. Mengerti, memahami dan menghayati hak dan kewajiban
     Warga Negara serat hubungan negara dengan negara,
     sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia yang cinta tanah
     air berdasark an Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan
     Nusantara.

  2. Mengerti, memahami dan menghayati bahwa didalam menye-
     lenggarakan kehidupannya, negara memerlukan konsepsi
     Wawasan Nusantara, sehingga sadar sebagai Warga Negara
     yang memilki Wawasan Nusantara guna mencapai cita cita
     dan tujuan nasional

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:22
posted:1/9/2013
language:
pages:28
Description: kwn