tugas TIK aditia dwi prakoso

Document Sample
tugas TIK aditia dwi prakoso Powered By Docstoc
					Tugas TIK




         Di susun oleh :

 Aditia dwi prakoso ( XI ipa 2 )
                    Internet untuk informasi dan komunikasi

1. Perangkat Keras Untuk Akses internet


Untuk dapat mengakses internet, ada beberapa macam perangkat keras yang dibutuhkan antara
lain:


Perangkat yang penting:


1. Komputer
2. Modem (Modulator Demodulator)
3. Saluran telpon


Modem

Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang
mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk dikirimkan,
sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau
pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima
dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat
komunikasi dua arah.


Secara singkatnya, modem merupakan alat untuk mengubah sinyal digital komputere menjadi
sinyal analog dan sebaliknya. Komputer yang melakukan koneksi dengan internet dihubungkan
dengan saluran telpon melalui modem. Berdasarkan fungsinya modem dibagi menjai tiga jenis.
Antara lain:


1. Modem Dial Up


Modem dial Up biasa digunakan oleh Personal Computer (PC) yang langsung dihubungkan melalui
saluran telpon. Jenis modem dial up ada dua macam yaitu:


1) Modem Internat


Merupakan modem yang dipasang dalam komputer terutama pada slot ekspansi yang tersedia
dalam mainboard komputer. Rata-rata kecepatan modem internal untuk melakukan download
adalah 56 Kbps.
Adapun keuntungan penggunakan modem internal sebagi berikut.


a) Lebih hemat tempat dan harga lebih ekonomis
b) Tidak membutuhkan adaptor sehingga terkesan lebih ringkas tanpa ada banyak kabel.


Sedangkan kelemahan modem internal sebagai berikut.


a) Modem ini tidak memerlukan lampu indikator sehingga sulit untuk memantau status modem
b) Modem ini tidak menggunakan sumber tegangan sendiri sehingga membutuhkan daya dari
power supply. Hal ini mengakibatkan suhu dalam kotak CPU bertambah panas.


2) Modem Eksternal


Modem eksternal merupakan modem yang letaknya diluar CPU komputer. Modem ekternal
dihubungkan ke komputer melalui port com atau USB. Pemasangan modem ini adalah dengan cara
menghubungkan modem ke power dan menghubungkannya lagi ke adaptor lalu disambungkan
kembali ke listrik.


Keuntungan modem eksternal:
a) Portabilitas yang cukup baik sehingga bisa pindah-pindah untuk digunakan pada komputer lain
b) dilengkapi lampu indikator sehingga mudah untuk memantau status dari modem.


Kelemahan dari modem eksternal:
a) harga lebih mahal dari pada modem internal
b) membutuhkan tempat atau lokasi tersendiri untuk menaruh modem tersebut.


2. Modem Kabel


Modem Kabel (Cable Modem), adalah perangkat keras yang menyambungkan PC dengan
sambungan TV kabel. Jaringan TV kabel ini dapat dipakai untuk koneksi ke internet dengan
kecepatan lebih tinggi dibandingkan dengan modem dialup atau modem ADSL, kecepatan modem
kabel maksimum 27Mbps downstream (kecepatan download ke pengguna) dan 2,5Mbps upstream
(kecepatan upload dari pengguna). Sebelum dapat terkoneksi dengan internet, maka pengguna
diharuskan untuk melakukan pendaftaran kepada penyedia jasa TV kabel dan ISP (internet
Service Provider).


3. Modem ADSL (asymmetric Digital Subscriber line)
ADSL atau Asymmetric Digital Subscriber Line adalah salah satu bentuk dari teknologi DSL.
Ciri khas ADSL adalah sifatnya yang asimetrik, yaitu bahwa data ditransferkan dalam
kecepatan yang berbeda dari satu sisi ke sisi yang lain. Ide utama teknologi ADSL adalh untuk
memecah sinyal line telpon menjadi dua bagian untuk suara dan data. Hal ini memungkinkan
pengguna untuk melakuakn atau meneima panggilan telpon dan melakukan koneksi internet
secara simultan tanpa saling menggangu.
3. Saluran Telpon


Saluran telpon juga merupakan perangkat keras yang penting dan diperlukan untuk
menghubungkan komputer dengan internet. Penggunaan sauran telpon ini juga diikuti dengan
penggunan modem dial up. Selain saluran telpon, untuk melakukan akses internet juga bisa
dilakukan dengan menggunakan TV kabel. Untuk bisa mengakses internet menggunakan jaringan
TV kabel maka modem yang dipakai adalah modem kabel.
PERANGKAT KERAS PENDUKUNG AKSES INTERNET


Selain ketiga perangkat utama di atas (computer, modem, saluran telpon) terdapat juga
beberapa perangkat keras pendukung akses internet. Antara lain:


1. Hub/Switch
Hub merupakan perangkat keras yang digunakan untuk menggabungkan beberapa computer. Hub
menjadi saluran koneksi sentral untuk semua computer dalam jaringan. Hub dibedakan menjadi
dua yaitu, active hub merupkan sebuah repeater elektrik yang dilenggkapi dengan 8 konektor
yang berfungsi untuk membentuk sinyal digital yang dikirim dan menyesuaikan impedensinya
untuk memelihara data sepanjang jalur yang dilaluinya, yang kedua adalah passive hub
merupakan sebuah repeater elektrik yang memiliki 4 konektor yang berfungsi untuk menerima
sinyal pada salah satu konektor dan meneruskannya pada tiga konektor lain.


2. Repeater
Repeater merupakan perangkat yang digunakan untuk menerima sinyal dan memancarkan kembali
sinyal tersebut dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli, singkatnya repeater berfungsi
untuk menguatkan sinyal agar sinyal dikirim sama dengan sinyal aslinya.


3. Brige
Berige merupakan perangkat lunak menghubungkan dua buah jaringan secara fisik yang
menggunakan protocol sama/sejenis. Dengan bridge sebuah paket data mampu dikirim dari satu
LAN ke LAN lain.
4. Router
Router merupakan perangkat yang berfungsi hamper sama dengan bridge. Namun perangkat ini
punya keunggulan selain untuk menghubungkan dua buah LAN dengan tipe sama, router juga bisa
untuk menghubungkjan dua buah LAN dengan tipe berbeda.


3.Topologi Local Area Network


Jika kita bicara masalah Local Area Network (LAN), maka seharusnya kita juga harus
memahami Topology jarinan LAN yang kita gunakan. Ada banyak jenis topologi LAN untuk
berbagai macam jenis jaringan. Kita juga perlu memahami topologi fisik dan topologi logical.
Topologi fisik menjelaskan layout dari suatu media jaringan seperti kabel tembaga, kabel fiber
optic, dan yang lagi ngetrend sekarang ini adalah wireless. Sementara topologi logical konsen
masalah jalur logical jaringan dimana data bisa melewatinya dari satu tempat (komputer) ke
komputer lainnya.


Lihat juga topologi jaringan LAN dalam real industry serta infrastructure jaringan.


Berikut ini adalah jenis topologi LAN dasar:


* Bus
* Star
* Ring
* Mesh
* Hybrids


Bus Topology


Jenis pertama dalam topologi LAN adalah topologi Bus yang merupakan jenis pertama dalam
teknologi jaringan Ethernet dan terdiri dari cable coaxial yang terhubung ke semua komputer
yang ada dalam jaringan dimana tiap komputer terhubung dengan sambungan konektor BNC jenis
T. Gambar berikut menunjukkan jenis topologi Bus.


Bus topology LAN


Semua komputer berkomunikasi melalui Bus yang sama – makanya Bus juga merupakan topologi
logical juga. Umumnya dalam topologi Bus ini memerlukan adanya algoritma pendeteksi collision
(CD – collision detection) atau penghindar collision (CA – collision avoidance) karena sifat dari
Bus ini adalah broadcast ke semua komputer sehingga rentan terjadinya tabrakan packet.
Pro:


* Topologi Bus ini sangat sederhana dan gampang di implementasikan dengan jalan menyambung
ke semua computer dengan hanya satu backbone kabel BNC.


Cons:


* Topologi Bus ini memerlukan terminator yang bagus dan sempurna pada kedua ujung kabel Bus.
Yang paling sering terjadi adalah short circuit antara data dan ground jika sambungan
terminator tidak bagus. Terminator yang tidak bagus bahkan bisa menyebabkan jaringan tidak
berfungsi.
* Dengan satu kabel trunk tunggal menjadi satu titik tunggal kegagalan, satu titik bermasalah
maka akan menyebabkan kegagalan total semua jaringan.
* Susah dalam troubleshooting masalah jika terjadi kegagalan fungsi kabel. Anda harus
memeriksa segmen per segmen untuk mengidentifikasikan titik kesalahan.


Jenis topologi Bus ini sudah tidak popular lagi sekarang ini bahkan sudah susah untuk mencari
Ethernet jenis BNC.
LAN Star Topology


Topologi LAN kedua adalah topologi Star. Star seperti halnya anda menarik satu kabel jaringan
setiap komputer menuju ke pusat kosentrasi seperti Switch, itulah konsep dasar topologi Star.
Switch menangani Switching traffic keluar ke node lainnya dalam jaringan. Gambar diagram
berikut ini menunjukkan gambaran topologi Star.


Star topology LAN


Pro:


* Manajemen jaringan mudah melalui per port Switch. Manajemen dan administrasi bisa
dilakukan secara remote oleh administrator yang authorized.
* Setiap kegagalan di salah satu port tidak akan menyebabkan kegagalan total jaringan.
* Instalasi kabel jaringan ke setiap port tidak akan mengganggu layanan jaringan seperti halnya
pada topologi Bus.
* Tidak diperlukan terminator.


Anda bisa perhatikan sekarang ini bahwa hampir semua implementasi jaringan menggunakan
topologi Star dalam implementasi fisiknya.


Ring Topology


Topologi LAN ketiga adalah topologi Ring. Dibanding topologi Bus dan Star, topologi Ring ini
lebih complex akan tetapi menawarkan feature yang menarik. Node berkomunikasi dengan
formasi Ring, dengan setiap node berkomunikasi langsung hanya dengan upstream dan
downstream tetangganya saja.


Gambar berikut menunjukkan topologi Ring. Sebenarnya topologi Ring ini di implementasikan
secara fisik seperti topologi Star.


Ring topologi LAN


Pada topologi Ring, akses kepada jaringan dikendalikan melalui sebuah Token yang melewati dari
node ke node dengan mekanisme arbitrasi (juri). Setiap node mengambil gilirannya dengan
mengklaim Token saat Token melewati dari tetangga ke tetangganya, dan saat node mengambil
Token, mengambil gilirannya dan mengirim Token kedalam ring. Sebuah data packet di kirim dari
node ke node berikutnya sampai ke node tujuan. Setelah node tujuan menerima packet, ia
memodifikasi paket untuk menstempel bahwa paket diterima dan dikirim kembali ke dalam ring.
Akhirnya paket menyelesaikan berkeliling kedalam ring dan node yang mengirim menerima
kembali Token tersebut dan memberikan catatan kalau paket sudah terkirim sempurna. Jika
node pengirim sudah selesai, kemudian ia akan melepas Token ke tetangganya dan proses
berulang lagi.


Topologi Ring ini khususnya dipakai pada jaringan Token-ring


Pro:


* Tidak diperlukan mekanisme collision detection, sehingga Topologi ring memberikan bandwidth
maksimal.
* Troubleshooting lebih mudah karena setia node hanya mengetahui dan berinteraksi dari kedua
sisi tetangganya saja.


Cons:


* Firmware untuk memelihara Ring adalah sangat complex dan harus ada pada setiap Card
jaringan yang ikut berpartisipasi dalam jaringan
* Implementasi Ring adalah sangat mahal dan hampir semua jaringan LAN sekarang ini hampir
semuanya memakai jaringan Ethernet karena lebih murah dan gampang didapat dipasaran.


Mesh Topology


Topologi LAN lainnya adalah topologi Mesh yang merupakan suatu hubungan satu sama lain
diantara beberapa node. Umumnya, suatu topologi mesh dimaksudkan untuk keperluan
redundancy. Setiap jaringan kampus harus menerapkan suatu topologi mesh untuk mencapai
tingkat redundancy dan fault tolerance yang merupakan tuntutan bisnis dari jaringan data
mereka.Ada dua jenis mesh yaitu full mesh dan partial mesh topologi. Full mesh – setiap node
saling berhubungan satu sama lain dengan dedikasi line tersendiri sementara partial seperti
namanya hanya sebagian saja mempunyai jalur menurut kebutuhan.


Gambar berikut menunjukkan topologi Mesh secara umum, setiap piranti / node mempunyai
koneksi ke setiap piranti lainnya pada jaringan.


Topology Mesh LAN


Pros:


* Partial mesh dirancang untuk memberikan redundancy dimana memang diperlukan saja.


Cons:


* Full mesh adalah sangat tidak praktis terkecuali untuk jaringan yang skalanya kecil saja.
* Biaya implementasi full mesh adalah sangat mahal sekali karena bersifat redundancy untuk
keperluan fault tolerance.


Hybrid Topologies


Pada environment yang besar, anda bisa mengimplementasikan banyak switches satu sama lain
untuk membuat jaringan LAN yang besar agar bisa mendukung banyak node. Topologi hybrid ini
menggabungkan topologi-topologi diatas bersama untuk membentuk tiga topologi hybrid yang
popular: Tree, Hyrarchical star, dan star wireless.
Tree Hybrid Topology


Gambar dibawah menunjukkan kombinasi topologi: Star topologi dikombinasikan dengan topologi
bus.
Hybrid tree topology LAN


Pro:


* Suatu komputer yang gagal tidak akan menyebabkan kegagalan semua system jaringan.
* Jika satu switch tidak berfungsi, ia akan hanya tidak berfungsi pada jaringan pada switch itu
saja, sementara komputer lainnya pada switch yang lain masih bisa berkomunikasi secara normal.


Cons:


* Jika ada masalah pada backbone, maka setiap group switch hanya bisa berkomunikasi pada
segmen-segmen switch saja.


Hierarchical Star Topology


Untuk jaringan yang besar anda bisa melakukan konfigurasi dalam topologi hierarchical star
seperti tampak dari gambar berikut ini.


Hirarchical star topology LAN


Pros:


* Bisa diimplementasikan pada jaringan yang luas.
* Switches bisa dikonfigurasikan secara redundancy untuk menghindari satu kegagalan tunggal
uplink.


Cons:


* Ada batasan ukuran besarnya jaringan seperti design IP address dan juga issue masalah
timing jika tanpa memperkenalkan technologi routing.


Star Wireless


Teknologi wireless telah banyak menjelma kesemua jaringan sekarang ini dan memakai topologi
hybrid. User perlu berada dalam jangkauan wireless roaming untuk bisa berpartisipasi dalam
jaringan wireless. Lihat juga jaringan wireless.
Topologi star perlu dibangun untuk menggabungkan banyak access point tersebar seantero
bangunan untuk menjamin cakupan wireless kesemua node yang berpartisipasi dalam jaringan.
Mengingat jaringan wireless terus berevolusi, begitu juga topologi yang mendukungnya terus
berkembang seiring dengan temuan-temuan teknologi baru.


4. Analisis TCP / IP dalam jaringan KODE


266145 abstract 266.145 abstrak



Fairhurst, G.; Spracklen, CT; Samaraweera, N.; McEwan, W.; Fairhurst, G.; Spracklen, CT;
Samaraweera, N.; McEwan, W.;
Aberdeen Univ. Aberdeen Univ.


This paper appears in: Satellite Communications - ECSC-3, 1993., 3rd European Conference on
Tulisan ini muncul dalam: Satelit Komunikasi - ECSC-3, 1993., 3 pada Konferensi Eropa
Issue Date: 2-4 Nov 1993 Isu Tanggal: 2-4 Nov 1993
On page(s): 16 - 20 Pada page (s): 16-20
Meeting Date: Tue Nov 02 00:00:00 EST 1993 - Thu Nov 04 00:00:00 EST 1993 Rapat Date:
Nov 02 00:00:00 EST Sel 1993 - Kam 04 November 1993 00:00:00 EST
Location: Manchester , UK Lokasi: Manchester, UK
Print ISBN: 0-85296-603-2 Cetak ISBN: 0-85296-603-2
References Cited: 13 Daftar Pustaka: 13
INSPEC Accession Number: 4578569 INSPEC Aksesi Nomor: 4578569
Date of Current Version: Tanggal Versi Sekarang: 2002-08-06 18:54:21.0 2002/08/06
18:54:21.0
Abstract Abstrak


CODE (Co-Operative Data Experiment) is a VSAT (very small aperture satellite terminal)
system for LAN interconnection which is operating as part of the Olympus Utilisation
Programme funded by the European Space Agency. KODE (Co-Operative Data Percobaan)
adalah VSAT (sangat kecil aperture terminal satelit) sistem untuk LAN interkoneksi yang
beroperasi sebagai bagian dari Olympus Pemanfaatan Program yang didanai oleh European Space
Agency. CODE was developed as a co-operative project to stimulate work in both 20/30 GHz
technology and LAN interconnection in industry, universities, and research centres. KODE
dikembangkan sebagai ko-operasi proyek untuk merangsang kerja di kedua teknologi GHz 20/30
dan LAN interkoneksi di industri, universitas, dan pusat penelitian. In contrast to most
commercially available VSAT LAN interconnect systems, CODE employs routers connecting
individual remote LANs to a backbone network provided by the VSATs. Berbeda dengan LAN
VSAT tersedia secara komersial paling interkoneksi sistem, KODE menggunakan remote LAN
menghubungkan router individu ke jaringan backbone disediakan oleh VSATs. The use of
routers eases administration, and allows a level of performance enhancement which is not
easily provided in a bridged network. Penggunaan router memudahkan administrasi, dan
memungkinkan tingkat peningkatan kinerja yang tidak mudah diberikan dalam jaringan bridge.
The paper describes networking experiments performed using the CODE system and analyses
the performance of the TCP/IP protocol suite connecting the remote LANs Makalah ini
menjelaskan jaringan uji coba yang dilakukan dengan menggunakan sistem KODE dan analisis
terhadap kinerja TCP / IP protokol yang menghubungkan LAN remote



Model Referensi TCP/IP


TCP/IP dikembangkan sebelum model OSI ada. Namun demikian lapisan-lapisan pada TCP/IP
tidaklah cocok seluruhnya dengan lapisan-lapisan OSI. Protokol TCP/IP hanya dibuat atas lima
lapisan saja: physical, data link, network, transport dan application. Hanya lapisan aplikasi pada
TCP/IP mencakupi tiga lapisan OSI teratas, sebagaimana dapat dilihat pada Gambar berikut.
Khusus layer keempat, Protokol TCP/IP mendefinisikan 2 buah protokol yakni Transmission
Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol Protocol (UDP). Sementara itu pada lapisan
ketiga, TCP/IP mendefiniskan sebagai Internetworking Protocol (IP), namun ada beberapa
protokol lain yang mendukung pergerakan data pada lapisan ini.
Susunan model OSI dan TCP/IP lima lapis


1. Physical Layer. Pada lapisan ini TCP/IP tidak mendefinisikan protokol yang spesifik. Artinya
TCP/IP mendukung semua standar dan proprietary protokol lain. Pada lapisan ini ditentukan
karakteristik media transmisi, rata-rata pensinyalan, serta skema pengkodean sinyal dan sarana
sistem pengiriman data ke device yang terhubung ke network
2. Data Link Layer. Berkaitan dengan logical-interface diantara satu ujung sistem dan jaringan
dan melakukan fragmentasi atau defragmentasi datagram. Ada juga beberapa pendapat yang
menggabungkan lapisan ini dengan lapisan fisik sehingga kedua lapisan ini dianggap sebagai satu
lapisan, sehingga TCP/IP dianggap hanya terdiri dari empat lapis. Perhatikan perbandingannya
pada kedua gambar di atas.
3. Network Layer Internet Protocol (IP). Berkaitan dengan routing data dari sumber ke tujuan.
Pelayanan pengiriman paket elementer. Definisikan datagram (jika alamat tujuan tidak dalam
jaringan lokal, diberi gateway = device yang menswitch paket antara jaringan fisik yang beda;
memutuskan gateway yang digunakan). Pada lapisan ini TCP/IP mendukung IP dan didukung oleh
protokol lain yaitu RARP, ICMP, ARP dan IGMP.
1. Internetworking Protocol (IP) Adalah mekanisme transmisi yang digunakan oleh TCP/IP. IP
disebut juga unreliable dan connectionless datagram protocol-a besteffort delivery service. IP
mentransportasikan data dalam paket-paket yang disebut datagram.
2. Address Resolution Protocol (ARP) ARP digunakan untuk menyesuaikan alamat IP dengan
alamatfisik (Physical address).
3. Reverse Address Resolution Protocol (RARP) RARP membolehkan host menemukan alamat IP
nya jika dia sudah tahu alamat fiskinya. Ini berlaku pada saat host baru terkoneksi ke jaringan.
4. Internet Control Message Protocol (ICMP) ICMP adalah suatu mekanisme yang digunakan
oleh sejumlah host dan gateway untuk mengirim notifikasi datagram yang mengalami masalah
kepada host pengirim.Internet
5. Group Message Protocol (IGMP) IGMP digunakan untuk memfasilitasi transmisi message yang
simultan kepasa kelompok/group penerima.
4. Transport Layer. Pada lapisan ini terbagi menjadi dua, UDP dan TCP
1. User Datagram Protocol (UDP) UDP adalah protokol process-to-process yang menambahakan
hanya alamat port, check-sum error control, dan panjang informasi data dari lapisan di atasnya.
(Connectionless)
2. Transmission Control Protocol (TCP) TCP menyediakan layanan penuh lapisan transpor untuk
aplikasi. TCP juga dikatakan protokol transport untuk stream yang reliabel. Dalam konteks ini
artinya TCP bermakna connectionoriented, dengan kata lain: koneksi end-to-end harus dibangun
dulu di kedua ujung terminal sebelum kedua ujung terminal mengirimkan data. (Connection
Oriented)
5. Application Layer. Layer dalam TCP/IP adalah kombinasi lapisan-lapisan session, presentation
dan application pada OSI yang menyediakan komunikasi diantara proses atau aplikasi-aplikasi
pada host yang berbeda: telnet, ftp, http, dll.


Untuk mengontrol operasi pertukaran data, informasi kontrol serta data user harus
ditransmisikan, sebagaimana digambarkan pada gambar di bawah. Dapat dikatakan bahwa proses
pengiriman menggerakkan satu blok data dan meneruskannya ke TCP. TCP memecah blok data ini
menjadi bagian-bagian kecil agar mudah disusun. Untuk setiap bagian-bagian kecil ini, TCP
menyisipkan informasi kontrol yang disebut sebagai TCP header, yang akhirnya membentuk
segmen TCP. Informasi kontrol dipergunakan oleh pasangan (peer) entiti protokol TCP pada host
lainnya. Contoh item-item yang termasuk dalam header ini adalah sebagai berikut:


* Destination port: saat entiti penerima TCP menerima segmen TCP, harus diketahui kepada
siapa data tersebut dikirimkan.
* Sequence number: TCP memberikan nomor yang dikirim secara bertahap ke port tujuan,
sehingga jika destination menerima tidak sesuai dengan urutannya, maka entiti destination akan
meminta untuk dikirim kembali.
* Checksum: pada pengiriman segmen TCP diikutkan pula suatu kode yang yang disebut dengan
segment remainder. Remainder TCP yang diterima akan dikalkulasi dan dibandingkan hasilnya
dengan kode yang datang. Jika terjadi ketidasesuaian, berarti telah terjadi kesalahan
transmisi.


5. Cara Setting Jaringan Pada Komputer


Langkah pertama colokkan semua kabel ke komputer yang akan dihubungkan. Selanjutnya ikuti
langkah-langkah berikut ini:


1. Pertama adalah untuk pemberian Computer Name dan Workgroup dulu, caranya :
* Klik kanan pada My Computer –> Properties, maka akan muncul jendela System Properties
* Selanjutnya klik pada tab Computer Name, kemudian klik pada Change, maka akan muncul
jendela Computer Name Changes
* Ubah pada kolom Computer name dengan nama komputer yang Anda inginkan
* Pada kotak Member of ada dua pilihan, yaitu Domain dan Workgroup
* Pilih pada Wordgroup dan berikan nama Workgroup sesuai dengan keinginan Anda
* Klik OK –> OK –> Yes –> Komputer akan restart..
* Cek kembali dengan klik kanan My Computer –> Properties, pilih tab Computer Name, lihat
apakah sudah berubah
* Selesai..
2. Selanjutnya adalah pemberian IP Address pada komputer, caranya adalah:
* Buka Control Panel –> Network Connection
* Klik kanan pada Local Area Connection –> Properties
* Pada kotak This connection uses the following items, pilih Internet Protocol (TCP/IP) –> Klik
Properties
* Selanjutnya pada jendela Internet Protocol (TCP/IP) properties pilih Use the following IP
address
* Kemudian isikan IP Address sesuai keinginan Anda, misalnya :
IP address : 192.168.1.1
Subnet mask : 255.255.255.0
Default gateway : (bisa dikosongkan)
* Selanjutnya klik OK
* Selesai..
3. Selanjutnya adalah mengecek apakah komputer sudah terhubung dengan yang lainnya, caranya
adalah dengan menggunakan Command prompt :
* Klik Start –> Run –> ketik cmd –> OK
* Untuk melakukan cek ke IP 192.168.1.1 maka perintahnya adalah : ping 192.168.1.1
* Jika hasilnya menunjukkan Reply… maka sudah terkoneksi.
* Lakukan Ping untuk semua komputer dan kesemua IP Address
4. Langkah terakhir adalah Sharing Data, langkah ini digunakan u agar komputer yang satu bisa
berbagi data dengan komputer yang lain, caranya adalah :
* Buka windows explorer
* Klik kanan pada drive / folder / file yang ingin Anda bagi, pilih dan klik Properties
* Klik pada tab Sharing –> Klik pada If you understand risk….
* Selanjutnya centang pada Share this folder on network
* Centang juga Alow network users to change my file jika Anda mengijinkan komputer lain
merubah data Anda
* Klik OK…
5. Untuk melihat data yang di sharing oleh komputer lain caranya adalah:
* Buka windows explorer
* Cari My Network Place –> Entire Network –> Nama Workgroup –> Nama Komputer –> File yang
di sharing
* Klik untuk membukanya…
6. Selesai deah............??????



6. Setting DNS


DNS server dan layanan nya adalah sangat vital dalam suatu infrastructure jaringan dalam
suatu bisnis atau enterprise. Untuk itu setting DNS dengan benar adalah sangat penting sekali.


Tujuan utama dari design layanan DNS dengan setting DNS yang bagus adalah layanan yang
berkesinambungan tanpa putus, performa yang cepat, dan traffic minimum jika melewati
jaringan WAN (lihat juga teknologi WAN), system keamanan yang kuat, dan perawatan
administrasi minimum dan sederhana. Dan juga diperlukannya layanan server Primary dan
Secondary DNS adalah sebagai fault tolerance, dalam arti saling melengkapi jika salah satu
tidak berfungsi. Baca juga artikel sebelumnya menbahas singkat mengenai server DNS dan juga
desin solusi Cluster.


Jika anda mempunyai DNS server dari Windows 2000; anda bisa mempertahankan konfigurasi
setting DNS server yang ada sekarang dan juga zona file dengan jalan upgrade ke Windows
server 2003. Upgrade bisa dimulai dari primary server terlebih dahulu kemudian upgrade
secondary server.


Sebelum melakukan setting DNS server, checklist berikut ada baiknya dilakukan terlebih
dahulu sebelum membangun DNS server.


* Luangkan waktu terlebih dahulu untuk merencanakan layout DNS domain namespace nya dan
penamaan konvensinya tentunya sesuai dengan kebutuhan dan disetujui oleh semua fihak
terkait.
* Jika sekarang ini anda mempunyai infrastructure DNS, perlu diputuskan bagaimana akan di
integrasikan. Dan anda juga harus memutuskan apakah anda akan menggunakan WINS
forwarding jika anda mempunyai WINS.
* Apakah anda akan menggunakan root hints, forwarders, atau kombinasi keduanya dalam me-
resolve internet?
* Untuk memaksimalkan ketersediaan dan meminimalkan traffic WAN anda perlu memikirkan
dimana saja server DNS akan diletakkan.
* Keputusan harus diambil apakah anda akan menggunakan standard primary dan secondary DNS
atau Zone integrated dengan Active Directory. Jika menggunakan Zone integrated Active
Directory perlu diletakkan di lokasi yang sangat strategis untuk mendukung name resolution.
* Anda harus mempertimbangkan jika anda ingin mensupport updates resource record secara
dynamis dan memberikan keamanan update dengan jalan integrasi zone kedalam Active
Directory.
* Apakah anda juga akan memberikan name services pada zones public dengan jalan meletakkan
DNS server pada DMZ, atau mendapatkannya dari ISP saja?
* Anda juga harus memutuskan jika anda memberikan name resolution dibelakang firewall untuk
domain DNS diluar termasuk extranets dan koneksi bisnis fihak ketiga lainnya. Conditional
forwarding atau Stub zones dapat digunakan untuk meresolusi address kedalam name host
untuk koneksi ini.


Begitu anda selesai mendesign DNS anda bisa mulai melakukan konfigurasi dan setting DNS
server.


Setting DNS Service pada Windows Server 2003


Siapkan CD-ROM Windows Server 2003 saat instalasi DNS server, dan ikuti prosedur berikut
ini.


1. Buka Add/Remove Program dari Control Panel
2. Untuk memunculkan Windows komponen wizard klik Add/Remove Windows Components
3. Arahkan ke Networking Services dan klik Details untuk membuka Windows Networking
Services.
4. Pilih Domain Name System (DNS) dan klik OK untuk menyimpan perubahan dan kembali ke
Windows Components window dan klik Next.
5. Klik Finish dan tutup windows.


Sampai sini anda bisa memulai konfigurasi zones.


Setting DNS Forward Lookup Zone


Kita gunakan saja SecureNetwork.Com sebagai forward lookup zone pertama dan sebagai root
dari namespace domain DNS.


Catatan: DNS services start secara automatis saat booting, akan tetapi kita juga bisa men-
start dan men-stop service DNS menggunakan DNS console atau kita juga bisa menggunakan
net start dns dari command line untuk men-start layanan DNS atau net stop dns untuk
menghentikan layanan DNS.


Setting DNS untuk membuat suatu Forward Lookup Zone


1. Click menu Start => Programs => Administrative Tools => DNS untuk membuka console DNS.
Pada alur DNS menunjukkan Local server dan dua cabang kosong untuk forward dan reverse
lookup zones
2. Klik kanan Forward Lookup Zone icon dan pilih New Zone dari menu untuk membuka New Zone
Wizard.
3. Click Next untuk membuka Zone Type window, dan pilih saja pilihan defaultnya Primary Zone
dan hilangkan contrengan opsi Store the Zone in Active Directory. Klik Next dan kemudian
ketik nama Zone.
4. Klik Next untuk membuka window Zone File. Nama file Zone seharusnya sama klop dengan
suatu extension .DNS. jika anda mempunyai file zone sekarang ini, anda bisa mengimportnya
saat ini dengan opsi Use This Existing File.
5. Click Next untuk membuka Dynamic Update window dan pilih opsi update. Jika anda
menggunakan Active Directory Integrated Zones, maka opsi Allow Secure Dynamic Update akan
tersedia.
6. Click Next untuk menyelesaikan Setting Up DNS untuk konfigurasi Forward Lookup Zone.


Zone baru akan tersedia sebagai folder dibawah ikon Forward Lookup Zones pada sisi kiri
windows. Jika ikon zone dipilih, resource record yang ada akan ditampilkan seperti terlihat pada
sisi kanan window pada gambar dibawah ini.


186-forward-lookup
Setting Up DNS untuk Reverse Lookup Zone


Untuk segala request SRV dan A record dihandel oleh forward lookup zone. Ini adalah query
jika anda mengetahui IP address dan memerlukan nama host. Procedure berikut akan
membimbing anda dalam setting DNS untuk membuat Reverse Lookup Zone.


1. Klik kanan ikon Reverse Lookup Zone dan pilih NEW ZONE untuk memulai New Zone Wizard.
2. Click Next untuk membuka Zone Type window. Pilih saja default pilihan Primary Zone. Untuk
membuat primary zone, hilangkan contrengan opsi Store the Zone in Active Directory.
3. Click Next untuk membuka Reverse Lookup Zone window. Dibawah Network ID, masukkan
porsi network dari subnet zone yang akan dilayani misal jaringan 10.x dengan subnet mask 16
bit, sehingga isian akan tampak sebagai 10.1 dengan dua octet terakhir kosong. Setiap nomor
unik pada octed kedua memerlukan reverse lookup zone terpisah.


186-reverse-lookup
4. Click Next untuk membuka Zone File window dan biarkan saja default setting nya. Nama zone
seharusnya klop dengan suatu .DNS extension. Jika anda mempunyai file zone yang sekarang
ada, anda bisa mengimport pada saat ini, dengan opsi Use This Existing File.
5. Click Next untuk membuka Dynamic Update window dan pilih opsi update anda. Jika anda
men-design Active Directory Integrated zones, maka opsi Allow Only Secure Dynamic Updates
akan tersedia.
6. Click Next dan Finish untuk menyelesaikannya.


Anda bisa mengetesnya dengan membuat record host dan lihat apakah record PTR bisa dibuat
dengan sukses. Test dari client dengan jalan melakukan ping kepada record test tersebut dan
juga ke DNS server.



7. Mengenal Modem


Modem adalah singkatan bagi modulator-demolator. perangkat yang dewasa ini paling banyak
digunakan untuk melakukan koneksi ke internet, ini adalah proses di mana isyarat berbentuk
digital yang dihasilkan oleh komputer dialihkan kepada isyarat berbentuk gelombang supaya ia
dapat dihantarkan menerusi talian telefon dan juga sebaliknya yaitu berkemampuan untuk
mengalihkan isyarat gelombang kepada isyarat digital.


Isyarat digital ialah isyarat yang mengandungi siri suis elektronik yang diwakili oleh ciri hidup
dan mati, ciri hidupnya diwakili oleh angka 1, manakala ciri matinya pula diwakili oleh 0. Dengan
penggunaan ciri ini serta kombinasi angkanyalah maka komputer mampu menghasilkan data
berbentuk teks, grafik dan sebagainya.


Berlainan pula dengan isyarat berbentuk analog, ia adalah isyarat berbentuk gelombang bunyi
melalui talian elektrik dan data serta maklumat dihasilkan berasaskan kekuatan gelombang serta
tahap frekuensinya. Ringkasnya, modem berfungsi mengubahkan isyarat berbentuk 1 dan 0 tadi
kepada isyarat berbentuk gelombang serta frekuensi begitu jugalah sebaliknya.


Modem biasanya terdapat dalam tiga jenis iaitu modem dalaman (internal modem), modem luaran
(external modem), dan kad PC (PC card). Daripada ketiga jenis modem ini, jenis modem dalaman
dan luaran digunakan pada persekitaran perkomputeran peribadi. Manakala jenis modem kad PC
pula sering digunakan bersama komputer mudah-alih dan komputer buku.


Modem dalaman dari segi bentuk fizikalnya adalah berbentuk papan litar. Ia disambungkan
serta dihubungkan dengan papan litar induk komputer peribadi menerusi slot penambah. Apa
yang kelihatan untuk penglihatan anda cumalah bahagian belakangnya yang menyediakan soket
sambungan kepada talian telefon.


Antara kelebihan yang dimiliki oleh modem jenis ini iaitu modem dalaman ialah ia tidak
memerlukan sumber tenaga elektrik yang berasingan kerana sumber sedemikian akan datangnya
daripada komputer peribadi. Ia sekaligus menyelesaikan masalah seperti pembaziran tenaga
elektrik atau pun masalah seperti sering terlupa menutup suisnya. Ia juga membolehkan
penjimatan ruang pada meja komputer anda berbanding dengan modem luaran yang selalunya
memerukan sedikit ruang pada meja perkomputeran anda. Lazimnya jenis modem dalaman dari
segi kos serta harganya adalah lebih murah berbanding dengan modem luaran.


Modem luaran pula adalah merupakan perkakasan yang tersendiri serta terasing daripada
komputer peribadi anda. Ini sekaligus membolehkan anda menguruskannya secara berasingan.
Antaranya termasuk kemampuan memutuskan capaian ke internet dengan menutup modem tanpa
perlu menutup ataupun berinteraksi dengan program yang berkaitan dengannya pada komputer
peribadi anda.


Selain daripada itu, modem luaran amat popular di kalangan pengguna kerana ia mempunyai
lampu-lampu petunjuk serta isyarat yang membolehkan para pengguna mengetahui apa yang
sedang dilakukan oleh modem tersebut.


Modem jenis kad PC pula adalah modem yang kelazimannya digunakan bersama komputer jenis
mudah-alih dan buku. Saiz kad ini adalah sama dengan saiz kad kreadit dan kebanyakannya
adalah jenis kad PC yang memenuhi format kad PC2. Dengan menggunakan kad jenis ini, anda
boleh membuat capaian ke internet dengan kaedah sambungan kepada talian telefon biasa di
kediaman ataupun pejabat anda seperti mana yang digunakan dengan modem jenis dalaman atau
luaran.


Namun, jika anda berada di dalam perjalanan serta tidak mempunyai talian telefon tetap serta
kovensional, jangan bimbang, ini adalah kerana dengan menambahkan kabel khas kepada telefon
mudah-alih ataupun bimbit anda. Capaian internet akan dapat dibuat. Mungkin masalah yang akan
timbul ialah dari segi kualiti serta kemampuannya. Namun, kini sudah terdapat jenis-jenis
modem yang menyokong persekitaraan seumpama ini. Ini adalah jenis-jenis modem yang dikenali
sebagai modem yang menyokong rangkaian Paket Data Selular Digital. Dengan meluasnya
penggunaan modem sedemikian, ia pastinya memberikan upaya mobilisasi yang besar kepada para
pengguna.


Apabila memilih modem samada jenis dalaman, luaran dan kad PC yang kebiasaannya ditentukan
mengikut keperluan, kehendak serta jenis komputer yang dimiliki, turut merupakan faktor
penting serta kriteria utama apabila memilih modem ialah kelajuaannya. Kelajuannya diukur
dalam kiraan bit persaat (I kilobit bersamaan dengan 1000 bit).
Kelajuan sesebuah modem adalah amat penting kerana ia akan menjadi antara faktor utama yang
menentukan kelajuaan anda memindah-terima laman-laman web, menghantar e-mel dan
sebagainya. Lebih laju jenis modem anda, lebih lajulah kerja anda dapat dilaksanakan. Tetapi,
haruslah diingati bahawa turut terdapat faktor-daktor lain yang mampu melambatkan ataupun
mempercepatkan kerja anda. Antaranya ialah jenis talian komunikasi serta trafiknya ataupun
kemampuan komputer induk yang menempatkan laman web tersebut.



Modem Eksternal dan Internal


Seperti tergambar dari namanya, perangkat modem eksternal berada diluar CPU. Modem
eksternal dihubungkan ke CPU melalui port COM atau USB. Modem jenis ini biasanya
menggunakan sumber tegangan terpisah berupa adaptor. Keuntungan penggunaan modem jenis
ini adalah portabilitasnya yang cukup baik sehingga gampang dipindah-pindah untuk digunakan di
komputer lain. Disamping itu dengan menggunakan modem eksternal, tidak perlu ada slot
ekspansi yang dikorbankan sehingga bisa dipakai untuk keperluan lain, terutama apabila
mainboard yang digunakan hanya menyediakan sedikit slot ekspansi. Modem eksternal juga
dilengkapi dengan lampu indikator yang memudahkan kita untuk memonitor status modem.
Kerugiannya, harganya lebih mahal dibandingkan dengan modem internal. Modem eksternal juga
membutuhkan tempat tersendiri untuk menaruhnya meskipun kecil.


Berbeda dengan modem eksternal, modem internal terpasang langsung didalam CPU. Secara
fisik modem internal berupa sebuah card yang tertancap pada salah satu slot ekspansi pada
mainboard, biasanya pada slot ISA atau PCI. Penggunaan modem jenis ini memiliki beberapa
keuntungan, antara lain adalah lebih hemat tempat dan dari segi harga lebih ekonomis
dibandingkan dengan modem eksternal. Karena telah terpasang di dalam CPU, maka modem jenis
ini tidak membutuhkan adaptor seperti halnya modem eksternal sehingga sistem terkesan lebih
ringkas tanpa ada banyak kabel berseliweran yang bisa memberi kesan kurang rapi. Namun
demikian, modem internal memiliki kelemahan berupa tidak adanya indikator sebagaimana yang
bisa ditemui pada modem eksternal. Akibatnya agak sulit untuk memantau status modem
(walaupun bisa dilakukan lewat software). Selain itu, modem internal tidak menggunakan sumber
tegangan sendiri hingga harus dicatu dari power supply pada CPU. Panas dari komponen-
komponen dalam rangkaian modem internal juga akan menambah suhu dalam kotak CPU.


Kecepatan Modem


Kecepatan sebuah modem diukur dengan satuan bps (bit per second) atau kbps (kilobit per
second). Besarnya bervariasi, antara 300 bps hingga 56,6 kbps, namun kecepatan yang umum
digunakan dewasa ini berkisar antara 14.4 hingga 56,6 kbps. Makin tinggi kecepatannya tentunya
makin baik karena akan mempersingkat waktu koneksi dan menghemat biaya pulsa telepon.
Kecepatan koneksi juga sangat bergantung pada kualitas saluran telepon yang digunakan. Modem
56,6 kbps biasanya sangat jarang bisa mencapai kecepatan puncaknya. Umumnya koneksi
tercepat yang bisa dicapai lewat saluran telepon konvensional adalah berkisar antara 45-50
kbps untuk downstream, tergantung jarak dari sentral saluran telepon yang digunakan (makin
dekat tentunya makin baik), sedangkan untuk upstream maksimal hanya sebesar 33.6 kbps. Hal
ini berkaitan dengan keterbatasan saluran telepon yang memang pada dasarnya tidak dirancang
untuk komunikasi data berkecepatan tinggi.


Modem berbasis Hardware dan Software


Disamping kedua pembagian diatas, kita juga mengenal istilah hardware atau software modem.
Modem yang bekerja secara hardware menggunakan chip khusus untuk menangani fungsi-fungsi
komunikasi data, sedangkan pada software modem, pekerjaan ini diambil alih oleh sebuah
program driver. Penggunaan software modem akan cukup membebani kerja CPU, dan dengan
demikian tentunya memerlukan sistem dengan processor yang cepat (disarankan minimal
menggunakan processor Pentium 200 Mhz). Penurunan performa akan sangat terasa saat
menggunakan modem jenis ini. Sebuah mesin berbasis Celeron 400 misalnya, hanya mampu
bekerja layaknya PC Pentium Classic saat online dengan memanfaatkan software modem. Secara
fisik hampir tidak ada ciri yang menyolok yang membedakan antara kedua jenis modem ini.
Namun demikian, dewasa ini hampir seluruh modem internal berbasis PCI yang ada di pasaran
adalah software modem. Modem jenis ini umumnya dijual dengan harga yang jauh lebih murah
dibanding dengan modem berbasis hardware. Karena faktor ketersediaan driver, maka software
modem umumnya hanya bisa bekerja di lingkungan OS Windows sehingga jenis modem ini juga
sering disebut sebagai Winmodem.


Arti Lampu indikator pada modem eksternal


OH: Off Hook
Menunjukkan bahwa modem sedang bekerja. Kalau diumpamakan pesawat telepon, OH akan
menyala saat gagang diangkat dan mati saat gagang diletakkan.


CD: Carrier Detect
Menunjukkan apakah ada carrier yang dikirim dari modem yang dihubungi atau tidak. Saat ada
koneksi dengan modem lain, lampu CD akan menyala.


AA: Auto Answer
Fasilitas modem yang bisa menjawab secara otomatis panggilan dari modem lain. Apabila
indikator AA menyala, modem bisa melakukan handshaking secara otomatis.


EC: Error Control
Fasilitas modem untuk koreksi error. Indikator EC yang menyala menunjukkan fasilitas koreksi
error modem sedang aktif.


TD: Transmit Data
Indikator yang akan menyala saat modem sedang mengirimkan data.


RD: Receive Data
Indikator yang akan menyala saat modem menerima data.


DTR: Data Terminal Ready
Indikator yang menunjukkan modem siap digunakan untuk melakukan koneksi ke modem lain.
Pengertian dan Sejarah Internet
Internet (Interconnection Networking) merupakan jaringan komputer yang
menghubungkan komputer-komputer diseluruh dunia (World Wide Web) sehingga
terbentuk ruang maya jaringan komputer (Cyberspace) dimana antara komputer
yang    satu   dengan    komputer    lainnya   dapat    saling   berkomunikasi.
Sejarah perkembangan Internet diawali dengan terbentuknya jaringan komputer
pertama di Amerika Serikat yang dibentuk oleh Lembaga Advanced Research
Project Agency (ARPANET), yang menghubungkan 4 buah komputer yang masing-
masing berada di Stanford Research Institute (SRI), Universitas on California of
Los Angles (UCLA), Universitas Utah Charley Kline, dan Universitas California
Santa                             Barbara                               (UCSB).

Pada tahun 1983 ditemukanya protocol TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol) yang kemudian dikenal dengan Internet. Awalnya hanya
digunakan untuk keperluan Akademik dan Militer di Amerika saja, yang kemudian
pada     tahun     1990-an     digunakan    secara    meluas   oleh   masyarakat.
Tahun 1995 ditemukan teknologi World Wide Web atau Web yang berfungsi
menggantikan fungsi FTP (File Transfer Protocol), yaitu teknologi untuk melakukan
proses pertukaran data.
Perangkat Keras Untuk Mengakses Internet
Perangkat yang digunakan untuk mengakses Internet yaitu :
1. Personal Computer (PC) / Hardware
Spesifikasi minimum komputer yang digunakan yaitu :
1). Komputer dengan processor 80486 DX
2). RAM 32 Mb
3). Hardisk merupakan media penyimpanan 10 Gb
4). VGA Card (Video Graphic Array) yang akan mengubah data yang akan ditampilkan
pada monitor.
Selain spesifikasi diatas diperlukan juga perangkat tambahan yaitu :
5). Modem, baik Modem Internal dan eksternal, yang merupakan penghubung antara
PC dengan Saluran Telkom.
2. Perangkat Lunak / Software
Software disini yaitu terdiri :
1.) Operating system yang digunakan pada komputer yang digunakan untuk akses
Internet, seperti Windows 95, Windows 97, Windows 98, Windows 2000, Windows
Xp, Windows Vista, Linux.

2.) Browser Internet untuk program untuk mengakses Internet, seperti : Microsoft
Internet Explorer, Netscape Navigator, Opera, Maxthon.

3.) E-Mail, antara lain : Internet Mail, Outlook Express, Netscape Mail, dll.

4.) Chatting, antara lain : mIRC, ICQ, Yahoo Mesenger.

3. Saluran Telepon (Line Telepon)

Koneksi Internet Melalui Internet Service Provider (ISP)
Internet Service Provider merupakan sebuah badan atau perusahaan yang
menyediakan layanan jasa untuk akses Internet. Perusahaan ISP terhubung ke
Internet juga menggunakan jasa ISP lain seperti ISP Amerika, ISP Singapura, ISP
Hongkong. Apabila anda berlangganan Internet dari salah satu ISP maka anda akan
mendapatkan User ID dan Password, serta Nomor Dial ISP. Beberapa perusahaan
ISP antara lain PT. Telkom, Indonet, Indosat.net, Radnet, Wasantara.net, Meganet,
Centrin, dll.
Berikut ini cara menghubungkan Internet Melalui ISP Telkom yaitu
Telkomnet@Instan yang menggunakan operating sistem Windows Xp yaitu sebagai
berikut :

1).Klik Double icon My Computer, sehingga akan muncul tampilan sebagai berikut :
2).Klik My Network Place, sehingga akan muncul tampilan sebagai berikut :




3).Klik View Network Connection, sehingga akan muncul tampilan sebagai berikut :
4). Klik Create a new Connection, sehingga akan muncul tampilan sebagai berikut :
5). Klik Next, kemudian pilih Connect to the Internet




6). Klik Next, kemudian pilih Set up my connection manually
7). Klik Next, kemudian pilih Connect using a dial-up modem
8). Klik Next, kemudian pada kotak ISP Name (Nama ISP) ketik telkomnet@instan
9). Klik Next, kemudian pada kotak isian Phone Number ketik 080989999 (Nomor
Dial ISP)




10). Klik Next, kemudian isi pada kotak isian User Name yaitu telkomnet@instan,
pada kotak isian Password ketikkan telkom, begitu juga pada kotak isian Confirm
password.
11). Klik Next, klik pada pilihan Add a shortcut to this connection to my desktop,
kemudian lanjutkan dengan klik Finish.
12). Klik Double telkomnet@instan jika ingin menghubungkan komputer anda ke ISP.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2
posted:1/7/2013
language:
pages:33