PEMBENTUKAN BUMI

Document Sample
PEMBENTUKAN BUMI Powered By Docstoc
					Pembentukan Bumi
   OLEH ::
          DEWI FEBRIANTI
                      &
FAISAL AR-RAHMAN TANJUNG
       PEMBENTUKAN BUMI


Ada  terdapat beberapa teori
 tentang pembentukan bumi dari
 para ilmuwan yang telah
 melakukan penelitian dengan
 hasil yang berbeda-beda. Tetapi
 hanya ada satu teori yang paling
 popular, yaitu TEORI BIG BANG :
 tentang awal mula pembentukan
 bumi terjadi.
TEORI BIG BANG
Awalnya ada 1 bintang raksasa yang kemudian
mengalami supernova, meledak dan materialnya
menyebar. Material besar yang menyimpan energi
menjadi bintang, sementara yang lebih kecil
menjadi planet, yang lebih kecil menjadi bulan,
asteroid, dan benda langit lainnya. Sesuai kaidah
bahwa dua benda akan tarik-menarik sesuai dengan
gravitasi yang dimilikinya (yang dipengaruhi oleh
massa masing-masing benda tersebut), maka benda
yang massanya lebih kecil akan tertarik oleh
gravitasi benda yang massanya lebih besar. Tapi
karena adanya gravitasi benda yang lebih kecil
tersebut, maka benda yang lebih kecil akan
berputar mendekat ke benda yang lebih besar.
Sampai akhirnya dicapai kesetimbangan
antara kedua gravitasi sehingga benda
yang lebih kecil akan ber-revolusi
mengelilingi benda dengan massa yang
(jauh) lebih besar. Contoh : planet yang
mengelilingi matahari. Kemudian planet
inipun mengalami proses pembentukan
dirinya. Sebagai pecahan dari bintang,
tentu saja tiap planet memiliki
komposisi yang berbeda.
Kemudian pengaruh dari radiasi yang diterima tiap
planet juga berbeda, maka proses yang terjadi pada
tiap-tiap planet akan berbeda satu-sama lain.

Bumi yang awalnya berupa benda pijar yang panas
perlahan-lahan mengalami pendinginan (energi yang
disimpannya cuma sedikit, tidak sebanyak bintang).
Sesuai hukum thermodinamika, bumi mengalami
perubahan dari bentuk gas menjadi semakin dingin
sehingga berubah menjadi cair, pada saat cair inilah
material-material   mulai     mengelompok       dan
membentuk bagian-bagian inti, mantel dan kerak.
Khusus untuk kerak, (uap) air yang mulai
terbentuk seiring pendinginan bumi mulai
mendingin dan turun ke permukaan bumi menjadi
air. Karena permukaan bumi masih berupa cairan
panas, maka air tersebut menjadi uap lagi
sementara permukaannya terdinginkan dan mulai
mengeras. Bayangkan magma yang disemprot air
dalam jumlah banyak, lama-kelamaan permukaan
atasnya akan mengeras (karena mendingin)
sementara lapisan bawahnya tetap berupa cairan
panas. Lapisan keras tersebut semakin lama
semakin tebal dan sekarang menjadi “permukaan
tanah” tempat manusia dan makhluk hidup lainnya
tinggal.
Sementara air yang sebagian besar
menjadi laut dan samudra, salah
satunya berfungsi untuk menjaga
suhu kerak bumi tetap dingin.
PEMBENTUKAN BUMI DARI
SEGI ISLAM
 Adapun yang mengenai pembentukan relief bumi, di Qur-
 an hanya menyinggung terbentuknya gunung-gunung.
 Sesungguhnya dari segi yang kita bicarakan di sini,
 hanya sedikit yang dapat kita katakan
 yaitu ayat-ayat yang menunjukkan perhatian Tuhan
 kepada manusia dalam hubungannya dengan
 terbentuknya bumi seperti
 dalam surah:

 Surat 71 ayat 19, 21
 Surat 51 ayat 48 :
 Surat 88 ayat 19, 20:
 Surat 78 ayat 6, 7:
 Surat 79 ayat 32: dan
 Surat 31 ayat 10:
MUKA BUMI
.
    Susunan bumi adalah kompleks. Pada waktu ini
    secara kasar sekali dapat dikatakan bahwa bumi
    itu mempunyai lapisan dalam temperatur yang
    sangat tinggi khususnya di
    bagian tengah di mana batu-batu masih cair.
    Adapun lapisan atas atau kulit bumi merupakan
    lapisan yang keras dan dingin. Lapisan atas itu
    sangat tipis, hanya setebal antara beberapa
    kilometer dan beberapa puluh kilometer sedang
    poros bumi itu lebih dari 6.000 kilometer.
    Dengan begitu maka kulit bumi, rata-rata tidak
    sampai 1/100 poros bumi. Dalam batas 1/100
    inilah fenomena-fenomena geologi terjadi.
Yang paling dasar daripada perubahan-perubahan geologi
adalah lipatan yang asalnya adalah rangkaian gunung-gunung.
Terbentuknya lipatan-lipatan itu dalam geologi dinamakan
"orogenese." Proses ini penting sekali karena setelah nampak
relief (pemunculan) yang akan membentuk gunung terjadi pula
gerakan kearah kedalam yang proporsional dengan kulit bumi
yang menjamin tempat duduknya gunung itu dalam lapisan di
bawahnya.

Sejarah tentang pembagian muka bumi menjadi tanah dan
lautan adalah hasil penyelidikan yang masih baru dan masih
belum sempurna, walaupun yang mengenai periode yang tidak
sangat kuno tetapi yang lebih banyak diketahui.
Bahwa timbulnya lautan (hidrosfir) terjadi l/2 milliard
tahun yang lalu. Mula-mula semua benua merupakan satu
kesatuan pada "Zaman Pertama" dan kemudian terserak-serak.
Di lain pihak ada benua-benua atau bagian benua yang muncul
sebagai akibat terjadinya gunung dalam daerah laut (seperti
benua Atlantik Utara dan sebagian dari Europa -- menurut
pandangan Sains modern).

Yang mempunyai pengaruh besar dalam sejarah pembentukan bumi
adalah munculnya rangkaian gunung-gunung. Para ahli
mengelompokkan semua evolusi bumi, dari periode pertama
sampai periode keempat dengan mengambil pedoman dari tahap
orogenik (gunung-gunung) dan tahap-tahap ini sendiri
dikelompokkan dalam siklus-siklus orogenik, karena tiap-tiap
munculnya relief gunung akan mempengaruhi keseimbangan
antara lautan dan benua.
Munculnya gunung-gunung telah
menghilangkan beberapa bagian bumi yang tinggi dan
menumbuhkan bagian-bagian yang baru dan telah merubah
pembagian udara laut dan udara kontinental semenjak
beratus-ratus juta tahun. Udara kontinental hanya mengambil
tempat 3/10 dari seluruh muka bumi.


Dengan cara tersebut di atas kita dapat menyimpulkan secara
sangat tidak sempurna perubahan-perubahan yang terjadi
dalam beberapa ratus juta tahun yang lalu.
BUMI BISA MENJADI TEMPAT
TINGGAL MAKHLUK HIDUP
 Bumi adalah satu-satunya bagian alam semesta
 yang diketahui dihuni oleh makhluk hidup sampai
 sekarang. Para ahli sains telah berusaha
 merungkai asal usul munculnya kehidupan di Bumi
 dan bagaimana keadaan Bumi di awal
 terbentuknya.

 Ada tiga sudut pandangan yang memperkatakan
 keadaan Bumi pada awal terbentuknya,yaitu
 bergurun seperti permukaan Bulan, diselimuti
 lidah api, atau dipenuhi air tanpa daratan.
 Namun, ketiga gambaran tersebut mungkin salah.
Sebuah kajian terbaru menyimpulkan bahawa
Bumi memiliki benua dan lautan sejak 4,3 milion
tahun lalu. Keadaan tersebut berlaku setelah
Bumi terbentuk dan tidak terlalu lama sejak
terbentuknya matahari sekitar 4,6 milion tahun
lalu.

Penelitian berbeda yang dilaporkan pada bulan
Mei juga menghasilkan kesimpulan sama.
Anggapan bahwa permukaan Bumi diliputi api yang
membara. Pada awal terbentuknya dianggap
sesuatu yang terlalu melampau.

Tapi, bukan berarti sejak awal terbentuknya
Bumi sudah ada kehidupan.
Hanya saja, keadaan persekitarannya sudah siap untuk
didiami. Suatu tempat berisi air, tanah, suhu dan keadaan
persekitaran yang seimbang membawa kepada terbentuknya
kehidupan.

Hasil penelitian tersebut dilaporkan dalam jurnal Sains edisi
online. Peneliti dari University of Colorado Stephen Mojzsis
juga menerangkan bagaimana keadaan Bumi sebelum masa
tersebut.

"Sebelum 4 milion tahun lalu, Bumi mungkin tidak terlihat
Biru dari luar angkasa seperti sekarang. Meskipun diketahui
sudah terbentuk daratan yang luas, atmosfer yang
mengandungi karbon dioksida berkadar tinggi menyebabkan
langit berwarna kemerah-merahan,"kata Mojzsis.
"Lautan dengan konsentrasi besi yang lebih tinggi
daripada sekarang juga menyebabkan airnya
berwarna biru kehijau-hijauan. Ratusan kepulauan
kecil seperti Selandia Baru atau Jepang mungkin
masih terendam," katanya.

Kesimpulan ini diambil berdasarkan analisis
terhadap hafnium, elemen langka pada mineral
purba yang ditemukan di Jack Hill, kawasan
Australia Barat. Batuan-batuan di sana
diperkirakan sebagai salah satu yang tertua di
Bumi, berumur sekitar 4,4 milion tahun.
"Bukti ini menunjukkan bahwa terdapat plat
benua utama yang telah terbentuk pada 100
juta tahun pertama terbentuknya Bumi," lanjut
Mojzsis.

Penelitian Mark Harrison dari Australian
National University yang dilaporkan pada 2001
digabungkan dengan hasil penelitian Mojzsis.
Dari penelitian tersebut telah dibuktikan bahwa
permukaan Bumi mengandung air sejak 4,3 juta
tahun lalu.
"Gambaran yang kami peroleh sekarang menunjukkan bahwa kulit
Bumi, lautan, dan atmosfer telah terbentuk sejak awal sehingga
lebih siap untuk menampung berbagai bentuk kehidupan," kata
Mojzsis.

Udaranya sendiri mungkin belum dapat digunakan untuk bernafas
karena terdiri dari campuran karbon dioksida, uap air, gas sulfur,
dan metana. Tetapi karena inilah lingkungan yang diperlukan oleh
mikroba.

Para saintis belum dapat memastikan sejak kapan kehidupan
dimulai dan bagaimana terbentuk. Berdasarkan teori lainnya, jika
ada sejak 4,3 milion tahun dahulu, berarti kehidupan sempat
musnah kerana hentaman meteor sehingga harus dimulai sejak
awal lagi. Bagaimanapun, Bumi adalah tempat yang tidak pasti pada
satu milion tahun pertama hingga berkurangnya asteroid dan
komet yang menghentamnya.
KEHANCURAN BUMI
 Setiap sesuatu yang baru akan berubah. Bumi dan
 langit beserta galaksi-galaksi adalah ciptaan
 tuhan maka ia hanya bersifat mahkluk dan harus
 menerima perubahan. Setiap benda baru akan
 hancur kerana ketidakkekalannya. Begitu juga
 dengan bumi. Alam semesta ini pada suatu masa
 akan menerima kemusnahan. Hal ini telah disebut
 dalam beberapa surah di Al-Quran.
 Dalam ilmu astronomi bintang-bintang pada suatu
 ketika nanti akan meledak dan meluap menjadi
 supernova. Dan kemungkinan matahari kita pada
 suatu masa nanti juga akan menjadi supernova
 tersebut. Di kala itu bumi akan ditelannnya. Hal ini
 mungkin akan terjadi berjuta tahun akan datang.
 Dengan berlakunya hal tersebut, terjadi apa yang
 dikatakan kiamat.
Menurut A. Baiquni, bahwa pada setiap jangka waktu
antara 100 hingga 200juta tahun, pertemuan besar akan
terjadi antara bumi dengan benda-benda angkasa, yang
lebih besar daripada hentaman yang berlaku ke atas bumi
pada tahun 1908 yang dikenali sebagai “Kejadian
Tungusa”. Kejadian yang besar itu terjadi, yaitu pada saat
sistem matahari dalam perjalanannya mengelilingi pusat
galaksi. Perjalanan tersebut menghampiri kawasan yang
berkabut raksasa. Terjadi hal ini kerana masssanya yang
besar, kabut raksasa ini akan mengganggu perjalanan
komet-komet yang berasal dari kabut Oort yang ikut
serta dengan sistem tata surya kita dan hal ini dapat
mengakibatkan tubrukan dengan bumi. Dengan kejadian
itu dapat mengubah arus magma dan paksi bumi sehingga
ada kemungkinan kutub Utara terbalik ke Selatan dan
sebaliknya Barat menjadi Timur dan Timur menjadi Barat.
Tidak mustahil pada waktu itu matahari akan terbit dari
Barat dan terbenam ke Timur.
Walaupun ada banyak teori yang berdasarkan
kepada pengkajian sains mengenai kehancuran alam
semesta ini, namun hakikat sebenarnya adalah pada
kekuasaan Allah, karena Dialah yang Maha
Mengetahui dan menentukan segala-galanya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:8
posted:1/7/2013
language:Malay
pages:22
Arifudin S.Pd. Arifudin S.Pd. http://
About