Docstoc

tugasq epidemologi

Document Sample
tugasq epidemologi Powered By Docstoc
					                  MAKALAH
                    EPIDEMIOLOGI
               “PENYAKIT CAMPAK”
         Dosen Pembimbing : dr. Suparyanto, M.Kes




                      Di susun Oleh:
                      ANDRI AGUSTINI
                      20101540146003



SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BAHRUL ‘ULUM
    PROGRAM PENDIDIKAN DIII KEBIDANAN
          TAMBAKBERAS JOMBANG
                          2012
                            KATA PENGANTAR


       Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan
rahmat,taufik dan hidaya-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul
‘’Promosi Kesehatan Persalinan’’.
Makalah ini disusun sebagai persyaratan untuk dapat mengikuti mata kuliah Promosi
Kesehatan.
Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada :
   1. Enny Puspita,S.ST,selaku Ketua STIKES Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang
   2. Miftakhul Mualimah,S.ST, selaku Kaprodi DIII Kebidanan
   3. dr. Suparyanto, M.Kes, selaku Dosen mata kuliah          Epidemiologi yang telah
       menyempatkan waktunya untuk memberikan bimbingan,dorongan,kritik dan saran
       dalam pembuatan makalah ini
   4. Kedua orangtua serta saudara-saudara tersayang yang telah memberikan dukungan
       moril dan materiil dalam pembuatan makalah ini
   5. Teman-taman yang tidak bias penulis sebutkan satu persatu serta semua pihak yang
       telah membantu dan mendukung dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan
untuk masa yang akan datang.
Akhirnya dengan penuh harapan mudah-mudahan makalah ini bermanfaat khususnya bagi
pembaca dan umumnya bagi kita semua.




                                                            Jombang, Maret 2012




                                                                     Penulis
                                                            DAFTAR ISI
Kata pengantar......................................................................................................I
Daftar isi...............................................................................................................II
     A. BAB I PENDAHULUAN
           1.1 Latar belakang....................................................................................1
           1.2 Rumusan masalah
           1.3 Tujuan dan sasaran.............................................................................2
           1.4 Manfaat penelitian..............................................................................3
     B. BAB II TINJAUAN PUSTAKA
           2.1 Faktor agent........................................................................................4
           2.2 Faktor host..........................................................................................5
           2.3 Faktor environment............................................................................6
           2.4 Part of entry and exit..........................................................................7
           2.5 Transmisi............................................................................................8
     C. BAB III PEMBAHASAN
           3.1 Definisi...............................................................................................9
           3.2 Pencegahan.......................................................................................10
           3.3 Pemberantasan..................................................................................11
           3.4 Pengobatan dan penatalaksanaan.....................................................12
     D. BAB IV PENUTUP
           4.1 Kesimpulan ......................................................................................13
           4.2 Kritik dan Saran ...............................................................................14
                                                  BAB I
                                              PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
             Campak dalam sejarah anak telah dikenal sebagai pembunuh
   terbesar, meskipuna d a n y a v a k s i n t e l a h d i k e m b a n g k a n l e b i h
   d a r i 3 0 t a h u n y a n g l a l u , v i r u s c a m p a k i n i menyerang 50 juta orang
   setiap tahun dan menyebabkan lebih dari 1 juta kematian. Insiden terbanyak
   berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas penyakit campak yaitu pada
   negara berkembang, meskipun masih mengenai beberapa negara maju seperti Amerika
   Serikat.Campak adalah salah satu penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan
   imunisasidan masih masalah kesehatan di Indonesia. Penyakit ini umumnya menyerang
   anak umur di bawah lima tahun (Balita) akan tatapi campak bisa menyerang
   semua umur. Campak telah banyak diteliti, namun masih banyak terdapat
   perbedaan pendapat dalam
             penanganannya.I m u n i s a s i ya n g t e p a t p a d a w a k t u n ya d a n p e n a n g a
   n a n s e d i n i m u n g k i n a k a n m e n g u r a n g i komplikasi penyakit ini.
1.2 Rumusan Masalah
         1.apa pengertian campak?
         2.bagaimana riwayat alamiah dari penyakit campak?
         3.bagaimana etiologi, epidemiologi, patofisiologi dan gejala klinis
             penyakit campak?
         4 . B a g a i m a n a p e n c e g a h a n p e n ya k i t c a m p a k ?
1.3 Tujuan
         1.Untuk mengetahui pengertian campak
        2.Untuk mengetahui etiologi, epidemiologi dan patofisiologi dari
        penyakit campak
        3.Untuk mengetahui riwayat alamiah dari penyakit campak
        4 . U n t u k m e n g e t a h u i c a r a p e n c e g a h a n p e n ya k i t c a m p a k
                                               BAB II
                                      TINJUAN PUSTAKA


2.1 Faktor-Faktor
     1. Faktor agent
             Penyebab infeksi adalah virus campak, anggota genus Morbilivirus dari famili

         Paramyxoviridae.



     2. Faktor Host
              Penyakit campak bisa berasal dari Faktor Host (penjamu) yang merupakan
        bahwa campak dimungkinkan untuk dieradikasi, karena satu-satunya pejamu
        (host) atau reservoir campak hanya pada manusia dan adanya
        vaksindengan potensi yang cukup tinggi dengan effikasi vanksin 85%.
        Diperkirakan eradikasiakan dapat dicapai 10 – 15 tahun setelah
        eliminasi.P r o g r a m i m u n i s a s i c a m p a k d i I n d o n e s i a d i m u l a i p a d a
        tahun 1982 dan masuk dalam p e n g e m b a n g a n p r o g r a m
        imunisasi. Pada tahun 1991, Indonesi a dinyatakan
        t e l a h mencapai UCI secara nasional. Dengan keberhasilan Indonesia
        mencapai UCI tersebutm e m b e r i k a n d a m p a k p o s i t i p t e r h a d a p
        k e c e n d e r u n g a n p e n u r u n a n i n s i d e n s c a m p a k , k h u s u s n ya p a d a
        Balita dari 20.08/10.000 – 3,4/10.000 selama tahun 1992 –
        1 9 9 7 (ajustment data rutin SST). Walaupun imunisasi campak telah
        mencapai UCI namund i b e b e r a p a d a e r a h m a s i h t e r j a d i K L B
        c a m p a k , t e r u t a m a d i d a e r a h d e n g a n c a k u p a n imunisasi rendah atau
        daerah kantong.
     3. Faktor environment

                      Faktor environment ( lingkungan) dapat menjadi salah satu penyebab
          utama Epidemi campak dapat terjadi setiap 2 tahun di negara berkembang dengan

          cakupan vaksinasi yang rendah. Kecenderungan waktu tersebut akan hilang pada

          populasi yang terisolasi dan dengan jumlah penduduk yang sangat kecil yakni <

          400.000 orang. Status imunitas populasi merupakan faktor penentu. Penyakit akan
          meledak jika terdapat akumulasi anak-anak yang suseptibel. Ketika penyakit ini masuk
          ke dalam komunitas tertutup yang belum pernah mengalami endemi, suatu epidemi
          akan terjadi dengan cepat dan angka serangan mendekati 100%. Pada tempat dimana

          jarang terjangkit penyakit, angka kematian bisa setinggi 25%.
4.    Port of entry and exit

        Menurut port of entry and exit Isolasi P e n d e r i t a r e n t a n m e n g h i n d a r i
     k o n t a k d e n g a n s e s e o r a n g ya n g t e r k e n a p e n y a k i t campak dalam
     kurun waktu 20-30 hari, demikian pula bagi penderita campak
     untuk diisolasi selama 20-30 hari guna menghindari penularan lingkungan
     sekitar.



5. Transmisi
       Penularan dari orang ke orang melalui percikan ludah dan transmisi melalui
            udara ( sampai 2 jam setelah penderita campak meninggalkan ruangan ).
           Waktu Penularan: 4 hari sebelum dan 4 hari setelah ruam.
           Penularan maksimum pada 3-4 hari setelah ruam.
                                                   BAB III
                                                 PEMBAHASAN

3.1 Pengertian
             Campak yang disebut juga dengan measles atau rubeola merupakan suatu
    penyakiti n f e k s i a k u t y a n g s a n g a t m e n u l a r , d i s e b a b k a n o l e h p a r a m i x o v
    i r u s ya n g p a d a u m u m n ya menyerang anak-anak.Penyakit ini ditularkan dari orang
    ke orang melalui percikan liur (droplet)yang terhirup
    C a m p a k i a l a h p e n y a k i t i n f e k s i v i r u s a k u t , m e n u l a r ya n g d i t a n d a i d e n
    g a n 3 stadium, yaitu:

         a. stadium kataral,

         b. stadium erupsi

         c. stadium konvalesensi.

                   Campak adalah suatu penyakit akut menular, ditandai oleh tiga stadium:

         1 . S t a d i u m k a t a r a l Di tandai dengan enantem (bercak koplik) pada mukosa
          bukal dan faring, demam ringansampai sedang, konjungtivitis ringan, koryza, dan
          batuk.

         2 . S t a d i u m e r u p s i Ditandai dengan ruam makuler yang muncul
          berturut-turut pada leher dan muka, tubuh,lengan dan kaki dan disertai oleh
          demam tinggi.

         3.Stadium konvalesensi d e n g a n h i l a n g n ya r u a m s e s u a i u
          r u t a n m u n c u l n y a r a u m , d a n t e r j a d i hiperpigmentasi.



3.1.1 Riwayat Alamiah Penyakit Campak
             Riwayat alamiah penyakit campak melalui tahap-tahap sebagai berikut:
       a T a h a p       p a t o g e n s i
       b . T a h a p         P a t o g e n e s i s c . T a h a p A k h
       i r / p a s c a p a t o g e n e s i s .

       1 . T a h a p P r e p a t o g e n s i s Pada tahap ini individu berada dalam
             k e a d a a n n o r m a l / s e h a t t e t a p i m e r e k a p a d a dasarnya peka terhadap
kemungkinan terganggu oleh serangan agen penyakit (stage of suseptibility).
Walaupun demikian pada tahap ini sebenarnya telah terjadi
interaksiantara
        penjamu dengan bibit penyakit. Tetapi interaksi ini masih terjadi di luar
tubuh,d a l a m a r t i b i b i t p e n y a k i t m a s i h a d a d i l u a r t u b u h p e j
a m u d i m a n a p a r a k u m a n mengembangkan potensi infektifitas, siap
menyerang peniamu. Pada tahap ini belumada tanda-tanda sakit sampai
sejauh daya tahan tubuh penjamu masih kuat.
Namun b e g i t u p e n j a m u n v a ‘ l e n g a h ’ a t a u p u n m e m a n g b i b i t
p e n ya k i t m e n j a d i l e b i h g a n a s d i t a m b a h d e n g a n k o n d i s i l i n g k u n g
a n ya n g
k u r a n g m e n g u n t u n g k a n p e j a m u , m a k a keadaan segera dapat
berubah. Penyakit akan melanjutkan perjalanannya memasuki fase
berikutnya, tahap patogenesis.2 . T a h a p P a t o g e n e s i s Tahap ini
meliputi 4 sub-tahap yaitu:- Tahap Inkubasi, - Tahap Dini, - Tahap
Lanjut,dan -Tahap Akhir.
•Tahap InkubasiMasa inkubasi dari penyakit campak adalah 10 -20 hari.
  Pada tahap ini individumasih belum merasakan bahwa dirinya sakit.3
•Tahap Dini Mulai timbulnya gejala dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu
berupa:

    Panas badan
    nyeri tenggorokan
    Hidung meler ( Coryza )
    Batuk ( Cough )
    Bercak Koplik
    Nyeri otot
    Mata merah ( conjuctivitis )

•Tahap Lanjutmunculnya ruam-ruam kulit yang berwarna merah bata dari mulai
kecil-kecil
dan j a r a n g k e m u d i a n m e n j a d i b a n y a k d a n m e n y a t u s e p e r t i
p u l a u - p u l a u . R u a m umumnya muncul pertama dari daerah wajah dan
tengkuk, dan segera
menjalar m e n u j u d a d a , p u n g g u n g , p e r u t s e r t a t e r a k h i r k a k i -
t a n g a n . P a d a s a a t r u a m i n i muncul, panas si anak mencapai
puncaknya (bisa mencapai 40 derajad Celsius),ingus semakin banyak,
hidung semakin mampat, tenggorok semakin sakit dan batuk-batuk kering
dan juga disertai mata
merah.3 . T a h a p A k h i r / p a s c a p a t o g e n e s i s . Berakhirnya perjalanan
penyakit campak. Dapat berada dalam lima pilihan keadaan,yaitu:
   Sembuh sempurna, yakni bibit penyakit menghilang dan tubuh
    menjadi pulih, sehat kembali.
   Sembuh dengan cacat, yakni bibit penyakit menghilang, penyakit
    sudaht i d a k a d a , t e t a p i t u b u h t i d a k p u l i h s e p e n u h n ya , m e n i n g g
    a l k a n b e k a s gangguan yang permanen berupa cacat.
   Karier, di mana tubuh penderita pulih kembali, namun penyakit
    masihtetap ada dalam tubuh tanpa memperlihatkan gangguan penyakit.
   Penyakit tetap berlangsung secara kronik.
   Berakhir dengan kematian.
   3.1.2 Etiologi, Epidemiologi, Patofisiologi dan Gejala Klinis Penyakit Campak
        1 . E t i o l o g i Campak disebabkan oleh virus RNA dari famili
        paramixoviridae, genus
        Morbillivirus.S e l a m a m a s a p r o d o r m a l d a n s e l a m a w a k t u s i n g k a t
        s e s u d a h r u a m t a m p a k , v i r u s ditemukan dalam sekresi nasofaring,
        d a r a h d a n u r i n . V i r u s d a p a t a k t i f s e k u r a n g - kurangnya 34 jam dalam suhu
        kamar.Virus campak dapat diisolasi dalam biakan embrio manusia atau
        jaringan ginjal kerana Terdapat pembesaran kelenjar getah bening di sudut mandibula
        dan di daerah leher belakang. Sedikit terdapat splenomegali, tidak jarang disertai diare
        dan
        muntah.V a r i a s i ya n g b i a s a t e r j a d i a d a l a h B l a c k M e a s l e s s , y a i t u m o r b i
        l i ya n g d i s e r t a i dengan perdarahan di kulit, mulut, hidung, dan traktus digestivus.

       •Stadium konvalesensiErupsi berkurang menimbulkan bekas yang berwarna lebih tua atau
        hiperpigmentasi( g e j a l a p a t o g n o m o n i k ) y a n g l a m a k e l a m a a n a k a n h
        i l a n g s e n d i r i . S e l a i n i t u ditemukan pula kelainan kulit bersisik. H
        i p e r p i g m e n t a s i i n i m e r u p a k a n g e j a l a patognomonik untuk morbilli. Pada
        penyakit-penyakit lain dengan eritema ataueksantema ruam kulit menghilang
        tanpa hiperpigmentasi. Suhu menurun sampai normal kecuali bila ada komplikasi.




3.1.3 Diagnosa-diagnosa
          Dibuat dari gambaran klinis, selama stadium prodormal,sel
    r a k s a s a multinuklear dapat ditemukan pada apusan mukosa hidung. Virus
    dapat diisolasi pada biakan jaringan. Angka leukosit cenderung rendah dengan
    limfositosis relatif.
    Pungsil u m b a l p a d a p e n d e r i t a d e n g a n e n s e f a l i t i s c a m p a k b i a s a n ya m e n
    unjukkan kenaikan p r o t e i n d a n s e d i k i t k e n a i k a n l i m f o s i t . K a d a r
      g l u k o s a n o r m a l . B e r c a k k o p l i k d a n hiperpigmentasi adalah patognomonis
    untuk rubeola/campak.

3.1.4Komplikasi
                Pada penyakit campak terdapat resistensi u mum yang menurun sehingga
        dapat terjadi
        a l e r g i ( u j i t u b e r k u l i n ya n g s e m u l a p o s i t i f b e r u b a h m e n j a d i n e g a t i ) . k
        e a d a a n i n i menyebabkan mudahnya terjadi komplikasi sekunder seperti:
            a.Bronkopnemonia
           Bronkopneumonia dapat disebabkan oleh virus campak atau oleh
           pneumococcus,s t r e p t o c o c c u s , s t a p h yl o c o c c u s . B r o n k o p n e u m o n i a
            i n i d a p a t m e n ye b a b k a n kematian bayi yang masih muda, anak dengan
           malnutrisi energi protein, penderita penyakit menahun seperti
           tuberkulosis, leukemia dan lain -lain. Oleh karena itu pada keadaan
           tertentu perlu dilakukan pencegahan.
      b.Komplikasineurologis
         Kompilkasi neurologis pada morbili seperti hemiplegi,
         p a r a p l e g i , a f a s i a , gangguan mental, neuritis optica dan ensefalitis.
        c.Encephalitis morbili akut
                    Encephalitis morbili akut ini timbul pada stadium eksan
           t e m , a n g k a k e m a t i a n rendah. Angka kejadian ensefalitis setelah
           infeksi morbili ialah 1:1000 kasus,sedangkan ensefalitis setelah
           vaksinasi dengan virus morbili hidup adalah 1,16 tiap 1.000.000 dosis.
        d.SSPE (Subacute Scleroting panencephalitis)
             S S P E ya i t u s u a t u p e n ya k i t d e g e n e r a s i y a n g j a r a n g d a r i
           susunan saraf.
                 D i t a n d a i o l e h g e j a l a ya n g t e r j a d i s e c a r a t i b a -
          t i b a s e p e r t i k e k a c a u a n m e n t a l , disfungsi motorik, kejang, dan koma.
          Perjalan klinis lambat, biasanya meninggaldalam 6 bulan sampai 3 tahun setelah
          timbul gejala spontan. Meskipun demikian,remisi spontan masih dapat
          terjadi. Biasanya terjadi pada anak yang
          menderitam o r b i l i s e b e l u m u s i a 2 t a h u n .
                S S P E t i m b u l s e t e l a h 7 t a h u n t e r k e n a m o r b i l i , sedang SSPE
          setelah vaksinasi morbili terjadi 3 tahun kemudian.Penyebab SSPE tidak jelas
          tetapi ada bukti-bukti bahwa virus morbilli memegang peranan dalam
          patogenesisnya. Anak menderita penyakit campak sebelum umur 2tahun,
          sedangkan SSPE bisa timbul sampai 7 tahun kemudian SSPE yang terjadisetelah
          vaksinasi campak didapatkan kira -kira 3 tahun kemudian.

3.2 Pencegahan Penyakit Campak
               Imunisasi aktif.I m u n i s a s i c a m p a k a w a l d a p a t d i b e r i k a n p a d a
        u s i a 1 2 - 1 5 b u l a n t e t a p i m u n g k i n diberikan lebih awal pada daerah dimana
        penyakit terjadi (endemik). Imunisasi aktif d i l a k u k a n d e n g a n
        menggunakan strain Schwarz dan Moraten. Vaksin
        t e r s e b u t d i b e r i k a n s e c a r a s u b c u t a n d a n m e n ye b a b k a n i m u n i t a s
        y a n g b e r l a n g s u n g l a m a . Dianjurkan untuk memberikan vaksin morbili
        tersebut pada anak berumur 10 – 15 b u l a n k a r e n a s e b e l u m u m u r 1 0
        b u l a n d i p e r k i r a k a n a n a k t i d a k d a p a t m e m b e n t u k antibodi secara baik
        karena masih ada antibodi dari ibu. Akan tetapi dianjurkan pulaagar anak yang
        tinggal di daerah endemis morbili dan terdapat banyak
        tuberkulosisd i b e r i k a n v a n s i n a s i p a d a u m u r 6 b u l a n d a n
        r e v a k s i n a s i p a d a u m u r 1 5 b u l a n . D i Indonesia saat ini masih dianjurkan
     memberikan vaksin morbili pada anak berumur 9 bulan ke atas.Vaksin morbili
     tersebut dapat diberikan pada orang yang alergi terhadap telur. Hanyasaja
     pemberian vaksin sebaiknya ditunda sampai 2 minggu sembuh. Vaksin
     ini jugad a p a t d i b e r i k a n p a d a p e n d e r i t a t u b e r k u l o s i s
     a k t i f y a n g s e d a n g m e n d a p a t tuberkulosita. Akan tetapi vaksin
     ini tidak boleh diberikan pada wanita hamil, anak dengan tuberkulosis
     yang tidak diobati, penderita leukemia dan anak yang sedang mendapat
     pengobatan imunosupresif.

          Imunisasi pasif.Imunisasi pasif dengan kumpulan serum orang dewasa,
     kumpulan serum konvalesens,g l o b u l i n p l a s e n t a a t a u g a m m a g l o b u l i n
     k u m p u l a n p l a s m a a d a l a h e f e k t i f u n t u k pencegahan dan pelemahan
     campak. Campak dapat dicegah dengan menggunakan imunoglobulin serum
     dengan dosis 0,25 mL/kg diberikan secara intramuskuler dalam5 hari sesudah
     pemajanan tetapi lebih baik sesegera mungkin. Proteksi
     sempurnat e r i n d i k a s i u n t u k b a yi , a n a k d e n g a n p e n y a k i t k r o n i s
     d a n u n t u k k o n t a k d i b a n g s a l rumah sakit anak.

           Isolasi P e n d e r i t a r e n t a n m e n g h i n d a r i k o n t a k d e n g a n s e s e o r a n g
     y a n g t e r k e n a p e n y a k i t campak dalam kurun waktu 20 -30 hari,
     demikian pula bagi penderita campak untuk diisolasi selama 20-30 hari guna
     menghindari penularan lingkungan sekitar.

3.3 Pemberantasan Penyakit Campak

          Tahapan pemberantasan Campak Pemberantasan
     c a m p a k m e l i p u t i b e b e r a p a tahapan, dengan kriteria pada tiap tahap yang
     berbeda-beda.
     a.Tahap Reduksi
          Tahap pengendalian campak.
                    Pada tahap ini terjadi penurunan kasus dan kematian, cakupan
             imunisasi >80%, daninterval terjadinya KLB berkisar antara 4 – 8
             tahun.Tahap pencegahan KLB. Pada tahun ini cakupan imunisasi
             dapat dipertahankant i n g g i d a n m e r a t a , t e r j a d i p e n u r u n a n
             t a j a m k a s u s d a n k e m a t i a n , d a n i n t e r v a l terjadinya KLB relative
             lebih panjang.
          Tahap Eliminasi
                    Pada tahap eliminasi, cakupan imunisasi sudah sangat tinggi (>95%),
             dan daerah-daerah dengan cakupan imunisasi rendah sudah sangat
             kecil jumlahnya. Kasus c a m p a k s u d a h j a r a n g d a n K L B
             h a m p i r t i d a k p e r n a h t e r n a d i . A n a k - a n a k ya n g dicurigai tidak
             terlindung (susceptible) harus diselidiki dan mendapat
             imunisasitambahan.
        Tahap Eradikasi
             Cakupan imunisasi tinggi dan merata, dan kasus campak sudah tidak
         ditemukan.T r a n s m i s i v i r u s s u d a h d a p a t d i p u t u s k a n , d a n
         negara-negara di dunia sudah




3.4 Pengobatan penyakit campak

        P e n g o b a t a n Simtomatik yaitu antipiretika bila suhu tinggi,
    sedativum, obat batuk dan memperbaiki k e a d a a n u m u m . T i n d a k a n
    lain adalah pengobatan segera terhadap komplikasi
    y a n g timbul.Diberikan sedatif, antipiretik untuk demam tinggi, tirah baring dan
    masukan cairan yangcukup. Penderita harus dilindungi dari kontak dengan
    cahaya yang kuat selama masafotofobia. Adanya komplikasi seperti
    ensefalitis, SSPE, bronkopneumonia pada setiapkasus harus dinilai secara
    individual.
                                                     BAB IV

                                                   PENUTUP

4.1 Kesimpulan
                   Campak ialah penyakit infeksi virus akut, menular, secara epidemiologi
     penyebabutama kematian terbesar pada anak. Menurut etiologinya campak
     disebabkan oleh virusRNA dari famili paramixoviridae, genus Morbillivirus,
     yang ditularkan secara
     droplet.G e j a l a k l i n i s c a m p a k t e r d i r i d a r i 3 s t a d i u m , ya i t u s t a d i u m k a t
     a r a l , s t a d i u m e r u p s i d a n stadium konvalesensi. Campak dapat dicegah
     dengan melakukan imunisasi secara aktif, pasif dan isolasi penderita. Insidens Rate
     Campak dari data rutin selama tahun 1992 – 1998di Indonesia cenderung menurun
     untuk semua kelompok umur. Penurunan paling tajam pada kelompok umur
4.2 Saran
              D e n g a n d i s u s u n n ya m a k a l a h i n i m e n g h a r a p k a n k e p a d a s e m u a p e
     m b a c a a g a r dapat menelaah dan memahami apa yang telah terulis dalam
     makalah ini sehingga sedikit banyak bisa menambah pengetahuan pembaca.
     Disamping itu kami juga mengharapkan sarandan kritik dari para pembaca sehinga
     kami bisa berorientasi lebih baik pada makalah kami selanjutnya.
                                    DAFTAR PUSTAKA



Maldonado, Y. 2002.Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta
. EGC.Anonim, 2008.Measles
.http://dermnetnz.org/viral/morbilli.html. 18 januari 2010. 20.30Depkes, R.I. 2004.
Campak di Indonesia
.http://www.penyakitmenular.info.18 januari 2010.20.40Imunisasi, vaksinasi.
2008.http://www.sidenreng.com 19 januari 2010. 01.00Ika. 2009.
 Ilmu Kesehatan Anak
.http://www.wordpress.com 19 januari 2010. 02.4618

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:61
posted:1/5/2013
language:Latin
pages:15