MAKALAH EPIDEMIOLOGI

Document Sample
MAKALAH EPIDEMIOLOGI Powered By Docstoc
					                  MAKALAH
                EPIDEMIOLOGI
      “TENTANG PENYAKIT GASTRITIS”
     Dosen Pembimbing : Dr.suparyanto,M.Kes




                     Oleh:
               Maya nur hayati
               NPM:20101540146017




           PRODI DIII KEBIDANAN
STIKES BAHRUL ‘ULUM TAMBAKBERAS JOMBANG
                  2011-2012
                                 KATA PENGANTAR


       Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan
rahmat,taufik dan hidaya-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang
“penyakit gastritis”.Makalah ini disusun sebagai persyaratan untuk dapat mengikuti mata
kuliah epidemiologi.Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada :
   1. Enny Puspita,S.ST,,selaku Ketua STIKES Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang
   2. Miftahul Mu’allimah,S.ST, selaku Kaprodi DIII Kebidanan
   3. dr. Suparyanto, M.Kes, selaku Dosen mata kuliah epidemiologi yang telah
       menyempatkan waktnya untuk memberikan bimbingan,dorongan,kritik dan saran
       dalam pembuatan makalah ini
   4. Kedua orangtua serta saudara-saudara tersayang yang telah memberikan dukungan
       moril dan materiil dalam pembuatan makalah ini
   5. Teman-taman yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu serta semua pihak yang
       telah membantu dan mendukung dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan
untuk masa yang akan datang.
Akhirnya dengan penuh harapan mudah-mudahan makalah ini bermanfaat khususnya bagi
pembaca dan umumnya bagi kita semua.




                                                            Jombang, Maret 2012




                                                                     Penulis
                                                           DAFTAR ISI
Kata pengantar......................................................................................................I
Daftar isi...............................................................................................................II
     A. BAB I PENDAHULUAN
           1.1 Latar belakang....................................................................................1
           1.2 Rumusan masalah...............................................................................2
           1.3 Tujuan dan sasaran.............................................................................3
           1.4 Manfaat penelitian..............................................................................4
     B. BAB II TINJAUAN PUSTAKA
           2.1 Faktor agent........................................................................................5
           2.2 Faktor host..........................................................................................6
           2.3 Faktor environment............................................................................7
           2.4 Part of entry and exit..........................................................................8
           2.5 Transmisi............................................................................................9
     C. BAB III PEMBAHASAN
           3.1 Definisi..............................................................................................10
           3.2 Pencegahan........................................................................................11
           3.3 Pemberantasan...................................................................................12
           3.4 Pengobatan dan penatalaksanaan.......................................................13
     D. BAB IV PENUTUP
           4.1 Kesimpulan .......................................................................................14
           4.2 Kritik dan Saran ................................................................................15
                                           BAB I
                                   PENDAHULUAN


1.1.Latar Belakang
       Gastritis merupakan sakit yang ditimbulkan oleh kelebihan asam yang diproduksi oleh
   lambung yang menyebabkan iritasi di selaput lendir lambung. Dalam kondisi normal
   asam diperlukan untuk membantu pencernaan dalam mengolah makanan yang kita
   makan.
       Gastritis yang terjadi tiba-tiba (akut) biasanya mempunyai gejala mual dan sakit pada
   perut bagian atas. Sedangkan gastritis kronis yang berkembang secara bertahap biasanya
   mempunyai gejala seperti sakit yang ringan pada perut bagian atas dan terasa penuh atau
   kehilangan selera. Bagi sebagian orang, gastritis kronis tidak menyebabkan apapun.
       .
1.2.Rumusan masalah
        Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, dimana gastritis adalah gejala
penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung
yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih pada perut.
        Gastritis terjadi pada organ lambung. Organ ini terletak di sebelah kiri rongga dada
dengan posisi miring ke bawah, menjorok ke kanan mendekati ulu hati. Kadang-kadang
orang yang terkena sakit ini akan menunjuk atau memegang perut sebelah kiri atau ulu hati,
tepat dibawah tulang dada.


1.3.Tujuan & Sasaran penyakit gastritis
1. Tujuan Umum
       Mengetahui bagaimana cara mencegah pada penyakit gastritis supaya tidak
menyerang kita.
2. Tujuan Khusus
a.untuk mengetahui tanda dan gejala pada penyakit gastritis.
b.untuk mengetahui cara penanggulangannya pada penyakit gastritis.


1.4.Manfaat penelitian
1. Dapat memberikan informasi atau data ilmiah tentang profil penderita penyakit gastritis.
2. Data yang diperoleh dapat digunakan sebagai data awal untuk penelitian selanjutnya.
                                          BAB II
                                   TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Faktor-Faktor
1.Faktor agent
       Lambung adalah sebuah kantong otot yang kosong, terletak pada bagian kiri atas
perut tepat dibawah tulang iga. Bila lambung dalam keadaan kosong, maka ia akan melipat,
mirip seperti sebuah akordion. Ketika lambung mulai terisi dan mengembang, lipatan-lipatan
tersebut secara bertahap membuka.
       Salah satu komponen cairan lambung adalah asam hidroklorida. Asam ini sangat
korosif sehingga paku besi pun dapat larut dalam cairan ini. Dinding lambung dilindungi oleh
mukosa-mukosa bicarbonate (sebuah lapisan penyangga yang mengeluarkan ion bicarbonate
secara regular sehingga menyeimbangkan keasaman dalam lambung) sehingga terhindar dari
sifat korosif asam hidroklorida.
       Penyebabnya bisa karena penderita makannya tidak teratur, terdapat mikroorganisme
yang merugikan, mengonsumsi obat-obatan tertentu,atau sebab-sebab lainnya seperti
mengonsumsi alkohol, pola tidur yang tidak teratur dan stress. Maag juga bisa terjadi apabila
si penderita telat makan, kemudian sewaktu makan si penderita maag makan dengan porsi
yang terlalu banyak. Bagi penderita maag yang sudah parah, penyakit maag tersebut sangat
berbahaya sekali dan dapat menyebabkan kematian.
      Pada beberapa kasus, gastritis dapat menyebabkan terjadinya borok (ulcer) dan dapat
meningkatkan risiko dari kanker lambung. Akan tetapi bagi banyak orang, gastritis bukanlah
penyakit yang serius dan dapat segera membaik dengan pengobatan.
      Gastritis biasanya terjadi ketika mekanisme pelindung ini kewalahan dan
mengakibatkan rusak dan meradangnya dinding lambung. Beberapa penyebab yang dapat
mengakibatkan terjadinya gastritis antara lain :
           1.   Infeksi bakteri.
           2.   Pemakaian obat penghilang nyeri secara terus menerus.
           3.   Penggunaan alkohol secara berlebihan.
           4.   Penggunaan kokain.
           5.   Stres fisik.
           6.   Kelainan autoimmune.
           7.   Crohn's disease.
           8.   Radiasi and kemoterapi.
           9.   Penyakit bile reflux. Bile (empedu) adalah cairan yang membantu mencerna
                lemak-lemak dalam tubuh.
2.Faktor host
       Dalam kondisi normal asam diperlukan untuk membantu pencernaan dalam mengolah
makanan yang kita makan. Namun produksi asam di lambung dapat lebih besar dari yang
dibutuhkan bila pola hidup kita tidak teratur dan tidak sehat, misalnya :
    makan tidak teratur atau terlalu cepat
    makan makanan yang terlalu pedas dan berminyak
    merokok dan banyak minum kopi/alcohol stres yang berlebihan.


3.Faktor environment
       Faktor environment ( lingkungan)tidak dapat menjadi salah satu penyebab utama pada
penyakit gastritis.Karena yang menyababkan penyakit gastritis adalah karna pola makan yang
tidak teratur,makan-makanan yang terlalu pedas dan berminyak,merokok dan banyak minum
kopi/alcohol dan stress yang berlebihan.


4. Port of entry and exit
    port of entry : pintu masuknya Agent kedalam Host melalui : oral.
    Port of exit : pintu keluarnya Agent dari Host melalui lingkungan atau air yang
       tercemar.



5.Transmisi
        Factor yang membawa (transmisi ) pada penyakit gastritis atau magh melalui pola
makannya yang tidak teratur,makan-makanan yang terlalu pedas,merokok dan banyak minum
kopi/alcohol stress yang berlebihan.
                                         BAB III
                                    PEMBAHASAN
3.1.Definisi
        Gastritis adalah peradangan pada mukosa lambung yang dapat bersifat akut kronik,
difus atau lokal (Soepaman, 1998).
        Sakit Maag adalah sakit yang ditimbulkan oleh kelebihan asam yang diproduksi oleh
lambung yang menyebabkan iritasi di selaput lendir lambung. Dalam kondisi normal asam
diperlukan untuk membantu pencernaan dalam mengolah makanan yang kita makan. Namun
produksi asam di lambung dapat lebih besar dari yang dibutuhkan bila pola hidup kita tidak
teratur dan sehat.


3.2.Pencegahan
         Sangat mudahmenghindari penyakit maag. Yaitu tidak makan dan minum yang pedas
maupun asam secara berlebihan, pola makanseimbang (tidak berlebihan lemaknya), dan
teratur. Hindari berlebihan minum kopi, the, soft drink. Lebih aman dengan sering minum air
putih.
       Namun demikian, seorang bisa terserang penyakit maag karena pengaruh ras,
keturunan dan kebiasaan makannya. Mungkin saja orang dengan ras tertentu sudah terbiasa
dengan makanan yang merangsang, tetapi tidak ada keluhan lambung, misalnya suku
Minang.
       Bagi yang sudah menderita penyakit maag berat, jika harus memakan makanan yang
dikelola secara missal (bersama) -misalnya dalam asrama, instansi hendaklah memperhatikan
syarat makanan, seperti harus mudah dicerna, porsi makanan sedikit-sedikit tetapi sering,
tidak merangsang lambung (missal pedas, asam, tektur keras), dapat mengeluarkan cairan
lambung dan dapat menetralkan kelebihan asam lambung.
        Satu hal yang juga perlu diperhatikan, bahwa ketenangan jiwa seseorang bisa
mengurangi resiko sakit maag. Jadi, hadapilah kegiatan sehari-hari dengan tenang dan
berserah diri kepada Allah. Dan Insya Allah, tidak hanya penyakit maag, penyakit lain pun
bisa terhindar dari tubuh kita.


3.3.Pemberantasan
        Maag bisa disembuhkan tetapi tidak bisa sembuh total, maag adalah penyakit yang
dapat kambuh apabila si penderita tidak makan teratur, terlalu banyak makan, atau sebab lain.
Biasanya untuk meredakan atau menyembuhkannya penderita harus meminum obat jika
diperlukan. Tetapi maag dapat di cegah, yaitu dengan cara makan teratur, makan secukupnya,
cuci tangan sebelum makan dan jangan jajan sembarangan.
        produksi asam di lambung dapat lebih besar dari yang dibutuhkan bila pola hidup kita
tidak teratur dan tidak sehat,maka dari itu kita harus bisa memberantas atau mencegah
terjadinya penyakit gastritis pada kita,misalnya :
    Pola makan kita harus teratur.
    Tidak boleh mengkonsumsi terlalu banyak makan – makanan yang pedas,berminyak
     dan asam.
    Tidak dianjurkan merokok dan banyak minum kopi/alcohol dan stres yang berlebihan


3.4.Pengobatan & Penatalaksanaan


       Obat-obatan untuk sakit maag umumnya dimakan dua jam sebelum makan dan dua
jam sesudah makan. Adapun dengan tujuan obat diminum dua jam sebelum makan yaitu
untuk menetralisir asam lambung, karena pada saat tersebut penumpukkan asam lambung
sudah sangat banyak dan didalam lambung penderita pasti telah terjadi luka-luka kecil yang
apabila terkena asam akan terasa perih. Kemudian obat yang diminum dua jam sesudah
makan bertujuan untuk melindungi dinding lambung dari asam yang terus diproduksi.
Akhirnya dua jam setelah makan, asam yang di lambung akan terpakai untuk mencerna
makanan sehingga sudah ternetralisir dan tidak akan melukai dinding lambung.
        Maag bisa disembuhkan tetapi tidak bisa sembuh total, maag adalah penyakit yang
dapat kambuh apabila si penderita tidak makan teratur, terlalu banyak makan, atau sebab lain.
Biasanya untuk meredakan atau menyembuhkannya penderita harus meminum obat jika
diperlukan. Tetapi maag dapat di cegah, yaitu dengan cara makan teratur, makan secukupnya,
cuci tangan sebelum makan dan jangan jajan sembarangan.


Obat-obatan yang biasanya digunakan:
   1. Antasida (Menetralisir asam lambung dan menghilangkan rasa nyeri)
   2. Proton pump inhibitor (Menghentikan produksi asam lambung dan menghambat
      infeksi bakteri helicobacter pylori)
   3. Cytoprotective Agent (Melindungi jaringan mukosa lambung dan usus halus)
   4. Obat anti sekretorik (Mampu menekan sekresi asam)
   5. Pankreatin (Membantu pencernaan lemak, karbohidrat, protein dan mengatasi
      gangguan sakit pencernaan seperti perut kembung, mual, dan sering mengeluarkan
      gas)
   6. Ranitidin (Mengobati tukak lambung)
   7. Simetidin (Mengobati dispepsia)
   Selain itu penyakit ini dipercaya memiliki beberapa jenis minuman dan makanan yang
kurang baik untuk dikonsumsi yaitu:
   1. Minuman yang merangsang pengeluaran asam lambung antara lain : kopi, anggur
      putih, sari buah sitrus, dan susu.
   2. Makanan yang sangat asam atau pedas seperti cuka, cabai, dan merica (makanan yang
      merangsang perut dan dapat merusak dinding lambung).
   3. Makanan yang sulit dicerna dan dapat memperlambat pengosongan lambung. Karena
      hal ini dapat menyebabkan peningkatan peregangan di lambung yang akhirnya dapat
      meningkatkan asam lambung antara lain makanan berlemak, kue tar, coklat, dan keju.
   4. Makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan
      lambung dapat naik ke kerongkongan seperti alkohol, coklat, makanan tinggi lemak,
      dan gorengan.
   5. Makanan dan minuman yang banyak mengandung gas dan juga yang terlalu banyak
      serat, antara lain:
           Sayur-sayuran tertentu seperti sawi dan kol
           Buah-buahan tertentu seperti nangka dan pisang ambon
           Makanan berserat tinggi tertentu seoerti kedondong dan buah yang
            dikeringkan.
           Minuman yang mengandung banyak gas (seperti minuman bersoda).
       Selain itu, kegiatan yang dapat meningkatkan gas didalam lambung juga harus
dihindari, antara lain makan permen khususnya permen karet serta merokok.
                                          BAB IV
                                        PENUTUP
5.1.Kesimpulan
        Menurut penelitian penyebab penyakit gastritis dapat bermula dari makan tidak teratur
atau terlalu cepat makan makanan yang terlalu pedas dan berminyak, merokok dan banyak
minum kopi/alcohol,stres yang berlebihan.
        Terjadinya gastritis atau peradangan lambung, pada awalnya karena asam lambung
yang berlebihan. Asam lambung yang semula membantu lambung malah merugikan
lambung. Asam lambung akan merusak dinding lambung itu sendiri, karena sifat asam yang
korosif (mengikis). Faktor yang memicu produksi asam lambung berlebihan, diantaranya
beberapa zat kimia, seperti alcohol, umumnya obat penahan nyeri, asam cuka. Juga beberapa
makanan dan minuman yang bersifat asam,, makanan dengan bumbu yang bersifat asam dan
sebagainya. Makanan yang pedas serta bumbu yang merangsang, semisal jahe, merica, juga
akan memicu produksi asam lambung.
        Gastritis terjadi pada organ lambung. Organ ini terletak di sebelah kiri rongga dada
dengan posisi miring ke bawah, menjorok ke kanan mendekati ulu hati. Kadang-kadang
orang yang terkena sakit ini akan menunjuk atau memegang perut sebelah kiri atau ulu hati,
tepat dibawah tulang dada.
        Maag bisa disembuhkan tetapi tidak bisa sembuh total, maag adalah penyakit yang
dapat kambuh apabila si penderita tidak makan teratur, terlalu banyak makan, atau sebab lain.
Biasanya untuk meredakan atau menyembuhkannya penderita harus meminum obat jika
diperlukan. Tetapi maag dapat di cegah, yaitu dengan cara makan teratur, makan secukupnya,
cuci tangan sebelum makan dan jangan jajan sembarangan.


5.2.Kritik & Saran
       Kami menyadari bahwa makalah yang kami susun masih jauh dari kesempurnaan, dan
data-data yang kami sajikan masih belum lengkap. Untuk itu kami membtuhkan kritik dan
saran agar makalah kami mebcapai kesempurnaan.
                                DAFTAR PUSTAKA
Azwar,A., 1997. Pengantar Epidemiologi, PT. Bina Rupa Aksara, Jakarta

Bustan, M.N., 1997. Pengantar Epidemiologi, Rineka Cipta, Jakarta.

Entjang, I.,1993. Ilmu Kesehatan Masyarakat, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.

Soemirat, J., 1996. Kesehatan Lingkungan, Gadjah Mada University press,Yogyakatra.

Brunner dan Suddarth. Keperawatan Medikel Bedah. Buku Kedoketran EGC (Vol.2, edisi 8)

Doengoes M.E. (2000), Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk Perencanaan dan
Pendokumentasian Perawatan Pasien. Edisi 3 . EGC. Jakarta.

Smeltzer, Suzanne C, Brenda G bare, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &
Suddarth Edisi 8 Vol 2 alih bahasa H. Y. Kuncara, Andry Hartono, Monica Ester, Yasmin
asih, Jakarta : EGC, 2002.

Wilkinson, Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Jakarta: EGC, 2007

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:535
posted:1/5/2013
language:Unknown
pages:11