Docstoc

INTERAKSI OBAT_DnC_.ppt

Document Sample
INTERAKSI OBAT_DnC_.ppt Powered By Docstoc
					    Oleh
entris sutrisno
INTERAKSI OBAT :
PERISTIWA BERUBAHNYA EFEK YANG DIHASILKAN OLEH SUATU
OBAT, TERJADI AKIBAT PENGARUH OBAT LAIN YANG DIBERIKAN
SECARA BERSAMAAN ATAU HAMPIR BERSAMAAN, DNG EFEK :


        a. MENGUNTUNGKAN, atau

        b. MERUGIKAN

        PENYEBAB :
        MULTI DRUG THERAPY atau POLYPHARMACY
POLIFARMASI, SERING MENYEBABKAN :


     EFEK SAMPING,

     INTERAKSI OBAT,
     TOKSISITAS,

     PENY ATROGENIK.
RESEP OBAT RASIONAL (WHO 1985) :
   TEPAT PASIEN
   TEPAT DIAGNOSA PENYAKIT,
   TEPAT PEMBERIAN OBAT
   TEPAT DOSIS,

   TEPAT WAKTU PEMAKAIAN,

   BIAYA SERENDAH MUNGKIN.
INTERAKSI OBAT, mekanisme kerjanya :
A. INTERAKSI FARMAKOKINETIKA :

  - Terjadi perubahan pada absorsi, distribusi, metabolisme,
    dan ekskresi (ADME) suatu obat, dapat mengakibatkan :
    * perubahan efek obat,
    * meningkatkan atau mengurangi jumlah / konsentrasi
      obat.

  - Diukur dng parameter Farmakokinetik, spt :

               Konsentrasi serum maksimum
               Luas Area di bawah Kurva (AUC)
               Waktu Paruh (T1/2)
               Jumlah total ekskresi obat via urine, dsb.
MASUK DALAM KELOMPOK INI :


1. PERUBAHAN ABSORBSI PADA GASTROINTESTINAL

  - Perubahan PH,

  - Gangguan pd Sistem Transport,

  - Pembentukan senyawa – senyawa Kompleks,

  - dan lain-lain.
FAKTOR –FAKTOR YG MEMPENGARUHI KEC. ABSORBSI OBAT
DLM GI TRACT , AL :

  - KECEPATAN ALIRAN DARAH DLM GI,

  - MOTILITAS GI,

  - PH GI,

  - KELARUTAN OBAT,

  - METABOLISME GI,

  - FLORA / MUKOSA GI,

  - TERBENTUK SENYAWA KOMPLEKS YG TIDAK LARUT.
Contoh :
 - Ca, Al, Mg, Fe + Tetrasiklin     Chelat

 - Ampisilin terjebak dlm makanan


 - Absorbsi Digoksin     dalam
   Oral kontrasepsi yg diminum dng antibiotik
KHUSUS PADA LANSIA, PENGHAMBATAN ABSORBSI, KARENA :

 BERKURANGNYA PERMUKAAN LAPISAN ATAS USUS,

 BERKURANGNYA GERAKAN, ALIRAN DARAH SAL CERNA,

 BERKURANGNYA KEASAMAN LAMBUNG, dan

 PENYAKIT-PENYAKIT TERTENTU.

SEBALIKNYA BERKURANGNYA GERAK SAL CERNA, OBAT- OBAT LEBIH
LAMA DI SAL CERNA        ABSORSI LEBIH BANYAK.
2. PERGESERAN IKATAN DNG PROTEIN PLASMA
  -   Suatu obat menggeser obat lain dari Ikatan dng protein
  Plasma,
  -   Kadar obat dlm darah meningkat                efek obat
      bertambah,
  -   Efek toksik meningkat.

3. BIOTRANSFORMASI
  -   Terjadi di mikrosom hati,
  -   Produksi enzim dpt bertambah / berkurang,
  -   Perangsangan mikrosom, aktivitas obat menurun,
  -   Penghambatan, aktivitas obat meningkat.
4. PERUBAHAN EKSKRESI
  - Eksresi obat di Ginjal, dipengaruhi obat lain,
  - Kompetisi pada sekresi tubulus Ginjal
  Contoh :
  - Sekresi tubular penisilin diinhibisi oleh Probenecid
        efek      dan makin lama, jadi menguntungkan
B. INTERAKSI FARMAKODINAMIK :

  - TERJADI di tingkat RESEPTOR,
  - OBAT SECARA LANGSUNG MERUBAH AKSI MOLEKUL
    atau kerja FISIOLOGIS OBAT LAIN.

   * Sinergisme,    Kerja yang sama pada satu organ.

   * Antagonisme,   Kerjanya saling bertentangan.

  * Potensiasi,     Kerjanya saling menguatkan.

  * Independen, Kerjanya secara independen pada dua
                tempat berbeda.


   -
C. INTERAKSI FARMASETIKA

    - Drug Incompatibility = TIDAK TERCAMPURNYA OBAT,
    - INTERAKSI YANG TERJADI KARENA PERUBAHAN FISIKA,
      REAKSI KIMIA antara 2 / lebih OBAT, TERJADI DILUAR
      TUBUH SAAT, DI FORMULASIKAN ATAU DISIAPKAN
      SEBELUM AKAN DIGUNAKAN PASIEN.

    SECARA FISIKA
    - Perubahan Kelarutan
    - Penurunan Titik Beku
    - Penurunan Titik Leleh
    - dll

 SECARA KIMIA
  - Reaksi Oksidasi
  - Reaksi Reduksi
  - Reaksi Hidrolisa
Contoh Penyebab :
 * Hidrolisa :                      O2
      Serbuk Aspirin + Na Bic             Gummy
         (Asam)      (Garam basa)        (Aspirin terhidrolisa)
 * Perubahan pH :
       Oksitetrasiklin HCl + Difenhidramin           Presipitat
           (Asam kuat)        (Asam lemah)
 * Degradasi Matahari :
       - Teofilin                perubahan warna
 * Terbentuk ikatan kompleks yang tidak larut :
         Oksitetrasiklin-HCl + MgSO4             Oksitetrasiklin-Mg
         Oksitetrasiklin-HCl + Ca-Glukonat           Oksitetrtasiklin-Ca
 * Penurunan Titik Lebur :
         Metampiron + Klordiazepoksida
          Aspirin + Antipirin                              membasah
             OBAT-OBAT PENYEBAB INTERAKSI OBAT

1. IKATAN OBAT PROTEIN YANG TINGGI (KUAT)

  - Obat ini cenderung dominan,
  - Membebaskan ikatan obat lain        kadar obat
    Contoh obat : Aspirin, Warfarin, dan lain-lain.

2. OBAT YANG MENSTIMULIR ATAU MENGINHIBISI METABOLISME
   OBAT LAIN
   a. Obat aktif, metabolitnya
        Contoh : *Prednison – Prednisolon
   Maka obat yang menstimulir metabolisme, akan menyebabkan
   terjadi peningkatan kadar obat aktif dalam darah.
b. Obat aktif, adalah obat aslinya
   Contoh : Captopril, Furosemid, Methydopa dan lain-lain.
   Maka obat yang menstimulasi metabolisme, akan me-
   nyebabkan terjadinya penurunan kadar obat aktif dalam
   darah.

Contoh Obat yang menstimulasi :
 - Antikonvulsan (fenitoin, karbamazepin, Fenobarbital)
 - Rifampisin;
 - Griseofulvin.

Contoh Obat yang menginhibisi :
 - Allupurinol
 - Kloramfenikol
 - Cimetidine
 - Metronidazole
 - INH
 - Ciprofloksasin.
C. OBAT YANG MEMPENGARUHI FUNGSI GINJAL
   Obat dapat mengubah klirens ginjal obat lain
   Contoh : obat-obat diuretik.
RESEP OBAT RASIONAL
 RESEP OBAT DIKATAKAN TIDAK RASIONAL, BILA KEMUNG-
 KINAN MEMBERI MANFAAT, KECIL ATAU TIDAK ADA SAMA
 SEKALI, SEDANGKAN KEMUNGKINAN MANFAAT TIDAK
 SEBANDING DENGAN EFEK SAMPING DAN BIAYANYA.


PENGGUNAAN OBAT RASIONAL :
 - TEPAT PEMBERIAN OBAT
 - TEPAT PASIEN
 - TEPAT INDIKASI
 - TEPAT DOSIS
 - TEPAT CARA PAKAI
 - TEPAT WAKTU DAN LAMANYA
BENTUK RESEP OBAT TDK RASIONAL (MSH 1984) :

1. Extravagantly drug prescribing = Peresepan boros
   - R/ obat –obat mahal,
   - Ada alternatif obat-obat lain yang lebih murah,
   - Termasuk obat –obat simtomatik

2. Over drug prescribing = Peresepan berlebihan
   - Dosis
   - Jumlah                      lebih dari yang dibutuhkan
   - Jenis
   - Waktu penggunaan
3. Multiple drug prescribing/Polypharmacy
   - Satu lembar resep tdk ≥ 2 R/
   - Mungkin cukup satu resep saja
   - Pemberian obat untuk semua gejala

4. Incorrect drugs prescribing = Peresepan yang salah
   - R/ berisi obat yg ≠ utk indikasi, atau indikasi yang keliru
   - Dosis tepat, tapi obatnya keliru
   - Pemberian obat pada pasien yang salah
   - Tanpa memperhitungkan kondisi pasien

5. Under prescribing = Peresepan yang kurang
   - Obat diperlukan, tapi tidak diresepkan
   - Dosis obat tidak cukup, atau
   - Lama pemberian terlalu pendek
DAMPAK NEGATIF RESEP TIDAK RASIONAL :

1. TERHADAP MUTU PENGOBATAN dan PELAYANAN
   MISAL : - DIARE AKUT, DIBERI ANTIBIOTIK dan ANTIDIARE,
              TANPA DIBERI REHIDRASI ORAL (ORALIT).
            - FARINGITIS STREPTOKOKUS DIBERI TETRASIKLIN.

2. TERHADAP BIAYA PELAYANAN
   - RESEP OBAT, TANPA INDIKASI YANG JELAS.
   - RESEP OBAT PATEN YANG MAHAL, PADAHAL ADA ALTERNATIF
     OBAT GENERIK, DGN MUTU DAN KEAMANAN YG SAMA.

3. TERHADAP KEMUNGKINAN EFEK SAMPING OBAT
   - RESIKO EFEK SAMPING, JADI MENINGKAT.

4. PSIKOSOSIAL
   - PASIEN TERGANTUNG PADA TERAPI OBAT, EFEK PSIKOLOGIK.
   - CONTOH : PASIEN MINUM ASPIRIN TERUS SEBAGAI PENCEGAH
             SAKIT JANTUNG KORONER, TAPI MEROKOK TERUS.
PENYEBAB RESEP TIDAK RASIONAL :

* SISTIM PENDIDIKAN
  - SELAMA PENDIDIKAN (PRE-SERVICE),
  - SETELAH PRAKTEK, KURANG PENYEGARAN (IN
  SERVICE).
* SISTIM PELAYANAN
  - PASIEN TERLALU BANYAK (di Poliklinik),
  - TIDAK ADA FORMULARIUM (PEDOMAN
    PENGOBATAN).
* PASIEN
  - TEKANAN & PERMINTAAN PASIEN,
  - GENERALISASI SECARA KELIRU.
* PROMOSI INDUSTRI YANG BERLEBIHAN
* LINGKUNGAN
UPAYA PERBAIKAN :

1. UPAYA PENDIDIKAN (Educational strategis)
   - Model Guide to Good Prescribing,
   - PENGETAHUAN, KEAHLIAN DAN SIKAP KRITIS,
   - Refreshing courses.
2. UPAYA PENGELOLAAN (Managerial strategis)
   - PERBAIKAN SISTIM SUPLAI
      Misal : - DOE, Formularium,
              - Penelaahan pemakaian obat (Drug utilization review).
   - SISTIM PERESEPAN DAN DISPENSING OBAT
      Misal : - Adanya Protokol Pengobatan,
              - Formulir resep, maksimal 2 R/,
              - Audit Terapi, dan lain-lain.
3. UPAYA PERATURAN (Regulatory strategies)
    - PERESEPAN GENERIK (Generic prescribing),
    - PELAYANAN DI RS PEMERINTAH.
              PENGGUNAAN OBAT RASIONAL
                   dipengaruhi oleh :

*   Pengaturan Obat (Regulasi ?)
*   Pendidikan (Formal atau Non formal)
*   Pengaruh Industri Obat (Promosi, Med rep)
*   Informasi / Prescribing Information
*   Sistem pelayanan kesehatan
*   Sosio-kultural

        Semua ikut berperan dalam penggunaan obat

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:20
posted:1/5/2013
language:
pages:24