Docstoc

REPROFISIOLOGI wanita

Document Sample
REPROFISIOLOGI wanita Powered By Docstoc
					FISIOLOGI REPRODUKSI
       WANITA
          By Sawiji Amani
  Mobile phone: 081 328 028333
  E-mail: sawijiamani@gmail.com

   Basic Sciences Department
Muhammadiyah Gombong University
     Central Java Indonesia
 Korelasi kadar hormon dg perubahan
       pd siklus ovari & uterina
• Selama fase folikuler (separo pertama siklus
  ovari):
• Folikel ovari mensekresi estrogen di bwh
  pengaruh FSH, LH dan estrogen itu sendiri.
• Kenaikan moderat kadar estrogen menginhibisi
  sekresi FSH sehingga menurun di akhir fase
  folikuler.
• Kenaikan moderat kadar estrogen incompletely
  mensupresi (merangsang dg kuat) sekresi LH
  tonik , sehingga terus naik selama fase folikuler.
• Ketika output estrogen folikuler mencapai
  kadar puncaknya, kadar estrogen yg tinggi tsb
  memicu lonjakan tajam kadar LH / “LH surge”
  di pertengahan siklus.
• LH surge ini menyebabkan pecahnya folikel
  matur (de Graff)  ovulasi.
• Saat folikel pecah (ovulasi), sekresi estrogen
  menurun drastis.
• Setelah ovulasi, sel-sel folikel yang tua berubah
  bentuk menjadi corpus luteum yang mensekresi
  progesteron dan estrogen selama fase luteal di
  separo kedua siklus ovari.
• Progesteron dengan kuat menginhibisi FSH dan
  LH sehingga terus turun selama fase luteal.
• CL mengalami degenerasi / atresia dalam waktu
  sekitar 2 minggu jika ovum yg direlease tidak
  dibuahi (fertilisasi) dan implantasi di uterus.
                        `
• Ketika CL mengalami degenerasi maka kadar
  progesteron dan estrogen menurun drastis,
  karena bahan baku pembuat hormon habis
  (lemak), dengan demikian menghilangkan
  pengaruh inhibisi-nya terhadap FSH dan LH.
• Kadar FSH & LH mulai naik lagi maka mulai
  menstimulasi perkembangan sekumpulan
  folikel baru  dimulailah siklus folikel yang
  baru.
• Bersamaan dg fase folikuler di ovarium tjd
  pula fase / siklus uterina yg merefleksikan
  pengaruh kadar hormon ovari (estrogen)
  terhadap perubahan di uterus.
• Di awal fase folikuler, di uterus lapisan
  endometrium yg kaya nutrisi dan vaskularisasi
  mengalami LURUH (fase menses uterina).
• Luruh disebabkan kadar E dan P menurun saat
  CL degenerasi di akhir preceding luteal phase.
• Di akhir fase folikuler, peningkatan kadar E
  menyebabkan perbaikan endometrium  menebal
  (fase proliferatif uterina).
• Setelah ovulasi, P dari CL menyebabkan perbaikan
  vaskularisasi dan sekretori di estrogen-primed
  endometrium utk menyiapkan/ menghasilkan
  lingkungan yg suitable bagi implantasi (fase sekretori
  uterina / fase progestasi).
• Setelah CL degenerasi (akhir fase luteal di ovarium &
  fase sekretori di uterus))  fase folikuler ovari dan fase
  menses uterina yang baru dimulai lagi… dst.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:6
posted:12/31/2012
language:Unknown
pages:8