Docstoc

ETIKA PROMOSI KESEHATAN 2

Document Sample
ETIKA PROMOSI KESEHATAN 2 Powered By Docstoc
					ETIKA PROMOSI KESEHATAN




           CUCU SANTIKAWATI,S.ST
HUBUNGAN KLIEN

Tenaga    kesehatan berhubungan
 erat dengan klien/masyarakat. Hal
 ini ditunjukkan dengan pentingnya
 peran tenaga kesehatan
 masyarakat dalam merubah
 perilaku masyarakat menuju hidup
 bersih dan sehat.
LANJUTAN…

Tenaga  kesehatan masyarakat
 diharapkan mampu mengambil
 bagian dalam promosi PHBS
 sehingga dapat melakukan
 perubahan perilaku masyarakat
 untuk hidup berdasarkan PHBS.
LANJUTAN….
 Semua  praktik promosi kesehatan harus
 mendorong orang menghargai orang lain
 tidak pandang umur, kemampuan, kecacatan,
 suku agama, kelamin dan berupaya
 melakukan perlawanan terhadap diskriminasi
 bila ada.
 Promotor kesehatan akan memberikan
 kesempatan yang sama untuk mencegah
 ketidakmerataan dalam kesehatan atau
 pelayanan kesehatan.
 KEPEDULIAN DENGAN DETERMINAN
SOSIAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN
           KESEHATAN


Semua  program promosi
kesehatan harus peka terhadap
kerangka sosial, ekonomi, rasial
dan kebudayaan dari kelompok
klien yang menjadi sasaran.
Semua   kegiatan promosi kesehatan
harus memahami bahwa determinan
sosial, ekonomi dan lingkungan
terhadap kesehatan sering berada di
luar kontrol individual, dan harus
berupaya memperhitungkan
determinan-determinan.
Dalam bidang perilaku kesehatan ada 3
teori yang sering menjadi acuan dalam
penelitian-penelitian kesehatan, yaitu:
1. Teori Lawrence Green
  Ada 2 determinan masalah kesehatan,
yaitu Behavioral factor dan non behavioral
factor.
  Dan faktor tersebut ditentukan oleh
faktor utama:
  a)Faktor predisposisi: pengetahuan,
    sikap, keyakinan, kepercayaan, nilai-
    nilai, tradisi dsb.
b) Faktor pemungkin: faktor-faktor yang
memungkinkan atau yang memfasilitasi
perilaku atau tindakan

c). Faktor-faktor penguat: faktor-faktor yang
mendorong atau memperkuat terjadinya
perilaku
2. Teori Snehandu B. Karr
  Mengidentifikasi adanya 5 determinan perilaku,
yaitu:
a. adanya niat (intention) seseorang untuk bertindak
sehubungan dengan objek atau stimulus diluar
dirinya
b. adanya dukungan dari masyarakat sekitar
c. Terjangkaunya informasi, yaitu tersedianya
informasi-informasi terkait dengan tindakan yang
akan diambil oleh seseorang
d. Adanya otonomi atau kebebasan pribadi
untuk mengambil keputusan

e. Adanya kondisi dan situasi yang
memungkinkan
3. Teori WHO, ada 4 determinan
a)Pemikiran dan perasaan yaitu merupakan modal
  awal untuk bertindak atau berperilaku
b)Adanya acuan atau referensi dari seseorang atau
  pribadi yang dipercayai
c)Sumber daya yang tersedia merupakan pendukung
  untuk terjadinya perilaku seseorang atau masyarakat
d)Sosio budaya merupakan faktor eksternal untuk
  terbentuknya perilaku seseorang
LANJUTAN…..
 Kegiatan Promosi kesehatan memasukkan
 metode-metode yang mendorong pelibatan
 dan partisipasi masyarakat umum.
PRAKTIK PROMOSI KESEHATAN
 Evaluasi yang memadai adalah
 komponen penting dari semua
 kegiatan promosi kesehatan, dan
 harus dilakukan dalam integritas yang
 baik. Evaluasi memperhatikan input,
 proses dan outcome jangka pendek
 dan jangka panjang, agar dapat
 memodifikasi kegiatan dimasa yang
 akan datang.
LANJUTAN…..
 Promotor kesehatan harus mendorong
 semua pelayanan dan organisasi
 untuk mempertimbangkan peran
 promosi kesehatan dan mengadopsi
 kode etik praktek. Selain itu kerjasama
 antar lembaga untuk promosi
 kesehatan harus didukung.
LANJUTAN….
 Promotor kesehatan mempunyai
 tanggung jawab untuk memastikan
 informasi yang akurat dan tepat
 tentang hal-hal kesehatan antara
 masyakat umum, profesional,
 lembaga-lembaga nasional dan
 nasional.
PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN ETIS

 Promotor kesehatan tidak akan secara
 sengaja menunda pelayanan atau
 informasi, dilihat dari status
 pengetahuan sekarang yang dapat
 memberikan manfaat kepada klien,
 mereka berusaha mengikuti
 perkembangan promosi kesehatan
LANJUTAN…..

 Promotor  kesehatan akan menghargai
  kerahasiaan informasi yang dapat
  mereka akses kecuali atas permintaan
  hukum dan demi kepentingan klien
 Promotor kesehatan tidak melakukan
  kegiatan promosi kesehatan yang
  tidak kompeten dan tidak bisa
  dikerjakan.
     METODE & ALAT BANTU (MEDIA)
       PENDIDIKAN KESEHATAN

1. Metode Didaktik
Metode ini didasarkan pada cara satu arah
atau one way method.
Pendidik aktif dan peserta didik pasif.
Kelemahannya: sulit di evaluasi
keberhasilannya.
Contohnya: ceramah,siaran radio, tv/film,
media cetak.
1. Metode Sokratik
Ini adalah metode dua arah atau two way
trafic method. Peserta didik dapat aktif dan
kreatif.
Contoh metode ini adalah diskusi kelompok,
diskusi panel, diskusi buzz, diskusi forum,
seminar, simposium, lokakarya, konperensi,
penugasan perorangan, studi kasus, latihan
lapangan, kunjungan, demonstrasi, role
playing, sosiodrama, proyek, module dan
brainstorming.
 Pembagian Metode:
1. Metode pendidikan individual
Metode pendidikan yang bersifat individual ini
digunakan untuk membina perilaku baru, atau
membina seseorang mulai tertarik kepada
suatu perubahan perilaku.

Bentuk pendekatan nya adalah
a. Bimbingan dan penyuluhan
b. Interview (wawancara)
2. Metode Pendidikan kelompok
Dalam memilih metode pendidikan kelompok,
harus diingat besarnya kelompok sasaran
serta tingkat pendidikan formal dari sasaran.

a. Kelompok besar
Peserta penyuluhan lebih dari 15 orang.
Metode yang baik untuk kelompok besar
adalah ceramah dan seminar.
a. Kelompok kecil
Peserta penyuluhan kurang dari 15 orang.

Metode yang cocok antara lain:
a. Diskusi Kelompok
b. Curah Pendapat
c. Bola Salju (Snow Balling)
d. Kelompok2 Kecil
e. Memainkan Peranan
f. Permainan Simulasi
3. Metode Pendidikan Massa
Metode Pendidikan Massa cocok untuk
mengkomunikasikan pesan-pesan
kesehatan yang ditujukan kepada
masyarakat.
       Media Pendidikan Kesehatan

Alat bantu pendidik dalam menyampaikan
bahan pendidik pengajaran.
Berdasarkan Fungsinya sebagai penyalur
pesan-pesan kesehtan. Media ini di bagi
menjadi 3 yakni media cetak, media
elektronik dan media papan.
a. Media Cetak
1. Booklet,
ialah suatu media untuk menyampaikan
pesan-pesan kesehatan dalam bentuk buku,
baik berupa tulisan maupun gambar.
2. Leaflet
Bentuknya lembaran yang dilipat. Isi
informasi dapat dalam bentuk kalimat
maupun gambar atau kombinasi.
3. Flyer (Selebaran)
Bentuknya seperti leaflet tetapi tidak berlipat.
4. Flif Chart (Lembar Balik)
Biasanya dalam bentuk buku di mana tiap
lembar (halaman) berisi gambar peragaan
dan lembaran baliknya berisi kalimat sebagai
pesan atau informasi yang berkaitan dengn
tersebut.
5. Rubrik atau tulisan-tulisan pada surat kabar
atau majalah yang membahas suatu masalah
kesehatan.
6. Poster
Bentuk Media cetak yang berisi pesan-pesan/
informasi kesehatan, yang biasanya di tempel
di tembok-tembok, di tempat umum, atau
kendaraan umum.
b. Media elektronik
Televisi, Radio, Video, Slide, Film Strip.

c. Media Papan
Papan (Billboard) yang dipasang di tempat-
tempat umum dapat di isi dengan pesan-
pesan kesehatan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:69
posted:12/31/2012
language:Indonesian
pages:29