Pahlawan dan Moral by ais.ainifatimah

VIEWS: 10 PAGES: 1

Lahirnya akhlak sebagai keniscayaan dari kedudukan manusia sebagai makhluk sosial. Kita tahu, bahwa kebutuhan manusia sekian banyak sehingga dia harus bekerja sama dan menjalin hubungan harmonis dengan lainnya agar terpenuhi aneka kebutuhan hidup. Namun, masalah sakral dalam kodrat manusia sebagai makhluk sosial adalah secara individu dia memiliki ego dan kepentingan yang dapat bertentangan dengan ego dan kepentingan orang lain. Dari sini, setiap individu di tuntut untuk mengorbankan sedikit atau banyak dari keegoannya itu agar terjalin hubungan harmonis dan terpenuhi kebutuhan untuk hidup bermasyarakat.

More Info
									                                     Pahlawan dan Moral

        Lahirnya akhlak sebagai keniscayaan dari kedudukan manusia sebagai makhluk sosial.
Kita tahu, bahwa kebutuhan manusia sekian banyak sehingga dia harus bekerja sama dan
menjalin hubungan harmonis dengan lainnya agar terpenuhi aneka kebutuhan hidup. Namun,
masalah sakral dalam kodrat manusia sebagai makhluk sosial adalah secara individu dia
memiliki ego dan kepentingan yang dapat bertentangan dengan ego dan kepentingan orang lain.
Dari sini, setiap individu di tuntut untuk mengorbankan sedikit atau banyak dari keegoannya itu
agar terjalin hubungan harmonis dan terpenuhi kebutuhan untuk hidup bermasyarakat.

       Pengorbanan ternyata melahirkan moral dan akhlakul karimah, dengan keikhlasan
berkorban berarti telah memanifestasi akhlak yang luhur. Begitu pula para pahlawan yang telah
mengorbankan jiwa raga mereka demi kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara telah ada
keberhasilan dalam pencapaian akhlak terpuji.

       Sang pahlawan berkorban tidak menuntut sesuatu untuk dirinya, tetapi dia memberi dan
tidak akan berhenti memberi apa saja walau jiwa dan raga sekalipun sampai tujuan tercapai.
Demikian itu merupakan perisai jiwa yang di miliki oleh pahlawan, dalam memperjuangkan dan
mempertahankan kemerdekaan bangsa kita, sebagaimana tercermin dalam semboyan yang
mereka kumandangkan ketika itu “Merdeka atau Mati”

        Dari uraian di atas kita bisa mengatakan bahwa tanpa pengorbanan, akhlak tidak dapat
tegak dan tanpa akhlak, masyarakat tidak akan dapat menjalankan tupoksinya dengan baik.
Masyarakat dinilai sakit dan akhirnya akan punah bila dalam masyarakat tersebut sudah terjadi
krisis pengorbanan, dimana masyarakatnya enggan untuk berkorban. (Eksistensi Masyarakat di
tentukan oleh tegaknya moral anggota masyarakat itu dan kepunahannya terjadi pada saat
keruntuhan moralnya. (Ahmad Syauqi penyair Mesir)).



Siti Aisah Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan

NIM.3401408040

								
To top