Docstoc

Instrument yang Digunakan Dalam Penyehatan Makanan-Minuman

Document Sample
Instrument yang Digunakan Dalam  Penyehatan Makanan-Minuman Powered By Docstoc
					                         MAKALAH

                 INSTRUMENTASI
ALAT-ALAT PENYEHATAN MAKANAN DAN
             MINUMAN
 Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Instrumntasi




                             Disusun oleh ;

     1. Arlinda Novitasari                    NIM.P07133111002

     2. Briliantina Aisyah Jasmin             NIM.P07133111003

    3. Valentino Oktavianto Prianggoro NIM.P07133111036

     4. Yuliastuti                            NIM.P07133111039



KEMENTRIAN KESEHATAN REPOBLIK INDONESIA

    POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA

       JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN

                                 2012
                  PENJAMAH MAKANAN (FOOD HANDLER)


     Penjamah makanan atau food handler, adalah orang - orang atau tenaga yang
     bertugas mengurus makanan dan minuman, termasuk penjamah makanan adalah
     tenaga - tenaga yang mempersiapkan, mengolah, menyimpan, mengangkut dan
     yang menyajikan makanan dan minuman. Tenaga food handlers adalah tenaga
     dari bagian Food and Beverage, antara lain cook (koki), Butcher (tukang pootng),
     pantry (perantara) dan waiter (pramusaji) serta bartender/barman (petugas bar)
     dan lain - lain. Tetapi bisa terjadi bahan makanan atau minuman tersebut sebelum
     tiba dihotel sudah tercemar lebih dahulu melalui penjual/rumah potong hewan.

     Cara penjamahan makanan yang baik mempunyai peranan yang penting sekali
     yaitu :

    Mencegah pengotoran makanan
    Mencegah terjadinya penyakit - penyakit sebagai akibat dari penjamahan makanan
     yang keliru.
    Mencegah terjadinya suatu pemandangan menjijikan dan memualkan (tidak sedap
     dipandang mata).

     Cara yang Digunakan dalam Pencegahan Penularan Penyakit ;


     Memperhatikan kesehatan dan kebersihan perorangan (individual Hygiene),
     dimana seseorang food handlers harus menunjukan kebersihannya, melalui :

o    pakaian,
o    Wajah, gigi, rambut
o    Tangan, kuku tangan, kaki, kuku kaki,
o    Kulit, dan lain - lain.

     Memiliki dasar - dasar pengetahuan tentang ilmu Hygiene dan Sanitasi makanan,
     dan hal - hal tersebut ini merupakan dasar pengetahuna untuk bertindak dalam
     cara - cara menunaikan tugasnya secara bersih dan sehat.Memiliki keterangan
     sehat dari dokter perusahaan (Health Certificate), yang diterapkan dengan syarat -
     syarat :

1.   Bebas dari penyakit menular
2.   Bebas dari penyakit kulit
3.   Bukan pembawa baksil (carrier).
4.   Bebas dari penyakit pernapasan yang bebahaya seperti TBC dan lain - lain.
5.   Telah menyuntikan diri secara rutin dengan vaksin cholera, typhus, dysentri
     (chotypa).
     Persyaratan higiene perilaku penjamah makanan
     Persyaratan higiene perilaku penjamah makanan, khususnya pda kantin sesuai
     Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/Menkes/SK/VII/2003
     meliputi, antara lain :
a.    Semua kegiatan pengolahan makanan harus dilakukan dengan cara terlindung dari
     kontak langsung dengan tubuh.
b.   Perlindungan kontak langsung dengan makanan dilakukan dengan : sarung tangan
     plastik, penjepit makanan, sendok garpu dan sejenisnya.
c.   Setiap tenaga pengolah makanan pada saat bekerja harus memakai celemek dan
     penutup rambut.
d.     Setiap tenaga penjamah makanan pada saat bekerja harus berperilaku :
      Tidak makan atau mengunyah makanan kecil/permen.
      Tidak memakai perhiasan (cincin).
      Tidak bercakap-cakap.
      Selalu mencuci tangan sebelum bekerja dan setelah keluar dari kamar kecil.
      Tidak memanjangkan kuku.
      Selalu memakai pakaian yang bersih.


     TAMBAHAN USAP DUBUR UNTUK PENJAMAH MAKANAN
      PERALATAN KITCHEN INSPECTION TEST KIT

Kitchen inspection test kit adalah suatu peralatan yang digunakan
untuk pengukuran kondisi lingkungan fisik ditempat pengelolaan
makan.

1. Nama alat ; CO Detector
Fungsi        ; Untuk mengetahui kadar CO suatu air.
Cara kerja    ;
   a. Buka keempat skrup pada kedua sisinya dengan menggunakan obeng
       heksagonal.
   b. Pasang batteray pada tempatnya
   c. Tutup kembali dan kencangkan ke-4 murnya.
   d. Tekan on/off
   e. Biarkan be
   f. berapa menit sampai keadaan konstan
   g. Kemudian baca hasilnya pada layar display
   h. Bila ingin melihat standar ukuran lain tekan tombol kembali maka
       akan tertera ;
   - STEL ; untuk melihat pemaparan CO pada waktu 15 menit
   - TWA ; pemaparan CO pada 8 jam
   - AVG ;rata-rata CO pada ruangan yang diukur
   - LEVL ; kadar CO pada saat pengukuran dilakukan
   i. Apabila pengukuran selesai maka alat dimatikan dengan cara menekan
       tombol on/off selama 5 detik.

Gambar        ;




Cara merawat : Simpan di tempat kering dan terhindar dari sinar matahari
langsung. Di bersihkan menggunakan tisu kering.

2. Nama Alat ; Hygrometer
Fungsi       ; Untuk menentukan tingkat kelembaban suatu ruanangan.
Cara kerja   ;
   a. Masukkan bateray pada bagian belakan alat.
   b. Letakkan pada suatu ruanagn yang akan diukur kelembabannya.
   c. Tunggu hingga angka yang ditunjukkan konstan
       d. Maka akan tampak hasil pada layar berapa tingkat kelembaban udara
          yang terjadi di ruangan pada suhu tertentu.
    Gambar           ;




    3. Nama alat ; Lux meter

    Fungsi          ; Untuk mengatur pencahayaan pada saat membaca atau
    kegiatan lain sesuai dengan Fungsi ruangan. Fungsi ruangan yang dimaksud
    adalah jenis aktifitas yang dilakukan di dalam ruangan tersebut.Dan sebagai
    pengatur cahaya pada akuarium untuk menjaga kelembapan dan mengatur
    pertumbuhan tanaman pada akuarium.Bila tingkat pencahayaan ruangan telah
    sesuai dengan fungsinya, dan ruangan tidak terlalu terang dan tidak terlalu
    redup untuk suatu pekerjaan tertentu, berarti efisiensi energi untuk penerangan
    telah dicapai.
    Cara kerja       ; Lux meter bekerja dengan sensor cahaya. Lux meter cukup
    diletakkan di atas meja kerja atau dipegang setinggi 75 cm di atas lantai. Layar
    penunjuknya akan menampilkan tingkat pencahayaan pada titik pengukuran. Bila
    nilai tingkat pencahayaan ruangan jauh lebih tinggi dari standar, maka kita
    berpotensi untuk menghemat energi dengan cara mengganti lampu dengan daya
    listrik lebih rendah atau mematikan sebagian lampu ruangan yang ada.Bia nilai
    tingkat pencahayaan ruangan jauh lebih rendah dari standar, maka sebaiknya kita
    mengganti lampu tersebut dengan lampu yang lebih terang.Lux meter akan
    memandu kita menentukan lampu yang tepat untuk dipasang pada setiap ruangan.
    Sehingga, dihasilkan tingkat pencahayaan yang sesuai standar.
    Tingkatpencahayaan yang sesuai standar akan menjaga kualitas pekerjaan serta
    kesehatan mata kita.
    Gambar           ;




   CARA PEMELIHARAAN (CO detector,Higrometer,dan lux meter)
      a. Peralatan yang tidak dipakai harap disimpan pada suhu kamar
      b. Setiap jenis peralatan setelah digunakan disimpan kembalai pada tempat yang
         telah disediakan pada carryng box.
4. Nama alat ; Barometer

Fungsi ; alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara.




Cara Menggunakan      ;
 1. Letakkan di tengah ruangan (digantung)
 2. Tunggu 10-15 menit
 3. Catat angka yang tertera dalam barometer,sehingga itulah tekanan udar yang berada di
     dalam ruangan tersebut.

5. Nama alat   ; Anemometer

Fungsi         ; Mengukur pergerakan udara dan angin.




Cara Penggunaan                :

        Anemometer dipasang dengan ketinggian 10 meter dan berada di tempat
         terbuka yang memiliki jarak dari penghalang sejauh 10 kali dari tinggi
         penghalang (pohon, gedung atau sesuatu yang menjulang tinggi).
        Tiang anemometer dipasang menggunakan 3 buah labrang/ kawat penahan
         tiang, dimana salah satu kawat/labrang berada pada arah utara dari tiang
         anemometer dan antar labrang membentuk sudut 1200.
        Pemasangan penangkal petir pada tiang anemometer merupakan faktor
         terpenting terutama untuk daerah rawan petir. Hal ini mengingat tiang
         anemometer memiliki ketinggian 10 meter dengan ujung-ujung runcing.
6. Nama Alat                   : Psychrometer Sling/ Whirling

Fungsi                         : Untuk Mengukur Suhu

 d)Cara Penggunaan             :

      Alat ini terdiri dari 2 Thermometer yang dipasang pada kerangka yang dapat
       diputar melalui sumbu yang tegak lurus pada panjangnya.
      Sebelum pemutaran bola basah dibasahi dengan air murni.
      Psychrometer diputar cepat-cepat (3 putaran/ detik).
      Selama + 2 menit, dihentikan dan dibaca cepat-cepat.
      Kemudian diputar lagi, dihentikan dan dibaca seterusnya sampai diperoleh 3
       data.
        Data yang diambil adalah suhu bola basah terendah. Jika ada 2 suhu bola
       basah terendah yang diambil suhu bola kering.




7. Nama Alat                   : Termohygrometer

Fungsi                         : untuk mengukur suhu dan kelembaban suatu
lingkungan




 Cara Penggunaan               :

                Gantungkan alat di tengah ruangan
                Biarkan sekitar 10-15 menit
                Catat suhu dan kelembababn yang tertera pada thermohygrometer.
             PERALATAN YANG DIGUNAKAN UNTUN MEDIA PENYIPANAN
                          MAKANAN DAN MINUMAN

  4.         Nama alat : kulkas

  Gambar :




Fungsi : . Mendinginkan atau Membekukan
Sejak ditemukannya kulkas, manusia cenderung meng¬gunakan kulkas untuk
mendinginkan dengan menurunkan suhu air atau minuman, bahkan
membekukannya agar terasa lebih segar saat diminum. Membekukan air atau
membuat es dilakukan dengan menurunkan suhu sampai mencapai titik beku air,
yaitu 0°C. Selanjutnya, es yang terbentuk dapat dicampur dengan air atau
minuman lainnya yang memiliki suhu normal atau setara dengan suhu kamar
(27°C)

Yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan bahan makanan
1) Suhu penyimpanan yang baik
a) Makanan jenis daging, ikan, udang
- Menyimpan sampai 3 hari :-5 – 0c
b) Makanan jenis daging, ikan, udang dan olahannya
- Menyimpan sampai 3 hari :-5° sampai 0°c
- Penyimpanan untuk 1 minggu :-19°sampai -5°c
- Penyimpanan lebih dari 1 minggu : dibawah -10°c
c) Makanan jenis telur, susu, dan olahannya
- Penyimpanan sampai 3 hari :-5° sampai 7°c
- Penyimpanan untuk 1 minggu : dibawah -5°c
- Penyimpanan paling lama untuk satu minggu : dibawah -5°c
d) Makanan jenis sayuran dan minuman dengan waktu penyimpanan paling lama 1
minggu yaitu 7° sampai 10°c
e) Tepung, biji-bijian dan umbi kering pada suhu kamar (25°c)
2) Peralatan penyimpanan
a) Penyimpanan suhu rendah dapat berupa :
- Lemari pendingin yang mampu mencapai suhu 10°-15°c untuk penyimpanan
sayuran, minuman dan buah serta untuk display penjualan makanan dan minuman
dingin.
- Lemari es(kulkas) yang mampu mencapai suhu 1°-4°c dalam keadaan isi bisa
digunakan untuk minuman, makanan siap santap dan telor
    - Lemari es(Freezer) yang dapat mencapai suhu -5°c, dapat digunakan untuk
    penyimpanan daging, unggas, ikan, dengan waktu tidak lebih dari 3 hari.

    Perawatan Mingguan:

   Lap pintu dan atas kulkas termasuk pinggirannya dengan kain yang dibasahi
    dengan campuran air dan sedikit cairan pencuci piring yang ringan. Lap tidak
    perlu basah, cukup lembab saja. Lap seluruh bagian kulkas dengan seksama.

5. Oven vakum

Manfaat : alat mesin yang digunakan untuk menurunkan kadar air bahan secara ekstrim
dengan cara pemvakuman.

Cara kerja :

    a. Atur suhu oven sesuai kebutuhan.
    b. Kemudian siapkan alat atau bahan yang akan di sterilisasi.
    c. Masukkan kedalam oven, kemudian tutup dan tunggu sampai bahan atau alat steril.
       Atur waktu sesuai kebutuhan.
    d. Ambil bahan atau alat dengan cara asptik.

Cara merawat : gunakan sesuai dengan prosedur yang ada. Kemudian tempatkan pada tempat
yang tidak terlalu tinggi dan kering. Hindarkan dari sinar matahari langsung.




6. Manometer

Manfaat : alat pengukur tekanan uap di dalam ketel yang dipasang satu buah untuk
tekanan uap panas lanjut dan satu buah untuk tekanan uap basah.
            PERALATAN FOOD CONTAMINATION TEST KIT

I. Food Contamination test kit ; adalah peralatan pemeriksaan lapangan
   sederhana untk mendeteksi awal adanya pencemaran pada makanan dan atau
   minuman serta sarana pendukung produksi makanan pada tempat pengelolaan
   makanan.




II. Bahan dan Peralatan ;
  1. Paddle tester kit
       Fungsi     ; Untuk menentukan jumlah total bakteri anaerobic,peragian
       dan jamur.
       Paddle tester kit
       › Total Bakteria/ Total Coliforms, pk/ 10 Test
       › Total Bacteria/ Total Mold pk/ 10 Test
  2. Swab tester kit
       Fungsi     ; Untuk menentukan jumlah total bakteri anaerobic dan
       Coliform.

       Cara Kerja ; Swab tester kit merupakan suatu alat yang dapat dibuat dari
       sebatang lidi dan kapas yang di puntal kayak cotton bud, tetapi jangan
       menggunakan cottton bud karena tidak tahan pada panas 121 C, jadi bisa
       menggunakan lidi kalau tidak ada kit nya.Setelah itu swab di
       sterilkan.Medium yang digunakan untuk inokulasi adalah Lactose Broth.
       LB untuk perbanyakan Salmonella dan bakteri coliform dari makanan, air
       susu, dan produk farmasi.Cara menggunakannya adalah dengan cara
       mengambil bakteri yang akan ditanam dengan menggunakan swab tester
       kit dan masukkan atau tanamkan pada media yang akan digunakan.




 3. LT/MUG Broth,single strength (bahan)
     Fungsi    ; Untuk menentukan secara bersama-sama dugaan adanya
     Coliform dan E-coli
 4. EC/MUD Broth,single strength
     Fungsi      ; Untuk menentukan secara bersama-sama dugaan adanya Fecal
     Coliform dan E-coli
5. Filter holder with receiver
     Fungsi      ; digunakan sebagai wadah pengering dan penampungan.

     Gambar     ;




6. Measuring cylinder
    Fungsi     ; digunakan untuk mengukur volume cairan/emulsi
    Cara kerja ;
    - Masukkan cairan ataupun larutan yang akan diukur volumenya
       kedalam gelas ukur.Sebelunya disterilkan dengan cara menggojok
       dengan aquades sebanyak 3X.
    - Tepatkan ukuran dengan cara melihat miniskus pada cairan ataupun
       larutan yang akan diukur.
    - Apabila teah sesuai ukuran atau volume yang diinginkan maka
       tuangkan ke dalam wadah lainnya.
    Gambar ;




7. Erlenmeyer
    Funsi        ; Digunakan sebagai wadah untuk cairan /emulsi dari saringan.
    Cara kerja ;Erlenmeyer distrerilkan dengan menggunakan aquades.
    Dengan cara digojlok sebanyak 3 kali. Memasukkan larutan ke dalam labu
    pipet tetes .
    Gambar ;




8. Chlorine tester
    Fungsi      ;Untuk mengukur kadar chlor dalam cairan.
    Cara kerja ;
    Adalah sukar untuk mengetahui pH nilai [itu] dan khlor mengukur dekat
    melihat di warna test menutupi dengan kertas setelah mengeluarkan dari
     suatu kolam renang atau suatu sumber air mineral [sebagai/ketika] warna
     tidak bisa dikenali dekat mata manusia [yang] dengan mudah. Itu mengapa
     kita merekomendasikan disain [yang] inovatif ini untuk tujuan ini.
     Keselamatan mengukur cakupan untuk Tingkatan Khlor adalah dari 1.2
     [bagi/kepada] 1.7 ppm dan keselamatan mengukur cakupan untuk pH
     tingkatan adalah dari 7.2 [bagi/kepada] 7.8.cara penggunaannya adalah
     cukup masukkan ujung chlorine tester ke dalam air,tunggu hingga angka
     yang tertera konstan.

     Gambar     ;




9. Nama alat : pH meter digital

    Gambar :




    Fungsi : alat pencatat pH dan sample

    Perawatan : pH meter harus dirawat secara berkala untuk menjaga umur
    pakai dari alat tersebut.
    Pemeliharaannya meliputi :
    - Penggantian batere dilakukan jika pada layer muncul tulisan low battery
    - Pembersihan elektroda bisa dilakukan berkala setiap minimal 1 minggu
    sekali. Pembersihannya menggunakan larutan HCl 0.1 N (encer) dengan
    cara direndam selama 30 menit kemudian dibersihkan dengan air DI.
    - Ketika tidak dipakai, elektroda utama bagian gelembung gelasnya harus
    selalu berada pada keadaan lembab. Oleh karena itu, penyimpanan
    elektroda disarankan selalu direndam dengan menggunakan air DA.
    Penyimpanan pada posisi kering akan menyebabkan membran gelas yang
    terdapat pada gelembung elektroda akan mudah rusak dan pembacaannya
    tidak akurat.
    - Ketika disimpan, pH meter tidak boleh berada pada suhu ruangan yang
    panas karena akan menyebabkan sensor suhu pada alat cepat rusak

10. Funnel
 Manfaat : Funnel adalah pipa dengan mulut lebar kerucut dan batang sempit.
 Hal ini digunakan untuk menyalurkan zat cair atau halus ke dalam wadah
 dengan lubang kecil. Tanpa corong, akan terjadi tumpahan.

 Cara kerja : tempatkan funnel diatas wadah yang digunakan untuk
 menampung hasil saringan.




11. Loop inoculating wire

Fungsi : untuk mengambil suatu inokulum dari kultur mikroorganisme. Loop
digunakan dalam budidaya mikroba di piring dengan mentransfer inokulum terhadap
guratan.




12. Iodine tester
      Fungsi      ; Mengukur iodium dalam cairan.
13. Portable Coliform incubator panel switch,selected operating temperature of
    25 dog C to 110 dog c,with pilot lamp
      Fungsi      ; tempat untuk membiakkan bakteri/peragian/jamur.
14. Rack Coiform tube
      Fungsi      ; untuk menaruh tube Coliform.
15. Pulp stainer
      Fungsi      ; tempat mencelupkan padlle ada emulsi.
16. Food basin stainless steel ± 30 cm.
      Fungsi      ; tempa makanan atau sample.
17. Sterile membrane filter 47 mm,0,45 Um pose zise
      Funsi       ; Alat penyaring kuman

 Gambar :
 Fungsi : Alat penyaring kuman

 Cara kerja :
 Gambar tahap-tahap prosedur teknik filtrasi membran adalah
 1. Sterilisasi dasar corong dan corong menggunakan bunsen
 2. Mengeluarkan kertas membran dari pembungkus.
 3. Meletakkan kertas membran pada dasar corong.
 4. merakit peralatan dengan memasang corong pada dasar corong.
 5. Membuka
 6. Menuang sampel dan menyalakan pompa vakum.
 7. Melepaskan corong
 8. Mengangkat kertas membran ke dalam cawan.
 9. Menginkubasi cawan pada suhu dan waktu yang tepat.

18. Flash light
      Fungsi      ; alat untuk pengambil cairan secara volume.
19. String 25 ml
      Funsi       ; alat untuk melihat bagian yang gelap.
20. Botol aquades sebagai tempat air suling
21. Tests tube : 16 x 160 mm
      Fungsi      ; tempat pengembangbiakan kuman dalam emulsi.

     Gambar :




     Fungsi : Fungsinya adalah untuk menyimpan larutan bahan kimia.

     Cara kerja : Tabung reaksi digunakan untuk mencampur atau memanaskan
     zat dalam jumlah yang kecil,masukan zat yang akan di campur atau di
     panaskan secara perlahan dan tidak serentak,agar tidak terjadi gelembung.
     Cuci dengan deterjen yang sudah ditentukan. Harus ditaruh di tempat
     yangkering dan tidak lembab, agar menghindari pertumbuhan jamur pada
     kaca tabung reaksi.

22. Sample botol 500 ml,local
     Fungsi     ; sebagai tempat sample atau hasil sampling di lapangan.
     Gambar ;




23. Vaccum pump “Nalge”
     Fungsi   ; alat pengambil cairan




     sebuah alat yang menghilangkan molekul gas dari volume disegel untyuk
     meninggalkan sebagian vacumPompa vakum pertama kali ditemukan pada
     1650 oleh Otto von Guericke .

24. Rubber pipet
     Fungsi       ; alat pengambil cairan
25. Ultra violet lamp portable
     Fungsi       ; alat untuk mengkondisikan perkembangbiakan suatu kuman.

    Sinar ultraviolet telah lama diketahui dan terbukti sebagai metoda
    disinfektan yang efektif untuk mensterilkan air. Sinar ultraviolet
    menghancurkan mikroorganisme seperti ganggang, bakteria pathogen, virus,
    jamur, dan mikoroorganisme lain dengan cara penyinaran yang selanjutnya
    akan menghancurkan sel-sel DNAnya. Dengan demikian mikroorganisma
    ini tidak dapat lagi mengambil nutrisi dari lingkungannya, sehingga tidak
    dapat berkembang biak.

    Bayern UV-M merupakan kombinasi dari ultraviolet UV-C dan US-
    Amalgam VUV yang juga mempunyai kemampuan untuk menurunkan
    TOC ( Total Organic Carbon) air sehingga akan lebih efektif untuk
    mendisinfeksi dan mensterilkan air, baik air suplai maupun air keluaran
    ( effluent) dari instalasi pengolahan air limbah ( IPAL) .

26. Erlager glass (loop) , Japan
      Fungsi     ; Alat untuk melihat kuman/kaca pembesar.
  27.    Nama alat : Thermometer Digital
 Gambar :




 Fungsi : Termometer merupakan salah satu alat ukur yang berfungsi untuk
 mengetahui suhu objek (benda/tubuh).

 Kalibrasi : Kalibrasinya biasa menggunakan kalibrator manual atau otomatis,
 kalibrator manual suhu yg dikenakan ke sensor adalah suhu pemanas nyata
 dimulai dari 0 derajat untuk setting ofsetnya. Kalibrasi otomatis terdiri dari
 suhu pemanas dan checker untuk gain dalam rangkaian komparatornya
 Cara menggunakan ;
 7.      Tekan tombol On/off
 8.      Tunggu sebentar hingga alat siap digunakan.
 9.      Letakkan atau tempatkan pada bagian obyek yang akan diukur suhunya.
 10.     Tunggu hingga angka yang tertera pada thermometer digital konstan.
 11.     Kemudian lihat berapa angka yang tertera,sehingga suhu dapat
 diketahui.
 Perawatan : Thermometer Untuk mengukur suhu jika kita akan memasukan
 thermometer kedalam lubang gabus hendaknya basahi dahulualat kaca dgn air.
 Simpan pada tempatnya agar tidak mudah pecah.

28. Nama alat : vinyl gloves
     Gambar :




     Fungsi : digunakan saat mengambil bahan yang akan diambil.
     Cara kerja : masukkan ke dalam kedua tangan dengan benar.
 29.    Nama alat : hard carrying box

 Gambar :




 Fungsi : Tempat menyimpan semua alat-alat food contamination test kit
       Perawatan : Tempatkan pada tempat dengan suhu ruanagn atau kering dan
       hindarkan dari sinar matahari langsung.

       Cara kerja : Masukkan alat food contamination test kit dan tata dengan rapi.

  30. Food blender portable
       Fungsi     ; untuk membuat emulsi dari sample padat.

III.   Cara menggunakan ;
         Kalibrasi : 1. tekan tombol "mode" untuk memilih pH
         Tekan tombol Setup dua kali, lalu tekan tombol Enter untuk
   menghapus standardisasi yang sudah ada sebelumnya
         Tekan tombol STD untuk memulai kalibrasi yang baru.
         Keluarkan elektroda dari wadah larutan. Bilas dengan air suling.
         celupkan elektroda buffer pH 4, yang merah jambu. Aduk larutan
   supaya elektroda dapat mendeteksi dengan baik pH sebenarnya.
         Tekan tombol STD lagi. Setelah membaca stabil, meteran akan
   kembali ke layar pengukur.Tekan tombol STD lagi untuk melakukan kalibrasi
   dengan larutan buffer kedua
         keluarkan larutan buffer pH 4 dan bilas elektroda
         celupkan elektroda di buffer pH 10 dan aduk memutar. Tekan STD lagi
   untuk melakukan kalibrasi dengan buffer tersebut. Meteran akan menampilkan
   slope kalibrasi dan kembali ke layar pengukur.
         Sekarang alat sebaiknya dikalibrasi kembali dan siap untuk digunakan
   untuk mengukur pH larutan apapun.
A. Pemeriksaan Makanan Padat

       1. Ambil makanan pafat dengan menggunakan sendok, garpu, atau pisau
          yang ada di tempat pengolahan makanan (TPM), dan dimasukkan kedalam
          pot blender steril, bahan padat yang dimasukkan harus bebas dari tulang
          dan duri, serta bahan keras lainnya. Jumlah bersih 100 - 250 gram.
       2. Masukkan aquadest steril setara senagn jumlah sampel sehingga jumlah
          perbandingan menjadi 1 : 1
          Contohnya : 100 gram sampel dengan 100 cc aquadest
       3. Pasangkan tutup pot blender dan tempatkan diatas blender driver (mesin
          blender)
       4. Hidupkan blender dengan kecepatan sedang, biarkan bekerja selama lebih
          kurang 15 menit. (Blender bekerja dengan listrik 220 V, periksa tegangan
          setempat untuk menghindari kerusakan).
       5. Setelah berbentuk juice, diambil dengan pipet steril sebanyak 10 cc dan
          dituang di atas filter yang berada di dalam filter holder, ( filter holder
          sebelumnya telah disterilkan ).
6. Filter holder dihubungkan dengan pompa vaccum melalui slang karet
    untuk mempercepat pengaliran cairan melalui filter. Cairan yang lewat
    (filtrate) ditampung didalam receiver.
7. Bahan yang tersaring dalam filter (ampas juice) diambil dengan Ose
    (kawat loop inoculating) steril dan dimasukkan ke dalam tabung media :
          Tabung media EC/MUG untuk memeriksa E. Coli
             EC/MUG dengan media 4-methyl umbellifery-6-dglucuronide,
             dengan nomor catalog 21844 – 18, 21844 – 21 dan 21844 – 21 dari
             Hack Product.
          Tabung media LT/MUG untuk memeriksa Coliform tinja LT/MUG
             dengan penambahan Lauryl Triptose
8. Masukkan Ose kedalam tabung dengan cara steril yaitu dengan selalu
    dibakar mulut tabung dan tuutpnya sebelum dan sesudah menutup tabung.
9. Botol media yang telah di tutup, dimasukkan ke dalam tabung yang
    terdapat pada Dri-bath incubator pada suhu 370 C, selama 4-20 jam,
    sehingga media menjadi keruh merata.
10. Penyinaran dengan Ultra violet (UVL) gelombang panjang (Long Wave
    Ultra Violet) atu 366 nm, selama 4 jam.
11. Pembacaab hasil.
    a. Pada media LT/MUG terjadi fluorescence dan media EC/MUG
         terbentuk gas, berarti E. coli positif.
    b. Pada media LT/MUG hanya terjadi gas tanpa fluorescence berarti E.
         coli negative, tetapi Coliform tinja positif.
    c. Pada media terjadi keruh, tetapi tidak ada gas maupun fluorescence
         berarti terdapat bakteri non fecal Coliform.
    d. Bilamana tidak ada kuman (steril) tidak terjadi perubahan kekeruhan.

B.    Pemeriksaan Makanan Cair

     Makanan cair seperti : saus, soap, kuah dan sebagainya
     1. Ambil makanan cair sebanyak 50-100 cc, dengan alat yang ada di TPM,
        dan masukkan ke dalam pot blender steril.
     2. Pasangkan tutup blender dengan cara steril
     3. Pasangkan pot blender diatas blender driver (mesin blender)
     4. Ikuti petunjuk VIA dan seterusnya pada pemeriksaan makanan padat.

C. Pemeriksaan Minuman
   1. Minuman diambil denagn pipet steril, sebanyak 100-250 cc dari tempat
      wadah minuman di TMP (gelas, botol), untuk dimasukkan ke dalam
      filter yang berada pada filter holder.
   2. Ikuti petunjuk nomor VIA dan seterusnya pada pemeriksaan makanan
      padat

D. Pemeriksaan Air Bersih
   Air bersih diambil dari kran atau wadah (reservoir)di TMP dengan cara
   Steril, kemudian dimasukkan kedalam filter yang ada di filter holder. Ikuti
   petunjuk nomor VIA dan seterusnya pada pemeriksaan makanan padat.

E. Pemeriksaan Usap Peralatan dan Makanan Padat
   Pemeriksan usap peralatan dan minum seperti ;
   Piring gelas dan sendok garpu. Selain dengan usap alat kapas dan media
   buffer, dapat digunakan Paddle Tester yang terdapat dalam Food
   Contamination it ini.Paddle tester juga dapat digunakan untuk memeriksa
   jamur, pada permukaan mkanan padat,seperti ; roti,kue, dan sejenisnya.
   Cara Penggunaan ;
   1. Ambil botol media Paddle tester, yang masing-masing terdiri dari dua
       permukaan berbeda warna yaitu ;
       a. Warna coklat tua, untuk media bakteri serta kuman (aerobic).
       b. Warna merah ungu, untuk media jamur
   2. Buka tutup,keluarkan tabung media,awas jangan menyentuh bidang
       media.
   3. Oleskan bidang media pada permukaan piring atau makanan yang
       diperiksa atau celupkan kedalam cairan makanan yang akan diperiksa.
   4. Pada bidang padat, dapat digunakan dua kali penggunaan yaitu untuk
       bakteri dan untuk jamur.
   5. Masukkan kembali media kedalam tabung dengan cara steril,
       (permukaan mulut botol dan tutupnya dibakar sebelum ditutup)
   6. Masukkan botol ke dalam Dri-bath incubator :
       a. Untuk bakteri, suhu 35oC selama 24-48 jam
       b. Untuk jamur, suhu 30oC selama 48 jam
   7. Hasil pembacaan :
       a. Pada bidang media akan tumbuh koloni bakteri yang dapat dihitung
           secara semi kuantitati dengan membandingkan pola koloni.
       b. Pada bidang media lain akan tumbuh koloni jamur yang dapat
           dihitung secara kuantitatif dengan membandingkan pola koloni .
F. Pemeriksaan Suhu dan pH
   Untuk pemeriksaan suhu dan pH digunakan peralatan yang ada dalam
   Food Contamination Kit ini, yaitu ;
   1. Thermometer digital, suhu minus 50oC sampai 170oC untuk memeriksa
       suhu penyimpanan dan pengolahan dan penyimpanan makanan .
            Karena perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer
            digital yang prinsip kerjanya sama dengan termometer yang lainnya
            yaitu pemuaian. Pada termometer digital menggunakan logam sebagai
            sensor suhunya yang kemudian memuai dan pemuaiannya ini
            diterjemahkan oleh rangkaian elektronik dan ditampilkan dalam bentuk
            angka yang langsung bisa dibaca.



         2. pH meter Digital, skala 0-10 untuk memeriksa pH makanan, air dan
            makanan




            Ini meter pH Digital dari Alat Umum adalah instrumen kompak yang
            dapat dilakukan tepat di saku Anda. Menampilkan layar, kompensasi
            suhu digital otomatis dan min / max Data terus, pH Meter digital juga
            dinilai IP-57 tahan air dan mampu mengambang.

III. CARA PERAWATAN

  1. Peralatan dalam kondisi tidak dipakai harapa disimpan pada suhu kamar.
  2. Sebelum dan setelah digunakan peralatan harus disterilkan terlebih dahulu.
  3. Sterilisasi dapat dilakukan di laboratorium sebelum kegiatan lapangan
     dilaksanakan atau dilakukan dilapangan dengan cara fiksasi peralatan dengan
     larutan yodium 2% dan alkophol 70% atau air panas 100oC.
  4. Setiap jenis peralatan setelah digunakan kembali pada tempatnya yang telah
     disediakan pada carryng box.
           PERALATAN HEAVY METAL TEST KIT
I. Heavy metal test kit adalah peralatan yang digunakan untuk mengetahui
   tingkat/kadar cemaran logam berat yang terdapat dalam makanan atau pun
   minuman.
B. Sasaran pemeriksaan
   1. Makanan
   2. Minuman
   3. Air bersih

   NB; Heavy metal Test Kit digunakan untuk mengetahui tingkat /kadar
   cemaran logam berat yang terdapat dalam makann dan atau minuman.




II. Alat dan Bahan
a. Bunsen lamp
   Fungsi      ; digunakan sebagai sterilisasi pembakaran.
   Cara kerja ;

    1) Nyalakan pembakar bunsen dengan cara membuka tutupnya.
    2) Sterilkan jarum ose dengan membakar ujung jarum yang terbuat dari
    logam pada api bunsen. Peganglah jarum dengan posisi agak tegak di atas ),
    bakar jarum hingga berpijar dan pijaran tersebut merambat 45api ( hingga
    pangkal bagian logam jarum.

    3) Bila sudah selesai, tunggu beberapa detik hingga suhu ose kembali normal.
    Atau sentuhkan ujung ose pada permukaan media hingga terdengar
    bunyi ”ches”.

    Gambar       ;




b. Test tube lamp
   Fungsi                ;
   Gambar       ;
c. Raegen kit
   Fungsi         ; digunakan untuk menentukan kadar sert pada makanan.

      Tiga larutan enzim yang didesain khusus untuk uji ini
      Mengeliminasi proses pencarian larutan yang sesuai yang banyak memakan
     waktu
      Kualitas tinggi yang konsisten
      Reprodusibilitas yang konsisten



     Gambar       ;




d. Nama alat : hard carrying box

Gambar :




Fungsi : Tempat menyimpan semua alat-alat food contamination test kit

Perawatan : Tempatkan pada tempat dengan suhu ruanagn atau kering dan
hindarkan dari sinar matahari langsung.

Cara kerja : Masukkan alat food contamination test kit dan tata dengan rapi.

e.   .Nama alat : measuring test
f.   Stirring rod (batang pengaduk)
g.   Photometer
h.   Sample bag
i.   Beker glass
j.   Test tube
k.   Knife on cutter chop
l.   Forceps
m.   Test tube rack
III.       Cara kerja :

A. Cara penggunaan
   a. Pemeriksaan larutan/contoh uji
      Contoh uji (padat) + 3 ml aquaregia + Panaskan + 3 ml aquades + Saring .
      - Siapkan alat dan bahan yang akan digunakn .
      - Ambil 1 gram contoh uji/sampel (makanan padat) masukkan ke dalam
          tabung uji.
      - Tambahkan lebih kurang 3 ml aquaregia.
      - Panaskan pada lampu Bunsen lebih kurang 3 menit sampai cairan
          menjadi jernih
      - Tambahkan lebih kurang 3 ml airsuling/aquades
      - Saring dengan kertas saring pada tabung yang baru hinggga larutan
          menjadi jernih.
      - Hasil saringan (contoh uji) siap untuk diuji.

        Catatan ; jika contoh uji/sampel dalam bentuk larutan (makanan
        cair/minuman) maka langsung dapat diuji/diperiksa tanpa
        perlakuan/pengerjaan seperti diatas.

   b.    Petunjuk pengoprasian Heavy Metal Test Kit
        1. Pada Timbak (Pb)
           @ perlakuan pertama ;
        - Siapkan 0,5 ml (10 tetes) contoh uji dan tambahkan 3 tetes Reagen
           Pb;terdapat endapan putih kandungan Pb lebih dari 5 ppm atau tidak
           ada endapan.
        - Jika terbentuj endapan putih,dipanaskan dan jika larut berarti Pb
           positip (>5ppm).Berarti pengujian tidak usah dilanjutkan.
        - Jika setelah dipanaskan tidak larut masih tetap ada endapan putih dan
           sama yang tidak ada endapan putihnya , maka sama-sama
           ditambahklan endapan reagen pb, sampai kertas lakmus merah menjadi
           biru
        - Tambahkan seujung korek api reagen Pb
        - Tambahkan 2 tetes reagen Pb sambil digoyang-goyangkan selam lebih
           kurang 1 menit sampai larutan menjadi homogen.
        - Jika terjadi perubahan dari warna hijau menjadi warna pink berarti Pb
           positif (1-5 ppm)
           @Perlakuan kedua ;
        - Buatlah blanko sebagai pembanding dengan contoh uji menggunakan
           air suling/aquades dengan perlakuan sama dengan perlakuan pertama
           diatas, jika contoh uji berbeda dengan blanko berarti contoh uji/sampel
           positif Pb.
2. Pada Timbal Arsen (As)
   @Perlakuan pertama
- Siapkan 2 ml contoh uji,tambahkan masing-masing 3 tetesreagen As1
   dan As2
- Panaskan (sampai keluar gelembumng-gelembungtetapi jarang sampai
   mendidih)
- Tambahkan masing-masing 3 tetes As3 dan As4 biarkan selama lebih
   kurang 3 menit.
   *terbentuk endapan putih (MgNH4AsO4) kemungkinan Arsen positif.
   *tidak terbentuk endapan putih berarti arsen negative.

    - Dibuang cairan yang jernih (bagian atas) dan tambahkan 3 tetes As6.

    - Tambahkan 3 tetes As 5, jika terbentuk endapan coklat muda (Ag3As4)
      berarti Arsen positif.

    @Perlakuan kedua ;

-  Buatlah balnko sebagai pembanding dengan contoh uji menggunakan
   air suling/aquades dengan perlakuan sama dengan perlakun pertama
   diatas, jika contoh uji/sampel berbeda dengan blanko berarti Arsen
   positif.
3. Pada pemeriksaan cadmium (Cd)
   @Perlakuan pertama ;
- Siapkan 2 ml contoh uji dan tambahkan 3 tetes reagen Cd1 dan Cd2 :
   *terbentuk endapan putih kemungkinan Cianida positif
   *tidak terbentuk endapan putih atau terbentuk endapan lain
   pemeriksaan tidak usah dilanjutkan karena sudah dianggap Cianida
   negative.

-     Endapan putih yang terbentuk tambahkan 3tetes reagen cd3 dan Cd4,
      jika terbentuk endapan merah/coklat kehijauan berarti Cianida positif.

@Perlakuan kedua ;

-  Buatlah blanko sebagai pebanding dengan contoh uji menggunakan air
   suling/aquades dengan perlakuan sama dengan perlakuan pertama
   diatas,jika contoh ui/sampel berbeda dengan blanko berarti Cianida
   positif.
4. Pada pemeriksaan Antimon (Sb)
   @Perlakuan pertama
- Siapkan 2 ml contoh uji,dan tambahkan 10 tetes reagen Sb1
- Tambahkan seujung korek api reagen Sb2 dan kocok sampai
   homogeny
-  Tambahkan 3 tetes reagen Sb3 (pink), jika warna berarti Antimon (Sb)
   positif.
   @Perlakuan kedua ;
- Buatlah blanko sebagai pembanding dengan contoh uji menggunakan
   air suling/aquades dengan perlakuan sama dengan perlakuan diatas,
   jika contoh uji/sampel berbeda dengan blanko (pink) berarti
   Antimon(Sb) positif.
5. Pemeriksan Air Raksa (Hg)
   @Perlakuan pertama ;
- Siapkan 2 ml contoh kemudian tambahkan masing-masing 3 tetes Hg1.

    Endapan putih kemungkinan air raksa positif

Larut/tidak ada endapan air raksa (Hg) negative,sehingga uji tidak perlu
dilanjutkan.
- Terbentuknya endapan putih,tambahkan 3 tetes Hh2 dan Hg3, jika
    berubah menjadi warna lembayung (violet) beerarti air raksa (Hg)
    posotif.
    @Perlakuan kedua ;
- Untuk lebih meyakinkan,maka siapkan lagi 2 ml contoh uji yng baru.
- Tambahkan masing-masing 3 tetes Hg4;Hg5 dan Hg6, jika berubah
    menjadi warna kuning/merah kecoklatan berarti air raksa (Hg) posotif.
    @Perlakuan ketiga ;
- Buatlah blanko sebagai pembanding dengan contoh uji mengguankan
    air suling/aquades dengan perlakuan sama dengan perlakuan dan kedua
    diatas,jika contoh uji/sampel berbeda dengan blanko berarti air raksa
    (As) positif.
6. CARA PEMELIHARAAN
    a. Peralatan dalam kondisi tidak dipakai harap disimpan pada suhu
         kamar
    b. Sebelum dan sesudah digunakan peralatan harus
         dibilas/dibersihkan dengan aquades
    c. Setiap jenis peralatan setelah digunakan disimpan kembali pada
         tempat yang telah disediakan pada carryng Box.
          PERALATAN TOXIC SUBTANCE TEST KIT

I. Untuk mengetahui makanan dan minuman yang mengandung
   senyawa/unsure bahan kimia beracun atau senyawa toxic yang terdapat pada
   makanan dan atau minuman.
II. Alat dan Bahan
 a. Measuring cylinder
    Fungsi ; untuk mengukur volume cairan
    Gambar ;




 b. Funnel
    Funsi    ; untuk membantu memindahkan cairan dari satu tempat ke
    tempat yang lain
    Gambar ;




 c. Mikro capiler
    Fungsi ; digunakan untuk memindahkan cairan/larutan dari satu tempat
    ke tempat yang lain.
    Gambar ;




 d. Filter paper
    Fyungsi ; digunakan untuk menyaring residu yang terdapat dalam suatu
    cairan.
    Gambar ;




 e. Benang bowl bebas lemak
     Fungsi ; untuk mengikat alat laboratorium dengan kertas saat akan
     disterilkan dalam oven.
     Gambar ;

f.   pipet drop

Gambar :




Fungsi : Pipet tetes (drop pipette) berfungsi membantu memindahkan cairan
dari wadah yang satu ke wadah yang lain dalam jumlah yang sangat kecil
tetes demi tetes.

Cara menggunakan ; pencet bagian atas pipet,untuk mengambil cairan atau
larutan,kemudian lepaskan jika sudah berada pada wadah tempat yang akan
dipindahkan.

g. Kertas kromatografi




h.   Photometer
i.   Blender
j.   Elektric stove
k.   Separation chamber
l.   Stirring rod
m.   Evaporating dish
n.   Crush gooch
o.   Table balance
p.   Wire gonze
q.   Erlenmeyer
r.   Boiling flash
s.   Reagent kit fat
t.   Nama alat : hard carrying box
     Gambar :




     Fungsi : Tempat menyimpan semua alat-alat food contamination test kit

     Perawatan : Tempatkan pada tempat dengan suhu ruanagn atau kering
     dan hindarkan dari sinar matahari langsung.

     Cara kerja : Masukkan alat food contamination test kit dan tata dengan
     rapi.

III.   CARA PENGGUNAAN
  A. Pemeriksaan Cianida
     1. Untuk sampel berupa larutan dapat langsung diidentifikasi dengan kit
        Cianida baca dengan photometer
     2. Untuk contoh padat ditambahkan aquades kemudian belender lalu
        saring, hasil saringan siap dibaca dengan photometer setelah
        ditambahkan reagen kit.
  B. Pemeriksaan Nitrit
     1. 5 gram sampel yang telah dihaluskan ditempatkan didalam labu.
     2. Tambahkan 40 ml aquades,panaskan sampai 80oC aduk sampai rata.
     3. Atambahkan aquades lebih kurang 300 ml,panaskan diatas penangas
        air selama lebih kurang 2 jam sampai sesekali diaduk.
     4. Tambahkan 5 ml HgCl2 jenuh , aduk rata dan dinginkan sampai suhu
        kamar lalu saring, hasil saringan diuji dengan kit nitritdan baca
        dengan photometer.

 C. Pemeriksaan formalin
    1. 20 ml sampel masukkan ke dalam labu suling,asamkan dengan asam
       phospat.
    2. Tambahkan 1 ml asam phospat agar berlebih,hubungkan dengan alat
       penyuling.
    3. Untuk sampel pdat 20 gram sampel tambahkan aquades,aduk
       masukkan ke dalm labu usuling,lakukan seperti diatas.
    4. Uji destlat dengan kit formalin.
 D. Pemeriksan Boraks
   1. Untuk sampel berupa larutan dapat langsung dibaca dengan
      photometer setelah penambahan reagen kit.
   2. Untuk sampel padat ditambahkan aquades lalu diblender, kemudian
      saring.
   3. Hasil saringan siap dibaca dengan photometer setelah ditambahkan
      reagen kit.



E. Pemeriksaan Rhodamin B
   1. 3 ml larutan sampel tambahkan 1 ml KHSO4 10 %.
   2. Tambahkan 2 lembar benang wool bebas lemak,aduk selama 5 menit
   3. Tambahkan 1 ml campuran ammonia: ethanol : (1;1;1) panaskan
      selam 5 menit
   4. Cuci benang wool dengan air hangat sampai semua warna tercuci
      habis,uapkan dengan menggunakan cawan penguap.
   5. Larutkan residu dengan 1 ml ethanol 50%
   6. Lakukan kromatography kertas dengan eluer camuran 1-butanol :
      H2O : asam acetat glacial (20:12:5)
F. Pemeriksaan Siklamat
   1. 10 gram sampel,jika larutan keruh saring
   2. Tambahkan 1 ml HCl pekat dan 1 ml larutan BaCl2 10% aduk
   3. Biarkan selama 30 menit,jika ada endapan saring
   4. Tambahkan 1 ml larutkan NaNO2 10% aduk
   5. Panaskan dalam penangas air, saring melalui cawan gooch sebagai
      Natrium Cyclamat.
G. CARA PEMELIHARAAN
   1. Peralatan dalam kondisi tidak dipakai harap disimpan pada suhu
      kamar
   2. Sebelum dan sesudah digunakan peralatan harus dibilas/dibersihkan
      dengan aquades.
   3. Setiap jenis peralatan setelah digunakan disimpan kembali pada
      tempatnya yang telah disediakan pada carryng Box.
            ALAT UNTUK MENGETES KANDUNGAN
                 MAKANAN DAN MINUMAN

1. Spektrofotometer (spektronic-20)
      Fungsi           ; untuk menentukan kadar protein
      Cara kerja       ;
       1.   Nyalakan instrumen yang menggunakan medan] tekan tombol.tunggu
            sekitar 5 menit untuk warmup ketika lebih dulu dipasang.
       2.   Pilih panjang gelombang yang sesuai untuk contoh untuk di/terukur.
       3.   Dengan memilih mengosongkan dan menutup, melakukan
            penyesuaian/mentransmisikan ke 0%T yang menggunakan tombol nol
            atau atur terlebih dahulu.
       4.   Isi separuh tabung dengan air.Tempatkan di dalam sample holder dan
            kemudian menutup.
       5.   Dengan sample yang ada dalam sample holder ditutup ,kemudian
            penyesuaian atau mentransmisikan ke 100%T yang menggunakan tombol-
            atur [cahaya/ ringan] pada sisi kanan instrumen.
       6.   Pindahkan yang kosong dan menempatkan sample yang ada di dalam
            sample holder lalu menutupnya.
       7.   Nilai Absorbansi yang dibaca ( Atau % T) dari meter. Dalam hal ini
            pembacaan adalah 20%T dan 0.70 unit absorbansi.
       8.    Ulangi langkah ini dengan sample [yang] dikenal tambahan jika
            pembuatan suatu lengkung tara atau membuktikan proportionalas ( Hukum
            Bir).
       9.    Ulangi langkah ini dengan suatu dengan konsentrasi yang berbeda,
            sehingga absorbansi nya dapat dibandingkan dengan absorban yang
            mempunyai konsentrasi yang berbeda.
            Gambar ;




2. Soxhlet
      Fungsi           ; untuk menentukan kadar lemak dan minyak
      Cara kerja       ;
      - Timbang dengan teliti 2 gram bahan yang telah dihaluskan (sebaiknya
          yang kering dan lewat 40 mesh).
      - Campur dengan pasir yang telah dipijarkan sebanyak 8 gram dan
          memasukkan ke dalam tabung ekstraksi soxhlet dan Thimble.
      - Alirkan air pendingin melalui kondensor.
-   Pasang tabung ekstraksi pada alat distilasi soxhlet dengan pelarut
    petroleum eter secukupnya selama 4 jam.Setelah residu dalam tabung
    ekstraksi diaduk ekstraksi dilanjutkan lagi selama 2 jam dengan pelarut
    yang sama.
-   Petroleum eter yang telah mengandung ekstrak lemak dan minyak
    dipindahkan ke dalam botol timbang yang bersih dan diketahui beratnya
    kemudian uapkan dengan penangas air sampai agak pekat.teruskan
    pengeringan dalam oven 100 oC sampai konstan.
-   Berat residu dalam botol timbang dinyatakan sebagai berat lemak dan
    minyak.

Gambar          ;
                          QUICK PROOF TO STREET FOOD

    Quick Proof to Street Food
    adalahperalatanuntukpemeriksaanmakananatauminumansecarabakteriologisdankimia
    melaluiteskualitatif.

    Kertas Dinner Set
O   Fungsi : untukmengetahuiadtidaknyaaE.colipadaalatmakan
O   Cara kerja
O   Siapkanalatdanbahan yang digunakan
O   Ambilkertas dinner set dalam plastic
    denganjepitansterildanbasahidenganaquadessterilsampaimerata
O   Letakkankertas yang sudahdibasahi pad sampel yang akandiuji (serbet/lapa,
    taplakmejaatauperlengkapanlainnya)
O   Tunggu± 5 menit
O   Ambilkertas dinner set denganpinsetdanmasukkanke plastic steril
O   Eramkanke incubator padasuhu 37ºC selama 2 x 24 jam
O   Amati perubahan yang terjadi
O   Terjadiperubahanwarnamenjadibintikmerahkeungu-
    unguandenganlingkarankuningataukuningdenganbintik-bintikmerahE.colipositif
O   Terjadiwarnabintik-bintikungukebiru-biruanE.coli negative


    KertasMakanan
O   Fungsi : untukmengetahuiadatidaknyaE.colipadasampelmakanan
O   Cara Kerja
O   Siapkanalatdanbahan yang digunakan
O   Ambilkertasmakanandalam plastic denganjepitansteril
O   Ambilsampelmasukkankebeker glass
    danencerkanterlebihdahuludenganaquadestunggu± 5 menit
O   Ambilkertasmakanandenganpinsetdanmasukkanke plastic steril
O   Eramkanke incubator padasuhu 37ºC selama 2 x 24 jam
O   Amati perubahan yang terjadi
O   Terjadiperubahanwarnamenjadibintikmerahkeungu-
    unguandenganlingkarankuningataukuningdenganbintik-bintikmerahE.colipositif
O   Terjadiwarnabintik-bintikungukebiru-biruanE.coli negative
    KertasMinum
O   Fungsi : untukmengetahuiadatidaknyaE.colipadasampelminumanringan
O   Cara Kerja
O   Siapkanalatdanbahan yang digunakan
O   Ambilkertasminumanringandalam plastic
    denganjepitansterildanbasahidengansampeluji (contohminuman)
    denganjepitansterilselama± 5 menit
O   Eramkanke incubator padasuhu 37ºC selama 2 x 24 jam
O   Amati perubahan yang terjadi
O   Terjadiperubahanwarnamenjadibintikmerahkeungu-
    unguandenganlingkarankuningataukuningdenganbintik-bintikmerahE.colipositif
O   Terjadiwarnabintik-bintikungukebiru-biruanE.coli negative


    Perawatan
O Peralatandalamkondisitidakdipakaiharapdisimpanpadasuhukamar
O Sebelumdansesudahdigunakanperalatanharusdibilas/dibersihkandenganaquades
O Setiapjenisperalatansetelahdigunakakndisimpankembalipadatempatnya yang
  telahdisediakanpada Carrying box.
MONITORING PADA MAKAN DAN MINUMAN DENGAN
          ANGKAS KUMAN DAN MPN
TPM (tempat pengolahan makanan) seperti restaurant, rumah makan, dan sebagainya
harus memperhatikan penyehatan makanan dan minuman yang akan disajikan dan di
konsumsi. Penggunaan alat makan menjadi perhatian dalam pengolahan makanan
untuk mengetahui angka koloni kuman yang terdapat pada alat makan, untuk itu di
perlukan uji mikrobiologis. Uji mikrobiologis merupakan salah satu uji yang penting,
karena selain dapat menduga daya tahan simpan makanan, juga dapat digunakan
sebagai indicator sanitasi makanan / indicator keamanan makanan.

Uji mikrobiologis memiliki ketentuan nilai kebersihan dihitung dengan angka –angka
sebagai berikut :
1.Angka total kuman sebanyak-banyaknya 100 cm2 dari permukaan alat yang
diperiksa
2.Angka E.colly 0/cm2 harus dari permukaan alat yang diperiksa


Selain angka kuman juga dilakukan uji MPN pada makanan dan minuman.MPN
adalah singkatan dari Most Probability Number yaitu perkiraan terdekat jumlah
kuman atau menghitung perkiraan perolehan golongan Coli Form dan Coli Tinja.
Banyaknya kuman golongan Coli Form dan kuman golongan Coli Tinja dihitung
berdasarkan MPN indeks, yaitu perkiraan terdekat jumlah kuman Coli Form dan Coli
Tinja per 100 ml contoh air. Pemeriksaan MPN memiliki 3 tahapan tes yakni uji
perkiraan (Lactose Broth/ LB), tes penegasan (Briliant Green Lactose Broth/ BGLB)
dan uji pelengkap (Eosin Methylen Blue/ EMB/Endo Agar).

Cara perhitungan MPN adalah sebagai berikut :
Perhatikan dan hitung jumlah tabung yang positif dan negatif dari uji perkiraan, uji
penegasan, dan uji lengkap biasanya pada tabung-tabung tersebut dilakukan
pengenceran dan porsi, maka MPN dapat dibaca secara langsung pada tabel.
Coli Form yaitu bakteri golongan Coli yang biasanya ditunjukan oleh adanya
pembentukan gas di dalam media BGLB pada suhu 45 0C. Eischeria Coli yaitu
bakteri Coli Tinja artinya bakteri Coli yang berasal dari faeces langsung, dimana pada
pemeriksaan MPN ditunjukan oleh adanya pembentukan gas di dalam media BGLB
pada suhu 45 0C.
Pada prinsipnya pemeriksaan MPN adalah ditanam di dalam lactose, yang positif gas
dipindahkan ke dalam BGLB, yang positif gas dibaca pada tabel MPN, atau
dilanjutkan uji pelengkap dengan menanam di media Endo Agar/ EMB yang
menunjukan warna metalik (tersangka E.Coli) dipastikan dengan uji indol, citrate,
metyldeel, motility, specimen/ sampelnya makanan, minuman dan air.

PELAKSANAANNYA :

 a. Alat
     Alat-alat yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada
     makanan dan minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut :
     1. Botol contoh steril
     2. Cawan Petri steril
     3. Pipet ukur 10 ml dan 1 ml steril dan filternya
     4. Pembakar Bunsen
     5. Inkubator
     6. Mikroskop
     7. Tabung reaksi
     8. Tabung Durham
     9. Timbangan Mortal dan pengerus

     b. Bahan
     Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform
     pada makanan dan minuman dengan metode MPNadalah sebagai berikut:
     1. Sampel makanan dan minuman
     2. Media laktosa cair (sudah steril)
     3. Media BGLB/BGBL (Briliant Green Bile Lactose Broth)
     4. Media EMB (Eosin Methylene Blue Agar) dan EA (sudah steril)
     5. Pewarna gas
     6. Alkohol
     7. Kapas, karet, kertas payung, korek api

     c. Prosedur Kerja
     Prosedur kerja dari praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan
     minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut :

     1. Uji Penduga
     a. Diaseptiskan tangan, alat dan tempat kerja.
     b. Sampel ditimbang sebanyak 10 gram memasukkan ke dalam air pengencer
     (yang mengandung NaCl fisiologis) 90%.
     c. Masukkan pengencer/ Na fisiologis dan Lactosa Broth ke dalam ke-9 tabung
     reaksi sesuai banyaknya yaitu 10 ml, 1 ml dan 0,1 ml lalu masukkan tabung
Durham. Bungkus masing-masing tabung reaksi dengan pembungkus kayu.
d. Diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37°C dan diamati tertangkap
tidaknya gas dalam tabung Durham setiap 1 jam sekali.
e. Jika terdapat gas atau keruh, maka diduga terdapat Coliform pada
tabung.


10 ml 1 ml 0,1 ml

Pengencer/ LBDS LBSS LBSS
Na Fisiologis 90%

Uji Penduga
10 ml 1 ml 0,1 ml

BGLBDS BGLBSS BGLBSS

2. Uji Penegasan
a. Dasarnya yaitu hasil dari uji penduga yaitu banyaknya larutan dalam tabung
reaksi yang terdapat gas/ gelembung yang berjumlah 4 buah.
b. Ambil jarum ose lalu bakar jarum di atas pembakar bunsen sampai membara.
Masukkan jarum ose ke dalam tabung reaksi sampai menyentuh larutan dan
angkat. Lalu jarum ose masukkan ke tabung berisi 10 ml, 1 ml dan 0,1 ml sirup
dengan tabung Durham didalamnya dengan kombinasi 3-3-3. Usahakan tabung
dan jarum selalu dekat dengan api agar tetap steril.
c. Masukkan tabung ke dalam inkubator/ diinkubasi selama 2 x 24 jam dan
diamati setiap 1 jam. Lalu amati adanya gas/ gelembung yang terdapat dalam
tabung Durham.
          CARA PENYUCIAN PERALATAN DAN BAHAN MAKANAN



A. Mencuci dengan tangan          ;
   1. Menyiapkan alat2 sink (3 bak) kering.sanitasizer (bahan-bahan pencuci),air
       panas,scraper (lat cuci),diterjen.
   2. Mencuci pendahuluan atau waetscrape.
   3. Cuci dalam air panas dengan deterjen.
   4. Hince (cuci) pada air bersih dan panas.
   5. Siram dengan air panas 180oF (82oC) dalam waktu 30 dtk atau dengan memakai zat
       kimia
   6. Keringkan dengan keyakinan tak ada lagi pengotoran,lalu disimpan.
   Mencuci dengan tangan yang benar (ringkasnya) ;
       1. Membuang sisa makanan dan kemudian dicuci terlebih dahulu.
       2. Wash (mencuci)
       3. Rinse (mebilas)
       4. Sanitize (membilas)
       5. Mengeringkan
       6. Penyimpanan di tempat yang kering.
        Catatan ;
    a. Wash; dengan yang baik dalam air yang tidak kurang dari 110oF (43,3oC)
    b. Rinse; dalam air panas yang bersih
    c. Sanitize; dalam air tidak kurang dari 170oF (76,5oC),atau larutan yang cukup dalam
        1 menit.
B. Mencuci dengan mesin          ;
   1. Isi mesin dengan deterjen.pertahankan temperature 160o – 170 o F (71oC – 76,5 oC)
   2. Scrape dan cuci pendahuluan.
   3. Isi bagian cuci hingga air merata seluruh permukaan.
   4. Jalankan mesin 20-30 detik
   5. Cuci pada suhu 82oC selama 10-15 dtk.
   6. Keringkan periksa dan ambil yang kelihatan belum bersih.
   Mencuci dengan mesin yang benar;
   a. Buang sisa makanan
   b. Taruh di rak
   c. Cuci dahulu alat makan dan minum yang telah digunakan.
   d. Wash (mencuci) agar lebih yakin.
   e. Rinse sanitize (membilas)
   f. Pengeringan
   g. Penyimpanan di tempat yang kering.

     Catatan ;
 a. Wash ; dengan mesin yang baik dan ditergent yang baik dalam 150o – 160oF.tidak
    kurang dari 40 dtk (65oC- 71oC)
 b. Rinse sanitize ; pada temperature kurang dari 180oF.dari 180oF.dalam 10 dtik (82oC).

                                 DAFTAR PUSTAKA

Qorib.M.B.Sc,R,S dan DKK . 1983 . Sanitasi Makanan . Surabaya : Sekolah Penilik hygiene
Departemen Kesehatan . Surabaya .

http://118.97.188.75/virlib/multi_media/restoran/modul10/ch1/03/content.html

http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2073865-teknik-sterilisasi-
mikroba/#ixzz1pU0UVoKF
http://inspeksisanitasi.blogspot.com/2012/01/sanitasi-makanan-perilaku-
penjamah.html

Modul Departemen Kesehatan RI, Direktorat Jenderal PPM & PLP Tahun 1997 Bagi
Petugas Kesehatan Lingkungan Tingkat Propinsi Dan Kabupaten, Cetakan 1.

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:98
posted:12/26/2012
language:Indonesian
pages:38