islamic standard knowlege in jawa

Document Sample
islamic standard knowlege in jawa Powered By Docstoc
					Bismillahirohmanirrahim Allahumma solli alaa Muhammad wa alaa alii sayyidina Muhammad, alhamdulillahirobbil „Alamin.

DAFTAR ISI. A. B. C. D. E. F. G. H. I. Seuntai mutiara penulis Kumpulan Nasehat dan Hadis Islam Ahli Sunnah Waljamaah dan Asmaul Husna Semangat Juang Islam dan Untaian Mutiara Keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rohmah Contoh Ibadah Seorang Islam Setiap Hari Ibadah Tambahan Khusus Saat-Saat Kelahiran Baginda Yang Mulia Muhammad SAW Tauhid Jawan

A. Seuntai mutiara penulis

Bismillahirohmanirrahim Allahumma solli alaa Muhammad wa alaa alii sayyidina Muhammad, Alhamdulillahirobbil Allamin. Ash hadu Al laa ilaa ha illallah wa ashadu anna Muhammadar Rasulullah. Assalam alaikum… Para pembaca yang sudi meluangkan waktunya membaca nasehat saya ini. Tulisan ini hanya menyimpulkan, menerjemahkan,cuplikan dari berbagai buku islami ahli sunnah wal jama‟ah dan dari diskusi dengan para kiyai/ustadz/maulana yang berisi mengenai sikap tentang pelaksanaan untuk aktifitas sehari hari. Penulis yang yang orang awam, hina dina dan bodoh lepa lepo koyo kebo ini merasa sedikit sekali pengetahuannya. Maka mohon jangan di cerca dan jangan di cela. Kita semua (pelajar) masih dalam tahap balajar sampai kita mati. Untuk menegakkan kebenaran yang hakiki(kebenaran islam di sisi Allah SWT), bilamana ada kesalahan dalam tulisan ini atau menyakiti hati pembaca yang budiman, penulis secara pribadi meminta maaf. Sudah pasti manusia banyak dosa maka saya minta doa kepada anda yang alim2 yang di ridhoi Allah SWT. Lebih lanjutnya atas ketinggian budi anda penulis meminta pembaca dapat meluruskan apa yang kiranya bengkok tidak sesuai dengan faham ahli sunnah wal jamaah khususnya kita sebagai muslim berfaham madzab Imam Safii. Penulis berdoa:“Allahumma Ya Allah…Ya Hayyu Ya Qoyyum Ya Ahadu Ya. Shomadu..Allahumma solli alaa

Muhammad wa alaa „ali sayidina Muhammad..Ya Robb…Ya Allah dengan namamu yang mempunyai 28 ayat Asmaul Adzam dan 99 nama Asmaul Husna tunjukilah aku jalan yang lurus yang Engkau ridhoi… Ya Allah terimalah taubatku… Ya Allah sungguh kami meminta padaMU bahwa sesungguhnya segala puji bagiMU, tidak ada Illah selain Engkau Yang Maha Memberi, Pencipta langit dan bumi, wahai Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Mulia, wahai Dzat Yang Maha Hidup lagi berdiri pada DzatNYA sendiri..Ya Allah ampunilah dosaku dan hapuskanlah kepanasan hatiku dan lepaskanlah dari cekaman setan yang terkutuk. Ya Allah lapangkanlah dadaku, permudahkanlah urusanku, lepaskanlah buhul ikatan lidahku agar mereka memahami kata2ku. Ya Allah jauhkanlah kami dari pengaruh ulama fasik/su‟ dan setan yang terkutuk… Ya Robb, dirikanlah untukku sebuah rumah disisiMu, dan selamatkanlah aku dari Fir‟aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari pada kaum yang dzalim. Ya Allah Ya Rohman kepadaMUlah kami berserah diri dan pasrah. Ya Robbana, janganlah Engkau jadikan kami fitnah bagi kaum yang dzalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmatMU dari mereka kaum yang kafir terhadap nikmatmu…Ya Allah…hidupkan aku miskin, matikan aku miskin dan kumpulkan aku kelak di padang Manshyar ke dalam kelompok kaum miskin…. Amin amin al hamdulillahirobil alamin”. Pahala tulisan ini khususnya di persembahkan untuk mama papa tercinta sampai kakek moyangnya serta keluarga dan keturunannya khususnya. Moga-moga bermanfaat. Al Fakir Robit Khaidar Ali Aqib Abdul Qodir Ali As Saripan, Jumadil Akhir 1426 Hijriah.
P.S: Janganlah tulisan ini di pegang dan dilihat saja tapi renungkanlah serta amalkan isinya

B. Kumpulan Nasehat dan Hadis

Doa orang tua kepada anaknya seperti doanya Nabi kepada umatnya. Surga ada di telapak kaki ibu. Telah datang pada Nabi SAW seorang laki laki, ia berkata:”Aku telah berdosa besar ya Rasullullah, apakah ada jalan taubat bagiku?”. “Adakah kamu mempunyai ibu?” Nabi SAW bertanya. “Tidak”. Jawab orang itu. “Apakah kamu mempunyai bibi?”. Nabi SAW bertanya kembali. “Ya”. Jawab laki-laki itu. Nabi SAW berkata:”Baktikanlah dirimu kepadanya”. Tiadalah seseorang melihat ke wajah ibu bapaknya dengan pandangan penuh kasih sayang, kecuali Allah SWT telah mencatat pahala bagi orang itu, sama dengan pahala seorang yang haji mabrur. 3 hal yang tidak diterima Allah SWT di hari kiamat:

1. Orang yang durhaka pada orang tuanya 2. Meng undat2 / menanyakan kebaikan yang telah lalu. 3. Orang yang mendustakan dengan qadar. Tujuh hal yang bisa menyinari kuburan: 1. Ikhlas dalam beribadah 2. Berbakti kepada kedua orang tua 3. Menyambung persaudaraan 4. Tidak menyia-nyiakan umurnya dalam kemaksiatan 5. Tidak mengikuti hawa nafsu 6. Bersungguh sungguh dalam ketaatan 7. Memperbanyak dzikir kepada Allah SWT HSR(Hadis di Riwayatkan) Ad Dailamy. Ajarkanlah anak2 kalian beranang dan membidik panah. Dan sebaik2nya pengisi waktu bagi wanita mu‟min dirumahnya, yaitu mengantih benang (menjahit, merajut, menyulam dan menenun ). Dan apabila kedua ibu bapakmu berbarengan memanggilmu, datangilah ibumu lebih dahulu. Tanda2 orang munafik: 1. Berdusta, apabila berkata. 2. Melanggar tidak menepati, apabila berjanji 3. Berkhianat, apabila dipercaya. Kunci surga adalah cinta kepada fakir miskin. Ahli surga adalah orang yang selalu lemah lembut dan berseri2 wajahnya. Utamanya amal di dunia ini ada 3, yaitu: 1. Menuntut ilmu agama (islam), 2. Berperang di jalan Allah dan 3. Mencari pekerjaan halal. Siapa yang ingin hafal/mengerti ilmu maka hendaklah menetapi 5 perkara: 1. Sholat malam walau dua rakaat 2. Dalam keadaan wudlu terus menerus, bila batal langsung wudlu 3. Takut kepada Allah secara rahasia atau terang2 an 4. Makan hanya untuk supaya kuat ibadah bukan untuk kenyang dan kesenangan 5. Selalu bersiwak Menghadiri majelis ilmu ilmu (imu agama maksudnya) lebih utama dari sholat 1000 rakaat. Manusia yang paling rugi pada hari kiamat adalah orang yang bisa untuk menuntut ilmu tapi dia tidak menuntutnya. Tuntutlah ilmu walaupun jauhnya ke negeri china. HSR Ibnu Addi dan Baihaqi.

Barang siapa mengambil jalan mencari ilmu agama(Islam), Allah SWT membimbingnya ke jalan yang menuju surga. HSR Tabrani. Rasullullah SAW bersabda:”Sesungguhnya para malaikat mengembangkan sayapnya diatas pelajar (siswa/santri//mahasiswa, yang belajar ilmu Islam), sebagai tanda simpati terhadap pelajar itu.” HSR Ahmad, Ibnu Habbaan dan Hakim Janganlah kalian mengumpulkan ilmu ulama dan berlaku dalam perbuatan seperti orangorang bodoh. Berkata Ka‟ab r.a:…Adalah pada akhir jaman orang –orang yang berilmu, menyuruh manusia zuhud dari dunia dan mereka sendiri tidak. Menyuruh manusia takut kepada Allah SWT dan mereka sendiri tidak. Melarang manusia mendatangi pemerintahan sedang mereka sendiri datang. Mereka memilih dunia daripada akherat, mereka makan dari usaha lidahnya, mereka mendekati orang kaya, tidak orang miskin. Mereka cemburu kepada ilmu pengetahuan seperti kaum wanita cemburu kepada kaum lelaki, marah yang seseorang kepada teman duduknya apabila dia duduk dengan orang lain. Orang-orang berilmu semacam itulah, orang-orang yang keras hati, musuh Allah SWT yang Maha Pengasih. Bersabda Nabi SAW:”aku lalui pada malam isra‟ku pada beberapa kaum yang menyayat bibirnya dengan gunting-gunting dari api neraka. Maka aku tanyakan:”Siapakah kamu ini?” Mereka menjawab:”Kami adalah orang yang menyuruh dengan kebaikan dan tidak kami kerjakan. Kami melarang dari kejahatan dan kami kerjakan”. Berkata Sahl r.a:”ilmu itu seluruhnya dunia. Yang akherat dari ilmu itu ialah berbuat amal perbuatan. Amal perbuatan seluruhnya itu hampa kecuali dengan keikhlasan”. Berkata Sahl r.a seterusnya:”Manusia seluruhnya mati selain para ahli ilmu. Para ahli ilmu itu mabuk selain yang bekerja. Orang yang bekerja itu seluruhnya tertipu selain yang ikhlas. Orang yang ikhlas itu dalam ketakutan sebelum diketahuinya apa kesudahan dari amal perbuatannya itu.” Nabi Isa AS berkata:”bagaimana menjadi ahli ilmu orang yang perjalanannya ke akherat, sedang dia menghadap ke jalan dunia? Bagaimana menjadi ahli ilmu orang yang mencari ilmu kalam untuk diceritakan, tidak untuk diamalkan? Berkata Abu Hurairah r.a, bahwa Nabi SAW bersabda:”Barang siapa menuntut ilmu diantara ilmu pengetahuan yang menuju kerelaan Allah untuk memperoleh harta benda duniawi maka orang itu tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat.” Nabi bersabda:”Siapa yang tambah ilmunya tapi tidak zuhud pada dunia, maka tidak akan bertambah dekat kepada Allah SWT tapi malah bertambah jauh”. Baginda Yang Mulia Nabi Muhammad SAW bersabda:”Zuhud adalah senang pada sesuatu yang di senangi Allah SWT, dan benci pada sesuatu yang di benci Allah

Ta‟allah. Menjauhi kehalalan dunia seperti kamu menjauhi keharaman dunia. KArena dunia yang halal ada hisabnya (hitungan di akherat). Sedang yang haram ada siksanya. Menyayangi sesame muslim sebagaimana engkau menyayangi dirimu. Meninggalkan perkataan yang tidak beguna sebagaiman engkaumenjauhi hal haram. Menjauhakan diri dari banayk makan seperti kamu menjauhi bangkai yang sangat busuk. Menjauhakan diri dari harta duni dan hiasannya sebagaimana kamu menjauhakan diri dari api (neraka). Dan memendekkan khayalanmu terhadap dunia. Semua ini yang di namakan zuhud terhadap dunia.” Kegelapan ada lima dan lampunya juga lima , yaitu: 1. Senang dunia adalah kegelapan dan lampunya adalah takut kepada Allah SWT 2. Dosa adalah kegelapan dan lampunya adalah bertobat 3. Kuburan adlah kegelapan dan lampunya adalh kalimat tauhid Laa ilaa ha illollah Muhammadar Rasulullah 4. Akhirat adalah kegelapan dan lampunya adalah amal yang baik 5. Jembatan syirotal adalah kegelapan dan lampunya adalah kenyakinan Ada dikatakan bahwa zuhud terdiri dari beberapa huruf, Za: adalah bekal unutk akhirat,. Ha: adlah petunjuk pada agama. Dal: adalah menetapi ketaatan. Ada juga yang mengatakan: Za: adlah meninggalkan periasan. Ha adlah meninggalkan hawa nafsu. Dal: adlah meninggalkana kemewahan dunia. Barang siapa yang banyak bicara maka banyak salahnya. Jangan berbicara kecuali dibutuhkan, meninggalkan dunia kecuali yang diperlukan. Tidak berkumpul dengan sesame kecuali seperlunya. Sahabat Abdullah bin Amr r.a. berkata: Saya mendengar Rasullullah SAW bersabda: “siapa saja wanita yang wajahnya cemberut di depan suaminya, maka besok pada hari kiamat dia datang dengan muka yang hitam, kecuali dia bertobat atau kembali ceria”. Nabi SAW bersabda:”Janganlah ada salah seorang diantara kamu sekalian yang memperbanayk percakapan dengan istrinya ketika senggama berlangsung, karena hal ini akan membuahkan kebisuan terhadap anak yang terlahir.” Dari Ibnu Umar r.a. berkata: Rasulullah SAW pernah melihat seorang anak tercukur sebagian rambut kepalanya dan sebagian lain tidak, lalu Rasulullah melarang mereka berlaku demikian, beliau bersabda:”Cukurlah semua, atau biarkan semua.” Makanya untuk cukur model pemain bola Ronaldo seharusnya jangan di tiru. Imam Syaqiq telah mencari 5 hal, maka dia temukan dalam 5 hal: 1. Kami mencari cara meninggalkan beberapa dosa, maka kami dapatkan di dalam sholat dhuha. 2. Kami mencari cahaya kuburan, maka kami temukan di dalam sholat malam. 3. Kami mencari jawaban pertanyaan munkar nakir maka kami dapatkan dalam membaca Al Qur‟an.

4. Kami mencari jalan melewati shirotal mustaqim maka kami temukan dalam puasa dan sodaqoh. 5. Kami mencari naungan „Arsy, maka kami dapatkan di dalam menyendiri. Barang siapa dapat menjaga 7 kalimat maka akan mulya di sisi Allah SWT dan malakaitnya. Diampuni dosanya walaupun bagai busa lautan. Dan menemukan manisnya taat serta matinya akan baik. 7 kalimat itu ialah: 1. Bila akan mengerjakan sesuatu membaca Bismillahirrohmannirrohim. 2. Bila sudah selesai mengerjakan sesuatu membaca Alhamdulillah 3. Bila tergelincir kepada hal2 yang tak berfaedah membaca Astaghfirullah 4. Bila merencanakan sesuatu bilang Insya Allah 5. Bila menghadapi/melihat hal2 yang tidak di sukai membaca Laa haulaa walaa qua ta illa billahil aliyyil adhim 6. Bila mendapat musibah membaca Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun 7. Lisan dan hatinya tak henti2nya membaca kalimat tauhid Laa ilaha illo Allah Muhammadur Rasullullah Nabi SAW bersabda: ada 10 golongan yang tidak diterima sholatnya oleh Allah SWT. Yaitu: 1. Orang yang sholat sendirian tanpa membaca fatihah 2. Orang yang tidak mengeluarkan zakat 3. Orang yang menjadi imam sholat suatu kaum sedangkan mereka membencinya 4. Budak yang lari dari tuannya 5. Peminum khamr (Pemabuk) 6. Perempuan yang bermalam, sedangkan suaminya marah kepadanya 7. Perempuan merdeka yang sholat tanpa kerudung/mekena 8. Pemakan Riba 9. Imam jahat/Fasik/ ulama Su‟ 10. Orang yang sholatnya tidak bisa mencegah dirinya dari kejelekan dan kemungkaran takkan bertambah dekat kepada Allah SWT malah bertambah jauh. Orang yang berakal apabila bertaubat sebaiknya: Istighfar dengan lisan, menyesal dalam hati, melepas dosa dengan badan, tidak mengulangi dosa yang sama lagi selamanya, senang akherat, benci dunia, sedikit bicara, sedikit makan dan minum, sibuk mencari ilmu agama dan beribadah, sedikit tidur. Jauhilah 5 cinta: 1. Cinta dunia hingga lupa akherat 2. Cinta rumah hingga lupa kuburan 3. Cinta harta hingga lupa hisab 4. Cinta keluarga hingga lupa bidadari 5. Cinta diri sendiri hingga lupa Allah SWT.

Siapa yang mencari ilmu agama (islam) maka akan di hapus dosa yang telah lalu.

Mencari ilmu satu jam lebih baik dari pada bangun sholat malam dan mencari ilmu satu hari lebih baik dari pada puasa 3 bulan. Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang beriman dan yang mencari ilmu beberapa derajat. Abi Dzar r.a berkata: “Sungguh Nabi SAW telah bersabda: Wahai Abu Dzar, berpagipagi mencari satu kitab Allah itu lebih baik daripada sholat 100 rakaat. Berpagi-pagi mencari satu bab dari ilmu, di amalkan atau tidak di amalkan, itu lebih baik daripada sholat 1000 rakaat. Bahaya/cobaan itu tergantung pada lisan/perkataan. Apabila Allah SWT mencintai seorang hamba maka Allah Ta‟allah akan mencobanya. Hamba yang paling di senangi Allah SWT adalah orang yang memberi kemanfaatan kepada manusia dan paling utama amal ialah memasukkan senang pada hati orang mu‟min, menolak lapar, melepaskan kesusahannyaorang dan membayarkan hutangnya. Aklakul karimah meliputi: 1.Tawadlu 2.Loman 3.Menjaga dari keharaman 4.Berani karena hak.

Tanda2 baiknya aklaq: Banyak malunya, tidak suka menyakiti, banyak kebaikannya, benar bicaranya/lisannya, sedikit bicaranya, bicara yang seperlunya saja, banyak amalnya, sedikit kesalahannya, sedikit berlebih-lebihan, selalu berbuat baik, selalu menyambung silahturahmi, selalu tenang, selalu sabar, selalu bersukur. 3 tanda tawadlu: 1. Merendahkan diri dan mengetahui pada kesalahan diri sendiri 2. Menjunjung manusia karena Allah SWT 3. Menerima kebenaran dan nasihat dari setiap orang yang sesuai islam. Jagalah 3 hal kejelekan dengan 3 hal kebagusan maka engkau termasuk orang beriman: 1. Jagalah kesombangan dengan tawadlu‟ 2. Jagalah senang dunia dengan menerima apa adanya 3. Jagalah sifat dengki dengan mengharap baik Tidak akan masuk surga orang di dalam hatinya ada sifat sombong walupun seberat semut. Pangkal Tawadlu itu: Mendahului salam ketika bertemu orang islam, Ridho duduk yang paling bawah di majelis (tempat mencari ilmu), Tidak senang hatinya bila disebut kebaikan dan taqwanya.

Sesungguhnya permulaan bercanda/bergurau itu manis, akan tetapi akhirnya menjadi permusuhan, orang yang mulya sangatlah benci kepada bercanda/bergurau. Apabila Allah menghendaki hambanya baik maka Allah SWT akan memberi orang tersebut: pengertian didalam agama, zuhud di dunia, dan di perlihatkan kejelakan diri sendiri. Orang yang suka Ngegosip/ngomongin aib/rahasia orang lain maka akan digiring di hari kiamat dengan wajah seperti anjing yang galak, dan orang yang sombong akan berwajah seperti macan. Diriwayatkan dari Abd. Rahman bin Auf, Nabi SAW bersabda: “ Telah datang padaku Jibril a.s. dan berkata: Wahai Muhammad….tidak ada seseorang yang membaca sholawat untukmu kecuali dipintakan rahmat oleh 70 ribu maialikat dan barang siapa di pintakan rahmat oleh malaikat maka dia termasuk ahli surga.” Sholallah alaa Muhammad. Anak bani Adam a.s ini hanya 3 perkara di dunia yang di perlukan yaitu: 1. Amar Ma‟ruf 2. Nahi Mungkar 3. Wirid lisan ataupun sirri(didalam hati)/ingat selalu kepada Allah Ta‟allah Sayyidah Aisya berkata:”Nabi Saw bersabda:di siksa suatu kaum/Negara/kampung dengan 18000 macam siksaan dimana suatu kaum tersebut orang-orang pada beramal sebagaimana beramal kepada Nabi, maka sahabat bertanya: mengapa ya Rasullullah SAW, Nabi menjawab:”Orang itu marah tidak karena Allah SWT tak mau Amar Ma‟ruf dan Nahi Mungkar”. Sesungguhnya Shodaqoh mengandung 5 manfaat: 1. Bertambah hartanya 2. Obat bagi yang sakit 3. Allah akan menghilangkan dari bala‟ 4. Lewat diatas jembatan syirotal mustakim seperti kilat menyambar 5. Allah Ta‟aalah akan memasukkan ke surga tanpa hisab dan siksa. Tawakal intinya adalah tawakal hanya kepada Allah SWT. Jika seorang hamba tawakal kepada diri sendiri, benda atau orang lain maka tawakal tersebut adalah mendapat laknat dari Allah Ta‟alah. 10 perkara yang di benci Allah SWT dari 10 jiwa yaitu: 1.Orang kaya yang pelit 2.Orang fakir yang sombong 3.Ulama/kiyai yang rakus/korup 4.Perempuan yang sedikit malunya 5.Orang tua yang senang dunia(harta,wanita dll) 6.Pemimpin yang menyeleweng 7. Pemuda yang malas

8. Orang yang takut perang 9.Orang Zuhud yang ujub /pamer diri 10.Orang beribadah karena orang HSR an Nasai dan at Tardmidzi: Rasulullah SAW melarang menerima/mengambil harga anjing dan kucing, kecuali harga anjing pemburu (grey hound). HSR Bukhari: Barangsiapa yang memelihara anjing, maka tiap hari amalnya menyusut satu karat kecuali terhadap anjing tani dan anjing pengembala. Binatang yang sunah dibunuh adalah:Cecak. Bila ketemu dengan kala jengking dan ular yang berkepala kuning maka bunuhlah. HSR Muslim: Palawija yang mendapat air dari sungai2 dan air hujan, zakatnya sepersepuluh (10%). Adapun yang disiram dengan perantara onta, zakatnya seperduapuluh (5%). HSR Bukhari:Barangsiapa memakmurkan /mengolah sebidang tanah yang tidak dimiliki oleh siapapun, maka ia lebih berhak atas tanah itu. HSR Bukhari dan Muslim:Barang siapa memiliki tanah, hendaklah ia bercocok tanam atau hendaklah ia berikan Cuma2 kepada kawannya dan jangan di buruhkan atau disewakan padanya. Kalau kawan itu menolak maka biarkanlah tanah itu. Lebih baik seorang diantaramu mengambil talinya lalu pergi ke gunung, megumpulkan kayu kemudian membawa kayu itu pulang diatas punggungnya dan makan dari hasil jerih payahnya dari penghasilan itu, adalah lebih utama daipada ia mengemis atau memintaminta. HSR al Chatib dan Umar: Barang siap yang sombong maka Allah SWT akan merendahkannya dan barangsiapa yang rendah hati, maka Allah SWT akan menaikkan derajatnya. HSR. Bukhari dan muslim: Orang yang paling dibenci Allah SWT ialah orang yang gemar sekali bertengkar. Dua jenis manusia yang tidak diperhatikan Allah SWT pada hari kiamat ialah: 1. Pemutus tali silahturahmi 2. Tetangga yang buruk tingkah lakunya Barang siapa yang mengintip ke dalam rumah suatu kaum/keluarga, tanpa izin mereka maka dihalalkan pada mereka untuk memecahakan sebiji mata pengintip itu. Cukup berdosa bagi seseorang yang bocor mulut/bercerita kepada orang lain segala apa yang ia dengar.

Kebersihan itu adalah sebagian daripada iman. Maka jagalah kebersihan dan kesucian setiap waktu. Telah dikutuk Rasulullah SAW , 10 macam orang berkenaan minuman keras: 1. Pemerahnya 2. Yang menyuruh diperahkan 3. Peminumnya 4. Penuangnya 5. Pembawanya 6. Penerima minuman keras yang dibawakan kepadanya 7. Penjualnya 8. Pembelinya 9. Pemberinya 10. Pemakan hasil penjualan Khomer/alcohol yang memabukkan. HSR Tirmidzi: Barang siapa yang menangguhkan utang kepada orang yang berkesempitan, atau menghapuskannya, maka Allah akan menutupinya pada hari kiamat di bawah naungan Arsyi NYA, dikala hari yang tak ada tempat berteduh kecuali tempat itu. HSR Bukhori dan Muslim: Berbelit belit seorang yang mampu membayar utangnya adalah kedhaliman. Di saat seorang sedang berjalan di jalanan, ia dapatkan sebuah ranting berduri/batu lalu disingkirkannya benda tersebut, maka Allah SWt berterima asih kepad aorang itu dan mengampuni dosanya. HSR Bukhari: Orang yang berusaha membiayai janda dan orang miskin, sama halnya dengan pejuang di jalan Allah SWT atu seperti orang yang berpuasa di siang hari dan beribadah semalam suntuk. HSR Ahmad dari Abu bakar As Safii: Bersiwaklah, adlah kebersihan bagi mulut, dan keridhoan dari Allah SWT. Menurut keterengan Ibnu Sunny, bahwa Mas‟ud berkata: Rasulullah Saw menyuruh kami, apabila melihat bintang gugur/jatuh, supaya membaca zikir (Maa Sya Allah Laa Qua taa Ila Billah) dan bintang jatuh itu janganlh diikuti dengan mata. Nabi bersabda: “Adapun keabsahan beberapa apa, adalah dengan niat, dan sesungguhnya bagi setiap orang menurut apa yang diniatkannya”. Diawali di suatu masa, seorang raja bernama Ibrohim Al Adhan. Ia suka berburu, suatu hari tanpa di temani pengawalnya dia seorang diri berburu masuk kehutan. Dengan mengendarai kuda, berangkatlah Ibrohim ke sebuah hutan. Ia membawa alat berburu dan roti yang besar sebagai bekal makanannya. Sampailah ia di pinggiran sebuah hutan.

Tatkala bru turun dari kudanya, dia melihat seekor burung terbang menghampiri roti perbekalannya. Burung itu segera terbang meninggalkan raja Ibrohim denga membawa perbekalan roti milik sang raja. Karena ingin tahu, maka ia pun mengikutinya kea rah mana burung itu terbang. Hingga akhirnya sampailah raja Ibrohim di atas sebuah puncak gunung. Di puncak gunung itu, raja Ibrohim memandang sekelilingnya. Tiba-tiba pandangannya tertuju kepada seseorang yang dalam keadaan terikat dengan ikatan yang sangat kuat. Ternyata burung yang mengambil ransum rotinya itu mendekati orang yang terikat itu. Yang lebih mengherankan lagi adalah saat burung itu menaruh roti yang di bawanya di samping orang yang terikat tersebut. Kemudian roti itu di patuknya sedikit demi sedikit dan di suapkan ke mulut orang yang terikat tersebut. Setelah selesai menyuapi orang yang terikat itu, burung itupun segera terbang. Melihat kepergian burung itu, raja ibrohim segera menghampiri orang yang terikat dan menanyainya:”Hai orang laki-laki….engkau ini siapa dan mengapa engkau sampai terikat seperti ini?” “Aku adalah musafir, ditegah perjalanan aki di rampok oleh sekawanan penyamun, mereka merampas semua harta milikku dan mengikatku seperti ini. Tetapi walaupun dalam keadaan seperti ini, aku tetap makan. Makanan itu kudapatkan dari seekor burung. Ternyata Allah SWT masih memberiku rezeki walaupun diantar oleh seekor burung. Burung itulah yang setiap hari membawa makanan dan menyuapiku.” Kata orang itu menjelaskan. Mendengar jawaban yang keluar mulut dari orang itu, raja Ibrohim sadar bahwa selama ini hidupnya dalam kemewahan. Disisi lain, banyak orang lain yang membutuhkan apa ia miliki. Dia pun sadar bahwa allah SWT Maha belas asih dan Maha Mengetahui kepada semua hambanya. Sehingga dimanapun ia berada, Allah SWT tetap memberi rezeki. Oleh karena raja Ibrohim tergugah hatinya untuk bertaubat dan meninggalkan harta kekayaannya/kerajaannya. Dia ingin hidup tanpa dibebani masalh dunia. Dia ingin mendekatkan diri kepada allah SWT dan melakuakan ibadah dengan tenang. Dia pun melaksanakan keinginannya tersebut. Akhirnya raja Ibrohim menjadi orang yang zuhud. Beliau pun menjadi ulama‟ yang besar, seorang sufi agung yang terkenal dan termashur kezuhudannya.

C. Islam Ahli Sunnah Waljamaah dan Asmaul Husna Agama Islam adalah nasehat. Rasullullah SAW di turunkan itu untuk menyempurnakan akhalkul karimah. Dan agama yang paling benar disisi Allah SWT adalah islam. Semua agama di dunia ini tidak sama bagusnya, jadi yang benar menurut kita adalah Islam tertulis di Qur‟an dan jelas secara gamblang jangan bimbang dan ragu.

Islam itu berarti selamat, bukan berarti hanya kata harfiah selamat saja yang di tampilkan melainkan meliputi kepercayaan dan kenyakinan yang perlu dijalankan sesuai aturan syariat akidah agama yang dibawa Rasullullah SAW. Rukun Islam dilaksanakan: Syahadat, Sholat ,Zakat Puasa Dan Haji serta Rukun Iman dinyakini senyakin-nyakinnya: Percaya kepada Allah SWT, kepada malaikat2 a.s, kepada kitabullah (Zabur, Taurat,Injil dan Qur‟an) yang semua itu ada di Alqur‟an sudah lengkap tidak perlu mencari kitab2 sebelumnya, kepada para Nabi dan Rasul, kepada hari kiamat, kepada Qadho dan Qadhar Allah Ta‟‟allah. Al Hadis: Sesungguhnya Allah mempunyai Asmaul Husna (99 nama). Barang siapa membilangnya, dia masuk surga. Dalam riwayat lain: “ Barang siapa yang menghapalnya, maka ia masuk surga”. Bismillahirrahmanirrohim: Huwallohul ladhi laa ilaa ha illa huwa Ya Rohmanu Ya Rohimu Ya Maliku Ya Quddusu Ya Salamu Ya Mu‟minu Ya Muhaiminu Ya Azizu Ya Jabbaru Ya Mutakabbiru Ya Khaliqu Ya Bari‟u Ya Mushawwiru Ya Ghaffaru Ya Qoharru Ya Wahhabu Ya Razzaqu Ya Fattahu Ya „Alimu Ya Qabidhu Ya Basithu Ya Khofidhu Ya Raafi‟u Ya Mu‟izzu Ya Mudzillu Ya Samii‟u Ya Basiiru Ya Hakamu Ya „Adlu Ya Lathiifu Ya Khobiiru Ya Haliimu Ya Adziimu Ya Gafuuru Ya Syakuuru Ya „Aliyyu Ya Kabiiru Ya Hafiidzu Ya Mukitu Ya Hasiibu Ya Jaliilu Ya Kariimu Ya Rakiibu Mujiibu Ya Waasi‟u Ya Hakiimu Ya Waduudu Ya Majiidu Ya Ba‟isu Ya Waliyyu Ya Hamiidu Ya Muhsyi Ya Mubdi‟u Ya Muhyi Ya Mumitu Ya Hayyu Ya Qoyyumu Ya Waajidu Ya Maajidu Ya Waahidu Ya Ahadu Ya Shomadu Ya Qoodiru Ya Muqtadiru Ya Muqoddimu Ya Muakhkhiru Ya Awwalu Ya Aakhiru Ya Dhohiru Ya Baathinu Ya Waalii Ya Muta‟ali Ya Barru Ya Tawwabu Ya Mungtaqimu Ya „Afuwwu Ya Ra‟ufu Ya Malikal mulki Ya Dzal jalaali wal ikram Ya muqsitu Ya Jaami‟u Ya Ghoniyyu Ya Muhgny Ya Maani‟u Ya Dhorru Ya Naafi‟u Ya Nuuru Ya Haadii Ya Badii‟u Ya Baaqii Ya Waaritsu Ya RoSyiidu Ya Shobuuru Allad dzi lam yalid walam yuulad wa lam yakul lahu kufuan ahad. Laisa kamislihi syai‟u wahuwas samii ul basyiir. Yang dinamakan sholeh yaitu orang yang jujur terhadap Allah SWT dan jujur terhadap manusia. Yang dinamakan orang alim itu adalah orang yang tahu dan mengerti hukum2 syariat, hukum2 sahnya didalam islam termasuk hukum fiqih. Dan kita sebagai orang awam itu wajib mengikuti ulama salaf yang sholeh, dan mengikuti ulama yang mengikuti ulama yang sholeh tadi. Yang dinamakan ulama salaf itu ulama yang hidupnya di tahun sekitar 300 Hijriah. Yang telah di saksikan di dalam jaman keemasan islam dan terkutip didalam Hadist. Yang paling bagus diantara umatku(orang2 muslim) adalah jaman ketika Rasullullah SAW hidup dan para Shohabat R.A kemudian jaman setelah itu yaitu para Tabiien kemudian jaman setelah jaman para tabiien yaitu para Tabiin tabiin kemudian setelah 3 jaman itu, muncul kaum/umat yang khianat tidak bisa di percaya. Berarti kita ini termasuk umat Rasullullah SAW yang khianat tidak bisa dipercaya, “Ya Rasullullah saya minta safaatmu untuk kaum muslimin termasuk saya yang berdosa besar ini”. Setiap jaman itu di hitung 100 tahun dan dinamakan satu abad.

Ulama Salaf yang wajib di ikuti orang awam seperti kita ini (ada 3 kelompok) adalah: 1. Ulama2 syariah dan amaliah termasuk hukum fiqih, antara lain imam 4 madzab: Imam Safi‟i, Imam Hanafi, Imam Hambali dan Imam Maliki Rohmatullah, yang sebagian besar umat islam menganut 4 madzab diatas. Sebenarnya selain madzab diatas masih banyak madzab2 lainnya tapi telah di telan jaman karena tidak dibukukan dan tidak tertulis sehingga di tahun 500 hijriah Madzab yang di pakai orang islam sampai sekarang ini ada 4 madzab tersebut diatas dan diakui para zumhur ulama‟. 2. Ulama2 akidah iman (Tauhid) yang jadi pegangannya para ulama salaf termasuk Al Imam Abul Hasan Al ASy‟ari (lahir sekitar 260 Hijriah dan wafat pada tahun 324 Hijriah) dan Al Imam Abu Mansyoor Al Maturidi. 3. Ulama2 ilmu tasawuf yang tidak menyimpang dari hukum2 syariah dan amaliah termasuk fiqih serta tidak menyimapng dari ulama2 akidah iman (Tauhid) para ulama salaf, yang di pelopori oleh Al Imam Abul Qosim Al Junaed Al Baghdadi (Meninggal sekitar 297 Hijriah). Selain 3 kelompok tersebut diatas berarti bukan umat pilihan daripada Rasullullah SAW, kelompok 3 ulama tersebut kita sebagai orang awam menyebutnya kelompok Ahli Sunnah Waljamaah. Dan setengah dari wali2 Allah yang mengikuti Al imam Junaed Albagdadi yaitu Sayyidina Ahmad Ar Rifai, As Syech Abdul Qodir Jaelani, Sayid Ahmad Al Badawi, Sayid Ibrohim Ad Dasuqi, Sayid Ali Abul Hasan As Syadzili, dll Rohimmatullah. Orang yang di hukumi selamat mengikuti ahli sunnah waljamaah yaitu yang mengikuti 3 kelompok ulama2 salaf diatas, dimana masih memegang sayariah, amaliah fiqih, akidah islam (ketauhidan) dan ilmu tasawuf yang digunakan oleh para Alim Ulama diatas. Kita wajib mengikuti mereka dan tidak langsung ke Rasullullah dan Al Qur‟an karena darimana kita bisa ibadah, bisa mengerti arti ibadah, bisa membaca Al Qur‟an dan Hadis, Bisa mengerti arti dan apa isinya Alqur‟an dan Hadis dan bagaimana pelaksanaannya, tahu ilmu nahwu dan alatnya, bisa mengerti dan membaca kitab2 karangan para alim ulama. Bila tidak ada ajarannya para ulama yang menjadi gurunya manusia itu, dan ulama yang mengajari tadi bisanya mengerti dari ulama yang jadi gurunya, makanya ilmu itu saling mewarisi sampai Nabi SAW. Ulama itu penerus Rasullullah. Ulama itu warisnya para Nabi. Para Nabi itu tidak meninggalkan warisan berupa dirham dan dinar, tapi mewariskan berupa ilmu agama islam/nasehat. Barang siapa yang mencari ilmu agama itu sama seperti mendapatkan bagian yang sempurna, artinya dia telah mewarisi warisannya Nabi. Al Imam Safii itu silsilah gurunya yaitu Imam Safii berguru pada Imam Maliki, Imam Maliki berguru pada Imam Nafi, Imam Nafi‟ berguru pada Shohabat Abdullah Ibnu Umar, dan dari Rasullullah SAW, dari Jibril A.S., dari Allah SWT.

Manusia dilahirkan tidak mempunyai pengertian apa2. Mengertinya dari para ulama yang menjadi gurunya itu. Bila bukan dari ulama maka darimana manusia belajar tentang ilmu itu? Makanya siapa saja yang meninggalkan ulama pasti tersasar sar sar. Sabda Baginda besar Rasulullah SAW:”Kalian semua ikutilah ulama, sesungguhnya ulama itu lampunya dunia dan lampunya akhirat.”. Mengikuti ulama berarti mengikuti Alqur‟an dan Hadis. Karena mengikuti ulama itu ilmunya tidak menyimpang dari Al Qur‟an dan Hadis. Ulama yang kita ikuti adalah ulama salaf yang sholeh dan kita menjauhi ajarannya model baru dari orang2 belakang/ahli bid‟ah. Seeperti apa sih sifat ulama2 yang kita ikuti? Antara lain sbb: 1. Ilmunya tidak digunakan untuk alatnya mencari dunia, mencari pangkat, mencari pujian atau mencari nama. 2. Perintahnya melakukan amal kebagusan, dia sendiri melakukan kebagusan tersebut dan tetap melakukannya. 3. Melarang perihal kejelekan dan kemungkaran di dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari, dia tidak melakukan hal-hal kejelekan tersebut. 4. Tingkah lakunya cocok/sama dengan ucapannya. 5. Sopan santun, baik budi pekertinya dan tidak sombong 6. Segala amal ibadah, ucapan dan tingkah laku yang baik dilakukan karena ikhlas Lillahi Ta‟allah, hanya mencari ridho Allah SWT. 7. Tidak bangga karena di puji dan tidak susah karena di caci maki. 8. Amal perbuatan yang bagus-bagus selalu diutamakan dan malu untuk mengungkapkan amalnya sendiri. Mengikuti dan menukil serta mengisahkan diri pribadi Rasullullah SAW selalu. 9. Merasa berilmu sedikit dan selalu mendengarkan orang lain yang memberi nasehat, diatas langit masih ada langit, intinya selalu merasa ilmunya kurang. Dan memiliki sifat tawadlu. Kebalikannya adalah ulama‟2 busuk/Su‟/ahli neraka/fasik, makanya kita jangan mengikuti ulama ahli neraka yaitu ulama yang sifat kebalikan dari ulama yang kita ikuti diatas. Nau dzu billahi mindalik. Hadis: Akan muncul di akhir jaman, orang orang yang beribadah yang tidak mengerti ilmunya ibadah yang di lakukan itu, dan akan muncul ulama2 fasik/su‟. Sebenarnya yang Nabi SAW mengkuawatirkan kepada kita sekalian itu bukan dajjal, tetapi pemimpin/ulama su‟/pemimpin islam yang menyasarkan dan menyengsarakan. Orang munafik yang alim dan pintar itu berbahaya sekali, dia itu ilmunya hanya di mulut saja, hatinya sepi dari ilmu yang bermanfaat, amalnya tidak mengikuti cara yang benar. Orang –orang ini bahayanya lebih besar karena dapat menyasarkan orang-orang awam.

Manusia akan sampai jaman dimana Al qur‟an hanya tinggal tulisan, dan islam hanya namanya, hatinya manusia sepi dari petunjuk yang benar, masjid/masjid ramai dengan manusia, sejelek-jeleknya manusia di bawah langit di masa itu yaitu para alim ulama yang tukang fitnah dan fitnah itu akan kembali ke ulama tersebut. Al qur‟an tidak di amalkan lagi, orang yang mengaku islam tidak mengerti apa islam itu, yang wajib di amalkan tidak tahu, hati orang-orang terisi dengan ilmu yang tidak manfaat, mereka hanya menuruti hawa nafsu, orang ramai di masjid-masjid hanya ingin meramaikan saja hatinya sepi dari petunjuk Allah SWT, ulama su‟/fasik menghalalkan apa yang haram, dan memutarkan hukum agama, bahaya fitnah akan kembali ke ulama tersebut. Akan sampai di masa manusia barang yang hak dan bathil bercampur baur, tegasnya tidak jelasnya yang hak dan yang bathil itu karena adanya ulama su‟/fasik atau adanya orang munafik yang alim yang membuat hukum atas dasar hawa nafsunya sendiri, ulama salaf memberi fatwa haram sedangkan ulama su‟/fasik, memberi fatwa halal, akhirnya orang awam bingung mana yang benar. Makanya kita wajib mengikuti ulama salaf/kuno yang sholeh, dan menjauhi ahli bid‟ah/model2 baru dari orang belakang. Dari Nabi SAW: Mulyakanlah ulama, maka sesungguhnya ulama itu menjadi warisnya para Nabi. Maka barang siapa yang memulyakan ulama maka dimulyakan oleh Allah SWT. Dan RasulNYA. Siapa yang meremehkan ulama‟ maka rugi agamanya. Siapa yang meremehakan kaum kerabatnya maka rugi kasih sayang. Siapa yang meremehkan tetangganya maka rugi kemanfaatannya. Siapa yang meremehkan keluarganya maka rugi baiknya kehidupannya. Akan datang pada suatu jaman orang yang berlari dari ulama‟ /kiyai/mufti/ustadz maka Allah SWT akan memberi dengan 3 bala‟: 1. Diambil barokah dari hasil kerjanya 2. Akan diganti dengan pemimpin yang menganiaya 3. Keluar dari dunia tanpa membawa iman. Nabi bersabda: Tegaknya dunia ini 4 perkara: 1. Dengan ilmunya alim ulama 2. Dengan adilnya penguasa 3. Dengan lomannya orang kaya 4. Dengan do‟anya orang fakir. Tiadalah seorang hamba Allah yang di serahi tugas memimpin rakyat oleh Allah, kemudian ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya kecuali Allah SWT mengharamkan baginya masuk surga.

Nanti banyak ustadz/ulama‟/kiyai yang masuk neraka, karena tergolong ulama su‟/fasik. Wajah dan pakain mereka seperti kiyai/ulama‟/ustadz tetapi pada dasarnya di dalam diri mereka adalah setan. Baginda Rasulullah Saw bersabda: “ Ada 6 hal yang asing di dalam 6 tempat.” Yaitu: 1. Masjid itu asing di tengah2 kaum yang tidak mau sholat didalamnya. 2. Mushaf itu asing didalam rumah kaum yang tidak pernah membacanya. 3. Al Qur‟an itu asing di tengah2 orang fasik. 4. Muslimah yang baik itu asing di tangan laki-laki yang dzolim yng jelek budinya. 5. Muslim yang baik itu asing di tengah perempuan jelek dan bobrok moralnya. 6. Orang alim itu asing di tengah2 kaum yang tak mendengarkan perkataanya. Rasulullah SAW bersabda:”Barang siapa mencitaiku, maka ia akan bersamaku di dalam surga”. Sabda Rasulullah SAW:”Barang siapa membaca sholawat kepadaku satu sholawat, maka Allah SWT akan memberi rahmat kepadanya sepuluh kali”. Barang siapa menuju tempat yang didalamnya di bacakan maulid Nabi maka ia benar2 telah menuju pada perkebunan surga. Karena sesungguhnya tidak akan menuju tempat itu kecuali orang yang cinta kepada Nabi. Barang siapa yang menghidupkan maulid Nabi maka dia benar2 menghidupkan agama islam. Barang siapa yang mendatangi peringatan maulid Nabi SAW dan mengagungkan derajat Nabi SAW maka ia benar2 beruntung dengan keimanan. Barang siapa yang mengumpulkan saudaranya sesama muslim untuk membaca maulid Nabi dan menyiapkan makanan,menyiapkan tempat dan menjadi sebab terbacanya maulid Nabi maka akan di bangkitkan oleh Allah di hari kiamat bersama para shidiqiin, orang2 yang mati sahid serta orang2 sholeh dan akan di tempatkan dalam surga yang penuh kenikmatan. Maulid Nabi ini sangat bagus sekali diikuti dan diteladani Aklaknya Rasulullah terkandung didalamnya. Selamatan/tahlilan adalah intinya berdzikir kepada Allah SWT dimana didalamnya dibacakan kalimat2 tauhid dan Al Qur‟an serta berwasilah kepada Nabi Besar Rasulullah Muhammad SAW. Sedangkan sodaqohnya serta bacaan itu di berikan pahalanya untuk yang berhajat mengadakan acara tersebut serta kepada para arwah2 yang terdahulu, seperti kepada Rasulullah SAW, sahabat, tabiin dll. Kegiatan ini di rekomendasikan sekali. Membaca Manaqib As Syech Abdul Qodir Jaelani intinya mengagungkan kebesaran Allah SWT. Di dalamnya berisi kalimat tauhid dan sifat2 yang benar yang perlu diteladani. Acara ini sungguh penting sekali untuk diikuti.

Toriqoh merupakan hal pribadi untuk di laksanakan dalam arti pencarian ma‟rifat menuju ke Esaan Allah Ya Ahadu yang hakiki. Maka carilah guru2 toriqoh yang nasab dan guru2nya sampai ke Rasullullah. Inti kegiatannya adalah wiridan/mengingat Allah dengan waktu dan jumlah wirid tertentu. Hadis: “Bahwa setiap Nabi mempunyai bapak dan waris ashabah yang dapat intisab dengan mereka, kecuali putra putri Fatimah, maka akulah wali dan waris ashabah mereka. Mereka adalah keturunanku, Mereka diciptakan dari tanahku, celakalah orang2 yang mendustakan mereka atas keutamaannya. Barang siap cinta mereka, maka Allah SWT akan mencintainya. Barang siapa benci kepada mereka, maka Allah SWT akan membencinya. Demi Allah yang diriku ada di dalam kekuasaannya, seorang tidak benci kepada ahli bait (keturunan Rasulullah) kecuali Allah SWT, menulisnya sebagai ahli neraka.” Mengaku cinta kepada Allah SWT tapi tidak mencegah dari perkara haram adalah dusta/pembohong. Mengaku cinta Nabi SAW tapi benci fakir miskin/kemelaratan dunia maka adalah dusta/pembohong. Mengaku cinta surga tapi tidak sodaqoh maka adalah dusta/pembohong. Mengaku takut masuk neraka tapi tidak mencegah dari perbuatan dosa termasuk dusta/pembohong. Nabi Muhammad SAW bersabda: “ Biasakanlah kalian berkumpul dengan ulama dan mendengar kata2 (orang bijak) ahlihikmah karena Allah SWT, menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagiamana Allah Ta‟allah menghidupkan bumi yang mati dengan air hujan. Tiga hal yang menghilangkan kesusahan: 1. Dzikir kepada Allah SWT 2. Menemui kekasih Allah/ Wali Allah 3. Perkataan ahli himah 4 Keutamaan dan 4 Kewajiban: 1. Berkumpul dengan orang baik/kiyai/ulma/ustadz/ahli hikmah adalah utama, ikut perbuatan mereka adalah wajib. 2. Membaca Al Qur‟an adalah utama, melaksanakan adalah kewajiban. 3. Ziarah kubur adalah utama, bersiap-siap menghadapi kuburan adlah kewajiban. 4. Menengok orang sakit adalah utama, melaksanakan wasiatnya adlah kewajiban. Kisah Sunni(Ahli Sunah Wal Jamaah) dan Syi‟ah. Orang-orang yang tingkah lakunya sesuai dengan tingkah laku Rasulullah dan para sahabat adalah ahli sunnah wal jamaah (sunni). Orang sunni sangat mencintai sahabat Nabi tanpa kecuali. Bila terdapat konflik dia antara sahabat Nabi semisal konflik antara Sayidina Ali k.w. dan Mua‟wiyah, orangorang sunni berhusnod dzon (tidak beburuk sangka) bahwa yang mereka lakukan adalah sama-sama benar sesuai dengan ijtihad mereka masing-masing.

Suatu hari pemuda bernama Syahr Ibnul Hawsyab melihat dua lelaki yang sedang berkelahi. Seorang dari mereka berpakaian bagus terbuat dari sutra. Tampak yang berpakaian bagus menyerang yang satunya hingga berdarah. Melihat kejadian itu Syahr Ibnu Hawasyib mendekati mereka dan berkata:”Hei Jangan berkelahi..Bukanakah kalian orang mukmim? Mengapa kalian berkelahi? Lihat bajumu bagus, tapi mengapa kamu melakuakan perbuatan yang tidak baik. Tidak sesuai dengan pakaian yang kau kenakan, lihat temanmu sampai berdara!” kata Syahr seraya menunjuk kepada laki-laki yang berdarah. “Ah…sudah engkau jangan melarangku. Kamu tak tahu bagaiaman perkataan orang ini. Walau aku engkau larang, aku takkan berhenti.” Jawab lelaki yang berbaju sutra. “Ya sudah….jangan berkelahi lagi. Apa sih perkataan orang ini?” tanya Sahrir. “Begini…..dia berkaa bahwa sesudah Nabi Muhammad SAW tidak ada orang yang lebih baik kecuali sayidina Ali k.w, sedangkan sayidina Abu Bakar, Umar, Ustman itu kufur. Karena sayidina Abu Bakar begini begini, sayidina umar begini begini, sayidina Ustman begini-begini. Pkoknya hanya sayidina Ali k.w yang lebih baik.” Kata orang itu sambil menirukan perkataan orang yang berdarah. Mendengar perkataan lelaki itu Syahr menjawab:”Ya kalau begitu sudahlah serahkan saja kepada Allah. Allah Maha Tahu yang hak dan mana yang bathil.” Namun lelaki itu tak mau berhenti malah berkata:”Saya tak akan berhenti, kalau anda bisa mengadili antara aku dan dia barulah aku mau berhenti, takkan berkelahi lagi. Apa engkau bisa?” Tanya lelaki berbaju sutra itu. “Ya baiklah, karena Rasulullah sudah wafat, mari kita pergi ke sebuah tempat dimana ada sebuah perapian roti yang besar, anti kita buktikan kebenaran dan kebathilan disana.” Kata Syahr seraya menjelaskan. Mereka bertiga kemudian berangkat menuju tempat perapian. Mereka mendapati si pemilik prapian tengah menyalakan apinya. Setelah apinya membesar dan sudah sangat panas, Syahr mendekati si pemilik perapian. “Permisi pak, ini ada dua orang yang hendak masuk ke dalam perapian milik bapak” kata Syahr kepada si pemilik perapian itu. “Oh jangan…itu sama saja dengan bunuh diri” jawab bapak itu menyakinkan. Syahr segera menjelaskan kenapa mereka hendak masuk ke dalam perapian tersebut. Namun bapak itu tetap tidak mengijinkan. Karena itu tanpa menghiraukan kata-kata bapak itu, kedua lelaki itu langsung mendekati ke perapian. Berkatalah orang Syiah salah satu diantaranya:”Mari kita mulai siapa antara kita yang akan masuk duluan”. “Aku duluan yang masuk” Jawab si Sunni dengan kenyakinan yang mantap dan pendirian yang teguh. Sebelum masuk ke perapian dia berdoa”Ya Allah jika kenyakinan kami termasuk kenyakinan yang benar maka selamtkanlah kami dari kobaran api yang panas ini.” Dalam doa‟anya si sunni mengadukan tentang segala kenyakinannya yang di dalam hati beliau. Dia juga sebutkan juga bahwa dirinya beriman kepada semua sahabatsahabat Rasulullah. Ia juga menerangkan satu persatu sifat-sifat sahabat Nabi tersebut. Seketika itu juga meloncatlah si sunni kedalam kobaran api yang panas sekali. Begitu pula dengan si syiah, saat melihat si sunni sudah berada di dalam kobaran api tersebut si syiah segera bersiap-siap hendak melompat kedalam api juga. Orang itu juga mengajukan permohonannya kepada Allah menurut kenyakinannya sendiri. Akhirnya si syiah segera melompat menyusul si sunni. Kini kedua orang yang kuat berpegang teguh pada pendirian mereka masing-masing dengan iman mereka yang

tegoyahkan itu tengah berada di dalam kobaran api yang panas sekali. Syahr pun segera menutup pintu perapian roti itu. Cukup lama Syahr menunggu, hingga merasa kepanasan berada dekat dengan perapian itu. Syahr pun berpindah tempat bernaung di sekitar tempat tersebut. Waktu bergulir demikian cepat, Syahr Ibnul Hawasyib merasa kebingungan karena kedua lelaki yang di tunggu tak kunjung keluar dari tempat perapian. Hingga dia berpindah-pindah tempart mencari naungan akibat panas yang sangat. Tak lama kemudian jatuhlah tutup perapian itu. Betapa terkejutnya dan terharunya Syahr setelah melihat si sunni keluar dari dalam perapian yang apinya berangsur-angsur padam itu dengan keadaan utuh tanpa noda sedikitpun. Karena itu Syahr bertanya”Hai Sunni, engkau selamt”. “Iya aku selamat.” Jawab orang sunni itu. “Bagaimana hingga kamu selamat tanpa terbakar sedikitpun?” tanya Syahr heran. Si sunni mulai bercerita” Begini, saat aku melompat kedalam kobaran api, aku langsung di tempatkan di sebuah tempat yang penuh keindahan dan kenikmatan serta berbau harum semerbak. Harumnya hingga kini sekarang masih aku rasakan. Aku disuruh tidur ditempat itu, aku pun tertidur dengan nyenyak dan nyaman. Setelah dhuhur tadi aku di bangunkan oleh suara.” “Hai Sunni bangun, sekarang sudah waktunya shoalt dhuhur, sekarang keluarlah dari tempat ini.” Itu suara yang berkata. Akhirnya akupun keluar. Ternyata api itu sudah padam. Demikian si sunni menceritakan pengalamannya selama dalam perapian. Syahr mendengarnya dengan seksama dan bertanya lagi:”Dimana si syiah?”. Jawab si sunni:”Aku tidak tahu.” Syahr terdiam memikirkan bagaiaman keadaan si syiah. Di benaknya tersirat rasa kasihan, di tengah kegalauan pikiran itu muncullah pemilik perapian itu. “Pak, pak lihatlah ini si sunni, dia selamat karena kenyakinannya benar.” Syahr dengan bangga menceritakan pengalaman si sunni. Bapak itu menjadi percaya dengan bukti itu dan berucap:”Kasihan yang satu, biar aku cari saja dengan menggunakan alat ini.” Orang itu lalu membolak-balikan bara yang masih panas itu untuk mencari jasad si syiah yang mungkin masih tersisa. Setelah sekian lam mencari, akhirnya tiba-tiba ditemukan secuil jasad si syiah berupa kening si syiah. Kening itu memancarkan cahaya bertuliskan dalam bahasa arab:”Hadaa „abdullah „abdu tho ghoo aaa yisum mir rohmatillahi” artinya: ini hamba Allah, hamba yang durhaka yang putus asa dari rahmat Allah. Barangkali cahaya bersinar di kening si syiah itu menandakan pendiriannya kuat (imannya kuat) hanya saja ia salah memilih kenyakinan. Akhirnya karena bukti-bukti ini 40 orang syiah bertaubat dan memilih kenyakinan yang benar yakni ahli sunnah waljamaah. Semoga dengan kisah ini kita tidak tersesat jalan. Ami.

D. Semangat Juang Islam dan untaian mutiara

Nabi Muhammad SAW bersabda:”Lebih utamanya peperangan adalah memerangi hawa nafsu dan memerangi kesenanganmu karena Allah SWT.” Wasiat Sayidina Abu Bakar Sidiq r.a.ketika pasukan muslimin akan bergerak untuk bertempur melawan tentara romawi,:”Janganlah kalian merompong mayat, janganlah membunuh anak2 kecil, kakek2 tua dan orang wanita. Janganlah menumbangkan dan membakar pohon kurma atau memotong pohon yang sedang berbuah, anganlah menyembelih domba atau onta, kecuali sekedar dimakan seperlunya, kelak kalian menemukan segolongan manusia yang sedang menyepi dan mengosongkan diri di dalam gereja2 atau biara, maka biarkanlah mereka jangan diganggu. Orang mu‟min yang kuat, lebih baik dan lebih di sukai Allah SWT daripada orang mu‟min yang lemah. HSR Bukhori, Muslim dan At-Tirmidi. Apabila dua orang muslim saling bertarung dengan kedua senjatanya masing2, maka si pembunuh dan yang terbunuh keduanya tempatnya di neraka. Apabila kamu di komando bergerak maju ke medan perang (berjihad) maka segeralah berangkat jihad. Rasulullah melarang jual beli senjata diwaktu fitnah (huru hara). Hai orang2 yang beriman apabila kamu berhadapan dengan pasukan kafir yang menyerang maka janganlah sekali2 lari dan mundur ke belakang. Siapa yang menyerang kami (orang islam) maka bukan golongan kami. Rasulullah melarang pembunuhan terhadap wanita dan anak2 di waktu perang. Wanita boleh ikut berperang, biasanya di garis belakang, membuat makanan, mengobati dan merawat yang sakit. Mengirim petugas mata-mata disunahkan suatu dalam peperangan. Allah SWT mengutuk orang yang di suap dan orang yang menyuap. Kedua2 nya masuk neraka. Telah masuk dalam neraka seorang perempuan karena mengikat seekor kucing dengan tidak memberinya makanan dan tidak pula memberikan kesempatan padanya untuk mencari makanan dari kutu2 tanah, hingga kucing itu mati. Telah di ampuni dosa seorang pelacur karena melihat seekor anjing dekat sumur sedang menjulurkan lidahnya ter-engah2 hampir mati kehausan, segera wanita itu melepaskan sepatunya dan diikatkan pada selendangnya, kemudian di timbanya air sumur itu dan diberikan pada anjing tersebut, oleh karena itu Allah SWT mengampuni pelacur tadi. Barangsiapa menimbun makanan 40 hari lamanya, maka ia terlepas tangan dari Allah SWT dan Allah terlepas tangan dari padanya. Barang siapa yang menimbun maka ia bersalah. Barangsiapa bunuh diri dengan besi atau lainnya kelak akan disiksa dengan benda itu di dalam neraka jahanam.

4 pokok pegangan hidup: 1. Laa ilaa ha Illallah / tiada Illah kecuali Allah SWT 2. Laa haulaa wala quata ilaa billah / Tiada daya/kekuatan kecuali hanya Allah 3. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun / Semua kembali ke Allah 4. Masya Allah / Allah yang menentukan segalanya Di dunia ini kita bagaikan wayang menjalani cerita/taqdir/script yang telah ada untuk kita yang di buat oleh Allah SWT. Bila bersin maka bacalah Alhamdulillah, Yarkamukallah, Yahdikumullah, La haulaa wala quataa illa billahil alaiyil adhim. Bila menguap tutuplah dengan tangan kiri sekuat2nya dan setelah bacalah seperti bacaan ketika bersin. Jika pelayan/pembantu kalian datang membawa makanan, maka jika ia tidak diajak duduk makan bersama, hendaklah pembantu itu diberi sesuap/dua suap makanan itu/diberi sedikit untuknya. HSR. Baihaqi: Bayarlah gaji pekerjamu sebelum keringatya kering dan sebutkanlah gajinya dikala menghadapi pekerjaannya. HSR. Ibnu Majah: Bayarlah upah buruhmu sebelum keringatnya kering. Tiga jenis manusia kelak menjadi musuh Allah SWT di hari kiamat kelak: 1. Orang yang berjanji atas nama Allah SWT kemudian menyalahi janjinya 2. Orang menjual insan manusia merdeka lalu menikmati harga penjualannya 3. Orang yang mempekerjakan seorang karyawan/buruh/pembantu yang telah menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, tapi sang majikan itu menahan gajinya tidak membayarnya. Sesungguhnya Allah SWT menurunkan penyakit dengan obatnya. Dan Allah mengadakan obat bagi tiap2 penyakit. Maka dari itu,berobatlah, tapi janganlah kalian berobat dengan barang haram. Bila marah hendaklah mengambil air wudlu secepatnya, bila dalam keadaan berdiri langsung duduk, bila duduk langsung tidur2 an. Marah merusak iman, marah adalah temannya setan. Sebaik2nya diantara kamu yaitu yang berbuat kebajikan kepada keluarganya. Sebaik2 rumah kalian,yaitu rumah yang ada anak yatimnya yang dimulyakan. Adab Makan: Duduk di atas hambal/tikar dengan posisi dengkul kanan diangkat dengat dagu dan kaki kiri di lipat tertekuk kebelakang, Bacalah Basmalah, Cucilah kedua tangan dan mulut, Doa makan dibaca, Pakailah tiga jari untuk makan, Kunyahlah sebanyak kira2 32 – 42 kunyahan baru ditelan, disela2 itu bacalh Al ikhlas minmum satu kali walaupun hanya di hati, jangan bicara, nikmatilah mkanan itu, setelah selesai berhamdalah, Cuci tanganmu dan mulutmu kemudian pakailah lap.

Diam adalah selamat. Dari Amrin bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya, bahwa seorang laki2 datang kepada Nabi SAW, mengadu:”YA Rasullullah, sesungguhnya aku memiliki harta dan seorang bapak. Bapakku datang hendak mengambil hartaku”. Rasullullah menjawab:”Engkau dan harta milikmu untuk bapakmu, sesungguhnya anak2 kamu itu sebaik2 usahamu karena itu, kalian boleh makan dari hasil jerih payah anakmu.” Barangsiapa yagn menggunjing/ngegosip orang satu kali saja dalam hidupnya maka Allah SWT akan menyiksanya dengan berbagai macam siksaan: 1. Menjadi jauh dari rahmat Allah SWT 2. Tidak ditemani malaikat 3. Jika mau mati rasanya sukar 4. Akan dekat dengan neraka 5. Akan jauh dengan surga 6. Berat siksaan dalam kuburan 7. Dilebur/hilang amal kebaikannya 8. Akan merasa sakit rohnya 9. Akan di laknat Allah SWT Ulama menerangkan kumpulan ibadah ada 4 kategori: 1. Menepati janji 2. Menjaga perkara yang di larang 3. Sabar menahan sesuatu yang di senangi 4. Menerima apa adanya. Barangsiapa yang tidak punya adab maka dia tidak punya ilmu dan barang siapa yang tidak sabar maka tidak punya agama dan barang siapa tidak wara‟ maka tidak akan berpangkat. Takutlah kepada Allah dalam keadaan samar dan terang2an. Jagalah lisanmu dari makhluk dalam bercerita kecuali yang baik. Makanlah makanan yang halal dn di dapat dari cara yang halal. Sesungguhnya rusaknya orang duhulu adalah: 1. Dengan banyak bicara 2. Dengan banyak makan 3. Dengan banyak tidur. Dari Sayidina Ali r.a: Barang siapa yang rindu kepada surga maka ia akan bercepat2 kepada kebaikan. Barang siapa yang takut neraka maka ia tidak mengikuti hawa nafsunya. Barang siapa yakin atas kematian maka akan rusaklah atasnya beberapa kelezatan. Barang siapa mengetahui dunia maka akan menjadi sabar segala musibah. 4 hal yang dapat menggelapkan hati: 1. Perut kenyang yang tidak diperdulikan darimana datangnya

2. Berteman dengan orang yang suka menganiaya 3. Lupa pada dosa yang telah lalu 4. Panjang angan-anganya 4 hal yang bisa menyinari hati: 1. Perut lapar karena rasa kawatir 2. Berteman dengan orang yang baik2. 3. Menjaga dosa yang telah lalu 4. Pendek angan2nya. Sumber obat adalah sedikit makan. Sumber adab adalah sedikit bicara. Sumber ibadah adalah sedikit dosa. Sumber cita2 adalah sabar. Tanda beruntung itu: Ingat dosa yang telah lalu, lupa kepada kebaikan yang telah lalu, melihat perkara agama pada orang yang lebih tinggi ilmunya dan mengikuti, melihat perkara dunia pada orang yang lebih rendah. Jauhilah rokok sebisanya, karena dapat menyebabkan penyakit. Hendaklah kalian melakukan dua penyembuhan: madu dan Al Qur‟an. Buah kurma berasal dari surga dan ia merupakan obat penyembuh. Bila ada ayam berkokok maka cepatlah berdoa bersamaan karena doanya mustajab waktu tersebut dapat juga bedoa dengan doa sbb: Allahumma innii as aluka ming fadlika (artinya: Ya Allah swsungguhnya aku bermohon padaMU akan keutamaanya). Nabi SAW membeli celana dalam, dan tidak memakainya sama sekali selama hidupnya. Lipatlah pakaianmu pada malam hari dan membaca Basmalah. Sabda Nabi SAW:Lipatlah pakaiamu, karena sesungguhnya setan tidak mau memakai pakaian yang dilipat.” Adapula hadis lain”Lipatlah pakaianmu, karena pakaian itu akan kembali pada keadaan semula.” Diriwayatkan ada seorang memuji Ibnu Umar r.a dihadapannya. Berkata Ibnu Umar, kudengar Rasulullah SAW berkata:”Hamburkanlah tanah ke mulut orang2 yang kerjanya suka memuji.” Lalu Ibnu Umar mengambil tanah kemudian di lemparkannya di wajah orang itu. Takutlah kamu terhadap ngegosip/ngerumpi kejelekan orang. Sebab hal itu lebih berat daripada zina. Tidak masuk surga orang yang suka mengadu. Sahabat Ibnu Abbas r.a Berkisah: Dahulu kala ada seorang Yahudi dari Syiria. Pada hari sabtu pertama ia membaca kitab Tourat. Dalam kitab itu ia menemukan ayat-ayat yang menerangkan sifat-sifat Nabi Muhammad Saw sebanyak 4 Halaman. Maka lembarlemabar yang menerangkan tentang sifat sifat Rasulullah itupun dirobek dan dibakar.

Sabtu kedua ia menemukan ayat-ayat sebagaimana sabtu pertama sebanyak 8 lembar. Iapun membakarnya lagi. Sabtu berikutnya ia mendapatkan sebanyak 12 halaman. Tetapi ia tidak lagi membakarnya. Bahkan ia berpikir,”Jika terus kurobek dan kubakar, tidak salah ktab-kitab itu tetap saja memuat sifat-sifat Nabi Muhammad.” Karena itu ia segera bertanya kepada teman-temannya:”Teman, siapa sebenarnya NAbi Muhammad itu?” “Dia adalah pendusta, lebih baik kau jangan melihatnya dan jangan sampai dia melihatmu.” Jawab mereka. Si yahudi berkata:” Demi touratnya Nabi Musa a.s, kalian tidak berhak melarangku berkunjung kepadanya(Nabi Muhammad SAW).” Akhirnya ia pun berusaha menemui Nabi SAW. Ia lalu pergi ke Medinah. Disana dia di sambut oleh Salman (seorang sahabat Rasulullah SAW). Ia menyangka Salman adalah Nabi Muhammad SAW. “Ini dia orangnya benar-benar tampan.” Pikirnya, padahal Nabi Muhammad SAW telah wafat 3 hari sebelumnya. Sementara itu Salman yang sedang berduka karena di tinggal wafat Rasulullah menyambut kedatangan si YAhudi Syiria dengan menangis. Salman berkata:”Aku adalah hamba sahaya Nabi.” “Lalu dia kemana?” tanya Yahudi. Salman terdiam dan berpikir:”Jika kujawab sudah wafat tentunya orang ini akan langsung pulang secepatnya dan jika kukatakan masih hidup maka aku berdusta,” kemudian Salman mengalihkan jawabannya. “Mari saya antar anda kepada sahabat Nabi di Masjid.” Kata Salman seraya mengajak Yahudi pergi ke Masjid. Di Masjid Sahabat sedih dan berduka cita atas meniggalnya Nabi besar Muhammad SAW. Tiba-tiba mereka di kejutkan oleh masuknya orang Yahudi itu dengan ucapan salamamnya:”Assalamu alaikum Yaa Nabi Muhammad.” Dia mengira NAbi masih hidup, sehingga beban duka para shabat semakin tambah. Mereka (para sahabat) menjawab salam yahudi disertai tangisan. “Siapa engkau? Kamu menambah beban duka hati kami. Apa mungkin kamu orang asing? Tidak tahukah bahwa Nabi SAW telah wafat 3 hari yang lalu?” Si Yahudi terkejut dan menjerit ikut berbelasungkawa atas wafatnya Rasulullah SAW. Dia berkata:”sia-sialah perjalananku ini. Seandainya aku segera berangkat setelah membaca dan menemukan keterangan sifat-sifat Nabi SAW tentunya aku akan melihatnya. Tentu tak sia-sia begini.” Katanya sambil menangis menyesali perbuatannya. Karena itu Salman berkata:”Ali ada disini, mungkin beliau dapat menjelaskannnya.” Sayidina Ali menghampiri si yahudi dan bertanya:”Siapa dan dari mana engkau ini?” “Aku tahu pasti tentang namamu yang di muat dalam tourat.” Jawab Si yahudi yang mengira sayidina Ali r.a. adalah Nabi Muhammad SAW. Sayidina Ali segera menjelaskan tentang Rasulullah SAW bentuk postur tubuhnya. Tubuhnya sedang-sedang saja, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Kepalanya bulat, berdahi lebar, beralis tebal. Dari celah-celah giginya keluar cahaya ketika tertawa, dadanya berbulu. Telapak tangannya montok, telapak kakinya cekung. Langkahnya lebar. Diantara kedua bahunya terdapat stempel kenabian yang tertulis dalam bahasa arab: Allahu wahdahu laa Syariika lahu Muhammadun „abduhu wa rasuuluhu. Mendengar penjelasan Sayidina Ali orang Yahudi itu menjawab:”Keteranganmu benar wahai Ali, demikian memang keterangan sifat-sifat Nabi yang diterangkan di tourat.”

Orang Yahudi itu menyadari bahwa Nabi SAW telah wafat. Dalam kesadarannya dia bertanya:”Apakah masih ada bekas-bekas bajunya? Saya akan menciumnya”. Mendengar itu sayidina Ali segera menyuruh Bilal supaya mengambilkannya di rumah Siti Fatimah. Bilal segera berangkat, sesampainya di rumah Siti Fatimah, dia berseru:”Wahai tempat kebanggaan para Nabi dan keindahan para wali.” Sementara itu cucu Rasulullah, Sayidina Hasan dan Husen tengah menagis merasakan duka yang dalam karena di tinggal eyangnya terkasih. Saat itu juga terdengar ketukan pintu. Siti Fatimah bertanya:”Siapakah yang mengetuk pintu anak yatim?” “Aku Bilal, akan menyampaikan pesan sayidina Ali” jawab Bilal. Setelah dibuka Bilal segera menyampaikan pesan Sayidina Ali. Mendengar apa yang dikatakan Bilal, menangislah Siti Fatimah dan bertanya:”Siapa yang akan memakai jubah ayahku?” Kemudian secara detail Bilal menjelaskan kedatangan dan tujuan Yahudi dari Syiria itu. Karena itu Siti Fatimah segera mengeluarkan jubah yang pada 7 tempat telah di tambal dengan serat-serat korma. Bilal segera membawa dan menyerahkannya kepada Sayidina Ali. Sayidina Ali segera menciumnya dan dicium pula oleh para sahabat yang lain. Begitu pula dengan si Yahudi. Dia segera mencium sambil berkata:”Harum benar bajunya.” Setelah itu si yahudi pergi ziarah ke makam Nabi SAW. Kepalanya diangkat dan menengadah ke langit serta berdoa:”Ya Allah..Aku menyakinkan bahwa ENGKAU adalah tunggal, Maha Esa. Tiada butuh kepada siapapun selain kepadaMU. Bahkan semuanya butuh kepadaMU. Aku menyakinkan dengan sepenuhnya, bahwa yang ada dalam makam ini adalah kekasih dan Rosul MU. Aku menyakini segala yang beliau smpaikan. Yaa Allah..jika engkau berkenan menerima islamku, maka saat ini jga kau ambillah nyawaku.” Tiba-tiba saja orang yahudi itu jatuh pingsan dan tak bergerak selamanya. Jenazahnya segera diurus oleh saydina Ali dan para sahabat lainnya. Dan di makamkan di pemakaman Baqi‟il Ghargad. Semoga Allah mengampuninya dan berkenan mengumpulkan di perhimpunan para Sholihin . Amin.

E. Berkeluarga Sakinah Mawaddah Wa Rohmah

Bila ingin punya keluarga sakinah mawaddah wa rohmah hendaklah: 1. Jangan suka ngerumpi/ngegosip/nonggo 2. Jangan suka berdusta 3. Makanlah makanan yang halal

4. 5. 6. 7.

Hilangkan sifat sombong Senangilah membaca Al Qur‟an Jangan ghosob/memakai milik orang lain tanpa izin Nrimo/menerima apa adanya

Bila rumah tangga ingin tenang/damai maka: 1. Jaga sholat tepat waktu, jangan sekali2 menunda2/mengulur2 waktu apalagi meninggalkannya ketika sibuk. 2. Harus jujur dalam segi apapun, bila keluar dari rumah berpakaianlah yang sopan, pakaian jangan yang terlalu mencorok/mahal, memeakai perhiasa itu cukup dirumah saja niat menghormati suami jangan pamer. Pahala orang yang Nikah: 1. Saling berpegangan tangan antara suami-istri mendapat pahala 10 kebaikan. 2. Bersenggama/make love mendapat 40 kebaikan 3. Saling berciuman mendapat 100 kebaikan. 4. Bila seorang istri selalu tersenyum pada suami maka Allah SWt memandangnya dengan penuh kasih saying. 5. Pabila istri mengandung anak suami, maka para malaikat akan selalu menolongnya dan Allah SWT memberi 1000 pahala setiap hari dan menghapus 10 dosa. 6. Pabila seorang istri melahirkan anak suami, maka Allah Azza Wajalla memberi kepadanya pahala setiap orang yang baik. 7. Pabila istri melayani suami dengan tulus, maka Allah SWT akan menghapus dosanya seperti bayi baru lahir. 8. Seorang istri yang taat menjalani perintah Allah SWT dan taa pada suami maka surga akan mempersilahkan masuk melalui pintu mana saja. Ladenan seorang istri, (membuat & mengantar makanan/minuman dll ke suami contohnya), adalah sodaqoh seorang istri. Wanita solihah itu: 1. Mudah menerima/qona‟ah 2. Berbakti, taat dan menghormati suami 3. Bila dilihat suami selalu berseri seri, tersenyum mungil manis sekali. 4. Menghormati keluarga suami 5. Dapat menyimpan rahasia suami 6. Selalu meminta maaf dan pengajaran (dipecut boleh saja) dalam ladenan/servis setiap hari bila suami tidak berkenan. 7. Mendidik anak dengan aklakul karimah Perlu ditata hati ketika mau menikah, bahwa tujuan menikah adalah: 1. Mencari Ridho Allah SWT. 2. Mengikuti Sunah Nabi SAW 3. Ta‟at kepada orang tua 4. Takut terjerumus dalam dosa

5. Membahagiakan guru 6. Menjadi seorang muslim umat Nabi Muhammad SAW yang taat setiap saat Bila sedang belajar jangan sekali kali pacaran/main cinta2 an supaya rumah tangga bahagia. Dan janganlah berpacaran, bila sudah menginginkan seorang wanita lebih baik cepat2 menikah saja. Untuk calon Ibu dan calon bapak bagusilah akhlak kalian, khusu‟ dalam sholat dan tata hati kalian Lillahi Ta‟allah. Takut berzina, maka orang wajib kawin/nikah, kapan saja secepatnya asal mungkin. Wajib kawin bagi wanita tiada berharta, yang tiada memberi nafkah, selain pria. Senang kawin, senang anak, maka cepat2lah menikah. Nikah itu sunah, demikian menurut Imam Safii. Rukun nikah: berkelamin cowok dan berkelamin cewek asli, ada cowok ada cewek (suami istri). Syarat nikah: Wali (Wali Mujbir/Bapak/Bapaknya bapak dll diutamakan) dan Shigat/ijab kabul (dalam bahasa arab adalah yang di wajibkan karena seperti dalam keadaan sholat,bilamana tidak bisa mengucapkan wajib belajar atau yang bisu/tuli/buta bisa memakai anggukan/tanda) (Ketika si wali berucap: Ankahtuka, maka minimal mempelai putra menjawab: Qobiltu nikahaha wa tajwijaha bil mahril madsqur haalaan). Memasuki nikah, syarat 2 orang saksi adil islam(2 orang laki2 ), mahar/mas kawin. Nabi bersabda: “ Seorang wanita itu dikawin karena harta, kecantikan, nasab dan agamanya. Maka hendaklah kamu kawin dengan wanita karena agamanya, dengan demikian bahagialah kamu.” Nabi bersabda:”Nikah adalah ajaranku. Barangsiapa cinta kepadaku, maka hendaklah melaksanakan ajaranku.” Dalam riwayat hadis lain:”Barangsiapa benci terhadap nikah, maka dia tidak termasuk golonganku.” Nabi SAW bersabda:”Kawinlah kamu sekalian, maka akan lahirlah banyak keturunan kalian, karena sesungguhnya aku berpacu memperbanyak umat – sebab kamu sekalian -dengan umat2 terdahulu kelak pada hari kiamat.” Dalam riwayat lain:”Karena sesungguhnya aku membanggakan kamu sekalian, atas umat2 terdahulu, hingga terhadap bayi yang keguguran sekalipun.” Ada dikatakan setelah Syech Abdul Qodir Jaelani dan Imam Gozali mendengar keterangan hadis diatas, mereka lalu langsung cepat-cepat menikah, mereka takut tidak dianggap sebagai umat Rasulullah SAW. Hendaklah kamu sekalian kawin dengan wanita2 yang masih perawan. Karena mereka lebih bersih mulutnya, lebih menghadap rahimnya (lebih subur masa birahinya)dan lebih bagus budi pekertinya. Keterangan dari Sayidina Ali Karomawallahu wajhah, “Jauhilah tujuh hari dengan sempurna, jangan engkau memulai sesuatu dan jangan pergi, jangan engkau beli pakaian baru/perhiasan, jangan engkau nikahkan anak putrimu dan jangan menanam pohon, jangan menggali sumur/membeli rumah, jangan bersahabat dengan raja dan hati2lah.

Yaitu tgl 3, 5 kemudian 13, 16, 21, 24 dan 25 takutlah akan kejelekannya. Begitu juga tiap2 hari rabu akhir bulan hari2 tersebut adalah hari naas.” Hari yang baik untuk memotong kuku adalah hari senin (kira2 jam 9.00 pagi) supaya ilmunya bermanfaat atau hari kamis (kira2 jam 4.00 sore) bila ingin cepat menjadi orang kaya. Agar di hindari/tidak usah datang dari setiap walimah dari dosa2 dan kemungkaran, seperti kumpulnya laki2 dan perempuan, tempat pacaran/tempat minum2an keras, minum alkohol, memeriahkan untuk pamer, musik live yang kebanyakan setengah telanjang, judi, atraksi sulap, lawak dll. Hadis:”Barangsiapa telah menikah, maka dia benar2 telah dapat menyempurnakan separo agamanya, maka hendaklah bertaqwa kepada Allah SWT dalam separo kedua.” Bilamana senggama tidak menyebut nama Allah SWT/Basmalah, setan akan ikut masuk melalui lubang zakar dan ia ikut bersama pemilik zakar. Nabi SAW bersabda:”Janganlah salah seorang diantara kalian (yang melakukan senggama) dengan istrinya, sebagaimana hewan ternak. Sebaiknya antara keduanya menggunakan perantara.” Ditanyakan:”apakah perantara itu?” Nabi SAW menjawab:”Ia adalah ciuman dan rayuan.” Adab berhubungan badan:” Bacalah Bismilah, pakailah wangi2 an, Suci / berwudhlu (Suami-Istri), ucapakan salam, besolawatlah, mendahulukan kaki kanan, mengerjakan sholat sunah2 rakaat atau lebih, berdoa dan bertobat, membaca alfatihah dan al ikhlas 3 kali sholawat 3 kali, bercakaplah2 yang indah2, doa senggama di mulai, kemudian diam dan ciumlah pipi kanan dan kiri, merangkullah kemudian di bacakan Ya Raqib sebanyak 7 kali, meletakkan tangan di atas ubun2, basuhlah tangan dan kaki perempuan, didalam wadah, nanti siramkanlah ke setiap sudut rumah, kemudian bermain2 sesuka hatimu, merangkul, melengket, mencium asal jangan mencium mata, kemudian bercumbu, kemudian suami naik ke tubuh istri secara pelan2, sembari mengangkat kedua kakinya, jagalah kesunahan,angkatlah pantat istri dan Alaskan bantal, tinggikan pantat rendahkan kepala, itu cara yang ideal, gerakkan zakar ke bibir2 farji sang istri/vagina dengan tangan kiri sampai terasa akan keluar spermanya, lalu pelan2 zakar dilepas masuk dinding vagina, dan begoyang di mulai, maka waktu inilah suami memasukkan tangannya dibawah pantat istri, jangan engkau peduli, terus engkau lakukan, jangan lepaskan sebelum ejakulai, angkatlah hingga keras pantat istrimu, maka engkau temukan kenikamatan yang sangat dasyat, gunakan cara itu, ketika ejakulasi terjadi maka disunahkan membaca doanya di dalam hati dan tidak menggerakkan bibir dengan bersuara, bila anda ejakulasi sebelum istri, jangan di cabut dahulu, tapi bila sebaliknya maka segeralah cabut, ketika suami ejakulasi maka si istri sebaiknya menjepit erat dengan farjinya supaya lebih mantap, santai sebentar, usap dengan lap, masing2 lap satu2, beberapa saat kemudian bisa main lagi atau langsung wudlu, setelah itu bisa mandi dan sholat.” Tidur istri setelah senggama adalah miring ke kanan bila ingin anak laki-laki

tapi sebaliknya miring ke kiri bila ingin perempuan Insya Allah manjur, Selamat menikmati. Nabi SAW bersabda:” Tidak apa2 melakukan senggama dari arah belakang istri, apabila itu tertuju hanya satu lubang(maksutnya farji/vagina).” Dikatakan yakni pada suatu tempat, dimana istri berlutut, diatas tikar/hambal, jangan tinggalkan cara tersebut. Tanda-tanda wanita ejakulasi:keningnya berkeringat, lengket pada suami sulit di lepas. Ejakulasi yang dapat dilakukan bersama-sama/bersamaan dapat menyebabkan bertambah kemesraan dan dalam rasa cinta bagi suami-istri atau kata lain itu adalah puncak keberhasilan kenikmatan rasa cinta dan kasih sayang yang sangat kuat. Sebaliknya, ejakulasi yang tidak dapat dilakukan secara bersama-sama apalagi bila suami lebih dahulu injal/ejakulasi, bahkan istri belum pernah ejakulasi sedangkan permainan sudah bubar dapat menimbulkan kekecewaan dan ketidakpuasan bagi sang istri, bahkan rasa kecewa ini terbawa-bawa pada masalah-masalah yang kecil dan sepele. Namun membawa akibat yang sangat fatal, yang dapat mengantarkan keduanya ke perpisahan. Bahkan bila terus berlanjut akan kekecewaan ini dapat membawa ke pintu perceraian. Bahwa senggama yang tidak di dahului dengan foreplay/main2 dahulu dan tidak menciumi istri atau malah menciumi dua matanya, akan dapat mengakibatkan percekcokan dan perselisihan serta akibat anak yang terlahir berwatak bodoh dan tumpul otaknya. Secara sengaja atau tidak, jangan mencium dua mata sebab dapat mengakibatkan perpisahan. Hadis:”Apabila salah seorang diantaramu sekalian melakukan senggama dengan istrinya, maka janganlah telanjang/bugil sebagaimana telanjang himar.” Nabi SAW sendiri ketika melakukan senggama dengan istrinya beliau menggunakan tutup kepala dan melirihkan suara serta berkata kepada istrinya:”Hendaklah engkau tenang.” Sebaiknya menggunakan kemul/selimut/blanket/tutup/tabir. Makruh bersetubuh dengan tanpa tutup karena anaknya besok tidak mempunyai rasa malu. Makruh bersetubuh pada malam hari raya idul fitri dan idul adha karena anaknya kelak akan putus jari kaki atau jari tangannya. Jangan bersetubuh dengan melihat bintang karena akan menyebabkan cahaya anaknya akan hilang. Jangan bersenggama pada waktu akan berpergian karena anaknya kelak akan menjadi pemborong uang. Jangan bersetubuh dengan melihat antara dua jenis kelamin istri dan suami karena anaknya kelak akan buta hatinya. Hindari bersetubuh pada malam minggu, rabu, selasa dam malam sabtu karena semua itu tidak di sunahkan.

Di sunahkan dan sebaiknya bersetubuh pada malam kamis (anaknya akan menjadi mu‟min), malam jum‟at dan malam senin (anaknya pandai dan mengerti kitab Allah SWT). Agar jangan melakukan bersetubuh diatap2 rumah dan di bawah pohon yang sedang berbuah karena menyakitkan pada anak berwatak pencuri, jangan dilakukan juga di tanah lapang, membelakangi dan menghadap kiblat, melihat bintang dan langit, menghadap bulan dan matahari karena menyakitkan dan berwatak pencuri pada anak. Jauhilah senggama cara berdiri, Cara duduk, ambillah keterangan saya yang berurutan ini Kemudian cara di samping istri, jauhilah Karena menyebabkan sakit pantat, nyatakanlah! Cara istri diatas anda, jauhilah wahai kawan! Karena menyebabkan sakit saluran kencing, coba dengarkan. Perintahkan istrimu menjalankan sholat dan belajar agama serta mandi yang diwajibkan. Sebaiknya bagi suami2 menjauhi makanan yang melemahkan syahwat: timun, kerahi, kedelai, waluh, kecut2an, gandum, berambang dll. Nabi bersabda:”Saya melihat neraka, maka saya melihat kebanyakan penghuninya perempuan. Hal demikian itu terjadi karena wanita2 itu berdosa terhadap suami2 mereka.” Alamat ridho Allah SWT kepada wanita adalah suami ridho padanya. HSR Sahabat Abbas. Sabda Nabi SAW:”Ada 7 orang, yang Allah SWT tidak akan memberi rahmat kepada mereka kelak di hari kiamat, dan Allah SWt tidak akan membersihkan mereka, serta berfirman:”Masuklah kamu semua ke neraka, bersama mereka yang memasuki.” Ke tujuh orang itu adalah: 1. Laki-laki dan perempuan melakukan senggama melalui lubang dubur 2. Orang kawin dengan tangannya (onani/meggaruk sampai keluar sperma/coli/ngocok/dicepit pintu/di gesek2 ke dinding atau kasur atau lantai/pakai sabun/mempermainkan zakarnya dengan tangan sendiri sampai inzal) 3. Orang yang bersetubuh dengan hewan 4. Orang yang senggama wanita dengan dubur (ass hole only) 5. Orang yang memadu wanita dengan anaknya(Ibu & Anak) 6. Orang yang berzina dengan istri tetangga 7. Orang yang menyakitkan istri tetangga. Sahabat ubaidah Al Jarrah ra berkata: saya mendengar Rasullullah SAW berkata: siapa saja wanita yang membuat marah suaminya, sedangkan dia sendiri zalim atau marah

kepada suaminya, maka Allah Ta‟allah tidak menerima ibadah fardu dan sunah daripadanya. Nabi bersabda:” Siapa saja wanita yang terus menerus menyakitkan hati suaminya, sehingga dia menalaknya, maka tetaplah siksa Allah SWT padanya.” NAbi SAW bersabda:”Perkara halal yang dibenci Allah SWT adalah talak.” Menalak istri bila dalam keadaan darurat diperbolehkan. Wanita yang menyakitkan hati suaminya ibadahnya tidak diterima selama 40 tahun. Hadist diriwayatkan oleh sahabat Ulqamah bin shafwan, dari Ahmad bin Yahya berupa hadis marfu‟, bahwa Nabi SAW bersabda: Jauhilah 12 hari dalam setahun, karena hari2 itu dapat menghilangkan beberapa harta dan menyingkap tabir cela seseorang. Kami bertanya: Ya Rasullullah manakah yang dua belas hari itu? Nabi Saw menjawab: yaitu: 1. Tgl 12 Muharam 2. Tgl 10 Shafar 3. Tgl 4 Rabiul Awal 4. Tgl 18 Rabiuts Tsani 5. Tgl 18 Jumadil Ula 6. Tgl. 18 Jumadits Tsaniyah 7. tgl 12 Rajab 8. Tgl 26 Sya‟ban 9. Tgl 24 Ramadhan 10. Tgl 2 syawal 11. Tgl 18 Zulkkaidah 12. Tgl 8 Zulhijjah Jauhilah senggama menurut kaul masyhur di malam hari raya Kurban, Demikian pula di malam pertama setiap bulan, di malam pertengahan setiap bulan (bulan purnama ), begitu juga di malam terakhir setiap bulan, sebagian ulama mengatakan haram dan sebagian mengatakan makruh. Karena setan ikut bersenggama pada waktu itu. Dilarang senggama ketika istri dalam keadaan haid, nifas dan sempit waktu sholat fardu. Bersetubuh diwaktu istri sedang haid atau nifas akan mengakibatkan terjangkit penyakit kusta pada anak. Sabda Nabi SAW:”Barangsiapa menyetubuhi istrinya diwaktu haid, maka hendaklah dia bersedekah satu keping dinar. Dan barangsiapa menyetubuhi istri di kala darah haidnya telah reda, maka hendaklah dia bersedekah setengah keping dinar.” Ada 3 perkara yang dapat mematikan orang, yaitu: 1. Bersetubuh dalam keadaan lapar. 2. Bersetubuh dalam keadaan kenyang. 3. Bersetubuh setelah makan ikan dendeng kering.

Sabarlah wahai para suami-suami yang budiman. Suami yang tidak sabar menghadapi kesalahan istrinya maka akan mendapat tiga bala‟, yaitu: 1. Harta bendanya semua habis/rusak tanpa bekas 2. Si buah hati akan meninggal semua 3. Semua orang tidak mau dan benci kecuali istrinya sendiri Kewajiban-kewajiban istri kepada suami antara lain: 1. Ta‟at pada Allah SWT dan memelihara diri ketika suami sudah ada di rumah 2. Wajib dan taat dan baik kepada suami kecuali dalam kemaksiatan 3. Wajib punya sifat pemalu kepada suami setiap waktu 4. Menyerahkan diri sepenuhnya pada suami ketika di tempat tidur 5. Mentaati perintahnya dan siap mendengarkan kata2 yang diucapkan suami 6. Menampakkan rasa cinta dan gembira ketika di hadapannya, selalu senyum dan ceria 7. Menghormati keluarg suami, kerabat2nya kendati hanya dengan ucapan 8. Dapat menempatkan diri dalam memandang perkara 9. Janganlah menjalani puasa sunah tanpa izin dari suami 10. Tidak boleh menolak ketika diajak bersenggama walupun di kendaraan 11. Jangan keluar rumah tanpa izin suami 12. Memperhatikan kebersihan badan, pakain, selalu bersolek didepan suami dan sebaiknya tidak berhias jika suami tidak ada 13. Merendahkan pandangan mata ketika di hadapan suami 14. Tidak berhak menggunakan harta suami sekalipun mutlak milik sendiri, tanpa seizing suami 15. Menutup aurat tidak boleh kelihatan kecuali mahram 16. Menjag harta benda suami 17. Menjauhakan diri dari berkhianat pada suami ketika ditinggal pergi untuk bekerja. Kewajiban-kewajiban suami terhadap istri, antara lain: 1. Memberi mahar/mas kawin 2. Memberi pengajaran/wasiat kebaikan kepada istri 3. Selalu memperhatikan nafkahnya sesuai dengan kesanggupannya 4. Selalu bersabar jika menerima cercaan istri 5. Menuntun istri pada jalan yang baik 6. Mendidik istri tentang ilmu agama. Dan kalau dia tidak mampu mendidik istrinya, dia harus mencari orang lain yang mampu mendidik istrinya. Dan bagi istri wajib mempelajari ilmu2 agama yang dibutuhkan dalam melaksanakan ibadah sehari-hari, misalnya: ilmu tauhid, wudlu, sholat, haid, nifas, istihadlah dsb. Bahkan suami haram melarang istrinya yang keluar rumah untuk mempelajari ilmu itu, kecuali si suami mampu mengajari 7. Mengasihi istri yaitu memberitahukan pendidikan pada istri berupa pengetahuan agama walaupun ia seorang pelajar 8. Memberikan pakaian dan makanan yang baik kepada istri 9. Mengerti istri 10. Bersikap kasih sayang dan lemah lembut 11. Jangan menampar/memukul dan menjelek-jelekan

12. Meminta dengan perkataan halus dan lembut kepada istri untuk melayani Laknat Allah SWT atas istri yang menunda/menolak ketika diajak suaminya untuk bercinta/bersenggama, maka laknat Allah takkan terhidar darinya selagi ia tidak memenuhi hasrat suaminya. Walaupun penolakannya itu karena dia hendak melaksanakan ibadah sunah semisal sholat tahajut. Sabda Nabi SAW:” Siapa saja wanita yang meminta sesuatu kepada suaminya, sedangkan dia tahu bahwa suaminya tidak mampu untuk itu, maka pasti Allah SWT besok pada hari kiamat memintanya diperpanjang penyiksaannya.” Dalam melakukan persetubuhan, jika suami sudah ejakulasi sedang sang istri belum, maka sang suami tidak boleh mencabut zakarnya dari vagina istri, demikian itu agar si istri turut juga merasakan nikmatnya persenggamaan tersebut. Bila suami baru pulang dari mengerjakan kebaikan (bekerja, kondangan misalnya) maka sunnat bagi istri membersihkan badan suami, istri menciumnya terlebih dahulu karena mencium suami itu lebih baik dari mencium hajar aswad. Dikatakan bahwa bila seorang suami ingin nikah lagi perbatasan sampai 4 istri boleh saja tidak usah bilang dulu ke istrinya. Orang perempuan daftar neraka, yaitu: 1. Sering mencela suaminya dan tidak mengakui kebaikan2 suaminya 2. Suaranya lebih keras daripada suaminya 3. Tidak menjaga dirinya ketika suaminya pergi 4. Ketika suaminya di rumah sering disakiti Seorang istri bila menggunakan perhiasan: 1. meniatkan mengingat kekuasaan Allah SWT 2. Mensyukuri nikmat Allah SWT 3. Bila sewaktu2 ada orang butuh maka mudah menolong 4. Niat melaksanakan hadis Nabi Bila mempunyai suami yang tidak menghiraukan hadapilah hati yang sabar dan tabah. Mohonlah pada Allah SWt dn bangun tengah malam berdoalah. Bekalnya orang perempuan adalah kesabaran dn ketaatan. Karena orang perempuan menjadi wdah, apabila wadahnya bersih, suci maka hasilnya akan sempurna. Sebagai wadah harus menerima apa saj kecuali kemaksiatan. Bila anaknya ingin taat pada istri, maka si istri terlebih dahulu harus taat pada suami. Kalau berumah tangga usahakan bila diberi rezeki berqurbanlah, sebab menjadi damainya dan tenangnya keluarga. Apabila tidak punya untuk berqurban, perbanyaklah shodaqoh walau dengan sekuasanya/sebisanya.

Hal yang perlu di perhatikan: adalah bila terjadi apa-apa jangan mengadu ke suami. Ringankan beban suami, berilah berita yang indah-indah. Bila dalam rumah tangga mendapat kesusahan, kerumitan dan kesulitan tak usah bingung lari ke dukun. Cukup bangun tengah malam, sholat 2 rakaat atau lebih, lalu mohonlah kepada Allah SWT dan tawasul/wasilah kepada Rasulullah SAW. Dan mohonlah pada Allah SWT moga-moga di hilangkan segala kerumitan dan di beri keselamatan di dunia dan di akherat. Makanan Yang dianjurkan pada orang hamil: 1. Jambu biji agar anaknya manis. 2. Teri agar anaknya cerdas. 3. Kerang agar rambutnya keriting. 4. Memperbanyak minum santan asli agar mudah melahirkan. Bila sudah melahirkan perut di luluri dengan asam dan kapur. Minuman dan makanan yang sepatutnya dijauhi waktu hamil, yaitu: 1. Es kemungkinan menyebabkan anaknya besar di dalam. 2. Nanas dapat menyebabkan anaknya berengen dan gatal-gatal. 3. Cabe dapat menyebabkan perutnya akan panas dan anaknya akan hitam. 4. Terong menyebabkan anaknya lemes, sakit2an dan keriput. 5. Ikan laut menyebabkan susunya akan amis. 6. Udang akan menyebabkan kalau mau melahirkan sulit. 7. jangan makan cumi-cumi biar kalau melahirkan tidak maju mundur Waktu hamil mintalah obat pada suami yang berupa air satu gelas kecil di tanah sampingnya suami yang sedang sholat, terus suruh berdoa terserah, bisa alfatehah, Al Ikhlas 3 X, sholawat atau doa yang lain. Ketika hamil jangan sampai benci pada orang yang salah. Karena kalau benci anaknya akan seperti itu. Jangan menganiaya hewan apalagi manusia. Jangan menonton televise/video, apalagi yang porno-porno. Jangan membaca majalah/Koran yang tidak berfaedah. Bacalah Al qur‟an sekiranya setiap 2 jum‟atan hatam, maka anaknya akan sempurna. Hal-hal mendasar saat kehamilan bagi orang tua seharusnya mengamalkan berbagai amalan. Untuk sang suami ketika mengetahui istrinya mengandung/hamil, dia bisa mulai puasa senin-kamis, dan puasa tgl 13, 14, 15 pulan purnama setiap bulan sampai bayinya lahir atau puasa mulai kandungan istrinya sudah 6 bulan dan puasa ini di lakukan sampai bayi terlahir. Dengan niatan menirakati anak menjadi anak yang soleh dan solehah. Amalan membaca Al Qur‟an sungguh penting sekali supaya mendapatkan barokahnya Al Qur‟an, dan harap di amalkan setiap hari/dibaca setiap hari (suami dan istri) antara lain: Bacalah surat Yusuf, Tabarok, An nur, Al Ikhlas 3 X, dan Surat Yaa Siiiiin agar anaknya berguna dan tinggi derajatnya, Surat Luqman supaya anaknya tunduk dan sopan, Surat Maryam supaya mudah melahirkan, Surat Ar Rahman supaya ari-ari (saudaranya) mudah keluar. Dan ketika janin berumur 8 bulan perbanyak

(terasa akan melahirkan) perbanyak membaca sbb: Hannat waladat Maryam, Maryam waladat „Isaa, Ukhruj ai yuhal maulud, biqudrotil malikil ma‟bud. Bila lima atau tujuh hari mau lahir menurut perkiraan bidan / dokter sebaiknya si istri yang sedang lahir membaca al fatehah sebanyak 121 kali kemudian di tiupkan pada segelas air dan di minum dan diusap-usaokan ke perut dan vagina, atau bila si istri kesulitan maka untuk pembacaan al fatehah 121 X bisa di wakilkan kepada orang tua perempuan istri. Pada waktu saat-saat kelahiran bayi sebaiknya sang suami tenang dan berdzikir dan berdoa selalu. Bayi waktu lahir langsung di adzani telinga kanannya kemudian di iqomahi telinga kirinya, kemudian dibacakan Surat Al Ikhlas 3 kali di telinga kanan, Surat Al Qadr 3 kali di sebelah kiri telinganya, kemudian di tahnik (menggosok langit2 mulut) dengan buah kurma, dan terakhir di doakan dengan doa “U‟iidzuka bikalimaatillaahit taam mati ming kulli syaitaaniu wahaam matiu wa ming kulli „ainni laam mah” (artinya:Kumohon perlindungan untukmu (anak) dengan kalimat2 Allah SWT yang sempurna dari gangguan setan dan dari segala binatang berbisa dan dari segala sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk kepada apa yang di lihatnya). Setelah melahirkan mandi 2X setiap hari, pebanyak air untuk mandi (kurang lebih 1000 cebok) supaya awet muda. Harap di susui dengan ASI. Sewaktu menyusui jangan makan cabe supaya anaknya tidak mencret. Jangan makan yang panas-panas, dinginkan dahulu. Kalau menyusui jangan makan yang enak-enak, makan nasi, garam, kerupuk niat nirakati anak . Jangan malas menyusui anak, sebab para malaikat sama menginginkan pahala orang yang menyusui, karena besarnya pahalanya. Nabi SAW bersabda:” Barangsiapa di antara kamu yang lebih senang menyucikan anaknya, maka hendaklah ia menyembelih dua ekor kambing bagi anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan.” Setiap bayi tergadaikan dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh disembelih qurban(hewan aqiqahnya), di potong rambut si jabang bayi dan diberi nama. Untuk hewan aqiqah tidak membahayakan kamu apakah jantan atau betina yang penting sudah dewasa/poel/kira-kira 2 tahun atau lebih umur kambingya dan tidak cacat. Nabi SAW bersabda ketika Sayidati Fatimatus Zahra mengadakan aqiqoh untuk Sayidina Hasan dan Husen:”Hendaklah kamu sekalian mengutus seseorang ke dukun bayi/bidan/dokter kandungan/perawat, lalu makanlah dan hidangkanlah makanan serta janganlahkamu memotong2 tulangnya.” Sayidina Hasan dan Husen di khitan ketika umur 7 hari setelah hari kelahirannya. Sabda Nabi SAW:”Barang siapa yang mempunyai tiga anak dan salah seorang diantara mereka tidak di namakan Muhammad, maka ia adalah orang bodoh.”

Dari Binti Qais ia berkata: Baginda Rasulullah SAW bersabda:” Berilah makanan istri2mu ketika nifas berupa buah korma, Sebab apabila makanannya pada waktu nifasberupa buah korma, maka anaknya yang lahir sebagai orang lembut. Kurma juga merupakan makanan Siti Maryam (Ibunda Nabi Isa .AS) ketika melahirkan. Andaikata diketahui ada makanan yang lebih baik dari buah korma, maka hendaklah ia tetap di berikan kepadanya.” Beliau juga bersabda:”Wahai Aisyah, rumah yang tidak ada buah korma di dalamnya, maka penghuninya akan selalu lapar.” Bila ingin punya anak alim, sebelum punya anak banyak2 sodaqoh pada ahli hikmah / ahli ilmu dan ahli afdhol. Kalau bisa penuhi semua kebutuhannya. Bila ingin punya anak yang utama/sempurna, maka: 1.Makanannya: Harus hati-hati dari najis, haram. Kalau bisa jangan di beri jajanan/makanan pasar. 2.Penglihatannya: Jangan diajak melihat sesuatu yang tak berguna apalagi maksiat. 3.Pendengarannya: Jangan di pelajari mendengarkan yang tidak berfaedah misalnya nyanyian dangdut atau jenis musik2 lainnya, bahkan bisikkanlah kalimat-kalimat thoyyibah mulai masih di kandungan dan pada waktu bayi. Bila ingin punya anak yang sempurna didiklah anak mulai kecil menjadi anak penderma, anak yang suka memberi, anak yang jujur, anak yang belas kasih, anak yang selalu merendah, anak yang berani menghadapi siapa saja, anak yang tidak pilih-pilih teman bila bermain dan anak yang tidak mementingkan dirinya sendiri/tidak egois. Latihlah anakmu mulai kecil bangun tengah malam, jadi jangan turuti tidur terus menerus, apalagi dipakai tidur2an karena ibunya repot. Berikanlah makanan yang murni kesuciannya dan jelas halalnya. Menghadapi anak jangan terlalu dimanja dan jangan terlalu keras/ketat, jangan dimarahi tersu, turutulilah segala kemauannya dan permintaannya selagi kta mampu dan tidak melanggar agama. Sebagai orangtua harus hati-hati pada anak, jangan sampai keliru bicara jelek/bahasa tidak sopan dalam keadaan bagaimanapun. Bila sudah tidak kuat menahan marah pada anak cukup dengan mencubitnya dengan tanpa bersuara. Tapi bila masih kuat menahan amarah, tahanlah supaya menjadi anak yang beruntung, bahagia, berpangkat dan selamat di dunia dan akherat. Berikanlah kasih saying sepenuhnya pada anak, tapi cinta,kasih saying itu jangan ditampakkan cukup disimpan dalam hati. Yang penting jangan suka memanjakan anak. Komunikasi sangat penting di dalam keluarga, luangkan waktu untuk berkomunikasi walupun satu jam. Sabda Nabi SAW:”Bersantai-santai (bercakap-cakap)satu jam bersam keluarga itu lebih aku senangi daripada iktikaf di dalam masjidku”. Juga sabdanya:”Satu keeping dirham yang di nafkahkan orang kepada keluarganya itu lebih aku senangi daripada seribu keeping dinar dinafkahkan demi Fi sabilillah.” Yang menyebabkan lekas tua:

1. banyak jima (ngesex too much) 2. Banyak berkayal 3. Banyak minum air dingin di pagi hari. Hadis diriwayatkan Abdullah bin Mas‟ud r.a.: dia berkata: Rasulullah SAW bersabda:”Sungguh akan datang atas manusia suatu masa dimana orang tidak menyelamatkan agamanya, kecuali orang yang selalu berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu gunung ke gunung yang lain, sebagimana halnya rubah yang lari dari incaran musuh.” Para sahabat bertanya:”Kapankah masa itu terjadi demikian, wahai Baginda Rasulullah SAW?”, Beliau menjawab:”Tatkala kebutuhan hidup tidak dapat diperoleh, kecuali dengan jalan berbagai maksiat kepada Allah SWT, apabila situasinya sudah demikian, maka halallah membujang”. Para sahabat bertanya lagi:”Kenapa demikian, Wahai Rasulullah padahal baginda memerintahkan kami agar menikah?”, Nabi SAW menjawab: Sesungguhnya pabila keadaan dunia sudah demikian, maka kehancuran seorang ada di tangan kedua orang tuanya, jika kedua orang tuanya telah meninggal, maka kehancuran ada di tangan istri dan anak2nya, apabila sitri dan anak2nya telah meninggal, maka kerusakan ada ditangan familinya”. Para sahabat bertanya lagi:”Kenapa pada jaman tersebut harus demikian, duhai Baginda Rasulullah SAW?”. Rasulullah SAW menjawab:”Banyak orang menghinanya lantaran mata pencaharian yang sempit, kemudian memaksa dirinya melakukan sesuatu di luar batas kemampuannya, sehingga dengan demikian mereka terjerumus ke tempat2 kehancuran”. “Akan datang atas manusia suatu jaman, di mana kehancuran seseorang ada ditangan istri, kedua orang tuanya dan anak2nya. Yang demikian terjadi sebab berbagai hinaan orang2 kepadanya, karena kefakirannya, kemudian mereka memaksa kepadanya untuk melakuakan sesuatu di luar batas kemampuannya, sehingga dai sampai memasuki tempat2 yang didalamnya dia rela melepas agamanya, maka hancurlah dia.” Pada sebuah jalan umum, Waktu Nabi Musa AS hendak berjalan2 melewati jalan itu, ternyata di satu jalan Nabi Musa AS menemukan sebuah kuburan diatasnya terdapat seorang lelaki yang disiksa dan tubuhnya dikelilingi oleh api, Nabi Musa penuh rasa iba saat menyaksikannya. Beliau ingin dapat mematikan api itu, lalu beliau menyiramnya api itu dengan air. Sungguh aneh…api yang di sangka akan mati karena telah tersiram air kok malah berubah menjadi bocah kecil yang juga mengelilingi seorang lelaki yang diatas kuburan itu. Sedang lelakinya berubah menjadi api. Nabi Musa AS jadi ingin tahu apa perbuatan lelaki itu selama di dunia, akhirnya beliau meminta kepada Allah agar lelaki itu dihidupkan untuk menjawab pertanyaan2 yang ada dalam hati beliau. Allah mengabulkan, lalu hiduplah lelaki itu dengan kekuasaan Allah Ta‟allah. Nabi Musa:”Hai Lelaki… apakah kesalahanmu?”. Lelaki:”Begini Nabi, sewaktu aku masih hidup aku mengajak bocah ini melakukan homo (berhubungan sex sesama lelaki) awalnya dia tak mau tapi aku terus memaksanya hingga ia tak bisa menolak permintaanku”. Walaupun bocah ini sebenarnya masih belum tahu apa arti dan akibat semua ini, tapi ia juga disiksa sama seperti diriku. Ketika aku berupa manusia dia mengelilingiku berupa api, dan ketika aku menjadi api dialah yang mengelilingiku dengan berupa bocah, begitulah seterusnya.

Sekilas melihat rumah tangga sahabat Sayidina Ali dengan Sayidati Fatimatuz Zahra Dikisahkan ketika Sayidati Fatimah menginjak dewasa, tepatnya saat berumur 19 tahun. Beliau adalah wanita cantik yang berbudi luhur dan memiliki sifat2 terpuji antara lain: dermawan, lemah lembut, dan baik hati. Suatu saat, Rasulullah mendapat wahyu dari Allah agar beliau mengawinkan sayidina Ali dengan putrinya (Siti Fatimah). Rasulullah segera bermusyarah dengan sahabatnya yaitu: Sahabat Abu Bakar, Usman, dan Zaid. “Sahabat, bagaimana caranya agar aku bisa mengawinkan putriku Fatimah dengan Ali? Karena aku mendapat wahyu dari Allah untuk mengawinkan keduanya”, itulah sabda Nabi SAW kepada ketiga sahabatnya. “Sudahlah ya Rasulullah serahkanlah semuanya kepada kami, nanti biar kami yang akan menanggung semuanya” Jawab para sahabat. Rasulullah menyetujui usul mereka. Suatu saat ketika Sayidina Ali sedang duduk sendirian. Agaknya beliau sedang memikirkan sesuatu, datanglah para sahabat yang telah bermusyawarah dengan Rasulullah tadi. Setelah sayidina Ali menjawab salam mereka, salah seorang dari sahabat itu bertanya:” Ada apa Ali? Apakah gerangan yang engkau pikirkan?”. Sayidina Ali menunduk dan terdiam, beliau eggan menjawab pertanyaan sahabat tadi. Karena pertanyaannya belum dijawab, maka sahabat itu bertanya lagi:”Wahai Ali ada apa?” beliau masih tetap tertunduk. Tak lama kemudian beliau mengangkat wajahnya dan berbicara:”Wahai sahabat, bagaimana aku akan berumah tangga, bertahun-tahun hidupku hanya menambah beban Rasulullah. Dan sekarang apa yang aku gunakan bila hendak akan menikah sedang aku tak punya satupun untuk bekal berumah tangga, aku tak ingin terus-terusan menyusahkan Rasulullah”. Kata Sayidina Ali mengungkapkan kegelisahannya. Mereka tersenyum mendengar jawaban sayidina ali yang polos itu. Lalu mereka segera meninggalkan sayidina Ali dan pergi menemui Rasulullah. Mereka menceritakan apa yang dikatakan oleh sayidina Ali dan keinginan sayidina Ali untuk menikah. “Baiklah!” kata Rasulullah. Beliau memerintahkan agar sahabat menanyakan ke sayidina Ali apa sudah punya pilihan apa belum. Maka berangkatlah sahabat menemui sayidina Ali. Sayidina Ali hanya terdiam sambil menunduk mendengar pertanyaan yang di lontarkan sahabat itu. Melihat sayidina Ali terdiam, maka sahabat bertanya lagi:”Ya Ali, apakah engkau mau bila dinikahkan dengan Siti Fatimah?” Tersentak sayidina Ali mendengar pertanyaan sahabat tadi, karena sebenarnya dihatinya tersimpan kegembiraan dan harapan. Akan tetapi kegembiraan itu tiba-tiba berganti dengan kesedihan dan sayidina Ali pun menangis. Melihat Sayidina Ali menangis, salah seorang sahabat segera bertanya:”Mengapa engkau menangis wahai Ali, apakah yang engkau tangisi?” “Wahai sahabat, sipa yang tidak gembira bersanding dengan wanita secantik dia, tapi saya tidak pantas mendapatkan wanita semulya itu. Dia itu siapa, putrid siapa? Bukankah dia itu putrid Rasulullah? Putri orang yang paling dicinatai Allah. Putri orang yang selalu membimbingku, putrid guruku. Tidaklah pantas bila aku bersanding dengan dia, sedang aku ini siapa? Di samping itu aku tidak punya apa-apa sebagai mas kawin/mahar aku hanya mempunyai baju besi, pedang dan seekor kuda yang semua itu hanya bisa untuk

perang”. Jawab sayidina Ali dengan kesedihan dan ketawadluan yang memang sudah menjadi wataknya. Sahabat segera menyampaikan ke Rasulullah kesedihan yang diungkapakan sayidina Ali. Rasulullah pun mnejawab:”Iya cukuplah dengan sebuah baju besi itu saja.”. Dari sekian banyak pemuda yang melamar Siti Fatimah, hanya Sayidina Ali yang berbahagia mendapatkan putrid Rasulullah. Pernikahan merekapun dilaksanakan dengan mas kawin sebuah baju besi. Usai acara pernikahan dengan dibekali alat penumbuk padi, Siti Fatimah langsung diboyong ke rumah Sayidina Ali. Sebuah rumah kecil yang letaknya tak jauh dari kediaman Rasulullah. Keduanya (Sayidina Ali dan Siti Fatimah) pun tinggal disitu, hingga mereka di karunia dua putra yang bernama Sayidina Hasan dan Husen. Keluarga Siti Fatimah adalah keluarga yang sabar dan tabah menghadapi cobaan apalagi sebagai seorang istri, beliau tidak pernah meminta-minta, walau tak ada yang akan dimakan. Sehingga anak, cucu (keturunannya) pun mulia dan penyabar. Sementara itu, sayidina Ali setiap hari pergi ke masjid dan bila mendapatkan satu buah korma pulanglah beliau dan dibagilah satu biji korma itu untuk anak dan istrinya. Suatu saat, hingga dua hari sayidina Ali tidak pulang dari masjid sedang di rumah Siti Fatimah dan kedua putranya kelaparan. Betapa terkejutnya sayidina Ali sepulangnya dari masjid ketika mendapati istrinya pucat pasi, lemah dan kedua putranya dalam keadaan lapar. “Fatimah! Mengapa engkau seperti ini?” Tanay sayidina Ali penuh kasihan. “Duhai Ali suamiku! Saya sudah dua hari tidak makan apa-apa, saya sangat lapar!” Jawab Siti Fatimah. “Fatimah, mengapa engkau tidak memberitahu aku, hingga dua hari engkau dan anakanak kelaparan begini?” kata Sayidina Ali. “Maafkan saya suamiku, saya takut menyusahkan kamu.” Jawab Sitit Fatimah lirih. Serta merta sayidina Ali keluar mencari pinjaman uang. Akhirnya beliau mendapat pinjaman satu dirham. Beliau bermaksud membeli roti dengan uang tersebut. Namun di tengah jalan, beliau bertemu shabat yang kelihatan lesu dan lemah. Maka sayidina Ali bertanya kepada sahabat itu:”Sahabat! Mengapa engkau tamapak susah dan lesu?” “Iya Ali, dirumah istri dan anak-anakku kelaparan, karena sudah beberapa hari mereka taka makan dan tak ada yang dimakan. Jadi aku bingung dan tak berani pulang. Aku tak tega melihat keluarga kelaparan dan aku pulang tanpa membawa apa-apa.” Jawab sahabat itu menjelaskan. “Wahai sahabat ternyata kita sama-sama senasib, keluarga kita sama-sama kelaparan. Sekarang ambillah uang satu dirham ini untuk membeli kebutuhan anak istrimu.” Kata Sayidina Ali sambil menyodorkan uang satu dirham itu. “Tdak Ali! Bukankah engkau juga membutuhkan?” Jawab sahabat itu dan menolak pemberian sayidina Ali. “Ah..sudahlah sobat, keluargamu lebih susah daripada keluargaku, karena keluargamu sudah tak kuat menahan lapar. Sedang istriku masih kuat menahannya.” Kata Sayidina Ali memaksa. Karena sayidina Ali memaksa , diambillah uang satu dirham itu untuk dibelikan sesuatu dan dibawa pulang. Sementara itu sepeninggalannya sahabat tersebut, sayidina Ali pergi melangkahkan kakinya tak tentu arah. Beliau tak ingin pulang, bbeliau tidak tega kalau bertemu anak dan istrinya yang telah lama menunggu kehadirannya membawa makanan untuk mereka.

Akhirnya beliau pergi enuju masjid dan melakukan sholat berjamaah dengan Rasulullah. Setelah sholat selesai, syidina Ali berdoa sambil menangis, hingga Rasulullah menegurnya. “Hai Ali! Ada apa? Mengapa kamu bersusah hati begeitu?” Tanya Rasulullah sembari menyentuh sayidina Ali. Sayidina Ali menghadap Rasulullah, beliau berusaha menyembunyikan kesedihan hatinya. Beliau tak ingin bila mertuanya mengetahui kesusahan yang dialami keluarganya. “Ali, mari pulang ke rumahmu. Kira-kira istrimu sekarang sedang masak apa? Uaku ingin bertemu dengan dia. Lagi pula aku lapar. Karena sudah 3 hari aku belum makan” kata Rasulullah, sedangkan perut Nabi diberi 3 buah batu untuk mengganjal perut belaiu yang lapar. Mendengar sabda Nabi itu, sayidina Ali bertambah susah dan bingung. Akhirnya, beliau memberanikan diri menceritakan keadaan keluarganya kepada Rasulullah sambil berjalan menuju rumah beliau. Sedangkan di rumah, Siti Fatimah yang tadinya lemah dan pucat, kini berubah menjadi segar dan sehat, setelah mendengar kedatangan ayah beserta suami beliau. Siti Fatimah segera menyambut gembira kedatangan keduanya. Sementara sayidina ali sempat melihat sebuah periuk yang ditaruh diatas api. Sepertinya Siti Fatimah sedang memasak sesuatu. Dengan pandangan yang tajam dan penuh keraguan beliau memandang istrinya. Melihat pandangan saminya yang kuang mengenakkan, Siti fatimah menundukkan kepala dan masuk keruang lain dengan di ikuti suaminya. “Wahai suamiku, ada apa? Mengapa engkau memandangku seperti itu? Apa kesalahanku?” Tanya Siti Fatimah agak ketakutan. “Fatimah, engkau mempermalukan aku!” Jawab sayidina Ali singkat. “Mengapa?” Tanya Siti Fatimah lembut dan lirih. “Aku malu kepada Rasulullah, karena aku telah berkata kepada beliau bahwa kemarin kau sudah 2 hari belum makan, ternyata aku dating, kau sudah memasak makanan. Apakah engkau belajar membohongi suamimu?” Tanya Sayidina Ali dengan serius. Mendengar perkataan suaminya, menagislah Siti Fatimah. Dengan terisak-isak dia berkata:”Duhai kakanda, aku tidak tahu tentang periuk itu. Semua allah SWT yang menyediakan, aku tidak tahu apa-apa.” Dalam pada waktu itu, Rsulullah masuk mengahampiri keduanya serta bersabda:” Ada apa Ali? Ada apa Fatimah? Apa yang kalian bicarakan? Mengapa Fatimah menangis?” mendengar ucapan Rasulullah keduanya tertunduk malu. “Ali..aku tahu bahwa, engkau telah membina istrimu dengan baik, sebenarnya Fatimah tidak bersalah. Engkau memang pemuda yang berhati suci dan menginginkan rumah tangga yang hakiki.” Kata Nabi kepada menantunya dan beliaupun bersabda kepada putrinya:”Hai putriku Fatimah” kata Nabi sambil seraya memeluk putrid kesayangannya itu. “Tak usahlah engaku bersedih hati, Engkau adalah istri yang selalu taat kepada suami, berhati mulya hingga tak ada yang kusayangi selain dirimu. Engkau adalah wanita yang solihah” kata Rasulullah. Akhirnya keduanya pun saling memahami dan memaafkan. Keluarga itu pun menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera. Inilah sekilas rumah tangga yang patut kita tauladani, kita contoh agar rumah tangga kita damai, tenang, harmonis dan sejahtera. Untuk mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rohmah. Amin.

F. Contoh Peribadaan Seorang Muslim.

Ini berkenaan dengan kewajiban seorang muslim, sedangkan sunah Nabi seharusnya di laksanakan sebisanya/sekuatnya. Yang penting yang wajib dulu dikerjakan. Sholat 5 waktu/maktubah harus di laksanakan. Membaca Al Qur‟an sebaiknya di budayakan setiap hari di baca. Minimum khatam 1 X dalam setahun. Untuk mengerti bab sholat dan hal-hal yang berhubungan denga fiqih, lebih lanjut mengenai kapan dan bagaimana sahnya sholat bisa membaca di kitab fathul qorib atau membaca di kitab fathul muin. Untuk masalah akidah lebih lanjut bisa di baca di kitab jawahir khalimiyah. Kitab-kitab lain2nya yang direkomendasikan oleh penulis khususnya seperti kitab Al Hikam, Kitab Ihya Ulumuddien, kitab Durratun Nasichin, Kitab Barzanji dan Hadis Bukhori Muslim. Lebih lanjut lagi bila ingin mendalami ilmu nahwu, shorof, balaghoh maka datanglah kepondok-pondok pesantren untuk belajar disana atau anda bisa memanggil guru privat untuk itu. Setiap hari jum‟at wajib bagi laki-laki datang kemasjid2 untuk mendengarkan kutbah dan menunaikan sholat jum‟at berjamaah. Keutamaan sholat dengan bersiwak dari sholat tanpa siwak adalah sebanyak 70 sholat. Maka itu bersiwaklah. Biasanya dari pohon arak. Bisa juga kemladean/benalu, bisa juga lengan baju yang di pakai ataupun handuk yang suci. Sholat yang paling utama adalah diawal waktu apalagi dilakukan berjamaah maka palanya belipat-lipat. Untuk dzikir setelah sholat anda bisa membeli kita dzikir selesai sholat maktubah atau membuka kitab-kitab refferensi di atas. Untuk sholat-sholat sunnah di harpkan bisa di praktekkan seperti qabliah dan ba‟diah, sohlat tahujut, sholat dhuha dll, lebih lengkapnya kapan waktunya dan bagaimana caranya bisa di tanyakan ke kyai setempat atau membaca buku-buku fiqih fathul mu‟in dsb. Contoh ibadah saat hari Jum‟at. Sholat jum‟at di lakukan secara berjamaah/bersama-sama di dalam suatu masjid/surau di dahului adzan, khutbah dan sholat 2 rakaat jum‟ah. Hari pada hari Jum‟at di mulai selepas Asyar kamis hari kira-kira jam 3.25 sore wib. Unutk itu kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Sholatlah asyar tepat waktu usahakan berjamaah dimana saja. Kemudian di susul dengan wiridan biasa di tambah dengan wirid Al Qur‟an membaca Al buruj dan Amma Yatasaa aluun. Setelah itu sholawatlah 7 kali. Ziarah kubur dan kemudian pulang ke rumah. Menjelang sholat maghrib tiba wiridlah Astagfirullahal sebanyak 100 X, Laa ilaa ha ilollah 100 x, Subhanallah 100 X, Alhamdulillah 100 X, Allahu Akbar 100 X. Waktu tiba Magrib pertandamatahari menghilang sinar merah dia langit nampak, bila melihat ujung pepohonan kira-kira bila di panah mulai sudah redup atau adzan maghrib di kumandangkan, maka cepatlah sholat kalau bisa berjamaah di lakukan dimana saja. Waktu sholat Isya dimulai kira2 jam 7/8 malam ketika di langit sudah jelas awan putih, matahari sudah tidak kelihatan sinarnya atau bintang jelas terlihat di langit. Bangunlah malam hari kira-kira jam 3.00 malam untuk sholat tahajut minimal 2 rakat di lanjutkan dzikiran atau membaca Al Qur‟an. Seperti membaca surat Yaa siiiiiin, surat al Waqiah, surat al mulk dll. Isya‟ bisa juga dilaksanakan tengah malam sekitar jam 12/1 malam, kemudian di lanjutkan sholat tahajud minimal 2 rokaat. Di ikuti wiridan atau membaca Al Qur‟an. Sholat – shoalt lainnya di lanjutkan seperti biasa pada waktu yang tepat sesuai tempat anda berada. Kisah Dzan Nun Tersebutlah seorang ulama‟ bernama Dzan Nun. Suatu ketika beliau melihat orang duduk di angkasa dengan posisi bersila, sambil wiridan menyebut asma Allah. Beliau heran melihat karomah itu. “Siapa kamu?” Tanya Dzan Nun. “Aku adalah hamba Allah dari beberapa hamba Allah.” Jawab orang itu. “Jadi kamu manusia?” Tanya Dzan nun kembali dengan penuh keheranan. “Iya”. Jawab hamba itu. Karena sangat heran, Dzan Nun pun terus bertanya:”Punya amalan pakah kamu hingga dirimu mendapatkan derajat yang seperti ini?” “Iya aku selalu menahan hawa nafsu (semua keinginan yang di larang Allah). Karena itulah Allah memberiku derajat dengan duduk di angkasa seperti ini” Jawab hamba tersebut. Inilah contoh orang yang benar-benar cinta kepada Allah dengan selalu menahan hawa nafsunya, sehingga belum di akheratpun dia telah di karunia derajat yang tinggi.

G. Ibadah Tambahan Khusus

Bismilahhirrahmanirrohim Sholallah alaa Muhammad, Alhamdulillah. Salah Satu tirakat/lelaku para wirai2, salik dan darwis di pulau jawa. Di niatkan mendapat Ridho Allah Ta‟allah mengikuti para auliya‟ allah dan para ulama salaf khususnya di pulau jawa sampai ke Rasulullah SAW. Tirakatan / wiridan ini di jalankan yang paling gampang menurut anda. Bila wiridan kalau bisa di jalankan didalam kamar tertutup, lampu luar hanya kelihatan sorotnya masuk kamar/remang-remang. Ijazah ini dari mbah Tamsir bin Keminah muridnya mbah almarhum KH.Aqib bin As syech Al Hajj Abdul Qodir bin As Syech Al Hajj Muhammad „Ali saripan (alm), yang sebenarnya di khususkan hanya untuk anak cucunya dan keturunanya, akan tetapi setelah meminta kepada yang mengijazai, sang cucu dapat menyebar luaskan ijazah ini untuk khalayak islam seluruhnya khususnya orang muslim yang mengerti Bahasa Indonesia. Semua tikatan/wiridan di awali dengan wasilah sholawat kepada Baginda Nabi Besar Rasulullah SAW seperti dibawah ini. Wasilahnya: Illa hadroti Nabiyil Mustofa Muhammad Rasulullah SAW, wa ailihi wa auladihi, wa durriyatihi wa sohabati ajmain, tsumma illa hadrotil jami-il ambiyail mursalin wa khususan kepada sohabat Abu Bakar Siddiq, wa Umar, wa Ustman, Wa Ali Radhi Allahu anhum warudu ah, khususan sayidina Khasan wa Khusen, Khususan para Tabiin, dan para tabiin tabiin r.a., tsumma illa hadrotil jami-il malaikatil mukorrobin, malaikat Jibril, Mikael, Isrofil, Ijroil, Munkar Nakir, Rokib Atib, Malik Ridwan wa jami-il malaikat, khususan Sahabat Abdullah Ibnu Umar R.A,khususan mbah syech Abdul Qodir Jaelani, mbah Muhammad Bahaudin Naqsyahbandi, Al imam Safii, Imam Maliki, Imam Hambali, imam Hanafi, Imam Nafi, Al Imam Junaed Al bagdadi, Imam Abul Hasan Asy‟ari, Imam Gozali, Imam At Turmudi, As Syech Abu Mansur Maturidi, As Syech Ibrohim ad Dasuki, As Syech Sanusi, Syech Sibly, Syech Abdul Jalil, wa khususan wali songo di pulau jawa, wa khususan wali-wali sedunia anak turunnya Nabi Adam AS khususnya auliya Allah di tanah jawa khususnya, khususan guru-guru saya muslimin wal muslimat, khususan aa-ba ina wa umahatina wa jad dad tina, khususan Nasywa Alliyah Robit, Siti Rohamatun Nafisah, Sulbiah, Nurjanah, Hasyim, Ustman, Gatok, Siti, Masrikah, Khasbullah, Khalimah, Nasirin, Nasiroh, Qomariah, Muchtar, wa khususan Khaidar, Ali Tsarid, Aqib, Dul qodir, Ngat Ali, Abdullah, Lukhi, Kuri, Wangsiding, Tuwan, Suringat, Kiai Gede Ngelawiyan, Kiai Anas, Syech Abdurahman Assegaf, Kiai Ageng Tarub, Makdum Ibrohim, Rohmatullah Ahmad, Zainuddin Ibrohim Al Akbar, Jamaluddin Al Amir Khusen, Ahmad Syah Amir Jalal, Abdullah al Amir Khan, Abdul Malik, Alawi, Muhammad Sohib Qorbat, Ali Kholik Kosim, Alwi, Muhammad, Alawi, Abdullah, Ahmad Muhajjar, Isa Al rummi, Muhammadun Nakib, Ali Al Arid, Ja‟far Sodiq, Muhammad Bakir, Ali Zainal Abidin, Sayidina Khusen, Sayidina Ali, khususan sayidati Fatimatuz Zahra binti Muhammadur Rasullullah SAW, khususan muslimin wal muslimat mukminin wal mukminat, wahai kekasihku baginda yang agung Nabi Besar Rasulullah Muhammad SAW niat saya tirakat dan wiridan untuk mendapatkan safaat

baginda yang mulia Nabi Besar Rasulullah Muhammad SAW dan saya meminta segala hajat saya di percepat oleh Allah SWT dan di sampaikan oleh baginda yang yang agung dan di mintakan doa kepada Gusti Allah Ya Hayyu Ya Qoyyum Ya Dzal Jalali Wal iham Ya Akhadu Ya Rohmanu Ya Rohimu Ya shomadu Ya Latifu Ya Razaku Ya Qowiyu Ya Matinu Ya awalu Ya Akhiru…..al fatekah.

Tirakat dan wiridnya sebagai berikut: 1. Sholawat Nariyah setelah sholat Magrib dan Subuh masing-masing 11 kali. Dilaksanakan istiqomah sampai meninggal. 2. Sholat wajib di laksanakan tepat waktu dan berjamaah, di tambah sholat2 sunnah contohnya: sholat dhuha, tasbeh, tahajud jam 2.00 malam. Di laksaknakan istiqomah sampai meninggal. 3. Wirid sirri/di dalam hati dijalankan jangan sampai terputus. Wiridanya: Laa illa ha illollah Muhammadar Rasullullah. Di laksaknakan istiqomah samapai meninggal. 4. Wirid mulai jam 12.00 malam selama 49 hari. Dimulai wasilah, setelah itu sholat hajat 2 rakaat, terus wiridan Sholallah alaa Muhammad sebanyak 2000 kali, terus wiridan Laa illa ha illallah sebanyak 2000 kali, di tambah wiridan Laa illa ha ilaa anta subhanaka inni kuntu minad dholimin (Sebanyak 1000 kali, yang 940 kali dijalankan duduk sila, yang 60 kali akhir dengan sujud). Bila sudah 49 hari selesai, terakhir bancaan/selamatan ayam dan sodaqoh kepada orang yang memberi ijazah ini(contohnya: sodaqoh baju gamis, sarung). 5. Setiap pagi dan sore hari, kira-kira jam 6.30 pagi menghadaplah ke matahari sambil membaca wasilah tentunya kemudian membaca Wad dhuha sebanyak 7 kali di tambah Alam nasroh(surat al insyiroh) sebanyak 7 kali. Bila sore hari tiba,kira-kira jam 5.00 sore, menghadaplah ke matahari sambil membaca seperti bacaan pagi hari. Catatan: Bila waktu pagi atau sore, atau pagi dan sore matahari tertutup mendung, wiridan ini tidak usah di laksanakan. Di laksanakan istiqomah sampai meninggal dunia. 6. Tirakat puasa mutih 49 hari. Tidak makan makanan yang bernyawa, minyak, garam, gula. Hanya makan nasi putih saja dan buah-buahan asli. Wiridnya setiap jam 12 malam membaca ayat kursi sebanyak 313 kali selama tirakat puasa mutih 49 hari. 7. Ilmu Joko suro, setiap selesai sholat maktubah/5 waktu wiridanlah seperti biasanya kemudian membaca wasilah, terus membaca ayat kursi sebanyak 5 kali, terus berdoa moga2 wajah, pikiran, hati dan semua badan termasuk roh ini mencorong/bersinar mendapat hidayah Gusti Allah, ya Rasullullah, terus membaca Laa illa ha illollah Muhammadar Rasullullah sebanyak 3 kali, kemudian telapak tangan dua di ludahi 3 kali, kemudian di gebek2/di usap2 talapak tangan dua ini sampai panas sambil membaca Al fatikah, kemudian usapkan kesemua wajah, rambut dan seluruh anggota badan sampai ke kaki. Di laksanakan istiqomah sampai meninggal dunia. 8. Wasilah Nabi di baca dengan niat mau puasa mutih 7 hari, terus puasa mutih 7 hari, hari terakhir patigeni jangan tidur. Setelah tiap2 sholat maktubah selama 7

hari puasa mutih membaca Yaa siiiin satu kali dialam kamar sendirian sepi, bila sudah dijalani semua membaca Laa illa ha illa Anta subhanaka inni kuntu minad dholimin, sebanyak 100 kali. 9. Ilmu Poligami(istri lebih dari 1, untuk laki2 saja), dikatakan harus punya ilmu bajingan yaiktu bila tidak mau di peggal lehernya atau punya ilmu kiyai yaitu kalau tidak mau ya tidak apa2. 10. Puasa sunat di jalankan, contonya: senin kamis, tgl 13,14,15 tengah bulan purnama, tgl 10 muharam, puasa sunat buan haji, puasa sunat di bulan syawal dll. Di laksanakan Istiqomah. Moga bermanfaat dunia akhirat.

H. Kelahiran Baginda Yang Mulya Nabi Besar Rasululluah Muhammad SAW.

Perkawinan Sayyid Abdullah dengan Sayidati (Siti) Aminah Alkisah di mulai semenjak sayyid Abdulah sudah dewasa, diapun berkehendak untuk menikah. Syahdan berkatalah sayyid Abdullah berkata ibunya:”Wahai Ibu, aku sekarang sudah dewasa dan aku menginginkan seorang pendamping karena itu carikanlah seorang istri untukku Ibu.” Ibunyapun menyetujui keinginan putranya tersebut. Di kota Mekkah al Mukaromah sayyid Abdullah termasuk pemuda yang tampan, gagah serta berbudi luhur. Di samping itu beliau adalah anak kepala suku yang paling mulia di dunia. Yakni suku Quraish. Wajarlah bila gadis2 Mekkah banyak yang menaruh hati kepadanya dan ingin menjadi pendampingnya. Sesuai dengan keinginannya di carilah wanita cantik yang berwibawa, berpendirian, berdarah biru dan pingitan. Pada suatu hari Ibunya berkeliling di wilayah Persi dan menjelajahi tiap gadis2 arab. Tapi tak satupun gadis yang mengesankan dalam hati nurani beliau kecuali Siti Aminah binti Wahid. Akhirnya beliau menyampaikan berita kepada putranya perihal wanita pilihannya (Siti Aminah). Beliau menceritakan bahwa semua gadis arab di Negara Persi yang kepribadiannya seperti di harapkan sayyid Abdullah tidak ada kecuali Siti Aminah. Dengan penuh hormat sayyid Abdullah memperhatikan dan mendengarkan apa yang disampaikan ibunya, namun sayyid Abdullah tidak langsung menjawab. Mungkin di hati sanubarinya masih tersimpan hasrat lain. Sehingga beliu belum puas dengan penjelasan Ibunya. Dengan sopan dan lemah lembut beliau berkata kepada ibunda tercinta. Kata beliau:”Bu..saya hargai wanita pilihan ibu namun untuk memantapkan hati saya, saya mohon supaya ibu melihat dia kembali.” Karena akhlak putranya yang begitu sopan maka sang ibu dengan senang hati menuruti keinginan putranya. Kemudian sang ibu berangkat dan sampaialh pada tujuannya dapat

melihat Siti Aminah kembali dan di saat itu tiba-tiba diri Siti aminah bersinar laksana bintang. Dengan peristiwa itu bertambahlah simpati dan kekaguman dalam hati sang ibu. Dan untuk lebih menyakinkan Sayyid Abdullah peristiwa tersebut di ceritakannya. Dengan tanpa ragu lagi Siti Aminah di pinangnya untuk mendampingi Sayyid Abdullah dalam hidupnya yaitu sebagai istri yang setia lagi mulia. Resepsi pernikahan Sayyid Abdullah dan Siti Aminah kini selesai sudah. Kembali suasana hari seperti biasa, Siti aminah sebagai pengantin putrid diantarkan untuk menemui pengantin putra. Resmilah mereka berdua sebagai suami dan istri. Pada waktu perkawinan beliau berdua, banyak gadis-gadis Mekkah yang mati karena iri kepada Siti Aminah. Pertemuan beliau kini larut oleh sunyinya malam yang penuh berkah, penuh rahmat yaitu malam jum‟at bersamaan dengan bulan Rajab. Dan malam itu ketika Allah SWT hendak menciptakan Nabi Besar Baginda Muhammad SAW, dalam rahim Siti Aminah. Allah memerintahkan Malaikat Ridwan yang menjaga surga untk membuka surga firdau, kemudian di langit dan bumi terdengarlah suara: Alaa in nan nuural maknuuna was sirril makhzuunal ladzi yakuunun nabiyyil haadii minhu yastaqirru haadihil lailata fii badni ummihi Aminatal ladzii yatimma kamaalu khalfahu wayakhruju ilaan naas basyiiraaw wanadhiraa sholaallaah „alaihi wa sallama wa „alaa aalihi wa shohbiii bukrotaw wa asiilaan Saat-saat Siti Aminah mengandung Lambat laun waktu pun berlalu. Tak terasa perkawinan Siti Aminah dan Sayyid Abdullah sudah sebulan lebih, Dan kandungan Siti aminah sudah berumur satu bulan pula. Setiap bulan selama 9 bulan masa kehamilannya Siti Aminah selalu di datangi oleh para Ambiya/Nabi. Di ceritakan pada suatu malam ketika kehamilan Siti Aminah satu bulan, saat beliau tidur pulas datanglah seorang laki-laki yang tampan berbau harum dan bercahaya seperti rembulan seraya berkata: Marhaban bika ya Muhammad (Selamat datang Engkau ya Muhammad). Kemudian Siti aminah bertanya kepada laki-laki itu,”sipakah gerangan engkau ini?”. Dan laki-laki itu menjawab: ana Adamu abul basyar(Aku adalah Adam bapak para Manusia. Siti aminah kembali bertanya:” Ada perlu apa?” Beliau menjawab:”Gembiralah engkau wahai Aminah karena yang kau kandung adalah rajanya manusia”. Tatkala kandungan Siti Aminah mencapai 2 bulan pada waktu yang sama beliau kedatangan oleh seorang laki-laki yang wajah dan segalanya seperti laki-laki pertama yang mendatanginya. Laki-laki itu berkata:”Assalamu alaika ya Rasulallah”. (Semoga keselamatan atas mu wahai utusan Allah). Setelah di Tanya oleh Siti Aminah siapa gerangan dirinya, laki-laki itu menjawab:”anaa syit alaihis salam”. (Aku adalah Nabi Syit a.s Putra Nabi Adam.”) Setelah ditanya apa keperluan beliau, beliau menjawab:”Gembiralah engkau wahai Aminah karena yang engkau kandung adalah orang yang punya ta‟wil dan hadist.” Setelah hamil 3 bulan Siti Aminah kembali di datangi laki-laki yang segalanya seperti diatas dan berkata:”Assalmu alaika Ya Nabi Allah”. Siti Aminah bertanya: “siapa engkau?” Laki-laki itu menjawab:”Aku Adalah Nabi Idris a.s”. Kemudian Siti Aminah

bertanya:” Ada perlu apa engkau kemari?” beliau menjawab:”Gembiralah wahai Aminah karena yang engkau kandung adalah pemuka para Nabi.” Saat usia janin 4 bulan beliau di datangi laki-laki sama seperti laki-laki yang selalu dating pada tiap-taip bulan sebelumnya, dan dia berkata:”Assalamu alaika Ya Habiballah.” Setelah di Tanya laki-laki itu menjawab”Saya Nabi Nuh a.s”. Setelah ditanya apa keperluannya, beliau menjawab:”Gembiralah wahai aminah karena yang engkau kandung adalah orang yang mempunyai pertolongan dan pembuka.” Ketika hamil 5 bulan Siti Aminah didatangi laki-laki yang segalanya seperti laki-laki di atas dan berkata:” Assalmu alaika ya shafwatallah/keselamatan atasmu wahai pilihan Allah.” Siti Aminah menanyakan siapa gerangan dirinya, maka laki-laki itu menjawab:”Saya Nabi Hud a.s.”. Setelah ditanya keperluannya, beliau menjawab:”Gembiralah kau wahai aminah karena yang engkau kandung adalah orang yang mempunyai safaat besok di hari kiamat.” Kini sampailah usia kandungan Siti Aminah mencapai 6 bulan. Rupanya Allah SWT menghendaki Nabi Muhammad menjadi anak yatim semasa dalam kandungan. Allah SWT segera mengutus malaikat maut untuk mencabut nyawa sayyid Abdullah. Dan wafatlah sayyid Abdullah dengan meninggalkan seorang istri yang sedang hamil 6 bulan. Betapa sedihnya Siti Aminah semenjak di tinggal suami tercinta. Waktu hamil 6 bulan itu. Siti Aminah di datangi laki-laki seperti pada bulan-bulan sebelumnya, laki-laki itu berkata:”Assalamu alaika ya rahmatallah”. Siti aminah bertanya:”Siapakah engkau?”. Dia menjawab:”Saya Ibrahim Al kholil a.s.” Setelah ditanya keperluannya, beliau menjawab:”Gembiralah wahai aminah karena yang engkau kandung adalah Nabi yang Agung.” Tatkala hamil 7 bulan Siti Aminah didatangi oleh pria yang segalanya seperti pria sebelumnya, dan berkata:”Assalamu alaika ya manikh tarallah/keselamatan atasmu ntuk orang yang di pilih Allah”. Siti aminah bertanya;”Siapakah engkau?”. Beliau menjawab:”Saya Nabi Ismail a.s.” Siti aminah bertanya tentang keperluannya, beliau menjawab:”Gembiralah wahai Aminah karena yang engkau kandung adalah orang yang unggul yang terpilih.” Sat-saat kandungan Siti Aminah 8 bulan, kembali seorang laki-laki mendatanginya, dan berkata:”Assalamu alaika ya khoiratallah”. Setelah di tanya siapa dia, laki-laki itu menjawab:”Saya Nabi Musa a.s.” Setelah di tanya keperluannya, di menjawab:”Gembiralah wahai Siti aminah karena yang engkau kandung adalah orang yang dituruni Al qur‟an.” Ketika hamil 9 bulan Siti Aminah kembali di datangi laki-laki yang segalanya seperti pada bulan-bulan sebelumnya, dan berkata:”Assalamu alaika ya khotima rasulillah dzil qurbi minka ya rasulallah.” Setelah di tanya pria itu menjawab:” Saya Nabi Isa a.s.” Setelah di tanya keperluannya, maka dia menjawab:”Gembiralah wahai Aminah karena yang engkau kandung adalah orang yang mulia dan Rasul yang besar.” Setelah genap 9 bulan kandungan siti Aminah barulah lahir seorang bayi yang tampan dan bercahaya yang cahayanya menembus langit ke tujuh. Bayi itu kahir dengan posisi sujud. Lahirlah Nabi dalam keadaan sujud dan bersyukur memuji kepada Allah SWT. Sedangkan wajahnya bagaikan bulan purnama. Nabi dilahirkan dalam keadaan berkhitan dan juga bercelak dengan serbuk celak petunjuk Allah SWT. Siti aminah melahirkan sendirian tanpa seorangpun yang membantunya yang tiba-tiba saja dari sudut dinding kamar Siti Aminah muncul 4 orang wanita cantik dan berbau

sangat harum. Mereka adalah: Ibu Hawwa istriNabi Adam a.s., Siti Maryam ibunya Nabi Isa a.s, Siti Asiyah istri raja Fir‟aun, dan Siti Sarah istri Nabi Ibrohim a.s. Keempat wanita itu dating menyambut lahirnya bayi yang di lahirkan Siti Aminah. Mereka semua mengucapakan selamat kepada Siti Aminah atas kelahiran bayi tersebut. Bayi itu kemudian oleh kakeknya Abdul Muntholib dibawa ke Ka‟bah dan di beri nama Muhammad. Sementara bersamaan dengan lahirnya Muhammad yang kelak menjadi orang yang agung sepanjang zaman, di luar rumah Siti Aminah sama rebut. Pepohonan pada sujud, tunduk menghormat kelahiran Nabi Muhammad SAW, sedang berhala pada hancur berjatuhan dirumah-rumah, di tempat ibadah, di jalan-jalan, semua pada jatuh di karenakan kelahiran Nabi yang Mulia Muhammad Rasulullah SAW. Itulah peristiwa besar, seluruh dunia sama mengormat kelahiran Nabi. Baginda Besar Nabi Muhammad Rasulullah SAW banyak membawa barokah dan safaat. Orang kafir masuk islam, orang yang sakit menjadi sembuh.

I.

Tauhid Jawan

TAUHID JAWAN
Di susun dalam arab jawan oleh: Almarhum Mbah Buyut Dul Qodir‘Ali Abdullah Lukhi Kuri Di tulis ulang dalam latin oleh: Putu buyut Khaidar ‘Ali Aqib Dul qodir ‘Ali

Bismillahirrohmanirrohim Son miwiti mertal iki nadhom jawan Lawan nyebut asmo Allah rohim rohman Sedoyo ning puji ingkang patang werno Kagunganing pengeran kang wajib ono Ingkang wajib sinembah kelawan nyoto Ingkang merdi budak ake maring kito Kulo nuwunake rahmat kang sempurno Katur dateng Nabi kito wicaksono Kanjeng Nabi Muhammad pun asmonipun Wekasane ing Nabi sedayanipun Woh ing poro sentono poro bendoro Woh ing poro shohabat poro perawiro

Mukhadimah Wajib atas saben-saben wong mukhalaf Lanang wadon ora bedo ojo salaf Meroh ono sekihe sifate gusti Ingkang gawe waras lara urip mati Taufik Sak durunge merohi akoid skeet (50) Wajib weruh hukum akal kan den ikat Ingkang kukuh ing jeroning ati niro Ojo kongsi panemumu ngoyo woro Hukum Aqli Hukum akal den dom dadi telung werno Dihin wajib pindo mokal awasano Ping telune hukum jais iku wenang Guruk ono hinggo ngerti lawan terang Lan tegese wajib akal iku marang Dak tinemu adami kelawan terang Lan tegese mokal akal iku barang Dak tinemu wujude anane barang Lan tegese jaiz iku keno kono Wujud keno koyo ngono adam keno Sifatul Illahi Jalla wa „Azza Lah sifati gusti iku werno telu Amerohi gurok ake iku perso Sifat wajib, sifat mohal sifat wenang Ojo ono iman iro pernang – pernang Ingkang wajib 20 lah wilangane Ingkang mohal 20 lah lelawane Ingkang jaiz iku cuma namung siji Jumlah telu iku 41 Sopo wonge dak werohi sifat ndoro Mongko kafir ning jahanam bakal lara Lah langgenge keno bakal langgeng ten watesan Lah langgenge iku pada karo setan Koyo ngono merohi sifate rosul Iku wajib ingkang terang hinggo betul Sifatul Rosul

Sifat rosul kang wajib 4 akehe Lan mohale iyo 4 sekabehe Lan jaiz se namung siji lan elingo Lan den jumlah 3 iku 9 Lan den jumlah sifate Gusti lan Rosul Dadi cukup genep 50 ora punjul Kabeh iku arane akoid 50 Singsetana ning ati lawan den iket Ingkang kukuh ojo kungsi gonjang ganjing Mengke kelarut derajat iro koyo anjing Sopo wonge akoid te during terang Mengke ono ngamale ora kewilang Ojo ono iman iro iku taqlid Mengko siro ning neroko bakal kholid Koyo ngono panembange syech Sanusi Sak balane kang wus podo amutusi Tafsilun Eling-eling ingsun amiwiti nutur Ing perincine akoid kang wus matshur Iyo iku ingkang dihin wujud ono Kapindone iku qidam retenono Lah retine qidam iku ten kawitan Ping telune iku baqa‟ ten wekasan Kaping pate mukholafa lil khawadis Lah tegese berbedo maring hawadis Lah tegese hawadis kabeh maujud Sak liyani Dzattullah kang wajib wujud Qiyamuhu binafsihi ping limane Jumeneng kelawan dewe dak liyane Lah retine dak karep mareng panggonan Dak kaseker dalem jihad tuwen jaman Lan dak karep ing wong kang jumenengaken Tuwen wong kang netepake ngadek aken Kaping neme wahdaniyah bongso siji Dalem dzate lan sifate ugo siji Lan suiji panggawene ten wilangan Lah retine iki akeh kesamaran Kang kawitan arane sifat nafsiah Kang ba‟dane arane sifat salbiah Lah tegese nafsiah tingkah kang tetep Kedowene dzat suiji iku tetep Selagine iku dzat ijeh ono Ora pecat iku tingkah tetep ono

Hale ora mergo kerono suiji Mengkonolah patrape ing dzat suiji Lan tegese salbiah iku rekenan Kang dak patut keduhe hake pengeran Lah cetane yaiku mohale gusti Eleng-eleng titenono kang setiti Kaping pitu sifat qudrot lah reteni Moho kuoso gegaweho sak anane Ngalam bumi ngalam langit sak isine Ngalam surgo lan neroko sak ahline Alam aras lan kursi lan sak wengkune Alluh mahfud lan kolame sak perantine Kaping wolu irodat janger sak aken Ing wujude alam kabeh kang kareken Sifat qudrot, irodat, tak aluq karo Ing mungkinat sekabehan jobo njero Kaping songo sifat ilmu ngudaneni Ing maujudat suwarane soho werni Sifat ilmu tak aluq maring wajibat Lan jaizat ugo maring mustah kilat Ping sepuluh sifat hayat lah reteni Iku urip tanpo nyowo lah nyatane Sifat hayat dak takluk maring sawiji Saking sekabehe mungkin namung siji Hayat dadi syarat sah katetepane Sekabehi ma‟ani katerangane Ping sewelas sifat sama‟ miho reso Kaping rolas sifat bashor periksa Sama‟ bashor tak aluq maring maujudat Khodim hadis ora ono kang kelewat Ping telulas sifat kalam ho ngendiko Ta aluqe kalam podo ilmu iko Tak aluqe kalam tak aluq dalalah Nuduhake dawo wohan bener salah Tak aluqe ilmu tak aluq iksaf Ha kabukak maujud kabeh ora salaf Ngendikane Gusti Allah tanpo huruf Tan suaro dalem lisan kang sumerep Awit qudrot tumekane sifat kalam Den arani ma‟ani becik den paham Ping pabelas qodiron kang nguasani Ping limolas muridan kang ha ngersani Ping nembelas „Aliman kang ngudaneni Retine ngono reng maksiat ojo wani Ping pitulas sifat hayat kang nyuswo Lah nyuswane Gusti Allah tanpo nyowo

Ping wolulas sami‟an kang miheroso Ping songolas bashiron kang perikso Lan genepe rong puluh mutakaliman Kang ngendiko lan siro wus dadi iman Awet sifat qodiron tutuk wekasane Iyo iku ma‟nawiyah ing arane Adek dadu isrina al wajibat Lawane 20 kang wus tinutur Iku wajib merohono ojo ngawur Lawanane sifat wujud iku adam Lah tegese sepi serno becik paham Lawane sifat qidam iku qudus Lah tegese anyar teko lah den urus Sifat baqa‟ yaiku thorikul adam Lah tegese rusak katekane adam Lawane mukholafatu lil hawadis Iyo iku mumasalat lil hawadis Lah tegese pepadan mareng kang anyar Terangono weroh iro ojo samaran Qiyamuhu binafsihi lawanane Iyo iku ihtiyah ing panggonane Koyo ngono ihtiyah maring muhosis Lah tegese kang gawe kang dunum paris Ta‟ adud iku diddi wahdaniah Lah tegese wewilangan ojo lafadz Lan ajzu iku diddi sifat qudrot Lah tegese apes gawe ing mungkinat Diddi sifat irodat iku karohat Lah tegese kasareng gawe mungkinat Diddi sifat ilmu iku jahla bodo Lan padane koyo kurang tuwen bodo Diddi sifat hayat iku mutsidah Diddi sama‟ iku baham nuli sodha Diddi bashor yaiku ame wuto Ora weruh opo-opo lan penoto Diddi sifat kalam iku bukmun bisu Eleng-eleng retenono ojo palsu Adek dadul ma‟nawiyah Ono dene diddi sifat ma‟nawiyah Iku ngiyas ing mahame ceto genah Diddi sifat qodiron iku ajian Lah tegese kang apes gawe kahanan

Diddi sifat muridan iku karihan Kang kasereng maujud ake ing kahanan Diddi sifat „aliman iku jahilan Lah tegese kang bodo ing kaweruhan Diddi sifat hayyan iyo iku mayyitan Lah tegese kang sedo tutuk wekasan Lan ashomu iku lawanne sami‟an Lah tegese kang tuli tuwen kasodan Akmo iku lawane sifat bashiron Lah tegese kang wuto lan kasamaran Abkam iku lawane mutakaliman Lah tegese kang biso ora ngendikan Al jaiiz zu fi hak qihi ta‟ala Ono dene sifat kang jaiz ing Allah Iyo iku namung siji ora salaf Iyo fi‟lun likulli mungkinin Lah tegese agawe ing kabeh mungkin Tuwen malih tarkulikulli mungkinin Lah tegese tinggal ing kabeh mungkinin Lan jumlahe iku keno ugi ganjar Ugi nekso ing akihe hen lan bashor Wenang ganjar ing wong muting ing suargo Mergo Allah ring wong iku ha kedugha Wenang nekso ing wong „asi neng neroko Mergo Allah neng wong iku dak kedugho Penggajare saking fadhol nugero sane Peniksane tumerep pengadilane Panggawene ring makhluke sang wenang-wenang Gawe sugeh lan feker tur ino malang Gawe sugeh mongso rino bengi feker Sebalike dak ono biso sumingkir Penggawene Gusti Allah biso dadi Sopo bae kinawi dak biso dadi Kang den lorot sido tibo dadi ino Kang den junjung sido mumbul kabeh keno Kang den kersak ake sido mati Ora biso mundur sangking wates pati Gawe urip lan mati sak kerso-kerso Gawe waras lan loro ora kapekso Gawe urip esok-esok sore mati Sebalike pirang-pirang wus kebukti Gawe loro maring bocah lan binatang Kang dak dosa kirane tumrape wenang Ora keno den aturi penggawene

Ing makhluke becike tuwen alane Balik sekabehe bakal den takoni Kelakoane nang donya kang den lakoni Panggonane nakoni ono ing maksyar Ora ono kang gawe kabeh gumelar Lah mulane ojo siro ho gumede Dumeh menang mergo onjo mergo gede Lan elingi luluse jaize Gusti Ingkang moho menang lulus tur kabukti Lan mulane sedulur becik wedio Ing siksane Gusti Allah kang bahaya Ningkatane dak ono kang biso mukir Kaheningan sekabihe bathin dhohir Mergo cangkem den bungkem tangane matur Sak anane kelakoan kang wus lebur Becik ala sikile podo nekseni Ing becike alane ora madoni Sekabehe wong dosa kaweleh weleh Mergo becik lan olo ka buka kabeh As sifatu al wajibatur rosuli Koyo ngono meruhi sifate rosul Iku wajib kang terang sahingga betul Sifat rosul kang wajib papat akihe Lan mohale uga papat sekabehe Iyo iku kan dihin siddiq temen Sekabehe perkoro kang ngabaraken Kapindone amanatlah kapercoyo Nindak ake agomo kang minulyo Kaping telu iku tabligh nekak aken Ing sekihe perintah cegah ingkang baken Kaping pate fathonah tegese pinter Biso hujjah biso bantah lawan bener As sifatul mustakhilatu ala rosul Lan mustahil poro rosul kidib goroh Ora cocok dawuhe karo kaweroh Lan mustahil khianat tegese cidra Angurangi peperintahan hingga ibro Lan mustahil poro rosul sifat kidman Gumpetake dedawuhan ora aman Lan mustahil balatah bebel lan bento Ora landep ora lepas koyo watu

As sifatul jaizatu fi hak kir rosul Ono dene sifate jaize rosul Iyo iku namung siji ora punjul Iyo iku „arat bashariah Owah-owah menungso kang bongso lumrah Ingkang ora nacataken kederajatan Koyo jima‟ dahar gerah ingkang dangan Tuwen kasab nyambut gawe ingkang halal Koyotone tuwen dagang lawan modal Dalilut tisofihi ta‟alla bil akoid Ono dene dalile yen Allah iku Persifatan 20 kang wus kelaku Iyu iku anane bumi lan langit Sak wengkune karone kang wus rinaket Koyo bulan srenge lawan lintang Lan onone jin menuso lan bintang Lan mlebune rino maring mongso bengi Lan turune menungso utowo tangi Lan bolak-balike angin ngetan ngulon Ora ono kang merintah utowo ngakon Iku kabeh dadi burhan mertondone Yen pengeran Gusti Allah nguasani Lan persifitan maring sifat kang 20 Ingkang wajib kang kasebut wus kasuwuh Inkisamul isrina al wajibati Lan kebake sekihe sifat 20 Dadi 2 wajib iro kudu nyuluh Kang suiji ing aranan istikna Kang suiji iftiqorlah tegesno Istikna netepaken kasugihan Lan iftiqor netepaken kinarepan Lan qodiron lan muridan lan aliman Nuli hayyan cukup songo kahuningan Mak khudatul iftiqor Lan den alaf saking sekihe iftiqor Ora ono lelebet kabeh gumelar Koyo geni duwe labet biso ngobong Tuwen gawan duwe labet biso motong

Dalilu tisofir rusul fi akoidi madz kuroti Ono dene dalile yen poro rusul Persifatan wolu sifat kang wus muncul Iku ayat wa ma atakumu rosul Sak banjure pikiren tentune betul Karo ayat innallaha layak muru Mengke kito maring rosul wajib niru Guruknoho lah retine ayat iki Mengke ngerti maknane kang hakiki Mak khudu kaulina Muhammadun Rasulullah Ngucap kito Muhammad Rasulullah Lah tegese Muhammad utusan Allah Iku ngeracok ngandel kito maring Nabi Sekabihe lan kiamat lan kitabe Amergane Nabi kito bener ake Soho ngandel maring mau lawan hake Ingkang sugeh iku dzat kan katetepan Ing sekihe akoid kang kawerohan Ingkang karep yoi ku kabihe alam Mergo ora iso wujud awit alam Istikna iku akihe sewelas Yoiku wujud qidam baqo‟ lawas Mukholfatu lil hawadis sekawane Kiyamuhu binafsihi ping limane Sama‟ bashor nuli kalam ping wolune Lan sami‟an lan bashiron sedosone Lan genepe sewelas mutakaliman Eleng-eleng titenana kang temenan Mak khu datul istikna Lan den alaf saking sifat istikna Moho suci gusti Allah saking kerono Tuwen farod olehe gawe maring alam Tuwen farod olehe gawe ninda ake islam Den alaf maneh saking istikna Ora wajib Allah gawe ing kahana Sangking alam kabeh donya lan akherat Lan dak wajib ninggal gegawe ing mungkinat Lan iftiqor iku kabeh namung songo Hafadzno kang tenan lan elengo Iyo iku wahdiniyah nuli qudrot Lan irodat nuli ilmu nuli hayyat

Ngandel siji persasat ngandel kabihan Watonane iku anot ing panutan Aning donya kanjeng Nabi nuntun kito Ngambah dalan awet kanjeng lawan noto Lah dalane pernatan agomo islam Sopo manut mongko manjing darus salam Lah tegese donya lujeng aning sorga Sopo manjing lego temen wah kedugo Hale langgeng selawase teng wetasan Iyo iku hasile wong oleh iman Bayanu mak khudi kaulina Muhammadur Rasulullah Lan den alaf saking Muhammad ka utus Kabeh rosul wajib siddiq tutuk terus Malah kiddib sak banjure tuwen ndoro Koni kiddib dak dadi utusan ndoro Kang persifat „aliman kang ngudaneni Maring samar lan qodiron nguasani Kito kabeh kaperdi miturut perintah Dining Allah kang murbing soho kang nitah Hale kito keperintah miturut rusul Dadi dalil kabeh rusul podo betul Ngendikane tumindake kendel obah Nyoto terang yen rusul nindake perintah Tadomunukalimati syahadat Dadi nyoto nyimpeni syahadat 2 Serto cendeki kalimahe karo Ha nyifati maknane akoid seket Kang wus putus sebute lawan den iket Ingkang 41 iku manjeng Ing kalimah tauhid ing kalimah suiji bening Lan kang songo manjing ing syahadat Rosul Lah sak akihe imanmu wis betul Lan wus asah mungguh akihe ulama‟ Ora bakal gonjang ganjing keno ombak Mu himadun Lan sak jogja keduwe wong duwe akal Kudu ngakehake dzikir iku lafadz Hinggo campur ing gitihe lan daginge Mangke weroh indah kang lewih senenge Kang dak keno kecebak ing dalem piker

Sopo wonge durung dungkap mukir Yoiku siro roso ing dalem ati Yoiku kang kanggo sangune mati Mugo-mugo gusti Allah ndadek aken Ingkang kalimah iku biso ngucap aken Dining kito naliko wekasan umur Dadi hasil selamet siksane kubur Sak banjuri terus manjing ing suargo Tanpo gapuk soko sakitaning rogo Sholawat khotimat Lan sholawat lan salam hakkon jawan Mugi katur ing Nabi kang winekasan Kanjeng Nabi Muhammad juru safaat Aning maksyar maring sekabihe umat Reh mekaten mboten wonten rojak kulo Namung mugi kalebut kempaling bolo Khotimatun Poro sederek kang kadung kerso ningali Jawan niki katah lepat dados geli Sampun lajeng inggal-inggal dipun cello Balik dipun leresno ingkang olo Sewu syukur bilih kerso anetulung Dateng dulur bodo wenang megunung Sugeh kendel wani-wani gegawean Barang indah dipun alaf gegampilan Inggih menika rupinipun karepotan Saget ugi sangking koyo dateng syetan Milo kulo nuwun tulung ngeleres ake Pundi-pundi ingkang lepat sangking hake Mpun mestine menuso katah lepate Milo kulo nyandong donga ing sobate Dene kulo katemtu nuwun ngapuro Dateng gusti kang remen maring ngapuro Wallahu „alamu bi showab. “Syahadat termasuk sholawat juga bisa memperbarui iman.” Ashadu anlla ilaa ha illa Allah wa ashadu anna Muhammadur rasulullah.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:551
posted:10/28/2009
language:Indonesian
pages:59
Description: standard knowlegde as muslim in jawa