Docstoc

tata cara tobat permohonan tobat ampunan minta ampun pada allah doa tobat

Document Sample
tata cara tobat permohonan tobat ampunan minta ampun pada allah doa tobat Powered By Docstoc
					aubat
Ditulis oleh Dewan Asatidz

Tidak sedikit orang-orang saleh awalnya adalah orang-orang yang sangat jahat saat mudanya. Setelah bertaubat, ia beristiqomah dalam berbuat baik dan pengabdian kepada Allah. Beberapa di antara mereka, pada akhirnya, menjadi tokoh panutan karena kesucian dan perilaku-perilaku yang membebaskan. Konon, Sunan Kalijaga adalah salah satu contoh beberapa orang-orang saleh yang berhasil tercerahkan, dan selanjutnya menjadi tokoh pemberi pencerahan pada masyarakat pada zamannya. Hidup suci dalam Islam bisa diraih oleh siapa saja. Kesucian hidup, bukanlah hak istimewa seseorang. Jalan tersebut terbuka bagi siapa saja, tidak hanya milik para ulama. Bahkan orang jahat sekalipun, ia bisa menapak cara hidup suci, asal dia bersedia untuk bertaubat dan bersungguh-sungguh. Bagi Allah, kesalehan bukan karena sama sekali tidak berbuat dosa, akan tetapi orang yang saleh adalah orang yang setiap kali berbuat dosa dia menyesali dan selanjutnya tak mengulangi perbuatan tadi. Pepatah Arab menegaskan : "Manusia adalah tempat salah dan lupa". Pepatah di atas bukan berarti manusia dibiarkan untuk selalu berbuat salah dan dosa, akan tetapi kesalahan pada diri manusia harus ditebus dengan tobat, penyesalan dan penghentian. Rasulullah bersabda : Setiap anak Adam adalah sering berbuat salah. Dan, sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang-orang yang bertaubat.? (H.R. Tirmidzi) Taubat yang sungguh-sungguh di mata Allah adalah pembersihan diri yang sangat dicintai. Dalam Islam, pertaubatan bukan melalui orang lain, se

but saja orang saleh, tetapi dari diri sendiri secara langsung kepada Allah. Apalagi, Islam tidak mengenal penebusan dosa dengan sejumlah uang. Islam sungguh sangat berbeda dengan cara-cara pertaubatan dibanding agamaagama lain. Islam memandang,

pertaubatan adalah persoalan yang sangat personal antara seorang hamba dengan Tuhannya. Dan, Tuhan dalam Islam adalah Tuhan yang bisa didekati sedekat mungkin, bukan tuhan yang berada di atas langit, tak terjangkau. Sabda Rasulullah (saw) : "Sesungguhnya Allah lebih suka menerima tobat hamba-Nya melebihi dari kesenangan seseorang yang menemukan kembali ontanya yang hilang di tengah hutan." (H.R. Bukhori dan Muslim)

Islam tidak menganggap taubat sebagai langkah terlambat kapanpun kesadaran itu muncul. Hisab (perhitungan) akan amal-amal jelek kita di mata Allah akan terhapus dengan taubat kita. Lembaran baru hidup terbuka lebar. Langkah anyar terbentang. Sabda Nabi (saw) : Siapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima taubat dan memaafkannya.? (H.R. Muslim) Bertaubat, demikian halnya, dijadikan amalan dzikir oleh Rasulullah (saw) setiap hari. Beliau beristighfar kendati sedikitpun beliau tidak melakukan dosa. Karena lewat istighfar, Nabi memohon ampun dan mengungkapkan kerendahan hati yang sangat dalam di hadapan yang Maha Agung. Sabda Nabi (saw) : Hai sekalian manusia, bertaubatlah kamu kepada Allah dan mintalah ampun kepadaNya, maka sesungguhnya saya bertaubat dan beristighfar tiap hari 100 kali.?

(H.R. Muslim)

Firman Allah : Katakanlah ! Hai hamba-hamba-Ku yang berdosa terhadap jiwanya sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.? (Q.S. al-Zumar : 53) Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan seikhlas-

ikhlas taubat, semoga Tuhan mu akan menghapuskan dari kamu akibat kejahatan perbuatan-perbuatanmu,

dan akan memasukkan kamu ke dalam surga yang dibawahnya mengalir sungai-

sungai.? (Q.S

. al Th

alaq

: 8)

Dalam memperbaiki hak Allah dan hak bani Adam. Apabila kesalahan atau dosa berhubungan dengan hak Allah, maka ada tiga syarat yang harus dipenuhi, yaitu :

1.Harus menghentikan tindakan maksiat. 2.Harus dengan sungguh-sungguh menyesali perilaku dosa yang telah dikerjakan. 3.Berniat dengan tulus untuk tidak mengulangi kembali perbuatan tersebut.

Dan, apabila kesalahan itu berhubungan dengan bani Adam, maka syarat bertambah satu, yaitu harus menyelesaikan urusannya dengan orang yang berhak dengan meminta maaf atau halalnya, atau mengembalikan apa yang harus dikembalikan.

Sabda Nabi (saw) : Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak berdosa. Dan orang yang minta ampunan dari dosanya, sedangkan dirinya tetap mengerjakan dosa, seperti orang yang mempermainkan Tuhannya.? (H.R. Baihaqi) Tidak sedikit orang-orang saleh awalnya adalah orang-orang yang sangat jahat saat mudanya. Setelah bertaubat, ia beristiqomah dalam berbuat baik dan pengabdian kepada Allah. Beberapa di antara mereka, pada akhirnya, menjadi tokoh panutan karena kesucian dan perilaku-perilaku yang membebaskan. Konon, Sunan Kalijaga adalah salah satu contoh beberapa orang-orang saleh yang berhasil tercerahkan, dan selanjutnya menjadi tokoh pemberi pencerahan pada masyarakat pada zamannya. Wallahu a'lam Rizqon Khamami.

Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.: Dari Rasulullah saw., beliau bersabda: Ketika tiga orang pemuda sedang berjalan, tiba-tiba turunlah hujan lalu mereka pun berlindung di dalam sebuah gua yang terdapat di perut gunung. Sekonyong-konyong jatuhlah sebuah batu besar dari atas gunung menutupi mulut gua yang akhirnya mengurung mereka. Kemudian sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain: Ingatlah amal saleh yang pernah kamu lakukan untuk Allah, lalu mohonlah kepada Allah dengan amal tersebut agar Allah berkenan menggeser batu besar itu. Salah seorang dari mereka berdoa: Ya Allah, sesungguhnya dahulu aku mempunyai kedua orang tua yang telah lanjut usia, seorang istri dan beberapa orang anak yang masih kecil di mana akulah yang memelihara mereka. Setelah aku mengandangkan hewan-hewan ternakku, aku segera memerah susunya dan memulai dengan kedua orang tuaku terdahulu untuk aku minumkan sebelum anak-anakku. Suatu hari aku terlalu jauh mencari kayu (bakar) sehingga tidak dapat kembali kecuali pada sore hari di saat aku menemui kedua orang tuaku sudah lelap tertidur. Aku pun segera memerah susu seperti biasa lalu membawa susu perahan tersebut. Aku berdiri di dekat kepala kedua orang tuaku karena tidak ingin membangunkan keduanya dari tidur namun aku pun tidak ingin meminumkan anak-anakku sebelum mereka berdua padahal mereka menjerit-jerit kelaparan di bawah telapak kakiku. Dan begitulah keadaanku bersama mereka sampai terbit fajar. Jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan itu untuk mengharap keridaan-Mu, maka bukalah sedikit celahan untuk kami agar kami dapat melihat langit. Lalu Allah menciptakan sebuah celahan sehingga mereka dapat melihat langit. Yang lainnya kemudian berdoa: Ya Allah, sesungguhnya dahulu aku pernah mempunyai saudara seorang puteri paman yang sangat aku cintai, seperti cintanya seorang lelaki terhadap seorang wanita. Aku memohon kepadanya untuk menyerahkan dirinya tetapi ia menolak kecuali kalau aku memberikannya

seratus dinar. Aku pun bersusah payah sampai berhasillah aku mengumpulkan seratus dinar yang segera aku berikan kepadanya. Ketika aku telah berada di antara kedua kakinya (selangkangan) ia berkata: Wahai hamba Allah, takutlah kepada Allah dan janganlah kamu merenggut keperawanan kecuali dengan pernikahan yang sah terlebih dahulu. Seketika itu aku pun beranjak meninggalkannya. Jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan itu untuk mencari keridaan-Mu, maka ciptakanlah sebuah celahan lagi untuk kami. Kemudian Allah pun membuat sebuah celahan lagi untuk mereka. Yang lainnya berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku pernah mempekerjakan seorang pekerja dengan upah enam belas ritel beras (padi). Ketika ia sudah merampungkan pekerjaannya, ia berkata:

Berikanlah upahku! L alu aku pun menyerahkan upahnya yang sebesar enam belas ritel beras namun ia menolaknya. Kemudian aku terus menanami padinya itu sehingga aku dapat mengumpulkan beberapa ekor sapi berikut penggembalanya dari hasil padinya itu. Satu hari dia datang lagi kepadaku dan berkata: Takutlah kepada Allah dan janganlah kamu menzalimi hakku! Aku pun menjawab: Hampirilah sapi-sapi itu berikut penggembalanya lalu ambillah semuanya! Dia berkata: Takutlah kepada Allah dan janganlah kamu mengolok-olokku! Aku pun berkata lagi kepadanya: Sesungguhnya aku tidak mengolok-olokmu, ambillah sapi-sapi itu berikut penggembalanya! Lalu ia pun mengambilnya dan dibawa pergi. Jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan itu untuk mengharap keridaanMu, maka bukakanlah untuk kami sedikit celahan lagi yang tersisa. Akhirnya Allah membukakan celahan yang tersisa itu Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 4926 Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra.: Ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sungguh Allah akan lebih senang menerima tobat hamba-Nya yang beriman daripada seseorang yang berada di tanah tandus yang berbahaya bersama hewan tunggangan yang membawa bekal makanan dan minumannya. Lalu dia tidur kemudian ketika bang

un didapati hewan tunggangannya tersebut telah menghilang. Dia pun segera mencarinya sampai merasa dahaga kemudian dia berkata dalam hatinya: Sebaiknya saya kembali ke tempat semula dan tidur di sana sampai saya mati. Lalu dia tidur dengan menyandarkan kepalanya di atas lengan sampai mati. Tetapi ketika ia terbangun didapatinya hewan tunggangannya telah berada di sisinya bersama bekal makanan dan minuman. Allah lebih senang dengan tobat seorang hamba mukmin, daripada orang semacam ini yang menemukan kembali hewan tunggangan dan bekalnya Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 4929Doa

Nurun

Nubuwwah (Cahaya Kenabian) – (1)
December 19, 2007 by alivewire Artikel kontroversi : Syubhat Doa Nurun Nubuwwah; Syubhat Doa Nurun Nubuwwah http://al-ahkam.net/home/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid=22239 Di riwayatkan bahawa doa ini di sampaikan kepada Nabi oleh Malaikat Jibril pada suatu pagi ketika Nabi sedang duduk bersama para sahabat selepas solat subuh.

Jibril berkata kepada Nabi: “Aku di utus oleh Allah membawa Doa Nurun Nubuwah untuk di serahkan kepadamu ya Rasulullah.”

Selain boleh menghapuskan segala dosa (kecuali dosa syirik), banyak lagi fadhilat doa ini, antaranya: 1. Doa ini boleh di pergunakan untuk memohon kekayaan. Kepada orang yang berhajatkan kekayaan, doa ini hendaklah di baca 100 kali pada malam Jumaat. Tanamkan kunyit dalam tanah di suatu tempat sunyi. Banyaknya kunyit terpulang pada orang yang memohon kekayaan itu. Jika di kabulkan Allah, orang yang mengamalkan doa ini akan mendapat alamat apabila kunyit yang di tanam sudah bertukar menjadi emas. 2. Jika di baca pada setiap lepas sembahyang lima waktu, apa yang kita hajati insya- Allah akan berhasil.

3.

Jika

ada

raja

yang

ingin

men

adi pendeta, maka dengan berkat doa ini insya-Allah akan tercapai. 4. Demikian juga jika ada pendita yang ingin menjadi wali Allah, dengan membaca doa ini insya-Allah mendapatnya. Dan jika ada jin yang ingin menjadi manusia, dengan berkat doa ini insya-Allah jadilah dia manusia. 5. Jika ada binatang yang cacat, dengan dibacakan padanya, insya-Allah binatang itu akan menjadi sempurna sifatnya.

6. Jika sesiapa membaca sekali ketika matahari hampir terbenam, Allah akan mengampuni segala dosanya. 7. Jika anda ada musuh, bacakan doa ini, insya-Allah musuh akan menjadi sayang pada anda. 8. Jika tidak boleh membaca atau menghafalnya, tuliskan doa ini dan simpan dalam rumah, insya-Allah terselamat daripada sihir, ilmu hitam dan penyakit. 9. Apabila di letakkan pada tanaman, insya-Allah tanaman itu selamat daripada segala musuh. 10. Apabila diletakkan pada tempat yang didiami syaitan, iblis, jin, hantu dan segala macam makhluk halus yang jahat, insya-Allah mereka semua akan pergi dari situ. 11. Jika ingin melihat sesuatu yang indah, bacakan 100 kali pada malam sabtu, insya- Allah anda akan diperlihatkan keajaiban. 12. Jika anda berperahu di laut dan membacakan doa ini, kemudian tiupkan ke laut, insya-Allah air laut akan menjadi tawar. 13. Jika dibaca pada malam minggu, insya-Allah anda akan awet muda. 14. Jika dibaca pada malam Isnin, Allah akan memberikan keselamatan. 15. Jika dibaca pada malam Selasa, anda akan menjadi kuat.

16.

Jika

dibaca

pada

malam

Rabu

, gigi menjadi teguh. 17. Jika dibaca pada malam Khamis akan memperelokkan wajah. 18. Jika dibaca pada binatang buas, insya-Allah ia akan tunduk. 19. Jika dibaca pada malam hari, seluruh malaikat akan turun dari langit memohonkan ampun untuk orang yang membacanya. 20. Jika dibaca pada hari raya, maka apa yang dihajat akan segera berhasil. 21. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang ingin berjumpa dengan para nabi, bacakan 100 kali doa ini, kemudian tidur, insya-Allah akan bermimpi berjumpa dengan para nabi dan sesiapa memandangnya akan berasa kasih sayang.”

22. Untuk menyembuhkan orang sakit, baca doa ini pada minyak. Sapukan minyak itu pada

tempat yang sakit, insya-Allah akan sembuh.

23. Demikian juga, jika ada orang yang diganggu hantu, syaitan, jin, kerasukan, pengsan atau gila, bacakan pada minyak dan sapukan pada orang berkenaan. 24. Andainya anda ingin mendekati raja, orang berkedudukan tinggi atau orang ramai, baca doa ini setiap hari, insya-Allah semua akan kasihkan anda. 25. Jika ingin kuat berjalan, bacakan pada sirih bertemu urat, kemudian usapkan daun itu dari kepala sampai ke dua hujung kaki, insya-Allah anda akan kuat berjalan.

26. Jika anda dalam perjala akan hujan, bacakan doa ini, insya- Allah tidak jadi hujan.

nan dan ada tanda

27.

Jika

terjadi

permusuhan,

bacakan

berulang

ka

li, insya-Allah akan berhenti.

28. Jika akan berangkat ke medan perang, bacakan doa ini, insya-Allah tidak di kejar musuh, sebaliknya musuh akan bercerai-berai sesama sendiri. 29. Jika ada wanita yang sukar bersalin, bacakan doa ini pada air dalam mangkuk putih, minumkan air itu, insya-

Allah bayinya akan cepat lahir. 30. Jika ada orang sakit mata, bacakan doa ini dan hembuskan pada matanya, insya- Allah lekas sembuh.

31. Apabila ada orang di gigit ular, kena bisa, racun atau penyakit lain, bacakan doa ini pada tempat yang luka atau tempat yang sakit, insya-Allah lekas sembuh. 32. Jika anda ingin bertemu raja jin, sucikan diri anda daripada najis dan hadas, bacakan doa ini 100 kali pada malam Jumaat di tempat yang suci dan sunyi. 33. Rasulullah bersabda:”Jika

kamu ingin di muliakan orang lain, bacalah doa ini.” 34. Jika anda hendak melamar seseorang wanita, berpuasalah sehari dan jangan tidur pada malamnya. Ba

akan doa ini terus-menerus di tempat sunyi. Insya-Allah lamaran anda diterima. Inilah doanya:

<!--[if gte vml 1]&gt; &lt;![endif]--><!--[if !vml]--> BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM “ALLAAHUMMA DZIS SULTHAANIL „AZHIM, WA DZIL MANNIL QADIIM, WA DZIL WAJHIL KARIIM, WA WALIY YIL KALIMAATI TAAMMAATI WAD DA‟AWAATIL MUSTA JAABAH, „AAQILIL HASANI WAL HUSAINI MIN ANFUSIL HAQQI „AINIL QUDRATI WAN NAAZHIRIINA WA‟AINIL INSI WAL JINN, WA IN YAKAADUL LADZIINA KAFARUU LI YUZLIQUUNAKA BI ABSHAARIHIM LAMMAA SAMI‟UDZ DZHIKRA, WAYAQUULUUNA INNAHUU LAMAJNUUN, WA MAA HUWA ILLAA DZIKRUL LIL „AALAMIIN. WA MUSTAJAABU LUQMAANIL HAKIIM. WA WARITSU SULAIMAANABNI DAAWUDA „ALAIHIMAS SALAAM. AL-WADUUD (tujuh kali AL WADUUD) …………………….(Sebutkan hajat di hati kepada Allah s.w.t.) DZUL‟ARSYIL MAJIID. THAWWIL „UMRII WA SHAHHIH AJSAADII WAQDHI HAAJATII WAKTSIR AMWAALII WA AULAADII WAJ ALNI HABBIBAN LIN NAASI AJMA‟J IN. WA TABBA‟ADIL‟ADAAWATA KULLA MIMBANII AADAMA „ALAIHIS SALAAM. MAN KAANA HAYYAUW WA YAHIQQAL QAULU „ALAL KAAFIRIIN. WA QUL JAA AL HAQQU WA ZAHAQAL BAATHIL, INNA BAATHILA KAANA ZAHUUQAA. WA NUNAZZI LU MINAL QUR‟AANI MAA HUWA SYIFAAUW WARAHMATUL LIL MUKMINIIN. WA LAA YAZIIDUZH ZHAALIMIINA ILLAA KHASAARAA. SUBHAANA RABBIKA RABBIL „IZZATI „AMMAA YASHIFUUN, WA SALAAMUN „ALAL MURSALIIN, WAL HAMDU LIL LAAHI RABIIL „AALAMIIN”.

Ertinya:

“Ya Allah, Zat Yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin. Dan sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar Al-Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat. Dan yang mengijabahi Luqmanul hakim, dan Sulaiman telah mewarisi Daud a.s. Alwadud (Allah adalah Zat Yang Maha Pengasih) (tujuh kali Alwadud)………………(sebutkan hajat di hati kepada Allah) yang memiliki singgasana yang Maha Mulia, panjangkanlah umurku, sihatlah jasad tubuhku , kabulkan hajatku, perbanyakkanlah harta bendaku dan anakku (pengikutku), cintakanlah semua manusia dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam a.s., orang-orang yang masih hidup (dihatinya) dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan katakanlah : “Yang haq telah datang dan yang batil telah musnah, sesungguhnya perkara yang batil itu pasti musnah”. Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah Tuhanmu Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir. Dan semoga keselamatan bagi para Rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”

Futuhul Ghaib
Futuhul Ghaib (Risalah 12)
Ditulis oleh Dewan Asatidz

Ia bertutur: Apabila Allah Yang Maha Agung melimpahimu kekayaan, dan kekayaan itu memalingkanmu dari kepatuhan kepadaNya, niscaya Ia memisahkanmu dari Nya di dunia dan di akhirat. Mungkin juga Ia mencabut karuniaNya darimu, menjadikanmu papa dan melarat, sebagai hukuman atas kepalinganmu dari Sang Pemberi, dan keterpesonaanmu akan karuniaNya.

Futuhul Ghaib (Risalah ke-11)
Ditulis oleh Dewan Asatidz
Ia bertutur: Apabila timbul di dalam benakmu keinginan untuk kawin, padahal kau fakir dan miskin, dan kau tak mampu memenuhinya, maka bersabarlah dan berharaplah senantiasa akan kemudahan dari-Nya, yang membuatmu berkeinginan seperti itu, atau yang mendapati keinginan semacam itu di dalam hatimu, niscaya Ia akan menolongmu, (entah dengan menghilangkan keinginan itu darimu) atau dengan memudahkanmu menanggung beban hidupmu itu, dengan mengaruniaimu kecukupan, mencerahkanmu dan memudahkanmu di dunia dan akhirat.

(Risalah 10) Futuhul Ghaib
Ditulis oleh Dewan Asatidz

Ia bertutur: Sungguh tiada sesuatu, kecuali Allah, sedang dirimu adalah tandanya. Kedirian manusia bertentangan dengan Allah. Segala suatu patuh kepada Allah dan milik Allah, demikian pula dengan kedirian manusia, sebagai makhluk sekaligus milikNya. Kedirian manusia itu pongah, darinya tumbuh dambaan-dambaan palsu.

Risalah 9

Ditulis oleh Dewan Asatidz

Diriwayatkan, bahwa Nabi saw. Sering berkata kepada Hadhrat Bilal sang muadzin: "Wahai Bilal, gembirakanlah hati kami," Maksud beliau, hendaklah ia serukan azan agar beliau bisa shalat, guna merasakan perwujudan-perwujudan rahmat Ilahi, sebagaimana telah kita bicarakan. Itulah sebabnya Nabi saw bersabda: "Dan mataku sejuk, bila aku shalat."

Risalah 8
Ditulis oleh Dewan Asatidz

Ia bertutur: Bila kau berada dalam hal tertentu, jangan mengharapkan hal yang lain, baik yang lebih tinggi maupun yang lebih rendah. Jadi bila kau berada di pintu gerbang istana Raja, jangan berkeinginan untuk masuk ke istana itu, kecuali terpaksa. Yang dimaksud dengan terpaksa ialah diperintah terusmenerus.

Risalah 7
Ditulis oleh Dewan Asatidz

Keluarlah dari kedirian, jauhilah dia, dan pasarahkanlah segala sesuatu kepada Allah, jadilah penjaga pintu hatimu, patuhilah senantiasa perintah-perintah-Nya, hormatilah larangan-larangan-Nya, dengan menjauhkan segala yang diharamkan-Nya. Jangan biarkan kedirianmu masuk ke dalam hatimu, setelah keterbuanganmu. Mengusir kedirian dari hati, haruslah disertai pertahanan terhadapnya, dan menolak pematuhan kepadanya dalam segala keadaan.

Risalah 6
Ditulis oleh Dewan Asatidz

Maka Dia menyelamatkanmu dari kejahatan makhluq-Nya, dan menenggelamkanmu ke dalam samudra kebaikanNya; sehingga kau menjadi pusat kebaikan, sumber rahmat, kebahagiaan, kenikmatan, kecerahan, kedamaian, dan kesentosaan. Maka fana (penafian diri) menjadi tujuan akhir,

dan sekaigus dasar perjalanan para wali. Para wali terdahulu, dari berbagai maqam, senantiasa beralih, hingga akhir hayat mereka, dari kehendak pribadi kepada kehendak Allah. Karena itulah mereka disebut badal (sebuah kata yang diturunkan dari badala, yang berarti: berubah). Bagi pribadi-pribadi ini, menggabungkan kehendak pribadi dengan kehendak Allah, adalah suatu dosa.

DOA MOHON AMPUNAN
Januari 27, 2008 oleh r1sma “Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan dan keterlaluanku dalam segala urusan, dan ampuni pula segala dosa yang Engkau lebih mengetahui dari pada aku. Ya Allah, ampunilah kesalahan-kesalahan, kesengajaan, kebodohan dan keterlaluanku, serta segala dosa yang terdapat pada diriku.” Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu maupun yang akan datang, yang rahasia maupun yang terang-terangan. Engkau Maha Terdahulu dan Mahaakhir, dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:14908
posted:10/28/2009
language:Indonesian
pages:42
Description: tata cara tobat permohonan tobat ampunan minta ampun pada allah doa tobat