permohonanan maaf sayiddul istigfar tobat permohonan ampunan doa tobat dan meminta ampunan by veriatiapi

VIEWS: 3,203 PAGES: 33

More Info
									Sayyidul Istighfar
Posted on 28 September 2007 by Admin Blog Sunniy Salafy

“Ya Allah! Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Barangsiapa membacanya dengan yakin ketika sore hari, lalu ia meninggal dunia pada malam itu, maka ia masuk Surga. Dan demikian juga ketika pagi hari.” HR. Al-Bukhari 7/150)

Bertaubat Dari Perbuatan Dosa
Posted on 20 Oktober 2009 by Admin Blog Sunniy Salafy Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Sebagian generasi salaf berkata, "Konon nabi Daud „Alahis sholatu wassalam setelah bertaubat lebih baik daripada sebelum berbuat kesalahan." Maka barangsiapa yang telah diberi ketetapan untuk bertaubat, maka keadaannya sebagaimana yang dikatakan oleh Sa‟id ibnu Jubair Radhiallahu‟anhu, "Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengerjakan amal kebaikan lalu amalan tersebut memasukkannya ke dalam Neraka, dan seorang hamba benar-benar mengerjakan amalan kejelekan, lalu amalan itu memasukkannya ke dalam Surga." Itu terjadi karena ketika yang bersangkutan mengerjakan amalan kebaikan, amalannya itu selalu terpampang di depan matanya dan ia berbangga dengan itu. Sebaliknya, ia

mengerjakan amalan kejelekan yang

kemudian terus-menerus menghantuinya lalu meminta ampun kepada Allah Azza wajalla dan bertaubat kepada-Nya dari dosa-dosanya tersebut. Dalam kitab Shahih telah tsabit bahwa Rasulullah Shallallahu‟alaihi wasallam bersabda, "Amal perbuatan tergantung pada akhirnya." (HR. Bukhari no. 6607) Jika seorang Mukmin melakukan kesalahan, maka hukuman (yang akan didapat) akan terhapus dengan 10 sebab: 1. Dengan taubat, maka Allah Subhanahu wata‟ala akan menerima taubatnya karena orang yang bertaubat dari dosa bagaikan orang yang tidak berdosa. 2. Dengan memohon ampun, maka Allah Subhanahu wata‟ala akan mengampuninya. 3. Atau ia mengerjakan perbuatan baik yang akan menghapuskan dosanya, karena perbuatan baik itu akan menghapuskan (dosa) perbuatan yang buruk. 4. Atau doa kebaikan dan syafaat yang dipanjatkan oleh saudara-saudaranya kaum Muslimin, semasa hidup ataupun setelah matinya. 5. Atau menghadiahkan pahala amalan (kebaikan) mereka untuknya agar Allah Subhanahu wata‟ala memberikan kemanfaatan kepadanya dengan pahala amalan terebut. 6. Atau karena syafa‟at yang diberikan oleh nabi Muhammad Shallallahu‟alaihi wasallam kepadanya. 7. Atau Allah Subhanahu wata‟ala mengujinya dengan berbagai musibah yang akan menghapuskan dosa-dosanya. 8. Cobaan yang ditemui di dalam barzakh (kubur) dan suara dahsyat yang menghapsukan dosa-dosanya. 9. Atau kengerian-kengerian yang akan dia dapati pada hari kiamat kelak yang akan menghapuskan dosa-dosanya. 10. Atau dia dirahmati oleh Allah Yang Maha Pengasih. Maka barangsiapa yang tidak mendapatkan salah satu dari 10 hal ini, maka janganlah dia mencela kecuali dirinya sendiri, sebagaimana firman Allah Ta‟ala yang diriwayatkan oleh Rasul-Nya Shallallahu‟alaihi wasallam, "Wahai hamba-Ku, itu amal-amalmu, Aku hitung semuanya untukmu, kemudian Aku sempurnakan bagimu. Barangsiapa yang mendapatkan kebaikan maka pujilah Allah, dan barangsiapa yang mendapati selain itu maka janganlah mencela selain dirinya". (HR. Muslim no. 2577) [Disalin dari kitab Tuhfatul 'Iraqiyyah fiil A'malil Qolbih yang ditulis Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Edisi Indonesia Amalan-Amalan Hati, Penerjemah Abu Abdillah Salim Subaid, Penerbit Pustaka Ar Rayyan, halaman 83-85, Judul oleh Admin Blog Sunniy Salafy

TI LEBIH HEB

HANYA Rp75rb,Pemula jadi Kaya mendadak ,Dari Ponse KumpulBlogger.com

KAMIS, 09 APRIL 2009

Bacaan Sayyidul Istighfar dan khasiatnya

Di dalam kitab Shohih Bukhori disebutkan bahwa istighfar berikut diberi julukan sebagai sayyidul Istighfar atau rajanya Istighfar yang langsung dinamai oleh Nabi saw. Sendiri. Istighfar artinya memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan, dan tiada seorang pun manusia yang luput dari dosa dan kesalahan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk beristighfar sebanyak mungkin setiap harinya. Banyak hadits yang menceritakan tentang keutamaan istighfar. Berikut aku kutipkan rajanya istighfar yang faedahnya disebutkan oleh hadits sebagai berikut :

Barang siapa yang membacanya dengan hati yang sungguh-sungguh, lalu meninggal dunia di hari itu sebelum petang hari, maka diampunilah segala dosanya. Barang siapa yang membacanya dengan hati yang sungguh-sungguh di malam hari, kemudian sebelum pagi hari dia meninggal dunia, maka diampunilah segala dosa-dosanya, dan dia termasuk ahli syurga. Sayyidul Istighfar yang dimaksud adalah bacaan sebagai berikut : Alloohumma anta robbi laa ilaaha illa anta. Kholaq tanii wa anaa „abduka wa anaa „alaa „ahdika wa wa‟ dika masta tho‟tu „a‟uu dzu bika min syarri maa shona‟tu abu-ulaka bi ni‟matika „alai ya wa-abuu- u bi dzam bii faghfirlii fa innahuu laa yaghfirudz dzunuu ba illa anta

Artinya : Ya Alloh, Engkau adalah pemelihara ku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba Mu, dan aku berada pada janji dan ancaman Mu menurut kesanggupanku. Aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan apa yang telah kuperbuat, dan aku mengakui semua nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui (pula) dosa-dosaku (kepada Mu), maka berikanlah ampunan yang berlimpah bagiku, karena sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa itu selain Engkau sendiri.
MalamKu MalamMu - LAILATUL QODAR

Assalamualaikum ,

Bismillahirohmanirohim, banyak kajuan dari Facebook yg bisa kita manfaatkan disini utk berbagi ilmu yang bermanfaat buat kita semua, saya ikut bergabung dengan milis Ngaji Yuuk di Facebook dan inilah salah satu pendalaman kajian AlQuran yg bisa dibagikan kepada para pembaca.. silahkan di dalami , diresapi dan di jalankan..

Disadur dari Ngaji Yuk September 14 at 4:04am = Facebook Oleh: Lulung umrulain (Founder Ngaji Yuk)

Bismillaahirrohmaanirrohiim ...

Dear Temans,

Tanpa terasa, sampai juga kita di malam ke 24 bulan Ramadhan tahun ini. Alhamdulillah... dan semoga saja akan selalu ada semangat mengejar beribu-ribu kebaikan seperti yang InsyaAllah sedang kita usahakan dalam Ramadhan kali ini, hingga seterusnya.. sampai ketemu lagi dengan Ramadhan tahun depan. Amiiinn...

Ngomong-ngomong tentang malam Lailatul qodar, sebenarnya apa sih tepatnya, yang namanya LAILATUL QODAR itu? kalo secara sederhananya kan, Lail itu Malam, dan Qodar itu Kemuliaan. Malam Kemuliaan.

udah, itu aja?

oo.. oo... nanti dulu,..

Kalo sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an, sudah jelas ya.. definisi singkat tentang malam Lailatul Qodar, adalah malam kemuliaan yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam dimana malaikat turun untuk

menyelesaikan segala urusan. Lho? kok urusan? urusannya siapa?

Hmm... Yuk mari kita simak baik-baik tafsiran dibawah ini ;-)

:: Tafsiran berdasarkan Ayat ke Ayat --> Al-Qodar : 1 s/d 5.

:: Tafsiran menurut Ayat ke Bahasa, --> Qodar itu memiliki 4 buah arti. Apaan tuh?

1. Qodar = Sempit [Al-Fajr: 16] 2. Qodar = Ukuran / Batasan [Asy-Syuura : 27] 3. Qodar = Keagungan [Az-Zumar : 67] 4. Qodar = Kemuliaan [Al-Qodr : 1-5]

Jadi, kalo kita lihat dari 4 arti diatas, Lailatul Qodar itu artinya malam dimana Allah sedang mengatur semua urusan manusia. Seperti soal Jodoh,.. Rezeki, Maut, soal Bahagia atau Sengsaranya kita,.. dan sebagianya dan sebagainya. Dan ukuran ataupun takarannya setiap manusia itu berbeda-beda, alias gak sama.

:: Tafsir tentang Lailatul Qodar berdasarkan Ayat dengan Sejarah.

Jadi, ketika Nabi sedang bercerita kepada para sahabat, tentang 4 orang sholeh yang beribadah kurang lebih 80 tahun lamanya, tanpa diselingi dengan perbuatan maksiat, S.E.D.I.K.I.T.P.U.N!. Para sahabat jadi takjub .... sekaligus Minder! Lho kok minder? yah.. gimana gak minder ya? 4 orang sholeh itu bisa-bisanya beribadah, bukan cuma sehari dua hari,.. sejam atau dua jam... tapi ini 80 tahun kurang lebih,... DELAPAN PULUH tahun??? tanpa maksiat pula... Siapa yang bisa??

Kalo sahabat bisa minder, terus gimana dengan kita?... mana bisa ya kita menyamai apalagi menyaingi? kualitas ibadahnya 4 orang sholeh tersebut. Murni beribadah tanpa maksiat secuilpun... Siapa sih 4 orang sholeh yang dimaksud? o .. oww.. ternyata mereka adalah:

Nabi Ayyub, Nabi Musa, Nabi Zakariya, dan,... seorang laki-laki biasa bernama Yusac bin Nun. Bukan Nabi.. tapi memiliki kesholehan dan kesanggupan beribadah sama dengan para Nabi. Subhaanallah..

Suasana hening sesaat... Nabi melihat raut wajah para sahabat begitu sendu. Pancaran kekaguman yang tadi terlihat

begitu menyala, berganti raut penuh malu dan seakan tak berdaya. Sahabat begitu ingin,.. mempunyai kemampuan beribadah tanpa terselip dosa dan maksiat. tapi mana bisa? ...

Akhirnya, Jibril datang menemui Nabi dan berkata:

"Janganlah kau membuat hati sahabat-sahabatmu menjadi sedih,.. tahukah antum? bahwasanya Allah juga telah memberikan kepada ummatmu 1 malam yang nilainya = 1000 bulan. Jadi sebenarnya ummatmu itu lebih unggul dari ke4 orang sholeh tadi."

Coba deh dihitung.. Kalo 4 orang sholeh yang diceritakan Nabi tadi bisa beribadah kurang lebih 80 tahun, Nah ... Ternyata kita sebagai ummat Nabi Muhammad, juga dikaruniakan kesempatan yang sama.

Tapi kapan ya? kalo cuma ada 1 malam, artinya kan gak setiap saat kita dapatkan. Dan belum tentu bisa kita dapatkan karena kita gak tau kapan datangnya. Weitss.. jangan salah.. Adanya ya jelas di bulan ini dong,.. Bulan Ramadhan, bulan yang sekarang ini sedang kita jamu,.. dan sudah merangkul kita selama 24 hari sampai detik ini.

1

2

3

4

5

Dan, dear temans.. satu lagi nih..

Lailatul Qodar itu termasuk lho didalam tahapan Takdir yang 6. Yaitu ketika Allah sedang menentukan Qodho dan Qodarnya manusia. Hmm... tentunya temans juga udah tau kan...

Qodho adalah lingkaran takdir yang menguasai manusia yang hanya bisa dirubah dengan do'a. Sedangkan Qodar adalah catatan tentang tingkah laku manusia, yang berada dibawah pengawasan Sang Maha Melihat. Dimana untuk takdir yang ini, masih bisa kita rubah dengan usaha. Mau jadi orang yang paling berbahagia dunia akhirat? ya usaha dong ahh..

Nah sekarang... apa aja sih tahapan takdir yang 6 itu?

1. 50 ribu tahun sebelum segala sesuatunya di ciptakan, termasuk sebelum terciptanya Langit dan Bumi. Dalilnya: QS Al-Hadiid ayat 22.

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah."

2. Saat di alam ruh, dalilnya, lihat QS 7 ayat 172

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"

3. Sejak berada di dalam tulang sulbi bapaknya dalilnya QS 86 ayat 7.

"yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan."

4. Saat 4 bulan di dalam rahim, dalilnya, QS Al-Mu'minun ayat 12 s/d 13.

- 12. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. - 13. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

5. Taqdir tahunan...dalilnya QS Al-Qodr , remember the end of 10 ramadhan lailatul qadr. dan QS Ad-Dukhon ayat 3 dan 4. dan, ..

6. Taqdir harian, dalilnya ada dalam surah Ar- rahman ayat 29, disana di sebutkan bahwasanya Allah setiap saat selalu dalam kesibukan. sibuk ngapain? lihat nih hadits dari Anas bin Malik:

"Sesungguhnya Allah telah menciptakan Lauhil Mahfuzh dari permata putih, yang sisi2nya dari yaqult merah, penanya dari cahaya, tulisannya juga dari cahaya, luasnya (lauhil mahfuzh) seluas langit dan bumi. Allah melihat ke dalamnya dengan 360 x penglihatan, setiap hari Allah melihat, disanalah Allah menciptakan, menghidupkan, mematikan, memberi rizqi, memuliakan, menghinakan, dan Allah berbuat sekehendakNya."

surah al-Ra'ad ayat 39:

"Allah menghapus apa yang Allah kehendaki dan Ia menetapkan (apa yang Allah Kehendaki), karena Allahlah yang memiliki Kitab Induk (Lauhil Mahfuzh),"

hhmm....coba deh 360 x sehari...kalo di hitung2...hasil akhirnya adalah, 4 menit sekali..!!! Bayangkan!...setiap 4 menit..buku2 kita sedang di lihat olehNya...ga heran kan? kadang ada orang yang asal ngomong, tau2 kejadian...karena apa? bisa aja, saat dia ngomong itu, passs saat takdirnya sedang dibaca....dan,..kehendakNya jugalah, yang menjadikan "omongan" itu terwujud...

Oiya, kenapa sih... Lailatul Qodar itu.. identik dengan 10 malam terakhir Ramadhan? ..

Inilah yang mendasari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.

'Aisyah radhiallahu 'anha; istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengisahkan:

"Dahulu, semasa hidupnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersungguh-sunguh dalam beribadah pada sepuluh hari terakhir dari bulan ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu-waktu lainnya." (Riwayat Muslim)

Pada riwayat lain, beliau shallallahu 'alaihi wa sallam berpesan kepada umatnya dengan bersabda:

"Carilah lailatul Qadar pada hari-hari ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan." (Muttafaqun 'alaih)

Lalu,.. apa ya do'anya supaya kita bisa mendapatkan malam Lailatul Qodar?

Dari 'Aisyah ra :

"Wahai Rasulullah, andai aku mengetahui bahwa aku mendapatkan malam Lailatul Qadar, apa yang seyogyanya aku ucapkan?"

Beliau menjawab,

"Katakanlah: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa’fu 'anni

(Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku)." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Inilah adalah salah satu doa yang paling bagus. Betapa tidak, doa ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada istri beliau tercinta agar diucapkan pada malam yang paling mulia.

Dengan doa ini, kita memohon kepada Allah agar diberikan afiat (terbebas) dari segala hal yang merugikan atau merusak diri kita, baik dalam agama atau dunia.

Nah.. sekarang gimana? ayoo.. tunggu apa lagi? .. yuk kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Bersama berusaha dan berharap akan pertemuan dengan Lailatul Qodar .. Amiiiiiinnnnnn..

demikianlah sedikit ilmu ini semoga dapat membantu kita semua meningkatkan kadar dan kualitas kita utk kita pertanggung jawabkan di akhirat nanti.. amin

Wassalamualaikum
DIPOSKAN OLEH ANDYNUGROHO@BLOGGER DI 21:05 0 KOMENTAR

Rabu, 18 Februari 2009

Istighfarku Istighfarrmu

Assalamualaikum,

Bismillah, tadi siang dalam ceramah setelah sholat dzuhur di kantor ada sedikit ilmu yang sebagian besar muslim sudah tahu, kecuali saya.. uh sedihnya, alhamdullilah ustadnya menerangkan dengan baik mudah dimengerti dan memberikan pelajarannya dengan jelas.. alhamdullilah

Doa Sayyidul Istighfar Kontribusi Dari DR.AhmadZain Anajah, M.A.

Seperti biasa ketika selesai dan saya sebisa mungkin mencatatnya

langsung mencari di internet ketika kantor sudah tutup.. sekarang pukul 20.28 mnt maka saya dapatkan file PDF yg cukup menarik dibaca karena jelas dan mudah dimengerti, mohon ijin penulis saya share tulisan anda di blog saya .. semoga bermanfaat.

Setelah kita mengetahui sebagian dari kekuatan istighfar, alangkah baiknya, jika kita langsung mempraktekkan di dalam kehidupan kita sehari-hari, yaitu dengan mengetahui doa-doa istighfar yang dicontohkan oleh Rosulullah saw dan yang disebutkan Allah swt di dalam Al Quran. Tentunya kita tidak sekedar menghafal doa-doa tersebut, namun harus dipahami dan direnungi makna setiap lafadhnya, sekaligus mengetahui juga akan keutamaan dari doadoa tersebut. Diantara doa-doa tersebut adalah : Pertama : Doa Sayidul Istighfar ( Doa Istighfar yang paling terkemuka ) Dari Syadad bin Aus bahwasanya Rosulullah saw bersabda : Sayidul Istighfar adalah anda berdoa : ”Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Rabb-ku, Tiada Ilah kecuali Engkau, Engkau telah menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu, aku akan berusaha memenuhi janjijanjiku kepada-Mu sekuat tenagaku, aku berlindung kepada-Mu dari apa perbuatan jelekku, aku mengakui akan nikmat-Mu yang Engkau berikan kepadaku dan aku mengakui juga atas dosa yang pernah aku perbuat, maka ampunilah diriku, sesungguhnya tiada yang mampu mengampuni dosa kecuali Engkau ya Allah. ” ( HR Bukhari, no : 6306 )

Adapun arti dan makna dari doa sayidul istighfar di atas adalah sebagai berikut : 1/Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Rabb-ku, “. Maksudnya kita mengakui bahwa Allah adalah pencipta dan pemelihara kita. Karena Rabb berarti : pencipta ,pemilik dan pemelihara. Pengakuan seperti ini disebut dengan ” Tauhid Rububiyah ” . Maka, doa itu kalau kita panjangkan, kira-

ira berbunyi begini : ” Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Rabb-Ku, Dzat Yang menciptakanku…dulu saya tidak ada, hanya dengan izin-Mu aku menjadi ada dan masih hidup di dunia ini… Engkau adalah Rabb-ku, Dzat Yang memeliharaku…dulu aku kecil, tidak bisa apa-apa dan tidak tahu apa-apa, hanya dengan Inayah dan Perhatian-Mu, sehingga aku menjadi besar dan tahu banyak hal…Engkaulah Yang memberikan-ku rizki sehingga sampai sekarang aku bisa makan dan minum…. 2/ Tiada Ilah kecuali Engkau, Maksudnya kita mengakui dan menyatakan bahwa di alam

ini tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah swt. Karena ” Ilah ” berarti : sesuatu yang disembah , sesuatu yang dijadikan gantungan dan sandaran, sesuatu yang dituju dan dicari ketika terjadi kesulitan. Pengakuan seperti ini disebut dengan”Tauhid Uluhiyah”. Jadi doa ini kalau dipanjangkan kira-kira berbunyi : ” Tiada yang berhak disembah dan dimintai kecuali Engkau ya Allah…Aku tidak akan meminta hajat kecuali kepada-Mu ya Allah, tiada akan meminta bantuan kecuali kepada-Mu ya Allah, tiada minta kesembuhan kecuali kepada-Mu ya Allah, tiada memohon ampun kecuali kepadaMu ya Allah, tia

da memohon jalan keluar dalam seluruh masalah kecuali kepadaMu ya Allah… Inilah inti dari seluruh ibadat kita. Kita sholat, kita berpuasa, kita membayar zakat dan kita melakukan

ibadat haji…semuanya beris i ketundukan kepada Allah swt. Maka, tiada artinya kita sholat tiap hari, tapi kita masih memohon perlindungan kepada selain Allah, kita masih memberikan sesajen di pojok-pojok jalan, di bawah-bawah pohon beringin , di tepi-tepi pantai selatan, di lereng-lereng gunung …yang tujuannya untuk kita persembahkan kepada jin penunggu tempat-tempat tersebut.Tiada artinya kita haji sepuluh atau dua puluh kali, tetapi kita masih datang ke dukun-dukun untuk meminta jodoh, meminta keturunan, meminta pelaris dan meminta jabatan. 3/ ” Engkau telah menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu ” …Engkau adalah Dzat Yang menciptakan seluruh alam ini, aku hanyalah seorang hamba yang tidak mempunyai kekuatan apa-apa, kecuali dengan bantuan-Mu..hamba yang tidak mempunyai apa-apa kecuali dengan pemberian-Mu ya Allah. 4/ ” aku akan berusaha memenuhi janji-janjiku kepada-Mu dan membenarkan janji-janjiMu sekuat tenagaku . ” al „Ahdu ( Janji kita kepada Allah ) adalah kita mengakui bahwa Allah adalah Rabb kita, kita telah berjanji kepada Allah, bahwa kita akan melaksanakan

seluruh perintah dan larang an-Nya. Janji ini pernah kita sampaikan kepada Allah sewaktu kita berada di sulbi Adam, sebagaimana yang pernah disampaikan Allah swt dalam friman-Nya : Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman):

“Bukankah Aku ini RabbMereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami),

mu?”

kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” ( Qs Al A‟raf : 172 ) Maka do‟a tersebut kalau kita panjangkan maka berbunyi : ” Ya Allah, aku dulu pernah berjanji kepada-Mu sewaktu masih di sulbi Adam, untuk mentaati segala perintah-Mu dan menjauhi segala larangan-Mu. Maka akan aku penuhi janjiku tersebut menurut kemampuan dan kekuatanku ya Allah…. Adapun ” al Wa‟du “ ( Janji Allah kepada kita ) adalah bahwa Allah akan memberikan pahala bagi yang taat dan memberikan hukuman bagi yang bermaksiat. Maka doa itu kalau kita panjangkan, maka bunyinya ” Ya Allah aku juga membenarkan janji-Mu, bahwa Engkau akan memberikan pahala bagi yang taat dan memberikan hukuman bagi yang bermaksiat, oleh karena itu aku akan mentaatimu ya

Allah dan meninggalkan larangan-larang-Mu me nurut kekuatan dan kemampuanku. ” 5/” aku berlindung kepada-Mu dari apa perbuatan jelekku ” Kita harus selalu berlindung kepada Allah dari perbuatan jelek kita. Rosulullah saw sendiri selalu mengajarkan kepada kita agar selalu berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa kita dan kejelekan amalan kita. Ini sangat terlihat secara jelas di dalam setiap khutbahnya ketika beliau berdo‟a : ” Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa kami dan kejelekan amalan kami ” Jiwa manusia selalu membisikan kejelekan, makanya kita dianjurkan untuk selalu berlindung kepada Allah dari bisikannya, sebagaimana firman Allah swt melaui lisan istri pejabat yang pernah merayu nabi Yusuf as : Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang Sesungguhnya jiwa ini selalu menyuruh kejelekan ” ( Qs Yusuf : ) 6/ aku mengakui akan nikmat-Mu yang Engkau berikan kepadaku. ; Nikmat yang diberikan Allah kepada kita sangat banyak sekali, karena banyaknya sehingga kita tidak bisa menghitungnya, sebagaimana firman Allah swt : Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah )”( Qs Ibrahim : 34 )

Seorang hamba ya ng merasa dan mengakui adanya nikmat tersebut, tentunya akan terus bersyukur ;Kalau doa tersebut dipanjangkan , maka akan berbunyi :

Ya Allah , aku mengakui bah wa nikmat-Mu yang Engkau berikan kepadaku sangat banyak sekali, nikmat kehidupan, tanpa ijin-Mu tidak mungkin aku bisa hidup di dunia ini…nikmat anggota badan yang lengkap, seandainya saja salah satu anggota badan ini engkau cabut ya Allah , tentunya aku akan mendapatkan kesusahan, terimakasih ya Allah atas nikmat ini ;apa yang harus aku balas ya Allah demi mensyukuri nikmat ini;.begitu juga nikmat kesehatan yang Engkau berikan kepadaku, sehingga aku bisa mengerjakan aktivitas sehari-hari dan bisa bekerja dengan baik, jika kesehatan ini Engkau cabut ya Allah, tentunya aku akan mendapatkan kesusahan ;terimaksih ya Allah atas nikmat ini. 7/ dan aku mengakui juga atas dosa yang pernah aku perbuat.; Mengakui dosa merupakan syarat diterimanya sebuah istighfar dan taubat. Oleh karenanya, orang yang berdoa harus merasa rendah dan hina di hadapan Allah; harus merasa bahwa dirinya adalah makhluk yang berlumuran dosa dan maksiat; makhluk yang kecil yang tidak mempunyai daya apa-apa. Sebaliknya dia harus mengakui

bahwa Allah adalah Maha Suci, Maha Perkasa, Dzat Yang Mampu melakukan apa saja; Makanya, orang yang takabbur dan sombong jarang mau bertaubat, karena merasa dirinya adalah makhluk yang suci dan tidak pernah salah. Orang seperti ini biasanya hatinya keras dan kasar terhadap sesama. Berbeda dengan orang yang selalu mengucapkan dan merenungi doa sayidul istighfar ini ;hatinya selalu lembut; mudah menerima nasehat..mudah terharu..mudah menangis ;karena selalu ingat akan dosa¬dosanya, dan yang paling penting selalu beristighfar dan banyak bertaubat. 8/ maka ampunilah diriku, sesungguhnya tiada yang mampu mengampuni dosa kecuali Engkau ya Allah. Ini adalah lafadh istighfar yang sebenarnya, adapun lafadh-lafdah sebelumnya adalah muqaddimah atau pembuka lafadh istighfar ini. Jadi, kalau kita perhatikan doa sayidul istighfar ini, akan kita dapatkan bahwa muqaddimah atau pembukanya jauh lebih panjang dari pada doa istigfhar itu sendiri, kenapa harus begitu ? Pertama : Salah satu adab berdoa adalah sebelum kita berdoa atau memohon sesuatu kepada Allah swt, hendaknya kita dahului dengan amal sholeh atau perbuatan baik, salah satu dari amal sholeh adalah mengucapkan kalimat tauhid, atau menyatakan bahwa tiada Robb dan Ilah yang berhak disembah kecuali Allah. Diantara amal sholeh juga adalah mengaku nikmat Allah yang diberikan kepada kita dan mengaku dosa yang kita perbuat. Bahkan dalam beberapa hadist disebutkan bahwa sebelum doa, hendaknya didahului dengan mengucapkan sholawat kepada nabi Muhammad saw . Keutamaan Doa Sayidul Istighfar ini mempunyai keutamaan yang sangat besar sekali, yaitu orang yang selalu membacanya dan memahaminya serta menyakini isinya akan dimasukkan ke dalam syurga. Hal ini dinyatakan sendiri oleh Rosulullah saw dalam hadist berikutnya : " Barang siapa yang mengucapkan doa ini ( yaitu doa sayidul istihgfar ) pada siang hari dengan menyakini isinya, kemudian mati pada hari itu, sebelum datang waktu sore, niscaya dia termasuk ahli syurga. Dan barang siapa yang membacanya pada malam hari dengan menyakini isinya, kemudian dia mati sebelum datangnya pagi, niscaya dia termasuk ahli syurga ” ( HR Bukhari, no : 6306 ) " Hadist di atas menjelaskan secara gambling bahwa barang siapa yang mengucapkan atau membaca doa sayidul istighfar dengan menyakini isinya, maka Allah akan

memasukkannya ke dalam syurga. Kenapa bisa begitu ? Pertama : Karena dia sudah menyatakan ke Esaan Allah ( bertauhid ) dari hatinya yang paling dalam serta menyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah swt. Kedua : Karena dia sudah beristighfar dan memohon ampun atas segala dosa¬dosanya. Ketiga : Setelah hatinya kosong dari dosa dan diisi dengan tauhid, tiba-tiba dia mati pada hari itu juga, maksudnya dia belum sempat mengerjakan dosa-dosa lagi, maka tentunya orang seperti ini termasuk ahli syurga. Sebagaimana yang disebutkan oleh Rosulullah saw : "Barang siapa yang bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak menyekutukannya dengan sesuatu, niscaya ia akan masuk syurga ; ( HR Ahmad ) Ini dikuatkan juga dengan hadist lain bahwasanya Rosulullah saw bersabda : " Barang siapa yang akhir dari perkataannya : La ilaha illahu , niscaya ia akan masuk syurga" . * Makalah ini disampaikan dalam pengajian rutin di Radio Qomunity , Kairo, pada tanggal 28 Juli 2007 M

Demikian sedikit tulisan yang menarik untuk dibaca semoga bermanfaat untuk semua. alhamdullilah kita masih diberikan umur untuk membacanya dan mengetahuinya.. wassalamualaikum wr wb.

DIPOSKAN OLEH ANDYNUGROHO@BLOGGER DI 19:38 0 KOMENTAR

Rabu, 21 Januari 2009
Sedekahku sedekahmu Bismillahirohmannirohim...

Assalamualaikum wr wb..

Apa yang tersirat dari kata sedekah ketika kita mendengarnya? sebuah kata yang serat dengan arti memberi atau membagikan sebahagian rezeki yang kita terima. Lalu bagaimana sedekah itu sebaik baiknya dilakukan? kepada siapa? bagaimana balasannya?

semua pertanyaan diatas muncul ketika saya mulai diajarkan oleh almarhum ayahanda tercinta, " bersedakahlah kamu selagi mampu dan bisa, cobalah untuk terus meningkatkan kadar dan kualitasnya " hari itu didalam dompet beliau ada 500, 1000an 5000an dan 10ribuan... beliau menayankan kepada saya mana yg akan kamu berikan untuk sedekah, saya katakan 500 karena biasanya semua orang yg saya tahu memberikan yg terkecil untuk disedekahkan, bapak saya pun tersenyum... beliau bilang kenapa 500 ? kenapa bukan 10.000? beratan mana ngasihnya 500 atau 10.000?... saya terdiam dan menjawab.. lebih berat 10.000, kembali ia tersenyum dan berkata " semua yg ada didalam dompet ini cuma titipan Allah, terasa berat memberi karena tidak ikhlas, belajarlah untuk ikhlas semakin besar semakin baik ".. begitulah amanat almarhum yang meninggal dunia di usia 47thn.. rupaya Allah tidak ingin beliau yang insya Allah sudah bersih ternoda oleh dosa dunia sehingga segera dipulangkan ke asalnya.

waktu terus berjalan seiring dengan detik dan jam yang berlalu bersama hari, minggu , bulan dan tahun...umurkupun bertambah... tapi sedekahku belum bertambah baik, hingga pada suatu waktu aku tersadar seperti bangun dari mimpi ketika melihat seseorang ibu penuh iba menunggu imbalan tanpa meminta dipinggir jalan... astagfirlullah... terhenyak sepintas apa ia ibuku??

Alhamdullilah ... bukaan ternyata bukan.. detak jantungku berdebar debar .. sejak hari itu mulailah perlahan dan sedikit demi sedikit mulai utk belajar ihklas dan positif thinking dalam menjalankan hidup dengan sedekah .. banyak sekali tulisan bagus di web/blog/worldpress/FS/FB yang menerangkan mengenai ini.. juga CD dari ustad Yusuf Mansyur dan banyak lagi..

Saya tidak ingin menceritakan banyak hal yg telah terjadi pada diri saya karena sedekah yg saya jalani di dalam hidup saya.. takut riya' sombong, jum'ah. Tetapi apa yg telah teruang dalam Al-Quran yang isinya adalah nyata dan benar adanya.

" Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. " (QS. 2:261)

bayangkan 700 kali lipat ... dan banyak macamnya tidak hanya melulu diganti uang dengan uang tetapi Allah maha mengetahui mana yang terbaik untuk umatnya, diganti keselamatan dijalan, kesehatan , kemudahan berusaha, dll.

Jangan lupa persyaratannya supaya sedekah kita diterima dan dibalas, seperti jalankan 7 sunnah Nabi yang telah saya tulis diwaktu lalu juga beberapa ayat yg menerangkan

" Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu denga menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir itu." (QS. 2:264)

lalu

" Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. " (QS. 2:271)

lalu

" Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. " (QS. 4:114)

lalu

" Dan di antara mereka ada orang yang berikrar kepada Allah:"Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian dari karunia-Nya kepada kami, pasti kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh ". (QS. 9:75)

lalu

" Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta'atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, lakilaki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang

banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. " (QS. 33:35)

lalu

" Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata:"Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh " (QS. 63:10)

begitu banyak dan tegas telah diterangkan diatas dan hanya bagi orang orang yang mau berfikir yang dapat mencernanya dengan baik dan tegas,

" Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit! Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu ." (QS. 2:29)

semoga bermanfaat bagi siapa saja yg membaca , silahkan mengutipnya untuk disebarluaskan karena hak paten dari yang paten hanya milik Allah semata.. amin

mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan . Wassalamualaikum wr wb.


								
To top