Docstoc

aster 1

Document Sample
aster 1 Powered By Docstoc
					            Asuhan Keperawatan Pada An.H
    Dengan Prioritas Masalah Kelebihan Volume Cairan
  (SindromNefrotik) Di Ruang Aster RS Margono Soekarjo
                       Purwokerto




                     Disajikan Sebagai Tugas
           Pada Pembelajaran Stase Keperawatan Anak
 Program Pendidikan Profesi Ners STIKES Muhammadiyah Gombong


                            Oleh :

                          Kunto P S
                         A3. 07000 54




          PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) MUHAMMADIYAH
                      GOMBONG
                        2008
                                        LAPORAN KASUS



    Asuhan Keperawatan Pada An. H Dengan Prioritas Masalah Kelebihan
Volume Cairan (Sindrom Nefrotik) di Ruang Aster Rumah Sakit Margono
                        Soekarjo Purwokerto




         Telah disetujui pada Hari/Tanggal ............................................




  Pembimbing Klinik                                       Kepala Ruang Aster
  RSMS Purwokerto                                            RSMS Purwokerto




  (.................................)                    (......................................)
                           KATA PENGANTAR


       Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Alloh SWT karena atas limpahan
karunia dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan laporan kasus dengan judul
Asuhan Keperawatan Pada Ny. S Dengan Prioritas Masalah Nyeri Akut (Post SC) Di
Ruang Flamboyan Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto.
       Selama proses pembuatan laporan kasus ini, penulis banyak mendapatkan
bimbingan, masukan dan dukungan dari berbagai pihak, sehingga laporan kasus ini
dapat terselesaikan dengan baik, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Basirun Al Ummah, Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong.
2. H. Marsito, M. Kep, selaku Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES
   Muhammadiyah Gombong
3. Emmy sebagai Kepala Ruang Aster
4. Seluruh Pembimbing Klinik Rumah Sakit Margono Soekardjo
5. Seluruh Pembimbing Akademik STIKES Muhammadiyah Gombong.
6. Pihak–pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
        Penulis menyadari bahwa laporan kasus ini masih banyak kekurangannya,
oleh karena itu segala saran dan masukan sangat diharapkan untuk perbaikan laporan
kasus ini. Akhirnya penulis berharap semoga laporan kasus ini nantinya dapat
bermanfaat bagi pembaca.


                                               Gombong, 2 April 2008


                                                      Penulis
                                                     DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL .............................................................................                    i

HALAMAN PENGESAHAN ...............................................................                             ii

KATA PENGANTAR . .........................................................................                     vi

HALAMAN DAFTAR ISI ...................................................................                         viii

BAB I. PENDAHULUAN .....................................................................                       viii

BAB II. STUDI PUSTAKA

    A. Pengertian Masalah Keperawatan ...............................................                          10

    B. Etiologi             ................................................................................   40

    C. Batasan Karakteristik ..................................................................                41

    D. Patofisisologi...............................................................................           41

    E. Faktor Demografi dan Epidemiologi ..........................................                            41

    F. Riwayat Kesehatan......................................................................                 41

    G. Riwayat Kesehatan Dahulu .........................................................                      41

    H. Riwayat Kesehatan Keluarga ......................................................                       41

    I. Pola Fungsional Kesehatan .........................................................                     41

    J. Pemeriksaan Fisik dan Penunjang ..............................................                          41

    K. Penatalaksanaan/ Intervensi Keperawatan ..................................                              41

BAB III STUDI KASUS

    A. Biodata              ................................................................................   42

    B. Pengkajian ................................................................................             43

    C. Analisa Data . ..............................................................................           44

    D. Intervensi Keperawatan . ............................................................                   44
  E. Implementasi . ............................................................................            45

  F. Evaluasi            ................................................................................   46

BAB IV PEMBAHASAN

BAB V PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
                                   BAB I
                             PENDAHULUAN


A. PENGERTIAN
      Sindrom Nefrotik adalah suatu sindrom yang ditandai dengan proteinuria,
  hipoalbuminemia, hiperlipidemia dan edema (Hidayat, A.A,2006).
      Sindrom Nefrotik adalah keadaan klinis dimana terjadi proteinuria > 3,5 g/hr,
  hipoalbuminemia, edema, hiperlipidemia (Price,1999).
      Sindrom Nefrotik biasanya terjadi secara tiba-tiba, terutama pada anak-anak,
  biasanya berpa diguri dengan urine berwarna gelap, urine kental akibat
  proteinuria berat. Pada dewasa yang jelas adalah edema pada kaki dan genetalia
  (Mansjoer, 2000).
B. ETIOLOGI
  Sindrom Nefrotik disebabkan oleh Glomerulonefritis (99%) (Robson).
  Sebab pasti belum jelas. Saat ini dianggap sebagai suatu penyakit kelainan imun
  dan bawaan lahir.
  Etiologi :
    1. Kongenital
    2. Idiopatik
    3. Sekunder
                                    BAB II
                               STUDI PUSTAKA




A. PENGERTIAN MASALAH KEPERAWATAN & RENCANA TINDAKAN
1.   Kelebihan Volume cairan
     Peningkatan retensi cairan isotonik (Nanda,146,2005-2006).
2.   Perubahan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
     Keadaan individu yang mengalami kekurangan asupan nutrisi untuk memenuhi
     kebutuhan metabolik (Wilkinson, 2006)
3.   Resiko Infeksi
     Suatu kondisi individu yang mengalami peningkatan resiko terserang organisme
     patogenik (Wilkinson,2006).
B. ETIOLOGI
  1. Kelebihan Volume Cairan
     Etiologi :
      Mekanisme pengaturan melemah
      Kelebihan intake cairan
      Kelebihan intake sodium
  2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
     Etiologi :
     Ketidakmampuan untuk mencerna atau menelan makanan dan menyerap nutrien
     yang diakibatkan karena faktor biologis, psikologis atau ekonomi, termasuk
     berikut ini:
      Ketergantungan penyakit kronis
      Kesulitan menelan atau mengunyah
      Intoleransi mekanik
      Kebutuhan metabolik tinggi
      Akses makanan terbatas
      Hilangnya nafsu makan
      Mual/muntah
 3. Resiko Infeksi
 Etiologi:


 4. Resiko Gangguan Integritas Kulit
C. BATASAN KARAKTERISTIK
1. Kelebihan Volume Cairan
   a. Peningkatan berat badan cepat
   b. Intake lebih banyak dari output
   c. Perubahan tekanan darah, tekanan arteri pulmonal, peningkatan tekanan vena
      sentral.
   d. Edema dapat berkembang anasarka
   e. Distensi vena jugularis
   f. Perubahan pola respirasi, dispnes, napas pendek, orthopnea, suara abnormal:
      rales atau crakles, kongesti paru, efusi pleura.
   g. Penurunan Hb dan hematokrit, ganggan elektrolit, khususnya berat jenis.
   h. Bunyi jantung S3
   i. Reflek hepatojugular positif
   j. Oliguria, azotemia
   k. Perubahan status mental, gelisah dan cemas
2. Peubahan Nutrisi Krang dari Kebutuhan Tubuh
   a. Berat badan kurang dari 20 % atau lebih dari ideal terhadap tinggi badan dan
      kerangka.
   b. Asupan makanan kurang dari kebutuhan metabolik – baik kalori total atau
      nutrisi spesifik
   c. Melaporkan asupan makanan tidak adekuat kurang dari anjuran kecukupan
      gizi harian.
   Subyektif :
    Kram abdomen
    Nyeri abdomen dengan tanpa penyakit
    Merasakan ketidakmampuan untuk mengingesti makanan
    Melaporkan perubahan sensasi rasa
    Melaporkan kurangnya makanan
    Merasa kenyang segera setelah mengingesti makanan
   Obyektif :
    Tidak tertari kuntuk makan
    Kerapuhan kapiler
    Diare dan steatore
    Adanya bukti kekurangan makanan
    Bising usus hiperaktif
    Konjungtiva dan mukosa mulut pucat.
3. Resiko Infeksi
D. PATOFISIOLOGI
          Kelainan patogenik yang mendasari SN adalah proteinuria akibat dari
   kenaikan permeabilias dinding kapiler glomelurus. Mekanisme dari kenaikan
   permeabilitas ini belum diketahui tetapi mungkin terkait dengan hilangnya
   muatan negatif glikoprotein dalam dinding kapiler. Pada kasus SN protein yang
   hilang melebihi 2gr/24jam dan terutama terdiri dari albumin. Hipoproteinemia
   pada dasarnya adalah hipoalbuminemia. Edema muncul bila kadar albumin serum
   turun dibawah 2,5gr/dl (25gr/L) Hipoalbumin menyebabkan peningkatan tekanan
   onkotik plasma yang memungkinkan transudasi cairan dari ruang intravaskuler ke
   ruang interstitial. Peningkatan volume intravaskular menurnkan tekanan perfusi
   ginjal, mengaktifkan sistem renin angiotensin aldesteron mempertinggi reabsorbsi
   air dalam duktus kolektivus. Karena tekanan onkotik plasma berkurang. Natrium
   dan air yang telah direabsorbsi masuk ke ruang interstitial memperberat edema.
     E. PATHWAY
                              Reaksi Ag-Ab
                          Peradangan Glomerulus



                            Permeabilitas GFR
                            Meningkat



                            Sindrom Nefrotik




            Proteinuria                Hipoalbuminemia   Hiperlipidemia



Tekanan Osmotik            Protein plasma
plasma menurun             menurun



Cairan pindah ke           Kebut. Protein tbh
interstitial               menurun



Aktivasi system            Perubahan butrisi
RAA                        kurang dari
                           kebutuhan tubuh

Vasokontriksi &
retensi cairan



      Edema



 Kelebihan vol             Resiko kerusakan
 cairan                    integritas kulit
F. FAKTOR DEMOGRAFI DAN EPIDEMIOLOGI
         Angka kejadian SN diperkirakan pada anak berusia dibawah 16 tahun
  berkisar antara2-7 kasus/th pada setiap 1 jt anak. SN tanpa disertai kelainan-
  kelainan sistemik (SN primer) ditemukan pada 90% kasus SN anak. Berdasarkan
  kelainan histopatologis, SN pada anak paling banyak ditemukan pada jenis
  kelainan minimal. Interntional Study Kidney Disease in Children (ISKDC)
  melaporkan 76% SN pada anak adalah kelainan minimal. Pada penelitian di
  Jakarta diantara   364 pasien SN yang dibiopsi, 44,2% menunjukan kelaian
  minimal. Sedangkan insidensi SN sekunder (berhubungan dengan obat/toksin) 2
  kasus/th/100.000 anak berumur dibawah 16 th. Rasio antara laklaki dan
  perempuan pada anak sekitar.
                                       BAB III
                                   STUDI KASUS


A. IDENTITAS PA SIEN
  Nama                    : An. H
  Umur                    : 11 tahun
  Tempat Tanggal Lahir :
  Jenis Kelamin           : Perempuan
  Alamat                  :
  Status                  : Pelajar
  Agama                   : Islam
  Suku                    : Jawa
  Pendidikan              : SD
  Nama Ayah/Ibu           :
  Pendidikan Ayah         :
  Pekerjaan Ayah          :
  Pendidikan Ibu          :
  Pekerjaan Ibu           :
  Dx medis                : Sindrom Nefrotik
  Tanggal masuk           : 2 April 2008-04-18
  Tanggal Pengkajian      : 3 April 2008


B. KELUHAN UTAMA
  Bengkak seluruh tubuh
C. RIWAYAT KESEHATAN
  1. Riwayat Kelahiran
     Selama hamil ibu pasien rutin periksa kebidan, pada trimester I-II mual, pernah
     minum jamu 1x pada trimester II, tidak pernah di USG.
  2. Riwayat Kelahiran
     An.H lahir dengan bantuan bidan, dengan BBL 3,8 Kg secara spontan.
D. RIWAYAT KESEHATAN MASA LAMPAU
   1. Penyakit Waktu Kecil             : batuk, pilek, demam
   2. Pernah di rawat di RS            : 5 bulan yll pernah dirawat di RS dengan
      keluhan yang sama
   3. Obat-obatan yang digunakan       : prednison, ampicilin, lasix
   4. Tindakan (operasi)               :-
   5. Alergi                           :-
   6. Kecelakaan                       :-
   7. Imunisasi                        : lengkap (DPT, BCG, Campak, Polio)
E. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
   Ibu mengatakan bahwa dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit
   hipertensi, gula, atau penyakit menurun lainnya. Juga tidak ada yang menderita
   penyakit menular, maupun kronis.


F. GENOGRAM




                              An.H

G. RIWAYAT SOSIAL
1. Yang Mengasuh                       : Orang Tua kandung
2. Hubungan dengan Anggota Keluarga : Baik
3. Hubungan dengan Teman Sebaya        : Baik
4. Pembawaan secara Umum               : Pendiam
5. Lingkungan Rumah                    : Baik
 H. POLA FUNGSIONAL KESEHATAN
     1. Pemeliharaan dan persepsi kesehatan :

     2. Nutrisi :
         Makanan yang disukai      : suka makanan yang gurih, tidak suka makanan
          pedas
         Alat makan yang dipakai   : An.H suka menggunakan sendok
          Pola makan/jam           : 3x/24 jam
         Jenis makanan             : Nasi, lauk dan sayur

     3. Aktivitas                  : An. H seorang pelajar kelas 5 SD, aktivitas
                                bermain dilakukan bersama teman sebaya

     4. Tidur dan istirahat
          Pola tidur              : 5 jam setiap harinya
          Kebiasaan sebelum tidur : belajar atau membaca
          Tidur siang             : jarang
     5. Eleminasi              :
          BAB                     : 1x/setiap hari, warna kuning
          BAK                     : sedikit, jumlah urine 350cc/24 jam
     6. Pola hubungan
          Yang mengasuh                        :
        Hubungan dengan anggota keluarga :
        Hubungan anak dengan orang tua         :
        Pembawaan secara umum                  :
        Lingkungan rumah                       :

7. Koping keluarga :
        Stressor pada anak/keluarga       : cukup

8. Kongnitif dan persepsi
        Pendengaran : Baik
        Penglihatan : Baik
        Penciuman : Baik
        Taktil dan pengecapan :Baik
9. Konsep diri :

10. Seksual   :

11. Nilai dan kepercayaan :

 I. KEADAAN SAAT INI
        1. Diagnosa Medis           : Sindrom Nefrotik (SN)
2. Tindakan Operasi           :-
3. Status Cairan              : Minum sedikit, mual, muntah 2x sehari kadang
     lebih
4. Status Nutrisi             : BB : 35 Kg, diet RGCP, pasien menghabiskan ¼
     porsi yang disajikan, nafsu makan menurun
5. Obat-obatan                : Prednison 3x2 tablet
                                   Amoxilin 3x 500 mg/iv
                                   Lasix 30 mg bila urine kurang (oliguri)
                                   IVFD Kaen 1B 8 tetes/mnt
6. Aktivitas                  : bedrest
7. Tindakan Keperawatan : pantau balance cairan
     Monitor tetesan infus
     Monitor diet atau status nutrisi pasien
8. Hasil Laboratorium         :
a. pemeriksaan urine tgl 3 April 2008
b. Pemeriksaan Hematologi

No. Pemeriksaan               Hasil                    Nilai Normal
1.      Eritrosit             4-6                               Negatif
2.      Lekosit               2-4                               Negatif
3.      Epitel                2-3                               Negatif
4.      Granular              2-3                               Negatif
5.      Bakteri               ***                               Negatif
6.      Keton                 5                                 Negatif
7.      Protein               500mg/dl
8.      Warna                 Kuning muda
9.      Kekeruhan             Keruh
.
  No. Pemeriksaan                   Hasil                  Nilai Normal
  1.        Protein Total           3,56                            6,4-8,2 gr
  2.        Albumin                 1,45                           3,4-5,0gr/dl
  3.        Globulin                2,11                           2,7-3,2gr/dl
  4.        Bilirubin Total         0,39                          0 < 1,00mg/dl
  5.        Bilirubin Direk         0,05                          0,00-0,3 mg/dl
  6.        Bilirubin Indirek       0,34                           0,2-0,8mg/dl
  7.        Alkali Fosfatase        107                             50-136/UI
  8.        Gamma GT                14                                P 5,56
  9.        Kolesterol              702                            < 200mg/dl
  10.       Ureum                   38,9                            15-38,5mg
  11.       Kreatinin               1,40                         20-35mg/24 jam
  12.       Hb                      12,9                             P 12-14
  13.       Lekosit                 10.700                           5rb-10rb
  14.       Ht                      39
  15.       Eritrosit               4,48
  16.       Trombosit               331.000
  17.       MCV                     8
  18.       MCH                     28,8
  19.       MCHC                    32,4


           9. Hasil Rontgen               :
           10. Data Tambahan              :
J. PEMERIKSAAN FISIK
 1. Keadaan Umum                : cukup
 2. Kesadaran                   : Compos metis
 3. Penampilan umum             : Ibu tampak rapi, terlihat lelah dan lemah terbaring di TT.
 4. Berat badan                 : 55 Kg.
 5. Tinggi badan                : 150 Cm.
 6. Tanda-tanda vital           : TD:110/80 mmHg, N: 84 x/menit, R: 18 x/menit, S: 36,5
       o
       C.
 7. Kepala                      : Mesochepal
 8. Mata                        : Konjungtiva tak anemis, sklera tak ikterik
 9. Hidung                      : Simetris. Discharge -, mukosa lembab
 10. Thyroid                    : Tidak ada pembesaran JVP
 11. Thorak                     : Pengembangan dada simetris
 12. Paru                       : vesikuler, Rh-, Wh - ,tidak sesak
 13. Jantung                    : S1>S2 reguler
 14. Abdomen                    : Cembung, supel, perkusi timpani
 15. Ekstremitas                : edema +     + derajat 2
                                        +      +
                                Reflek +        +
                                         +      +
                                 CRT 2 detik
                                BB 34 Kg
 16. Genetalia                  : Perempuan


K. ANALISA DATA


    No. DATA                           ETIOLOGI               MASALAH
    1.      Ds :                            Reaksi Ag-Ab      Kelebihan    volume
            Ps mengatakan sulit
                                                              cairan
            BAK
            Do :                       Permeabilitas GFR
            Ku cukup
                                             meningkat
            Tanda-tanda vital:
            TD: 110/80 mmHg ,
                                             Proteinuria
            N: 84 kali/menit, R:
            18    kali/menit,     S:
                  o                    Tek onkotik plasma
            36,5 C.
                                              menurun
            Abd        cembung,
            asites
                                            Cairan pindah
            Edema          facial,
                                            keinterstitial
            ekstremitas,
     periorbital
     Wajah moonface             Hipovolemia
     BB 35 Kg
     Pembesaran       alat    Perfusi ginjal me
     kelamin
     Pitting       edema       Aktivasi sistem
     derajat 3                       RAA


                               Vasokontriksi &
                                retensi cairan


                                     Edema


                              Kelebihan volume
                                     cairan
2.   DS:                Cedera glomerulus PK Hemoragi
     Keluarga    pasien
     mengatakan urine
     anaknya berwarna Sindrom nefrotik
     kemerahan seperti
     buah semangka
     DO:                Permeabiitas
     Hematuria
                        membran meningkat


                             Eritrosit/ sel darah
                             merah ikut keluar
                             urine


                             Hematuria


                             PK Hemoragi
L. DIAGNOSA KEPERAWATAN
  1. Kelebihan     volume    cairan   berhubungan       dengan      mekanisme      gangguan
        pengaturan melemah
  2. PK Hemoragi


M. INTERVENSI KEPERAWATAN
   No. Diagnosa          Tujuan                         Planning
   1.     Nyeri Akut     NOC :                          NIC :
                         Tingkat nyeri ; skala 1.            Penatalaksanaan        nyeri
                         nyeri            dilaporkan/        meringankan              atau
                         ditunjukkan.                        mengurangi             nyeri
                         Tujuan / kriteria Evaluasi          sampai      pada      tingakt
                         :                                   kenyamanan yang dapat
                         Setelah           dilakukan         diterima oleh klien.
                         intervensi keperawatan 2 2.         Lakukan        pengkajian
                         x 24 jam diharapkan                 nyeri yang komprehensif
                         klien dapat menunjukkan             meliputi              lokasi,
                         skala nyeri 4.                      karakteristik, awitan /
                         -   Ekspresi nyeri wajah            durasi,            frekuensi,
                             rileks                          kualitas,     intensif      /
                         -   Posisi tubuh tenang             keparahan      nyeri      dn
                         -   Kegelisahan            /        fokus prepitasinya
                             ketegangan          otot 3.     Berikan            informasi
                             berkurang                       tentang nyeri, seberapa

                         -   TD,      N,RR     dalam         lama atau berlangsung

                             batas normal                    dan                antisipasi
                                                             ketidaknyamanan          dari
                                                             prosedur.
                                                        4.   Ajarkan       penggunaan
                                                             tekhnik non farmakologi
                                                             (ex.    Relaksasi,     terapi
                                                             musik,           distraksi,
                                                             kompres hangat / dingin
                                                             dan masase)
                                                        5.   Kendalikan             faktor
                                                             lingkungan yang dapat
                                                             mempengaruhi          respon
                                                             pasien               terhadap
                                                             ketidaknyamanan
                                                        6.   Kolaboratif / pemberian
                                                             analgetik sesuai indikasi.
   2.   Defisit           NOC :
        Perawatan         Perawatan diri: Aktivitas
        Diri : mandi / Kehidupan         Sehari-hari
        hygiene           (AKS)
                          Tujuan / kriteria evaluasi:
                          Setelah          dilakukan
                          tindakan keperawatan


N. IMPLEMENTASI
   Tgl/jam        No.Dx    Implementasi                 Respon Pasien
   18 /04/08        1.    1. Mengkaji KU dan KU : cukup
                              VS pasien.                Kesadaran : Compos metis
                                                        TD : 120/80 mmHg
                                                        N : 88 x /mnt
                                                        R : 20 x / mnt
                          2. Mengkaji       PQRST Skala           Nyeri      5,      nyeri
                              nyeri                     bertambah     jika    bergerak,
                                                        area nyeri pada perut bekas
                                                        operasi, lamanya 3-5 menit.
                          3. Mengajarkan                Pasien merasa nyaman, nyeri
                              Tekhnik       relaksasi berkurang
                               napas dalam
                          4. Memberikan             inj Injeksi ketorolak masuk
                               ketorolak 1 Ampul.
                          5. Menganjurkan klien Pasien kooperatif
                               untuk bedrest
                          6. Memberikan        posisi
                               yang nyaman




                    2     1.




O. EVALUASI
     Tgl    No.Dx                              SOAP                           TTD
   18/04/08 1           S : Ps mengatakan nyeri pada daerah luka bekas
                              operasi
                        O : TD: 120/80 mmHg, N: 84x/mnt, RR: 20x/mnt,
                              S: 36 0C
                              Skala Nyeri 5
                              Ekspresi wajah menahan nyeri
                              Ps tampak capek, mata sayu kurang tidur
                              Pasien merintih dan gelisah
                        A: Nyeri Akut
                        P : Pantau KU, VS
                          Kaji PQRST nyeri
                          Batasi aktivitas pasien
                          Anjurkan pasien untuk istirahat
                          Kolaborasi dengan dokter pemberian ketorolak
                          Ajarkan tehnik relaksasi (napas dalam)
           2.           S:-
                        O:TD : 120/80 mmHg, N: 84 x/mnt, RR: 20x/mnt,
  S;36 C.
  Ps tanpak lemah
  Nyeri bekas operasi
P: Kaji kemampuan untuk melakukan alat bantu
Kaji
                                     BAB IV
                                   PEMBAHASAN




a. Pengkajian dr. Bedah/dr.umum/Asisten
   - Pemeriksaan capitis: pupil isokor 3/3 mm, mata ka/ki simetris
   - Px leher: kaku kuduk, brudzinski +
   - Dinding dada: simetris,sonor di seluruh lapang paru, paru bronkovesikuler,
   whezing –
   -cor: S1>S2 reguler, murmur -, gallop –
   -Lekosit 18.000/ul
   - LED 10 mm/jm


 INTERVENSI:
 - Rencana pemasangan VP shunt hari selasa setelah mendapat persetujuan dr.spesialis
   anak
   Implementasi:
   - Terapi Infus RL 9 tetes/mnt
   - Ampicillin 2x450 mg
   - Gentamicyn 2x20 mg
   - Dexametason 3x 1 cc/1/2 amp


 b. Radiologi
     CT scan: menunjukkan ada akumulasi CSS di intraserebral .....
 d. Ahli gizi
 makan tinggi proten
                                   DAFTAR PUSTAKA


--------. 2007. http://www.kalbe.co.id/files, diakses pada tanggal 8 November 2007 pukul
         19.00.

-------. 2007. Pneumonia. http://www.infeksi.com/article.php? diakses pada tanggal 8
         November 2007 pukul 20.05.

Doenges, 1999. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC.

Dr. Prasetyo Eko. 2004. Hidrocephalus. FK Universitas Sam Ratulangi: Manado, diakses
       pada tanggal 8 November 2007 pukul 19.40.

Dr. Saanin Syaiful. 2007. Ilmu Bedah Syaraf. SMF Bedah Saraf RS Dr. M. Djamil: FK
       UNAND Padang, diakses tanggal 8 November 2007 pukul 19.30.

Kamaluddin, M. T. 2007. Abses Otak. Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran
      Universitas Sriwijaya: Palembang.

Nanda. 2005-2006. Panduan Diagnosa Keperawatan. Prima Medika.


Wilkinson J. M. Buku Saku Diagnosa Keperawatan Dengan Intervensi NIC dan Kriteria
       Hasil NOC: EGC.
BAB V
PENUTUP

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:19
posted:12/21/2012
language:Unknown
pages:25