LP BBLR neonatus by zuperbayu

VIEWS: 82 PAGES: 15

									                      BAYI DENGAN BBLR ATAU PREMATUR

           Bayi dengan BBLR termasuk dalam bayi baru lahir risiko tinggi yaitu
keadaan di mana neonatus tanpa memperhatikan usia gestasi atau BB mempunyai
kemungkinan morbiditas atau mortalitas yang lebih besar dari rata-rata karena
kondisi yang tumpang tindih pada keadaan normal suatu kejadian yang dikaitkan
dengan kelahiran dan penyesuaian pada keadaan ekstrauterine.


Definisi
           Bayi yang lahir dengan BB di bawah 10% pada kurva pertumbuhan
intrauterine, bayi tersebut dapat lahir pada kondisi preterm, term, atau postterm.


Klasifikasi
1. Bayi berat badan lahir rendah (BBLR): bayi yang lahir dengan BB kurang dari
   2500 gram tanpa memperhatikan usia gestasi.
2. Berat badan lahir sangat rendah sekali atau bayi berat badan lahir ekstrem
   rendah: bayi yang lahir dengan BB kurang dari 1000 gram.
   Berat badan lahir sangat rendah: bayi yang lahir dengan berat badan kurang
   dari 1500 gram.
3. Berat badan lahir rendah sedang: bayi yang lahir dengan BB antara 1501 –
   2500 gram
4. Bayi kecil untuk kelahiran atau kecil untuk usia gestasi: bayi yang lahir dengan
   BB berada di bawah persentil 10 pada kurva pertumbuhan intrauterin.
5. Retardasi pertumbuhan intrauterine (Intrauterine Growth Retardation/IUGR):
   ditemukan pada bayi yang pertumbuhan intrauterinenya mengalami retardasi
   (terkadang digunakan sebagai istilah yang lebih deskriptif untuk bayi kecil untuk
   masa gestasi).
6. Bayi besar untuk usia gestasi: bayi yang BB-nya berada di atas presentil ke-90
   pada kurva perumbuhan intrauterine.


Etiologi
1. Kelainan pada janin.
2. Gangguan fungsi plasenta.
3. Faktor ibu (penyakit vaskuler, keadaan uterus yang buruk, dll).
4. Infeksi ( ibu dan anak).
5. Obat dan merokok, dll.


Patofisiologi
           Semakin kecil dan semakin prematur bayi, maka akan semakin tinggi risiko
gizinya. Beberapa faktor yang memberikan efek pada masalah gizi;
1. Menurunnya simpanan zat gizi, cadangan makanan di dalam tubuh sedikit.
   Hampir semua lemak, glikogen, dan mineral seperti zat besi, kalsium, fosfor,
   dan seng dideposit selama 8 minggu terakhir kehamilan.
2. Meningkatnya kebutuhan energi dan nutrien untuk pretumbuhan dibandingkan
   BBLC.
3. Belum matangnya fungsi mekanis dari saluran pencernaan. Koordinasi antara
   reflek hisap dan menelan, dengan penutupan epiglotis untuk mencegah aspirasi
   pneoumonia belum berkembang denan baik sampai kehamilan 32 – 34 minggu.
   Penundaan pengosongan lambung atau buruknya motilitas usus sering terjadi
   pada bayi preterm.
        Kurangnya kemampuan untuk mencerna makanan, pada bayi preterm
mempunyia lebih sedikit simpanan garam empedu, yang diperlukan untuk mencerna
dan mengabsorbsi lemak dibandingkan dengan bayi aterm. Produksi amilase
pankreas dan lipase, yaitu enzim yang terlibat dalam pencernaan lemak dan
karbohidrat juga menurun. Begitu pula kadar laktose (enzim yang diperlukan untuk
mencerna susu) juga sampai sekitar kehamilan 34 minggu.
        Paru yang belum matang dengan peningkatan kerja nafas dan kebutuhan
kalori yang meningkat. Masalah pernafasan juga akan mengganggu makanan
secara oral. Potensial untuk kehilangn panas akibat permukaan tubuh dibanding
dengan BB dan sedikitnya jaringan lemak di bawah kulit. Kehilangan panas ini akan
meningkatkan kebutuhan akan kalori.


Masalah yang mungkin muncul
        Masalah yang sering dihadapi bayi BBLR adalah imaturitas organ-organ
tubuh karena lahir kurang bulan. Beberapa gangguan akibat belum matangnya
organ-organ tersebut:
1. Sistem    pengaturan    tubuh     yang   belum   matur,      menyebabkan   BBLR
   membutuhkan perawatan khusus dalam inkubator.
2. Sistem imunologi yang belum berkembang dengan baik menyebabkan bayi
   sangat rentan terhadap infeksi.
3. Imaturitas sistem syataf pusat menyebabkan mudahnya terjadinya perdarahan
   peribentruker.
4. Imaturitas paru memudahkan terjadinya penyakit membran hialin.
5. Imaturitas metabolisme bilirubin mempermudah terjadinya hiperbiliribinemia.
6. Imaturitas saluran pencernaan mempermudah terjadinya sindrom malabsorbsi.


Faktor risiko BBLR
1. Ibu berusia kurang dari 18 tahun atau lebih dari 35 tahun.
2. Anemia.
3. Malnutrisi.
4. Anak kembar.


Pedoman pengkajian fisik
1. Pnegkajian umum
   a. Dengan menggunakan timbangan elektronik, timbang setiap hari, atau lebih
        sering apabila diinstruksikan.
   b. Ukur panjang dan lingkar kepala secara periodik.
   c. Gambarkan bentuk dan ukuran tubuh umum, postur saat istirahat,
        kemudahan bernafas, adanya edema, dan lokasinya.
   d. Gambarkan adanya deformitas yang nyata.
   e. Gambarkan adanya tanda disstres: warna buruk, mulut terbuka, kepala
        terangguk-angguk, meringis, alis berkerut.


2. Pengkajian pernafasan
   a. Gambarkan bentuk dada (barrel, cembung), kesimetrisan, adanya insisi,
        selang dada, atau penyimpangan lain.
   b. Gambarkan otot aksesori: pernafasan cuping hidung atau substansial,
        interkostal, atau retraksi subklavikular.
   c. Tentukan frekuensi dan keteraturan pernafasan.
   d. Auskultasi dan gambarkan bunyi pernafasan: stridor, krekels, mengi, ronki
        basah, area yang tidak ada bunyinya, mengorok, penurunan udara masuk,
        keseimbangan bunyi nafas.
   e. Tentukan apakah penghisapan diperlukan.
   f.   Gambarkan tangisan bila tidak diintubasi.
   g. Gambarkan oksigen ambien dan metode pemberian, bila diintubasi
        gambarkan ukuran selang, jenis ventilator dan penyiapannya, serta metode
        pengamanan selang.
   h. Tentukan saturasi oksigen dengan oksimetri nadi dan tekanan parsial
        oksigen dan karbon dioksida dengan oksigen transkutan dan karbondioksida
        transkutan.
3. Pengkajian kardiovaskular
   a. Tentukan frekuensi dan irama jantung.
   b. Gambarkan bunyi jantung, termasuk adanya murmur.
   c. Tentukan titik intensitas maksimum, titik di mana bunyi dan palpasi denyut
        jantung yang terkeras (perubahan pada titik intensitas maksimum dapat
        menunjukkan pergeseran mediastinal).
   d. Gambarkan warna bayi: sianosis, pucat, pletora, ikterik, mottling.
   e. Kaji warna kuku, membran mukosa, bibir.
   f.   Tentukan tekanan darah. Tunjukkan ekstremitas yang digunakan dan ukutan
        manset, periksa setiap ekstremitas setidaknya sekali.
   g. Gambarkan nadi perifer, pengisian kapiler (< 2 – 3 detik), perfusi perifer
        mottling.
   h. Gambarkan monitor, parameternya, dan apakah alarm berada pada posisi
        “on”.
4. Pengkajian gastrointestinal
   a. Tentukan distensi abdomen: lingkar perut bertambah, kulit mengkilat, tanda-
        tanda eritema dinding abdomen, peristaltik yang dapat dilihat, lengkung susu
        yang dapat dilihat, status umbilikus.
   b. Tentukan adanya tanda-tanda regurgitasi dan waktu yang berhubungan
        dengan pemberian makan.
   c. Gambarkan jumlah, warna, konsistensi, dan bau dari adanya muntah.
   d. Gambarkan jumlah, warna, dan konsistensi feses, periksa adanya darah
        samar dan atau penurunan substansibila diinstruksikan atau diindikasikan
        dengan tampilan feses.
   e. Gambarkan bisisng usus, ada atau tidak ada.
5. Pengkajian genitourinaria
   a. Gambarkan adanya abnormalitas genetalia.
   b. Gambarkan jumlah urin (warna, pH, dll).
   c. Periksa BB (pengkajian paling akurat untuk hidrasi).
6. Pengkajian neurologis-muskuloskeletal
   a. Gambarkan gerakan bayi: acak, bertujuan, gelisah, kedutan, spontan,
        menonjol, tingkat aktivitas dengan stimulasi, evaliasi berdasarkan usia
        gestasi.
   b. Gambarkan posisi atau sikap bayi: fleksi, ekstensi.
   c. Gambarkan reflek yang diamati: moro, menghisap, Babinski, reflek plantar,
        dan reflek yang diharapkan.
   d. Tentukan perubahan pada lingkar kepala (bila diindikasikan).
7. Pengkajian suhu
   a. Tentuka suhu kulit dan aksila.
   b. Tentukan dengan suhu lingkungan.
8. Pengkajian kulit
   a. Gambarkan adanya perubahan warna, area kemerahan, tanda iritasi, lepuh,
        abrasi atau area gundul, khususnya di mana alat pemantau, infus, atau alat
        lain lontak dengan kulit, periksa juga dan perhatikan adanya preparat kulit
        yang digunakan (misal plester,, providin-iodin).
   b. Tentukan tekstur dan turgor kulit: kering, halus, pecah-pecah, terkelupas, dll.
   c. Gambarkan adanya ruam, lesi kulit, atau tanda lahir.
   d. Tentukan apakah kateter infus intravena atau jarum berada pada tempatnya
        dan amati adanya tanda-tanda infiltrasi.
   e. Gambarkan jalur pemadangn kateter infus intravena, jenis (arteri, vena,
        perifer, umbilikus, sentral, vena sentral perifer), jenis infus (obat, salin,
        dekstrosa, elektrolit, lemak, nutrisi parenteral total), jenis pompa infus dan
        frekuensi aliran, jenis jarum (kupu=kupu, kateter), tampilan area insersi.


Tanda stres atau keletihan pada neonatus
1. Stres otonomik
   a. Akrosianosis.
   b. Pernafasan dalam dan cepat.
   c. Frekuensi jantung reguler dan cepat.
2. Perubahan pada status
   a. Status tidur atau dangkal.
   b. Menangis atau rewel.
   c. Mata berkaca-kaca atau kewaspadaan tegang.
3. Perubahan perilaku
   a. Mata tidak berfokus atau tidak terkoordinasi.
   b. Lengan dan kaki lemas.
   c. Bahu flaksid turun ke belakang.
   d. Cegukan.
   e. Bersin.
   f.   Menguap.
   g. Mengejan, buang air besar.


Diagnosa yang mungkin muncul
1. Pola nafas tidak efektif b.d imaturitas paru dan neorumuskular, penurunan
   energi, dan keletihan.
2. Termoregulasi tidak efektif b.d kontrol suhu yang imatur dan penurunan lemak
   tubuh subkutan.
3. Resiko infeksi b.d pertahanan imunologis yang kurang.
4. Risiko gangguan integritas kulit b.d struktur kulit imatur, imobilitas, penurunan
   status nutrisi, prosedur invasif.
5. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d ketidakmampuan
   mencerna nutrisi.
6. Nyeri b.d prosedur, diagnosa, tindakan.
7. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan b.d                  lingkungan NICU,
   perpisahan dari orangtua.
    8. Perubahan proses keluarga b.d krisis situasi, gangguan proses kedekatan
       orangtua.

  Rencana keperawatan
No      Tujuan                   Intervensi                                   Rasional
1   Klien            Posisi untuk pertukaran udara                 telungkup:       posisi     ini
    menunjukkan       yang optimal, seperti posisi                   menghasilkan       perbaikan
    oksigenasi        telungkup dan posisi telentang                 oksigenasi,         pembrian
    yang adekuat.     dengan leher sedikit ekstensi dan              makan ditoleransi dengan
    Kriteria hasil:   hidung menghadap ke atap                       lebih baik, dan lebih
    jalan    nafas    dalam posisi “mengendus”                       mengatur       pola      tidur.
    tetap paten      Hindari hiperekstensi leher.                   Telentang:               untuk
                     Lakukan pengisapan.                            mencegah               adanya
                     Gunakan teknik penghisapan                     penyempitan jalan nafas.
                      yang tepat.                                   Karena akan mengurangi
                     Gunakan teknik pengisapan dua-                 diameter trakhea.
                      orang.                                        Untuk         menghilangkan
                     Lakukan perkusi, vibrasi, dan                  mukus yang terkumulasi
                      drainage postural yang sesuia.                 dari nasofaring, trahkea,
                     Hindari     penggunaan       posisi            dan selang endotrakheal.
                      Trendelenburg.                                Karena penghisapan yang
                     Gunakan posisi semi-telungkup                  tidak       tepat        dapat
                      atau miring.                                   menyebabkan            infeksi,
                     Pertahankan suhu lingkungan                    kerusakan jalan nafas,
                      yang netral.                                   penumothoraks,             dan
                                                                     hemoragi intraventrikuler.
                                                                    Karena      asisten      dapat
                                                                     memberikan
                                                                     hiperoksigenasi       dengan
                                                                     cepat sebelum dan setelah
                                                                     insersi kateter.
                                                                     Drainage             pustural
                                                                     mempermudah          drainage
                                                                     sekret.
                                                                    Karena         ini        akan
                                                                     menyebabkan peningkatan
                                                                     TIK     dan      menurunkan
                                                                     kapasitas paru akibat dari
                                                                     gravitasi yang mendorong
                                                                     organ ke arah diafragma.
                                                                    Untuk mencegah aspirasi
                                                                     pada bayi dengan mukus
                                                                     berlebihan      atau      yang
                                                                     sedang diberi makan.
                                                                    Untuk             menghemat
                                                                     penggunaan oksigen.

2      Klien              Tempatkan bayi pada inkubator,         Untuk     mempertahankan
       mempertahan         penghangat rsian, atau pakaian          suu tubuh stabil.
       kan       suhu      hangat dalam keranjang terbuka.        Untuk     mempertahankan
       tubuh stabil.      Atur unit servokontrol atau kontrol     suhu kulit dalam rentang
       Kriteria hasil:     suhu udara sesuai kebutuhan.            termal yang dapat diterima.
       Suhu     aksila    Gunakan pelindung panas plastik        Untuk         menurunkan
       bayi      tetap     bila tepat.                             kehilangan panas.
       dalam rentang      Periksa     suhu    bayi     dalam     Untuk kehilangan panas
       normal untuk        hubungannya      dengan       suhu      radian langsung.
       usia                ambien dan suhu unit pemanas.          Untuk          menentukan
    pascakonseps       Pantau nilai glukosa darah.                euglikemia.
    i.
3   Klien    tidak     Pastikan bahwa semua pemberi              Untuk       meminimalkan
    menunjukkan         perawatan       mencuci       tangan       pemajanan            pada
    infeksi             sebelum dan setelah mengurus               organisme infektif.
    nosokomial.         bayi .                                    Untuk       meminimalkan
    Kriteria hasil:    Padstikan bahwa semua alat                 pemajanan            pada
    bayi     tidak      kontak dengan bayi sudah bersih            organisme infektif.
    menunjukkan         atau steril.                              Untuk            mencegah
    tanda-tanda        Cegah personel dengan infeksi              penularan penyakit dari
    infeksi             saluran pernafasan atas atau               petugas ke bayi.
    nosokomial.         infeksi menular agar tidak                Untuk            mencegah
                        mengadakan kontak langsung                 penularan penyakit kepada
                        dengan bayi.                               bayi lain.
                       Isolasi bayi lain yang mengalami          Untuk mencegah infeksi
                        infeksi       sesuai        kebijakan      nosokomial.
                        institusional.                            Untuk mematikan agen
                       Instruksikan pekerja perawatan             infeksius.
                        kesehatan da orangtua dalam               Untuk mencegah infeksi
                        prosedur kontrol infeksi.                  nosokomial.
                       Beri terapi antibiotik sesuai
                        instruksi.
                       Pastikan aseptik ketat atau
                        sterilisasi seperti terapi IV perifer,
                        pungsi limbal, dan pemasangan
                        kateter arteri atau vena.
4   Klien              Bersihkan kulit dengan sabun              Untuk menjaga kebersihan
    mempertahan         lembutatau pembersih . Bilas               kulit.
    kan intergritas     dengan baik dengan air hangat.            Untuk mencegah tetjadinya
    kulit.             Bersihkan mata setiap hari, dan            rash pada kulit.
    Kriteria hasil:     juga area oral dan popok atau             Untuk menjag integritas
    kulit     tetap     perianal, dan area di mana terjadi         kulit.
    bersih      dan     kerusakan kulit.                          Untuk menghindari alergi
    utuh     tanpa     Berikan zat pelembab setelah               kulit.
    tanda-tanda         dibersihkan                     untuk     Untuk mencegah adanya
    iritasi    atau     menpertahankan          kelembaban         luka pada daerah lipatan
    cedera.             dan rehidrasi kulit, bersihkan kulit       dan      untuk   mencegah
                        dari krim yang lama sebelum                plebitis    pada    daerah
                        menambahkan lapisan baru.                  insersi.
                       Gunakan plester atau perekat              Untuk     mencegah    luka
                        minimal pada kulit yang sangat             gesekan pada bayi.
                        sensitif,    gunakan      pelindung,      Untuk     mencegah    luka
                        barier kulit dengan hidrokoloid            dekubitus pada bayi.
                        dan yang berbahan dasar pektin            Karena       mempengaruhi
                        di antara kulit dan plester atau           kemampuan kulit untuk
                        perekat.                                   mempertahankan
                       Pastikan bahwa jari-jari tangan            integritasnya.
                        atau jari kaki dapat terlihat kapan
                        pun, ekstremitas digunakan untuk
                        jalur IV atau arterial.
                       Kurangi pergesekan dengan
                        menjaga agar kulit tetap keringa
                        (berikan       bubuk        penyerap
                        (absoben), seperti tepung pati)
                        dan gunakan linen serta pakaian
                        yang halus dan lembut.
                       Jangan       memasase         daerah
                        tonjolan tulang yang memerah
                           karena      dapat     menyebabkan
                           kerusakan       jaringan      dalam,
                           berikan penghilang tekanan pada
                           area ini sebagai gantinya.
                          Secara rutin kaji status nutrisi
                           anak.
5   Klien                 Pertahankan cairan parenteral            Untuk     mempertahankan
    mndapatkan             atau nutrisi parenteral total sesuai      balance cairan.
    nutrisi  yang          intruksi.                                Untuk menncegah terjadi
    adekuat,              Tantau      adanya      tanda-tanda       diare karena intileransi
    dengan                 intileransi     terhadap       terapi     laktosa.
    masukan                patenteral total, terutama protein       Untuk mencegah tersedak.
    kalori   untuk         dan glukosa.                             Unutk meminimalkan risiko
    mempertahan           Kaji     kesiapan     bayi     umtuk      aspirasi.
    kan                    menyusu pada payudara ibu,               Untuk          menghindari
    keseimbangan           khususnya kemampuan untuk                 intoleransi      pembrian
    nitrogen               mengkoordinasikan menelan dan             makan.
    positif,  dan          pernafasan.                              Karena makan dengan ASI
    menunjukkan           Susukan bayi pada payudara ibu            dapat       mengakibatkan
    penambahan             bila penghisapan kuat, serta              penurunan BB.
    BB       yang          menelan dan refleks muntah ada           Untuk menciptakan dan
    tepat.                 (biasanya pada usia gestasi 35            mempertahankan     laktasi
    Kriteria hasil:        sampai 37 minggu).                        sampai      bayi    dapat
    Bayi                  Ikuti     protokol     unit    untuk      menyusu ASI.
    mendapatkan            meningkatkan         volume      dan
    kalori    dan          konsentrasi formula.
    nutrien               Gunakan       pemberian       makan
    esensial yang          orogastrik bila bayi mudah lelah
    adekuat.               atau mengalami penghisapan,
                           refleks muntah atau menelan
                           yang lemah.
                          Bantu ibu mengeluarkan ASI
6   Klien                 Gunakan        berbagai       stategi    Karena       strategi    yang
    mencapai               pengkajian nyeri.                         berbeda              meberikan
    pertumbuhan           Gunakan skala pengkajian nyeri            informasi kualitaitf dan
    dan                    hanya untuk nyeri.                        kuantitatif tentang nyeri.
    perkembanga           Kaji efektifitas tindakan nyeri          Pneggunaan skala ganda,
    n      potensial       nonfarmakologis.                          misalnya sebagai ukuran
    yang normal.          Evaluasi perubahan perilaku dan           umum terhadap perasaan
    Kriteria hasil:        fisiologis.                               anak, dapat menyebabkan
    Bayi                  Observasi adanya perbaikan                anak kehilangan minat
    menunjukkan            perilaku, misalnya kepekaan               pada skala.
    penambahan             berkurang, berhenti menangis,            Karena beberapa tindakan
    BB      mentap         tidur, atau bermain setelah               (misalnya          mengayun)
    saat melewati          pemberian analgesik.                      dapat           meningkatkan
    fase       akut       Anjurkan        orangtua       untuk      disstres bayi prematur.
    penyakit. Bayi         memberi tindakan kenyamanan              Karena             perubahan-
    hanya                  bila memungkinkan.                        perubahan        ini   adalah
    terpapar                                                         indikator umum dari nyeri
    stimulasi yang                                                   pada anak dan nilai khusus
    tepat.                                                           dalam      mengkaji      pada
                                                                     pasien nonverbal.
                                                                    Karena       perilaku-perilaku
                                                                     seperti     ini    merupakan
                                                                     petunjuk terbaik untuk
                                                                     nyeri yang ada sebelum
                                                                     pemberian analgesik.
                                                                    Karena orangtua adalah
                                                                  yang paling mengetahui
                                                                  tentang anak mereka.
7   Klien               Berikan nutrisi optimal.                Untuk               menjamin
    mencapai            Berikan periode istirahat yang           penambahan BB yang
    pertumbuhan          teratur tanpa gangguan.                  mantap dan pertumbuhan
    dan                 Berikan intervensi perkembangan          otak.
    perkembanga          sesuai usia.                            Untuk            menurunkan
    n      potensial    Kenali     adanya     tanda-tanda        penggunaan kalori dan
    yang normal.         stimulasi berlebihan (flaksiditas,       oksigen yang tidak perlu.
    Kriteria hasil:      menguap,              membelalak,       Untuk mendapatkan tingkat
    bayi      hanya      memalingkan wajah dengan aktif,          perkembangan           sesuai
    terpapar             peka rangsang, menangis).                dengan usia.
    stimulus yang       Tingkatkan interaksi orangtua-          Sehingga bayi dibiarkan
    tepat.               bayi.                                    untuk istirahat.
                                                                 Karena merupakan hal
                                                                  yang       esensial     untuk
                                                                  pertumbuhan               dan
                                                                  perkembangan nornal.
8   Klien               Prioritaskan informasi.                 Untuk membantu orangtua
    (keluarga)          Bersikap jujur, berespon p[ada           memahami aspek paling
    mendapatkan          pertanyaan dengan jawaban                penting dari perawatan,
    informasi            yang benar.                              tanda     perbaikan,      atau
    tentang             Dorong ibu dan ayah untuk                penyimpangan             pada
    kemajuan             berkunjung         dan     atau          kondisi bayi.
    bayi.                menghubungi unit dengan sering.         Untuk menciptakan rasa
    Kriteria hasil:     Tekankan aspek positif dari              percaya.
    orangtua             status bayi.                            Sehingga              mereka
    mengekspresi                                                  mendapat            informasi
    kan perasaan                                                  tentang kemajuan bayi.
    dan                                                          Untuk mendorong rasa
    kekuatiran                                                    pengharapan.
    mengenai bayi
    dan
    prognosis,
    serta
    menunjukkan
    pemahaman
    dan
    keterlibatan
    dalam
    perawatan.
               PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN – FK UGM
                 FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN ANAK

Nama mahasiswa/NPM             : Yani Indrastuti
Tempat praktek                 : NICU RS Sardjito
Tanggal                        : 22 Mei s.d 27 Mei 2005


I. IDENTITAS DATA
   Nama                        : By. Ny. S
   Tempat/tanggal lahir        : Yogyakarta, 13 Mei 2005
   Nama ayah/ibu               : Tn. S / Ny. S
   Pekerjaan ayah              : PNS
   Pendidikan ayah             : STM
   Pekerjaan ibu               : IRT
   Pendidikan ibu              : SMEA
   Alamat/no. telepon          : Wonosidi, Wates, KulonProgo
   Kultur                      : Jawa
   Agama                       : Islam

II. KELUHAN UTAMA
     Bayi perempuan lahir dari ibu usia 43 tahun menderita PEB, P3A0, spontan, cukup
    bulan, ditolong dokter di RS Sardjito, tidak langsung menangis, A/S 2/3, ketuban hijau
    kental, KPD (-), BBL 1800 gram

III. RIWAYAT KELAHIRAN DAN KELAHIRAN
     1. Prenatal
        Jumlah kunjungan             : 10 kali
        Bidan/dokter                 : Bidan 6 X dokter 4 X
        Penkes yang didapat             : Dianjurkan untuk banyak makan buah dan sayur
                                        dan mengkonsumsi pace sebagai pengganti obat
                                        hipertensi
        HPHT                         : 8 Agustus 2004
        Kenaikan BB selama hamil     : Tidak jelas, timbangan terakhir 70 kg
        Komplikasi kehamilan         : PEB
        Komplikasi obat              :-
        Obat-obatan yang didapat     : vitamin
        Riwayat hospitalisasi        :-
        Golongan darah ibu           :A
        Pemeriksaan kehamilan/maternal sceening
        (-) Rubella                  (-) Hepatitis                    (-) CMV
        (-) GO                       (-) herpes                       (-) HIV
        (-) lain-lain sebutkan: -

   2. Natal
      Awal Persalinan                  : Tgl 14 Mei 2005, ibu lupa jam berapa
      Lama persalinan                  : Bayi lahir tgl 15 mei 2005 jam 04.00 WIB
      Komplikasi persalinan            :-
      Terapi yang diberikan            :-
      Cara melahirkan                  : ( √ ) pervaginan               ( ) Caesar
                                         ( ) lain-lain sebutkan
       Tempat melahirkan
       ( ) Rumah bersalin              (   ) Rumah                    ( √ ) rumah sakit

   3. Postnatal
      Usaha napas                ( √ ) dengan bantuan      ( ) tanpa bantuan
      Kebutuhan Resusitasi
           Jenis dan lamanya dari 1 menit dan 5 menit: ETT (Ventilasi tekanan
              positive)
            Skor Apgar                : 2/3
      Obat-obatan yang diberikan pada neonatus: Vit.K
      Interaksi orang tua dan bayi             ( √ ) ada               ( ) tidak ada
       Ibu menjenguk pada siang hari selama 4 jam, ayah hanya melihat lewat kaca
      Trauma lahir                             ( ) ada                 ( √) tidak ada
      Keluarnya urin/BAB                       ( √ ) ada               ( ) tidak ada
      Respon fisiologis atau perilaku yang bermakna: Gerak tidak aktif

IV. RIWAYAT KELUARGA
     Bayi (pasien) merupakan anak ke-3 dalam keluarga. Anak pertama 15 tahun dan anak
    kedua 11 tahun, semuanya berjenis kelamin perempuan dan lahir dengan sehat, BBL
    cukup dan usia kehamilan cukup bulan.
    Garis ayah dari keluarga ibu mempunyai penyakit hipertensi. Semua saudara ibu
    mempunyai penyakit hipertensi
    GENOGRAM




  Keterangan:

         : Perempuan                                  : meniggal

         : Laki-laki                                   : Klien

         :Tinggal1rumah

V. RIWAYAT SOSIAL
   1. Sistem pendukung yang dapat dihubungi: Ayah dan ibu
   2. Hubungan orang tua dengan bayi
               Ibu                                                        Ayah
                √                      Menyentuh                           -
                √                       Memeluk                            -
                √                       Berbicara                          -
                √                      Berkunjung                          √
                √                     Kontak mata                          -

   3. Anak yang lain
       Jenis Kelamin Anak           Riwayat Persalinan              Riwayat Imunisasi
   Perempuan                    Spontan, 3600 gram, ♀            Lengkap
   Perempuan                    Spontan, 3800 gram, ♀            Lengkap
   Kelahiran ini
   4. Lingkungan Rumah
      Rumah yang dihuni adalah rumah permanen, cukup bersih, udara bersih, cukup sinar
      matahari, lingkungan rumah cukup bersih, keluarga tidak mempunyai masalah
      dengan lingkungan atau tetangga.

   5. Problema social yang penting
      (-) Kurangnya system pendukung social
      (-) Perbedaan bahasa
      (-) Riwayat penyalahgunaan zat adiktif (obat-obatan)
      (-) Lingkungan rumah yang kurang memadai
      (√) keuangan
      (-) Lain, lain, sebutkan

VI. KEADAAN KESEHTAN SAAT INI
    1. Diagnosa Medis                     : BBLR, cukup bulan, spontan, KMK
                                            Aspirasi mekonium
                                            Riwayat asfiksia berat
    2. Tindakan Operasi                   :-
    3. Status nutrisi                     : BB bayi saat ini 1798 kg. Bayi minum ASI/PASI 8
       x 35-45 cc
                                            Bayi terpasang NGT, mulai hari ini sudah dapat
                                          belajar netek. Setiap akan diberi susu, tidak ada
                                          residu, tapi bayi masih muntah ± 2cc 1x
                                          D10 ¼ S : 40 cc/kgBB/hr : 1,6 cc/jam → stop
                                            Kalori 106 kkal
    4. Status cairan                      : Kebutuhan cairan 160 cc/kgBB/hari : 288 cc/hari
    5. Obat-obatan                        : Thermoregulasi
                                            Ampicilin 2X100mg
                                            Gentamicin 2x5mg
                                            Aminopilin 3x4mg
                                            Laktoferin 2x
    6. Aktivitas                          : Bayi aktif bergerak
    7. Tindakan Keperawatan yang telah dilakukan
       Perawatan kebersihan diri
       Pemberian nutrisi (ASI/PASI) secara bertahap sesuai dengan kemampuan bayi,
       Menimbang BB, mengobservasi vital sign, memberikan terapi, mengatur posisi bayi
       secara bergantian, menjaga keseimbangan suhu tubuh bayi, mengobservasi intake
       nutrisi dan eliminasi (feses/urin)
    8. Hasil Laboratorium
       13-5-05                                              Differential manual:
       WBC : 24,16 x 103/μl                                 segmen          : 43
       RBC : 4,66 x 106/μl                                  Lymp            : 50
       HGB : 17,9 g/dl                                      Mono            :2
       HCT : 60,6%                                          1/c rasio       : 0,2
       MCV : 130 fl
       MCH : 38,4 pg
       MCHC : 29,5 g/dl
       PLT : 53 x 103μl

   9. Pemeriksaan Penunjang:
       13-5-2005
       Elektrolit
       Ca      : 2,29 mmol/l
       Glu     : 3 mg/dl
       Na      : 135 mmol/l
       K       : 4,30 mmol/l
       Cl      : 104 mmol/l
   10. Lain-lain: -
VII. PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum        : Baik
Kesadaran           : CM
Tanda vital  : Nadi : 113x/mnt                              Suhu    : 37,70C
               RR : 56x/mnt                                 TD      :

                                             Saat lahir                        Saat ini
 1. berat badan (gram)                         1800                             1798
 2. Panjang badan                               45                               45
 3. Lingkar Kepala                              30                               31

Beri tanda (cek) pada istilah yang tepat dari data-data di bawah ini. Gambarkan semua
temuan abnormal secara objektif, gunakan kolom komentar bila perlu.
1. Reflek
     (√) Moro                        (√) Menggenggam                   (√) Menghisap
2. tonus / aktivitas
     a. (-) Aktif                    (√) Tenang      (-) letargi                (-) Kejang
     b. (√) Menangis keras           (-) Lemah       (-) Melengking             (-) Sulit menangis
3. Kepala / Leher
     a. Fontanel anterior
         (√) Lunak                   (-) Tegas                         (-) Datar
         (-) Menonjol                (-) Cekung
     b. Sutura Sagitalis
         (√) Tepat                   (-) Terpisah                      (-) Menjauh
     c. Gambaran wajah
         (√) Simetris                (-) Asimetris
     d. Molding
         (-) Caput succudaneum                                 (-) Chepalohematome
4. mata
   (√) Bersih                                                  (-) Sekresi,……
5. THT
     a. Telinga
          (√) Normal                                                   (-) abnormal
     b. Hidung
         (√) Bilateral               (-) Obstruksi             (-) Cuping hidung
     c. Palatum
         (√) Normal                                                    (-) abnormal
6. Abdomen
    a. (√) Lunak            (-) Tegas                (-) Datar         (-) kembung
    b. Lingkar perut        : 25 cm
    c. Liver                : (√) kurang dari 2 cm                     (-) Lebih dari 2 cm
7. Toraks
    a. (√) Simetris                                                    (-) Asimetris
    b. Retraksi (√) Derajad 1                (-) Derajad 2             (-) Derajad 3
    c. Klavikula : (√) Normal                                  (-) Abnormal
8. Paru-paru
    a. suara napas          : (√) Sama Kanan kiri                      (-) Tidak sama kanan kiri
      (√) bersih            (-) Ronkhii              (-) Rales         (-) Sekret
    b. Bunyi napas
      (√) terdengar di semua lapang paru (-) Tidak terdengar           (-) Menurun
    c. Respirasi
      (√) Spontan                            jumlah : 56 x/mnt
      (-) Sungkup/boxhead,                   jumlah : - x/mnt
      (-) ventilasi assisted CPAP
9. Jantung
    a. (√) Bunyi Normal Sinus Rytm (NSR)             : 113 x/mnt
        (-) Murmur                                   (-) lain-lain, sebutkan
10. Ekstremitas
    (√) semua ekstremitas gerak              (-) ROM terbatas          (-) tidak dapat dikaji
    b. Ekstremitas atas dan bawah          : (√) simetris         (-) Asimetris
11. Umbilikus            : normal
12. Genital              : Paten
13. Anus                 : paten
14. Spina                : normal
15. Kulit
     Warna               : pink, keriput, sedikit lapisan lemak
16. Suhu
    a. Lingkungan                 : suhu ruang dan boks terbuka
    b. Suhu kulit                 : 37,70C

Komentar:
Terjadi penurunan berat badan, suhu tubuh belum stabil.

VIII. PEMERIKSAAN TINGKAT PERKEMBANGAN/REFLEK PRIMITIF
   1. Kemandirian dan bergaul
       Bayi menangis bila haus, BAB/ngompol
   2. Motorik halus
       Bayi mampu mengeluarkan tangan dari bedongan
   3. Kognitif dan bahasa
       Bisa mengikuti arah datangnya rangsang
   4. Motorik kasar
       Saat tidur telentang bisa menggerakkan kaki dan tangan

IX. RINGKASAN RIWAYAT KEPERAWATAN
    Bayi perempuan dengan diagnosa medis BBLR, CK, KMK, aspirasi mekonium, dengan
    riwayat asfiksia berat, dengan BBL 1800 gram, KU: CM, Suhu: 37,70C, Nadi: 113
    x/mnt, RR: 56 x/mnt.
    Pengobatan: Thermoregulasi
               - Ampicilin 2X100mg
               - Gentamicin 2x5mg
               - Aminopilin 3x4mg
               - Laktoferin 2x
              - ASI/PASI 8 x 35-45 cc
              - Kebutuhan cairan: 160 cc/kgBB/hr
    Kesimpulan perkembangan
    - Menangis bila tidak nyaman
    - Mengeluarkan suara
    - Menggerakkan tangan dan tungkai ketika telentang
X. ANALISA DATA
               DATA                        MASALAH                       PENYEBAB
    DS: -                          Nutrisi     kurang        dari ketidakmampuan mencerna
    DO: - BBL 1800 gram            kebutuhan tubuh
                                                                  nutrisi.
        - Terjadi penurunan BB

    DS: -                          Termoregulasi tidak efektif    kontrol suhu yang imatur dan
    DO: Suhu 37,70C
                                                                  penurunan     lemak      tubuh
         Nadi 113 x/mnt
                                                                  subkutan.

    DS: -                         Resiko infeksi                  Prosedur          invasive,
    DO: BBL 1800 gram                                             pertahanan imunologis yang
         Bayi terpasang infuse di                                 kurang
         tangan kiri
         Terpasang NGT
    DS:                           Impaired parenting              Perpisahan dengan orang tua,
    - Ibu mengatakan bahwa
                                                                  kesulitan transportasi
    karena rumahnya jauh dan
    ibu    pusing     bila   naik
    kendaraan umum maka ibu
    jarang menengok bayi.
    - Ibu mengatakan sibuk
    mengurusi anaknya yang lain
    DS: -                         Pola napas tidak efektif        imaturitas       paru       dan
    DO:
                                                                  neorumuskular,     penurunan
    -RR: 56 x/mnt
    -Punya riwayat asfiksia berat                                 energi, dan keletihan.
    -Aspirasi mekonium
    -Terdapat retraksi dada


Prioritas masalah:
       1. pola napas tidak efektif b.d imaturitas paru dan neorumuskular, penurunan energi,
           dan keletihan
       2. Termoregulasi tidak efektif b.d kontrol suhu yang imatur dan penurunan lemak
           tubuh subkutan.
       3. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d ketidakmampuan mencerna nutrisi.
       4. Resiko infeksi b.d prosedur invasive, pertahanan imunologis yang kurang
       5. Impaired parenting b.d perpisahan dengan orang tua, kesulitan transportasi

								
To top