Docstoc

ASKEP LANSIA

Document Sample
ASKEP LANSIA Powered By Docstoc
					                      ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA BAPAK S
                   DENGAN LANSIA DI RT 5/RW X KELURAHAN PUDAK PAYUNG
                        KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG

      A. STRUKTUR KELUARGA
         Pengkajian dilakukan pada hari Senin tanggal 15 Maret 2004 jam 16.00 WIB
         1. Nama KK                          : Bp. S
         2. Alamat                           : Vila Payung Mas Blok G, Jl. Hilir
         3. Pekerjaan KK                     : Pensiunan DLLAJR
         4. Pendidikan KK                    : SLTP
         5. Komposisi Keluarga
                                                                    Status Imunisasi                     Ket
                                  Penddkan
        Nama




                           Umur




                                                 BCG




 No                                                        Polio          DPT       Hepatitis Campak
                    JK




                                                       1 2 3 4 1 2 3 1                    2   3
 1.     Bp. S        L     60 th SLTP
 2.     Ibu S        P     58 th SD
 3.     Sdr T        L     27 th S1
 4.     Sdr D        L     24 th D3
 5.     Nn. I        P     18 th SLTA


      B. GENOGRAM




      Bp. S (60 th)                                                                     Ibu. S (58 th)
      Hipertensi                                                        Nn. I (18 th)
                                                                   Nyeri haid
Keterangan :
                : Wanita                                              : Klien
                : Laki-laki                                           : Meninggal


                : tinggal serumah
  6. Tipe Keluarga                   : Keluarga inti
  7. Suku Bangsa                     : Jawa/Indonesia
  8. Agama                           : Islam dan keluarga rajin menjalankan shalat lima
      waktu yang merupakan kewajibannya sebagai pemeluk agama Islam.
  9. Status sosial ekonomi keluarga : Bp. S merupakan pensiunan dari DLLAJR dan Ibu
      S merupakan pensiunan AKPOL. Penghasilan keluarga kurang lebih diatas Rp
      1.000.000, - tiap bulannya. Keluarga mengaggap penghasilan ini sudah cukup untuk
      mencukupi kehidupan sehari-hari dan bisa untuk menyekolahkan anak sampai
      perguruan tinggi. Dan kedua anaknya yang sudah bekerja dan menikah kadang
      memberikan bantuan untuk biaya hidup sehari-hari.
  10. Aktifitas rekreasi keluarga    : keluarga tidak mempunyai jadwal khusus untuk
      rekreasi. Kadang jika hari libur, Bp. S dan Ibu S berkunjung ke rumah anak-anaknya
      yang sudah berkeluarga. Menonton televisi bersama-sama juga merupakan
      kebiasaan keluarga Bapak S jika sedang berkumpul.


C. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
  11. Tahap perkembangan keluarga saat ini
      Keluarga Bapak S sekarang pada tahap keluarga dengan usia lanjut. Keluarga
      sering berkunjung ke anaknya yang sudah berkeluarga untuk mempertahankan
      hubungan dan sebaliknya. Keluarga Bapak S yang masih tinggal serumah sering
      kumpul bersama untuk berbincang-bincang untuk mempertahankan hubungan
      keluarga terutama setelah makan malam.
  12. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
      Bapak S merasa masa tuanya sekarang merupakan masa yang menyenangkan
      karena bisa melihat anaknya berhasil dalam studi maupun pekerjaan. Akan tetapi
      sampai saat ini Bapak S dan Ibu S belum mempunyai cucu padahal kehadirannya
      sudah dinantikan selama kurang lebih 5 tahun. Akan tetapi keluarga menyikapi
      dengan lapang dada, mungkin Allah belum mempercayai untuk dikaruniai cucu.
  13. Riwayat keluarga inti
      Dalam keluarga Bp. S tidak ada yang memiliki penyakit yang berat, hanya Bp. S
      sekarang sedang menderita Hipertensi dan penyakit ini baru diketahui pada saat Bp.
      S mengikuti posyandu lansia sehingga sebelumnya Bp. S belum pernah berobat
      maupun kontrol ke tempat pelayanan kesehatan. Untuk mengatasi masalah
      kesehatan yang ada dalam keluarga, keluarga menggunakan dokter praktek swasta
      di wilayah Pudak Payung. Salah satu anggota keluarga Bp. S yaitu Nn. I pada waktu
      menstruasi mengeluh nyeri dan hanya diberi minyak angin.
  14. Riwayat keluarga sebelumnya
      Sebelumnya dalam keluarga Bp. S tidak diketahui ada yang menderita Hipertensi
      yaitu Bp. S sendiri. Bp. S waktu masih muda pernah dirawat di rumah sakit karena
      ada benjolan di kening dan sudah dioperasi di RS. St. Elizabeth Semarang. Untuk
      anggota keluarga yang lain penyakit yang sering dirasakan hanya pusing, batuk pilek
      dan itupun jarang terjadi.


D. PENGKAJIAN LINGKUNGAN
  15. Karakteristik rumah
      Rumah keluarga Bp. S merupakan tipe 45 yang sudah direnovasi menjadi 2 lantai
      yang belum selesai 100 % tetapi sudah bisa dipakai dimana terdiri dari : 1 ruang
      tamu, 1 ruang keluarga, 3 kamar tidur di lantai bawah dan 4 kamar tidur di lantai
      atas, 1 dapur, 2 kamar mandi di depan dan belakang yang terpelihara. Lantai rumah
      keramik, terdapat tangga yang ada pegangannya. Jendela selalu dibuka, rumah
      tampak rapi dan bersih, tampak tanaman di depan rumah.
  16. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
       Tetangga Bp. S sebagian besar masyarakatnya merupakan pendatang, dan
       merupakan kalangan menengah keatas. Dimana banyak penduduknya yang
       bekerja seharian sebagai karyawan swasta maupun negeri. RW tempat Bp. S
       tinggal terbagi menjadi 2 blok yaitu blok C dan blok G. Blok C merupakan
       perumahan padat tipe 21 dengan rumah yang berhimpit-himpitan dan blok G
       merupakan perumahan yang asri ukuran tipe 45 dan 70 yang sebagian besar
       sudah direnovasi menjadi rumah yang mewah.
  17. Mobilitas geografis keluarga
       Lingkungan tempat tinggal Bp.S dekat dengan jalan yang merupakan jalan bus dan
       kendaraan lain. Alat transportasi yang digunakan adalah kendaraan roda 2, bus
       dan ojek. Jarak dengan tempat pelayanan kesehatan (Puskesmas Pudak Payung
       dn Dokter Dita) kurang lebih 5 km, posyandu 100 m. Tempat tinggal keluarga Bp. S
       sudah menetap kurang lebih sejak tahun 1998.
  18. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
       Keluarga selalu berusaha untuk berkumpul jika waktu libur untuk mempertahankan
       hubungan yang harmonis dengan anggota keluarga. Baik Bp. S maupun ibu setiap
       bulannya mengikuti arisan RT tepatnya minggu pertama. Bp. S merupakan
       koordinator Rt untuk lingkungan sekitar rumahnya. Pada saat diadakan posyandu
       lansia, Bp. S dan Ibu S juga datang ikut senam lansia dan memeriksakan
       kesehatannya.
  19. Sistem pendukung keluarga
       Pendukung keluarga adalah anak pertama dan kedua yang sudah menikah yang
       selalu memberikan bantuan baik materiil, moril dan spiritual.


E. STRUKTUR KELUARGA
  20. Pola komunikasi keluarga
       Komunikasi yang digunakan adalah secara verbal dengan menggunakan bahasa
       Jawa dan kadang bahasa Indonesia. Komunikasi menggunakan dua arah dan
       anggota keluarga selalu menghormati orang yang sedang berbicara dalam arti jika
       ada anggota keluarga yang sedang berbicara maka yang lain mendengarkan tidak
       boleh memotong.
  21. Struktur kekuatan keluarga
       Dalam keluarga Bp. S yang mengambil keputusan adalah Bp. S selaku kepala
       rumah tangga. Akan tetapi jika ada masalah selalu dimusyawarahkan bersama
       dengan ketiga anaknya yang masih tinggal satu rumah. Tidak jarang pula Bp. S
       diminta pendapat oleh anaknya yang sudah berkeluarga.
  22. Struktur peran (formal dan informal)
       Bp. S mampu menjalankan perannya sebagai kepala rumah tangga walaupun
       sudah pensiun dan Ibu S mampu menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga
       dimana tugasnya sebagai ibu rumah tangga dibantu oleh anaknya yaitu Nn. I.
  23. Nilai dan norma keluarga
       Di dalam keluarga tidak ada nilai maupun norma yang bertentangan dengan
       kesehatan. Keluarga mengaggap kesehatan itu sangatlah penting.


F. FUNGSI KELUARGA
  24. Fungsi afektif
       Keluarga Bp. S merupakan keluarga yang menyenangkan. Mereka hidup bahagia
       di masa tuanya dengan anak-anaknya yang selalu menghormati dan menyayangi
       mereka. Bp. S selalu mengajarkan kepada anaknya untuk menghomati orang yang
       lebih tua dan saling menyayangi satu sama lain.
  25. Fungsi sosial
       Keluarga Bp. S mengatakan bahwa cara menanamkan hubungan interaksi sosial
       pada anaknya dengan tetangga dan masyarakat yaitu dengan menganjurkan
       anaknya berpartisipasi dalam lingkungan sekitar misalnya jika ada kerja bakti setiap
       minggu dan tidak melarang anaknya untuk bermain ke rumah teman asalkan sudah
       ijin. Namun sekarang kedua anaknya sudah berkeluarga dan sudah mempunyai
     rumah sendiri. Sekarang yang tinggal sekeluarga adalah istri dan ketiga anaknya
     yang lain.
26. Fungsi perawatan kesehatan
   a. Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
       Keluarga belum mengetahui kalau ada anggota keluarga yang menderita
       Hipertensi. Bp. S mengetahui kalau dirinya menderita Hipertensi setelah
       mengikuti posyandu lansia pada tanggal 29 Februari 2004. Keluarga belum
       mengetahui apa itu Hipertensi baik pengertiannya, penyebabnya, tanda dan
       gejala dan cara perawatannya. Keluarga hanya mengetahui kalau Hipertensi itu
       sama dengan darah tinggi.
       Untuk masalah disminorea pada Nn. I, keluarga belum mengetahui
       penyebabnya yang diketahui hanyalah sebatas sering terjadi pada wanita.
   b. Kemampuan keluarga mengambil keputusan untuk mengatasi masalah
       kesehatan
       Keluarga belum mampu mengambil keputusan untuk mengatasi masalah
       kesehatannya karena belum mengetahui sebelumnya.
   c. Kemampuan keluarga merawat
       Keluarga belum mampu merawat anggota keluarga yang menderita Hipertensi,
       untuk makan Bp. S masih seperti biasa tidak ada pantangannya karena
       sebelumnya tidak mengetahui kalau dirinya menderita Hipertensi. Yang diketahui
       keluarga untuk mengatasi Hipertensi yaitu dengan makan buah ketimun.
   d. Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan
       Keluarga belum mampu memodifikasi lingkungan, dalam memasak masih
       menggunakan penyedap rasa dan takaran garam tidak dikurangi.
   e. Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
       Keluarga belum memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk mengatasi masalah
       Hipertensi.
27. Fungsi reproduksi
     Bapak S memiliki 5 orang anak, 2 perempuan dan 3 laki-laki. Dimana 2 anaknya
     yang pertama dan ketiga sudah berkeluarga dan saat ini Ibu S sudah menopause.
28. Fungsi ekonomi
     Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari masih cukup dengan menggunakan
     uang pensiunan. Dan keluarga juga memiliki tabungan untuk berjaga-jaga jika ada
     kebutuhan yang tidak terduga. Anak-anaknya yang sudah bekerja juga sering
     memberikan bantuan baik materiil maupun non materiil.
 G. STRESS DAN KOPING KELUARGA
     29. Stressor jangka pendek dan panjang
             Untuk saat ini Bp. S kadang merasakan tangannya kesemutan, akan tetapi hal ini
             hanya tidak sampai mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Keluarga tidak
             merasakan adanya masalah yang membutuhkan penyelesaian yang cukup lama.
     30. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi / stressor
             Bp. S mengatakan bahwa dirinya tidak tipe orang yang selalu memikirkan masalah
             sampai berlarut-larut dalam arti dirinya adalah orang yang santai. Jika ada masalah
             selalu diselesaikan dengan tenang dan musyawarah. Setelah mengetahui kalau
             dirinya menderita Hipertensi, Bp. S akan selalu berusaha menghindari makanan
             yang dilarang dan berobat.
     31. Strategi koping yang digunakan
             Koping yang digunakan jika ada masalah adalah musyawarah dengan anggota
             keluarga yang lain.
     32. Strategi adaptasi disfungsional
             Dalam beradapatasi dengan masalah yang ada, keluarga menggunakan adaptasi
             yang positif. Karena keluarga menyadari jika menggunakan kekerasan dalam
             menyelesaikan masalah tidak akan dapat menyelesaikan masalah malah akan
             semakin berlarut-larut.


 H. PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan                                  Nama Anggota Keluarga
     Fisik             Bp.S            Ibu S          Sdr T           Sdr D            Nn. I
TD                 170/100         120/80          110/80          120/80          110/70
                   mmHg            mmHg            mmHg            mmHg            mmHg
N                  96x/mnt         72x/mnt         88 x/mnt        84x/mnt         78x/mnt
RR                 20x/mnt         20x/mnt         20x/mnt         22x/mnt         20x/mnt
BB                 56 kg           54 kg           60 kg           61 kg           50kg
Rambut             Beruban,        Bersih          Bersih          Bersih          Bersih
                   bersih
Konjungtiva        Tidak           Tidak           Tidak           Tidak           Tidak
                   anemis          anemis          anemis          anemis          anemis
Sklera             Tidak ikterik   Tidak ikterik   Tidak ikterik   Tidak ikterik   Tidak ikterik
Hidung             Bersih          Bersih          Bersih          Bersih          Bersih
Telinga            Bersih          Bersih          Bersih          Bersih          Bersih
Mulut              Mukosa          Mukosa          Mukosa          Mukosa           Mukosa
                   bibir           bibir           bibir           bibir            bibir lembab
                   lembab,         lembab,         lembab.         lembab,
Leher              Tdk        ada Tdk         ada Tdk         ada Tdk          ada Tdk         ada
                   pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran
                   kelenjar        kelenjar        kelenjar        kelenjar         kelenjar
                   thyroid         thyroid         thyroid         thyroid          thyroid
Dada               Tidak      ada Tidak       ada Tidak       ada Tidak        ada Tidak       ada
                   suara nafas suara nafas suara nafas suara nafas suara nafas
                   tambahan        tambahan,       tambahan,       tambahan,        tambahan,
                   detak           detak           detak           detak            detak
                   jantung         jantung         jantung         jantung          jantung
                   regular.        regular.        regular.        regular.         regular.
Abdomen            Simetris, tdk Simetris, tdk Simetris, tdk Simetris, tdk Simetris,
                   ada        nyeri ada       nyeri ada       nyeri ada       nyeri tidak      ada
                   tekan           tekan           tekan           tekan            nyeri tekan
Ekstremitas        Tdk        ada Tdk         ada Tdk         ada Tdk          ada Tdk         ada
                   varises, tdk varises, tdk varises, tdk varises, tdk udema
                   ada udema       ada udema       ada udema       ada udema
Kulit              Sawo            Sawo            Sawo            Sawo             Sawo
                   matang          matang          matang          matang           matang
Turgor kulit       baik            baik            baik            baik             baik
Keluhan            Kadang          -               -               -                Nyeri haid
                   kesemutan
                   pada tangan


 I.     HARAPAN KELUARGA
        Keluarga menginginkan petugas kesehatan / mahasiswa dapat memberikan penjelasan
        dan informasi tentang kesehatan khususnya cara perawatan Hipertensi sehingga tidak
        timbul masalah lagi akibat Hipertensi. Dan keluarga berharap di masa yang tua ini hidup
        bahagia bersama anak-anak dan semua anggota keluarga sehat.
B. ANALISA DATA


                                 Data                            Masalah Keperawatan
   1. DS :                                                      Resiko             terjadinya
    -     Bp. S mengatakan bahwa dirinya tidak tahu kalau gangguan perfusi jaringan
          mempunyai penyakit Hipertensi karena memang tidak serebral        pada     keluarga
          pernah periksa.                                       Bapak S khususnya Bapak
    -     Bp. S mengatakan memang kadang dirinya mengalami S          b.d   ketidakmampuan
          kesemutan pada tangannya tetapi tidak pernah keluarga merawat anggota
          mengeluh pusing.                                      keluarga yang menderita
    -     Bp. S dan Ibu S mengatakan bahwa kalau makan tidak Hipertensi.
          ada pantangannya karena memang tidak mengetahui
          kalau Bp. S menderita Hipertensi.
    -     Bp. S mengatakan bahwa dirinya tidak merokok, tidak
          pernah minum alkohol
    -     Bp. S mengatakan belum pernah memeriksakan ke
          dokter maupun Puskesmas
         DO :
    -     TD Bp. S : 170/100 mmHg
    -     Nadi : 96 x/menit
    -    Bp. S masih tampak sehat, semua aktivitas masih bisa
         dilakukan sendiri seperti membersihkan rumah, makan,
         mandi dan aktivitas sehari-hari yang lain
   2. DS :                                                      Nyeri haid pada keluarga
   -     Nn. I mengatakan jika menstruasi terasa sakit          bapak S khususnya Nn. I
   -     Nn. I mengatakan nyeri terjadi pada hari pertama dan   b.d         ketidakmampuan
         kedua                                                  keluarga           mengenal
   -     Nn. I mengatakan yang dilakukan selama ini untuk       masalah nyeri haid
         mengatasi nyeri dengan menggunakan minyak kayu
         putih
   -     Nn. I mengatakan belum mengetahui penyebab nyeri
         dan apakah itu normal
   DO :
   - Nn. I merupakan remaja yang berumur 21 tahun
   - Nn. I tampak antusias pada menceritakan tentang nyeri
        yang dialaminya saat menstruasi
C. SKORING MASALAH
  1. Resiko terjadinya gangguan perfusi jaringan serebral pada keluarga Bapak S khususnya
     Bapak S b.d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita
     Hipertensi.


               Kriteria                 Skor    Total                Pembenaran
    1. Sifat Masalah : tidak sehat      3/3X1    1      Bp.     S     saat      ini     menderita
                                                        Hipertensi dengan tekanan darah
                                                        170/100       mmHg            yang     baru
                                                        diketahui      pada      saat        Bp     S
                                                        mengikuti posyandu lansia
    2. Kemungkinan            Masalah   1/2X2    1      Yang        bisa     dilakukan        untuk
      dapat    diubah     :    hanya                    mengatasi masalah hipertensi
      sebagian                                          pada    Bp.         S   yaitu        dengan
                                                        mempertahankan agar tekanan
                                                        darahnya terkontrol yang bisa
                                                        dilakukan          dengan      perawatan
                                                        yang benar. Sementara saat ini
                                                        Bp. S belum pernah berobat dan
                                                        belum          mengetahui                 cara
                                                        perawatan Hipertensi.
    3. Potensial Masalah                2/3X1    2/3    Potensial masalah dapat dicegah
       dapat dicegah : cukup.                           cukup, karena saat ini Bp. S
                                                        belum pernah berobat dan dalam
                                                        hal makan masih seperti biasa
                                                        (tidak mengurangi garam). Dan
                                                        gejala yang muncul pada Bp. S
                                                        hanya kadang kesemutan saja,
                                                        tidak mengeluh pusing maupun
                                                        kaku di tengkuk
    4. Menonjolnya Masalah :            2/2X1    1      Keluarga       menyadari         perlunya
        masalah dirasakan dan                           perawatan          Hipertensi        karena
        harus segera ditangani                          keluarga      beranggapan            bahwa
                                                        kesehatan itu sangatlah penting.
                Jumlah                          3 2/3
2. Nyeri haid pada keluarga bapak S khususnya Nn. I b.d ketidakmampuan keluarga
   mengenal masalah nyeri haid.
           Kriteria               Skor    Total                Pembenaran
1. Sifat Masalah : ancaman        2/3X1    2/3    Nyeri haid pada Nn. I merupakan
   kesehatan                                      suatu kondisi yang mengancam
                                                  kesehatan karena hal ini terjadi
                                                  setiap bulannya dan hal ini sangat
                                                  mengganggu aktivitas Nn. I

2. Kemungkinan         Masalah    0X2      1      Yang     bisa     dilakukan     untuk
   dapat diubah : tidak dapat                     mengatasi masalah nyeri haid
                                                  hanyalah       dengan      mengurangi
                                                  nyerinya        misalnya      dengan
                                                  menggunakan minyak kayu putih
                                                  dan untuk dihilangkan sama
                                                  sekali jelas tidak bisa karena itu
                                                  merupakan hal yang fisiologis
                                                  dimana masing-masing individu
                                                  berbeda.

3. Potensial Masalah              1/3X1    1/3    Potensial masalah dapat dicegah
  dapat dicegah : rendah                          rendah karena masalah nyeri haid
                                                  merupakan         masalah       yang
                                                  fisiologis terjadi pada wanita saat
                                                  menstruasi dimana untuk masing-
                                                  masing individu berbeda-beda.
                                                  Ada yang nyeri haid dan ada
                                                  yang tidak

4. Menonjolnya Masalah :          2/2X1    1      Nyeri haid yang dirasakan Nn. I
    masalah dirasakan dan                         kadang       sampai     mengganggu
    harus segera ditangani                        aktivitasnya     sehingga     Nn.   I
                                                  merasa tidak nyaman


           Jumlah                          3
D. PRIORITAS MASALAH
  1. Resiko terjadinya gangguan perfusi jaringan serebral pada keluarga Bapak S khususnya
     Bapak S b.d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita
     Hipertensi.
  2. Nyeri haid pada keluarga bapak S khususnya Nn. I b.d ketidakmampuan keluarga
     mengenal masalah nyeri haid.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:8
posted:12/20/2012
language:Unknown
pages:11