Docstoc

diagnosaa keperawatan

Document Sample
diagnosaa keperawatan Powered By Docstoc
					INI HANYA CONTOH TEMPO DOELOE KALAU MAU NULIS ASKEP LIHAT
SELENGKAPNYA DI BUKU WILKINSON 2006

Contoh Diagnosa Keperawatan

   1. Resiko tinggi penurunan perfusi utero plasenta bd perubahan kondisi plasenta
      disebabkan oleh kehamilan posmatur
      Tujuan :
      Intervensi
      Periksa BB, TTV dan pemeriksaan palpasi abdomen
      Lakukan pemeriksaan fisik head to toe pada klien dengan seksama
      Yakinkan klien dengan obstetrical history ( hitung HPHT )
      Ajarkan klien mengenal tanda bahaya pada kehamilan
      Ajarkan klien dan keluarga tetntang tanda dan gejala bahaya yang mungkin akan
      terjadi pada klien dan janinnya


   2. Kecemasan ibu terhadap kondisi janin bd kurang informasi, ditandai dengan klien
      mengatakan kkhawatir dan cemas akan kondisi janinnya, ekspresi wajah agak tegang,
      tampakgelisah
      Tujuan : kecemasan klien berkurang atau hilang dengan criteria ibu tampak tenang,
      ekspresi wajah tidak tegang, ibu memahami semua penjelasa perawat
      Intervensi
      Bina hubungan saling percaya
      Kaji tingkat kecemasan klien
      Berikan informasi yang jelas tentang klien dan janiinya
      Beri kesempatan klien untuk mengungkapkan perasaan dan suasana hatinya saat ini,
      dengarkan keluhan klien dengan penuh perhatian
      Libatkan keluarga saat menjelaskan dan saat pemeriksaan dilakukan
      Jelaskan semua hasil pemeriksaan yang dilakukan prawat dan hasil pemeriksaaan
      USG
      Berikan pilihan pada klien untuk memilih perawatan yang dikehendaki dan libatkan
      klien dalam pengambilan keputusan terhadap dirinya
      Berikan reinforcement terhadap ANC yang dilakukan klien dengan teratur


   3. Perubahan pola seksual berhubungan dengan kurang pengetahuan dan informasi
      tentang seksualitas dalam kehamilan
      Intervensi
      Kaji perubahan pola seksual yang terjadi
      Kaji pengetahuan klien tentang seksualitas selama kehamilan
      Beri penjelasan tentang kesalahan mitos dan misinformasi seksual selama kehamilan
      yang diketahui klien
      Jelaskan posisi – posisi yang aman untuk berhubungan pada tiap semester
   Libatkan pasangan dalam pemberian penjelasan tentang hubungan seksual
   Jelaskan efek dan manfaat hubungan seksual selama trimester ketiga dan
   hubungannya dengan kondisi post matur klien saat ini
   Dorong klien untuk menanyakan hal – hal yang ongin diketahui seputar hubungan
   seksual selama kehamilan

4. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi
   Tujuan klien dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya selama kehamilan
   Intervensi
   Kaji kebutuhan klien selama kehamilan
   Ukur berat badan secara berkala untuk mengetahui pertumbuhan janin
   Ajarkan cara memodifikasi jenis makanan yang sesuai dengan kehamilan
   Ajarkan tentang penyusunan menu sehari – hari yang dapat memenuhi kebutuhan
   nutrisi klien dengan budget yang ekonomis
   Pantau kesehatan ibu dan jani secara berkala
   Kolaborasi dengan ahli gizi


5. Cemas tentang kehamilan bd kurang informasi
   Tujuan klien dapat menjalani proses kehamilanna tanpa rasa cemas dan mencapai
   ksehatan dan kesejahteraan janin yang optimal

   Intervensi
   Kaji penyebab kecemasan pada klien dan pasangan berkaitan dengan kehamilan
   Beri informasi tentang perawatan ibu hamil secara mandiri di rumah
   Jawab pertanyakan klien dengan empati
   Ajarkan pada klien untuk aktif mencari informasi yang dibutuhkan pada tenaga
   kesehatan tentang kehamilannya

6. Resiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin
   Tujuan
   Tidak terjadi gangguana pertumbuhan dan perkembangan janin
   Kaji factor – factor yang dapat menggganggu pertumbuhan dan perkembangan janin
   Pantau pertumbuhan dan perkembangan jani secara berkala
   Ajarkan pada ibu untuk menjaga kesehatan diri dan janin ; asupan nutrisi yang cukup,
   p[ola hidup sehat
   Pantau pertambahan BB selama hamil yang dapat memepengaruhi pertumbuhan janin
   Anjurkan pada ibu untuk selalu memeriksa kehamilannya secara berkala di tenaga
   kesehatan

7. Meningkatnya kegembiraan karena menjadi hamil
   Perilaku klien dan keluarga mengekspresikan perasaan senang, berbicara dengan
   orang lain mengenai kehamilan, memulai perencanaan untuk bayi
   Intervensi
   Perkuat perasaan senang dan tertarik
   Berikan informasi mengenai sumber kelas prenatal, buku dll tentang kehamilan
   Dukung perencanaan awal.

8. Gangguan rasa nyaman nyeri bd adanya luka insisi post SC ditandai dengan
   DS klien mengatakan nyeri terasa nyeri bila sedang menyusui , klien mengatakan
   terasa nyeri bila melakukan aktifitas
   DO : klien tampak meringis bila sedang menyusui, skala nyeri 4
   Setelah dilakukan intervensi dan pendidikan kesehatan klien dapat beradaptasi dengan
   perubahan fisiologi untuk mengurangi nyeri yang dirasakan
   KH
   Klien mengatakan nyeri hilang
   Klien mengerti cara – cara untuk mengalihkan rasa nyeri
   Klien dapat menyusui dengan nyaman
   Klien dapat melakukan aktifitas tanpa ada nyeri

   Intervensi
   Kaji tingkat nyeri dan koping klien terhadap nyeri
   Ajarkan ibu menggunakan tehnik relaksasi
   Hadirkan klien saat klien merasakan nyeri dan member bantuan bagi klien
   Berikan lingkungan yang nyaman dan tenang
   Periksa luka insisi dari tanda – tanda radang
   Observasi TTV
9. Kurang pengetahuan tentang perawatan bayi, tehnik menyusui yang benar, ASI
   eksklusif bd informasi yang tidak adekuat selama hamil ditandai dengan
   DS : klien mengatakan belum mengetahui tentang ASI eksklusif
   Klien mengatakan belum berani / belum dapat merawat bayinya sendiri
   DO : klien tampak gugup saat menggantikan pakaian bayi dan saat menyusui, klien
   tampak kebingungan dalam merawat bayinya

   Setelah diberikan suportif edukatif diharapkan klien mengetahui dan dapat
   menerapkan penkes yang diberikan oleh perawat
   KH
   Klien memahami tentang perawatan bayi, ASI eksklusif dan tehnik menyusui
   Klien mampu melakukan perawatan bayinya sendiri tanpa bantuan perawat
   Intervensi
   Gali pengetahuan pasien
   Ajarkan klien untuk perawatan bayinya
   Ajarkan klien untuk melakukan tehnik menyusui yang baik
   Berikan penjelasan tentang nutrisi dan ASI eksklusif
   Motivasikan klien untuk meningkatkan kemampuan merawat bayinya.
10. Terjadi perubahan transisi peran dengan kelahiran anak pertama BD proses menjadi
    orang tua baru ditandai dengan
    DS klien mengatakan belum berpengalaman merawat bayinya, klien mengatakan
    berusaha menjadi orang tua yang baik
    DO : ibu tampak gugup dalam merawat bayinya, ibu tampak bingung dengan peran
    barunya sebagai ibu
     Setelah dilakukan pendidikan kesehatan diharapkan klien dapat beradaptasi secara
    konstruktif dengan peran barunya menjadi ibu ditandai dengan
    Klien memahami bahwa saat ini telah menjadi orang tua
    Klien mampu menerapkan perannya bila telah pulang

   Int
   Berikan penjelasan pada klien tentang peran barunya
   Jelaskan pada klien bahwa peran barunya adalah proses adaptasi yang normal
   Libatkan peran suami saat member penjelasan dan PenKes
   Motivasi klien dan suami untuk saling berinteraksi dengan bayinya.

11. Kesadaran dan kemauan yang tinggi menjadi ortu untuk merawat bayinya sendiri
    dengan penuh kasih saying dan perkembangan optimal bagi bayinya
    Setelah diberikan pendidikan kesehatan diharapkan klien lebih meningkatkan lagi
    kesadaran dan kemauan menjadi orang tua untuk merawat bayinya
    Intervensi
    Motivasi ibu untuk tetap mempertahankan keinginannya
    Berikan reward positif kepada klien
    Jadikan keinginan klien sebagai role model bagi klien yang lain

12. Nyeri perineum bd adanya luka episiotomy yang ditandai dengan ibu mengatakan
    sakit didaerah kemaluannya dan terasa perih bila BAK dan bergerak, ekspresi wajah
    meringis, skala nyeri 6
    Tujuan : setelah diberikan intervensi keperawatan dan pendidikan kesehatan
    diharapkan klien dapat beradaptasi dengan perubahan fisiologis dan mampu
    mengurangi rasa nyeri dengan KH
    Ibu akan mengungkapkan nyeri di daerah perineum berkurang
    Ibu mampu menyebutkan dan ,endemonstrasikan tentang tehnik perawatan perineum
    dengan mandiri dan benar

    Intervensi
    Monitor tanda – tanda vital
    Monitor lokhea : jumlah, karakteristik dan bau
    Jelaskan dan demonstrasikan tehnik perawatan perineum yang benar
    Ajarkan posisi yang nyaman dan tehnik relaksasi untuk mengurangi nyeri perineum
    Kolaborasi pemakaian antibiotic
13. Perubahan penampilan peran BD ketidaksiapan menjalankan peran baru yang ditandai
    dengan ibu mengatakan khawatir tidak mampu merawat bayinya, ibu mengatakan
   belum siap jadi ibu, usia ibu masih sangat muda dan ibu terkejut melihat hasil USG
   bayinya kembar.
   Setelah diberikan intervensi keperawatan dan pendidikan kesehatan diharapkan klien
   dapat beradaptasi dengan peran barunya sebagai ibu dengan criteria hasil ;
   Ibu memahami bahwa saat ini dia telah menjadi ibu
   Anggota keluarga lain seperti suami member support kepada ibu

   Intervensi
   Kaji perasaan ibu tentang kehadiran bayi dan ekspresi tentang pengalaman persalinan
   Diskusikan tentang peran baru ibu
   Libatkan tentang anggota keluarga lain ( suami ) dalam diskusi
   Motivasi ibu untuk dengan bayi agar segera menyusui

14. Defisit pengetahuan dan ketrampilan dalam perawatan bayi dan menyusui bd tidak
    adekuat informasi selama masa kehamilan ditandai dengan ibu mengatakan ibu tidak
    berpengalaman cara merawat bayi dan meyusui yang benar
    Tujuan : Setelah diberikan intervensi keperawatan dan pendidikan kesehatan
    diharapkan ibu dapat melakukan perawatan bayi dan menyusui yang benar dengan
    KH
    Ibu mengerti tentang cara – cara perawatan bayi
    Ibu mampu memndikan bayi dan merawat tali pusat dengan benar
    Ibu dapat menyusui bayinya dengan tehnik yang benar

   Intervensi
   Kaji tingkat pengetahuan ibu
   Gali pengetahuan yang pernah diperoleh ibu selama hamil
   Jelaskan tentang cara – cara perawatn bayi
   Ajarkan ibu tentang perawatan bayi
   Motivasi ibu untuk segera menyusui

15. Support system yang efektif dari suami dan lingkungan rumah sakit ditandai dengan
    suami mendampingi ibu selama persalinan, memenuhi semua kebutuhan ibu, pasien
    sekitar ibu sangat komunikatif dan member spport ke ibu.
    Tujuan : support system tetap dipertahankan oleh suami

   Intervensi
   Libatkan anggota keluarga lain ( suami ) dalam setiap tindakan keperawatan
   Motivasi suami untuk tetap mempertahankan kondisi yang kondusif untuk ibu
   Motivasi suami agar terlibat dalam perawatan bayi bila samapi kerumah.

16. Resiko tinggi terjadi kekurangan cairan dan elektrolit bd perdarahan pervaginam yang
    terus menerus
    Tujuan : kondisi klien memperlihatkan bahwa kebutuhan cairan dan elektrolit
    terpenuhi dengan criteria hasil :
   Tekanan darah dan nadi dalam batas normal
   Perdarahan berkurang /berhenti, urin output > 30 – 35 cc/jam

   Intervensi
   Ukur TTV setiap 15 – 30 menit dalam masa observasi
   Catat kualitas dan kuantitas perdarahan
   Monitor intake dan output
   Berikan cairan infuse dengan menggunakan jarum yang besar
   Observasi tanda – tanda syok
   Atur posisi klien dengan posisi trendelenburg
   Observasi / kolaborasi pemeriksaan analisa gas darah, darah rutin ( Hb, Ht, dan
   golongan darah ) dan urine rutin
   Sipakan O2 jika diperlukan

17. Nyeri bd kontraksi uterus
    Tujuan klien mampu beradaptasi dan toleran terhadap rasa nyeri dan mampu
    menggunakan tehnik relaksasi untuk mengurangi nyeri
    Intervensi
    Kaji dan observasi tingkat nyeri klien dan kontraksi uterus
    Kaji lokasi, kualitas dan kuantitas nyeri
    Ajarkan klien untuk menggunakan tehnik relaksasi ( nafas dalam, distraksi, viaualisasi
    dan tehnik massage)
    Jelaskan pada klien penyebab dan efek nyeri yang dirasakan
    Motivasi dan beri supportpada klien terhadap persiapan prosedur kuretage yang akan
    dilakukan

18. Kecemasan bd kondisi krisis situasi, ketidaktahuan terhadap proses penyakit
    Tujuan
    Kecemasan klien dapat hilang / berkurang dengan criteria
    Ekspresi wajah klien tidak tegang dank lien tampak rileks
    Intervensi
    Kaji support system dan respon emosional klien
    Jelaskan secara lengkap prosedur pengobatan yang akan diberikan
    Ajarkan keluarga dan orang terdekat ( suami) untuk memberikan dukungan terhadap
    klien
    Dorong klien mengekspresikan perasaannya
    Evaluasi ulang informasi yang sudah disampaikan
    Diskusikan denganklien dan suami tentang kemungkinan kehamilan yang akan datang
    dan rencana kontrasepsi

19. Resiko tinggi terjadi syok hipovolemik bd perdarahan pervaginam yang berlebihan
    Tujuan kondisi syok tidak terjadi dengan criteria : TTV dalam batas normal, Analisa
    gas darah dalam batas normal, perdarahan berhenti dan ekstremitas teraba hangat
    Intervensi
   Observasi tanda dan gejala syok
   Ukur TTV 15 – 30 menit sekali selama periode observasi
   Kaji dan ukur jumlah darah yang keluar
   Atur posisi klien dalam posisi trendelenburg
   Berikan O2 jika perlu
   Kolaborasi terhadap hasil Lab ( koagulasi dan AGD) dan berikan antibiotic sesuai
   indikasi

20. Kurangnya pengetahuan klien dan keluarga bd proses perawatan dan kehamilan yang
   akan datang
   Tujuan :
   Klien dan keluarga mengerti dan memahami tentang proses perawatan dan kehamilan
   yang akan datang
   Intervensi
   Berikan penjelasan pada klien dan keluarga tentang penyebab abortus spontan
   Jelaskan perawatan yang harus dijalani klien baik selama di rumah sakit maupun di
   rumah nantinya
   Diskusikan dengan klien dan keluarga tentang kehamilan yang akan datang dan
   kontrasepsi yang akan digunakan
   Jelaskan pada klien dan keluarga tentang tanda dan bahaya yang dapat
   membahayakan ibu selama kehamilan terutama selama trimester pertama kehamilan

21. . Support dan dukungan keluarga yang adekuat
    Tujuan : mempertahankan support dan dukungan yang diberikan keluarga
    Intervensi
    Berikan reward terhadap keluarga tentang dukunga yang diberikan kepada klien
    Anjurkan keluarga untuk terus memeberi dukungan ibu baik selama di rumah sakit
    maupun di rumah nantinya
    Anjurkan keluarga untuk lebih memperhatikan kebutuhan ibu terutama gizi yang
    seimbang terhadap proses pemulihan ibu

22. Nyeri bd peningkatan frekuensi dan intensitas kontraksi
    Tujuan : klien dapat menggunakan tehnik relaksasi nyeri dan dapat menerima nyeri
    sebagai proses yang normal dalam persalinan

   Intervensi
   Mengkaji omunikasi verbal dan non verbal / melakukan komunikasi verbal dengan
   klien dengan menggunakan bahasa yang sederhana
   Tingkatkan penggunaan tehnik pernafasan terfokus ? membantu mengajarkan klien
   tehnik pernafasan dalam, terfokus dan tiupan pendek dan cepat
   Melakukan tindakan untuk member kenyamanan pada klien dengan cara mengurut
   punggung ibu, mengubah posisi, membersihkan perineal dan mengganti kain yang
   basah dan menganjurkan klien untuk berkemih
   Memberikan info tentang kemajuan persalinan dan reward yang positif atas
   pendampingan yang dilakukan oleh suami
   Memantau DJJ, TTV dan CTG kolaborasi obat – oabatan dan pemeriksaan laborat
   yang diperlukan

23. Kecemasan yang bd kesejahteraan janin dan proses persalinan

   Tujuan : klien dapat mengatasi rasa kecemasannya dengan KH klien dapat
   mengetahuai sumber – sumber kecemasannya dan melaporkan bahwa kecemasannya
   dan rasa takutnya berkurang

   Intervensi :

   Kaji tingkat kecemasan klien melalui isyarat verbal dan nonverbal

   Yakinkan klien bahwa proses persalinan yang dialami saat ini dalam kondisi yang
   normal

   Anjurkan keluarga atau suami untuk mendampingi klien

   Berikan dukungan secara profesioanal dan temani klien saat dibutuhkan

   Ajarkan klien untuk membedakan antara ancaman yang aktuan dan ancaman yang
   hanya dibayangkan oleh klien terhadap kesejahteraan bayinya

   Tunjukkan sikap empati dan professional dengan sikap menerima rasa takut dan
   kecemasaan klien



   Kala II

24. Nyeri akut bd tekanan mekanik pada presentasi kepala, dilatasi / peregangan jaringan
    perineum, kompresi syaraf, kontraksi uterus yang intensif
    Tujuan : klien dapat menggunakan tehnik yang tepat untuk mempertahankan control,
    istirahat diantara kontraksi dan mampu mengedan dengan tehnik yang baik
    Intervensi
    Idntifikasi derajat ketidaknyamanan
    Berikan tindakan kenyamanan : melap keringat, mengganti pakaian dan pakaian yang
    basah, memilih posisi yang nyaman untuk mengejan
    Berikan informasi dan dukungan pada klien / pasanagan untuk mengatur upaya
    mengejan spontan bila ada kontraksi uterus. Tekankan pentingnya mengedan dengan
    otot abdomen seperti ingin BAB
    Kaji keefektifan mengedan, bantu klien untuk memilih posisi yang nyaman untuk
    mengedan dan merelaks semua otot dan beristirahat diantara kontraksi
    Pantau TTV, kontraksi uterus, kepenuhan kandung kemih, penurunan kepala
    Pimpin klien untuk melahirkan seluruh tubuh janin
25. Tidak efektifnya koping individu dan keluarga bd krisis situasi menghadapi persalinan
    kala II dan pengarahan persalinan yang berlawanan dengan keinginan fisiologis
    wanita untuk mengejan
    Tujuan
    Klien dapat mengungkapkan perasaan sesuai dengan perilaku, berpartisispasi aktif
    dalam proses persalina, mendemonstrasikan koping yang efektif dengan
    menggunakan tehnik yang diarahkan pada diri sendiri untuk upaya mengejan, mampu
    menghadapi proses persalinan dengan semangat dan tenaga yang kuat, memeroleh
    kenyamanan dan dukungan dari keluarga

   Intervensi
   Anjurkan klien mengungkapkan perasaan terkait proses persalinankala II
   Diskusikan dengan klien bahwa saat ini klien akan mengalami nyeri yang lebih hebat
   dari yang pertama dirasakan
   Pantau respon terhadap kontraksi
   Berikan instruksi dengan lemah lembut tapi tegas terhadap upaya mengejan bila
   dorongan untuk mengejan timbul
   Memperhatikan ketegangan / kerutan kening, rahang dikatupkan, dan anjurkan
   pasangan / keluarga untuk area tegang dan terus memberikan dukungan
   Memberikan tindakan kenyamanan : melap keringat, memberi minum,lingkungan
   tenang dan tidak merangsang
   Membantu klien memilih posisi yang paling nyaman untuk mengejan
   Menganjurkan untuk istirahat diantara konstraksi dengan mata tertutup
   Berikan penguatan positif, informasikan keajuan persalinan dan keberhasilan upaya
   keluarga membantu proses persalinan

    Kala III
26. Nyeri bd kontraksi uterus dan luka episiotomy
    Tujuan : klien dapat mengungkapkan tehnik untuk mengurangi nyeri dengan nafas
    dalam
     int
    Bantu klien untuk melakukan tehnik nafas dalam selama dilakukan penjahitan
    perineum
    Berikan kenyamanan pada klien ( ganti duk yang telah kotor dengan under pad yang
    baru, mengikat rambut klien )
    Lakukan inisiasi dini untuk mengurangi nyeri klien dan meningkatkan kontraksi
    uterus
    Berikan anestesi local selama perineorafi

27. Resiko kekuranga volume cairan bd perdarahan dan pengeluaran cairan Kala I dan II,
    diaphoresis
    Tujuan : pemenuhan cairan terpenuhi dengan KH : TTV dalam batas normal, ibu tidak
    pusing dan mata berkunang – kunang, kontraksi uterus adekuat. Perdarahan
    pervaginam kurang dari 500 ml
   Int
   Kaji TTV sebelum dan sesudah pemberian oksitosin
   Pemenuhan kebutuhan dasar jlien ( minum air putih dan the hangat dan pengosongan
   kandung kemih )
   Pantau tanda – tanda syok
   Lakukan peregangan talipusat terkendali
   Dokumentasikan pelepasan plasenta
   Inspeksi kondisi plasenta
   Lakukan perineorafi denag rupture grade 1

    Kala IV
28. Nyeri bd kontraksi uterus, efek pemberian oksitosin, adanya luka jahitan pada
    perineum
    Tujuan : klien dapat mengungkapkan reduksi ketidaknyamana / nyeri, menunjukkan
    wajah rileks
    Int
    Kaji sifat dan derajat ketidaknyamanan
    Beri ucapan selamat pada klien dan pasanganannya
    Inspeksi perbaikan episiotomy, perhatikan penyatuan luka, edema perdarahan kala 4
    dan hemoroid
    Ganti pembalut dan pakaian basah
    Kaji dan pantau perdarahan yang keluar

29. Resiko perubahan proses keluarga bd terjadinya transisi penambahan anggota
    keluarga dan perubahan peran dan tanggung jawab
30. Tujuan : klien dapat memeluk dan menyusui bayinya, suami dan keluarga bahagia
    menerima kehadiran anggota keluarga baru

   Int

   Berikan bayi kepada klien setelah dibersihkan dan diselimuti

   Anjurkan klien untuk menggendong dan mnyentuh bayinya

   Ajarkan klien dan keluarga cara perawatan bayi dan tanda – tanda bahaya pada bayi

   Beritahu klien tentang peran dan tanggung jawab baru yang akan dijalani

31. Resiko tinggi pregnancy care, terjadi gawat janin bd kehamilan post matur
    Tujuan : resiko gawat janin tidak terjadi dengan kriteris persalinan segera dilakukan
    dengan proses induksi dan bila tidak berhasil dengan SC

   Intervensi
   Periksa BB, TTV, dan pemeriksaan palpasi abdomen
   Lakukan pemeriksaan fisik head to toe pada klien dengan seksama
   Yakinkan klien dengan obstetrical history( HPHT )
   Kolaborasi pemeriksaan ab, USG, CTG
   Diskusikan dengan klien dan keluarga tentang tanda dan gejala bahaya yang mungkin
   akan terjadi pada klien dan janinnya.
   Mmberikan reinforcement terhadap ANC yang dilakukan dengan teratur

    Preoperasi
32. Gangguana rasa nyaman cemas bd kondisi penyakitnya, prosedur pembedahan atau
    laparatomi

   Tujuan : klien mampu beradaptasi dengan kondisinya saat ini, mendapatkan informasi
   tentang kondisi penyakitnya dan prosedur pembedahan / laparoskopi sehingga
   kecemasan klien berkurang
   Intervensi
   Bina hubungan saling percaya
   Kaji koping yang digunakan klien untuk mengurangi kecemasan
   Dengarkan keluhan klien dengan penuh empati dan seksama
   Berikan informasi yang adekuat tentang kondisi penyakit klien saat ini
   Berikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan dan suasana hatinya
   saat ini
   Jelaskan secara spesifik prosedur pembedahan dan tingkat keberhasilan dengan
   metode laparaskopi
   Ajarkan tehnik – tehnik yang dapat digunakan jika nyeri terjadi setelah operasi
   Beri motivasi klien dan pasangan untuk tabah dan mampu beradaptasi menghadapi
   prosedur pembedahan
   Berikan reward positif kepada suami yang telah member support kepada klien
   Kolaborasi kepada team kesehatan tentang prosedur pembedahan
    Post operasi kista endometriosis
33. Gangguan rasa nyaman nyeri bd luka operasi atau laparkopi
   Tujuan : klien mampu beradapatasi terhadap rasa nyeri sampai nyeri teratasi dengan
   KH rasa nyeri dapat dirasakan dan ditahan klien, klien mampu diajarkan tindakan
   keperawatan untuk mengurangi nyeri seperti distraksi dan relaksasi
   Intervensi
   Kaji tingkat nyeri yang dirasakan pasien
   Jelaskan penyebab rasa nyeri setelah prosedur operasi
   Ajarkan dan demonstrasikan tehnik relaksasi, nafas dalam dan relaksasi
   Lakukan perawatan dengan tehnik steril pada luka operasi
   Kolaborasi pemberian obat – obatan analgesic untuk mengurangi nyeri klien
34. Potensial peningkatan pengetahuan klien tentang penyakitnya (kista endometriosis) bd
   keinginan klien untuk mendapatkan informasi yang adekuat tentang prognosa dan
   penatalaksanaan penyakit selanjutnya
   Tujuan : pengetahuan klien meningkat dank lien mampu melakukan perawatan sendiri
   sampai di rumahnya nanti
   Intervensi
   Kaji tingkat pengetahuanklien
   Kaji sejauh mana tingkat pengetahuan klien tentang prognosa penyakit dan
   penatalaksanaan penyakit selanjutnya terkait informasi yang pernah diterima
   Berikan informasi yang jelas tentang endometriosis (penyebab, tanda gejala dan
   penatalaksanaanya)
   Berikan leaflet yang berisi informasi tentang penyakit kista endometriosis, prognosa
   dan penatalaksanaan setelah operasi
   Revie dan lakukan diskusi bersama klien dan pasangan tentang pemahaman
   penjelasan perawat
   Berikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan apa yang telah diketahui klien
35. Intoleransi aktifitas bd kondisi penyakit / pasca operasi pembedahan laparaskopi
   Tujuan : aktifitas sehari – hari kien dapat normal klien dapat memenuhi semua
   kebutuhan dasar dan perawatan pribadi secara mandiri
   Intervensi
   Bantu klien untuk memenuhi kebutuhan dasar pada hari pertama post operasi
   Menyeka klien dengan menggunakan air hangat untuk membantu relaksasi,
   kebersihan dan kesembuhan
   Mambantu klien bila ingin ke kamar mandi
   Siapkan semua keperluan klien di meja samping tempat tidur agar mudah dijangkau.
   BBL
36. Ketidakefektifan termoregulator bd penurunan subcutan, besarnya permukaan tubuh
   dibandingkan dengan masa tubuh, dan penurunan lemak subkutan
   Tujuan kondisi bayi menunjukkan tanda – tanda normalnya konservasi energy untuk
   meminimalkan fluktuasi suhu tubuh dan mempertahankan suhu tubuh dalam batas
   normal
   Intervensi
   Kaji tanda dan gejala awal hipotemia / hipertermia
   Kaji tanda – tanda vital bayi (suhu, nadi, RR)
   Lakukan perawatan menggunakan incubator dibawah penghangat dan atur suhu
   incubator sesuai kebutuhan (suhu ruangan 25C)
   Ukur suhu rectal bayi terlebih dahulu, baru kemudian suhu aksila setelah dua jam atau
   setiap kali diperlukan
   Tempatkan control temperature ( servo-control) di atas abdomen. Atur suhu pada 37 –
   37.5 C , jaga suhu klit pada 36 – 36.5C
   Hindari kontak langsung bayi dengan alcohol / perubahan yang mengindikasikan
   adanya stress dingin
   Hindari menempatkan bayi kontak dengan sumber panas atau sumber dingin. Hindari
   juga udara panas maupun dingin
37. Resiko tinggi gawat pernafasan yang bd ketidakmatangan paru karena kurang
   produksi surfaktan
   Tujuan : menjaga dan memaksimalkan fungsi paru sehingga bayi bisa bernafas
   dengan normal dan teratur
   Intervensi
   Kumpulkan data penilaian yang berkaitan dengan kegawatan pernafasan, termasuk
   data yang yang berkaitan dengan riwayat kehamilan ibu, kondisi bay saat lahir,
   pernafasan, dengkuran ekspirasi dan sianosis
   Waspadai episode apnoe yang berlangsung lebih dari 20 detik, catat hal – hal berikut
   seperti : bradikardi, letargi, distensi abdomen, suhu dan sianosis, pembalikan nafas
   yang spontan, perlunya stimulasi, lamanay aepisode apnoe, penyebab apnoe, hasil
   hitung sel darah, kajian analisa gas darah jika ada
   Memberikan dan memantau bantuan pernafasan jika ada sbb: berikan oksigen, isap
   lender dari mulut selama +- 5m3nit, jaga suhu lingkungan yang netral, posisi bayi
   tengkurap atau terlentang dengan bantalan kecil dibawah bahu atau posisi terbaring
   miring dengan kepala sedikit diangkat, rangsang bayi dengan cara tepukan lembut di
   telapak kaki, tangan dan punggung, kemudian tubuh lengan dan tungkai
   Pantau kajian analisa gas darah untuk mengetahui asidosis pernafasan dan metabolism
   Persiapkan dan lakukan terapi farmakologis
38. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh bd simpanan glikogen, dan kalsium
   yang tidak cukup, dan penipisan persediaan karena metabolic yang tinggi, tingginya
   kebutuhan, asupan kalori yang tidak mencukupi, hilangnya kalori, letargi, reflek
   menghisap pada bayi yang tidak adekuat
   Tujuan pemenuhan nutrisi dan reflek menghisap bayi dalam keadaan normal,
   meningkatkan dan menjaga asupan kalori dan status gizi bayi
   Intervensi
   Kaji reflek menghisap dan kemampuan menelan bayi, pemberian makanan melalui
   mulut ketika bayi sudah mulai stabil dan pernafasan terkendali dengan baik
   Awasi dan hitung kebutuhan kalori bayi
   Timbang BB bayi setiap hari, bandingkan BB dengan asupan kalori yang diberikan.
   Ini dilakukan untuk menentukan jumlah asupan yang tepat atau kebutuhan
   peningkatan asupan
   Pemberian nutrisi melalui NGT sesuai kebutuhan
   Mulai pemberian ASI atau susu 2 – 6 jam setelah kelahiran
39. Resiko tinggi infeksi yang bd kurang kekebalan tubuh dan kemungkinan infeksi
   silang dari ibu atau staff perawatan
   Tujuan : infeksi tidak terjadi, kekebalan tubuh bayi bertambah
   Intervensi
   Kaji adanya fluktuasi suhu tubuhm letargi, apnoe, malas minum, gelisah dan ikterus
   Kaji riwayat ibu, kondisi bayi selama kehamilan, dan epidemic infeksi di ruang
   perawatan
   Ambil sampel darah untuk pemeriksaan LAB
   Pantau ulang hasil Lab ( eritrosit, leukosit diferensiasi, immunoglobulin )
   Upayakan pencegahan infeksi dari lingkungan : cuci tangan sebelum dan sesudah
   memegang bayi, isolasi bayi bila perlu, lakukan prosedur tindakan secara steril, cegah
   kontak dengan orangtua yang menderita infeksi, ajarkan orangtua untuk melakukan
   tindakan pencegahan infeksi silang atau perpindahan mikroorganisme
40. Perubahan proses peran keluarga bd keadaan sakit / ketidakmampuan anggota
   keluarga, terpisah dari anggota keluarga, perasaan bersalah, kurang pengetahuan
   tentang kondisi khusus bayi
   Tujuan : keluarga mampu melakukan konservasi social dengan kondisi bayinya dan
   proses perawatan selama bayi dirawat
   Intervensi
   Informasikan kepada klien/orangtua tentang proses penyakit, prosedur perawatan,
   tanda dan gejala masalah pernafasan, perawatan lanjut
Ajari orang tua dan keluarga tentang perawatan yang dibutuhkan, seperti terapi
oksigen dirumah, ventilasi mekanis, fisioterapi dada, terapi obat, terapi gizi dan
cairan, pemantauan khusus ( pemantauan apnoe dan gula darah )
Mendorong orangtua dan keluarga untuk berpartisipasi dalam perawatan bayi yang
harus dilakukan
Meminta orang tua dan keluarga untuk mendemonstrasikan prosedur
Mengajarkan orang tua dan keluarga bagaimana menyeimbangkan antara aktifitas dan
istirahat dan bagaimana mengevaluasi toleransi bayi terhadap aktifitas
Susun perawatan kesehatan lanjutan di rumah

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:61
posted:12/19/2012
language:
pages:15