Docstoc

PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DENGAN METODE EKLEKTIK

Document Sample
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DENGAN METODE EKLEKTIK Powered By Docstoc
					           PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DENGAN METODE EKLEKTIK

A. Penegertian Metode Eklektik

             Metode berasal dari Bahasa Yunani “Methodos’’ yang berarti cara atau jalan yang

    ditempuh.1 Dalam bahasa arab metode dikenal dengan istilah ‫ الطريقة‬yang berarti pendekatan,

    Metode adalah rencana menyeluruh penyajian bahasa secara sistematis berdasarkan

    pendekatan yang ditentukan.2

             Saiful Mustofa berpendapat Metode adalah cara mengajar yang digunakan oleh

    pengajar dalam sebuah proses pembelajaran bahasa agar tercipta tujuan yang ingin dicapai. 3

             Metode adalah segala hal yang termuat dalam setiap proses pengajaran yang baik

    maupun yang jelek.4

             Dari berbagai pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa metode adalah suatu

    cara yang digunakan untuk proses pembelajaran agar dapat membantu tujuan yang telah

    diinginkan.

             Metode Elektic dapat diartikan metode campuran, kombinasi atau gado-gado dalam

    bahasa Indonesia (metode-metode pilihan).

             Teknik Metode Eklektik dapat dilakukan dengan cara menyajikan bahan pelajaran

    asing didepan kelas dengan melalui bermacam-macam kombinasi beberapa metode,

    misalnya; metode Direct dan metode Grammar-Translation bahkan dengan metode reading

    sekaligus sekaligus dipakai/ diterapkan dalam suatu kondisi mengajar.




1
  http://deanveria.wordpress.com/2011/01/19/metode-eklektik/
2
  Ahmad Fuad Efendy, Metodologi Pengajaran Bahasa Arab,(Malang, Misykat, 2005 ), H: 6
3
  Saiful Mushtofa, Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Inovatif, (Malang, UIN Pres, 2011), H: 13
4
  Abdul Hamid dkk, Pembelajaran Bahasa Arab Pendekatan, Metode, Strategi, Materi, dan media, (Malang, UIN
  Press: 2008 ), hal: 3
               Oleh karena itu metode ini merupakan campuran dari unsur-unsur yang terdapat

       dalam metode Direct dan metode Grammar-Translation, proses pengajaran lebih banyak

       ditekankan pada kemahiran bercakap-cakap, menulis membaca dan memahami pengertian-

       pengertian tertentu. Melalui metode ini siswa dapat diberi latihan misalnya: latihan

       bercakap-cakap dalam bahasa asing yang dapat dilakukan dengan individu atau

       perkelompok diantara siswa atau guru dengan siswa. Tema percakapan tersebut tidak

       ditentukan secara ketat, siswa bebas bercakap-cakap dalam bahasa asing, sesuai dengan

       perbendaharaan kata- kata yang mereka kuasai.

               Dalam prakteknya metode Eklektik ini dapat diterapkan dalam situasi pengajaran

       didepan kelas, dengan persiapan yang baik dan dan kesungguhan dalam memperaktikkan

       metode ini. 5

               Acep Hermawan mengatakan bahwa kegiatan belajar mengajar akan menjadi sangat

       variatif dan tidak terfokus pada satu kegiatan dalam metode ini diharapkan akan membuat

       kegiatan ini memacu motivasi para pelajar dalam belajar bahasa arab.6

B. Sejarah Lahirnya Metode Eklektik

               Metode eklektik ini lahir berawal dari ketidak puasan terhadap metode lain atau

       metode sebelumnya, tapi pada waktu yang sama metode itu terjebak dalam kelemahan yang

       dahulu menjadi penyebab lahirnya metode yang dikritiknya. Metode-metode datang silih

       berganti dengan kekuatan dan kelemahan yang silih berganti pula.

               Pada sisi lain pengajaran bahasa asing pasti menghadapi kondisi objektif yang

       berbeda-beda antara satu negri dengan negri yang lain, antara satu lembaga dengan lembaga



5
    Ahmad Izzan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Bandung, Humaniora, 2009), H: 111
6
    Acep Hermawan, 2011, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab,(Bandung, Remaja Rosdakarya, 2011), H: 198
       yang lain, antara satu kurun waktu dengan kurun waktu yang lain, kondisi objektif itu

       meliputi tujuan pengajaran, keadaan guru, keadaan siswa, keadaan sarana prasarana dan lain

       sebagainya.

                Berdasarkan kenyataan diatas, muncullah metode eklektik, yang mengandung arti

       pemilihan dan penggabungan. Di dalam bahasa arab metode ini disebut dengan beberapa

       metode    ‫ الطريقةاالناقرئية , الطريقة املتخارة , الطريقة الاوفيقية, الطريقة املزدوجة‬dan sebagainya.7

                Munculnya metode Eklektik ini merupakan kreativitas para pengajar bahasa asing

       untuk untuk mengefektifkan proses belajar mengajar bahasa asing. Metode ini juga memberi

       kebebasan kepada mereka untuk menciptakan variasi metode.8

C. Langkah-Langkah Penggunaan Metode Eklektik

               Langkah yang bisa digunakan untuk menggunakan metode ini fleksibel. Misalnya

       langkah yang ditempuh adalah:

          1. Pendahuluan, sebagaimana metode-metode lain.

          2. Memberikan materi berupa dialog-dialog pendek yang rilek, dengan tema kegiatan

             sehari-hari secara berulang-ulang. Materi ini mula-mula disajikan secara lisan dengan

             gerakan-gerakan, isyarat-isyarat, dramatisasi-dramatisasi atau gambar-gambar.

          3. Para pelajar diarahkan untuk disiplin menyimak dialog-dialog tersebut, lalu menirukan

             diaog-dialog yang disajikan sampai lancar.

          4. Para pelajar dibimbing menerapkan dialog-dialog itu dengan teman-teman secara

             bergiliran.




7
    Ahmad Fuad Efendy, Metodologi Pengajaran Bahasa Ara,(Malang, Misykat, 2005), H: 71
8
    Acep Hermawan, 2011, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab,(Bandung, Remaja Rosdakarya, 2011), H: 196
          5. Setelah lancar menerapkan dialog-dialog yang telah dipelajari, maka diberi teks

             bacaan yang temanya berkaitan dengan dialog-dialog tadi. Selanjutnya guru memberi

             contoh cara membaca yang baik dan benar, diikuti oleh para pelajar secara berulang-

             ulang.

          6. Jika terdapat kosa kata yang sulit, guru memakainya, mula-mula dengan isyarat, atau

             gerakan, atau gambar, atau lainya. Jika tidak mungkin dengan inii semua, guru

             menerjemahkan kedalam bahas populer.

          7. Guru mengenalkan beberapa struktur yang penting dalam teks bacaan, lalu membahas

             secukupnya.

          8. Guru menyuruh para pelajar menelaah bacaan. Lalu mendiskusikan isinya.

          9. Sebagai penutup, jika diperlukan, evaluasi akhir berupa pertanyaan-pertanyaan tentang

             isi bacaan yang telah dibahas. Pelaksanaan bisa saja individual atau kelompok, sesuai

             dengan situasi dan kondisi. Jika memungkinkan karena waktu maka misalnya, guru

             dapat menyajikanya berupa tugas yang harus dikerjakan di rumah masing-massing.9

D. Konsep Dasar Metode Eklektik

               Datangnya metode eklektik ini sebagai respon atas ketiga metode-metode

       sebelumnya. Dan konsep dasar metode ini adalah:

       1. Setiap metode mempunyai kelebihan dalam pengajaran yang dimanfa’atkan dalam

           pengajaran bahasa asing.

       2. Tidak ada metode yang sempurna atau tidak ada metode yang salah, tetapi semuanya

           mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari metode tersebut, Kelebihan

           itu bisa dimanfaatkan untuk mengefektifkan pengajaran.

9
    Acep Hermawan, 2011, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab,(Bandung, Remaja Rosdakarya, 2011), H: 198-
     199
        3. Setiap metode memiliki latar belakang, karakteristik, dasar fikirandan peruntukan yang

            berbeda, bahkan bisa menjadi suatu metode yang munculkarena menolak metode

            sebelumnya. Jika metode-metode terebut digabungkan maka akan menjadi sebuah

            kolaborasi yang saling menyempurnakan.

        4. Tidak ada suatu metode yang sesuai dengan semua tujuan, semua murid, semua guru dan

            semua program pengajaran bahasa asing.

        5. Yang terpenting dalam pengajaran adalah memberi perhatian kepada para pelajar dan

            kebutuhanya, bukan memenuhi suatu metode.

        6. Setiap guru mempunyai kebebasan untuk menggunakan langkah-langkah atau rteknik-

            teknik dalam menggunakan metode pengajaran yang sesuai engan kebutuhan para

            pelajarnya dan sesuai dengan kemampuanya.10

E. Kelebihan dan Kekurangan Metode eklektik

        a. Kelebihan metode eklektik

                 Metode ini kegiatanya lebih bervariasi

                 Kemampuan para siswa dianggap lebih merata

        b. Kekurangan metode eklektik

                 Alokasi waktu, kesediaan guru dan siswa hendaknya terencana dengan baik

                 Belum tentu semua guru menggunakan metode ini. Sebab penggunaan metode

                    ini menuntut guru yang energy dan serba bisa. Demikian pula dipihak siswa,

                    kegiatan selalu bervariasi dapat menimbulkan kebosanan tersendiri bagi mereka




10
     Muhammad ‘Ali Al-Khouli, Asalibu Tadrisi Al-Lughotil ‘Arobiyyah, (Riyadl, Darul Ulum, 1989), H: 25-26
                 Butuh waktu yang lama dibandingkan dengan menggunakan metode lain.

                    Padahal waktu untuk materi pelajaran bahasa Arab relative sangat terbatas,

                    terkecuali sekolah-sekolah tertentu.11

F. Beberapa Bentuk Penggabungan Metode Eklektik

       1.     Sadtono (1978) menyarankan agar porsi manipulatif dan komunikatif dalam

              pengajaran diatur secara gradual.

                                                        Table: 2

               Level                     Peran Guru

                                      100% manipulative

                                       75% manipulative
                                       25% komunikatif

                                       25% manipulative
                                       75% komunikatif

                                      100% komunikatif

                                         Peran Siswa



       2.     Beberapa ahli pengajaran di Amerika dan Eropa menyarankan beberapa model yang

              menjembatani latihan-latihan manipulatif dengan komunikatif.

              Paulston (1971) mengenalkan tiga corak dril:

              manipulative                     bermakna               komunikatif

              Rivers (1973) menggunakan istilah lain:

              Manipulative                semi-komunikatif               komunikatif

11
     Wa Muna, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Yogyakarta, Teras, 2011), H: 100
‫:‪Contoh‬‬

‫:‪Dril manipulative‬‬

                          ‫مرجد يذهب اىل املدةسة بــــــــــــــ‬
                             ‫الدةاجة‬
                              ‫السيرة‬
                              ‫العربية‬
                            ‫األوتوبيس‬
                             ‫الباشرء‬
 ‫:‪Dril Semi-Komunikatif‬‬

                          ‫مرجد يذهب اىل املدةسة بــــــــــــــ‬
Dril Komunikatif:

                                 ‫: انر أذهب اىل املدةسة برألوتوبيس. وأنت ير مرجد؟‬          ‫املدةس‬

          ‫: انر أذهب اىل املدةسة بــــــــ .............. وأنت ير حرمد؟‬                    ‫مر جد‬

          ‫: انر أذهب اىل املدةسة بــــــــ ............... وأنت ير سرمل؟‬                    ‫حرمد‬

          ‫: انر أذهب اىل املدةسة بــــــــ ............... وأنت ير نبيل ؟‬                    ‫سرمل‬

           ......‫: انر أذهب اىل املدةسة بــــــــ ............... وأنت ير‬                    ‫نبيل‬

    3.   Penyingkatan jarak waktu antara latihan manipulative dan komunikatif . dalam metode

         Audio Lingual murni, latihan-latihan manipulative-mekanistis bisa berjalan lebih dari

         16 minggu (empat bulan) baru setelah itu diberikan latihan-latihan komunikatif .

         dalam metode eklektik ini jarak itu bisa diberkan pada jam pelajaran yang sama.

    4.   Modifikasi dan pengembangan bahan ajar. Misalnya untuk materi tata bahasa dari

         deduktif menjadi induktif , dari pengetahuan menjadi penerapan. Untuk materi yang

         berbentuk dialog untuk dihafalkan dikembangkan menjadi materi yang konkrit dan

         konstektual. Materi bacaan pada Audio Lingual ditekankan pada pelafalan dan

         penguasaan pola kalimat dikembangkan dengan latihan analisis model metode membaca.

    5.   Bentuk penggabungan yang lain bisa berupa penambahan porsi latihan membaca dan

         menulis dalam pendekatan komunikatif (setidaknya tingkat ambang) kurang
              diperhatikan. Hal ini berkaitan dengan kenyataan bahwa sebagian besar masyarakat

              Indonesialebih memerlukan kemampuan membaca dari pada kemampuan berbicara.12




12
     Ahmad Fuad Efendy, Metodologi Pengajaran Bahasa Ara,(Malang, Misykat, 2005), H: 73-75

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:96
posted:12/18/2012
language:Malay
pages:9
Description: PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DENGAN METODE EKLEKTIK