Kajian Pembangunan

Description

Diklatpim Tingkat III dan IV Pusdiklat Pegawai Departemen Pendidikan Nasional di Sawangan, 26 Oktober 2009

Reviews
Shared by: Dadang Solihin
Categories
Stats
views:
221
rating:
not rated
reviews:
0
posted:
10/26/2009
language:
Bahasa Indonesia
pages:
0
File Presentasi ini bisa didownload di BAPPENAS http://www.ziddu.com/download/6990562/2009_051_Diknas_Diklatpim_Okt.pdf.html www.dadangsolihin.com 2 Materi Pembangunan d T j P b dan Tujuan P b Pembangunan Pembangunan dan Pertumbuhan Pembangunan Daerah Demokrasi Perencanaan Pembangunan Kegagalan Pembangunan Sistem Perencanaan yang Berhasil Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pembangunan Apa Itu Pembangunan? Pembangunan adalah proses perubahan ke arah kondisi yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana. Apa T j A Tujuan Pembangunan? P b ? (Todaro: the three objectives of development) 1. Peningkatan standar hidup (levels of living) setiap orang, baik pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang, papan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dll. 2. Penciptaan berbagai kondisi yang memungkinkan tumbuhnya rasa percaya diri (self-esteem) setiap orang. 3. 3 Peningkatan kebebasan (freedom/democracy) setiap orang orang. www.dadangsolihin.com 3 www.dadangsolihin.com 4 How? 1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan p g g p p g pembangunan g antar daerah antar sub daerah antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan) keadilan). 2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. 3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja. 4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah. 5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang (berkelanjutan). www.dadangsolihin.com 5 www.dadangsolihin.com 6 Model Pembangunan Pertumbuhan Bertahap-Rostow 1. Tahapan tradisional. Pendapatan per kapita yang rendah dan kegiatan ekonomi yang stagnan; 2. Tahapan transisional. Tahap prakondisi bagi pertumbuhan dipersiapkan; 3. Tahapan lepas landas. Permulaan bagi adanya proses pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan; 4. Tahapan awal menuju ke kematangan ekonomi; 5. Tahapan produksi dan konsumsi massal yang bersifat industri. • • Pertumbuhan Ekonomi Definisi Simon Kuznets: Pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan kapasitas dalam jangka panjang dari negara yang bersangkutan untuk menyediakan berbagai barang ekonomi kepada penduduknya penduduknya. Kenaikan kapasitas itu sendiri ditentukan atau dimungkinkan oleh adanya kemajuan atau penyesuaian teknologi, institusional (kelembagaan), (kelembagaan) dan ideologis terhadap berbagai tuntutan keadaan keadaan. www.dadangsolihin.com 7 www.dadangsolihin.com 8 Tiga Faktor Utama Pertumbuhan Ekonomi P t b h Ek i 1. Akumulasi modal, yang meliputi semua bentuk atau jenis investasi baru yang ditanamkan pada tanah, peralatan fisik, dan modal atau sumber daya manusia. 2. Pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja. 3. Kemajuan teknologi. 1. Akumulasi modal Akumulasi modal (capital accumulation) terjadi apabila sebagian dari pendapatan ditabung dan diinvestasikan kembali dengan tujuan memperbesar output dan pendapatan di kemudian hari. Pengadaan pabrik baru, mesin-mesin, p peralatan dan bahan baku dalam rangka g meningkatkan stok modal (capital stock) secara fisik memungkinkan akan terjadinya peningkatan output di masa mendatang. Investasi produktif yang bersifat langsung tersebut harus dilengkapi dengan berbagai investasi penunjang yang disebut investasi infrastruktur "infrastruktur" ekonomi dan sosial. Contoh: pembangunan jalanjalan raya, penyediaan listrik, persediaan air ,p bersih dan perbaikan sanitasi, pembangunan fasilitas komunikasi, peningkatan kualitas SDM, dsb, semua itu mutlak dibutuhkan dalam rangka menunjang dan mengintegrasikan segenap aktivitas ekonomi produktif. k i d ktif 10 www.dadangsolihin.com 9 www.dadangsolihin.com 2. Pertumbuhan Penduduk dan Angkatan Kerja • Pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan angkatan kerja secara tradisional dianggap sebagai salah satu faktor positif yang memacu pertumbuhan ekonomi. Jumlah tenaga kerja yang lebih besar berarti akan menambah jumlah tenaga produktif, sedangkan pertumbuhan penduduk yang lebih besar berarti ukuran pasar domestiknya lebih besar. Positif atau negatifnya pertambahan penduduk bagi upaya pembangunan ekonomi sepenuhnya tergantung pada kemampuan sistem perekonomian yang bersangkutan untuk menyerap dan secara produktif memanfaatkan tambahan tenaga kerja tersebut. t b t Kemampuan itu dipengaruhi oleh tingkat dan jenis akumulasi modal dan tersedianya input atau faktor-faktor penunjang, seperti kecakapan manajerial d administrasi. k k j i l dan d i i i www.dadangsolihin.com 11 3 Kemajuan Teknologi 3. • • • 1. 2. 2 3. 3 4. 5. Kemajuan teknologi yang bersifat netral (neutral technological progress) Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor saving technological progress) Kemajuan teknologi yang hemat modal (capital-saving technological progress) Kemajuan teknologi yang meningkatkan pekerja (laboraugmenting technological progress) Kemajuan teknologi yang meningkatkan modal (capitalaugmenting technological progress) www.dadangsolihin.com 12 1. • Neutral Technological Progress 2. • Laborsaving Technological Progress Kemajuan Teknologi yang Bersifat Netral terjadi apabila teknologi tersebut memungkinkan kita mencapai tingkat produksi yang lebih tinggi dengan y g gg g menggunakan jumlah dan kombinasi faktor input yang sama. Ditinjau dari sudut analisis kemungkinan j g produksi, perubahan teknologi yang netral, yang dapat melipatgandakan output, secara konseptual, sama saja artinya teknologi yang mampu melipatgandakan semua input produktif. Contoh: Pengelompokan tenaga kerja (semacam spesialisasi) yang dapat mendorong peningkatan output dan kenaikan konsumsi masyarakat masyarakat. • Kemajuan Teknologi yang Hemat Tenaga Kerja adalah penggunaan teknologi yang memungkinkan kita memperoleh output yang lebih tinggi dari jumlah input tenaga kerja yang sama. Sebagian besar kemajuan teknologi setelah abad 20 adalah teknologi yang hemat tenaga kerja. Contoh: Penggunaan komputer elektronik, mesin tekstil otomatis, bor listrik berkecepatan tinggi, traktor dan mesin pembajak tanah, dan banyak lagi jenis mesin serta peralatan modern lainnya. • www.dadangsolihin.com 13 www.dadangsolihin.com 14 3. • Capital-saving Technological Progress 4. • Labor-augmenting Technological Progress g g g yang p g j p Di negara-negara Dunia Ketiga y g berlimpah tenaga kerja tetapi langka modal, kemajuan teknologi hemat modal merupakan sesuatu yang paling diperlukan, karena akan menghasilkan metode produksi padat karya yang lebih efisien. Pengembangan teknik produksi yang murah, efisien dan padat karya (hemat modal) -atau teknologi tepat guna- merupakan salah satu unsur terpenting dalam strategi pembangunan jangka panjang yang berorientasi pada perluasan penyediaan lapangan kerja. Contoh: Mesin pemotong rumput berputar atau mesin pengayak dengan tenaga tangan, pompa penghembus dengan tenaga kaki dan penyemprot mekanis di atas punggung untuk pertanian skala kecil. Kemajuan Teknologi yang Meningkatkan Pekerja terjadi apabila penerapan teknologi tersebut mampu meningkatkan mutu atau keterampilan angkatan kerja secara umum. Contoh: Penggunakan LCD, televisi, dan media komunikasi elektronik lainnya di dalam kelas, proses belajar bisa lebih lancar sehingga tingkat penyerapan b h pelajaran j hi ti k t bahan l j juga menjadi j di lebih baik. • www.dadangsolihin.com 15 www.dadangsolihin.com 16 5. • Capital-augmenting Technological Progress Ciri Proses Pertumbuhan Ekonomi (Simon Kuznets) 1. Tingkat pertumbuhan output per kapita dan pertumbuhan penduduk yang tinggi. 2. Tingkat kenaikan Total Produktivitas Faktor yang tinggi. 3. 3 Tingkat transformasi struktural ekonomi yang tinggi tinggi. 4. Tingkat transformasi sosial dan ideologi yang tinggi. 5. Adanya kecenderungan negara-negara yang mulai atau yang sudah maju perekonomiannya untuk berusaha merambah bagianbagian dunia lainnya sebagai daerah pemasaran dan sumber bahan baku yang baru. 6. Terbatasnya penyebaran pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai sekitar sepertiga bagian penduduk dunia. Kemajuan Teknologi yang Meningkatkan Modal terjadi jika penggunaan teknologi tersebut memungkinkan kita memanfaatkan barang modal yang ada secara lebih produktif. Contoh: C t h Penggantian bajak kayu dengan bajak baja dalam produksi pertanian pertanian. www.dadangsolihin.com 17 www.dadangsolihin.com 18 Perbedaan Negara Maju dan Berkembang dalam Prospek Pertumbuhan Ekonominya • 1. Perbedaan kekayaan sumber daya alam dan kualitas modal manusia. 2. Pendapatan per kapita dan tingkat GNP di saat mulai membangun, bila dibandingkan dengan negara-negara lainnya. negara negara 3. Perbedaan iklim. 4. Perbedaan jumlah penduduk, distribusi, serta laju pertumbuhannya. 5. Peranan sejarah migrasi internasional. 6. Perbedaan dalam memperoleh keuntungan dari perdagangan internasional. 7. Kemampuan melakukan penelitian dan pengembangan dalam bidang ilmiah dan teknologi dasar. 8. Stabilitas dan fleksibilitas lembaga-lembaga p g g politik. www.dadangsolihin.com 19 1. Kekayaan SDA dan SDM (1) Negara berkembang dewasa ini kurang memiliki kekayaan alam apabila dibandingkan dengan negara maju pada saat pertama kali memulai pembangunan ekonominya. Dahulu, ketika mereka mulai menggalang kekuatan ekonomi, kekayaan alam mereka masih utuh; sedangkan kekayaan negara berkembang sudah dirampok atau bahkan habis diperas oleh kolonialisme. Di negara berkembang walaupun memiliki sumber daya alam agak berkembang, banyak, tidak memiliki modal untuk mengelola dan memanfaatkannya. Modal tersebut tidak akan mudah diperoleh tanpa mengorbankan sejumlah besar otonomi dan kekuasaan nasional mereka kepada perusahaan-perusahaan multinasional yang secara teknis dan finansial memang lebih mampu mengelola sumber-sumber daya itu sumber sumber secara efisien. www.dadangsolihin.com 20 • • • 1. Kekayaan SDA dan SDM (2) • Kemampuan suatu negara untuk mengelola sumber daya alam g g pada kecakapan manajerial dan kapabilitas p j p antara lain tergantung p teknis penduduknya, serta akses mereka ke pasar serta akses untuk memperoleh informasi dengan biaya minimal. Dewasa ini, mayoritas penduduk negara-negara Dunia Ketiga negara negara kurang terdidik, kurang pengalaman, dan kurang cakap apabila dibandingkan dengan penduduk negara-negara yang sekarang maju pada awal pertumbuhan ekonominya. Akses mereka ke pasar dan sumber informasi pun relatif sangat terbatas. Menurut ekonom Paul Romer, dewasa ini negara-negara berkembang "miskin karena p g penduduknya tidak memiliki akses ke y gagasan-gagasan yang dahulu dimanfaatkan oleh negara-negara yang sekarang maju untuk menciptakan nilai ekonomis". • 1. Kekayaan SDA dan SDM (3) Bagi Romer, kesenjangan teknologi antara negara berkembang dan negara maju d j dapat di il h menjadi d t dipilah j di dua: – kesenjangan objek (object gap) yang bersifat fisik (pabrik, jalan raya, dan mesin modern), dan – kesenjangan gagasan (idea gap) yang antara lain berwujud ketimpangan informasi, serta ketimpangan pengetahuan tentang pemasaran, distribusi, upaya kontrol inventori, pemrosesan transaksi, d pembangkitan motivasi pekerja. t k i dan b kit ti i k j • • www.dadangsolihin.com 21 www.dadangsolihin.com 22 1. Kekayaan SDA dan SDM (4) • Kesenjangan gagasan oleh Thomas Homer-Dixon disebut kesenjangan daya kreasi (ingenuity gap), yakni ketimpangan gap) yakni, dalam menciptakan gagasan-gagasan inovatif untuk mengatasi berbagai persoalan sosial dan teknis yang bersifat praktis, yang menjadi sumber perbedaan pengalaman pertumbuhan antara negara-negara maju dan negara-negara berkembang. Kesenjangan sumber daya manusia seperti itu tidak ditemui oleh negara negara negara-negara yang sekarang tergolong maju pada awal industrialisasinya. • 2. Tingkat Relatif GNP dan Pendapatan Per Kapita (1) Lebih dari 70% penduduk negara berkembang harus berusaha keras guna mempertahankan hidupnya dengan pendapatan yang sangat minimum. Pada saat memulai era pertumbuhan modern, negara-negara yang negara negara sekarang makmur, dalam berbagai aspek ekonomi sudah jauh lebih maju daripada bagian--bagian dunia lainnya. Mereka dapat mengambil manfaat dari posisi keuangannya yang kuat untuk memacu kesejahteraannya sendiri sehingga kian memperlebar kesenjangan pendapatan antara mereka dengan p penduduk negara-negara berkembang. g g g • • • www.dadangsolihin.com 23 www.dadangsolihin.com 24 2. Tingkat Relatif GNP dan Pendapatan Per Kapita (2) • Di saat mereka mengawali proses pertumbuhan ekonomi modernnya, mereka sudah mempunyai modal dan posisi yang cukup kokoh. Sebaliknya, negara-negara berkembang dewasa ini memulai proses negara negara pertumbuhan dengan tingkat pendapatan per kapita yang paling rendah menurut skala internasional. • • 3. Perbedaan Iklim Hampir seluruh negara-negara Dunia Ketiga terletak di daerah yang negara negara beriklim tropis atau subtropis. Sejarah membuktikan bahwa hampir setiap negara yang berhasil mengembangkan ekonominya secara modern terletak di daerah yang beriklim dingin. Salah satu faktor iklim yang secara langsung mempengaruhi produksi pada umumnya adalah suhu udara yang panas dan lembab di kebanyakan negara miskin. Suhu yang panas dan lembab itu tidak hanya menyebabkan perasaan yang kurang enak pada para pekerja tetapi juga pekerja, menggerogoti atau menekan kesehatan, mengurangi keinginan bekerja keras sehingga pada akhirnya menurunkan tingkat p produktivitas dan efisiensi. www.dadangsolihin.com 26 • • • www.dadangsolihin.com 25 4. Jumlah Penduduk, Penyebaran, dan Pertumbuhannya • Pada saat ini jumlah penduduk negara-negara Dunia Ketiga, negara negara kepadatan dan perkembangannya sangat berbeda dengan yang ada di negara-negara maju, baik sekarang maupun di masa lampau ketika mereka mengawali proses pembangunannya. Pertumbuhan penduduk yang sangat cepat jelas merupakan kendala. Revolusi industri dan tingkat pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang tinggi mustahil akan dapat dicapai oleh negara-negara yang sekarang maju apabila mereka juga mengalami laju pertumbuhan p penduduk y g sedemikian cepat dan nyaris tidak terkendali seperti yang p y p yang terjadi dewasa ini di negara-negara miskin. • • • 5. Peranan Sejarah Migrasi Internasional Jaman dahulu negara-negara yang sekarang maju merasa bebas negara negara berimigrasi ke mana saja belahan bumi ini. Sekarang mereka sangat membatasi datangnya para imigran ke negara mereka. Terbuka bagi mereka yang berpendidikan tinggi, sehingga menimbulkan brain drain. • • www.dadangsolihin.com 27 www.dadangsolihin.com 28 6. Rangsangan Pertumbuhan dari Maraknya Perdagangan Internasional • • Dasar pertukaran atau nilai tukar perdagangan (terms of trade) negara-negara berkembang selama ini terus menunjukkan penurunan. Apabila negara-negara berkembang mampu memproduksi barangnegara negara barang barang tertentu dengan biaya yang lebih rendah daripada negaranegara maju (misalnya saja, tekstil, pakaian, sepatu, dan beberapa p produk manufaktur ringan) maka negara-negara maju segera g ) g g j g mencoba menghambat masuknya barang-barang tersebut ke negaranya dengan berbagai macam alasan dan cara, yakni mulai dari pengenaan tarif impor atau bea masuk yang kelewat tinggi, pengenaan aneka rupa hambatan perdagangan nontarif (nontariff barriers) seperti kuota impor, sampai dengan penerapan persyaratan kesehatan dan ijin-ijin khusus. 7.Kemampuan Melakukan Penelitian serta Pengembangan IPTEK Dasar Dalam bidang penelitian serta pengembangan IPTEK, negaranegara Dunia Ketiga sampai sejauh ini masih berada dalam posisi yang sama sekali tidak menguntungkan. Hanya negara-negara makmur yang memiliki surplus kekayaan sajalah yang sanggup melakukannya, mengingat begitu besarnya biaya yang dibutuhkan. Negara-negara kaya sangat tertarik untuk mengembangkan produkproduk yang serba canggih pasar yang seluas-luasnya metode canggih, seluas luasnya, produksi dengan teknologi tinggi yang menggunakan banyak input modal dan manajemen serta pengetahuan yang tinggi, dalam usahanya untuk menghemat tenaga kerja dan bahan-bahan baku y g g j yang langka. Sebaliknya, negara-negara miskin lebih berkepentingan dengan p produk-produk relatif sederhana, menghemat modal, padat karya p , g ,p y dan bisa diproduksi untuk pasar yang terbatas. www.dadangsolihin.com 30 • • • • www.dadangsolihin.com 29 8. Stabilitas serta Fleksibilitas Lembagalembaga Politik dan Sosial • Sebelum revolusi industri negara-negara maju merupakan negara negara negara yang benar-benar merdeka, sehingga mereka sepenuhnya mampu menyusun kebijakan nasional mereka sendiri berdasarkan konsensus umum menuju ke arah "modernisasi". Kebanyakan negara-negara Dunia Ketiga dewasa ini merupakan negara atau bangsa yang baru saja memperoleh kebebasan p p g yang berpolitik, mereka belum merupakan bangsa y g kokoh, utuh atau terkonsolidasi, dan tentu saja belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menyusun strategi pembangunan nasionalnya sendiri. Konsep modernisasi pada hakekatnya merupakan konsep "impor" yang masih asing bagi masyarakat negara-negara Dunia Ketiga. • • www.dadangsolihin.com 31 Pembangunan Daerah (1) Pembangunan daerah pada hakekatnya adalah upaya terencana untuk meningkatkan kapasitas pemerintahan daerah sehingga tercipta suatu kemampuan yang andal dan profesional dalam: • memberikan pelayanan kepada masyarakat, • mengelola sumber daya ekonomi daerah. Pembangunan Daerah (2) Pembangunan daerah juga merupakan upaya untuk memberdayakan masyarakat di seluruh daerah sehingga: • tercipta suatu lingkungan yang memungkinkan masyarakat untuk menikmati kualitas kehidupan yang lebih baik, maju, dan tenteram, • memperluas pilihan yang dapat dilakukan masyarakat bagi p peningkatan harkat, martabat, dan harga diri. g g www.dadangsolihin.com 33 www.dadangsolihin.com 34 Pembangunan Daerah (3) • Pembangunan daerah dilaksanakan melalui penguatan otonomi daerah dan pengelolaan sumber daya yang mengarah pada terwujudnya tata kepemerintahan yang baik (good governance). Pelaksanaan pembangunan daerah yang baik hanya dapat dilakukan apabila terjadi keseimbangan peran dari tiga pilar, yaitu: pemerintah, dunia usaha swasta, dan masyarakat. • Pembangunan Daerah (4) Pemerintahan (legislatif, eksekutif, dan yudikatif) memainkan peran yang menjalankan dan menciptakan lingkungan politik dan hukum yang kondusif bagi unsur-unsur lain. Peran dunia usaha swasta adalah mewujudkan penciptaan lapangan kerja dan pendapatan. Masyarakat berperan dalam penciptaan interaksi sosial, ekonomi dan politik. p • • • www.dadangsolihin.com 35 www.dadangsolihin.com 36 Permasalahan Pembangunan Daerah (1) 1. Pembangunan Ekonomi Meningkatnya pengangguran dan kemiskinan Menurunnya fungsi intermediasi perbankan untuk mengembangkan sektor riil g g Pola persebaran investasi untuk PMA dan PMDN secara nasional belum merata dan menunjukkan ketimpangan yang cukup tinggi antarwilayah p gg y 2. Pembangunan Sosial Menurunnya kemampuan pemerintah dalam pelayananpelayanan sosial dasar (pendidikan kesehatan dan gizi) (pendidikan, gizi). Permasalahan Pembangunan Daerah (2) 3. Pembangunan Prasarana Wilayah Terbatasnya tingkat pelayanan jaringan transportasi antar dan intra wilayah. Menurunnya kapasitas p y p pemerintah daerah dalam p g pengaturan dan pengelolaan infrastruktur. Menurunnya kapasitas dan ketersediaan sumberdaya tenaga listrik. Meningkatnya masalah kelangkaan air bersih dan air minum. Menurunnya kapasitas pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan infrastruktur. infrastruktur www.dadangsolihin.com 37 www.dadangsolihin.com 38 Permasalahan Pembangunan Daerah (3) 4. Pembangunan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup Menurunnya kualitas permukiman (kemacetan, kawasan kumuh, pencemaran lingkungan (air, udara, suara, sampah). Berkurangnya ruang p g y g publik dan ruang terbuka hijau ( g j (RTH) di ) wilayah perkotaan. Alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi lahan permukiman secara signifikan. g Permasalahan Pembangunan Daerah (4) 5. Pembangunan SDA dan LH (lanjutan) Meningkatnya urbanisasi dan aglomerasi perkotaan. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pemanfaatan ruang dan fokus hanya p p g y pada Perencanaan. Penurunan luas kawasan Hutan Tropis dan kawasan resapan air, serta meningkatnya DAS kritis. g y Kejadian bencana alam gempa, banjir dan longsor yang frekuensinya meningkat dan dampaknya semakin meluas, terutama pada kawasan y g berfungsi lindung. p yang g g www.dadangsolihin.com 39 www.dadangsolihin.com 40 Permasalahan Pembangunan Daerah (5) 6. Permasalahan Khusus Lemahnya daya saing investasi Pembangunan daerah tertinggal belum ditangani secara terpadu antar sektor dan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha p , y , Pemekaran daerah yang belum mampu menyejahterakan masyarakat Rendahnya proses pembangunan dan penguatan stabilitas keamanan di daerah perbatasan negara. www.dadangsolihin.com 41 Demokrasi • • • Demokrasi dimaknai sebagai kebebasan individu yang berproses dalam persamaan kolektif. Keterkaitan antara kepentingan individual dan kepentingan kolektif tersebut terwadahi dalam suatu bentuk perjanjian atau kesepakatan. Kesepakatan ini menjadi cermin dari berlangsungnya proses negosiasi, tawar menawar, dan konsensus dalam interaksi antar p individu dan antar kelompok individu. Menunjukkan berlangsungnya interaksi yang bersifat horisontal, dan menekankan unsur keterwakilan sebagai pencerminan dari p persamaan y g terdapat di antara individu. yang p Demokrasi dan Ekonomi Pendapat Boediono (Pengukuhan Guru Besar UGM) 1. GDP/Capita Indonesia $ 4000 tahun 2006 2. Batas kritis kelangsungan Demokrasi $ 6600 3. Hasil Studi 1950-1990: Dengan Income Perkapita $ 1500, Demokrasi bertahan 8 tahun Income $ 1500 - $ 3000 Demokrasi bertahan 18 tahun Income > $ 6000 Kegagalan Demokrasi 1 : 500 4. Tahun 2006 Indonesia $ 4000, 2/3 aman, perlu pertumbuhan ekonomi 7%/tahun sehingga income tumbuh 5 8%/tahun dan akan 5,8%/tahun aman berdemokrasi dalam 9 tahun • www.dadangsolihin.com 43 www.dadangsolihin.com 44 Pemerintahan • • Adalah suatu bentuk khusus pengaturan mengenai pemeliharaan hubungan-hubungan yang tertata dalam suatu masyarakat. Merupakan suatu badan melalui mana negara bertindak, dan karenanya diberi kekuasaan penegakan hukum yang terakhir, dan yang kemudian juga menjadikan pemerintah sebagai tempat pembuatan keputusan akhir dari masalah-masalah sosial. Melaksanakan peranan negara sebagai “pemelihara kelangsungan p g g p g g dan legitimasi tatanan sosial.” • Peran Pemerintah (1) ( ) Melakukan Proses P litik yang Baik: M l k k P Politik B ik – Menerapkan keadilan – Menyelenggarakan Demokrasi – Menyelenggarakan pemerintahan – Melaksanakan Desentralisasi – Menyelenggarakan Hubungan Luar Negeri • Mengatur Perekonomian: – Meningkatkan pertumbuhan Ekonomi dan memenuhi Kebutuhan Barang Publik (Alokasi) – Menangani Inflasi dan Penggangguran (Stabilisasi) – Melaksanakan Keadilaan Sosial (Distribusi) ( ) • www.dadangsolihin.com 45 www.dadangsolihin.com 46 Peran Pemerintah (2) ( ) • Meningkatkan Kualitas Kehidupan – Meningkatkan kesejahteraan Sosial – Meningkatkan Kesehatan – Menjaga Keamanan – Menjaga Persatuan – Memelihara Lingkungan g g – Melindungi Hak Asasi Manusia – Meningkatkan Pendidikan – Meningkatkan Kemampuan Teknologi – Meningkatkan Moral Masyarakat – Meningkatkan Peranan Wanita – Membina Pemuda, Budaya, Olahraga, dan Cinta Tanah Air www.dadangsolihin.com 47 Pemerintahan yang Demokratis 1. Para pemimpin dipilih melalui pemilu yang kompetitif oleh rakyat yang mereka perintah. 2. Terdapatnya kebebasan individu. 3. Menggunakan sangat sedikit kekerasan terhadap warga negara gg g p g g dibandingkan dengan pemerintahan otoriter. 4. Menyediakan saluran yang dapat diterima untuk pernyataan ketidak-setujuan dan oposisi di dalam sistem. j p Huntington (1993, 27-29) www.dadangsolihin.com 48 Pergeseran Paradigma: From Government to Governance Government Memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal hal hal-hal publik, Aktor di luarnya hanya dapat j g disertakan sejauh negara mengijinkannya. Governance Persoalan-persoalan publik adalah urusan bersama pemerintah, civil society dan dunia usaha sebagai tiga aktor utama. www.dadangsolihin.com 50 Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance Governance Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang bersendikan transparansi akuntabilitas partisipatif dsb transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb. Tenaga Kerja Kontrol Kontrol Pelaku Pembangunan: Stakeholders STATE Executive Judiciary Legislature Public service Military Police CITIZENS Community-based organizations Non governmental Non-governmental organizations Professional Associations Religious groups Women’s groups Media organized into: Dunia Usaha  Swasta Nilai Pertumbuhan Pemerintah Masyarakat Redistibusi Melalui Pelayanan Melalui Pelayanan Pasar BUSINESS Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Stock exchange Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi maka Governance akan sendi sendi dipenuhi, Good. www.dadangsolihin.com 51 www.dadangsolihin.com 52 Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat y Masyarakat, Bangsa, Bangsa dan Negara Masyarakat Pemerintah VISI Good Governance Dunia Usaha D i U h www.dadangsolihin.com 53 www.dadangsolihin.com 54 Definisi Perencanaan Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui serangkaian pilihan-pilihan. ( g g p y ) Menentukan : Menemukan (mengungkapkan dan meyakinkan). Tindakan : Spesifik dan berkaitan dengan persoalan pelaksanaan Tepat : Dikaitkan dengan tindakan Pilihan-pilihan Pilihan pilihan : 1. Pemilihan tujuan dan kriteria 2. Identifikasi seperangkat alternatif yang konsisten dengan preskripsi d k i i dengan pemilihan alternatif yang memungkinkan ilih lt tif ki k 3. Arahan tindakan mengenai tujuan yang telah ditentukan Syarat Perencanaan y Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan: 1. Tujuan 1 T j an akhir yang dikehendaki ang dikehendaki. 2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif). 3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut. 4. Masalah-masalah yang dihadapi. 5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya. 6. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya. 7. Orang, organisasi, atau badan pelaksananya. 8. Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya. pelaksanaannya www.dadangsolihin.com 55 www.dadangsolihin.com 56 Fungsi/Manfaat Perencanaan g • • • • Sebagai penuntun arah Minimalisasi ketidakpastian Minimalisasi inefisiensi sumberdaya Penetapan standar dan pengawasan kualitas Proses Perencanaan Pendekatan Politik: Pemilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana pembangunan hasil proses politik (public choice theory of planning), khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM/D. Proses T k k tik P Teknokratik: Menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu itu. Partisipatif: Dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders, antara lain melalui Musrenbang Musrenbang. Proses top-down dan bottom-up: Dilaksanakan menurut j j Dil k k t jenjang pemerintahan. i t h www.dadangsolihin.com 57 www.dadangsolihin.com 58 58 Status Hukum Dokumen Perencanaan NASIONAL Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-Nasional) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-Nasional) Renstra Kementerian / Lembaga (Renstra KL) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Rencana Kerja Kementerian / Lembaga (Renja KL) Penetapan UU (Ps. 13 Ayat 1) Per Pres (Ps. 19 Ayat 1) Peraturan Pimpinan KL (Ps. 19 Ayat 2) Per Pres (Ps. 26 Ayat 1) Peraturan Pimpinan KL (Ps. 21 Ayat 1) DAERAH Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP-Daerah) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM-Daerah) Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Penetapan Perda (Ps. 13 Ayat 2) Peraturan KDH (Ps. 19 Ayat 3) Peraturan Pimpinan SKPD (Ps. 19 Ayat 4) Peraturan KDH (Ps. 26 Ayat 2) Peraturan Pimpinan SKPD ( Ps. 21 Ayat 3) 59 www.dadangsolihin.com Kegagalan Perencanaan (1) g g ( ) 1. Penyusunan perencanaan tidak tepat, mungkin karena: informasinya kurang lengkap, metodologinya belum dikuasai, perencanaannya tidak realistis sehingga tidak mungkin pernah bisa terlaksana pengaruh politis terlalu besar sehingga pertimbangan pertimbanganpertimbangan teknis perencanaan diabaikan. Kegagalan Perencanaan (2) 2. Perencanaannya mungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak seperti seharusnya. kegagalan t j di k k l terjadi karena tid k b k it tidak berkaitnya perencanaan d dengan pelaksanaannya. aparat pelaksana tidak siap atau tidak kompeten, masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak mendukungnya. www.dadangsolihin.com 61 www.dadangsolihin.com 62 Kegagalan Perencanaan (3) g g ( ) 3. Perencanaan mengikuti paradigma yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi dan perkembangan serta tidak dapat mengatasi masalah mendasar negara berkembang. Misalnya, orientasi p semata-mata pada pertumbuhan yang menyebabkan makin melebarnya kesenjangan. Dengan demikian, yang keliru bukan semata-mata perencanaannya, tetapi falsafah atau konsep di balik perencanaan itu. Kegagalan Perencanaan (4) 4. Karena perencanaan diartikan sebagai p g p g pengaturan total kehidupan manusia sampai yang paling kecil sekalipun. Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan berkembangnya p g y prakarsa individu dan p g pengembangan g kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh. Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan permintaan karena pemerintah mengatur semuanya. Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem perencanaan terpusat (centrally planned system). www.dadangsolihin.com 63 www.dadangsolihin.com 64 Sistem Perencanaan yang Berhasil y g • • Sistem perencanaan yang mendorong berkembangnya mekanisme pasar dan peran serta masyarakat. Dalam sistem ini perencanaan dilakukan dengan menentukan sasaran-sasaran secara garis besar, baik di sasaran sasaran bidang sosial maupun ekonomi, dan pelaku utamanya adalah masyarakat dan usaha swasta. • • Perencanaan yang Ideal y g Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya prosesnya. Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin adanya kemajuan terus menerus dalam kesejahteraan, dan terus-menerus kesejahteraan jangan sampai terjadi kemunduran. Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam keutuhan konsep secara keseluruhan. Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and adaptive system). Terbuka dan demokratis (a pluralistic social setting). • • • www.dadangsolihin.com 65 www.dadangsolihin.com 66 Pengertian Pemantauan/Monitoring g Kegiatan mengamati perkembangan pelaksanaan rencana pembangunan, mengidentifikasi serta mengantisipasi p permasalahan y g timbul dan/atau akan timbul untuk dapat yang p diambil tindakan sedini mungkin. Evaluasi Rangkaian kegiatan membandingkan realisasi masukan (input) (input), keluaran (output), dan hasil (outcome) terhadap rencana dan standar. Sumber: PP39/2006 www.dadangsolihin.com 68 Evaluasi Tahap Perencanaan (ex-ante) • dilakukan sebelum ditetapkannya rencana pembangunan b • untuk memilih dan menentukan skala prioritas dari berbagai alternatif dan kemungkinan cara mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya Tahap Pelaksanaan (on-going) Tahap Pasca-Pelaksanaan (ex-post) • dilakukan pada saat • Dilaksanakan setelah pelaksanaan rencana pelaksanaan berakhir rencana • untuk melihat apakah pembangunan b pencapaian (keluaran/ hasil/ • untuk menentukan dampak) program mampu tingkat kemajuan mengatasi masalah pelaksanaan pembangunan yang ingin dipecahkan rencana dibandingkan • untuk menilai efisiensi (keluaran dan hasil dengan rencana dibandingkan dib di k masukan), k ) yang telah ditentukan efektivitas (hasil dan dampak sebelumnya terhadap sasaran), ataupun manfaat (dampak terhadap kebutuhan) dari k b t h ) d i suatu t program. Evaluasi menurut Waktu Pelaksanaan 1. Evaluasi Formatif: Dilaksanakan pada waktu pelaksanaan program Bertujuan memperbaiki pelaksanaan program Temuan utama berupa masalah-masalah dalam pelaksanaan masalah masalah program. 2. Evaluasi Summatif: Dilaksanakan pada saat pelaksanaan program sudah selesai Bertujuan untuk menilai hasil p j pelaksanaan p g program Temuan utama berupa capaian-capaian dari pelaksanaan program. www.dadangsolihin.com 69 www.dadangsolihin.com 70 Kegunaan Evaluasi • • • Memberikan umpan balik terhadap kebijakan program dan kebijakan, kegiatan Menjadikan kebijakan, program dan kegiatan mampu mempertanggungjawabkan penggunaan dana publik Mambantu stakeholders belajar lebih banyak mengenai kebijakan, program dan kegiatan Evaluasi Memberikan Informasi mengenai: i Strategi g Apakah yang dilakukan sudah benar? Operasi O i Apakah cara yang ditempuh sudah benar? Pembelajaran Apakah ada cara yang lebih baik? www.dadangsolihin.com 71 www.dadangsolihin.com 72 Monitoring dan Evaluasi • Monitoring g – Kegiatan rutin, sedang berjalan dan internal – Dipergunakan untuk mengumpulkan informasi terhadap keluaran, keluaran hasil dan indikator yang dipergunakan untuk mengukur kinerja program Perbedaan antara Monitoring dan Evaluasi Aspek 1. Tujuan  Monitoring  Menilai kemajuan dalam  pelaksanaan program yang sedang  berjalan  berjalan Akuntabilitas penyampaian  input program  Dasar untuk aksi perbaikan  Penilaian keberlanjutan program  Evaluasi  Memberikan gambaran pada suatu  waktu tertentu mengenai suatu  program  program Akuntabilitas penggunaan  sumberdaya  Pembelajaran tentang hal‐hal  yang dapat dilakukan lebih baik di  masa yang akan datang  Relevansi  Keberhasilan  Keberhasilan Keefekifan biaya  Pembelajaran  2. Fokus  • Evaluasi – Periodik dan berkala – Dapat bersifat internal, eksternal atau partisipatif – Umpan balik periodik kepada pemangku kepentingan utama 3. Cakupan  Apakah pelaksanaan sesuai  dengan rencana?  dengan rencana? Apakah terdapat  penyimpangan?  Apakah penyimpangan tersebut  dapat dibenarkan?  4. Waktu  pelaksanaan  Dilaksanakan terus‐menerus  Dilaksanakan secara berkala  selama program berjalan  selama program berjalan www.dadangsolihin.com Umumnya dilaksanakan pada  pertengahan dan akhir program  www.dadangsolihin.com 73 74 Kriteria Evaluasi 1. Relevansi 2. Efektifitas 3. Efisiensi 4. Dampak 5. Keberlanjutan Kriteria Evaluasi dan Logic Model g Policy P li Overall Goal (Impact) Program Relevance Project P P j t Purpose (Outcome) Impact Effectiveness Project P j t Output Efficiency Input www.dadangsolihin.com 75 www.dadangsolihin.com Sustainability 76 Relevansi Sejauh mana kegiatan sejalan dengan prioritas dan kebijakan Levels Policy Logframe Overall Goal (Impacts) Levels Policy Efektivitas Suatu ukuran sejauh mana sebuah kegiatan mencapai tujuan Logframe Overall Goal (Impacts) IRR Project Purpose (Outcome) Use of  Outputs Program Overall Purpose (Outcome) p Ouputs Relevance Program Effectiveness Project j Project j p Ouputs Inputs Inputs www.dadangsolihin.com 77 www.dadangsolihin.com 78 Efisiensi Mengukur  keluaran,  kualitatif dan kuantitatif, dalam hubungan dengan  masukan. Levels Policy Logframe L f Overall Goal (Impacts) Dampak Perubahan positif dan negatif yang dihasilkan oleh sebuah intervensi  P b h itif d tif dih ilk l h b hi t i pembangunan, secara langsung maupun tidak, disengaja maupun tidak  Levels Policy L f Logframe Overall Goal (Impacts) Impacts Changes in Economic,  Social, and  Environmental  Conditions Program Project Purpose (Outcome) p Ouputs Program Project Purpose (Outcome) p Ouputs Project Project Efficiency Project Period Project Period Project Cost Inputs Inputs www.dadangsolihin.com 79 www.dadangsolihin.com 80 Keberlanjutan Mengukur apakah manfaat suatu kegiatan dapat terus dinikmati setelah  M k k h f t t k i t d tt di ik ti t l h anggaran tidak diberikan lagi (dalam jangka menengah dan jangka  panjang) Levels Policy Logframe L f Overall Goal (Impacts) a (1) Relevance b Penilaian Evaluasi a (4) Sustainability A Highly Satisfactory b c a a a (2) Effectiveness (3) Efficiency b c a (3) Efficiency b b c (4) Sustainability b c a B Satisfactory Program Project Purpose (Outcome) p Ouputs c Operation  &  Maintenance a c (4) Sustainability b C Moderately Satisfactory Sustainability (2) Effectiveness b c (4) Sustainability c a b c Project D Unsatisfactory Inputs www.dadangsolihin.com 81 www.dadangsolihin.com 82 Apa Output Sistem M&E? • Informasi unik tentang kinerja kebijakan, p g g j j , program serta kegiatan pemerintah. – Informasi ttg hasil-hasil idenfitikasi: apa yang berfungsi, apa yang tidak berjalan & mengapa demikian; berjalan, – Informasi ttg kinerja ”aktor”, seperti: pemerintah, kementerian, badan pemerintah, manajer dan staf, serta lembaga donor. Apa implikasi jika tidak ada M&E? • Berbahaya, karena: Berbaha a karena – penilaian kinerja pembangunan dan pengambilan keputusan terbatas pada ketersedian informasi parsial, – mekanisme cross-check dan balance (dari masyarakat) tidak optimal • Ide dasar sistem M&E tidak semata-mata berangkat dari tindakan melakukan atau menyediakan informasi M&E, NAMUN lebih difokuskan pada bagaimana penggunaan informasi M&E. www.dadangsolihin.com 83 www.dadangsolihin.com 84 Kenapa M&E diperlukan? 1. Mendukung pembuatan kebijakan (khususnya keputusan anggaran) yaitu penyusunan anggaran berbasis kinerja & perencanaan nasional. 2. Membantu pemerintah dalam: pengembangan & analisis kebijakan serta dalam pengembangan program; mengelola berbagai kegiatan pada tingkat sektor program & sektor, kegiatan; 3. Meningkatkan transparansi & akuntabilitas mencapai sasaran. sasaran apakah telah Pengertian Indikator Kinerja Indikator Kinerja adalah uraian ringkas dengan menggunakan ukuran kuantitatif atau kualitatif yang mengindikasikan pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah disepakati dan ditetapkan KEGUNAAN dasar penilaian kinerja, baik dalam tahap perencanaan (ex-ante), pelaksanaan (on-going), maupun setelahnya (ex-post) petunjuk kemajuan dalam rangka mencapai tujuan atau sasaran www.dadangsolihin.com 85 www.dadangsolihin.com 86 Pengertian Kinerja g j Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi (LAN, 1999:3) Outcome hasil kerja keras organisasi dalam mewujudkan tujuan stratejik yang ditetapkan organisasi, kepuasan pelanggan serta kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat (Kane dan Johnson, 1995) ) Perilaku berkarya, penampilan atau hasil karya. Oleh karena itu kinerja merupakan bentuk bangunan yang multi dimensional, sehingga cara mengukurnya sangat bervariasi tergantung p g y g g g pada banyak faktor ( y (Bates dan Holton 1995). • • • Fungsi Indikator Kinerja g j Memperjelas tentang; what, how, who, and when suatu kegiatan dilaksanakan Menciptakan konsensus yang dibangun oleh stakeholders Membangun dasar pengukuran, analisis dan evaluasi kinerja pengukuran analisis, program pembangunan www.dadangsolihin.com 87 www.dadangsolihin.com 88 Kedudukan Indikator Kinerja Perencanaan Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Metode Penyusunan Logic Model Theory DAMPAK Hasil pembangunan yang  diperoleh dari  pencapaian  outcome Manfaat yang diperoleh dalam  jangka menengah untuk  beneficieries tertentu sebagai  hasil dari output Apa yang ingin  diubah OUTCOME Apa yang ingin  dicapai Apa yang dihasilkan  (barang) atau  dilayani (jasa) Indikator Kinerja Kualitatif Kuantitatif OUTPUT Produk/barang/jasa akhir yang  dihasilkan Proses/kegiatan   menggunakan input   menghasilkan output yang  g g diinginkan Sumberdaya yang memberikan  kontribusi dalam  menghasilkan output www.dadangsolihin.com KEGIATAN Metode Pelaksanaan Apa yang  dikerjakan Apa yang  digunakan dalam  bekerja 90 Sasaran dan Tujuan www.dadangsolihin.com 89 INPUT Sumber : Framework for Managing Programme Performance Information, National Treasury, Republic of South Africa, May 2007 Indikator Kinerja INPUT j • Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana), SDM, peralatan material, SDM peralatan, material dan masukan lainnya yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan. Dengan meninjau distribusi sumberdaya dapat dianalisis apakah alokasi sumberdaya yang dimiliki telah sesuai dengan rencana stratejik yang ditetapkan • Indikator Kinerja OUTPUT Indikator Keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran kegiatan yang terdefinisi dengan b ik d t k t d fi i i d baik dan terukur. • Oleh karena itu indikator ini harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi. Contoh: • Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan – Jumlah orang yang diimunisasi / vaksinasi – Jumlah permohonan y g diselesaikan p yang – Jumlah pelatihan / peserta pelatihan – Jumlah jam latihan dalam sebulan • Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan – J l pupuk/obat/bibit yang dibeli Jml k/ b t/bibit dib li – Jumlah komputer yang dibeli – Jumlah gedung /jembatan yg dibangun – meter panjang jalanyang dibangun/rehab • Contoh: • • • • Jumlah dana yang dibutuhkan Tenaga y g terlibat g yang Peralatan yang digunakan Jumlah bahan yang digunakan www.dadangsolihin.com 91 www.dadangsolihin.com 92 Indikator Kinerja OUTCOME • Pengukuran indikator Hasil seringkali rancu dengan g g g pengukuran indikator Keluaran. • Indikator outcome lebih utama daripada sekedar output. Walaupun produk telah berhasil dicapai dengan baik baik, belum tentu secara outcome kegiatan telah tercapai. • Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin menyangkut kepentingan banyak pihak. • Dengan indikator outcome instansi dapat mengetahui apakah h il yang t l h di k h hasil telah diperoleh d l l h dalam b t k output bentuk t t memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat. www.dadangsolihin.com 93 Contoh: Ukuran Ki Uk Kinerja I dik t Outcome j Indikator O t • Jumlah/ % hasil langsung dari kegiatan – Tingkat Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan – tingkat kepuasan dari pemohon/pasien (costumer) – kemenangan tim dlm setiap pertandingan Peningkatan langsung hal-hal yg positif – kenaikan prestasi kelulusan siswa – peningkatan daya tahan bangunan – Penambahan daya tampung siswa Penurunan langsung hal-hal yang negatif – Penurunan Tingkat Kemacetan – Penurunan Tingkat Pelanggaran Lalu lintas www.dadangsolihin.com 94 • • Indikator Kinerja IMPACT • Indikator ini memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh dari hasil kegiatan. Seperti halnya indikator manfaat, indikator dampak j f t i dik t d k juga b baru d dapat dik t h i d l t diketahui dalam j jangka k waktu menengah dan panjang. Indikator dampak menunjukkan dasar pemikiran mengapa kegiatan dilaksanakan, menggambarkan p pelaksanaan kegiatan, tujuan kegiatan secara g , j g aspek makro p sektoral, regional dan nasional. Contoh: g positif dlm j p j g jk panjang • Peningkatan hal yg p – % Kenaikan Pendapatan perkapita masyarakat – Peningkatan cadangan pangan – Peningkatan PDRB sektor tertentu • Penurunan hal yang negatif dlm jk panjang – Penurunan Tingkat kemiskinan – Penurunan Tingkat Kematian Persyaratan Indikator Kinerja: SMART • SPESIFIC jelas tidak mengundang multi interpretasi PESIFIC-jelas, • MEASUREABLE-dapat diukur (“What gets measured gets managed ) managed”) • ATTAINABLE-dapat dicapai (reasonable cost using and appropriate collection method) • RELEVANT (information needs of the people who will use the data) ) • TIMELY-tepat waktu (collected and reported at the right time to influence many manage decision) www.dadangsolihin.com 96 www.dadangsolihin.com 95 Tentang Narasumber www.dadangsolihin.com 98

Related docs
Kajian Pembangunan
Views: 1253  |  Downloads: 267
Kajian Pembangunan
Views: 947  |  Downloads: 165
Kajian Pembangunan
Views: 669  |  Downloads: 135
Kajian Pembangunan
Views: 355  |  Downloads: 40
Kajian Pembangunan
Views: 960  |  Downloads: 154
Ketimpangan Pembangunan Aceh
Views: 360  |  Downloads: 39
Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
Views: 540  |  Downloads: 0
METODOLOGI KAJIAN
Views: 144  |  Downloads: 9
Nota HalaTuju Pembangunan Negara Lengkap
Views: 100  |  Downloads: 21
HALATUJU PEMBANGUNAN NEGARA
Views: 260  |  Downloads: 29
Halatuju Pembangunan Negara Lengkap
Views: 157  |  Downloads: 16
Nota Ringkas Halatuju Pembangunan Negara
Views: 185  |  Downloads: 16
premium docs
Other docs by Dadang Solihin