BAB II

Document Sample
BAB II Powered By Docstoc
					                                     BAB II

                                 LANDASAN TEORI



2.1    Konsep Dasar Sistem Informasi

2.1.1 Sistem

       Sistem adalah kumpulan elemen, komponen atau subsistem yang saling

berintegrasi dan berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi setiap sistem

memiliki subsistem-subsistem dan subsistem terdiri atas komponen-komponen atau

elemen-elemen (Supriyanto, 2005). Suatu sistem yang baik harus mempunyai tujuan

dan sasaran yang tepat karena hal ini akan sangat menentukan dalam mendefinisikan

masukan yang dibutuhkan sistem dan juga keluaran yang dihasilkan.

       Namun secara luas sistem didefinisikan sebagai sejumlah komponen yang

saling berhubungan, bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama dengan

menerima input serta menghailkan output dalam proses transformasi yang teratur

(O’Brien, 2004). Suatu sistem dalam mencapai tujuannya tentu memerlukan suatu

proses yang terdiri atas bermacam-macam tipe proses misalnya proses secara konsep,

proses secara fisik, proses secara prosedur, proses secara sosial dan lain-lainnya.

Suatu sistem yang baik harus mempunyai tujuan dan sasaran yang tepat karena hal ini

akan sangat menentukan dalam mendefinisikan masukan yang dibutuhkan sistem dan

juga keluaran yang dihasilkan.

       Sistem dapat tercapai dengan baik bila terdapat pengawasan yang berguna

untuk mengawasi pelaksanaan pencapaian tujuan yang terdiri atas pengawasan data


                                       7
masukan/input, pengawasan data keluaran/output, serta pengawasan terhadap operasi

sistem.

2.1.2 Karakteristik Sistem

          Memahami suatu sistem atau mengembangkan suatu sistem maka kita harus

mengenali karakteristik sistem itu sendiri, berikut point yang membedakan setiap

sistem (Hanif, 2007). diantaranya:

          1. Batasan (Boundry)

             Penggambaran dari suatu elemen atau unsur mana yang termasuk di dalam

             sistem dan mana yang diluar sistem.

          2. Lingkungan (Environment)

             Segala sesuatu diluar sistem, lingkungan yang menyediakan asumsi,

             kendala dan input terhadap suatu sistem.

          3. Masukan (Input)

             Sumber daya (data, bahan baku, peralatan, energi) dari lingkungan yang

             dikonsumsi dan dimanipulasi oleh suatu sistem.

          4. Keluaran (Output)

             Sumber daya atau produk (informasi, laporan, dokumen, tampilan layar

             komputer, barang jadi) yang disediakan untuk lingkungan sistem oleh

             kegiatan dalam suatu sistem.

          5. Komponen (Component)

             Kegiatan-kegiatan    atau      prosess     dalam   suatu   sistem   yang

             mentransformasikan input menjadi bentuk setengah jadi (output).

             Komponen ini dapat merupakan subsistem dari sebuah sistem.
                                       8
       6. Penghubung (Interface)

           Tempat dimana komponen atau sistem dan lingkungannya bertemu atau

           berinteraksi.

       7. Penyimpanan (Storage)

           Area yang dikuasai dan digunakan untuk penyimpanan sementara dan

           tetap dari informasi, energi, bahan baku, dan sebagainya. Penyimpanan

           merupakan suatu media penyangga diantara komponen tersebut bekerja

           dengan berbagai tingkatan yang ada dan memungkinkan komponen yang

           berbeda dari berbagi data yang sama.



2.1.3 Pengertian Data

       Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan

kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat

tertentu. Data merupakan nilai, keadaan atau sifat yang berdiri sendiri lepas dari

konteks apapun (Hanif, 2007).

       Kerangka kerja konseptual dari beberapa tingkat data telah dibentuk hingga

membedakan antar berbagai kelompok atau elemen yang berbeda dari data. Jadi, data

dapat secara logis diatur dalam karakter, field, catatan, file, dan database.




                                          9
2.1.4 Pengertian Informasi

         Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna

dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Informasi adalah data yang telah diolah

menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam

mengambil keputusan saat ini atau mendatang (Zulkifli, 2000). Informasi adalah data

yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya dan bermanfaat

dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang (Supriyanto, 2005).

         “Informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih

berguna dan lebih berarti bagi yang menerima. Tanpa suatu informasi, suatu sistem

tidak akan berjalan dengan lancar dan akhirnya dapat mati. Suatu organisasi tanpa

adanya suatu informasi maka organisasi tersebut tidak dapat berjalan dan tidak dapat

beroperasi ” (Kristanto, 2003).



2.1.5 Pengertian Sistem Informasi

         Sistem Informasi ialah suatu alat untuk menyajikan informasi dengan cara

sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi penerimanya, dan sistem informasi

menyajikan informasi guna pengambilan keputusan pada perencanaan, pemrakarsaan,

pengorganisasian, pengendalian kegiatan operasi subsistem suatu perusahaan (Hanif,

2007).

         Dalam suatu sistem informasi komponen-komponen seperti, (Kadir, 2003):

          a. Perangkat keras (hardware): mencakup piranti-piranti fisik seperti

              komputer dan printer.


                                       10
         b. Perangkat Lunak (software): sekumpulan intruksi yang memungkinkan

             perangkat keras untuk dapat memprosess data.

         c. Prosedur: sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan

             pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki.

         d. Orang: semua pihak yang bertanggung jawab dalam penembangan

             sistem informasi, pemrosesan dan penggunaan keluaran sistem

             informasi.

         e. Basis data (database): sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang

             berkaitan dengan penyimpaan data.

         f. Jaringan komputer dan komunikasi data: sistem penghubung yang

             memungkinkan sumber (resources) dipakai secara bersama atau

             diaksess sejumlah pemakai.



2.1.6 Bentuk Informasi

       Berdasarkan pada bentuknya maka informasi dapat dibedakan dalam 8 bentuk

informasi (Zulkifli, 2000), yaitu:

       a. Informasi Uraian

           Informasi uraian ialah informasi yang disajikan dalam bentuk uraian cerita

           yang panjang atau singkat yang berisikan kalimat-kalimat yang ringkas

           dan jelas, biasanya dalam bentuk laporan, notulen, surat ataupun memo.




                                       11
b. Informasi Rekapitulasi

   Informasi rekapitulasi ialah inforamsi yang ringkas dengan hasil akhir

   berupa perhitungan atau gabungan dari angka-angka yang di sajikan dalam

   bentuk kolom-kolom, biasanya dalam bentuk informasi nerasa, kuitansi,

   daftar pembelian, daftar penjualan dan kalkulasi harga.

c. Informasi Gambar

   Informasi gambar ialah informasi yang dibuat dalam bentuk gambar atau

   bagan, misalnya gambar kontruksi dan bagan organisasi.

d. Informasi Model

   Informasi model ialah informasi dalam bentuk formulir dengan model-

   model yang dapat memberikan nilai ramalan atau prediksi. Misalnya

   informasi yang dapat memberikan nilai ramalan pada suatu manajemen

   dalam pengambilan keputusan untuk beberapa tahun kedepan memiliki

   dampak positif atau negatif.

e. Informasi Statistik

   Informasi statistik ialah informasi yang disajikan dalam bentuk angka

   yang ditunjukkan dalam bentuk grafik atau tabel. Dalam informasi

   menampilkan hasil dari koefisiensi variasi, korelasi, determinasi dan

   regresi.




                                  12
        f. Informasi Animasi

            Informasi animasi ialah informasi dalam bentuk gambar animasi dengan

            suara dan video, biasa disebut dengan informasi multimedia. Informasi

            animasi lebih kepada informasi yang berbentuk visual dari setiap fakta

            yang ada, misalnya jika setiap hari ada berita koran dalam media cetak,

            maka dengan informasi multimedia akan lebih ditampilkan dalam bentuk

            video umumnya.

        g. Informasi Formulir

            Informasi formulir ialah informasi yang dibuat dalam bentuk formulir

            dengan format (kolom) isian yang sudah ditentukan dan yang disesuaikan

            dengan keperluan kegiatan masing masing.



2.2     Manajemen Binaan Anak Dengan Kecacatan (ADK)

2.2.1 Pengertian Manajemen

        Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki

arti seni melaksanakan dan mengatur (Wikipedia, 2012). Menurut Terry (1997)

menyatakan, Manajemen adalah suatu prosess yang berbeda terdiri dari planning,

organizing, actuating, dan controlling yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang

ditentukan dengan menggunakan manusia dan sumber daya lainnya, dengan kata lain

berbagai jenis kegiatan yang berbeda itulah yang membentuk manajemen sebagai

suatu prosess yang tidak dapat dipisah-pisahkan dan sangat erat hubungannya

(Herujito,-).


                                       13
        Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses

perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya

untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa

tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa

tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal

(Wikipedia, 2012).



2.2.2   Sistem Informasi Manajemen

2.2.2.1 Pengeritan SIM

        Sistem Informasi Manajemen (SIM) didefinisikan sebagai suatu sistem

berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan

kebutuhan yang serupa (McLeod & Schell, 2004). Sistem Informasi Manajemen

dirancang utnuk memenuhi kebutuhan informasi umum kepada para manajer didalam

suatu perusahaan. Para manajer menggunakan sistem informasi untuk mendapatkan

laporan-laporan yang digunakan dalam mengambil keputusan. Beberapa produk

pelaporan yang disediakan oleh sistem informasi manajmen (Mulyanto, 2009),

sebagai berikut:

         1.    Laporan terjadwal secara periodik, bentuk tradisional penyediaan

               informasi bagi manajer dengan menggunakan format yang telah

               ditentukan dan menyediaan informasi secara rutin bagi manajer.

         2.    Laporan pengecualian, yaitu laporan dibuat hanya dalam pengecualian.




                                       14
        3.    Laporan Permintaan dan Tanggapan, yaitu informasi tersedia

              kapanpun manajer membutuhkan.

        4.    Pelaporan Dorong, yaitu informasi didorong ke manajer ditempat kerja

              berjaringan.



2.2.2.2 Model SIM

       Dari definisi diatas dapat digambarkan dengan model SIM seperti pada

Gambar dibawah ini.




                      Gambar 2.1. Model Sistem Informasi Manajemen

                               Sumber : McLeod & Schell, 2004



       Dari gambar diatas dapat diketahui database berisi data maupun informasi

yang disediakan dan dimasukkkan dari lingkungan. Isi database digunakan oleh

perangkat lunka yang menghasilkan laporan periodik dan laporan khusus, serta model


                                     15
yang mensimulasikan beragam aspek operasi perusahaan. Output perangkat lunak

digunakan oleh orang-orang dalam perusahaan.



2.2.3 Perngertian Kecacatan

       Kecacatan (disabilities) ialah istilah yang digunakan untuk menggambarkan

seseorang mengalami gangguan, keterbatasan aktivitas dan pembatasan partisipasi

dikarenakan adanya cacat dalam arti fisik, kognitif, mental, sensorik, emosional,

ataupun kombinasi gangguan semuanya (Wikipedia, 2012).

       Berdasarkan undang-undang         Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1997,

dikatakan penyandang cacat ialah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan/

atau mental, yang dapat menggangu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya

untuk melakukan secara selayaknya, yang terdiri dari:

       a. Penyandang cacat fisik.

       b. Penyandang cacat mental.

       c. Penyandang cacat fisik dan mental.

       Kecacatan menurut WHO (World Health Organizations) dibagi dalam 8

Klasifikasi cacat (disabilities), berikut tabel klasifikasi disabilities menurut WHO:




                                         16
 Tabel 2.1. Klasifikasi Kecacatan

                              Jenis
  Tipe      Nama                                      Keterangan
                        Kecacatan

  A      Tunanetra    Cacat Fisik      Tidak dapat melihat/ Buta.

  B      Tunarungu    Cacat Fisik      Tidak dapat mendengar/ Tuli

  C      Tunawicara   Cacat Fisik      Tidak dapat berbicara/ Bisu.

  D      Tunadaksa    Cacat Fisik      Cacat Tubuh.

  E1     Tunalaras    Cacat Fisik      Cacat Suara dan Nada.

  E2     Tunalaras    Cacat Mental     Sukar mengendalikan emosi dan sosial.

  F      Tunagrahita Cacat Mental      Cacat Pikiran/ Idiot

  G      Tunaganda    Cacat Ganda      Kecacatan pada Mental dan Fisik.

                           Sumber: www.wikipedia.com



2.3    Analisis dan Pengembangan Sistem Berjalan

2.3.1 Kelebihan sistem manual

       a. Data masih dalam berkas yang dapat dilihat langsung tanpa melalui

          sebuah browser pada komputer atau laptop pengguna.

       b. Data di simpan dalam Format Dokumen (doc) sehingga memudahkan

          perpindahan data.

       c. Mudah dalam mencetak, karena data sudah dalam format siap cetak.




                                      17
2.3.2 Kekurangan sistem manual

      a. Prosess pencarian data yang lama, karena tumpukan kertas yang banyak.

      b. Membutuhkan biaya kertas yang banyak.

      c. Laporan yang disajikan dalam bentuk kertas, dan kemungkinan besar

         dapat rusak, hilang dan kotor.

      d. Data kurang efisien dan akurat.

2.3.3 Kelebihan Aplikasi SIMAC

      a. Dapat diakses dimana saja, asalkan terkoneksi akses jaringan internet.

      b. Penyajian informasi yang rapi.

      c. Mudah dalam pencarian data.

      d. Memiliki tampilan yang user friendly.

2.3.4 Kekurangan Aplikasi SIMAC

      a. Memerlukan pegawai yang cukup kompeten dalam bidangnya.

      b. Membutuhkan perawatan data yang intensif.

      c. Pengembangan selanjutnya butuh biaya yang besar dan waktu yang cukup.




                                      18
2.4   Metode Pengembangan Sistem

      Metode pengembangan sistem penulis kali ini menggunakan XP (eXtreme

Programming), yang termasuk dalam Metodologi Agile Development.




               Gambar 2.2. Siklus Hidup eXtreme Programming

                        Sumber: www.XProgramming.com




                                   19
       Dimana terdapat 4 fase siklus hidup XP jika sebagai sebuah metode,

diantaranya:



2.4.1 Planning Phase (Fase Perencanaan)

       Kebutuhan awal user atau biasa disebut user stories, ditulis pada fase ini. User

stories menjelaskan rincina perkiraan awal untuk mengindentifikasi prosess

pengembangan dan faktor resiko yang mungkin muncul. Setelah user stories

dikembangkan, tim XP melakukan pertemuan formal dengan pengembang untuk

mengindentifikasikan prioritas dari user.



2.4.2 Implementation Phase (Fase Implementasi)

       Setelah tugas user stories dipecah menjadi tugas yang lebih kecil, jadwal yang

ditetapkan pada tahap perencanaan, dipecah ke sejumlah iterasi yang masing-masing

akan memakan waktu satu sampai empat minggu. Selama fase ini, sejumlah

pendekatan relatif unik diterapkan seperti Pair Programing, Standup Meetings, dan

CRC Card.



2.4.3 Maintenance Phase (Fase Perawatan)

       Pada fase ini, pengembang perlu menangani permintaan produksi saat itu dan

tugas untuk iterasi berikutnya, dan fase perawatan ini mungkin membutuhkan

personil baru di dalam tim dan agar strukutur informasi yang diberikan dapat ter-

update setiap ada masukan.


                                        20
2.4.4 Death Phase (Fase Berhenti)

       Ketika semua user stories telah dikerjakan dan tidak ada yang lebih baru,

maka dipertimbangkan siklus XP berada dalam fase kematian, dimana sudah tidak

ada lagi perubahan pada arsitektur, rancangan dan kode, dan hal ini sudah pada tahap

apa yang di inginkan oleh pengguna.



2.5    Tools Tambahan

2.5.1 Xampp

       Xampp adalah paket server yang dapat dijalankan sendiri (localhost), yang

terdiri dari Apache HTTP Server, Mysql database dan bahasa pemograman PHP/

Perl. XAMPP merupakan singkatan dari X (sistem operasi apapun), Apache, Mysql,

PHP dan Perl. Program ini tersedia dalam lisensi GNU (General Public License) dan

bebas (Wikipedia, 2012).



2.5.2 Eclipse

       Eclipse adalah sebuah IDE(Integrated Development Environment) untuk

mengembangkan perangkat lunak yang dapat dijalan di semua platform (Wikipedia,

2012). Pada awalnya Eclipse dikembangkan untuk editor bahasa pemograman Java,

karena Eclipse sendiri dikembangkan dari teknologi java, sekarang ini eclipse dapat

mendukung hampir seluruh bahasa pemograman yang ada, salah satunya PHP,

dengan menambahkan modul PDT(Php Development Tools), para programer PHP

dapat menggunakan Eclipse sebagai Editor handal dalam mengembangkan aplikasi.


                                      21
2.5.3 Case Studio

       Case Studio adalah salah satu aplikasi yang digunakan untuk menggambarkan

relasi database, case studio dapat menggambarkan ERD(Entity Relationship

Diagrams) untuk berbagai jenis database, aplikasi ini sangat ideal untuk para

pengembang yang butuh design database yang sesuai dengan keinginan pengembang.

       Case studio merupakan aplikasi database yang dapat menggambarkan ER-

diagrams, SQL Script dengan generate design ke berbagai jenis database

diantaranya, oracle, db2, udb, ms-sql, interbase, mysql, postgressql, sysbase, ingres

dan banyak lagi yang mendukung fungsi generate design. Selain mendukung ERD

case studio juga dapat menggambarkan relasi alur data dengan DFD(Data Flow

Diagram).



2.5.4 StartUML

       StartUML adalah aplikasi yang digunakan untuk menggambarkan grafik

UML(Unified Modeling Langguage) dengan menggunakan teknologi UML/ MDA

Platform yang dikembangkan dengan lisensi opensource. StartUML merupakan

aplikasi alternatif untuk menggantikan aplikasi sejenis yang komersial seperti

Rational rose dan lain sebagainya.

       Berdasarkan voting dari case-tools.org, startUML menempati peringkat ke 2

setelah ArgoUML dalam aplikasi opensource dalam modeling tools , berikut hasil dari

screenshoot peringkat startUML.




                                       22
                             Gambar 2.3. Peringkat startUML

                                Sumber: www.uml-diagrams.org



2.6    Alat Bantu Perancangan

       Dalam mengembangkan suatu aplikasi dibutuhkan beberapa tool atau alat

bantu baik dalam analisis sistem barjalan ataupun pada analisis sistem usulan,

biasanya menganalisis kebutuhan suatu sistem yang dapat digambarkan dengan

teknik UML, ataupun teknologi yang digunakan untuk mengembangkan suatu sistem.



2.6.1 UML

2.6.1.1 Pengertian UML

       Unified Modeling Langguage (UML) adalah himpunan struktur dan teknik

untuk pemodelan desain program berorientasi objek. (OOP) serta aplikasinya. UML

sudah mulai banyak digunakan oleh para praktisi OOP dan merupakan perangkat

dasar (tool) desain berorientasi objek dari IBM (Kroenke, 2005).


                                       23
2.6.1.2 Sejarah UML

       Sampai era tahun 1990 puluhan metodologi pemodelan berorientasi objek

telah bermunculan di dunia. Diantaranya adalah: metodologi booch, metodologi coad,

metodologi OOSE, metodelogi OMT, metodologi wirfs-brock dan sebagainya. Maka

pada saat itu terjadi perang metodologi dalam pendesianan berorientasi objek.

Masing-masing metodologi membawa notasi tersendiri, yang mengakibatkan masalah

baru, apabila kita bekerjasama dengan kelompok/perusahaan lain yang menggunakan

metodologi yang berlainan (Dharwiyanti, 2003).

       Dimulai pada oktober 1994, Booch, Rumbaaugh, dan Jacobson, yang

merupakan tiga tokoh ini yang metodologinya banyak digunakan dan mempelopori

usaha untuk penyatuan metodologi pendesianan berorientasi objek. Pada tahun 1995

di-release draft pertama dari UML (versi 0.8). sejak tahun 1996 pengembangan

tersebut dikordinasikan oleh Objek Management Group (OMG-http://www.omg.org)

(Dharwiyanti, 2003).



2.6.1.3 Diagram UML

       UML menyediakan 8 diagram untuk memodelkan aplikasi berorientasi objek

(Yanti, 2006).

       1.    Use case Diagram

             Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari

             sebuah sistem, yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan

             bukan “bagaimana”. Use case merepresentasikan sebuah interaksi antara

             aktor dengan sistem. Berikut ini contoh dari Use Case Diagram.
                                       24
                             Gambar 2.4. Use Case Diagram



2.   Class Diagram

     Class diagram adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan

     menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan

     desian berorientasi objek. Class Diagram menggambarkan keadaan

     (attribut/ propertie) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk

     memanipulasi keadaan tersebut (metoda/ fungsi).

     Sebuah class memiliki tiga area pokok yaitu nama (stereotype), attribute

     dan metoda. Berikut ini contoh diagram dari class diagram.




                               25
                             Gambar 2.5. Class Diagram



3.   Statechart Diagram

     Statechart diagram menggambarkan transisi dan perubahan keadaan

     (dari satu state ke state lainnya) suatu objek pada sistem sebagai akibat

     dari rangsangan yang diterima atau dengan kata lain diagram ini

     menggambarkan berbagai perilaku objek yang sifatnya dinamis dalam

     sebuah sistem. Pada umumnya statechart diagram menggambarkan




                               26
     class tertentu (satu class dapat memiliki lebih dari satu statechart

     diagram). Dalam UML, state digambarkan berbentuk segiempat dengan

     sudut membulat dan memiliki nama sesuai kondisinya saat itu. Titik

     awal ditandai bulatan penuh dan titik akhir ditandai bulatan setengah,

     berikut ini contoh dari statechart diagram dari Enterprise Architect:




                           Gambar 2.6. Statechart Diagram



4.   Activity Diagram

     Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem

     yang sedang dirancang bagaimana masing-masing alir berawal,

     keputusan yang mungkin terjadi bersifat paralel. Activity diagram

     merupakan diagram khusus yang sebagian besar state adalah action.

     Oleh karena itu, activity diagram tidak menggambarkan behaviour

     internal sebuah sistem (dan interaksi antar subsistem) secara eksak,


                                27
     melainkan menunjukkan urutan alur aktifitas dari suatu workflow

     bussiness logic. Berikut contoh dari activity diagram:




                  Gambar 2.7. Activity Diagram



5.   Sequence Diagram

     Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di

     sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa

     message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri

     dari dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang

     terkait).




                                28
                 Gambar 2.8. Sequence Diagram



6.   Collaboration Diagram

     Collaboration diagram menggambarkan interaksi antar object seperti

     sequence diagram, tetapi lebih menekankan pada peran masing-masing

     object dan bukan pada waktu penyampaian messaage. Intinya

     collaboaration diagram menunjukkan objek-objek sesungguhnya dan

     hubungannya, berikut ini contoh dari collaboration diagram:




                              29
                        Gambar 2.9. Collaboration Diagram



7.   Component Diagram

     Component diagram menggambarkan struktur dan hubungan antar

     komponen piranti lunak, termasuk ketergantungan (dependency).

     Komponen piranti lunak berisi code, baik source code ataupun binnary

     code, baik library maupun executable. Dan komponen piranti lunak

     terbentuk dari beberapa class dan/atau package, tapi dapat juga dari

     komponen-komponen yang lebih kecil, komponen juga dapat berisi

     sebuah class.




                             30
                            Gambar 2.10. Component Diagram



8.   Deployment Diagram

     Deployment/phisical     diagram   menggambarkan   detail   bagaimana

     komponen di-deploy dalam infrastruktur sistem, dimana komponen akan

     terletak pada mesin/server/piranti keras lainnya), sebuah node dalam

     deployment diagram menunjukkan strukture dan hubungan hardware

     dan software sistem.




                                31
                                Gambar 2.11. Deployment Diagram

2.6.2 PHP

       PHP adalah sebuah bahasa pemograman yang didesain agar dapat disisipkan

dengan mudah ke halaman HTML yang dijalankan pada sisi server dan selain itu

dengan lisensi free maka PHP dapat dijalankan di platform apa saja. Pada awalnya

PHP berjalan hanya pada sistem UNIX dan variannya, namun kini dapat berjalan

dengan lancar di lingkungan sistem operasi windows.

       PHP ditemukan oleh Rasmus Lerdorf, yang bermula dari keinginan sederhana

Leordorf untuk mempunyai alat bantu dalam memonitor pengunjung yang melihat

situs web pribadinya.




                                      32
2.6.3 MySQL

       MySQL adalah sistem manajemen database yang bersifat opensource. MySQL

adalah sebuah sistem manajemen database relasi (relational database management

system) yang terbuka, maksudnya siapa saja dapat melihat kode program (source

code) baik versi biner ataupun executable.

       MySQL merupakan hasil buah pikiran dari Michael “Monty” Widenius, David

Axmark dan Allan Larson dimulai tahun 1995. Mereka bertiga kemudian mendirikan

perusahaan bernama “MySQL AB” di Swedia. Tujuan awal dikembangkannya

program MySQL adalah untuk mengembangkan aplikasi web yang akan digunakan

oleh salah satu klien MySQLAB, dan memang pada saat itu MySQL AB adalah

perusahaan konsultan database dan pengembang software.

       MySQL dirilis pertama kali pada bulan Mei 1996 dengan versi 1.0, dan pada

versi 3.11.0, maka MySQL resmi digunakan oleh komunitas dengan lisensi yang

terbatas, dan gratis untuk kegiatan non-komersial.



2.6.4 Codeigniter

2.6.4.1 Pengertian Codeigniter

       Codeigniter adalah aplikasi opensource dan juga merupakan salah satu PHP

Framework yang berbasiskan metode MVC (Model, Controller, View) (Meyer,

2008). Maksud dari MVC sendiri ialah memisahkan 3 hal pokok (basis data, tampilan

dan logika aplikasi sistem).




                                       33
       Codeigniter dikembangkan oleh Rick Ellis, dengan versi awal yang dirilis

pertama kali pada tanggal 28 Februari 2006. Dari tahun itulah hingga sekarang, telah

muncul banyak versi codeigniter, baik release official atau release komunitas

codeigniter yang dikenal dengan codename Reactor. Untuk versi official release

sudah pada versi 2.1.0, sedangkan versi komunitas sudah mencapai versi 2.0.0.




                         Gambar 2.12. MVC Persepective



2.6.4.2 Konsep MVC (Model, View, Controller)

       Model View Controller merupakan suatu konsep yang cukup popouler dalam

pembangunan aplikasi web, berawal dari bahawa pemograman SmallTalk. Secara

sederhana konsep MVC terdiri dari tiga bagian yaitu bagian Model, View, dan

Controller. Didalam website dinamis setidakya terdiri dari 3 hal yang paling pokok,

yaitu basis data, logika aplikasi dan cara menampilkan website.




                                       34
1.   Model

     Merepresentasikan struktur data dari website yang dapat berupa basis

     data maupun data lain, misalnya dalam bentuk file teks atau file XML.

     Di dalam model biasanya terdapat class dan fungsi untuk mengambil,

     melakukan update, dan menghapus data pada website. Karena biasanya

     sebuah website atau aplikasi berbasis web sudah menggunakan basis

     data dalam menyimpan data maka bagian model biasanya akan

     berhubungan dengan perintah-perintah query SQL.



2.   View

     Merupakan informasi yang ditampilkan kepada pengungjung website,

     sedapat mungkin didalam view tidak berisi logika-logika kode tetapi

     hanya berisi variabel-variabel yang berisi data yang siap ditampilkan.

     View dapat dibilang adalah halaman website yang dibuat menggunakan

     tag-tag HTML dengan bantuan CSS dan JavaScript. Di dalam view tidak

     ada sama sekali logika program yang menghubungkan logika ke

     basisdata. View dikhususkan untuk menampilkan data-data dari model

     dan controller.




                              35
3.   Controller

     Controller merupakan penghubung antara Model dan view , didalam

     controller inilah terdapat class dan fungsi-fungsi yang memprosess

     permintaan dari view kedalam struktur data didalam model. Umumnya

     Controller tidak berisi kode untuk mengakses basis data. Tugas

     controller hanya menyediakan berbagai variabel yang akan ditampilkan

     di view, memanggil model        untuk melakukan akses ke basisdata,

     menyediakan penanganan error, mengerjakan proses logika dari aplikasi

     serta melakukan validasi atau cek terhadap input.




                               36

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:9
posted:12/13/2012
language:Indonesian
pages:30