BAB II
Document Sample


BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi
2.1.1 Sistem
Sistem adalah kumpulan elemen, komponen atau subsistem yang saling
berintegrasi dan berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi setiap sistem
memiliki subsistem-subsistem dan subsistem terdiri atas komponen-komponen atau
elemen-elemen (Supriyanto, 2005). Suatu sistem yang baik harus mempunyai tujuan
dan sasaran yang tepat karena hal ini akan sangat menentukan dalam mendefinisikan
masukan yang dibutuhkan sistem dan juga keluaran yang dihasilkan.
Namun secara luas sistem didefinisikan sebagai sejumlah komponen yang
saling berhubungan, bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama dengan
menerima input serta menghailkan output dalam proses transformasi yang teratur
(O’Brien, 2004). Suatu sistem dalam mencapai tujuannya tentu memerlukan suatu
proses yang terdiri atas bermacam-macam tipe proses misalnya proses secara konsep,
proses secara fisik, proses secara prosedur, proses secara sosial dan lain-lainnya.
Suatu sistem yang baik harus mempunyai tujuan dan sasaran yang tepat karena hal ini
akan sangat menentukan dalam mendefinisikan masukan yang dibutuhkan sistem dan
juga keluaran yang dihasilkan.
Sistem dapat tercapai dengan baik bila terdapat pengawasan yang berguna
untuk mengawasi pelaksanaan pencapaian tujuan yang terdiri atas pengawasan data
7
masukan/input, pengawasan data keluaran/output, serta pengawasan terhadap operasi
sistem.
2.1.2 Karakteristik Sistem
Memahami suatu sistem atau mengembangkan suatu sistem maka kita harus
mengenali karakteristik sistem itu sendiri, berikut point yang membedakan setiap
sistem (Hanif, 2007). diantaranya:
1. Batasan (Boundry)
Penggambaran dari suatu elemen atau unsur mana yang termasuk di dalam
sistem dan mana yang diluar sistem.
2. Lingkungan (Environment)
Segala sesuatu diluar sistem, lingkungan yang menyediakan asumsi,
kendala dan input terhadap suatu sistem.
3. Masukan (Input)
Sumber daya (data, bahan baku, peralatan, energi) dari lingkungan yang
dikonsumsi dan dimanipulasi oleh suatu sistem.
4. Keluaran (Output)
Sumber daya atau produk (informasi, laporan, dokumen, tampilan layar
komputer, barang jadi) yang disediakan untuk lingkungan sistem oleh
kegiatan dalam suatu sistem.
5. Komponen (Component)
Kegiatan-kegiatan atau prosess dalam suatu sistem yang
mentransformasikan input menjadi bentuk setengah jadi (output).
Komponen ini dapat merupakan subsistem dari sebuah sistem.
8
6. Penghubung (Interface)
Tempat dimana komponen atau sistem dan lingkungannya bertemu atau
berinteraksi.
7. Penyimpanan (Storage)
Area yang dikuasai dan digunakan untuk penyimpanan sementara dan
tetap dari informasi, energi, bahan baku, dan sebagainya. Penyimpanan
merupakan suatu media penyangga diantara komponen tersebut bekerja
dengan berbagai tingkatan yang ada dan memungkinkan komponen yang
berbeda dari berbagi data yang sama.
2.1.3 Pengertian Data
Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan
kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat
tertentu. Data merupakan nilai, keadaan atau sifat yang berdiri sendiri lepas dari
konteks apapun (Hanif, 2007).
Kerangka kerja konseptual dari beberapa tingkat data telah dibentuk hingga
membedakan antar berbagai kelompok atau elemen yang berbeda dari data. Jadi, data
dapat secara logis diatur dalam karakter, field, catatan, file, dan database.
9
2.1.4 Pengertian Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna
dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Informasi adalah data yang telah diolah
menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam
mengambil keputusan saat ini atau mendatang (Zulkifli, 2000). Informasi adalah data
yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya dan bermanfaat
dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang (Supriyanto, 2005).
“Informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti bagi yang menerima. Tanpa suatu informasi, suatu sistem
tidak akan berjalan dengan lancar dan akhirnya dapat mati. Suatu organisasi tanpa
adanya suatu informasi maka organisasi tersebut tidak dapat berjalan dan tidak dapat
beroperasi ” (Kristanto, 2003).
2.1.5 Pengertian Sistem Informasi
Sistem Informasi ialah suatu alat untuk menyajikan informasi dengan cara
sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi penerimanya, dan sistem informasi
menyajikan informasi guna pengambilan keputusan pada perencanaan, pemrakarsaan,
pengorganisasian, pengendalian kegiatan operasi subsistem suatu perusahaan (Hanif,
2007).
Dalam suatu sistem informasi komponen-komponen seperti, (Kadir, 2003):
a. Perangkat keras (hardware): mencakup piranti-piranti fisik seperti
komputer dan printer.
10
b. Perangkat Lunak (software): sekumpulan intruksi yang memungkinkan
perangkat keras untuk dapat memprosess data.
c. Prosedur: sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan
pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki.
d. Orang: semua pihak yang bertanggung jawab dalam penembangan
sistem informasi, pemrosesan dan penggunaan keluaran sistem
informasi.
e. Basis data (database): sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang
berkaitan dengan penyimpaan data.
f. Jaringan komputer dan komunikasi data: sistem penghubung yang
memungkinkan sumber (resources) dipakai secara bersama atau
diaksess sejumlah pemakai.
2.1.6 Bentuk Informasi
Berdasarkan pada bentuknya maka informasi dapat dibedakan dalam 8 bentuk
informasi (Zulkifli, 2000), yaitu:
a. Informasi Uraian
Informasi uraian ialah informasi yang disajikan dalam bentuk uraian cerita
yang panjang atau singkat yang berisikan kalimat-kalimat yang ringkas
dan jelas, biasanya dalam bentuk laporan, notulen, surat ataupun memo.
11
b. Informasi Rekapitulasi
Informasi rekapitulasi ialah inforamsi yang ringkas dengan hasil akhir
berupa perhitungan atau gabungan dari angka-angka yang di sajikan dalam
bentuk kolom-kolom, biasanya dalam bentuk informasi nerasa, kuitansi,
daftar pembelian, daftar penjualan dan kalkulasi harga.
c. Informasi Gambar
Informasi gambar ialah informasi yang dibuat dalam bentuk gambar atau
bagan, misalnya gambar kontruksi dan bagan organisasi.
d. Informasi Model
Informasi model ialah informasi dalam bentuk formulir dengan model-
model yang dapat memberikan nilai ramalan atau prediksi. Misalnya
informasi yang dapat memberikan nilai ramalan pada suatu manajemen
dalam pengambilan keputusan untuk beberapa tahun kedepan memiliki
dampak positif atau negatif.
e. Informasi Statistik
Informasi statistik ialah informasi yang disajikan dalam bentuk angka
yang ditunjukkan dalam bentuk grafik atau tabel. Dalam informasi
menampilkan hasil dari koefisiensi variasi, korelasi, determinasi dan
regresi.
12
f. Informasi Animasi
Informasi animasi ialah informasi dalam bentuk gambar animasi dengan
suara dan video, biasa disebut dengan informasi multimedia. Informasi
animasi lebih kepada informasi yang berbentuk visual dari setiap fakta
yang ada, misalnya jika setiap hari ada berita koran dalam media cetak,
maka dengan informasi multimedia akan lebih ditampilkan dalam bentuk
video umumnya.
g. Informasi Formulir
Informasi formulir ialah informasi yang dibuat dalam bentuk formulir
dengan format (kolom) isian yang sudah ditentukan dan yang disesuaikan
dengan keperluan kegiatan masing masing.
2.2 Manajemen Binaan Anak Dengan Kecacatan (ADK)
2.2.1 Pengertian Manajemen
Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki
arti seni melaksanakan dan mengatur (Wikipedia, 2012). Menurut Terry (1997)
menyatakan, Manajemen adalah suatu prosess yang berbeda terdiri dari planning,
organizing, actuating, dan controlling yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang
ditentukan dengan menggunakan manusia dan sumber daya lainnya, dengan kata lain
berbagai jenis kegiatan yang berbeda itulah yang membentuk manajemen sebagai
suatu prosess yang tidak dapat dipisah-pisahkan dan sangat erat hubungannya
(Herujito,-).
13
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses
perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya
untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa
tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa
tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal
(Wikipedia, 2012).
2.2.2 Sistem Informasi Manajemen
2.2.2.1 Pengeritan SIM
Sistem Informasi Manajemen (SIM) didefinisikan sebagai suatu sistem
berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan
kebutuhan yang serupa (McLeod & Schell, 2004). Sistem Informasi Manajemen
dirancang utnuk memenuhi kebutuhan informasi umum kepada para manajer didalam
suatu perusahaan. Para manajer menggunakan sistem informasi untuk mendapatkan
laporan-laporan yang digunakan dalam mengambil keputusan. Beberapa produk
pelaporan yang disediakan oleh sistem informasi manajmen (Mulyanto, 2009),
sebagai berikut:
1. Laporan terjadwal secara periodik, bentuk tradisional penyediaan
informasi bagi manajer dengan menggunakan format yang telah
ditentukan dan menyediaan informasi secara rutin bagi manajer.
2. Laporan pengecualian, yaitu laporan dibuat hanya dalam pengecualian.
14
3. Laporan Permintaan dan Tanggapan, yaitu informasi tersedia
kapanpun manajer membutuhkan.
4. Pelaporan Dorong, yaitu informasi didorong ke manajer ditempat kerja
berjaringan.
2.2.2.2 Model SIM
Dari definisi diatas dapat digambarkan dengan model SIM seperti pada
Gambar dibawah ini.
Gambar 2.1. Model Sistem Informasi Manajemen
Sumber : McLeod & Schell, 2004
Dari gambar diatas dapat diketahui database berisi data maupun informasi
yang disediakan dan dimasukkkan dari lingkungan. Isi database digunakan oleh
perangkat lunka yang menghasilkan laporan periodik dan laporan khusus, serta model
15
yang mensimulasikan beragam aspek operasi perusahaan. Output perangkat lunak
digunakan oleh orang-orang dalam perusahaan.
2.2.3 Perngertian Kecacatan
Kecacatan (disabilities) ialah istilah yang digunakan untuk menggambarkan
seseorang mengalami gangguan, keterbatasan aktivitas dan pembatasan partisipasi
dikarenakan adanya cacat dalam arti fisik, kognitif, mental, sensorik, emosional,
ataupun kombinasi gangguan semuanya (Wikipedia, 2012).
Berdasarkan undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1997,
dikatakan penyandang cacat ialah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan/
atau mental, yang dapat menggangu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya
untuk melakukan secara selayaknya, yang terdiri dari:
a. Penyandang cacat fisik.
b. Penyandang cacat mental.
c. Penyandang cacat fisik dan mental.
Kecacatan menurut WHO (World Health Organizations) dibagi dalam 8
Klasifikasi cacat (disabilities), berikut tabel klasifikasi disabilities menurut WHO:
16
Tabel 2.1. Klasifikasi Kecacatan
Jenis
Tipe Nama Keterangan
Kecacatan
A Tunanetra Cacat Fisik Tidak dapat melihat/ Buta.
B Tunarungu Cacat Fisik Tidak dapat mendengar/ Tuli
C Tunawicara Cacat Fisik Tidak dapat berbicara/ Bisu.
D Tunadaksa Cacat Fisik Cacat Tubuh.
E1 Tunalaras Cacat Fisik Cacat Suara dan Nada.
E2 Tunalaras Cacat Mental Sukar mengendalikan emosi dan sosial.
F Tunagrahita Cacat Mental Cacat Pikiran/ Idiot
G Tunaganda Cacat Ganda Kecacatan pada Mental dan Fisik.
Sumber: www.wikipedia.com
2.3 Analisis dan Pengembangan Sistem Berjalan
2.3.1 Kelebihan sistem manual
a. Data masih dalam berkas yang dapat dilihat langsung tanpa melalui
sebuah browser pada komputer atau laptop pengguna.
b. Data di simpan dalam Format Dokumen (doc) sehingga memudahkan
perpindahan data.
c. Mudah dalam mencetak, karena data sudah dalam format siap cetak.
17
2.3.2 Kekurangan sistem manual
a. Prosess pencarian data yang lama, karena tumpukan kertas yang banyak.
b. Membutuhkan biaya kertas yang banyak.
c. Laporan yang disajikan dalam bentuk kertas, dan kemungkinan besar
dapat rusak, hilang dan kotor.
d. Data kurang efisien dan akurat.
2.3.3 Kelebihan Aplikasi SIMAC
a. Dapat diakses dimana saja, asalkan terkoneksi akses jaringan internet.
b. Penyajian informasi yang rapi.
c. Mudah dalam pencarian data.
d. Memiliki tampilan yang user friendly.
2.3.4 Kekurangan Aplikasi SIMAC
a. Memerlukan pegawai yang cukup kompeten dalam bidangnya.
b. Membutuhkan perawatan data yang intensif.
c. Pengembangan selanjutnya butuh biaya yang besar dan waktu yang cukup.
18
2.4 Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan sistem penulis kali ini menggunakan XP (eXtreme
Programming), yang termasuk dalam Metodologi Agile Development.
Gambar 2.2. Siklus Hidup eXtreme Programming
Sumber: www.XProgramming.com
19
Dimana terdapat 4 fase siklus hidup XP jika sebagai sebuah metode,
diantaranya:
2.4.1 Planning Phase (Fase Perencanaan)
Kebutuhan awal user atau biasa disebut user stories, ditulis pada fase ini. User
stories menjelaskan rincina perkiraan awal untuk mengindentifikasi prosess
pengembangan dan faktor resiko yang mungkin muncul. Setelah user stories
dikembangkan, tim XP melakukan pertemuan formal dengan pengembang untuk
mengindentifikasikan prioritas dari user.
2.4.2 Implementation Phase (Fase Implementasi)
Setelah tugas user stories dipecah menjadi tugas yang lebih kecil, jadwal yang
ditetapkan pada tahap perencanaan, dipecah ke sejumlah iterasi yang masing-masing
akan memakan waktu satu sampai empat minggu. Selama fase ini, sejumlah
pendekatan relatif unik diterapkan seperti Pair Programing, Standup Meetings, dan
CRC Card.
2.4.3 Maintenance Phase (Fase Perawatan)
Pada fase ini, pengembang perlu menangani permintaan produksi saat itu dan
tugas untuk iterasi berikutnya, dan fase perawatan ini mungkin membutuhkan
personil baru di dalam tim dan agar strukutur informasi yang diberikan dapat ter-
update setiap ada masukan.
20
2.4.4 Death Phase (Fase Berhenti)
Ketika semua user stories telah dikerjakan dan tidak ada yang lebih baru,
maka dipertimbangkan siklus XP berada dalam fase kematian, dimana sudah tidak
ada lagi perubahan pada arsitektur, rancangan dan kode, dan hal ini sudah pada tahap
apa yang di inginkan oleh pengguna.
2.5 Tools Tambahan
2.5.1 Xampp
Xampp adalah paket server yang dapat dijalankan sendiri (localhost), yang
terdiri dari Apache HTTP Server, Mysql database dan bahasa pemograman PHP/
Perl. XAMPP merupakan singkatan dari X (sistem operasi apapun), Apache, Mysql,
PHP dan Perl. Program ini tersedia dalam lisensi GNU (General Public License) dan
bebas (Wikipedia, 2012).
2.5.2 Eclipse
Eclipse adalah sebuah IDE(Integrated Development Environment) untuk
mengembangkan perangkat lunak yang dapat dijalan di semua platform (Wikipedia,
2012). Pada awalnya Eclipse dikembangkan untuk editor bahasa pemograman Java,
karena Eclipse sendiri dikembangkan dari teknologi java, sekarang ini eclipse dapat
mendukung hampir seluruh bahasa pemograman yang ada, salah satunya PHP,
dengan menambahkan modul PDT(Php Development Tools), para programer PHP
dapat menggunakan Eclipse sebagai Editor handal dalam mengembangkan aplikasi.
21
2.5.3 Case Studio
Case Studio adalah salah satu aplikasi yang digunakan untuk menggambarkan
relasi database, case studio dapat menggambarkan ERD(Entity Relationship
Diagrams) untuk berbagai jenis database, aplikasi ini sangat ideal untuk para
pengembang yang butuh design database yang sesuai dengan keinginan pengembang.
Case studio merupakan aplikasi database yang dapat menggambarkan ER-
diagrams, SQL Script dengan generate design ke berbagai jenis database
diantaranya, oracle, db2, udb, ms-sql, interbase, mysql, postgressql, sysbase, ingres
dan banyak lagi yang mendukung fungsi generate design. Selain mendukung ERD
case studio juga dapat menggambarkan relasi alur data dengan DFD(Data Flow
Diagram).
2.5.4 StartUML
StartUML adalah aplikasi yang digunakan untuk menggambarkan grafik
UML(Unified Modeling Langguage) dengan menggunakan teknologi UML/ MDA
Platform yang dikembangkan dengan lisensi opensource. StartUML merupakan
aplikasi alternatif untuk menggantikan aplikasi sejenis yang komersial seperti
Rational rose dan lain sebagainya.
Berdasarkan voting dari case-tools.org, startUML menempati peringkat ke 2
setelah ArgoUML dalam aplikasi opensource dalam modeling tools , berikut hasil dari
screenshoot peringkat startUML.
22
Gambar 2.3. Peringkat startUML
Sumber: www.uml-diagrams.org
2.6 Alat Bantu Perancangan
Dalam mengembangkan suatu aplikasi dibutuhkan beberapa tool atau alat
bantu baik dalam analisis sistem barjalan ataupun pada analisis sistem usulan,
biasanya menganalisis kebutuhan suatu sistem yang dapat digambarkan dengan
teknik UML, ataupun teknologi yang digunakan untuk mengembangkan suatu sistem.
2.6.1 UML
2.6.1.1 Pengertian UML
Unified Modeling Langguage (UML) adalah himpunan struktur dan teknik
untuk pemodelan desain program berorientasi objek. (OOP) serta aplikasinya. UML
sudah mulai banyak digunakan oleh para praktisi OOP dan merupakan perangkat
dasar (tool) desain berorientasi objek dari IBM (Kroenke, 2005).
23
2.6.1.2 Sejarah UML
Sampai era tahun 1990 puluhan metodologi pemodelan berorientasi objek
telah bermunculan di dunia. Diantaranya adalah: metodologi booch, metodologi coad,
metodologi OOSE, metodelogi OMT, metodologi wirfs-brock dan sebagainya. Maka
pada saat itu terjadi perang metodologi dalam pendesianan berorientasi objek.
Masing-masing metodologi membawa notasi tersendiri, yang mengakibatkan masalah
baru, apabila kita bekerjasama dengan kelompok/perusahaan lain yang menggunakan
metodologi yang berlainan (Dharwiyanti, 2003).
Dimulai pada oktober 1994, Booch, Rumbaaugh, dan Jacobson, yang
merupakan tiga tokoh ini yang metodologinya banyak digunakan dan mempelopori
usaha untuk penyatuan metodologi pendesianan berorientasi objek. Pada tahun 1995
di-release draft pertama dari UML (versi 0.8). sejak tahun 1996 pengembangan
tersebut dikordinasikan oleh Objek Management Group (OMG-http://www.omg.org)
(Dharwiyanti, 2003).
2.6.1.3 Diagram UML
UML menyediakan 8 diagram untuk memodelkan aplikasi berorientasi objek
(Yanti, 2006).
1. Use case Diagram
Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari
sebuah sistem, yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan
bukan “bagaimana”. Use case merepresentasikan sebuah interaksi antara
aktor dengan sistem. Berikut ini contoh dari Use Case Diagram.
24
Gambar 2.4. Use Case Diagram
2. Class Diagram
Class diagram adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan
menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan
desian berorientasi objek. Class Diagram menggambarkan keadaan
(attribut/ propertie) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk
memanipulasi keadaan tersebut (metoda/ fungsi).
Sebuah class memiliki tiga area pokok yaitu nama (stereotype), attribute
dan metoda. Berikut ini contoh diagram dari class diagram.
25
Gambar 2.5. Class Diagram
3. Statechart Diagram
Statechart diagram menggambarkan transisi dan perubahan keadaan
(dari satu state ke state lainnya) suatu objek pada sistem sebagai akibat
dari rangsangan yang diterima atau dengan kata lain diagram ini
menggambarkan berbagai perilaku objek yang sifatnya dinamis dalam
sebuah sistem. Pada umumnya statechart diagram menggambarkan
26
class tertentu (satu class dapat memiliki lebih dari satu statechart
diagram). Dalam UML, state digambarkan berbentuk segiempat dengan
sudut membulat dan memiliki nama sesuai kondisinya saat itu. Titik
awal ditandai bulatan penuh dan titik akhir ditandai bulatan setengah,
berikut ini contoh dari statechart diagram dari Enterprise Architect:
Gambar 2.6. Statechart Diagram
4. Activity Diagram
Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem
yang sedang dirancang bagaimana masing-masing alir berawal,
keputusan yang mungkin terjadi bersifat paralel. Activity diagram
merupakan diagram khusus yang sebagian besar state adalah action.
Oleh karena itu, activity diagram tidak menggambarkan behaviour
internal sebuah sistem (dan interaksi antar subsistem) secara eksak,
27
melainkan menunjukkan urutan alur aktifitas dari suatu workflow
bussiness logic. Berikut contoh dari activity diagram:
Gambar 2.7. Activity Diagram
5. Sequence Diagram
Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di
sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa
message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri
dari dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang
terkait).
28
Gambar 2.8. Sequence Diagram
6. Collaboration Diagram
Collaboration diagram menggambarkan interaksi antar object seperti
sequence diagram, tetapi lebih menekankan pada peran masing-masing
object dan bukan pada waktu penyampaian messaage. Intinya
collaboaration diagram menunjukkan objek-objek sesungguhnya dan
hubungannya, berikut ini contoh dari collaboration diagram:
29
Gambar 2.9. Collaboration Diagram
7. Component Diagram
Component diagram menggambarkan struktur dan hubungan antar
komponen piranti lunak, termasuk ketergantungan (dependency).
Komponen piranti lunak berisi code, baik source code ataupun binnary
code, baik library maupun executable. Dan komponen piranti lunak
terbentuk dari beberapa class dan/atau package, tapi dapat juga dari
komponen-komponen yang lebih kecil, komponen juga dapat berisi
sebuah class.
30
Gambar 2.10. Component Diagram
8. Deployment Diagram
Deployment/phisical diagram menggambarkan detail bagaimana
komponen di-deploy dalam infrastruktur sistem, dimana komponen akan
terletak pada mesin/server/piranti keras lainnya), sebuah node dalam
deployment diagram menunjukkan strukture dan hubungan hardware
dan software sistem.
31
Gambar 2.11. Deployment Diagram
2.6.2 PHP
PHP adalah sebuah bahasa pemograman yang didesain agar dapat disisipkan
dengan mudah ke halaman HTML yang dijalankan pada sisi server dan selain itu
dengan lisensi free maka PHP dapat dijalankan di platform apa saja. Pada awalnya
PHP berjalan hanya pada sistem UNIX dan variannya, namun kini dapat berjalan
dengan lancar di lingkungan sistem operasi windows.
PHP ditemukan oleh Rasmus Lerdorf, yang bermula dari keinginan sederhana
Leordorf untuk mempunyai alat bantu dalam memonitor pengunjung yang melihat
situs web pribadinya.
32
2.6.3 MySQL
MySQL adalah sistem manajemen database yang bersifat opensource. MySQL
adalah sebuah sistem manajemen database relasi (relational database management
system) yang terbuka, maksudnya siapa saja dapat melihat kode program (source
code) baik versi biner ataupun executable.
MySQL merupakan hasil buah pikiran dari Michael “Monty” Widenius, David
Axmark dan Allan Larson dimulai tahun 1995. Mereka bertiga kemudian mendirikan
perusahaan bernama “MySQL AB” di Swedia. Tujuan awal dikembangkannya
program MySQL adalah untuk mengembangkan aplikasi web yang akan digunakan
oleh salah satu klien MySQLAB, dan memang pada saat itu MySQL AB adalah
perusahaan konsultan database dan pengembang software.
MySQL dirilis pertama kali pada bulan Mei 1996 dengan versi 1.0, dan pada
versi 3.11.0, maka MySQL resmi digunakan oleh komunitas dengan lisensi yang
terbatas, dan gratis untuk kegiatan non-komersial.
2.6.4 Codeigniter
2.6.4.1 Pengertian Codeigniter
Codeigniter adalah aplikasi opensource dan juga merupakan salah satu PHP
Framework yang berbasiskan metode MVC (Model, Controller, View) (Meyer,
2008). Maksud dari MVC sendiri ialah memisahkan 3 hal pokok (basis data, tampilan
dan logika aplikasi sistem).
33
Codeigniter dikembangkan oleh Rick Ellis, dengan versi awal yang dirilis
pertama kali pada tanggal 28 Februari 2006. Dari tahun itulah hingga sekarang, telah
muncul banyak versi codeigniter, baik release official atau release komunitas
codeigniter yang dikenal dengan codename Reactor. Untuk versi official release
sudah pada versi 2.1.0, sedangkan versi komunitas sudah mencapai versi 2.0.0.
Gambar 2.12. MVC Persepective
2.6.4.2 Konsep MVC (Model, View, Controller)
Model View Controller merupakan suatu konsep yang cukup popouler dalam
pembangunan aplikasi web, berawal dari bahawa pemograman SmallTalk. Secara
sederhana konsep MVC terdiri dari tiga bagian yaitu bagian Model, View, dan
Controller. Didalam website dinamis setidakya terdiri dari 3 hal yang paling pokok,
yaitu basis data, logika aplikasi dan cara menampilkan website.
34
1. Model
Merepresentasikan struktur data dari website yang dapat berupa basis
data maupun data lain, misalnya dalam bentuk file teks atau file XML.
Di dalam model biasanya terdapat class dan fungsi untuk mengambil,
melakukan update, dan menghapus data pada website. Karena biasanya
sebuah website atau aplikasi berbasis web sudah menggunakan basis
data dalam menyimpan data maka bagian model biasanya akan
berhubungan dengan perintah-perintah query SQL.
2. View
Merupakan informasi yang ditampilkan kepada pengungjung website,
sedapat mungkin didalam view tidak berisi logika-logika kode tetapi
hanya berisi variabel-variabel yang berisi data yang siap ditampilkan.
View dapat dibilang adalah halaman website yang dibuat menggunakan
tag-tag HTML dengan bantuan CSS dan JavaScript. Di dalam view tidak
ada sama sekali logika program yang menghubungkan logika ke
basisdata. View dikhususkan untuk menampilkan data-data dari model
dan controller.
35
3. Controller
Controller merupakan penghubung antara Model dan view , didalam
controller inilah terdapat class dan fungsi-fungsi yang memprosess
permintaan dari view kedalam struktur data didalam model. Umumnya
Controller tidak berisi kode untuk mengakses basis data. Tugas
controller hanya menyediakan berbagai variabel yang akan ditampilkan
di view, memanggil model untuk melakukan akses ke basisdata,
menyediakan penanganan error, mengerjakan proses logika dari aplikasi
serta melakukan validasi atau cek terhadap input.
36
Get documents about "