Docstoc

SNMPTN 2013

Document Sample
SNMPTN 2013 Powered By Docstoc
					2013 SNMPTN Jalur Tulis Dihapus
JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menghapus
jalur tulis dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun depan.
Kuota SNMPTN hanya melalui jalur undangan.

Namun pola undangan itu hingga saat ini masih dibahas oleh para rektor PTN. Pemikiran
sementara, polanya tetap menggunakan nilai ujian nasional (UN) sebagai syarat penilaian
utama ditambahkan dengan parameter lain sesuai karakteristik tiap PTN. Dirjen Pendidikan
Tinggi (Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso menjelaskan, pemerintah akan menyiapkan
biaya untuk proses penyaringan di jalur undangan ini sehingga tidak ada beban biaya yang
dikenakan ke peserta.

Selain jalur undangan, pemerintah tetap mengizinkan PTN untuk membuka jalur mandiri.
Namun sebebas-bebasnya PTN membuka jalur mandiri, biaya pendidikan tetap tidak ada
kenaikan. “Kebutuhan pendidikan akan dipenuhi melalui BO PTN (bantuan operasional
perguruan tinggi negeri),” kata mantan Rektor ITB itu, kemarin.

Ketua Panitia SNMPTN 2012 Akhmaloka mengungkapkan, semua rektor yang masih
membuka jalur mandiri sudah sepakat untuk menurunkan biaya pendidikan karena
Kemendikbud menjanjikan adanya BO PTN sehingga uang pendidikan. Persentase
penurunannya tergantung kebijakan tiap rektor. Akhmaloka menambahkan, mulai tahun ini
jalur undangan sudah diperketat seleksinya melalui jalur rapor dan akreditasi sekolah.

Peserta dari sekolah terakreditasi A kuotanya mencapai 50 persen, akreditasi B 30 persen,
dan C 15 persen. Untuk sekolah yang tidak terakreditasi hanya lima persen. Seiring dengan
penghapusan SNMPTN jalur tulis tahun depan, Kemendikbud mengambil kebijakan untuk
menaikkan kuota jalur undangan sehingga memperbanyak peserta dari sekolah yang tidak
terakreditasi untuk mendaftar SNMPTN.

Berdasarkan data, beberapa PTN yang membuka jalur mandiri ialah Universitas Negeri
Makassar (UNM) yang membuka 1.437 kursi untuk strata satu (S-1) dan diploma tiga (D-3).
Universitas Negeri Medan (Unimed) menyediakan 2.000 kursi. Universitas Padjadjaran
(Unpad) 2.504 kursi. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyediakan 2.337 kursi dan di
Universitas Sumatera Utara (USU) tersedia 1.772 kursi.

Sekretaris Umum Panitia SNMPTN 2012 Rochmat Wahab menjelaskan sejarah munculnya
jalur mandiri. Menurutnya, sebelumnya PTN hanya wajib membuka satu kelas yang dibiayai
negara. Akhirnya PTN membuka kelas ekstensi. Kelas ini tidak dibiayai pemerintah sehingga
memang menjadi lebih mahal biaya pendidikannya.

Selanjutnya seiring dengan tuntutan meningkatkan angka partisipasi kasar perguruan tinggi
(APK PT), akhirnya PTN diperbolehkan membuka dua kelas dengan status reguler, yakni
perkuliahan boleh membuka 24 satuan kredit semester (SKS) dalam satu semester. “Namun
yang satu kelas subsidi, satunya lagi kelas mandiri,” terang Rektor UNY itu.

Koordinator Aktivis Koalisi Masyarakat Anti-Komersialisasi Pendidikan Retno Listyarti
menentang penghapusan SNMPTN jalur tulis. Faktor ketidakadilan akan mendominasi
penerimaan mahasiswa baru nantinya karena sebagian besar yang diterima melalui jalur
mandiri akan diseleksi dari kalangan atas semua.

Anggota Komisi X DPR Raihan Iskandar menyatakan, dalam Rancangan Undang- Undang
Pendidikan Tinggi (RUU PT) memang diatur jalur tertulis akan dihapus dan diganti dengan
jalur mandiri. Untuk mencegah biaya yang tinggi, pemerintah dan DPR secara tegas menulis
tidak boleh ada komersialisasi pendidikan dalam dunia sekolah di RUU PT tersebut. (neneng
zubaidah/koran si) (/) (rfa)

Sumber: Okezone
Tahun 2013, SNMPTN Undangan Terbuka
dan Gratis
JAKARTA, KOMPAS.com - Seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN)
jalur undangan yang selama ini terbatas bagi siswa berprestasi, pada tahun 2013 nanti
terbuka untuk semua siswa SMA sederajat.

Perubahan ini terkait dengan kebijakan pemerintah tentang seleksi mahasiswa baru perguruan
tinggi negeri secara nasional, yang bebas biaya pendaftaran alias gratis.

Djoko Santoso, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemneterian Pendidikan dan
Kebudayaan (Kemdikbud) di Jakarta, Minggu (8/7/2012), mengatakan, sebelumnya kuota 60
persen ini diisi melalui SNMPTN jalur undangan bagi siswa berprestasi, dan SNMPTN jalur
tertulis yang terbuka bagi semua siswa.

Djoko menambahkan, biaya operasional panitia SNMPTN dibiayai pemerintah. Dengan
demikian, pendaftar tidak dikenai biaya pendaftaran yang besarnya Rp 150.000-Rp 175.000.

Seperti diketahui, SNMPTN jalur undangan selama ini ditujukan bagi siswa yang berprestasi
konsisten selama di bangku SMA/SMK sederajat. Siswa yang mendaftar harus
direkomendasikan sekolah, dan jumlahnya sesuai status akreditasi sekolah.

Pada SNMPTN jalur undangan tahun ini, ditetapkan sekolah dengan akreditasi A bisa
mengirim 50 persen siswa terbaiknya, yang berakreditasi B sebanyak 30 persen, dan
berakreditasi C sebanyak 15 persen. Adapun sekolah baru yang belum terakreditasi, dibatasi
hanya lima persen siswa terbaiknya.

“Nanti untuk yang kuota di SNMPTN jalur undangan terbuka buat semua siswa, tidak lagi
dibatasi sesuai akreditasi sekolah. Cara ini supaya lebih banyak calon mahasiswa yang ikut
jalur undangan,” kata Akhmaloka, Ketua Bidang Penerimaan Mahasiswa Baru Majelis
Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia.

Sumber: Kompas
SNMPTN 2013, Jatah Jalur Undangan
Ditambah
JAKARTA—Ketua Panitia Pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri
(SNMPTN) 2012, Akhmaloka, mengungkapkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemdikbud) mulai tahun 2013 mendatang memutuskan untuk menambah kuota jalur
undangan SNMPTN.

Kebijakan ini merupakan hasil keputusan bersama antara pemerintah dengan para rektor
dalam menghadapi tingginya jumlah siswa yang berminat masuk jalur undangan.

“Kemdikbud telah memutuskan bahwa dalam pelaksanaan SNMPTN tahun depan,akan
menambah kuota jalur undangan,” ungkap Akhmaloka di dalam konferensi pers di Gedung
Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdikbud, Jakarta, Jumat (6/7).

Akhmaloka menjelaskan, rencana penambahan kuuota jalur undangan tersebut juga
disebabkan karena saat ini jalur undangan masih dibatasi sesuai dengan tingkat akreditasi
sekolah. Yakni, sekolah terakreditasi A kuotanya mencapai 50 persen, akreditasi B 30 persen
dan C 15 persen. Sedangkan untuk sekolah yang tidak terakreditasi hanya 5 persen.

“Dari kondisi itu pula yang akhirnya disepakati akan ada penambahan kuota. Diharapkan, ke
depannya semakin banyak siswa berprestasi yang dapat mengambil jurusan favorit dan juga
seluruh kuota jalur undangan dapat terisi,” imbuhnya.

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) ini juga menyebutkan, jurusan favorit di dalam
pelaksanaan SNMPTN 2012 ini masih didominasi di Kedokteran, Akuntansi dan Teknik
Informatika dan Komputer.

Di tempat yang sama, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Triyogi
Yuwono menyatakan, provinsi dengan nilai rata-rata SNMPTN tertinggi dari jurusan Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) antara lain DKI Jakarta yang kemudian disusul DI Yogyakarta,
Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Barat, Lampung, Sumatera Utara
dan Kepulauan Riau.

Sementara untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) diraih DKI Jakarta, DI Yogyakarta,
Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara,
dan Sumatera Selatan. (cha/jpnn)

Sumber: Jawa Pos
2013, Jalur Undangan Jadi Wewenang
Rektor
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan Djoko Santoso mengatakan, tahun 2013 seluruh perguruan tinggi negeri
(PTN) dapat menentukan mekanisme penerimaan mahasiswa baru yang dibuka melalui jalur
undangan. Menurutnya, sebagai bentuk otonomi PTN, para rektor berhak menjadikan nilai
sekolah (rapor) sebagai salah satu indikator penilaian atau tidak.

“Kan sudah otonomi, maka itu menjadi kewenangan dan diatur oleh masing-masing rektor di
PTN,” kata Djoko saat ditemui Kompas.com, di sela-sela rapat kerja Kemdikbud bersama
Komisi X DPR, Kamis (12/7/2012).

Djoko mengimbau, agar semua rektor PTN dapat menggunakan hak otonomi kampusnya
dengan baik dan bijaksana. Hal itu ia ungkapkan agar pelaksanaan SNMPTN tahun depan
dapat berjalan tanpa cela.

“Menggunakan nilai sekolah atau tidak yang penting otonomi PTN dapat dimanfaatkan
dengan baik,” ujarnya.

Seperti diberitakan, setelah jalur ujian tulis dihapus, otomatis jalur undangan menjadi satu-
satunya pintu masuk dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)
tahun depan. Atas dasar itu, ratusan ribu siswa lulusan SMA sederajat akan berkompetisi
memperebutkan satu kursi di PTN yang menjadi pilihannya.

Hal ini juga diatur dalam Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU PT) yang
segera akan disahkan. Di mana RUU tersebut mengatur porsi untuk jalur undanagn sebesar
50 persen, jalur ujian mandiri 40 persen, dan sisanya diperuntukkan bagi mereka para siswa
lulusan tahun 2011-2012.

Sumber: Kompas
2013, Semua PTN Harus Turunkan Tarif
Pendidikan
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh
menegaskan, pada tahun 2013, semua perguruan tinggi negeri (PTN) harus menurunkan tarif
pendidikannya. Hal itu sejalan dengan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU Dikti) yang
mengatur tentang standar pembiayaan.

“Semua PTN harus menurunkan tarifnya karena pemerintah telah mengatur standar
pembiayaan dalam UU Dikti,” kata Nuh, Minggu (22/7/2012) malam di Jakarta.

Ia menjelaskan, dalam UU Dikti, diatur juga standar biaya untuk semua jalur masuk ke PTN,
baik yang melalui seleksi nasional (SNMPTN) maupun yang melalui jalur mandiri.

Meski ada perbedaan biaya di kedua jalur tersebut, Nuh menjamin itu masih dalam batas
wajar. Pasalnya, mulai tahun ini pemerintah telah menggelontorkan dana bantuan operasional
(BO PTN) dengan total hampir Rp 1,5 triliun untuk semua PTN dan akan ditambah sekitar
Rp 3 triliun-Rp 4 triliun pada tahun 2013.

“Tarif masuk melalui SNMPTN dan ujian mandiri memang beda, tapi tak akan jauh,” ujar
Nuh.

Pernyataan Nuh ini sekaligus menanggapi keluhan masyarakat akan ketimpangan
pembiayaan di PTN, khususnya antara jalur SNMPTN dan jalur mandiri.

Biaya masuk PTN melalui jalur mandiri terbilang sangat tinggi. Tak jarang, tiap-tiap PTN
terkemuka mematok harga hingga puluhan juta rupiah pada setiap calon mahasiswa yang
ingin mendapatkan kursi di program studi favorit.

Tahun ini, Nuh memberikan imbauan agar semua PTN tidak menaikkan tarifnya. Dengan
kebijakan pemberian BO PTN, pemerintah optimistis mulai tahun depan semua mahasiswa di
PTN akan bebas biaya, kecuali biaya SPP.

Sumber: Kompas
Rencana Penghapusan SNMPTN Jalur
Tulis Dimatangkan
JAKARTA - Rencananya, mulai tahun depan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi
Negeri (SNMPTN) jalur tertulis akan ditiadakan. Sebagai gantinya, porsi penerimaan
mahasiswa baru diperbesar melalui jalur undangan sebesar 60 persen.

Dirjen Dikti Djoko Santoso menyampaikan hal tersebut dalam jumpa wartawan terkait
pengumuman SNMPTN jalur tulis 2012. “Pola SNMPTN tahun depan, kami berharap
penerimaan mahasiswa baru secara nasional dilakukan lewat jalur undangan sebesar 60
persen. Tapi masih akan dirumuskan dulu mengenai mekanisme penerimaannya,” ujar Djoko
di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Senayan, Jakarta Selatan, Jumat
(6/7/2012).

Menurut Djoko, dengan memperbesar daya tampung melalui jalur undangan, tentu hasil
Ujian Nasional (UN) menjadi faktor penilaian utama. Namun, dia menambahkan, masih
diperlukan beberapa faktor lain yang harus diperhatikan.

“Hasil UN harus ditambah parameter lain sesuai kebutuhan masing-masing PTN. Misalnya,
untuk prodi olahraga ada ujian ketrampilan maupun persyaratan tertentu,” ungkapnya.

Kebijakan ini, lanjut Djoko, sejalan dengan keinginan pemerintah untuk menyerap semua
lulusan SMA. “Kami menginginkan semua lulusan SMA bisa disaring. Dan pemerintah
menyediakan pembuiayaan untuk proses penyaringan itu,” tukas Djoko.(mrg)(rhs)

Sumber: Okezone
Tahun Depan, 60 Persen Calon Mahasiswa
Diseleksi Lewat Jalur Undangan
Jakarta — Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2013
direncanakan akan menggunakan pola yang berbeda dari tahun ini. 60 persen calon
mahasiswa akan diseleksi melalui jalur undangan. Demikian disampaikan Direktur Jenderal
Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Djoko Santoso, saat memberikan keterangan pers
pengumuman hasil ujian tertulis SNMPTN jalur tertulis 2012, di kantor Kemdikbud, Jumat
(06/07).

“Kita menginginkan semua lulusan bisa disaring lewat jalur undangan,” katanya. Djoko
menambahkan, pemerintah akan menyediakan pembiayaan untuk proses penyaringan.

Saat ini, biaya pendaftaran untuk SNMPTN terpisah dari biaya pendaftaran ujian mandiri di
masing-masing universitas. Ke depan, kata Djoko, baik pendaftaran SNMPTN maupun jalur
mandiri, calon mahasiswa hanya perlu membayar satu kali. “Masuk lewat mana saja
bayarnya tetap segitu,” katanya.

Adanya perbedaan biaya pendaftaran jalur SNMPTN dan jalur mandiri, kata Rochmat
Wahab, Sekretaris Jenderal Panitia SNMPTN 2012, dikarenakan selama ini perguruan tinggi
masih mencari sumber biaya operasional dari masyarakat. Keinginan perguruan tinggi untuk
meningkatkan APK dengan menambah satu kelas lagi diluar kelas reguler, terbentur biaya
operasional.

“Kalau nanti BOPTN bisa mencukupi, baik jalur subsidi maupun mandiri biayanya akan
sama. Dan bisa diterima dua kelas atau lebih setiap tahunnya,” ujar Rochmat. (AR)

Sumber: Kemdikbud
Kemdikbud: Dijamin Tak Ada Manipulasi
Jalur Mandiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjamin tak
akan ada manipulasi pasca diubahnya mekanisme Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri
(SNMPTN). Pada tahun 2013 mendatang, Kemdikbud akan menghapus SNMPTN jalur tulis. Direktur
Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Djoko Santoso mengatakan, mulai tahun depan, pemerintah
memastikan hanya akan ada dua jalur masuk ke PTN, yakni jalur undangan (SNMPTN) dan ujian
mandiri.

"Jadi tak ada lagi jalur ujian tulis, hanya satu jalur dalam SNMPTN dan jalur ujian mandiri yang
dilaksanakan       masing-masing         PTN,"        kata     Djoko,   Kamis        (12/7/2012).

Untuk jalur mandiri, Djoko menjamin tak akan ada manipulasi pada pelaksanaannya. Sebab, masing-
masing PTN akan berkoordinasi langsung dengan Kemdikbud terkait pelaksanaan ujian dalam jalur
mandiri.

"Saya jamin PTN tak akan menyelewengkan tanggung jawabnya, karena akan ada sanksi berupa
pemotongan      subsidi     atau     sanksi      administrasi     lainnya,"      ujarnya.

Adapun untuk jalur ujian tulis, Djoko menjelaskan, tahun depan tetap akan dibuka tetapi khusus untuk
siswa     lulusan        2011-2012       dengan        kuota       penerimaan        10      persen.

"Ini ntuk menjamin keadilan, karena setiap siswa yang lulus di tahun sebelumnya memiliki hak dua
kali mengikuti ujian SNMPTN," kata Djoko.
SNMPTN Tulis Dihapus? Tunda Dulu!
MEDAN, KOMPAS.com - Rencana pemerintah menghapuskan ujian tulis Seleksi Nasional
Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mulai tahun 2013, dinilai belum tepat. Seperti
diketahui, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
mewacanakan bahwa tahun depan SNMPTN tulis ditiadakan dan diganti dengan jalur
undangan.

"Sebaiknya ditunda dulu paling tidak sampai tahun 2014, sambil menunggu semua perangkat
mau pun prosedurnya selesai dibahas. Kalau tahun 2013 saya nilai terlalu tergesa-gesa," kata
Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Ibnu Hajar, di Medan, Senin (23/7/2012).

Ibnu mengatakan, pihaknya menyadari rencana penghapusian ujian tulis bertujuan
memperluas kesempatan keterwakilan siswa lokal dan memperbesar angka partisipasi siswa
melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Akan tetapi, ia berharap, prosesnya berjalan
secara objektif. Mengingat, jika pintu masuk hanya melalui jalur undangan, maka penentu
utama           adalah          nilai       siswa          saat        di         SMA.

"Ini butuh persiapan yang cukup matang untuk melakukannya. PTN harus memiliki database
nilai siswa dari semua semester sehingga benar-benar bisa mengetahui secara jelas kualitas
siswa. Majelis Rektor saat ini sedang membahas teknisnya bagaimana, sebab kita tidak bisa
menyerahkan        sepenuhnya       proses    ini     kepada      sekolah,"      katanya.

Menurut dia, jika nantinya pada tahapan pembahasan dengan melibatkan seluruh rektor PTN
di Indonesia disepakati penghapusan ujian tulis SNMPTN pada tahun 2013, diharapkan hal
itu sebagai tahapan transisi dan pemberlakuannya baru benar-benar dilaksanakan pada 2014.
Database calon mahasiswa dinilai penting untuk mengukur tingkat intelektual calon dan
penilaiannya               bukan              hanya             dari             sekolah.

"Saat ini kan, PTN belum mempunyai database tentang prestasi siswa yang akan masuk ke
PTN. Kalau tahun depan diberlakukan oleh pemerintah, parameter apa yang akan menjadi
landasan PTN untuk mengukur prestasi siswa yang akan masuk ke PTN," ujar Ibnu.

Meski demikian, kata Ibnu, jika hal tersebut menjadi keputusan Kemdikbud, maka PTN akan
menjalankannya. "Jalur undangan merupakan bentuk pengakuan perguruan tinggi terhadap
hasil belajar siswa berdasarkan nilai rapor. Oleh karena itu, kepercayaan yang diberikan
perguruan tinggi harus dibalas dengan kejujuran oleh pihak sekolah tanpa memanipulasi nilai
siswa," katanya.



Sumber :
ANT
2013, Biaya Seleksi Masuk PTN Gratis
DEPOK, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan (Kemendikbud), Djoko Santoso, menegaskan bahwa seluruh biaya masuk
perguruan tinggi negeri (PTN) akan ditanggung oleh pemerintah mulai tahun 2013. Dengan
demikian, semua siswa memiliki hak untuk ikut serta pada seleksi masuk PTN secara gratis.

"Apapun namanya, undangan atau tertulis, semua lulusan jenjang SMA boleh mendaftar
langsung dan gratis," kata Djoko saat ditemui Kompas.com, di Balairung kampus UI, Depok,
Rabu                                                                         (12/9/2012).

Kemendikbud telah berencana sejak lama bahwa seleksi masuk PTN akan digelar dengan
gratis untuk mengurangi beban masyarakat terkait biaya pendaftaran seleksi nasional masuk
perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang mencapai Rp 150.000 per siswa. Pemerintah siap
menggelontorkan anggaran sekitar Rp 300 juta untuk memenuhi rencana tersebut.

Namun demikian, Djoko mengatakan bahwa Majelis Rektor PTN masih merumuskan
mekanisme penerimaan mahasiswa di PTN, twrmasuk mengenai bobot nilai yang akan
digunakan, antara nilai rapor dan hasil Ujian Nasional (UN). Seleksi masuk PTN dibagi ke
beberapa jalur, undangan, tertulis, dan seleksi mandiri di masing-masing perguruan tinggi.
Khusus untuk jalur undangan, proporsi siswa yang direkomendasikan oleh sekolah ditentukan
oleh                     akreditasi                    sekolah                   tersebut.

Djoko berharap, kebijakan ini akan membuka akses masuk ke PTN makin lebar dan
berkeadilan karena memperkecil kemungkinan adanya siswa yang gagal mengikuti SNMPTN
karena alasan tak memiliki biaya mendaftar.
Ujian Mandiri Diusulkan Jadi Ujian Tulis
Bersama PTN
JAKARTA, KOMPAS.com - Ujian mandiri yang menjadi kewenangan masing-masing
perguruan tinggi negeri, diusulkan dapat dilakukan secara bersama-sama pada tahun 2013.

Ujian mandiri bersama ini, untuk menggantikan seleksi nasional ujian masuk perguruan
tinggi negeri jalur tulis yang bakal dihapus.

 "Tahun 2013 rencananya SNMPTN tulis dihapus, diganti SNMPTN undangan saja. Meski
demikian, tetap ada keinginan untuk tetap memiliki ujian masuk PTN secara tertulis, yang
sifatnya bersama-sama dengan mengalihkan ujian mandiri jadi ujian tulis bersama," kata
Akhmaloka, Ketua Bidang Penerimaan Mahasiswa Baru Majelis Rektor Perguruan Tinggi
Negeri (PTN) Indonesia, yang dihubungi dari Jakarta, Selasa (19/6/2012).

 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan dukungan Komisi X DPR, akan
membebaskan biaya pendaftaran SNMPTN mulai tahun 2013. Namun, pemerintah
menghendaki adanya SNMPTN undangan saja, yang selama ini dikenal sebagai jalur untuk
siswa berprestasi di SMA/SMK sederajat pada tahun 2013.

 Adapun ujian mandiri dikelola tiap PTN lewat berbagai jalur, dengan kuota maksimal 40
persen. Ada yang dilaksanakan tanpa tes, ada juga yang melalui tes tertulis. Dalam ujian
mandiri, peserta tidak bisa memilih PTN lintas daerah, kecuali ujian mandiri yang dilakukan
gabungan beberapa PTN.

"Kami tidak ingin menyulitkan masyarakat, karena itu nanti akan tetap ada ujian tulis
bersama. Apakah namanya tetap SNMPTN jalur tulis atau berubah, ini perlu dibahas lagi
bersama-sama," ujar Akhmaloka yang juga Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB).

 Tiap PTN bisa saja mengalihkan semuajalur mandiri ke ujian tulis bersama, bisa juga
sebagian. "Tetapi ini masih perlu dibahas lagi di antara pimpinan PTN," ujar Akhmaloka.
Integrasi UN untuk Masuk PTN Dimulai
Tahun 2013
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh di
Jakarta, Senin (10/9/2012), mengatakan, integrasi hasil ujian nasional SMA/MA/SMK harus
mulai diterapkan pada penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri tahun2013.
PTN diminta mempertimbangkan hasil UN siswa dalam menyeleksi mahasiswa baru
sehingga pelaksanaan UN tidak mubazir.

"Hasil UN harus terintegrasi di semua jenjang. Jika dari SD ke SMP ke SMA bisa pakai hasil
UN, kenapa di PT tidak boleh? Jika alasannya hasil UN tidak bisa dipercaya, pelaksanaan UN
terus- menerus dilakukan dan melibatkan perguruan tinggi," kata Nuh.

Ditanya soal integrasi hasil UN pada penerimaan mahasiswa baru di PTN tahun 2013, Ketua
Majelis Rektor PTN Indonesia Idrus Paturusi mengatakan, hasil UN, yang juga salah satu
penentu kelulusan siswa di jenjang pendidikan menengah, dipertimbangkan dalam
penerimaan lewat jalur undangan. "Nanti akan ada pembobotan. Berapa persentase dari nilai
rapor dan nilai UN masih akan dibahas bersama," ujar Idrus.

Pada tahun 2013, sebanyak 90 persen penerimaan mahasiswa baru PTN secara nasional lewat
jalur undangan. Penyeleksian mahasiswa baru dengan mempertimbangkan nilai rapor di kelas
1-3 dan hasil UN.

Selama ini, pengakuan hasil UN dalam seleksi nasional masuk PTN, baik lewat jalur
undangan maupun tulis, dengan cara mahasiswa baru yang diterima harus lulus UN.
Tahun Depan, 90 Persen Seleksi Masuk
PTN Lewat Jalur Undangan
JAKARTA, KOMPAS.com - Penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN)
secara nasional mulai tahun 2013 diutamakan lewat jalur undangan. Sebanyak 90 persen
kursi di PTN diperbeutkan lewat seleksi nasional jalur undangan yang terbuka bagi semua
siswa kelas 3 di jenjang pendidikan menenga.

 "Untuk tahun depan, penerimaan mahasiswa baru yang seleksi nasional mencapai 90 persen.
Kuota itu ditujukan untuk siswa yang berada di kelas tiga SMA/SMK atau sederajat pada
tahun 2013. Adapun siswa yang lulus tahun lalu bisa ikut lewat ujian tulis yang jatahnya 10
persen," kata Idrus Paturusi, Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia, Senin (10/9/2012).

 Menurut Idrus yang juga Rektor Universitas Hasanuddin, Makassar, pada awalnya
penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) hendak diubah seluruhnya
lewat jalur undangan saja. Penerimaan mahasiswa baru dengan mempertimbangkan nilai
raport selama belajar di pendidikan menengah dan nilai ujian nasional (UN).

 "Namun, ada masukan supaya tetap ada kesempatan bagi lulusan tahun lalu yang mau ikut
ujian lagi. Mereka bisa lewat ujian tulis yang diselenggarakan tiap PTN," ujar Idrus.

Bobot UN

 Dengan berubahnya sebagian besar penerimaan mahasiswa baru PTN lewat jalur undangan,
pendaftaran menjadi terbuka buat semua siswa kelas 3 di jenjang pendidikan menengah.
Sebelumnya, seleksi nasional lewat jalur undangan dikhususkan bagi siswa berprestasi yang
direkomendasikan tiap sekolah, yang jumlahnya bergantung pada akreditasi sekolah.

Selain pendaftaran terbuka bagi semua siswa, biaya pendaftaran pun ditanggung pemerintah.
Perubahan ini sejalan dengan ketentuan pada pasal 73 ayat 1 dan 2 Undang-undang No 12
Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi.

 Pada pasal itu disebutkan bahwa penerimaan mahasiwa baru PTN dapat lewat pola
penerimaan mahasiswa baru secara nasional dan bentuk lain. Pemerintah menanggung biaya
calon mahasiswa yang akan mengikuti pola penerimaan mahasiswa baru secara nasional.

 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan beban masyarakat untuk
pendaftaran ujian masuk PTN selama ini cukup tinggi. Selain itu, di tingkat akhir siswa
SMA/SMK juga menjadi stress karena dibebani UN dan berbagai tes masuk ke PT.

 "Pemerintah memikirkan supaya ada satu cara penerimaan yang bisa berlaku untuk
semuanya. Biaya pendafataran yang ditanggung masyarakat akan ditanggung pemerintah,"
kata Nuh.
Juara Olimpiade Sains Diterima Langsung
di PTN
JAKARTA, KOMPAS.com - Peraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) bakal
diprioritaskan untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tanpa tes. Hal ini disampaikan
oleh Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Direktorat Jenderal Pendidikan
Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen PM Kemendikbud), Totok
Suprayitno,            di            Jakarta,            Jumat              (31/8/2012).

"Ya,kami melakukan pembinaan berkesinambungan untuk para juara OSN. Selain dikirim ke
level internasional mereka juga mendapat kesempatan masuk PTN tanpa tes," katanya.

Menurutnya, meski penerimaan mahasiswa di PTN merupakan otonomi rektor yang
memimpin, namun kementerian tetap berwenang dalam alokasi anak-anak berprestasi karena
memiliki payung hukum yang diatur dalam sebuah Peraturan Mendikbud tahun 2008.

Totok menyampaikan, Universitas Gajah Mada (UGM) telah memelopori terobosan itu dan
sejumlah PTN sudah mengikuti, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi
Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Institut Pertanian Bogor
(IPB). Menurut Totok pula, siswa-siswa berprestasi itu bisa masuk dengan beasiswa Bidik
Misi    jika   tak    mampu     melanjutkan     pendidikan    ke    pendidikan   tinggi.

"Jika tak mampu secara finansial, Beasiswa Bidik Misi juga terbuka untuk mereka. Tetapi
mereka harus proaktif mengurus semuanya," tuturnya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:563
posted:12/12/2012
language:
pages:15