SNMPTN 2013
Shared by: TogiPasaribu
Categories
Tags
SNMPTN, SNMPTN 2013, PTN, USU, ITB, UI, UGM, UNIMED, IPB, UNPAD, ITS, SELEKSI, SELEKSI MASUK, SELEKSI MASUK PTN 2013
-
Stats
- views:
- 563
- posted:
- 12/12/2012
- language:
- pages:
- 15
Document Sample


2013 SNMPTN Jalur Tulis Dihapus JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menghapus jalur tulis dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun depan. Kuota SNMPTN hanya melalui jalur undangan. Namun pola undangan itu hingga saat ini masih dibahas oleh para rektor PTN. Pemikiran sementara, polanya tetap menggunakan nilai ujian nasional (UN) sebagai syarat penilaian utama ditambahkan dengan parameter lain sesuai karakteristik tiap PTN. Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso menjelaskan, pemerintah akan menyiapkan biaya untuk proses penyaringan di jalur undangan ini sehingga tidak ada beban biaya yang dikenakan ke peserta. Selain jalur undangan, pemerintah tetap mengizinkan PTN untuk membuka jalur mandiri. Namun sebebas-bebasnya PTN membuka jalur mandiri, biaya pendidikan tetap tidak ada kenaikan. “Kebutuhan pendidikan akan dipenuhi melalui BO PTN (bantuan operasional perguruan tinggi negeri),” kata mantan Rektor ITB itu, kemarin. Ketua Panitia SNMPTN 2012 Akhmaloka mengungkapkan, semua rektor yang masih membuka jalur mandiri sudah sepakat untuk menurunkan biaya pendidikan karena Kemendikbud menjanjikan adanya BO PTN sehingga uang pendidikan. Persentase penurunannya tergantung kebijakan tiap rektor. Akhmaloka menambahkan, mulai tahun ini jalur undangan sudah diperketat seleksinya melalui jalur rapor dan akreditasi sekolah. Peserta dari sekolah terakreditasi A kuotanya mencapai 50 persen, akreditasi B 30 persen, dan C 15 persen. Untuk sekolah yang tidak terakreditasi hanya lima persen. Seiring dengan penghapusan SNMPTN jalur tulis tahun depan, Kemendikbud mengambil kebijakan untuk menaikkan kuota jalur undangan sehingga memperbanyak peserta dari sekolah yang tidak terakreditasi untuk mendaftar SNMPTN. Berdasarkan data, beberapa PTN yang membuka jalur mandiri ialah Universitas Negeri Makassar (UNM) yang membuka 1.437 kursi untuk strata satu (S-1) dan diploma tiga (D-3). Universitas Negeri Medan (Unimed) menyediakan 2.000 kursi. Universitas Padjadjaran (Unpad) 2.504 kursi. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyediakan 2.337 kursi dan di Universitas Sumatera Utara (USU) tersedia 1.772 kursi. Sekretaris Umum Panitia SNMPTN 2012 Rochmat Wahab menjelaskan sejarah munculnya jalur mandiri. Menurutnya, sebelumnya PTN hanya wajib membuka satu kelas yang dibiayai negara. Akhirnya PTN membuka kelas ekstensi. Kelas ini tidak dibiayai pemerintah sehingga memang menjadi lebih mahal biaya pendidikannya. Selanjutnya seiring dengan tuntutan meningkatkan angka partisipasi kasar perguruan tinggi (APK PT), akhirnya PTN diperbolehkan membuka dua kelas dengan status reguler, yakni perkuliahan boleh membuka 24 satuan kredit semester (SKS) dalam satu semester. “Namun yang satu kelas subsidi, satunya lagi kelas mandiri,” terang Rektor UNY itu. Koordinator Aktivis Koalisi Masyarakat Anti-Komersialisasi Pendidikan Retno Listyarti menentang penghapusan SNMPTN jalur tulis. Faktor ketidakadilan akan mendominasi penerimaan mahasiswa baru nantinya karena sebagian besar yang diterima melalui jalur mandiri akan diseleksi dari kalangan atas semua. Anggota Komisi X DPR Raihan Iskandar menyatakan, dalam Rancangan Undang- Undang Pendidikan Tinggi (RUU PT) memang diatur jalur tertulis akan dihapus dan diganti dengan jalur mandiri. Untuk mencegah biaya yang tinggi, pemerintah dan DPR secara tegas menulis tidak boleh ada komersialisasi pendidikan dalam dunia sekolah di RUU PT tersebut. (neneng zubaidah/koran si) (/) (rfa) Sumber: Okezone Tahun 2013, SNMPTN Undangan Terbuka dan Gratis JAKARTA, KOMPAS.com - Seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) jalur undangan yang selama ini terbatas bagi siswa berprestasi, pada tahun 2013 nanti terbuka untuk semua siswa SMA sederajat. Perubahan ini terkait dengan kebijakan pemerintah tentang seleksi mahasiswa baru perguruan tinggi negeri secara nasional, yang bebas biaya pendaftaran alias gratis. Djoko Santoso, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemneterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) di Jakarta, Minggu (8/7/2012), mengatakan, sebelumnya kuota 60 persen ini diisi melalui SNMPTN jalur undangan bagi siswa berprestasi, dan SNMPTN jalur tertulis yang terbuka bagi semua siswa. Djoko menambahkan, biaya operasional panitia SNMPTN dibiayai pemerintah. Dengan demikian, pendaftar tidak dikenai biaya pendaftaran yang besarnya Rp 150.000-Rp 175.000. Seperti diketahui, SNMPTN jalur undangan selama ini ditujukan bagi siswa yang berprestasi konsisten selama di bangku SMA/SMK sederajat. Siswa yang mendaftar harus direkomendasikan sekolah, dan jumlahnya sesuai status akreditasi sekolah. Pada SNMPTN jalur undangan tahun ini, ditetapkan sekolah dengan akreditasi A bisa mengirim 50 persen siswa terbaiknya, yang berakreditasi B sebanyak 30 persen, dan berakreditasi C sebanyak 15 persen. Adapun sekolah baru yang belum terakreditasi, dibatasi hanya lima persen siswa terbaiknya. “Nanti untuk yang kuota di SNMPTN jalur undangan terbuka buat semua siswa, tidak lagi dibatasi sesuai akreditasi sekolah. Cara ini supaya lebih banyak calon mahasiswa yang ikut jalur undangan,” kata Akhmaloka, Ketua Bidang Penerimaan Mahasiswa Baru Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia. Sumber: Kompas SNMPTN 2013, Jatah Jalur Undangan Ditambah JAKARTA—Ketua Panitia Pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012, Akhmaloka, mengungkapkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mulai tahun 2013 mendatang memutuskan untuk menambah kuota jalur undangan SNMPTN. Kebijakan ini merupakan hasil keputusan bersama antara pemerintah dengan para rektor dalam menghadapi tingginya jumlah siswa yang berminat masuk jalur undangan. “Kemdikbud telah memutuskan bahwa dalam pelaksanaan SNMPTN tahun depan,akan menambah kuota jalur undangan,” ungkap Akhmaloka di dalam konferensi pers di Gedung Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdikbud, Jakarta, Jumat (6/7). Akhmaloka menjelaskan, rencana penambahan kuuota jalur undangan tersebut juga disebabkan karena saat ini jalur undangan masih dibatasi sesuai dengan tingkat akreditasi sekolah. Yakni, sekolah terakreditasi A kuotanya mencapai 50 persen, akreditasi B 30 persen dan C 15 persen. Sedangkan untuk sekolah yang tidak terakreditasi hanya 5 persen. “Dari kondisi itu pula yang akhirnya disepakati akan ada penambahan kuota. Diharapkan, ke depannya semakin banyak siswa berprestasi yang dapat mengambil jurusan favorit dan juga seluruh kuota jalur undangan dapat terisi,” imbuhnya. Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) ini juga menyebutkan, jurusan favorit di dalam pelaksanaan SNMPTN 2012 ini masih didominasi di Kedokteran, Akuntansi dan Teknik Informatika dan Komputer. Di tempat yang sama, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Triyogi Yuwono menyatakan, provinsi dengan nilai rata-rata SNMPTN tertinggi dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) antara lain DKI Jakarta yang kemudian disusul DI Yogyakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Barat, Lampung, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau. Sementara untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) diraih DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. (cha/jpnn) Sumber: Jawa Pos 2013, Jalur Undangan Jadi Wewenang Rektor JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso mengatakan, tahun 2013 seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) dapat menentukan mekanisme penerimaan mahasiswa baru yang dibuka melalui jalur undangan. Menurutnya, sebagai bentuk otonomi PTN, para rektor berhak menjadikan nilai sekolah (rapor) sebagai salah satu indikator penilaian atau tidak. “Kan sudah otonomi, maka itu menjadi kewenangan dan diatur oleh masing-masing rektor di PTN,” kata Djoko saat ditemui Kompas.com, di sela-sela rapat kerja Kemdikbud bersama Komisi X DPR, Kamis (12/7/2012). Djoko mengimbau, agar semua rektor PTN dapat menggunakan hak otonomi kampusnya dengan baik dan bijaksana. Hal itu ia ungkapkan agar pelaksanaan SNMPTN tahun depan dapat berjalan tanpa cela. “Menggunakan nilai sekolah atau tidak yang penting otonomi PTN dapat dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya. Seperti diberitakan, setelah jalur ujian tulis dihapus, otomatis jalur undangan menjadi satu- satunya pintu masuk dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun depan. Atas dasar itu, ratusan ribu siswa lulusan SMA sederajat akan berkompetisi memperebutkan satu kursi di PTN yang menjadi pilihannya. Hal ini juga diatur dalam Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU PT) yang segera akan disahkan. Di mana RUU tersebut mengatur porsi untuk jalur undanagn sebesar 50 persen, jalur ujian mandiri 40 persen, dan sisanya diperuntukkan bagi mereka para siswa lulusan tahun 2011-2012. Sumber: Kompas 2013, Semua PTN Harus Turunkan Tarif Pendidikan JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menegaskan, pada tahun 2013, semua perguruan tinggi negeri (PTN) harus menurunkan tarif pendidikannya. Hal itu sejalan dengan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU Dikti) yang mengatur tentang standar pembiayaan. “Semua PTN harus menurunkan tarifnya karena pemerintah telah mengatur standar pembiayaan dalam UU Dikti,” kata Nuh, Minggu (22/7/2012) malam di Jakarta. Ia menjelaskan, dalam UU Dikti, diatur juga standar biaya untuk semua jalur masuk ke PTN, baik yang melalui seleksi nasional (SNMPTN) maupun yang melalui jalur mandiri. Meski ada perbedaan biaya di kedua jalur tersebut, Nuh menjamin itu masih dalam batas wajar. Pasalnya, mulai tahun ini pemerintah telah menggelontorkan dana bantuan operasional (BO PTN) dengan total hampir Rp 1,5 triliun untuk semua PTN dan akan ditambah sekitar Rp 3 triliun-Rp 4 triliun pada tahun 2013. “Tarif masuk melalui SNMPTN dan ujian mandiri memang beda, tapi tak akan jauh,” ujar Nuh. Pernyataan Nuh ini sekaligus menanggapi keluhan masyarakat akan ketimpangan pembiayaan di PTN, khususnya antara jalur SNMPTN dan jalur mandiri. Biaya masuk PTN melalui jalur mandiri terbilang sangat tinggi. Tak jarang, tiap-tiap PTN terkemuka mematok harga hingga puluhan juta rupiah pada setiap calon mahasiswa yang ingin mendapatkan kursi di program studi favorit. Tahun ini, Nuh memberikan imbauan agar semua PTN tidak menaikkan tarifnya. Dengan kebijakan pemberian BO PTN, pemerintah optimistis mulai tahun depan semua mahasiswa di PTN akan bebas biaya, kecuali biaya SPP. Sumber: Kompas Rencana Penghapusan SNMPTN Jalur Tulis Dimatangkan JAKARTA - Rencananya, mulai tahun depan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur tertulis akan ditiadakan. Sebagai gantinya, porsi penerimaan mahasiswa baru diperbesar melalui jalur undangan sebesar 60 persen. Dirjen Dikti Djoko Santoso menyampaikan hal tersebut dalam jumpa wartawan terkait pengumuman SNMPTN jalur tulis 2012. “Pola SNMPTN tahun depan, kami berharap penerimaan mahasiswa baru secara nasional dilakukan lewat jalur undangan sebesar 60 persen. Tapi masih akan dirumuskan dulu mengenai mekanisme penerimaannya,” ujar Djoko di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (6/7/2012). Menurut Djoko, dengan memperbesar daya tampung melalui jalur undangan, tentu hasil Ujian Nasional (UN) menjadi faktor penilaian utama. Namun, dia menambahkan, masih diperlukan beberapa faktor lain yang harus diperhatikan. “Hasil UN harus ditambah parameter lain sesuai kebutuhan masing-masing PTN. Misalnya, untuk prodi olahraga ada ujian ketrampilan maupun persyaratan tertentu,” ungkapnya. Kebijakan ini, lanjut Djoko, sejalan dengan keinginan pemerintah untuk menyerap semua lulusan SMA. “Kami menginginkan semua lulusan SMA bisa disaring. Dan pemerintah menyediakan pembuiayaan untuk proses penyaringan itu,” tukas Djoko.(mrg)(rhs) Sumber: Okezone Tahun Depan, 60 Persen Calon Mahasiswa Diseleksi Lewat Jalur Undangan Jakarta — Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2013 direncanakan akan menggunakan pola yang berbeda dari tahun ini. 60 persen calon mahasiswa akan diseleksi melalui jalur undangan. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Djoko Santoso, saat memberikan keterangan pers pengumuman hasil ujian tertulis SNMPTN jalur tertulis 2012, di kantor Kemdikbud, Jumat (06/07). “Kita menginginkan semua lulusan bisa disaring lewat jalur undangan,” katanya. Djoko menambahkan, pemerintah akan menyediakan pembiayaan untuk proses penyaringan. Saat ini, biaya pendaftaran untuk SNMPTN terpisah dari biaya pendaftaran ujian mandiri di masing-masing universitas. Ke depan, kata Djoko, baik pendaftaran SNMPTN maupun jalur mandiri, calon mahasiswa hanya perlu membayar satu kali. “Masuk lewat mana saja bayarnya tetap segitu,” katanya. Adanya perbedaan biaya pendaftaran jalur SNMPTN dan jalur mandiri, kata Rochmat Wahab, Sekretaris Jenderal Panitia SNMPTN 2012, dikarenakan selama ini perguruan tinggi masih mencari sumber biaya operasional dari masyarakat. Keinginan perguruan tinggi untuk meningkatkan APK dengan menambah satu kelas lagi diluar kelas reguler, terbentur biaya operasional. “Kalau nanti BOPTN bisa mencukupi, baik jalur subsidi maupun mandiri biayanya akan sama. Dan bisa diterima dua kelas atau lebih setiap tahunnya,” ujar Rochmat. (AR) Sumber: Kemdikbud Kemdikbud: Dijamin Tak Ada Manipulasi Jalur Mandiri JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjamin tak akan ada manipulasi pasca diubahnya mekanisme Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Pada tahun 2013 mendatang, Kemdikbud akan menghapus SNMPTN jalur tulis. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Djoko Santoso mengatakan, mulai tahun depan, pemerintah memastikan hanya akan ada dua jalur masuk ke PTN, yakni jalur undangan (SNMPTN) dan ujian mandiri. "Jadi tak ada lagi jalur ujian tulis, hanya satu jalur dalam SNMPTN dan jalur ujian mandiri yang dilaksanakan masing-masing PTN," kata Djoko, Kamis (12/7/2012). Untuk jalur mandiri, Djoko menjamin tak akan ada manipulasi pada pelaksanaannya. Sebab, masing- masing PTN akan berkoordinasi langsung dengan Kemdikbud terkait pelaksanaan ujian dalam jalur mandiri. "Saya jamin PTN tak akan menyelewengkan tanggung jawabnya, karena akan ada sanksi berupa pemotongan subsidi atau sanksi administrasi lainnya," ujarnya. Adapun untuk jalur ujian tulis, Djoko menjelaskan, tahun depan tetap akan dibuka tetapi khusus untuk siswa lulusan 2011-2012 dengan kuota penerimaan 10 persen. "Ini ntuk menjamin keadilan, karena setiap siswa yang lulus di tahun sebelumnya memiliki hak dua kali mengikuti ujian SNMPTN," kata Djoko. SNMPTN Tulis Dihapus? Tunda Dulu! MEDAN, KOMPAS.com - Rencana pemerintah menghapuskan ujian tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mulai tahun 2013, dinilai belum tepat. Seperti diketahui, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mewacanakan bahwa tahun depan SNMPTN tulis ditiadakan dan diganti dengan jalur undangan. "Sebaiknya ditunda dulu paling tidak sampai tahun 2014, sambil menunggu semua perangkat mau pun prosedurnya selesai dibahas. Kalau tahun 2013 saya nilai terlalu tergesa-gesa," kata Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Ibnu Hajar, di Medan, Senin (23/7/2012). Ibnu mengatakan, pihaknya menyadari rencana penghapusian ujian tulis bertujuan memperluas kesempatan keterwakilan siswa lokal dan memperbesar angka partisipasi siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Akan tetapi, ia berharap, prosesnya berjalan secara objektif. Mengingat, jika pintu masuk hanya melalui jalur undangan, maka penentu utama adalah nilai siswa saat di SMA. "Ini butuh persiapan yang cukup matang untuk melakukannya. PTN harus memiliki database nilai siswa dari semua semester sehingga benar-benar bisa mengetahui secara jelas kualitas siswa. Majelis Rektor saat ini sedang membahas teknisnya bagaimana, sebab kita tidak bisa menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada sekolah," katanya. Menurut dia, jika nantinya pada tahapan pembahasan dengan melibatkan seluruh rektor PTN di Indonesia disepakati penghapusan ujian tulis SNMPTN pada tahun 2013, diharapkan hal itu sebagai tahapan transisi dan pemberlakuannya baru benar-benar dilaksanakan pada 2014. Database calon mahasiswa dinilai penting untuk mengukur tingkat intelektual calon dan penilaiannya bukan hanya dari sekolah. "Saat ini kan, PTN belum mempunyai database tentang prestasi siswa yang akan masuk ke PTN. Kalau tahun depan diberlakukan oleh pemerintah, parameter apa yang akan menjadi landasan PTN untuk mengukur prestasi siswa yang akan masuk ke PTN," ujar Ibnu. Meski demikian, kata Ibnu, jika hal tersebut menjadi keputusan Kemdikbud, maka PTN akan menjalankannya. "Jalur undangan merupakan bentuk pengakuan perguruan tinggi terhadap hasil belajar siswa berdasarkan nilai rapor. Oleh karena itu, kepercayaan yang diberikan perguruan tinggi harus dibalas dengan kejujuran oleh pihak sekolah tanpa memanipulasi nilai siswa," katanya. Sumber : ANT 2013, Biaya Seleksi Masuk PTN Gratis DEPOK, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Djoko Santoso, menegaskan bahwa seluruh biaya masuk perguruan tinggi negeri (PTN) akan ditanggung oleh pemerintah mulai tahun 2013. Dengan demikian, semua siswa memiliki hak untuk ikut serta pada seleksi masuk PTN secara gratis. "Apapun namanya, undangan atau tertulis, semua lulusan jenjang SMA boleh mendaftar langsung dan gratis," kata Djoko saat ditemui Kompas.com, di Balairung kampus UI, Depok, Rabu (12/9/2012). Kemendikbud telah berencana sejak lama bahwa seleksi masuk PTN akan digelar dengan gratis untuk mengurangi beban masyarakat terkait biaya pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang mencapai Rp 150.000 per siswa. Pemerintah siap menggelontorkan anggaran sekitar Rp 300 juta untuk memenuhi rencana tersebut. Namun demikian, Djoko mengatakan bahwa Majelis Rektor PTN masih merumuskan mekanisme penerimaan mahasiswa di PTN, twrmasuk mengenai bobot nilai yang akan digunakan, antara nilai rapor dan hasil Ujian Nasional (UN). Seleksi masuk PTN dibagi ke beberapa jalur, undangan, tertulis, dan seleksi mandiri di masing-masing perguruan tinggi. Khusus untuk jalur undangan, proporsi siswa yang direkomendasikan oleh sekolah ditentukan oleh akreditasi sekolah tersebut. Djoko berharap, kebijakan ini akan membuka akses masuk ke PTN makin lebar dan berkeadilan karena memperkecil kemungkinan adanya siswa yang gagal mengikuti SNMPTN karena alasan tak memiliki biaya mendaftar. Ujian Mandiri Diusulkan Jadi Ujian Tulis Bersama PTN JAKARTA, KOMPAS.com - Ujian mandiri yang menjadi kewenangan masing-masing perguruan tinggi negeri, diusulkan dapat dilakukan secara bersama-sama pada tahun 2013. Ujian mandiri bersama ini, untuk menggantikan seleksi nasional ujian masuk perguruan tinggi negeri jalur tulis yang bakal dihapus. "Tahun 2013 rencananya SNMPTN tulis dihapus, diganti SNMPTN undangan saja. Meski demikian, tetap ada keinginan untuk tetap memiliki ujian masuk PTN secara tertulis, yang sifatnya bersama-sama dengan mengalihkan ujian mandiri jadi ujian tulis bersama," kata Akhmaloka, Ketua Bidang Penerimaan Mahasiswa Baru Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Indonesia, yang dihubungi dari Jakarta, Selasa (19/6/2012). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan dukungan Komisi X DPR, akan membebaskan biaya pendaftaran SNMPTN mulai tahun 2013. Namun, pemerintah menghendaki adanya SNMPTN undangan saja, yang selama ini dikenal sebagai jalur untuk siswa berprestasi di SMA/SMK sederajat pada tahun 2013. Adapun ujian mandiri dikelola tiap PTN lewat berbagai jalur, dengan kuota maksimal 40 persen. Ada yang dilaksanakan tanpa tes, ada juga yang melalui tes tertulis. Dalam ujian mandiri, peserta tidak bisa memilih PTN lintas daerah, kecuali ujian mandiri yang dilakukan gabungan beberapa PTN. "Kami tidak ingin menyulitkan masyarakat, karena itu nanti akan tetap ada ujian tulis bersama. Apakah namanya tetap SNMPTN jalur tulis atau berubah, ini perlu dibahas lagi bersama-sama," ujar Akhmaloka yang juga Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB). Tiap PTN bisa saja mengalihkan semuajalur mandiri ke ujian tulis bersama, bisa juga sebagian. "Tetapi ini masih perlu dibahas lagi di antara pimpinan PTN," ujar Akhmaloka. Integrasi UN untuk Masuk PTN Dimulai Tahun 2013 JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh di Jakarta, Senin (10/9/2012), mengatakan, integrasi hasil ujian nasional SMA/MA/SMK harus mulai diterapkan pada penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri tahun2013. PTN diminta mempertimbangkan hasil UN siswa dalam menyeleksi mahasiswa baru sehingga pelaksanaan UN tidak mubazir. "Hasil UN harus terintegrasi di semua jenjang. Jika dari SD ke SMP ke SMA bisa pakai hasil UN, kenapa di PT tidak boleh? Jika alasannya hasil UN tidak bisa dipercaya, pelaksanaan UN terus- menerus dilakukan dan melibatkan perguruan tinggi," kata Nuh. Ditanya soal integrasi hasil UN pada penerimaan mahasiswa baru di PTN tahun 2013, Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia Idrus Paturusi mengatakan, hasil UN, yang juga salah satu penentu kelulusan siswa di jenjang pendidikan menengah, dipertimbangkan dalam penerimaan lewat jalur undangan. "Nanti akan ada pembobotan. Berapa persentase dari nilai rapor dan nilai UN masih akan dibahas bersama," ujar Idrus. Pada tahun 2013, sebanyak 90 persen penerimaan mahasiswa baru PTN secara nasional lewat jalur undangan. Penyeleksian mahasiswa baru dengan mempertimbangkan nilai rapor di kelas 1-3 dan hasil UN. Selama ini, pengakuan hasil UN dalam seleksi nasional masuk PTN, baik lewat jalur undangan maupun tulis, dengan cara mahasiswa baru yang diterima harus lulus UN. Tahun Depan, 90 Persen Seleksi Masuk PTN Lewat Jalur Undangan JAKARTA, KOMPAS.com - Penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN) secara nasional mulai tahun 2013 diutamakan lewat jalur undangan. Sebanyak 90 persen kursi di PTN diperbeutkan lewat seleksi nasional jalur undangan yang terbuka bagi semua siswa kelas 3 di jenjang pendidikan menenga. "Untuk tahun depan, penerimaan mahasiswa baru yang seleksi nasional mencapai 90 persen. Kuota itu ditujukan untuk siswa yang berada di kelas tiga SMA/SMK atau sederajat pada tahun 2013. Adapun siswa yang lulus tahun lalu bisa ikut lewat ujian tulis yang jatahnya 10 persen," kata Idrus Paturusi, Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia, Senin (10/9/2012). Menurut Idrus yang juga Rektor Universitas Hasanuddin, Makassar, pada awalnya penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) hendak diubah seluruhnya lewat jalur undangan saja. Penerimaan mahasiswa baru dengan mempertimbangkan nilai raport selama belajar di pendidikan menengah dan nilai ujian nasional (UN). "Namun, ada masukan supaya tetap ada kesempatan bagi lulusan tahun lalu yang mau ikut ujian lagi. Mereka bisa lewat ujian tulis yang diselenggarakan tiap PTN," ujar Idrus. Bobot UN Dengan berubahnya sebagian besar penerimaan mahasiswa baru PTN lewat jalur undangan, pendaftaran menjadi terbuka buat semua siswa kelas 3 di jenjang pendidikan menengah. Sebelumnya, seleksi nasional lewat jalur undangan dikhususkan bagi siswa berprestasi yang direkomendasikan tiap sekolah, yang jumlahnya bergantung pada akreditasi sekolah. Selain pendaftaran terbuka bagi semua siswa, biaya pendaftaran pun ditanggung pemerintah. Perubahan ini sejalan dengan ketentuan pada pasal 73 ayat 1 dan 2 Undang-undang No 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi. Pada pasal itu disebutkan bahwa penerimaan mahasiwa baru PTN dapat lewat pola penerimaan mahasiswa baru secara nasional dan bentuk lain. Pemerintah menanggung biaya calon mahasiswa yang akan mengikuti pola penerimaan mahasiswa baru secara nasional. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan beban masyarakat untuk pendaftaran ujian masuk PTN selama ini cukup tinggi. Selain itu, di tingkat akhir siswa SMA/SMK juga menjadi stress karena dibebani UN dan berbagai tes masuk ke PT. "Pemerintah memikirkan supaya ada satu cara penerimaan yang bisa berlaku untuk semuanya. Biaya pendafataran yang ditanggung masyarakat akan ditanggung pemerintah," kata Nuh. Juara Olimpiade Sains Diterima Langsung di PTN JAKARTA, KOMPAS.com - Peraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) bakal diprioritaskan untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tanpa tes. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen PM Kemendikbud), Totok Suprayitno, di Jakarta, Jumat (31/8/2012). "Ya,kami melakukan pembinaan berkesinambungan untuk para juara OSN. Selain dikirim ke level internasional mereka juga mendapat kesempatan masuk PTN tanpa tes," katanya. Menurutnya, meski penerimaan mahasiswa di PTN merupakan otonomi rektor yang memimpin, namun kementerian tetap berwenang dalam alokasi anak-anak berprestasi karena memiliki payung hukum yang diatur dalam sebuah Peraturan Mendikbud tahun 2008. Totok menyampaikan, Universitas Gajah Mada (UGM) telah memelopori terobosan itu dan sejumlah PTN sudah mengikuti, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurut Totok pula, siswa-siswa berprestasi itu bisa masuk dengan beasiswa Bidik Misi jika tak mampu melanjutkan pendidikan ke pendidikan tinggi. "Jika tak mampu secara finansial, Beasiswa Bidik Misi juga terbuka untuk mereka. Tetapi mereka harus proaktif mengurus semuanya," tuturnya.
Get documents about "