MODUL SEJARAH 2
Document Sample


Program Intensif
DISESUAIKAN DENGAN KISI-KISI SNMPTN 2013 CopyRight Frison H Panjaitan, S. Sos
1. PENJELAJAHAN SAMUDERA
Faktor-faktor yang mendorong dilaksanakannya pelayaran bangsa Eropa adalah:
• Keinginan mencari rempah-rempah di luar kota konstantinopel.
• Kemajuan IPTEK.
• Keinginan untuk mencari daerah jajahan
• mencari Gold, Gospel and Glory
• semangat Reconquesta pembalasan
• Membuktikan Teori Corpenicus
Perjanjian Tordesilas: pemisahan rute pelayaran. Portugis sebelah Timur dan Spanyol sebelah Barat.
a. Pelayaran Spanyol
• Christopus Columbus (1942): Kepulauan Bahama.
• Cortez (1519): Mexico, kerajaan Aztek.
• Pizzaro (1530): Menaklukan kerajaan Inca.
• Magelhaens (1520): Filipina, terbunuh.
• Sebastian Alcano (1521): Mendarat di Maluku.
b. Pelayaran Portugis
• Bartholomeus Diaz (1486): ujung Afrika.
• Vasco Da Gama (1498): Calicuta (India).
• Alfonso D’Albuquergue (1511): Malaka, menalukkan Sultan Mahmud.
c. Pelayaran Belanda
Latar belakang: Jatuhnya kota Lisabon ketangan Spanyol.
• Cornelius di Houtman (1596) : Banten
• Berdirinya VOC (1602), latar belakangnya: timbulnya persaingan dagang antara sesama pedagang
Belanda. Tujuannya: menghindari persaingan dagang agar monopoli terjamin.
Hak istimewa VOC:
• Hak monopoli dagang dari Afrika sampai ujungan Selatan Amerika.
• Memiliki angkatan perang dan peradilan sendiri.
• Memiliki mata uang sendiri
• Berhak membuat perjanjian.
Gubernur I VOC adalah Piter Botch. Pusat VOC I yaitu Maluku dipindahkan ke Batavia. Gubernur VOC
II: Piter Coen.
2. PERLAWAN TERHADAP VOC
Latar Belakang:
• Monopoli dagang
• Tindakan semena-mena
1) KERAJAAN MATARAM
Rajanya adalah Sultan Agung. Kebijakannya yang tekenal adalah:
• Masa penyatuan
• Masa pembangunan
Untuk mewujudkan cita-citanya Sultan Agung, tahun 1628 menyerang Batavia. Namun mengalami
kegagalan sebab: jarak jauh, sederhana senjata,
kurang bahan makanan. Serangan kedua gagal, karena lumbung padi di bakar VOC.
Sultan Agung, VOC menerapkan taktik Perang Parit. Pakubuwono III dan VOC membujuk P.
Mangkubumi berdamai (Perjanjian Gianti, 1755) berisi: Mataram Timur Pakubuwono III (Surakarta),
Mataram Barat P. Mangkubumi dengan gelar Hamengkubuwono I (Yogyakarta).
Mas Said juga berdamai dengan VOC (Perjanjian Salatiga, 1757) berisi: Mataram Timur sebagian kecil
diberikan kepada Mas Said (Mangkunegara I).
2) KERAJAAN BANTEN
Sultan Ageng Tirtayasa melawan VOC dan anaknya Sultan Haji.
Adu domba VOC dengan anak kandungnya Sultan Haji.
Isi perjanjian Banten:
• Raja Banten, Sultan Haji
• Monopoli dagang VOC
• Daerah padat Banten diserahkan kepada VOC
3) KERAJAAN MAKASSAR
Sebab perlawanan adalah perdagangan gelap yang dilakukan oleh Sultan Hasanuddin dan adu domba
terhadap Sultan Hasanuddin dengan Sultan Arupalaka yang berkerjasama dengan VOC.
Perjanjian Bongaya (1667) isinya:
• Makassar di bawah kekuasaan VOC
• Monopoli VOC
• Orang Eropa Selain Belanda meninggalkan Makassar
• Raja Bone: Arupalaka
Akibat perjanjian Bongaya bagi pedagang Bugis Makassar mencari tempat kedudukan baru di luar
pengaruh VOC dan bekerjasama dengan raja-raja islam di Jawa.
Pada tanggal 31 Desember 1788 VOC dibubarkan karena korupsi dikalangan pegawai VOC, dan tenaga
kerja yang kurang cakap atau ahli.
Program Intensif SNMPTN
1. Proyek Perintis 1983
Pemerintahan Raffles di pulau Jawa hanya berlangsung sekitar lima tahun, akan tetapi tindakannya cukup
banyak antara lain:
(1) mengadakan pembaharuan dalam bidang pemerintahan
(2) memasukkan sistem perpajakan baru
(3) memperhatikan kebudayaan, kesenian, dan ilmu pengetahuan
(4) memperbaharui sistem lalu lintas jalan
2. Proyek Perintis 1982
Usaha Belanda untuk dalam waktu singkat dapat mengatasi perang Aceh gagal, karena:
(1) keadaan alamnya yang sulit
(2) semangat berjuang dan keuletan di kalangan rakyat
(3) perjuangan rakyat Aceh dilandasi perjuangan membela agamanya dalam menghadapi orang-orang kafir
(4) sistem federasi mengurangi ketaatan raja-raja terhadap Sultan
3. Proyek Perintis 1981
Sesudah Belanda dapat mengatasi perang Aceh, berpuluh-puluh kerajaan di Aceh diikat dengan “Perjanjian
Pendek” yang berisi ketentuan bahwa:
(1) mengakui daerahnya sebagai bagian dari daerah Belanda
(2) berjanji tidak akan berhubungan dengan pemerintahan asing
(3) berjanji akan menepati perintah-perintah yang diberikan oleh Belanda
(4) Traktat London 1825 dihidupkan lagi
4. Proyek Perintis 1981
Pada akhir abad XVII VOC mengalami kemunduran, karena
(1) kegemaran akan rempah-rempah di kalangan orang-orang Eropa berkurang
(2) adanya korupsi di kalangan pegawai-pegawai VOC
(3) daya beli di Eropa berkurang, karena pada waktu itu Eropa Barat sedang mengalami kekacauan akibat
revolusi di Prancis
(4) sesudah VOC memiliki daerah yang cukup luas di Indonesia, bebannya bertambah berat karena
kedudukannya tidak lagi sebagai pedagang saja
5. Proyek Perintis 1981
Pada tahun 1668 Sultan Hasanuddin menandatangani Perjanjian Bongaya yang isinya menguntungkan
Makassar
SEBAB
Dalam perang antara Makassar dan Kompeni Belanda pada abad XVII, Makassar mendapat kemenangan
berkat bantuan Aru Palaka.
6. Proyek Perintis 1980
Dalam usaha menindas perlawanan rakyat di suatu daerah di Indonesia, pemerintah Belanda mendatangi
pasukan yang terdiri atas suku-suku dari lain daerah
SEBAB
Pemerintah Belanda dalam usaha menguasai daerah-daerah di Indonesia melakukan politik devide et impera
suatu politik yang banyak dilakukan oleh kaum imperialis lainnya.
7. Proyek Perintis 1980
Semenjak Malaka dikuasai Portugis tahun 1511, Banten sebagai pelabuhan dapat maju dengan pesat karena
(1) pedagang-pedagang dari Persia, India, dan Cina biasanya bertemu di Malaka sekarang menghindari kota
Malaka
(2) Banten terletak di tengah jalan perdagangan rempah-rempah ke dan dari Malaka
(3) Banten menjadi tempat untuk membeli bekal perjalanan, tempat perdagangan rempah-rempah dan
barang-barang lain dari luar negeri
(4) Banten mendapat perlindungan dan bantuan keuangan dari Belanda
8. Proyek Perintis 1980
Sistem tanah yang diadakan oleh Raffles menentukan bahwa:
(1) orang yang memiliki sawah harus membayar sewa tanah
(2) pajak tanah harus dibayar dengan hasil bumi
(3) pajak tanah harus dibayar secara perseorangan, tidak secara sedesa sebagai suatu kesatuan
(4) besarnya pajak tanah ditentukan sama bagi setiap pemilik tanah
9. Proyek Perintis 1979 12. SKALU 1978
Pengkhianatan orang Portugis terhadap Sultan Rakyat Maluku berjuang di bawah pimpinan
Khairun membangkitkan perlawanan rakyat Pattimura untuk menentang:
Maluku pada tahun 1575 di bawah pimpinan (A) terulangnya kembali monopoli rempah-
(A) Sultan Baab Ullah (D) Sultan Hasanuddin rempah oleh Belanda
(B) Sultan Aru Palaka (E) Sultan Tabarija (B) pemerintahan VOC
(C) Pattimura (C) pemerintahan Daendels
(D) pemerintahan Raffles
10. Proyek Perintis 1979 (E) pemerintahan Inggris
Perang Diponegoro timbul karena:
(1) pencabutan izin menyewakan tanah bagi
para bangsawan
(2) pengurangan kekuasaan raja
(3) pribadi Diponegoro yang dikecewakan
Belanda
(4) penderitaan rakyat akibat rodi dan pajak
11. SKALU 1978
Baab Ullah adalah seorang raja Islam yang
menentang penjajahan Portugis di
(A) Ambon (D) Ternate
(B) Tidore (E) Banda
(C) Banten
Get documents about "