Jurnal Ekonomi-Pengaruh Laju Inflasi Terhadap Jumlah Impor by DimasBrian

VIEWS: 200 PAGES: 8

									PENGARUH LAJU INFLASI TERHADAP JUMLAH IMPOR DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2006-2010

                                                          Oleh :
                              Dimas Brianto (1111084000006) No.hp:087727895410
                              Ariad Ditya MG (1111084000013) No.hp:087774882221
                                     Mata Kuliah        : Perekonomian Indonesia
                                Dosen             : Tony S.Chendrawan,ST.,SE.,M.Si


                                  Jurusan Ilmu Ekonomi dan Study Pembangunan
                                             Fakultas Ekonomi dan Bisnis
                                     Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
                                                         Jakarta
Abstract

Inflation, an overview of the rising prices of goods constantly. Besides inflation also illustrates the decline in
currency values continuously. Therefore, each state is not seeking the inflation in the country. This is because
inflation will make the people inside of economic doing decreases. While Imports, a phenomenon that is
common in almost all countries in the world. Imports make the requirement for goods or services has never
existed in the country. For example, we can enjoy the sophistication of the technology the iPhone and iPad.
This is due to the sales contract between the manufacturer of the iPhone (Exporter) with export destination
(importer). If inflation rises sharply affect the economics in the country. Thus making the rate of the economy
of a country becomes increasingly slow. Central Java, as one of the provinces that have a very high
productivity and become the backbone of the distribution and delivery of goods manufactured in Indonesia,
positioning itself as a province that has a good economic climate. Therefore, the inflation rate and the amount
of imports in Central Java is included in the parameters of the economy in Indonesia.

Keywords: inflation and imports




                        BAB I                                               Di Jawa Tengah, impor kebanyakan
                     Pendahuluan                                   terserap pada wilayah perkotaan khususnya
  1.1 Fenomena                                                     kota-kota besar seperti Tegal, Semarang,
                                                                   Purwokerto dan Surakarta. Hal ini dikarenakan,
          Impor merupakan salah satu faktor yang                   budaya konsumsi masyarakat perkotaaan lebih
  mempengaruhi baik tidaknya perekonomian di                       kompleks     jika   dibandingkankan     dengan
  suatu Negara. Di Indonesia, impor menjadi                        masyarakat pedesaan. Dan, masyarakat
  faktor penghambat pertumbuhan ekonomi. Hal                       pedesaan umumnya memanfaatkan sumber
  ini disebabkan, semakin besar nilai impor di                     daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan
  suatu Negara, maka produktifitas produk dalam                    hidup mereka. Perbedaan karakteristik antara
  negeri akan semakin berkurang. Karena, harga                     wilayah perkotaan dan pedesaan membuat
  jual barang impor memiliki nilai yang lebih                      jumlah impor memiliki jumlah yang relative lebih
  murah jika dibandingkan dengan harga jual                        kecil jika dibandingkan dengan jumlah impor

Jurnal Ekonomi, Jurusan IESP-Fakultas Ekonomi dan Bisnis-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta                        Page 1
  produk dalam negeri.
nasional. Berikut data impor di Indonesia dan                         2006                6.6                        6,49
Jawa Tengah pada tahun 2006-2010                                      2007               6.59                        6,24
                                                                      2008               11.06                       9,55
 Data Jumlah Impor di Indonesia dan Jawa Tengah
                                                                      2009               2.78                        3,32
                Tahun 2006-2010
                                                                      2010               6.96                        6,88
                   Total Impor (Juta US $)
  Tahun
              Indonesia          Jawa Tengah
   2006        61.065,5             6.266,5                        Sumber: Olahan Pribadi, berdasarkan data BPS Republik Indonesia
                                                                  dan Provinsi Jawa Tengah
   2007        74.473,4             7.006,8
   2008       129.197,0             9.292,1                       1.2 Identifikasi
   2009        96.829,2             6.331,0
                                                                       •    Bagaimana gambaran laju inflasi yang
   2010       135.663,3             9 .645,1                                terjadi di provinsi Jawa Tengah?

                                                                       •    Bagaimana gambaran besaran impor
Sumber: Olahan Pribadi, berdasarkan data BPS Republik Indonesia
dan Provinsi Jawa Tengah                                                    yang terjadi di provinsi Jawa Tengah?

         Berdasarkan data tersebut, dapat                              •    Bagaimana pengaruh laju inflasi
terlihat   bahwa     besaran   impor   dapat                                terhadap besaran impor yang terjadi di
mempengaruhi laju inflasi yang terjadi di                                   provinsi Jawa Tengah?
Indonesia.     Menurut     Sadono     Sukirno
(Makroekonomi      Teori   Pengantar:  2004)                      1.3 Tujuan
Semakin besar permintaan impor di Indonesia
                                                                        •   Untuk menggambarkan laju inflasi yang
maka akan memperbesar laju inflasi. Oleh
                                                                            terjadi di provinsi Jawa Tengah.
karena itu pemerintah saat ini sedang
menggalakkan penggunaan produk dalam                                    •   Untuk menggambarkan besaran impor
negeri, selain baik untuk pendapatan negara                                 yang terjadi di provinsi Jawa Tengah.
juga dapat mengurangi tingkat ketergantungan
impor di masyarakat.                                                    •   Untuk menggambarkan pengaruh laju
                                                                            inflasi terhadap besaran impor yang
          Di Jawa Tengah, inflasi yang terjadi
                                                                            terjadi di provinsi Jawa Tengah.
hampir selalu terjadi dibawah laju inflasi di
Indonesia. Hal ini disebabkan, banyak wilayah-                                             BAB II
wilayah di Jawa Tengah masih berkarakteristik                                           Studi Pustaka
wilayah pedesaan dimana perekonomian yang                         2.1 Teori-Teori
terjadi tidak terlalu kompleks jika di bandingkan
wilayah      perkotaan.    Sedangkan      wilayah                 2.1.1 Teori hubungan laju inflasi dengan impor
perkotaan skala besar di Jawa Tengah hanya
terdapat     pada     kota   Semarang,      Tegal,                        Inflasi yang terus berlanjut apalagi
Purwokerto dan Surakarta.                                         sampai melampaui angka dua digit dapat
                                                                  berpengaruh pada distribusi pendapatan dan
                                                                  alokasi faktor produksi nasional. Selain itu
                                                                  prospek      pembangunan      jangka    panjang
   Data Laju Inflasi di Indonesia dan Jawa Tengah                 merupakan bagian penting dari kegiatan
                  Tahun 2006-2010                                 ekonpmi suatu negara. Inflasi akan terus
                            Laju Inflasi                          bertambah cepat apabila tidak diatasi. Inflasi
   Tahun                                                          yang bertambah serius akan mengurangi
                Indonesia            Jawa Tengah

Jurnal Ekonomi, Jurusan IESP-Fakultas Ekonomi dan Bisnis-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta                                         Page 2
                                                                  investasi yang produktif, mengurangi ekspor dan
mengurangi impor. Kecenderungan ini akan                       pengaruh lanjutan maka tidak disebut inflasi
memperlambat pertumbuhan perekonomian                          (Boediono:1994).
(Sadono Sukirno, 2002 : 16).
                                                               Ada beberapa cara dalam menggolongkan
        Inflasi juga menyebabkan harga barang                  macam inflasi:
impor menjadi lebih murah daripada barang
yang dihasilkan dalam negeri. Maka pada                            1. didasarkan “parah” tidaknya inflasi
umumnya inflasi akan menyebabkan impor                                tersebut, disini dibedakan dalam
berkembang lebih cepat dibandingkan dengan                            berbagai macam inflasi:
ekspor. (Sadono Sukirno, 2002).                                       • inflasi ringan (dibawah 10%
                                                                          setahun)
        Inflasi merupakan suatu keadaan di                            • inflasi sedang (antara 10-30%
mana terjadi kenaikan harga-harga secara tajam                            setahun)
(absolute) yang berlangsung terus-menerus                             • inflasi berat (antara 30-100%)
dalam jangka waktu cukup lama. Seirama                                • hiperinflasi (di atas 100% setahun)
dengan kenaikan harga-harga tersebut, nilai                        2. atas dasar sebab awal dari inflasi:
uang turun secara tajam pula sebanding dengan                         • inflasi yang timbul karena
kenaikan harga-harga tersebut. Sedangkan                                  permintaan masyarakat akan
menurut Keynes inflasi adalah kenaikan dalam                              berbagai barang terlalu kuat atau
tingkat harga rata-rata, harga adalah dimana                              disebut demand inflation
mempertukarkan uang dengan barang atau jasa                           • inflasi yang timbul karena kenaikan
(Mankiw 2003).                                                            ongkos produksi atau disebut cost
                                                                          inflation
2.1.2 Teori Inflasi
                                                                        Teori Keynes mengenai inflasi didasari
         Inflasi dapat mewujudkan beberapa efek
                                                               oleh teori makronya. Menurut teori ini, inflasi
buruk      yang     bersifat  ekonomi,politikdan
                                                               terjadi karena suatu masyarakat ingin hidup di
sosial.untuk menghindari efek buruk yang
                                                               luar batas kemampuan ekonominya. Proses
mungkin timbul berbagai kebijakan ekonomi
                                                               inflasi menurut pandangan ini tidak lain adalah
perlu dijalankan (Sadono Sukirno:2006)
                                                               proses perebutan rejeki di antara kelompok
         Inflasi dapat juga bersumber dari                     kelompok sosial yang menginginkan bagian
kenaikan harga harga barang yang diimpor.                      yang lebih besar dari pada yang bisa disediakan
Inflasi ini akan terwujud bila barang barang                   oleh masyarakat tersebut. Proses perebutan ini
impor yang mengalami kenaikan harga                            akhirnya diterjemahkan menjadi keadaan
mempunyai peranan yang penting dalam                           dimana permintaan masyarakat akan barang
kegiatan pengeluaran perusahaan (Sadono                        barang selalu melebihi jumlah barang barang
Sukirno:2006).                                                 yang tersedia atau di sebut dengan inflationary
                                                               gap. Inflationary gap timbul akibat karena
        Inflasi adalah kecenderungan dari harga                golongan      masyarakat    tersebut    berhasil
harga untuk menaik secara umum dan terus                       menterjemahkan aspirasi mereka menjadi
menerus.kenaikan harga dari satu barang saja                   permintaan yang efektif akan barang barang.
tidak disebut inflasi, kecuali bila kenaikan
tersebut meluas kepada(atau mengakibatkan                              Teori strukturalis adalah teori inflasi
kenaikan) sebagian besar dari harga harga                      jangka panjang karena menyoroti sebab sebab
barang lain. Kenaikan harga karena misalnya                    inflasi yang berasal dari kekakuan struktur
musiman,menjelang hari hari besar,atau yang                    ekonomi,khususnya ketegaran suplai bahan
terjadi sekali saja dan tidak mempunyai                        makanan dan barang barang ekspor.


Jurnal Ekonomi, Jurusan IESP-Fakultas Ekonomi dan Bisnis-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta                      Page 3
Efek buruk inflasi                                             tersebut. Makin tinggi pendapatan nasional,
                                                               semakin rendah menghasilkan barang-barang
         Kenaikan harga yang terus menerus                     tersebut, maka impor pun semakin tinggi.
dan tinggi bukan saja menimbulkan efek buruk                   Sebagai akibatnya banyak kebocoran dalam
dalam kegiatn ekonomi,tetapi juga kepada                       pendapatan nasonal.
kemakmuran individu dan masyarakat.Inflasi
yang     tinggi  tidak   akan    menggalakkan                           Perubahan nilai impor yang terjadi di
perkembangan       ekonomi,biaya   yng    terus                Jawa Tengah biasanya mengikuti keadaan
menerus naik akan mengakibatkan kegiatan                       stabilitas ekonomi, politik, keamanan di
produktif sangat tidak menguntungkan.maka                      Indonesia. Bila Negara dalam keadaan stabil
pemilik modal lebih senang menggunakan                         maka nilai impornya cenderung tetap hingga
uangnya untuk motif spekulasi.kenaikan harga                   meningkat. Namun jika terjadi ketidakstabilan
menimbulkan efek yang buruk pula ke                            ekonomi, politik dan keamanan di Indonesia
perdagangan, kenaikan harga menyebabkan                        maka nilai impor kita akan cenderung tetap
barang barang Negara itu tidak dapat besaing di                hingga menurun. Selain itu, besar kecilnya
pasar internasional, maka ekspor akan                          jumlah impor ditentukan oleh kemampuan
menurun. Sebaliknya jika harga produksi dalam                  produksi dalam negeri dalam memenuhi
negeri yang semakin tinggi akibat inflasi                      kebutuhan nasional dan permintaan barang
menyebabkan barang barang impor menjadi                        impor yang dimiliki masyarakat.
relatif murah, maka lebih banyak impor yang
dilakukan.                                                     2.2 Kerangka Berfikir

Inflasi akan mengakibatkan efek sebagai berikut                        Kerangka berfikir merupakan alur
bagi individu dan masyarakat:                                  pemikiran seseorang dalam memahami masalah
                                                               yang sedang dipahami saat ini. Hal ini dapat
    1. Akan menurunkan pendapatan riil orang                   dijadikan contoh untuk memecahkan masalah
       orang yang berpendapatan tetap                          yang sedang diteliti secara logis dan matematis.
    2. Mengurangi nilai kekayaan yang
       berbentuk uang                                                   Kerangka berfikir penelitian yang
    3. Memperburuk pembagian kekayaan                          sedang dipahami pada Pengaruh Laju Inflasi
                                                               Terhadap Jumlah Impor di Provinsi Jawa
                                                               Tengah Tahun 2006-2010 adalah sebagai
                                                               berikut:
2.1.3 Teori Impor
                                                                        Dari fenomena yang ada, diketahui
        Impor    dapat      diartikan sebagai                  bahwa penelitian ini menitik beratkan pada
pembelian barang dan jasa dari luar negeri ke                  pengaruh laju inflasi terhadap jumlah impor yang
dalam negeri dengan perjanjian kerjasama                       terjadi di provinsi Jawa Tengah. Kerangka
antara 2 negara atau lebih. Impor juga bisa                    berfikir dalam penelitian ini terkonsep dalam
dikatakan sebagai perdagangan dengan cara                      suatu alur pemikiran sebagai berikut.
memasukkan barang dari luar negeri ke wilayah
Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang
berlaku (Hutabarat, 1996 : 403).

        Impor ditentukan oleh kesanggupan
atau kemampuan dalam menghasilkan barang-
barang yang bersaing dengan buatan luar
negeri. Yang berarti nilai impor tergantung dari
nilai tingkat pendapatan nasional negara

Jurnal Ekonomi, Jurusan IESP-Fakultas Ekonomi dan Bisnis-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta                      Page 4
Gambar Kerangka Berfikir Pengaruh Laju Inflasi
Terhadap Jumlah Impor di Provinsi Jawa
Tengah Tahun 2006-2010.                                        2.4 Model Penelitian

      Perekonomian                  Pemerintah                         Model penelitian dalam masalah
       Jawa Tengah                   Provinsi                  pengaruh inflasi terhadap impor di provinsi Jawa
                                                               Tengah tahun 2006-2010 adalah menggunakan
                                                               metode penelitian deskriptif analisis. Hal ini
                                                               didasarkan fenomena yang terjadi pada impor di
      Laju Inflasi (X)             Harga berlaku di            provinsi Jawa Tengah bahkan Indonesia. Impor
                                       Pasaran                 yang terjadi di Jawa Tengah umumnya didasari
                                                               oleh tingkat permintaan dari masyarakat yang
                                                               tinggi dan tingkat inflasi yang terjadi di
                                                               masyarakat kami. Kedua variable tersebut kami
      Jumlah Impor (Y)                                         bahas secara deskirptif dan di analisis mengenai
                                                               pengaruh yang terjadi diantara kedua variable
                                                               tersebut.
Sumber: Olahan Pribadi

2.3 Kerangka Penelitian
                                                               2.5 Hipotesis
       Kerangka penelitian dalam masalah
pengaruh inflasi terhadap impor di provinsi Jawa                         Hipotesis dalam masalah pengaruh
Tengah tahun 2006-2010 adalah:                                 inflasi terhadap impor di provinsi Jawa Tengah
                                                               tahun 2006-2010 yang bersifat deskriptif.
                                                               Penulis beranggapan bahwa semakin besar
                                                               tingkat inflasi maka akan meperbesar jumlah
                                                               impor di provinsi jawa tengah. Hal ini di dasari
                                                               teori yang dikemukakan oleh Mankiw dan
                                                               Sadono Sukirno. Maka semakin besarnya
                                                               jumlah impor di Jawa Tengah di dasari oleh
                                                               tingkat inflasi yang tinggi.

                                                                                     BAB III
                                                                            Metodologi Penelitian
                                                                        Penelitian ini dimulai dengan pencarian
                                                               data-data utama dan pendukung yang diperoleh
                                                               dari jaringan Internet serta beberapa buku
                                                               referensi yang dibutuhkan dalam penulisan
                                                               penelitian. Dimulai pada tanggal 15 November
                                                               2012 sampai dengan tanggal 4 November 2012.
                                                               Penelitian ini menggunakan metode penelitian
                                                               deskriptif dengan model penelitian deskriptif
                                                               analisis.   Metode       yang    menggambarkan
                                                               pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat
                                                               dan mempelajari maslah-masalah yang di
                                                               hadapi di Provinsi Jawa Tengah dan Negara
                                                               Indonesia.


Jurnal Ekonomi, Jurusan IESP-Fakultas Ekonomi dan Bisnis-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta                      Page 5
        Metode deskriptif analisis bertujuan
untuk membuat deskripsi, gambaran sistematis,
factual, dan akurat mengenai fakta dan
hubungan antar fenomena yang diselidiki.Tehnik
                                                                         Dari tabel Coefficience diketahui bahwa
pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan
                                                               besarnya nilai t test= 1,683 sedangkan besarnya
secara kuantitatif dan menggunakan data
                                                               signifikansi= 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dengan
sekunder, dan diakhiri dengan kesimpulan yang
                                                               demikian H0 ditolak yang berarti ada pengaruh
disasarkan pada penganalisisan data.
                                                               variabel Laju Inflasi terhadap Jumlah Impor. Dan
        Dalam       penelitian    ini    variabel              dari tabel Coefficient di atas, kolom B pada
independent (bebas) adalah Laju Inflasi.                       Constant (a) adalah 4531,166 sedangkan Laju
Sedangkan variabel dependent (terikat) adalah                  Inflasi (b) adalah 516,800. Sehingga persamaan
Jumlah Impor. Data yang digunakan adalah data                  regresinya adalah:
time series Laju Inflasi dan Jumlah Impor Badan
                                                               Y=a=bX
Pusat Statistik Republik Indonesia serta Provinsi
Jawa     Tengah      Tahun     2006-2010     dan               Y=4531,166+516,800X
dikorelasikan dengan perangkat lunak SPSS
versi 17 dan 11.5.



                    BAB IV
                  Pembahasan
         Dari data yang di peroleh dari Badan
Pusat Statistik(BPS) provinsi Jawa Tengah pada
tahun 2006-2010 jumlah impor dan laju inflasi
yang terjadi di provinsi Jawa Tengah sebagai
berikut;




                                                                       Dalam tabel Correlations, diketahui
                                                               bahwa menurut cara Pearson. Jika variabel
                                                               Jumlah Impor naik 1 unit, maka akan
        Dari tabel Descriptive Statistics, maka                berpengaruh 0,699 Unit di variabel Laju Inflasi.
diketahui bahwa rata-rata Jumlah Impor sebesar                 Demikian pula jika variable Laju Inflasi naik 1
7708.3000 dengan standar deviasi 1637.64018.                   unit, maka akan berpengaruh 0,699 unit di
Sedangkan rata-rata Laju Inflasi sebesar 6.4960                variabel Jumlah Impor.
dengan standar deviasi 2.21511.




Jurnal Ekonomi, Jurusan IESP-Fakultas Ekonomi dan Bisnis-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta                       Page 6
                                                                           Estimate adalah 1352.21495. Pada
                                                                           standar     deviasi   Jumlah    Impor
                                                                           1637.64018, jauh lebih besar dari
                                                                           standar error. Oleh karena lebih kecil
                                                                           dari dari standar deviasi, maka model
                                                                           regresi bagus dalam          bertindak
                                                                           sebagai predictor Jumlah Impor.




         Berdasarkan tabel Anova, diketahui
 bahwa besar signifikansi regresi sebesar 0.189.
 Nilai F hitung sebesar 2.867. Maka dapat
 diketahui bahwa, berdasarkan nilai Signifikan
 0.189 berarti probabilitas 0.189 lebih besar dari
 0.05 maka Ho diterima. Tidak ada koefisien
 yang tidak nol atau koefisien berarti, maka
 model regresi tidak dapat dipakai untuk
 memprediksi Jumlah Impor.




                                                                         Dalam kurva kelinieran diatas, dapat
                                                              terlihat bahwa sebaran data sebagian besar tidak
                                                              terdapat dalam sumbu normal, maka dapat
                                                              dikatakan bahwa pernyataan normalitas tidak
                                                              dapat dipenuhi.

                                                                                      BAB V
          Dari tabel Variables Entered/Removed,                                     Kesimpulan
menunjukkan variabel yang dimasukkan adalah
Laju Inflasi, sedangkan variabel yang dikeluarkan
tidak ada.                                                               Berdasarkan penelitian dan menurut
                                                                teori yang telah dikemukakan maka dapat di
                                                                ambil kesimpulan bahwa di Jawa Tengah, jika
                                                                perubahan laju inflasi akan di imbangi oleh
                                                                perubahan jumlah impor. Hal ini diketahui dari
                                                                hasil        persamaan        regresi     yaitu:
                                                                Y=4531,166+516,800X. Sehingga, jika terjadi
                                                                kenaikan laju inflasi sebesar 1 unit, maka akan
                                                                terjadi pertambahan jumlah impor sebesar 0,699
                                                                unit. Namun, jika terjadi penurunan laju inflasi
         Dari tabel Model Summary (Model                        sebesar 1 unit, maka akan terjadi penurunan
Sisaan) angka R Square adalah 0.489 yaitu hasil                 jumlah impor sebesar 0,699 unit.
kuadrat       dari     koefisien      korelasi

 Jurnal Ekonomi, Jurusan IESP-Fakultas Ekonomi dan Bisnis-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta                       Page 7
(0.699X0.699=0.489). Nilai Standard Error of
        Maka, untuk mengurangi jumlah impor                        10. www.titis-bayu.blogspot.com
yang terjadi di Provinsi Jawa Tengah, haruslah
dilakukan upaya-upaya mengurangi laju inflasi                      11. www.bps.go.id Situs Resmi Badan
yang terjadi di Provinsi Jawa Tengah. Salah                            Pusat Statistik
satunya adalah dengan mengendalikan harga
                                                                   12. www.jateng.bps.go.id Situs Resmi
pokok barang; khususnya barang kebutuhan
                                                                       Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa
pokok serta menjaga stok kebutuhan barang-
                                                                       Tengah
barang yang di konsumsi masyarakat luas
(mengawasi pasar untuk menghindari terjadinya                      13. http://repository.unhas.ac.id/handle/123
penimbunan barang, melakukan pencegahan                                456789/927
dan antisipasi yang cepat serta tanggap dalam
menghadapi permasalahan di sektor produksi                         14. http://id.wikipedia.org
barang). Sehingga, inflasi yang terjadi di
masyarakat tidak membuat masyarakat beralih
menggunakan barang produk impor; yang
memiliki harga relatif murah.

Daftar Pustaka

    1. Dr.Boediono;Seri Sinopsis Pengantar
       Ilmu Ekonomi no.2;BPFE-
       Yogyakarta;1994.

    2.   Sadono Sukirno; Makroekonomi Teori
         Pengantar; Edisi Ketiga; PT. Raja
         Grafindo Perkasa; Jakarta; 2006.

    3. Hutabarat,R, 1996. Transaksi Ekspor
       Impor. Jakarta : Erlangga.

    4. Menkiw, N. Gregory, 2003. Teori Makro
       Ekonomi. Jakarta : Erlangga.

    5. Suswati, Endang, 2012, Faktor-Faktor
       Yang Mempengaruhi Permintaan Impor
       Di Indonesia Periode 1992-2009, Skripsi
       : FE UNHAS

    6. Sukirno,Sadono, 2002. Pengantar Teori
       Makro Ekonomi. Jakarta : Pt Graha
       Grafindo.

    7. Sukirno, Sadono, 2004. Pengantar Teori
       Makro Ekonomi. Jakarta : Pt Graha
       Grafindo.

    8. www.anneahira.com

    9. www.bambangsukmawijaya.wordpress.


Jurnal Ekonomi, Jurusan IESP-Fakultas Ekonomi dan Bisnis-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta                          Page 8
       com

								
To top