Docstoc

EROSI DAN SEDIMENTASI

Document Sample
EROSI DAN SEDIMENTASI Powered By Docstoc
					 EROSI DAN SEDIMENTASI




DISUSUN OLEH
NAMA       : MARGONO
NIM        : 121101080
JURUSAN    : TEKNIK GEOLOGI



 INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AKPRIND
              YOGYAKARTA
                 2012/2013
EROSI
A. Pengertian erosi
    Erosi adalah proses berpindahnya massa batuan dari satu tempat ke tempat yang lain yang
dibawa oleh tenaga pengangkut yang bergerak di muka-muka bumi. Tenaga pengangkut tersebut
bisa berupa angin,air,gletser atau es yang mencair. Erosi dapat terjadi di darat maupun di pantai.
Berdasarkan tenaga pengikisnya, erosi dibedakan menjadi empat, antara lain :
1.Ablasi (Pengikisan oleh Air)
    Umumnya terjadi pada tempat yang curah hujannya tinggi. Jika tingkat curah hujan
berlebihan sedemikian rupa sehingga tanah tidak dapat menyerap air hujan maka terjadilah
genangan air yang mengalir kencang. Aliran air ini sering menyebabkan terjadinya erosi yang
parah karena dapat mengikis lapisan permukaan tanah yang dilewatinya, terutama pada tanah
yang gundul. Pada dasarnya air merupakan faktor utama penyebab erosi seperti aliran sungai
yang deras. Makin cepat air yang mengalir makin cepat benda yang terkikis. Pasir halus dapat
bergerak dengan kecepatan 13,5 km perjam yang merupakan kecepatan erosi yang kritis. Air
sungai dapat mengikis tepi sungai dengan tiga cara: pertama gaya hidrolik yang dapat
memindahkan lapisan sedimen, kedua air dapat mengikis sedimen dengan menghilangkan dan
melarutkan ion dan yang ketiga pertikel dalam air membentur batuan dasar dan mengikisnya. Air
juga dapat mengikis pada tiga tempat yaitu sisi sungai, dasar sungai dan lereng atas sungai. Erosi
juga dapat terjadi akibat air laut. Arus dan gelombang laut termasuk pasang surut laut merupakan
faktor penyebab terjadinya erosi di pinggiran laut atau pantai. Karena tenaga arus dan gelombang
merupakan kekuatan yang dapat memindahkan batuan atau sedimen pantai. Bentuk-bentuk
Ablasi, antara lain:
a) Erosi percik (splash erosion)
    Erosi percik merupakan proses pengikisan tanah yang terjadi akibat adanya percikan air
hujan. Curah hujan yang jatuh langsung ke tanah dapat melemparkan butir-butir tanah sampai
setinggi 1 meter ke udara. Di daerah yang berlereng, tanah yang terlempar tersebut umumnya
jatuh ke lereng di bawahnya.




b) Erosi lembar (sheet erosion)
    Erosi lembar adalah proses pengikisan lapisan tanah paling atas dan tipis sehingga ketebalan
tanah berkurang. Pemindahan tanah terjadi lembar demi lembar (lapis demi lapis) mulai dari
lapisan yang paling atas. Erosi ini sepintas lalu tidak terlihat, karena kehilangan lapisan-lapisan
tanah seragam, tetapi dapat berbahaya karena pada suatu saat seluruh top soil akan habis.
c) Erosi alur (rill erosion)
    pengkisan tanah yang mengakibatkan terjadinya alur-alur. Dimulai dengan genangan-
genangan kecil setempat-setempat di suatu lereng, maka bila air dalam genangan itu mengalir,
terbentuklah alur-alur bekas aliran air tersebut. Alur-alur itu mudah dihilangkan dengan
pengolahan tanah biasa.




d) Erosi parit (gully erosion)
    Erosi parit sama dengan erosi alur, namun saluran-saluran yang terbentuk pada erosi parit
lebih dalam. Erosi ini merupakan lanjutan dari erosi alur tersebut di atas. Karena alur yang terus
menerus digerus oleh aliran air terutama di daerah-daerah yang banyak hujan, maka alur-alur
tersebut menjadi dalam dan lebar dengan aliran air yang lebih kuat. Alur-alur tersebut tidak dapat
hilang dengan pengolahan tanah biasa.




e) Erosi lateral
    Erosi ini mengikis di tepi sungai, melebarkan lembah dan menyebabkan maendering.
Maendering adalah suatu proses erosi yang menyebabkan sugai berkelok-kelok.
2.Deflasi atau Korasi
    Proses pengikisan batuan atau tanah yang dilakukan oleh angin disebut Deflasi atau Korasi.
Erosi oleh tenaga angin banyak terjadi di daerah gurun atau kering. Hembusan angin kencang
yang terus menerus di daerah yang tandus dapat memindahkan partikel-partikel halus batuan di
daerah tersebut membentuk suatu formasi, misalnya bukit-bukit pasir di gurun atau pantai. Efek
lain dari angin merupakan jika partikel keras yang terbawa dan bertumbukan dengan benda padat
lainnya sehingga menimbulkan erosi yang disebut dengan abrasi. Bentuk-bentuk lahan yang
dapat diamati akibat oleh erosi angin antara lain batu jamur. Contohnya adalah Mushroom Rock.




3. Eksarasi(Glasiasi)
    Erosi oleh gletser dan sering disebut erosi glacial, yaitu erosi yang terjadi akibat pengikisan
massa es yang bergerak menuruni lereng dan dapat terjadi pada pegunungan tinggi yang tertutup
salju, misalnya pegunungan Alpen, Himalaya dan sebagainya.




Ciri khas bentuknya adalah adanya alur-alur lembah yang arahnya relative sejajar. Jika erosi
berlangsung lama dapat membuat lembah-lembah yang dalam dan berbentuk seperti huruf U.
Endapan erosi oleh gletser disebut MORINE.
4. Abrasi
     Erosi berdampak juga pada perubahan muka Bumi. Abrasi (erosi di pantai) yaitu erosi oleh
air laut atau ombak .
Beberapa bentuk lahan akibat abrasi:
a) Cliff, yaitu pantai yang berdinding curam.
b) Relung, yaitu cekungan-cekungan yang terdapat pada dinding cliff
c) Dataran abrasi, yaitu hamparan wilayah yang datar akibat abrasi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi erosi:
1. Iklim
   Faktor iklim yang besar pengaruhnya terhadap erosi tanah adalah hujan. Tenaga yang dimiliki
oleh butir-butir hujan mengikis permukaan tanah, kemudian dihanyutkan melalui aliran
permukaan. Tingkat erosi tanah yang dihasilkan bergantung pada jumlah dan intensitas curah
hujan.
2. Tanah
    Faktor tanah mempengaruhi erosi adalah sebagai berikut.
a) Tekstur tanah, yaitu perbandingan antara jenis liat, lempung, dan pasir (geluh)
b) Struktur tanah, yaitu susunan butir-butir tanah yang terdiri dari liat, lempung, dan pasir.
c) Infiltrasi, yaitu proses masuknya air ke dalam tanah melalui permukaan tanah secara vertikal.
d) Kandungan bahan organik, yaitu banyaknya bahan organik dan humus sehingga menentukan
struktur tanah dan daya tahan air tanah.
3. Topografi
    Topografi adalah bentuk kemiringan dan panjang lereng yang dapat menentukan laju aliran
air di permukaan. Pada lahan datar percikan air melemparkan partikel tanah ke segala arah,
sedangkan pada lahan miring partikel tanah banyak terlempar ke arah bawah sesuai kemiringan
lereng.
4. Vegetasi
    Vegetasi penutup lahan antara lain berfungsi menahan jatuhnya air hujan lansung ke tanah
dan menahan kecepatan aliran permukaan.
5. Campur tangan manusia
    Kegiatan manusia yang kurang bijaksana dalam mengelola hutan dan mengelola lahan
berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan, terutama terjadinya erosi.

SEDIMENTASI
B. Pengertian sedimentasi

   Sedimentasi adalah proses pengendapan material-material hasil pelapukan dan erosi yang
dibawa oleh tenaga pengangkut seperti air, angin, gelombang laut, dan gletser. Material-material
hasil pelapukan dan erosi tersebut pada jarak tertentu akan mengalami penurunan kecepatan
gerak atau berhenti sama sekali. Material yang lebih besar akan diendapkan terlebih dahulu
dibanding dengan material yang lebih halus. Pada awal proses sedimentasi, sebelum terkena gaya
atau perubahan, sedimen terendapkan secara horizontal (low of horizontality). Dalam suatu
urutan perlapisan batuan, maka lapisan batuan yang terletak di bawah umurnya relatif lebih tua
dibanding lapisan diatasnya selama lapisan batuan tersebut belum mengalami deformasi (low of
superposition). Proses pengendapan berdasarkan tenaga pengangkutnya,yaitu :

1.Pengendapan oleh air
    Proses sedimenatasi ini terjadi karena aliran air tidak mampu lagi mengangkut material yang
dibawanya. Apabila tenaga angkut semaikin berkurang, maka material yang berukuran besar dan
lebih berat akan terendap terlebih dulu, baru kemudain material yang lebih halus dan ringan.
Batuan hasil pengendapan oleh air disebut sedimen akuatis. Bentang alam hasil pengendapan
oleh air, antara lain:
a.Meander
    Meander merupakan sungai berkelok-kelok yang terbentuk karena adanya pengendapan.
Proses berkelok-keloknya sungai dimulai dari sungai bagian hulu. Pada bagian hulu, volume air
kecil dan tenaga yang terbentuk juga kecil. Akibatnya sungai mulai menghindari penghalang dan
mencari rute yang paling mudah dilewati. Sementara dibagian hulu belum terjadi pengendapan.
Pada bagian tengah, yang wilayahnya mulai datar aliran air mulai lambat dan membentuk
meander.proses meander terjadi di tepi sungai, baik bagian dalam maupun tepi luar. Di bagian
sungai yang alirannya cepat akan terjadi pengikisan sedangkan bagian tepi sungai yang lamban
aliran airnya akan terjadi pengendapan. Apabila hal ini terjadi dengan terus menerus akan
terbentuk meander.




b. Delta
    Pada saat aliran air mendekati muara, seperti danau atau laut maka kecepatan alirannya
menjadi lamban. Akibatnya, terjadi pengendapan sendimen oleh air sungai. Pasir akan
diendapkan sedangkan tanah liat dan lumpur akan tetap terangkut oleh aliran air. Setelah sekian
lama, akan terbentuk lapisan-lapisan sendimen. Akhirnya lapisan-lapisan sendimen membentuk
dataran yang luas pada bagian sungai yang mendekati muaranya dan membentuk delta.
Pembentukan delta memenuhi beberapa syarat. Pertama, sendimen terbawa oleh sungai harus
banyak ketika masuk laut atau danau. Kedua, arus panjang di sepanjang pantai tidak terlalu kuat.
Ketiga, pantai harus dangkal. Contoh bentang alam ini adalah delta sungai musi, Kapuas, dan
kali brantas.




c. Dataran banjir dan tanggul alam
    Apabila terjadi hujan lebat, volume air meningkat secara cepat. Akibatnya terjadi banjir dan
meluapnya air hingga ke tepi sungai. Pada saat air surut, bahan-bahan yang terbawa oleh air
sungai akan terendap di tepi sungai. Akibatnya, terbentuk suatu dataran di tepi sungai.
Timbulnya material yang kasar terdapat pada tepi sungai. Akibatnya tepi sungai lebih tinggi
dibandingkan dataran banjir yang terbentuk. Bentang alam itu disebut tanggul alam.

2.Pengendapan oleh air laut
    Pesisir merupakan wilayah pengendapan di sepanjang pantai. Biasanya terdiri dari material
pasir. Ukuran dan komposisi material di pantai sangat bervariasi tergantung pada perubahan
kondisi cuaca, arah angin,dan arus laut. Arus pantai yang mengangkut material yang ada di
sepanjang pantai. Jika terjadi perubahan arah, maka arus pantai akan tetap mengangkut material-
material ke laut yang dalam. Ketika material masuk ke laut yang dalam, terjadi pengendapan
material. Setelah sekian lama, terdapat akumulasi material yang ada di atas permukaan laut.
Akumulasi material itu disebut spit. Jika arus pantai terus berlanjut, spit akan semakin panjang.
Kadang-kadang spit terbentuk melewati teluk dan membentuk penghalang pantai (barrier beach).




3.Pengendapan oleh angin
    Sendimen hasil pengendapan oleh angina disebut sendimen aeolis. Bentang alam hasil
pengendapan oleh angin dapat berupa gumuk pasir. Gumuk pasir dapat terjadi di dearah pantai
ataupu gurun. Gumuk pasir terjadi apabila ada akumulasi pasir yang cukup banyak dan tiupan
angin yang kuat. Angin mengangkut dan mengendapkan pasir di suatu tempat secara bertahap
sehingga terbentuk timbunan pasir yang disebut gumuk pasir.




4.Pengendapan oleh gletser
   Sendimen hasil pengendapan oleh gletser disebut sendimen glasial. Bentang alam hasil
pengendapannya adalah bentuk lembah yang semula berbentuk V menjadi U. pada saat musim
semi tiba, terjadi pengikisan oleh gletser yang meluncur menuruni lembah. Batuan atau tanah
hasil pengikisan juga menuruni lereng dan mengendap di lembah. Akibatnya, lembah yang
semula berbentuk V menjadi bentuk U.
DAFTAR PUSTAKA
http://wahyuaskari.wordpress.com/umum/bentuk-bentuk-erosi/
http://www.g-excess.com/27545/pengertian-erosi-dan-dampaknya/
http://mukegile08.wordpress.com/2011/06/14/jenis-jenis-erosi-oleh-air/

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:60
posted:12/4/2012
language:Unknown
pages:8